Transcript
4vLy4pJfdeQ • Indomie = Makanan Nasional Nigeria | Penjajahan Ekonomi Paling Jenius Abad ini (Afrika)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1417_4vLy4pJfdeQ.txt
Kind: captions Language: id Siapa bilang Indonesia ini adalah negara yang selalu dijajah? Betul. Kita sudah dijajah ratusan tahun oleh Belanda. Kita juga sudah dijajah bertahun-tahun oleh Jepang. Bahkan saat ini kita juga sudah dijajah secara ekonomi oleh budaya Korea dengan K-popnya atau dijajah secara ekonomi oleh China dengan semua made in China. Tapi siapa bilang Indonesia itu juga menjajah loh. Menjajah dunia bahkan. Hah? Kok bisa? Yaitu Indomie. Kok bisa? Makanya kalau Anda bisa belajar dari video ini, Anda akan dapat insight yang luar biasa bagaimana Indomie bisa menguasai bangsa pasar dunia. Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. Selamat datang kembali di channel Success Boty. Nah, di video kali ini saya akan kembali membahas tentang penjajahan terjenius abad ini. Kita lihat ya, Indomie itu market share-nya di Nigeria itu 70%. Semua dominasi pasar hampir monopoli. Di Nigeria itu mie instan terbaik adalah Indomie. Kamu enggak sadar kan? Dan itu dimulai dari ekspansi tahun 1995. Membangun pertama kali pabrik di Afrika. Semua pada bilang, "Indonesia itu harus ekspor ekspor. Masa kita terus dijajah produk asing." Yes. Dan kita benar-benar menjajah negara lain. Anda enggak sadar. Dan itu dimulai di tahun '95 di mana kamu semua belum lahir yang nonton video ini. Tahu enggak kalau Indomie itu super sukses di Afrika? Di Nigeria semua Indomie itu menguasai 70% market share. Mie instan terbaik di Nigeria itu adalah Indomie. Bahkan saking berharganya laporan media internasional menjobatkan di Gana. Indomie itu sampai semacam mata uang untuk transaksi di kalangan menengah bawa. Ya, kayak prostitusi gitu loh. Mengerikan. Tapi ini menunjukkan betapa fundamentalnya produk ini di sana. Jadi pertanyaan bukan lagi kok bisa, tapi strategi gila apa yang dilakukan oleh Indomie. Nah, kita akan bongkar semuanya hari ini. Ini adalah blueprint penjajahan pangsar pasar oleh Indomie. Strategi komprehensif yang menjadikan game changer, strategi brutal yang dieksekusi, pelajaran bisnis yang bisa Anda curi. Pada video kali ini kita akan bongkar tuntas bagaimana blueprint penjajahan pasar ala Indomie itu dan bagaimana pelajaran bisnis yang kita bisa pelajari dan kita bisa curi ilmu. Jadi, ini semua dimulai dari tahun 1995. Indonesia belum kismon saat itu. Tahun keputusan bersejarah yaitu bakar kapal. Kok bisa berhenti jadi turis, mulai jadi penduduk lokal, membangun pabrik pertama di Nigeria, komitmen total. Itu enggak mudah loh. Indonesia itu sudah menjajah negara orang lain khususnya di Afrika tahun 5 banyak yang mikir, "Oh, gampang, tinggal kirim aja produk kita ke luar negeri." Salah besar, itu bukan strategi. Itu namanya jualan. Kunci permainan Indomie itu berubah di tahun 1995 dan yang paling gila berhenti jadi turis dan mulai jadi penduduk lokal. Mereka enggak ngirim lagi mie dari Indonesia, tapi pertama kali mereka bangun pabrik di Nigeria. Bayangkan mereka bakar kapal dan enggak ada lagi jalan pulang. Ini adalah mindset bakar kapal. Tahu enggak ya? Istilah bakar kapal itu adalah istilah yang dipopulerkan oleh Christoporus Columbus ketika dia menemukan benua Amerika pada tahun 1492. Bakar kapal. Burn the board itu artinya apa? kapal itu dibakar sehingga penduduknya itu enggak ee anak buah kapalnya enggak ada waktu lagi untuk berlabuh lagi, berlayar lagi yang puluhan tahun menghabiskan waktu di lautan dan akhirnya Christoporus Colombor burn the membakar kapalnya dan akhirnya ABK-nya mau enggak mau menaklukkan pulau itu dan pulau itu ternyata salah satu penghujung di benua Amerika dan itulah benua Amerika pertama kali ditemukan abad 14 ya. Nah, ben debut ini juga sama dilakukan oleh Indomie. Jadi, ini alasan mindset bakar kapal enggak ada jalan pulang. Bandingkan dengan mental pengusaha sekarang yang maunya coba-coba dulu. Indomie langsung all in. Mereka datang bukan untuk tes pasar, tapi mereka mengambil pasar ini asal komitmen. Ada empat jurus penjajahan, ya. Kenapa saya katakan penjajahan yang paling jenius? Pertama adalah kill your product atau bunuh produkmu. Lahirkan kembali sesuai pasar. Yang kedua adalah control the game. Mengendalikan permainan. Jangan dikendalikan. Ketiga adalah poisons the young generations, racuni generasi muda, yaitu investment jangka panjang. Dan keempat, everywhere. Your product is everywhere. Muncul di mana-mana. Jadi, makanya menjadi tak terhindarkan. Jadi, di sinilah empat jurus penjajahan yang mereka mulai. Nomor satu, kill your product and reborn. Lahirkan kembali. Maksudnya apa? Produk kalau pengusaha biasa produk saya terbaik. Harus kayak mau sukai, tapi kalau Indomie pasar maunya apa? Oke, kita buatkan. Nah, itulah hebatnya kita tahu penduduk Afrika kan Afrika enggak semuanya negaranya miskin ya. Tapi kalau negara miskin itu yang PDB-nya sangat kecil, UMR-nya sangat kecil, Indomie itu kan bisa jadi solo instan ya. Mirip kayak anak kosnya di Indonesia lah. Ya, ini yang paling gila. Indomi sadar lidah orang Nigeria beda. Mereka enggak egois rasain mie goreng asli Indonesia. Pengusaha biasa produk ini bagus. Ini rasanya paling top. Teknologinya canggih harus ada. Tapi Indomie pasar maunya apa? Ayo kita buatkan. Kamu tahu enggak Indomie Nigeria sama Indonesia itu rasanya beda loh. Ya, kita lihat Indonesia itu kompleks, ada manis, ada gurih ya. Rasanya tradisional itu Indonesia. Sedangkan Nigeria itu kuat, asin, dan gurih. Khas lidahnya orang Afrika. Pedas lada. Orang Afrika senang pedas, lada, dan onion chicken ya, serta pepper chicken. Jadi ee ayam bawang sama ayam lada, ayam merica. Itu kesukaan orang Afrika. Jadi apa bedanya Indomie sama-sama di sana? Indomie Indonesia terutama mie goreng ada manis-manisnya dan kecap. Rasanya gurih-gurih manis, gurih-gurih sedap. Indomie nigeri ya beda. Mereka rombak total. Rasanya lebih kuat, lebih asin, lebih gurih pekat. Pasnya kayak lada, jauh dari kata kecap manis. Mereka meluncurkan seperti onion chicken dan pepper chicken yang rasanya langsung nyambung sama selera lokal. Jadi pelajaran nomor satu adalah jangan pernah jatuh cinta sama produkmu. Jatuhlah cinta sama pasarmu. Bunuh produkmu. Kamu memang populer di Indonesia tapi belum tentu booming di Nigeria. Tanyakan pada dirimu, sudahkah produk saya beradaptasi atau maksa pasar untuk beradaptasi? Nah, Indomie tidak. Mereka membuat apa yang pasar mau. Yang kedua, poison your young generation. Racuni generasi muda. Targetnya sekolah dan anak-anak. Sponsori acara sekolah, kompetisi, produk gratis. Akhirnya mereka kenal kan produk ini. Kedua, tujuannya penjualan bukan jangka pendek, tapi investasi 1020 tahun ke depan. Ingat, tahun 5 bangun pabrik loh, Indomie. Dan hasilnya menciptakan loyalitas umur hidup. Akhirnya anak umur 10 tahun, dia menciptakan customer 25 tahun. Kenapa? Karena dia ini adalah makanan masa kecilnya dia. Tahun '95 rata-rata anak muda Afrika usianya masih 10 tahun. Mereka sekarang menjadi customer loyal 25 tahun kemudian. Jadi entah mereka sudah dewasa bahkan sudah berkeluarga mereka masih cari Indomie dan mereka racuni lagi anak-anak dan istrinya mereka. Cerdas kan? Indomie tidak pasang iklan di TV untuk ibu-ibu. Strategi mereka aja lebih dalam tanda kutip licik dan jangka panjang ya. Mereka menyerang sekolah-sekolah, mereka sponsori acara sekolah dan luar biasa. Jadi pelajar nomor dua, berhenti berpikir penjualan bulan ini aja. Tanyakan pada dirimu apa strategi yang bisa membuat produk kamu masih dipakai 15 sampai 20 tahun ke depan. Nah, yang ketiga, jurus yang ketiga dilakukan oleh Indomie adalah muncul di mana-mana jadilah tak terhindarkan. Nomor satu, distribusi adalah senjata. Kalau produkmu bagus tapi sangat sulit didapat, itu juga enggak baik. Bukan biaya operasional, tapi strategi utama. Yang kedua, dari supermart market mewah ke parung-warung pelosok. hadir di setiap level ekonomi masyarakat. Ya, samalah kayak sekarang kita Indomie Warno, kan di mana-mana. Yang ketiga, membuat brand yang enggak bisa dihindari. Di momen lapar dan malas, Indomie selalu menjadi solusi ketika perutmu lagi lapar. Betul enggak? Digoreng lagi sama content kreator yang memang jadikan Indomie sebagai konten utamanya mereka. Makanya bahas Indomie kontennya pasti jutaan deh. Punya produk enak itu percuma kalau susah dicari. Indomie memperlakukan distribusi bukan sebagai biaya operasional, tapi sebagai senjata mudah didapat menjadi obat lapar yang paling instan. Banyak brand keren di Indonesia cuman ada di mall besar atau di Tokopedia. Supermarket ada, warung kayu depan gang rumah, Desa Perpencil juga ada. Itulah hebatnya Indomie. Nah, membuat brand enggak bisa dihindari di momen kamu lapar malas, cukup di situlah Indomie sebagai strategi paling utama. So, produk terbaik ketika produk yang tersedia, petakan di mana customer kamu. Karena customer kamu ketika dia lapar, ingatnya dia Indomie, bukan merek yang lain. Dan mereka gampang mendapatkannya karena warung di depan rumah pun, di depan gang pun sudah bisa ditemukan. Itulah juga terjadi di Afrika. Jurus keempat, kendalikan permainan. Jangan dikendalikan. Pertama, Indomie itu mengutamakan rasa pabrik bumbu. Dia kontrol kualitas rasa. Dia membuat mie lain enggak enak. Terbaik adalah Indomie. Yang kedua adalah pabrik kemasan, kontrol branding dan biaya. Dia investasi besar di kemasan. Dan yang ketiga, investasi besar dilakukan Indomie adalah pabrik tepung. Kontrol bahan baku utama. Rasa tidak berubah. Ini strategi level dewa. Indomie enggak mau nasibnya tergantung sama supplier. Dia bangun dari hulu sampai ke hilir. Betul-betul dia mengkontrol the game. Dia monopoli semuanya dari tepungnya dari bogasari, Indofood lengkap ya. Memang dari zaman Omlim kan seperti itu. Dari tepung pun pembuatannya pun dari dia, kemasan pun dari dia, semuanya dari dia. Pabrik bumbu pun kalau perlu dari dia. Dia enggak mau tergantung marklon sama supplier sampai pabrik tepungnya sendiri. Bayangkan kamu jual nasi goreng, kamu cuman punya warungnya, tapi kamu enggak punya sawahnya, kamu enggak punya peternakan ayamnya, kamu enggak punya pabrik telurnya, kamu hari ini enggak punya pabrik kecapnya. Ya, kurang lebih seperti itu. Makanya kamu enggak bisa lawan soal harga. Enggak, enggak punya. Karena kamu ketergantungan itu semua. Nasi kamu ambil sama supermarket, sayur kamu belanja di pasar. Coba kalau kamu punya itu semua, wah harga nasi goreng mungkin cuman Rp1.000 karena ngambil di pabrik sendiri, ngambil di sawah sendiri, kecap ngambil di pabrik sendiri. Makanya kamu bisa kontrol harga pasar. Ini bukan cuman soal harga murah, ini soal kontrol. Nah, pelajaran keempat. Pikirkan sebuah ekosistem yang paling penting. Bagaimana dari hulu sampai ke hilir kamu bisa kuasai semua. Dan Indomie sudah masuk ke papir Afrika sejak tahun 1995. Cerdas kan? Nah, rumus sakti Indomie menjadi abadi, bukan sekedar viral. Indonesia ini kan semuanya viral. Viral ya sesaat. Berita bulan lalu kadang sudah basi. Nah, tapi Indomie dia enggak peduli mau viral enggak viral. Pemiliknya aja enggak terlalu terkenal. Kemenangan terbesar dari memahami kebutuhan sehari-hari memuningya adalah lagi dan lagi. Indomie tidak menjadi brand miliaran dolar karena viral dan trendy, tapi ya menjadi besar karena ada di mana saja setiap hari dan untuk semua orang. Emang hari ini Indomie perlu viral? Orang perlu Indomie untuk viral. Indomie sendiri enggak perlu viral karena dia memang sudah menjadi kebutuhan pokok. Jadi semua strategi gela tadi ada satu benang merah, satu kesimpulan yang kita kutip yaitu kunci yang paling penting adalah kemenangan terbesar datang dari menjadi kebutuhan sehari-hari. Dan lagi-lagi Indomie tidak menjadi brand miliaran Doral karena viral dan Rendy ia menjadi besar karena ada di mana saja dan untuk semua orang. Sekarang gimana cara kita para pengusaha bisa menerapkan ini? Saya berikan tiga rumus yang bisa langsung action. Bukan success before namanya kalau cuman memberikan tapi tidak ada sudut pandang edukasinya. Yang pertama adalah rumus pertama adalah jadilah solusi malas bukan produk keren. Kebutuhan dasar adalah malas, lapar, capek. Ini masalah semua orang. Indomie menjual solusi 3 menit. Hmm. Keren kan Indomie? Kan? Malas Indomie solusi. Lapar tengah malam Indomie solusi. Capek Indomie solusi. Jadi Indomie kayaknya serba darurat Indomie deh. Nah, kebutuhan sehari-hari seringkiali bukan hal yang keren, tapi kebutuhan paling besar adalah saya malas, saya lapar, saya capek. Indomie tidak menjual mie instan dari Asia Tenggara, tapi mereka menjual solusi 3 menit bahkan di seluruh dunia. So, jadi coba audit lagi bisnismu. Masalah membesarkan produk apa yang bisa kamu selesaikan? Kamu sudah menyelesaikan masalah masyarakat apa? Fokuslah di sana dan kamu akan menjadi pemain besar di sana. Yang kedua adalah jadilah stok wajib, bukan barang impian. Trendy, jarang dibeli, abadi dibeli berkali-kali. Customer base yang selalu saya bilang di video yang sudah saya buat hampir 10 tahun yang lalu. Dari mana bisnis besar dimulai? Saya selalu bilang kuncinya adalah customer base, customer base, customer base. Indomie tidak trendy, dia abadi. Kenapa? Karena dia bukan barang impian yang dibeli setahun sekali. Dia adalah stok wajib yang harus ada di daftar belanjaan tiap minggu. Uang sebenarnya yang ditransaksi membosankan dan berulang bukan di transaksi besar yang terjadi. So, action tips-nya tanyakan pada dirimu apakah kamu hari ini sudah menjadi bagian belanjaan bulanan daripada customer atau customer dengan mudahnya pindah ke merek lain. Dan yang ketiga adalah jadilah pasti ada bukan susah dicari. Indomie bisa didapatkan di mana-mana setiap hari di mana saja untuk semua orang mantranya. Psikologinya kebutuhan muncul tiba-tiba. Apalagi kalau enggak ada nafsu makan. Kalau habis sembuh dari sakit kena bau Indomie, wah selera makan langsung ada di mana saja setiap hari untuk semua orang. Ini namanya mantra distribusi. Kebutuhan itu munculnya tiba-tiba saat customer butuh produkmu harus ada di jangkauan saat itu juga. Kalau tidak mereka akan lari ke kompetitor. So, actions tipsnya adalah petakan di mana momen kebutuhan customermu itu. Di mana saja mereka paling mungkin mencari solusimu, di marketplace, WA story atau apapun. Intinya produkmu gampang didapat, bisa didapatkan dengan cepat, mudah, ringan kapanpun. Kalau bisnismu belum mencapai di situ, bisnismu sudah laku, produkmu sudah laku, tapi susah didapat, kamu susah menjadi pemain besar. So, demikian tips yang bisa kita pelajari dari suksesnya Indomie yang sukses menjajah negara orang lain. Bukan cuman Korea menjajah Indonesia dengan kimchinya atau hari ini Korea menjajah kita dengan K-pop-nya atau barang Cina yang hari ini menjajah Indonesia di semua marketplace Indonesia, Indonesia sudah menjajah negara orang lain khususnya benua Afrika. Saya ke Amerika juga ketemu Indomie loh, khususnya di Asian market ya. Jadi kalau orang-orang Asia mereka bukan cari nisin ya, tapi mereka carinya Indomie. So hore untuk Indomie lagi-lagi Indonesia bisa mengharungkan nama dunia. Sukses untuk Anda dan salam hebat luar biasa. Yeah.