File TXT tidak ditemukan.
KORBAN SCAM KAMBOJA MENGAMUK ! 110 WNI BERHASIL KABUR SETELAH MELAWAN PENYIKSA4N
gfS502-Pgxo • 2025-10-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini kita bakal ngebahas
tentang Kamboja lagi ya. Negara yang di
saat ini sedang menjadi sorotan
internasional karena sudah menjamurnya
perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan
orang-orang dari berbagai negara untuk
menjadi seorang scammer. ya bahasanya
sih membuka lapangan pekerjaan baru ya,
tapi ya lapangan pekerjaannya itu
benar-benar merugikan banyak pihak dan
eh rata-rata ya orang-orang yang
dipekerjakan sebagai scammer ini mereka
mendapatkan penyiksaan selama berada di
kem [musik]
tempat mereka bekerja dan enggak sedikit
juga hidup mereka justru berakhir di
sana dengan organ tubuh mereka yang
diperdagangkan. Ya, mengerikan banget.
Belum lama ini gua juga baru membahas
gitu soal isu dari model asal Belarusia
yang dikabarkan meninggal dunia karena
dia diculik lalu diperjualbelikan
organnya di Myanmar dan juga kita sempat
ngebahas tentang banyaknya orang Korea
Selatan yang hilang di Kamboja. Kalau
berbicara Myanmar dan Kamboja ini
mirip-mirip ya karena memang mereka
berdekatan juga. Tapi geng di beberapa
kejadian sudah ada orang-orang yang
berhasil kembali ke negara asal mereka
alias selamat. Nah, tidak berselang lama
dari kepulangan orang-orang Korea
Selatan dari Kamboja, ya syukur
alhamdulillahnya sudah banyak juga
saudara-saudara kita yang berasal dari
Indonesia yang berhasil dipulangkan oleh
Kementerian Luar Negeri ke tanah air.
Nah, namun ada yang berbeda nih, Geng,
dari misi pemulangan warga negara
Indonesia ini. di pemulangan mereka kali
ini, mereka yang terjebak di sana tidak
cuma diam menunggu hingga mereka bisa
diselamatkan, tapi mereka justru
memberontak, mereka melawan. Mereka
berusaha kabur sampai membuat kerusuhan
di tempat camp mereka ditampung. Dan
untungnya mereka enggak ditangkap oleh
perusahaan scam tempat mereka ee
dipekerjakan sehingga mereka bisa
dipulangkan dalam keadaan selamat. Nah,
cuma, Geng, ada di antara mereka yang
masih diteror oleh sindikat yang
mempekerjakan mereka dan mengancam akan
mengeksekusi mereka. Nah, di video kali
ini kita bakal merangkum fenomena ini,
Geng. Bagaimana pada akhirnya ya
orang-orang ini bisa keluar berhasil
selamat, serta bagaimana tindakan nyata
dari pemerintah Indonesia agar bisa
membawa semua korban keluar dari sana.
Langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jiri
[musik]
Ging King. Untuk pembahasan yang
pertama, kita bahas dulu nih usaha kabur
para WNI atau warga negara Indonesia
hingga terjadi [musik] kericuhan di c
scammer Kamboja.
Jadi, Geng sekitar beberapa waktu lalu,
ya sempat terjadi kerusuhan di salah
satu tempat yang menjadi markas atau
basis dari perusahaan yang mempekerjakan
WNI sebagai scammer. Nah, kira-kira
lewat enggak nih e di timeline kalian
video ini? Coba lihat nih. Dari 97 warga
yang melarikan diri, 86 di antaranya
diamankan di kantor polisi.
Nah, itu video dari para WNI yang
berhasil kabur, Geng. Dari markas para
sindikat jahat yang mempekerjakan
mereka. Nah, tapi yang jadi
pertanyaannya apa sih yang sebenarnya
terjadi? Kejadiannya itu terjadi di hari
Jumat tanggal 17 Oktober 2025 di kota
Kitum ya. Tulisannya Kitum. Bacanya
gimana nih? Apa Kitam atau Creitum gitu
ya. Ini adalah Provinsi Kandal Kamboja.
Nah, di hari itu terjadi kerusuhan di
salah satu markas atau komplek yang
terkenal sebagai tempat dari sindikat
kejahatan menjalankan operasinya dengan
melakukan penipuan kerja. Mereka
mempekerjakan para korban untuk menjadi
scammer atau admin judul. Gimana ya? Eh,
judulnya aja udah jelas ya. Judulnya
adalah markas atau komplek yang terkenal
sebagai tempat dari sindikat kejahatan.
Kenapa kok dibiarkan sama pemerintah
Kamboja? Aneh banget ya. Nah, terus geng
seperti sudah menjadi rahasia umum ya di
sana. Di kompleks ini, orang-orang
tersebut tidak hanya dipaksa untuk
menjadi scammer, tapi juga harus
mencapai target yang diberikan oleh para
sindikat kejahatan dengan jam kerja yang
enggak masuk akal dan enggak manusiawi.
Jika target itu enggak dipenuhi, maka
mereka harus siap menghadapi
konsekuensinya, yaitu dengan mendapatkan
penyiksaan dalam berbagai bentuk. Dan
kemungkinan terburuknya adalah nyawa
mereka bisa hilang. Apapun yang tersisa
di tubuh mereka kemudian dijual untuk
keuntungan sindikat tersebut. Jadi,
organ-organnya itu dibelek, dijual. Nah,
jadi bisa dikatakan segala sesuatu yang
melekat di tubuh para korban harus bisa
dijadikan uang [musik] semuanya demi
uang. Mulai dari tenaga mereka dikuras
sampai dengan ya organ tubuh mereka
sendiri.
Kerusuhan yang terjadi ketika itu itu
enggak bisa dikatakan berjalan dengan
mulus tanpa halangan. Sebab para warga
negara Indonesia ini mendapatkan
perlawanan dari pihak sindikat yang
terus menembaki mereka ketika berusaha
kabur. Lalu mengapa bisa kerusuhan
terjadi di sana nih? Nah, apa nih
penyebabnya? Siapa yang memulai? Siapa
yang memimpin? Nah, menurut informasi
yang didapatkan oleh Kedutaan Besar
Republik Indonesia atau KBRI yang ada di
Penompen, kerusuhan ini terjadi karena
para warga negara Indonesia yang ada di
sana ingin keluar, ingin kabur dari
perusahaan penipuan online di mana
mereka bekerja. Mereka udah kayak putus
asa gitu, Geng. Berada di dalam mereka
disiksa. Ujung-ujungnya mereka juga
nanti bisa kehilangan nyawa karena
digituin terus. Ya, sekalian aja lebih
baik mereka melawan. Kalau memang mereka
dihabisi, ya udah takdirnya sama aja
gitu. Cuma jalan dan caranya yang
berbeda dan setidaknya mereka sudah
berusaha. Dari informasi tersebut
dikatakan ada sebanyak 97 warga negara
Indonesia yang terlibat di dalam
kerusuhan. Nah, namun belakangan
diketahui kalau ternyata jumlahnya lebih
banyak dari itu, yaitu ada sebanyak 110
orang. Dan menurut informasi yang gua
dapatkan dari salah satu sumber, para
WNI tersebut berasal dari Medan, Manado,
Pontianak, dan juga Batam. Wah, dari
kita lihat sih daerah-daerah asalnya
daerah orang-orang keras nih ya. Dari
Medan, Manado, Pontianak ya, Kalimantan,
terus daerah Batam gitu. Nah, rata-rata
mereka ini udah lama di Kamboja, tapi
beda-beda sih waktu tinggal mereka di
sana. Ada yang baru 2 bulan, ada juga
yang sampai bahkan sudah 2 tahun. Nah,
karena kerusuhan tersebut ya ada sekitar
86 orang WNI yang ditahan oleh pihak
kepolisian setempat. Nah, ini konyol
banget nih. Bikin rusuh di tempat
kejahatan tapi ditahan sama polisi. Itu
artinya kan berarti polisi Kamboja juga
aduh lolot gitu ya. Masa ia melindungi
sebuah perusahaan scam. Terus sementara
geng, ada 11 orang yang harus dirawat di
rumah sakit karena mengalami luka-luka
akibat kerusuhan itu. Dan dari video
yang diunggah oleh warga negara
Indonesia yang berhasil kabur dari
perusahaan scam tersebut dikatakan ada
dua orang WNI yang meninggal dunia dalam
kerusuhan itu. Nah, namun dari
keterangan pihak Kementerian Luar Negeri
beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam
insiden ini. Nah, tapi anehnya katanya
ada dua orang yang meninggal dunia.
Entah mana yang benar. nih dari
pemeriksaan kepolisian setempat ya
sayangnya ada empat orang warga negara
Indonesia yang harus diproses hukum
lebih lanjut alasannya karena mereka
diduga melakukan kekerasan dalam aksi
itu. Nah, negara kita Indonesia berusaha
hadir untuk memastikan keamanan dari
para WNI tersebut. Ya, mereka dihukum ee
karena mereka melakukan perlawanan. Tapi
kan perlawanan untuk penipuan gitu,
mereka juga disiksa. KBRI melakukan
langkah-langkah dengan berkoordinasi
bersama otoritas setempat serta
melakukan kunjungan ke konsuleran untuk
bisa menemui secara langsung para WNI
baik yang ada di kantor polisi maupun
yang masih menjalani perawatan di rumah
sakit. Nah, di sini gua heran banget,
benar-benar heran ya sama Kamboja ya.
Pantesan ee Thailand tuh benci banget
sama Kamboja, Geng. Kayak gini ternyata
kita baru paham gitu. Dan kalau
dipikir-pikir ya, Kamboja nyiksa warga
negara Indonesia kayak gitu, itu kalau
misalkan Kamboja perang sama Indonesia
100.000% masih menang kita, Geng. Karena
gimana ya secara kualitas militernya
lebih gila TNI gitu. TNI tuh aduh gua
gak bisa enggak bisa ngomong di sini
deh. Kalian bisa cek sendiri datanya di
internet banyak tapi kok mereka berani
banget gitu. Apa mungkin karena negara
kita yang enggak terlalu peduli dengan
masyarakat masyarakatnya sendiri atau
gimana gitu ya mungkin pemikiran
pemerintah kita ya udah deh biarin aja
deh diapa-apain tuh e warga gua toh
kalau misalkan tetap di Indonesia enggak
ada lapangan kerja buat
ngurang-ngurangin gitu kali ya pemikiran
pemerintah kita kali ya padahal kalau
dilawan habis itu ya kita ambil contoh
zaman dulu ada yang namanya perompak
Somalia pernah nahan kapal Indonesia
datang ke sana itu kan lebih susah tuh
ngelawan tuh ngelawannya di tengah laut
perompak Somalia sono tapi menang TNI.
Nah, ini Kamboja doang. Jumlah korbannya
lebih banyak daripada disandranya kapal.
Tapi apa yang terjadi? Ya, kasus ini
terus berulang. Wah, sedih banget ya
kalau kita pikir-pikir. Semoga Pak
Prabowo memperhatikanlah ya hal ini.
Selain memulangkan ee saudara-saudara
kita yang menjadi korban di sana ya,
sekaligus lapangan pekerjaan di
Indonesia juga lebih banyaklah gitu.
Jangan memperkaya
juragan tambang doang gitu kan. Jadi
yang lain juga kebagian ya. Amin ya.
Terus geng kita lanjut nih. Setelah
berhasil kabur dari sana ke 110 WNI
tersebut dibawa ke rumah detensi
imigrasi penompen untuk ee proses
pendataan dan pemeriksaan oleh otoritas
setempat. Dan berdasarkan hasil
penilaian sementara dari 11 WNI yang
melapor dikatakan mereka mengalami
kekerasan. Bahkan ada empat orang WNI
yang berperan sebagai pemimpin operasi
penipuan daring dan juga sebagai pelaku
kekerasan terhadap rekan-rekannya. Dan
keempat orang inilah yang harus diproses
hukum lebih lanjut. Kasus ini pun
disebut sudah ditangani oleh pihak
kepolisian Kamboja, Geng. Dari
keterangan KBRI Pnompen ya, dari total
110 WNI, sebanyak 67 orang dijadwalkan
pulang ke Indonesia pada tanggal 22
sampai 24 Oktober 2025. Nah, pihak KBRI
sudah memastikan secara penuh terhadap
seluruh korban selama proses
administrasi dan pemulangan berlangsung.
Jadi, sudah dijamin oleh negara. Nah,
jadi itu dia, Geng. Bagaimana cerita
awalnya ya 110 orang warga negara
Indonesia bisa selamat dan kabur dari
perusahaan scam tempat mereka
dipekerjakan dengan tidak manusiawi. Ya,
mereka disiksa di sana dan mereka
mengambil keputusan untuk melawan. Nah,
oke. Sekarang kita akan membahas
cerita-cerita dari para korban nih ya.
Bagaimana kondisi mereka di sana? Apa
yang mereka alami? Langsung aja kita
masuk ke dalam pembahasannya.
Jadi, geng, cerita pertama yang bakal
kita bahas itu dari korban berinisial V.
Dia ini berasal dari kota Tangerang yang
diduga menjadi korban TPPO di Kamboja
yang mana kakaknya juga bernama Gergorio
El Nino Andreas. Nah, dia ini cerita
kalau adiknya itu tertipu ee tawaran
kerja di luar negeri, tepatnya di
Malaysia. Tempat kerjanya ini berada di
sebuah restoran. Dia mendapatkan tawaran
tersebut. Nah, di saat itu si V ini
langsung membuat paspor, terus segala
keperluan dokumen-dokumen supaya dia
bisa berangkat ke Malaysia. Nah, V pergi
dari rumah sekitar sebulan yang lalu.
Nah, setelah dia itu pamit ke
keluarganya untuk berangkat ke Jakarta
dalam rangka bertemu dengan temannya
untuk bekerja, Nino ini sempat bilang
setelah pertemuan itu, si adiknya ini V
ya, tidak pernah memberikan kabar lagi
ke keluarganya. V baru mengabari kalau
ternyata pekerjaan yang dijanjikan
kepada dia ya, yang katanya dia bakal
bekerja di sebuah restoran yang ada di
Malaysia, itu semua adalah bohong dan
jebakan. Nah, belakangan baru dia
menginfokan itu ke keluarganya. Dia
justru katanya dibawa ke Vietnam dan
dari Vietnam kita udah pasti menebak ya
ke mana dia bakal dibawa yaitu ke
Kamboja. Nah, V ini dibawa ke sana
melalui jalur darat sampai pada akhirnya
dia tiba di sebuah tempat yang disebut
dengan perusahaan scam online. Nah,
beruntungnya nih, Geng, si V ini
berhasil kabur dengan para pekerja lain
setelah melihat adanya korban yang
terluka akibat disiksa. Dari ceritanya
si Vino, ya, V ini dibawa oleh pihak
kepolisian setempat ke sebuah tempat
penampungan. Dia sendiri enggak bisa
memastikan tempat tersebut berada di
mana dan milik siapa. Tapi ketika berada
di sana, V ini menghubungi keluarganya
melalui video call. V juga berhasil
mendapatkan paspornya. Nah, cuma, Geng,
dia itu enggak bisa ee begitu aja pergi
dari sana. Dari video yang Nino peroleh
dari V, terlihat tempat penampungan
tersebut seperti ruang kosong yang
memiliki beberapa sekat. Ada sejumlah
pria di sana dan Nino sendiri enggak
bisa memastikan siapa aja yang berada di
sana serta asal mereka. mereka ini dari
mana? Dan selain itu V juga sempat
membagikan lokasinya dia. Jika dilihat
dari Google Maps ya, lokasi penampungan
itu berada di wilayah Sangkat Preaeknov,
daerah penompen Kamboja. Nah, V ini juga
bilang ketika dia pertama kali datang ke
sana, dia dibawa oleh pihak kepolisian
Kamboja. Namun yang anehnya tempat itu
tidak dijaga oleh polisi. Nino sempat
bertanya kepada V, apakah yang menjaga
tempat penampungan itu adalah ee para
petugas imigrasi atau bukan? Nah, namun
V juga tidak bisa menjawab hal itu
karena tidak tahu siapa orang yang
menjaga tempat tersebut, Geng. Nah,
meskipun terkurung di dalam tempat
penampungan, si V ini masih bisa
menggunakan handphone. Namun terkendala
karena sinyal di sana agak sulit gitu.
Nah, si Nino itu terakhir kali
berkomunikasi dengan adiknya si V ini
pada hari Selasa eh malam tanggal 21
Oktober 2025. Dia memastikan kondisi
adiknya ini baik-baik aja. Dan ada
detail lain yang diungkap oleh Nino saat
V berada di tempat penampungan tersebut.
katanya sempat ada permintaan untuk
mentransfer uang sebesar Rp5 juta untuk
bisa pulang dan uang tersebut
dipergunakan untuk membeli tiket
pesawat, Geng. Nah, permintaan tersebut
dikoordinasi oleh seseorang yang berada
di dalam grup WA yang mana grup tersebut
berisi orang-orang yang ada di dalam
tempat penampungan. Dan Hino sendiri
belum bisa memastikan apakah permintaan
itu secara resmi diberikan oleh pihak
dari KBRI penompen atau bukan. Sebab ya
adiknya si V belum bisa menjelaskan
dengan detail bagaimana prosedur
tersebut. Nah, Nino juga udah berusaha
buat nanya nih ke pihak KBRI yang ada di
Kamboja, cuma belum bisa mendapatkan
respon sampai sekarang. Dan harapan dari
pihak keluarga adalah agar si V ini bisa
mendapatkan pengawasan dari KBRI supaya
keamanannya bisa terjamin, Geng.
Kemudian ada cerita lagi yang diungkap
oleh pihak Kementerian Perlindungan
Pekerja Migran Indonesia atau P2MI
terkait kondisi dari salah satu korban
yang namanya disamarkan menjadi Ilham.
Jadi, Ilham ini, Geng, berasal dari
Bogor ya. Dia ini sudah berhasil kabur
dari perusahaan scammer. Tapi meskipun
begitu, kondisi dia itu belum bisa
dikatakan aman 100%. Kondisinya tersebut
juga sudah disampaikan ke pihak
keluarga. Nah, P2 MI mendapatkan
informasi jika Ilham berangkat ke
Singapura awalnya pada bulan September
2025 atas ajakan kenalan adiknya. Jadi,
adiknya ini punya kenalan. Nah, Ilham
mendapatkan tawaran tersebut dari dia.
Di Singapura, Ilham ini sempat bekerja
sebagai customer service selama beberapa
waktu. Pada tanggal 17 Oktober, Ilham
mengabarkan kalau dia sudah berada di
Kamboja untuk dipekerjakan secara paksa
di perusahaan scammer. Nah, Ilham ini
mengaku kalau dia dalam kondisi yang
enggak sadar yang mana tiba-tiba dia
bangun sudah berada di Kamboja aja.
Kemungkinannya jika dia ini dibius dulu,
Geng. Sehingga Ilham tidak menyadari
ketika dia dibawa pergi ke Kamboja. Dan
Ilham ini melarikan diri dari sana.
Kemudian meminta pertolongan kepada
pihak KBRI Penompen pada tanggal 21
Oktober 2025 agar bisa memastikan
kondisi Ilham P2MI itu bakal menyurati
perwakilan Indonesia yang ada di
Kamboja. Nah, suratnya bakal dikirim
oleh pihak ee Direktorat Layanan
Pengaduan ee Mediasi dan Advokasi atau
yang disingkat dengan LPMA yang mana
mereka ini ditugaskan untuk memberi
bantuan hukum bagi para pekerja migran
Indonesia. Nah, selain itu P2 MI juga
sudah melakukan pengumpulan bahan
keterangan terhadap kasusnya Ilham ini.
Nah, jadi masih menunggu perkembangan
lebih lanjut.
Terus ada lagi nih, Geng, cerita dari
korban dengan inisial F. Ayahnya yang
bernama Firman itu menceritakan
bagaimana anaknya itu bisa menjadi
korban di Kamboja. Jadi, kabarnya nih
ya, F ini menjadi korban penculikan
serta eksploitasi oleh sindikat penipuan
di Kamboja. Hal ini bisa terjadi setelah
F mendapatkan tawaran kerja juga nih
sebagai customer service lagi. Di
Singapura juga dia ini mendapatkan
tawaran dari temannya yang mana ini
merupakan sahabatnya lah, teman masa
kecil gitu. Dan pada bulan September
kemarin akhirnya F ini berangkat untuk
kerja di Singapura dan selama dalam
kurun waktu sebulan benar-benar bekerja
sebagai customer service. Nah, namun di
tanggal 17 Oktober secara mendadak tidak
bisa dihubungi. Dari cerita firman, di
hari itu Ev ini diajak oleh rekannya
untuk libur ya liburan dengan naik
pesawat. Nah, saat F belum sepenuhnya
sadar, dia tiba-tiba sudah berada di
sebuah toko. Ini aneh banget nih. Dan
keesokan harinya dia tiba-tiba diculik
di depan toko tersebut. Dan setelah itu
F di Sandra dan dijadikan pekerja paksa
untuk penipuan online. Gila ya, teman
masa kecilnya loh yang ngejebak dia. Dan
menurut cerita dari firman ya, F ini
dibawa ke Buffett, sebuah kota di
Kamboja yang berbatasan dengan Vietnam.
Di sanalah dia dipaksa untuk bekerja
sebagai scammer oleh para penculiknya.
Nah, F ini kemudian ya merencanakan
untuk kabur dengan memanfaatkan waktu
ketika diperintah untuk membeli makanan
melalui aplikasi ojek online. Dia
bersama dengan temannya berhasil kabur
dari sana pada tanggal 21 Oktober saat
pesanan makanan datang di jam 5.00 pagi.
Setelah itu, Ev dan temannya memesan
mobil untuk menuju ke KBRI Penompen.
Nah, meskipun saat ini dia sudah di
bawah perlindungan KBRI, namun dia masih
mendapatkan teror berupa chat yang
berisikan ancaman dari para sindikat
tersebut. Oleh sebab itu, firman ini
berharap agar KBRI bisa membantu proses
pemulangan F. Selain karena khawatir,
Firman juga mengaku kesulitan untuk
memenuhi kebutuhan anaknya selama di
Kamboja. Dia masih membutuhkan biaya
untuk penginapan hotel dan makan
sehari-hari yang ternyata tidak
ditanggung oleh pihak KBRI.
Bayar pajak gitu ya. Giliran ada warga
yang terkena musibah di sana dibantu
juga kagak. Gila betanget deh pemerintah
negara ini.
Nah, jadi geng kurang lebih ya begitulah
cerita-cerita dari orang-orang yang
menjadi korban penipuan dan eksploitasi
di Kamboja. Nah, sekarang kita bakal
masuk ke dalam pembahasan mengenai
tindak lanjut pemerintah dalam menangani
para warga negara Indonesia yang menjadi
korban di Kamboja.
Jadi, Geng, meskipun sudah ada sebanyak
110 WNI yang diamankan dan akan segera
dipulangkan, tapi faktanya masih banyak
sekali WNI yang terjebak di sana. Dan
yang lebih mengagetkannya adalah ya
ketika pemerintah berusaha sebisa
mungkin untuk memulangkan mereka,
ternyata masih ada di antara 110 WNI ini
yang menolak untuk pulang ke Indonesia.
Hal ini diungkap oleh ee Pak Sugiono
selaku Menteri Luar Negeri kita. Nah,
menurut Pak Sugiono, alasan para WNI
yang menolak untuk pulang ini karena
mereka ingin mencari kerja di tempat
lain, katanya. Jadi, kayak apa ya?
Mereka memang lolos dari neraka yang ada
di Kamboja, tapi untuk pulang ke kampung
halaman juga katanya ya semacam lebih
neraka lagi. Pekerjaan enggak ada jadi
pengangguran. Hidup capek di sini. Ya,
gitulah mungkin ee gambaran yang mereka
berikan. Nah, Pak Sugiono ini sendiri
menyebutkan pada prinsipnya pihak Kemlu
itu menyerahkan kepada para WNI untuk
membuat keputusan mereka masing-masing.
Akan tetapi, dia memastikan bahwa
pemerintah tetap hadir bagi para WNI
yang ada di luar negeri, terutama jika
mereka memiliki kesulitan selama berada
di sana. Sementara itu, Kristina Aryani
selaku Wakil Menteri P2 MI itu
menyebutkan kalaupun sudah ada banyak
kasus mengenai bagaimana skema penipuan
kerja yang dijalankan oleh sindikat
kriminal yang ada di Kamboja dan
bagaimana mereka mempekerjakan
karyawannya, masih ada aja WNI yang
tergiur untuk bekerja di perusahaan
online scam di negara tersebut. Padahal,
Geng, Indonesia sendiri tidak pernah
menjalin kerja sama penempatan pekerja
migran di Kamboja. Nah, jadi ini udah
jelas-jelas ilegal. Nah, jadi WNI yang
pergi ke Kamboja itu pergi sendiri
secara ilegal. Nah, Bu Kristina ini juga
mengatakan banyaknya kasus yang dialami
oleh warga Indonesia ketika bekerja di
Kamboja itu menunjukkan buruknya
perlindungan terhadap para pekerja.
Selain itu, Bu Kristina juga
mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan
penerbangan dari Indonesia menuju
Kamboja dalam seminggu terakhir. Padahal
negara tersebut enggak memiliki
destinasi wisata yang menjadi perhatian
wisatawan seperti Bali atau kayak
orang-orang mau ke Vivand, Thailand.
Enggak ada. Tapi ngapain ke sana? kok
tinggi banget penerbangannya. Nah, dalam
seminggu bisa 4 sampai 5 penerbangan ke
Kamboja dan ternyata penerbangan
tersebut bisa sampai 70% terisi. Nah,
kemudian pihak P2MI menemukan adanya
visa self employment di Kamboja yang
mana ini tidak pernah terjadi di
negara-negara lain sebelumnya. Nah, di
bulan September kemarin, Duta Besar
Kamboja sudah menemui pemerintah
Indonesia untuk menyampaikan adanya tren
peningkatan warga negara Indonesia yang
bekerja di perusahaan online scam. Dari
laporan tersebut, Kementerian P2 MI
mengirimkan satu tim dari Direktur Cyber
P2 MI untuk ee melihat langsung kondisi
di Kamboja dan membuat laporan mengenai
temuan-temuan yang ada di negara
tersebut. Dan laporannya itu bakal
diberikan ke Menteri P2 MI dan beliau
bakal mengadakan rapat dengan
kementerian-kementerian terkait. Nah,
dari informasi yang gua dapatkan dari
media BBC aja nih, Geng, ya. Selama 3
bulan pertama tahun 2025, KBRI Penompen
sudah menangani sebanyak 1301 kasus WNI
bermasalah di Kamboja. Nah, angka ini
naik menjadi sebesar 174% jika
dibandingkan dengan periode yang sama di
tahun lalu. Gila ya, enggak kapok-kapok
orang kita. Nah, secara keseluruhan
kasus penipuan online mencakup 85% dari
berbagai kasus yang ditangani oleh KBRI
penompen. Kasus WNI terlibat penipuan
daring di Kamboja mencapai 1112
pada 3 bulan pertama tahun 2025. Dan
berdasarkan data KBRI penompen, jumlah
ini naik sebesar 263% dibandingkan 306
kasus pada periode yang sama di tahun
sebelumnya. Dan menurut keterangan
tertulis yang disampaikan oleh KBRI
Penompen, akhir-akhir ini pemerintah
Kamboja banyak melakukan operasi
penegakan hukum. terhadap tempat-tempat
yang dicurigai atau dilaporkan menjadi
pusat-pusat penipuan online. Dan menurut
pihak KBRI Penompen, hal ini sejalan
dengan pembentukan resmi Komisi
Pemberantasan Scam Online Kamboja yang
diketahui langsung oleh Perdana Menteri
Kamboja. Nah, peningkatan jumlah kasus
WNI yang bermasalah ini sebagai
konsekuensi logis dari peningkatan
jumlah WNI yang menetap di Kamboja. KBRI
Penompen itu mencatat kasus WNI yang
bermasalah sebanyak 3.310
jiwa pada 3 bulan pertama tahun 2025
mencakup sekitar 2,5% jumlah keseluruhan
WNI yang tinggal dan bekerja di Kamboja.
Wah gila rame banget geng. Direktur
perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri
yang bernama Pak Juda Nugraha itu
menyebutkan bahwa pola keberangkatan WNI
ke Kamboja untuk terlibat dalam
aktivitas penipuan online ini itu
bervariasi. Sebagian memang langsung
menuju Kamboja dan biasanya transit
melalui negara tetangga seperti
Singapura, Malaysia ataupun Thailand.
Ada juga WNI yang sebelumnya sudah
bekerja di sektor serupa di negara lain
seperti Filipina dan kemudian pindah ke
Kamboja setelah adanya penertiban eh
Philippine Overseas Gambling Operator
atau disingkat dengan Pogo pada eh Juli
2024. Meskipun begitu, Pak Juda ini
menegaskan bahwa tidak semua kasus
penipuan online yang melibatkan WNI di
Kamboja bisa dikategorikan sebagai
tindak pidana perdagangan orang atau
TPPO. Dari 7.000 ee 27 kasus yang
tercatat, hanya 1508 kasus yang
teridentifikasi sebagai korban TPPO
melalui mekanisme identifikasi yang
merujuk pada Undang-Undang Nomor 21
Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO.
Namun ada juga kasus WNI yang awalnya
bekerja di judi online lalu pindah ke
perusahaan online scam karena tawaran eh
remunerasi yang lebih tinggi. Nah, Pak
Juda ini juga mengatakan UNODC PBB itu
melaporkan adanya ee indikasi
normalisasi di mana sebagian WNI secara
sadar nih dan sukarela bekerja sebagai
penipu online karena diiming-imingi gaji
besar. Nah, meskipun aktivitas tersebut
merupakan tindakan kriminal, mereka
enggak peduli karena udah kayak pasrah
gitu. Nah, lalu Geng pemulangan 110
orang warga negara Indonesia dari
Kamboja ini perlu kita apresiasi sih
Geng walaupun masih banyak PR yang harus
diselesaikan oleh pemerintah. Nah, hal
ini sama juga diungkapkan oleh anggota
Komisi 9 DPR yang bernama Pak Nurhadi
yang mengapresiasi langkah cepat
pemerintah khususnya Kementerian P2 MI
yang sudah berupaya memulangkan WNI.
Maraknya kasus TPPO yang ada di Kamboja
membuat negara-negara lain juga ikut
angkat suara gitu ya. bahkan mengecam
pemerintah Kamboja yang dinilai lambat
dalam menangani operasi sindikat
kejahatan di negara mereka. Sementara
itu, di negara tetangga Kamboja yang
juga dikenal dengan kasus TPPO-nya yaitu
Myanmar sedang melakukan operasi
pemberantasan secara besar-besaran.
Beberapa hari lalu ya militer Myanmar
melancarkan penggerebekan besar-besaran
terhadap kompleks penipuan online
terbesar di negara tersebut yaitu KK
Park yang terletak dekat dengan
perbatasan Thailand. Nah, operasi ini
berlangsung sejak awal bulan September
dan berujung pada penangkapan lebih dari
2000 orang dari dalam kawasan yang
selama ini dikenal sebagai pusat
kejahatan cber lintas negara ini. Di
dalam operasi itu, pasukan militer serta
kepolisian Myanmar itu menemukan
sejumlah kantor. Ada asrama yang
dijadikan sebagai ee pusat aktivitas
penipuan, terus ada ratusan komputer dan
perangkat komunikasi serta dokumen
keuangan yang disita sebagai barang
bukti. Nah, sebagian besar pekerja di
dalam kompleks direkrut dari luar negeri
dengan janji e pekerjaan bergaji tinggi.
Tapi setibanya di Myanmar, mereka justru
disandra, disiksa, dan dipaksa melakukan
penipuan terhadap target dari berbagai
negara. Nah, jadi benar-benar udah parah
banget, Geng, kalau kita berbicara
tentang Kamboja dan Myanmar ini.
Dan itu dia, Geng, pembahasan kita kali
ini, ya, mengenai upaya penyelamatan 110
WNI dari perusahaan scammer yang ada di
Kamboja. Kita berharap semakin banyak
WNI yang pulang dan bisa kembali
berkumpul bersama keluarga ya. Tapi kita
berharap juga ya mereka pulang ke
Indonesia juga bisa mendapatkan lapangan
pekerjaan yang layak di negara sendiri.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:23 UTC
Categories
Manage