Transcript
KBvf9k23BDI • KORUPSI UNTUK TOP UP MOBIL LEGEND & J*DOL ! KADES GELAPKAN UANG DESA HAMPIR MILYARAN RUPIAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1486_KBvf9k23BDI.txt
Kind: captions
Language: id
Hari ini kita bakal membahas sebuah
kasus yang cukup konyol, cukup seru juga
sih ya. Kali ini kita bakal ngomongin
sesuatu yang sering banget kita dengar
di berita. Sering bikin kita tuh jadi
geleng-geleng kepala dan sekaligus juga
kesal gitu ya. Oke. Eh, yah, kita bakal
bahas soal korupsi lagi di negara kita.
kayaknya berbicara tentang korupsi udah
kebal banget gitu ya telinga para
pemimpin kita dan semacam sudah menjadi
budaya buat mereka dan mereka enggak
malu lagi. Bahkan sudah apa ya sudah
tercipta banyak trik, banyak cara dari
mereka untuk bisa melakukan korupsi
karena ya ketika ditangkap juga
hukumannya ringan banget. Jadi
orang-orang tuh enggak ada
kapok-kapoknya dan bahkan ini terulang
terus-menerus ya beregenerasi gitu. Nah,
namun bukan berarti kita harus
menghindar dari pembahasan ini. Harus
kita bahas terus. Biarpun orangnya
semakin bertambah ya kita juga gak boleh
menormalisasi itu. Karena kalau misalkan
kita diam aja ya mereka bakal korupsi
terus. Ya mungkin buat kalian yang
enggak paham ya soal kerugian korupsi
itu bakal ngomong kayak ya udah sih
biarin aja dia korupsi uang negara. Toh
gua juga nyari makan sendiri, uang gua
juga bla bla bla blah. Salah banget itu.
Karena kenapa? Yang mereka korupsi itu
bukan uang negara. Secara enggak
langsung yang mereka korupsiin itu
adalah uang kalian. Karena kenapa?
Sekarang hidup di dunia di muka bumi
ini, terutama menjadi seorang WNI, warga
negara Indonesia, apapun yang kalian
lakukan itu ada pajaknya. Oke. Kalian
beli makanan ya, let's say kalian beli
makanan di wartek Rp10.000. Itu aslinya
sebenarnya yang harus kalian bayar tuh
bukan R.000. Yang harus kalian bayar
paling R.000, R8.000. Nah, terus
3.000-nya dikemain ya 3.000-nya itu
pajak. Nah, makanya secara enggak
langsung ya itu orang-orang yang korupsi
itu lagi makan duit kalian. Jadi, kalian
tuh harus banget peduli dengan hal-hal
kayak gini. Korupsi itu ibarat penyakit
kronis yang susah banget disembuhin.
Efeknya ya jangan ditanya bisa bikin
pembangunan negara ini menjadi lambat,
fasilitas umum jadi enggak layak, bahkan
dana-dana yang harusnya bisa
diperuntukkan ya bagi kaum-kaum yang
lemah atau mungkin ya saudara-saudara
kita yang membutuhkan itu ya jadi enggak
nyampai ke mereka, malah dinikmati oleh
orang-orang yang tidak bertanggung
jawab. Ini biar makin kebayang nih ya
dengan persoalan ini ya. Kita bakal ee
kilas balik ke beberapa kasus korupsi
yang sempat bikin heboh dan bisa
dikatakan konyol. Kenapa konyol? Ya
biasanya kan para pejabat yang korupsi
itu menggunakan uang korupsinya untuk
beli sesuatu yang ya mungkin masih masuk
akal buat kita ya. Contohnya kayak beli
mobil, beli rumah, beli aset atau
jalan-jalan ke luar negeri ya kan. Nah,
tapi kasus-kasus yang akan kita bahas
kali ini ya ada di antaranya yang
benar-benar konyol, yaitu ada yang
menggunakan uang korupsinya dengan cara
yang enggak masuk akal, yaitu yang
pertama datang dari Majalengka di mana
ada seorang Sekdes melakukan korupsi
untuk beli diamond game, top up. Bocah
epep ini nih Kadesnya. Dan korupsinya
itu menggunakan uang desa yang
seharusnya dipergunakan untuk membiayai
infrastruktur yang ada di desa tersebut.
Terus geng, ada lagi yang gak kalah
konyol dari yang pertama tadi, yaitu
kasus korupsi yang dilakukan oleh Kades
juga yang uangnya dipakai untuk sewa LC.
Ya Allah, pemandu karaoke, geng. Kacau
banget, ya. Dan terus kita juga bakal
bahas kasus yang pernah ramai di waktu
itu ya, yaitu soal Kades Kohot yang
sempat ramai ketika kasus Pagar Laut
Tangerang yang mana dia sebagai seorang
Kades ya waktu itu sempat bermasalah
karena orang-orang tuh mempertanyakan
kok bisa dia punya Jeep Rubicon itu kan
mahal banget. Apakah itu ada hubungannya
dengan keberadaan pagar laut di sana?
Nah, nanti kita bahas ya. Oke, langsung
aja kita bahas ya beberapa kasus korupsi
konyol oleh ee pejabat pemerintah, oleh
yang berwenang ya di negara kita ini.
Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry
[Musik]
Genggeng. Untuk kasus yang pertama
adalah kasus yang paling kalian sukai,
yaitu ketika Sekdesk korupsi untuk beli
diamond game.
Jadi, geng, ada sebuah berita yang cukup
heboh di sosial media ya, karena ada
oknum ASN yang melakukan korupsi hanya
untuk kepentingan pribadi dan
happy-happy. Ya, kepentingan pribadinya
bukan yang kayak yang penting gitu. Ini
enggak penting banget. Jadi, Kejaksaan
Negeri Majalengka itu menetapkan status
tersangka dan menahan seorang sekdes
dari Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten,
Kabupaten Majalengka yang namanya adalah
M. Gian Gandana Sukma atau disingkat
dengan MGS kalau di berita-berita. Dia
ini diduga ya nilp duit alias
menggelapkan uang uang desa ratusan juta
rupiah untuk membeli diamond game. Nah,
Usut punya Usut ya memang agak konyol
gitu ya ketika dia menggunakan uang
korupsi untuk beli diamond game. Tapi
ternyata di balik itu semua ketika
ditelusuri ternyata enggak cuma beli
diamond game, dia juga main judul. Kok
bisa ya, Geng? Apa nih yang ada di
pikiran orang itu sampai mereka enggak
mikir efeknya ke orang banyak? Nah, jadi
menurut Kepala Seksi Tindak Pidana Kasus
Kejari Majalengka yang bernama Hendra
Prayoga, beliau bilang kalau ya mereka
tuh sudah melakukan penahanan terhadap
sisi tersangka ini dan yang bersangkutan
ini menyalahgunakan keuangan Desa Cipaku
tahun 2025 tahun ini yang mana uang-uang
itu dia transfer ya ee uang desa tadi
dari rekening desa ke rekening
pribadinya dia. Ya jelas ketahuanlah
orang aliran dananya jelas banget. Nah,
dari total dana sebesar R13 juta itu
diselewengkan semua dan pihak Kejari
menyatakan bahwa tersangka ini sempat
berupaya menghilangkan jejak. Ya, dia
kira mudah ya. Nah, gini nih. Karena
gimana ya, gua mikirnya kayak pemilihan
kepala desa itu berdasarkan apa sih?
Apakah voting suara doang atau dilihat
juga kredibilitasnya gitu. Misalkan
kalau dia orang pintar ya terpilih atau
justru cuman kayak mendapatkan simpati
dari masyarakat aja kepilih jadi kepala
desa apa gitu kali ya. Karena menurut
gua apa yang dia lakukan ini cukup lolot
gitu kan. Masa ia transfer secara direct
begitu, secara tunai langsung ke
rekening pribadi ya ketahuan lah. Gil
kali mau hilangin jejak gimana? Siape
orang jejak mutasi rekeningnya jelas
kok. Dan Hendra menyebutkan total uang
desa yang digelapkan oleh si MGS ini itu
mencapai Rp513.699.732.
ya. Uang itu digunakan oleh si SDES ini
alias sekretaris desa ini ya. Itu
langsung digunakan untuk beli diamond.
Terus dia main judul tadi di salah satu
aplikasi permainan favoritnya dia.
Modusnya itu dia lakukan secara bertahap
dan itu dia lakukan dari Februari sampai
Maret 2025. Kebayang ya Februari sampai
Maret dalam jangka waktu 1 bulan dia
ngabisin R00 juta. Gokil enggak tuh?
Mungkin di dalam pikiran dia di saat itu
gini kali ya. Wah, ada nana desa nih.
Nganggur. Kita putar dulu kali ya. Nanti
komputer kan bertambah tuh. Desa jadi
sejahtera. Uang desa R00 juta, aneput
jadi 1 M. Mungkin pemikiran lolotnya dia
gitu kali ya. Enggak tahunya rungkat ya
kan. Haduh ada-ada aja. SDESDes. Dan
uang yang seharusnya digunakan untuk
operasional terus pembangunan
infrastruktur desa yang ada di Cipaku
dalam periode 2025 itu raib tanpa sisa.
Dan ya akhirnya tuh langsung orang-orang
tuh menduga bahwa si Sekdes ini sudah
menghabiskan itu semua untuk biaya ee
hobi mahalnya. Wis hobi kami mahal gitu
ya. Miris banget. Terkuaknya kasus ini
ya karena ditemukan kejanggalan pada
laporan keuangan desa. Kasus ini ya
sontak langsung menjadi buah bibir dan
memicu kemarahan publik karena langsung
viral gitu kan apalagi untuk warga desa
setempat. Nah, setelah Kejaksaan Negeri
Majalengka secara resmi mengumumkan
penahanan dari Sekdes ini dan di saat
itu tim penyidik dari Kejari Majalengka
langsung secara resmi nih ya ee menahan
si MGS ini mulai dari hari Kamis tanggal
3 Juli 2025. Udah ditahan tuh. Hendra
juga menjelaskan Kejari Majalengka
mengakui memang sudah ada upaya bagi si
MGS ini untuk mengembalikan uang senilai
65,4 juta ke rekening milik Desa Cipaku.
Padahal yang dia ambil R500 juta gitu
ya. Nah, namun upaya tersebut tetap aja
enggak bisa menutupi lubang besar yang
telah dia gali atas uang yang sudah dia
ambil sebelumnya. Dan sampai saat ini,
Geng, katanya ya dari total R500 juta
yang diambil 64 juta tadi atau Rp65 juta
ya, itu dia mau balikin ya. Ee tapi
kalian harus tahu ya, ada sekitar
Rp448.315.000
yang belum bisa dia kembalikan. R00
juta. R00 juta lebih. Gimana cara nyari
duitnya? Itu banyak banget gitu. dan ya
dia belum bisa mempertanggungjawabkan
448 juta tersebut. Dan kasus yang
menjerat dia ini bukan sekedar cerita
kriminal biasa, melainkan cerminan dari
lemahnya sistem pengawasan dana desa
yang selama ini menjadi sorotan banyak
pihak. Ya. Dan ya ketika orang-orang
yang tidak kompeten ya memiliki jabatan
matanya hijau ketika melihat dana yang
seharusnya bisa dipergunakan untuk
hal-hal yang seharusnya yang baik gitu
malah dipakai untuk yang enggak-enggak.
Nah, kayak gini nih jadinya kayak gini.
Nah, karena masih setingkat desa, sering
sekali ya pengawasan terhadap keuangan
negara kayak gini enggak begitu ketat
dan ini menjadi celah yang bisa
dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab untuk mengambil
sesuatu yang bukan menjadi haknya dia.
Dan atas perbuatan dari si MGS ini, dari
kasus ini ya, sekarang dia itu dijerat
dengan ee pasal Undang-Undang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Nah, sekarang akhirnya dia harus
mempertanggungjawabkan perbuatannya itu
di dalam penjara, Geng. Duitnya enggak
balik gitu ya. Dia pun dipenjara. Oke,
itu dia pembahasan pertama kita. Gimana?
Cukup seru? Cukup seru. Gimana? Semakin
bangga kalian menjadi WNI. Gua lihat di
memes memes tuh banyak banget orang yang
update. Ya Allah, kenapa aku terlahir
WNI gitu katanya. Jujur ya, terlahir di
Indonesia itu adalah sebuah anugerah
sebenarnya, tapi memiliki pemerintahan
yang bobrok ya di sebuah negara itu
adalah neraka buat kita semua. Karena
kalau kita berbicara soal pemerintah
yang bobrok itu enggak cuma di Indonesia
kok, Geng. Ya, di banyak negara itu ada
aja, ada aja oknumnya. Tapi ada juga
orang yang baiknya. Jadi terlahir di
Indonesia sebenarnya enggak buruk-buruk
amat tapi ya memiliki pemerintah dengan
oknum-oknum yang hobi korupsi kayak gini
itulah sialnya kita. Oke sekarang kita
ke kasus yang selanjutnya. Ini enggak
kalah epik nih. Yaitu ya seorang kades
alias kepala desa yang korupsi dana desa
untuk nyewa cewek penghibur alias LC.
Sumpah ini kasus konyol banget sih.
Langsung aja kita bahas.
[Musik]
Jadi, geng ceritanya ada seorang kades
yang bernama Aklani yang diduga
melakukan korupsi uang anggaran ketika
dia menjabat dari tahun 2015 sampai 2021
dengan total uang yang dia ambil ini
enggak main-main ya. Gua pusing lihat
angkanya R98
juta hampir 1 M. Dan kalau kalian tahu
ya, Geng, dana yang diambil oleh Aklani
ini, itu bukan dia pakai buat beli tanah
atau memperbesar rumahnya dia. Enggak.
Tapi dia malah pakai untuk nyewa LC.
Dana ini tujuannya tuh sebenarnya mulia
banget, yaitu untuk pembangunan ee desa,
untuk kepentingan masyarakat, biar
warganya makin sejahtera, jalanannya
bagus, ada fasilitas umum yang memadai,
pokoknya biar desanya maju. Udah dikasih
amanah sebesar itu loh. Eh, tiba-tiba ya
si oknum ini malah menyalahgunakan
kewenangannya dia. Bayangin dia ini
seharusnya jadi panutan gitu kan, jadi
pemimpin yang ngurusin kebutuhan
warganya karena udah dipercaya gitu.
Nah, namun bukannya dia pakai uang
tersebut untuk hal yang seharusnya ya
untuk kebutuhan warga ya malah eh si Pak
Kades ini pakai duit itu buat nyewa
Ladies Companion alias LC untuk
bersenang-senang joget-joget nyanyi
malam ke sini ku meresepi.
Enggak enggak gak gua enggak tahu sih
lagu J koplo kali yaak tahu gue intinya
gitu deh. Nora, Nora Nora nih si ininya
kadesnya. Nah, terus gimana bisa nih,
Geng, korupsi si Aklani ini bisa
terungkap? Ya, kalau dari tebakan kita
sih enggak mungkin gak terungkap ya, R88
juta, Boy. Ya kan? Duit sebesar itu
dipakai buat LC. Jadi ceritanya selama
dia menjabat, dia ini membuat berbagai
proyek dan proyeknya itu adalah fiktif,
proyek palsu. Tujuannya apa? Tujuannya
supaya cair uangnya. Salah satu proyek
fiktif yang Aklani buat adalah
pembangunan rabat beton di beberapa RT
dengan nilai ratusan juta. Rupiah. Dia
bikinlah tuh proposalnya, dia bikinlah
perencanaan kerjanya gitu. Dia serahkan
cair duitnya pakai buat LC. Terus bikin
lagi cair lagi duitnya LC lagi cruiser
enggak LC LC-nya beda. Nah, proyek fitif
itu terus-menerus dia bikin. Salah
satunya adalah pelatihan service ponsel
untuk warga saat masa pandemi Covid-19
dengan nilai puluhan juta. Jadi dia
bikin sebuah program ya. Programnya itu
adalah ngelatih e skill warga desa
supaya bisa servis handphone ya kan. Nah
itu harus ada dananya tuh cairlah
dananya tapi enggak ada tuh
pelatihannya. Nah, berdasarkan informasi
yang gua dapatkan, Aklani ini akhirnya
didakwa sudah menyalahgunakan dana desa
yang kabarnya pada awalnya itu adalah
sebesar 925 juta di tahun 2020. Dan uang
tersebut dia gunakan untuk foya-foya
semuanya ke karaoke, nyawer si LC tadi,
terus nyewa cewek-cewek enggak bener.
Nah, Aklani ini juga tidak melaksanakan
sejumlah kegiatan yang sudah
direncanakan di APBD dan menggelapkan
gaji pegawai demi kepentingan pribadi.
Jadi, pegawai-pegawai desa itu enggak
digaji sama dia, dimakan semua duitnya.
Nah, namun geng yang menjadi pertanyaan
besarnya adalah kenapa kasus ini terjadi
dari tahun 2020 tapi baru ter lengkap di
tahun 2023? Kan aneh ya. Padahal nih ya
si Aklani ini jadi kepala desa tuh dari
tahun 2015 sampai 2021. Nah, dia korupsi
yang besar banget itu 2020 tapi
terungkapnya setelah dia udah enggak
jadi kepala desa lagi. Ternyata nih,
Geng, ya. Uang yang dia gunakan itu
merupakan dana desa dari anggaran tahun
2019 yang seharusnya diperuntukkan untuk
kemajuan pembangunan dan masyarakat di
tahun 2020, tahun setelahnya. Nah, di
saat itu yang gua tahu ya dari
pemberitaan tuh tujuan dana itu pertama
tuh ada buat beli pupuk petani ya.
Karena memang daerah situ tuh kebanyakan
ee masyarakatnya kerjanya petani jadi
masyarakat menengah ke bawah. Terus juga
e karena kalau misalkan kita berbicara
tentang petani berarti kan banyak
sawah-sawah, banyak aliran sungai yang
artinya desanya itu membutuhkan banyak
jembatan ya kan? Banyak jembatan rusak
dengan dana R00 juta tadi itu untuk
membangun atau memperbaiki
jembatan-jembatan tersebut. Nah, malah
yang bikin elus dada dia dengan enteng
dan gampangnya yang gua enggak habis
pikir tuh ya apa yang ada di otak dia.
Dia pikir dia bisa mengelabui negara
gitu ya. Itu semua uang R00 juta dia
pakai buat foya-foya joget-joget sama
LC. Terus pas disidak oleh pemerintah
pusat, mana jembatan yang lu bangun?
Mana pupuk yang lu berikan kepada
petani? Mana pelatihan yang lu bilang
bla bla bla bla? Enggak ada satuun.
Sesimpel itu. Gua rasa banyakan ngobat
nih orang. Makanya aduh kacau banget.
Terus geng ada juga laporan yang
menyebutkan kalau Aklani ini enggak
bayar pajak. Dia nilep uang sampai ke
uang pajak dari bantuan provinsi. Sampai
gaji karyawan yang ee seharusnya dia
bayar per bulan juga dia tunda-tunda.
Nah, duitnya udah hasil korupsi. Eh,
bukannya dipakai untuk memperkaya diri,
malah dipakai buat foya-foya nyewa LC.
Plusnya lagi enggak bayar pajak. Ini
namanya super parah ya kan? Dipakai buat
kesenangan pribadi di klub malam.
Padahal pajak itu kan kewajiban yang
harus dia bayarkan ya. Apalagi untuk
pejabat publik yang seharusnya menjadi
contoh. Nah, ini jelas-jelas pelanggaran
hukum yang berlapis-lapis. Selain karena
kasus korupsi dan penyalahgunaan
wewenang, dia juga bisa kena kasus
penggelapan pajak. Nah, tapi geng pada
awalnya Aklani ini gak ngaku uang
korupsi itu digunakan untuk apa. Tapi
dia udah ya ketangkap basa kalau dia
korupsi. Tapi enggak ngaku tuh ke mana
aja uang itu diperuntukkan. Dan ketika
pelimpahan berkas ke Kejari Serang,
Aklani spontan mengatakan uangnya ya
digunakan untuk menikah lagi katanya.
Jadi bukan untuk sewa LC. Dia di saat
itu enggak mau ngaku tuh. Ya jelas ini
kan melibatkan adanya ciwi-ciwi nih. Ya
udah dia bikinlah skenario seolah-olah
dia menikah lagi. Padahal itu untuk sewa
LC. Dan Aklani ini juga mengaku kalau
dia udah menikah empat kali dan punya 20
anak. Topcher chair ya. Enak bener
kayaknya 20 anak loh. Orang yang
nikahnya sah benar, uangnya halal susah
banget dapat anak. Kenapa orang-orang
macam ini sampai 20 anaknya? Gampang
banget kayaknya. Nah, dia juga
menyebutkan uang itu hilang habis
semuanya yang dipakai untuk nikah itu
dan juga biayain ke-20 anaknya. Dan
meski demikian, pernyataan dari Aklani
ini ya perlu untuk diselidiki lebih
lanjut. Jadi pihak yang berwajib gak
percaya gitu aja. Apakah benar dia nikah
lagi atau enggak? Nah, plot twist-nya
nih, Geng. Ketika kasus ini nyampai di
persidangan, Aklani akhirnya enggak kuat
lagi, enggak tahan lagi. Dengan penuh
tekanan dari penyidik, ya, Aklani
memberikan keterangan yang baru yang
sejujur-jujurnya. Dia pun mengaku
uangnya bukan dipakai untuk nikah lagi,
bukan untuk membiayai 20 anak, tapi
melainkan untuk karaoke dan nyewa LC.
Nah, adapun di saat itu hakim ketua yang
bernama Dedy Adi Saputra langsung
memeriksa si Aklani ini di pengadilan
Tipik Cor Serang, Banten dan memberikan
pernyataan e kepada terdakwa ini total
hampir R miliar banyak banget gitu kan.
Nah, itu dikemanakan dan si Aklani pun
mengakui kalau perbuatan yang dia
lakukan itu ya untuk kesenangan pribadi
dan juga staf-stafnya biar semua
merasakan yang namanya duit katanya.
Jadi enggak cuma dia sendiri ternyata
yang menikmati hasil korupsi tersebut.
Nah, ini menurut pengakuan dia dan dia
bawa-bawa nama stafnya gitu. Dan sambil
malu-malu dia bilang sudah memakai
sejumlah uang sekitar 275 juta untuk
hiburan dengan staf-stafnya dan juga
karaoke. Ya, itu pun nyanyi-nyanyi doang
katanya. Sisa uangnya baru dipakai ya
setiap hari. Total yang dikeluarkan itu
sekitar 500 sampai R00.000 per hari. Per
orangnya itu nyawer ladies, nyawer cewek
sebesar Rp100.000 dan juga sawer
staf-stafnya Rp500.000. Dan dia juga
bilang kepada hakim, "Yang namanya duit,
yang mulia, jangankan uang segitu, buat
hiburan setiap hari ya habis," ucap dia.
Jadi kayak enggak cukup gitu. Gila
banget.
Di satu sisi ya, pengacara terdakwa yang
bernama Rahmat itu membela si Aklani ini
ya, pengacaranya dia dengan bilang kalau
uang korupsinya itu sebenarnya enggak
dipakai untuk karaoke atau sewa LC aja.
Jadi, ada sebagian uangnya itu yang
entah dipakai untuk hal lain lah yang
enggak dijelaskan lebih lanjutlah oleh
si Rahmat ini. Nah, jadi kayak dia
pengin kayak jelasin tuh kayak iya
uangnya memang ada yang dipakai buat LC,
tapi enggak semua kok ada kok yang
dipakai untuk hal-hal yang positif gitu.
Tapi tetap aja kan korupsi ya. Namun di
dalam persidangan Aklani ini ya, dia
juga meminta kepada hakim agar staf di
Desa Lontar yang juga ikut ee menikmati
uang itu ya juga harus
mempertanggungjawabkan atas penggunaan
dana desa tersebut yaitu untuk kara roke
dan yang lain-lain. Dan pengecaranya ini
juga menjelaskan bahwa tidak semua uang
dipakai untuk karaoke. Dia juga bilang
kalau aklani dibohongi oleh stafnya.
Jadi udah numbalin orang nih, udah
ngekambing hitamin stafnya gitu.
Seolah-olah Aklani ini kejebak. Dia
korupsi karena dijebak oleh stafnya dan
makin rumit, Geng. Nah, namun apapun
alasannya, Aklani akhirnya
dipersangkakan dengan pasal 2 ayat 1
Junto pasal 3 Undang-Undang Tindak
Pidana Korupsi. Aklani pun dituntut 6
tahun penjara dan denda sebesar R59 juta
subsider penjara 3 bulan. Dan dia juga
dituntut dengan pidana tambahan berupa
uang pengganti sebesar 988 juta lebih
dan nilai itu dikurangi dari 198 juta
dari hasil pengembalian kerugian negara
e oleh si Aklani ini melalui saksi yang
bernama Mumu Muhyidin dan sudah
disetorkan ke kas desa. Nah, jadi masih
ada PR dia sekitar 700-an apa 800 jutaan
gitu yang belum dikembalikan. yang baru
dikembalikan baru R8 juta.
Akhirnya di saat itu Aklani pun meminta
maaf kepada semua pihak termasuk kepada
jaksa dan meminta untuk ya diberikan ee
hukuman ringan ya karena dia bilang
masih punya beban untuk biaya
anak-anaknya. Wah, giliran nyewa LC
enggak ingat anak ya. Ee
aduh g udah gini bilang biaya anak untuk
sekolah. Dia juga bilang nih masih punya
tanggungan anak yatim piatu. Anak yatim
piatu goyang sama Elc gimana sih? Dan
Aklani juga minta hukuman yang diberikan
ya cuma kurungan penjara selama 2 tahun
aja katanya. Dan jaksa di saat itu ya
jelaslah nolak dan menjatuhkan pidana
terhadap si terdakwa ini berupa pidana
penjara selama 6 tahun dengan denda 250
juta subsider penjara 3 bulan kurungan.
Dan menurut kalian gimana, Geng? Ya, itu
cukup enggak 6 tahun menurut kalian di
penjara si Kades ini? Kalau enggak
cukup, coba tinggalkan komentar di
bawah. Dan itulah dia kasus si Kades
yang hobi foya-Foya tadi. Hah, kacau
banget ya. Ada-ada aja negara kita ini.
Oke, sekarang kita masuk ke kasus yang
selanjutnya ya. Kasus yang sempat gempar
di sosial media yaitu kasus Kades Cohot
yang punya mobil Rubicon. Wuh, enggak
main-main. Mahal banget. kita bahas.
Jadi, Geng, waktu itu sempat ramai ya di
pemberitaan mengenai keberadaan dari
Pagar Laut Tangerang yang juga pernah
kita bahas ya isu ini sebelumnya ya
kayak beberapa bulan lalu lah. Ketika
itu selain pagar lautnya ada satu orang
yang turut menjadi sorotan ya, yaitu
kepala desa Kohot yang bernama Pak
Arsin. Nah, orang-orang menyoroti beliau
ini bukan karena prestasi dalam
mengembangkan dan memajukan pembangunan
desanya, tetapi justru ya karena sebuah
kendaraan mewah yang dia punya. Dia
disebut-sebut memiliki sebuah mobil
Rubicon. Itu bukan mobil murah, mobil
Jeep buatan Amerika besar, harganya
mm-an dan dicurigai. Ya, itu mobil ya
dari hasil keterlibatan dia dalam
permasalahan sertifikat pagar laut. Nah,
akibatnya dia pun diperiksa tuh oleh
Kementerian Kelautan dan Perikanan,
Kejaksaan Agung sampai dengan
Kementerian di dalam Negeri. Kekayaan
Kepala Desa Kohot, Arsin bin Asif tengah
disorot buntut kasus pagar laut di
perairan Tangerang, terutama karena
koleksi mobil mewahnya. Pekerja di rumah
Arsin, yakni Edi menyebut Jeep Rubicon
milik majikannya dibeli secara kredit.
Rubicon ini kan bukan sebuah mobil yang
tergolong apa ya ya LCG sih enggak lah
gila loh. Bahkan orang kaya aja masih
mikir buat beli mobil itu. Kenapa?
Karena selain harganya mahal,
perawatannya mahal, bensinnya juga
mahal. Jadi yang punya itu tuh bukan
sekedar orang kaya doang. Orang kaya
tapi punya uang lebih dan gabut. Pengin
ganteng, pengin keren, beli itu. Untuk
sekelas kepala desa ya kayaknya kita
bingung gitu dari mana duitnya. Apakah
dia punya bisnis lain atau apa dia habis
dapat warisan gusuran atau apa gitu. Dan
kalau memang seperti itu kayaknya untuk
sekelas kepala desa terlalu mewah ya kan
Rubikon ini ya harganya bisa mencapai R
sampai Rp2 miliar. Dan masalahnya geng
ketika pengusutan kasus pagar laut ini
Pak Arsin ini ditetapkan sebagai
tersangka atas kasus pemalsuan dokumen
sertifikat hak guna bangunan atau SHGB
dan sertifikat hak milik atau SHM di
kasus tersebut kasus Pagar Laut
Tangerang. Penetapan tersangkanya itu
pada hari Selasa tanggal 18 Februari
tahun 2025 dan dia ditetapkan bersama
dengan tiga tersangka lain yaitu ada
seorang sekretaris Desa Kohot yang
bernama Ujang Karta serta dua orang
inisial SP dan CE. Penyidik juga
menggeledah kantor kelurahan Kohot pada
Senin tanggal 10 Februari 2025 malam. Di
saat itu ditemukan nih ada satu buah
printer, satu unit layar printer, satu
unit layar monitor dan keyboard, serta
stempel sekreteriat desa kohot dan
peralatan-peralatan lainnya yang diduga
sebagai alat yang digunakan untuk
memalsukan girik dan surat-surat
lainnya. Penyidik juga menyita sejumlah
kertas yang diduga merupakan kertas yang
digunakan untuk bahan pembuatan warka
atau surat perizinan lahan pagar laut
Tangerang. Gila, semua dokumen
dipalsukan. Dan pihak kepolisian Polri
itu mengungkap bahwa kepala desa dan
sekretaris Desa Kohot ini sudah mengakui
sejumlah barang yang disita oleh
penyidik itu benar digunakan untuk
membuat surat izin palsu di lahan Pagar
Laut Tangerang. Dan menurut Direktur ee
Tindak Pidana Umum Bares Krim Polri
Brickjen Poul Juhanani Raharjo Puro itu
bilang bahwa mereka sudah mendapatkan
keterangan kepala desa maupun SekDES
yang juga mengakui bahwa alat-alat
itulah yang digunakan untuk membuat
surat palsu tersebut. Polisi juga
mengungkapkan nih peran dari keempat
tersangka. Mereka berempat sama-sama
membuat dan menggunakan surat palsu yang
sudah dilakukan sejak e bulan Desember
2023 sampai dengan November 2024. Dan
mereka membuat seolah-olah pemohon itu
mengajukan permohonan melalui jasa
surveyor ke Kantor Pertahanan Kabupaten
Tangerang. Nah, terbitlah geng sebanyak
260 SHM surat hak milik tadi atas nama
warga desa Kohot. Padahal tuh warga desa
enggak pernah dilibatkan dan peran
khusus dari SP dan CE ini sebelumnya
disebut sebagai penerima kuasa. Nah,
tapi ketika gua syuting video ini enggak
dijelaskan nih, Geng, yang detailnya ya,
soal hal tersebut. Nah, namun ketika itu
polisi belum menahan para tersangka
tersebut karena baru selesai melakukan
gelar perkara serta penyelidikan atas
kasus mereka ini dan semuanya masih
berlangsung.
Dari sini banyak yang menghubungkan
kalau mobil Rubicon mewah punya si
kepala desa tadi yang dimiliki oleh si
Pak Arsin ini kemungkinan besar
didapatkan dari hasil pemalsuan surat di
Desa Koho tersebut. Nah, untuk itu
banyak yang mencari tahu seberapa kaya
Pak Arsin ini sebenarnya sampai bisa
punya Rubicon karena banyak yang
menyangkut paudkan kekayaannya dia
dengan keberadaan pagar laut itu. Nah,
diketahui si Pak Arsin ini sudah
menjabat sejak tahun 2021 dan dia juga
disebut sebagai kepala desa miliarder
yang mana hal ini terlihat dari
kepemilikannya terhadap sejumlah
barang-barang mewah. Si Pak Arsin ini
juga memiliki banyak harta. Sejumlah
mobil mewah selain Rubicon, dia punya
Honda Civic yang dia beli pada tahun
2018 itu juga enggak murah tuh. Dan
ketika Pak Arsin ini ditanya perihal
gajinya dia hingga bisa membeli
mobil-mobil mewah sekelas Robicon, dia
enggak mau ngejawab. Dan ya ketika
ditanya mengenai sumber uangnya, dia
bilang, "Ya, selain mendapatkan gaji
sebagai kepala desa, dia katanya punya
usaha kos-kosan yang berada di Desa
Kohot maupun di daerah lain yaitu di
daerah Kaliaru." Ya, kalau dipikir-pikir
mau berapa ratus pintu tuh kosannya
untuk bisa beli Rubicon. Gila juga gitu.
Dan dia bilang usahanya tersebut sudah
ada sebelum dia menjadi kepala desa. Dan
selain itu anaknya juga memiliki usaha
bengkel. Katanya sebelum dia beli
Rubikon dia awalnya sempat ambil kredit
mobil Honda Brio. Nah, begitu Brionya
lunas dia ngambil kredit untuk Rubicon.
Rasa-rasanya tuh jomplang banget ya.
Honda Brio itu kan harganya
gua bisa bilang mohon maaf ya, harga
Honda Brio mungkin ya itu setara
velegnya Rubicon. Velegnya Rubicon itu
bisa ratusan juta Geng harganya. Honda
Brio ratusan juta harganya R jutaan.
Veleg Rubicon juga R jutaan. Jadi kalau
misalkan dari Brio lompat ke Rubicon
kayaknya enggak mungkin banget. Satu
Rubicon itu bisa dapat sekitar 15 Brio
kayaknya.
Mungkin gua lebay tapi 10 enggak ke mana
ya 10 Honda Brio. Ini aneh banget
alasannya dia ngambil Rubicon karena
mobil Rubicon itu bisa masuk ke kota dan
kampung-kampung. KT siapa? Kota. Iya.
Kampung-kampung belum tentu. Kalau
masuknya ke ee hutan-hutan, iya
kebun-kebun, iya. Kampung-kampung kalau
misalkan yang lorong-lorong kayak di
Jakarta mana bisa masuk, Pak. Gede
banget Rubicon. Nah, dia bilang juga
Rubicon lebih tahan di segala medan.
Intinya kayak gitu. Nah, namun ketika
dia ditanya perihal harga dari Rubicon,
dia enggak mau nyebutin juga angka
pastinya. Yang jelas dia bilang itu
kredit dan dia cuma bilang Rubicon itu
ya bisa dibeli sekitar Rp800 juta kalau
bayarnya secara cash. Ya, kalau second,
iya mungkin ya. Itu juga tahun berapa
tuh? Rp800 juta tuh. 2011 kayaknya.
Karena para keempat orang tadi enggak
ada yang ditahan oleh polisi. Sempat
tidak terdengar lagi kabarnya setelah
penetapan tersangka. Tapi ada kabar yang
mengejutkan nih, Geng, dari Pak Asin
ini. Karena ternyata Pak Arsin diduga
sempat menghilang, ya. Menghilang dari
peredaran. Dan menurut keterangan dari
pengacaranya yang bernama Yunihar, dia
menduga bahwa Pak Arsin ini sedang
menghadiri agenda di luar kota. Dan dia
juga menyebutkan kalau dia belum tahu
dan tidak tahu keberadaan si Pak Arsin
ini karena fokusnya dia adalah
mendampingi warga. Nah, tapi pada
akhirnya Pak Arsin ini muncul lagi di
bulan Februari 2025 di saat konferensi
pers dan dia tidak menjawab pertanyaan
apapun karena alasannya lagi sakit batuk
katanya di dalam konferensi pers itu.
Dan hal ini juga diungkap melalui kuasa
hukumnya yang bernama Yunihar bahwa
kondisi Pak Arsin lagi kurang sehat dan
tentunya ini karena proses yang harus
beliau ikuti. Nah, kemudian Pak Arsin
ini juga membantah, Geng, kalau dia
kabur dari pemeriksaan, ya dia memang
sedang enggak tampil aja di publik,
katanya lagi sakit. Dan pada saat
konferensi pers berlangsung,
penampilannya dia ini tampak lusuh ya,
lemas dibandingkan saat terakhir kali
sebelum dia menghilang. Nah, tapi di
depan publik dia menunjukkanlah kayak
dia benar-benar stres menghadapi
permasalahan ini.
Kepemilikan Pak Arsen ini terhadap
Rubicon yang dia punya itu juga disoroti
oleh anggota DPR yang bernama Pak Dede
Yusuf Macan. Ketika itu sedang ada rapat
antara Menteri ATR BPN dan Komisi 2 DPR
di gedung DPR pada hari Kamis tanggal 30
Januari 2025. Di dalam rapat tersebut,
Pak Dede ini menyoroti Desa Kohot yang
unik karena memiliki hak guna bangunan
paling banyak terkait pagar laut
sepanjang 30 km di Kabupaten Tangerang.
Pak Dede menduga harta bergelimang dari
Kades Kohot ini merupakan pertanda ada
permainan pengembang di desa tersebut.
Nah, enggak cuma dari segi kepemilikan
hak guna bangunan, namun Pak Dede juga
menyoroti si Pak Arsin yang menjabat
sebagai kepala desa yang udah punya
Rubicon. Bahkan Pak Dede bilang kalau
anggota DPR aja belum tentu punya
Rubicon, tapi sekelas kepala desa udah
bisa beli. Nah, itu aneh banget. Nah,
jadi Pak Dede ini juga sebenarnya curiga
dengan kepemilikan Rubicon-nya Pak Arsin
yang jangan-jangan ya dia mendapatkan
itu dari hasil pemalsuan sertifikat yang
dilakukan bersama tiga orang lainnya.
Menurut kalian, kalian setuju enggak
dengan pernyataan Pak Dede itu, Geng?
Coba deh tinggalkan komentar di bawah.
Oke, saat ini Pak Arsin ini masih
diselidiki perihal keterkaitannya dia
dengan keadaan pagar laut di Tangerang
karena diduga dia melakukan pemalsuan
sertifikat hak guna bangunan tersebut
dan sertifikat hak milik SHM. Nah,
adapun Pak Arsin ini ditetapkan bersama
tiga tersangka lain yaitu Sekretaris
Desa Kohot dan dua orang berinisial SP
dan juga CE. Seperti yang udah gua
jelaskan sebelumnya kalau Pak Arsin ini
ya membantah tuduhan itu, Geng. semua
dia bilang ya dia memang mampu beli
Rubicon seharga Rp800 juta katanya jadi
bukan dari korupsi dan dia juga ngaku ya
uangnya itu dari hasil ya dia punya
usaha kos-kosan dan usaha bengkel punya
anaknya. Nah, namun untuk memastikan
bahwa harta tersebut benar hartanya dia
yang diperoleh dari kerja kerasnya
sendiri, bukan dari aksi kriminal
korupsi gitu ya atau pemalsuan dokumen,
ya, polisi bakal mendalami aliran dana
yang diterima oleh Pak Arsin ini. Nah,
cuma pihak penyidik tuh masih fokus
kepada perkara pemalsuan surat izin yang
dilakukan oleh Pak Arsin bersama dengan
tiga orang rekannya ini ya. Jadi, kita
tunggu aja nih kira-kira bakal terang
menderang enggak permasalahan Rubicon
dari kepala desa ini. Kita tunggu aja.
Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali
ini ya dari beberapa kasus kepala desa
yang menggunakan uang negara untuk
kepentingan yang enggak penting
sebenarnya. Ada yang nyewa LC, ada yang
top up eh diamond game, dan ada yang
beli mobil mewah. Gimana, Geng, menurut
kalian tentang ketiga kasus yang kita
bahas ini? Coba tinggalkan komentar di
bawah.
[Musik]