Indonesia Dalam Masalah Serius! DPR di Demo! Rakyat Dipajakin/ di PHK (Ahok Pernah Bicara)
nmo36jMTWUY • 2025-08-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Indonesia bubar 2030. Apakah itu sebuah
statement yang disampaikan Pak Prabowo
pada kampanye yang lalu? Apakah akan
benar-benar terjadi? Kalau kita lihat
fenomena belakangan ini, masuk akal. PHK
di mana-mana, pekerjaan semakin sulit.
UMKM dipajakin terus yang semakin
tinggi.
Pajak UMKM di atas Rp15 juta sebulan 10%
bikin heboh. Melihat anggota DPR
joget-joget tapi ibaratnya semua dipecat
tapi CEO-nya minta naik gaji seperti
DPR. Ini logikanya di mana?
Oke sahabat entrepreneur salam hebat
luar biasa. Selamat datang kembali ke
acara sisi yang lain. Saya ini bukan
tipikal orang yang suka nyinyir ya. Saya
ini bukan tipikal orang itu yang suka
berbicara negatif. Ee saya dulu juga
sering memerangi mindset orang-orang
menengah ke bawah yang selalu
menyalahkan pemerintah, selalu berbicara
jeleknya koruptor, tetapi dia juga tidak
mengubah hidupnya itu apa-apa. Tetapi
semakin kemari di channel Success Before
30 ketika kami sudah menyentuh hampir
4,5 juta subscriber ini, saya semakin
banyak merenung, saya semakin banyak
melihat bahwa ternyata media seperti
kami tidak bisa berjalan cuman menggedor
mindset orang-orang bawah. Ya memang
kalau orang bawah tidak mau menguban
mindsetnya, cuman bisa mengeluh dan
sebagainya, ya kita enggak bisa apa-apa.
Tetapi ternyata salah satu mindset yang
harus dirubah bukan cuman rakyat, tapi
salah satu mindset yang harus diubah
adalah pemangku kepentingan alias
pejabat yang baru. Nah, saya ini kan
sudah baru-baru ini ee berbicara sama
Pak Ahok ya. Jadi beliau setelah masuk
di podcast, mari kita lihat video beliau
ber.
Jadi saya bilang kita jangan
berkeriruan. Kalau saya anggota dewan
mau gaji R miliar sebulan saya oke. Tapi
kamu buka dong anggaran kamu semua
kementerian semua anggaran dibuka dong.
Biar kita tahu setiap sen pajak yang
kita bayar dipakai ke mana aja. Nah
sekarang kan lu enggak mau buka. Jadi
orang kalian juga mau digaji besar kalau
ada profesional. Setiap orang berhak dan
harus dibayar mahal kalau dia kerja
profesional. Tugas anggota dewan apa?
Mengawasi anggaran pajak kita. D kamu
kalau digaji mahal enggak apa-apa tapi
lu buka kasih tahu saya. Saya kamu tahu
enggak pemerintah pakai duit berapa? Ya
arti kan enggak lakukan tugas dia dong.
Termasuk PD perjuangan saya sampaikan
sebagai ketua. Nah, jadi apa yang
disampaikan sama Pak Haok ini saya
setuju sekali. Dia bilang anggota DPR
mau digaji 1 M sekalipun itu it's ok.
Tetapi semua anggaran itu harus
transparan. Ibaratkan kalau good
corporate governance di e di sebuah
company, maka kita juga bisa melihat
tunjangan kinerja, tunjangan jabatan,
tunjangan bla bla bla dan sebagainya itu
laporannya jelas. Sehingga ketika kita
semua itu laporan jelas, maka Anda mau
naik income itu it's ok karena ee ada
usaha, ada hasil gitu. Nah,
permasalahannya saat ini kenyataannya
kok PHK semakin di mana-mana. Nah, ini
yang jadi masalah gitu. Jadi rakyat
ngamuk dong. Kemudian kita melihat kok
sepertinya anggota dewan hidupnya
setelah menang kampanye terpilih
bukannya bekerja untuk rakyat tetapi kok
malah hidup senang-senang. Okelah itu
gorengan media biasa namanya waktu 17-an
ya Indonesia merdeka bolehlah kita
happy-happy. Tetapi kan mereka tidak
peka akan suara orang-orang di bawah
mereka tidak peka. Jadi mereka tuh
apalagi dipaparkan lagi tentang
video-video barusan ini gaji anggota
DPR. Wah mereka semakin sakit hati.
Dan kita lihat nih satu persatu
sekarang. Mari kita lihat beberapa
masalah yang terjadi. Kita lihat juga
videonya Kris Dayanti berikut ini.
Kita banyak potongan.
Berapa sekarang? Berapa sekarang?
Eh, setiap tanggal 1 16 juta ya. Tanggal
5 R9 juta kalau enggak salah.
Iya.
Ya udah gitu a.
Jadi 16 juta itu gaji pokok. I
59 JT itu adalah tunjangan-tunjangan
komunikasi segala macam.
Terus yang lainnya tunjangan
tunjangan itu kalau jadi anggota DPR itu
dimaksimalkan sama mereka supaya cair
semua anggarannya. Karena apa? Tunjangan
kinerja, tunjangan sana ke sana kemari
dan sebagainya. Mereka biaya perjalanan
ya. Saya terus terang saya ini juga
punya banyak teman pejabat ya. Jadi saya
tahu persis kadang-kadang supaya
terlihat kerja dan terlihat tunjangan
itu cair, mereka itu kadang-kadang cuman
ee mohon maaf mereka itu seringkiali
menyamarkan tunjangannya. Mereka
terlihat seolah-olah pergi, tapi waktu
mereka itu misalkan dinas keluar kota
gitu. Betul mereka dinas keluar kota
tapi waktu rapat mereka enggak hadir
cuman asent kemudian mereka keluar.
Sekali lagi saya enggak mengatakan semua
pejabat seperti itu, tapi ini kan
oknumnya banyak seperti itu. Nah,
masalahnya kan banyak orang mau jadi
pejabat itu kan juga saling melihat
dong, enak banget kamu itu rapat. Iya,
kalau benar-benar rapat. Nah,
kadang-kadang malah ruang rapat itu bisa
kosong karena apa? Yang penting mereka
sudah absen. Terbukti ada semua. Sekali
lagi itu yang lalu ya. Tapi belakangan
ini kan ada transparansi. Nah, jadi
tetapi dengan statement seperti Kris
Danti seperti ini apa enggak menyakitkan
rakyat bawah? Coba kita dengarkan lagi.
Iya,
yang lengkap dong.
[Musik]
Dana aspirasi mungkin ya. Dana aspirasi
itu memang memang
wajib untuk kita namanya juga uang
negara. Jadi dana aspirasi kita itu
setiap proses kita
ee R50 juta
berapa kali dalam setahun?
Ee lima kali dalam setahun.
Lima kali dalam setahun
juga harus menyerap aspirasi. Artinya di
setiap 20 titik setiap kehadiran kita
aturannya
aturan-aturan itu. Dan mohon maaf ya
para senior-senior saya nih kalau saya
salah. Tapi artinya saya upayakan
semaksimal mungkin. saya ee akan
tergetar hati saya kalau saya enggak
menyampaikan tugas-tugas saya untuk I.
Nah, ini contoh boleh enggak? Boleh aja
seperti kata Pak Ahok. Cuman pertanyaan
saya, betul enggak kerja di 20 titik?
Benar enggak dia menyerap aspirasi dari
rakyat? Dan setelah menyerap apakah ada
solusi untuk rakyat? Kan Anda itu
anggota DPR loh. Anda itu dewan
perwakilan rakyat loh. Makanya jangan
sampai seperti kata-kata Gus Dur, DPR
tuh kayak taman kanak-kanak ini kan.
Apakah ini cuman mencairkan anggaran
untuk gaji anggota? Tunjangan kinerjah,
tunjangan bla bla bla dan sebagainya.
Ada enggak solusi untuk rakyat? Kalau
memang benar Anda itu betul-betul
sebagai aspirator bagi rakyat, rakyat
harus ada perubahan dong, kesejahteraan
dong. Nyatanya bagaimana? Di mana-mana
ada kabur aja dulu, di mana-mana.
Kata-katanya saat ini adalah mereka tuh
semua saat ini resesi. Banyak yang di
PHK, barang dibawa naik. Dan yang paling
barah nanti saya bahas di video
berikutnya yaitu semua dipajakin. Nah,
ini yang jadi masalah. Nah, terus kita
lihat lagi video berikut ini.
Jika anggota DPR akan mendapatkan tujang
rumah jabatan, sebaliknya rakyat yang
bergaji UMR siap-siap bakal dipotong tuh
gajinya 3% untuk bayar iuran tabungan
perumahan rakyat.
Bang Dedi tidak melihat ini menjadi hal
yang kontras antara apa yang akan
didapatkan anggota DPR dengan rakyat.
Iya. Anda mencampur aduk masalah.
Mencampur aduk masalah. Ini anggota ini
tambah bikin rakyat marah ini. Mencampur
aduk masalah. Ini anggota DPR. Enak aja
dia sekarang sudah duduk di jabatan. I
kan
ketika DPR dibandingkan dengan rakyat
jelata yang katakan tukang becak atau
burun di situ, Anda mengalami sesat
logika.
Enggak. Kita bandingkan dengan rakyat
gaji UMR.
Dia mengatakan itu sesat logika. Oh,
berarti Anda pikir DPR itu adalah ee
bosnya rakyat gitu. Salah loh. Rakyat
itu bos kamu. Kamu itu terima gaji dari
rakyat loh. Semua itu transparansi. Ada
enggak kinerjamu? Kalau karyawan itu ada
yang namanya performance indikator itu
jelas. Jadi indikator kinerja lah. Di
DPR ini ada performance indikator
enggak? Masalahnya, masalahnya apakah
gaji yang kamu terima setara enggak
dengan hari ini kamu betul-betul melihat
ee performamu sehingga ketika kamu
betul-betul mengabdi sama rakyat mencari
solusi permasalahan dana aspirasi
seperti tadi Kris Dayendi bilang, ada
enggak kinerjanya? Ada enggak solusinya?
Jangan cuman kamu mau ambil gajinya dari
rakyat. Dan Anda jelas-jelas ngomong di
sini dedisitorus enggak bisa dikompare
dong saya dengan tukang becak. itu
menyakiti perasaan tukang becak loh, Mas
Dedi. Enggak boleh seperti itu. Anda
didesak ketika diundang di acara
televisi,
pintar-pintar host-nya dong wawancara.
Tapi Anda tidak boleh emosional seperti
itu. Enggak bisa dicompare seperti itu.
Itu menyakiti hati rakyat. Harusnya Anda
bilang seperti apa, terima kasih. Tetapi
kita sebagai anggota DPR bisa dicek ee
kinerja kami ee bagaimana hasil
penilaian kami, kemudian bagaimana cek
kinerja kami, apakah kami pantas atau
tidak mengamalis. Nah, karena Anda ini
Dewan Perwakilan Rakyat. Jangankan ee
Anda sebagai anggota DPR yang menjadi
CEO dari dapila, di perusahaan aja.
Kalau seorang CEO tidak ber ee
kontribusi, tidak mempunyai performance
yang baik, dia harus dipecat loh. Nah,
sekarang masalahnya DPR itu 5 tahun Anda
dipilih oleh rakyat, Anda dipilih oleh
dapil Anda yang mungkin jumlahnya jutaan
orang, Anda bertanggung jawab untuk
mengubah nasib dan mengubah ee apa ya
pendapatan per kapita, kesejahteraan
rakyat-rakyat yang memilih alien. Tapi
sekarang Anda dengan santainya ngomong
tukang becak dan sebagainya. Enggak
boleh seperti itu, Mas. Terus ini
terakhir yang paling viral. Saya rasa
masih e make sense dengan tugas-tugas
kenegaraan mereka. Jadi ee tunjangan
perumahan DPR itu R juta tepatnya kurang
lebih ee 58
dipotong itu mereka terima sekitar Rp50
juta.
Ee itu setiap anggota kalau pimpinan ee
tidak dapat karena kami pimpinan kan
dapat e rumah dinas.
Hm. Ah, jadi memang ini disesuaikan
dengan sekarang ini kan tidak ada rumah
dinas lagi.
Jadi anggota DPR sudah tidak ada rumah
dinas, tidak dapat rumah dinas.
Hitungannya memang kalau mereka ngontrak
rumah atau kos
ngontrak kos
kos saja ruangan ee 4 * 6 begitu.
Iya.
Dengan kamar mandinya itu kan kurang
lebih di dekat-dekat Senayan ini R3 juta
per bulan.
juta per bulan. Mas Anis Kadir
sebagai wakil ketua DPR, wakil ketua
loh. Ini juga enggak main-main ya. Jadi
Anda keseleot ini ngitung
kita itu sudah paling murah
R juta per bulan.
Kalau dikalikan 1 bulan dianggap 26 hari
mereka bekerja berarti kurang lebih R8
juta.
Mas Anis ini bisa ngitung atau enggak
gitu? R juta per bulan 26 hari. Ini
wakil ketua loh ya. Enggak jadi enggak
salah kalau video Anda ini digoreng sama
masyarakat. Kalau cost di daerah Senayan
Rp3 juta sudah ada AC. Wajar ini
apartemen aja juga wajar gitu ya kan.
Nah tapi ini kan kali kamu keselot
ngomong ini keselip ngomong ini R3 juta
per bulan dan akhirnya jadi Rp3 juta per
hari. Nah, yang akar permasalahannya di
sini
masih nombok. Kalau 52an mereka terima,
mereka masih nombok juga ee untuk menuju
78 juta. Itu
ini lucu. R8 juta nombok gitu loh Rp50
juta. Padahal kan cost Rp3 juta per
bulan. Kamu yang ngomong gitu loh.
Harusnya kan Rp50 juta kurangi Rp3 juta
masih surplus 4 e e R7 juta. Terus kamu
hari ini keliru ngomong apa enggak marah
tuh rakyat? Ya wajar dong kalau rakyat
itu marah. Nah, kita lihat gambar
pengeluaran orang super kaya di sini.
Miskin miskin ekstrem itu sama dengan
R500.000 per bulan. Ini adalah ee tapil
ini keluar dari Mensos Republik
Indonesia ya, menteri sosial kita
sekarang, mantan eh wagub Jatim kemarin
ya kan. Kemudian ee juga pernah jadi
Walikota Pasuruan kemarin, sebut aja
namanya sendiri. Nomor 79 HUK tahun 2025
sumber kemendal kemaki. Desa miskin itu
500.000 sampai R50.000 per bulan. Ini
kita ngomong pengeluaran ya. Rentan
miskin 6,5 sampai 800. Menengah itu 1
sampai 1,25 juta. Mapan itu 1,5 sampai
1,8 juta loh. Bahkan super kaya itu Rp3
juta. Ini pengeluaran. Maksud saya
pengeluaran itu ya mungkin belum
termasuk cicilan, angsuran. Ini mungkin
untuk biaya makan sehari-hari dan
sebagainya. Ini untuk orang kategori
kaya loh. Jadi apalagi kita lihat gaji
DPR. Wah ini fantastis ini menurut BBC
News Indonesia kita lihat aja gaji pokok
4,2. Tunjangan istri, anak paket sidang.
Jadi sidang aja itu dibayar loh.
Tunjangan jabatan, tunjangan beras,
tunjangan PPH pasal 21 sampai hari ini
sudah sekian. Kemudian tunjangan lain
kehormatan. W ada tunjangan kehormatan.
Tunjangan komunikasi 15,5, tunjangan
peningkatan fungsi, bantuan listrik Rp50
juta, 104 juta itu sudah termasuk ketua
dan wakil ketua. Belum lagi dana
aspirasi yang tadi dikatakan ee Kris
Dayanti ya, R50 juta cair 4 kali sampai
5 kali. Jadi enggak salah kalau Kris
Dayanti bilang gaji daripada anggota DPR
itu sampai R50 juta per bulan. Ya wajar
gimana rakyat enggak ngamuk, ya kan.
Nah, uang sebanyak itu makanya enggak
salah itu orang yang dipilih oleh
rakyat, CEO yang dipilih oleh rakyat
tapi gak kerja gitu loh. Rakyatnya
tambah miskin, tambah sengsara. Jadi
jangan salah kalau mereka tuh saya di
success before ini sudah 12 tahun. Saya
ini berusaha menggedor mindsetnya
orang-orang masyarakat bawah. Tetapi
saya juga enggak terima kalau modelnya
seperti ini. Sedangkan orang
anggota-anggota DPR modelnya seperti ini
dan mereka terima gaji seperti ini. Tapi
rakyat yang memilih kalian hidup mereka
tidak membaik gitu loh. Paling banter
akhirnya mereka jadi TKW, TKI di luar
negeri. Maunya kerja di Jepang, kerja di
Korea. Ya harus kerja di Indonesia.
Kalau mereka nyinyir lielihat anggota
DPR-nya seperti ini gimana? Jadi kontras
menyakitkan itu baru gajinya belum
korupsinya. Jadi enggak salah gitu loh.
Saya kan hari ini enggak nyerang
siapapun ya. Saya cuma membacakan
berita, tetapi ini harus hati-hati.
Kalau enggak, ini sangat berbahaya.
Sekali lagi, ini bentuk kritikan kepada
pemerintah, bentuk kritikan kepada para
pejabat. Kalau kalian itu memang bersih,
buktikan. Tunjukkan kalau memang kinerja
kalian itu ada. Enggak usah bingung kok.
Kalian pasti akan terpilih lagi. Karena
sikap kalian, perbuatan kalian, kinerja
kalian sudah sangat jelas. Bukan cuman
ngambil uang, take homepage, pulang
sambil nunggu pensiunan. Ya, enggak
seperti itu. Maka oleh sebab itu R4 juta
100% batas kategori super kaya cuma Rp3
juta. Angka 104 juta tadi mungkin sulit
dibayangkan. Mari kita berikan konteks.
Menurut data resmi Rp3 juta per bulan
sudah super kaya. Bandingkan dengan
tunjangan rumah seorang anggota DPR aja
R juta. Yang tadi keliru ngomong R8
juta, padahal cuma Rp3 juta per bulan.
Katakanlah Anda menginap lah apartemen
yang sudah 1 bulan itu sewanya itu
sampai R5 juta. Itu udah super mewah
sekali apartemen tersebut.
Ya kan? Itu pun cuma R juta bukan R8
juta seperti Adis Kadir tadi itu. Nah,
argumen penduduk gaji DPR sudah wajar.
Gaji director si level aja profesional
anggota DPR. Kinerja gaji tinggi wajar
kalau kerjanya bagus. Pertanyaannya apa
Anda sudah dapat kinerja yang sepadan?
Apakah kamu sudah mengubah kepada dapil
yang kamu pilih? Tentu ada argumen yang
mengatakan gaji ini wajar. Ada yang
berpendapat gaji direktur atau VIP di
perusahaan bisa aja R juta. Pak Aok
bilang kalau perlu jangan R50 juta. 1 M
pun enggak apa-apa tapi semua itu
transparan. Bisa enggak? Kalau enggak
bisa terima 1 M kamu enggak sanggup
kerja out. Nah memang saya bukannya
membela Pak Ahok ya. Tapi yang saya tahu
memang Pak Ahok selama dia menjabat di
eranya di Jakarta itu kan semua
transparan. Makanya mungkin banyak
anggota DPR yang ngamuk-ngamuk sama Pak
Ahok. Enggak suka dengan Pak Haok.
Karena apa? Karena Pak Hawk udah
jelas-jelas semuanya sampai Rp1 rupiah
pun ke mana dia tahu. Sedangkan mereka
yang mau dibongkar anggarannya ke mana,
pengeluarannya untuk apa, bonnya sekecil
apa, dicari apa, enggak ada. Tapi saya
ingin juga berpesan kepada para netizen
atau sahabat 30 SP30 khususnya tetap
kita harus stay positif ya. kita jaga
jangan terpancing amarah seperti itu.
Mereka itu kan amarah karena mungkin
mereka baru aja dipecat dari perusahaan,
mungkin baru saja kena pengurangan dari
sehingga mereka bentuk amarahnya stres,
cicilan tetap jalan atau harus jual aset
karena untuk menyambung hidup. Tapi
karena kebijakan-kebijakan seperti ini
terus dipanas-panasi dengan anggota DPR
yang setiap hari flexing-flexing seperti
itu seolah-olah menari-nari di atas
penderitaan rakyat. Nah, jadi
kesimpulannya di mana letak keadilannya?
Nomor satu itu profesional memang layak
dibayar mahal. Kenapa CEO itu bisa
income-nya sampai 1 M 2 M? Ya memang dia
punya kinerja. Kita lihat seperti
CEO-nya BCA Pak Cahya Surya ee
Suryatmaja sori Suruse kalau saya salah
ya atau Syariat Maja. Wajar dia punya
income segitu karena memang ada
kinerjanya. Masalah utama adalah ketika
profesionalisme itu tidak terlihat. Anda
dipilih oleh rakyat dapil yang Anda
pilih tapi Anda tidak mengubah hidupnya
5 tahun ke depan ya kan. Namun di saat
yang bersamaan rakyat biasa
dikejar-kejar untuk transformasi pajak.
ketimpangan rakyat dipajaki naik
sementara penghasilan wakilnya juga
terus naik akar masalah ini adalah
tentang rasa keadilan yang hilang dan di
sinilah kembali ke pernyataan Pak Aok
masalahnya bukan semata-mata pada gaji
yang besar profesional layak dibayar
mahal masalahnya adalah ketika etika
profesionalisme itu tidak terlihat
pemerintah dan wakil tidak transparan
namun di saatana yang sama rakyat
dikejar-kejar untuk transparansi pajak
loh ini kan gak fair ketika semua
dikejar transparansi pajak saya ini
rakyat biasa loh saya juga bayar pajak
loh setiap tahun saya lapor SP tapi fair
enggak gitu loh. Kalian juga siap enggak
ditelanjangi, siap enggak setiap kinerja
kalian itu ada gitu. Kerja kalian ada
bukan cuman tunjangan kinerja,
jalan-jalan, datang ke sana, lihat-lihat
pulang, terus kemudian enggak ada
perubahan apa-apa. Ya gak bisa seperti
itu. Ini adalah tentang rasa keadilan.
Jadi kinerja dulu atau gaji dulu?
Solusinya kita menuntut kinerja dulu
atau seperti apa? Nah, seperti Pak aku
bilang profesional jika tidak bekerja
sebenarkan benar, pajak semakin parah,
negara ini bisa dalam masalah yang
serius. Seperti yang tadi saya katakan,
Indonesia beneran bisa bubar ini. Nah,
pertanyaan ini bukan saya jawab sendiri,
tapi untuk kita renungkan bersama. So,
video kali ini saya mengkritik ras
kepada anggota dewan yang tidak berani
melakukan transparansi. Dan video ini
tolong didengarkan semua karena saya
juga mewakili bukan seluruh rakyat
Indonesia tetapi saya sebagai media di
sini mewakili perasaan jutaan, puluhan
juta orang yang saat ini memang sedang
menjerit karena baru saja di PHK. Harga
barang semakin mahal dan sedangkan
kinerja kalian dipertanyakan. Coba Anda
pikir sendiri. Salam hebat luar biasa.
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:14:43 UTC
Categories
Manage