Indomie = Makanan Nasional Nigeria | Penjajahan Ekonomi Paling Jenius Abad ini (Afrika)
4vLy4pJfdeQ • 2025-09-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Siapa bilang Indonesia ini adalah negara
yang selalu dijajah? Betul. Kita sudah
dijajah ratusan tahun oleh Belanda. Kita
juga sudah dijajah bertahun-tahun oleh
Jepang. Bahkan saat ini kita juga sudah
dijajah secara ekonomi oleh budaya Korea
dengan K-popnya atau dijajah secara
ekonomi oleh China dengan semua made in
China. Tapi siapa bilang Indonesia itu
juga menjajah loh. Menjajah dunia
bahkan. Hah? Kok bisa? Yaitu Indomie.
Kok bisa? Makanya kalau Anda bisa
belajar dari video ini, Anda akan dapat
insight yang luar biasa bagaimana
Indomie bisa menguasai bangsa pasar
dunia. Sahabat entrepreneur, salam hebat
luar biasa. Selamat datang kembali di
channel Success Boty. Nah, di video kali
ini saya akan kembali membahas tentang
penjajahan terjenius abad ini. Kita
lihat ya, Indomie itu market share-nya
di Nigeria itu 70%. Semua dominasi pasar
hampir monopoli. Di Nigeria itu mie
instan terbaik adalah Indomie. Kamu
enggak sadar kan? Dan itu dimulai dari
ekspansi tahun 1995.
Membangun pertama kali pabrik di Afrika.
Semua pada bilang, "Indonesia itu harus
ekspor ekspor. Masa kita terus dijajah
produk asing." Yes. Dan kita benar-benar
menjajah negara lain. Anda enggak sadar.
Dan itu dimulai di tahun '95 di mana
kamu semua belum lahir yang nonton video
ini. Tahu enggak kalau Indomie itu super
sukses di Afrika? Di Nigeria semua
Indomie itu menguasai 70% market share.
Mie instan terbaik di Nigeria itu adalah
Indomie. Bahkan saking berharganya
laporan media internasional menjobatkan
di Gana. Indomie itu sampai semacam mata
uang untuk transaksi di kalangan
menengah bawa. Ya, kayak prostitusi gitu
loh. Mengerikan. Tapi ini menunjukkan
betapa fundamentalnya produk ini di
sana. Jadi pertanyaan bukan lagi kok
bisa, tapi strategi gila apa yang
dilakukan oleh Indomie. Nah, kita akan
bongkar semuanya hari ini. Ini adalah
blueprint penjajahan pangsar pasar oleh
Indomie. Strategi komprehensif yang
menjadikan game changer, strategi brutal
yang dieksekusi, pelajaran bisnis yang
bisa Anda curi. Pada video kali ini kita
akan bongkar tuntas bagaimana blueprint
penjajahan pasar ala Indomie itu dan
bagaimana pelajaran bisnis yang kita
bisa pelajari dan kita bisa curi ilmu.
Jadi, ini semua dimulai dari tahun 1995.
Indonesia belum kismon saat itu. Tahun
keputusan bersejarah yaitu bakar kapal.
Kok bisa berhenti jadi turis, mulai jadi
penduduk lokal, membangun pabrik pertama
di Nigeria, komitmen total. Itu enggak
mudah loh. Indonesia itu sudah menjajah
negara orang lain khususnya di Afrika
tahun 5 banyak yang mikir, "Oh, gampang,
tinggal kirim aja produk kita ke luar
negeri." Salah besar, itu bukan
strategi. Itu namanya jualan. Kunci
permainan Indomie itu berubah di tahun
1995 dan yang paling gila berhenti jadi
turis dan mulai jadi penduduk lokal.
Mereka enggak ngirim lagi mie dari
Indonesia, tapi pertama kali mereka
bangun pabrik di Nigeria. Bayangkan
mereka bakar kapal dan enggak ada lagi
jalan pulang. Ini adalah mindset bakar
kapal. Tahu enggak ya? Istilah bakar
kapal itu adalah istilah yang
dipopulerkan oleh Christoporus Columbus
ketika dia menemukan benua Amerika pada
tahun 1492.
Bakar kapal. Burn the board itu artinya
apa? kapal itu dibakar sehingga
penduduknya itu enggak ee anak buah
kapalnya enggak ada waktu lagi untuk
berlabuh lagi, berlayar lagi yang
puluhan tahun menghabiskan waktu di
lautan dan akhirnya Christoporus
Colombor burn the membakar kapalnya dan
akhirnya ABK-nya mau enggak mau
menaklukkan pulau itu dan pulau itu
ternyata salah satu penghujung di benua
Amerika dan itulah benua Amerika pertama
kali ditemukan abad 14 ya. Nah, ben
debut ini juga sama dilakukan oleh
Indomie. Jadi, ini alasan mindset bakar
kapal enggak ada jalan pulang.
Bandingkan dengan mental pengusaha
sekarang yang maunya coba-coba dulu.
Indomie langsung all in. Mereka datang
bukan untuk tes pasar, tapi mereka
mengambil pasar ini asal komitmen. Ada
empat jurus penjajahan, ya. Kenapa saya
katakan penjajahan yang paling jenius?
Pertama adalah kill your product atau
bunuh produkmu. Lahirkan kembali sesuai
pasar. Yang kedua adalah control the
game. Mengendalikan permainan. Jangan
dikendalikan. Ketiga adalah poisons the
young generations, racuni generasi muda,
yaitu investment jangka panjang. Dan
keempat, everywhere. Your product is
everywhere. Muncul di mana-mana. Jadi,
makanya menjadi tak terhindarkan. Jadi,
di sinilah empat jurus penjajahan yang
mereka mulai. Nomor satu, kill your
product and reborn. Lahirkan kembali.
Maksudnya apa? Produk kalau pengusaha
biasa produk saya terbaik. Harus kayak
mau sukai, tapi kalau Indomie pasar
maunya apa? Oke, kita buatkan. Nah,
itulah hebatnya kita tahu penduduk
Afrika kan Afrika enggak semuanya
negaranya miskin ya. Tapi kalau negara
miskin itu yang PDB-nya sangat kecil,
UMR-nya sangat kecil, Indomie itu kan
bisa jadi solo instan ya. Mirip kayak
anak kosnya di Indonesia lah. Ya, ini
yang paling gila. Indomi sadar lidah
orang Nigeria beda. Mereka enggak egois
rasain mie goreng asli Indonesia.
Pengusaha biasa produk ini bagus. Ini
rasanya paling top. Teknologinya canggih
harus ada. Tapi Indomie pasar maunya
apa? Ayo kita buatkan. Kamu tahu enggak
Indomie Nigeria sama Indonesia itu
rasanya beda loh. Ya, kita lihat
Indonesia itu kompleks, ada manis, ada
gurih ya. Rasanya tradisional itu
Indonesia. Sedangkan Nigeria itu kuat,
asin, dan gurih. Khas lidahnya orang
Afrika. Pedas lada. Orang Afrika senang
pedas, lada, dan onion chicken ya, serta
pepper chicken. Jadi ee ayam bawang sama
ayam lada, ayam merica. Itu kesukaan
orang Afrika. Jadi apa bedanya Indomie
sama-sama di sana? Indomie Indonesia
terutama mie goreng ada manis-manisnya
dan kecap. Rasanya gurih-gurih manis,
gurih-gurih sedap. Indomie nigeri ya
beda. Mereka rombak total. Rasanya lebih
kuat, lebih asin, lebih gurih pekat.
Pasnya kayak lada, jauh dari kata kecap
manis. Mereka meluncurkan seperti onion
chicken dan pepper chicken yang rasanya
langsung nyambung sama selera lokal.
Jadi pelajaran nomor satu adalah jangan
pernah jatuh cinta sama produkmu.
Jatuhlah cinta sama pasarmu. Bunuh
produkmu. Kamu memang populer di
Indonesia tapi belum tentu booming di
Nigeria. Tanyakan pada dirimu, sudahkah
produk saya beradaptasi atau maksa pasar
untuk beradaptasi? Nah, Indomie tidak.
Mereka membuat apa yang pasar mau. Yang
kedua, poison your young generation.
Racuni generasi muda. Targetnya sekolah
dan anak-anak. Sponsori acara sekolah,
kompetisi, produk gratis. Akhirnya
mereka kenal kan produk ini. Kedua,
tujuannya penjualan bukan jangka pendek,
tapi investasi 1020 tahun ke depan.
Ingat, tahun 5 bangun pabrik loh,
Indomie. Dan hasilnya menciptakan
loyalitas umur hidup. Akhirnya anak umur
10 tahun, dia menciptakan customer 25
tahun. Kenapa? Karena dia ini adalah
makanan masa kecilnya dia. Tahun '95
rata-rata anak muda Afrika usianya masih
10 tahun. Mereka sekarang menjadi
customer loyal 25 tahun kemudian. Jadi
entah mereka sudah dewasa bahkan sudah
berkeluarga mereka masih cari Indomie
dan mereka racuni lagi anak-anak dan
istrinya mereka. Cerdas kan? Indomie
tidak pasang iklan di TV untuk ibu-ibu.
Strategi mereka aja lebih dalam tanda
kutip licik dan jangka panjang ya.
Mereka menyerang sekolah-sekolah, mereka
sponsori acara sekolah dan luar biasa.
Jadi pelajar nomor dua, berhenti
berpikir penjualan bulan ini aja.
Tanyakan pada dirimu apa strategi yang
bisa membuat produk kamu masih dipakai
15 sampai 20 tahun ke depan. Nah, yang
ketiga, jurus yang ketiga dilakukan oleh
Indomie adalah muncul di mana-mana
jadilah tak terhindarkan. Nomor satu,
distribusi adalah senjata. Kalau
produkmu bagus tapi sangat sulit
didapat, itu juga enggak baik. Bukan
biaya operasional, tapi strategi utama.
Yang kedua, dari supermart market mewah
ke parung-warung pelosok. hadir di
setiap level ekonomi masyarakat. Ya,
samalah kayak sekarang kita Indomie
Warno, kan di mana-mana. Yang ketiga,
membuat brand yang enggak bisa
dihindari. Di momen lapar dan malas,
Indomie selalu menjadi solusi ketika
perutmu lagi lapar. Betul enggak?
Digoreng lagi sama content kreator yang
memang jadikan Indomie sebagai konten
utamanya mereka. Makanya bahas Indomie
kontennya pasti jutaan deh. Punya produk
enak itu percuma kalau susah dicari.
Indomie memperlakukan distribusi bukan
sebagai biaya operasional, tapi sebagai
senjata mudah didapat menjadi obat lapar
yang paling instan. Banyak brand keren
di Indonesia cuman ada di mall besar
atau di Tokopedia. Supermarket ada,
warung kayu depan gang rumah, Desa
Perpencil juga ada. Itulah hebatnya
Indomie. Nah, membuat brand enggak bisa
dihindari di momen kamu lapar malas,
cukup di situlah Indomie sebagai
strategi paling utama. So, produk
terbaik ketika produk yang tersedia,
petakan di mana customer kamu. Karena
customer kamu ketika dia lapar, ingatnya
dia Indomie, bukan merek yang lain. Dan
mereka gampang mendapatkannya karena
warung di depan rumah pun, di depan gang
pun sudah bisa ditemukan. Itulah juga
terjadi di Afrika. Jurus keempat,
kendalikan permainan. Jangan
dikendalikan. Pertama, Indomie itu
mengutamakan rasa pabrik bumbu. Dia
kontrol kualitas rasa. Dia membuat mie
lain enggak enak. Terbaik adalah
Indomie. Yang kedua adalah pabrik
kemasan, kontrol branding dan biaya. Dia
investasi besar di kemasan. Dan yang
ketiga, investasi besar dilakukan
Indomie adalah pabrik tepung. Kontrol
bahan baku utama. Rasa tidak berubah.
Ini strategi level dewa. Indomie enggak
mau nasibnya tergantung sama supplier.
Dia bangun dari hulu sampai ke hilir.
Betul-betul dia mengkontrol the game.
Dia monopoli semuanya dari tepungnya
dari bogasari, Indofood lengkap ya.
Memang dari zaman Omlim kan seperti itu.
Dari tepung pun pembuatannya pun dari
dia, kemasan pun dari dia, semuanya dari
dia. Pabrik bumbu pun kalau perlu dari
dia. Dia enggak mau tergantung marklon
sama supplier sampai pabrik tepungnya
sendiri. Bayangkan kamu jual nasi
goreng, kamu cuman punya warungnya, tapi
kamu enggak punya sawahnya, kamu enggak
punya peternakan ayamnya, kamu enggak
punya pabrik telurnya, kamu hari ini
enggak punya pabrik kecapnya. Ya, kurang
lebih seperti itu. Makanya kamu enggak
bisa lawan soal harga. Enggak, enggak
punya. Karena kamu ketergantungan itu
semua. Nasi kamu ambil sama supermarket,
sayur kamu belanja di pasar. Coba kalau
kamu punya itu semua, wah harga nasi
goreng mungkin cuman Rp1.000
karena ngambil di pabrik sendiri,
ngambil di sawah sendiri, kecap ngambil
di pabrik sendiri. Makanya kamu bisa
kontrol harga pasar. Ini bukan cuman
soal harga murah, ini soal kontrol. Nah,
pelajaran keempat. Pikirkan sebuah
ekosistem yang paling penting. Bagaimana
dari hulu sampai ke hilir kamu bisa
kuasai semua. Dan Indomie sudah masuk ke
papir Afrika sejak tahun 1995. Cerdas
kan? Nah, rumus sakti Indomie menjadi
abadi, bukan sekedar viral. Indonesia
ini kan semuanya viral. Viral ya sesaat.
Berita bulan lalu kadang sudah basi.
Nah, tapi Indomie dia enggak peduli mau
viral enggak viral. Pemiliknya aja
enggak terlalu terkenal. Kemenangan
terbesar dari memahami kebutuhan
sehari-hari memuningya adalah lagi dan
lagi. Indomie tidak menjadi brand
miliaran dolar karena viral dan trendy,
tapi ya menjadi besar karena ada di mana
saja setiap hari dan untuk semua orang.
Emang hari ini Indomie perlu viral?
Orang perlu Indomie untuk viral. Indomie
sendiri enggak perlu viral karena dia
memang sudah menjadi kebutuhan pokok.
Jadi semua strategi gela tadi ada satu
benang merah, satu kesimpulan yang kita
kutip yaitu kunci yang paling penting
adalah kemenangan terbesar datang dari
menjadi kebutuhan sehari-hari. Dan
lagi-lagi Indomie tidak menjadi brand
miliaran Doral karena viral dan Rendy ia
menjadi besar karena ada di mana saja
dan untuk semua orang. Sekarang gimana
cara kita para pengusaha bisa menerapkan
ini? Saya berikan tiga rumus yang bisa
langsung action. Bukan success before
namanya kalau cuman memberikan tapi
tidak ada sudut pandang edukasinya. Yang
pertama adalah rumus pertama adalah
jadilah solusi malas bukan produk keren.
Kebutuhan dasar adalah malas, lapar,
capek. Ini masalah semua orang. Indomie
menjual solusi 3 menit. Hmm. Keren kan
Indomie? Kan? Malas Indomie solusi.
Lapar tengah malam Indomie solusi. Capek
Indomie solusi. Jadi Indomie kayaknya
serba darurat Indomie deh. Nah,
kebutuhan sehari-hari seringkiali bukan
hal yang keren, tapi kebutuhan paling
besar adalah saya malas, saya lapar,
saya capek. Indomie tidak menjual mie
instan dari Asia Tenggara, tapi mereka
menjual solusi 3 menit bahkan di seluruh
dunia. So, jadi coba audit lagi
bisnismu. Masalah membesarkan produk apa
yang bisa kamu selesaikan? Kamu sudah
menyelesaikan masalah masyarakat apa?
Fokuslah di sana dan kamu akan menjadi
pemain besar di sana. Yang kedua adalah
jadilah stok wajib, bukan barang impian.
Trendy, jarang dibeli, abadi dibeli
berkali-kali. Customer base yang selalu
saya bilang di video yang sudah saya
buat hampir 10 tahun yang lalu. Dari
mana bisnis besar dimulai? Saya selalu
bilang kuncinya adalah customer base,
customer base, customer base. Indomie
tidak trendy, dia abadi. Kenapa? Karena
dia bukan barang impian yang dibeli
setahun sekali. Dia adalah stok wajib
yang harus ada di daftar belanjaan tiap
minggu. Uang sebenarnya yang ditransaksi
membosankan dan berulang bukan di
transaksi besar yang terjadi. So, action
tips-nya tanyakan pada dirimu apakah
kamu hari ini sudah menjadi bagian
belanjaan bulanan daripada customer atau
customer dengan mudahnya pindah ke merek
lain. Dan yang ketiga adalah jadilah
pasti ada bukan susah dicari. Indomie
bisa didapatkan di mana-mana setiap hari
di mana saja untuk semua orang
mantranya. Psikologinya kebutuhan muncul
tiba-tiba. Apalagi kalau enggak ada
nafsu makan. Kalau habis sembuh dari
sakit kena bau Indomie, wah selera makan
langsung ada di mana saja setiap hari
untuk semua orang. Ini namanya mantra
distribusi. Kebutuhan itu munculnya
tiba-tiba saat customer butuh produkmu
harus ada di jangkauan saat itu juga.
Kalau tidak mereka akan lari ke
kompetitor. So, actions tipsnya adalah
petakan di mana momen kebutuhan
customermu itu. Di mana saja mereka
paling mungkin mencari solusimu, di
marketplace, WA story atau apapun.
Intinya produkmu gampang didapat, bisa
didapatkan dengan cepat, mudah, ringan
kapanpun. Kalau bisnismu belum mencapai
di situ, bisnismu sudah laku, produkmu
sudah laku, tapi susah didapat, kamu
susah menjadi pemain besar. So, demikian
tips yang bisa kita pelajari dari
suksesnya Indomie yang sukses menjajah
negara orang lain. Bukan cuman Korea
menjajah Indonesia dengan kimchinya atau
hari ini Korea menjajah kita dengan
K-pop-nya atau barang Cina yang hari ini
menjajah Indonesia di semua marketplace
Indonesia, Indonesia sudah menjajah
negara orang lain khususnya benua
Afrika. Saya ke Amerika juga ketemu
Indomie loh, khususnya di Asian market
ya. Jadi kalau orang-orang Asia mereka
bukan cari nisin ya, tapi mereka carinya
Indomie. So hore untuk Indomie lagi-lagi
Indonesia bisa mengharungkan nama dunia.
Sukses untuk Anda dan salam hebat luar
biasa. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:18:20 UTC
Categories
Manage