File TXT tidak ditemukan.
Transcript
J0A6lywU64g • TURIS THAILAND LAPOR DAMKAR ! KECEWA PADA POLISI INDONESIA SAAT LAPOR JAMBRET TIDAK DITANGANI
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1553_J0A6lywU64g.txt
Kind: captions
Language: id
Geng ya. Kalian pasti ya pernahlah ya
atau mungkin suka banget gitu nonton
konser. Nah, nonton konser kan menjadi
salah satu hiburan yang paling digemari
lah apalagi bagi anak-anak muda.
Tujuannya ya melepas stres dari
kesibukan, justru ingin menikmati musik
kesukaan mereka dari band-band atau
musisi-musisi kesukaan mereka. Nah, jadi
bisa dikatakan konser yang berhubungan
dengan musik adalah event yang sangat
ditunggu-tunggu. Musisi yang ee tampil
di dalam konser di negara kita juga
bermacam-macam. Mau itu yang lokal
maupun luar negeri. Nah, kalau dari luar
negeri seperti misalkan Idol Kpop gitu
ya, pasti yang nonton bukan cuma orang
Indonesia aja. Banyak orang yang dari
luar negeri bela-belain datang ke
Indonesia untuk nonton idola mereka.
Nah, mungkin aja mereka sekalian liburan
atau justru memang mereka itu penggemar
yang fanatik gitu ya. Nah, tapi bayangin
nih, Geng, udah datang jauh-jauh dari
luar negeri misalkan niatnya mau untuk
menghilangkan penat, untuk
bersenang-senang, seru-seruan gitu
nonton konser, tapi justru malah dapat
pengalaman yang tidak mengenakkan. Ya,
biasanya yang sering terjadi ketika
konser itu adalah kecopetan atau
kemalingan. Nah, bahkan enggak cuma pas
konser aja. Kebanyakan di tempat-tempat
ramai itu biasanya ada aja insiden
kemalingan kayak gini. Nah, seperti yang
akan kita bahas kali ini, ini cukup unik
nih. Cukup unik karena bisa menjadi
sebuah pembelajaran atau evaluasi bagi e
pihak keamanan di negara kita ya. Yang
mana insiden ini melibatkan satu orang
turis asal Thailand yang baru 3 hari
lalu nonton konser di Jakarta. Nah, yang
unik dari kasus ini ya sampai harus gua
bahas nih. Karena yang bikin kasusnya
jadi ramai dibahas oleh netizen di media
sosial dikarenakan si turis ini ketika
kemalingan, ketika kecopetan, kehilangan
handphone, dia malah ditolong oleh
DAMCAR. Damkar yang membantu dia untuk
mencarikan handphone-nya yang hilang.
Nah, jadi menambah jobd baru untuk pihak
Dkar yang tadinya tugasnya biasanya
untuk memadamkan api ya kan nolong
orang-orang yang terkena bencana. Nah,
sekarang malah ee jadi nolong orang yang
kemalingan yang mana seharusnya tugas
ini adalah tugas dari pihak kepolisian.
Nah, namun di dalam kasus ini itu ada
alurnya, ada kisahnya kenapa bisa dia
justru melapor ke Damkar bukannya ke
polisi. Apakah dia enggak tahu kantor
polisi yang mana? Apakah dia enggak
punya nomor handphone ee gawat darurat
pihak kepolisian Indonesia atau gimana
nih? Nah, di video ini kita bakal
membahas rangkuman tentang insiden ini,
Geng. Nah, bagaimana cerita selengkapnya
dari kasus yang cukup unik ini? Langsung
aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry
[Musik]
Geng. King, kita akan langsung masuk ke
dalam pembahasan awal mula turis
Thailand ini kehilangan handphone di
saat konser.
Nah, jadi geng di hari Sabtu dan Minggu
kemarin tanggal 27 dan 28 September ada
sebuah konser dari Idol Group asal Korea
Selatan yaitu Ncity Dream. Mereka ini
manggung di Jakarta International
Stadium atau GIS yang ada di Jakarta
Utara. Nah, banyak fans-nya dia yaitu N
Citizen ya kan yang sangat antusias
untuk menonton idol mereka ini. Enggak
cuma fans yang ada di Indonesia, tapi
juga ada fans dari negara lain, dari
luar negeri salah satunya ya ada yang
dari Thailand. Turis yang akan kita
bahas ini yang berasal dari Thailand
namanya itu adalah Bev. Nah, sepertinya
dia ini menonton konser di hari pertama
yaitu hari Sabtu tanggal 27 September.
Nah, seperti fans-fans yang lain, Bff
ini menikmati konser dengan ya excited
lah karena bisa menyaksikan idolanya
secara langsung. Namun geng,
kesenangannya ini tiba-tiba buyar
setelah insiden tidak mengenakkan
terjadi. Dia menceritakan
semua kronologinya di akun X pribadinya
dia dengan username Jen Bevers. Di dalam
tweetnya tersebut dia itu bercerita
setelah menonton konser di Indonesia,
Bev ini mau kembali ke hotel dengan
memesan transportasi online yaitu e
kayak Grab Car atau gokar lah gitu.
Mungkin karena enggak ada yang mau
mengambil orderannya. Soalnya kan
biasanya kalau nonton konser itu jalanan
pasti padat dan macet gitu di depan
venue-ya biasanya driver tuh agak
ogah-ogahan untuk masuk ke dalam ee
suasana macet-macetan kayak gitu. Nah,
oleh karena itu akhirnya BEF ini
memutuskan untuk memesan ojek aja, ojek
online supaya ya bisa lebih cepatlah.
Biasanya kalau abang-abang Gojek itu
lebih gesit lah untuk masuk-masuk atau
ee untuk melawan, menerabas macet gitu
kan. Akhirnya dia dapat ojek online dan
dia pun pulang ke hotelnya. Terus geng,
di tengah perjalanannya dia, Bev ini
mengeluarkan handphone-nya untuk melihat
lokasi. Nah, cuma geng di saat itu pas
dia lagi fokus ngelihat maps ya di
HP-nya, tiba-tiba ada seseorang yang
mendekati motor yang dia tumpangi dan
langsung merampas handphone-nya Bev yang
lagi dia pegang. Jadi dia ini kayak
semacam dibegal lah. Nah, di dalam
tweetnya tersebut Bev ini menanyakan
kepada netizen Indonesia apa ada yang
bisa membantu dia menangani situasi ini
karena dia dicopet atau direbut HP-nya
benar-benar di depan dia. Di saat itu
ada beberapa netizen yang membalas tweet
tersebut. Ada yang menanyakan
handphone-nya itu merek apa? Kalau
handphone-nya iPhone, BF bisa
menggunakan aplikasi Find My iPhone atau
eh Find My Apple untuk mengecek lokasi
handphone-nya. Ada juga netizen yang
membagikan pengalaman yang sama yang
mana dia juga hampir kecopetan. Pokoknya
macam-macamlah komentar di sana. Terus
ada satu netizen yang menceritakan
pengalaman dia kecopetan tuh cukup
kompleks gitu, cukup lengkap. Jadi dia
ceritanya kayak gini. Dia bilang dia
sempat berada di sebuah lokasi yang mana
ada orang yang menyayat tasnya ya.
Dirobek tasnya di tengah kerumunan dan
mengambil handphone kantornya katanya.
Tapi untungnya barang-barang penting
yang lain enggak diambil oleh si
pencopet ini. Pengalaman tersebut adalah
pengalaman pertama bagi si orang ini.
Nah, namun orang itu bilang kalau kata
orang Indonesia polisi enggak bisa
membantu jika ada masalah seperti ini.
Katanya di saat itu BEF ini jadi kayak
relate gitu ya. Kan pas orang itu bilang
di saat momen kayak gini polisi enggak
akan bisa membantu. Nah, dia relate, dia
bilang, ya di tweet dia yang lain dia
bilang kayak gini eh saat dia kecopetan
itu kan dia di atas motor ya sama driver
ojol. Nah, dia gak minta si driver ojol
untuk ngejar si Copet, tapi dia minta ke
si driver ojol untuk bawa dia ke kantor
polisi terdekat untuk melaporkan
kejadian yang dia alami. Nah, akhirnya
dibawalah sama si Ojol ini. Sampailah si
BF ini di kantor polisi. Dari ceritanya,
BEF di sana selama 2 jam ee membuat
laporan. Tapi polisi yang menerima
laporan dari BEF ini justru kabarnya gak
tahu harus membantu dengan cara apa.
Polisinya sendiri kebingungan harus
berbuat apa. Dan menurut BF, polisi cuma
meminta dia untuk memberikan Apple
ID-nya. Dilacaklah oleh polisi dengan
Apple ID tersebut setelah dikasih. Ya
kan? Tapi polisinya tetap tidak bisa
menemukan di mana lokasi handphone-nya
BEF berada. Nah, ini kali pertama BEF
datang ke Indonesia dan buat dia
pengalamannya ini berurusan dengan
polisi Indonesia membuat dia kaget.
Apalagi setelah ada keterangan dari
orang di X tadi, di Twitter tadi. Dan
itu semua relate, relate sekali dengan
apa yang dia alami. Sesaat setelah itu,
turis tersebut bertandang ke kantor
polisi untuk meminta bantuan aparat
kepolisian setempat. Akan tetapi yang ia
dapat bukan bantuan malah rasa kecewa.
Waduh, jadi rusak lagi nih citra
kepolisian negara kita. Nah, beberapa
waktu yang lalu ya kan ada razia narkoba
yang mana ternyata pemerasan yang
dilakukan oleh oknum polisi yang mana
korban-korban atau targetnya itu warga
negara Malaysia. Nah, kali ini ada lagi
ya berhubungan dengan konser,
berhubungan dengan turis, tapi kali ini
turis Thailand lagi-lagi nama polisi
kita tercoreng. Ya, ini apakah kesalahan
instansinya? Ya, enggak. Kesalahannya
terletak pada oknumnya. anggota-anggota
tertentu yang mungkin kurang kompeten ya
kan, kurang bisa menjaga marwah dan
wibawa instansi gitu. Nah, terus geng
banyak netizen Indonesia yang
berkomentar di tweet-nya tersebut. Ada
yang berusaha untuk mention akun resmi
Paul RX ya setelah penjelasannya BEF.
Ada juga yang menyebutkan bahwa kejadian
seperti ini sudah tidak lagi mengejutkan
bagi orang Indonesia. Dan ada juga yang
menyarankan agar lain kali BEF bisa
lebih berhati-hati dalam menjaga barang
bawaannya.
Mungkin di saat itu orang-orang tuh pada
ngiraff ini bisa kecopetan karena dia
main handphone selama perjalanan. Nah,
selanjutnya BF ini kembali menjelaskan
terkait kondisinya pada saat dia dicopet
ini. Di dalam tweetnya tersebut, Bev ini
menceritakan kalau dia itu enggak main
handphone sepanjang jalan. Dia itu dari
depan venue konser sampai pada saat
kejadian handphone-nya selalu disimpan
di dalam tas. Jadi ketika dia udah dekat
e dari hotelnya ya udah mau nyampai, dia
tuh baru lihat handphone dari tasnya
untuk melihat maps yang terlihat di
aplikasi ojek online-nya. Memastikan
apakah driver ojolnya berkendara di
jalur yang benar atau justru e pengin
lihat berapa menit lagi dia bakal
sampai. Nah, dikatakan juga kalau
temannya yang juga menonton konser yang
sama sudah sampai duluan di hotel
sehingga beff takutnya temannya itu
menunggu terlalu lama. Di momen itulah
HP-nya beve dicopet. Jadi cuma apa ya?
Cuma sebentar dia ngelihat
handphone-nya. Nah, tweet selanjutnya
Bev ini kembali mencurahkan isi hatinya
lagi dengan menuliskan jika dia sudah
tidak semangat sama sekali untuk nonton
konser. Dari sini kita tahu ya kalau BF
ini enggak cuma nonton konser di hari
Sabtu, tapi juga ternyata di hari
Minggunya, keesokan harinya dia masih
ada jadwal nonton konser lagi. Dia
nonton 2 hari dan kalaupun dia batal
nonton konser, tiketnya enggak bisa
dijual lagi. Soalnya setelah insiden
handphone-nya dicopet, BEF cuma
memikirkan handphone-nya aja karena
semua data pentingnya dia ada di sana.
Nah, mungkin di dalamnya itu ada
mbanking ya kan data-data seperti
catatan yang penting yang belum dia
backup atau nomor-nomor handphone
orang-orang yang belum dia backup gitu.
Nah, makanya enggak heran kenapa BEF ini
jadi cemas banget dan Bev pun pasrah di
saat itu. Dia merasa kalau handphone-nya
mungkin enggak akan bisa kembali. Nah,
misalkan dia bisa pulang ke Thailand,
negara asalnya untuk mengurus semua hal
seperti login ke bank dan lain-lain,
mungkin dia enggak akan ini. Nah, tapi
dia enggak balik ke Thailand, Geng. Saat
itu dia harus balik kuliah karena
diketahui kalau BEF ini kuliah di Korea
Selatan. Ternyata dia memang warga
Thailand, tapi dia harus kembali ke
Korea Selatan karena dia kuliah di sana.
Nah, cuma pada akhirnya BEF ini tetap
memutuskan untuk nonton konser keesokan
harinya dia sempat membagikan beberapa
momen dengan video ketika Bevkam idolnya
di atas panggung ya. Mungkin dia punya
backup handphone gitu ya. Dan setidaknya
ya dengan dia menonton konser BEF ini
bisa melupakan sejenak soal pengalaman
buruk yang terjadi kepada dia di negara
kita. Nah, dia juga menuliskan di
tweetnya dia bilang kalau konser di
Indonesia ini adalah konser paling sedih
yang pernah dia tonton. Bahkan dia
sampai nangis sebelum dan ketika konser
sudah dimulai. BF ini terus kepikiran
kalau saja HP-nya enggak dicopet
kemarin, mungkin vibes-nya saat nonton
konser bakal beda, bakal lebih. Tapi ya
percuma, soalnya HP-nya udah dicuri. Mau
ikhlas pun Be mengaku juga belum bisa.
Namun ketika dia menonton idolnya, Beff
merasa ya sedikit terobatilah. Terus di
tengah malam setelah dia selesai nonton
konser, Bev ini masih mencoba untuk
melacak keberadaan handphone-nya lewat
aplikasi Find My iPhone. Dan tanpa
disangka-sangka, ternyata tiba-tiba
handphone-nya aktif, Geng. Jadi, si
malingnya itu menyalakan handphone-nya
Beve. Di situlah terlacak. lokasinya
berada di kawasan Gunung Putri Bogor.
Bev pun langsung men-screenshot lokasi
tersebut dan mengunggahnya di X untuk
meminta bantuan netizen Indonesia agar
bisa memberitahu di mana lokasi itu dan
apa yang bisa BEF lakukan selanjutnya.
Banyak netizen dari Indonesia yang
mention akun X dari pihak kepolisian.
Ada juga yang bersedia menuju ke lokasi
ya atau membantu BEF karena rumah mereka
itu dekat dengan lokasi handphone
tersebut. Bahkan ada juga netizen yang
meminta agar BEF justru melaporkan
kejadian ini ke Damkar, pemadam
kebakaran. Nah, di sinilah awalnya nih.
Nah, BEF pun di saat itu kemudian
membuat sebuah tweet lain yang
mengatakan bahwa dia mengetahui lokasi
tersebut berada di Bogor. Dia meminta
tolong kepada netizen apakah ada netizen
Indonesia yang dekat dari lokasi untuk
menelepon polisi. Nah, BEF tahu mungkin
polisi eh enggak bisa diandalkanlah
dalam kondisi seperti ini menurut si BF.
Tapi apa yang bisa dia lakukan saat ini?
Selain melapor kepada polisi, BEF pun
mengaku dia enggak tahu apa-apa. Dan ada
salah satu netizen yang memberikan
komentar dengan menanyakan apakah BF
sudah menyalakan fitur Lost iPhone mode.
Nah, coba tuliskan catatan atau note di
handphone-nya. Seperti misalkan,
"Berikan kembali handphoneku dan telepon
aku di nomor sekian, nanti akan aku
berikan kamu kompensasi atau imbalan,"
gitu. Tapi netizen tersebut juga
menyarankan BEF untuk membuat HP-nya
bersuara agar dinotis oleh orang-orang
sekitar. Nah, namun BF bilang kalau dia
sudah mencoba cara itu dan menuliskan
nomor handphone temannya yang berasal
dari Indonesia di Al Lost My iPhone itu.
Nah, cuma belum ada kabar terkait
handphone tersebut. Terus ada netizen
lain yang memberikan screenshot akun
Instagram dari Polsek Gunung Putri di
mana di akun tersebut tertera nomor
telepon dan WhatsApp dari Polsek Gunung
Putri. Ada juga yang malah memberikan
nomor dari Damkar sektor Gunung Putri.
Nah, jadi nomor polisi dikasih sama
netizen, nomor Damkar juga. Terus
berlanjut lagi nih, Geng. Di jam . dini
hari, BEF ini kembali membagikan
ceritanya di X. Di tweetnya kali ini,
BEF menuliskan jika polisi di Indonesia
sangat tidak berguna. Nah, itu yang
dikatakan oleh si turis ini. Di saat itu
ternyata dia udah berada di kantor
polisi selama kurang lebih 1 jam dan
enggak ada satuun petugas yang
mendatangi dia untuk bertanya soal
keluhan yang sedang dia alami. Jadi
enggak dilayani. Bahkan geng, menurut
ceritanya BEF, ya, ada salah satu
petugas polisi yang cuma duduk di dekat
BEF sambil nonton film seperti ya kayak
enggak ada yang terjadi di sana. Padahal
BF datang di sana untuk melaporkan
handphone-nya yang masih hilang. Dan
karena handphone-nya sempat terlacak di
daerah Gunung Putri, Bevra dengan lokasi
terakhir handphone-nya itu ya polisi
bisa langsung ke sana dan membawa
kembali handphone-nya. Tapi yang justru
terjadi ketika di kantor polisi ya dia
malah dicuekin oleh eh oknum polisi
tersebut dan Bev melanjutkan tweetnya
lagi dengan meminta maaf kepada netizen
Indonesia jika dia menggunakan kalimat
yang enggak pantas terkait gimana sistem
kepolisian di negara kita ini. Jadi
kayak dia minta maaf. Sor ya kalau gua e
agak jelek-jelekin polisi di negara lu
gitu. Soalnya gua enggak dilayani
gitu-gitulah. Cuma mau bagaimanapun juga
BEF ini enggak bohong terkait apa yang
dia alami. Dia berkata jujur di saat
itu. Dan bahkan ya beberapa netizen
Indonesia juga mengiyakan apa yang
diceritakan oleh BEV itu. Mereka tuh
udah enggak heran dan bahkan ada yang
pernah mengalami hal yang sama sebagai
warga negara Indonesia sendiri. Apalagi
BEF yang merupakan warga negara luar. Di
saat itu dia kembali menjelaskan apa
yang dia alami ketika berurusan dengan
polisi di Indonesia. Di hari Sabtu jam
dini hari BEF itu di kantor polisi
selama 2 jam. Polisi menanyakan apakah
BEF tahu password dari Apple ID-nya. B
tahu tuh password-nya, namun dia
membutuhkan verifikasi dari device
Apple-nya yang lain sehingga di saat itu
dia enggak bisa mengakses Apple ID-nya.
Kondisi handphone-nya pada saat itu juga
dalam keadaan mati. udah udah diovin
sama si maling. Dan oleh karena itu,
polisi mengatakan tidak memiliki cara,
tidak ada cara lain untuk bisa membantu
Bean, Beff mengaku ya polisi juga tidak
menyarankan dia untuk membuat laporan
kehilangan. Jadi kayak udah lu ikhlasin
aja. Kurang lebih kayak gitulah. Di hari
Minggu jam . Kini hari BF ini
menghabiskan waktu 1,5 jam di kantor
polisi. Tapi enggak ada satupun polisi
yang berbicara kepada dia kecuali kepada
satu orang lain ya, orang lokal
Indonesia ya, yang sedang membuat ee
laporan lain lagi. Cuma orang itu yang
dilayani. Sementara BEF ternyata enggak
dilayani. Nah, orang yang sedang melapor
kepada polisi ini, orang lokal Indonesia
yang lagi lapor polisi ini, itu ternyata
malah ngebantu BEF. Nah, dia ini yang
membantu BEF untuk men-translate bahasa
Inggris ke Indonesia. ya untuk e
berbicara kepada polisi. Nah, mungkin
karena polisi di sana tidak ada yang
bisa berbahasa Inggris, akhirnya
dibantulah oleh si orang yang sedang
melapor ini juga. Tapi menurut BEF di
saat itu para oknum-oknum polisi ini
juga tidak apa ya, tidak menunjukkan
adanya keinginan untuk membantu dia.
Nah, terus di tweet dia yang lain, BF
mengungkapkan rasa frustasinya dia
karena handphone-nya itu masih enggak
kunjung bisa kembali. Padahal di
aplikasi Find My iPhone udah terlihat
jelas titik di mana lokasi terakhir
handphone-nya ada. Nah, cuma BEF di saat
itu enggak bisa melakukan apapun karena
bukan orang lokal sehingga dia enggak
tahu jalan dan enggak tahu harus
menghubungi siapa untuk membantu dia. Di
momen ini, ya seperti biasa netizen kita
kembali menyarankan agar BEF tidak usah
menghubungi pihak kepolisian, tapi lebih
baik menghubungi pihak Damkar dengan
memberikan akun Instagram Damkar Kota
Bogor. Lalu ada netizen yang mengatakan
kalau temannya sudah melihat lokasi itu,
memeriksa lokasi itu di mana terakhir
kali handphone-nya aktif. Dan dari
informasi netizen ini dari ee apa ya
temannya yang udah ke sana gitu ya, di
sekitar lokasi itu enggak ada
tanda-tanda handphone yang hilang. Kata
security dari kantor cabang di sebuah
bank juga ya yang berada dekat dengan
titik lokasi dia tidak menemukan adanya
kayak handphone hilang atau gimana gitu
ya. Tapi kan logikanya itu enggak masuk
akal juga. Handphone-nya bukan hilang
tapi dicuri. Masa iya nanya ke security
ada handphone hilang enggak di sini Pak?
Ya kan enggak mungkin gitu. Akhirnya nih
lagi-lagi netizen menyarankan, hubungi
Damkar aja. hubungi DAMKAR setempat agar
bisa bernegosiasi dengan warga sekitar,
terutama si security itu ya, security
bank tadi. Karena titik di mana
handphone itu ada itu adalah di tempat
eh si security itu berada dan biarkan si
damkarnya nanti yang negosiasi dengan si
security itu supaya security itu bisa
berkata jujur katanya gitu. Nah, intinya
netizen-netizen itu menyarankan agar BEF
menghubungi Damkar aja. Dan sampai pada
akhirnya di jam 800.00 pagi tanggal 29
September, BEF pun memberikan informasi
kalau dia sudah berada di lokasi yang
ditunjukkan di aplikasi Find My iPhone
bersama dengan tiga petugas Damkar. Nah,
jadi dia benar-benar datangin Damkar
daerah Bogor. Dia minta bantu dan di
saat itu ada dua perempuan yang berbaik
hati menolong dia. Mungkin eh perempuan
inilah yang mentranslate bahasanya si BF
ini kepada para bapak-bapak Damkar. Dan
benar aja, para petugas DAMK ini
langsung siap siaga dan cepat datang ke
lokasi titik sesuai dengan yang ada di
maps Find My iPhone tadi ya, untuk
membantu BF. Dan ternyata, geng, lokasi
di mana handphone tersebut terakhir
berada adalah di sebuah restoran.
Kemungkinan pencopetnya datang ke situ
ya pada ee kemarin hari dan menyalakan
handphone-nya BF di sana. Nah, pada saat
itu B sudah mengaktifkan ee mode
kehilangan sehingga HP-nya itu enggak
bisa digunakan oleh si pencopet. Mungkin
karena gak bisa digunakan, akhirnya
pencopetnya mematikan handphone itu
lagi. Masalahnya di hari itu BEF sudah
harus pergi ke Korea, ke Korea Selatan
di jam . malam sehingga dia gak bisa
menunggu terlalu lama untuk bisa
mendapatkan kembali handphone-nya. Oleh
karena itu, Bev pun bakal meminta tolong
kepada netizen lagi jika dia membutuhkan
bantuan.
Dari tweet lainnya, Bevini kembali
menjelaskan terkait kejadian yang dia
alami tadi. Dia bilang kalau setelah
menonton konser dia jalan keluar dan
ingin pulang ke hotel. Di luar venue,
banyak pria yang sepertinya itu
merupakan sopir online atau taksi online
yang menawarkan jasa untuk mengantarkan
dia pulang. Cuma Bef di saat itu merasa
enggak aman sehingga dia berjalan
menjauhi area tersebut bersama dengan
temannya untuk pesan taksi online
melalui aplikasi. Nah, gua rasa ini
kayak super tembak tahu enggak sih,
Geng? yang kayak nawarin, "Bang, Bang,
taksi, Bang, taksi Bang." Nah, itu kan
biasanya tuh banyak yang curang juga.
Yang mana misalkan di tengah-tengah
jalan, di tengah-tengah tol, tiba-tiba
harganya itu dibedain sama dia. Kalau
kita enggak mampu atau enggak mau
ngebayar sesuai yang dia minta, kita
bakal diturunin di tengah tol. Nah, itu
bahaya banget. Sering kejadiannya. Nah,
itu yang dialami oleh Dev dan untungnya
dia menghindar. Namun sayangnya selama
30 menit dia nunggu, gak ada yang mau
nge-pick up mereka sehingga mereka
memutuskan untuk naik ojo lagi. Temannya
itu dapat duluan dan sampai di hotel
sekitar jam 1130 malam. Nah, sementara
Bevu mendapatkan e tumpangan di saat jam
sudah menunjukkan tengah malam. Di dalam
perjalanan tersebut, Bev sempat khawatir
kalau driver ojol ini malah bakal
membawa dia ke tempat lain. Oleh karena
itu, Bev mengangkat handphone setinggi
mata untuk melihat peta agar memastikan
jika rute yang ditempuh oleh si driver
sesuai dengan jalan menuju ke hotel. Dan
di situlah momen ketika ada pengendara
motor lain yang datang dari samping dan
langsung merampas handphone-nya Dev.
Nah, ini adalah tweet dia yang lainnya
lagi yang menceritakan lebih detail lagi
soal kejadian dia kemalingan tersebut.
Di saat itu yang lebih parahnya ya
setelah si maling atau si copet ini
berhasil mengambil handphone-nya Beve,
dia menjauh sedikit dan dia sempat
ngangkat handphone-nya Beve kayak apa
ya? Sambil ngejek gitu loh, sambil
ngata-ngatain gitu. Dan dia yakin kalau
pencuri itu sudah mengikuti dia sejak
dia keluar dari venyue. Mungkin karena
penampilan dia yang terlihat ee apa ya?
orang asing lah. Dan si pencopet itu
menunggu momen yang tepat untuk
menjambret atau mencopet dia. Setelah
kejadian itu, Bev langsung minta si
driver untuk segera membawa dia ke
kantor polisi. Padahal temannya dia yang
berasal dari Indonesia dari awal udah
ngingetin kalau dia harus berhati-hati.
Cuma BEF ini memang sedang merasa takut
dan ingin memastikan arah yang benar di
maps. Dan sayangnya saat itulah dia naas
menjadi korban pencopetan.
Untuk saat ini kejadian Bev ini viral
banget dan Bev sendiri sampai kaget. Dia
gak nyangka kalau kasusnya dia ini
hampir seviral ini di Indonesia. Untuk
itu dia minta maaf karena mungkin ya
gara-gara kasusnya dia ini jadi ada
kegaduhan yang terjadi. Dan selain itu
dia juga minta maaf untuk netizen
Indonesia yang sudah berusaha membantu
dia dan soal perkataan dia tentang
kepolisian di Indonesia. Terus di sisi
lain ya di jam 1135 siang, Bev ini
memposting tweet yang baru dengan
tulisan pada awalnya dia bersama dengan
tiga petugas Damkar dan dua perempuan
untuk mencari HP-nya yang hilang.
Setelah itu banyak orang yang
menghubungi dia lewat DM termasuk akun
resmi dari pihak kepolisian dan media
berita Indonesia. Ya kebiasaan nih kalau
udah viral aja pada gerak semua. Mau
wartawan, mau polisi, mau ya segala
macamlah. Nah, di saat itu orang-orang
ini menanyakan beberapa detail terkait
dia serta handphone-nya dan akan
menghubunginya lagi jika mereka
mendapatkan perkembangan terbaru. Nah,
BEF dan petugas polisi ini cuma bertemu
sebentar. Namun menurut BEF, petugas
polisi yang dia temui saat itu jauh
lebih baik dibandingkan petugas polisi
yang awal sekali dia bertemu di kantor
polisi yang membuat dia menunggu sampai
1 jam. Bev juga mengucapkan terima kasih
kepada semua orang yang sudah membantu
dia dan banyak orang-orang yang
menghubungi dia dan menawarkan bantuan.
Jika dia punya kesempatan, BEF bakal
balik ke Indonesia dan masih berharap
handphone-nya bakal kembali ke tangan
dia. Nah, lalu BEF juga mengucapkan
terima kasih kepada dua perempuan yang
sudah membantu dia, Geng, bersama Damkar
tadi. Dan BEF menjelaskan bahwa yang
menghubungi Damkar itu adalah salah satu
perempuan tersebut yang punya akun X
dengan username Saturn Planet. Nah, nih
koreksi gua kalau salah dalam e
pengucapannya nih. Nah, salah satu
perempuan itu menghubungi Damkar di jam
.00 dini hari dan petugas Damkar
mengatakan siap datang ke lokasi.
Mendapatkan kabar tersebut, Bev sendiri
merasa kaget. Soalnya pada saat itu BEF
sedang berada di kantor polisi. Dan
menurut Bev, polisi aja yang seharusnya
bisa menolong dia tapi enggak mau
memberikan pelayanan. Untuk itu, Bev
sangat merekomendasikan orang-orang
untuk meminta tolong ke Damkar. Nah, di
jam 08.00 pagi ada tiga petugas Damkar
yang sudah berada di sana. Namun, karena
restorannya buka di jam 10.00 pagi, jadi
pada saat itu cuma ada dua orang Damkar
di sana. Nah, kemudian ada seorang
perempuan yang memiliki akun X dengan
username Without TS yang juga membantu
BEF. Dia tinggal di Jakarta. Dia
menjemput BEF di hotel di jam 6.00 pagi
dan menuju ke Bogor bareng-bareng.
Dan dari insiden ini ya, banyak netizen
yang menyoroti bagaimana kinerja pihak
kepolisian Indonesia yang benar-benar ya
terlihat lamban dan enggak serius di
dalam menangani kasusnya BEF. Bahkan ada
yang secara jelas mengatakan kalau ya
mereka malu karena ada orang asing yang
mengalami hal yang tidak mengenakkan di
Indonesia dan terlambat penanganannya
karena polisi yang dianggap tidak
bergerak dengan cepat. Nah, jika turis
aja diperlakukan seperti itu, gimana
dengan orang Indonesia sendiri? Dan
saking kesalnya netizen, banyak di
antara mereka yang mengedit foto yang
sempat diunggah oleh BEF, yaitu foto dua
orang Damkar dan tiga orang anggota
polisi yang membantu BF mencari
handphone-nya dengan editan macam-macam.
Ada yang polisinya dihilangkan dari
foto. Ada yang mengedit baju polisi
dengan baju badut lah. Ada yang sengaja
mengcrop polisinya dari foto tersebut.
Dan ya intinya orang-orang tuh marah
banget ke polisi. Apa yang dialami oleh
BEF ini menjadi salah satu contoh dari
sekian kasus no viral no justice. Saat
sudah viral barulah ada yang menghubungi
BEF. Dan saking putus asanya sampai dia
harus meminta tolong kepada Damkar yang
mana sebenarnya itu bukan jobd-nya
Damkar untuk mencari handphone
masyarakat yang hilang. Dan melihat dari
komentar netizen yang meminta BEF untuk
menghubungi Damkar dibandingkan polisi
menunjukkan tingkat kepercayaan
masyarakat kepada instansi kepolisian ya
sudah menurun. Sehingga banyak yang
menyarankan e lebih baik Damkar, lebih
baik menghubungi Damkar karena dianggap
lebih ee apa ya satset gitu dan lebih
bisa dipercaya menurut masyarakat. Nah,
namun gimana Geng menurut kalian kalau
kejadian seperti ini dialami oleh kalian
sendiri? Apakah kalian akan menghubungi
pihak kepolisian untuk meminta
pertolongan atau justru manggil Damkar
juga seperti yang dilakukan oleh BEF?
Coba deh tinggalkan komentar di bawah.
Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali
ini terkait insiden hilangnya handphone
e seorang turis asal Thailand yang
bernama BF. Dari informasi ini, Bevou
karena dia kuliah di sana. Namun,
handphone-nya masih belum bisa
ditemukan. Dan sebelumnya petugas dari
Polres Metro Jakarta Utara sudah
menghubungi dia dan mereka datang
langsung ke bandara sebelum BEF terbang
ke Soul untuk bertemu dengan BEF. Nah,
mereka sempat bicara dan pihak
kepolisian meminta maaf atas
ketidaknyamanan yang selama ini dialami
oleh BEF selama proses pelaporan di
kantor polisi di Indonesia. Dan pihak
kepolisian bilang kasusnya sudah
diproses dan mereka akan melakukan yang
terbaik untuk membantu BEF. Dan pihak
polisi juga meminta alamat email agar
bisa memberikan update terbaru. Nah,
jadi buat si malingnya hati-hati loh.
Ini kalau misalkan pihak kepolisian
benar-benar udah bergerak seserius ini,
itu artinya pasti bakal ketemu, pasti
bakal kelacak itu handphone. Jadi karena
kasus ini sudah mempermalukan instansi
kepolisian ya memang sih yang salah ya
oknumnya, tapi kan akar permasalahannya
gara-gara si maling. Nah, lu tunggu aja
tuh kalau sempat el ketangkap patah
tangan lu. Yakin gua. Kita tunggu aja
ya, Geng. Kabar selanjutnya tentang ya
kasus ini.