Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, negara kita sepertinya benar-benar udah darurat banget nih ya sama hal-hal yang berbau dengan perundungan gitu. Pembahasan kita kali ini ya ini cukup menyayat hati, cukup sedih. Jujur aja gua sedih banget ngelihatnya dan gua yakin kalian semua udah tahu tentang berita ini. Tapi di sini gua rangkum agar kalian paham alurnya. Mungkin buat yang belum paham bisa mendengarkan dengan seksama. Oke, sebelumnya gua disclaimer dulu. Pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube ataupun membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Ini adalah sebuah informasi yang sangat-sangat berguna untuk semua kalangan umur. Ingat ya, untuk semua kalangan umur, wajib banget dengar pembahasan ini. Karena ini berhubungan dengan adab, akhlak, cara kalian bersikap terhadap orang lain. Jangan sampai mulut kalian, sikap kalian terhadap orang lain membuat seseorang itu jadi tertekan, tidak nyaman hidupnya. Apalagi sampai berpikir untuk mengakhiri semuanya ya. Lu paham ya? Mengakiri semuanya. Dan ini yang terjadi nih saat ini. Oke, jadi ingat ya, pembahasan ini adalah sebuah edukasi dan semoga kalian ya bisa mendapatkan pelajaran yang berharga dari kejadian ini. Oke, jadi geng seperti yang kita tahu ya udah banyak yang menjadi korban dari aksi perundungan yang ee bahkan dari kecil sampai dewasa juga ada. rasa traumanya masih terus menghantui. Nah, enggak sedikit juga yang saking enggak kuatnya menahan dan menyimpan tekanan tersebut, mereka memilih untuk mengakhiri semuanya. Sayangnya, Geng, korban-korban dari perundungan ini kebanyakan adalah orang-orang yang sebenarnya baik, polos, ya. Mereka sopan, tapi kebaikan dan kepolosan mereka justru diinjak-injak atau dianggap sepele atau dianggap gampang oleh orang-orang jahat ini. Dan ketika mendapatkan hal-hal yang menekan mereka, justru hidup mereka jadi berubah dan terus dibayang-bayangi oleh ketakutan seumur hidupnya. Dan kali ini ya ada satu kejadian yaitu kasus perundungan yang dialami oleh seorang mahasiswa. Nah, kalian harus ingat banget nih mahasiswa ya bukan anak SD, SMP, SMA enggak. mahasiswa udah dewasa dia. Dia kuliah di salah satu e universitas terkenal di Indonesia. Namanya adalah Timothy Anugrah Saputra. Namaku Timoti, asalku dari Bandung. Nah, Timoti ini ya memutuskan untuk mengakhiri semuanya sendiri. kasusnya ramai banget dibicarakan oleh netizen di berbagai media sosial karena ya ternyata di balik dia mengakhiri semuanya ini bukan semerta-merta karena permasalahan pribadi yang apa ya dialami di rumah atau gimana, enggak. Melainkan karena adanya andil orang lain yang membuat dia tidak tahan dengan hidupnya. Nah, Timoti mengalami tekanan mental yang luar biasa. Diduga ya, dia ini mengalami perundungan oleh beberapa mahasiswa lain di kampusnya. Yang lebih sedihnya lagi kasus ini bahkan ya ketika Timothi ini sudah ditemukan tidak bernyawa lagi, para pelaku perundungan masih aja ngomongin dia, masih aja ngghina-hina dia lewat chat, lewat chat grup gitu ya. Ini benar-benar jahat banget. Luar biasa jahatnya. Dan yang membuat ee kita enggak habis pikir gitu ya, di antara para pelaku itu kabarnya ada yang berasal dari mahasiswa kedokteran. Bahkan pernah kepikiran enggak dokter ya yang biasanya diajarkan ee mengabdi untuk menyelamatkan nyawa orang, tapi justru karena dia ya dia ini calon dokter nih. Karena dia nyawa orang justru melayang. Harusnya kan seorang calon dokter dia tahu ya tugas dia itu menyelamatkan nyawa orang lain, tugas dia menyelamatkan mental orang lain, tugas dia itu menjamin dan membuat kondisi seseorang itu harus tetap baik-baik aja. Tapi ini kebalik. Justru dialah penyebab dari penyakit itu sendiri. Ini tolong banget nih siapapun ya e yang menjadi dosennya atau siapa dikeluarin aja. L nih calon dokter nih enggak cocok. Nanti kalau udah jadi dokter kayaknya nih eh salah satu tipical dokter yang enggak punya empati terhadap pasien. Kelihatan banget Timoti ini padahal dikenal sebagai sosok yang baik ya, Geng. dan enggak pernah mencari masalah dengan orang lain. Tidak pernah ada yang menyangka kalau hidupnya harus berakhir dengan tekanan akibat perundungan yang dia alami gara-gara orang-orang di sekitarnya dia. Nah, di video kali ini gua bakal mengajak kalian untuk membahas hal ini yang udah gua rangkum dari awal kronologi sampai dengan fakta-faktanya. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Geng, Geng, sebelum kita bahas ke kronologinya, kita bahas dulu nih, Geng. Eh, sosok dari Timothy Anugerah ini. Jadi, Geng, Timoti ini bernama lengkap Timothy Anugrah Saputra atau akrab dipanggil dengan nama Timoti. Dia ini lahir di Bandung pada tanggal 25 Agustus 2003. usianya masih 22 tahun, muda banget. Timot ini merupakan mahasiswa jurusan sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP di Universitas Udayana. Karena itu, Timoti ini harus merantau dari Bandung ke Bali untuk menempuh pendidikan sejak tahun 2022. Jadi, dari zaman COVID dulu. Sehingga saat ini Timoth ya bisa dikatakan udah semester 7 sebentar lagi lulus. Di akun Instagram pribadi Timothi, dia itu pernah mengunggah rencana perkuliahannya yang mana dia memiliki keinginan per semesternya dia mau ngelakuin apa aja. setiap semester itu kemungkinan sih ini tugas di waktu dia e ospek gitu ya, di saat ospek dulu diberikan tugas nih apa aja nih perencanaan lu per semesternya. Nah, terus ditulis di situ. Nah, di unggahannya tersebut Timoti menuliskan beberapa rencananya, Geng. Yang mana di semester 1 dia ingin belajar keadaan sekeliling kuliah dan mengenalkan diri ke sesama rekannya yang mahasiswa lain lah, gitu. Selanjutnya di semester 2, Timotiy ini ingin mencari teman mengikuti organisasi kuliah dan mengikuti pertandingan tertentu di sana. Dan hal yang sama juga dia inginkan di semester 3. Jadi dia pengin cari teman, pengin ikut organisasi. Lalu di semester 4 dia menuliskan dia ingin mengikuti organisasi non kuliah. Nah, mungkin ini maksudnya organisasi yang tidak ada hubungannya dengan jurusan di kampus. Tujuannya apa? Ya biasanya kalau mahasiswa kayak gini tuh pengin cari relasi gitu, Geng. Pengin cari pertemanan di luar kampus. Berlanjut lagi di semester 5, Timothy ingin membentuk organisasi miliknya sendiri. Jadi dia tuh jiwa pertemanannya tuh cukup tinggi sebenarnya. Jadi dia suka gitu membentuk sebuah organisasi kebersamaan, membentuk sebuah e movement atau pergerakan bersama teman-temannya gitu. Nah, terus di semester 6 dia ini ingin menjalankan organisasinya itu yang dia bentuk di semester 5 tadi. Nah, di semester 7 Timoti berencana ingin menyelesaikan tugas akhir yaitu skripsi, karya tulis ilmiah, dan yang lain-lain. Dia juga ingin menyelesaikan tugas akhirnya berlanjut di semester 8 dan diakhiri dengan Timothy yang wisuda lalu mencari kerja. rencana yang benar-benar penuh harapan bagi Timoti. Semuanya sudah dia tulis. Sedih ggak lu? Sedih. Gua gua jujur sedih banget. Sedih banget. Ya Allah, gimana kalau itu adik gua? Kalau itu teman gua deh. Itu para perundung pelaku-pelakunya. Gua jamin gua uppercut satu-satu. Dagu lu semua jahat banget. Namun sayang ya geng, Temoti tidak bisa menyelesaikan semester 7 apalagi untuk merasakan semester 8 yang sudah dia rencanakan semuanya pupus. Salah satu sahabat dekatnya dia itu ada yang bernama Deon. Nah, Deon ini sempat menceritakan kalau Timoti ini merupakan sosok yang lembut banget. Yaitu terlihatlah dari video-videonya. Dia sopan dan santun terus memiliki aura yang positif. Bahkan di hari-hari terakhirnya nih, Geng. Timoti ini masih sempat tersenyum dan terlihat ceria di depan teman-temannya. Dia gak menceritakan kalau dia sedang mengalami tekanan mental sama sekali. Enggak terlihat. Bagi Deon, Timothy adalah seseorang yang mudah membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Dia juga sering menjadi tempat curhat untuk teman-temannya dan selalu menanggapi setiap cerita temannya dengan tenang tanpa adanya penghakiman atau judgement. Kemudian ada netizen nih dengan username Nehe Miaesa. Dia ini kenal dengan Timoti karena Timoti ini pernah magang di sebuah yayasan tempat si orang ini bekerja. Menurutnya, Timoti adalah anak yang sopan, baik, bahkan Timoti juga sering ngobrol dengan dia dan tukar pikiran. Dia dipandang sebagai sosok yang dewasa dan berbaur dengan para pekerja yang ada di yayasan tersebut. Nah, Timothti bukanlah orang yang judge mental. Bahkan dia sering mengikuti kegiatan di yayasan itu yang memberikan penyuluhan untuk teman-teman dengan resiko tinggi seperti dari kalangan waria lagi BT dan kalangan orang-orang yang pernah kecanduan narkoboy. Nah, jadi itu tadi seperti yang katakan dia tuh suka bikin movement, suka bikin pergerakan tapi pergerakan sosial. Timoti juga belajar banyak di yayasan tersebut. Begitu juga sebaliknya, para pekerja di yayasan itu juga banyak yang belajar dari Timoti. Mengikuti apa yang sudah menjadi rencana perkuliahannya ya dari daftar rencana per semesternya tadi ya. Diketahui kalau Timoti ini mengikuti sebuah organisasi yang bernama Front Muda Revolutioner. [Musik] Dalam Obitari yang dibuat oleh organisasi ini, mereka mengenal Timoti sebagai pribadi yang lembut, rendah hati, dan selalu berpikir positif. Ketika dia pertama kali bergabung di dalam organisasi, Timoti ini rela berjalan kaki sejauh 7 km untuk menemui anggota organisasi di tempat biasa mereka mengadakan pertemuan cabang. Dan para anggota organisasi ini tidak pernah tahu kalau Timoti tidak punya kendaraan. Dan Timoti sendiri juga gak pernah mengeluh atau bahkan memberitahu yang lain kalau dia itu enggak punya kendaraan sampai bela-belain jalan kaki. Geng sesetia teman itulah dia. Ya, sebenar-benar apa ya kayak bisa dikatakan tuh nih orang tuh all dengan apapun yang dia jalankan. Dia rela menempuh jarak sejauh itu untuk berdiskusi dan belajar bersama. Yang menunjukkan jika Timoti ini memang orang yang ingin belajar dan berdedikasi tinggi dalam mencari ilmu. Masih di dalam obituari tersebut dikatakan jika Timoti dekat dengan pemahaman Kiri karena dia sudah membaca berbagai karya dari Carl Marx. Karena itulah dia memiliki pemahaman terhadap teori-teori kiri yang tinggi. Dan pada saat pertemuan organisasi dan membaca laporan bacaan mingguan, Timoti ini selalu bisa menjelaskan apa yang dia pelajari dengan jelas. Dalam setiap diskusi atau presentasi, bahkan terhadap topik-topik yang belum sepenuhnya dia kuasai, Timoti tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik, Geng. Jadi, ini orang nih bisa dikatakan apa ya, dedikasinya cukup tinggi lah. Jika dia menjalani sesuatu, dia benar-benar menjalankan itu sepenuh hati, gitu. Nah, di dalam banyak pertemuan yang dia pimpin sebagai pemateri, Timoti ini bisa menunjukkan pemahaman yang dalam dan penyampaian yang jelas. Tapi bukan hanya memiliki kecerdasan di dalam memahami teori, tapi juga dia memiliki komitmen sebagai seorang revolusioner. Dia selalu membayar iuran tepat waktu, disiplin dalam setiap tugas organisasi, dan juga menunjukkan tanggung jawab yang tinggi. Sayang banget ya, orang yang seperti ini justru yang harus pergi. Harusnya tuh yang bully-bully itu tuh lu aja semua tuh lompat. manusia-manusia enggak berguna. Termasuk yang calon dokter tuh enggak berguna lu, Bro. Mau lu calon dokter kek, mau calon mantri, tukang sunat kek, binatang emang. Namun, Geng, di balik sosoknya yang dikenal pintar dan dikagumi oleh banyak orang karena kemampuan intelektualnya yang tinggi, tapi di satu sisi rendah hati juga gitu ya. Ada satu hal besar yang mengusik hidupnya terkait masalah yang dia alami. Meskipun dia memiliki banyak teman, ternyata Timoti ini merupakan sosok yang tertutup. Dia enggak pernah menceritakan apa yang sedang dia alami dan dia rasakan. Dari sebuah pesan berantai di kalangan mahasiswa Universitas Udayana, Timoti disebut-sebut sudah lama mengalami masalah kesehatan mental. Saking parahnya kondisi dia, bahkan dia pernah melakukan percobaan menyakiti diri sendiri dengan melompat dari gedung kampus. Beruntungnya ketika itu usahanya berhasil dicegah. Nah, cuma upaya pencegahan itu ternyata tidak menghentikan masalah yang sedang dia hadapi. Nah, Timoti masih tidak bisa keluar dari rasa sakit yang membelenggu dia, Geng. Sampai pada akhirnya, ya, dia udah enggak sanggup lagi menahan hal itu sehingga dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Nah, dari sini kita bisa mengetahui ya, Geng. Jika Timoti Anugerah merupakan sosok yang baik, rendah hati, sekaligus cerdas, tidak pernah ada yang menyangka kalau dia menyimpan luka yang sebegitu besar dan sudah tidak kuat lagi. Sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan mengenai kronologi meninggalnya Timothi, ya, yang diduga karena mengalami perundungan. Jadi, Geng, Timoti ini ditemukan terkapar di tanah pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2025 sekitar jam 09.00 pagi waktu Indonesia bagian tengah di kampusnya sendiri yaitu di area gedung Visip Universitas Udayana. Dia diduga melompat dari lantai 4 gedung tersebut. Ya, ketika ditemukan Timoti ini masih dalam keadaan sadar, Geng. Dan sempat dilarikan ke RSUP Profesor I Gusti Ngurah Gede murah untuk mendapatkan perawatan. Meskipun sudah berupaya maksimal di dalam merawat Timoti. Ya, ternyata ya para dokter mengabarkan kalau Timoti tidak bisa bertahan. dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada jam 130 Wita akibat pendarahan e organ dalam dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. Enggak pernah ada yang menyangka kalau insiden tersebut menjadi akhir dari semuanya. Pribadi yang dikenal baik dan pintar ini, Geng, nekad untuk mengakhiri semuanya karena udah enggak tahan lagi. Berita ini menjadi perbincangan di media sosial dan menarik simpati serta sorotan dari netizen dengan sosok Timoti yang dikenal baik. Bahkan kalau kita lihat wajahnya aja, kita tahu kalau dia bukan orang yang aneh-aneh, enggak neko-neko, enggak mungkin jahat, atau suka cari masalah dengan orang lain. Tapi kenapa dia memilih untuk melakukan aksi mengerikan tersebut? Enggak masuk akal kan jika orang kayak Timoti ini sampai memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Publik di saat itu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dan di belakang semua ini tuh ada apa? Sampai pada akhirnya ada sebuah chat yang tersebar di media sosial yang diduga merupakan isi chat dari sebuah grup WhatsApp yang berisikan beberapa mahasiswa dari Universitas Udayana. Nah, di sinilah terungkap nih penyebabnya. Chat tersebut diduga terjadi setelah Timothi ditemukan pasca dia melompat dari gedung. Ada salah satu chat yang tertulis kayak gini. Dari ekspresinya agak kurang ringan sih ya. Satu. Terus ada lagi badan gorbon gitu mau diangkat mandiri dikit. Buset, ini mengejek tubuhnya Timoti. Terus ada lagi chat yang tertulis, "Nanggung banget kalau Bun, ya dari lantai du ya." Terus ada lagi, mentalnya enggak kuat kalau dari lantai 4. Nah, di chat lainnya yang kemungkinan ini dari grup di aplikasi Line yang menuliskan, "Enggak berasa lantai du mah." Dan ada yang nanya kayak gini, "Mati enggak?" Nah, yang membuat netizen marah karena di chat grup WhatsApp yang tersebar itu ada yang mengirim fotonya Timoti ketika terkapar di tanah kemudian direspon dengan nahan tawa gue anjir. Jahat banget. Terus ada yang komen lagi kayak K Kei Jir yang lagi pose macan dan bahkan ada chat yang menyuruh untuk mensejajarkan muka Kekei dengan posisi Timoti yang sudah terkapar tersebut. Nah, benar-benar jahat isi chat mereka ini dan chat tersebut dibuat ketika Timoti eh sudah ditemukan tidak bernyawa. Dari penggalan chat-chat tersebut ya, Geng. Netizen jadi curiga. Jangan-jangan selama ini Timoti mengalami perlundungan di kampusnya yang menjadi alasan mengapa dia akhirnya mengambil tindakan semengerikan itu. Hal ini dikonfirmasi juga, Geng, oleh sejumlah mahasiswa dan petugas kampus yang menyebutkan jika Timothti memang sering menunjukkan tanda-tanda depresi berat. Cuma dia enggak pernah cerita apa yang sedang dia alami dan apa yang sedang dia pikirkan. Kemudian dari informasi yang berasal dari Kompol 1 Ketut Sukadi selaku kasih humas Polresta Denpasar, peristiwa ini berawal dari Timothi yang katanya terlihat panik ketika berjalan di area kampus yang mana ada salah seorang mahasiswa yang berinisial NKGA yang melihat Timoti datang dari arah lift dengan tas rensel dan pakaian putih. Dia terlihat gelisah di saat itu sambil memeriksa area sekitar. Sekitar 15 menit kemudian dia melompat dari lantai 4 dan jatuh di depan lobi gedung. Setelah itu, Temoti langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit. Namun sayangnya seperti yang kita tahu nyawanya enggak tertolong. Pasnya meninggalnya Timoti, selain chat-chat yang tidak berempati yang tersebar di sosial media, juga ada beberapa video yang dinarasikan sebagai detik-detik ketika teman-temannya Timoti ini berusaha mencegah dia melompat dari gedung. Banyak yang percaya jika video tersebut merupakan video asli dari CCTV di gedung Visip, tempat di mana Timoti melompat. Namun ada juga artikel berita yang menyebutkan jika video-video itu palsu dan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Nah, ini yang mana yang benar gua belum tahu. Dan selain itu ada sebuah rekaman audio yang katanya merupakan rekaman suara Timoti yang ditemukan di handphone-nya. Di rekaman tersebut terdengar kalau Timoti ini menangis, Geng. Cuma enggak bisa dipastikan apakah itu benar suaranya Timoti atau bukan. [Tertawa] Dan dengan adanya bukti chat yang menunjukkan jika Timoti menjadi korban perundungan, pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang tega melakukan hal tersebut kepada orang sebaik Timot? Apakah teman-temannya sesama angkatan di jurusan atau teman-teman lain? Salah satu teman sekelasnya mengunggah video dari salah satu momen kebersamaan antara Timoti dengan teman sekelasnya. Teman sekelasnya memanggil Timoti dengan panggilan Timy. Dan di momen tersebut Timothti mendapatkan apresiasi di kelas. Terlihat saat itu teman-temannya Timothi ini sangat senang atas pencapaian yang diperoleh oleh Timoti. Dari gerak-geriknya kita bisa lihat kalau teman sekelasnya tidak ada yang bersikap jahat kepada Timothi, Geng. [Musik] Dari gerak-geriknya kita bisa lihat kalau teman sekelasnya enggak ada yang bersikap jahat kepada Timoti. Bahkan Timoti sendiri juga tampak nyaman ketika berada di dekat teman-teman sekelasnya. Di unggahan yang ada di TikTok lain, ada sebuah foto yang memperlihatkan ketika Timoti berpose bersama teman-temannya yang katanya merupakan teman dekatnya. Nah, dari unggahan tersebut menunjukkan jika yang membully Timoti bukanlah teman sejurusan atau sekelas, melainkan mahasiswa lain. Nah, salah satu teman sekelasnya Timoti eh speak up kalau semasa hidupnya tidak ada teman sejurusan yang membully dia. Dia adalah orang yang ceria dan teman sejurusannya sangat sayang kepada Timoti. Nah, alasan Timoti melakukan itu enggak ada yang tahu di saat itu. Dan kalau dari keterangan teman sekelasnya itu, perundungan terhadap Timoti ini baru diketahui ya setelah Timoti meninggal. Mereka baru paham kalau Timoti selama ini mengalami perundungan. Jika bukan teman sejurusannya yang melakukan hal itu, lalu siapa pelakunya? Siapa yang dengan tega melakukan itu kepada Timoti bahkan ketika dia sudah meninggal? Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai para pelakunya, Geng. Sekarang kita bahas. Jadi, Geng, setelah beritanya viral di mana-mana ya yang diduga dia ini mengalami perundungan. Dan di saat dia meninggal pun dia masih di e lecehkan, dihina-hina gitu. Nah, dicurigai ada sekitar 11 orang yang menjadi pelaku terhadap Timoti. Bahkan di antaranya ada yang perempuan dan bahkan ada yang berasal dari Fakultas Kedokteran. Nah, yang pertama itu ya gua enggak perlu pakai nama inisial. Gua langsung jelas-jelas aja sebutkan karena ini berasal dari media. Kalau misalkan yang bersangkutan tidak terima, silakan protes media mainstream, media-media yang lain karena gua mengambil dari media-media tersebut ya. Yang pertama itu ada namanya Kalista Amor Manurung ya, terus ada James Halim, terus ada Eric Gonata. Mereka bertiga ini dari Fakultas Kedokteran angkatan 2021 dan melanjutkan pendidikan profesi dokter pada tahun 2024. Dan saat ini mereka bertiga sedang menjalani program koas di Rumah Sakit Ngurah Bali. Nah, untuk Rumah Sakit Ngurah Bali ya mohon diperhatikan nih ya mahasiswa-mahasiswa KOAS ini jangan sampai ada pasien kalian yang juga dibully oleh mereka nanti bukannya selamat malah meninggoi. Mohon dipikirkan kembali, dipertimbangkan kembali mungkin bisa dikeluarkan aja biarkan mereka menjalani hidupnya dengan pilihan mereka sendiri gitu ya. Nah, terus selanjutnya ada lagi Leonardo Jonathan Handika Putra dari Fakultas Kelautan dan Perikanan angkatan 2022. Dia juga menjabat sebagai wakil ketua BEM fakultas. Kemudian ada Maria Victoria Viata Mayos, mahasiswa FISIP angkatan 2023 yang menjabat sebagai kepala departemen eksternal Himapol FISIP Universitas Udayana. Terus ada lagi nih yang namanya tidak pantas dia sandang ya, namanya Muhammad Riyad Alvito Satriaji Prata. tolong dihapus tuh nama Muhammad dari nama lu karena enggak pantas banget seorang pembully pakai nama Rasul gitu ya. Dia ini merupakan mahasiswa ilmu politik angkatan 2023 sekaligus kepala departemen kajian aksi strategis dan pendidikan Himapol FISIP Universitas Udayana. Terus kemudian ada warga lokal Bali ya dari namanya kita bisa lihat sendiri namanya itu adalah anak Agung Ngurah Nanda Budi Nyana mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2023 sekaligus menjadi wakil kepala departemen minat dan bakat Himapol FISIP Universitas Udayana. Terus ada lagi Vito Simanung Kalit mahasiswa Ilmu Politik 2023 sekaligus wakil kepala departemen eksternal HIMPOL. Terus ada lagi, Putu Rian Abel Perdana Tirta, mahasiswa FISIP angkatan 2023 sekaligus Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Udayana. Lalu ada Jetro Verdio, mahasiswa Fakultas Perikanan angkatan 2022. Dan yang terakhir ada Ayu Tasantari, mahasiswi dari Fakultas Teknologi Pertanian angkatan 2022. Nah, itu nama-namanya ya. Ingat ya, Geng. Ingat nih nama-namanya nih para perundung ini. Ada seorang dokter yang bernama Dok. Guko apa Gucho ya bacanya nih. Maaf nih kalau gua salah dalam menyebutkan namanya. Nah, di akun Instagramnya yaitu eh Gu_Cochi yang mengklaim jika dia ini adalah senior dari para dokter yang terlibat atau calon dokter yang terlibat di dalam aksi perundungan ini ya, yaitu Kalista, James, dan Eric tadi. Dia menjelaskan jika di salah satu chat yang tersebar di media sosial itu ada yang berisi percakapan mereka yang meledek Timoti. Di chat tersebut ya Kalista ini merespon sebuah chat dari seseorang yang membagikan foto Timoti yang jatuh paska melompat. Dan Kalista ini merespon dengan menulis, "Enggak berasa lantai du mah." Erik Gonata menjawab dengan menanyakan kondisi Timoti dengan kalimat kasar mati enggak? Tidak cuma itu, Kalista juga mengejek rekan-rekannya untuk visit melihat Timoti dengan menulis visit yuk. Gila. Kemudian ada yang menginformasikan kalau jasad Timoti masih ada di UGD dan Erik menulis, "Oh, mati. Buset kasarnya." Dan James ikut berkomentar, "Oh mati, ya." Dan Kalista menimpali lagi. Mati. Dijawablah, "Ya" oleh seseorang. Nah, dibalas lagi oleh James, "Baguslah bagi Dr. Guko ya, mereka ini tidak pantas menjadi tenaga kesehatan karena tulisan nir empati mereka terhadap Timoti. Dia pun menyarankan jika mereka segera mengundurkan diri dan dia sengaja memviralkan kelakuan tidak pantas dari adik tingkatnya ini karena menilai perbuatan mereka sangat tidak-tid pantas. Apalagi mereka yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Ya, seperti yang gua katakan di awal, tenaga kesehatan itu kan tugasnya memastikan nyawa orang lain selamat. ini malah bersyukur ada orang yang meninggoi. Aneh banget dan perilaku dari orang-orang ini sudah diketahui oleh pihak kampus dan pihak kampus mengecam tindakan tersebut. Di antara mereka yang merupakan mahasiswa FISIP sudah dikenakan sanksi dan sanksinya disampaikan dalam sidang organisasi mahasiswa atau Ormawa yang digelar oleh DPM FISIP Universitas Udayana yang dipimpin oleh Wakil Dekan tiga VISIP yang bernama Imade Anom Wiranata. Namun sanksi yang diberikan ini enggak seperti yang diharapkan oleh masyarakat ya, Geng. Karena para pelaku hanya diberikan pengurangan nilai soft skill dan itu cuma terbatas di satu semester aja ya. Serba salah juga sih ya ee apa mau diapain juga atau bukan mereka yang langsung menghabisi nyawa ya mereka cuma nge-bully gitu. Susah sih hukuman di negara kita. Dan bahkan setelah mereka mendapatkan pengurangan nilai soft skill di satu semester. Setelah satu semester terlewati di semester depannya mereka bisa mengikuti perkuliahan seperti biasa lagi. Dan Pak Ano menyarankan agar mereka memperbaiki situasi dengan menulis surat pernyataan dan membuat video klarifikasi berisi permohonan maaf. Dan seperti yang kita tahu ya, kita sudah lihat banyak di media sosial yang di mana sudah ada beberapa orang dari para pembully ini yang membuat video klarifikasi dan permintaan maaf. Mereka adalah Leonardo Jonathan dan Maria Victoria serta Alvito Satriaji, Ria Nabel, Vito Simanungkalit dan Jetro Verdio serta Ayu Tasantri. Nah, ini ada satu video yang merupakan video klarifikasi dari Nanda eh Budi Nyana. Kalian bisa lihat ini. Saya ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi. Di sini saya ingin meminta maaf bersama kepada keluarga korban almarhum Kak Tim. Nah, kalian udah lihat ya, Geng, video tersebut dan terus, Geng, empat di antara para pelaku yang merupakan anggota dari Himapol Visip Universitas Udayana itu bahkan sudah diberhentikan geng dari organisasi. Mereka adalah Vito Simanungkalit, terus ada Alvito Satriaji, Maria Victoria, dan Nanda Budiatnyana. Dua orang lainnya yaitu eh Rian Abel selaku Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP serta Leonardo Jonathan selaku Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan. Mereka ini dicopot juga, Geng, dari jabatannya. Nah, namun netizen menilai jika sanksi yang diberikan masih tergolong ringan sementara apa yang sudah mereka lakukan terhadap Timoti dinilai sudah keterlaluan dan tidak beretika. Dan oleh karena itu, netizen menuntut agar pihak kampus mengeluarkan mereka semua dari universitas. Selain itu juga ketiga pelaku yang berasal dari Fakultas Kedokteran masih tidak kunjung memberikan klarifikasi. Hal ini semakin membuat geram masyarakat. Sanksi yang diberikan terlebih dengan tidak adanya permintaan maaf dari para pelaku yang merupakan seorang dokter menuntut pihak kampus untuk berbuat lebih ya dan berpihak kepada Timoti. Sebab kalimat-kalimat dari para pelaku ini ya sangat-sangat menyakitkanlah untuk kita baca ya. Tapi sampai sejauh gua syuting ini belum ada video klarifikasi sih dari eh ketiga calon dokter tadi. Ya enggak tahu ya setelah tayang tiba-tiba ada nanti boleh koreksi di kolom komentar. Informasi terkinya nih, Geng, ya. Dikatakan nih, ya, pihak FISIP Universitas Udayana sudah melakukan rapat khusus untuk membahas kasus ini. Hasil dari rapat itu direkomendasikan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan atau Satgas PPK Universitas Udayana untuk penyelidikan lebih lanjut. dan Dewi Pascarani selaku ketua unit komunikasi publik Universitas Udayana itu menyebutkan jika pihak fakultas sudah merekomendasikan agar pelaku Bully ini ya ee diberikan sanksi akademik berupa nilai D di seluruh mata kuliah semester yang berjalan. Namun sanksi akhirnya akan diputuskan setelah rekomendasi Satgas PPK keluar. Saat gue syuting video ini belum ada upaya untuk melaporkan kasus ini ke polisi. Jadi kita tunggu aja geng update selanjutnya. Timoti sudah dimakamkan dengan cara dikremasi geng pada hari Jumat di tanggal 17 Oktober 2025 di krematorium MPUK Mumbul ya sesuai dengan agama yang dia anut. Nah, suasana Haru pun menyelimuti proses tersebut yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, dosen, serta rekan-rekan mahasiswa dari program studi sosiologi. Dalam kesempatan itu, pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan oleh seluruh pihak, terutama dari lingkungan kampus. Di kampus mahasiswa yang mengadakan doa bersama dan menyalakan lilin untuk mengenang Timoti juga. Di dalam kesempatan itu juga hadir ibu dari Timoti yang bercerita bagaimana kebaikan sang anak sejak masih kecil. Di mata ibunya, Timoti dikenal sebagai anak yang tulus dan bisa menyampaikan terima kasih hanya sekedar pada makanan yang diberikan oleh ibunya. Jadi, selembut itu hatinya. Dia pernah melihat ibunya dengan mata yang polos dan bilang, "Ma, thank you for the food, Ma. Terima kasih atas makanannya." Padahal menurut sang ibu, memberikan makanan kepada anak adalah hal yang wajar. tanggung jawab orang tua. Tapi bagi seorang Timoti, hal tersebut menjadi luar biasa. Dari cerita ibunya itu, kita bisa tahu betapa baiknya hati Timoti. Dan biasanya memang orang baik hati cepat dipanggil oleh Tuhan. Ya, Geng ya. Selalu begini ya. Ya, ini ibaratnya nih ya ee ada sebuah pengumpamaan. Jika ada bunga-bunga yang cantik di taman, bunga yang pertama kali dipetik adalah bunga yang paling cantik atau bunga yang terbaik. Makanya penggambaran itu bisa kita adaptasikan ke kehidupan manusia. Biasanya manusia yang cepat sekali dipetik nyawanya atau dipanggil oleh Tuhan adalah manusia yang terbaik. Salah satunya adalah Timoti. Nah, sedih banget ya melihat anak sebaik Timoti harus berakhir seperti ini. Ketika dia meninggal pun masih ada aja ya perlakuan yang tidak pantas dari orang-orang ini ya. Seorang anak seharusnya bisa memiliki masa depan yang cerah tapi hidupnya direnggut hanya karena perlakuan orang jahat yang tidak memiliki hati. Itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai insiden meninggalnya Timoti Anugerah yang diduga karena mengalami perundungan. Bahkan ketika meninggal dia masih menerima perlakuan yang tidak pantas itu. Hal ini semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua untuk berhenti stop melakukan perundungan. Oke geng. Silakan tinggalkan opini kalian di kolom komentar.
Resume
Categories