THE BULLYING CASE OF TIMOTHY ANUGRAH
VKSDeQ9cpb8 • 2025-10-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, negara kita sepertinya benar-benar
udah darurat banget nih ya sama hal-hal
yang berbau dengan perundungan gitu.
Pembahasan kita kali ini ya ini cukup
menyayat hati, cukup sedih. Jujur aja
gua sedih banget ngelihatnya dan gua
yakin kalian semua udah tahu tentang
berita ini. Tapi di sini gua rangkum
agar kalian paham alurnya. Mungkin buat
yang belum paham bisa mendengarkan
dengan seksama. Oke, sebelumnya gua
disclaimer dulu. Pembahasan ini tidak
bermaksud untuk melanggar aturan YouTube
ataupun membuat sesuatu yang dilarang
oleh YouTube. Ini adalah sebuah
informasi yang sangat-sangat berguna
untuk semua kalangan umur. Ingat ya,
untuk semua kalangan umur, wajib banget
dengar pembahasan ini. Karena ini
berhubungan dengan adab, akhlak, cara
kalian bersikap terhadap orang lain.
Jangan sampai mulut kalian, sikap kalian
terhadap orang lain membuat seseorang
itu jadi tertekan, tidak nyaman
hidupnya. Apalagi sampai berpikir untuk
mengakhiri semuanya ya. Lu paham ya?
Mengakiri semuanya. Dan ini yang terjadi
nih saat ini. Oke, jadi ingat ya,
pembahasan ini adalah sebuah edukasi dan
semoga kalian ya bisa mendapatkan
pelajaran yang berharga dari kejadian
ini. Oke, jadi geng seperti yang kita
tahu ya udah banyak yang menjadi korban
dari aksi perundungan yang ee bahkan
dari kecil sampai dewasa juga ada. rasa
traumanya masih terus menghantui. Nah,
enggak sedikit juga yang saking enggak
kuatnya menahan dan menyimpan tekanan
tersebut, mereka memilih untuk
mengakhiri semuanya. Sayangnya, Geng,
korban-korban dari perundungan ini
kebanyakan adalah orang-orang yang
sebenarnya baik, polos, ya. Mereka
sopan, tapi kebaikan dan kepolosan
mereka justru diinjak-injak atau
dianggap sepele atau dianggap gampang
oleh orang-orang jahat ini. Dan ketika
mendapatkan hal-hal yang menekan mereka,
justru hidup mereka jadi berubah dan
terus dibayang-bayangi oleh ketakutan
seumur hidupnya. Dan kali ini ya ada
satu kejadian yaitu kasus perundungan
yang dialami oleh seorang mahasiswa.
Nah, kalian harus ingat banget nih
mahasiswa ya bukan anak SD, SMP, SMA
enggak. mahasiswa udah dewasa dia. Dia
kuliah di salah satu e universitas
terkenal di Indonesia. Namanya adalah
Timothy Anugrah Saputra.
Namaku
Timoti,
asalku dari Bandung.
Nah, Timoti ini ya memutuskan untuk
mengakhiri semuanya sendiri. kasusnya
ramai banget dibicarakan oleh netizen di
berbagai media sosial karena ya ternyata
di balik dia mengakhiri semuanya ini
bukan semerta-merta karena permasalahan
pribadi yang apa ya dialami di rumah
atau gimana, enggak. Melainkan karena
adanya andil orang lain yang membuat dia
tidak tahan dengan hidupnya. Nah, Timoti
mengalami tekanan mental yang luar
biasa. Diduga ya, dia ini mengalami
perundungan oleh beberapa mahasiswa lain
di kampusnya. Yang lebih sedihnya lagi
kasus ini bahkan ya ketika Timothi ini
sudah ditemukan tidak bernyawa lagi,
para pelaku perundungan masih aja
ngomongin dia, masih aja ngghina-hina
dia lewat chat, lewat chat grup gitu ya.
Ini benar-benar jahat banget. Luar biasa
jahatnya. Dan yang membuat ee kita
enggak habis pikir gitu ya, di antara
para pelaku itu kabarnya ada yang
berasal dari mahasiswa kedokteran.
Bahkan pernah kepikiran enggak dokter ya
yang biasanya diajarkan ee mengabdi
untuk menyelamatkan nyawa orang, tapi
justru karena dia ya dia ini calon
dokter nih. Karena dia nyawa orang
justru melayang. Harusnya kan seorang
calon dokter dia tahu ya tugas dia itu
menyelamatkan nyawa orang lain, tugas
dia menyelamatkan mental orang lain,
tugas dia itu menjamin dan membuat
kondisi seseorang itu harus tetap
baik-baik aja. Tapi ini kebalik. Justru
dialah penyebab dari penyakit itu
sendiri. Ini tolong banget nih siapapun
ya e yang menjadi
dosennya atau siapa dikeluarin aja. L
nih calon dokter nih enggak cocok.
Nanti kalau udah jadi dokter kayaknya
nih eh salah satu tipical dokter yang
enggak punya empati terhadap pasien.
Kelihatan banget Timoti ini padahal
dikenal sebagai sosok yang baik ya,
Geng. dan enggak pernah mencari masalah
dengan orang lain. Tidak pernah ada yang
menyangka kalau hidupnya harus berakhir
dengan tekanan akibat perundungan yang
dia alami gara-gara orang-orang di
sekitarnya dia. Nah, di video kali ini
gua bakal mengajak kalian untuk membahas
hal ini yang udah gua rangkum dari awal
kronologi sampai dengan fakta-faktanya.
Langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Geng, Geng, sebelum kita bahas ke
kronologinya, kita bahas dulu nih, Geng.
Eh, sosok dari Timothy Anugerah ini.
Jadi, Geng, Timoti ini bernama lengkap
Timothy Anugrah Saputra atau akrab
dipanggil dengan nama Timoti. Dia ini
lahir di Bandung pada tanggal 25 Agustus
2003. usianya masih 22 tahun, muda
banget. Timot ini merupakan mahasiswa
jurusan sosiologi Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik atau FISIP di
Universitas Udayana. Karena itu, Timoti
ini harus merantau dari Bandung ke Bali
untuk menempuh pendidikan sejak tahun
2022. Jadi, dari zaman COVID dulu.
Sehingga saat ini Timoth ya bisa
dikatakan udah semester 7 sebentar lagi
lulus. Di akun Instagram pribadi
Timothi, dia itu pernah mengunggah
rencana perkuliahannya yang mana dia
memiliki keinginan per semesternya dia
mau ngelakuin apa aja. setiap semester
itu kemungkinan sih ini tugas di waktu
dia e ospek gitu ya, di saat ospek dulu
diberikan tugas nih apa aja nih
perencanaan lu per semesternya. Nah,
terus ditulis di situ. Nah, di
unggahannya tersebut Timoti menuliskan
beberapa rencananya, Geng. Yang mana di
semester 1 dia ingin belajar keadaan
sekeliling kuliah dan mengenalkan diri
ke sesama rekannya yang mahasiswa lain
lah, gitu. Selanjutnya di semester 2,
Timotiy ini ingin mencari teman
mengikuti organisasi kuliah dan
mengikuti pertandingan tertentu di sana.
Dan hal yang sama juga dia inginkan di
semester 3. Jadi dia pengin cari teman,
pengin ikut organisasi. Lalu di semester
4 dia menuliskan dia ingin mengikuti
organisasi non kuliah. Nah, mungkin ini
maksudnya organisasi yang tidak ada
hubungannya dengan jurusan di kampus.
Tujuannya apa? Ya biasanya kalau
mahasiswa kayak gini tuh pengin cari
relasi gitu, Geng. Pengin cari
pertemanan di luar kampus. Berlanjut
lagi di semester 5, Timothy ingin
membentuk organisasi miliknya sendiri.
Jadi dia tuh jiwa pertemanannya tuh
cukup tinggi sebenarnya. Jadi dia suka
gitu membentuk sebuah organisasi
kebersamaan, membentuk sebuah e movement
atau pergerakan bersama teman-temannya
gitu. Nah, terus di semester 6 dia ini
ingin menjalankan organisasinya itu yang
dia bentuk di semester 5 tadi. Nah, di
semester 7 Timoti berencana ingin
menyelesaikan tugas akhir yaitu skripsi,
karya tulis ilmiah, dan yang lain-lain.
Dia juga ingin menyelesaikan tugas
akhirnya berlanjut di semester 8 dan
diakhiri dengan Timothy yang wisuda lalu
mencari kerja. rencana yang benar-benar
penuh harapan bagi Timoti. Semuanya
sudah dia tulis. Sedih ggak lu? Sedih.
Gua gua jujur sedih banget. Sedih
banget. Ya Allah, gimana kalau itu adik
gua? Kalau itu teman gua deh.
Itu para perundung pelaku-pelakunya.
Gua jamin gua uppercut satu-satu. Dagu
lu semua jahat banget. Namun sayang ya
geng, Temoti tidak bisa menyelesaikan
semester 7 apalagi untuk merasakan
semester 8 yang sudah dia rencanakan
semuanya pupus.
Salah satu sahabat dekatnya dia itu ada
yang bernama Deon. Nah, Deon ini sempat
menceritakan kalau Timoti ini merupakan
sosok yang lembut banget. Yaitu
terlihatlah dari video-videonya. Dia
sopan dan santun terus memiliki aura
yang positif. Bahkan di hari-hari
terakhirnya nih, Geng. Timoti ini masih
sempat tersenyum dan terlihat ceria di
depan teman-temannya. Dia gak
menceritakan kalau dia sedang mengalami
tekanan mental sama sekali. Enggak
terlihat. Bagi Deon, Timothy adalah
seseorang yang mudah membuat orang lain
merasa diterima dan dihargai. Dia juga
sering menjadi tempat curhat untuk
teman-temannya dan selalu menanggapi
setiap cerita temannya dengan tenang
tanpa adanya penghakiman atau judgement.
Kemudian ada netizen nih dengan username
Nehe Miaesa. Dia ini kenal dengan Timoti
karena Timoti ini pernah magang di
sebuah yayasan tempat si orang ini
bekerja. Menurutnya, Timoti adalah anak
yang sopan, baik, bahkan Timoti juga
sering ngobrol dengan dia dan tukar
pikiran. Dia dipandang sebagai sosok
yang dewasa dan berbaur dengan para
pekerja yang ada di yayasan tersebut.
Nah, Timothti bukanlah orang yang judge
mental. Bahkan dia sering mengikuti
kegiatan di yayasan itu yang memberikan
penyuluhan untuk teman-teman dengan
resiko tinggi seperti dari kalangan
waria lagi BT dan kalangan orang-orang
yang pernah kecanduan narkoboy. Nah,
jadi itu tadi seperti yang katakan dia
tuh suka bikin movement, suka bikin
pergerakan tapi pergerakan sosial.
Timoti juga belajar banyak di yayasan
tersebut. Begitu juga sebaliknya, para
pekerja di yayasan itu juga banyak yang
belajar dari Timoti. Mengikuti apa yang
sudah menjadi rencana perkuliahannya ya
dari daftar rencana per semesternya tadi
ya. Diketahui kalau Timoti ini mengikuti
sebuah organisasi yang bernama Front
Muda Revolutioner.
[Musik]
Dalam Obitari yang dibuat oleh
organisasi ini, mereka mengenal Timoti
sebagai pribadi yang lembut, rendah
hati, dan selalu berpikir positif.
Ketika dia pertama kali bergabung di
dalam organisasi, Timoti ini rela
berjalan kaki sejauh 7 km untuk menemui
anggota organisasi di tempat biasa
mereka mengadakan pertemuan cabang. Dan
para anggota organisasi ini tidak pernah
tahu kalau Timoti tidak punya kendaraan.
Dan Timoti sendiri juga gak pernah
mengeluh atau bahkan memberitahu yang
lain kalau dia itu enggak punya
kendaraan sampai bela-belain jalan kaki.
Geng sesetia teman itulah dia. Ya,
sebenar-benar apa ya kayak bisa
dikatakan tuh nih orang tuh all dengan
apapun yang dia jalankan. Dia rela
menempuh jarak sejauh itu untuk
berdiskusi dan belajar bersama. Yang
menunjukkan jika Timoti ini memang orang
yang ingin belajar dan berdedikasi
tinggi dalam mencari ilmu. Masih di
dalam obituari tersebut dikatakan jika
Timoti dekat dengan pemahaman Kiri
karena dia sudah membaca berbagai karya
dari Carl Marx. Karena itulah dia
memiliki pemahaman terhadap teori-teori
kiri yang tinggi. Dan pada saat
pertemuan organisasi dan membaca laporan
bacaan mingguan, Timoti ini selalu bisa
menjelaskan apa yang dia pelajari dengan
jelas. Dalam setiap diskusi atau
presentasi, bahkan terhadap topik-topik
yang belum sepenuhnya dia kuasai, Timoti
tetap berusaha untuk menjadi yang
terbaik, Geng. Jadi, ini orang nih bisa
dikatakan apa ya, dedikasinya cukup
tinggi lah. Jika dia menjalani sesuatu,
dia benar-benar menjalankan itu sepenuh
hati, gitu. Nah, di dalam banyak
pertemuan yang dia pimpin sebagai
pemateri, Timoti ini bisa menunjukkan
pemahaman yang dalam dan penyampaian
yang jelas. Tapi bukan hanya memiliki
kecerdasan di dalam memahami teori, tapi
juga dia memiliki komitmen sebagai
seorang revolusioner. Dia selalu
membayar iuran tepat waktu, disiplin
dalam setiap tugas organisasi, dan juga
menunjukkan tanggung jawab yang tinggi.
Sayang banget ya, orang yang seperti ini
justru yang harus pergi. Harusnya tuh
yang bully-bully itu tuh lu aja semua
tuh lompat.
manusia-manusia enggak berguna. Termasuk
yang calon dokter tuh enggak berguna lu,
Bro. Mau lu calon dokter kek, mau calon
mantri, tukang sunat kek,
binatang emang. Namun, Geng, di balik
sosoknya yang dikenal pintar dan
dikagumi oleh banyak orang karena
kemampuan intelektualnya yang tinggi,
tapi di satu sisi rendah hati juga gitu
ya. Ada satu hal besar yang mengusik
hidupnya terkait masalah yang dia alami.
Meskipun dia memiliki banyak teman,
ternyata Timoti ini merupakan sosok yang
tertutup. Dia enggak pernah menceritakan
apa yang sedang dia alami dan dia
rasakan. Dari sebuah pesan berantai di
kalangan mahasiswa Universitas Udayana,
Timoti disebut-sebut sudah lama
mengalami masalah kesehatan mental.
Saking parahnya kondisi dia, bahkan dia
pernah melakukan percobaan menyakiti
diri sendiri dengan melompat dari gedung
kampus. Beruntungnya ketika itu usahanya
berhasil dicegah. Nah, cuma upaya
pencegahan itu ternyata tidak
menghentikan masalah yang sedang dia
hadapi. Nah, Timoti masih tidak bisa
keluar dari rasa sakit yang membelenggu
dia, Geng. Sampai pada akhirnya, ya, dia
udah enggak sanggup lagi menahan hal itu
sehingga dia memutuskan untuk mengakhiri
semuanya. Nah, dari sini kita bisa
mengetahui ya, Geng. Jika Timoti
Anugerah merupakan sosok yang baik,
rendah hati, sekaligus cerdas, tidak
pernah ada yang menyangka kalau dia
menyimpan luka yang sebegitu besar dan
sudah tidak kuat lagi. Sekarang kita
bakal masuk nih, Geng, ke dalam
pembahasan mengenai kronologi
meninggalnya Timothi, ya, yang diduga
karena mengalami perundungan.
Jadi, Geng, Timoti ini ditemukan
terkapar di tanah pada hari Selasa
tanggal 15 Oktober 2025 sekitar jam
09.00 pagi waktu Indonesia bagian tengah
di kampusnya sendiri yaitu di area
gedung Visip Universitas Udayana. Dia
diduga melompat dari lantai 4 gedung
tersebut. Ya, ketika ditemukan Timoti
ini masih dalam keadaan sadar, Geng. Dan
sempat dilarikan ke RSUP Profesor I
Gusti Ngurah Gede murah untuk
mendapatkan perawatan. Meskipun sudah
berupaya maksimal di dalam merawat
Timoti. Ya, ternyata ya para dokter
mengabarkan kalau Timoti tidak bisa
bertahan. dan akhirnya menghembuskan
nafas terakhir pada jam 130 Wita akibat
pendarahan e organ dalam dan patah
tulang di beberapa bagian tubuhnya.
Enggak pernah ada yang menyangka kalau
insiden tersebut menjadi akhir dari
semuanya. Pribadi yang dikenal baik dan
pintar ini, Geng, nekad untuk mengakhiri
semuanya karena udah enggak tahan lagi.
Berita ini menjadi perbincangan di media
sosial dan menarik simpati serta sorotan
dari netizen dengan sosok Timoti yang
dikenal baik. Bahkan kalau kita lihat
wajahnya aja, kita tahu kalau dia bukan
orang yang aneh-aneh, enggak neko-neko,
enggak mungkin jahat, atau suka cari
masalah dengan orang lain. Tapi kenapa
dia memilih untuk melakukan aksi
mengerikan tersebut? Enggak masuk akal
kan jika orang kayak Timoti ini sampai
memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Publik di saat itu bertanya-tanya apa
yang sebenarnya terjadi dan di belakang
semua ini tuh ada apa? Sampai pada
akhirnya ada sebuah chat yang tersebar
di media sosial yang diduga merupakan
isi chat dari sebuah grup WhatsApp yang
berisikan beberapa mahasiswa dari
Universitas Udayana. Nah, di sinilah
terungkap nih penyebabnya. Chat tersebut
diduga terjadi setelah Timothi ditemukan
pasca dia melompat dari gedung. Ada
salah satu chat yang tertulis kayak
gini. Dari ekspresinya agak kurang
ringan sih ya. Satu. Terus ada lagi
badan gorbon gitu mau diangkat mandiri
dikit. Buset, ini mengejek tubuhnya
Timoti. Terus ada lagi chat yang
tertulis, "Nanggung banget kalau Bun, ya
dari lantai du ya."
Terus ada lagi, mentalnya enggak kuat
kalau dari lantai 4. Nah, di chat
lainnya yang kemungkinan ini dari grup
di aplikasi Line yang menuliskan,
"Enggak berasa lantai du mah." Dan ada
yang nanya kayak gini, "Mati enggak?"
Nah, yang membuat netizen marah karena
di chat grup WhatsApp yang tersebar itu
ada yang mengirim fotonya Timoti ketika
terkapar di tanah kemudian direspon
dengan nahan tawa gue anjir. Jahat
banget. Terus ada yang komen lagi kayak
K Kei Jir yang lagi pose macan dan
bahkan ada chat yang menyuruh untuk
mensejajarkan muka Kekei dengan posisi
Timoti yang sudah terkapar tersebut.
Nah, benar-benar jahat isi chat mereka
ini dan chat tersebut dibuat ketika
Timoti eh sudah ditemukan tidak
bernyawa.
Dari penggalan chat-chat tersebut ya,
Geng. Netizen jadi curiga. Jangan-jangan
selama ini Timoti mengalami perlundungan
di kampusnya yang menjadi alasan mengapa
dia akhirnya mengambil tindakan
semengerikan itu. Hal ini dikonfirmasi
juga, Geng, oleh sejumlah mahasiswa dan
petugas kampus yang menyebutkan jika
Timothti memang sering menunjukkan
tanda-tanda depresi berat. Cuma dia
enggak pernah cerita apa yang sedang dia
alami dan apa yang sedang dia pikirkan.
Kemudian dari informasi yang berasal
dari Kompol 1 Ketut Sukadi selaku kasih
humas Polresta Denpasar, peristiwa ini
berawal dari Timothi yang katanya
terlihat panik ketika berjalan di area
kampus yang mana ada salah seorang
mahasiswa yang berinisial NKGA yang
melihat Timoti datang dari arah lift
dengan tas rensel dan pakaian putih. Dia
terlihat gelisah di saat itu sambil
memeriksa area sekitar. Sekitar 15 menit
kemudian dia melompat dari lantai 4 dan
jatuh di depan lobi gedung. Setelah itu,
Temoti langsung dievakuasi dan dibawa ke
rumah sakit. Namun sayangnya seperti
yang kita tahu nyawanya enggak
tertolong. Pasnya meninggalnya Timoti,
selain chat-chat yang tidak berempati
yang tersebar di sosial media, juga ada
beberapa video yang dinarasikan sebagai
detik-detik ketika teman-temannya Timoti
ini berusaha mencegah dia melompat dari
gedung. Banyak yang percaya jika video
tersebut merupakan video asli dari CCTV
di gedung Visip, tempat di mana Timoti
melompat. Namun ada juga artikel berita
yang menyebutkan jika video-video itu
palsu dan dimanfaatkan oleh oknum yang
tidak bertanggung jawab. Nah, ini yang
mana yang benar gua belum tahu. Dan
selain itu ada sebuah rekaman audio yang
katanya merupakan rekaman suara Timoti
yang ditemukan di handphone-nya. Di
rekaman tersebut terdengar kalau Timoti
ini menangis, Geng. Cuma enggak bisa
dipastikan apakah itu benar suaranya
Timoti atau bukan.
[Tertawa]
Dan dengan adanya bukti chat yang
menunjukkan jika Timoti menjadi korban
perundungan, pertanyaan selanjutnya
adalah siapa yang tega melakukan hal
tersebut kepada orang sebaik Timot?
Apakah teman-temannya sesama angkatan di
jurusan atau teman-teman lain? Salah
satu teman sekelasnya mengunggah video
dari salah satu momen kebersamaan antara
Timoti dengan teman sekelasnya. Teman
sekelasnya memanggil Timoti dengan
panggilan Timy. Dan di momen tersebut
Timothti mendapatkan apresiasi di kelas.
Terlihat saat itu teman-temannya Timothi
ini sangat senang atas pencapaian yang
diperoleh oleh Timoti. Dari
gerak-geriknya kita bisa lihat kalau
teman sekelasnya tidak ada yang bersikap
jahat kepada Timothi, Geng.
[Musik]
Dari gerak-geriknya kita bisa lihat
kalau teman sekelasnya enggak ada yang
bersikap jahat kepada Timoti. Bahkan
Timoti sendiri juga tampak nyaman ketika
berada di dekat teman-teman sekelasnya.
Di unggahan yang ada di TikTok lain, ada
sebuah foto yang memperlihatkan ketika
Timoti berpose bersama teman-temannya
yang katanya merupakan teman dekatnya.
Nah, dari unggahan tersebut menunjukkan
jika yang membully Timoti bukanlah teman
sejurusan atau sekelas, melainkan
mahasiswa lain. Nah, salah satu teman
sekelasnya Timoti eh speak up kalau
semasa hidupnya tidak ada teman
sejurusan yang membully dia. Dia adalah
orang yang ceria dan teman sejurusannya
sangat sayang kepada Timoti. Nah, alasan
Timoti melakukan itu enggak ada yang
tahu di saat itu. Dan kalau dari
keterangan teman sekelasnya itu,
perundungan terhadap Timoti ini baru
diketahui ya setelah Timoti meninggal.
Mereka baru paham kalau Timoti selama
ini mengalami perundungan. Jika bukan
teman sejurusannya yang melakukan hal
itu, lalu siapa pelakunya? Siapa yang
dengan tega melakukan itu kepada Timoti
bahkan ketika dia sudah meninggal? Nah,
sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya mengenai para
pelakunya, Geng. Sekarang kita bahas.
Jadi, Geng, setelah beritanya viral di
mana-mana ya yang diduga dia ini
mengalami perundungan. Dan di saat dia
meninggal pun dia masih di e lecehkan,
dihina-hina gitu. Nah, dicurigai ada
sekitar 11 orang yang menjadi pelaku
terhadap Timoti. Bahkan di antaranya ada
yang perempuan dan bahkan ada yang
berasal dari Fakultas Kedokteran. Nah,
yang pertama itu ya gua enggak perlu
pakai nama inisial. Gua langsung
jelas-jelas aja sebutkan karena ini
berasal dari media. Kalau misalkan yang
bersangkutan tidak terima, silakan
protes media mainstream, media-media
yang lain karena gua mengambil dari
media-media tersebut ya. Yang pertama
itu ada namanya Kalista Amor Manurung
ya, terus ada James Halim, terus ada
Eric Gonata. Mereka bertiga ini dari
Fakultas Kedokteran angkatan 2021 dan
melanjutkan pendidikan profesi dokter
pada tahun 2024. Dan saat ini mereka
bertiga sedang menjalani program koas di
Rumah Sakit Ngurah Bali. Nah, untuk
Rumah Sakit Ngurah Bali ya mohon
diperhatikan nih ya mahasiswa-mahasiswa
KOAS ini jangan sampai ada pasien kalian
yang juga dibully oleh mereka nanti
bukannya selamat malah meninggoi. Mohon
dipikirkan kembali, dipertimbangkan
kembali mungkin bisa dikeluarkan aja
biarkan mereka menjalani
hidupnya dengan pilihan mereka sendiri
gitu ya. Nah, terus selanjutnya ada lagi
Leonardo Jonathan Handika Putra dari
Fakultas Kelautan dan Perikanan angkatan
2022. Dia juga menjabat sebagai wakil
ketua BEM fakultas. Kemudian ada Maria
Victoria Viata Mayos, mahasiswa FISIP
angkatan 2023 yang menjabat sebagai
kepala departemen eksternal Himapol
FISIP Universitas Udayana. Terus ada
lagi nih yang namanya tidak pantas dia
sandang ya, namanya Muhammad Riyad
Alvito Satriaji Prata. tolong dihapus
tuh nama Muhammad dari nama lu karena
enggak pantas banget seorang pembully
pakai nama Rasul gitu ya. Dia ini
merupakan mahasiswa ilmu politik
angkatan 2023 sekaligus kepala
departemen kajian aksi strategis dan
pendidikan Himapol FISIP Universitas
Udayana. Terus kemudian ada warga lokal
Bali ya dari namanya kita bisa lihat
sendiri namanya itu adalah anak Agung
Ngurah Nanda Budi Nyana mahasiswa Ilmu
Politik angkatan 2023 sekaligus menjadi
wakil kepala departemen minat dan bakat
Himapol FISIP Universitas Udayana. Terus
ada lagi Vito Simanung Kalit mahasiswa
Ilmu Politik 2023 sekaligus wakil kepala
departemen eksternal HIMPOL. Terus ada
lagi, Putu Rian Abel Perdana Tirta,
mahasiswa FISIP angkatan 2023 sekaligus
Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan
Mahasiswa FISIP Udayana. Lalu ada Jetro
Verdio, mahasiswa Fakultas Perikanan
angkatan 2022. Dan yang terakhir ada Ayu
Tasantari, mahasiswi dari Fakultas
Teknologi Pertanian angkatan 2022. Nah,
itu nama-namanya ya. Ingat ya, Geng.
Ingat nih nama-namanya nih para
perundung ini. Ada seorang dokter yang
bernama Dok. Guko apa Gucho ya bacanya
nih. Maaf nih kalau gua salah dalam
menyebutkan namanya. Nah, di akun
Instagramnya yaitu eh Gu_Cochi yang
mengklaim jika dia ini adalah senior
dari para dokter yang terlibat atau
calon dokter yang terlibat di dalam aksi
perundungan ini ya, yaitu Kalista,
James, dan Eric tadi. Dia menjelaskan
jika di salah satu chat yang tersebar di
media sosial itu ada yang berisi
percakapan mereka yang meledek Timoti.
Di chat tersebut ya Kalista ini merespon
sebuah chat dari seseorang yang
membagikan foto Timoti yang jatuh paska
melompat. Dan Kalista ini merespon
dengan menulis, "Enggak berasa lantai du
mah." Erik Gonata menjawab dengan
menanyakan kondisi Timoti dengan kalimat
kasar mati enggak? Tidak cuma itu,
Kalista juga mengejek rekan-rekannya
untuk visit melihat Timoti dengan
menulis visit yuk.
Gila. Kemudian ada yang menginformasikan
kalau jasad Timoti masih ada di UGD dan
Erik menulis, "Oh, mati. Buset
kasarnya." Dan James ikut berkomentar,
"Oh mati, ya." Dan Kalista menimpali
lagi. Mati. Dijawablah, "Ya" oleh
seseorang. Nah, dibalas lagi oleh James,
"Baguslah bagi Dr. Guko ya, mereka ini
tidak pantas menjadi tenaga kesehatan
karena tulisan nir empati mereka
terhadap Timoti. Dia pun menyarankan
jika mereka segera mengundurkan diri dan
dia sengaja memviralkan kelakuan tidak
pantas dari adik tingkatnya ini karena
menilai perbuatan mereka sangat
tidak-tid pantas. Apalagi mereka yang
berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Ya,
seperti yang gua katakan di awal, tenaga
kesehatan itu kan tugasnya memastikan
nyawa orang lain selamat. ini malah
bersyukur ada orang yang meninggoi. Aneh
banget dan perilaku dari orang-orang ini
sudah diketahui oleh pihak kampus dan
pihak kampus mengecam tindakan tersebut.
Di antara mereka yang merupakan
mahasiswa FISIP sudah dikenakan sanksi
dan sanksinya disampaikan dalam sidang
organisasi mahasiswa atau Ormawa yang
digelar oleh DPM FISIP Universitas
Udayana yang dipimpin oleh Wakil Dekan
tiga VISIP yang bernama Imade Anom
Wiranata. Namun sanksi yang diberikan
ini enggak seperti yang diharapkan oleh
masyarakat ya, Geng. Karena para pelaku
hanya diberikan pengurangan nilai soft
skill dan itu cuma terbatas di satu
semester aja ya. Serba salah juga sih ya
ee apa mau diapain juga atau bukan
mereka yang langsung menghabisi nyawa ya
mereka cuma nge-bully gitu. Susah sih
hukuman di negara kita. Dan bahkan
setelah mereka mendapatkan pengurangan
nilai soft skill di satu semester.
Setelah satu semester terlewati di
semester depannya mereka bisa mengikuti
perkuliahan seperti biasa lagi. Dan Pak
Ano menyarankan agar mereka memperbaiki
situasi dengan menulis surat pernyataan
dan membuat video klarifikasi berisi
permohonan maaf. Dan seperti yang kita
tahu ya, kita sudah lihat banyak di
media sosial yang di mana sudah ada
beberapa orang dari para pembully ini
yang membuat video klarifikasi dan
permintaan maaf. Mereka adalah Leonardo
Jonathan dan Maria Victoria serta Alvito
Satriaji, Ria Nabel, Vito Simanungkalit
dan Jetro Verdio serta Ayu Tasantri.
Nah, ini ada satu video yang merupakan
video klarifikasi dari Nanda eh Budi
Nyana. Kalian bisa lihat ini. Saya ingin
memohon maaf yang sebesar-besarnya
atas kegaduhan yang terjadi. Di sini
saya ingin meminta maaf bersama kepada
keluarga korban almarhum Kak Tim.
Nah, kalian udah lihat ya, Geng, video
tersebut dan terus, Geng, empat di
antara para pelaku yang merupakan
anggota dari Himapol Visip Universitas
Udayana itu bahkan sudah diberhentikan
geng dari organisasi. Mereka adalah Vito
Simanungkalit, terus ada Alvito
Satriaji, Maria Victoria, dan Nanda
Budiatnyana. Dua orang lainnya yaitu eh
Rian Abel selaku Ketua Komisi 2 Dewan
Perwakilan Mahasiswa FISIP serta
Leonardo Jonathan selaku Wakil Ketua BEM
Fakultas Kelautan dan Perikanan. Mereka
ini dicopot juga, Geng, dari jabatannya.
Nah, namun netizen menilai jika sanksi
yang diberikan masih tergolong ringan
sementara apa yang sudah mereka lakukan
terhadap Timoti dinilai sudah
keterlaluan dan tidak beretika. Dan oleh
karena itu, netizen menuntut agar pihak
kampus mengeluarkan mereka semua dari
universitas. Selain itu juga ketiga
pelaku yang berasal dari Fakultas
Kedokteran masih tidak kunjung
memberikan klarifikasi. Hal ini semakin
membuat geram masyarakat. Sanksi yang
diberikan terlebih dengan tidak adanya
permintaan maaf dari para pelaku yang
merupakan seorang dokter menuntut pihak
kampus untuk berbuat lebih ya dan
berpihak kepada Timoti. Sebab
kalimat-kalimat dari para pelaku ini ya
sangat-sangat menyakitkanlah untuk kita
baca ya. Tapi sampai sejauh gua syuting
ini belum ada video klarifikasi sih dari
eh ketiga calon dokter tadi. Ya enggak
tahu ya setelah tayang tiba-tiba ada
nanti boleh koreksi di kolom komentar.
Informasi terkinya nih, Geng, ya.
Dikatakan nih, ya, pihak FISIP
Universitas Udayana sudah melakukan
rapat khusus untuk membahas kasus ini.
Hasil dari rapat itu direkomendasikan ke
Satgas Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan atau Satgas PPK Universitas
Udayana untuk penyelidikan lebih lanjut.
dan Dewi Pascarani selaku ketua unit
komunikasi publik Universitas Udayana
itu menyebutkan jika pihak fakultas
sudah merekomendasikan agar pelaku Bully
ini ya ee diberikan sanksi akademik
berupa nilai D di seluruh mata kuliah
semester yang berjalan. Namun sanksi
akhirnya akan diputuskan setelah
rekomendasi Satgas PPK keluar. Saat gue
syuting video ini belum ada upaya untuk
melaporkan kasus ini ke polisi. Jadi
kita tunggu aja geng update selanjutnya.
Timoti sudah dimakamkan dengan cara
dikremasi geng pada hari Jumat di
tanggal 17 Oktober 2025 di krematorium
MPUK Mumbul ya sesuai dengan agama yang
dia anut. Nah, suasana Haru pun
menyelimuti proses tersebut yang
dihadiri oleh keluarga, kerabat, dosen,
serta rekan-rekan mahasiswa dari program
studi sosiologi. Dalam kesempatan itu,
pihak keluarga menyampaikan terima kasih
atas dukungan dan doa yang diberikan
oleh seluruh pihak, terutama dari
lingkungan kampus. Di kampus mahasiswa
yang mengadakan doa bersama dan
menyalakan lilin untuk mengenang Timoti
juga. Di dalam kesempatan itu juga hadir
ibu dari Timoti yang bercerita bagaimana
kebaikan sang anak sejak masih kecil. Di
mata ibunya, Timoti dikenal sebagai anak
yang tulus dan bisa menyampaikan terima
kasih hanya sekedar pada makanan yang
diberikan oleh ibunya. Jadi, selembut
itu hatinya. Dia pernah melihat ibunya
dengan mata yang polos dan bilang, "Ma,
thank you for the food, Ma. Terima kasih
atas makanannya." Padahal menurut sang
ibu, memberikan makanan kepada anak
adalah hal yang wajar. tanggung jawab
orang tua. Tapi bagi seorang Timoti, hal
tersebut menjadi luar biasa. Dari cerita
ibunya itu, kita bisa tahu betapa
baiknya hati Timoti. Dan biasanya memang
orang baik hati cepat dipanggil oleh
Tuhan. Ya, Geng ya. Selalu begini ya.
Ya, ini ibaratnya nih ya ee ada sebuah
pengumpamaan. Jika ada bunga-bunga yang
cantik di taman, bunga yang pertama kali
dipetik adalah bunga yang paling cantik
atau bunga yang terbaik. Makanya
penggambaran itu bisa kita adaptasikan
ke kehidupan manusia. Biasanya manusia
yang cepat sekali dipetik nyawanya atau
dipanggil oleh Tuhan adalah manusia yang
terbaik. Salah satunya adalah Timoti.
Nah, sedih banget ya melihat anak sebaik
Timoti harus berakhir seperti ini.
Ketika dia meninggal pun masih ada aja
ya perlakuan yang tidak pantas dari
orang-orang ini ya. Seorang anak
seharusnya bisa memiliki masa depan yang
cerah tapi hidupnya direnggut hanya
karena perlakuan orang jahat yang tidak
memiliki hati.
Itu dia geng pembahasan kita kali ini
mengenai insiden meninggalnya Timoti
Anugerah yang diduga karena mengalami
perundungan. Bahkan ketika meninggal dia
masih menerima perlakuan yang tidak
pantas itu. Hal ini semoga bisa menjadi
pelajaran buat kita semua untuk berhenti
stop melakukan perundungan. Oke geng.
Silakan tinggalkan opini kalian di kolom
komentar.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:20 UTC
Categories
Manage