Kind: captions Language: id nah salah satunya ada sebuah kasus yang menurut gua cukup viral nih geng Nah ini dialami oleh seorang pengepul sapi perah yaitu yang bernama Ude Pramono milik Pak Pramono yang ada di Boyolali Nah Pak Pramono ini sendiri membuka usaha pengepul sapi perahnya pada tahun 2015 dan membayar pajak per tahunnya senilai Rp10 juta yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar Jerry [Musik] geng geng lagi rame banget nih geng sebuah kejadian yang terjadi di salah satu wilayah di Indonesia yaitu Boyolali beberapa hari yang lalu Kenapa hal ini gua bahas karena menurut gua ini benar-benar penting yang mana Ini ada sebuah kejadian beberapa orang terlihat sedang menuangkan susu bahkan ada yang mengguyurkan susu tersebut ke badan dari fenomena itu pasti kita akan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi apakah mereka sedang menyelenggarakan sebuah acara atau festival yang berkaitan dengan susu atau karena ada hal lain karena kalau kita lihat ini adalah perbuatan yang sangat mubazir karena membuang-buang makanan atau minuman yang seharusnya bisa diperuntukkan untuk masyarakat gitu nah ternyata fakta di balik itu semua benar-benar miris banget geng susu yang mereka buang-buang itu ternyata itu merupakan sebuah aksi yang dilakukan oleh warga Boyolali sebagai bentuk protes yang mereka lakukan untuk menentang sebuah kebijakan yang berkaitan dengan impor susu oleh pemerintah Indonesia dan aksi tersebut dilakukan oleh para peternak sapi geng yang berasal dari Boyolali sebelumnya gua udah pernah ngebahas nih mengenai kasus PHK massal yang terjadi di negara kita kalian boleh nonton ini kontennya yang ini yang mana ini sangat berdampak terhadap industri tekstil di indonesia sampai kemarin ramai pembicaraan tentang sebuah pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara yang pilit dan harus memphk karyawan dan para pekerja pabrik nya fenomena ini disebabkan karena terlalu banyaknya produk impor yang beredar di Indonesia nah imbas dari banyaknya produk impor ini ternyata juga dialami oleh para peternak susu di Boyolali geng yang membuat susu yang diproduksi oleh para peternak lokal itu tidak bisa bersaing dengan susu impor dan selain karena banyaknya susu impor ada juga regulasi dari kebijakan yang berlaku di Indonesia yang justru memberatkan para peternak karena adanya batasan yang membuat kuota dari susu yang diproduksi oleh para peternak lokal ini enggak bisa dipergunakan seluruhnya misal aja nih ada 10 Lit susu tapi yang bisa dijual cuma 7 Lit sementara 3 liternya enggak bisa dijual walaupun secara hitung-hitungan yang enggak kejual ini lebih sedikit dibandingkan yang bisa dijual tapi tetap aja kalau diterapkan dalam jangka waktu yang panjang semakin lama peternak susu bakal mengalami kerugian yang semakin besar meskipun pasar sesepi apapun produksi lokal kita bisa terserap semua seandainya pemerintah maupun industri itu memang mementingkan ee produksi dari susu lokal kita nah di video kali ini kita bakal membahas permasalahan tersebut geng mulai dari aksi protes yang dilakukan oleh para peternak susu asal Boyolali sampai ke regulasi penjualan susu yang ada di Indonesia Langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi lain [Musik] Oke geng Sebelum kita mulai ke kontennya atau pembahasannya gua pengen ngasih tahu dulu ke kalian kalau gua dan tim kamar Jerry sedang mengadakan survei kepuasan penonton di channel kamar Jerry Nah ini baru pertama kali kita mengadakan survei seperti ini nah tujuannya adalah pert pertama-tama Gua tuh mau berterima kasih dulu kepada kalian semua yang sudah menjadi subscriber kamar Jerry dan senang mantengin pembahasan-pembahasan di kamar Jerry Nah maka dari itu gua dan tim pengin banget nih dengar masukan dari kalian saran dari kalian sekaligus juga pengen tahu seberapa Puas kalian selama menjadi penonton video-video di kamar Jerry nah feedback dari kalian ini sangat penting banget geng buat channel kamar Jerry ke depannya supaya kita bisa terus bikin konten yang semakin menarik dan informatif untuk kalian semua nah Untuk itu gua minta waktu kalian sekitar 5 menitan untuk mengisi survei kepuasan penonton kamar Jerry yang bisa kalian akses di Link yang ada di deskripsi nah atau bisa juga klik Link yang ada di PIN komen sebagai apresiasi juga karena kalian sudah mau meluangkan waktu untuk isi survei kamar Jerry gua bakal membagikan hadiah sebesar Rp50.000 untuk 10 orang tercepat yang mengisi survei tersebut terus juga Rp50.000 lagi untuk 20 orang lainnya yang nantinya bakal gua pilih secara random nah tapi nih geng perlu diingat kalau enggak ada jawaban yang benar atau salah dalam mengisi survei jawaban kalian juga enggak bakal mempengaruhi pemilihan pemenang hadiah Jadi kalian bisa jawab sejujur-jujurnya sesuka hati kalian Oke jadi jangan lupa untuk isi survei kepuasan penonton kamar Jerry linknya sudah ada di deskripsi dan PIN komentar Oke kalau gitu kita langsung masuk ke dalam pembahasan Boyolali menjadi sebuah wilayah di Indonesia yang terkenal sebagai kota susu alasannya enggak lain dan enggak bukan karena Boyolali ini menjadi daerah penghasil susu terbesar di Jawa Tengah geng Nah Karena produksi susu yang melimpah di daerah tersebut banyak yang menyamakan Boyolali yang setara dengan New Zealand atau Selandia baru yang memang sudah dikenal Sedari Dulu sebagai negara penghasil susu dan produk olahan susu yang cukup besar di dunia Nah karena Hal inilah ada juga yang menamakan Boyolali sebagai New Zealand Van jaava seperti Kota Bandung yang dijuluki sebagai Paris vanjaava karena banyaknya industri fashion yang menjamur di kota tersebut nah sementara di Boyolali karena adanya industri susu Menurut data yang diambil oleh BPS mengenai produksi telur unggas dan juga susu sapi yang ada di provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019 dan 2020 Boyolali ini menjadi daerah yang menduduki peringkat pertama dengan produksi susu terbanyak di tahun 2019 totalnya saja mencapai 51.109,02 ton sementara di tahun 2020 produksinya meningkat sampai ke angka 51.338,02 Ton di tahun 2021 itu tercatat kalau Boyolali ini memiliki sapi perah yang berjumlah sebanyak 94.000 ekor dan jumlah sapi tersebut terus konsisten selama 3 tahun terakhir gokil banget kan dari 94.000 ekor sapi itu bisa menghasilkan sebanyak 49.000 ton susu per tahunnya yang kalau dihitung per harinya itu artinya sapi-sapi tersebut bisa menghasilkan 135 ton susu dan Hal inilah yang membuat Boyolali menjadi wilayah dengan penyumbang produksi susu sebesar 49% di Jawa Tengah dan menjadi yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah lain Jadi bisa dibayangkan ya geng Berapa banyak peternak sapi di Boyolali ya kalau sapinya aja sebanyak itu dan Karena produksi susu yang melimpah di sana pemerintah Boyolali sampai membangun beberapa ikon kota tersebut yang tidak jauh-jauh dari unsur susu sapi Seperti contohnya ada Lembu Suro yaitu sebuah bangunan yang yang berbentuk raksasa yang sedang meringkuk nah bangunan ini terletak di kantor setda pemkap Boyolali terus ada lagi Monumen susu murni atau tugu susu tumpah yang berada tepat di depan Pasar Boyolali yang menggantikan Monumen Tugu jam yang sudah ada sebelumnya sebenarnya geng dari banyaknya sapi yang dikelola oleh para peternak Boyolali ini menjadi sebuah kebanggaan untuk kita sebagai orang Indonesia karena susu yang dihasilkan dari sapi-sapi Boyolali itu bisa disamakan dengan yang ada di New Zealand dan kalau dipikir dengan jumlah sapi dan produksi susu sebanyak itu seharusnya para peternak susu di Boyolali bisa memproduksi susu mereka secara massal serta mereka tentunya adalah orang-orang yang bekerja di sektor tersebut Ya sudah Sejahtera semuanya karena keuntungan yang mereka hasilkan dari produksi susu yang mereka punya tapi di balik angka-angka tersebut ternyata mereka enggak sesejahtera itu geng Hal ini terlihat ketika para peternak Boyolali melakukan aksi pembuangan susu yang sudah mereka hasilkan dari peternakan bahkan ada yang mengguyurkan susu tersebut ke badan mereka aksi ini terjadi pada tanggal 9 November tahun 2024 kemarin di kawasan Tugu susu tumpah Boyolali sebelum melakukan aksi itu para agen pengepul susu dan peternak berkumpul terlebih dahulu di Dinas Peternakan dan Perikanan atau disnakan Boyolali satu persatu mobil pick up yang dibawa dalam aksi tersebut membawa ratusan peternak dan membuang susu sebanyak 50.000 Lit ke TPA yang ada di Winong Boyolali ada juga sebanyak 1.000 liter yang dibagikan kepada warga secara cuma-cuma atau gratis para warga yang mendapatkan susu ini langsung menghabiskan susu tersebut dalam waktu singkat setelah mendapatkannya dari peternak aksi ini enggak cuma dilakukan oleh para peternak di Boyolali tapi juga dilakukan oleh para pemasuk susu yang ada di Pasuruan Jawa Timur Pasti kalian akan bertanya nih geng Apakah gerakan yang dilakukan oleh para peternak susu ini dikarenakan memang produksinya sedang sangat banyak gitu sehingga hasilnya melimpah ruah dan dihambur-hamburkan atau memang tindakan ini adalah aksi sukarela yang dilakukan oleh para peternak untuk membagikan susu mereka secara gratis kepada para warga nah jawabannya enggak geng Walaupun mungkin para warga justru senang diberikan susu gratis dari para peternak tersebut Tapi sekali lagi seperti yang gua katakan sebelumnya aksi yang dilakukan oleh para peternak ini bukan atas dasar mereka merayakan sesuatu tetapi justru disebabkan karena mereka mencoba untuk memprotes kebijakan atau regulasi yang membuat para peternak ini merasa kesulitan dalam menjual hasil susu ternak mereka dan ini benar-benar bikin miris atas kebijakan pemerintah pusat pengimpor susu diawali dari Kompleks kantor tinas peternakan dan Perikanan disnakkan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah apa yang sebenarnya terjadi apa peraturan yang membuat para peternak ini sampai rela melakukan aksi protes seperti itu karena kalau dilihat dari bentuk aksinya pastinya permasalahan ini ya bukanlah permasalahan yang kecil ya Sekarang logiknya gini susunya dibuang-buang kayak gitu apa enggak mubazir apa enggak Rugi Ya kalau dijual Kan hasilnya jelas nah sekarang nih kita masuk ke dalam pembahasan regulasi yang menyulitkan para peternak di Boyolali ini ini nah jadi geng aksi tersebut tidak terlepas dari regulasi yang diterapkan namun justru tidak memihak kepada peternak yang mana Ini berkaitan dengan kebijakan impor di negara kita dan kasus yang sama seperti pembahasan gua sebelumnya mengenai ya fenomena PHK massal di Indonesia yang kebanyakan dialami oleh perusahaan industri tekstil karena produk impor yang terlalu banyak dan kejadian di Boyolali menurut keterangan dari koordinator dari para peternak Boyolali yang bernama sriono bongol kalau ada puluhan ribu peternak yang ada di Boyolali saat ini kondisinya sedang enggak baik-baik aja yang disebabkan karena adanya pembatasan kuota susu lokal yang masuk ke industri pengolahan susu atau yang Biasa disingkat dengan IPS pembatasan ini membuat ribuan liter susu yang dihasilkan dari para peternak lokal Boyolali menjadi mubazir geng karena enggak bisa dijual untuk pasar yang lebih besar sehingga susu-susu tersebut yang tidak masuk ke dalam kuota IPS hanya bisa dijual di tempat usaha dagang atau koperasi aja yang mana tentunya penjualan susu dari usaha dagang atau koperasi enggak akan sebesar penjualan melalui IPS para peternak Boyolali menduga kalau kebijakan terhadap kuota IPS ini diakibatkan karena kuota impor susu dari luar negeri yang mana 80% kebutuhan susu dalam negeri justru berasal dari susu impor sementara sisanya yaitu sebesar 20% barulah dari susu lokal sedih banget ya padahal susu lokalnya ada tapi pemerintah lebih ya cenderung pakai susu susu impor dari persentase tersebut sebenarnya kita bisa lihat kalau perbandingannya enggak seimbang ya kalau mau seharusnya 5050 atau justru sebaliknya susu lokal 80 20%-nya impor itu yang baru masuk akal gitu ya ibaratnya nih ya yang lokal dulu nih dihabisin sisanya kalau masih kurang baru impor dari luar Kalau ini Enggak dari luar sebanyak-banyaknya yang lokal terbuang sia-sia ya kalau begini gimana industri di dalam negeri bisa berkembang kalau secara regulasinya aja udah enggak jelas dan enggak seimbang kayak gini per hari di Boyolali itu ada sisa kuota 30 ton per hari memang yang kita buang ini adalah suus stok kemarin artinya yang Memang e bukan fresh hari ini yang masuk lalu geng menurut keterangan dari Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali yang bernama Ibu Lucia Diah suciaati beliau ini membenarkan tidak terserapnya susu dari peternak Boyolali itu disebabkan karena adanya pembatasan dari IPS dan kalau diperkirakan oleh bulusia ini ada sekitar 30.000 l susu dari peternak boyol Bali yang tidak masuk ke dalam kuota IPS padahal produksi dari susu di Boyolali setiap harinya mencapai 140.000 liter tapi ya semenjak adanya pembatasan kuota hanya sebanyak 110.000 liter yang bisa masuk ke dalam kuota Wah gila lalu geng untuk di daerah Pasuruan sendiri ada keterangan dari direktur ptnsp yaitu sebuah perusahaan yang menjalankan bisnis sektor peternakan Nah direkturnya itu bernama Bayu Aji handayanto Nah karena kebijakan IPS ini membuat perusahaan tersebut juga membuat kiriman susu dari pemasuk lokal berkurang dari 70 ton setiap harinya menjadi 40 ton aja kebijakan ini enggak cuma berdampak di Boyolali tapi banyak peternak sapi lokal yang ada di daerah Jawa Timur dan juga Jawa Barat terkena imbas yang sama awalnya Pak Bayu ini merasa dampak dari pembatasan itu Ya di dua pabrik mereka yang ada di Jawa Timur namun ketika perusahaan tersebut ingin mengirim susu ke wilayah Jawa Barat ternyata di sana juga diberlakukan hal tersebut peraturannya sama yang mana hal ini membuat mereka jadi kebingungan susu mereka harus dikemanain ya lama-lama nanti jadi basi gitu kan expire kadenuarsa nah lalu pada akhirnya timbullah aksi membuang buang susu ini dan di sini pasti timbul Pertanyaan kenapa para peternak susu justru membuang susu Mereka kenapa enggak dijual kembali aja ke para warga yang nantinya juga akan menambah pendapatan mereka Bukannya itu lebih baik ketimbang harus dibuang nah menurut keterangan dari koordinator aksi yang bernama sriono dia mengatakan kalau membuang susu yang dilakukan itu Karena berbahaya untuk dikonsumsi kalau sampai susu susu tersebut rusak atau kadaluarsa karena susu tersebut tidak bisa masuk ke dalam kuota dan enggak bisa dibiarkan dalam waktu yang lama karena takutnya rusak yang nantinya justru membahayakan kalau dikonsumsi ya bisa menyebabkan keracunan diare dan lain-lain jadinya para peternak memutuskan untuk membuang aja susu-susu tersebut dan susu tersebut memang sisa dari pengiriman sebelumnya yang tidak masuk ke dalam kuota IPS mereka juga enggak bisa menyimpan susu itu dalam waktu yang lama menggunakan freezer atau pendingin karena tempat pengepulan dari susu-susu itu memiliki keterbatasan tempat jadi enggak bisa menampung semuanya jadilah ya Mending dibuang karena kalau dibiarkan juga lama-lama bakal expire membusuk dan [Musik] bau pendapat serupa juga disampaikan oleh salah satu pelopor susu di Desa Sruni Kecamatan Musuk Boyolali yang bernama Sugianto yang juga harus membuang sebagian besar susu dari peternak yang sudah dia beli karena dia merasa kasihan terhadap para peternak sehingga dia memutuskan untuk tetap ambil susu dari para peternak itu seharga 7.300 per liternya dan setelah dia beli ya dia buang secara sia-sia secara cuma-cuma dan kalian bayangkan ya geng di dalam kasus hugianto ini karena banyak susu yang harus dibeli di saat itu dia sampai rugi 1 Seteng miliar geng dan Pak Sugianto ini mengatakan kalau alasan dari IPS menolak susu dari peternak lokal itu karena adanya perbaikan dari mesin pengolahan susu katanya gitu namun alasan itu ya enggak bisa diterima oleh para peternak karena mereka menganggap kalau itu ya cuma bentuk pengelakan dari IPS atau bohong lah gitu ya Nah padahal sebenarnya alasan dari ditolaknya itu ya karena pemerintah yang membuat kebijakan untuk mengimpor susu Oleh karena itu para peternak dan pengepul sampai ke perusahaan yang ada di lokal Indonesia yang memproduksi susu enggak boleh mendapatkan keuntungan kayak enggak boleh jualan gitu nah mereka berharap kalau impor susu ini segera ditutup agar tidak merugikan para pelaku-pelaku lokal tadi di awal gua udah nyebutin nih Geng kalau produksi dari susu di Boyolali ini sangat banyak yaitu mencapai 49.000 ton per tahunnya terus juga para peternak dan pihak-pihak yang bergerak di sektor pertanian juga merasa kalau kebutuhan susu di Indonesia juga bisa mereka penuhi dan mereka siap untuk menyuplly kebutuhan susu nasional nah tapi kenapa regulasi yang dibuat oleh pemerintah justru seperti menyingkirkan pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia sendiri gitu nah alih-alih mendukung pengusaha lokal pemerintah malah lebih memilih untuk mengimpor susu luar atau susu dari luar negeri untuk kebutuhan di dalam negeri nah lalu apa alasan pemerintah kita geng menetapkan regulasi seperti ini kok sampai tega gitu melakukan hal ini Nah gua mengambil sebuah informasi dari media kumparan nih geng yang mengatakan kalau Indonesia memiliki impor susu yang jauh lebih besar dibandingkan ekspornya nah ini gua Jelaskan sedikit biar enggak kebalik ya Jadi maksudnya tuh impornya lebih besar daripada ekspornya adalah negara kita ya Susunya tuh melimpah di Indonesia tuh susu melimpah tapi pemerintah kita lebih memilih untuk ambil atau beli dari luar Terus dimasukin ke Indonesia Nah sementara stok yang ada di Indonesia susunya dibiarin gitu aja padahal ya kalau memang kebijakannya pemerintah lebih memilih susu luar untuk dimasukin ke dalam ya ke Indonesia harusnya susu Indonesia produk-produk dari peternak lokal diekspor sebesar-besarnya keluar ya enggak apa-apa Kalau mau aliran lingkaran begitu ya enggak masalah gitu kan nah tapi ini Aneh banget susu lokal dibiarkan begitu aja enggak tahu regulasinya kayak gimana n sementara susu dari luar itu diambil dibeli mahal-mahal baru diperjualbikan ke masyarakat padahal ya kalau dipikir-pikir daripada ribet kayak gitu kenapa enggak susu lokalnya aja yang diperjual belikan di dalam negeri gitu Apa sih yang diincer ya kan nah padahal nih ya hanya ada dua cara untuk bisa membuat para pengusaha Indonesia atau pengusaha lokal atau peternak susu lokal ini agar tetap bisa hidup yang pertama tuh ya ya sistemnya ya susu mereka dijual di dalam negeri itu satu nah terus yang kedua sistem yang kayak gua bilang tadi Kalau pemerintah lebih ingin mengimpor susu dari luar ya susu lokal milik peternak lokal ya diekspor ke luuar dikeluarkan dari dalam negeri Ya sama-sama untung harusnya begitu selama periode Januari sampai dengan Agustus 2024 Indonesia ini mengimpor susu sebanyak 321,04.000 Ton dan Indonesia itu masih bergantung terhadap susu impor karena kebutuhan konsumsi susu yang terus meningkat pesat setiap tahunnya serta sistem dari produksi susu di Indonesia yang dikatakan masih belum bisa mencukupi permintaan dari k en Nah kalau dilihat dari produksi susu segar di dalam negeri yang disingkat dengan ssdn itu dikatakan hanya bisa memenuhi sekitar 22% kebutuhan susu segar di dalam negeri sementara 78%-nya berasal dari susu impor atau diambil dari luar Nah pasti kalian bakal bingung kok bisa cuma 22% Apakah kurang stoknya yang ada di Indonesia kalau memang kurang kok bisa ya para peternak ini sampai buang-buang itu susu itu artinya kan berarti berlebih gitu kan Nah dari informasi yang gua dapatkan kendalanya disebabkan karena masih sedikitnya popul populasi sapi perah di Indonesia yang mencapai 592.000 ekor saja katanya dan kemudian rendahnya produktivitas dari sapi perah milik masyarakat yaitu hanya sebesar 8 sampai 12 Lit per ekornya per hari Nah hambatannya seperti ini sebenarnya bisa menjadi sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para produsen susu dalam negeri agar bisa membangun bisnis mereka menjadi lebih baik lagi tapi sayangnya geng banyak peternak yang memiliki kendala lain seperti ya kualitas benih dari sapi-sapi yang buruk kurangnya kapasitas dari budidaya sapi mereka terutama yang berkaitan dengan kesehatan dari sapinya itu sendiri sehingga berdampak pada produksi susu yang menjadi sedikit Nah akhirnya menurut klaim pemerintah ya di Indonesia itu malah mengalami kelangkaan stok susu kalau hanya bergantung pada peternak lokal klaim soal kelangkaan susu ini nantinya juga bakal berdampak terhadap kualitas dari susu itu sendiri untuk makanan sapi yang diambil dari Rumput Hijau juga menjadi kendala selanjutnya karena lahan untuk bisa mengambil rumput sudah semakin sedikit ya kita bisa lihat ya di Indonesia Sekar sekarang ya ruang terbuka hijau itu udah mulai berkurang Enggak seperti di New Zealand gitu ya kalau di Indonesia itu udah kebanyakan gedung-gedung nah Padahal kalau kita perhatikan secara sumber daya Indonesia ini memiliki sumber daya yang sudah mendukung tinggal dimanfaatkan aja Jadi sebenarnya Indonesia itu bisa memiliki pasukan susu yang cukup tapi karena kurangnya pemanfaatan sumber daya untuk pengembangan bisnis sektor peternakan terutama susu yang membuat perkembangan dari produksi susu menjadi terhambat belum lagi kurangnya perhatian dari pemerintah untuk membantu Para produsen atau para pengus usaha atau para peternak dari produksi susu sapi ini yang ada di Indonesia Nah bukannya mencoba memperbaiki produksi dalam negeri pemerintah justru memilih untuk melakukan impor susu geng malah memperkaya negara lain dan impor susu di Indonesia sudah meningkat sebesar 314.698 ton per tahunnya dari tahun 2012 sampai dengan 2021 1,34% pertahun dari tahun 2012 hingga 2021 dengan jumlah yakni mencapai 314.000 698 ton per tahun terus geng New Zealand itu menjadi negara importir susu terbesar di Indonesia dengan angka mencapai 102,97 juta ton yang kalian bisa bayangkan betapa banyaknya dan beruntungnya New Zealand ketika mereka menjual susu-susu mereka ke Indonesia nah terus kemudian Indonesia juga mengimpor dari Amerika sebesar 74,99 ton lalu dari Malaysia sebesar 43,32 ton lalu dari Australia sebesar 35,61 ton Lalu ada dari Belgia sebesar 35,51 ton Lalu ada dari Prancis sebesar 14,75 Ton dan yang terakhir dari Jerman sebesar 10,57 ton kebayang tuh ya sedih banget ya negara lain malah enak gitu pengusaha peternak sapi kita di Indonesia malah ya sengsara terus geng susu yang diimpor juga bukan berupa susu segar tapi susu skim dan juga bubuk Memang secara efisiensi kedua jadi Ji susu tersebut akan memudahkan pengiriman dan enggak mudah rusak ya enggak kayak susu cair atau susu murni langsung dari sapi gitu kalau Dikirim jauh-jauh nanti yang ada basi nah namun secara kualitas Ya jelas enggak sebagus susu asli atau susu murni yang langsung dari sapi dan kalau dilihat secara harga harga dari susu skim dan bubuk itu lebih murah dibandingkan susu segar dan itu kenapa orang-orang lebih memilih untuk membeli susu skim dan bubuk dibandingkan susu segar yang diproduksi oleh para peternak lokal jelas untuk hal ini Produk susu dari peternak lokal akan kalah saing tapi bukan kalah kualitas kalau mau sehat ya beli dari peternak lokal yang susunya murni langsung dari sapi nah belum lagi nih ya Karena terbatasnya kuota yang diberikan untuk susu lokal yang semakin menyulitkan penjualan susu sapi lokal jadi ibaratnya tuh susu sapi lokal dari peternak lokal itu hanya boleh dijual ee terbatas gitu enggak boleh banyak-banyak terus geng Enggak cuma perihal kuota aja tapi para peternak ini juga harus membayar pajak yang begitu besar untuk pajak usaha mereka jadi benar-benar dicekik banget gitu ya para peternak dan para usaha nah salah satunya ada sebuah kasus yang menurut gua cukup viral nih geng Nah ini dialami oleh seorang pengepul sapi perah yaitu yang bernama UD Pramono milik Pak Pramono yang ada di Boyolali Nah Pak Pramono ini sendiri membuka usaha pengepul sapi perahnya pada tahun 2015 dan membayar pajak per tahunnya senilai Rp10 juta Dia meminta tolong kepada Pegawai pajak untuk menghitung pajaknya karena dia hanya lulusan sd sehingga dia enggak bisa mengurus administrasi dan itu berlanjut sampai tahun 2019 ee membayarnya saya minta tolong Gantar Pajek karena pendidikan saya kan SD gak bisa apa tuh administrasi lah Mulai sejak itulah Pak Pramono ini mengaku dia enggak pernah mendapatkan panggilan dari kantor pajak dan karena itu Dia mengira kalau urusan pajaknya itu udah selesai dan sudah dipotong dari hasil penjualannya sebagai pengepul sapi perah hal yang sama juga terjadi di tahun 2020 di mana dia enggak dipanggil sama sekali sehingga Dia mengira Kalau urusan pajaknya udah aman gitu tapi tiba-tiba di tahun 2021 Dia mendapat surat dari kantor KPP Pratama Solo untuk datang ke sana Nah pada saat itu pak Pramono ini dikagetkan karena tiba-tiba dia dimintai pajak sebesar Rp2 miliar dong saya kena dikenakan 2m sedih gak tuh geng Awalnya dia pikir itu cuma bercanda aja terus dia dipanggil lagi untuk kedua kalinya dan dikatakan kalau dia dikenakan pajak sebesar 671 juta huh gila sedih banget dan Pak promono ini mulai diajari perihal administrasi untuk menghitung pajaknya setelah diajari ternyata pajaknya di tahun 2018 yang dia bayar itu tetap R juta lalu di tahun 2019 Dia terkena pajak sebesar Rp75 juta dan pada tahun 2020 Pak Pramono ini sempat ditawarkan untuk membayar Rp200 juta supaya urusan pajaknya dianggap selesai dan Pak Pramono pun membayar Dan menganggap urusannya sudah selesai tapi beberapa bulan kemudian Pak Pramono justru Dipanggil lagi ke KPP Pratama Boyolali untuk tanda tangan penyelesaian dan di ditagih uang sebesar 671 juta padahal selama ini Pak Pramono ini taat membayar pajak sampai tahun 2024 ini geng lalu enggak sampai di situ aja geng rekening bank Pak Pramono juga sampai diblokir sejak tanggal 4 Oktober tahun 2024 dan dia baru mengetahui hal itu ketika dia mau mengambil uang di bank untuk keperluan membayar susu ke peternak e Bank Mandiri Ca tabunganu diblokir sejumlah 671 dan para peternak yang berada di bawah naungan UD Pramono mendatangi KPP prtama Boyolali untuk meminta kejelasan mengenai pemblokiran rekening pak Pramono yang mana ini menyulitkan pembayaran mereka jadi para peternak ini enggak marah ke Pak Pramono walaupun Pak Pramono ini telat bayar belum bayarlah gitu ya tapi mereka tahu pak Pramono ini sedang ada urusan dengan orang pajak karena rekening banknya diblokir dan mereka pun datang beramai-ramai membantu Pak Pramono untuk mencari kejelasan ini ke kantor KPP Pratama Boyolali dan permasalahan ini sampai-sampai membuat pemerintah Boyolali bergerak Pak paramono di saat itu sampai harus menyerah dia memilih untuk menutup usahanya padahal nih ya Pak paramono ini sebenarnya enggak mau menutup usahanya sehingga dia melakukan berbagai cara agar bisa membayar peternak mulai dengan membayar peternak menggunakan uang simpanan sendiri dan menghentikan usaha simpan pinjam atau koperasi yang dia punya sampai menjual 6 ekor sapi Pak Pramono juga mengaku kalau dia masih menjalankan usahanya sebagai cara untuk menghargai upaya pemerintah Boyolali untuk memperjuangkan usaha anya tapi kalau memang enggak bisa diselamatkan dan rekeningnya juga enggak bisa dipulihkan tetap diblokir Pak Pramono ini memilih untuk pasrah kalau usahanya harus ditutup dan Ternyata selain karena masalah produksi ini yang menjadi kendala pajak yang dikenakan juga dinilai terlalu tinggi bisa kebayang ya geng gimana sedihnya menjadi Pak Pramono dia menaungi banyak sekali para ya pengusaha atau peternak tapi dia harus menutup usaha yang sudah Dia ee bangun gitu sejak lama ya hanya dalam tempo waktu beberapa hari aja karena perihal [Musik] pajak Nah sekarang kita masuk ke dalam pembahasan mengenai solusi dari pemerintah untuk menanggulangi masalah seperti Pak Pramono ini jadi geng Dinas Peternakan dan kesehatan hewan atau disingkat dengan PKH provinsi Jawa Tengah mengatakan kalau pihaknya sudah melaporkan apa yang dialami oleh para peternak sapi yang ada di Boyolali ke Kementerian Pertanian pelaksana tugas Kepala Dinas PKH Jawa Tengah yang bernama Ignasius haryanta Nugraha juga sudah sempat menemui para peternak yang melakukan aksi buang-buang susu sebagai aksi terhadap kuota IPS yang diberlakukan kepada mereka pemerintah pertanian yaitu Arman Sulaiman itu berencana akan mengadakan rapat dengan mengundang asosiasi dari IPS dan pemerintah daerah penghasil susu pada tanggal 11 November tahun 2024 nah harinya bertepatan dengan gua syuting hari ini geng dan Selain itu pihak Kementerian juga mengundang industri peternak dan pengepul lalu kemudian Pak haryanta juga akan mengecek dugaan susu impor yang menjadi penyebab tidak terserapnya susu peternak lokal atau dengan kata lain peternak lokal tidak bisa menjual susu produksi mereka nah ketika melakukan rapat koordinasi dengan Pak Amran selaku Menteri Pertanian dan Pak Amran sendiri mengatakan kalau pihak-pihak yang terlibat di dalam aksi tersebut sudah sepakat untuk berdamai dan menurut Pak Amran hal tersebut bisa terjadi karena adanya masalah terhadap kualitas dari susu sapi lokal makanya banyak susu dari peternak lokal yang tidak bisa masuk ke dalam kuota karena banyak pabrik yang enggak mau menerima susu susu tersebut nah Oleh karena itu ke depannya bakal ada kolaborasi dan pembinaan terhadap peternak agar kualitas produk mereka Sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan dan karena permasalahan kualitas inilah yang membuat pemerintah akhirnya mengimpor susu dari beberapa negara dan Pak Amran juga meminta agar pembatasan kuota dihilangkan supaya impor susu bisa ditekan dan peternak susu lokal terutama yang diboyolali bisa menjual produk susu Mereka lagi dengan kuota yang lebih besar jumlah yang lebih besar [Musik] sementara nih geng ya Menurut Pak Bayu selaku direktur dari PT NSP dia menjelaskan kalau kualitas dari susu lokal sebenarnya sudah memenuhi SNI cuma kalau dibandingkan dengan susu impor jelas akan kalah nah kemudian menurut Pak Sony Effendi selaku direktur eksekutif asosiasi IPS mengatakan jumlah susu yang ditolak oleh pabrik sebenarnya semakin berkurang sehingga diharapkan adanya kerja sama antara industri dan peternak lokal untuk sama-sama menjaga kualitas supaya tidak ditolak lagi gitu dan soal permasalahan impor susu dari luar ke Indonesia Pak haryanta mengatakan kalau kebijakan presiden baru yaitu Pak Prabowo tidak akan mengimpor susu untuk program susu gratis tetapi justru mengimpor sapinya yaitu sebesar 1 juta ekor Dalam waktu 5 tahun nah supaya Apa hasil dari susunya itu ya tetap berasal dari Indonesia cuma sapinya aja dari luar dan impor sapi ini diharapkan bisa menutup kekurangan 80% kebutuhan susu yang diklaim tidak bisa dipasok oleh peternak lokal dan kemudian Pak Prabowo juga memutuskan untuk menghap pus hutang macet yang dialami oleh UMKM yang bergerak di bidang pertanian perkebunan peternakan perikanan kelautan serta UMKM lainnya dan dengan dihapusnya kebijakan tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat agar tidak ada lagi kejadian seperti yang dialami oleh Pak Pramono tadi yang terancam menutup usahanya karena tidak bisa membayar pajak namun dalam kebijakan tersebut Pak Prabowo hanya menghapus hutang geng bukan pajak seperti yang dialami oleh Pak Pramono jadi pajaknya tetap ada ya tapi Semoga aja nih ke depannya bisa dikeluarkan sebuah kebijakan Untuk meringankan beban pajak kepada para UMKM agar mereka tetap bisa memasok bahan pangan lebih baik [Musik] lagi nah jadi itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai aksi protes peternak sapi perah atau peternak susu gitu ya asal Boyolali yang dikarenakan kuota ips-nya ya dibatasi yang membuat mereka merugi dan memilih untuk membuang semua stok susu yang mereka punya dan tadi juga kita sudah bahas soal solusi yang dibuat oleh pemerintah agar bisa menanggulangi permasalahan ini gimana geng Menurut kalian tentang fenomena yang satu ini coba tinggalkan komentar di bawah