PERANTAU DIHABISI KARENA TIDUR DI MASJID AGUNG SIBOLGA ! SEORANG YATIM & TULANG PUNGGUNG KELUARGA
xw0PeI_PV7k • 2025-11-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, sebelum kita mulai tentang pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu ya. Video ini tidak dibuat untuk melanggar aturan YouTube. Ini adalah sebuah informasi yang murni. Tujuannya adalah untuk edukasi bagi kita semua. Oke, kemarin kita baru aja membahas soal ee bagaimana tingkat kepedulian di tengah-tengah masyarakat kita semakin menurun. Semua orang ee hidup masing-masing ya. Semua orang sudah jarang mempertanyakan kabar orang lain. Bahkan bisa dikatakan ya kita tuh enggan untuk menanyakan kepada orang-orang terdekat kita. Ya, mungkin orang-orang asing yang kita enggak kenal terlihat lemah. Kita buat nanyain ke dia udah makan apa belum. Ada rasa di mana hati kita itu takut bertanya hal demikian karena ya kita sendiri juga masih kekurangan terkadang ya kan. Takut bertanya dia udah makan atau belum. Karena nanti kalau dia jawab belum ya malah kita yang kerepotan harus ngasih makannya. Nah, sebagian ada yang berpikir demikian. Oke, di pembahasan kali ini ya lagi-lagi gua akan membahas tentang bagaimana turunnya turunnya tingkat rasa peduli masyarakat kita. Ini bukan cuma soal rasa peduli lagi sih. Ini udah berhubungan dengan ee kebusukan hati ya, kurangnya rasa empati, kurangnya rasa ee manusiawi gitu ya. Pasti kalian udah tahulah kasus ini. Udah banyak berseleweran di sosial media pemberitaannya tentang seorang pria yang meninggal dunia hanya karena dia tidur di masjid lalu dia menerima perlakuan yang benar-benar mengerikan, kasar, hingga harus dia bayar dengan nyawanya. Ya rasanya waduh miris banget ya. Enggak minta apa-apa dia. Lagian enggak minta juga sih. Lagian enggak ada aturan larangan selama ini sejauh ini dilarang tidur di lingkungan masjid tuh enggak ada setahu gue ya. Kecuali dia tidur misalkan di tikar masjid di benar-benar di tikar tempat salat terus dia ngiler. Nah, itu kan bisa jadi najis gitu ya. Bisa jadi kotor untuk orang salat. Tapi ini enggak gitu. Benar-benar mengerikan. sebuah rumah ibadah sekarang ya sudah bisa menjadi tempat untuk menghilangkan nyawa orang lain. Padahal seperti yang kita tahu tempat ibadah seharusnya suci dari perbuatan dosa, tapi malah ya dijadikan tempat untuk menganiaya. Seperti yang kita tahu ya sebenarnya kan enggak cuma masjid, rumah-rumah ibadah lain seperti gereja, pure, kuil, dan sebagainya lah ya itu seharusnya menjadi ruang yang paling aman bagi siapa saja untuk berlindung di bawahnya. Nah, tapi sayangnya rasa aman ini hilang seketika karena ada sebuah insiden di mana ya yang gua sebutkan tadi seorang pria tertidur di masjid, dia seorang perantau. Bahkan kabarnya dia yatim piatu eh malah dia dihabisi oleh orang-orang yang merasa ee punya tanggung jawab untuk menjaga masjid tersebut. Ini kalau curiganya gua ya. Ini orang-orang dengan ee apa ya? Isi kepala yang lagi pusing, mumet, gak tahu harus mau lampiasin ke siapa. Akhirnya ya terjadi hal ini. Karena gue yakin banget 1000% itu orang-orang yang menghabisi nyawa anak yatim piatu yang sedang tertidur di masjid ini. Jangankan untuk menjaga masjid, salat aja dia masih bolong-bolong. Gua yakin. Jadi ketimbang el merasa kayak lu sempurna, suci, menjaga masjid dari orang-orang tidur, mending lu fokus sama ibadah lu. Sempurnakan ibadah lu ketimbang lu harus sok-sokan, gaya-gayaan. ngejaga kebersihan masjid hanya karena orang tertidur. Gua enggak paham ya dari kasus ini tuh kenapa bisa terjadi? Apa mungkin dia menganggap keberadaan si pria atau si anak yatim piatu tersebut sebagai ancaman? Ya, karena memang ada beberapa kejadian sih di masjid-masjid lain ya. Ada orang yang mungkin asing terlihat di sana ee datang ke masjid ya celingak-celinguk bukan cuma numpang tidur tapi terkadang pura-pura ibadah tahu-tahu mencuri kotak amal. Nah, kasus-kasus kayak gini memang sering terjadi sebelumnya. Namun ya kayaknya bukan sebuah solusi ketika ada hal yang mencurigakan atau justru orang yang tertangkap basah mencuri gitu ya atau melakukan sesuatu yang tidak wajar di masjid terus langsung dihakimi kayaknya enggak bangetlah ya apalagi ini dia numpang tidur CCTV ada, dia harus membayar dia numpang tidurnya itu dengan nyawa di video yang memperlihatkan ketika si korban ini ya di apa ya di masa secara membabi buta itu menyebar dengan cepat di sosial media. Siapa aja yang melihatnya pasti merasa miris dan sedih. Banyak yang enggak percaya bahwa kekerasan bisa terjadi di tempat yang seharusnya menjadi simbol kasih sayang dan kemanusiaan. Ya kan di masjid, tempat orang ibadah. Nah, hari ini gua pengen ngerangkum pemberitaan ini. Kita bahas bareng-bareng siapa pria ini sebenarnya dan apa yang sebenarnya terjadi di saat itu. Sampai-sampai korban harus membayar dengan nyawa di rumah ibadah tersebut. Nah, jadi langsung aja nih kalian harus simak dari awal sampai selesai tentang pembahasan ini supaya bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua termasuk gua juga. Oke, halo geng. Welcome back to Kamar Jerry Ging Geng. Untuk pembahasan pertama kita akan membahas sosok dari korban yang bernama Arjuna Tamaraya. Jadi, Geng, peristiwa ini terjadi di kota Sibolga, Sumatera Utara pada hari Jumat tanggal 31 Oktober 2025 sekitar jam .30 dini hari. Ketika itu ada seorang pria bernama Arjuna Tamaraya yang datang ke Masjid Agung Sibolga yang berlokasi tepatnya di Jalan di Ponegoro. Usianya itu masih cukup muda, Geng. Masih e 21 tahun dan dia pun bukan warga asli Sibolga. Arjuna ini merupakan warga asal si Melu, Aceh. Nah, dari daerah tempat tinggalnya aja udah jauh banget tuh si Melu itu. Kayak lu dari Aceh tuh mesti nyebrang lagi kayak 7 jam mungkin 6 jam gitu dari Labuhan Haji Aceh Selatan. Nah, diketahui ya ayahnya Arjuna ini sudah meninggal dunia sementara ibunya menetap di Semelu. Nah, dia adalah anak kedua dari empat bersaudara dan Arjuna adalah anak laki-laki satu-satunya. di beberapa kabar katanya sih dia ini anak yatim piatu, tapi gak jelas nih ada yang bilang ibunya masih hidup, ada yang bilang ibunya sudah meninggal juga. Nah, tapi di dalam hal ini gua mengambil informasi dari media sosial aja bahwa dia ini dikatakan yatim piatu gitu ya. Tapi nanti kita pastikan lagi apakah ibunya masih ada atau enggak. Terus, Geng, kedua adiknya Arjuna ini saat ini sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh. Sebagai pengganti sosok ayah di keluarga, Arjuna pun merantau sembari menjadi tulang punggung keluarga. Demi bisa menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan kedua adiknya, Arjuna ini rela pergi ke kota tetangga untuk bisa bekerja di sana. Di Sibolga, ya, dia ini menetap di sana. Selama berada di kota tersebut, Arjuna berprofesi sebagai nelayan. Cuma sepertinya nelayan yang dimaksud ini bukan nelayan yang memancing ikan menggunakan kapal kecil, melainkan dia ini kayak awak kapal besar gitu loh, Geng. Ikut buat-buat nelayan. Buat nelayan untuk menangkap ikan kan ada yang dia pergi itu piser kapal piser selama 3 bulan. Ada juga yang cuman 1 minggu atau paling lama 12 hari. Terus dari informasi yang gua dapatkan, ternyata Arjuna sempat menjadi mahasiswa juga, sempat kuliah. Nah, cuma tidak diketahui di manakah dia berkuliah pada saat itu. Sebab ketika e gua cari tahu informasi di situs PDKTI, itu enggak ada informasi mengenai Arjuna ini. Dan tidak diketahui juga apakah Arjuna lulus dari kampus tersebut atau memilih mengundurkan diri. Yang jelas di mata keluarga, Arjuna ini dikenal sebagai seseorang yang memiliki kepribadian yang baik dan juga santun. Nah, sebagai satu-satunya anak laki-laki di keluarga, dia juga merupakan sosok anak yang bertanggung jawab dan menjadi sosok pengganti figur ayah yang baik bagi keluarga. Mungkin bagi sebagian orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi, menjadi nelayan adalah profesi yang sering sekali bukan jadi pilihan bagi anak muda, tapi ee berbeda untuk Arjuna. Menjadi nelayan tidak jadi soal buat dia, asalkan kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi dan memastikan jika adik-adiknya tidak putus sekolah dan pendidikan. Nah, sebelum insiden naas ini terjadi ya, Arjuna ini sempat mengabari pamannya, Geng. Jadi, adik dari ayahnya namanya itu Kautsar Amin. Nah, momen itu terjadi seminggu sebelum Arjuna ini pergi melaut bekerja. Memang bagi orang-orang yang bekerja di laut itu mengabari keluarga hanya ketika dia sudah kembali ke darat. Soalnya di tengah laut biasanya enggak ada sinyal, enggak ada ee alat komunikasi yang memadai. Nah, terus geng pada saat itu Arjuna sempat mengabari pamannya ini yaitu Kausar dan dia menghubungi melalui aplikasi Messenger lalu mengatakan kalau dia akan berangkat melaut dalam waktu dekat. Lalu abang saya nelpon, "Dek, adik, dek, abang berangkat ya." Katanya selama 3 bulan berangkat kapal pisar katanya. Oh, iya. Cahaya bilang hati-hati ya baik-baik di sana. Cahaya bilang gitu. Sekembalinya dari melaut kurang lebih dari sekitar 2 bulan, Arjuna menghubungi adiknya yang saat ini menetap di Banda Aceh. Nah, jadi setelah dia selesai melaut tuh menurut cerita dari pamannya Kausar, rencananya Arjuna ini bakal kembali berangkat di hari Sabtu pagi di tanggal 1 November 2025. Yang mana biasanya kata pamannya ya, jika Arjuna mengetahui Kausar sudah kembali dari melaut, Arjuna bakal menemui Kausar terlebih dahulu. Nah, dari sini kita tahu ya sepertinya Kausar juga memiliki profesi yang sama nih dengan Arjuna, yaitu seorang nelayan. Namun karena dia tidak tahu jika Kausar sudah pulang sembari menunggu kapal tempat dia bekerja berangkat, Arjuna ini memilih untuk beristirahat sebentar. Nah, ketika itu dia tuh kayak kecapekan. Dia istirahatlah sebentar di sebuah masjid yaitu Masjid Agung Sibolga. Waduh, namanya berat nih. Masjid Agung. Masihkah agung nih kalau orang-orang di sekitar sana memperlakukan orang apa memperlakukan manusia kayak gitu ya. Kasihan nama masjidnya bagus banget, Masjid Agung Sibolga. Tapi ya ada tragedi berdarah di sana. Ini bakal diingat seumur hidup ya. Masjid ini bukan cuma tempat ibadah tapi pernah menjadi tempat penganiayaan sesama umat. Haduh sakit banget ya. Nah, terus geng pihak keluarga apalagi Arjuna itu tidak pernah menyangka kalau tempat ini ya tempat di mana dia beristirahat menjadi tempat yang seharusnya memberikan rasa aman untuk siapa saja yang datang ke sana entah untuk beribadah atau istirahat sebentar justru akan menjadi tempat di mana Arjuna bakal meregang nyawa dengan cara yang begitu tragis. suatu hal yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Jika masjid tempat ibadah ya secara spiritual kita kalau apa ya kalau dalam bahasa kiasannya itu ya bagi umat muslim tempat ini adalah tempat bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala ya secara kiasan nih sang Maha Pencipta. Nah, tapi tiba-tiba berubah menjadi saksi bisu kebrutalan dari manusia itu sendiri. Nah, jadi kurang lebih begitulah ya, Geng. ee cerita dari background-nya Arjuna sampai bagaimana ya peristiwa singkat ketika dia bisa berada di Masjid Agung Sibolga itu. Ternyata dia sedang menunggu pamannya. Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan dari inti video ini, yaitu kronologi ketika Arjuna meregang nyawa. Apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu? Dia kan cuma numpang istirahat nih, nunggu pamannya menepi dari laut ya kan. tiba-tiba kok dia bisa menjadi sasaran dan korban penganiayaan yang berujung pada meregangnya nyawa Arjuna ini. Nah, kita bahas secara lengkap. Jadi, geng kalau dari cerita pamannya yang bernama Kausar tadi, Arjuna ini memang pergi ke masjid raya Siibolga untuk beristirahat sembari menunggu kapal tempat dia bekerja berangkat. Nah, pada hari Jumat itu sekitar jam .30 du dini hari Arjuna itu enggak ucuk-ucuk langsung datang ke masjid terus langsung beristirahat. Enggak. Dia itu lebih dulu mendatangi seorang pria berinisial ZPA. Usianya itu 57 tahun ya. Nah, dia ini mau minta izin tidur di masjid itu. Nah, ada dua informasi nih, Geng, terkait inisial dari ZPA. Ini ada yang bilang kalau inisialnya itu sebenarnya ZP alias A, bukan ZPA. Nah, tapi yang jelas ya ketiga huruf itu dipakai. Oke, kita sebut aja inisialnya ZPA. Nah, dari sini kita bisa lihat ya. Jika Arjuna sebenarnya tahu etika, tahu sopan santun, sebab dia tahu jika mungkin ada yang merasa tidak nyaman melihat seseorang tidur di masjid dan mungkin takut juga nantinya dia bakal dikira adalah gelandangan yang apa ya, yang datang ke sana tuh cuma pengin numpang mandi, numpang tidur, terus maling gitu. Yang ada nantinya dia bisa diusir dari sana, makanya dia minta izin dulu. Nah, tapi geng meskipun dia sudah minta izin, ternyata ZPA ini melarang Arjuna untuk tidur di masjid. Nah, jadi dari awal itu ada obrolan kalau e dia itu sebenarnya dilarang tidur di sana. Tanggal 31 ya itu abang saya kan istirahat di masjid tidur. Lalu ada satu orang pelaku yang menegor menegor mengatakan bahwasanya tidak boleh tidur di situ. Ibarat kata dia melaranglah. Nah, tapi ternyata setelah si ZPA ini melarang Arjuna, dia pikir Arjuna ini e bakal mengurungkan niat untuk tidur di sana. Jadi kayak ya udah deh pulang gitu. Tapi ternyata enggak. Sekitar jam . dini hari seorang pria lain yang berinisial HBK usianya 40 tahun dia itu sedang tidur di lantai du masjid. Nah, ada yang tidur juga nih di lantai du. Dia mendengar adanya suara teriakan seperti orang kerasukan. Dia gak tahu suara itu dari mana, apakah suara hantu atau gimana gitu. Karena itu HBK langsung memeriksa suara apa yang dia dengar dan dia mencari tahu sumber suara itu. Tiba-tiba nih ketika si HBK ini menuruni anak tangga dan menuju ke area teras masjid, dia menemukan adanya seorang pria dalam posisi tidur di teras masjid. Nah, ini enggak diketahui ya yang dimaksud apa namanya e suara hantu tadi itu suara apa. Tapi kemungkinan besar nih perkiraan orang-orang itu adalah suara dari Arjuna yang sedang tidur terus mengigau atau mungkin lagi ngorok atau gimana. Nah, tapi yang jelas suaranya dia itu sampai terdengar oleh si HBK tadi. Terus si HBK ini ketika melihat Arjuna yang tidur di sana, dia lantas mendekat dan mencoba membangunkan si Arjuna. Nah, cuma geng mungkin karena kelelahan atau ya capek bangetlah ya, namanya juga orang melaut gitu, Arjuna tetap tidak terbangun. Seberapa keras HBK ini membangunkan ee Arjuna, dia tetap enggak bangun. Nah, Arjuna yang tidak bangun ini ternyata membuat si HBK langsung memanggil si ZPA, orang yang pertama kali dimintai izin oleh Arjuna untuk tidur di sana, namun menolak, gitu. Tidak berselang lama, ZPA menghampiri HBK dan bersama-sama mereka membangunkan Arjuna. Arjuna sempat terbangun. Dia kemudian menatap ke arah HBK sambil mengeluarkan suara seperti mengeram. Kayak e misalnya gua praktekin ya, dia tidur terus kayak ahh apa sih? Gitu. Tapi mungkin enggak ada kata-kata cuman hem aja gitu. Melihat ada orang yang membangunkan dia, Arjuna justru tidak bangun melainkan dia lanjut tidur. Mungkin udah capek banget gitu, Geng. Terus masih enggak berhenti. Mereka enggak nyerah untuk membangunkan Arjuna. ZPA di saat itu berinisiatif untuk memanggil beberapa orang lain yaitu yang berinisial SSJ, RSC, dan CLI. Nah, datanglah mereka geng ke tempat si Arjuna ini tidur tadi. CLI ya berusaha membangunkan Arjuna dengan cara menggoyangkan badannya. Jadi didorong-dorong gitu, Geng. Karena Arjuna yang masih tidak kunjung bangun, CLI sampai menarik bajunya Arjuna hingga membuat posisinya dia yang tadinya tertelungkup sampai berdiri gitu. Jadi diangkat gitu, Geng. Enggak sampai di situ aja, CL ini bahkan menarik tubuh Arjuna lewat bajunya nih. Dari bajunya dia tarik itu sampai terseret 3 m dari posisi semula ya. Karena seperti yang kita tahu ya, lantai masjid kan licin kan. Pas ditarik itu sep langsung keseret. Arjuna yang enggak bangun-bangun juga dari tidurnya semakin membuat mereka kesal dan emosi. Nih orang kok kebo banget, kok batu banget nih disuruh bangun enggak mau bangun. Nah, lalu yang bereaksi selanjutnya adalah inisial SSJ. Dia langsung menginjak kepala Arjuna dan perut Arjuna masing-masing satu kali, lalu menarik kaki kanan Arjuna serta menyeretnya ke arah luar masjid. Dalam aksi itu, Geng, kepala Arjuna terbentur anak tangga hingga bocor mengeluarkan cairan merah. Robek tuh kepalanya. Nah, enggak cukup sampai di situ aja. SSJ juga memeriksa kantong celana Arjuna. Dia menemukan uang sebesar Rp10.000. SSJ ini sempat ambil uang tersebut. Nah, ini udah mulai ke tahap kekerasan nih. Di saat itu Arjuna udah kaget lah, udah bangun jatuhnya. Nah, belum puas dia mengambil uang ya sebesar 10.000 tadi, si SSJ ini memeriksa tasnya Arjuna. Jatuhnya ini udah kayak ee ngerampas atau ya malah ngejarah gitu. Bukan lagi niat untuk membangunkan si Arjuna, tapi justru udah ya niatnya udah jahat. Terus dilanjutkan lagi oleh si SSJ ini dengan mengambil sebuah sendal. Lalu sendal tersebut dia pukul ke pipi Arjuna sebanyak tiga kali. Jadi ditampar pakai sendal gitu. Lalu geng SSJ pun tidak bisa membendung emosinya dan merasa apa yang sudah dia perbuat kepada Arjuna belum puas dan belum cukup untuk menurunkan emosinya. SSJ melihat ada satu buah kelapa yang tergeletak di sekitar area masjid. Nah, ini gua enggak paham nih kenapa ada kelapa di sana. Apa mungkin ada pohonnya atau gimana? Yang jelas di sana ada kelapa. Dan SSJ ini mendekati kelapa tersebut dan melemparkan kelapa itu ke arah kepala Arjuna. itu kan udah sama aja kayak lu ngelempar batu ya, kelapa kan berat keras gitu. Arjuna yang udah enggak berdaya itu enggak sanggup untuk menghindar. Akibatnya hantaman buah kelapa itu mendarat tepat. Ya, istilah anak-anak PUBG atau FF tuh headshot gitu ya, tepat di kepala. Kebayang tuh otak orang ya diadu sama kelapa. Goyang otaknya. Terus Geng, ada versi lain nih, Geng, dari kronologi soal bagaimana Arjuna ini dianiaya. informasinya nih gua dapatkan dari media Tribun News ya. Ini koreksi gua kalau salah dalam menyampaikan atau memfilter informasi tapi yang jelas ini gua sampaikan ke kalian. Jadi ini dikutip dari pernyataan pamannya si Arjuna yang bernama Kautsar. Dari ceritanya Kautsar itu dikatakan Arjuna memang datang ke masjid tersebut untuk istirahat. Pada saat itu di halaman masjid ada seorang ibu-ibu penjual nasi goreng dan Arjuna sempat membeli dagangan seibu-ibu itu. Nah, ini beda versi nih, beda versi alur nih ya. Dia sempat ngobrol juga dengan ibu-ibu penjual nasi goreng dan menanyakan apakah dia bisa istirahat untuk tidur di masjid sebentar. Dan ibu-ibu penjual nasi goreng sebenarnya tidak melarang Arjuna. Bahkan menyebutkan jika masjid kan rumah Allah katanya. Jadi siapa aja bisa masuk ke sana apalagi cuma ingin beristirahat sejenak. Karena si ibu penjual nasi goreng ini bilang boleh untuk tidur di sana. Arjuna merasa lega. Dan setelah menyantap nasi goreng, dia langsung masuk ke area masjid dan mencari tempat untuk tidur. Tidak lama setelah Arjuna terlelap, datanglah seorang tukang sate yang juga berjualan di sekitar area masjid. Nah, tukang sate inilah yang kemudian mengusir Arjuna dengan alasan tidak boleh bagi siapapun untuk tidur di masjid. Ya memang sebagian besar sih ada ya penjaga masjid atau orang-orang yang mengelola marbot gitu yang enggak memperbolehkan orang tidur di masjid. Ya, alasannya itu. Takut ngiler terus jadi najis gitu, enggak sah orang salat gitu kan. Di saat itu ya Kausar pamannya Arjuna menganggap Arjuna ini sudah sangat lelah, sudah capek banget sehingga dia memilih untuk tidak mengikuti atau tidak peduli dengan larangan si tukang sate tadi. Nah, melihat tegurannya tidak ditanggapi dengan serius, si tukang sate tersebut kemudian memanggil empat temannya dan langsung menghajar Arjuna. Nah, untuk bagaimana aksi penganiayaan dilakukan kurang lebih sama, Geng, dengan apa yang sudah gua ceritakan di versi sebelumnya. Perbedaannya itu adalah e di bagian siapa sih orang-orang ini sebenarnya awal mula kejadiannya itu melibatkan siapa aja. Perbedaan cuma di situ. Dari versi kronologi kedua ini, Geng. Berarti bisa dikatakan ZPA tadi bukanlah merupakan pengurus masjid atau marbot masjid, melainkan dia cuma seorang pedagang sate yang berjualan di sekitar masjid. Nah, gue juga enggak bisa memastikan apakah versi yang kedua ini benar atau enggak karena kan yang bercerita ini adalah paman dari korban ya. Jadi, misalkan nanti ada update terbarunya nih soal kebenaran versi ini bisa ditambahkan ya, Geng, di kolom komentar ketika video ini tayang. Oke, kita lanjut lagi nih, Geng, ke kronologinya. Nah, jadi setelah merasa apa yang dilakukan oleh orang-orang ini terhadap Arjuna sudah setimpal dengan kesalahan yang dia perbuat, yaitu cuma tidur di teras masjid, mereka semua meninggalkan Arjuna yang sudah terkulai dengan lemas dan mereka membubarkan diri. Anak orang dibiarin kayak gitu aja, kepalanya bocor ya, udah dihantam pakai kelapa lagi. Nah, sekitar jam 45 pagi waktunya untuk salat subuh, tiba-tiba datanglah marbot masjid. Dia melihat dari CCTV ada warga yang berkumpul di halaman parkiran dan dia datang menghampiri dengan mengajak temannya. Setelah dia hampiri orang-orang itu, warga tadi melihat ada seorang pria dengan keadaan tidak sadarkan diri ditambah dengan adanya luka di bagian dahi yang mengeluarkan cairan merah. Jadi dahinya robek bocor. Nah, di dalam informasi lain dikatakan jika yang pertama kali melihat e pria tersebut yang merupakan Arjuna ya itu adalah marbot masjid itu sendiri bukan karena dia melihat CCTV. Nah, ini ada dua versi juga nih. Ada yang bilang si marbot ini langsung ngelihat. Ada juga yang bilang marbotnya itu ngelihatnya dari CCTV. Terus geng selanjutnya warga sekitar sempat memanggil pihak kepolisian dan membawa Arjuna ke RSUD FL Tobing Sibolga. Di rumah sakit tersebut, tenaga medis berusaha sebisa mungkin ya agar bisa menyelamatkan nyawa Arjuna dari maut. Jadi udah ditolong gitu di apa ya dibawa ke rumah sakit. Namun nahasnya ternyata nyawa Arjuna tidak bisa tertolong. Dia dilaporkan meninggal dunia pada hari Sabtu tanggal 1 November 2025 sekitar jam55 pagi. Innillahi wa inna ilaihi rojiun. Alfatihah. Kasus meninggalnya Arjuna ini langsung menyebar dengan cepat di media sosial. Banyak media yang memberitakan soal meninggalnya seorang pria asal Aceh, Sielu ya, karena menjadi korban penganiayaan atau pengeroyokan di Sibolga. Keluarganya pun tahu informasi tersebut justru dari Facebook. Awalnya mereka enggak menyangka jika yang menjadi korban itu adalah Arjuna karena kan berita ini viral dikeroyok di masjid. Nah, keluarganya ngelihat kayak, "Ih, kok tega ya ada orang yang melakukan kayak gini." Dan ternyata itu keluarganya mereka, tulang punggung keluarga mereka. Nah, lalu geng awalnya mereka enggak percaya. Namun ketika terungkap jika benar korban itu adalah Arjuna, pihak keluarga syok. Mereka menangis sisteris gak bisa terima dengan kondisi ini. Enggak ada yang menyangka kalau Arjuna menjadi korban penganiayaan di sebuah masjid. Dan pihak kepolisian pun juga langsung menghubungi keluarga Arjuna untuk menginformasikan terkait kondisi Arjuna sekaligus untuk meminta izin kepada pihak keluarga agar Arjuna bisa diotopsi demi ya membuka tabir soal kasus ini. Siapa pelakunya, kenapa Arjuna bisa meninggal dan lain-lain. Pihak keluarga pun mengizinkan. Ya, hasilnya menunjukkan penyebab dari meninggalnya Arjuna akibat adanya gumpalan cairan merah yang disebabkan oleh pukulan di belakang kepala. Jadi pendarahan dalam yang kemudian diperparah dengan hantaman batok kelapa tadi. Gila kepala orang loh digituin. Diinjak, diseret sampai kepentok di anak tangga lalu dilempar kelapa. Apa enggak hancur ya? Oke, di sini kalian udah tahu ya, Geng, kronologinya ada dua versi ya, ada dua sudut pandang ya. Kalian bisa cek sendiri nanti mana yang benar, tapi yang jelas ending-nya sama. Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai bagaimana penangkapan dari para pelaku. Kita bahas. Jadi, Geng, pasa kejadian Arjuna yang dianiaya hingga kehilangan nyawa, polisi dengan cepat menyelidiki dan sudah mengambil kesimpulan jika apa yang dialami oleh Arjuna adalah sebuah tindak pidana yang mana harus ada orang yang bertanggung jawab atas kematiannya. Nah, tidak membutuhkan waktu lama, polisi langsung menemukan keberadaan para pelaku. Di hari yang sama dengan hari kejadian, yaitu di hari Jumat tanggal 31 Oktober, petugas polisi menangkap yang namanya ZPA dan HBK. Mereka berdua ditangkap di sekitar lokasi kejadian dan keesokan harinya ada lagi SSJ yang ditangkap di jalan lintas Sibolga Padang, Sidempuan KM 13, Kecamatan Pandan yang mana di saat itu dia mau melarikan diri. Nah, sebenarnya otaknya ini dia nih SSJ ini dialah yang menghabisi nyawa Arjuna. Sementara, geng, ketika itu ada dua pelaku lain yaitu RC dan CLI yang mana mereka belum tertangkap. Namun berkat kerja keras pihak kepolisian untuk penangkapan mereka ee juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Yang mana RC ditangkap ketika dia bersembunyi di dalam rumah warga yang mana lokasi rumah tersebut tidak jauh dari lokasi kejadian yaitu di Masjid Agung Sibolga. Sementara yang namanya CLI tadi itu justru tidak kabur, Geng. melainkan dia diserahkan oleh pihak keluarganya ke Polres Sibolga. Nah, mereka pun akhirnya dibawa ke Polres Sibolga dan sudah lengkap kelima-limanya yang menjadi pelaku atas penganiayaan terhadap Arjuna ini. Pasti kalian penasaran ya apa sebenarnya motifnya. Apakah benar cuma karena pengin tidur di masjid terus dihabisi? Ya, kayaknya otaknya sih kalau menurut gua SSJ tadi ya. Niatnya emang nih orang busuk nih sampai ngambilin duit, meriksain tas ya kan. itu udah bukan lagi ya cerita soal menjaga masjid, tapi memang nih orang lapar aja pengin ambil duit orang gitu. Nah, setelah diperiksa oleh polisi ya, polisi membeberkan motif di balik aksi penganiayaan tersebut. Menurut kesimpulan awal yang diperoleh oleh polisi setelah menginterogasi para pelaku, dikatakan jika motifnya adalah karena para pelaku itu merasa tersinggung atau mungkin mereka merasa ngapain Arjuna mau tidur di situ? Ya kan? Nah, untuk sementara belum ada motif lain. Mereka memang ceritanya kayak gitu. Mereka tuh enggak terima. Mereka tuh enggak suka Arjuna tidur di situ. Sehingga ya untuk saat ini polisi masih terus melakukan ee penyelidikan secara mendalam. Padahal nih, Geng, tidak pernah ada larangan di dalam agama Islam nih ya, bagi orang-orang yang ingin beristirahat atau ya tidur di masjid. Ya, masjid merupakan rumah Allah subhanahu wa taala dan sehingga ya sebaiknya disimbulkan jika masjid itu ramah bagi siapapun. Termasuk anak-anak yang main-main berlarian pun tuh enggak apa-apa sebenarnya di masjid ya. Kalau sekarang di Indonesia itu justru ya orang-orang tua nih ya boomer-boomer gitu, gen-gen boomer-boomer ini ya kalau lihat anak kecil bercanda di masjid lari-larian dilarang disuruh keluar itu salah. Coba deh Bapak-bapak itu sesekali tuh main ke penang Malaysia lihat masjid-masjid di sana. Anak-anak di penang Malaysia itu ya itu disuruh diminta untuk bermain di lingkungan masjid. Mau mereka kejar-kejaran, main sepeda, terserah. Tapi yang jelas nanti di sela-sela itu mereka mengaji, ada salatnya. Nah, selebihnya mereka bermain ya anak kecil mau ngapain lagi? Ya, bermainlah. Anak kecil itu sebenarnya ya dari umur kayak 5 sampai 10 tahun itu kewajibannya bukan belajar, kewajibannya bermain tapi sambil belajar. Nah, itu artinya dari kalimatnya aja udah jelas bermain sambil belajar. Artinya bermainnya lebih banyak, belajarnya sedikit aja 70 30 kurang lebih kayak gitu. Dan kalau bisa bermainnya di lingkungan masjid supaya mereka lebih familiar lagi dengan masjid. Nah, kalau sekarang enggak di Indonesia ya, Bapak-bapak tua-tua ini ya. Kalau anak-anak kelihatan lagi main-main di masjid, oh marahnya bukan main, marahnya udah kayak apaan tahu? Diusir, udah kayak hewan aja. Ya, begitulah. Sekarang kita bisa lihat ya, masjid-masjid di Indonesia tuh banyakan sepi. Ditambah lagi dengan kejadian kayak gini makin tidak ramah gitu. Nah, semoga kita berharap ya para pengurus-pengurus masjid bisa berbenah soal ya keramahan terhadap orang-orang di masjid, keramahan terhadap umat ya, termasuk buat anak kecil dan orang-orang yang ee musafir, beristirahat ya kan pengin merasakan kesejukan di masjid ya tolonglah diberikan wadahnya jangan sombong banget gitu. Nah, jadi masjid tidak cuma dijadikan tempat ibadah tapi juga tempat berlindung ya kan. Nah, kita ambil contoh aja. Di zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Masjid Nabawi selalu terbuka untuk umum. Bahkan ada seorang sahabat yang bernama Tamamah, dia itu sebelum masuk Islam itu sering tidur dan bermalam di dalam masjid. Nah, inilah dalil yang dijadikan dasar bagi Imam Syafi'i bahwa hukum tidur di dalam masjid adalah mubah atau boleh. Pertimbangannya, kalau untuk nonmuslim aja dibolehkan, maka apalagi buat seorang muslim, masjid sudah selayaknya dikelola menjadi tempat yang ramah untuk siapapun, Geng. Nah, sementara saat ini, Geng, seiring dengan berdirinya bangunan masjid yang mentereng dan megah gitu ya, oleh pengelolanya dan mungkin orang-orang sekitarnya, masjid justru diperlakukan secara eksklusif. Gua juga sempat menemukan ada kasus di mana masjid itu tidak boleh dimasuki oleh orang-orang luar yang bukan termasuk ke dalam e organisasi tertentu. Itu ada. Itu ada di kalau enggak salah tuh daerah Jawa mana gitu ya, timur apa tengah. Gua lupa. Sempat viral. Kalau kalian tahu e kasus itu boleh tinggalkan di kolom komentar. yang mana ee ada seorang musafir gitu ya yang mampir ke lingkungan masjid, dia pengin salat, tapi ternyata tuh dia kayak di apa ya, kayak di bukan cemoohin, kayak dicuekin gitu sama orang-orang sana. Dan ternyata masjid itu diisi oleh orang-orang dengan organisasi tertentu. Jadi orang Islam sesama muslim tapi punya organisasi dan itu masjidnya mereka. Nah, ini udah benar-benar salah banget enggak sih, Geng? Nah, kadang ada juga nih masjid-masjid yang pintunya hanya terbuka bagi waktu tertentu aja. Sehabis salat berjamaah, pengelola masjid menutup dan mengunci pintu masjid rapat-rapat dengan alasan masjid adalah tempat yang suci dan sakral. Nah, kebanyakan masjid saat ini diperlakukan hanya untuk kegiatan salat dan zikir aja. Anak-anak yang sedang tumbuh belajar tata cara beribadah yang sering bercanda dan bermain di masjid itu sering dimarahin, diusir, dan orang yang beristirahat dan tidur di lingkungan masjid diperingatkan, bahkan dikeluarkan, disuruh cabut. Nah, seperti yang dialami oleh Arjuna ini. Padahal di dalam Al-Qur'an dan hadis tidak ada satuun yang menjelaskan fungsi masjid hanya untuk ibadah yang sakral semata. Enggak. Dan bahkan perlu kalian tahu, umat Yahudi yang selalu bertentangan, berlawanan dengan Islam itu boleh beribadah di masjid. Kalau enggak percaya, cari aja. Cari aja buktinya. Kalau emang gua salah dalam mengatakan ini, orang Yahudi boleh beribadah di masjid. Coba cari kalau enggak percaya. Apalagi orang Islam yang cuma pengin numpang istirahat. Yahudi aja boleh kok masuk ke masjid. Nah, dan ada banyak dalil, Geng, yang menjelaskan fungsi masjid itu tidak hanya didirikan untuk menjalankan kegiatan keagamaan. Misalnya ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu anha yang mana di saat itu Rasulullah berlomba gulat dengan para sahabat di dalam masjid. Bahkan nah berlomba gulat itu wrestling kayak Khabib. Karena kenapa? Kalau kalian tanya kok ee orang-orang Dagestan terus juga petarung-petarung muslim itu jago-jago banget graplingnya, jago banget sambonya, jujitsu ya kan. Nah itu karena memang gulat, memanah, berkuda itu adalah salah satu olahraga sunah di dalam Islam. Makanya banyak tuh umat-umat Islam yang jago untuk grapling atau ee main peluk, main ngunci-ngunci itu karena itu jadi mengikuti sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, bahkan Rasulullah pernah melaksanakan atau berlomba gulat, berlomba grappling itu di dalam masjid loh. Nah, pada saat itu ya Umar bin Khattab tidak berkenan ya karena diadakannya di dalam masjid. Namun setelah dia datang dan melihat Rasulullah bergulat di dalam masjid maka Umar memakluminya. Nah, sebagai rumahnya Allah Subhanahu wa taala sepatutnya lebih didahulukan fungsi masjid yang ramah dibandingkan fungsi masjid yang suci dan sakral. Karena masjid yang ramah bisa berfungsi menjadi tempat berteduh bagi siapapun yang membutuhkan. Lagi-lagi geng apa ya? Kalau lu mau beribadah ya lu butuh apa ya? Berbuat baik itu juga ibadah gitu. Lu berbuat baik kepada orang, memaklumi orang yang capek, beristirahat di masjid itu adalah bentuk ibadah juga gitu. Ibadah itu enggak cuma salat, ngaji, dan zikir doang gitu. Pertimbangan inilah yang menjadikan argumentasi mayoritas ulama mazhab di dalam Islam untuk memperbolehkan tidur di dalam masjid. Nah, termasuk mazhab Maliki. Sekalipun di dalam mazhab ini, mereka itu menganggap makruh tidur di dalam masjid bagi mereka yang sudah memiliki tempat tinggal. Makruh itu artinya itu dianjurkan untuk tidak dikerjakan, tapi kalau memang dikerjakan juga enggak berdosa. Nah, itu artinya makruh. Nah, di dalam mazhab Maliki aja itu artinya setidak-tidaknya diperbolehkan bagi yang punya tempat tinggal, gitu. Nah, karena itu, Geng, kasus dari Arjuna ini bakal terdengar sangat-sangat miris bagi siapapun yang mendengarnya. menambah ya catatan kelam, catatan buruk tentang orang muslim di Indonesia. Ingat ya, orang muslim, umat muslim di Indonesia khusus di Indonesia karena banyak banget hal-hal yang ee bisa dikatakan tuh kayak aneh gitu di negara kita dalam cara beragama gitu ya. Ada-ada aja yang menjadi kasus, tapi ya enggak heran karena negara kita mayoritasnya muslim, mayoritasnya Islam. Kalau kita ke negara lain yang mayoritasnya berbeda agama, contoh yang agamanya Kristen atau yang mayoritasnya agama Yahudi atau Hindu Buddha, ya kita juga akan menemukan orang-orang yang aneh-aneh, ajaib-ajaib, unik-unik ya kebanyakan dari agama-agama tersebut ya. Ini cuma persoalan mayoritasnya siapa ya kan. Kalau misalkan kalian ke India kalian bisa menemukan hal-hal unik dan aneh-aneh itu datang dari umat Hindunya ya kan? Kalau kalian ke Brazil sana, Mexico sana, kalian bisa lihat orang-orang yang melakukan tindakan kejahatan yang ngebom orang sampai ngegorok-gorok orang, yaitu ee para kartel-kartel itu. Mereka sebelum berperang, sebelum menghabisi nyawa ee para lawannya mereka ke gereja dulu. Nah, itu kan kontradiktif, salah gitu ya. Nah, tapi mau bagaimana lagi? Agama mereka mayoritasnya Kristen di sana. Jadi seolah-olah orang Kristennya yang terlihat miring, yang terlihat aneh, yang terlihat ya adik-adik aja gitu. Nah, di India juga sama terlihat seperti orang Hindunya yang adik-adik aja. Tapi kalau kita datang ke Indonesia, karena Indonesia mayoritasnya muslim, maka kalian akan menemukan satu dari 10 orang muslim sini pasti ada yang aneh-aneh ya. Contohnya kayak gini nih kejadian ini ya. Itu tadi balik lagi karena kita negara mayoritas muslim. Nah, jadi kurang lebih kayak gitu, Geng. Kita lanjutkan lagi. Di sisi lain, Geng, pihak keluarga korban melalui Rida Chan menuntut agar Polres Sibolga itu mengusut tuntas kasus penganiayaan ini. Mereka berharap keadilan ditegakkan terhadap pelaku yang dinilai tidak memiliki rasa kemanusiaan. Dan pihak keluarga berharap jika kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku agar tidak main hakim sendiri. Apalagi jika sampai merenggut nyawa orang lain. Nah, di hari yang sama saat Arjuna menghembuskan nafas terakhir, dia dimakamkan di Sibolga langsung. Enggak dipulangkan ke kampungnya karena enggak ada biaya. Pihak keluarga dari Semelu tidak ada yang berangkat ke Sibolga karena enggak ada biaya. Oleh karena itu, jenazah Arjuna ditangani oleh keluarga yang ada di Sibolga dan para pelaku kemungkinan besar bakal dikenakan pasal 338 KUHP tentang penganiayaan, tentang penghilangan nyawa dan pasal 170 ayat 3 KUHP tentang kekerasan bersama-sama yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Nah, namun untuk SSJ dia dikenai tambahan pasal karena mencuri uang sebesar Rp10.000 dari Arjuna. Dia dikenakan pasal tambahan yaitu 365 ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai aksi penganiayaan terhadap seorang pria yang bernama Arjuna Tamaraya yang dianiaya sampai meninggal dunia karena dia tertidur di masjid. Nah, gimana geng menurut pendapat kalian tentang kasus ini? Coba deh tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories