Transcript
iE4BHXQHivU • AWAS! Jepang Sedang "BLUNDER FATAL"? Bitcoin & Saham Potensi Hancur di 2026!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1440_iE4BHXQHivU.txt
Kind: captions Language: id Tahu enggak? 2 minggu terakhir tiba-tiba Bitcoin hancur. Dulu diprediksi bisa mencapai all time high capai R00.000. Eh, bukannya all time high, malah turun ke Rp100.000, turun ke Rp90.000, sekarang turun ke Rp80.000. Anda tahu enggak bahwa Bitcoin itu semua ada hubungannya sama Jepang loh. Harga Bitcoin naik itu ada hubungannya sama Jepang. Bitcoin turun pun ada hubungannya sama Jepang. Kok bisa? Di sinilah video ini akan dibahas tuntas karena di video ini resesi Jepang sama dengan dunia runtuh. Nampaknya itu bisa ke IASG sampai ke Wall Street sampai ke krypto yang berdarah-darah. Semua ada hubungannya sama Jepang. Tonton video ini sampai selesai untuk membaca analisa saya. Sahabat S30, salam hebat luar biasa. Ini video Anda nanti-nantikan bukan? Karena gimana pandangan Successo 30? Kenapa harga Bitcoin jatuh berdarah-darah belakangan ini? Dan ini seperti kayak terkoreksi tajam seperti tahun yang lalu. Saya bukan pro kripto, saya juga bukan pro yang anti kripto, tapi saya selalu mengupa mengemukakan pandangan-pandangan saya karena semua itu kembali pada diri Anda masing-masing. Ini yang menjadi problem ini adalah lebih seram dari Bitcoin hancur. Ini enggak ada apa-apanya. Kalau Bitcoin hancur, orang yang stres adalah mereka yang taruh portofolionya di Bitcoin. Tapi hati-hati juga ini signal juga bagi orang yang taruh duit di saham, taruh [musik] duit di properti. Ini juga harus hati-hati. Ini bermula dari mengapa Jepang menginjak gas dan menginjak rem bersamaan. Ibaratnya Anda namanya ee tadi saya bilang ee strategi atau studi Ferrari. Ferrari itu kan kencang ya, bisa sampai 300 km/h ya Ferrari ya. Tapi Ferrari Anda pernah lihat film Tokyo Drift enggak? Tapi dia kencang, tapi dia juga ngerem. Jadi yang terjadi adalah mobil itu seperti begini. Jadinya mengeluarkan asap cit cit cit cit. Jadi drifting. Nah, ketika drifting ini yang bahaya. [musik] Nah, ini yang dilakukan sama Jepang. Kenapa bisa demikian? Ini semua gara-gara Jepang terlalu menerapkan pinjaman bunga bank 0% sudah sejak tahun 90-an. Akibatnya ya kita tahu saya sudah sering ke Jepang ya berkali-kali. Jepang itu banyak orang tua. Kedua, banyak pembangunan itu tidak banyak terjadi. Kita jelek-jelek gini di Indonesia ya, kita tuh setiap hari masih galian di mana-mana loh. Ya kan? Perbaikan jalan di mana-mana itu masih ada pembangunan. Bermakna APBD itu masih tersalurkan untuk pembangunan jalan dan sebagainya. Di Jepang itu nyaris enggak ada loh. Kota-kota besar itu sudah kayak stabil. Jadi boleh dikatakan rumah-rumah tua di kota-kota itu banyak sekali. Bahkan mereka itu sendiri pun masih menggunakan mata uang yennya. mereka itu masih menggunakan uang tunai enggak kayak Indonesia itu sudah curies ya kan enggak seperti itu loh. Nah, jadi kenapa Jepang ini seperti kayak ghidupannya stagnan 30 tahun terakhir itu gara-gara bunga di Jepang itu 0%. Nah, tapi Jepang baru-baru ini melakukan sebuah dengan perdana menteri yang baru yang cewek yang pertama ini beliau melakukan sebuah gebrakan yang mengerikan yaitu dia melakukan yang namanya the guest. Apa ini the guest? yaitu stimulus 21,3 triliun yen. Akhirnya Jepang mencetak uang juga. Printing mane kayaknya semua dunia lagi printing maneh ya kan gila-gilaan ya. Karena ini kan udah subsidi udah 30 tahun lebih ya Jepang ini ibaratkan. Nah, fakta stimulus jumbo adalah disetujui dan diketok palu oleh prime minister Jepang dan kabinet. Nilainya 135 US dar stimulus terbesar sejak COVID-19. Gila ini 135 tonjuannya memaksa ekonomi bergerak maju ya karena Jepang sudah stagnan gitu. Perdana Menteri Jepang baru saja mengelonor menggelonorkan stimulus 21,3 triliun sekitar 135 miliar US Do. Nah, ini uang kaget terbesar sejak pandemi. Nah, masalahnya gas cetak uang ini terjadi kenaikan suku bunga. Nah, ini yang dimaksud dengan remnya loh. Kan aneh habis ngucurin uang tapi pengetatan. yaitu dengan cara apa? Suku bunga ak dinaikkan jadi subsidi 0% udah enggak ada lagi. Nah, ini adanya kebijakan BOJ. Uang dicetak banyak tapi bank sentralnya Bank of Japan mempersulit pinjaman. Loh, kan aneh satu gas, satu pengetatan. Nah, ini prediksi kenaikan bunga di Desember 2025 bulan [musik] depan. Hasil kebijakannya adalah yil obligasi tembus rekor selama 17 tahun terakhir. Ini sinyal bahaya bagi pasar global. Makanya hati-hati dulu kita wait and see dulu. Kalau saya pribadi tanya, "Pak Candra, apakah saatnya beli Bitcoin?" "Pak Candra, apakah saatnya jual Bitcoin?" Saya enggak mau bilang, tapi saya selalu katakan, "Do your own research." Research sendiri. Nah, ini saya sudah kasih clue-nya, ya. Clue-nya ini saya berikan gambaran bahwa Jepang itu sangat berhubungan erat dengan Bitcoin dan Bitcoin juga sangat berat hubungan erat dengan Amerika. [musik] Jadi, Bitcoin itu adalah sama dengan titik-titik Jepang dan Amerika. Udah, itu [musik] aja menurut saya. Enggak tahu ada kolusi apa antara dua negara ini yang ada di belakang Bitcoin. Jadi, di saat uang dicetak banyak, BOJ malah menaikkan suku bunga di prediksi Desember ini. Inilah yang jadi masalah. Mengapa kita tidak paham? Gini poinnya. Pertama, Indonesia itu kan sekarang lagi pro syariah ya. Di mana-mana syariah itu dikumandangkan. Kita tahu syariah itu kan anti bunga riba ya. itu kayaknya sudah menjadi anak-anak generasi milenal dan gen sudah memahami ini khususnya muslim di Indonesia. Dan yang kedua, fakta lapangan pinjam uang tetap ada biaya, ada bunga, ada admin, ada bagi hasil. Dan yang ketiga realita biaya pinjaman di Indonesia mencekik. Poin-poin penting ini ini kenapa kalau Jepang batuk Bitcoin dan saham itu bisa demam? Pasti. Kita lihat teman-teman maunya syariah tapi kita enggak mau kena bunga tinggi. Nah, ini kan lucu orang [musik] Indonesia itu. Faktanya Indonesia pinjam uang mahal, bahkan syariah pun ada biaya admin. Nah, ini kan jatuh-jatuhnya ada biaya mencekik. Kadang-kadang kalau dihitung-hitung biaya syariah itu di Indonesia itu memang sesuai aturan agama, tapi kalau dihitung-hitung saya hitung bunganya sama aja sama bunga-bunga biasa. Dan itu saya sudah analisa berkali-kali sama teman-teman saya yang diperbankan. Ujung-ujungnya tetap sama. Justru kalau di Indonesia yang kuat dominasi syariahnya ya kalau dihitung-hitung kalau dengan bayar bunga bank yang biasa itu sama aja. Nah, kalau ngomong syariah itu Jepang itu loh benar-benar syariah sudah bunga 0% tapi syariahnya sudah mau dihentikan ini sekarang. Nah, ini karena surganya bunga 0% Jepang. Jadi kalau kalian muslim Indonesia mau syariah pindah aja ke Jepang. Itu bunganya nol, enggak ada riba semua. Tapi besok-besok ekonominya hancur. [tertawa] Jadi suku bunga 0% mata uang yen stabil. Tapi beda nasib tidak sefluktuatif rupiah ya kan beda cerita. Sejak era lost dek Jepang tahun '90-an suku bunga Jepang itu 0% sampai hari ini ya sampai besok nanti sampai hari ini. Berarti kalau tahun '90-an sampai sekarang ini berarti udah hampir 35 tahun tapi sudah mau dientikan. Nih, ini yang bahaya. Makanya harga Bitcoin kan fluktuatif nih. Jadi rahasia di balik kenaikan aset [musik] ini ada strategi licik para investor global. Gimana cara strategi licik investor global? Mereka pinjam yen kan bunganya 0% 35 tahun ini. Tapi uangnya setelah dipinjam di investukarkan US Dollar dan akhirnya dibelikan saham Amerika dan Bitcoin. Nah, kurang ajar kan investor global ya. Saya sendiri dia ngasih bunga 0%. dia pinjam di negara lain semua bunganya mahal termasuk Indonesia. [musik] Nah, jadi kenaikan harga aset dunia didanai oleh hutang gratis tu ya kan sama aja utang gratis. Enak sekali kan? Jadi Jepang itu syariahnya syariah meskipun mereka bukan muslim gitu loh. Nah kita juga perhatikan kita lihat nasib Pak Budi. Ilustrasi Pak Budi lah ya. Pak Budi ini katakanlah dia tinggal di Jakarta. Dia pinjam bank 1 M, bunganya 12% 1 tahun, bisnis untung 10%. Ternyata Pak Budi ini masih minus 2% di laporan keuangannya. Kenapa? Karena bayar bunga bank lebih tinggi. Bayangkan Pak Budi ini mau bisnis malah rugi di Indonesia. Beda sama Mr. Smith. Katanya Mr. Smith itu investor global. Entahlah dari Inggris lah, dari Rusia lah atau dari mana. Bisa juga Mr. Smith ini orang Indonesia. Dia lari ke Jepang pinjam 1 M. bunga 0% ya kan. Terus beli saham Amerika kasih deviden 4% masih con 4% gak ngapa-ngapain. Pintar kan? Ini salah satu contoh ya kenapa Mr. Smith itu jadi banyak membuka akun di Jepang karena bunganya 0% emang mereka enggak ngerti. Dan ingat ya ini pemahamannya bukan untuk beli bakso. Trik Mr. Smith yang ditukar dolar dibelikan aset risiko tinggi salah satunya Bitcoin. Di sinilah akar permasalahan itu terjadi. Mr. Smith, uang yen tadi enggak dibelikan bakso di Tokyo. Enggak kayak kalian dapat pinjaman di bank langsung dibuat main aneh-aneh ya, dibuat belanja barang di Shopee. Enggak kayak gitu. [musik] Tapi waktu itu dia tukar ke US Dollar dan karena Y nilainya stabil, dia tenang-tenang dan akhirnya dia termasuk beli Bitcoin awal-awal 2009, 2010 dan sebagainya. Nah, uang gratisnya itu dari mana? Di sini matematikanya Pak Budi rugi 2% justru Mr. Smith untung 10%. Kenapa? Ya dia beli mungkin saham atau apa belum termasuk capital gain loh. Dia beli devidennya aja untung 10%. Kesimpulannya untung pakai uang lain tanpa modal. Enak kan? Nah inilah cerdasnya Mr. Smith. Nah di sinilah problem itu terjadi. Pesta sudah mau usai. Mr. Smith menikmati uang gratis Jepang selama puluhan tahun. Pesta berakhir. Ada empat poin nih sekarang dari Perdana Menteri yang baru. Pertama, bank Jepang naikkan bunga. Loh, kan aneh. Nah, mulai takut Mr. Smith. Kedua, Mr. Smith ditelepon bank, "Hoi, bulan depan bunganya naik loh." Hah? Mr. Smith sudah puluhan tahun enak sekali menikmati bunga syariah dalam tanda kutip itu di Jepang. Ketiga, dia ultimatum balikin uang atau bunga naik. Nah, stres. Akhirnya Mr. Speed panik. Itulah sebab salah satu dugaan saya kenapa Bitcoin hancur? Karena bank Jepang mau naikkan suku bunga sehingga terpaksa untung dia di bitcoin yang sekian lama terpaksa dilepas untuk mengembalikan utang di bank Jepang karena dia tidak mau dibungain. Logika ya sampai di sini ya sudah nangkap ya. Nah, itulah sebab sekarang juga per problem ini terjadilah sebuah teori bahwa kenapa Bitcoin agak jatuh gara-gara ini. Tapi tunggu dulu, mungkin orang-orang bisa hitung-hitungan lagi. Mr. Smith kan ya gak bodoh. Nanti bunga bank Jepang dia mau naikkan berapa misalkan kalau dia misalkan naikkannya sedikit dia hitung lagi dia pinjam lagi. Katakanlah cuman 2% per tahun. Okelah 2% masih lebih murah dari Singapura atau lebih murah dari Swiss. Tapi intinya 2%. Dia hitung kalau saya buyback lagi, pinjam lagi uang toh cuma 2% setahun beli lagi Bitcoin. Jadi bisa jadi Bitcoin harganya naik lagi. Kita enggak ada yang tahu, Bapak, Ibu. Karena ini semua permainan elit-elit global. Kita mah di bawa cuman bisa marah-marah gitu loh. Beli BTC kemarin kok harga turun. Nanti influencer ngomong average down. Beli lagi di bawah, beli lagi duitnya lama-lama habis. Ya, enggak seperti itu. Jadi Anda harus lebih cerdik. Anda harus. Makanya oleh sebab itu saya selalu menghadirkan kelas-kelas premium untuk tukar pikiran dengan orang-orang yang punya duit ini. Sorry to say, kelas-kelas saya itu biasanya hanya untuk orang-orang yang memang bingung uangnya mau di ke manakan. Banyak tuh netizen kolom komen, di kolom komentar saya ngomong, "Ah, Pak Candra jual kelas mahal sekali, enggak bisa nolong kita-kita." Mohon maaf, Bapak Ibu, nasabah prioritas itu juga bukan untuk semua orang. di perbankan. Kalau Anda mau jadi nasabah prio tarik duit minimal R00 juta. Terus Anda komplain, enak sekali nasabah prioritas lantai du dilayani khusus, ruangannya berhasil, kita dibawa antri-antri. Ya, itulah dunia seperti itu, Bapak, Ibu. Kelas kami bukan untuk orang yang hari ini Anda beli Bitcoin pagi, jual sore. Enggak seperti itu. Di sini apakah Anda ingin enggak [musik] punya insight? Apa sih yang dilakukan oleh? Karena ada hubungannya sama Jepang. [musik] Jadi ingat rem diinjak itu pinjaman 0% hilang tapi for sell dipaksa jual saham dan kripto untuk lunasi yen dan clash flow-nya ditarik pulang global ke Jepang. Hampir sama yang mau dilakukan Pak Purbaya. Jadi Pak Purbaya mau lakukan redenominasi. Jepang ini mau naikkan suku bunga. Lucu kan? cetak uang [musik] sudah diketok palu, tapi juga mau untuk menaikkan suku bunga. Lucu pokoknya Jepang ini. Jadi akhirnya sahabat SP30, apa yang harus kita lakukan dengan drama Jepang ini? Biasanya drama Korea ini drama Jepang. Betul-betul ini PM yang baru ini keren. Ini modelnya kayak Pak Purbaya juga ini kayaknya. Jadi ada tiga yang harus saya berikan tipsnya kepada Anda. Pertama adalah hati-hati tetap cash is king. Ya, saya tetap setuju cash is king. Anda harus hold dulu. Jangan dibelanjakan dulu. Ini hanya cocok untuk orang pengusaha atau investor yang memang duitnya halal. Kalau Anda [musik] koruptor, nonton video ini enggak cocok ya. Karena cash Anda kalau bisa segera dibelikan sesuatu atau kalau enggak ditukar. Kalau enggak cash Anda enggak ada harganya ya. Jadi hati-hati siapkan amunisi dolar atau rupiah yang liquid. Yang kedua, DCA tetap dolar cost averaging. Kenapa DCA? Ya, kita enggak tahu Bitcoin mau turun lagi atau mau naik lagi kita enggak tahu. Tapi menurut saya bolehlah disisikan dikit-dikit untuk BTC berapap pun harganya. Mau sekarang yang harganya cuman Rp80.000 1,4 M atau ya termasuk cukup besar juga diskonnya kan. Jadi kemarin sempat 2 M lebih sekarang tinggal 1,4 atau kemarin sempat hampir menyentuh Rp10.000 sekarang ke Rp80.000. Boleh dicicil dikit-dikit jangan all in ya boleh. Karena Anda jaga-jaga tiba-tiba kalau Bitcoin lompat lagi kan lumayan. Tapi kalau misalkan Bitcoin turun jangan dijual ya kan. Dan ini namanya cicil. Jadi kalau namanya cicil Anda enggak usah pusing. Kalau turun ya dicicil lagi. Itu namanya DCA. Dan yang ketiga ya mental bajalah kalau resesi terjadi ya siap-siap serok ya kan. Ini untuk orang yang benar-benar ber saya tidak menyarankan untuk Anda yang saat ini masih bekerja uangnya pas-pasan, hidup demi hari ke hari. Jangan Anda bermimpi untuk mau cepat kaya raya dari Bitcoin. No, saya selalu menekankan tidak. [musik] Ini hanya untuk uang nganggur, uang lebih. Daripada Anda jajan yang enggak enggak mending beli BTC dikit-dikit. Boleh enggak, Pak, beli BTC Rp10.000? Ya silakan. Beli BTC Rp100.000 silakan. Itu semua keputusan di tangan Anda. Ini saya tujukan untuk orang-orang yang berduit yang duitnya itu direpuk depositonya sudah rata-rata 30 40 miliar. Boleh dipertimbangkan kata-kata ini. Tidak untuk Anda yang saat ini hidup masih susah. Hidup masih susah, mending enggak usah nonton video ini. Anda nonton video ini untuk hiburan aja. Saran saya lebih baik bekerja, bermimpilah supaya punya deposito puluhan miliar. Itu yang benar. Success water itu yang benar. Jadi, Anda enggak usah pusing dengan kata-kata saya. Video ini ditujukan untuk orang-orang yang bingung mau portofolionya mau ditaruh di mana. Kebetulan workshop saya pun di pelatihan merdeka juga memang untuk orang-orang premium ya. Sekali lagi untuk mereka tuh mau taruh duitnya di mana, kita berikan aset alternatif. Tapi kalau Anda yang saat ini masih berjuang, Anda masih hidup susah, cicilan belum lunas, pikirkan cicilanmu dulu. Enggak usah pikir Bitcoin. [musik] Bitcoin itu bukan jalan cepat, jalan ninja untuk cepat kaya. Oke. Kemudian yang resesi batal, misalkan Jepang ini batal, maka portofolionya Anda tumbuh. Bitcoin bisa naik lagi, [musik] saham bisa rebound. Ya, sekali lagi ini adalah tiga saran saya. Oke, kalau Anda mau lebih jelas, saya akan datangkan ahli dan pakar. Tunggu tahun 2026, saya kembali akan undang Pak Oscar Darmawan untuk hadir di workshop kami untuk memberikan insight-insight beliau karena beliau sudah berpengalaman di Bitcoin sejak 2013. Sukses untuk Anda. Jangan lupa like-nya and always salam hebat luar biasa. Yeah.