File TXT tidak ditemukan.
8 TERS4NGKA VINA & EKI MENGUNGKAP BANYAK KEJANGGALAN DALAM PENANGKAPAN
6yQNhdXCcvk • 2024-05-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
pada saat kejadian Vina dan Eki
meninggal Dia tidak berada di tempat
lain melainkan di dalam rumah bersama
dengan kakaknya pamannya yang bernama
Eka Sandi dan juga teman-temannya yang
lain juga ketika dia ditanya nih
mengenai e Vina dan Eki Apakah dia kenal
dia bilang ya kalau dia enggak kenal
keduanya dan kemudian dia juga
menceritakan kronologi dari sudut
pandangnya dia ketika dia ditangkap saat
itu dia dimintai tolong oleh pamannya
yang bernama Eka sandi untuk membeli
bensin
motor yo geng tekan tombol subscribe
geng e Yo what's good Welcome back to
kamar
[Musik]
Jerry geng geng Oke setelah kemarin kita
membahas tentang pencarian mengenai
sosok Linda dan tiga orang DPO yang
sampai sekarang belum ditemu kan gua
cukup kaget ternyata berdasarkan
investigasi dan asumsi-asumsi liar dari
netizen kita jadi punya beberapa nama
yang akhirnya bisa dikatakan membuat
kasus ini semakin mengerucut hal ini
cukup mengagetkan dan gua rasa nih ya
ketajaman insting netizen ini pasti
setelah menonton film Va sebelum 7 Hari
Yang mana Banyak netizen yang merasa
geram terhadap kejamnya para pelaku
dalam melakukan aksi keji mereka
terhadap Fina dan juga Eki nah yang
membuat netizen lebih geram lagi adalah
ternyata ada sosok Linda yang sampai
saat sekarang ini belum muncul di publik
dan juga tiga DPO yang kabarnya Sudah 8
tahun tapi belum tertangkap dan sampai
saat sekarang ini netizen juga masih
bekerja keras Nih mengungkap tiga nama
DPO itu sampai-sampai beberapa orang
yang ada di dalam kasus ini juga ikut
terblow up mulai dari sosok ayahnya Eki
ya kan Eki salah satu korban di dalam
kasus ini ternyata Ayahnya adalah
seorang polisi berpangkat padahal ya
selama ini yang kita tahu nih dari
umornya itu justru si pelaku yang
bernama Egy yang merupakan anak polisi
tapi justru kali ini terbongkar bahwa
salah satu dari korban yaitu yang
laki-laki bernama Eki justru dialah yang
anak polisi Nanti kita bakal bahas
tentang sosok ayahnya Eki ini nah selain
itu kita juga bakal bahas tentang
pengakuan dari salah satu tersangka yang
sebelumnya ikut tertangkap bersama
delapan orang yang lain dia ini bebas
duluan karena dia masih di bawah umur
Terus putusan untuk hukumannya juga
lebih ringan dari yang lain namanya itu
adalah Saka Tatal nah dia Ini juga udah
ngasih keterangan ya tentang kasus ini
yang mana pengakuan dia itu cukup
mengejutkan dan nanti juga kita bakal
bahas tentang delapan tersangka yang
sudah ditangkap yang tiba-tiba mengubah
keterangan mereka sampai kepada
Pengakuan dari para kuasa hukum
tersangka yang menangani kasus ini Nah
dari fakta-fakta terbaru ini nanti bakal
terungkap sudut pandang lain terhadap
kasus ini karena banyak banget
kejanggalan-kejanggalannya mulai dari
asumsi yang mengatakan kalau kasus ini
tidak dituntaskan gara-gara tiga orang
belum tertangkap sampai ternyata ada
kejanggalan juga yang dirasakan oleh
para tersangka yang sudah tertangkap
nanti kita bakal mengurai satu demi satu
fakta tentang keterangan yang ada di
publik sekarang mengenai kasus ini Nah
langsung aja kita bahas secara lengkap
tentang kasus yang satu ini dipermisi
peristiwa misteri dari berbagai sisi
[Musik]
oke untuk pembahasan pertama kita
langsung masuk ke dalam pembahasan
munculnya sosok Ayah
Eki jadi geng Sebelumnya kan kita udah
ngebahas nih adanya sebuah capturan chat
yang mana capturan tersebut adalah dari
orang yang mengaku sebagai Linda yang
asli dan pada awalnya banyak yang
mengira kalau itu adalah settingan nah
tapi ternyata orang yang mengaku Linda
yang asli ini itu membocorkan kalau ayah
dari salah satu korban yaitu Eki adalah
seorang Po dan ternyata ini benar
akhirnya dari pemberitaan kita bisa
ngelihat sosok asli dari ayah Eki yaitu
yang bernama Iptu Rudiana di dalam
sebuah video berdurasi 1 menit 59 Detik
Nah video tersebut ada di sebuah akun
Instagram dengan username Rudiana Bison
yang kalau gua lihat dari akunnya nih ya
ini kayak akun pribadi milik Pak Rudiana
yaitu ayah dari Si Eki sendiri di dalam
video yang dibagikan di Akun tersebut
itu kayak Pak Rudiana ini memberikan
tanggapan atas tuduhan netizen yang mana
netizen mempertanyakan ke mana Ayah Eki
kenapa keluarganya semacam tidak
bergerak ya kan padahal aslinya Ayahnya
adalah seorang polisi dan di video itu
dia menjelaskan kalau selama 8 tahun ini
dia sebagai ayah dari korban itu tidak
tinggal diam atas kasus yang menimpa
anaknya dan Pak Rudiana ini mengaku
masih terus berupaya dan bekerja sama
dengan pihak Reskrim untuk mengungkap
kasus ini Serta memohon doa agar
pelakunya bisa tertangkap ya kita
aminkan gitu ya amin ya rabbal alamin
semoga cepat tertangkap nih geng terus
geng selama 8 tahun itu juga Pak Rudiana
ini mengatakan kalau dia berusaha untuk
bersabar atas meninggalnya Eki tersebut
terus enggak cuma itu Pak Rudiana ini
juga menyampaikan kepada para netizen
nih untuk tidak membuat
statement-statement atau mudah berasumsi
liar agar tidak membuat keluarga menjadi
lebih bersedih lagi beliau meminta
kepada semua orang agar mendoakan Eki
supaya bisa tenang di alam sana dan
pelakunya yang tiga orang lagi bisa
segera tertangkap dari video tersebut
kalian bisa lihat sendiri geng Bagaimana
rasa kehilangannya beliau terhadap
musibah bah yang menimpa anaknya ini nah
beliau berbicara di saat itu terlihat
gemetar dan juga seperti sedang menahan
tangis nah kalian bisa lihat sendiri
geng ya dari video yang beredar Saya
adalah orang tua kandung dari
almarum Muhammad Rizki Rudi atau
Eki nah terus geng ada sebuah podcast
yang ada di YouTube nama channelnya itu
adalah diskursus net nah di mana Di sana
dihadirkanlah kuasa hukum dari tersangka
yang bernama Titin pria Lianti
berdasarkan fakta persidangan dan
keterangan dari Pak Rudiana Pak Rudiana
ini berusaha untuk menyelidiki penyebab
kematian dari Eki dengan melihat motor
Eki yang berada di Polsek Talun dan
merasa curiga kalau penyebab kematian
anaknya ini bukan karena kecelakaan
karena di saat itu kan awalnya dianggap
kecelakaan nih pak Rudiana ini sempat
melihat kondisi motor milik Eki yang
tidak mengalami kerusakan parah seperti
habis kecelakaan gitu nah lalu singkat
ceritanya pada saat jam 12.00 siang di
dekat SMP 11 dia sempat bertemu dengan
dua orang laki-laki yang bernama AB dan
juga Dede yang mana dua orang ini
sebenarnya bukanlah warga asli sana
melainkan hanya sebagai karyawan di
tempat cuci mobil yang berlokasi tepat
di samping sekolah A dan Dedek itu bukan
warga asli di situ dia itu e karyawan
yang di cucian mobil di situ ada cucian
mobil Pak di samping sekolah itu nah Pak
Rudiana ini sempat menanyakan kepada dua
orang tersebut mengenai kejadian dan
adanya orang yang dikejar-kejar oleh
geng motor sambil dia menunjukkan foto
motor milik Eki jadi dikasih lihat tuh
kamu lihat ini enggak Kamu sempat e
nyaksiin enggak ada orang yang
dikejar-kejar motornya ini gitu di saat
itulah Aep dan Dede ini menceritakan
kepada Pak Rudiana kalau mereka memang
sempat melihat motor tersebut dikejar
oleh segerombolan orang yang merupakan
geng motor nah dia juga menjelaskan
salah satu orang di dalam gerombolan
tersebut menggunakan hansapash nah Aep
ini juga mengatakan kalau orang-orang
tersebut biasanya ber kumpul di sebuah
tempat yang mungkin itu menjadi basecam
mereka Lalu setelah itu Pak Rudiana
akhirnya meminta nomor handphone dua
orang ini gunanya adalah biar bisa
memberikan informasi lebih lanjut
nantinya karena kan mereka sebagai saksi
Lalu 3 jam kemudian tiba-tiba nih pak
Rudiana Dapat telepon dari dua orang
saksi tadi jadi dua orang saksi ini
ngasih tahu ke Pak Rudiana kalau mereka
melihat segerombolan orang yang dimaksud
itu sedang berkumpul lagi dan Pak
Rudiana di saat itu langsung menelepon
empat anak buahnya untuk melakukan
penangkapan terhadap orang-orang yang
dimaksud yang mana Jumlahnya ada tuuh
orang Dan di saat itu dilakukan dengan
spontan tanpa adanya surat perintah
penangkapan nah penjelasannya kayak gitu
kurang lebih dan kebetulan di saat itu
pak Rudiana masih menjabat sebagai
kepala unit atau Kanit narkoba dan di
saat itu ketujuh orang yang dicurigai
tadi langsung ditangkap dan dibawa ke
Polres
Cirebon nah di dalam podcast yang gua
sebutkan tadi jadi si pengacara para
tersangka ini Berus usaha menjelaskan
kalau insting dari Pak Rudiana ini sudah
sangat yakin kalau anaknya itu adalah
korban eksekusi dihabisi nyawanya bukan
karena kecelakaan karena instingnya dia
sebagai seorang polisi itu cukup tajam
dan kuat nah tapi yang menjadi fokusnya
di sini adalah mengenai proses
penangkapan para tersangka yang mana
menurut si kuasa hukum para tersangka
ini ternyata ditangkap tanpa adanya
surat perintah penangkapan jadi secara
spontan gitu aja setelah dilaporkan oleh
dua orang saksi nah sebenarnya di sini
Memang agak ada pro dan kontra ya Geng
kalau misalkan berdasarkan hukum negara
kita nih ya ini kan ee tertulis tuh ya
berdasarkan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun
2009 pasal 17 ayat 1B itu ditulis dalam
melakukan penangkapan setiap petugas
wajib untuk menunjukkan Surat Perintah
penangkapan kecuali dalam keadaan
tertangkap tangan Nah jadi maksudnya
tertangkap tangan itu adalah dalam
kondisi itu orang memang sedang
melakukan tindakan kriminal gitu
misalkan kayak orang lagi bawa narkoba
Nah itu tanpa surat penangkapan bisa
langsung ditangkap nah di dalam
penangkap yang dilakukan oleh ayahnya
Eki ini Nah itu ternyata menjadi sorotan
tersendiri dari si kuasa hukum para
tersangka ini yang dia bicarakan di
dalam podcast tersebut karena tujuh
orang yang dianggap tersangka tersebut
itu ditangkap bukan dalam kondisi
tangkap tangan atau bukan dalam kondisi
sedang melakukan tindakan pidana Nah
jadi bisa dikatakan ya butuh Surat
Perintah sebenarnya dan ternyata
informasi mengenai Pak Rudiana yang
melakukan penangkapan tanpa adanya surat
penangkapan ini ternyata ada di dalam
fakta persidangan geng dan ternyata hal
itu itu juga dipermasalahkan loh geng
jadi Pak Rudiana ini ya bisa dikatakan
Walaupun dia sebagai seorang ayah dari
korban sekaligus petugas kepolisian tapi
ternyata dia dianggap tidak di dalam
ranahnya karena di saat itu pak Rudiana
ini merupakan kepala unit narkoba
sehingga beliau itu memang khususnya
untuk melakukan penangkapan atau
menangani ya kasus kriminal narkoba tapi
ya di dalam kasus ini kita bisa melihat
sendiri ya geng gimana rasanya perasaan
seorang ayah gitu kan anaknya berakhir
dengan tragis kayak gitu ya mana peduli
lagi dia ya sama pangkatnya Ya otomatis
dia akan mengerahkan seluruh tenaganya
power yang dia punya apapun yang dia
punya untuk menyelesaikan hal itu gua
rasa di sini mungkin ya Secara
kemanusiaan nih sangat wajar walaupun
secara hukum secara aturan mungkin ya
mungkin ini dianggap melanggar secara
undang-undang tapi untuk hal ini Mungkin
kalian bisa menanggapi geng Menurut
kalian gimana coba tinggalkan komentar
di bawah atas apa yang dilakukan oleh
Pak Rudiana ini kalau gua jujur secara
pribadi jika hal ini terjadi pada
anggota keluarga gua Mungkin gua akan
melakukan hal yang sama gitu Ya karena
ya sakit banget rasanya gitu kan anggota
keluarga kita menjadi korban keganasan
beberapa kelompok orang yang tidak
bertanggung jawab Oke Nah itu adalah
salah satu fakta tentang munculnya sosok
Ayah Eki yang mengagetkan masyarakat
setelah 8 tahun masyarakat baru tahu
ternyata ayahnya Eki adalah seorang
polisi Oke sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya yaitu dicabutnya
keterangan para tersangka setelah
sebelumnya mereka memberikan keterangan
yang berbeda
jadi geng ada update terbaru mengenai
delapan tersangka yang sebelumnya sudah
ditangkap nah ternyata ketika kasus ini
masih diselidiki oleh Polresta Cirebon
itu ada beberapa kejanggalan selama
penyelidikan yang tidak diungkapkan di
publik keterangan ini nih Geng itu
berasal dari direktur reserse kriminal
umum Polda Jabar yang bernama Kombes Pol
Surawan ketika berkas perkara
dilimpahkan dari Polresta Cirebon ke
Polda Jabar itu delan pelaku tersebut
malah cabut keterangan BAP mereka
padahal nih ya ketika mereka ini
diperiksa di Cirebon kedelapan tersangka
ini dinilai koperatif dan mereka bahkan
menjelaskan mengenai keterlibatan tiga
tersangka lain yang belum ketangkap Jadi
mereka ceritain tuh Tapi anehnya ketika
mereka sudah di poolda mereka malah
mencabut keterangan tanpa sebab dan
tidak mengakui perbuatan mereka terhadap
kasus ini Pak Surawan ini menegaskan
padahal saat itu para penyidik yang
memeriksa mereka ini tidak melakukan
intervensi apapun terhadap para
tersangka nah ini menurut pengakuan Pak
suraw dan pemberitaan ini kalian bisa
lihat sendiri di beberapa artikel di
media sudah ada di sini kan aneh banget
berarti ya dari pihak polisi kan mengaku
tidak ada intervensi tidak ada penekanan
tidak ada pengancaman apapunlah terhadap
para tersangka nah lalu Siapa yang
mengintervensi delapan tersangka ini
Apakah si 3A DPO Tadi mereka yang
nakut-nakutin delan orang ini supaya
delan orang ini tidak buka suara Berarti
si 3 DPO ini bisa jadi orang kuat dong
ya kan kuat dalam artinya dua hal nih
bisa aja dia kuat terhadap delan orang
yang artinya mereka bertiga ini pemimpin
dari kelompoknya atau atau kuat dalam
artian mereka bertiga ini adalah dari
keluarga yang berpengaruh kan bisa gitu
ya Nah apalagi di dalam hal ini kalau
memang mereka mengintervensi ya berarti
mereka kuat banget bisa mengintervensi
yang del8an orang tadi setelah kasusnya
dilimpahkan kepada institusi yang lebih
besar yaitu Polda jaabber dan sekarang
lebih gilanya adalah kasus ini dipegang
langsung oleh Bang Hotman Hotman Paris
yang mana reputasi beliau di dalam
menangani kasus-kasus besar itu Tidak
diragukan lagi dan Bang Hotman Paris Pun
itu mengeluarkan statement yang mana
Beliau juga menduga ada yang mengubah
hasil berita acara pemeriksaan atau BAP
yang awalnya berasal dari delapan
tersangka ini geng ada tiga orang lagi
tapi pada saat dilimpahkan ke Kejaksaan
mereka merubah BAP sehingga diduga ada
pengaruh di sini dan perihal delapan
tersangka yang tiba-tiba mencabut
pengakuan mereka ini juga diakui oleh
kuasa hukum mereka yang bernama Jogi
naingoland nah Beliau juga buka suara
nih kuasa hukum yang bernama Jogi ini
menangani sebanyak lima tersangka yaitu
yang bernama Jaya Suprianto Eka sandi
Hadi Saputra dan Eko Ramadan di dalam
persidangan sampai saat vonis dijatuhkan
kepada lima tersangka tersebut menurut
keterangan dari Jodi Ini kelima kliennya
itu mencabut BAP karena merasa
terintimidasi secara fisik sebagaimana
foto yang sempat tersebar di media
sosial nah kalian bisa lihat sendiri ada
fotonya yang tersebar kayaknya sih
enggak pakai baju terus bonyok-bonyok
gitu ya Nah di dalam situ tuh ada enam
orang yang limanya itu ditangani oleh
Jodi ini nah semua foto itu menurut
pengak uan Jodi ini dikatakan diambil
setelah mereka menjalani pemeriksaan di
saat itu dikatakan semua terduga pelaku
ini tersangka ini mengalami kekerasan
fisik anehnya nih ya di saat para
tersangka ini diperiksa untuk membuat
BAP para tersangka ini tidak sama sekali
didampingi oleh kuasa hukum
masing-masing jadi di saat itu kuasa
hukum yang bernama Jodi ini belum ada
gitu belum menjadi kuasa hukum pada
tersangka nah sehingga di saat itu
ketika prosedur pemeriksaan terhadap
para tersangka ini dilakukan tidak ada
satupun kuasa hukum dari para tersangka
yang mengetahui bagaimana proses
pemeriksaan itu berlangsung Apakah
sesuai dengan prosedur atau enggak Nah
jadi menurut Kuasa hukumnya ini mereka
tuh mencurigai gitu ya ini gimana sih
prosedur pemeriksaannya apakah mereka
dipaksa mengaku atau enggak Kalau benar
ini ada tindakan kekerasan ya Berarti
ada paksaan nih untuk para tersangka ini
mengaku kalau merekalah yang melakukan
tindakan kriminal tersebut nah ini bakal
relate nanti geng dengan cerita di
belakang ya tentang pengakuan salah satu
tersangka yang sudah bebas yaitu yang
namanya sakatatal nanti sakatatal ini
mengaku kalau dia adalah ya korban salah
tangkap katanya dan dia dipaksa mengaku
nanti kita di belakang bakal ceritain
nih dari pengakuan si kuasa hukum yang
bernama Jodi ini ya dia mencurigai bahwa
si tersangka-tersangka ini dipaksa untuk
mengaku dipaksa untuk mengaku menjadi
pelaku gitu Ini benar-benar apa Ya bikin
kita tuh makin bingung ya jadi kayak
bertanya-tanya di dalam hati gua tuh apa
mungkin mereka yang ditangkap kalau
memang bukan pelaku pelaku aslinya yang
tiga lagi DPO dan Linda Menurut kalian
gimana geng gue jadi kayak mungkin ggak
ya gitu makanya ini plot tst-nya Bikin
merinding gitu Gila banget 8 tahun bisa
kayak gini e perjalanan kasusnya tapi
enggak heran sih ya kalau kita berbicara
kejadian di Jawa Barat ini enggak cuma
sekali ini yang ee apa ya yang agak
belibet kita bisa lihat kejadian ibu dan
anak yang di Subang ya kan Setelah
beberapa tahun kemudian baru kebongkar
bahwa pelakunya ternyata bapaknya
sekarang malah dicurigai lagi abangnya
ya kan Terus yang satu lagi kasus Noven
sampai S sekarang bahkan tidak diketahui
siapa pelakunya padahal pelakunya jelas
wajahnya ada di CCTV gitu nah ini kan ya
semakin menambah pertanyaan dari para
wargaanet masyarakat gitu ya ini
kasus-kasus di Jawa Barat ada beberapa
yang masih belum terungkap termasuk
salah satunya adalah kasus Fina di sini
makanya nih The Power of netizen sangat
dibutuhkan nih geng untuk terus mengawal
kasus ini Oke kita balik lagi nih
menurut pengakuan si Kuasa hukumnya ini
bisa jadi nih ya di awal ketika mereka e
diperiksa atau dilakukan BAP yaitu di
Polresta Cirebon mereka itu mengakui
karena menurut Kuasa hukumnya mereka
enggak kuat nahan tekanannya nah ketika
kasus ini dilimpahkan ke Polda Jabar di
saat itu mereka merasa nah ini udah
berbeda nih yang nanganin nah di saat
itu mereka merasa tidak di bawah tekanan
akhirnya mereka merubah keterangannya
Nah itu menurut keterangan si Kuasa
hukumnya geng Nah bahkan si pengacaranya
ini mengaku ketika proses pelimpahan
berkas perkara dari Polresta Cirebon ke
Polda Jabar Nah di situ dia mendampingi
dia ikut dan dikatakan lagi Jogi ini di
saat itu juga berharap akan ada
pemeriksaan ulang yang dilakukan oleh
polde Jabar seperti misalnya melihat
rekaman CCTV atau memeriksa lagi para
saksi nah tapi sayangnya dikatakan
pemeriksaan yang diharapkan tersebut
tidak
terjadi nah saat berkas perkara dipakai
di persidangan atas keterangan awal dari
para tersangka ini si kuasa hukum
bernama Jogi ini tetap Bersi keras dia
mengatakan kalau para tersangka atau
kliennya ini tidak bersalah dan tidak
terlibat dalam kasus tersebut nah
menurut dia di saat itu majelis hakim
tetap menjatuhkan hukuman bagi para
tersangka nah ini di sini makin aneh aja
ya geng dan apa ya plot twistnya
ternyata selama ini menurut pengakuan si
Kuasa hukumnya justru klien-kliennya Ini
atau para tersangka ini enggak terlibat
dan bahkan menurut Kuasa hukumnya tidak
ada bukti yang otentik Jadi enggak ada
gitu kayak rekaman CCTV yang
memperlihatkan mereka benar-benar
melakukan penganiayaan tersebut atau
bukti sidik jari atau bukti apapun tapi
atas dasar pengakuan di awal yang
dianggap kalau mereka itu di bawah
tekanan Nah itu menjadi putusan hakim
untuk menyatakan mereka ini bersalah dan
untuk saat ini kuasa hukum yang bernama
Jogi ini Berencana untuk melakukan
peninjauan kembali atau PK karena masih
yakin kalau kelima kliennya yang sudah
ditangkap adalah korban dari rekayasa
kasus katanya nah namun walaupun begitu
Beliau juga mengatakan dia tetap
mendukung nih upaya dari Polda Jabar
untuk bisa mengusut kasus penghilangan
nyawa terhadap Vina ini secara
transparan Nah itu kan pengakuan tidak
bersalah lima tersangka tersebut berasal
dari si Kuasa hukumnya sementara lima
tersangka ini tidak bisa diwawancara
gitu kan Nah sekarang kita bakal cek nih
Pengakuan dari salah satu tersangka yang
sekarang sudah bebas yang bernama Saka
Tatal Saka Tatal ini ketika ditangkap
itu masih berusia ya di bawah umurlah
dia dijatuhi hukuman vonis kurungan
penjara selama 8 tahun dan mendapatkan
pengurangan masa tahanan selama 4 tahun
jadi dia menjalani ya 4 tahun lah kurang
lebih dan keputusan ini disebabkan
karena menurut Hakim di saat itu
perbuatan dari sakatatal bersama dengan
teman-temannya ini meresahkan masyarakat
dan membuat dua orang meninggal dunia
yaitu Va dan Eki dan menurut Hakim di
saat persidangan Saka Tatal ini itu
menurut Hakim tuh dianggap
berbelit-belit alias tidak mengakui gitu
selama proses persidangan sehingga
menghambat proses pemeriksaan perkara
tapi banyak yang berasumsi nih geng
tentang Mengapa Saka Tatal ini
berbelit-belit ada dua hal bisa jadi dia
memang sedang mengarang atau berbohong
atau yang kedua dia mengarang dan
berbohong karena memang tidak mengalami
kasus itu ya kan karena dia bukan pelaku
misalkan tapi dia ya mau enggak mau
harus mengakui hal tersebut karena
menerima intervensi ya kan menerima e
intimidasi tekanan gitu akhirnya dia ya
berbelit-belit ketika menceritakan
kronologinya untuk mengakui kalau dia
terlibat Nah ada beberapa masyarakat
yang beranggapan seperti itu di dalam
kasus ini sakatatal yang diberikan
hukuman lebih ringan dari yang lain
setelah bebas Dia memberikan sebuah
pengakuan yang mengejutkan ketika
diwawancara Saka Tatal ini mengaku pada
saat kejadian Va dan Eki meninggal Dia
tidak berada di tempat lain melainkan di
dalam rumah bersama dengan kakaknya
pamannya yang bernama Eka Sandi dan juga
teman-temannya yang lain juga ketika dia
ditanya nih mengenai e Va dan Eki Apakah
dia kenal dia bilang ya kalau dia enggak
kenal keduanya dan kemudian dia juga
menceritakan kronologi dari sudut
pandangnya dia ketika dia ditangkap saat
itu dia dimintai tolong oleh pamannya
yang bernama Eka sandi untuk membeli
bensin motor Nah setelah dia selesai
mengisi bensin akhirnya dia ngembaliin
motor ke Eka sandi pamannya yang di saat
itu memang sedang nongkrong di dekat SMP
11 nah namun ketika dia sedang ngantar
motor itu ada beberapa polisi yang
tiba-tiba berada di lokasi tersebut dan
sedang menangkap beberapa orang termasuk
dengan si Eka sandi pamannya nah belum
sempat Dia memberikan motornya kepada si
pamannya Eka sandi tiba-tiba dia
langsung ditangkap dan ketika ditangkap
itu pun pihak kepolisian yang menangkap
Saka Tatal ini tidak memberikan
Keterangan Yang pasti katanya tidak
memberikan ee penjelasan Kenapa dia
ditangkap Nah dari saat itu Saka
langsung dibawa ke Polresta bersama
beberapa orang yang lain dan Sesampainya
di sana Saka mengaku kalau dia dipukuli
untuk diminta mengakui perbuatan yang
menurut dia tidak dia lakukan katanya
nah bahkan Pengakuan dari Saka Dia
enggak cuma dipukulin dia juga sampai
diinjak sampai disetrum intinya menurut
pengakuannya itu dia disiksa agar mau
mengakui perbuatan yang yang tidak dia
lakukan dan menurut Saka yang melakukan
tindakan tersebut adalah pihak yang
berwajib yang menangkap dia Kenapa saka
mau sampai dijebloskan ke penjara karena
terpaksa saya waktu ditangkap saya
dipukulin sama polisi diinjak-injak
disiksa
disetrum walaupun saya dikasih makan
dikasih makan kayak binatang dilempar
nasi saya mengaku karena udah enggak
kuat tahanan tubuh orang juga dipukulin
sama orangnya dipukulin sokatkatnya
orang dipukulin di situ diinjak-injak
disiksa tahanan tubuh orang tu beda-beda
nah itu pengakuan dari Saka geng Nah
gimana tuh menurut penilaian kalian
tentang pengakuan dari salah satu
tersangka yang sudah bebas
ini atas pengakuan sakatatal ini ya geng
sebenarnya E netizen enggak terima
Sebenarnya ya banyak yang enggak terima
sempat tersebar sebuah video yang
memperlihatkan siakataatal ini katanya
sempat foto bareng sama Vina apa Linda
terus ada si Egi ada orang yang sedang
DPO itu yang pakai plug itu nah sempat
kesebar nih geng nih gua kasih lihat ya
nanti kita tampilin lebih dekat gua
sempat lihat di tiktok tuh ada ini kan
si Saka pas dia lagi mengaku apa bikin
pengakuan di interview TV itu terus dia
bilang dia bukan pelaku tapi ada netizen
yang nyebarin foto dengan membuat ini
Saka Egi dan ini engak tahu siapa terus
ini lagi Saka Egi Linda menurut gua ini
bukan Saka ini mungkin ya bentuk mukanya
sama tapi perbedaannya tahu enggak apa
Saka yang udah bebas dari penjara
telinganya itu apa ya telinganya itu
mulus-mulus aja enggak ada bekas plak
ini kan plug namanya karenaap pun kalau
misalkan bekas plug ini dijahit ya
karena kan untuk ngobatinnya kembali
normal harus dijahit pasti ada bekasnya
tapi di telinga dia Kayak enggak ada
bekasnya sementara orang yang dituduh
oleh netizen ini kalau di zoom di
telinganya itu ada plak hitam jadi
netizen asal nuduh nih jadi di dalam e
foto ini bisa dipastikan si sakatatal
ini tidak mengenal orang yang dicurigai
sebagai Egi tersebut
gitu nah terus kita balik lagi nih ke
pengakuan si Saka Tatal jadi Setelah dia
menerima intimidasi dan terpaksa harus
mengakui perbuatan yang tidak dia
lakukan tersebut Saka sempat ditanyai
mengenai tiga DPO yaitu Egi Dani dan
Andi nah di antara ketiga DPO tersebut
Saka ini ditanya Apakah dia kenal dengan
tiga DPO tersebut jadi yang nanya tuh
pihak membawa berita ya saat dia
diinterview nah namun dari pengakuan
Saka Dia benar-benar enggak kenal sama
orang-orang yang dianggap DPO ini dan
dia juga mengaku kalau dia bukanlah
anggota dari geng motor mana pun dan
bahkan Saka mengaku kalau dia enggak
punya motor Ya gimana mau masuk Geng
Motor katanya Lalu bagaimana dengan enam
tersangka lain gitu kan enam tersangka
lain itu kan termasuk yang si pamannya
yang bernama Eka sandi dia bilang ya
yang lain Saya kenal karena yang memang
itu adalah teman nongkrongnya Paman saya
si Eka sandi nah namun di antara
tongkrongan itu ada satu orang yang
tidak dikenali oleh Saka yaitu itu yang
bernama Rivaldi adityya Wardana bahkan
ketika berada di kantor polisi Saka
sempat kebingungan karena dia
benar-benar enggak kenal dengan si
Rivaldi ini Nah di sini makin bingung
kan geng menurut pihak kepolisian
pencabutan atau perubahan atas
keterangan ya perubahan bap-nya gitu ya
Itu kan menurut kepolisian dilakukan
oleh para tersangka ini karena Keinginan
mereka sendiri tidak ada intervensi atau
intimidasi dari pihak kepolisian Tapi
sementara dua pengakuan nih dari
pengacara lima tersangka ya kan tidak
termasuk Peng acaranya Saka ya karena
pengacara Saka ini Beda orang lagi nah
lima tersangka yang yang pengacaranya
itu bernama Jogi mengaku kalau lima
kliennya ini diintimidasi katanya
dipaksa untuk mengaku terus datang lagi
Pengakuan dari Saka dan ini keluar dari
mulut Saka langsung tidak melalui Kuasa
hukumnya memang dia di saat itu
didampingi sama Kuasa hukumnya ada
seorang ibu-ibu gitu ya dan ya Saka juga
mengaku kalau dia dipaksa untuk mengaku
sebagai pelaku dan dia diintimidasi
makanya ketika berkasnya dilimpahkan ke
Polda Jabar mereka merubah semua
keterangannya merubah bap-nya karena
merasa mereka tidak melakukan huh gila
ini kalian yang bisa nilai Geng kalau
gue jujur aja gua enggak bisa nilai sih
makin bingung aja gua kalau memang si
Saka ini enggak salah lima orang lain
enggak salah gila sih itu anak sudahah
dipenjara 4 tahun loh menghabiskan 4
tahun umurnya di saat itu dia di bawah
umur di dalam juruji besi sementara tiga
DPO lain yang diyakini sebagai pelaku
utama malah bebas melenggang kangkung di
luar dan bagaimana dengan Linda gitu ya
nih orang kenapa enggak muncul-muncul
gitu Gua juga bingung itu kan
keluarganya Vina ngaku mereka rekam
suara kerasukan itu langsung dari Linda
Kenapa mereka Enggak ajak Linda gitu ya
ketika wawancara atau podcast di Deni
Sumargo kan ajak aja sosok lindanya
ngakuin di situ kenapa enggak kenapa
sampai sekarang tuh sosok Linda tuh
enggak ditampilin gitu ya itu yang makin
bikin
bingung nah untuk saat ini Saka ini
berharap namanya dia bisa dipulihkan
karena menurut dia setelah Kejadian ini
ya dia agak kesulitan mencari pekerjaan
tidak bisa hidup dengan normal karena
statusnya dia sebagai seorang tersangka
atau pelaku penghilangan nyawa terhadap
Vina dan Eki ya semogalah ya cepat
terungkaplah kasus ini ya kalau memang
nih orang enggak bersalah ya cepat
terungkap juga cepat terangbenderang
semuanya dan tiga DPO tersebut cepat
tertangkap
gitu nah sekarang kita bahas fakta lain
yang diungkapkan oleh kuasa hukum para
tersangka
ini jadi geng setelah kasus ini menjadi
pembicaraan kembali di kalangan
masyarakat nah kuasa hukum tersangka itu
masing-masing kan angkat bicara nih jadi
ada salah satu kuasa hukum tersangka
yang bernama Titin yang menurut gua nih
ya beliau ini sangat membantu untuk
memberikan Insight baru terkait kasus
ini jadi keterangan dari beliau itu kan
selama ini jarang kita dengar di media
sekarang malah ada keterangan baru dari
beliau yang Wah bikin kaget sih menurut
gue jadi kuasa hukum yang bernama Titin
ini menjelaskan sejak awal persidangan
mengenai kasus ini dilakukan itu ya
semuanya secara tert tutup tanpa adanya
media yang diperbolehkan untuk Meliput
ketika persidangan dilangsungkan loh
Baru tahu ya gila gue juga baru tahu
Padahal gua udah ceritain kasus ini tuh
9 bulan lalu gitu dan sidang tertutup
ini dilakukan saat sidang anak untuk si
Saka yang saat itu dikatakan masih di
bawah umur tapi juga berlaku sama untuk
sidang para tersangka yang sudah dewasa
nah pernyataan Kuasa hukumnya ini itu
ada di dalam sebuah podcast yang bernama
di kurursus Net di sana dia mengatakan
alasan persidangan tersebut dilakukan
secara tertutup itu disebabkan karena
adanya dugaan kasus kekerasan seksual
yang menimpa Vina nah gara-gara
persidangan tersebut bersifat tertutup
akhirnya banyak publik yang tidak
mengetahui hasil persidangan tersebut
makanya ketika ada keterangan dari
sakatatal keterangan dari pengacara yang
bernama Jogi kita jadi Kaget gitu geng
ya oh selama ini ternyata para tersangka
itu tidak mengakui perbuatannya toh dan
ternyata dari awal ditangkap para
tersangka ini bonyok-bonyok tuh Ee atas
pengakuan tersangka nih ya Dik akan
mereka mendapatkan intimidasi Wah gila
ini benar-benar sebuah fakta yang bikin
kita tuh jadi apa ya hati kita jadi
terbolak-balik gitu kan harus percaya ke
siapa
nih pengacara yang bernama Titin ini
juga menjelaskan kalau dalam tuntutan
itu dikatakan Eki meninggal karena
ditusuk di bagian dada dan juga perut
menggunakan benda tajam namun
berdasarkan hasil fisum maupun otopsi
menyatakan tidak adanya luka tusukan
benda tajam P tubuh Eki di bagian tubuh
manapun nah tapi I ini justru meninggal
karena hantaman benda tumpul tepat di
bagian belakang kepalanya jadi itu
penyebab yang sebenarnya Tapi di dalam
tuntutan dikatakan dia ini meninggal
karena tusukan benda tajam Nah di sini
nih semakin membingungkan lagi Nah untuk
memperkuat bukti bahwa Eki ini meninggal
bukan karena benda tajam dibawalah
sebuah barang bukti yaitu berupa kaos
yang digunakan oleh Eki pada saat
kejadian di mana pada kaos tersebut
tidak terdapat bekas sobekan yang
mengindikasikan adanya bekas tusuk benda
tajam nah Hal inilah yang membuat para
kuasa hukum tersangka meyakini Kalau
klien mereka bukanlah pelaku sebenarnya
dari kasus Vina dan Eki ini gara-gara
isi tuntutan dan hasil visum itu berbeda
jauh terus ada lagi yang mengagetkan nih
geng dikatakan nih ya di dalam tuntutan
tersebut tertulis Kalau Vina ini
mengalami tindakan ruda paksa ya kan
digilir oleh para pelaku sesuai dengan
yang ada di film nah tetapi untuk hasil
otopsinya memang yang dikatakan
ditemukan cairan pria terdapat di
tubuhnya Vina terutama di bagian alat
vitalnya yang mengindikasikan adanya
aktivitas seksual di sana Tapi anehnya
nih menurut kuasa hukum yang bernama
Titin ini temuan tersebut tidak bisa
dijelaskan secara detail itu cairan
milik siapa Apakah milik para tersangka
atau Justru itu milik almarhum Eki si
pacarnya Nah karena menurut kuasa hukum
ini tidak ada pemeriksaan lebih lanjut
mengenai cairan tersebut Seharusnya kan
itu sangat gampang ya geng ya kan
dilakukan penget tesan pengecekan ya Oh
ini cairan pria ya kan dites ya kan
dites sama dokter dicek dari semua
tersangka yang ditangkap nih 8 orang tuh
yang ditangkap kira-kira ini cairan
milik siapa kalau memang di antara
delapan orang itu salah satunya cocok
gitu cairannya nah berarti dia adalah
pelakunya Tapi itu tidak pernah
dilakukan katanya oleh si pengacara ini
dan dikatakan juga selama persidangan
yang tertutup ini itu ternyata tidak ada
pembahasan mengenai kasus ruda paksa dan
di dalam dakwaannya pun tidak membahas
mengenai tindakan ruda paksa yang
dialami oleh Vina Waduh ini kok jauh
berbeda dengan isi film ya padahal isi
film itu kan sesuai dengan keterangan
keluarga loh ya ini makin membuat kita
tuh jadi pertanya-tanya apa benar gitu
Ini yang ngomong kuasa hukum loh Kuasa
hukumnya loh Langsung kuasa hukum
tersangka Apa benar di dalam persidangan
tidak dibahas nih mengenai ruda paksa
dan cairan pria yang terdapat di tubuh
Vina gitu kalau memang enggak dibahas
terus kenapa di film ada kenapa di dalam
setiap cerita dan kronologinya ada ini
yang salah sebenarnya siapa siapa yang
salah memberikan kronologi nih pengacara
yang bernama Titin ini juga menjelaskan
di dalam podcastnya ketika di podcast
diskursusnet ini kalian boleh cek masih
ada di sana dia menjelaskan kalau salah
satu kliennya atau salah satu tersangka
yang bernama Sudirman itu pernah sampai
muntah darah karena mendapatkan pukulan
dari lima orang tersangka lain padahal
nih ya berdasarkan dari pengakuan
anggota keluarga Sudirman dia ini
memiliki masalah keterbelakangan mental
atau susah diajak bicara paham Enggak
maksudnya kayak ya orang berkebutuhan
khusus gitu geng di dalam dakwaan nih ya
dikatakan kalau para tersangka ini minum
alkohol nah tapi Pengakuan dari keluarga
si Sudirman ini enggak mungkin anaknya
itu minum alkohol anaknya itu punya
kelainan mental atau keterbelakangan
mental dan selama ini sama sekali tidak
pernah meminum alkohol seperti yang
diungkapkan di dalam dakwaan yang mana
dituduhkan para tersangka itu di bawah
pengaruh alkohol atau dalam keadaan
mabuk ketika mengejar Eki dan Vina
sampai mengeksekusi keduanya dan
kenyataannya nih menurut si kuasa hukum
juga dan ini bisa dipertanggung jawabkan
e bisa ditanyakan kepada warga sekitar
gitu ya si Sudirman ini adalah anak
baik-baik katanya dan dia sering berada
di
masjid Lalu bagaimana Sudirman bisa
ditangkap nih geng Nah menurut ceritanya
dikatakan Sudirman ini ditangkap ketika
dia sedang berada di Gang rumahnya
Sehabis pulang dari rumah kakaknya dan
semua orang yang ditangkap ini ya kan
sebagai tersangka ini seperti yang gua
katakan sebelumnya geng mereka itu
ditangkap atas pengakuan dua orang yang
bernama Aep dan Dede namun anehnya si AB
dan Dede ini selama persidangan tidak
pernah dihadirkan oleh jaksa dengan
alasan sulit mencari keberadaan mereka
sehingga tidak bisa dipastikan apakah
orang-orang yang ditangkap ini adalah
benar orang yang dimaksud oleh Aep dan
Dede atau
bukan wah gokil gokil nih kisah flotwist
banget nah kemudian pada akhirnya tanpa
adanya kehadiran si AB dan Dede sebagai
orang yang menuduh gitu ya si Sudirman
yang sebenarnya mengal alami
keterbelakangan mental ini mau tidak mau
dijadikan tersangka bersama dengan ya
para tersangka lainnya dan divonis
penjara seumur hidup Kalau benar ini
ceritanya begitu sedih banget engak sih
punya kelainan mental Dia rajin di
masjid enggak tahu apa-apa nerima-nerima
aja pasrah aja dan harus
dipenjara huh gila dan sama seperti
pengakuan sisaka Tatal nih geng
pengacara yang bernama Titin ini
mengatakan di antara kedelapan orang
yang ditangkap itu ada satu orang yang
tidak di dikenal oleh EE tujuh lainnya
yaitu yang bernama Rivaldi Rivaldi ini
memang sedang tersandung kasus yang
berkaitan dengan senjata tajam hanya
saja kasus ini ditangani oleh pihak
kepolisian Cirebon kota hal yang sama
juga diungkapkan oleh si pengacara yang
awal tadi yang bernama Jogi yang mana
dia mengklaim kalau lima kliennya itu
tidak sama sekali mengenal siapa Rivaldi
ini kok bisa mereka dianggap satu geng
motor sementara tidak mengenal dan rumor
yang berkembang tentang ee kedelapan
tersangka ini adalah satu kelompok yang
saling kenal itu dibantah oleh Jogi
karena di dalam persidangan antara
Rivaldi dengan ketujuh orang lainnya itu
mereka benar-benar tidak saling mengenal
Nah si pengacara yang bernama Jogi ini
juga mengatakan di dalam persidangan ada
sebilah bambu atau sebuah bambu yang
dijadikan sebagai barang bukti dan pada
saat rekonstruksi juga dipakai untuk
adegan reka ulang memukul Vina dan Eki
Tetapi menurut penilaiannya hal tersebut
tidak benar karena bambu tersebut masih
dalam kondisi baik utuh dan tidak rusak
enggak ada bekas ee cairan merahnya
enggak ada bekas kayak ya hancur karena
habis dihantem gitu jadi mencurigakan
banget Terus satu lagi ada alat bukti
yaitu sebuah batu ya kan yang dikatakan
e digunakan untuk menghabisi nyawa Vina
dan Eki juga logikanya nih kalau itu
batu beneran dipakai untuk menghabisi
nyawa para korban udah pasti ada jejak
kayak cairan merahnya atau mungkin
kulitnya atau dagingnya gitu kan Tapi
katanya enggak ada sama sekali di batu
tersebut dari dua alat bukti ini menurut
pengakuan si pengacaranya itu sangat
mencurigakan semacam alat buktinya itu
ya alat bukti yang mengada-ngada kata si
pengacara nah lalu pengacara ini juga
mengatakan semua dari tersangka ini
ketika ditanyakan mengenai e kronologi
di flyover mereka itu ceritanya
berbeda-beda Karena pada dasarnya mereka
semua memang tidak mengetahui dengan
persis apa yang terjadi di sana di saat
itu memang mereka mengaku kalau mereka
memang sedang nongkrong di sebuah warung
milik bunining Dan di saat itu kurang
lebih mereka semua ada orang Nah karena
kondisinya Udah larut malam dan suara
mereka berisik Akhirnya mereka ini
diminta untuk pindah tempat dan mereka
pun pindah ke sebuah rumah milik pak RT
yang mana salah satu di antara mereka
adalah anak dari pak RT yang bernama kfi
di sepanjang malam itu mereka mengaku
kalau mereka ini tidur di rumah Pak RT
dan keesokan paginya baru pulang Jadi
bisa dikatakan ketika malam kejadian e
Va gitu ya mereka ini tidak berada di
fllyover tersebut mereka hanya
mengunjungi dua tempat yaitu warung
bunining lalu pindah ke rumah Pak RT
sehingga ya apa yang yang terjadi di
flyover di malam itu tentang Va dan Eki
mereka tidak mengetahui sama sekali dan
mereka 3 hari kemudian ditangkap dan
anehnya dibawa ke Unit narkoba dan
menurut pengakuan mereka mereka itu
mendapat tindakan kekerasan di sana Nah
itu semua keterangan menurut si
pengacara yang bernama Jogi dan si
pengacara yang menerama Jogi ini juga
menegaskan kalau kasus seperti ini
merupakan skenario jahat yang dilakukan
oleh oknum penyidik katanya agar kasus
seperti ini ada kambing hitamnya dan
terlihat seperti benar-benar kasus
penghilangannya nyawa Nah itu gimana tuh
geng menurut Pengakuan dari kuasa hukum
para tersangka kalian percaya dengan
ucapan Dia Atau enggak coba tinggalkan
komentar di bawah dan karena berdasarkan
bukti-bukti yang ada nih ya geng ee
salah satunya yaitu marka jalan terus e
aspal yang tergores karena benturan oleh
sepeda motornya Eki gitu ya lalu
kemudian untuk membuktikan bahwa adanya
kecelakaan di dekat sana itu ada lampu
lalu lintas dan di bagian baut lampu
lalu lintas tersebut ada serpihan e
daging ya kan yang dikatakan itu adalah
milik Eki yang mengindik asikan bahwa
memang benar terjadi kecelakaan terlepas
ada yang mengejar atau tidak Nah jadi si
pengacara ini tetap yakin kalau ya dua
orang ini si pasangan Va dan Eki ini
benar-benar kecelakaan kok tapi ya kita
enggak tahu kecelakaannya benar karena
dikejar atau Justru karena kecelakaan
tunggal tapi yang jelas ya memang
kecelakaannya ada katanya gitu dan yang
lebih mengagetkannya lagi keterangan
dari si pengacara yang bernama Jogi ini
mengatakan kalau kedelapan orang
tersebut bukanlah anggota geng motor
seperti pemberitaan selama ini mereka
ini profesinya ada adalah buruh bangunan
atau kuli bangunan dan mereka tidak
mengenali baik Vina maupun Eki dan juga
ketiga DPO yang disebutkan yaitu Egy
Dani dan Andi dan kasus ini pun menjadi
semakin pelik membingungkan dan ya
enggak ada ujungnya kita makin E apa ya
kita makin dibawa muter-muter nih geng
Aduh siapa sih sebenarnya pelakunya ya
kan malah sekarang yang dicurigai adalah
si Linda bisa jadi Linda ini bersama
tiga DPO lain pelaku sebenarnya nih dan
baru-baru ini ya terungkap lagi katanya
ada nama lain lagi yang EE sebenarnya
DPO Enggak cuma tiga orang yang DPO
yaitu seseorang yang bernama Panji
anehnya nih ya di dalam berkas perkara
itu ada nama Panji ini tetapi yang
dirilis itu tidak ada nama panjinya Nah
jadi timbul pertanyaan Apakah seseorang
yang bernama Panji ini e sengaja tidak
dirilis ke publik karena alasan-alasan
tertentu atau karena apa gitu kalian
coba cek aja nih geng Nih ada video nih
gua dapatnya di tiktok gitu ya nih
kalian cek sendiri ada nama si Panji
tersebut Panji
Wah makin aneh aja gitu ya nah nah
gimana geng Menurut kalian tentang
pembahasan kita kali ini tentang update
kasus Vina dan Eki ini Apakah kalian
masih yakin delapan orang yang ditangkap
itu beneran tersangka atau justru hanya
korban salah tangkap atau dijadikan
kambing hitam dan Menurut kalian apakah
e nama-nama yang tersebar dan berhasil
diinvestigasi oleh netizen yaitu Egi
Andi dan juga Dani itu sesuai dengan apa
yang dicurigai oleh netizen gitu ya
Banyak tuh bukti-bukti dari status
mereka Facebook mereka kalian yakin
enggak kalau itu orangnya Coba deh
tinggalkan komentar di bawah dan kita
akan update ke pembahasan selanjutnya
ketika berita ini sudah berkembang lagi
gua bakal ajak kalian untuk ngebahas ini
lagi
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:13:55 UTC
Categories
Manage