Kind: captions Language: id Apa yang terjadi ketika kamu hancur lebur? Ya, kita berhutang lagi, Pak. Orang tua pekerjaannya apa? Saya orang tua potong ikan, Pak, di pasar. Potong ikan di pasar. Andilin. Bukti nyata dari perjuangan di dunia finansial mengubah kehancuran menjadi pelajaran termahal. Saya tidur aja sama motor, Pak. Biasa kalau di rumah gitu. Oh, saya tidur di bawah motor karena kalau ruang enggak ada kamar, Pak. Udah enggak cukup kan enam bersaudara, Pak. Karena awalnya saya lamar kerja. Lamar kerja itu 13 perusahaan. 13 perusahaan? Iya. Dan tidak ada yang terima saya. Jadi kita gagal sendiri. Nah, kita sukses juga harus berusaha sendiri, Pak. Welcome to Success Before Tury Level Up Podcast. [Musik] Welcome to Level Up Success before 30. Iya, thank you, Pak. Manusia ini gede. Salam dong. Eh, sebelumnya sudah kenal Success Before 13? Saya sudah nonton lama, Pak. Wah, ini akhirnya saya senang banget ada seorang manusia yang video kami berdampak sama hidup beliau. Saya mau korek-korek dikit. Welcome ya. Iya, Pak. And congratulation for your success sekarang ya. Oke. Ceritakan dulu backgroundmu ini siapa, asal kota mana. Oh, iya. Jadi gini, Teman-teman. Jadi saya dari Singkawang. Oke. Saya merantau ke Jakarta kuliah sebenarnya. Iya. Jadi dulu 2010, 2011 saya orang tua pekerjaannya apa? Saya orang tua potong ikan, Pak, di pasar. Potong ikan di pasar. I sampai sekarang masih kok. Sampai sekarang masih? Iya, Teman-teman yang di Singkawang bisa pergi cari papa saya. Oh, gitu. Iya. Waduh, itu penghasilannya harian ya berarti ya? Iya, harian. Waduh. Jadi bayarin berapa saudara? Saya berenam, Pak. Berarti kalau bayarin uang sekolah itu setengah mati ya berarti. Iya. Dibantu koko cici juga lah. Oh, gitu. Iya. Karena Kok itu beda usianya jauh, mereka sudah kerja itu bisa bantu rumah sih seperti itu. Terus akhirnya bisa merantau ke Jakarta. Dibiayain siapa? Dari mama. Mama ya? Mama jual emas seingat saya. Jadi buat saya masuk Oh, tabungan emasnya itu dijual untuk kamu kuliah. Iya, bayar kuliah gitu. Luar biasa. Oke. Terus sampai di Jakarta tahun berapa? 2011, Pak. Saya mulai masuk kuliah di Jakarta Barat kampusnya. Iya. Ya. Lulusnya 2015. 2015. Nah, terus eh kenal Success Before 30 tahun berapa? Saya kenal Success Before 30 itu sebenarnya dari saya kuliah sih, Pak. Heeh. Jadi dari awal-awal lah. Awal-awal ya? Iya. Saya nonton channelnya tuh karena menurut saya saya memang butuh SAS before 30 karena memang sudah saya tanamkan sih di otak gitu. Jadi ketika saya lulus saya harus bisa praktekin gitu loh. Oke. Tapi ternyata tidak semudah itu, Pak. Enggak semudah itu. Tapi akhirnya sukses beneran. Nah, ini yang mau kita korek gitu. Terus, terus apa pekerjaan kamu selama kamu masih di ee pengekos itu ceritanya? Iya. Jadi 2015 teman-teman saya itu lulus kemudian saya pekerjaan pertama itu agen asuransi Pak. Kenapa saya masuk ke insurance? He. Karena awalnya saya lamar kerja. Lamar kerja itu 13 perusahaan. 13 perusahaan? Iya. Dan tidak ada yang terima saya. Oh, serius? Karena gajinya ketinggian atau gimana? Saya minta gaji yang tinggi, IPK saya pas-pasan. Dan saya menjelaskan ke HRD-nya bahwa sebenarnya saya ini kerja di sini ya, saya mengabdi di sini gitu loh. So, saya pasti all out. Jadi kalau misalnya kasih kalian kasih upah yang sangat minimum begitu, saya gimana hidup, Pak? Gitu loh. Boro-boro success before 30. Lu hidup aja kayaknya impossible gitu. Makanya tidak keterima. Nah, datanglah satu kawan baik saya, dia jadi leader saya di asuransi. Dia ajakin, "Lu mau enggak bisnis yang tanpa modal? Modalnya cuman AAJI kan ujian nih R.000an Ribuan lah R25.000 kalau salah. Saya bilang, "Boleh nih jual apa?" Nah, jual sesuatu yang tak terlihat katanya. Tapi yang mana manusia semua butuh. Oh. Nah, di situlah saya masuk saya ujian, saya coba mulai jualan asuransi, Pak. Nah, di awal seperti itu. Oke. Nah, terus ee apa yang Anda dapatkan dari asuransi tersebut? Kalau asuransi adalah hal yang paling saya syukuri sih, Pak. Jadi, kalau misalkan di dunia asuransi itu kita diajarin bagaimana cara ngomong. Iya. Kemudian kita prospecting, kita jualan hal yang tidak terlihat pakai konsep, Pak. Betul. Jadi bukan datang cerita tentang sakit, cerita tentang ee legacy dan segala, jangan gitu. Tapi kita harus menceritakan bagaimana konsep ini supaya orang-orang bisa paham gitu. Apakah kamu jual, polis atau merekrut anak muda? Saya awalnya ee sebagai sales, Pak, supaya ada penghasilan dulu. Oh, supaya dapat penghasilan. Kalau naik ke certain level kan kita bisa mulai rekrut ya, bikin tim segala macam. Iya, iya iya. dan seterusnya gitu. Hmm. Nah, terus ee kan income susah waktu itu. Iya, income susah. Jadi, gimana Anda hidup di Jakarta dengan ee kerja tadi ditolak terus Anda kan harus apa sih? Jualan kah? Jual jasa kah supaya nyambung kan di cost hidupnya. Nah, itu apa yang kamu lakukan? Karena di insurance enggak langsung closing polish dong. Enggak. Itu kalau closing pun masuk ee preminya kalau bulanan Pak itu kan sangat kecil sekali komisinya gitu loh. Kecuali closing tahunan kan. Betul. Iya betul. Nah untuk menutupi semua ongkos itu pertama saya ada hutang di kos juga Pak. Hutang. Oh berarti cerita hutang emak-mak kos itu biasa ya. Iya. Jadi saya hutang lah gitu karena saya tinggal di situ sudah lama ya kan di kayak kasihan lah. Jadi saya baru mulai saya baru merintis boleh ngasih saya utang gitu. Iya betul. Nah kemudian itu Rp1.100.000 R000 kalau saya enggak salah ingat per bulan waktu itu costnya 1,1. Nah, kemudian setelah kita diasuransi itu kan waktu masih banyak, Pak. Betul. Prospecting misal sehari lu dua sampai orang misalnya sisa waktu itu bisa jualan online, lu bisa bikin selai, lu bisa drifting baju bekas, lu bisa jual apa aja dah, Pak. Jual sepatu bekas, jual apa apa aja saya palu gada ya. Iya. Jadi saya pergi cari gitu loh apa sih yang bisa kita jualin ke Tanah Abang lah segala macam gitu. Hm. H untuk menutupi semua ongkos itu yang utang-utang terus kan tidak baik ya. Jadi sebisa mungkin saya enggak utang gitu. Oh berikut sampai setelah 2 tahun 1 tahun setengah lah sudah better sedikit gitu. Hmm. Dulu waktu kayak gitu sih. Hmm. Oke. Nah ee tapi akhirnya pernah sempat hutang Ibu Kos juga. Iya. Berapa bulan saya hutang? Setengah tahun ada, Pak. Astaga. Tapi masih dikasih tinggal enggak diusir. Enggak. Karena itu udah lama Pak. Udah dari zaman dulu. He. Itu saya tinggal di situ gitu loh. Hm. He. Jadi saya minta kayak toleransi lah. Jadi Bapak K juga baik banget sih. Makanya saya merasa kayak banyak yang support juga gitu loh. Saya tidak merasa saya tidak punya privilege sih. Oh iya. Kita hanya kekurangan uang Pak bukan manusianya gitu. J bukan bukan resources dari humannya tapi kita yang kurang itu hanyalah uangnya. Berarti ini theal perintis ini ya ceritanya. Ya begitulah Pak. Mungkin video perintis saya ngomong cocok Pak. Cocok ya. Memang asik, Pak. Asik ya. Tapi menyedihkan. Menyedihkan loh. Tapi kita enggak lagi jual kesedihan, tapi kita jual realita, kan. Iya. Dan saya percaya realita seperti ini itu dihadapi jutaan orang Genzi di Indonesia saat ini. Bahkan milenial kayaknya juga masih banyak sih, Pak. Masih banyak ya. Kayaknya orang tua juga masih banyak juga. Heeh. Jadi, gimana akhirnya ceritanya? Lanjutkan dong sampai di Jadi setelah saya jualan-jualan 2017, 2016 saya mulai masuk ke saham. Jadi saham waktu itu namanya masih kenapa kok shifting ke saham di insurance agent sudah enggak menghasilkan atau gimana? Bukan. Karena waktu itu saya melihat orang-orang paling kaya di dunia, Pak, dari top 100 itu banyakan ada masuk ke dalam dunia money market. Iya. I ya. Paper aset, money market gitu kan. Jadi di asuransi kan kita dapat pendidikan paper aset juga nih. Nah, otomatis saya lihat bagaimana cara mereka multiplikasi penghasilannya dia. Ketika kamu punya penghasilan, kamu belikan aset, aset ini harus bisa multiply you punya duit. Hm. leverage punya kekayaan, Pak. Iya. Iya. I nah caranya di mana? Pasar modal. Hm. Diulah tempat modal berkumpul. Makanya kita hanya berpikir kalau saya bisa rampok 1% aja dari pasar modal saya sudah triliuner, Pak. Jadi dari berangkat dari pemikiran itu saya masuk ke saham. Hm. Saham saya belajar tapi saham itu saya tidak semulus itu, Pak. Jadi saya waktu itu buka akunnya pinjam duit. Hm. Waktu itu kan belum jadi masih Dewu namanya. Belum belum belum Mirei ya. Iya. I. Nah, itu R10 juta, Pak, untuk buka akun. Jadi saya R5 juta pinjam sama sama mama saya. Oh, pinjam lagi, ya? Iya. Oke. Oke. Baru buka terus saya kalah semua, Pak. Hmm. Ya, saya beli saham hancur hancur hancur. Belajar belajar sama orang-orang. Waktu Anda rugi itu enggak ngerti ilmunya itu, ngomong enggak sama Mama, "Mah, saya enggak bisa balikin uang ini." Saya enggak berani ngomong, Pak. Tapi Mama ada nagih enggak? Mama enggak pernah nagih. Oh. Oh. Iya. Itu orang tua saya paling support, Pak. Paling maksimum supporternya saya lah. Oke. Bukan pakai uang, Pak. Kadang kala ya bukan dalam jumlah uang yang besar gitu bukan. Iya. Tapi memberikan kebebasan. Kamu boleh mengeksplore apapun untuk berbisnis. Jadi dianggap kayak biaya kuliah lah. Iya. Tapi jangan kriminal gitu loh. Itu pesan mama saya. Jangan kriminal. Pernah minta uang sama papa enggak? Saya enggak pernah. Saya enggak berani, Pak. Oh. Kenapa? Karena itu sangat memalukan bagi saya. sama yang kedua kalau papa saya itu mungkin tipikal orangnya maksa. Jadi kalau kita kalau kita minta jangan-jangan dia itu ngutang sama orang lain kasih ke kita gitu. Saya enggak mau. Saya tipikal orangnya saya lumayan tahulah gitu. Oh gitu. Jadi tidak bisa ngomong tidak untuk anaknya gitu. Jadi sebaiknya saya enggak enggak melangkah untuk minjam. Saya enggak mau. Jadi kalau mau minjam mending kita deal-dealan sama bos-bos di luar aja gitu. Iya. Saya pasang badan kan. Ayo aja gitu nekat nekat sekalian. Jadi saya enggak maulah balik ke rumah minjam merengeh-rengeh enggak mau, Pak. Itu pantang banget. Kalau saya sampai gagal pulang bawa diri oke. Iya. Pulang-pulang udah lu gagal gitu ya. H. Tapi jangan sampai membawa kegagalan ini tuh sampai menarik yang lain gitu. Saya enggak mau. Jadi kita gagal sendiri. Nah, kita sukses juga harus berusaha sendiri Pak. Nah, kalau mama ibu rumah tangga berarti murni dapat uang dari Papa. Ibu rumah tangga. Iya. Ada uang dibelikan emas. Dibelikan emas untuk tabung. Iya, sudah begitu tok gitu. Sesimpel tabungan di bank enggak ada ya? Enggak ada lah, Pak. Kita orang super duper biasa. Saya tidur aja sama motor, Pak. Bisa kalau di di rumah gitu. Oh, saya tidur di bawah motor. Karena kalau ruang enggak ada kamar, Pak. Udah enggak cukup kan. Enam bersaudara, Pak. Oh, enam-amnya ya. Saya yang tidur di ruang tamu. Jadi, motor kan masukin ke ruang tamu, Pak. Saya tidur di bawahnya gitu. Pasang kelambu selesai. Jadi itu tempat tidur saya gitu. Saya enggak ada kamar. Nah, itu. Nah, ini ini tolong ya, Guys. Kalian harus perhatikan ya. Enggak semua orang Chinese itu i kaya seperti yang dikatakan di internet gitu loh. Ini saya hadirkan ee keturunan Tionghoa asli orang Singkawang. Ternyata hidupnya itu juga enggak jauh beda sama kamu gitu loh. Bahkan kamu lebih baik. Kamu masih punya atap ranjang pun masih ada. Mungkin kasur mungkin BB tiker ini pun di atas motor apa dia bawa motor? Saya di bawah motor itu motor kan di samping saya tuh. Heeh. Kenapa harus di samping motor sih? Ya karena udah enggak ada tempat. Pak, lu mau tidur di mana gitu loh. Itu garasi rumah gitu, ruang tamu kan masukin ke ruang tamu motornya. Iya. Ya, ya, ya. Dengar baik-baik ya. Hidupmu masih lebih baik ya. Itu dengarkan kamu. Ini ada staf saya di sini ya beberapa ya. Jadi ini dengar ini kisah ini itu usia berapa itu? Saya dari kecil, Pak. Kalau SMA sampai tamat. Iya. Kayak gitu. Kayak gitu. Iya. Dan menurut saya itu bukan sesuatu yang sengsara sih, Pak. I karena sudah terbiasa kan. Iya. Karena bagi saya itu ya selagi saya bisa tidur ya sudah gitu loh. Eh kalian yang di Pulau Jawa ya kalian itu bersyukur banget ya Jawa itu sudah bagus banget gitu. Rupanya ada saudara kita di luar Jawa itu dan saya tahu persis karena istri saya orang Kalimantan ya itu memang biasa. Jadi saya itu pernah ada satu cerita lucu tahu enggak? Iya. Di sini di Jawa dia bilang kayak enggak pernah mau cari air PDAM itu susah. Heeh. itu diceritakan sambil nangis-nangis karena dia orang dari Jawa. Iya. Ketika saya ngomong sama istri, istri saya ngomong, "Apanya yang susah? Kita di Kalimantan nampung air hujan." Iya. Ah, betul Kak itu? Nah, ini guys tolong kalian dengerin ya. Air hujan ditampung untuk untuk mandi atau untuk apa sih? Untuk mandi kadang dimasak untuk makan, Pak. Untuk minum. Nah, tuh dengar. Iya. Jadi kalian itu jangan mengeluh, jangan komplain. Gua enggak suka. Terus ada satu lagi, Pak. Apa itu? Kalau masa kecil saya listrik itu pasti giliran padam, Pak. Udah pasti. Jadi setiap minggu bisa ada dua kali. Jadi setiap malam kita bisa main kunang-kunang gitu. Jadi jadi sebenarnya hikmahnya itu adalah every moment yang terjadi sama kehidupan kita sebenarnya ada cara untuk enjoy-nya, Pak. Jelas. Makanya kalau yang ngomong perintis itu asik. Saya sebenarnya setuju in the context video itu saya setuju tentang yang anak kecil itu kan. Nah, tapi masih lihat siapa yang ngomong gitu. Nah, maka saya bercanda sama teman-teman. Saya bilang, "Ini kalau yang gua ngomong sih sebenarnya cocok ya." Ya. Iya dong. Oh, by the way itu e Kris Bastian sama Ru itu itu teman saya kok. Iya. Jadi, jadi kalau diomong Ryu bapaknya Kris itu enggak cocok gitu. Dia ngerintisnya enggak pakai kuneng-kuneng gitu. Oke, it's ok. Tapi saya mau eh poin yang saya sama sampaikan bahwa seorang Andi ini dia ini benar-benar eh starting dari nol. Ini yang saya salut. Dan dia merantau ke Jakarta dan pantang pulang. Iya. sebelum sukses. Iya. Sebelum 30 tahun. Iya. Harus. Kenapa harus sebelum 30? Karena bagi saya hidup itu sia-sia, Pak. Lu sebagai cowok usia 30 masih belum jadi apa-apa. Maka saya pernah ngomong di podcast yang sebelumnya. Iya. Saya takutnya ini jadi toxic positivity, Pak. Kalau buat saya pribadi, saya sangat ee sangat willing untuk melakukannya. Tapi bagi ketika saya sering baca di trad gitu ya, bagi sebagian orang mungkin ini kayak toxik, maksa hidup harus enjoy segala macam. Bagi saya tidak. Karena kita berlomba dengan waktu, Pak. Waktunya siapa? Karena papa mama saya kan semakin bertambah usia tuh. Saya pengin kasih lihat gitu loh. Oh, lu punya ada anak nih satu yang suksesnya dahsyat gitu loh. Tapi usia sebelum 30. Kenapa? Karena saya gap dengan Papa M tuh jauh banget usianya. Iya. Iya. Sekarang usia berapa, Papa? Papa 71. Oh. Nah, udah cukup berumur ya. Iya. Nah, bagaimana saya bisa punya idea bikin golden wedding segala macam. 50 tahun marit kan papa mama. Kapan golden wedding? Rencananya tahun ini, Pak. Udah, udah lewat. Sudah lewat ee bulan Mei kemarin. Oh, tapi ini pernikahan ke-50. Iya. Oh, foto nikahnya mereka masih ada enggak? Masih. Masih. Ah, itu penting itu. Itu penting ya. Luar biasa. Jadi, you mau celebrate 50 tahun kasih surprise ya. Iya. Udah kok tahun kemar eh tahun ini bulan Mei kemarin. Salam untuk papa mama ya. Thank you loh, Pak. Itu luar biasa. Dan oke, by the way, akhirnya setelah dari saham tadi terus gimana? Saya saham belajar sama orang yang salah, saya hancur lebur segala macam. Apa yang terjadi ketika kamu hancur lebur? Ya saya akan terus kan gak bisa makan tuh uang habis tuh. Ya, kita berhutang lagi, Pak. Hm. Cara hutangnya gimana? Pinjol atau apa? Cara uang cari uang lebih banyak lagi. Enggak sih? Saya sempat minjam uang sama pacar saya juga dulu. Oh, mantan ya? Enggak. Pacar saya jadi istri, Pak. Oi, keren. Ya itu ikut saya. Iya, ikut saya dari enggak ada apa-apa lah. Dihujat teruslah. Jadi istri saya dulu pascaran juga dihujat sama sekeliling dia terus. Oh gitu ya. Karena pacaran sama orang miskin, Pak. Oh, iya. I si iya yang la yang lain kan cowok-cowok datang jemput cewek pakai mobil ya, mobil bapaknya gitu maksud saya. Nah, kalau saya datang pakai motor, Pak. Motornya bekas. Hmm. Ya, motor saya beli Rp5uta, itu Heeh. motor jelek lah gitu. Nah, jadi waktu itu pacar saya sudah lumayan bagus karirnya ya. Bisnis kan jual tas online tuh saya ikut juga. Iya. Nah, hasilnya juga lumayan. Jadi, kita ada tender segala macam untuk bertahan hidup. Heeh. He. Nah, dari situlah saya kepikir, Pak, mentrigger. Saya pengin cari instrumen bisa kaya cepat. Hmm. Apa ya? Ini kayaknya anak muda semua berpikirnya gitu ya. Kalau saya iya. Iya. I iya kan. Nah, dari 2017 Januari aku mulai cari apa sih instrumennya. Kebetulan ada pemain-pemain money game. Money game kan dekat dengan dunia itu ya, Bitcoin lah, ETH lah. Iya. Betul. Nah, jadi ee pacar saya dulu si istri saya ini he. Dia kasih tahu, "Lu coba pelajarin deh namanya Bitcoin." Karena lagi heboh nih, ada yang main sampai kaya banget, main di money game ya kan, tapi payout-nya Bitcoin segala macam lah. Oh, terus waktu itu gua mikir ini instrumen apa ya? Coba cari tahu deh gitu. Nah, dari iya Januari itu Bitcoin masih Rp15 juta, Pak. Oke. Iya. Ya, ya. Saya tahu itu. Jadi saya cari tahu saya enggak berani beli sama sekali. Betul. Saya takut itu digital aset tidak berbentuk, tidak punya fundamental waktu itu menurut saya. Iya iya iya iya. Sepanjang tahun 12 bulan saya kepo, Pak. Ini apa sih? Ini alien apa sih? Kok bisa naik 15 jadi 66 juta turun balik ke 3 R 32 juta naik lagi Rp0 juta apa ini gitu. Nah, saya cari tah volatilitasnya tinggi banget. Iya. Saya cari tahu, cari tahu, cari tahu. Sampailah Desember 2017 biji Rp300 juta, Pak. Oh, 2000 2017 Desember. Jadi dalam 12 bulan instrumennya kali 20, Pak. Iya. Oh iya iya. I itu enggak terjadi di saham ya? Enggak. Saya langsung otak saya mikir ini yang saya cari. Ah langsung saya beli, Pak. Langsung hancur lagi saya. Karena 2018, Pak. Sori. You beli di harga berapa? Rp300 juta. Astaga. Ya. Ya. Ya. Ya. Dan itu tabungan merit lah sebenarnya. Ah. Beli berapa duit aku waktu itu? Beli R juta total, Pak. 300 330 loh. Enggak. Pertanyaan saya eh uang berapa kamu beli di Bitcoin di harga R00 juta itu? Ya R00 jutaan. Dapat dari mana duit R00 juta? Oh, hasil jual asuransi semua, Pak. Selai lah, apalah apa aja bikin pokoknya you jual everything lah. Iya. Tender lah, online shop lah, semua saya kerjain. Oh, duit Rp300 juta habis. Habis. Wah, astagfirull. Iya. Jadi semua yang kita punya, saya sama istri ya habis gitu. Jadi waktu jatuh ke berapa itu Bitcoin? Jatuh balik ke nyangkut lah istilahnya. Nyangkut. Nyangkut balik ke Rp50 juta, Pak. Wah, terus kamu waktu kamu butuh duit minus minus hampir 80% lah. Terus kamu waktu butuh duit kamu jual dikit-dikit gitu. Enggak, jangan dijual. Jadi saya waktu itu kepala batu saya enggak jual, saya pelajarin terus. Saya cari seminar-seminar gratis saya saya penasaran, Pak. Ini barang kan enggak pernah punya value dulu, tapi ketika dia hancur pun tidak balik ke harga all time high-nya yang dulu. Oh, berarti ini ada something, Pak. Karena dulu 2000 sebelum 2017 itu era 2013 itu kan historical datanya 1$.000, Pak. Yang waktu itu sekitar 12 sampai 13 juta. Ini sudah hancur orang sudah pada fear itu masih berhenti di Rp50 juta, Pak. Berarti ini ada something masih berarti kalau kamu tarik itu pakai teknikal he itu kan higher high higher high low ya. Hm. R juta, R juta. Tapi orang sudah anggap ini drop nih. H gimana kalau next cycle-nya 550 juta di itu 2017? Iya. Akhir tahun itu belum halving ya? Itu itu sudah halving, Pak. Yang 2017. Oh, 2017 sudah halving. Heeh. 2018 Desember itu yang jatuh ke Rp juta. Oh. Kemudian 2019 sempat kepancing Bitcoin, sempat rally sedikit. Heeh. Sampai R8 juta jatuh lagi. Saya enggak mau jual, Pak. Waktu 188 kamu enggak mau jual. Kamu tahan terus. Beli terus. Nah, terus kamu hari-hari hidup dari mana? Tetap jual asuransi. Iya, semua saya kerjain, Pak. Ada jadi calok tambang batu lah, apalah semua saya kerjain. Semakin berkembanglah. Jadi networking-nya grow terus, Pak. Saya kadang ada event malah pergi event terus kadang istri saya pergi jadi angpawu girl, jadi mermaid, jadi apa itu semua. Kita kita collecting manis tuh from every job gitu loh. Oke. E ikut IO ikut WO gitu. Oh sebegitunya ya. Biasanya jadi SPG. Berarti gini ya ini yang disuka disalah pahami sama anak-anak muda sekarang ya. Iya. Mereka itu cuman berharap cepat kaya beli beli koin apa yang enggak jelas terus berharap itu naik dan itu dari uang saku orang tuanya atau apa saya juga enggak tahu. Heeh. Tapi yang berbeda sama Andi adalah Andi ini dia tuh kerja gitu loh. Iya. Anda itu punya active income kan. Iya. Nah, active income inilah yang akhirnya kamu sisihkan. Sisihkan untuk kamu beli Bitcoin gitu ya. Iya. Terus-terusan, Pak. Sepanjang 1000 hari. Maka saya pernah bercanda juga. Saya bilang kita terus-terusan sekali nabung berapa itu? Wah, saya sudah enggak tahu, Pak. Pokoknya semua kalau misalkan ada lebih uang dikit beli BTC. Contoh ya, kita misalnya penghasilan Rp10 juta per bulan. Betul. Nah, itu R juta masukin semua ke digital aset, Pak. Kita hidup dari Rp3 juta aja sudah cukup. Bayar cost cukup enggak cukup R3 juta berdua enggak? Satu orang R juta lah. Oh, satu orang Rp3 juta. Jadi kalau Rp3 juta itu bayar cost segala macam udah beres gitu. Karena hiburan kita cuma nonton bioskop, Pak. Iya. Waktu itu kan ada buy one get one. Betul. Iya. Hari Selasa, Pak. Hari Selasa pakai pakai salah satu bank. Iya. Iya. I kan. Nah, itu hiburan saya. Jadi, saya enggak ada healing, saya enggak ada main-main ke Bali segala macam. Enggak ada. Jadi teman-teman mungkin ada yang mulai cicil rumah, mulai KPR e rumah, KKB mobil segala macam gitu kan. Iya. Waktu itu lumayan ada kena mental juga sih. Jadi saya melihat teman-teman yang kerja di kantoran ke perusahaan-perusahaan besar ya big for segala macam hidupnya tuh sudah mulai sustainable, Pak. Oh, saya masih hancur lebur begitu saya pikir. Oh, gitu kan. Dan saya apa aja saya kerjain making money untuk cemplung ke digital aset. Otak saya tuh terus di krypto, Pak. Hm. Maka saya sudah mulai dinilai ya saya tuh sebenarnya toxic gitu loh. Kalau digital asset ini gagal kamu mau jadi apa gitu. I ya ya. Iya. Makanya saya bilang sebenarnya tapi kamu trust waktu itu. Bukan hanya trust, Pak. Karena kita pergi cari tahu. Oke. Pergi cari tahu. Nah, ini penting ini ee dan sampai detik ini enggak banyak orang itu mau pergi cari tahu loh. Nah, itu dia pergi cari tahunya yang gratisan. Heh. Nah, oke. Dalam artian gratisan itu kalau money. Tapi saya mau tegur Anda-Anda hari ini yang usianya 40 ke atas. Pesan saya satu nih. Ini kisah seorang Andi ini istimewa. Ini saya mau korek lebih dalam nanti di part berikutnya ya. Oke. Tapi yang penting hari ini ee kita ngobrol dulu sampai di sini nanti kita mau korek lebih dalam. Thank you. [Musik] H