Transcript
6yQNhdXCcvk • 8 TERS4NGKA VINA & EKI MENGUNGKAP BANYAK KEJANGGALAN DALAM PENANGKAPAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1126_6yQNhdXCcvk.txt
Kind: captions Language: id pada saat kejadian Vina dan Eki meninggal Dia tidak berada di tempat lain melainkan di dalam rumah bersama dengan kakaknya pamannya yang bernama Eka Sandi dan juga teman-temannya yang lain juga ketika dia ditanya nih mengenai e Vina dan Eki Apakah dia kenal dia bilang ya kalau dia enggak kenal keduanya dan kemudian dia juga menceritakan kronologi dari sudut pandangnya dia ketika dia ditangkap saat itu dia dimintai tolong oleh pamannya yang bernama Eka sandi untuk membeli bensin motor yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry geng geng Oke setelah kemarin kita membahas tentang pencarian mengenai sosok Linda dan tiga orang DPO yang sampai sekarang belum ditemu kan gua cukup kaget ternyata berdasarkan investigasi dan asumsi-asumsi liar dari netizen kita jadi punya beberapa nama yang akhirnya bisa dikatakan membuat kasus ini semakin mengerucut hal ini cukup mengagetkan dan gua rasa nih ya ketajaman insting netizen ini pasti setelah menonton film Va sebelum 7 Hari Yang mana Banyak netizen yang merasa geram terhadap kejamnya para pelaku dalam melakukan aksi keji mereka terhadap Fina dan juga Eki nah yang membuat netizen lebih geram lagi adalah ternyata ada sosok Linda yang sampai saat sekarang ini belum muncul di publik dan juga tiga DPO yang kabarnya Sudah 8 tahun tapi belum tertangkap dan sampai saat sekarang ini netizen juga masih bekerja keras Nih mengungkap tiga nama DPO itu sampai-sampai beberapa orang yang ada di dalam kasus ini juga ikut terblow up mulai dari sosok ayahnya Eki ya kan Eki salah satu korban di dalam kasus ini ternyata Ayahnya adalah seorang polisi berpangkat padahal ya selama ini yang kita tahu nih dari umornya itu justru si pelaku yang bernama Egy yang merupakan anak polisi tapi justru kali ini terbongkar bahwa salah satu dari korban yaitu yang laki-laki bernama Eki justru dialah yang anak polisi Nanti kita bakal bahas tentang sosok ayahnya Eki ini nah selain itu kita juga bakal bahas tentang pengakuan dari salah satu tersangka yang sebelumnya ikut tertangkap bersama delapan orang yang lain dia ini bebas duluan karena dia masih di bawah umur Terus putusan untuk hukumannya juga lebih ringan dari yang lain namanya itu adalah Saka Tatal nah dia Ini juga udah ngasih keterangan ya tentang kasus ini yang mana pengakuan dia itu cukup mengejutkan dan nanti juga kita bakal bahas tentang delapan tersangka yang sudah ditangkap yang tiba-tiba mengubah keterangan mereka sampai kepada Pengakuan dari para kuasa hukum tersangka yang menangani kasus ini Nah dari fakta-fakta terbaru ini nanti bakal terungkap sudut pandang lain terhadap kasus ini karena banyak banget kejanggalan-kejanggalannya mulai dari asumsi yang mengatakan kalau kasus ini tidak dituntaskan gara-gara tiga orang belum tertangkap sampai ternyata ada kejanggalan juga yang dirasakan oleh para tersangka yang sudah tertangkap nanti kita bakal mengurai satu demi satu fakta tentang keterangan yang ada di publik sekarang mengenai kasus ini Nah langsung aja kita bahas secara lengkap tentang kasus yang satu ini dipermisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] oke untuk pembahasan pertama kita langsung masuk ke dalam pembahasan munculnya sosok Ayah Eki jadi geng Sebelumnya kan kita udah ngebahas nih adanya sebuah capturan chat yang mana capturan tersebut adalah dari orang yang mengaku sebagai Linda yang asli dan pada awalnya banyak yang mengira kalau itu adalah settingan nah tapi ternyata orang yang mengaku Linda yang asli ini itu membocorkan kalau ayah dari salah satu korban yaitu Eki adalah seorang Po dan ternyata ini benar akhirnya dari pemberitaan kita bisa ngelihat sosok asli dari ayah Eki yaitu yang bernama Iptu Rudiana di dalam sebuah video berdurasi 1 menit 59 Detik Nah video tersebut ada di sebuah akun Instagram dengan username Rudiana Bison yang kalau gua lihat dari akunnya nih ya ini kayak akun pribadi milik Pak Rudiana yaitu ayah dari Si Eki sendiri di dalam video yang dibagikan di Akun tersebut itu kayak Pak Rudiana ini memberikan tanggapan atas tuduhan netizen yang mana netizen mempertanyakan ke mana Ayah Eki kenapa keluarganya semacam tidak bergerak ya kan padahal aslinya Ayahnya adalah seorang polisi dan di video itu dia menjelaskan kalau selama 8 tahun ini dia sebagai ayah dari korban itu tidak tinggal diam atas kasus yang menimpa anaknya dan Pak Rudiana ini mengaku masih terus berupaya dan bekerja sama dengan pihak Reskrim untuk mengungkap kasus ini Serta memohon doa agar pelakunya bisa tertangkap ya kita aminkan gitu ya amin ya rabbal alamin semoga cepat tertangkap nih geng terus geng selama 8 tahun itu juga Pak Rudiana ini mengatakan kalau dia berusaha untuk bersabar atas meninggalnya Eki tersebut terus enggak cuma itu Pak Rudiana ini juga menyampaikan kepada para netizen nih untuk tidak membuat statement-statement atau mudah berasumsi liar agar tidak membuat keluarga menjadi lebih bersedih lagi beliau meminta kepada semua orang agar mendoakan Eki supaya bisa tenang di alam sana dan pelakunya yang tiga orang lagi bisa segera tertangkap dari video tersebut kalian bisa lihat sendiri geng Bagaimana rasa kehilangannya beliau terhadap musibah bah yang menimpa anaknya ini nah beliau berbicara di saat itu terlihat gemetar dan juga seperti sedang menahan tangis nah kalian bisa lihat sendiri geng ya dari video yang beredar Saya adalah orang tua kandung dari almarum Muhammad Rizki Rudi atau Eki nah terus geng ada sebuah podcast yang ada di YouTube nama channelnya itu adalah diskursus net nah di mana Di sana dihadirkanlah kuasa hukum dari tersangka yang bernama Titin pria Lianti berdasarkan fakta persidangan dan keterangan dari Pak Rudiana Pak Rudiana ini berusaha untuk menyelidiki penyebab kematian dari Eki dengan melihat motor Eki yang berada di Polsek Talun dan merasa curiga kalau penyebab kematian anaknya ini bukan karena kecelakaan karena di saat itu kan awalnya dianggap kecelakaan nih pak Rudiana ini sempat melihat kondisi motor milik Eki yang tidak mengalami kerusakan parah seperti habis kecelakaan gitu nah lalu singkat ceritanya pada saat jam 12.00 siang di dekat SMP 11 dia sempat bertemu dengan dua orang laki-laki yang bernama AB dan juga Dede yang mana dua orang ini sebenarnya bukanlah warga asli sana melainkan hanya sebagai karyawan di tempat cuci mobil yang berlokasi tepat di samping sekolah A dan Dedek itu bukan warga asli di situ dia itu e karyawan yang di cucian mobil di situ ada cucian mobil Pak di samping sekolah itu nah Pak Rudiana ini sempat menanyakan kepada dua orang tersebut mengenai kejadian dan adanya orang yang dikejar-kejar oleh geng motor sambil dia menunjukkan foto motor milik Eki jadi dikasih lihat tuh kamu lihat ini enggak Kamu sempat e nyaksiin enggak ada orang yang dikejar-kejar motornya ini gitu di saat itulah Aep dan Dede ini menceritakan kepada Pak Rudiana kalau mereka memang sempat melihat motor tersebut dikejar oleh segerombolan orang yang merupakan geng motor nah dia juga menjelaskan salah satu orang di dalam gerombolan tersebut menggunakan hansapash nah Aep ini juga mengatakan kalau orang-orang tersebut biasanya ber kumpul di sebuah tempat yang mungkin itu menjadi basecam mereka Lalu setelah itu Pak Rudiana akhirnya meminta nomor handphone dua orang ini gunanya adalah biar bisa memberikan informasi lebih lanjut nantinya karena kan mereka sebagai saksi Lalu 3 jam kemudian tiba-tiba nih pak Rudiana Dapat telepon dari dua orang saksi tadi jadi dua orang saksi ini ngasih tahu ke Pak Rudiana kalau mereka melihat segerombolan orang yang dimaksud itu sedang berkumpul lagi dan Pak Rudiana di saat itu langsung menelepon empat anak buahnya untuk melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang dimaksud yang mana Jumlahnya ada tuuh orang Dan di saat itu dilakukan dengan spontan tanpa adanya surat perintah penangkapan nah penjelasannya kayak gitu kurang lebih dan kebetulan di saat itu pak Rudiana masih menjabat sebagai kepala unit atau Kanit narkoba dan di saat itu ketujuh orang yang dicurigai tadi langsung ditangkap dan dibawa ke Polres Cirebon nah di dalam podcast yang gua sebutkan tadi jadi si pengacara para tersangka ini Berus usaha menjelaskan kalau insting dari Pak Rudiana ini sudah sangat yakin kalau anaknya itu adalah korban eksekusi dihabisi nyawanya bukan karena kecelakaan karena instingnya dia sebagai seorang polisi itu cukup tajam dan kuat nah tapi yang menjadi fokusnya di sini adalah mengenai proses penangkapan para tersangka yang mana menurut si kuasa hukum para tersangka ini ternyata ditangkap tanpa adanya surat perintah penangkapan jadi secara spontan gitu aja setelah dilaporkan oleh dua orang saksi nah sebenarnya di sini Memang agak ada pro dan kontra ya Geng kalau misalkan berdasarkan hukum negara kita nih ya ini kan ee tertulis tuh ya berdasarkan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2009 pasal 17 ayat 1B itu ditulis dalam melakukan penangkapan setiap petugas wajib untuk menunjukkan Surat Perintah penangkapan kecuali dalam keadaan tertangkap tangan Nah jadi maksudnya tertangkap tangan itu adalah dalam kondisi itu orang memang sedang melakukan tindakan kriminal gitu misalkan kayak orang lagi bawa narkoba Nah itu tanpa surat penangkapan bisa langsung ditangkap nah di dalam penangkap yang dilakukan oleh ayahnya Eki ini Nah itu ternyata menjadi sorotan tersendiri dari si kuasa hukum para tersangka ini yang dia bicarakan di dalam podcast tersebut karena tujuh orang yang dianggap tersangka tersebut itu ditangkap bukan dalam kondisi tangkap tangan atau bukan dalam kondisi sedang melakukan tindakan pidana Nah jadi bisa dikatakan ya butuh Surat Perintah sebenarnya dan ternyata informasi mengenai Pak Rudiana yang melakukan penangkapan tanpa adanya surat penangkapan ini ternyata ada di dalam fakta persidangan geng dan ternyata hal itu itu juga dipermasalahkan loh geng jadi Pak Rudiana ini ya bisa dikatakan Walaupun dia sebagai seorang ayah dari korban sekaligus petugas kepolisian tapi ternyata dia dianggap tidak di dalam ranahnya karena di saat itu pak Rudiana ini merupakan kepala unit narkoba sehingga beliau itu memang khususnya untuk melakukan penangkapan atau menangani ya kasus kriminal narkoba tapi ya di dalam kasus ini kita bisa melihat sendiri ya geng gimana rasanya perasaan seorang ayah gitu kan anaknya berakhir dengan tragis kayak gitu ya mana peduli lagi dia ya sama pangkatnya Ya otomatis dia akan mengerahkan seluruh tenaganya power yang dia punya apapun yang dia punya untuk menyelesaikan hal itu gua rasa di sini mungkin ya Secara kemanusiaan nih sangat wajar walaupun secara hukum secara aturan mungkin ya mungkin ini dianggap melanggar secara undang-undang tapi untuk hal ini Mungkin kalian bisa menanggapi geng Menurut kalian gimana coba tinggalkan komentar di bawah atas apa yang dilakukan oleh Pak Rudiana ini kalau gua jujur secara pribadi jika hal ini terjadi pada anggota keluarga gua Mungkin gua akan melakukan hal yang sama gitu Ya karena ya sakit banget rasanya gitu kan anggota keluarga kita menjadi korban keganasan beberapa kelompok orang yang tidak bertanggung jawab Oke Nah itu adalah salah satu fakta tentang munculnya sosok Ayah Eki yang mengagetkan masyarakat setelah 8 tahun masyarakat baru tahu ternyata ayahnya Eki adalah seorang polisi Oke sekarang kita masuk ke dalam pembahasan selanjutnya yaitu dicabutnya keterangan para tersangka setelah sebelumnya mereka memberikan keterangan yang berbeda jadi geng ada update terbaru mengenai delapan tersangka yang sebelumnya sudah ditangkap nah ternyata ketika kasus ini masih diselidiki oleh Polresta Cirebon itu ada beberapa kejanggalan selama penyelidikan yang tidak diungkapkan di publik keterangan ini nih Geng itu berasal dari direktur reserse kriminal umum Polda Jabar yang bernama Kombes Pol Surawan ketika berkas perkara dilimpahkan dari Polresta Cirebon ke Polda Jabar itu delan pelaku tersebut malah cabut keterangan BAP mereka padahal nih ya ketika mereka ini diperiksa di Cirebon kedelapan tersangka ini dinilai koperatif dan mereka bahkan menjelaskan mengenai keterlibatan tiga tersangka lain yang belum ketangkap Jadi mereka ceritain tuh Tapi anehnya ketika mereka sudah di poolda mereka malah mencabut keterangan tanpa sebab dan tidak mengakui perbuatan mereka terhadap kasus ini Pak Surawan ini menegaskan padahal saat itu para penyidik yang memeriksa mereka ini tidak melakukan intervensi apapun terhadap para tersangka nah ini menurut pengakuan Pak suraw dan pemberitaan ini kalian bisa lihat sendiri di beberapa artikel di media sudah ada di sini kan aneh banget berarti ya dari pihak polisi kan mengaku tidak ada intervensi tidak ada penekanan tidak ada pengancaman apapunlah terhadap para tersangka nah lalu Siapa yang mengintervensi delapan tersangka ini Apakah si 3A DPO Tadi mereka yang nakut-nakutin delan orang ini supaya delan orang ini tidak buka suara Berarti si 3 DPO ini bisa jadi orang kuat dong ya kan kuat dalam artinya dua hal nih bisa aja dia kuat terhadap delan orang yang artinya mereka bertiga ini pemimpin dari kelompoknya atau atau kuat dalam artian mereka bertiga ini adalah dari keluarga yang berpengaruh kan bisa gitu ya Nah apalagi di dalam hal ini kalau memang mereka mengintervensi ya berarti mereka kuat banget bisa mengintervensi yang del8an orang tadi setelah kasusnya dilimpahkan kepada institusi yang lebih besar yaitu Polda jaabber dan sekarang lebih gilanya adalah kasus ini dipegang langsung oleh Bang Hotman Hotman Paris yang mana reputasi beliau di dalam menangani kasus-kasus besar itu Tidak diragukan lagi dan Bang Hotman Paris Pun itu mengeluarkan statement yang mana Beliau juga menduga ada yang mengubah hasil berita acara pemeriksaan atau BAP yang awalnya berasal dari delapan tersangka ini geng ada tiga orang lagi tapi pada saat dilimpahkan ke Kejaksaan mereka merubah BAP sehingga diduga ada pengaruh di sini dan perihal delapan tersangka yang tiba-tiba mencabut pengakuan mereka ini juga diakui oleh kuasa hukum mereka yang bernama Jogi naingoland nah Beliau juga buka suara nih kuasa hukum yang bernama Jogi ini menangani sebanyak lima tersangka yaitu yang bernama Jaya Suprianto Eka sandi Hadi Saputra dan Eko Ramadan di dalam persidangan sampai saat vonis dijatuhkan kepada lima tersangka tersebut menurut keterangan dari Jodi Ini kelima kliennya itu mencabut BAP karena merasa terintimidasi secara fisik sebagaimana foto yang sempat tersebar di media sosial nah kalian bisa lihat sendiri ada fotonya yang tersebar kayaknya sih enggak pakai baju terus bonyok-bonyok gitu ya Nah di dalam situ tuh ada enam orang yang limanya itu ditangani oleh Jodi ini nah semua foto itu menurut pengak uan Jodi ini dikatakan diambil setelah mereka menjalani pemeriksaan di saat itu dikatakan semua terduga pelaku ini tersangka ini mengalami kekerasan fisik anehnya nih ya di saat para tersangka ini diperiksa untuk membuat BAP para tersangka ini tidak sama sekali didampingi oleh kuasa hukum masing-masing jadi di saat itu kuasa hukum yang bernama Jodi ini belum ada gitu belum menjadi kuasa hukum pada tersangka nah sehingga di saat itu ketika prosedur pemeriksaan terhadap para tersangka ini dilakukan tidak ada satupun kuasa hukum dari para tersangka yang mengetahui bagaimana proses pemeriksaan itu berlangsung Apakah sesuai dengan prosedur atau enggak Nah jadi menurut Kuasa hukumnya ini mereka tuh mencurigai gitu ya ini gimana sih prosedur pemeriksaannya apakah mereka dipaksa mengaku atau enggak Kalau benar ini ada tindakan kekerasan ya Berarti ada paksaan nih untuk para tersangka ini mengaku kalau merekalah yang melakukan tindakan kriminal tersebut nah ini bakal relate nanti geng dengan cerita di belakang ya tentang pengakuan salah satu tersangka yang sudah bebas yaitu yang namanya sakatatal nanti sakatatal ini mengaku kalau dia adalah ya korban salah tangkap katanya dan dia dipaksa mengaku nanti kita di belakang bakal ceritain nih dari pengakuan si kuasa hukum yang bernama Jodi ini ya dia mencurigai bahwa si tersangka-tersangka ini dipaksa untuk mengaku dipaksa untuk mengaku menjadi pelaku gitu Ini benar-benar apa Ya bikin kita tuh makin bingung ya jadi kayak bertanya-tanya di dalam hati gua tuh apa mungkin mereka yang ditangkap kalau memang bukan pelaku pelaku aslinya yang tiga lagi DPO dan Linda Menurut kalian gimana geng gue jadi kayak mungkin ggak ya gitu makanya ini plot tst-nya Bikin merinding gitu Gila banget 8 tahun bisa kayak gini e perjalanan kasusnya tapi enggak heran sih ya kalau kita berbicara kejadian di Jawa Barat ini enggak cuma sekali ini yang ee apa ya yang agak belibet kita bisa lihat kejadian ibu dan anak yang di Subang ya kan Setelah beberapa tahun kemudian baru kebongkar bahwa pelakunya ternyata bapaknya sekarang malah dicurigai lagi abangnya ya kan Terus yang satu lagi kasus Noven sampai S sekarang bahkan tidak diketahui siapa pelakunya padahal pelakunya jelas wajahnya ada di CCTV gitu nah ini kan ya semakin menambah pertanyaan dari para wargaanet masyarakat gitu ya ini kasus-kasus di Jawa Barat ada beberapa yang masih belum terungkap termasuk salah satunya adalah kasus Fina di sini makanya nih The Power of netizen sangat dibutuhkan nih geng untuk terus mengawal kasus ini Oke kita balik lagi nih menurut pengakuan si Kuasa hukumnya ini bisa jadi nih ya di awal ketika mereka e diperiksa atau dilakukan BAP yaitu di Polresta Cirebon mereka itu mengakui karena menurut Kuasa hukumnya mereka enggak kuat nahan tekanannya nah ketika kasus ini dilimpahkan ke Polda Jabar di saat itu mereka merasa nah ini udah berbeda nih yang nanganin nah di saat itu mereka merasa tidak di bawah tekanan akhirnya mereka merubah keterangannya Nah itu menurut keterangan si Kuasa hukumnya geng Nah bahkan si pengacaranya ini mengaku ketika proses pelimpahan berkas perkara dari Polresta Cirebon ke Polda Jabar Nah di situ dia mendampingi dia ikut dan dikatakan lagi Jogi ini di saat itu juga berharap akan ada pemeriksaan ulang yang dilakukan oleh polde Jabar seperti misalnya melihat rekaman CCTV atau memeriksa lagi para saksi nah tapi sayangnya dikatakan pemeriksaan yang diharapkan tersebut tidak terjadi nah saat berkas perkara dipakai di persidangan atas keterangan awal dari para tersangka ini si kuasa hukum bernama Jogi ini tetap Bersi keras dia mengatakan kalau para tersangka atau kliennya ini tidak bersalah dan tidak terlibat dalam kasus tersebut nah menurut dia di saat itu majelis hakim tetap menjatuhkan hukuman bagi para tersangka nah ini di sini makin aneh aja ya geng dan apa ya plot twistnya ternyata selama ini menurut pengakuan si Kuasa hukumnya justru klien-kliennya Ini atau para tersangka ini enggak terlibat dan bahkan menurut Kuasa hukumnya tidak ada bukti yang otentik Jadi enggak ada gitu kayak rekaman CCTV yang memperlihatkan mereka benar-benar melakukan penganiayaan tersebut atau bukti sidik jari atau bukti apapun tapi atas dasar pengakuan di awal yang dianggap kalau mereka itu di bawah tekanan Nah itu menjadi putusan hakim untuk menyatakan mereka ini bersalah dan untuk saat ini kuasa hukum yang bernama Jogi ini Berencana untuk melakukan peninjauan kembali atau PK karena masih yakin kalau kelima kliennya yang sudah ditangkap adalah korban dari rekayasa kasus katanya nah namun walaupun begitu Beliau juga mengatakan dia tetap mendukung nih upaya dari Polda Jabar untuk bisa mengusut kasus penghilangan nyawa terhadap Vina ini secara transparan Nah itu kan pengakuan tidak bersalah lima tersangka tersebut berasal dari si Kuasa hukumnya sementara lima tersangka ini tidak bisa diwawancara gitu kan Nah sekarang kita bakal cek nih Pengakuan dari salah satu tersangka yang sekarang sudah bebas yang bernama Saka Tatal Saka Tatal ini ketika ditangkap itu masih berusia ya di bawah umurlah dia dijatuhi hukuman vonis kurungan penjara selama 8 tahun dan mendapatkan pengurangan masa tahanan selama 4 tahun jadi dia menjalani ya 4 tahun lah kurang lebih dan keputusan ini disebabkan karena menurut Hakim di saat itu perbuatan dari sakatatal bersama dengan teman-temannya ini meresahkan masyarakat dan membuat dua orang meninggal dunia yaitu Va dan Eki dan menurut Hakim di saat persidangan Saka Tatal ini itu menurut Hakim tuh dianggap berbelit-belit alias tidak mengakui gitu selama proses persidangan sehingga menghambat proses pemeriksaan perkara tapi banyak yang berasumsi nih geng tentang Mengapa Saka Tatal ini berbelit-belit ada dua hal bisa jadi dia memang sedang mengarang atau berbohong atau yang kedua dia mengarang dan berbohong karena memang tidak mengalami kasus itu ya kan karena dia bukan pelaku misalkan tapi dia ya mau enggak mau harus mengakui hal tersebut karena menerima intervensi ya kan menerima e intimidasi tekanan gitu akhirnya dia ya berbelit-belit ketika menceritakan kronologinya untuk mengakui kalau dia terlibat Nah ada beberapa masyarakat yang beranggapan seperti itu di dalam kasus ini sakatatal yang diberikan hukuman lebih ringan dari yang lain setelah bebas Dia memberikan sebuah pengakuan yang mengejutkan ketika diwawancara Saka Tatal ini mengaku pada saat kejadian Va dan Eki meninggal Dia tidak berada di tempat lain melainkan di dalam rumah bersama dengan kakaknya pamannya yang bernama Eka Sandi dan juga teman-temannya yang lain juga ketika dia ditanya nih mengenai e Va dan Eki Apakah dia kenal dia bilang ya kalau dia enggak kenal keduanya dan kemudian dia juga menceritakan kronologi dari sudut pandangnya dia ketika dia ditangkap saat itu dia dimintai tolong oleh pamannya yang bernama Eka sandi untuk membeli bensin motor Nah setelah dia selesai mengisi bensin akhirnya dia ngembaliin motor ke Eka sandi pamannya yang di saat itu memang sedang nongkrong di dekat SMP 11 nah namun ketika dia sedang ngantar motor itu ada beberapa polisi yang tiba-tiba berada di lokasi tersebut dan sedang menangkap beberapa orang termasuk dengan si Eka sandi pamannya nah belum sempat Dia memberikan motornya kepada si pamannya Eka sandi tiba-tiba dia langsung ditangkap dan ketika ditangkap itu pun pihak kepolisian yang menangkap Saka Tatal ini tidak memberikan Keterangan Yang pasti katanya tidak memberikan ee penjelasan Kenapa dia ditangkap Nah dari saat itu Saka langsung dibawa ke Polresta bersama beberapa orang yang lain dan Sesampainya di sana Saka mengaku kalau dia dipukuli untuk diminta mengakui perbuatan yang menurut dia tidak dia lakukan katanya nah bahkan Pengakuan dari Saka Dia enggak cuma dipukulin dia juga sampai diinjak sampai disetrum intinya menurut pengakuannya itu dia disiksa agar mau mengakui perbuatan yang yang tidak dia lakukan dan menurut Saka yang melakukan tindakan tersebut adalah pihak yang berwajib yang menangkap dia Kenapa saka mau sampai dijebloskan ke penjara karena terpaksa saya waktu ditangkap saya dipukulin sama polisi diinjak-injak disiksa disetrum walaupun saya dikasih makan dikasih makan kayak binatang dilempar nasi saya mengaku karena udah enggak kuat tahanan tubuh orang juga dipukulin sama orangnya dipukulin sokatkatnya orang dipukulin di situ diinjak-injak disiksa tahanan tubuh orang tu beda-beda nah itu pengakuan dari Saka geng Nah gimana tuh menurut penilaian kalian tentang pengakuan dari salah satu tersangka yang sudah bebas ini atas pengakuan sakatatal ini ya geng sebenarnya E netizen enggak terima Sebenarnya ya banyak yang enggak terima sempat tersebar sebuah video yang memperlihatkan siakataatal ini katanya sempat foto bareng sama Vina apa Linda terus ada si Egi ada orang yang sedang DPO itu yang pakai plug itu nah sempat kesebar nih geng nih gua kasih lihat ya nanti kita tampilin lebih dekat gua sempat lihat di tiktok tuh ada ini kan si Saka pas dia lagi mengaku apa bikin pengakuan di interview TV itu terus dia bilang dia bukan pelaku tapi ada netizen yang nyebarin foto dengan membuat ini Saka Egi dan ini engak tahu siapa terus ini lagi Saka Egi Linda menurut gua ini bukan Saka ini mungkin ya bentuk mukanya sama tapi perbedaannya tahu enggak apa Saka yang udah bebas dari penjara telinganya itu apa ya telinganya itu mulus-mulus aja enggak ada bekas plak ini kan plug namanya karenaap pun kalau misalkan bekas plug ini dijahit ya karena kan untuk ngobatinnya kembali normal harus dijahit pasti ada bekasnya tapi di telinga dia Kayak enggak ada bekasnya sementara orang yang dituduh oleh netizen ini kalau di zoom di telinganya itu ada plak hitam jadi netizen asal nuduh nih jadi di dalam e foto ini bisa dipastikan si sakatatal ini tidak mengenal orang yang dicurigai sebagai Egi tersebut gitu nah terus kita balik lagi nih ke pengakuan si Saka Tatal jadi Setelah dia menerima intimidasi dan terpaksa harus mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan tersebut Saka sempat ditanyai mengenai tiga DPO yaitu Egi Dani dan Andi nah di antara ketiga DPO tersebut Saka ini ditanya Apakah dia kenal dengan tiga DPO tersebut jadi yang nanya tuh pihak membawa berita ya saat dia diinterview nah namun dari pengakuan Saka Dia benar-benar enggak kenal sama orang-orang yang dianggap DPO ini dan dia juga mengaku kalau dia bukanlah anggota dari geng motor mana pun dan bahkan Saka mengaku kalau dia enggak punya motor Ya gimana mau masuk Geng Motor katanya Lalu bagaimana dengan enam tersangka lain gitu kan enam tersangka lain itu kan termasuk yang si pamannya yang bernama Eka sandi dia bilang ya yang lain Saya kenal karena yang memang itu adalah teman nongkrongnya Paman saya si Eka sandi nah namun di antara tongkrongan itu ada satu orang yang tidak dikenali oleh Saka yaitu itu yang bernama Rivaldi adityya Wardana bahkan ketika berada di kantor polisi Saka sempat kebingungan karena dia benar-benar enggak kenal dengan si Rivaldi ini Nah di sini makin bingung kan geng menurut pihak kepolisian pencabutan atau perubahan atas keterangan ya perubahan bap-nya gitu ya Itu kan menurut kepolisian dilakukan oleh para tersangka ini karena Keinginan mereka sendiri tidak ada intervensi atau intimidasi dari pihak kepolisian Tapi sementara dua pengakuan nih dari pengacara lima tersangka ya kan tidak termasuk Peng acaranya Saka ya karena pengacara Saka ini Beda orang lagi nah lima tersangka yang yang pengacaranya itu bernama Jogi mengaku kalau lima kliennya ini diintimidasi katanya dipaksa untuk mengaku terus datang lagi Pengakuan dari Saka dan ini keluar dari mulut Saka langsung tidak melalui Kuasa hukumnya memang dia di saat itu didampingi sama Kuasa hukumnya ada seorang ibu-ibu gitu ya dan ya Saka juga mengaku kalau dia dipaksa untuk mengaku sebagai pelaku dan dia diintimidasi makanya ketika berkasnya dilimpahkan ke Polda Jabar mereka merubah semua keterangannya merubah bap-nya karena merasa mereka tidak melakukan huh gila ini kalian yang bisa nilai Geng kalau gue jujur aja gua enggak bisa nilai sih makin bingung aja gua kalau memang si Saka ini enggak salah lima orang lain enggak salah gila sih itu anak sudahah dipenjara 4 tahun loh menghabiskan 4 tahun umurnya di saat itu dia di bawah umur di dalam juruji besi sementara tiga DPO lain yang diyakini sebagai pelaku utama malah bebas melenggang kangkung di luar dan bagaimana dengan Linda gitu ya nih orang kenapa enggak muncul-muncul gitu Gua juga bingung itu kan keluarganya Vina ngaku mereka rekam suara kerasukan itu langsung dari Linda Kenapa mereka Enggak ajak Linda gitu ya ketika wawancara atau podcast di Deni Sumargo kan ajak aja sosok lindanya ngakuin di situ kenapa enggak kenapa sampai sekarang tuh sosok Linda tuh enggak ditampilin gitu ya itu yang makin bikin bingung nah untuk saat ini Saka ini berharap namanya dia bisa dipulihkan karena menurut dia setelah Kejadian ini ya dia agak kesulitan mencari pekerjaan tidak bisa hidup dengan normal karena statusnya dia sebagai seorang tersangka atau pelaku penghilangan nyawa terhadap Vina dan Eki ya semogalah ya cepat terungkaplah kasus ini ya kalau memang nih orang enggak bersalah ya cepat terungkap juga cepat terangbenderang semuanya dan tiga DPO tersebut cepat tertangkap gitu nah sekarang kita bahas fakta lain yang diungkapkan oleh kuasa hukum para tersangka ini jadi geng setelah kasus ini menjadi pembicaraan kembali di kalangan masyarakat nah kuasa hukum tersangka itu masing-masing kan angkat bicara nih jadi ada salah satu kuasa hukum tersangka yang bernama Titin yang menurut gua nih ya beliau ini sangat membantu untuk memberikan Insight baru terkait kasus ini jadi keterangan dari beliau itu kan selama ini jarang kita dengar di media sekarang malah ada keterangan baru dari beliau yang Wah bikin kaget sih menurut gue jadi kuasa hukum yang bernama Titin ini menjelaskan sejak awal persidangan mengenai kasus ini dilakukan itu ya semuanya secara tert tutup tanpa adanya media yang diperbolehkan untuk Meliput ketika persidangan dilangsungkan loh Baru tahu ya gila gue juga baru tahu Padahal gua udah ceritain kasus ini tuh 9 bulan lalu gitu dan sidang tertutup ini dilakukan saat sidang anak untuk si Saka yang saat itu dikatakan masih di bawah umur tapi juga berlaku sama untuk sidang para tersangka yang sudah dewasa nah pernyataan Kuasa hukumnya ini itu ada di dalam sebuah podcast yang bernama di kurursus Net di sana dia mengatakan alasan persidangan tersebut dilakukan secara tertutup itu disebabkan karena adanya dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa Vina nah gara-gara persidangan tersebut bersifat tertutup akhirnya banyak publik yang tidak mengetahui hasil persidangan tersebut makanya ketika ada keterangan dari sakatatal keterangan dari pengacara yang bernama Jogi kita jadi Kaget gitu geng ya oh selama ini ternyata para tersangka itu tidak mengakui perbuatannya toh dan ternyata dari awal ditangkap para tersangka ini bonyok-bonyok tuh Ee atas pengakuan tersangka nih ya Dik akan mereka mendapatkan intimidasi Wah gila ini benar-benar sebuah fakta yang bikin kita tuh jadi apa ya hati kita jadi terbolak-balik gitu kan harus percaya ke siapa nih pengacara yang bernama Titin ini juga menjelaskan kalau dalam tuntutan itu dikatakan Eki meninggal karena ditusuk di bagian dada dan juga perut menggunakan benda tajam namun berdasarkan hasil fisum maupun otopsi menyatakan tidak adanya luka tusukan benda tajam P tubuh Eki di bagian tubuh manapun nah tapi I ini justru meninggal karena hantaman benda tumpul tepat di bagian belakang kepalanya jadi itu penyebab yang sebenarnya Tapi di dalam tuntutan dikatakan dia ini meninggal karena tusukan benda tajam Nah di sini nih semakin membingungkan lagi Nah untuk memperkuat bukti bahwa Eki ini meninggal bukan karena benda tajam dibawalah sebuah barang bukti yaitu berupa kaos yang digunakan oleh Eki pada saat kejadian di mana pada kaos tersebut tidak terdapat bekas sobekan yang mengindikasikan adanya bekas tusuk benda tajam nah Hal inilah yang membuat para kuasa hukum tersangka meyakini Kalau klien mereka bukanlah pelaku sebenarnya dari kasus Vina dan Eki ini gara-gara isi tuntutan dan hasil visum itu berbeda jauh terus ada lagi yang mengagetkan nih geng dikatakan nih ya di dalam tuntutan tersebut tertulis Kalau Vina ini mengalami tindakan ruda paksa ya kan digilir oleh para pelaku sesuai dengan yang ada di film nah tetapi untuk hasil otopsinya memang yang dikatakan ditemukan cairan pria terdapat di tubuhnya Vina terutama di bagian alat vitalnya yang mengindikasikan adanya aktivitas seksual di sana Tapi anehnya nih menurut kuasa hukum yang bernama Titin ini temuan tersebut tidak bisa dijelaskan secara detail itu cairan milik siapa Apakah milik para tersangka atau Justru itu milik almarhum Eki si pacarnya Nah karena menurut kuasa hukum ini tidak ada pemeriksaan lebih lanjut mengenai cairan tersebut Seharusnya kan itu sangat gampang ya geng ya kan dilakukan penget tesan pengecekan ya Oh ini cairan pria ya kan dites ya kan dites sama dokter dicek dari semua tersangka yang ditangkap nih 8 orang tuh yang ditangkap kira-kira ini cairan milik siapa kalau memang di antara delapan orang itu salah satunya cocok gitu cairannya nah berarti dia adalah pelakunya Tapi itu tidak pernah dilakukan katanya oleh si pengacara ini dan dikatakan juga selama persidangan yang tertutup ini itu ternyata tidak ada pembahasan mengenai kasus ruda paksa dan di dalam dakwaannya pun tidak membahas mengenai tindakan ruda paksa yang dialami oleh Vina Waduh ini kok jauh berbeda dengan isi film ya padahal isi film itu kan sesuai dengan keterangan keluarga loh ya ini makin membuat kita tuh jadi pertanya-tanya apa benar gitu Ini yang ngomong kuasa hukum loh Kuasa hukumnya loh Langsung kuasa hukum tersangka Apa benar di dalam persidangan tidak dibahas nih mengenai ruda paksa dan cairan pria yang terdapat di tubuh Vina gitu kalau memang enggak dibahas terus kenapa di film ada kenapa di dalam setiap cerita dan kronologinya ada ini yang salah sebenarnya siapa siapa yang salah memberikan kronologi nih pengacara yang bernama Titin ini juga menjelaskan di dalam podcastnya ketika di podcast diskursusnet ini kalian boleh cek masih ada di sana dia menjelaskan kalau salah satu kliennya atau salah satu tersangka yang bernama Sudirman itu pernah sampai muntah darah karena mendapatkan pukulan dari lima orang tersangka lain padahal nih ya berdasarkan dari pengakuan anggota keluarga Sudirman dia ini memiliki masalah keterbelakangan mental atau susah diajak bicara paham Enggak maksudnya kayak ya orang berkebutuhan khusus gitu geng di dalam dakwaan nih ya dikatakan kalau para tersangka ini minum alkohol nah tapi Pengakuan dari keluarga si Sudirman ini enggak mungkin anaknya itu minum alkohol anaknya itu punya kelainan mental atau keterbelakangan mental dan selama ini sama sekali tidak pernah meminum alkohol seperti yang diungkapkan di dalam dakwaan yang mana dituduhkan para tersangka itu di bawah pengaruh alkohol atau dalam keadaan mabuk ketika mengejar Eki dan Vina sampai mengeksekusi keduanya dan kenyataannya nih menurut si kuasa hukum juga dan ini bisa dipertanggung jawabkan e bisa ditanyakan kepada warga sekitar gitu ya si Sudirman ini adalah anak baik-baik katanya dan dia sering berada di masjid Lalu bagaimana Sudirman bisa ditangkap nih geng Nah menurut ceritanya dikatakan Sudirman ini ditangkap ketika dia sedang berada di Gang rumahnya Sehabis pulang dari rumah kakaknya dan semua orang yang ditangkap ini ya kan sebagai tersangka ini seperti yang gua katakan sebelumnya geng mereka itu ditangkap atas pengakuan dua orang yang bernama Aep dan Dede namun anehnya si AB dan Dede ini selama persidangan tidak pernah dihadirkan oleh jaksa dengan alasan sulit mencari keberadaan mereka sehingga tidak bisa dipastikan apakah orang-orang yang ditangkap ini adalah benar orang yang dimaksud oleh Aep dan Dede atau bukan wah gokil gokil nih kisah flotwist banget nah kemudian pada akhirnya tanpa adanya kehadiran si AB dan Dede sebagai orang yang menuduh gitu ya si Sudirman yang sebenarnya mengal alami keterbelakangan mental ini mau tidak mau dijadikan tersangka bersama dengan ya para tersangka lainnya dan divonis penjara seumur hidup Kalau benar ini ceritanya begitu sedih banget engak sih punya kelainan mental Dia rajin di masjid enggak tahu apa-apa nerima-nerima aja pasrah aja dan harus dipenjara huh gila dan sama seperti pengakuan sisaka Tatal nih geng pengacara yang bernama Titin ini mengatakan di antara kedelapan orang yang ditangkap itu ada satu orang yang tidak di dikenal oleh EE tujuh lainnya yaitu yang bernama Rivaldi Rivaldi ini memang sedang tersandung kasus yang berkaitan dengan senjata tajam hanya saja kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian Cirebon kota hal yang sama juga diungkapkan oleh si pengacara yang awal tadi yang bernama Jogi yang mana dia mengklaim kalau lima kliennya itu tidak sama sekali mengenal siapa Rivaldi ini kok bisa mereka dianggap satu geng motor sementara tidak mengenal dan rumor yang berkembang tentang ee kedelapan tersangka ini adalah satu kelompok yang saling kenal itu dibantah oleh Jogi karena di dalam persidangan antara Rivaldi dengan ketujuh orang lainnya itu mereka benar-benar tidak saling mengenal Nah si pengacara yang bernama Jogi ini juga mengatakan di dalam persidangan ada sebilah bambu atau sebuah bambu yang dijadikan sebagai barang bukti dan pada saat rekonstruksi juga dipakai untuk adegan reka ulang memukul Vina dan Eki Tetapi menurut penilaiannya hal tersebut tidak benar karena bambu tersebut masih dalam kondisi baik utuh dan tidak rusak enggak ada bekas ee cairan merahnya enggak ada bekas kayak ya hancur karena habis dihantem gitu jadi mencurigakan banget Terus satu lagi ada alat bukti yaitu sebuah batu ya kan yang dikatakan e digunakan untuk menghabisi nyawa Vina dan Eki juga logikanya nih kalau itu batu beneran dipakai untuk menghabisi nyawa para korban udah pasti ada jejak kayak cairan merahnya atau mungkin kulitnya atau dagingnya gitu kan Tapi katanya enggak ada sama sekali di batu tersebut dari dua alat bukti ini menurut pengakuan si pengacaranya itu sangat mencurigakan semacam alat buktinya itu ya alat bukti yang mengada-ngada kata si pengacara nah lalu pengacara ini juga mengatakan semua dari tersangka ini ketika ditanyakan mengenai e kronologi di flyover mereka itu ceritanya berbeda-beda Karena pada dasarnya mereka semua memang tidak mengetahui dengan persis apa yang terjadi di sana di saat itu memang mereka mengaku kalau mereka memang sedang nongkrong di sebuah warung milik bunining Dan di saat itu kurang lebih mereka semua ada orang Nah karena kondisinya Udah larut malam dan suara mereka berisik Akhirnya mereka ini diminta untuk pindah tempat dan mereka pun pindah ke sebuah rumah milik pak RT yang mana salah satu di antara mereka adalah anak dari pak RT yang bernama kfi di sepanjang malam itu mereka mengaku kalau mereka ini tidur di rumah Pak RT dan keesokan paginya baru pulang Jadi bisa dikatakan ketika malam kejadian e Va gitu ya mereka ini tidak berada di fllyover tersebut mereka hanya mengunjungi dua tempat yaitu warung bunining lalu pindah ke rumah Pak RT sehingga ya apa yang yang terjadi di flyover di malam itu tentang Va dan Eki mereka tidak mengetahui sama sekali dan mereka 3 hari kemudian ditangkap dan anehnya dibawa ke Unit narkoba dan menurut pengakuan mereka mereka itu mendapat tindakan kekerasan di sana Nah itu semua keterangan menurut si pengacara yang bernama Jogi dan si pengacara yang menerama Jogi ini juga menegaskan kalau kasus seperti ini merupakan skenario jahat yang dilakukan oleh oknum penyidik katanya agar kasus seperti ini ada kambing hitamnya dan terlihat seperti benar-benar kasus penghilangannya nyawa Nah itu gimana tuh geng menurut Pengakuan dari kuasa hukum para tersangka kalian percaya dengan ucapan Dia Atau enggak coba tinggalkan komentar di bawah dan karena berdasarkan bukti-bukti yang ada nih ya geng ee salah satunya yaitu marka jalan terus e aspal yang tergores karena benturan oleh sepeda motornya Eki gitu ya lalu kemudian untuk membuktikan bahwa adanya kecelakaan di dekat sana itu ada lampu lalu lintas dan di bagian baut lampu lalu lintas tersebut ada serpihan e daging ya kan yang dikatakan itu adalah milik Eki yang mengindik asikan bahwa memang benar terjadi kecelakaan terlepas ada yang mengejar atau tidak Nah jadi si pengacara ini tetap yakin kalau ya dua orang ini si pasangan Va dan Eki ini benar-benar kecelakaan kok tapi ya kita enggak tahu kecelakaannya benar karena dikejar atau Justru karena kecelakaan tunggal tapi yang jelas ya memang kecelakaannya ada katanya gitu dan yang lebih mengagetkannya lagi keterangan dari si pengacara yang bernama Jogi ini mengatakan kalau kedelapan orang tersebut bukanlah anggota geng motor seperti pemberitaan selama ini mereka ini profesinya ada adalah buruh bangunan atau kuli bangunan dan mereka tidak mengenali baik Vina maupun Eki dan juga ketiga DPO yang disebutkan yaitu Egy Dani dan Andi dan kasus ini pun menjadi semakin pelik membingungkan dan ya enggak ada ujungnya kita makin E apa ya kita makin dibawa muter-muter nih geng Aduh siapa sih sebenarnya pelakunya ya kan malah sekarang yang dicurigai adalah si Linda bisa jadi Linda ini bersama tiga DPO lain pelaku sebenarnya nih dan baru-baru ini ya terungkap lagi katanya ada nama lain lagi yang EE sebenarnya DPO Enggak cuma tiga orang yang DPO yaitu seseorang yang bernama Panji anehnya nih ya di dalam berkas perkara itu ada nama Panji ini tetapi yang dirilis itu tidak ada nama panjinya Nah jadi timbul pertanyaan Apakah seseorang yang bernama Panji ini e sengaja tidak dirilis ke publik karena alasan-alasan tertentu atau karena apa gitu kalian coba cek aja nih geng Nih ada video nih gua dapatnya di tiktok gitu ya nih kalian cek sendiri ada nama si Panji tersebut Panji Wah makin aneh aja gitu ya nah nah gimana geng Menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini tentang update kasus Vina dan Eki ini Apakah kalian masih yakin delapan orang yang ditangkap itu beneran tersangka atau justru hanya korban salah tangkap atau dijadikan kambing hitam dan Menurut kalian apakah e nama-nama yang tersebar dan berhasil diinvestigasi oleh netizen yaitu Egi Andi dan juga Dani itu sesuai dengan apa yang dicurigai oleh netizen gitu ya Banyak tuh bukti-bukti dari status mereka Facebook mereka kalian yakin enggak kalau itu orangnya Coba deh tinggalkan komentar di bawah dan kita akan update ke pembahasan selanjutnya ketika berita ini sudah berkembang lagi gua bakal ajak kalian untuk ngebahas ini lagi