Transcript
nmo36jMTWUY • Indonesia Dalam Masalah Serius! DPR di Demo! Rakyat Dipajakin/ di PHK (Ahok Pernah Bicara)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1407_nmo36jMTWUY.txt
Kind: captions Language: id Indonesia bubar 2030. Apakah itu sebuah statement yang disampaikan Pak Prabowo pada kampanye yang lalu? Apakah akan benar-benar terjadi? Kalau kita lihat fenomena belakangan ini, masuk akal. PHK di mana-mana, pekerjaan semakin sulit. UMKM dipajakin terus yang semakin tinggi. Pajak UMKM di atas Rp15 juta sebulan 10% bikin heboh. Melihat anggota DPR joget-joget tapi ibaratnya semua dipecat tapi CEO-nya minta naik gaji seperti DPR. Ini logikanya di mana? Oke sahabat entrepreneur salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali ke acara sisi yang lain. Saya ini bukan tipikal orang yang suka nyinyir ya. Saya ini bukan tipikal orang itu yang suka berbicara negatif. Ee saya dulu juga sering memerangi mindset orang-orang menengah ke bawah yang selalu menyalahkan pemerintah, selalu berbicara jeleknya koruptor, tetapi dia juga tidak mengubah hidupnya itu apa-apa. Tetapi semakin kemari di channel Success Before 30 ketika kami sudah menyentuh hampir 4,5 juta subscriber ini, saya semakin banyak merenung, saya semakin banyak melihat bahwa ternyata media seperti kami tidak bisa berjalan cuman menggedor mindset orang-orang bawah. Ya memang kalau orang bawah tidak mau menguban mindsetnya, cuman bisa mengeluh dan sebagainya, ya kita enggak bisa apa-apa. Tetapi ternyata salah satu mindset yang harus dirubah bukan cuman rakyat, tapi salah satu mindset yang harus diubah adalah pemangku kepentingan alias pejabat yang baru. Nah, saya ini kan sudah baru-baru ini ee berbicara sama Pak Ahok ya. Jadi beliau setelah masuk di podcast, mari kita lihat video beliau ber. Jadi saya bilang kita jangan berkeriruan. Kalau saya anggota dewan mau gaji R miliar sebulan saya oke. Tapi kamu buka dong anggaran kamu semua kementerian semua anggaran dibuka dong. Biar kita tahu setiap sen pajak yang kita bayar dipakai ke mana aja. Nah sekarang kan lu enggak mau buka. Jadi orang kalian juga mau digaji besar kalau ada profesional. Setiap orang berhak dan harus dibayar mahal kalau dia kerja profesional. Tugas anggota dewan apa? Mengawasi anggaran pajak kita. D kamu kalau digaji mahal enggak apa-apa tapi lu buka kasih tahu saya. Saya kamu tahu enggak pemerintah pakai duit berapa? Ya arti kan enggak lakukan tugas dia dong. Termasuk PD perjuangan saya sampaikan sebagai ketua. Nah, jadi apa yang disampaikan sama Pak Haok ini saya setuju sekali. Dia bilang anggota DPR mau digaji 1 M sekalipun itu it's ok. Tetapi semua anggaran itu harus transparan. Ibaratkan kalau good corporate governance di e di sebuah company, maka kita juga bisa melihat tunjangan kinerja, tunjangan jabatan, tunjangan bla bla bla dan sebagainya itu laporannya jelas. Sehingga ketika kita semua itu laporan jelas, maka Anda mau naik income itu it's ok karena ee ada usaha, ada hasil gitu. Nah, permasalahannya saat ini kenyataannya kok PHK semakin di mana-mana. Nah, ini yang jadi masalah gitu. Jadi rakyat ngamuk dong. Kemudian kita melihat kok sepertinya anggota dewan hidupnya setelah menang kampanye terpilih bukannya bekerja untuk rakyat tetapi kok malah hidup senang-senang. Okelah itu gorengan media biasa namanya waktu 17-an ya Indonesia merdeka bolehlah kita happy-happy. Tetapi kan mereka tidak peka akan suara orang-orang di bawah mereka tidak peka. Jadi mereka tuh apalagi dipaparkan lagi tentang video-video barusan ini gaji anggota DPR. Wah mereka semakin sakit hati. Dan kita lihat nih satu persatu sekarang. Mari kita lihat beberapa masalah yang terjadi. Kita lihat juga videonya Kris Dayanti berikut ini. Kita banyak potongan. Berapa sekarang? Berapa sekarang? Eh, setiap tanggal 1 16 juta ya. Tanggal 5 R9 juta kalau enggak salah. Iya. Ya udah gitu a. Jadi 16 juta itu gaji pokok. I 59 JT itu adalah tunjangan-tunjangan komunikasi segala macam. Terus yang lainnya tunjangan tunjangan itu kalau jadi anggota DPR itu dimaksimalkan sama mereka supaya cair semua anggarannya. Karena apa? Tunjangan kinerja, tunjangan sana ke sana kemari dan sebagainya. Mereka biaya perjalanan ya. Saya terus terang saya ini juga punya banyak teman pejabat ya. Jadi saya tahu persis kadang-kadang supaya terlihat kerja dan terlihat tunjangan itu cair, mereka itu kadang-kadang cuman ee mohon maaf mereka itu seringkiali menyamarkan tunjangannya. Mereka terlihat seolah-olah pergi, tapi waktu mereka itu misalkan dinas keluar kota gitu. Betul mereka dinas keluar kota tapi waktu rapat mereka enggak hadir cuman asent kemudian mereka keluar. Sekali lagi saya enggak mengatakan semua pejabat seperti itu, tapi ini kan oknumnya banyak seperti itu. Nah, masalahnya kan banyak orang mau jadi pejabat itu kan juga saling melihat dong, enak banget kamu itu rapat. Iya, kalau benar-benar rapat. Nah, kadang-kadang malah ruang rapat itu bisa kosong karena apa? Yang penting mereka sudah absen. Terbukti ada semua. Sekali lagi itu yang lalu ya. Tapi belakangan ini kan ada transparansi. Nah, jadi tetapi dengan statement seperti Kris Danti seperti ini apa enggak menyakitkan rakyat bawah? Coba kita dengarkan lagi. Iya, yang lengkap dong. [Musik] Dana aspirasi mungkin ya. Dana aspirasi itu memang memang wajib untuk kita namanya juga uang negara. Jadi dana aspirasi kita itu setiap proses kita ee R50 juta berapa kali dalam setahun? Ee lima kali dalam setahun. Lima kali dalam setahun juga harus menyerap aspirasi. Artinya di setiap 20 titik setiap kehadiran kita aturannya aturan-aturan itu. Dan mohon maaf ya para senior-senior saya nih kalau saya salah. Tapi artinya saya upayakan semaksimal mungkin. saya ee akan tergetar hati saya kalau saya enggak menyampaikan tugas-tugas saya untuk I. Nah, ini contoh boleh enggak? Boleh aja seperti kata Pak Ahok. Cuman pertanyaan saya, betul enggak kerja di 20 titik? Benar enggak dia menyerap aspirasi dari rakyat? Dan setelah menyerap apakah ada solusi untuk rakyat? Kan Anda itu anggota DPR loh. Anda itu dewan perwakilan rakyat loh. Makanya jangan sampai seperti kata-kata Gus Dur, DPR tuh kayak taman kanak-kanak ini kan. Apakah ini cuman mencairkan anggaran untuk gaji anggota? Tunjangan kinerjah, tunjangan bla bla bla dan sebagainya. Ada enggak solusi untuk rakyat? Kalau memang benar Anda itu betul-betul sebagai aspirator bagi rakyat, rakyat harus ada perubahan dong, kesejahteraan dong. Nyatanya bagaimana? Di mana-mana ada kabur aja dulu, di mana-mana. Kata-katanya saat ini adalah mereka tuh semua saat ini resesi. Banyak yang di PHK, barang dibawa naik. Dan yang paling barah nanti saya bahas di video berikutnya yaitu semua dipajakin. Nah, ini yang jadi masalah. Nah, terus kita lihat lagi video berikut ini. Jika anggota DPR akan mendapatkan tujang rumah jabatan, sebaliknya rakyat yang bergaji UMR siap-siap bakal dipotong tuh gajinya 3% untuk bayar iuran tabungan perumahan rakyat. Bang Dedi tidak melihat ini menjadi hal yang kontras antara apa yang akan didapatkan anggota DPR dengan rakyat. Iya. Anda mencampur aduk masalah. Mencampur aduk masalah. Ini anggota ini tambah bikin rakyat marah ini. Mencampur aduk masalah. Ini anggota DPR. Enak aja dia sekarang sudah duduk di jabatan. I kan ketika DPR dibandingkan dengan rakyat jelata yang katakan tukang becak atau burun di situ, Anda mengalami sesat logika. Enggak. Kita bandingkan dengan rakyat gaji UMR. Dia mengatakan itu sesat logika. Oh, berarti Anda pikir DPR itu adalah ee bosnya rakyat gitu. Salah loh. Rakyat itu bos kamu. Kamu itu terima gaji dari rakyat loh. Semua itu transparansi. Ada enggak kinerjamu? Kalau karyawan itu ada yang namanya performance indikator itu jelas. Jadi indikator kinerja lah. Di DPR ini ada performance indikator enggak? Masalahnya, masalahnya apakah gaji yang kamu terima setara enggak dengan hari ini kamu betul-betul melihat ee performamu sehingga ketika kamu betul-betul mengabdi sama rakyat mencari solusi permasalahan dana aspirasi seperti tadi Kris Dayendi bilang, ada enggak kinerjanya? Ada enggak solusinya? Jangan cuman kamu mau ambil gajinya dari rakyat. Dan Anda jelas-jelas ngomong di sini dedisitorus enggak bisa dikompare dong saya dengan tukang becak. itu menyakiti perasaan tukang becak loh, Mas Dedi. Enggak boleh seperti itu. Anda didesak ketika diundang di acara televisi, pintar-pintar host-nya dong wawancara. Tapi Anda tidak boleh emosional seperti itu. Enggak bisa dicompare seperti itu. Itu menyakiti hati rakyat. Harusnya Anda bilang seperti apa, terima kasih. Tetapi kita sebagai anggota DPR bisa dicek ee kinerja kami ee bagaimana hasil penilaian kami, kemudian bagaimana cek kinerja kami, apakah kami pantas atau tidak mengamalis. Nah, karena Anda ini Dewan Perwakilan Rakyat. Jangankan ee Anda sebagai anggota DPR yang menjadi CEO dari dapila, di perusahaan aja. Kalau seorang CEO tidak ber ee kontribusi, tidak mempunyai performance yang baik, dia harus dipecat loh. Nah, sekarang masalahnya DPR itu 5 tahun Anda dipilih oleh rakyat, Anda dipilih oleh dapil Anda yang mungkin jumlahnya jutaan orang, Anda bertanggung jawab untuk mengubah nasib dan mengubah ee apa ya pendapatan per kapita, kesejahteraan rakyat-rakyat yang memilih alien. Tapi sekarang Anda dengan santainya ngomong tukang becak dan sebagainya. Enggak boleh seperti itu, Mas. Terus ini terakhir yang paling viral. Saya rasa masih e make sense dengan tugas-tugas kenegaraan mereka. Jadi ee tunjangan perumahan DPR itu R juta tepatnya kurang lebih ee 58 dipotong itu mereka terima sekitar Rp50 juta. Ee itu setiap anggota kalau pimpinan ee tidak dapat karena kami pimpinan kan dapat e rumah dinas. Hm. Ah, jadi memang ini disesuaikan dengan sekarang ini kan tidak ada rumah dinas lagi. Jadi anggota DPR sudah tidak ada rumah dinas, tidak dapat rumah dinas. Hitungannya memang kalau mereka ngontrak rumah atau kos ngontrak kos kos saja ruangan ee 4 * 6 begitu. Iya. Dengan kamar mandinya itu kan kurang lebih di dekat-dekat Senayan ini R3 juta per bulan. juta per bulan. Mas Anis Kadir sebagai wakil ketua DPR, wakil ketua loh. Ini juga enggak main-main ya. Jadi Anda keseleot ini ngitung kita itu sudah paling murah R juta per bulan. Kalau dikalikan 1 bulan dianggap 26 hari mereka bekerja berarti kurang lebih R8 juta. Mas Anis ini bisa ngitung atau enggak gitu? R juta per bulan 26 hari. Ini wakil ketua loh ya. Enggak jadi enggak salah kalau video Anda ini digoreng sama masyarakat. Kalau cost di daerah Senayan Rp3 juta sudah ada AC. Wajar ini apartemen aja juga wajar gitu ya kan. Nah tapi ini kan kali kamu keselot ngomong ini keselip ngomong ini R3 juta per bulan dan akhirnya jadi Rp3 juta per hari. Nah, yang akar permasalahannya di sini masih nombok. Kalau 52an mereka terima, mereka masih nombok juga ee untuk menuju 78 juta. Itu ini lucu. R8 juta nombok gitu loh Rp50 juta. Padahal kan cost Rp3 juta per bulan. Kamu yang ngomong gitu loh. Harusnya kan Rp50 juta kurangi Rp3 juta masih surplus 4 e e R7 juta. Terus kamu hari ini keliru ngomong apa enggak marah tuh rakyat? Ya wajar dong kalau rakyat itu marah. Nah, kita lihat gambar pengeluaran orang super kaya di sini. Miskin miskin ekstrem itu sama dengan R500.000 per bulan. Ini adalah ee tapil ini keluar dari Mensos Republik Indonesia ya, menteri sosial kita sekarang, mantan eh wagub Jatim kemarin ya kan. Kemudian ee juga pernah jadi Walikota Pasuruan kemarin, sebut aja namanya sendiri. Nomor 79 HUK tahun 2025 sumber kemendal kemaki. Desa miskin itu 500.000 sampai R50.000 per bulan. Ini kita ngomong pengeluaran ya. Rentan miskin 6,5 sampai 800. Menengah itu 1 sampai 1,25 juta. Mapan itu 1,5 sampai 1,8 juta loh. Bahkan super kaya itu Rp3 juta. Ini pengeluaran. Maksud saya pengeluaran itu ya mungkin belum termasuk cicilan, angsuran. Ini mungkin untuk biaya makan sehari-hari dan sebagainya. Ini untuk orang kategori kaya loh. Jadi apalagi kita lihat gaji DPR. Wah ini fantastis ini menurut BBC News Indonesia kita lihat aja gaji pokok 4,2. Tunjangan istri, anak paket sidang. Jadi sidang aja itu dibayar loh. Tunjangan jabatan, tunjangan beras, tunjangan PPH pasal 21 sampai hari ini sudah sekian. Kemudian tunjangan lain kehormatan. W ada tunjangan kehormatan. Tunjangan komunikasi 15,5, tunjangan peningkatan fungsi, bantuan listrik Rp50 juta, 104 juta itu sudah termasuk ketua dan wakil ketua. Belum lagi dana aspirasi yang tadi dikatakan ee Kris Dayanti ya, R50 juta cair 4 kali sampai 5 kali. Jadi enggak salah kalau Kris Dayanti bilang gaji daripada anggota DPR itu sampai R50 juta per bulan. Ya wajar gimana rakyat enggak ngamuk, ya kan. Nah, uang sebanyak itu makanya enggak salah itu orang yang dipilih oleh rakyat, CEO yang dipilih oleh rakyat tapi gak kerja gitu loh. Rakyatnya tambah miskin, tambah sengsara. Jadi jangan salah kalau mereka tuh saya di success before ini sudah 12 tahun. Saya ini berusaha menggedor mindsetnya orang-orang masyarakat bawah. Tetapi saya juga enggak terima kalau modelnya seperti ini. Sedangkan orang anggota-anggota DPR modelnya seperti ini dan mereka terima gaji seperti ini. Tapi rakyat yang memilih kalian hidup mereka tidak membaik gitu loh. Paling banter akhirnya mereka jadi TKW, TKI di luar negeri. Maunya kerja di Jepang, kerja di Korea. Ya harus kerja di Indonesia. Kalau mereka nyinyir lielihat anggota DPR-nya seperti ini gimana? Jadi kontras menyakitkan itu baru gajinya belum korupsinya. Jadi enggak salah gitu loh. Saya kan hari ini enggak nyerang siapapun ya. Saya cuma membacakan berita, tetapi ini harus hati-hati. Kalau enggak, ini sangat berbahaya. Sekali lagi, ini bentuk kritikan kepada pemerintah, bentuk kritikan kepada para pejabat. Kalau kalian itu memang bersih, buktikan. Tunjukkan kalau memang kinerja kalian itu ada. Enggak usah bingung kok. Kalian pasti akan terpilih lagi. Karena sikap kalian, perbuatan kalian, kinerja kalian sudah sangat jelas. Bukan cuman ngambil uang, take homepage, pulang sambil nunggu pensiunan. Ya, enggak seperti itu. Maka oleh sebab itu R4 juta 100% batas kategori super kaya cuma Rp3 juta. Angka 104 juta tadi mungkin sulit dibayangkan. Mari kita berikan konteks. Menurut data resmi Rp3 juta per bulan sudah super kaya. Bandingkan dengan tunjangan rumah seorang anggota DPR aja R juta. Yang tadi keliru ngomong R8 juta, padahal cuma Rp3 juta per bulan. Katakanlah Anda menginap lah apartemen yang sudah 1 bulan itu sewanya itu sampai R5 juta. Itu udah super mewah sekali apartemen tersebut. Ya kan? Itu pun cuma R juta bukan R8 juta seperti Adis Kadir tadi itu. Nah, argumen penduduk gaji DPR sudah wajar. Gaji director si level aja profesional anggota DPR. Kinerja gaji tinggi wajar kalau kerjanya bagus. Pertanyaannya apa Anda sudah dapat kinerja yang sepadan? Apakah kamu sudah mengubah kepada dapil yang kamu pilih? Tentu ada argumen yang mengatakan gaji ini wajar. Ada yang berpendapat gaji direktur atau VIP di perusahaan bisa aja R juta. Pak Aok bilang kalau perlu jangan R50 juta. 1 M pun enggak apa-apa tapi semua itu transparan. Bisa enggak? Kalau enggak bisa terima 1 M kamu enggak sanggup kerja out. Nah memang saya bukannya membela Pak Ahok ya. Tapi yang saya tahu memang Pak Ahok selama dia menjabat di eranya di Jakarta itu kan semua transparan. Makanya mungkin banyak anggota DPR yang ngamuk-ngamuk sama Pak Ahok. Enggak suka dengan Pak Haok. Karena apa? Karena Pak Hawk udah jelas-jelas semuanya sampai Rp1 rupiah pun ke mana dia tahu. Sedangkan mereka yang mau dibongkar anggarannya ke mana, pengeluarannya untuk apa, bonnya sekecil apa, dicari apa, enggak ada. Tapi saya ingin juga berpesan kepada para netizen atau sahabat 30 SP30 khususnya tetap kita harus stay positif ya. kita jaga jangan terpancing amarah seperti itu. Mereka itu kan amarah karena mungkin mereka baru aja dipecat dari perusahaan, mungkin baru saja kena pengurangan dari sehingga mereka bentuk amarahnya stres, cicilan tetap jalan atau harus jual aset karena untuk menyambung hidup. Tapi karena kebijakan-kebijakan seperti ini terus dipanas-panasi dengan anggota DPR yang setiap hari flexing-flexing seperti itu seolah-olah menari-nari di atas penderitaan rakyat. Nah, jadi kesimpulannya di mana letak keadilannya? Nomor satu itu profesional memang layak dibayar mahal. Kenapa CEO itu bisa income-nya sampai 1 M 2 M? Ya memang dia punya kinerja. Kita lihat seperti CEO-nya BCA Pak Cahya Surya ee Suryatmaja sori Suruse kalau saya salah ya atau Syariat Maja. Wajar dia punya income segitu karena memang ada kinerjanya. Masalah utama adalah ketika profesionalisme itu tidak terlihat. Anda dipilih oleh rakyat dapil yang Anda pilih tapi Anda tidak mengubah hidupnya 5 tahun ke depan ya kan. Namun di saat yang bersamaan rakyat biasa dikejar-kejar untuk transformasi pajak. ketimpangan rakyat dipajaki naik sementara penghasilan wakilnya juga terus naik akar masalah ini adalah tentang rasa keadilan yang hilang dan di sinilah kembali ke pernyataan Pak Aok masalahnya bukan semata-mata pada gaji yang besar profesional layak dibayar mahal masalahnya adalah ketika etika profesionalisme itu tidak terlihat pemerintah dan wakil tidak transparan namun di saatana yang sama rakyat dikejar-kejar untuk transparansi pajak loh ini kan gak fair ketika semua dikejar transparansi pajak saya ini rakyat biasa loh saya juga bayar pajak loh setiap tahun saya lapor SP tapi fair enggak gitu loh. Kalian juga siap enggak ditelanjangi, siap enggak setiap kinerja kalian itu ada gitu. Kerja kalian ada bukan cuman tunjangan kinerja, jalan-jalan, datang ke sana, lihat-lihat pulang, terus kemudian enggak ada perubahan apa-apa. Ya gak bisa seperti itu. Ini adalah tentang rasa keadilan. Jadi kinerja dulu atau gaji dulu? Solusinya kita menuntut kinerja dulu atau seperti apa? Nah, seperti Pak aku bilang profesional jika tidak bekerja sebenarkan benar, pajak semakin parah, negara ini bisa dalam masalah yang serius. Seperti yang tadi saya katakan, Indonesia beneran bisa bubar ini. Nah, pertanyaan ini bukan saya jawab sendiri, tapi untuk kita renungkan bersama. So, video kali ini saya mengkritik ras kepada anggota dewan yang tidak berani melakukan transparansi. Dan video ini tolong didengarkan semua karena saya juga mewakili bukan seluruh rakyat Indonesia tetapi saya sebagai media di sini mewakili perasaan jutaan, puluhan juta orang yang saat ini memang sedang menjerit karena baru saja di PHK. Harga barang semakin mahal dan sedangkan kinerja kalian dipertanyakan. Coba Anda pikir sendiri. Salam hebat luar biasa. Yeah.