KORUPSI UNTUK TOP UP MOBIL LEGEND & J*DOL ! KADES GELAPKAN UANG DESA HAMPIR MILYARAN RUPIAH
KBvf9k23BDI • 2025-07-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hari ini kita bakal membahas sebuah kasus yang cukup konyol, cukup seru juga sih ya. Kali ini kita bakal ngomongin sesuatu yang sering banget kita dengar di berita. Sering bikin kita tuh jadi geleng-geleng kepala dan sekaligus juga kesal gitu ya. Oke. Eh, yah, kita bakal bahas soal korupsi lagi di negara kita. kayaknya berbicara tentang korupsi udah kebal banget gitu ya telinga para pemimpin kita dan semacam sudah menjadi budaya buat mereka dan mereka enggak malu lagi. Bahkan sudah apa ya sudah tercipta banyak trik, banyak cara dari mereka untuk bisa melakukan korupsi karena ya ketika ditangkap juga hukumannya ringan banget. Jadi orang-orang tuh enggak ada kapok-kapoknya dan bahkan ini terulang terus-menerus ya beregenerasi gitu. Nah, namun bukan berarti kita harus menghindar dari pembahasan ini. Harus kita bahas terus. Biarpun orangnya semakin bertambah ya kita juga gak boleh menormalisasi itu. Karena kalau misalkan kita diam aja ya mereka bakal korupsi terus. Ya mungkin buat kalian yang enggak paham ya soal kerugian korupsi itu bakal ngomong kayak ya udah sih biarin aja dia korupsi uang negara. Toh gua juga nyari makan sendiri, uang gua juga bla bla bla blah. Salah banget itu. Karena kenapa? Yang mereka korupsi itu bukan uang negara. Secara enggak langsung yang mereka korupsiin itu adalah uang kalian. Karena kenapa? Sekarang hidup di dunia di muka bumi ini, terutama menjadi seorang WNI, warga negara Indonesia, apapun yang kalian lakukan itu ada pajaknya. Oke. Kalian beli makanan ya, let's say kalian beli makanan di wartek Rp10.000. Itu aslinya sebenarnya yang harus kalian bayar tuh bukan R.000. Yang harus kalian bayar paling R.000, R8.000. Nah, terus 3.000-nya dikemain ya 3.000-nya itu pajak. Nah, makanya secara enggak langsung ya itu orang-orang yang korupsi itu lagi makan duit kalian. Jadi, kalian tuh harus banget peduli dengan hal-hal kayak gini. Korupsi itu ibarat penyakit kronis yang susah banget disembuhin. Efeknya ya jangan ditanya bisa bikin pembangunan negara ini menjadi lambat, fasilitas umum jadi enggak layak, bahkan dana-dana yang harusnya bisa diperuntukkan ya bagi kaum-kaum yang lemah atau mungkin ya saudara-saudara kita yang membutuhkan itu ya jadi enggak nyampai ke mereka, malah dinikmati oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini biar makin kebayang nih ya dengan persoalan ini ya. Kita bakal ee kilas balik ke beberapa kasus korupsi yang sempat bikin heboh dan bisa dikatakan konyol. Kenapa konyol? Ya biasanya kan para pejabat yang korupsi itu menggunakan uang korupsinya untuk beli sesuatu yang ya mungkin masih masuk akal buat kita ya. Contohnya kayak beli mobil, beli rumah, beli aset atau jalan-jalan ke luar negeri ya kan. Nah, tapi kasus-kasus yang akan kita bahas kali ini ya ada di antaranya yang benar-benar konyol, yaitu ada yang menggunakan uang korupsinya dengan cara yang enggak masuk akal, yaitu yang pertama datang dari Majalengka di mana ada seorang Sekdes melakukan korupsi untuk beli diamond game, top up. Bocah epep ini nih Kadesnya. Dan korupsinya itu menggunakan uang desa yang seharusnya dipergunakan untuk membiayai infrastruktur yang ada di desa tersebut. Terus geng, ada lagi yang gak kalah konyol dari yang pertama tadi, yaitu kasus korupsi yang dilakukan oleh Kades juga yang uangnya dipakai untuk sewa LC. Ya Allah, pemandu karaoke, geng. Kacau banget, ya. Dan terus kita juga bakal bahas kasus yang pernah ramai di waktu itu ya, yaitu soal Kades Kohot yang sempat ramai ketika kasus Pagar Laut Tangerang yang mana dia sebagai seorang Kades ya waktu itu sempat bermasalah karena orang-orang tuh mempertanyakan kok bisa dia punya Jeep Rubicon itu kan mahal banget. Apakah itu ada hubungannya dengan keberadaan pagar laut di sana? Nah, nanti kita bahas ya. Oke, langsung aja kita bahas ya beberapa kasus korupsi konyol oleh ee pejabat pemerintah, oleh yang berwenang ya di negara kita ini. Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Untuk kasus yang pertama adalah kasus yang paling kalian sukai, yaitu ketika Sekdesk korupsi untuk beli diamond game. Jadi, geng, ada sebuah berita yang cukup heboh di sosial media ya, karena ada oknum ASN yang melakukan korupsi hanya untuk kepentingan pribadi dan happy-happy. Ya, kepentingan pribadinya bukan yang kayak yang penting gitu. Ini enggak penting banget. Jadi, Kejaksaan Negeri Majalengka itu menetapkan status tersangka dan menahan seorang sekdes dari Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka yang namanya adalah M. Gian Gandana Sukma atau disingkat dengan MGS kalau di berita-berita. Dia ini diduga ya nilp duit alias menggelapkan uang uang desa ratusan juta rupiah untuk membeli diamond game. Nah, Usut punya Usut ya memang agak konyol gitu ya ketika dia menggunakan uang korupsi untuk beli diamond game. Tapi ternyata di balik itu semua ketika ditelusuri ternyata enggak cuma beli diamond game, dia juga main judul. Kok bisa ya, Geng? Apa nih yang ada di pikiran orang itu sampai mereka enggak mikir efeknya ke orang banyak? Nah, jadi menurut Kepala Seksi Tindak Pidana Kasus Kejari Majalengka yang bernama Hendra Prayoga, beliau bilang kalau ya mereka tuh sudah melakukan penahanan terhadap sisi tersangka ini dan yang bersangkutan ini menyalahgunakan keuangan Desa Cipaku tahun 2025 tahun ini yang mana uang-uang itu dia transfer ya ee uang desa tadi dari rekening desa ke rekening pribadinya dia. Ya jelas ketahuanlah orang aliran dananya jelas banget. Nah, dari total dana sebesar R13 juta itu diselewengkan semua dan pihak Kejari menyatakan bahwa tersangka ini sempat berupaya menghilangkan jejak. Ya, dia kira mudah ya. Nah, gini nih. Karena gimana ya, gua mikirnya kayak pemilihan kepala desa itu berdasarkan apa sih? Apakah voting suara doang atau dilihat juga kredibilitasnya gitu. Misalkan kalau dia orang pintar ya terpilih atau justru cuman kayak mendapatkan simpati dari masyarakat aja kepilih jadi kepala desa apa gitu kali ya. Karena menurut gua apa yang dia lakukan ini cukup lolot gitu kan. Masa ia transfer secara direct begitu, secara tunai langsung ke rekening pribadi ya ketahuan lah. Gil kali mau hilangin jejak gimana? Siape orang jejak mutasi rekeningnya jelas kok. Dan Hendra menyebutkan total uang desa yang digelapkan oleh si MGS ini itu mencapai Rp513.699.732. ya. Uang itu digunakan oleh si SDES ini alias sekretaris desa ini ya. Itu langsung digunakan untuk beli diamond. Terus dia main judul tadi di salah satu aplikasi permainan favoritnya dia. Modusnya itu dia lakukan secara bertahap dan itu dia lakukan dari Februari sampai Maret 2025. Kebayang ya Februari sampai Maret dalam jangka waktu 1 bulan dia ngabisin R00 juta. Gokil enggak tuh? Mungkin di dalam pikiran dia di saat itu gini kali ya. Wah, ada nana desa nih. Nganggur. Kita putar dulu kali ya. Nanti komputer kan bertambah tuh. Desa jadi sejahtera. Uang desa R00 juta, aneput jadi 1 M. Mungkin pemikiran lolotnya dia gitu kali ya. Enggak tahunya rungkat ya kan. Haduh ada-ada aja. SDESDes. Dan uang yang seharusnya digunakan untuk operasional terus pembangunan infrastruktur desa yang ada di Cipaku dalam periode 2025 itu raib tanpa sisa. Dan ya akhirnya tuh langsung orang-orang tuh menduga bahwa si Sekdes ini sudah menghabiskan itu semua untuk biaya ee hobi mahalnya. Wis hobi kami mahal gitu ya. Miris banget. Terkuaknya kasus ini ya karena ditemukan kejanggalan pada laporan keuangan desa. Kasus ini ya sontak langsung menjadi buah bibir dan memicu kemarahan publik karena langsung viral gitu kan apalagi untuk warga desa setempat. Nah, setelah Kejaksaan Negeri Majalengka secara resmi mengumumkan penahanan dari Sekdes ini dan di saat itu tim penyidik dari Kejari Majalengka langsung secara resmi nih ya ee menahan si MGS ini mulai dari hari Kamis tanggal 3 Juli 2025. Udah ditahan tuh. Hendra juga menjelaskan Kejari Majalengka mengakui memang sudah ada upaya bagi si MGS ini untuk mengembalikan uang senilai 65,4 juta ke rekening milik Desa Cipaku. Padahal yang dia ambil R500 juta gitu ya. Nah, namun upaya tersebut tetap aja enggak bisa menutupi lubang besar yang telah dia gali atas uang yang sudah dia ambil sebelumnya. Dan sampai saat ini, Geng, katanya ya dari total R500 juta yang diambil 64 juta tadi atau Rp65 juta ya, itu dia mau balikin ya. Ee tapi kalian harus tahu ya, ada sekitar Rp448.315.000 yang belum bisa dia kembalikan. R00 juta. R00 juta lebih. Gimana cara nyari duitnya? Itu banyak banget gitu. dan ya dia belum bisa mempertanggungjawabkan 448 juta tersebut. Dan kasus yang menjerat dia ini bukan sekedar cerita kriminal biasa, melainkan cerminan dari lemahnya sistem pengawasan dana desa yang selama ini menjadi sorotan banyak pihak. Ya. Dan ya ketika orang-orang yang tidak kompeten ya memiliki jabatan matanya hijau ketika melihat dana yang seharusnya bisa dipergunakan untuk hal-hal yang seharusnya yang baik gitu malah dipakai untuk yang enggak-enggak. Nah, kayak gini nih jadinya kayak gini. Nah, karena masih setingkat desa, sering sekali ya pengawasan terhadap keuangan negara kayak gini enggak begitu ketat dan ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya dia. Dan atas perbuatan dari si MGS ini, dari kasus ini ya, sekarang dia itu dijerat dengan ee pasal Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Nah, sekarang akhirnya dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu di dalam penjara, Geng. Duitnya enggak balik gitu ya. Dia pun dipenjara. Oke, itu dia pembahasan pertama kita. Gimana? Cukup seru? Cukup seru. Gimana? Semakin bangga kalian menjadi WNI. Gua lihat di memes memes tuh banyak banget orang yang update. Ya Allah, kenapa aku terlahir WNI gitu katanya. Jujur ya, terlahir di Indonesia itu adalah sebuah anugerah sebenarnya, tapi memiliki pemerintahan yang bobrok ya di sebuah negara itu adalah neraka buat kita semua. Karena kalau kita berbicara soal pemerintah yang bobrok itu enggak cuma di Indonesia kok, Geng. Ya, di banyak negara itu ada aja, ada aja oknumnya. Tapi ada juga orang yang baiknya. Jadi terlahir di Indonesia sebenarnya enggak buruk-buruk amat tapi ya memiliki pemerintah dengan oknum-oknum yang hobi korupsi kayak gini itulah sialnya kita. Oke sekarang kita ke kasus yang selanjutnya. Ini enggak kalah epik nih. Yaitu ya seorang kades alias kepala desa yang korupsi dana desa untuk nyewa cewek penghibur alias LC. Sumpah ini kasus konyol banget sih. Langsung aja kita bahas. [Musik] Jadi, geng ceritanya ada seorang kades yang bernama Aklani yang diduga melakukan korupsi uang anggaran ketika dia menjabat dari tahun 2015 sampai 2021 dengan total uang yang dia ambil ini enggak main-main ya. Gua pusing lihat angkanya R98 juta hampir 1 M. Dan kalau kalian tahu ya, Geng, dana yang diambil oleh Aklani ini, itu bukan dia pakai buat beli tanah atau memperbesar rumahnya dia. Enggak. Tapi dia malah pakai untuk nyewa LC. Dana ini tujuannya tuh sebenarnya mulia banget, yaitu untuk pembangunan ee desa, untuk kepentingan masyarakat, biar warganya makin sejahtera, jalanannya bagus, ada fasilitas umum yang memadai, pokoknya biar desanya maju. Udah dikasih amanah sebesar itu loh. Eh, tiba-tiba ya si oknum ini malah menyalahgunakan kewenangannya dia. Bayangin dia ini seharusnya jadi panutan gitu kan, jadi pemimpin yang ngurusin kebutuhan warganya karena udah dipercaya gitu. Nah, namun bukannya dia pakai uang tersebut untuk hal yang seharusnya ya untuk kebutuhan warga ya malah eh si Pak Kades ini pakai duit itu buat nyewa Ladies Companion alias LC untuk bersenang-senang joget-joget nyanyi malam ke sini ku meresepi. Enggak enggak gak gua enggak tahu sih lagu J koplo kali yaak tahu gue intinya gitu deh. Nora, Nora Nora nih si ininya kadesnya. Nah, terus gimana bisa nih, Geng, korupsi si Aklani ini bisa terungkap? Ya, kalau dari tebakan kita sih enggak mungkin gak terungkap ya, R88 juta, Boy. Ya kan? Duit sebesar itu dipakai buat LC. Jadi ceritanya selama dia menjabat, dia ini membuat berbagai proyek dan proyeknya itu adalah fiktif, proyek palsu. Tujuannya apa? Tujuannya supaya cair uangnya. Salah satu proyek fiktif yang Aklani buat adalah pembangunan rabat beton di beberapa RT dengan nilai ratusan juta. Rupiah. Dia bikinlah tuh proposalnya, dia bikinlah perencanaan kerjanya gitu. Dia serahkan cair duitnya pakai buat LC. Terus bikin lagi cair lagi duitnya LC lagi cruiser enggak LC LC-nya beda. Nah, proyek fitif itu terus-menerus dia bikin. Salah satunya adalah pelatihan service ponsel untuk warga saat masa pandemi Covid-19 dengan nilai puluhan juta. Jadi dia bikin sebuah program ya. Programnya itu adalah ngelatih e skill warga desa supaya bisa servis handphone ya kan. Nah itu harus ada dananya tuh cairlah dananya tapi enggak ada tuh pelatihannya. Nah, berdasarkan informasi yang gua dapatkan, Aklani ini akhirnya didakwa sudah menyalahgunakan dana desa yang kabarnya pada awalnya itu adalah sebesar 925 juta di tahun 2020. Dan uang tersebut dia gunakan untuk foya-foya semuanya ke karaoke, nyawer si LC tadi, terus nyewa cewek-cewek enggak bener. Nah, Aklani ini juga tidak melaksanakan sejumlah kegiatan yang sudah direncanakan di APBD dan menggelapkan gaji pegawai demi kepentingan pribadi. Jadi, pegawai-pegawai desa itu enggak digaji sama dia, dimakan semua duitnya. Nah, namun geng yang menjadi pertanyaan besarnya adalah kenapa kasus ini terjadi dari tahun 2020 tapi baru ter lengkap di tahun 2023? Kan aneh ya. Padahal nih ya si Aklani ini jadi kepala desa tuh dari tahun 2015 sampai 2021. Nah, dia korupsi yang besar banget itu 2020 tapi terungkapnya setelah dia udah enggak jadi kepala desa lagi. Ternyata nih, Geng, ya. Uang yang dia gunakan itu merupakan dana desa dari anggaran tahun 2019 yang seharusnya diperuntukkan untuk kemajuan pembangunan dan masyarakat di tahun 2020, tahun setelahnya. Nah, di saat itu yang gua tahu ya dari pemberitaan tuh tujuan dana itu pertama tuh ada buat beli pupuk petani ya. Karena memang daerah situ tuh kebanyakan ee masyarakatnya kerjanya petani jadi masyarakat menengah ke bawah. Terus juga e karena kalau misalkan kita berbicara tentang petani berarti kan banyak sawah-sawah, banyak aliran sungai yang artinya desanya itu membutuhkan banyak jembatan ya kan? Banyak jembatan rusak dengan dana R00 juta tadi itu untuk membangun atau memperbaiki jembatan-jembatan tersebut. Nah, malah yang bikin elus dada dia dengan enteng dan gampangnya yang gua enggak habis pikir tuh ya apa yang ada di otak dia. Dia pikir dia bisa mengelabui negara gitu ya. Itu semua uang R00 juta dia pakai buat foya-foya joget-joget sama LC. Terus pas disidak oleh pemerintah pusat, mana jembatan yang lu bangun? Mana pupuk yang lu berikan kepada petani? Mana pelatihan yang lu bilang bla bla bla bla? Enggak ada satuun. Sesimpel itu. Gua rasa banyakan ngobat nih orang. Makanya aduh kacau banget. Terus geng ada juga laporan yang menyebutkan kalau Aklani ini enggak bayar pajak. Dia nilep uang sampai ke uang pajak dari bantuan provinsi. Sampai gaji karyawan yang ee seharusnya dia bayar per bulan juga dia tunda-tunda. Nah, duitnya udah hasil korupsi. Eh, bukannya dipakai untuk memperkaya diri, malah dipakai buat foya-foya nyewa LC. Plusnya lagi enggak bayar pajak. Ini namanya super parah ya kan? Dipakai buat kesenangan pribadi di klub malam. Padahal pajak itu kan kewajiban yang harus dia bayarkan ya. Apalagi untuk pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh. Nah, ini jelas-jelas pelanggaran hukum yang berlapis-lapis. Selain karena kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang, dia juga bisa kena kasus penggelapan pajak. Nah, tapi geng pada awalnya Aklani ini gak ngaku uang korupsi itu digunakan untuk apa. Tapi dia udah ya ketangkap basa kalau dia korupsi. Tapi enggak ngaku tuh ke mana aja uang itu diperuntukkan. Dan ketika pelimpahan berkas ke Kejari Serang, Aklani spontan mengatakan uangnya ya digunakan untuk menikah lagi katanya. Jadi bukan untuk sewa LC. Dia di saat itu enggak mau ngaku tuh. Ya jelas ini kan melibatkan adanya ciwi-ciwi nih. Ya udah dia bikinlah skenario seolah-olah dia menikah lagi. Padahal itu untuk sewa LC. Dan Aklani ini juga mengaku kalau dia udah menikah empat kali dan punya 20 anak. Topcher chair ya. Enak bener kayaknya 20 anak loh. Orang yang nikahnya sah benar, uangnya halal susah banget dapat anak. Kenapa orang-orang macam ini sampai 20 anaknya? Gampang banget kayaknya. Nah, dia juga menyebutkan uang itu hilang habis semuanya yang dipakai untuk nikah itu dan juga biayain ke-20 anaknya. Dan meski demikian, pernyataan dari Aklani ini ya perlu untuk diselidiki lebih lanjut. Jadi pihak yang berwajib gak percaya gitu aja. Apakah benar dia nikah lagi atau enggak? Nah, plot twist-nya nih, Geng. Ketika kasus ini nyampai di persidangan, Aklani akhirnya enggak kuat lagi, enggak tahan lagi. Dengan penuh tekanan dari penyidik, ya, Aklani memberikan keterangan yang baru yang sejujur-jujurnya. Dia pun mengaku uangnya bukan dipakai untuk nikah lagi, bukan untuk membiayai 20 anak, tapi melainkan untuk karaoke dan nyewa LC. Nah, adapun di saat itu hakim ketua yang bernama Dedy Adi Saputra langsung memeriksa si Aklani ini di pengadilan Tipik Cor Serang, Banten dan memberikan pernyataan e kepada terdakwa ini total hampir R miliar banyak banget gitu kan. Nah, itu dikemanakan dan si Aklani pun mengakui kalau perbuatan yang dia lakukan itu ya untuk kesenangan pribadi dan juga staf-stafnya biar semua merasakan yang namanya duit katanya. Jadi enggak cuma dia sendiri ternyata yang menikmati hasil korupsi tersebut. Nah, ini menurut pengakuan dia dan dia bawa-bawa nama stafnya gitu. Dan sambil malu-malu dia bilang sudah memakai sejumlah uang sekitar 275 juta untuk hiburan dengan staf-stafnya dan juga karaoke. Ya, itu pun nyanyi-nyanyi doang katanya. Sisa uangnya baru dipakai ya setiap hari. Total yang dikeluarkan itu sekitar 500 sampai R00.000 per hari. Per orangnya itu nyawer ladies, nyawer cewek sebesar Rp100.000 dan juga sawer staf-stafnya Rp500.000. Dan dia juga bilang kepada hakim, "Yang namanya duit, yang mulia, jangankan uang segitu, buat hiburan setiap hari ya habis," ucap dia. Jadi kayak enggak cukup gitu. Gila banget. Di satu sisi ya, pengacara terdakwa yang bernama Rahmat itu membela si Aklani ini ya, pengacaranya dia dengan bilang kalau uang korupsinya itu sebenarnya enggak dipakai untuk karaoke atau sewa LC aja. Jadi, ada sebagian uangnya itu yang entah dipakai untuk hal lain lah yang enggak dijelaskan lebih lanjutlah oleh si Rahmat ini. Nah, jadi kayak dia pengin kayak jelasin tuh kayak iya uangnya memang ada yang dipakai buat LC, tapi enggak semua kok ada kok yang dipakai untuk hal-hal yang positif gitu. Tapi tetap aja kan korupsi ya. Namun di dalam persidangan Aklani ini ya, dia juga meminta kepada hakim agar staf di Desa Lontar yang juga ikut ee menikmati uang itu ya juga harus mempertanggungjawabkan atas penggunaan dana desa tersebut yaitu untuk kara roke dan yang lain-lain. Dan pengecaranya ini juga menjelaskan bahwa tidak semua uang dipakai untuk karaoke. Dia juga bilang kalau aklani dibohongi oleh stafnya. Jadi udah numbalin orang nih, udah ngekambing hitamin stafnya gitu. Seolah-olah Aklani ini kejebak. Dia korupsi karena dijebak oleh stafnya dan makin rumit, Geng. Nah, namun apapun alasannya, Aklani akhirnya dipersangkakan dengan pasal 2 ayat 1 Junto pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Aklani pun dituntut 6 tahun penjara dan denda sebesar R59 juta subsider penjara 3 bulan. Dan dia juga dituntut dengan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar 988 juta lebih dan nilai itu dikurangi dari 198 juta dari hasil pengembalian kerugian negara e oleh si Aklani ini melalui saksi yang bernama Mumu Muhyidin dan sudah disetorkan ke kas desa. Nah, jadi masih ada PR dia sekitar 700-an apa 800 jutaan gitu yang belum dikembalikan. yang baru dikembalikan baru R8 juta. Akhirnya di saat itu Aklani pun meminta maaf kepada semua pihak termasuk kepada jaksa dan meminta untuk ya diberikan ee hukuman ringan ya karena dia bilang masih punya beban untuk biaya anak-anaknya. Wah, giliran nyewa LC enggak ingat anak ya. Ee aduh g udah gini bilang biaya anak untuk sekolah. Dia juga bilang nih masih punya tanggungan anak yatim piatu. Anak yatim piatu goyang sama Elc gimana sih? Dan Aklani juga minta hukuman yang diberikan ya cuma kurungan penjara selama 2 tahun aja katanya. Dan jaksa di saat itu ya jelaslah nolak dan menjatuhkan pidana terhadap si terdakwa ini berupa pidana penjara selama 6 tahun dengan denda 250 juta subsider penjara 3 bulan kurungan. Dan menurut kalian gimana, Geng? Ya, itu cukup enggak 6 tahun menurut kalian di penjara si Kades ini? Kalau enggak cukup, coba tinggalkan komentar di bawah. Dan itulah dia kasus si Kades yang hobi foya-Foya tadi. Hah, kacau banget ya. Ada-ada aja negara kita ini. Oke, sekarang kita masuk ke kasus yang selanjutnya ya. Kasus yang sempat gempar di sosial media yaitu kasus Kades Cohot yang punya mobil Rubicon. Wuh, enggak main-main. Mahal banget. kita bahas. Jadi, Geng, waktu itu sempat ramai ya di pemberitaan mengenai keberadaan dari Pagar Laut Tangerang yang juga pernah kita bahas ya isu ini sebelumnya ya kayak beberapa bulan lalu lah. Ketika itu selain pagar lautnya ada satu orang yang turut menjadi sorotan ya, yaitu kepala desa Kohot yang bernama Pak Arsin. Nah, orang-orang menyoroti beliau ini bukan karena prestasi dalam mengembangkan dan memajukan pembangunan desanya, tetapi justru ya karena sebuah kendaraan mewah yang dia punya. Dia disebut-sebut memiliki sebuah mobil Rubicon. Itu bukan mobil murah, mobil Jeep buatan Amerika besar, harganya mm-an dan dicurigai. Ya, itu mobil ya dari hasil keterlibatan dia dalam permasalahan sertifikat pagar laut. Nah, akibatnya dia pun diperiksa tuh oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kejaksaan Agung sampai dengan Kementerian di dalam Negeri. Kekayaan Kepala Desa Kohot, Arsin bin Asif tengah disorot buntut kasus pagar laut di perairan Tangerang, terutama karena koleksi mobil mewahnya. Pekerja di rumah Arsin, yakni Edi menyebut Jeep Rubicon milik majikannya dibeli secara kredit. Rubicon ini kan bukan sebuah mobil yang tergolong apa ya ya LCG sih enggak lah gila loh. Bahkan orang kaya aja masih mikir buat beli mobil itu. Kenapa? Karena selain harganya mahal, perawatannya mahal, bensinnya juga mahal. Jadi yang punya itu tuh bukan sekedar orang kaya doang. Orang kaya tapi punya uang lebih dan gabut. Pengin ganteng, pengin keren, beli itu. Untuk sekelas kepala desa ya kayaknya kita bingung gitu dari mana duitnya. Apakah dia punya bisnis lain atau apa dia habis dapat warisan gusuran atau apa gitu. Dan kalau memang seperti itu kayaknya untuk sekelas kepala desa terlalu mewah ya kan Rubikon ini ya harganya bisa mencapai R sampai Rp2 miliar. Dan masalahnya geng ketika pengusutan kasus pagar laut ini Pak Arsin ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemalsuan dokumen sertifikat hak guna bangunan atau SHGB dan sertifikat hak milik atau SHM di kasus tersebut kasus Pagar Laut Tangerang. Penetapan tersangkanya itu pada hari Selasa tanggal 18 Februari tahun 2025 dan dia ditetapkan bersama dengan tiga tersangka lain yaitu ada seorang sekretaris Desa Kohot yang bernama Ujang Karta serta dua orang inisial SP dan CE. Penyidik juga menggeledah kantor kelurahan Kohot pada Senin tanggal 10 Februari 2025 malam. Di saat itu ditemukan nih ada satu buah printer, satu unit layar printer, satu unit layar monitor dan keyboard, serta stempel sekreteriat desa kohot dan peralatan-peralatan lainnya yang diduga sebagai alat yang digunakan untuk memalsukan girik dan surat-surat lainnya. Penyidik juga menyita sejumlah kertas yang diduga merupakan kertas yang digunakan untuk bahan pembuatan warka atau surat perizinan lahan pagar laut Tangerang. Gila, semua dokumen dipalsukan. Dan pihak kepolisian Polri itu mengungkap bahwa kepala desa dan sekretaris Desa Kohot ini sudah mengakui sejumlah barang yang disita oleh penyidik itu benar digunakan untuk membuat surat izin palsu di lahan Pagar Laut Tangerang. Dan menurut Direktur ee Tindak Pidana Umum Bares Krim Polri Brickjen Poul Juhanani Raharjo Puro itu bilang bahwa mereka sudah mendapatkan keterangan kepala desa maupun SekDES yang juga mengakui bahwa alat-alat itulah yang digunakan untuk membuat surat palsu tersebut. Polisi juga mengungkapkan nih peran dari keempat tersangka. Mereka berempat sama-sama membuat dan menggunakan surat palsu yang sudah dilakukan sejak e bulan Desember 2023 sampai dengan November 2024. Dan mereka membuat seolah-olah pemohon itu mengajukan permohonan melalui jasa surveyor ke Kantor Pertahanan Kabupaten Tangerang. Nah, terbitlah geng sebanyak 260 SHM surat hak milik tadi atas nama warga desa Kohot. Padahal tuh warga desa enggak pernah dilibatkan dan peran khusus dari SP dan CE ini sebelumnya disebut sebagai penerima kuasa. Nah, tapi ketika gua syuting video ini enggak dijelaskan nih, Geng, yang detailnya ya, soal hal tersebut. Nah, namun ketika itu polisi belum menahan para tersangka tersebut karena baru selesai melakukan gelar perkara serta penyelidikan atas kasus mereka ini dan semuanya masih berlangsung. Dari sini banyak yang menghubungkan kalau mobil Rubicon mewah punya si kepala desa tadi yang dimiliki oleh si Pak Arsin ini kemungkinan besar didapatkan dari hasil pemalsuan surat di Desa Koho tersebut. Nah, untuk itu banyak yang mencari tahu seberapa kaya Pak Arsin ini sebenarnya sampai bisa punya Rubicon karena banyak yang menyangkut paudkan kekayaannya dia dengan keberadaan pagar laut itu. Nah, diketahui si Pak Arsin ini sudah menjabat sejak tahun 2021 dan dia juga disebut sebagai kepala desa miliarder yang mana hal ini terlihat dari kepemilikannya terhadap sejumlah barang-barang mewah. Si Pak Arsin ini juga memiliki banyak harta. Sejumlah mobil mewah selain Rubicon, dia punya Honda Civic yang dia beli pada tahun 2018 itu juga enggak murah tuh. Dan ketika Pak Arsin ini ditanya perihal gajinya dia hingga bisa membeli mobil-mobil mewah sekelas Robicon, dia enggak mau ngejawab. Dan ya ketika ditanya mengenai sumber uangnya, dia bilang, "Ya, selain mendapatkan gaji sebagai kepala desa, dia katanya punya usaha kos-kosan yang berada di Desa Kohot maupun di daerah lain yaitu di daerah Kaliaru." Ya, kalau dipikir-pikir mau berapa ratus pintu tuh kosannya untuk bisa beli Rubicon. Gila juga gitu. Dan dia bilang usahanya tersebut sudah ada sebelum dia menjadi kepala desa. Dan selain itu anaknya juga memiliki usaha bengkel. Katanya sebelum dia beli Rubikon dia awalnya sempat ambil kredit mobil Honda Brio. Nah, begitu Brionya lunas dia ngambil kredit untuk Rubicon. Rasa-rasanya tuh jomplang banget ya. Honda Brio itu kan harganya gua bisa bilang mohon maaf ya, harga Honda Brio mungkin ya itu setara velegnya Rubicon. Velegnya Rubicon itu bisa ratusan juta Geng harganya. Honda Brio ratusan juta harganya R jutaan. Veleg Rubicon juga R jutaan. Jadi kalau misalkan dari Brio lompat ke Rubicon kayaknya enggak mungkin banget. Satu Rubicon itu bisa dapat sekitar 15 Brio kayaknya. Mungkin gua lebay tapi 10 enggak ke mana ya 10 Honda Brio. Ini aneh banget alasannya dia ngambil Rubicon karena mobil Rubicon itu bisa masuk ke kota dan kampung-kampung. KT siapa? Kota. Iya. Kampung-kampung belum tentu. Kalau masuknya ke ee hutan-hutan, iya kebun-kebun, iya. Kampung-kampung kalau misalkan yang lorong-lorong kayak di Jakarta mana bisa masuk, Pak. Gede banget Rubicon. Nah, dia bilang juga Rubicon lebih tahan di segala medan. Intinya kayak gitu. Nah, namun ketika dia ditanya perihal harga dari Rubicon, dia enggak mau nyebutin juga angka pastinya. Yang jelas dia bilang itu kredit dan dia cuma bilang Rubicon itu ya bisa dibeli sekitar Rp800 juta kalau bayarnya secara cash. Ya, kalau second, iya mungkin ya. Itu juga tahun berapa tuh? Rp800 juta tuh. 2011 kayaknya. Karena para keempat orang tadi enggak ada yang ditahan oleh polisi. Sempat tidak terdengar lagi kabarnya setelah penetapan tersangka. Tapi ada kabar yang mengejutkan nih, Geng, dari Pak Asin ini. Karena ternyata Pak Arsin diduga sempat menghilang, ya. Menghilang dari peredaran. Dan menurut keterangan dari pengacaranya yang bernama Yunihar, dia menduga bahwa Pak Arsin ini sedang menghadiri agenda di luar kota. Dan dia juga menyebutkan kalau dia belum tahu dan tidak tahu keberadaan si Pak Arsin ini karena fokusnya dia adalah mendampingi warga. Nah, tapi pada akhirnya Pak Arsin ini muncul lagi di bulan Februari 2025 di saat konferensi pers dan dia tidak menjawab pertanyaan apapun karena alasannya lagi sakit batuk katanya di dalam konferensi pers itu. Dan hal ini juga diungkap melalui kuasa hukumnya yang bernama Yunihar bahwa kondisi Pak Arsin lagi kurang sehat dan tentunya ini karena proses yang harus beliau ikuti. Nah, kemudian Pak Arsin ini juga membantah, Geng, kalau dia kabur dari pemeriksaan, ya dia memang sedang enggak tampil aja di publik, katanya lagi sakit. Dan pada saat konferensi pers berlangsung, penampilannya dia ini tampak lusuh ya, lemas dibandingkan saat terakhir kali sebelum dia menghilang. Nah, tapi di depan publik dia menunjukkanlah kayak dia benar-benar stres menghadapi permasalahan ini. Kepemilikan Pak Arsen ini terhadap Rubicon yang dia punya itu juga disoroti oleh anggota DPR yang bernama Pak Dede Yusuf Macan. Ketika itu sedang ada rapat antara Menteri ATR BPN dan Komisi 2 DPR di gedung DPR pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2025. Di dalam rapat tersebut, Pak Dede ini menyoroti Desa Kohot yang unik karena memiliki hak guna bangunan paling banyak terkait pagar laut sepanjang 30 km di Kabupaten Tangerang. Pak Dede menduga harta bergelimang dari Kades Kohot ini merupakan pertanda ada permainan pengembang di desa tersebut. Nah, enggak cuma dari segi kepemilikan hak guna bangunan, namun Pak Dede juga menyoroti si Pak Arsin yang menjabat sebagai kepala desa yang udah punya Rubicon. Bahkan Pak Dede bilang kalau anggota DPR aja belum tentu punya Rubicon, tapi sekelas kepala desa udah bisa beli. Nah, itu aneh banget. Nah, jadi Pak Dede ini juga sebenarnya curiga dengan kepemilikan Rubicon-nya Pak Arsin yang jangan-jangan ya dia mendapatkan itu dari hasil pemalsuan sertifikat yang dilakukan bersama tiga orang lainnya. Menurut kalian, kalian setuju enggak dengan pernyataan Pak Dede itu, Geng? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Oke, saat ini Pak Arsin ini masih diselidiki perihal keterkaitannya dia dengan keadaan pagar laut di Tangerang karena diduga dia melakukan pemalsuan sertifikat hak guna bangunan tersebut dan sertifikat hak milik SHM. Nah, adapun Pak Arsin ini ditetapkan bersama tiga tersangka lain yaitu Sekretaris Desa Kohot dan dua orang berinisial SP dan juga CE. Seperti yang udah gua jelaskan sebelumnya kalau Pak Arsin ini ya membantah tuduhan itu, Geng. semua dia bilang ya dia memang mampu beli Rubicon seharga Rp800 juta katanya jadi bukan dari korupsi dan dia juga ngaku ya uangnya itu dari hasil ya dia punya usaha kos-kosan dan usaha bengkel punya anaknya. Nah, namun untuk memastikan bahwa harta tersebut benar hartanya dia yang diperoleh dari kerja kerasnya sendiri, bukan dari aksi kriminal korupsi gitu ya atau pemalsuan dokumen, ya, polisi bakal mendalami aliran dana yang diterima oleh Pak Arsin ini. Nah, cuma pihak penyidik tuh masih fokus kepada perkara pemalsuan surat izin yang dilakukan oleh Pak Arsin bersama dengan tiga orang rekannya ini ya. Jadi, kita tunggu aja nih kira-kira bakal terang menderang enggak permasalahan Rubicon dari kepala desa ini. Kita tunggu aja. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali ini ya dari beberapa kasus kepala desa yang menggunakan uang negara untuk kepentingan yang enggak penting sebenarnya. Ada yang nyewa LC, ada yang top up eh diamond game, dan ada yang beli mobil mewah. Gimana, Geng, menurut kalian tentang ketiga kasus yang kita bahas ini? Coba tinggalkan komentar di bawah. [Musik]
Resume
Categories