Transcript
xw0PeI_PV7k • PERANTAU DIHABISI KARENA TIDUR DI MASJID AGUNG SIBOLGA ! SEORANG YATIM & TULANG PUNGGUNG KELUARGA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1586_xw0PeI_PV7k.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, sebelum kita mulai tentang
pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu
ya. Video ini tidak dibuat untuk
melanggar aturan YouTube. Ini adalah
sebuah informasi yang murni. Tujuannya
adalah untuk edukasi bagi kita semua.
Oke, kemarin kita baru aja membahas soal
ee bagaimana tingkat kepedulian di
tengah-tengah masyarakat kita semakin
menurun. Semua orang ee hidup
masing-masing ya. Semua orang sudah
jarang mempertanyakan kabar orang lain.
Bahkan bisa dikatakan ya kita tuh enggan
untuk menanyakan kepada orang-orang
terdekat kita. Ya, mungkin orang-orang
asing yang kita enggak kenal terlihat
lemah. Kita buat nanyain ke dia udah
makan apa belum. Ada rasa di mana hati
kita itu takut bertanya hal demikian
karena ya kita sendiri juga masih
kekurangan terkadang ya kan. Takut
bertanya dia udah makan atau belum.
Karena nanti kalau dia jawab belum ya
malah kita yang kerepotan harus ngasih
makannya. Nah, sebagian ada yang
berpikir demikian. Oke, di pembahasan
kali ini ya lagi-lagi gua akan membahas
tentang bagaimana turunnya turunnya
tingkat rasa peduli masyarakat kita. Ini
bukan cuma soal rasa peduli lagi sih.
Ini udah berhubungan dengan ee kebusukan
hati ya, kurangnya rasa empati,
kurangnya rasa ee manusiawi gitu ya.
Pasti kalian udah tahulah kasus ini.
Udah banyak berseleweran di sosial media
pemberitaannya tentang seorang pria yang
meninggal dunia hanya karena dia tidur
di masjid lalu dia menerima perlakuan
yang benar-benar mengerikan, kasar,
hingga harus dia bayar dengan nyawanya.
Ya rasanya waduh miris banget ya. Enggak
minta apa-apa dia. Lagian enggak minta
juga sih. Lagian enggak ada aturan
larangan selama ini sejauh ini dilarang
tidur di lingkungan masjid tuh enggak
ada setahu gue ya. Kecuali dia tidur
misalkan di tikar masjid di benar-benar
di tikar tempat salat terus dia ngiler.
Nah, itu kan bisa jadi najis gitu ya.
Bisa jadi kotor untuk orang salat. Tapi
ini enggak gitu. Benar-benar mengerikan.
sebuah rumah ibadah sekarang ya sudah
bisa menjadi tempat untuk menghilangkan
nyawa orang lain. Padahal seperti yang
kita tahu tempat ibadah seharusnya suci
dari perbuatan dosa, tapi malah ya
dijadikan tempat untuk menganiaya.
Seperti yang kita tahu ya sebenarnya kan
enggak cuma masjid, rumah-rumah ibadah
lain seperti gereja, pure, kuil, dan
sebagainya lah ya itu seharusnya menjadi
ruang yang paling aman bagi siapa saja
untuk berlindung di bawahnya. Nah, tapi
sayangnya rasa aman ini hilang seketika
karena ada sebuah insiden di mana ya
yang gua sebutkan tadi seorang pria
tertidur di masjid, dia seorang
perantau. Bahkan kabarnya dia yatim
piatu eh malah dia dihabisi oleh
orang-orang yang merasa ee punya
tanggung jawab untuk menjaga masjid
tersebut. Ini kalau curiganya gua ya.
Ini orang-orang dengan ee apa ya? Isi
kepala yang lagi pusing, mumet, gak tahu
harus mau lampiasin ke siapa. Akhirnya
ya terjadi hal ini. Karena gue yakin
banget 1000% itu orang-orang yang
menghabisi nyawa anak yatim piatu yang
sedang tertidur di masjid ini. Jangankan
untuk menjaga masjid, salat aja dia
masih bolong-bolong. Gua yakin. Jadi
ketimbang el merasa kayak lu sempurna,
suci, menjaga masjid dari orang-orang
tidur, mending lu fokus sama ibadah lu.
Sempurnakan ibadah lu ketimbang lu harus
sok-sokan, gaya-gayaan. ngejaga
kebersihan masjid hanya karena orang
tertidur. Gua enggak paham ya dari kasus
ini tuh kenapa bisa terjadi? Apa mungkin
dia menganggap keberadaan si pria atau
si anak yatim piatu tersebut sebagai
ancaman? Ya, karena memang ada beberapa
kejadian sih di masjid-masjid lain ya.
Ada orang yang mungkin asing terlihat di
sana ee datang ke masjid ya
celingak-celinguk bukan cuma numpang
tidur tapi terkadang pura-pura ibadah
tahu-tahu mencuri kotak amal. Nah,
kasus-kasus kayak gini memang sering
terjadi sebelumnya. Namun ya kayaknya
bukan sebuah solusi ketika ada hal yang
mencurigakan atau justru orang yang
tertangkap basah mencuri gitu ya atau
melakukan sesuatu yang tidak wajar di
masjid terus langsung dihakimi kayaknya
enggak bangetlah ya apalagi ini dia
numpang tidur CCTV ada, dia harus
membayar dia numpang tidurnya itu dengan
nyawa di video yang memperlihatkan
ketika si korban ini ya di apa ya di
masa secara membabi buta itu menyebar
dengan cepat di sosial media. Siapa aja
yang melihatnya pasti merasa miris dan
sedih. Banyak yang enggak percaya bahwa
kekerasan bisa terjadi di tempat yang
seharusnya menjadi simbol kasih sayang
dan kemanusiaan. Ya kan di masjid,
tempat orang ibadah. Nah, hari ini gua
pengen ngerangkum pemberitaan ini. Kita
bahas bareng-bareng siapa pria ini
sebenarnya dan apa yang sebenarnya
terjadi di saat itu. Sampai-sampai
korban harus membayar dengan nyawa di
rumah ibadah tersebut. Nah, jadi
langsung aja nih kalian harus simak dari
awal sampai selesai tentang pembahasan
ini supaya bisa menjadi pembelajaran
untuk kita semua termasuk gua juga. Oke,
halo geng. Welcome back to Kamar Jerry
Ging
Geng. Untuk pembahasan pertama kita akan
membahas sosok dari korban yang bernama
Arjuna Tamaraya.
Jadi, Geng, peristiwa ini terjadi di
kota Sibolga, Sumatera Utara pada hari
Jumat tanggal 31 Oktober 2025 sekitar
jam .30 dini hari. Ketika itu ada
seorang pria bernama Arjuna Tamaraya
yang datang ke Masjid Agung Sibolga yang
berlokasi tepatnya di Jalan di Ponegoro.
Usianya itu masih cukup muda, Geng.
Masih e 21 tahun dan dia pun bukan warga
asli Sibolga. Arjuna ini merupakan warga
asal si Melu, Aceh. Nah, dari daerah
tempat tinggalnya aja udah jauh banget
tuh si Melu itu. Kayak lu dari Aceh tuh
mesti nyebrang lagi kayak 7 jam mungkin
6 jam gitu dari Labuhan Haji Aceh
Selatan.
Nah, diketahui ya ayahnya Arjuna ini
sudah meninggal dunia sementara ibunya
menetap di Semelu. Nah, dia adalah anak
kedua dari empat bersaudara dan Arjuna
adalah anak laki-laki satu-satunya. di
beberapa kabar katanya sih dia ini anak
yatim piatu, tapi gak jelas nih ada yang
bilang ibunya masih hidup, ada yang
bilang ibunya sudah meninggal juga. Nah,
tapi di dalam hal ini gua mengambil
informasi dari media sosial aja bahwa
dia ini dikatakan yatim piatu gitu ya.
Tapi nanti kita pastikan lagi apakah
ibunya masih ada atau enggak. Terus,
Geng, kedua adiknya Arjuna ini saat ini
sedang menempuh pendidikan di Banda
Aceh. Sebagai pengganti sosok ayah di
keluarga, Arjuna pun merantau sembari
menjadi tulang punggung keluarga. Demi
bisa menghidupi keluarga dan membiayai
pendidikan kedua adiknya, Arjuna ini
rela pergi ke kota tetangga untuk bisa
bekerja di sana. Di Sibolga, ya, dia ini
menetap di sana. Selama berada di kota
tersebut, Arjuna berprofesi sebagai
nelayan. Cuma sepertinya nelayan yang
dimaksud ini bukan nelayan yang
memancing ikan menggunakan kapal kecil,
melainkan dia ini kayak awak kapal besar
gitu loh, Geng.
Ikut buat-buat nelayan.
Buat nelayan untuk menangkap ikan kan
ada yang dia pergi itu piser kapal piser
selama 3 bulan. Ada juga yang cuman 1
minggu atau paling lama 12 hari.
Terus dari informasi yang gua dapatkan,
ternyata Arjuna sempat menjadi mahasiswa
juga, sempat kuliah. Nah, cuma tidak
diketahui di manakah dia berkuliah pada
saat itu. Sebab ketika e gua cari tahu
informasi di situs PDKTI, itu enggak ada
informasi mengenai Arjuna ini. Dan tidak
diketahui juga apakah Arjuna lulus dari
kampus tersebut atau memilih
mengundurkan diri. Yang jelas di mata
keluarga, Arjuna ini dikenal sebagai
seseorang yang memiliki kepribadian yang
baik dan juga santun. Nah, sebagai
satu-satunya anak laki-laki di keluarga,
dia juga merupakan sosok anak yang
bertanggung jawab dan menjadi sosok
pengganti figur ayah yang baik bagi
keluarga. Mungkin bagi sebagian orang
yang pernah mengenyam pendidikan tinggi,
menjadi nelayan adalah profesi yang
sering sekali bukan jadi pilihan bagi
anak muda, tapi ee berbeda untuk Arjuna.
Menjadi nelayan tidak jadi soal buat
dia, asalkan kebutuhan keluarganya bisa
terpenuhi dan memastikan jika
adik-adiknya tidak putus sekolah dan
pendidikan. Nah, sebelum insiden naas
ini terjadi ya, Arjuna ini sempat
mengabari pamannya, Geng. Jadi, adik
dari ayahnya namanya itu Kautsar Amin.
Nah, momen itu terjadi seminggu sebelum
Arjuna ini pergi melaut bekerja. Memang
bagi orang-orang yang bekerja di laut
itu mengabari keluarga hanya ketika dia
sudah kembali ke darat. Soalnya di
tengah laut biasanya enggak ada sinyal,
enggak ada ee alat komunikasi yang
memadai. Nah, terus geng pada saat itu
Arjuna sempat mengabari pamannya ini
yaitu Kausar dan dia menghubungi melalui
aplikasi Messenger lalu mengatakan kalau
dia akan berangkat melaut dalam waktu
dekat.
Lalu abang saya nelpon, "Dek, adik, dek,
abang berangkat ya." Katanya selama 3
bulan berangkat kapal pisar katanya.
Oh, iya. Cahaya bilang hati-hati ya
baik-baik di sana. Cahaya bilang gitu.
Sekembalinya dari melaut kurang lebih
dari sekitar 2 bulan, Arjuna menghubungi
adiknya yang saat ini menetap di Banda
Aceh. Nah, jadi setelah dia selesai
melaut tuh menurut cerita dari pamannya
Kausar, rencananya Arjuna ini bakal
kembali berangkat di hari Sabtu pagi di
tanggal 1 November 2025. Yang mana
biasanya kata pamannya ya, jika Arjuna
mengetahui Kausar sudah kembali dari
melaut, Arjuna bakal menemui Kausar
terlebih dahulu. Nah, dari sini kita
tahu ya sepertinya Kausar juga memiliki
profesi yang sama nih dengan Arjuna,
yaitu seorang nelayan. Namun karena dia
tidak tahu jika Kausar sudah pulang
sembari menunggu kapal tempat dia
bekerja berangkat, Arjuna ini memilih
untuk beristirahat sebentar. Nah, ketika
itu dia tuh kayak kecapekan. Dia
istirahatlah sebentar di sebuah masjid
yaitu Masjid Agung Sibolga. Waduh,
namanya berat nih. Masjid Agung.
Masihkah agung nih kalau orang-orang di
sekitar sana memperlakukan orang apa
memperlakukan manusia kayak gitu ya.
Kasihan nama masjidnya bagus banget,
Masjid Agung Sibolga. Tapi ya ada
tragedi berdarah di sana. Ini bakal
diingat seumur hidup ya. Masjid ini
bukan cuma tempat ibadah tapi pernah
menjadi tempat penganiayaan sesama umat.
Haduh sakit banget ya.
Nah, terus geng pihak keluarga apalagi
Arjuna itu tidak pernah menyangka kalau
tempat ini ya tempat di mana dia
beristirahat menjadi tempat yang
seharusnya memberikan rasa aman untuk
siapa saja yang datang ke sana entah
untuk beribadah atau istirahat sebentar
justru akan menjadi tempat di mana
Arjuna bakal meregang nyawa dengan cara
yang begitu tragis. suatu hal yang tidak
pernah dibayangkan oleh siapapun. Jika
masjid tempat ibadah ya secara spiritual
kita kalau apa ya kalau dalam bahasa
kiasannya itu ya bagi umat muslim tempat
ini adalah tempat bertemu dengan Allah
Subhanahu wa taala ya secara kiasan nih
sang Maha Pencipta. Nah, tapi tiba-tiba
berubah menjadi saksi bisu kebrutalan
dari manusia itu sendiri. Nah, jadi
kurang lebih begitulah ya, Geng. ee
cerita dari background-nya Arjuna sampai
bagaimana ya peristiwa singkat ketika
dia bisa berada di Masjid Agung Sibolga
itu. Ternyata dia sedang menunggu
pamannya. Sekarang kita akan masuk ke
dalam pembahasan dari inti video ini,
yaitu kronologi ketika Arjuna meregang
nyawa. Apa yang sebenarnya terjadi pada
saat itu? Dia kan cuma numpang istirahat
nih, nunggu pamannya menepi dari laut ya
kan. tiba-tiba kok dia bisa menjadi
sasaran dan korban penganiayaan yang
berujung pada meregangnya nyawa Arjuna
ini. Nah, kita bahas secara lengkap.
Jadi, geng kalau dari cerita pamannya
yang bernama Kausar tadi, Arjuna ini
memang pergi ke masjid raya Siibolga
untuk beristirahat sembari menunggu
kapal tempat dia bekerja berangkat. Nah,
pada hari Jumat itu sekitar jam .30 du
dini hari Arjuna itu enggak ucuk-ucuk
langsung datang ke masjid terus langsung
beristirahat. Enggak. Dia itu lebih dulu
mendatangi seorang pria berinisial ZPA.
Usianya itu 57 tahun ya. Nah, dia ini
mau minta izin tidur di masjid itu. Nah,
ada dua informasi nih, Geng, terkait
inisial dari ZPA. Ini ada yang bilang
kalau inisialnya itu sebenarnya ZP alias
A, bukan ZPA. Nah, tapi yang jelas ya
ketiga huruf itu dipakai. Oke, kita
sebut aja inisialnya ZPA. Nah, dari sini
kita bisa lihat ya. Jika Arjuna
sebenarnya tahu etika, tahu sopan
santun, sebab dia tahu jika mungkin ada
yang merasa tidak nyaman melihat
seseorang tidur di masjid dan mungkin
takut juga nantinya dia bakal dikira
adalah gelandangan yang apa ya, yang
datang ke sana tuh cuma pengin numpang
mandi, numpang tidur, terus maling gitu.
Yang ada nantinya dia bisa diusir dari
sana, makanya dia minta izin dulu. Nah,
tapi geng meskipun dia sudah minta izin,
ternyata ZPA ini melarang Arjuna untuk
tidur di masjid. Nah, jadi dari awal itu
ada obrolan kalau e dia itu sebenarnya
dilarang tidur di sana.
Tanggal 31 ya itu abang saya kan
istirahat di masjid tidur.
Lalu ada satu orang pelaku yang menegor
menegor mengatakan bahwasanya
tidak boleh tidur di situ. Ibarat kata
dia melaranglah.
Nah, tapi ternyata setelah si ZPA ini
melarang Arjuna, dia pikir Arjuna ini e
bakal mengurungkan niat untuk tidur di
sana. Jadi kayak ya udah deh pulang
gitu. Tapi ternyata enggak. Sekitar jam
. dini hari seorang pria lain yang
berinisial HBK usianya 40 tahun dia itu
sedang tidur di lantai du masjid. Nah,
ada yang tidur juga nih di lantai du.
Dia mendengar adanya suara teriakan
seperti orang kerasukan. Dia gak tahu
suara itu dari mana, apakah suara hantu
atau gimana gitu. Karena itu HBK
langsung memeriksa suara apa yang dia
dengar dan dia mencari tahu sumber suara
itu. Tiba-tiba nih ketika si HBK ini
menuruni anak tangga dan menuju ke area
teras masjid, dia menemukan adanya
seorang pria dalam posisi tidur di teras
masjid. Nah, ini enggak diketahui ya
yang dimaksud apa namanya e suara hantu
tadi itu suara apa. Tapi kemungkinan
besar nih perkiraan orang-orang itu
adalah suara dari Arjuna yang sedang
tidur terus mengigau atau mungkin lagi
ngorok atau gimana. Nah, tapi yang jelas
suaranya dia itu sampai terdengar oleh
si HBK tadi. Terus si HBK ini ketika
melihat Arjuna yang tidur di sana, dia
lantas mendekat dan mencoba membangunkan
si Arjuna. Nah, cuma geng mungkin karena
kelelahan atau ya capek bangetlah ya,
namanya juga orang melaut gitu, Arjuna
tetap tidak terbangun. Seberapa keras
HBK ini membangunkan ee Arjuna, dia
tetap enggak bangun. Nah, Arjuna yang
tidak bangun ini ternyata membuat si HBK
langsung memanggil si ZPA, orang yang
pertama kali dimintai izin oleh Arjuna
untuk tidur di sana, namun menolak,
gitu. Tidak berselang lama, ZPA
menghampiri HBK dan bersama-sama mereka
membangunkan Arjuna. Arjuna sempat
terbangun. Dia kemudian menatap ke arah
HBK sambil mengeluarkan suara seperti
mengeram. Kayak e misalnya gua praktekin
ya, dia tidur terus kayak ahh apa sih?
Gitu. Tapi mungkin enggak ada kata-kata
cuman hem aja gitu. Melihat ada orang
yang membangunkan dia, Arjuna justru
tidak bangun melainkan dia lanjut tidur.
Mungkin udah capek banget gitu, Geng.
Terus masih enggak berhenti. Mereka
enggak nyerah untuk membangunkan Arjuna.
ZPA di saat itu berinisiatif untuk
memanggil beberapa orang lain yaitu yang
berinisial SSJ, RSC, dan CLI. Nah,
datanglah mereka geng ke tempat si
Arjuna ini tidur tadi. CLI ya berusaha
membangunkan Arjuna dengan cara
menggoyangkan badannya. Jadi
didorong-dorong gitu, Geng. Karena
Arjuna yang masih tidak kunjung bangun,
CLI sampai menarik bajunya Arjuna hingga
membuat posisinya dia yang tadinya
tertelungkup sampai berdiri gitu. Jadi
diangkat gitu, Geng. Enggak sampai di
situ aja, CL ini bahkan menarik tubuh
Arjuna lewat bajunya nih. Dari bajunya
dia tarik itu sampai terseret 3 m dari
posisi semula ya. Karena seperti yang
kita tahu ya, lantai masjid kan licin
kan. Pas ditarik itu sep langsung
keseret. Arjuna yang enggak
bangun-bangun juga dari tidurnya semakin
membuat mereka kesal dan emosi. Nih
orang kok kebo banget, kok batu banget
nih disuruh bangun enggak mau bangun.
Nah, lalu yang bereaksi selanjutnya
adalah inisial SSJ. Dia langsung
menginjak kepala Arjuna dan perut Arjuna
masing-masing satu kali, lalu menarik
kaki kanan Arjuna serta menyeretnya ke
arah luar masjid. Dalam aksi itu, Geng,
kepala Arjuna terbentur anak tangga
hingga bocor mengeluarkan cairan merah.
Robek tuh kepalanya. Nah, enggak cukup
sampai di situ aja. SSJ juga memeriksa
kantong celana Arjuna. Dia menemukan
uang sebesar Rp10.000. SSJ ini sempat
ambil uang tersebut. Nah, ini udah mulai
ke tahap kekerasan nih. Di saat itu
Arjuna udah kaget lah, udah bangun
jatuhnya. Nah, belum puas dia mengambil
uang ya sebesar 10.000 tadi, si SSJ ini
memeriksa tasnya Arjuna. Jatuhnya ini
udah kayak ee ngerampas atau ya malah
ngejarah gitu. Bukan lagi niat untuk
membangunkan si Arjuna, tapi justru udah
ya niatnya udah jahat. Terus dilanjutkan
lagi oleh si SSJ ini dengan mengambil
sebuah sendal. Lalu sendal tersebut dia
pukul ke pipi Arjuna sebanyak tiga kali.
Jadi ditampar pakai sendal gitu. Lalu
geng SSJ pun tidak bisa membendung
emosinya dan merasa apa yang sudah dia
perbuat kepada Arjuna belum puas dan
belum cukup untuk menurunkan emosinya.
SSJ melihat ada satu buah kelapa yang
tergeletak di sekitar area masjid. Nah,
ini gua enggak paham nih kenapa ada
kelapa di sana. Apa mungkin ada pohonnya
atau gimana? Yang jelas di sana ada
kelapa. Dan SSJ ini mendekati kelapa
tersebut dan melemparkan kelapa itu ke
arah kepala Arjuna. itu kan udah sama
aja kayak lu ngelempar batu ya, kelapa
kan berat keras gitu. Arjuna yang udah
enggak berdaya itu enggak sanggup untuk
menghindar. Akibatnya hantaman buah
kelapa itu mendarat tepat. Ya, istilah
anak-anak PUBG atau FF tuh headshot gitu
ya, tepat di kepala. Kebayang tuh otak
orang ya diadu sama kelapa.
Goyang otaknya. Terus Geng, ada versi
lain nih, Geng, dari kronologi soal
bagaimana Arjuna ini dianiaya.
informasinya nih gua dapatkan dari media
Tribun News ya. Ini koreksi gua kalau
salah dalam menyampaikan atau memfilter
informasi tapi yang jelas ini gua
sampaikan ke kalian. Jadi ini dikutip
dari pernyataan pamannya si Arjuna yang
bernama Kautsar. Dari ceritanya Kautsar
itu dikatakan Arjuna memang datang ke
masjid tersebut untuk istirahat. Pada
saat itu di halaman masjid ada seorang
ibu-ibu penjual nasi goreng dan Arjuna
sempat membeli dagangan seibu-ibu itu.
Nah, ini beda versi nih, beda versi alur
nih ya. Dia sempat ngobrol juga dengan
ibu-ibu penjual nasi goreng dan
menanyakan apakah dia bisa istirahat
untuk tidur di masjid sebentar. Dan
ibu-ibu penjual nasi goreng sebenarnya
tidak melarang Arjuna. Bahkan
menyebutkan jika masjid kan rumah Allah
katanya. Jadi siapa aja bisa masuk ke
sana apalagi cuma ingin beristirahat
sejenak. Karena si ibu penjual nasi
goreng ini bilang boleh untuk tidur di
sana. Arjuna merasa lega. Dan setelah
menyantap nasi goreng, dia langsung
masuk ke area masjid dan mencari tempat
untuk tidur. Tidak lama setelah Arjuna
terlelap, datanglah seorang tukang sate
yang juga berjualan di sekitar area
masjid. Nah, tukang sate inilah yang
kemudian mengusir Arjuna dengan alasan
tidak boleh bagi siapapun untuk tidur di
masjid. Ya memang sebagian besar sih ada
ya penjaga masjid atau orang-orang yang
mengelola marbot gitu yang enggak
memperbolehkan orang tidur di masjid.
Ya, alasannya itu. Takut ngiler terus
jadi najis gitu, enggak sah orang salat
gitu kan. Di saat itu ya Kausar pamannya
Arjuna menganggap Arjuna ini sudah
sangat lelah, sudah capek banget
sehingga dia memilih untuk tidak
mengikuti atau tidak peduli dengan
larangan si tukang sate tadi. Nah,
melihat tegurannya tidak ditanggapi
dengan serius, si tukang sate tersebut
kemudian memanggil empat temannya dan
langsung menghajar Arjuna. Nah, untuk
bagaimana aksi penganiayaan dilakukan
kurang lebih sama, Geng, dengan apa yang
sudah gua ceritakan di versi sebelumnya.
Perbedaannya itu adalah e di bagian
siapa sih orang-orang ini sebenarnya
awal mula kejadiannya itu melibatkan
siapa aja. Perbedaan cuma di situ. Dari
versi kronologi kedua ini, Geng. Berarti
bisa dikatakan ZPA tadi bukanlah
merupakan pengurus masjid atau marbot
masjid, melainkan dia cuma seorang
pedagang sate yang berjualan di sekitar
masjid. Nah, gue juga enggak bisa
memastikan apakah versi yang kedua ini
benar atau enggak karena kan yang
bercerita ini adalah paman dari korban
ya. Jadi, misalkan nanti ada update
terbarunya nih soal kebenaran versi ini
bisa ditambahkan ya, Geng, di kolom
komentar ketika video ini tayang. Oke,
kita lanjut lagi nih, Geng, ke
kronologinya. Nah, jadi setelah merasa
apa yang dilakukan oleh orang-orang ini
terhadap Arjuna sudah setimpal dengan
kesalahan yang dia perbuat, yaitu cuma
tidur di teras masjid, mereka semua
meninggalkan Arjuna yang sudah terkulai
dengan lemas dan mereka membubarkan
diri. Anak orang dibiarin kayak gitu
aja, kepalanya bocor ya, udah dihantam
pakai kelapa lagi. Nah, sekitar jam 45
pagi waktunya untuk salat subuh,
tiba-tiba datanglah marbot masjid. Dia
melihat dari CCTV ada warga yang
berkumpul di halaman parkiran dan dia
datang menghampiri dengan mengajak
temannya. Setelah dia hampiri
orang-orang itu, warga tadi melihat ada
seorang pria dengan keadaan tidak
sadarkan diri ditambah dengan adanya
luka di bagian dahi yang mengeluarkan
cairan merah. Jadi dahinya robek bocor.
Nah, di dalam informasi lain dikatakan
jika yang pertama kali melihat e pria
tersebut yang merupakan Arjuna ya itu
adalah marbot masjid itu sendiri bukan
karena dia melihat CCTV. Nah, ini ada
dua versi juga nih. Ada yang bilang si
marbot ini langsung ngelihat. Ada juga
yang bilang marbotnya itu ngelihatnya
dari CCTV. Terus geng selanjutnya warga
sekitar sempat memanggil pihak
kepolisian dan membawa Arjuna ke RSUD FL
Tobing Sibolga. Di rumah sakit tersebut,
tenaga medis berusaha sebisa mungkin ya
agar bisa menyelamatkan nyawa Arjuna
dari maut. Jadi udah ditolong gitu di
apa ya dibawa ke rumah sakit. Namun
nahasnya ternyata nyawa Arjuna tidak
bisa tertolong. Dia dilaporkan meninggal
dunia pada hari Sabtu tanggal 1 November
2025 sekitar jam55
pagi. Innillahi wa inna ilaihi rojiun.
Alfatihah.
Kasus meninggalnya Arjuna ini langsung
menyebar dengan cepat di media sosial.
Banyak media yang memberitakan soal
meninggalnya seorang pria asal Aceh,
Sielu ya, karena menjadi korban
penganiayaan atau pengeroyokan di
Sibolga. Keluarganya pun tahu informasi
tersebut justru dari Facebook. Awalnya
mereka enggak menyangka jika yang
menjadi korban itu adalah Arjuna karena
kan berita ini viral dikeroyok di
masjid. Nah, keluarganya ngelihat kayak,
"Ih, kok tega ya ada orang yang
melakukan kayak gini." Dan ternyata itu
keluarganya mereka, tulang punggung
keluarga mereka. Nah, lalu geng awalnya
mereka enggak percaya. Namun ketika
terungkap jika benar korban itu adalah
Arjuna, pihak keluarga syok. Mereka
menangis sisteris gak bisa terima dengan
kondisi ini. Enggak ada yang menyangka
kalau Arjuna menjadi korban penganiayaan
di sebuah masjid. Dan pihak kepolisian
pun juga langsung menghubungi keluarga
Arjuna untuk menginformasikan terkait
kondisi Arjuna sekaligus untuk meminta
izin kepada pihak keluarga agar Arjuna
bisa diotopsi demi ya membuka tabir soal
kasus ini. Siapa pelakunya, kenapa
Arjuna bisa meninggal dan lain-lain.
Pihak keluarga pun mengizinkan. Ya,
hasilnya menunjukkan penyebab dari
meninggalnya Arjuna akibat adanya
gumpalan cairan merah yang disebabkan
oleh pukulan di belakang kepala. Jadi
pendarahan dalam yang kemudian
diperparah dengan hantaman batok kelapa
tadi. Gila kepala orang loh digituin.
Diinjak, diseret sampai kepentok di anak
tangga lalu dilempar kelapa. Apa enggak
hancur ya? Oke, di sini kalian udah tahu
ya, Geng, kronologinya ada dua versi ya,
ada dua sudut pandang ya. Kalian bisa
cek sendiri nanti mana yang benar, tapi
yang jelas ending-nya sama. Sekarang
kita akan masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya mengenai bagaimana
penangkapan dari para pelaku. Kita
bahas.
Jadi, Geng, pasa kejadian Arjuna yang
dianiaya hingga kehilangan nyawa, polisi
dengan cepat menyelidiki dan sudah
mengambil kesimpulan jika apa yang
dialami oleh Arjuna adalah sebuah tindak
pidana yang mana harus ada orang yang
bertanggung jawab atas kematiannya. Nah,
tidak membutuhkan waktu lama, polisi
langsung menemukan keberadaan para
pelaku. Di hari yang sama dengan hari
kejadian, yaitu di hari Jumat tanggal 31
Oktober, petugas polisi menangkap yang
namanya ZPA dan HBK. Mereka berdua
ditangkap di sekitar lokasi kejadian dan
keesokan harinya ada lagi SSJ yang
ditangkap di jalan lintas Sibolga
Padang, Sidempuan KM 13, Kecamatan
Pandan yang mana di saat itu dia mau
melarikan diri. Nah, sebenarnya otaknya
ini dia nih SSJ ini dialah yang
menghabisi nyawa Arjuna. Sementara,
geng, ketika itu ada dua pelaku lain
yaitu RC dan CLI yang mana mereka belum
tertangkap. Namun berkat kerja keras
pihak kepolisian untuk penangkapan
mereka ee juga tidak membutuhkan waktu
yang lama. Yang mana RC ditangkap ketika
dia bersembunyi di dalam rumah warga
yang mana lokasi rumah tersebut tidak
jauh dari lokasi kejadian yaitu di
Masjid Agung Sibolga. Sementara yang
namanya CLI tadi itu justru tidak kabur,
Geng. melainkan dia diserahkan oleh
pihak keluarganya ke Polres Sibolga.
Nah, mereka pun akhirnya dibawa ke
Polres Sibolga dan sudah lengkap
kelima-limanya yang menjadi pelaku atas
penganiayaan terhadap Arjuna ini. Pasti
kalian penasaran ya apa sebenarnya
motifnya. Apakah benar cuma karena
pengin tidur di masjid terus dihabisi?
Ya, kayaknya
otaknya sih kalau menurut gua SSJ tadi
ya. Niatnya emang nih orang busuk nih
sampai ngambilin duit, meriksain tas ya
kan. itu udah bukan lagi ya cerita soal
menjaga masjid, tapi memang nih orang
lapar aja pengin ambil duit orang gitu.
Nah, setelah diperiksa oleh polisi ya,
polisi membeberkan motif di balik aksi
penganiayaan tersebut. Menurut
kesimpulan awal yang diperoleh oleh
polisi setelah menginterogasi para
pelaku, dikatakan jika motifnya adalah
karena para pelaku itu merasa
tersinggung atau mungkin mereka merasa
ngapain Arjuna mau tidur di situ? Ya
kan? Nah, untuk sementara belum ada
motif lain. Mereka memang ceritanya
kayak gitu. Mereka tuh enggak terima.
Mereka tuh enggak suka Arjuna tidur di
situ. Sehingga ya untuk saat ini polisi
masih terus melakukan ee penyelidikan
secara mendalam. Padahal nih, Geng,
tidak pernah ada larangan di dalam agama
Islam nih ya, bagi orang-orang yang
ingin beristirahat atau ya tidur di
masjid. Ya, masjid merupakan rumah Allah
subhanahu wa taala dan sehingga ya
sebaiknya disimbulkan jika masjid itu
ramah bagi siapapun. Termasuk anak-anak
yang main-main berlarian pun tuh enggak
apa-apa sebenarnya di masjid ya. Kalau
sekarang di Indonesia itu justru ya
orang-orang tua nih ya boomer-boomer
gitu, gen-gen boomer-boomer ini ya kalau
lihat anak kecil bercanda di masjid
lari-larian dilarang disuruh keluar itu
salah. Coba deh Bapak-bapak itu sesekali
tuh main ke penang Malaysia lihat
masjid-masjid di sana. Anak-anak di
penang Malaysia itu ya itu disuruh
diminta untuk bermain di lingkungan
masjid. Mau mereka kejar-kejaran, main
sepeda, terserah. Tapi yang jelas nanti
di sela-sela itu mereka mengaji, ada
salatnya. Nah, selebihnya mereka bermain
ya anak kecil mau ngapain lagi? Ya,
bermainlah. Anak kecil itu sebenarnya ya
dari umur kayak 5 sampai 10 tahun itu
kewajibannya bukan belajar, kewajibannya
bermain tapi sambil belajar. Nah, itu
artinya dari kalimatnya aja udah jelas
bermain sambil belajar. Artinya
bermainnya lebih banyak, belajarnya
sedikit aja 70 30 kurang lebih kayak
gitu. Dan kalau bisa bermainnya di
lingkungan masjid supaya mereka lebih
familiar lagi dengan masjid. Nah, kalau
sekarang enggak di Indonesia ya,
Bapak-bapak tua-tua ini ya. Kalau
anak-anak kelihatan lagi main-main di
masjid, oh marahnya bukan main, marahnya
udah kayak apaan tahu? Diusir, udah
kayak hewan aja. Ya, begitulah. Sekarang
kita bisa lihat ya, masjid-masjid di
Indonesia tuh banyakan sepi. Ditambah
lagi dengan kejadian kayak gini makin
tidak ramah gitu. Nah, semoga kita
berharap ya para pengurus-pengurus
masjid bisa berbenah soal ya keramahan
terhadap orang-orang di masjid,
keramahan terhadap umat ya, termasuk
buat anak kecil dan orang-orang yang ee
musafir, beristirahat ya kan pengin
merasakan kesejukan di masjid ya
tolonglah diberikan wadahnya jangan
sombong banget gitu. Nah, jadi masjid
tidak cuma dijadikan tempat ibadah tapi
juga tempat berlindung ya kan. Nah, kita
ambil contoh aja. Di zaman Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, Masjid
Nabawi selalu terbuka untuk umum. Bahkan
ada seorang sahabat yang bernama
Tamamah, dia itu sebelum masuk Islam itu
sering tidur dan bermalam di dalam
masjid. Nah, inilah dalil yang dijadikan
dasar bagi Imam Syafi'i bahwa hukum
tidur di dalam masjid adalah mubah atau
boleh. Pertimbangannya, kalau untuk
nonmuslim aja dibolehkan, maka apalagi
buat seorang muslim, masjid sudah
selayaknya dikelola menjadi tempat yang
ramah untuk siapapun, Geng. Nah,
sementara saat ini, Geng, seiring dengan
berdirinya bangunan masjid yang
mentereng dan megah gitu ya, oleh
pengelolanya dan mungkin orang-orang
sekitarnya, masjid justru diperlakukan
secara eksklusif. Gua juga sempat
menemukan ada kasus di mana masjid itu
tidak boleh dimasuki oleh orang-orang
luar yang bukan termasuk ke dalam e
organisasi tertentu. Itu ada. Itu ada di
kalau enggak salah tuh daerah Jawa mana
gitu ya, timur apa tengah. Gua lupa.
Sempat viral. Kalau kalian tahu e kasus
itu boleh tinggalkan di kolom komentar.
yang mana ee ada seorang musafir gitu ya
yang mampir ke lingkungan masjid, dia
pengin salat, tapi ternyata tuh dia
kayak di apa ya, kayak di bukan
cemoohin, kayak dicuekin gitu sama
orang-orang sana. Dan ternyata masjid
itu diisi oleh orang-orang dengan
organisasi tertentu. Jadi orang Islam
sesama muslim tapi punya organisasi dan
itu masjidnya mereka. Nah, ini udah
benar-benar salah banget enggak sih,
Geng? Nah, kadang ada juga nih
masjid-masjid yang pintunya hanya
terbuka bagi waktu tertentu aja. Sehabis
salat berjamaah, pengelola masjid
menutup dan mengunci pintu masjid
rapat-rapat dengan alasan masjid adalah
tempat yang suci dan sakral. Nah,
kebanyakan masjid saat ini diperlakukan
hanya untuk kegiatan salat dan zikir
aja. Anak-anak yang sedang tumbuh
belajar tata cara beribadah yang sering
bercanda dan bermain di masjid itu
sering dimarahin, diusir, dan orang yang
beristirahat dan tidur di lingkungan
masjid diperingatkan, bahkan
dikeluarkan, disuruh cabut. Nah, seperti
yang dialami oleh Arjuna ini. Padahal di
dalam Al-Qur'an dan hadis tidak ada
satuun yang menjelaskan fungsi masjid
hanya untuk ibadah yang sakral semata.
Enggak. Dan bahkan perlu kalian tahu,
umat Yahudi yang selalu bertentangan,
berlawanan dengan Islam itu boleh
beribadah di masjid. Kalau enggak
percaya, cari aja. Cari aja buktinya.
Kalau emang gua salah dalam mengatakan
ini, orang Yahudi boleh beribadah di
masjid. Coba cari kalau enggak percaya.
Apalagi orang Islam yang cuma pengin
numpang istirahat.
Yahudi aja boleh kok masuk ke masjid.
Nah, dan ada banyak dalil, Geng, yang
menjelaskan fungsi masjid itu tidak
hanya didirikan untuk menjalankan
kegiatan keagamaan. Misalnya ketika
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dalam sebuah hadis yang diriwayatkan
oleh Aisyah radhiallahu anha yang mana
di saat itu Rasulullah berlomba gulat
dengan para sahabat di dalam masjid.
Bahkan nah berlomba gulat itu wrestling
kayak Khabib. Karena kenapa? Kalau
kalian tanya kok ee orang-orang Dagestan
terus juga petarung-petarung muslim itu
jago-jago banget graplingnya, jago
banget sambonya, jujitsu ya kan. Nah itu
karena memang gulat, memanah, berkuda
itu adalah salah satu olahraga sunah di
dalam Islam. Makanya banyak tuh
umat-umat Islam yang jago untuk grapling
atau ee main peluk, main ngunci-ngunci
itu karena itu jadi mengikuti sunah
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Nah, bahkan Rasulullah pernah
melaksanakan atau berlomba gulat,
berlomba grappling itu di dalam masjid
loh. Nah, pada saat itu ya Umar bin
Khattab tidak berkenan ya karena
diadakannya di dalam masjid. Namun
setelah dia datang dan melihat
Rasulullah bergulat di dalam masjid maka
Umar memakluminya. Nah, sebagai rumahnya
Allah Subhanahu wa taala sepatutnya
lebih didahulukan fungsi masjid yang
ramah dibandingkan fungsi masjid yang
suci dan sakral. Karena masjid yang
ramah bisa berfungsi menjadi tempat
berteduh bagi siapapun yang membutuhkan.
Lagi-lagi geng apa ya? Kalau lu mau
beribadah
ya lu butuh apa ya? Berbuat baik itu
juga ibadah gitu. Lu berbuat baik kepada
orang, memaklumi orang yang capek,
beristirahat di masjid itu adalah bentuk
ibadah juga gitu. Ibadah itu enggak cuma
salat, ngaji, dan zikir doang gitu.
Pertimbangan inilah yang menjadikan
argumentasi mayoritas ulama mazhab di
dalam Islam untuk memperbolehkan tidur
di dalam masjid. Nah, termasuk mazhab
Maliki. Sekalipun di dalam mazhab ini,
mereka itu menganggap makruh tidur di
dalam masjid bagi mereka yang sudah
memiliki tempat tinggal. Makruh itu
artinya itu dianjurkan untuk tidak
dikerjakan, tapi kalau memang dikerjakan
juga enggak berdosa. Nah, itu artinya
makruh. Nah, di dalam mazhab Maliki aja
itu artinya setidak-tidaknya
diperbolehkan bagi yang punya tempat
tinggal, gitu. Nah, karena itu, Geng,
kasus dari Arjuna ini bakal terdengar
sangat-sangat miris bagi siapapun yang
mendengarnya. menambah ya catatan kelam,
catatan buruk tentang orang muslim di
Indonesia. Ingat ya, orang muslim, umat
muslim di Indonesia khusus di Indonesia
karena banyak banget hal-hal yang ee
bisa dikatakan tuh kayak aneh gitu di
negara kita dalam cara beragama gitu ya.
Ada-ada aja yang menjadi kasus, tapi ya
enggak heran karena negara kita
mayoritasnya muslim, mayoritasnya Islam.
Kalau kita ke negara lain yang
mayoritasnya berbeda agama, contoh yang
agamanya Kristen atau yang mayoritasnya
agama Yahudi atau Hindu Buddha, ya kita
juga akan menemukan orang-orang yang
aneh-aneh, ajaib-ajaib, unik-unik ya
kebanyakan dari agama-agama tersebut ya.
Ini cuma persoalan mayoritasnya siapa ya
kan. Kalau misalkan kalian ke India
kalian bisa menemukan hal-hal unik dan
aneh-aneh itu datang dari umat Hindunya
ya kan? Kalau kalian ke Brazil sana,
Mexico sana, kalian bisa lihat
orang-orang yang melakukan tindakan
kejahatan yang ngebom orang sampai
ngegorok-gorok orang, yaitu ee para
kartel-kartel itu. Mereka sebelum
berperang, sebelum menghabisi nyawa ee
para lawannya mereka ke gereja dulu.
Nah, itu kan kontradiktif, salah gitu
ya. Nah, tapi mau bagaimana lagi? Agama
mereka mayoritasnya Kristen di sana.
Jadi seolah-olah orang Kristennya yang
terlihat miring, yang terlihat aneh,
yang terlihat ya adik-adik aja gitu.
Nah, di India juga sama terlihat seperti
orang Hindunya yang adik-adik aja. Tapi
kalau kita datang ke Indonesia, karena
Indonesia mayoritasnya muslim, maka
kalian akan menemukan satu dari 10 orang
muslim sini pasti ada yang aneh-aneh ya.
Contohnya kayak gini nih kejadian ini
ya. Itu tadi balik lagi karena kita
negara mayoritas muslim. Nah, jadi
kurang lebih kayak gitu, Geng. Kita
lanjutkan lagi.
Di sisi lain, Geng, pihak keluarga
korban melalui Rida Chan menuntut agar
Polres Sibolga itu mengusut tuntas kasus
penganiayaan ini. Mereka berharap
keadilan ditegakkan terhadap pelaku yang
dinilai tidak memiliki rasa kemanusiaan.
Dan pihak keluarga berharap jika
kejadian ini menjadi pelajaran berharga
bagi para pelaku agar tidak main hakim
sendiri. Apalagi jika sampai merenggut
nyawa orang lain. Nah, di hari yang sama
saat Arjuna menghembuskan nafas
terakhir, dia dimakamkan di Sibolga
langsung. Enggak dipulangkan ke
kampungnya karena enggak ada biaya.
Pihak keluarga dari Semelu tidak ada
yang berangkat ke Sibolga karena enggak
ada biaya. Oleh karena itu, jenazah
Arjuna ditangani oleh keluarga yang ada
di Sibolga dan para pelaku kemungkinan
besar bakal dikenakan pasal 338 KUHP
tentang penganiayaan, tentang
penghilangan nyawa dan pasal 170 ayat 3
KUHP tentang kekerasan bersama-sama yang
menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Nah, namun untuk SSJ dia dikenai
tambahan pasal karena mencuri uang
sebesar Rp10.000 dari Arjuna. Dia
dikenakan pasal tambahan yaitu 365 ayat
3 tentang pencurian dengan kekerasan
yang mengakibatkan kematian. Nah, itu
dia geng pembahasan kita kali ini
mengenai aksi penganiayaan terhadap
seorang pria yang bernama Arjuna
Tamaraya yang dianiaya sampai meninggal
dunia karena dia tertidur di masjid.
Nah, gimana geng menurut pendapat kalian
tentang kasus ini? Coba deh tinggalkan
komentar di bawah.