Resume
VKSDeQ9cpb8 • THE BULLYING CASE OF TIMOTHY ANUGRAH
Updated: 2026-02-12 02:16:20 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur mengenai kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa Timothy Anugrah Saputra, berdasarkan transkrip yang Anda berikan.


Tragedi Bullying Kampus: Mengenal Sosok Timothy Anugrah dan Kasus Dugaan Perundungan di Universitas Udayana

Inti Sari (Executive Summary)

Video ini membahas kasus tragis yang menimpa Timothy Anugrah Saputra, mahasiswa Sosiologi Universitas Udayana yang ditemukan tewas diduga akibat aksi bunuh diri setelah mengalami perundungan. Kasus ini menyoroti sisi kelam perilaku bullying di lingkungan kampus, yang bahkan berlanjut hingga setelah korban meninggal melalui percakapan yang tidak sensitif di grup chat. Selain mengungkap kronologi kejadian dan profil para terduga pelaku, video ini juga menggambarkan sosok Timothy yang dikenal baik, berdedikasi tinggi, dan berintelektual, serta menampilkan respons kampus berupa sanksi akademik terhadap para pelaku.


Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Korban: Timothy Anugrah Saputra (22 tahun), mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Udayana semester 7.
  • Kronologi: Ditemukan terjatuh di area Gedung Visip pada Selasa, 15 Oktober 2025, dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
  • Penyebab: Diduga bunuh diri akibat tekanan mental (mental health issue) yang diperparah oleh dugaan perundungan dari mahasiswa lain.
  • Para Pelaku: Terdapat sekitar 11 terduga pelaku dari berbagai fakultas (Kedokteran, Perikanan, FISIP, Teknologi Pertanian), termasuk kalangan organisasi mahasiswa BEM dan DPM.
  • Bukti Perundungan: Terdapat bukti percakapan grup chat yang mengejek korban setelah kejadian jatuh, serta pengakuan bahwa korban pernah mencoba bunuh diri sebelumnya.
  • Sanksi: Pihak fakultas merekomendasikan sanksi akademik berupa nilai D pada seluruh mata kuliah semester berjalan bagi para pelaku.
  • Sisi Personal: Timothy dikenal sebagai pribadi yang lembut, cerdas, berideologi kiri, dan sangat berdedikasi dalam organisasi "Front Muda Re".

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Profil dan Karakter Timothy Anugrah

Timothy Anugrah Saputra, yang akrab dipanggil Timoti, adalah mahasiswa kelahiran Bandung, 25 Agustus 2003. Ia merantau ke Bali pada tahun 2022 untuk menempuh pendidikan di FISIP Universitas Udayana, jurusan Sosiologi. Saat kejadian, ia sedang menempuh semester 7 dan berada satu langkah lagi menuju kelulusan.

  • Rencana Hidup: Melalui unggahan Instagram, Timoti memiliki rencana studi yang jelas sejak OSPEK, mulai dari beradaptasi di semester 1 hingga target lulus dan kerja di semester 8.
  • Testimoni Teman:
    • Deon (Sahabat): Menggambarkan Timoti sebagai orang yang lembut, sopan, dan memiliki aura positif. Ia adalah pendengar yang baik dan tidak pernah menunjukkan tekanan mental di hadapan teman-temannya.
    • Nehe Miaesa (Mantan Rekan Kerja): Mengenal Timoti saat magang di sebuah yayasan. Ia dinilai dewasa, tidak judgmental, dan aktif dalam kegiatan sosial, termasuk konseling untuk kelompok rentan seperti transgender dan mantan pecandu narkoba.

2. Dedikasi Organisasi dan Kesehatan Mental

Timoti tergabung dalam organisasi bernama "Front Muda Re". Di sana, ia dikenal sebagai revolusioner yang disiplin dan bertanggung jawab.
* Ketekunan: Ia tercatat rela berjalan kaki sejauh 7 km ke tempat rapat karena tidak memiliki kendaraan, namun tidak pernah mengeluh.
* Intelektual: Ia memiliki pemahaman mendalam tentang teori kiri (membaca Karl Marx) dan sering menjadi pembicara dalam diskusi mingguan.
* Kondisi Mental: Di balik kepintarannya, Timoti adalah orang yang tertutup. Informasi beredar di lingkungan kampus menyebutkan ia memiliki riwayat masalah kesehatan mental jangka panjang dan pernah mencoba bunuh diri sebelumnya dengan melompat dari gedung kampus, namun berhasil dicegah saat itu.

3. Kronologi Kejadian

Pada hari Selasa, 15 Oktober 2025, sekitar pukul 09.00 WITA, Timoti ditemukan terjatuh di area Gedung Visip, Universitas Udayana. Diduga ia melompat dari lantai 4.
* Saat ditemukan, korban masih sadar dan segera dilarikan ke RSUP Profesor I Gusti Ngurah Gede.
* Sayangnya, nyawanya tidak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

4. Pengungkapan Kasus Bullying dan Identitas Pelaku

Kasus ini menjadi viral setelah seorang senior bernama Dr. Guko (akun Instagram: Gu_Cochi) mengungkap percakapan grup chat yang diduga berisi perundungan. Penting untuk dicatat bahwa pelaku bukanlah teman satu jurusan atau kelas Timoti, melainkan mahasiswa dari fakultas lain.

Daftar Terduga Pelaku (11 Orang):
* Fakultas Kedokteran: Kalista Amor Manurung, James Halim, Eric Gonata (mahasiswa ko-asisten).
* Fakultas Perikanan & Kelautan: Leonardo Jonathan Handika Putra (Wakil Kepala BEM Fakultas), Jetro Verdio.
* FISIP & Ilmu Politik: Maria Victoria Viata Mayos, Muhammad Riyad Alvito Satriaji Prata, Anak Agung Ngurah Nanda Budi Nyana, Vito Simanung Kalit, Putu Rian Abel Perdana Tirta.
* Fakultas Teknologi Pertanian: Ayu Tasantari.

Bukti Chat:
Percakapan yang diungkap menunjukkan sikap tidak empatik. Setelah Timoti jatuh, Kalista diduga menulis komentar sinis seperti "Enggak berasa lantai du mah", sementara Eric bertanya dengan kasar "mati enggak?". Dr. Guko mengecam keras perilaku ini, menyatakan mereka tidak layak menjadi tenaga kesehatan, dan menuntut mereka mundur.

5. Tindak Lanjut Kampus dan Pemakaman

  • Sanksi Akademik: Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana menyatakan bahwa fakultas telah merekomendasikan sanksi akademik berupa nilai D pada seluruh mata kuliah semester berjalan bagi para pelaku. Sanksi final menunggu rekomendasi dari Satgas PPK (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan). Hingga video dibuat, belum ada laporan polisi resmi.
  • Pemakaman: Jenazah Timoti dikremasi pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Krematorium MPUK Mumbul. Acara dihadungi keluarga, dosen, dan mahasiswa Sosiologi dengan suasana haru.
  • Penghormatan Terakhir: Mahasiswa mengadakan doa bersama dan aksi menyalakan lilin untuk mengenang Timoti.
  • Kesan Keluarga: Ibunda Timoti mengenang putranya sebagai sosok yang tulus dan selalu berterima kasih, bahkan untuk hal-hal kecil seperti makanan yang disediakan ibunya.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Kisah Timothy Anugrah Saputra adalah duka mendalam bagi dunia pendidikan Indonesia. Seorang mahasiswa yang cerdas, berintegritas, dan berhati lembut harus pergi secara tragis diduga akibat ulah rekan-rekannya sendiri yang tidak berempati. Meskipun kampus telah mengambil langkah awal dengan memberikan sanksi akademik, kasus ini menjadi pengingat keras bahwa bullying adalah kejahatan serius yang bisa merenggut nyawa.

Seperti penutup dalam video, manusia baik seringkali "dipetik" lebih dulu oleh Tuhan layaknya bunga yang paling indah. Semoga kepergian Timoti menjadi titik balik bagi kita semua untuk menghentikan segala bentuk perundungan dan membangun lingkungan yang lebih manusiawi. Stop Bullying.

Prev Next