TOSHIBA BANGKRUT !!! PERUSAHAAN TEHNOLOGI JEPANG YANG SUDAH BERDIRI SEBELUM PERANG DUNIA II
HUStzC58ILU • 2024-02-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
lalu pada tanggal 3 April tahun 2015
perusahaan mengeluarkan pernyataan yang
mengatakan kalau sudah terjadi
penyimpangan akuntansi di perusahaan
Toshiba nah lalu selanjutnya pada
tanggal 25 Juni tahun
2015 yo geng tekan tombol subscribe
geng he Yo what's good Welcome back to
kamar
Jerry
[Musik]
jengjeng Oke sebelumnya kita ah sempat
ngebahas mengenai sebuah perusahaan
otomotif Jepang yang cukup besar yaitu
Daihatsu yang mana Daihatsu ini
melakukan sebuah penipuan hasil tes uji
keselamatan unit mobil yang mereka
pasarkan dan penipuan tersebut sudah
dilakukan selama bertahun-tahun sampai
pada akhirnya terbongkar pada tahun 2023
kemarin padahal hal tes uji keselamatan
itu ya sesuatu yang krusial banget yang
harus dilakukan secara transparan tetapi
justru hal ini dimanipulasi oleh
Daihatsu Nah kalau kalian mau nonton
selengkapnya video atau cerita tentang
Daihatsu tersebut kalian bisa cek konten
yang ini dan hari ini kita akan membahas
lagi sebuah perusahaan lagi nih geng
yang ternyata mempunyai skandal juga dan
lagi-lagi ini berasal dari perusahaan
Jepang perusahaan ini Pasti kalian tahu
yaitu Toshiba yang mana ternyata Toshiba
ini melakukan skandal keuangan dan
terungkap pada tahun 2015 skandal
Toshiba ini enggak main-main geng
gara-gara skandal tersebut kredibilitas
Toshiba jadi hilang jadi menurun dan
bahkan sampai saham mereka itu dihapus
dari bursa saham Tokyo dan Toshiba pun
akhirnya harus menerima kenyataan kalau
perusahaan mereka menjadi bangkrut dan
hal ini membuat para petinggi mereka
harus membayar kerugian yang mereka buat
dan menjual Toshiba ke perusahaan lain
gua Yakin banget nih nih sebagian di
antara kalian enggak nyangka kalau
ternyata produk yang sangat terkenal ini
ya terkhususnya di Indonesia gitu ya
pasti usernya kan banyak banget Ternyata
sudah bangkrut geng selama ini kita
ngapain gitu ya kita enggak sadar
Toshiba itu udah mulai goyang di tahun
2015 dan sekarang di tahun 2024 mereka
sudah bangkrut Bagaimana cerita
selengkapnya tentang hal ini dan apa
kabar Toshiba sekarang Langsung aja kita
bahas di sisi
lain
[Musik]
Oke kayaknya kurang seru kalau kita
langsung ngebahas ke skandalnya atau
permasalahannya seperti biasa biasa
kalau di kamar jeri kita bakal bahas
latar belakang dulu sejarahnya dulu
supaya semakin menambah wawasan kita nih
geng Oke kita bahas latar belakang
perusahaan besar
Toshiba Nah jadi Toshiba Ini adalah
sebuah perusahaan multinasional yang
berada di Minato Tokyo Siapa yang udah
tahu kalau ternyata nama Toshiba itu
adalah singkatan geng jadi Toshiba ini
adalah singkat
dari gabungan nama beberapa perusahaan
yaitu Tokyo shibaura Denki atau Tokyo
shibaura elektrik yang berdiri pada
tahun 1939 Lalu ada shibaura seisaku
show atau shibaura engineering works
yang berdiri pada tahun
1875 dan yang terakhir Tokyo Denki atau
Tokyo elekric yang berdiri pada tahun
1890 jadi bisa dikatakan Toshiba ini
didirikan oleh perusahaan-perusahaan
yang cukup tua gitu ya jadi jangan heran
gitu Kenapa negara Jepang bisa
menciptakan alat-alat canggih
elektronik-elektronik canggih karena
perusahaan-perusahaan mereka udah Start
dari zaman dahulu yang mana ketika
negara kita masih sibuk dengan hal-hal
lain negara mereka sudah mempelajari
teknologi lalu kembali kepada Toshiba
pada awalnya Toshiba ini didirikan oleh
dua orang pria yang bernama Tanaka
hisashige dan ichisuke Fujioka pada saat
itu Tanaka ini ditugaskan oleh menteri
teknik Jepang untuk mengembangkan
modernisasi di Jepang dengan
mengembangkan peralatan telegraf Nah itu
pada awalnya tuh nah lalu Tanaka Ini
akhirnya membangun yang namanya Tanaka
seizo show atau Tanaka engineering works
kalau dalam bahasa Inggrisnya dan
didirikan pada tahun
1873 lalu seiring perjalanan waktu
Tanaka seizosho ini berganti nama
menjadi shibaura seisaku Show pada tahun
1893 lalu Bagaimana dengan temannya atau
partnernya yang satu lagi nah ternyata
di sisi lain pada tahun
1878 ichisuke Fujioka itu baru saja
selesai mengembangkan yang namanya arts
lamp atau Arc lamp di Imperial college
of Engineering yang sekarang sudah
berubah nama menjadi Fakultas Teknik
Universitas Tokyo yang mana Di saat itu
Jepang masih bergantung terhadap impor
lampu listrik sehingga ichisuke ini
mencoba untuk melakukan inovasi lampu
agar Jepang tidak perlu lagi mengimpor
lampu dari Barat atau dari Eropa Ya
seperti yang kita tahu ya penemu lampu
itu kan orang Eropa atau orang barat nah
di saat itu Jepang enggak mau kalah dari
daripada mengimpor mereka lebih baik
membuat produk mereka sendiri yaitu
melalui si ichisuke
tadi singkat cerita ichisuke akhirnya
mendirikan yang namanya hakunetsusya
pada tahun
1890 dan setelah itu barulah berganti
menjadi nama Tokyo denky pada tahun
1921 nah lalu geng kedua perusahaan
tersebut kemudian melakukan kepemilikan
silang atau saling berkolaborasi mereka
melakukan kerja sama yang disebabkan
karena pemerintah Jepang di saat itu
melakukan pelarangan untuk memproduksi
peralatan rumah tangga karena bahan
bakunya semuanya dialihkan untuk
kepentingan perang dunia keedua ya kita
tahu ya Jepang kan salah satu negara
penjajah di saat itu mereka
menggelontorkan dana besar-besaran untuk
membuat senjata agar bisa menjajah
negara lain Nah akhirnya
perusahaan-perusahaan mereka yang
menggunakan bahan baku mirip dengan
bahan baku senjata akhirnya dilarang
produksi sementara karena pemerintah
Jepang lebih mendahulukan alat perang
terlebih dah dahulu supaya apa ya supaya
Jepang bisa menjajah dan lebih berkuasa
di saat
[Musik]
itu namun Seiring berjalannya waktu
teknologi pun semakin berkembang
permintaan mengenai alat rumah tangga
jadi meningkat di Jepang Sehingga di
saat itu pemerintah Jepang kembali
melirik sektor tersebut sehingga di saat
itu perusahaan-perusahaan yang membuat
peralatan rumah tangga itu penjualannya
menjadi meningkat dan seperti yang kita
tahu pada perang dunia kedua Jepang
mengalami kekalahan gara-gara di bom
sama Amerika otomatis untuk pemulihannya
kembali pemerintah Jepang memutar otak
dan kembali mengizinkan
perusahaan-perusahaan tersebut untuk
berproduksi lagi akhirnya nih geng kedua
perusahaan yang kita ceritakan tadi
memutuskan untuk merger Pada tahun
1939 dan membentuk Tokyo shibaura Denki
atau Tokyo shibaura elektrik nah yang
mana Tokyo shibaura Denki itu kan adalah
bahasa Jepang gitu ya tetapi mereka
ingin penjualannya secara global supaya
lebih enak didengar oleh telinga
internasional oleh semua orang akhirnya
dicarilah nama yang paling cocok serta
nama yang lebih masuk dengan bahasa
Inggris jadi disingkatlah nama Tokyo
shibauraadenki ini menjadi Toshiba Tokyo
shibaura menjadi Toshiba disingkatnya
dan penetapan nama Toshiba tersebut
disahkan pada tahun
1978 dan saham mereka tercatat di Bursa
Efek Tokyo Bursa Efek Nagoya dan Bursa
Efek
London di dalam sejarahnya tosiba ini
berperan besar dalam perkembangan
teknologi Jepang seperti misalnya
memproduksi lampu bohlam pertama di
Jepang itu yang memproduksi adalah
Toshiba pada awalnya lalu mereka juga
memproduksi motor induksi pertama di
Jepang lalu juga ada pembangkit listrik
menggunakan kincir air pertama di Jepang
dan tabung sinar X pertama di Jepang
serta tabung transmisi radio pertama di
Jepang dan masih banyak lagi Jadi bisa
dikatakan Toshiba ini adalah pencetus
pertama semua teknologi-teknologi
canggih yang ada ada di Jepang jadi
Toshiba ini bisa dikatakan pionir dari
segala barang elektronik Jepang Nah lalu
penemuan-penemuan serta inovasi
teknologi Toshiba itu tidak hanya
mempengaruhi inovasi teknologi di Jepang
tapi apa yang kita lihat sekarang alat
elektronik yang ada di dunia ini itu
banyak pengaruhnya dari Toshiba nah Oleh
karena itu Toshiba ini menjadi sebuah
perusahaan yang dikenal karena
memproduksi alat-alat kebutuhan rumah
tangga atau alat-alat kebutuhan hidup
nah lalu di dalam perjalanannya tosiba
ini tidak puas dengan apa yang sudah
mereka ciptakan akhirnya mereka semakin
berkembang untuk melebarkan sayap serta
memproduksi alat-alat elektronik lainnya
seperti komputer pemutar DVD memori dan
lain sebagainya banyak banget ciptaan
Toshiba tapi mulai hari ini kalian sadar
enggak geng walaupun Toshiba ini bisa
dibilang pionirnya atau legend-nya lah
gitu ya tapi semakin hari semakin ke
sini reputasi Toshiba itu semakin
menurun nah hal ini sangat wajar karena
disebabkan banyaknya kompetitor yang
baru sekarang apalagi produk-produk dari
Cina yang bisa dikatakan itu
kecanggihannya sama atau bahkan lebih
dari Toshiba tetapi dengan harga yang
jauh lebih terjangkau dan bahkan kita
enggak perlu jauh-jauh membicarakan
produk Cina terlebih dahulu tetapi
produk dari Jepang aja itu sudah banyak
sekali yang menyaingi Toshiba seperti
salah satunya perusahaan Sharp Hitachi
serta Panasonic nah lalu disusul oleh
perusahaan-perusahaan lain seperti
Samsung dan juga LG nah salah satu hal
yang membuat Toshiba ini ini agak
keteteran atau ya tidak bisa bersaing
dengan kompetitor di saat itu adalah
permasalahan ciri khas atau branding
mereka serta ditambah lagi persaingan
harga sehingga Toshiba semakin lama
semakin ditinggalkan oleh
konsumennya lalu menurut sebuah artikel
berita New York times dikatakan Toshiba
sempat membeli sebuah perusahaan
teknologi nuklir yaitu westing house
electric dengan harga 5,4 miliar USD
geng atau setara dengan r84 triliun
dibeli pada tahun 2006 nah keputusan
Toshiba ini dianggap sebagai salah satu
langkah yang bagus untuk keberlangsungan
bisnis Toshiba sendiri Karena di masa
itu tenaga nuklir semakin dianggap
sebagai alternatif dari batuara dan
minyak bumi sebagai pengganti sumber
energi di saat itu CEO dari Toshiba yang
bernama
atsutoshi nishida memperkirakan
permintaan tenaga nuklir akan tumbuh
sebanyak 50% di tahun 2020 tetapi banyak
analis yang mengatakan Toshiba terlalu
gegabah atau Toshiba terlalu boros
karena mereka membeli perusahaan yang
bernama westing house electric tersebut
dengan harga yang terlalu mahal Nah itu
menurut para analis tapi di saat itu
Toshiba tidak keberatan dengan hal
tersebut dan ternyata geng setelah
Toshiba membeli dengan harga mahal
perusahaan tadi tiba-tiba prediksi
mereka untuk bisa mengambil keuntungan
dari permintaan tenaga nuklir yang
semakin besar ternyata tidak bisa
direalisasikan di saat itu karena
terjadi krisis keuangan global dan
percepatan revolusi untuk ekstraksi oli
shell yang merupakan energi alternatif
pengganti minyak bumi dan gas nah lalu
Selain itu terjadi sebuah musibah yang
menyebabkan terjadinya trust isu
terhadap tenaga nuklir yaitu sebuah
musibah kebocoran nuklir di fukushima
Jepang pada tahun 2011 yang melumpuhkan
industri tenaga atom di Jepang yang mana
ini ternyata berpengaruh terhadap
beberapa perusahaan yang bergantung
kepada energi nuklir di fukushima nah di
saat itu jadinya prediksi Toshiba untuk
mendapatkan keuntungan dari sektor
tenaga nuklir jadinya buyar dan ini
menyebabkan Toshiba harus mencari cara
agar bisa keluar dari segala
permasalahan yang akan berdampak kepada
stabilitas keuangan mereka nah sampai
sini gue yakin banget kalian ah paham ya
Geng kalau Toshiba ini ternyata secara
berangsur-angsur mendapatkan
permasalahan ya gara-gara pertama
persaingan bisnis antar merek Yang Kedua
mereka sempat ya salah prediksi terhadap
perusahaan baru yang mereka beli dengan
harga mahal yang ternyata justru
reputasinya jatuh gara-gara adanya
musibah di tahun 2011 di
fukushima sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan utama kita yaitu terungkapnya
skandal akuntansi Toshiba yang
menyebabkan Toshiba ini bangkrut
Oke dari sebuah artikel berita Jepang
yang gua dapatkan dikatakan kalau
terungkapnya skandal ini berawal pada
bulan Februari tahun 2015 yang mana
ketika itu Komisi pengawasan sekuritas
dan bursa Jepang mulai menyelidiki
metode akuntansi Toshiba untuk proyek
infrastruktur lalu pada tanggal 3 April
tahun 2015 perusahaan mengeluarkan
pernyataan yang mengatakan kalau sudah
terjadi penyimpangan akuntansi di
perusahaan Toshiba nah lalu selanjutnya
pada tanggal 25 Juni tahun 2015
diselenggarakanlah rapat umum pemegang
saham Toshiba di ry Goku Tokyo dan itu
untuk pertama kalinya perusahaan Toshiba
ini melakukan dialog secara langsung
dengan para pemegang saham mereka
setelah mereka menemukan adanya masalah
akuntansi atau masalah hitung-hitungan
gitu ya beberapa bulan sebelumnya yaitu
pada bulan april tahun 2015 Nah jadi
ketika itu ditemukan adanya kejanggalan
dalam hitung-hitungan masalah untung dan
rugi atau laba atau omset gitu ya di
dalam perusahaan tosiba nah jadinya para
pemegang saham atau bisa dikatakan
investornya itu dipanggil ya mereka yang
punya duit gitu kan dipanggil
diceritakanlah ini kayaknya ada yang
salah nih ada masalah nih dalam
hitung-hitungannya gitu Ini gimana ya
gitu nah kurang lebih simpelnya kayak
gitu nah lalu geng di dalam laporan
keuangan perusahaan Toshiba ternyata
tercatat kalau penjualan dan laba
perusahaan tersebut terus meningkat nah
ini menurut catatannya geng padahal
kenyataan sebenarnya penjualan
produk-produk Toshiba tidak selaku itu
atau tidak sebanyak itu jadi bisa
dikatakan itu merupakan pemalsuan data
laporan keuangan tersebut Tutup buku
pada bulan Maret tahun 2015 dan
seharusnya diserahkan ke bagian audit
pada tanggal 30 juni tahun 2015 tetapi
Toshiba meminta agar penyerahan
laporannya itu diundur sampai 31 Agustus
tahun 2015 nah Entah kenapa diminta
undur Ya pastinya ada sesuatu gitu ya
ada kekurangan ya misalkan aja uang yang
ada di dalam catatan itu tidak sesuai
dengan jumlah uang yang ada secara fisik
gitu
kan
Lalu setelah diundur sampai 31 Agustus
Toshiba tiba-tiba meminta untuk diundur
lagi menjadi ke Tanggal 7 September
tahun 2015 padahal ketika itu sudah
ditemukan sekitar 10 kasus mengenai
kesalahan dalam input data atau
pencatatan akuntansi atau pencatatan
jumlah uang masuk uang laba dan kerugian
nah di saat itu sudah mulai mencurigakan
nih gerak-gerik dari pihak
keuangannya nah lalu geng akhirnya ini
kasusnya mirip seperti Daihatsu karena
sudah ada permasalahan di dalam
perusahaan dibentuklah sebuah komite
independen untuk menyelidiki kasus ini
yang mana komite ini diketuai oleh
Koichi Ueda yang merupakan mantan Kepala
Kantor Kejaksaan tinggi Tokyo Lalu ada
beberapa anggota lain yang bernama
hideki Matsui Lalu ada taigi Ito dan
kazuyasu Yamada sebagai anggota di dalam
komite tersebut nah menurut hasil dari
investigasi komite tersebut ditemukanlah
banyaknya kecurah angan yang dilakukan
oleh tosiba yang mana mereka melakukan
praktik manipulasi akuntansi yang
inputnya tidak tepat alias penjualannya
enggak sesuai tapi Input datanya
digede-gedein ya hal ini semua Untuk
memanipulasi Para investor mereka
orang-orang yang ngasih duit buat mereka
untuk investasi nah jumlah laba dari
hasil penjualan itu dilebih-lebihkan
oleh mereka di beberapa unit bisnis
termasuk beberapa unitnya yaitu pada
unit produk visual terus komputer atau
pc dan juga unit semikonduktor dan gila
nya adalah praktik kecurangan ini sudah
mereka lakukan mulai dari tahun 2008
yang mana ketika itu Toshiba dipimpin
oleh seorang CEO yang bernama
atsutoshi nisida dan di tahun 2008 itu
juga tepat sedang terjadi krisis
keuangan Global sehingga mengurangi
keuntungan Toshiba dan ya bisa jadi
alasan mengapa Toshiba ini melakukan
kecurangan ya gara-gara krisis itu juga
kali
ya Nah lalu geng praktik ini enggak cuma
berhenti di CEO Ce yang bernama atsutos
shinisida tadi ternyata praktik ini
berlanjut sampai ke pengurusan CEO
selanjutnya yaitu ketika dipimpin oleh
Nori Sasaki nah dan praktik curang ini
baru berakhir serta terungkap saat
Toshiba dipimpin oleh hisao Tanaka Nah
mungkin di saat Hisa Tanaka ini menjadi
CEO dia kaget kali ya ini Kok banyak
banget nih hal yang salah data yang
salah diinput dan ini diinputnya udah
dari tahun 2008 gitu Wah kecurangannya
parah banget dan kemungkinan besar tahut
Tanaka ini tidak mau dia disalahkan
akhirnya praktik ini pun terungkap
praktik kecurangan ini diterapkan secara
berbeda di setiap unit bisnisnya Toshiba
pihak omito menemukan pembukuan dengan
mencatatkan laba yang tidak seharusnya
jadi digelembung-gelembungin misalkan
laba hari ini Rp3.000 Malah ditulisnya
r5.000 terus yang gilanya adalah ketika
menginput data hari ini yang diinput itu
justru target laba di masa depan jadi
misalkan hari ini harusnya keuntungannya
cuma 3.000 tadi terus terus targetnya di
masa depan atau keesokan harinya itu ya
targetnya 5.000 nah 5.000 itu malah
diinput sekarang dan manipulasi lainnya
adalah tosiba menuliskan total kerugian
itu seminim mungkin padahal ruginya
besar tapi ditulis kecil nah lalu mereka
juga menunda tagihan atau hutang dan
beberapa praktik kecurengan lain
sehingga keuntungan di perusahaan tosiba
ini terlihat sangat besar dan lebih
banyak dari yang seharusnya nah di saat
itu pihak komite yang melakukan
investigasi ini sampai bingung kok bisa
Hal ini dilakukan bertahun-tahun
kecurangan ini bisa bertahun-tahun dan
sampai berganti-ganti
CEO lalu menurut komite independen yang
melakukan investigasi ini dikatakan
terjadinya praktik kecurangan tersebut
berkaitan dengan budaya yang ada di
perusahaan Toshiba itu sendiri jadi bisa
dikatakan ini sudah menjadi kebiasaan
turuntemurun yang mana budaya di Jepang
itu membuat mereka memiliki loyalitas
dan harga diri yang tinggi termasuk
loyalitas para karyawan terhadap Bosnya
jadi meskipun terjadi jadinya kecurangan
yang dilakukan oleh bosnya tetapi apapun
yang diperintahkan para karyawan akan
tetap mengerjakan nah jadi itu karena
sifat Royal karyawan-karyawannya yang
mana ini memang sudah dilatih dan
terbiasa karena budaya Jepang yang
disiplin berarti gila juga ya Geng kalau
kita terlalu patuh terlalu disiplin
enggak baik juga gitu ya Disuruh makan
ee kita harus makan ee juga kayaknya tuh
jadi memang harus ada yang kritis gitu
ya seperti di negara kita Indonesia kan
banyak tuh orang yang kritis tapi ya
tetap aja yang namanya orang yang lebih
ber power atasan dia akan lebih berkuasa
gitu kan lalu geng para bos di Toshiba
ini memberikan apa yang disebut dengan
challenge atau tantangan yaitu membuat
target keuntungan yang ketat dan target
tersebut harus dipenuhi oleh para
karyawannya dan mereka tidak menerima
yang namanya kegagalan atau tidak
tercapainya target jadi enggak ada
toleransi harus benar-benar tercapai
target dan challenge ini diberikan
setiap 3 bulan yang mana sering sekali
bos-bos tersebut memberikan challenge
itu di akhir bulan ketiga sehingga para
karyawan tidak tidak memiliki cukup
waktu untuk memenuhi target akhirnya
satu-satunya cara yang bisa dilakukan
adalah dengan memanipulasi atau
melakukan kecurangan terhadap laporan
keuangan karena yaitu Tadi mereka harus
mematuhi Apa yang diperintahkan oleh
atasan mereka Jadi mereka menggunakan
segala cara untuk memenuhi target
tersebut sakking disiplinnya dan enggak
mau dimarahi oleh Bos Mereka pun
memanipulasi data-data itu enggak
tanggung-tanggung selama 7 Tahun Lamanya
Toshiba sudah melebih-lebih laba atau
keuntungan yang mereka dapat dari hasil
penjualan produk mereka yang mana
labanya itu sampai sebesar
1,59 miliar USD atau setara dengan rp24
triliun geng gila gak tuh nah lalu
Selain itu komite independen ini juga
menemukan lemahnya tata kelola
perusahaan Toshiba dan buruknya sistem
Pengendalian internal di setiap unit
Toshiba jadi bisa dikatakan walaupun ini
perusahaan sudah tua sudah lama tetapi
ya mereka itu secara internal itu enggak
enggak ketat gitu geng mereka itu secara
internal masih memakai sistem yang kuno
tidak berkembang walaupun alat-alat
canggih yang mereka gunakan semakin
berkembang semakin canggih tetapi sistem
di dalam perusahaannya itu semakin lama
semakin lemah jadi enggak terkontrol
gitu mulai dari divisi keuangannya audit
perusahaan manajemen resiko sampai
komite sekuritas itu tidak berfungsi
dengan baik di dalam perusahaan Toshiba
jadinya semua orang bebas melakukan
[Musik]
kecurangan dari sumber lain dikatakan
sebenarnya karyawan-karyawan Toshiba itu
menyadari adanya kelemahan sistem audit
internal di Toshiba jadi untuk
praktik-praktik kecurangan ini sangat
gampang dilakukan di dalam perusahaan
Toshiba tetapi bukan berarti enggak ada
karyawan jujur di Toshiba ada yang jujur
tetapi mereka tidak berani angkat bicara
seperti salah satunya karyawan yang
mengatakan kalau dia tidak mau menjadi
whistleblower atau Cepu gitu ya untuk
mengungkapkan praktik kecurangan di
dalam tosiba karena dia takut nanti
ujung-ujungnya pasti ketahuan pasti
ketrek jadinya nya tidak ada karyawan
yang berani membocorkan praktik
kecurangan di internal Toshiba ini dan
budaya di dalam perusahaan Toshiba yang
membuat para karyawannya bungkam ini
sudah mengakar dengan kuat alias turun
tememurun Memang mereka enggak bisa
angkat bicara mereka tuh gak bisa
mengadu ke siapapun persoalan
kecurangan-kecurangan di dalam
perusahaan itu Nah karena kondisi inilah
semakin lama praktik kecurangan di dalam
Toshiba semakin parah dan ini
menyebabkan kepada si perusahaannya
lama-lama jadi goyang dan runtuh
[Musik]
lalu singkat cerita nih geng pada
tanggal 21 Juli tahun 2015 CEO dari
Toshiba di saat itu yaitu hisau Tanaka
melakukan konferensi pers untuk
mengumumkan bahwa dia memilih untuk
mengundurkan diri dan dia mengatakan dia
bertanggung jawab atas skandal akuntansi
yang terjadi di Toshiba nah di saat itu
di dalam Konferensi pers terlihat dia
itu membungkukkan badannya sambil
berkata saya meminta maaf Dari lubuk
hati saya yang terdalam kepada seluruh
pemangku kepentingan
Toshiba sebelum hasil investigasi
dirilis diduga Tanaka ini juga memberi
perintah kepada para pejabat senior
tosiba yang ada di devisi keuangan untuk
menekan komite independen agar membatasi
ruang mereka untuk menginvestigasi Nah
jadi bisa dikatakan Tanaka ini
menghalang-halangi komite independen
dalam penyelidikan Tanaka memperingatkan
kalau komite mengetahui situasi keuangan
secara keseluruhan maka isu tersebut
akan berkembang menjadi sebuah masalah
yang mana ini akan berkaitan dengan
struktur organisasi dan budaya di dalam
perusahaan Toshiba itu sendiri jadi bisa
dikatakan ya dia tuh enggak mau pihak
komite itu terlalu banyak tahu nanti
yang ada malah reputasi tosiba semakin
terpuruk tapi apa boleh buat semuanya
sudah terbongkar Tanaka tidak bisa
menghalang-halangi komite independen
tersebut nah lalu geng tidak hanya
Tanaka wakil presiden Toshiba yaitu
norio Sasaki juga pernah menjadi CEO dan
dia juga melakukan praktik kecurangan
akuntansi ini Nah untuk sekarang dia
sudah menjabat wakil presiden Toshiba
Tapi selama dia pernah menjadi CEO dia
juga melakukan kecurangan akhirnya dia
juga memilih untuk mengundurkan diri nah
Lalu setelah itu pengunduran diri ini
diikuti lagi oleh 8an dari 16 pejabat
Toshiba lainnya yang merasa mereka ikut
terlibat dalam skandal kecurangan
tersebut jadi Istilahnya ya mereka tahu
malu dan permasalahan enggak cukup
sampai di situ geng pengadilan Tokyo
memerintahkan lima mantan CEO Toshiba
yang melakukan kecurangan ini yaitu
norio Saki hisao Tanaka Mako to kuubo
hideo Kitamura dan toshio Masaki harus
membayar ganti rugi dengan total
keseluruhannya sebanyak 300 juta Yen
atau setara dengan rp31 miliar atas
keterlibatan mereka di dalam kasus
tersebut dan ini merupakan kasus pertama
kalinya CEO diminta untuk bertanggung
jawab atas penyimpangan yang terjadi di
dalam perusahaan biasanya kan karyawan
gitu ya tapi ini ceo-nya langsung Loh
Lalu Selain itu pengadilan juga menolak
tuntut an kompensasi terhadap mantan CEO
atsutoshi nishida dan 9 CEO lainnya
terkait kasus ini nah Lalu setelah itu
akhirnya CEO Toshiba itu digantikan oleh
Masashi muromachi yang mana Masashi
muromchi ini tidak bisa sama sekali
mencegah perusahaan Toshiba masuk ke
dalam jurang yang lebih dalam karena di
saat itu memang sudah amburadul banget
geng yang artinya Toshiba udah enggak
ketolong walaupun udah ganti
CEO Lalu bagaimana dengan perusahaan
nuklir yang sempat dibeli oleh Toshiba
pada tahun 2006 Nah akhirnya di tahun
2015 nih perusahaan nuklir yang bernama
westing house justru mengakuisisi
perusahaan konstruksi nuklir di Amerika
yang sedang mengalami kebangkrutan nah
di saat itu entah apa yang ada di
pikiran CEO Toshiba yang baru ini
padahal kondisi Toshiba itu sedang
mengalami krisis finansial dan
kepercayaan tetapi justru mereka
mengakui Sisi perusahaan lain yang mana
ini akan semakin memperburuk situasi
perusahaan tersebut Lalu Kemudian pada
akhir tahun 2016 Toshiba mengatakan akan
mengambil alih beberapa miliar dolar
dari pembangunan pembangkit listrik
tenaga nuklir dari perusahaan yang
diakuisisi oleh westing house namun
sayangnya 3 bulan Kemudian harapan
Toshiba menjadi Pupus gara-gara westing
house justru mengajukan kebangkrutan
atau keevailitan yang membuat Toshiba
menghadapi keruntuhan bisnis nuklir
mereka dan harus merugi lebih dari 6
miliar USD atau setara dengan rp93
triliun Dan di saat itu Toshiba mau
tidak mau harus menjual banyak bisnis
mereka yaitu salah satunya unit telepon
seluler sistem medis dan juga
barang-barang kebutuhan rumah tangga
runtu habis-habisan Toshiba dan Selain
itu Toshiba juga terpaksa menjual unit
chipnya mereka yaitu Toshiba memoryi dan
ditambah lagi ada sebuah laporan
internal yang dirilis pada bulan Oktober
tahun 2017 yang menunjukkan adanya
kegagalan dalam sistem audit internal
perusahaan dan mengatakan kalau direktur
luar dan komite audit tidak memiliki
independensi penuh karena minimnya
informasi yang mereka ketahui nah di
saat itu Toshiba benar-benar berada di
dalam kebangkrutan nah tapi geng ada
sebuah kabar baik tepatnya di akhir
tahun 2017 tosiba di saat itu berhasil
mendapatkan bantuan dana sebesar 5,4
miliar USD atau setara dengan r84
Triliun Rupiah yang mereka dapatkan dari
investor luar negeri sehingga hal ini
membantu Toshiba terhindar dari
penghapusan paksa di bursa saham Jepang
Jadi mereka tuh dapat suntikan dana dan
masih ada harapan untuk bangkit nah
tetap tapi geng masuknya uang bantuan
dari investor ini justru menimbulkan
masalah baru di antara para pemegang
saham Toshiba sehingga berdampak pada
produksi baterai cip dan peralatan
nuklir serta pertahanan milik Toshiba
berhenti nah lalu singkat cerita pada
tahun 2020 ditemukan lagi kalau Toshiba
melakukan tindakan kesalahan
administrasi keuangan mengenai tata
kelola perusahaan dan cara pengambilan
keputusan para pemegang saham lalu
beranjak 1 tahun kemudian di tahun 2021
ada sebuah Investigasi yang menemukan
praktik kolusi antara Toshiba dengan
Kementerian Perdagangan Jepang Nah
Toshiba dianggap sebagai aset strategis
untuk menekan kepentingan investor asing
sehingga Para investor asing menjadi
ragu untuk berinvestasi di perusahaan
Jepang dan ikut berdampak kepada
finansial Toshiba lalu untuk
menyelamatkan perusahaan para pemegang
saham kan enggak mau rugi mereka kan
tetap pengin uang mereka selamat
akhirnya para pemegang saham ini mencoba
untuk mencari jalan keluar dengan cara
memecah perusahaan Toshiba menj Jadi dua
entitas bisnis yaitu bisnis energi dan
infrastruktur serta bisnis Perangkat dan
penyimpanan nah lalu kemudian karena
tidak mau semakin rugi gara-gara
kecurangan di internal para pemegang
saham akhirnya membentuk sebuah komite
untuk meriset apakah mungkin Toshiba
bisa menjadi sebuah perusahaan swasta
dan pada tahun 2022 Japan industrial
partners membeli Toshiba senilai 14
miliar USD atau setara dengan rp217
triliun dan akhirnya di t tahun 2023
Toshiba yang tadinya merupakan
perusahaan terbuka secara resmi menjadi
perusahaan swasta atau
tertutup dan pada tanggal 20 Desember
tahun 2023 Toshiba resmi mengakhiri
catatan sahamnya mereka atau delisting
di Bursa Efek Tokyo yang disebabkan oleh
skandal yang mereka alami Nah jadi bisa
dikatakan di dalam perjalanannya tidak
100% Toshiba ini benar-benar bangkrut
Tetapi lebih tepatnya ya mereka sudah
mengganti semua struktur internal mereka
dan sekarang Toshiba tidak seperti yang
dulu mereka dulu perusahaan yang besar
yang sangat terkenal ya sekarang mereka
menjadi perusahaan swasta tertutup dan
tidak sebesar dulu
[Musik]
lagi itu dia geng cerita tentang skandal
keuangan atau skandal akuntansi di
internal perusahaan Toshiba nah hal ini
memberitahu kita ya geng bahwa
perusahaan besar sekelas Toshiba yang
merupakan perusahaan internasional itu
bisa saja di internalnya melakukan
praktik-praktik kecurangan apalagi
perusahaan kecil gitu kan Nah apa
kira-kira nih pelajaran yang bisa kita
ambil dari pembahasan hari ini coba
tinggalkan komentar di bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:33 UTC
Categories
Manage