Transcript
3OpkGLp_WD0 • RIBUAN LITER SUSU DIBUANG OLEH PETERNAK BOYOLALI ! FAKTA MENYEDIHKAN JADI WARGA INDONESIA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1277_3OpkGLp_WD0.txt
Kind: captions
Language: id
nah salah satunya ada sebuah kasus yang
menurut gua cukup viral nih geng Nah ini
dialami oleh seorang pengepul sapi perah
yaitu yang bernama Ude Pramono milik Pak
Pramono yang ada di Boyolali Nah Pak
Pramono ini sendiri membuka usaha
pengepul sapi perahnya pada tahun 2015
dan membayar pajak per tahunnya senilai
Rp10
juta yo geng tekan tombol subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
Jerry
[Musik]
geng geng lagi rame banget nih geng
sebuah kejadian yang terjadi di salah
satu wilayah di Indonesia yaitu Boyolali
beberapa hari yang lalu Kenapa hal ini
gua bahas karena menurut gua ini
benar-benar penting yang mana Ini ada
sebuah kejadian beberapa orang terlihat
sedang menuangkan susu bahkan ada yang
mengguyurkan susu tersebut ke badan dari
fenomena itu pasti kita akan
bertanya-tanya apa yang sebenarnya
terjadi apakah mereka sedang
menyelenggarakan sebuah acara atau
festival yang berkaitan dengan susu atau
karena ada hal lain karena kalau kita
lihat ini adalah perbuatan yang sangat
mubazir karena membuang-buang makanan
atau minuman yang seharusnya bisa
diperuntukkan untuk masyarakat gitu nah
ternyata fakta di balik itu semua
benar-benar miris banget geng susu yang
mereka buang-buang itu ternyata itu
merupakan sebuah aksi yang dilakukan
oleh warga Boyolali sebagai bentuk
protes yang mereka lakukan untuk
menentang sebuah kebijakan yang
berkaitan dengan impor susu oleh
pemerintah Indonesia dan aksi tersebut
dilakukan oleh para peternak sapi geng
yang berasal dari Boyolali sebelumnya
gua udah pernah ngebahas nih mengenai
kasus PHK massal yang terjadi di negara
kita kalian boleh nonton ini kontennya
yang ini yang mana ini sangat berdampak
terhadap industri tekstil di indonesia
sampai kemarin ramai pembicaraan tentang
sebuah pabrik tekstil terbesar di Asia
Tenggara yang pilit dan harus memphk
karyawan dan para pekerja pabrik nya
fenomena ini disebabkan karena terlalu
banyaknya produk impor yang beredar di
Indonesia nah imbas dari banyaknya
produk impor ini ternyata juga dialami
oleh para peternak susu di Boyolali geng
yang membuat susu yang diproduksi oleh
para peternak lokal itu tidak bisa
bersaing dengan susu impor dan selain
karena banyaknya susu impor ada juga
regulasi dari kebijakan yang berlaku di
Indonesia yang justru memberatkan para
peternak karena adanya batasan yang
membuat kuota dari susu yang diproduksi
oleh para peternak lokal ini enggak bisa
dipergunakan seluruhnya misal aja nih
ada 10 Lit susu tapi yang bisa dijual
cuma 7 Lit sementara 3 liternya enggak
bisa dijual walaupun secara
hitung-hitungan yang enggak kejual ini
lebih sedikit dibandingkan yang bisa
dijual tapi tetap aja kalau diterapkan
dalam jangka waktu yang panjang semakin
lama peternak susu bakal mengalami
kerugian yang semakin besar meskipun
pasar sesepi apapun produksi lokal kita
bisa terserap semua seandainya
pemerintah maupun industri itu memang
mementingkan ee produksi dari susu lokal
kita nah di video kali ini kita bakal
membahas permasalahan tersebut geng
mulai dari aksi protes yang dilakukan
oleh para peternak susu asal Boyolali
sampai ke regulasi penjualan susu yang
ada di Indonesia Langsung aja kita bahas
secara lengkap di sisi lain
[Musik]
Oke geng Sebelum kita mulai ke kontennya
atau pembahasannya gua pengen ngasih
tahu dulu ke kalian kalau gua dan tim
kamar Jerry sedang mengadakan survei
kepuasan penonton di channel kamar Jerry
Nah ini baru pertama kali kita
mengadakan survei seperti ini nah
tujuannya adalah pert pertama-tama Gua
tuh mau berterima kasih dulu kepada
kalian semua yang sudah menjadi
subscriber kamar Jerry dan senang
mantengin pembahasan-pembahasan di kamar
Jerry Nah maka dari itu gua dan tim
pengin banget nih dengar masukan dari
kalian saran dari kalian sekaligus juga
pengen tahu seberapa Puas kalian selama
menjadi penonton video-video di kamar
Jerry nah feedback dari kalian ini
sangat penting banget geng buat channel
kamar Jerry ke depannya supaya kita bisa
terus bikin konten yang semakin menarik
dan informatif untuk kalian semua nah
Untuk itu gua minta waktu kalian sekitar
5 menitan untuk mengisi survei kepuasan
penonton kamar Jerry yang bisa kalian
akses di Link yang ada di deskripsi nah
atau bisa juga klik Link yang ada di PIN
komen sebagai apresiasi juga karena
kalian sudah mau meluangkan waktu untuk
isi survei kamar Jerry gua bakal
membagikan hadiah sebesar
Rp50.000 untuk 10 orang tercepat yang
mengisi survei tersebut terus juga
Rp50.000 lagi untuk 20 orang lainnya
yang nantinya bakal gua pilih secara
random nah tapi nih geng perlu diingat
kalau enggak ada jawaban yang benar atau
salah dalam mengisi survei jawaban
kalian juga enggak bakal mempengaruhi
pemilihan pemenang hadiah Jadi kalian
bisa jawab sejujur-jujurnya sesuka hati
kalian Oke jadi jangan lupa untuk isi
survei kepuasan penonton kamar Jerry
linknya sudah ada di deskripsi dan PIN
komentar Oke kalau gitu kita langsung
masuk ke dalam
pembahasan Boyolali menjadi sebuah
wilayah di Indonesia yang terkenal
sebagai kota susu alasannya enggak lain
dan enggak bukan karena Boyolali ini
menjadi daerah penghasil susu terbesar
di Jawa Tengah geng Nah Karena produksi
susu yang melimpah di daerah tersebut
banyak yang menyamakan Boyolali yang
setara dengan New Zealand atau Selandia
baru yang memang sudah dikenal Sedari
Dulu sebagai negara penghasil susu dan
produk olahan susu yang cukup besar di
dunia Nah karena Hal inilah ada juga
yang menamakan Boyolali sebagai New
Zealand Van jaava seperti Kota Bandung
yang dijuluki sebagai Paris vanjaava
karena banyaknya industri fashion yang
menjamur di kota tersebut nah sementara
di Boyolali karena adanya industri susu
Menurut data yang diambil oleh BPS
mengenai produksi telur unggas dan juga
susu sapi yang ada di provinsi Jawa
Tengah pada tahun 2019 dan 2020 Boyolali
ini menjadi daerah yang menduduki
peringkat pertama dengan produksi susu
terbanyak di tahun 2019 totalnya saja
mencapai
51.109,02 ton sementara di tahun 2020
produksinya meningkat sampai ke angka
51.338,02 Ton di tahun 2021 itu tercatat
kalau Boyolali ini memiliki sapi perah
yang berjumlah sebanyak 94.000 ekor dan
jumlah sapi tersebut terus konsisten
selama 3 tahun terakhir gokil banget kan
dari 94.000 ekor sapi itu bisa
menghasilkan sebanyak 49.000 ton susu
per tahunnya yang kalau dihitung per
harinya itu artinya sapi-sapi tersebut
bisa menghasilkan 135 ton susu dan Hal
inilah yang membuat Boyolali menjadi
wilayah dengan penyumbang produksi susu
sebesar 49% di Jawa Tengah dan menjadi
yang paling tinggi dibandingkan dengan
wilayah
lain Jadi bisa dibayangkan ya geng
Berapa banyak peternak sapi di Boyolali
ya kalau sapinya aja sebanyak itu dan
Karena produksi susu yang melimpah di
sana pemerintah Boyolali sampai
membangun beberapa ikon kota tersebut
yang tidak jauh-jauh dari unsur susu
sapi Seperti contohnya ada Lembu Suro
yaitu sebuah bangunan yang yang
berbentuk raksasa yang sedang meringkuk
nah bangunan ini terletak di kantor
setda pemkap Boyolali terus ada lagi
Monumen susu murni atau tugu susu tumpah
yang berada tepat di depan Pasar
Boyolali yang menggantikan Monumen Tugu
jam yang sudah ada sebelumnya sebenarnya
geng dari banyaknya sapi yang dikelola
oleh para peternak Boyolali ini menjadi
sebuah kebanggaan untuk kita sebagai
orang Indonesia karena susu yang
dihasilkan dari sapi-sapi Boyolali itu
bisa disamakan dengan yang ada di New
Zealand dan kalau dipikir dengan jumlah
sapi dan produksi susu sebanyak itu
seharusnya para peternak susu di
Boyolali bisa memproduksi susu mereka
secara massal serta mereka tentunya
adalah orang-orang yang bekerja di
sektor tersebut Ya sudah Sejahtera
semuanya karena keuntungan yang mereka
hasilkan dari produksi susu yang mereka
punya tapi di balik angka-angka tersebut
ternyata mereka enggak sesejahtera itu
geng Hal ini terlihat ketika para
peternak Boyolali melakukan aksi
pembuangan susu yang sudah mereka
hasilkan dari peternakan bahkan ada yang
mengguyurkan susu tersebut ke badan
mereka aksi ini terjadi pada tanggal 9
November tahun 2024 kemarin di kawasan
Tugu susu tumpah Boyolali sebelum
melakukan aksi itu para agen pengepul
susu dan peternak berkumpul terlebih
dahulu di Dinas Peternakan dan Perikanan
atau disnakan Boyolali satu persatu
mobil pick up yang dibawa dalam aksi
tersebut membawa ratusan peternak dan
membuang susu sebanyak
50.000 Lit ke TPA yang ada di Winong
Boyolali ada juga sebanyak 1.000 liter
yang dibagikan kepada warga secara
cuma-cuma atau gratis para warga yang
mendapatkan susu ini langsung
menghabiskan susu tersebut dalam waktu
singkat setelah mendapatkannya dari
peternak aksi ini enggak cuma dilakukan
oleh para peternak di Boyolali tapi juga
dilakukan oleh para pemasuk susu yang
ada di Pasuruan Jawa Timur Pasti kalian
akan bertanya nih geng Apakah gerakan
yang dilakukan oleh para peternak susu
ini dikarenakan memang produksinya
sedang sangat banyak gitu sehingga
hasilnya melimpah ruah dan
dihambur-hamburkan atau memang tindakan
ini adalah aksi sukarela yang dilakukan
oleh para peternak untuk membagikan susu
mereka secara gratis kepada para warga
nah jawabannya enggak geng Walaupun
mungkin para warga justru senang
diberikan susu gratis dari para peternak
tersebut Tapi sekali lagi seperti yang
gua katakan sebelumnya aksi yang
dilakukan oleh para peternak ini bukan
atas dasar mereka merayakan sesuatu
tetapi justru disebabkan karena mereka
mencoba untuk memprotes kebijakan atau
regulasi yang membuat para peternak ini
merasa kesulitan dalam menjual hasil
susu ternak mereka dan ini benar-benar
bikin miris atas kebijakan pemerintah
pusat pengimpor susu diawali dari
Kompleks kantor tinas peternakan dan
Perikanan disnakkan Kabupaten Boyolali
Jawa Tengah apa yang sebenarnya terjadi
apa peraturan yang membuat para peternak
ini sampai rela melakukan aksi protes
seperti itu karena kalau dilihat dari
bentuk aksinya pastinya permasalahan ini
ya bukanlah permasalahan yang kecil ya
Sekarang logiknya gini susunya
dibuang-buang kayak gitu apa enggak
mubazir apa enggak Rugi Ya kalau dijual
Kan hasilnya jelas nah sekarang nih kita
masuk ke dalam pembahasan regulasi yang
menyulitkan para peternak di Boyolali
ini
ini nah jadi geng aksi tersebut tidak
terlepas dari regulasi yang diterapkan
namun justru tidak memihak kepada
peternak yang mana Ini berkaitan dengan
kebijakan impor di negara kita dan kasus
yang sama seperti pembahasan gua
sebelumnya mengenai ya fenomena PHK
massal di Indonesia yang kebanyakan
dialami oleh perusahaan industri tekstil
karena produk impor yang terlalu banyak
dan kejadian di Boyolali menurut
keterangan dari koordinator dari para
peternak Boyolali yang bernama sriono
bongol kalau ada puluhan ribu peternak
yang ada di Boyolali saat ini kondisinya
sedang enggak baik-baik aja yang
disebabkan karena adanya pembatasan
kuota susu lokal yang masuk ke industri
pengolahan susu atau yang Biasa
disingkat dengan IPS pembatasan ini
membuat ribuan liter susu yang
dihasilkan dari para peternak lokal
Boyolali menjadi mubazir geng karena
enggak bisa dijual untuk pasar yang
lebih besar sehingga susu-susu tersebut
yang tidak masuk ke dalam kuota IPS
hanya bisa dijual di tempat usaha dagang
atau koperasi aja yang mana tentunya
penjualan susu dari usaha dagang atau
koperasi enggak akan sebesar penjualan
melalui IPS para peternak Boyolali
menduga kalau kebijakan terhadap kuota
IPS ini diakibatkan karena kuota impor
susu dari luar negeri yang mana 80%
kebutuhan susu dalam negeri justru
berasal dari susu impor sementara
sisanya yaitu sebesar 20% barulah dari
susu lokal sedih banget ya padahal susu
lokalnya ada tapi pemerintah lebih ya
cenderung pakai susu susu impor dari
persentase tersebut sebenarnya kita bisa
lihat kalau perbandingannya enggak
seimbang ya kalau mau seharusnya 5050
atau justru sebaliknya susu lokal 80
20%-nya impor itu yang baru masuk akal
gitu ya ibaratnya nih ya yang lokal dulu
nih dihabisin sisanya kalau masih kurang
baru impor dari luar Kalau ini Enggak
dari luar sebanyak-banyaknya yang lokal
terbuang sia-sia ya kalau begini gimana
industri di dalam negeri bisa berkembang
kalau secara regulasinya aja udah enggak
jelas dan enggak seimbang kayak gini per
hari di Boyolali itu ada sisa kuota 30
ton per hari memang yang kita buang ini
adalah suus stok kemarin artinya yang
Memang e bukan fresh hari ini yang
masuk lalu geng menurut keterangan dari
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan
Boyolali yang bernama Ibu Lucia Diah
suciaati beliau ini membenarkan tidak
terserapnya susu dari peternak Boyolali
itu disebabkan karena adanya pembatasan
dari IPS dan kalau diperkirakan oleh
bulusia ini ada sekitar 30.000 l susu
dari peternak boyol Bali yang tidak
masuk ke dalam kuota IPS padahal
produksi dari susu di Boyolali setiap
harinya mencapai 140.000 liter tapi ya
semenjak adanya pembatasan kuota hanya
sebanyak
110.000 liter yang bisa masuk ke dalam
kuota Wah gila lalu geng untuk di daerah
Pasuruan sendiri ada keterangan dari
direktur ptnsp yaitu sebuah perusahaan
yang menjalankan bisnis sektor
peternakan Nah direkturnya itu bernama
Bayu Aji handayanto Nah karena kebijakan
IPS ini membuat perusahaan tersebut juga
membuat kiriman susu dari pemasuk lokal
berkurang dari 70 ton setiap harinya
menjadi 40 ton aja kebijakan ini enggak
cuma berdampak di Boyolali tapi banyak
peternak sapi lokal yang ada di daerah
Jawa Timur dan juga Jawa Barat terkena
imbas yang sama awalnya Pak Bayu ini
merasa dampak dari pembatasan itu Ya di
dua pabrik mereka yang ada di Jawa Timur
namun ketika perusahaan tersebut ingin
mengirim susu ke wilayah Jawa Barat
ternyata di sana juga diberlakukan hal
tersebut peraturannya sama yang mana hal
ini membuat mereka jadi kebingungan susu
mereka harus dikemanain ya lama-lama
nanti jadi basi gitu kan expire
kadenuarsa nah lalu pada akhirnya
timbullah aksi membuang buang susu ini
dan di sini pasti timbul Pertanyaan
kenapa para peternak susu justru
membuang susu Mereka kenapa enggak
dijual kembali aja ke para warga yang
nantinya juga akan menambah pendapatan
mereka Bukannya itu lebih baik ketimbang
harus dibuang nah menurut keterangan
dari koordinator aksi yang bernama
sriono dia mengatakan kalau membuang
susu yang dilakukan itu Karena berbahaya
untuk dikonsumsi kalau sampai susu susu
tersebut rusak atau kadaluarsa karena
susu tersebut tidak bisa masuk ke dalam
kuota dan enggak bisa dibiarkan dalam
waktu yang lama karena takutnya rusak
yang nantinya justru membahayakan kalau
dikonsumsi ya bisa menyebabkan keracunan
diare dan lain-lain jadinya para
peternak memutuskan untuk membuang aja
susu-susu tersebut dan susu tersebut
memang sisa dari pengiriman sebelumnya
yang tidak masuk ke dalam kuota IPS
mereka juga enggak bisa menyimpan susu
itu dalam waktu yang lama menggunakan
freezer atau pendingin karena tempat
pengepulan dari susu-susu itu memiliki
keterbatasan tempat jadi enggak bisa
menampung semuanya jadilah ya Mending
dibuang karena kalau dibiarkan juga
lama-lama bakal expire membusuk dan
[Musik]
bau pendapat serupa juga disampaikan
oleh salah satu pelopor susu di Desa
Sruni Kecamatan Musuk Boyolali yang
bernama Sugianto yang juga harus
membuang sebagian besar susu dari
peternak yang sudah dia beli karena dia
merasa kasihan terhadap para peternak
sehingga dia memutuskan untuk tetap
ambil susu dari para peternak itu
seharga 7.300 per liternya dan setelah
dia beli ya dia buang secara sia-sia
secara cuma-cuma dan kalian bayangkan ya
geng di dalam kasus hugianto ini karena
banyak susu yang harus dibeli di saat
itu dia sampai rugi 1 Seteng miliar geng
dan Pak Sugianto ini mengatakan kalau
alasan dari IPS menolak susu dari
peternak lokal itu karena adanya
perbaikan dari mesin pengolahan susu
katanya gitu namun alasan itu ya enggak
bisa diterima oleh para peternak karena
mereka menganggap kalau itu ya cuma
bentuk pengelakan dari IPS atau bohong
lah gitu ya Nah padahal sebenarnya
alasan dari ditolaknya itu ya karena
pemerintah yang membuat kebijakan untuk
mengimpor susu Oleh karena itu para
peternak dan pengepul sampai ke
perusahaan yang ada di lokal Indonesia
yang memproduksi susu enggak boleh
mendapatkan keuntungan kayak enggak
boleh jualan gitu nah mereka berharap
kalau impor susu ini segera ditutup agar
tidak merugikan para pelaku-pelaku lokal
tadi di awal gua udah nyebutin nih Geng
kalau produksi dari susu di Boyolali ini
sangat banyak yaitu mencapai 49.000 ton
per tahunnya terus juga para peternak
dan pihak-pihak yang bergerak di sektor
pertanian juga merasa kalau kebutuhan
susu di Indonesia juga bisa mereka
penuhi dan mereka siap untuk menyuplly
kebutuhan susu nasional nah tapi kenapa
regulasi yang dibuat oleh pemerintah
justru seperti menyingkirkan
pengusaha-pengusaha yang ada di
Indonesia sendiri gitu nah alih-alih
mendukung pengusaha lokal pemerintah
malah lebih memilih untuk mengimpor susu
luar atau susu dari luar negeri untuk
kebutuhan di dalam negeri nah lalu apa
alasan pemerintah kita geng menetapkan
regulasi seperti ini kok sampai tega
gitu melakukan hal ini Nah gua mengambil
sebuah informasi dari media kumparan nih
geng yang mengatakan kalau Indonesia
memiliki impor susu yang jauh lebih
besar dibandingkan ekspornya nah ini gua
Jelaskan sedikit biar enggak kebalik ya
Jadi maksudnya tuh impornya lebih besar
daripada ekspornya adalah negara kita ya
Susunya tuh melimpah di Indonesia tuh
susu melimpah tapi pemerintah kita lebih
memilih untuk ambil atau beli dari luar
Terus dimasukin ke Indonesia Nah
sementara stok yang ada di Indonesia
susunya dibiarin gitu aja padahal ya
kalau memang kebijakannya pemerintah
lebih memilih susu luar untuk dimasukin
ke dalam ya ke Indonesia harusnya susu
Indonesia produk-produk dari peternak
lokal diekspor sebesar-besarnya keluar
ya enggak apa-apa Kalau mau aliran
lingkaran begitu ya enggak masalah gitu
kan nah tapi ini Aneh banget susu lokal
dibiarkan begitu aja enggak tahu
regulasinya kayak gimana n sementara
susu dari luar itu diambil dibeli
mahal-mahal baru diperjualbikan ke
masyarakat padahal ya kalau
dipikir-pikir daripada ribet kayak gitu
kenapa enggak susu lokalnya aja yang
diperjual belikan di dalam negeri gitu
Apa sih yang diincer ya kan nah padahal
nih ya hanya ada dua cara untuk bisa
membuat para pengusaha Indonesia atau
pengusaha lokal atau peternak susu lokal
ini agar tetap bisa hidup yang pertama
tuh ya ya sistemnya ya susu mereka
dijual di dalam negeri itu satu nah
terus yang kedua sistem yang kayak gua
bilang tadi Kalau pemerintah lebih ingin
mengimpor susu dari luar ya susu lokal
milik peternak lokal ya diekspor ke
luuar dikeluarkan dari dalam negeri Ya
sama-sama untung harusnya begitu selama
periode Januari sampai dengan Agustus
2024 Indonesia ini mengimpor susu
sebanyak
321,04.000 Ton dan Indonesia itu masih
bergantung terhadap susu impor karena
kebutuhan konsumsi susu yang terus
meningkat pesat setiap tahunnya serta
sistem dari produksi susu di Indonesia
yang dikatakan masih belum bisa
mencukupi permintaan dari k en Nah kalau
dilihat dari produksi susu segar di
dalam negeri yang disingkat dengan ssdn
itu dikatakan hanya bisa memenuhi
sekitar 22% kebutuhan susu segar di
dalam negeri sementara 78%-nya berasal
dari susu impor atau diambil dari luar
Nah pasti kalian bakal bingung kok bisa
cuma 22% Apakah kurang stoknya yang ada
di Indonesia kalau memang kurang kok
bisa ya para peternak ini sampai
buang-buang itu susu itu artinya kan
berarti berlebih gitu kan Nah dari
informasi yang gua dapatkan kendalanya
disebabkan karena masih sedikitnya popul
populasi sapi perah di Indonesia yang
mencapai 592.000 ekor saja katanya dan
kemudian rendahnya produktivitas dari
sapi perah milik masyarakat yaitu hanya
sebesar 8 sampai 12 Lit per ekornya per
hari Nah hambatannya seperti ini
sebenarnya bisa menjadi sebuah peluang
yang bisa dimanfaatkan oleh para
produsen susu dalam negeri agar bisa
membangun bisnis mereka menjadi lebih
baik lagi tapi sayangnya geng banyak
peternak yang memiliki kendala lain
seperti ya kualitas benih dari sapi-sapi
yang buruk kurangnya kapasitas dari
budidaya sapi mereka terutama yang
berkaitan dengan kesehatan dari sapinya
itu sendiri sehingga berdampak pada
produksi susu yang menjadi sedikit Nah
akhirnya menurut klaim pemerintah ya di
Indonesia itu malah mengalami kelangkaan
stok susu kalau hanya bergantung pada
peternak lokal klaim soal kelangkaan
susu ini nantinya juga bakal berdampak
terhadap kualitas dari susu itu sendiri
untuk makanan sapi yang diambil dari
Rumput Hijau juga menjadi kendala
selanjutnya karena lahan untuk bisa
mengambil rumput sudah semakin sedikit
ya kita bisa lihat ya di Indonesia Sekar
sekarang ya ruang terbuka hijau itu udah
mulai berkurang Enggak seperti di New
Zealand gitu ya kalau di Indonesia itu
udah kebanyakan gedung-gedung nah
Padahal kalau kita perhatikan secara
sumber daya Indonesia ini memiliki
sumber daya yang sudah mendukung tinggal
dimanfaatkan aja Jadi sebenarnya
Indonesia itu bisa memiliki pasukan susu
yang cukup tapi karena kurangnya
pemanfaatan sumber daya untuk
pengembangan bisnis sektor peternakan
terutama susu yang membuat perkembangan
dari produksi susu menjadi terhambat
belum lagi kurangnya perhatian dari
pemerintah untuk membantu Para produsen
atau para pengus usaha atau para
peternak dari produksi susu sapi ini
yang ada di Indonesia Nah bukannya
mencoba memperbaiki produksi dalam
negeri pemerintah justru memilih untuk
melakukan impor susu geng malah
memperkaya negara lain dan impor susu di
Indonesia sudah meningkat sebesar
314.698 ton per tahunnya dari tahun 2012
sampai dengan 2021 1,34% pertahun dari
tahun 2012 hingga 2021 dengan jumlah
yakni mencapai 314.000 698 ton per tahun
terus geng New Zealand itu menjadi
negara importir susu terbesar di
Indonesia dengan angka mencapai
102,97 juta ton yang kalian bisa
bayangkan betapa banyaknya dan
beruntungnya New Zealand ketika mereka
menjual susu-susu mereka ke Indonesia
nah terus kemudian Indonesia juga
mengimpor dari Amerika sebesar
74,99 ton lalu dari Malaysia sebesar
43,32 ton lalu dari Australia sebesar
35,61 ton Lalu ada dari Belgia sebesar
35,51 ton Lalu ada dari Prancis sebesar
14,75 Ton dan yang terakhir dari Jerman
sebesar
10,57 ton kebayang tuh ya sedih banget
ya negara lain malah enak gitu pengusaha
peternak sapi kita di Indonesia malah ya
sengsara terus geng susu yang diimpor
juga bukan berupa susu segar tapi susu
skim dan juga bubuk Memang secara
efisiensi kedua jadi Ji susu tersebut
akan memudahkan pengiriman dan enggak
mudah rusak ya enggak kayak susu cair
atau susu murni langsung dari sapi gitu
kalau Dikirim jauh-jauh nanti yang ada
basi nah namun secara kualitas Ya jelas
enggak sebagus susu asli atau susu murni
yang langsung dari sapi dan kalau
dilihat secara harga harga dari susu
skim dan bubuk itu lebih murah
dibandingkan susu segar dan itu kenapa
orang-orang lebih memilih untuk membeli
susu skim dan bubuk dibandingkan susu
segar yang diproduksi oleh para peternak
lokal jelas untuk hal ini Produk susu
dari peternak lokal akan kalah saing
tapi bukan kalah kualitas kalau mau
sehat ya beli dari peternak lokal yang
susunya murni langsung dari sapi nah
belum lagi nih ya Karena terbatasnya
kuota yang diberikan untuk susu lokal
yang semakin menyulitkan penjualan susu
sapi lokal jadi ibaratnya tuh susu sapi
lokal dari peternak lokal itu hanya
boleh dijual ee terbatas gitu enggak
boleh banyak-banyak terus geng Enggak
cuma perihal kuota aja tapi para
peternak ini juga harus membayar pajak
yang begitu besar untuk pajak usaha
mereka jadi benar-benar dicekik banget
gitu ya para peternak dan para usaha nah
salah satunya ada sebuah kasus yang
menurut gua cukup viral nih geng Nah ini
dialami oleh seorang pengepul sapi perah
yaitu yang bernama UD Pramono milik Pak
Pramono yang ada di Boyolali Nah Pak
Pramono ini sendiri membuka usaha
pengepul sapi perahnya pada tahun 2015
dan membayar pajak per tahunnya senilai
Rp10 juta Dia meminta tolong kepada
Pegawai pajak untuk menghitung pajaknya
karena dia hanya lulusan sd sehingga dia
enggak bisa mengurus administrasi dan
itu berlanjut sampai tahun
2019 ee membayarnya saya minta tolong
Gantar Pajek karena pendidikan saya kan
SD gak bisa apa tuh administrasi lah
Mulai sejak itulah Pak Pramono ini
mengaku dia enggak pernah mendapatkan
panggilan dari kantor pajak dan karena
itu Dia mengira kalau urusan pajaknya
itu udah selesai dan sudah dipotong dari
hasil penjualannya sebagai pengepul sapi
perah hal yang sama juga terjadi di
tahun 2020 di mana dia enggak dipanggil
sama sekali sehingga Dia mengira Kalau
urusan pajaknya udah aman gitu tapi
tiba-tiba di tahun 2021 Dia mendapat
surat dari kantor KPP Pratama Solo untuk
datang ke sana Nah pada saat itu pak
Pramono ini dikagetkan karena tiba-tiba
dia dimintai pajak sebesar Rp2
miliar dong saya kena dikenakan
2m sedih gak tuh geng Awalnya dia pikir
itu cuma bercanda aja terus dia
dipanggil lagi untuk kedua kalinya dan
dikatakan kalau dia dikenakan pajak
sebesar
671 juta huh gila sedih banget dan Pak
promono ini mulai diajari perihal
administrasi untuk menghitung pajaknya
setelah diajari ternyata pajaknya di
tahun 2018 yang dia bayar itu tetap R
juta lalu di tahun 2019 Dia terkena
pajak sebesar Rp75 juta dan pada tahun
2020 Pak Pramono ini sempat ditawarkan
untuk membayar Rp200 juta supaya urusan
pajaknya dianggap selesai dan Pak
Pramono pun membayar Dan menganggap
urusannya sudah selesai tapi beberapa
bulan kemudian Pak Pramono justru
Dipanggil lagi ke KPP Pratama Boyolali
untuk tanda tangan penyelesaian dan di
ditagih uang sebesar 671 juta padahal
selama ini Pak Pramono ini taat membayar
pajak sampai tahun 2024 ini geng lalu
enggak sampai di situ aja geng rekening
bank Pak Pramono juga sampai diblokir
sejak tanggal 4 Oktober tahun 2024 dan
dia baru mengetahui hal itu ketika dia
mau mengambil uang di bank untuk
keperluan membayar susu ke peternak e
Bank Mandiri
Ca tabunganu diblokir sejumlah
671 dan para peternak yang berada di
bawah naungan UD Pramono mendatangi KPP
prtama Boyolali untuk meminta kejelasan
mengenai pemblokiran rekening pak
Pramono yang mana ini menyulitkan
pembayaran mereka jadi para peternak ini
enggak marah ke Pak Pramono walaupun Pak
Pramono ini telat bayar belum bayarlah
gitu ya tapi mereka tahu pak Pramono ini
sedang ada urusan dengan orang pajak
karena rekening banknya diblokir dan
mereka pun datang beramai-ramai membantu
Pak Pramono untuk mencari kejelasan ini
ke kantor KPP Pratama Boyolali dan
permasalahan ini sampai-sampai membuat
pemerintah Boyolali bergerak Pak
paramono di saat itu sampai harus
menyerah dia memilih untuk menutup
usahanya padahal nih ya Pak paramono ini
sebenarnya enggak mau menutup usahanya
sehingga dia melakukan berbagai cara
agar bisa membayar peternak mulai dengan
membayar peternak menggunakan uang
simpanan sendiri dan menghentikan usaha
simpan pinjam atau koperasi yang dia
punya sampai menjual 6 ekor sapi Pak
Pramono juga mengaku kalau dia masih
menjalankan usahanya sebagai cara untuk
menghargai upaya pemerintah Boyolali
untuk memperjuangkan usaha anya tapi
kalau memang enggak bisa diselamatkan
dan rekeningnya juga enggak bisa
dipulihkan tetap diblokir Pak Pramono
ini memilih untuk pasrah kalau usahanya
harus ditutup dan Ternyata selain karena
masalah produksi ini yang menjadi
kendala pajak yang dikenakan juga
dinilai terlalu tinggi bisa kebayang ya
geng gimana sedihnya menjadi Pak Pramono
dia menaungi banyak sekali para ya
pengusaha atau peternak tapi dia harus
menutup usaha yang sudah Dia ee bangun
gitu sejak lama ya hanya dalam tempo
waktu beberapa hari aja karena perihal
[Musik]
pajak Nah sekarang kita masuk ke dalam
pembahasan mengenai solusi dari
pemerintah untuk menanggulangi masalah
seperti Pak Pramono
ini jadi geng Dinas Peternakan dan
kesehatan hewan atau disingkat dengan
PKH provinsi Jawa Tengah mengatakan
kalau pihaknya sudah melaporkan apa yang
dialami oleh para peternak sapi yang ada
di Boyolali ke Kementerian Pertanian
pelaksana tugas Kepala Dinas PKH Jawa
Tengah yang bernama Ignasius haryanta
Nugraha juga sudah sempat menemui para
peternak yang melakukan aksi buang-buang
susu sebagai aksi terhadap kuota IPS
yang diberlakukan kepada mereka
pemerintah pertanian yaitu Arman
Sulaiman itu berencana akan mengadakan
rapat dengan mengundang asosiasi dari
IPS dan pemerintah daerah penghasil susu
pada tanggal 11 November tahun 2024 nah
harinya bertepatan dengan gua syuting
hari ini geng dan Selain itu pihak
Kementerian juga mengundang industri
peternak dan pengepul lalu kemudian Pak
haryanta juga akan mengecek dugaan susu
impor yang menjadi penyebab tidak
terserapnya susu peternak lokal atau
dengan kata lain peternak lokal tidak
bisa menjual susu produksi mereka nah
ketika melakukan rapat koordinasi dengan
Pak Amran selaku Menteri Pertanian dan
Pak Amran sendiri mengatakan kalau
pihak-pihak yang terlibat di dalam aksi
tersebut sudah sepakat untuk berdamai
dan menurut Pak Amran hal tersebut bisa
terjadi karena adanya masalah terhadap
kualitas dari susu sapi lokal makanya
banyak susu dari peternak lokal yang
tidak bisa masuk ke dalam kuota karena
banyak pabrik yang enggak mau menerima
susu susu tersebut nah Oleh karena itu
ke depannya bakal ada kolaborasi dan
pembinaan terhadap peternak agar
kualitas produk mereka Sesuai dengan
standar yang sudah ditetapkan dan karena
permasalahan kualitas inilah yang
membuat pemerintah akhirnya mengimpor
susu dari beberapa negara dan Pak Amran
juga meminta agar pembatasan kuota
dihilangkan supaya impor susu bisa
ditekan dan peternak susu lokal terutama
yang diboyolali bisa menjual produk susu
Mereka lagi dengan kuota yang lebih
besar jumlah yang lebih besar
[Musik]
sementara nih geng ya Menurut Pak Bayu
selaku direktur dari PT NSP dia
menjelaskan kalau kualitas dari susu
lokal sebenarnya sudah memenuhi SNI cuma
kalau dibandingkan dengan susu impor
jelas akan kalah nah kemudian menurut
Pak Sony Effendi selaku direktur
eksekutif asosiasi IPS mengatakan jumlah
susu yang ditolak oleh pabrik sebenarnya
semakin berkurang sehingga diharapkan
adanya kerja sama antara industri dan
peternak lokal untuk sama-sama menjaga
kualitas supaya tidak ditolak lagi gitu
dan soal permasalahan impor susu dari
luar ke Indonesia Pak haryanta
mengatakan kalau kebijakan presiden baru
yaitu Pak Prabowo tidak akan mengimpor
susu untuk program susu gratis tetapi
justru mengimpor sapinya yaitu sebesar 1
juta ekor Dalam waktu 5 tahun nah supaya
Apa hasil dari susunya itu ya tetap
berasal dari Indonesia cuma sapinya aja
dari luar dan impor sapi ini diharapkan
bisa menutup kekurangan 80% kebutuhan
susu yang diklaim tidak bisa dipasok
oleh peternak lokal dan kemudian Pak
Prabowo juga memutuskan untuk menghap
pus hutang macet yang dialami oleh UMKM
yang bergerak di bidang pertanian
perkebunan peternakan perikanan kelautan
serta UMKM lainnya dan dengan dihapusnya
kebijakan tersebut diharapkan bisa
membantu masyarakat agar tidak ada lagi
kejadian seperti yang dialami oleh Pak
Pramono tadi yang terancam menutup
usahanya karena tidak bisa membayar
pajak namun dalam kebijakan tersebut Pak
Prabowo hanya menghapus hutang geng
bukan pajak seperti yang dialami oleh
Pak Pramono jadi pajaknya tetap ada ya
tapi Semoga aja nih ke depannya bisa
dikeluarkan sebuah kebijakan Untuk
meringankan beban pajak kepada para UMKM
agar mereka tetap bisa memasok bahan
pangan lebih baik
[Musik]
lagi nah jadi itu dia geng pembahasan
kita hari ini mengenai aksi protes
peternak sapi perah atau peternak susu
gitu ya asal Boyolali yang dikarenakan
kuota ips-nya ya dibatasi yang membuat
mereka merugi dan memilih untuk membuang
semua stok susu yang mereka punya dan
tadi juga kita sudah bahas soal solusi
yang dibuat oleh pemerintah agar bisa
menanggulangi permasalahan ini gimana
geng Menurut kalian tentang fenomena
yang satu ini coba tinggalkan komentar
di bawah