Kind: captions Language: id Geng ya. Kalian pasti ya pernahlah ya atau mungkin suka banget gitu nonton konser. Nah, nonton konser kan menjadi salah satu hiburan yang paling digemari lah apalagi bagi anak-anak muda. Tujuannya ya melepas stres dari kesibukan, justru ingin menikmati musik kesukaan mereka dari band-band atau musisi-musisi kesukaan mereka. Nah, jadi bisa dikatakan konser yang berhubungan dengan musik adalah event yang sangat ditunggu-tunggu. Musisi yang ee tampil di dalam konser di negara kita juga bermacam-macam. Mau itu yang lokal maupun luar negeri. Nah, kalau dari luar negeri seperti misalkan Idol Kpop gitu ya, pasti yang nonton bukan cuma orang Indonesia aja. Banyak orang yang dari luar negeri bela-belain datang ke Indonesia untuk nonton idola mereka. Nah, mungkin aja mereka sekalian liburan atau justru memang mereka itu penggemar yang fanatik gitu ya. Nah, tapi bayangin nih, Geng, udah datang jauh-jauh dari luar negeri misalkan niatnya mau untuk menghilangkan penat, untuk bersenang-senang, seru-seruan gitu nonton konser, tapi justru malah dapat pengalaman yang tidak mengenakkan. Ya, biasanya yang sering terjadi ketika konser itu adalah kecopetan atau kemalingan. Nah, bahkan enggak cuma pas konser aja. Kebanyakan di tempat-tempat ramai itu biasanya ada aja insiden kemalingan kayak gini. Nah, seperti yang akan kita bahas kali ini, ini cukup unik nih. Cukup unik karena bisa menjadi sebuah pembelajaran atau evaluasi bagi e pihak keamanan di negara kita ya. Yang mana insiden ini melibatkan satu orang turis asal Thailand yang baru 3 hari lalu nonton konser di Jakarta. Nah, yang unik dari kasus ini ya sampai harus gua bahas nih. Karena yang bikin kasusnya jadi ramai dibahas oleh netizen di media sosial dikarenakan si turis ini ketika kemalingan, ketika kecopetan, kehilangan handphone, dia malah ditolong oleh DAMCAR. Damkar yang membantu dia untuk mencarikan handphone-nya yang hilang. Nah, jadi menambah jobd baru untuk pihak Dkar yang tadinya tugasnya biasanya untuk memadamkan api ya kan nolong orang-orang yang terkena bencana. Nah, sekarang malah ee jadi nolong orang yang kemalingan yang mana seharusnya tugas ini adalah tugas dari pihak kepolisian. Nah, namun di dalam kasus ini itu ada alurnya, ada kisahnya kenapa bisa dia justru melapor ke Damkar bukannya ke polisi. Apakah dia enggak tahu kantor polisi yang mana? Apakah dia enggak punya nomor handphone ee gawat darurat pihak kepolisian Indonesia atau gimana nih? Nah, di video ini kita bakal membahas rangkuman tentang insiden ini, Geng. Nah, bagaimana cerita selengkapnya dari kasus yang cukup unik ini? Langsung aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Geng. King, kita akan langsung masuk ke dalam pembahasan awal mula turis Thailand ini kehilangan handphone di saat konser. Nah, jadi geng di hari Sabtu dan Minggu kemarin tanggal 27 dan 28 September ada sebuah konser dari Idol Group asal Korea Selatan yaitu Ncity Dream. Mereka ini manggung di Jakarta International Stadium atau GIS yang ada di Jakarta Utara. Nah, banyak fans-nya dia yaitu N Citizen ya kan yang sangat antusias untuk menonton idol mereka ini. Enggak cuma fans yang ada di Indonesia, tapi juga ada fans dari negara lain, dari luar negeri salah satunya ya ada yang dari Thailand. Turis yang akan kita bahas ini yang berasal dari Thailand namanya itu adalah Bev. Nah, sepertinya dia ini menonton konser di hari pertama yaitu hari Sabtu tanggal 27 September. Nah, seperti fans-fans yang lain, Bff ini menikmati konser dengan ya excited lah karena bisa menyaksikan idolanya secara langsung. Namun geng, kesenangannya ini tiba-tiba buyar setelah insiden tidak mengenakkan terjadi. Dia menceritakan semua kronologinya di akun X pribadinya dia dengan username Jen Bevers. Di dalam tweetnya tersebut dia itu bercerita setelah menonton konser di Indonesia, Bev ini mau kembali ke hotel dengan memesan transportasi online yaitu e kayak Grab Car atau gokar lah gitu. Mungkin karena enggak ada yang mau mengambil orderannya. Soalnya kan biasanya kalau nonton konser itu jalanan pasti padat dan macet gitu di depan venue-ya biasanya driver tuh agak ogah-ogahan untuk masuk ke dalam ee suasana macet-macetan kayak gitu. Nah, oleh karena itu akhirnya BEF ini memutuskan untuk memesan ojek aja, ojek online supaya ya bisa lebih cepatlah. Biasanya kalau abang-abang Gojek itu lebih gesit lah untuk masuk-masuk atau ee untuk melawan, menerabas macet gitu kan. Akhirnya dia dapat ojek online dan dia pun pulang ke hotelnya. Terus geng, di tengah perjalanannya dia, Bev ini mengeluarkan handphone-nya untuk melihat lokasi. Nah, cuma geng di saat itu pas dia lagi fokus ngelihat maps ya di HP-nya, tiba-tiba ada seseorang yang mendekati motor yang dia tumpangi dan langsung merampas handphone-nya Bev yang lagi dia pegang. Jadi dia ini kayak semacam dibegal lah. Nah, di dalam tweetnya tersebut Bev ini menanyakan kepada netizen Indonesia apa ada yang bisa membantu dia menangani situasi ini karena dia dicopet atau direbut HP-nya benar-benar di depan dia. Di saat itu ada beberapa netizen yang membalas tweet tersebut. Ada yang menanyakan handphone-nya itu merek apa? Kalau handphone-nya iPhone, BF bisa menggunakan aplikasi Find My iPhone atau eh Find My Apple untuk mengecek lokasi handphone-nya. Ada juga netizen yang membagikan pengalaman yang sama yang mana dia juga hampir kecopetan. Pokoknya macam-macamlah komentar di sana. Terus ada satu netizen yang menceritakan pengalaman dia kecopetan tuh cukup kompleks gitu, cukup lengkap. Jadi dia ceritanya kayak gini. Dia bilang dia sempat berada di sebuah lokasi yang mana ada orang yang menyayat tasnya ya. Dirobek tasnya di tengah kerumunan dan mengambil handphone kantornya katanya. Tapi untungnya barang-barang penting yang lain enggak diambil oleh si pencopet ini. Pengalaman tersebut adalah pengalaman pertama bagi si orang ini. Nah, namun orang itu bilang kalau kata orang Indonesia polisi enggak bisa membantu jika ada masalah seperti ini. Katanya di saat itu BEF ini jadi kayak relate gitu ya. Kan pas orang itu bilang di saat momen kayak gini polisi enggak akan bisa membantu. Nah, dia relate, dia bilang, ya di tweet dia yang lain dia bilang kayak gini eh saat dia kecopetan itu kan dia di atas motor ya sama driver ojol. Nah, dia gak minta si driver ojol untuk ngejar si Copet, tapi dia minta ke si driver ojol untuk bawa dia ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian yang dia alami. Nah, akhirnya dibawalah sama si Ojol ini. Sampailah si BF ini di kantor polisi. Dari ceritanya, BEF di sana selama 2 jam ee membuat laporan. Tapi polisi yang menerima laporan dari BEF ini justru kabarnya gak tahu harus membantu dengan cara apa. Polisinya sendiri kebingungan harus berbuat apa. Dan menurut BF, polisi cuma meminta dia untuk memberikan Apple ID-nya. Dilacaklah oleh polisi dengan Apple ID tersebut setelah dikasih. Ya kan? Tapi polisinya tetap tidak bisa menemukan di mana lokasi handphone-nya BEF berada. Nah, ini kali pertama BEF datang ke Indonesia dan buat dia pengalamannya ini berurusan dengan polisi Indonesia membuat dia kaget. Apalagi setelah ada keterangan dari orang di X tadi, di Twitter tadi. Dan itu semua relate, relate sekali dengan apa yang dia alami. Sesaat setelah itu, turis tersebut bertandang ke kantor polisi untuk meminta bantuan aparat kepolisian setempat. Akan tetapi yang ia dapat bukan bantuan malah rasa kecewa. Waduh, jadi rusak lagi nih citra kepolisian negara kita. Nah, beberapa waktu yang lalu ya kan ada razia narkoba yang mana ternyata pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi yang mana korban-korban atau targetnya itu warga negara Malaysia. Nah, kali ini ada lagi ya berhubungan dengan konser, berhubungan dengan turis, tapi kali ini turis Thailand lagi-lagi nama polisi kita tercoreng. Ya, ini apakah kesalahan instansinya? Ya, enggak. Kesalahannya terletak pada oknumnya. anggota-anggota tertentu yang mungkin kurang kompeten ya kan, kurang bisa menjaga marwah dan wibawa instansi gitu. Nah, terus geng banyak netizen Indonesia yang berkomentar di tweet-nya tersebut. Ada yang berusaha untuk mention akun resmi Paul RX ya setelah penjelasannya BEF. Ada juga yang menyebutkan bahwa kejadian seperti ini sudah tidak lagi mengejutkan bagi orang Indonesia. Dan ada juga yang menyarankan agar lain kali BEF bisa lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaannya. Mungkin di saat itu orang-orang tuh pada ngiraff ini bisa kecopetan karena dia main handphone selama perjalanan. Nah, selanjutnya BF ini kembali menjelaskan terkait kondisinya pada saat dia dicopet ini. Di dalam tweetnya tersebut, Bev ini menceritakan kalau dia itu enggak main handphone sepanjang jalan. Dia itu dari depan venue konser sampai pada saat kejadian handphone-nya selalu disimpan di dalam tas. Jadi ketika dia udah dekat e dari hotelnya ya udah mau nyampai, dia tuh baru lihat handphone dari tasnya untuk melihat maps yang terlihat di aplikasi ojek online-nya. Memastikan apakah driver ojolnya berkendara di jalur yang benar atau justru e pengin lihat berapa menit lagi dia bakal sampai. Nah, dikatakan juga kalau temannya yang juga menonton konser yang sama sudah sampai duluan di hotel sehingga beff takutnya temannya itu menunggu terlalu lama. Di momen itulah HP-nya beve dicopet. Jadi cuma apa ya? Cuma sebentar dia ngelihat handphone-nya. Nah, tweet selanjutnya Bev ini kembali mencurahkan isi hatinya lagi dengan menuliskan jika dia sudah tidak semangat sama sekali untuk nonton konser. Dari sini kita tahu ya kalau BF ini enggak cuma nonton konser di hari Sabtu, tapi juga ternyata di hari Minggunya, keesokan harinya dia masih ada jadwal nonton konser lagi. Dia nonton 2 hari dan kalaupun dia batal nonton konser, tiketnya enggak bisa dijual lagi. Soalnya setelah insiden handphone-nya dicopet, BEF cuma memikirkan handphone-nya aja karena semua data pentingnya dia ada di sana. Nah, mungkin di dalamnya itu ada mbanking ya kan data-data seperti catatan yang penting yang belum dia backup atau nomor-nomor handphone orang-orang yang belum dia backup gitu. Nah, makanya enggak heran kenapa BEF ini jadi cemas banget dan Bev pun pasrah di saat itu. Dia merasa kalau handphone-nya mungkin enggak akan bisa kembali. Nah, misalkan dia bisa pulang ke Thailand, negara asalnya untuk mengurus semua hal seperti login ke bank dan lain-lain, mungkin dia enggak akan ini. Nah, tapi dia enggak balik ke Thailand, Geng. Saat itu dia harus balik kuliah karena diketahui kalau BEF ini kuliah di Korea Selatan. Ternyata dia memang warga Thailand, tapi dia harus kembali ke Korea Selatan karena dia kuliah di sana. Nah, cuma pada akhirnya BEF ini tetap memutuskan untuk nonton konser keesokan harinya dia sempat membagikan beberapa momen dengan video ketika Bevkam idolnya di atas panggung ya. Mungkin dia punya backup handphone gitu ya. Dan setidaknya ya dengan dia menonton konser BEF ini bisa melupakan sejenak soal pengalaman buruk yang terjadi kepada dia di negara kita. Nah, dia juga menuliskan di tweetnya dia bilang kalau konser di Indonesia ini adalah konser paling sedih yang pernah dia tonton. Bahkan dia sampai nangis sebelum dan ketika konser sudah dimulai. BF ini terus kepikiran kalau saja HP-nya enggak dicopet kemarin, mungkin vibes-nya saat nonton konser bakal beda, bakal lebih. Tapi ya percuma, soalnya HP-nya udah dicuri. Mau ikhlas pun Be mengaku juga belum bisa. Namun ketika dia menonton idolnya, Beff merasa ya sedikit terobatilah. Terus di tengah malam setelah dia selesai nonton konser, Bev ini masih mencoba untuk melacak keberadaan handphone-nya lewat aplikasi Find My iPhone. Dan tanpa disangka-sangka, ternyata tiba-tiba handphone-nya aktif, Geng. Jadi, si malingnya itu menyalakan handphone-nya Beve. Di situlah terlacak. lokasinya berada di kawasan Gunung Putri Bogor. Bev pun langsung men-screenshot lokasi tersebut dan mengunggahnya di X untuk meminta bantuan netizen Indonesia agar bisa memberitahu di mana lokasi itu dan apa yang bisa BEF lakukan selanjutnya. Banyak netizen dari Indonesia yang mention akun X dari pihak kepolisian. Ada juga yang bersedia menuju ke lokasi ya atau membantu BEF karena rumah mereka itu dekat dengan lokasi handphone tersebut. Bahkan ada juga netizen yang meminta agar BEF justru melaporkan kejadian ini ke Damkar, pemadam kebakaran. Nah, di sinilah awalnya nih. Nah, BEF pun di saat itu kemudian membuat sebuah tweet lain yang mengatakan bahwa dia mengetahui lokasi tersebut berada di Bogor. Dia meminta tolong kepada netizen apakah ada netizen Indonesia yang dekat dari lokasi untuk menelepon polisi. Nah, BEF tahu mungkin polisi eh enggak bisa diandalkanlah dalam kondisi seperti ini menurut si BF. Tapi apa yang bisa dia lakukan saat ini? Selain melapor kepada polisi, BEF pun mengaku dia enggak tahu apa-apa. Dan ada salah satu netizen yang memberikan komentar dengan menanyakan apakah BF sudah menyalakan fitur Lost iPhone mode. Nah, coba tuliskan catatan atau note di handphone-nya. Seperti misalkan, "Berikan kembali handphoneku dan telepon aku di nomor sekian, nanti akan aku berikan kamu kompensasi atau imbalan," gitu. Tapi netizen tersebut juga menyarankan BEF untuk membuat HP-nya bersuara agar dinotis oleh orang-orang sekitar. Nah, namun BF bilang kalau dia sudah mencoba cara itu dan menuliskan nomor handphone temannya yang berasal dari Indonesia di Al Lost My iPhone itu. Nah, cuma belum ada kabar terkait handphone tersebut. Terus ada netizen lain yang memberikan screenshot akun Instagram dari Polsek Gunung Putri di mana di akun tersebut tertera nomor telepon dan WhatsApp dari Polsek Gunung Putri. Ada juga yang malah memberikan nomor dari Damkar sektor Gunung Putri. Nah, jadi nomor polisi dikasih sama netizen, nomor Damkar juga. Terus berlanjut lagi nih, Geng. Di jam . dini hari, BEF ini kembali membagikan ceritanya di X. Di tweetnya kali ini, BEF menuliskan jika polisi di Indonesia sangat tidak berguna. Nah, itu yang dikatakan oleh si turis ini. Di saat itu ternyata dia udah berada di kantor polisi selama kurang lebih 1 jam dan enggak ada satuun petugas yang mendatangi dia untuk bertanya soal keluhan yang sedang dia alami. Jadi enggak dilayani. Bahkan geng, menurut ceritanya BEF, ya, ada salah satu petugas polisi yang cuma duduk di dekat BEF sambil nonton film seperti ya kayak enggak ada yang terjadi di sana. Padahal BF datang di sana untuk melaporkan handphone-nya yang masih hilang. Dan karena handphone-nya sempat terlacak di daerah Gunung Putri, Bevra dengan lokasi terakhir handphone-nya itu ya polisi bisa langsung ke sana dan membawa kembali handphone-nya. Tapi yang justru terjadi ketika di kantor polisi ya dia malah dicuekin oleh eh oknum polisi tersebut dan Bev melanjutkan tweetnya lagi dengan meminta maaf kepada netizen Indonesia jika dia menggunakan kalimat yang enggak pantas terkait gimana sistem kepolisian di negara kita ini. Jadi kayak dia minta maaf. Sor ya kalau gua e agak jelek-jelekin polisi di negara lu gitu. Soalnya gua enggak dilayani gitu-gitulah. Cuma mau bagaimanapun juga BEF ini enggak bohong terkait apa yang dia alami. Dia berkata jujur di saat itu. Dan bahkan ya beberapa netizen Indonesia juga mengiyakan apa yang diceritakan oleh BEV itu. Mereka tuh udah enggak heran dan bahkan ada yang pernah mengalami hal yang sama sebagai warga negara Indonesia sendiri. Apalagi BEF yang merupakan warga negara luar. Di saat itu dia kembali menjelaskan apa yang dia alami ketika berurusan dengan polisi di Indonesia. Di hari Sabtu jam dini hari BEF itu di kantor polisi selama 2 jam. Polisi menanyakan apakah BEF tahu password dari Apple ID-nya. B tahu tuh password-nya, namun dia membutuhkan verifikasi dari device Apple-nya yang lain sehingga di saat itu dia enggak bisa mengakses Apple ID-nya. Kondisi handphone-nya pada saat itu juga dalam keadaan mati. udah udah diovin sama si maling. Dan oleh karena itu, polisi mengatakan tidak memiliki cara, tidak ada cara lain untuk bisa membantu Bean, Beff mengaku ya polisi juga tidak menyarankan dia untuk membuat laporan kehilangan. Jadi kayak udah lu ikhlasin aja. Kurang lebih kayak gitulah. Di hari Minggu jam . Kini hari BF ini menghabiskan waktu 1,5 jam di kantor polisi. Tapi enggak ada satupun polisi yang berbicara kepada dia kecuali kepada satu orang lain ya, orang lokal Indonesia ya, yang sedang membuat ee laporan lain lagi. Cuma orang itu yang dilayani. Sementara BEF ternyata enggak dilayani. Nah, orang yang sedang melapor kepada polisi ini, orang lokal Indonesia yang lagi lapor polisi ini, itu ternyata malah ngebantu BEF. Nah, dia ini yang membantu BEF untuk men-translate bahasa Inggris ke Indonesia. ya untuk e berbicara kepada polisi. Nah, mungkin karena polisi di sana tidak ada yang bisa berbahasa Inggris, akhirnya dibantulah oleh si orang yang sedang melapor ini juga. Tapi menurut BEF di saat itu para oknum-oknum polisi ini juga tidak apa ya, tidak menunjukkan adanya keinginan untuk membantu dia. Nah, terus di tweet dia yang lain, BF mengungkapkan rasa frustasinya dia karena handphone-nya itu masih enggak kunjung bisa kembali. Padahal di aplikasi Find My iPhone udah terlihat jelas titik di mana lokasi terakhir handphone-nya ada. Nah, cuma BEF di saat itu enggak bisa melakukan apapun karena bukan orang lokal sehingga dia enggak tahu jalan dan enggak tahu harus menghubungi siapa untuk membantu dia. Di momen ini, ya seperti biasa netizen kita kembali menyarankan agar BEF tidak usah menghubungi pihak kepolisian, tapi lebih baik menghubungi pihak Damkar dengan memberikan akun Instagram Damkar Kota Bogor. Lalu ada netizen yang mengatakan kalau temannya sudah melihat lokasi itu, memeriksa lokasi itu di mana terakhir kali handphone-nya aktif. Dan dari informasi netizen ini dari ee apa ya temannya yang udah ke sana gitu ya, di sekitar lokasi itu enggak ada tanda-tanda handphone yang hilang. Kata security dari kantor cabang di sebuah bank juga ya yang berada dekat dengan titik lokasi dia tidak menemukan adanya kayak handphone hilang atau gimana gitu ya. Tapi kan logikanya itu enggak masuk akal juga. Handphone-nya bukan hilang tapi dicuri. Masa iya nanya ke security ada handphone hilang enggak di sini Pak? Ya kan enggak mungkin gitu. Akhirnya nih lagi-lagi netizen menyarankan, hubungi Damkar aja. hubungi DAMKAR setempat agar bisa bernegosiasi dengan warga sekitar, terutama si security itu ya, security bank tadi. Karena titik di mana handphone itu ada itu adalah di tempat eh si security itu berada dan biarkan si damkarnya nanti yang negosiasi dengan si security itu supaya security itu bisa berkata jujur katanya gitu. Nah, intinya netizen-netizen itu menyarankan agar BEF menghubungi Damkar aja. Dan sampai pada akhirnya di jam 800.00 pagi tanggal 29 September, BEF pun memberikan informasi kalau dia sudah berada di lokasi yang ditunjukkan di aplikasi Find My iPhone bersama dengan tiga petugas Damkar. Nah, jadi dia benar-benar datangin Damkar daerah Bogor. Dia minta bantu dan di saat itu ada dua perempuan yang berbaik hati menolong dia. Mungkin eh perempuan inilah yang mentranslate bahasanya si BF ini kepada para bapak-bapak Damkar. Dan benar aja, para petugas DAMK ini langsung siap siaga dan cepat datang ke lokasi titik sesuai dengan yang ada di maps Find My iPhone tadi ya, untuk membantu BF. Dan ternyata, geng, lokasi di mana handphone tersebut terakhir berada adalah di sebuah restoran. Kemungkinan pencopetnya datang ke situ ya pada ee kemarin hari dan menyalakan handphone-nya BF di sana. Nah, pada saat itu B sudah mengaktifkan ee mode kehilangan sehingga HP-nya itu enggak bisa digunakan oleh si pencopet. Mungkin karena gak bisa digunakan, akhirnya pencopetnya mematikan handphone itu lagi. Masalahnya di hari itu BEF sudah harus pergi ke Korea, ke Korea Selatan di jam . malam sehingga dia gak bisa menunggu terlalu lama untuk bisa mendapatkan kembali handphone-nya. Oleh karena itu, Bev pun bakal meminta tolong kepada netizen lagi jika dia membutuhkan bantuan. Dari tweet lainnya, Bevini kembali menjelaskan terkait kejadian yang dia alami tadi. Dia bilang kalau setelah menonton konser dia jalan keluar dan ingin pulang ke hotel. Di luar venue, banyak pria yang sepertinya itu merupakan sopir online atau taksi online yang menawarkan jasa untuk mengantarkan dia pulang. Cuma Bef di saat itu merasa enggak aman sehingga dia berjalan menjauhi area tersebut bersama dengan temannya untuk pesan taksi online melalui aplikasi. Nah, gua rasa ini kayak super tembak tahu enggak sih, Geng? yang kayak nawarin, "Bang, Bang, taksi, Bang, taksi Bang." Nah, itu kan biasanya tuh banyak yang curang juga. Yang mana misalkan di tengah-tengah jalan, di tengah-tengah tol, tiba-tiba harganya itu dibedain sama dia. Kalau kita enggak mampu atau enggak mau ngebayar sesuai yang dia minta, kita bakal diturunin di tengah tol. Nah, itu bahaya banget. Sering kejadiannya. Nah, itu yang dialami oleh Dev dan untungnya dia menghindar. Namun sayangnya selama 30 menit dia nunggu, gak ada yang mau nge-pick up mereka sehingga mereka memutuskan untuk naik ojo lagi. Temannya itu dapat duluan dan sampai di hotel sekitar jam 1130 malam. Nah, sementara Bevu mendapatkan e tumpangan di saat jam sudah menunjukkan tengah malam. Di dalam perjalanan tersebut, Bev sempat khawatir kalau driver ojol ini malah bakal membawa dia ke tempat lain. Oleh karena itu, Bev mengangkat handphone setinggi mata untuk melihat peta agar memastikan jika rute yang ditempuh oleh si driver sesuai dengan jalan menuju ke hotel. Dan di situlah momen ketika ada pengendara motor lain yang datang dari samping dan langsung merampas handphone-nya Dev. Nah, ini adalah tweet dia yang lainnya lagi yang menceritakan lebih detail lagi soal kejadian dia kemalingan tersebut. Di saat itu yang lebih parahnya ya setelah si maling atau si copet ini berhasil mengambil handphone-nya Beve, dia menjauh sedikit dan dia sempat ngangkat handphone-nya Beve kayak apa ya? Sambil ngejek gitu loh, sambil ngata-ngatain gitu. Dan dia yakin kalau pencuri itu sudah mengikuti dia sejak dia keluar dari venyue. Mungkin karena penampilan dia yang terlihat ee apa ya? orang asing lah. Dan si pencopet itu menunggu momen yang tepat untuk menjambret atau mencopet dia. Setelah kejadian itu, Bev langsung minta si driver untuk segera membawa dia ke kantor polisi. Padahal temannya dia yang berasal dari Indonesia dari awal udah ngingetin kalau dia harus berhati-hati. Cuma BEF ini memang sedang merasa takut dan ingin memastikan arah yang benar di maps. Dan sayangnya saat itulah dia naas menjadi korban pencopetan. Untuk saat ini kejadian Bev ini viral banget dan Bev sendiri sampai kaget. Dia gak nyangka kalau kasusnya dia ini hampir seviral ini di Indonesia. Untuk itu dia minta maaf karena mungkin ya gara-gara kasusnya dia ini jadi ada kegaduhan yang terjadi. Dan selain itu dia juga minta maaf untuk netizen Indonesia yang sudah berusaha membantu dia dan soal perkataan dia tentang kepolisian di Indonesia. Terus di sisi lain ya di jam 1135 siang, Bev ini memposting tweet yang baru dengan tulisan pada awalnya dia bersama dengan tiga petugas Damkar dan dua perempuan untuk mencari HP-nya yang hilang. Setelah itu banyak orang yang menghubungi dia lewat DM termasuk akun resmi dari pihak kepolisian dan media berita Indonesia. Ya kebiasaan nih kalau udah viral aja pada gerak semua. Mau wartawan, mau polisi, mau ya segala macamlah. Nah, di saat itu orang-orang ini menanyakan beberapa detail terkait dia serta handphone-nya dan akan menghubunginya lagi jika mereka mendapatkan perkembangan terbaru. Nah, BEF dan petugas polisi ini cuma bertemu sebentar. Namun menurut BEF, petugas polisi yang dia temui saat itu jauh lebih baik dibandingkan petugas polisi yang awal sekali dia bertemu di kantor polisi yang membuat dia menunggu sampai 1 jam. Bev juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah membantu dia dan banyak orang-orang yang menghubungi dia dan menawarkan bantuan. Jika dia punya kesempatan, BEF bakal balik ke Indonesia dan masih berharap handphone-nya bakal kembali ke tangan dia. Nah, lalu BEF juga mengucapkan terima kasih kepada dua perempuan yang sudah membantu dia, Geng, bersama Damkar tadi. Dan BEF menjelaskan bahwa yang menghubungi Damkar itu adalah salah satu perempuan tersebut yang punya akun X dengan username Saturn Planet. Nah, nih koreksi gua kalau salah dalam e pengucapannya nih. Nah, salah satu perempuan itu menghubungi Damkar di jam .00 dini hari dan petugas Damkar mengatakan siap datang ke lokasi. Mendapatkan kabar tersebut, Bev sendiri merasa kaget. Soalnya pada saat itu BEF sedang berada di kantor polisi. Dan menurut Bev, polisi aja yang seharusnya bisa menolong dia tapi enggak mau memberikan pelayanan. Untuk itu, Bev sangat merekomendasikan orang-orang untuk meminta tolong ke Damkar. Nah, di jam 08.00 pagi ada tiga petugas Damkar yang sudah berada di sana. Namun, karena restorannya buka di jam 10.00 pagi, jadi pada saat itu cuma ada dua orang Damkar di sana. Nah, kemudian ada seorang perempuan yang memiliki akun X dengan username Without TS yang juga membantu BEF. Dia tinggal di Jakarta. Dia menjemput BEF di hotel di jam 6.00 pagi dan menuju ke Bogor bareng-bareng. Dan dari insiden ini ya, banyak netizen yang menyoroti bagaimana kinerja pihak kepolisian Indonesia yang benar-benar ya terlihat lamban dan enggak serius di dalam menangani kasusnya BEF. Bahkan ada yang secara jelas mengatakan kalau ya mereka malu karena ada orang asing yang mengalami hal yang tidak mengenakkan di Indonesia dan terlambat penanganannya karena polisi yang dianggap tidak bergerak dengan cepat. Nah, jika turis aja diperlakukan seperti itu, gimana dengan orang Indonesia sendiri? Dan saking kesalnya netizen, banyak di antara mereka yang mengedit foto yang sempat diunggah oleh BEF, yaitu foto dua orang Damkar dan tiga orang anggota polisi yang membantu BF mencari handphone-nya dengan editan macam-macam. Ada yang polisinya dihilangkan dari foto. Ada yang mengedit baju polisi dengan baju badut lah. Ada yang sengaja mengcrop polisinya dari foto tersebut. Dan ya intinya orang-orang tuh marah banget ke polisi. Apa yang dialami oleh BEF ini menjadi salah satu contoh dari sekian kasus no viral no justice. Saat sudah viral barulah ada yang menghubungi BEF. Dan saking putus asanya sampai dia harus meminta tolong kepada Damkar yang mana sebenarnya itu bukan jobd-nya Damkar untuk mencari handphone masyarakat yang hilang. Dan melihat dari komentar netizen yang meminta BEF untuk menghubungi Damkar dibandingkan polisi menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada instansi kepolisian ya sudah menurun. Sehingga banyak yang menyarankan e lebih baik Damkar, lebih baik menghubungi Damkar karena dianggap lebih ee apa ya satset gitu dan lebih bisa dipercaya menurut masyarakat. Nah, namun gimana Geng menurut kalian kalau kejadian seperti ini dialami oleh kalian sendiri? Apakah kalian akan menghubungi pihak kepolisian untuk meminta pertolongan atau justru manggil Damkar juga seperti yang dilakukan oleh BEF? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali ini terkait insiden hilangnya handphone e seorang turis asal Thailand yang bernama BF. Dari informasi ini, Bevou karena dia kuliah di sana. Namun, handphone-nya masih belum bisa ditemukan. Dan sebelumnya petugas dari Polres Metro Jakarta Utara sudah menghubungi dia dan mereka datang langsung ke bandara sebelum BEF terbang ke Soul untuk bertemu dengan BEF. Nah, mereka sempat bicara dan pihak kepolisian meminta maaf atas ketidaknyamanan yang selama ini dialami oleh BEF selama proses pelaporan di kantor polisi di Indonesia. Dan pihak kepolisian bilang kasusnya sudah diproses dan mereka akan melakukan yang terbaik untuk membantu BEF. Dan pihak polisi juga meminta alamat email agar bisa memberikan update terbaru. Nah, jadi buat si malingnya hati-hati loh. Ini kalau misalkan pihak kepolisian benar-benar udah bergerak seserius ini, itu artinya pasti bakal ketemu, pasti bakal kelacak itu handphone. Jadi karena kasus ini sudah mempermalukan instansi kepolisian ya memang sih yang salah ya oknumnya, tapi kan akar permasalahannya gara-gara si maling. Nah, lu tunggu aja tuh kalau sempat el ketangkap patah tangan lu. Yakin gua. Kita tunggu aja ya, Geng. Kabar selanjutnya tentang ya kasus ini.