Transcript
rc88JRhyqss • RUGI RATUSAN JUTA DI PUNCAK BITCOIN! Jangan Ditiru ft : Andy Crypstocks PART 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1412_rc88JRhyqss.txt
Kind: captions
Language: id
Apa yang terjadi ketika kamu hancur
lebur?
Ya, kita berhutang lagi, Pak.
Orang tua pekerjaannya apa?
Saya orang tua potong ikan, Pak, di
pasar.
Potong ikan di pasar.
Andilin. Bukti nyata dari perjuangan di
dunia finansial mengubah kehancuran
menjadi pelajaran termahal.
Saya tidur aja sama motor, Pak. Biasa
kalau di rumah gitu.
Oh,
saya tidur di bawah motor karena kalau
ruang enggak ada kamar, Pak. Udah enggak
cukup kan enam bersaudara, Pak. Karena
awalnya saya lamar kerja. Lamar kerja
itu 13 perusahaan.
13 perusahaan?
Iya. Dan tidak ada yang terima saya.
Jadi kita gagal sendiri. Nah, kita
sukses juga harus berusaha sendiri, Pak.
Welcome to Success Before Tury Level Up
Podcast.
[Musik]
Welcome to Level Up Success before 30.
Iya, thank you, Pak.
Manusia ini gede.
Salam dong.
Eh, sebelumnya sudah kenal Success
Before 13?
Saya sudah nonton lama, Pak. Wah, ini
akhirnya saya senang banget ada seorang
manusia yang video kami berdampak sama
hidup beliau. Saya mau korek-korek
dikit. Welcome ya.
Iya, Pak.
And congratulation for your success
sekarang ya.
Oke. Ceritakan dulu backgroundmu ini
siapa, asal kota mana.
Oh, iya. Jadi gini, Teman-teman. Jadi
saya
dari Singkawang.
Oke.
Saya merantau ke Jakarta kuliah
sebenarnya.
Iya.
Jadi dulu 2010,
2011 saya
orang tua pekerjaannya apa? Saya orang
tua potong ikan, Pak, di pasar.
Potong ikan di pasar.
I sampai sekarang masih kok.
Sampai sekarang masih?
Iya, Teman-teman yang di Singkawang bisa
pergi cari papa saya.
Oh, gitu.
Iya.
Waduh, itu penghasilannya harian ya
berarti ya?
Iya, harian.
Waduh. Jadi bayarin berapa saudara?
Saya berenam, Pak.
Berarti kalau bayarin uang sekolah itu
setengah mati ya berarti.
Iya. Dibantu koko cici juga lah.
Oh, gitu.
Iya. Karena Kok itu beda usianya jauh,
mereka sudah kerja itu bisa bantu rumah
sih
seperti itu. Terus akhirnya bisa
merantau ke Jakarta. Dibiayain siapa?
Dari mama. Mama ya? Mama jual emas
seingat saya. Jadi buat saya masuk
Oh, tabungan emasnya itu dijual untuk
kamu kuliah.
Iya, bayar kuliah gitu.
Luar biasa. Oke. Terus sampai di Jakarta
tahun berapa?
2011, Pak. Saya mulai masuk kuliah di
Jakarta Barat kampusnya.
Iya.
Ya. Lulusnya 2015.
2015. Nah, terus eh kenal Success Before
30 tahun berapa?
Saya kenal Success Before 30 itu
sebenarnya dari saya kuliah sih, Pak.
Heeh.
Jadi dari awal-awal lah.
Awal-awal ya?
Iya. Saya nonton channelnya tuh karena
menurut saya saya memang butuh SAS
before 30 karena memang sudah saya
tanamkan sih di otak gitu.
Jadi ketika saya lulus saya harus bisa
praktekin gitu loh.
Oke.
Tapi ternyata tidak semudah itu, Pak.
Enggak semudah itu. Tapi akhirnya sukses
beneran. Nah, ini yang mau kita korek
gitu. Terus, terus apa pekerjaan kamu
selama kamu masih di ee pengekos itu
ceritanya?
Iya. Jadi 2015 teman-teman saya itu
lulus kemudian saya pekerjaan pertama
itu agen asuransi Pak. Kenapa saya masuk
ke insurance? He.
Karena awalnya saya lamar kerja. Lamar
kerja itu 13 perusahaan.
13 perusahaan?
Iya. Dan tidak ada yang terima saya.
Oh, serius? Karena gajinya ketinggian
atau gimana? Saya minta gaji yang
tinggi, IPK saya pas-pasan. Dan saya
menjelaskan ke HRD-nya bahwa sebenarnya
saya ini kerja di sini ya, saya mengabdi
di sini gitu loh. So, saya pasti all
out. Jadi kalau misalnya kasih kalian
kasih upah yang sangat minimum begitu,
saya gimana hidup, Pak? Gitu loh.
Boro-boro success before 30. Lu hidup
aja kayaknya impossible gitu.
Makanya tidak keterima. Nah, datanglah
satu kawan baik saya, dia jadi leader
saya di asuransi.
Dia ajakin, "Lu mau enggak bisnis yang
tanpa modal? Modalnya cuman AAJI kan
ujian nih R.000an Ribuan lah R25.000
kalau salah.
Saya bilang, "Boleh nih jual apa?" Nah,
jual sesuatu yang tak terlihat katanya.
Tapi yang mana manusia semua butuh. Oh.
Nah, di situlah saya masuk saya ujian,
saya coba mulai jualan asuransi, Pak.
Nah, di awal seperti itu.
Oke.
Nah, terus ee apa yang Anda dapatkan
dari asuransi tersebut?
Kalau asuransi adalah hal yang paling
saya syukuri sih, Pak. Jadi, kalau
misalkan di dunia asuransi itu kita
diajarin bagaimana cara ngomong.
Iya. Kemudian kita prospecting, kita
jualan hal yang tidak terlihat pakai
konsep, Pak.
Betul.
Jadi bukan datang cerita tentang sakit,
cerita tentang ee legacy dan segala,
jangan gitu. Tapi kita harus
menceritakan bagaimana konsep ini
supaya orang-orang bisa paham gitu.
Apakah kamu jual, polis atau merekrut
anak muda?
Saya awalnya ee sebagai sales, Pak,
supaya ada penghasilan dulu.
Oh, supaya dapat penghasilan.
Kalau naik ke certain level kan kita
bisa mulai rekrut ya, bikin tim segala
macam.
Iya, iya iya. dan seterusnya gitu.
Hmm. Nah, terus ee kan income susah
waktu itu.
Iya,
income susah. Jadi, gimana Anda hidup di
Jakarta dengan ee kerja tadi ditolak
terus Anda kan harus apa sih? Jualan
kah? Jual jasa kah
supaya nyambung kan di cost hidupnya.
Nah, itu apa yang kamu lakukan? Karena
di insurance enggak langsung closing
polish dong.
Enggak. Itu kalau closing pun masuk ee
preminya kalau bulanan Pak itu kan
sangat kecil sekali komisinya gitu loh.
Kecuali closing tahunan kan.
Betul. Iya betul.
Nah untuk menutupi semua ongkos itu
pertama saya ada hutang di kos juga Pak.
Hutang. Oh berarti cerita hutang
emak-mak kos itu biasa ya.
Iya. Jadi saya hutang lah gitu karena
saya tinggal di situ sudah lama
ya kan di kayak kasihan lah. Jadi saya
baru mulai saya baru merintis boleh
ngasih saya utang gitu.
Iya betul.
Nah kemudian itu Rp1.100.000 R000 kalau
saya enggak salah ingat per bulan waktu
itu
costnya 1,1.
Nah, kemudian setelah kita diasuransi
itu kan waktu masih banyak, Pak.
Betul.
Prospecting misal sehari lu dua sampai
orang misalnya
sisa waktu itu bisa jualan online, lu
bisa bikin selai,
lu bisa drifting baju bekas, lu bisa
jual apa aja dah, Pak. Jual sepatu
bekas, jual apa apa aja saya
palu gada ya.
Iya. Jadi saya pergi cari gitu loh apa
sih yang bisa kita jualin ke Tanah Abang
lah segala macam gitu.
Hm. H
untuk menutupi semua ongkos itu yang
utang-utang terus kan tidak baik ya.
Jadi sebisa mungkin saya enggak utang
gitu. Oh berikut
sampai
setelah 2 tahun 1 tahun setengah lah
sudah better sedikit gitu.
Hmm.
Dulu waktu kayak gitu sih.
Hmm. Oke. Nah ee tapi akhirnya pernah
sempat hutang Ibu Kos juga.
Iya.
Berapa bulan
saya hutang? Setengah tahun ada, Pak.
Astaga. Tapi masih dikasih tinggal
enggak diusir.
Enggak. Karena itu udah lama Pak. Udah
dari zaman dulu. He.
Itu saya tinggal di situ gitu loh.
Hm.
He. Jadi saya minta kayak toleransi lah.
Jadi Bapak K juga baik banget sih.
Makanya saya merasa kayak banyak yang
support juga gitu loh. Saya tidak merasa
saya tidak punya privilege sih.
Oh
iya. Kita hanya kekurangan uang Pak
bukan manusianya gitu. J bukan bukan
resources dari humannya
tapi kita yang kurang itu hanyalah
uangnya.
Berarti ini theal perintis ini ya
ceritanya.
Ya begitulah Pak. Mungkin video perintis
saya ngomong cocok Pak.
Cocok ya. Memang asik, Pak.
Asik ya.
Tapi menyedihkan.
Menyedihkan loh. Tapi kita enggak lagi
jual kesedihan, tapi kita jual realita,
kan.
Iya.
Dan saya percaya realita seperti ini itu
dihadapi jutaan orang Genzi di Indonesia
saat ini.
Bahkan milenial kayaknya juga masih
banyak sih, Pak.
Masih banyak ya.
Kayaknya orang tua juga masih banyak
juga.
Heeh. Jadi, gimana akhirnya ceritanya?
Lanjutkan dong sampai di
Jadi setelah saya jualan-jualan
2017, 2016 saya mulai masuk ke saham.
Jadi saham waktu itu namanya masih
kenapa kok shifting ke saham di
insurance agent sudah enggak
menghasilkan atau gimana?
Bukan. Karena waktu itu saya melihat
orang-orang paling kaya di dunia, Pak,
dari top 100 itu banyakan ada masuk ke
dalam dunia money market.
Iya. I ya.
Paper aset, money market gitu kan. Jadi
di asuransi kan kita dapat pendidikan
paper aset juga nih.
Nah, otomatis saya lihat bagaimana cara
mereka multiplikasi penghasilannya dia.
Ketika kamu punya penghasilan, kamu
belikan aset, aset ini harus bisa
multiply you punya duit.
Hm. leverage punya kekayaan, Pak.
Iya. Iya. I
nah caranya di mana? Pasar modal.
Hm.
Diulah tempat modal berkumpul. Makanya
kita hanya berpikir kalau saya bisa
rampok 1% aja dari pasar modal saya
sudah triliuner, Pak.
Jadi dari berangkat dari pemikiran itu
saya masuk ke saham.
Hm.
Saham saya belajar tapi saham itu saya
tidak semulus itu, Pak. Jadi saya waktu
itu buka akunnya pinjam duit.
Hm.
Waktu itu kan belum jadi masih Dewu
namanya. Belum belum belum Mirei ya.
Iya. I.
Nah, itu R10 juta, Pak, untuk buka akun.
Jadi saya R5 juta pinjam sama sama mama
saya.
Oh, pinjam lagi, ya?
Iya.
Oke. Oke.
Baru buka terus saya kalah semua, Pak.
Hmm.
Ya, saya beli saham hancur hancur
hancur. Belajar belajar sama
orang-orang.
Waktu Anda rugi itu
enggak ngerti ilmunya itu, ngomong
enggak sama Mama, "Mah, saya enggak bisa
balikin uang ini."
Saya enggak berani ngomong, Pak.
Tapi Mama ada nagih enggak? Mama enggak
pernah nagih.
Oh.
Oh. Iya. Itu orang tua saya paling
support, Pak. Paling maksimum
supporternya saya lah.
Oke.
Bukan pakai uang, Pak. Kadang kala ya
bukan dalam jumlah uang yang besar gitu
bukan.
Iya.
Tapi memberikan kebebasan. Kamu boleh
mengeksplore apapun untuk berbisnis.
Jadi dianggap kayak biaya kuliah lah.
Iya. Tapi jangan kriminal gitu loh. Itu
pesan mama saya.
Jangan kriminal.
Pernah minta uang sama papa enggak?
Saya enggak pernah. Saya enggak berani,
Pak.
Oh. Kenapa?
Karena itu sangat memalukan bagi saya.
sama yang kedua kalau papa saya itu
mungkin tipikal orangnya maksa.
Jadi kalau kita kalau kita minta
jangan-jangan dia itu ngutang sama orang
lain kasih ke kita gitu. Saya enggak
mau.
Saya tipikal orangnya saya lumayan
tahulah gitu.
Oh gitu.
Jadi tidak bisa ngomong tidak untuk
anaknya gitu. Jadi sebaiknya saya enggak
enggak melangkah untuk minjam. Saya
enggak mau.
Jadi kalau mau minjam mending kita
deal-dealan sama bos-bos di luar aja
gitu.
Iya. Saya pasang badan kan. Ayo aja gitu
nekat nekat sekalian. Jadi saya enggak
maulah balik ke rumah minjam
merengeh-rengeh enggak mau, Pak.
Itu pantang banget. Kalau saya sampai
gagal pulang bawa diri oke.
Iya.
Pulang-pulang udah lu gagal gitu ya.
H.
Tapi jangan sampai membawa kegagalan ini
tuh sampai menarik yang lain gitu. Saya
enggak mau.
Jadi kita gagal sendiri. Nah, kita
sukses juga harus berusaha sendiri Pak.
Nah, kalau mama ibu rumah tangga berarti
murni dapat uang dari Papa.
Ibu rumah tangga. Iya.
Ada uang
dibelikan emas.
Dibelikan emas untuk tabung. Iya, sudah
begitu tok gitu.
Sesimpel tabungan di bank enggak ada ya?
Enggak ada lah, Pak. Kita orang super
duper biasa. Saya tidur aja sama motor,
Pak. Bisa kalau di di rumah gitu.
Oh,
saya tidur di bawah motor. Karena kalau
ruang enggak ada kamar, Pak.
Udah enggak cukup kan. Enam bersaudara,
Pak.
Oh, enam-amnya
ya. Saya yang tidur di ruang tamu. Jadi,
motor kan masukin ke ruang tamu, Pak.
Saya tidur di bawahnya gitu. Pasang
kelambu selesai.
Jadi itu tempat tidur saya gitu. Saya
enggak ada kamar. Nah, itu.
Nah, ini ini tolong ya, Guys. Kalian
harus perhatikan ya. Enggak semua orang
Chinese itu
i
kaya seperti yang dikatakan di internet
gitu loh. Ini saya hadirkan ee keturunan
Tionghoa asli orang Singkawang. Ternyata
hidupnya itu juga enggak jauh beda sama
kamu gitu loh. Bahkan kamu lebih baik.
Kamu masih punya atap ranjang pun masih
ada. Mungkin kasur mungkin BB tiker ini
pun di atas motor apa dia bawa motor?
Saya di bawah motor itu motor kan di
samping saya tuh.
Heeh. Kenapa harus di samping motor sih?
Ya karena udah enggak ada tempat. Pak,
lu mau tidur di mana gitu loh.
Itu garasi rumah gitu,
ruang tamu kan masukin ke ruang tamu
motornya. Iya.
Ya, ya, ya. Dengar baik-baik ya. Hidupmu
masih lebih baik ya. Itu dengarkan kamu.
Ini ada staf saya di sini ya beberapa
ya. Jadi ini dengar ini kisah ini itu
usia berapa itu?
Saya dari kecil, Pak. Kalau SMA sampai
tamat. Iya.
Kayak gitu. Kayak gitu.
Iya. Dan menurut saya itu bukan sesuatu
yang sengsara sih, Pak.
I karena sudah terbiasa kan.
Iya. Karena bagi saya itu ya selagi saya
bisa tidur ya sudah gitu loh.
Eh kalian yang di Pulau Jawa ya kalian
itu bersyukur banget ya Jawa itu sudah
bagus banget gitu. Rupanya ada saudara
kita di luar Jawa itu dan saya tahu
persis karena istri saya orang
Kalimantan ya
itu memang biasa. Jadi saya itu pernah
ada satu cerita lucu tahu enggak?
Iya.
Di sini di Jawa dia bilang kayak enggak
pernah mau cari air PDAM itu susah.
Heeh. itu diceritakan sambil
nangis-nangis karena dia orang dari
Jawa.
Iya.
Ketika saya ngomong sama istri, istri
saya ngomong, "Apanya yang susah? Kita
di Kalimantan nampung air hujan."
Iya.
Ah, betul Kak itu?
Nah, ini guys tolong kalian dengerin ya.
Air hujan ditampung untuk
untuk mandi atau untuk apa sih?
Untuk mandi kadang dimasak untuk makan,
Pak. Untuk minum.
Nah, tuh dengar.
Iya.
Jadi kalian itu jangan mengeluh, jangan
komplain. Gua enggak suka.
Terus ada satu lagi, Pak.
Apa itu?
Kalau masa kecil saya listrik itu pasti
giliran padam, Pak. Udah pasti.
Jadi setiap minggu bisa ada dua kali.
Jadi setiap malam kita bisa main
kunang-kunang gitu.
Jadi jadi sebenarnya hikmahnya itu
adalah every moment yang terjadi sama
kehidupan kita sebenarnya ada cara untuk
enjoy-nya, Pak.
Jelas.
Makanya kalau yang ngomong perintis itu
asik. Saya sebenarnya setuju
in the context video itu saya setuju
tentang yang anak kecil itu kan.
Nah, tapi masih lihat siapa yang ngomong
gitu.
Nah, maka saya bercanda sama
teman-teman. Saya bilang, "Ini kalau
yang gua ngomong sih sebenarnya cocok
ya."
Ya. Iya dong. Oh, by the way itu e Kris
Bastian sama Ru itu itu teman saya kok.
Iya. Jadi, jadi kalau diomong Ryu
bapaknya Kris itu enggak cocok gitu. Dia
ngerintisnya enggak pakai kuneng-kuneng
gitu.
Oke, it's ok. Tapi saya mau eh poin yang
saya sama sampaikan bahwa seorang Andi
ini dia ini benar-benar eh starting dari
nol. Ini yang saya salut. Dan dia
merantau ke Jakarta dan pantang pulang.
Iya. sebelum sukses.
Iya.
Sebelum 30 tahun.
Iya. Harus.
Kenapa harus sebelum 30?
Karena bagi saya hidup itu sia-sia, Pak.
Lu sebagai cowok usia 30 masih belum
jadi apa-apa.
Maka saya pernah ngomong di podcast yang
sebelumnya.
Iya.
Saya takutnya ini jadi toxic positivity,
Pak.
Kalau buat saya pribadi, saya sangat ee
sangat willing untuk melakukannya.
Tapi bagi ketika saya sering baca di
trad gitu ya, bagi sebagian orang
mungkin ini kayak toxik, maksa hidup
harus enjoy segala macam. Bagi saya
tidak.
Karena kita berlomba dengan waktu, Pak.
Waktunya siapa? Karena papa mama saya
kan semakin bertambah usia tuh.
Saya pengin kasih lihat gitu loh. Oh, lu
punya ada anak nih satu yang suksesnya
dahsyat gitu loh.
Tapi usia sebelum 30. Kenapa? Karena
saya gap dengan Papa M tuh jauh banget
usianya.
Iya. Iya. Sekarang usia berapa, Papa?
Papa 71.
Oh. Nah, udah cukup berumur ya.
Iya. Nah, bagaimana saya bisa punya idea
bikin golden wedding segala macam. 50
tahun marit kan papa mama.
Kapan golden wedding? Rencananya
tahun ini, Pak.
Udah, udah lewat. Sudah lewat ee bulan
Mei kemarin.
Oh, tapi ini pernikahan ke-50.
Iya.
Oh, foto nikahnya mereka masih ada
enggak?
Masih. Masih.
Ah, itu penting itu. Itu penting ya.
Luar biasa. Jadi, you mau celebrate 50
tahun kasih surprise ya.
Iya. Udah kok tahun kemar eh tahun ini
bulan Mei kemarin.
Salam untuk papa mama ya.
Thank you loh, Pak.
Itu luar biasa. Dan oke, by the way,
akhirnya setelah dari saham tadi terus
gimana?
Saya saham belajar sama orang yang
salah, saya hancur lebur segala macam.
Apa yang terjadi ketika kamu hancur
lebur?
Ya saya akan terus
kan gak bisa makan tuh uang habis tuh.
Ya, kita berhutang lagi, Pak.
Hm.
Cara hutangnya gimana? Pinjol atau apa?
Cara uang cari uang lebih banyak lagi.
Enggak sih? Saya sempat minjam uang sama
pacar saya juga dulu.
Oh, mantan ya?
Enggak. Pacar saya jadi istri, Pak.
Oi, keren.
Ya itu ikut saya. Iya, ikut saya dari
enggak ada apa-apa lah. Dihujat
teruslah. Jadi istri saya dulu pascaran
juga dihujat sama sekeliling dia terus.
Oh gitu
ya. Karena pacaran sama orang miskin,
Pak.
Oh, iya. I si
iya yang la yang lain kan cowok-cowok
datang jemput cewek pakai mobil ya,
mobil bapaknya gitu maksud saya.
Nah, kalau saya datang pakai motor, Pak.
Motornya bekas.
Hmm.
Ya, motor saya beli Rp5uta, itu
Heeh.
motor jelek lah gitu.
Nah, jadi waktu itu pacar saya sudah
lumayan bagus karirnya ya. Bisnis kan
jual tas online tuh saya ikut juga.
Iya. Nah, hasilnya juga lumayan. Jadi,
kita ada tender segala macam untuk
bertahan hidup.
Heeh. He.
Nah, dari situlah saya kepikir, Pak,
mentrigger. Saya pengin cari instrumen
bisa kaya cepat.
Hmm.
Apa ya?
Ini kayaknya anak muda semua berpikirnya
gitu ya.
Kalau saya iya.
Iya. I
iya kan. Nah, dari 2017 Januari aku
mulai cari apa sih instrumennya.
Kebetulan ada pemain-pemain money game.
Money game kan dekat dengan dunia itu
ya,
Bitcoin lah, ETH lah.
Iya. Betul. Nah, jadi ee pacar saya dulu
si istri saya ini he.
Dia kasih tahu, "Lu coba pelajarin deh
namanya Bitcoin." Karena lagi heboh nih,
ada yang main sampai kaya banget,
main di money game ya kan, tapi
payout-nya Bitcoin segala macam lah.
Oh,
terus waktu itu gua mikir ini instrumen
apa ya? Coba cari tahu deh gitu. Nah,
dari
iya Januari itu Bitcoin masih Rp15 juta,
Pak.
Oke. Iya. Ya, ya. Saya tahu itu.
Jadi saya cari tahu saya enggak berani
beli sama sekali.
Betul. Saya takut itu digital aset tidak
berbentuk, tidak punya fundamental waktu
itu menurut saya.
Iya iya iya iya.
Sepanjang tahun 12 bulan saya kepo, Pak.
Ini apa sih? Ini alien apa sih? Kok bisa
naik 15 jadi 66 juta turun balik ke 3 R
32 juta naik lagi Rp0 juta apa ini gitu.
Nah, saya cari tah
volatilitasnya tinggi banget.
Iya. Saya cari tahu, cari tahu, cari
tahu. Sampailah Desember 2017 biji Rp300
juta, Pak.
Oh, 2000
2017 Desember. Jadi dalam 12 bulan
instrumennya kali 20, Pak.
Iya. Oh iya iya. I itu enggak terjadi di
saham ya?
Enggak. Saya langsung otak saya mikir
ini yang saya cari.
Ah langsung saya beli, Pak. Langsung
hancur lagi saya.
Karena 2018, Pak.
Sori. You beli di harga berapa?
Rp300 juta.
Astaga. Ya. Ya. Ya. Ya.
Dan itu tabungan merit lah sebenarnya.
Ah. Beli berapa duit
aku waktu itu? Beli R juta total, Pak.
300 330
loh. Enggak. Pertanyaan saya eh uang
berapa kamu beli di Bitcoin di harga R00
juta itu?
Ya R00 jutaan.
Dapat dari mana duit R00 juta? Oh, hasil
jual asuransi
semua, Pak. Selai lah, apalah apa aja
bikin
pokoknya you jual everything lah.
Iya. Tender lah, online shop lah, semua
saya kerjain.
Oh, duit Rp300 juta habis.
Habis.
Wah, astagfirull.
Iya. Jadi semua yang kita punya, saya
sama istri ya habis gitu.
Jadi
waktu jatuh ke berapa itu Bitcoin?
Jatuh balik ke
nyangkut lah istilahnya. Nyangkut.
Nyangkut balik ke Rp50 juta, Pak. Wah,
terus kamu waktu kamu butuh duit
minus minus hampir 80% lah.
Terus kamu waktu butuh duit kamu jual
dikit-dikit gitu.
Enggak, jangan dijual.
Jadi saya waktu itu kepala batu
saya enggak jual,
saya pelajarin terus. Saya cari
seminar-seminar gratis saya
saya penasaran, Pak. Ini barang kan
enggak pernah punya value dulu,
tapi ketika dia hancur pun tidak balik
ke harga all time high-nya yang dulu.
Oh,
berarti ini ada something, Pak. Karena
dulu 2000 sebelum 2017 itu era 2013
itu kan historical datanya 1$.000, Pak.
Yang waktu itu sekitar 12 sampai 13
juta.
Ini sudah hancur orang sudah pada fear
itu masih berhenti di Rp50 juta, Pak.
Berarti ini ada something
masih berarti kalau kamu tarik itu pakai
teknikal
he
itu kan higher high higher high low ya.
Hm.
R juta, R juta. Tapi orang sudah anggap
ini drop nih.
H
gimana kalau next cycle-nya 550 juta di
itu 2017?
Iya. Akhir tahun
itu belum halving ya?
Itu itu sudah halving, Pak. Yang 2017.
Oh, 2017 sudah halving. Heeh.
2018 Desember itu yang jatuh ke Rp juta.
Oh.
Kemudian 2019 sempat kepancing Bitcoin,
sempat rally sedikit.
Heeh.
Sampai R8 juta
jatuh lagi. Saya enggak mau jual, Pak.
Waktu 188 kamu enggak mau jual. Kamu
tahan terus. Beli terus.
Nah, terus kamu hari-hari hidup dari
mana? Tetap jual asuransi.
Iya, semua saya kerjain, Pak. Ada jadi
calok tambang batu lah, apalah semua
saya kerjain. Semakin berkembanglah.
Jadi networking-nya grow terus, Pak.
Saya kadang ada event malah
pergi event terus kadang istri saya
pergi jadi angpawu girl, jadi mermaid,
jadi apa itu semua. Kita
kita collecting manis tuh from every job
gitu loh.
Oke.
E ikut IO ikut WO gitu.
Oh sebegitunya ya.
Biasanya jadi SPG.
Berarti gini ya ini yang disuka disalah
pahami sama anak-anak muda sekarang ya.
Iya.
Mereka itu cuman berharap cepat kaya
beli beli koin apa yang enggak jelas
terus berharap itu naik dan itu dari
uang saku orang tuanya atau apa saya
juga enggak tahu.
Heeh. Tapi yang berbeda sama Andi adalah
Andi ini dia tuh kerja gitu loh.
Iya.
Anda itu punya active income kan.
Iya.
Nah, active income inilah yang akhirnya
kamu sisihkan.
Sisihkan
untuk kamu beli Bitcoin gitu ya.
Iya. Terus-terusan, Pak. Sepanjang 1000
hari. Maka saya pernah bercanda juga.
Saya bilang kita
terus-terusan sekali nabung berapa itu?
Wah, saya sudah enggak tahu, Pak.
Pokoknya semua kalau misalkan
ada lebih uang dikit beli BTC.
Contoh ya, kita misalnya penghasilan
Rp10 juta per bulan.
Betul. Nah, itu R juta masukin semua ke
digital aset, Pak. Kita hidup dari Rp3
juta aja sudah cukup. Bayar cost
cukup enggak cukup R3 juta berdua
enggak? Satu orang R juta lah.
Oh, satu orang Rp3 juta.
Jadi kalau Rp3 juta itu bayar cost
segala macam udah beres gitu. Karena
hiburan kita cuma nonton bioskop, Pak.
Iya.
Waktu itu kan ada buy one get one.
Betul.
Iya. Hari Selasa, Pak.
Hari Selasa
pakai pakai salah satu bank.
Iya. Iya. I kan.
Nah, itu hiburan saya. Jadi, saya enggak
ada healing, saya enggak ada main-main
ke Bali segala macam. Enggak ada. Jadi
teman-teman mungkin ada yang mulai cicil
rumah, mulai KPR e rumah, KKB mobil
segala macam gitu kan.
Iya.
Waktu itu lumayan ada kena mental juga
sih. Jadi saya melihat teman-teman yang
kerja di kantoran ke
perusahaan-perusahaan besar ya big for
segala macam hidupnya tuh sudah mulai
sustainable, Pak.
Oh, saya masih hancur lebur begitu saya
pikir.
Oh,
gitu kan. Dan saya apa aja saya kerjain
making money untuk cemplung ke digital
aset. Otak saya tuh terus di krypto,
Pak. Hm.
Maka saya sudah mulai dinilai ya saya
tuh sebenarnya toxic gitu loh. Kalau
digital asset ini gagal kamu mau jadi
apa gitu.
I ya ya.
Iya. Makanya saya bilang sebenarnya
tapi kamu trust waktu itu.
Bukan hanya trust, Pak. Karena kita
pergi cari tahu.
Oke.
Pergi cari tahu. Nah, ini penting ini
ee dan sampai detik ini enggak banyak
orang itu mau pergi cari tahu loh.
Nah, itu dia
pergi cari tahunya yang gratisan. Heh.
Nah, oke. Dalam artian gratisan itu
kalau money.
Tapi saya mau tegur Anda-Anda hari ini
yang usianya 40 ke atas. Pesan saya satu
nih. Ini kisah seorang Andi ini
istimewa. Ini saya mau korek lebih dalam
nanti di part berikutnya ya. Oke. Tapi
yang penting hari ini ee kita ngobrol
dulu sampai di sini nanti kita mau korek
lebih dalam. Thank you.
[Musik]
H