Transcript
EmaEi5nzrcM • MANOKWARI TAX OFFICIAL'S WIFE ENDS UP IN A SEPTIC TANK
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1603_EmaEi5nzrcM.txt
Kind: captions Language: id Nah, di saat itu yang ada di pikiran Yahya adalah dia ingin mencari target terhadap orang-orang yang e dirasa banyak uang. Nah, nanti uangnya bakal dirampas untuk dia bisa melunasi hutang. Nah, ditambah lagi dia mengetahui bagaimana kondisi keseharian dari targetnya. Nah, itu karena dia pernah bekerja di rumah si Target. Nah, siapa lagi kalau bukan Aresti? Geng, sebelum kita mulai pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu, ya. Pembahasan ini tidak bermaksud untuk ee melanggar aturan YouTube ataupun membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Jadi, pembahasan ini tujuannya adalah sebagai informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Geng, di Instagram dan juga komen-komen di YouTube banyak yang minta untuk membahas kasus ini. Ya, sesuai dengan request kalian dan sesuai dengan judul dari video, kita bakal membahas soal aksi penghilangan nyawa yang terjadi di Manokwari. Korbannya ini merupakan seorang istri dari pegawai pajak di daerah tersebut. Polisi mengungkap motif p dan istri pegawai pajak pratama Manokuari Papua Barat yang jatnya dibuang di septik tank. Pelaku ternyata kuli bangunan yang pernah bekerja di rumah korban dan hendak merokok lantaran terjerat judi online. Sebagian informasi menyebutkan jika suaminya adalah seorang pejabat di kantor pajak. Bagaimana bisa di kota kecil yang tenang seperti Manokwari, istri dari seseorang yang memiliki jabatan penting di sebuah instansi bisa menghilang tanpa jejak lalu ditemukan dengan kondisi yang mengerikan. Di kamar jeri sebenarnya gua udah lama nih enggak bahas kasus-kasus penghilangan nyawa kayak gini. Kita lebih sering membahas kasus-kasus kayak gini di kata pena. Tapi karena permintaan kalian ya kan, jadi gua bahas nih siapa nih kira-kira nih yang berani untuk macam-macam dengan orang yang memiliki power atau memiliki jabatan seperti kasus ini ya, istri dari pejabat pajak. Jika kita melihat kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya di negara kita, di mana seorang istri menjadi korban dari aksi penghilangan nyawa, biasanya itu kalau suaminya berpower, ya pelakunya adalah suaminya, orang terdekat kalau enggak. Tapi di kasus Manokwar ini enggak demikian, Geng. Pelakunya adalah orang lain, namun bukan orang asing yang korban tidak kenal sama sekali. Pelakunya itu melakukan aksinya tanpa memikirkan konsekuensi yang akan dia hadapi. Dia hanya mengikuti niat jahatnya aja dan memilih cara yang kejam dengan aksi brutalnya tersebut yang dia lampiaskan ke orang yang ee tidak punya kesalahan apapun kepada dia sebenarnya. Masyarakat Manokuari pun kaget ketika kasus ini mencuat. Dengan cepat kasus ini menjadi viral diberitakan oleh media. Sehingga kabar ini bukan hanya diketahui oleh warga Manokwari aja, tapi justru menjadi heboh untuk seluruh masyarakat Indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang melandasi pelaku melakukan aksi mengerikan ini? Dan yang enggak kalah penting, siapakah pelakunya? Apakah dia orang yang memiliki power besar juga? Makanya dia berani untuk menghabisi istri dari seorang pejabat pajak. Nah, untuk menjawab semua pertanyaan itu kita langsung aja nih, Geng, masuk ke dalam pembahasannya. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [musik] Geng. Oke, sebelum kita bahas ke dalam kronologi kasusnya, kita bahas dulu sosok dari korban yang merupakan istri dari seorang pejabat pajak ini. Jadi, Geng, sebenarnya enggak banyak informasi terkait korban ini. Istri dari seorang pejabat pajak sekaligus korban dari kasus ini yang bernama Aresti Gunar Tinarga. Usianya itu 38 tahun. Dia ini bukanlah warga asli Manokwari, melainkan dia adalah warga dari Kelurahan Gedok, Kecamatan Sanawetan, Blitar, Jawa Timur. Aresti ini sudah menikah dengan seorang pria yang bernama Amri Hidayat. Mereka sama-sama lulusan dari SMA Taruna Nusantara yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Taruna Nusantara atau yang biasa disingkat dengan Tarnus itu merupakan ee apa ya? sekolah menengah atas unggulan di Indonesia yang dikenal sebagai pencetak calon pemimpin muda berkarakter dan berwawasan kebangsaan. banyak alumni sekolah tersebut yang menempati posisi strategis di pemerintahan, di militer, dan sektor swasta. Di antara alumni-alumni yang berasal tersebut ya ada nih satu nama Amri ya kan. Nah, dia bekerja di kantor pajak dan kabarnya posisinya enggak main-main. Amri ini memiliki posisi penting di kantor pelayanan pajak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat yang menjabat sebagai kepala seksi penjaminan kualitas data atau kasih PKD di kantor tersebut. Mereka ini tinggal di sebuah rumah yang berlokasi di daerah Reremi, Puncak. Terus apa nih kira-kira pekerjaan dari Aresti? Nah, di sini gua tidak banyak menemukan sumber informasi yang menyebutkan di mana Aresti ini pernah bekerja. Cuma diketahui ya, Geng, kalau dia ini sudah tidak bekerja lagi, lebih tepatnya ya menjadi seorang ibu rumah tangga. Dia dan Amri belum memiliki anak. Oleh karena itu, Aristi memilih untuk keluar dari tempat kerjanya dengan harapan bisa segera memiliki momongan. Nah, menjadi ibu rumah tangga. Dan ternyata, Geng, Aristi juga belum lama berada di Manokwari. Dia baru pindah ke sana sekitar 3 bulan sejak bulan Agustus kemarin karena dia ikut dengan sang suami yang memang bertugas di Manokwari. Sebelum tinggal di Manokwari, Aresti serta Amri itu tinggal di Jakarta. Selama hidupnya dia dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering berkomunikasi dengan keluarganya yang tinggal di Blitar. Nah, tidak ada firasat apapun yang dirasakan oleh keluarga Aresti awalnya kalau bakal ada sesuatu yang menimpa Aresti ini. Karena merasa kondisi Aresti selama di perantauan bakal baik-baik aja karena Amri pasti selalu melindungi Aresti istrinya. Apalagi mereka berencana untuk memiliki anak. Nah, keluarganya tidak pernah menyangka ya kalau kejadian ini bakal terjadi. Nyawa Aresti justru berakhir di sana. harus berakhir dengan cara yang begitu tragis sampai membuat eh masyarakat Indonesia terkhususnya masyarakat Manokwari terguncang akan kabar ini. Nah, kurang lebih demikian ya, Geng, eh background dari sosok Aresti dan suami. Nah, memang sedikit banget informasi yang beredar di internet. Mungkin kalau ada di antara kalian yang lebih mengetahui secara detail bagaimana Aresti korban ketika masih hidup dan juga sang suami, kalian boleh tambahkan di kolom komentar. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai kronologi aksi penghilangan nyawa Aresti ini. Jadi, Geng, seperti yang gua katakan sebelumnya nih, Geng, ya, di awal, jika pelaku dari kasus ini bukanlah suaminya Aresti, melainkan orang lain yang mengenal Aresti. Siapa dia? Namanya itu adalah Yahya Himawan, seorang laki-laki berusia 29 tahun. Kalau kita lihat dari namanya sih bukan warga asli Papua, bukan warga asli Manokwari ya. Yahya ini juga sering dipanggil gembul. Dia merupakan warga asli Ponorogo, Jawa Timur, pendatang. Dia merupakan warga yang satu provinsi dengan asalnya Aresti. Yahya bukanlah teman dari Aresti atau Amri, bahkan tidak memiliki ee relasi dekat dengan mereka. Dia ini adalah seorang tukang yang mengenal Aresti karena pernah bekerja di rumah Aresti beberapa waktu sebelum kejadian. Nah, jadi tukang perantau di Manokwari kenal dengan Aresti karena Aresti mempekerjakan dia. Di informasi yang gua dapatkan dari salah satu media, memang sehari-harinya Yahya ini bekerja sebagai tukang bangunan, Geng. Dan karena profesinya yang memang sebagai tukang bangunan, Yahya dipercaya oleh Aresti serta Amri untuk merenovasi rumah mereka yang mana tepatnya ya memasang keramik yang ada di bagian dapur dan proses pengerjaannya kurang lebih selama seminggu. Dan pada saat itu, Geng, Yahya diketahui sedang bekerja di sebuah rumah yang sedang direnovasi. Jaraknya itu hanya 300 m dari rumahnya Aresti. Nah, kebetulan tuh Aresti membutuhkan tukang ketemu di sana. Dia mintalah si Yahya ini untuk ya merenovasi keramiknya. Dia sebagai seorang tukang bangunan yang hanya bekerja jika ada yang mengorder atau memerlukan jasanya, seharusnya Yahya bisa memanfaatkan upah yang sudah diberikan dengan baik. mungkin hanya untuk makan sehari-hari misalkan atau ya mengirim untuk keluarganya di kampung gitu kan ya apalagi dia di perantauan udah pasti tinggalnya ngontrak gitu ya. Uangnya bisa dipakai untuk membayar kontrakan. Nah, tapi justru yang terjadi sebaliknya bukannya membatasi pengeluaran untuk hal-hal yang kurang penting Yahya malah kecanduan main judul tuh. Nah, dia menghabiskan seluruh upah kerjanya sebesar Rp3,3 juta untuk bermain judul. Gua yakin banget kejadian seperti ini gak cuma dialami oleh Yahya. Banyak orang Indonesia yang seperti ini. Udah tahu hidup lagi susah, kerjaan lagi ruwet gitu ya. Malah menganggap jika dengan keberuntungan mereka bisa mendapatkan uang berkali-kali lipat dari judul ya itu enggak mungkin. Sehingga mereka menggantungkan harapan untuk melipatgandakan uang dari main judul. Atau ada juga yang sudah lama bermain judul dan tidak kunjung berhenti karena sudah kecanduan. Nah, Yahya adalah satu di antara orang-orang yang sudah kecanduan ini, Geng. Nah, ketika dia bermain judul, kesempatan untuk menang itu kan kecil banget. Nah, cuma karena udah cenderung ada rasa gregetan, penasaran karena enggak menang-menang, jadinya dia terus-menerus mencoba sampai bisa menang, tapi enggak pernah menang. Nah, karena itulah karena terus ingin menang, padahal kecil kemungkinannya ya dia akan terus mendeposit untuk bisa bermain judul. Nah, dia tidak memikirkan jika seharusnya uang yang dia miliki pada saat itu ya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Yahya sama sekali tidak bisa mem-manage uang pendapatan dari ee dia menjadi seorang tukang dengan baik dan membuat isi dompetnya semakin lama semakin menipis dan dia terpaksa mengutang sana sini untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya di saat itu. Bahkan sering sekali orang-orang seperti Yahya ini mengutang bukan untuk makan tapi justru untuk dipakai lagi main judul. Nah, dan enggak terasa hutangnya sudah semakin banyak. Dan yang membuat Yahya sendiri sebenarnya merasa ragu apakah dia bisa melunasi utang-hutangnya tersebut atau enggak. Dia enggak pernah memikirkan dengan matang. Ketika dia meminjam uang atau berhutang kepada orang, nah itu dia enggak pernah ngebayangin dia bisa ngelunasin apa enggak. Nah, ditambah lagi pada akhirnya karena dia tidak kunjung melunasi hutangnya. Nah, dia tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan orang-orang lagi ya dan orang-orang tidak mau meminjamkan uang kepada dia lagi. Tersangka gunakan untuk bermain di Los. dan tersangka kalah sehingga uang itu habis. Kemudian tersangka ee pusing karena kalah. Kemudian berpikir bagaimana caranya tersangka ini bisa mendapatkan uang ganti daripada e gaji yang sudah dibayarkan tersebut. Yahya pun di saat itu ya perlahan-lahan tuh mulai merasa kebingungan, Geng. Dari mana lagi dia bisa mendapatkan uang untuk bisa melunasi hutang dan bisa memenuhi kebutuhannya. Lalu terpikirlah di saat itu dibandingkan dia harus bekerja dengan upah yang [musik] juga tidak akan pernah bisa melunasi semua hutangnya. Nah, bagaimana kalau dia merampok aja? Kepikiranlah untuk merampok. Udah tinggal di manokwari, di tanah perantauan, di tanah orang, tiba-tiba kepikiran untuk melakukan tindakan kejahatan. Nah, di saat itu yang ada di pikiran Yahya adalah dia ingin mencari target terhadap orang-orang yang ee dirasa banyak uang. Nah, nanti uangnya bakal dirampas untuk dia bisa melunasi hutang. Nah, ditambah lagi dia mengetahui bagaimana kondisi keseharian dari targetnya. Nah, itu karena dia pernah bekerja di rumah si Target. Nah, siapa lagi kalau bukan Aresti. Bagi dia selama seminggu bekerja di rumah Aresti sudah sangat cukup untuk mengetahui bagaimana kondisi di rumah tersebut serta lingkungan di sekitarnya. Dan Yahya pun memantapkan hati ya. Dia yakin kalau aksinya itu menjadi sebuah solusi instan untuk menyelesaikan permasalahannya dari jeratan hutang. Agar rencananya bisa berjalan mulus. Di hari Minggu tanggal 9 November 2025, tepatnya di jam 10.00 pagi waktu Indonesia bagian timur, dia memutuskan untuk menyusun rencana dan akan melakukan tindakan kejinya esok harinya. Sebab besoknya itu adalah hari Senin di mana hari kerja. Pastinya Amri suami dari targetnya, suami dari Aresti sedang tidak berada di rumah. Nah, di waktu itulah yang akan dimanfaatkan oleh Yahya karena Aresti berada sendiri di rumah tanpa suami dan itu bakal sangat mudah bagi Yahya untuk melancarkan aksi tersebut. Singkat cerita, tibalah hari Senin nih, Geng. Yahya dengan mantap melangkahkan kaki menuju ke rumah Aresti. Dia tidak datang dengan tangan kosong. Dia membawa sajam dan juga karung sebagai alat yang nanti dia gunakan untuk merampok rumah Aresti. Yahya mengetuk pintu rumah. Tidak butuh waktu lama ya. Di saat itu, Aresti langsung membukakan pintu. Dan di saat itu juga, Geng, Yahya menanyakan kepada Aresti terkait keramik di bagian dapur rumahnya setelah dia menerima informasi bahwa keramik tersebut mulai mengalami kerusakan, katanya. Tentu di saat itu kan Aresti bingung ya, dia kayaknya enggak merasa itu keramik rusak, enggak ada laporan apa-apa. Nah, ini cuma alasan aja, Geng. Tidak pernah ada yang menginformasikan kalau keramik rumah Aresti rusak dan ya memang enggak rusak juga. Nah, cuma di saat itu karena mungkin Aresti ini tidak mengetahui dengan detail mengenai kondisi material keramik dapurnya, ditambah lagi dia yang juga sudah mengenal dan percaya kepada Yahya sebagai tukang di rumah itu, Aresti sama sekali tidak menyaruh curiga. Sehingga dia mempersilakan Yahya untuk masuk ke dalam rumah agar Yahya melihat sendiri, memeriksa sendiri secara langsung kondisi keramik di bagian dapur yang Yahya sendiri yang mengerjakannya dulu. posisinya. Pada saat itu Yahya berjalan di belakang Aresti sehingga apa yang terjadi selanjutnya tidak pernah disadari oleh Aresti. Yahya langsung mengeluarkan pisau yang dia bawa dan dia dengan instan mengancam Aresti agar memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada dia. Sontak Aresti di saat itu tidak mau menuruti perintah Yahya. Dia sempat berbalik badan ke arah Yahya dan langsung berteriak minta tolong. Dia berharap ada tetangga sekitar yang mendengar suara tersebut agar bisa menghentikan tindakan Yahya yang mengerikan di saat itu. Nah, sayangnya geng, upaya tersebut ternyata tidak membuahkan hasil. Namun, Yahya yang terlanjur panik karena Aresti teriak ya kan biasa kan gini nih, orang-orang yang nyoba-nyoba melakukan kejahatan, belum berpengalaman, melihat korbannya berteriak, dia justru panik. Dia akhirnya tanpa berpikir panjang mendorong Aresti hingga Aresti terjatuh ke lantai. Nah, itu adalah gerakan spontan atau gerakan yang secara tiba-tiba dia lakukan agar Aresti tidak berteriak lagi. Ya, mungkin Yahya mendorongnya cukup keras sehingga dikabarkan Aresti sempat tidak sadarkan diri ketika terjatuh. Selama beberapa detik dia pingsan. Nah, namun dia pingsan enggak lama. Setelah beberapa detik tersebut dia tersadar kembali dengan kepala yang pusing dan Aresti mencoba untuk melawan. Cuma di saat itu ya dia enggak mampu melawan kekuatan seorang pria dewasa. Udah gitu tukang lagi kan. Seperti yang kita tahu ya Yahya ini sebagai tukang pasti tenaganya jauh lebih besar dibandingkan dengan Aresti. Dan juga di saat itu Yahya sudah membawa senjata tajam. Nah tentu kita tahu bagaimana endingnya geng. Ketika Yahya melihat Aresti yang bangun dari lantai dan melawan, Yahya memanfaatkan sajam yang dia bawa untuk melakukan tindakan yang mengerikan. Langsung dihujamkan berkali-kali. Ya, gua enggak bisa nyebutin ya, yang jelas tuh seram banget. Dan sampai Yahya ini membekap mulutnya Aresti supaya Aresti tidak bisa berteriak lagi dan dia melakukan tindakan mengerikan menggunakan sajam tadi. Dari informasi lain di media disebutkan kalau Yahya ini sempat ya melakukan tindakan terhadap Restti menggunakan tangan kosong juga. Dia tidak melepaskan genggamannya dari mulut Restti sampai akhirnya Aresti ini tidak bisa bernafas. Seketika di saat itu akibat perbuatan Yahya, Aresti pun meninggal dunia. Dan ketika dia melihat Aresti yang sudah tidak bereaksi lagi ya, dia mencoba memastikan apakah Aresti ini hanya pingsan atau sudah meninggal. Melihat dari dadanya itu sudah tidak ada [musik] lagi naik turun ya. Dan tanda-tanda dari seseorang yang masih bernafas sudah enggak terlihat. Dia memeriksa nadinya juga udah enggak berdenyut. Dia yakin kalau Aresti sudah meninggal dunia. Di saat itulah dia mulai meredam, tidak panik. Bagi Yaya, ini adalah waktunya di mana dia bisa keluar dari masalah hidupnya, dari hutang yang menggunung dan mungkin bisa hidup dengan tenang, dengan uang banyak selama berbulan-bulan atau mungkin setahun ke depan. Setelah korbannya tidak bernyawa, dia melihat kesempatan untuk mengambil semua barang-barang yang ada di sana, barang-barang yang berharga. Dan meskipun tidak panik, Yahya ya harus melancarkan aksi selanjutnya dengan cepat. Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengambil dan mengemasi barang-barang berharga di rumah tersebut. Yang diambil oleh Yahya itu ada handphone, laptop, kamera mini, jam tangan, tablet, dompet, dan masih banyak lagi. Enggak lupa juga dia harus menghilangkan jejak kejahatannya. Enggak mungkin dia meninggalkan jasad dari korbannya di sana. Untuk itu dia mencoba menghilangkan percikan-percikan cairan merah yang banyak banget di lantai. Kemudian jasad aresti lalu dimasukkan ke dalam boks plastik. Ya, gua gak tahu ini dia dapat bok plastik itu dari mana. Apakah memang ada di sana atau justru dia bawa sendiri. Di dalam upaya dia membawa jasad Aresti serta barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut, Yahya menghubungi sebuah mobil pick up menggunakan handphone milik Aresti langsung. Dan singkat cerita, mobil pick up itu pun sampai di rumah Aresti. Dan tidak terbesit di pikiran pengemudi mobil pickup bahwa dia dipanggil untuk membawa jenazah seseorang yang baru saja dihabisi. Dan barang-barang yang diangkut adalah barang-barang curian atau rampokan. Dan muatan tersebut akhirnya dinaikkan ke mobil pickup dan dibawa ke sebuah rumah kosong. Rumah yang sedang direnovasi oleh si Yahya yang berlokasi tidak jauh dari rumah Aresti yang terletak tepat di belakang sebuah tempat karaoke yang bernama Melodika di kawasan Reremi Puncak. Ini mungkin teman-teman di Manquari tahu tempat ini. Meskipun rumah yang sedang direnovasi tersebut sedang kosong karena direnovasi gitu kan. Nah, Yahya ini tidak meninggalkan jasad aresti begitu aja di sana. Sebab ya kalau membusuk bakal mudah tercium. Yahya gak mau hal itu terjadi. Dia gak mau ada yang tahu jika Aresti sudah dieksekusi. Sebagai upaya untuk menghilangkan jejak, cara selanjutnya adalah melenyapkan jasad Aresti dengan cara memisah-misahkan jasadnya menjadi tiga bagian dan potongan-potongan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam septic tank. Nah, kemudian Yahya mengecor bagian atas dari septic tank tersebut agar baunya tidak keluar, tidak membusuk, dan tidak dapat tercium di kemudian hari. Nah, dia juga membakar barang bukti berupa sebuah bok yang dia gunakan untuk mengangkut jasad Aresti. Yahya pada awalnya itu merasa tenang setelah melakukan hal tersebut. Dia berpikir jika aksinya ini sudah berhasil, tidak akan pernah ada yang tahu kalau dia sudah melakukan aksi penghilangan nyawa yang mengerikan sekaligus aksi perampokan. Nah, namun geng ya sekitar jam 11.00 waktu Indonesia bagian timur, suami Aresti di saat itu mengirim pesan untuk istrinya. Entah mungkin karena tidak kunjung dibalas, suaminya yang bernama Amri ini pun langsung menelepon. Tapi tetap tidak ada jawaban dari sang istri. Tanpa dia tahu, Aresti sudah tidak bernyawa dan di saat itu handphone-nya sudah berada di tangan Yahya. Tidak lama setelah Amri menelepon, Yahya berinisiatif untuk menjawab pesannya agar Amri tidak curiga. Yahya membalas pesan itu dengan jawaban saya lagi nyuci. Amri sempat tenang tapi aneh kan balasannya tuh kayak kok bahasa istrinya beda gitu. Nah, tapi dia tetap tenang lah karena udah ada jawaban dan jawaban itu balasan dari handphone istrinya. Dan di saat itu Amri pun langsung pulang ke rumah. Saat dia tiba di rumah tepat di jam 1530 sore waktu Indonesia bagian timur ya dia baru pulang dari kantor tiba-tiba dia melihat pintu rumahnya terkunci. Amri sempat memanggil-manggil istrinya Aresti. Namun enggak ada jawaban dari dalam rumah. Dan entah bagaimana ceritanya Amri bisa masuk ke dalam rumah. Entah dia membobol atau gimana ya kemungkinan juga dia punya kunci cadangan gitu ya. Yang jelas, Geng, pada saat Amri masuk ke dalam rumah, dia melihat masih adanya jejak cairan merah yang tersisa di lantai serta dinding yang tidak sempat di bersihkan oleh Yahya. Nah, di saat itulah ya Amri ini merinding. Di saat itu dia udah berpikiran ke mana-mana dan dia tidak bisa menemukan istrinya di dalam rumah. Amri juga menyadari jika ada beberapa barang di rumah tersebut yang hilang. Dari informasi lain nih yang ada di media, kabarnya nih, Geng. Yahya juga menggunakan akun Instagramnya Resty bahkan untuk meminta tebusan kepada Amri sebesar Rp10 juta. Karena di saat itu kan ya Amri sudah menyadari bahwa istrinya enggak ada dan seolah-olah ini ya istrinya itu diculik gitu. Dan entah bagaimana Yahya ini terbesit di benaknya karena udah keburu ketahuan si Aresti ini udah enggak ada di rumah. Dia tuh menyetting seolah-olah Aresti ini diculik. Makanya dia meminta tebusan kepada Amri. Nah, karena itulah Amri akhirnya langsung melaporkan kejadian ini ke Polesta Manokwari pada malam harinya. Namun, ada versi lain yang menyebutkan kalau Aresti dilaporkan hilang sejak hari Selasa siang sebenarnya, Geng. Yang mana itu berarti sehari setelah insiden tersebut terjadi. Entah mana yang benar, tapi kalau misalkan kalian mendapatkan informasi yang paling valid, boleh tinggalkan komentar di bawah, Geng. Nah, namun yang jelas dari laporan tersebutlah polisi pun akhirnya melakukan penyelidikan untuk mencari tahu keberadaan dari Aresti. Nah, sampai pada akhirnya nih setelah upaya yang cukup panjang barulah polisi menemukan jasad Aresti. Nah, gimana penemuannya ya? Apa yang dilakukan oleh polisi? Nah, sekarang kita bakal bahas kronologi eh dari penemuan jasad aresti serta sekaligus penangkapan dari pelaku yaitu Yahya. Jadi, Gengs, setelah melaporkan jika Aresti menghilang entah ke mana, polisi menangani kasus ini dengan serius dan langsung menerjunkan sejumlah personil untuk mencari keberadaan dari Aresti. Mengetahui jika ada bercakiran merah di dalam rumah tersebut, polisi tahu kalau setidaknya kasus ini adalah kasus aksi penganiayaan alias ada kekerasan yang terjadi. Nah, namun di saat itu masih belum pasti apakah cairan merah itu merupakan milik Aresti yang hilang atau justru milik pelaku. Dan belum tahu juga apakah Aresti masih hidup atau tidak. Untuk memudahkan pencarian, polisi menggunakan anjing pelacak untuk menelusuri jejak Aresti. Di saat itu anjing pelacak ya menghendus keberadaan Aresti yang biasanya tuh caranya adalah pakai baju dari korban diciumkan ke anjing pelacak. Lalu anjing pelacak akan mengikuti tuh ke mana arah bau tersebut ada. Begitu tuh cara kerjanya. Nah, akhirnya anjing pelacak mengendus keberadaan aroma dari Aresti mengarah ke sebuah rumah kosong. Yang anehnya anjing pelacak tersebut justru menuju ke septic tank rumah tersebut. Jika begitu, maka kemungkinan besar kalau Aresti yang hilang yang dicari sudah dalam kondisi yang tidak bernyawa kalau memang benar di dalam seteng itu. Nah, akhirnya untuk membuktikan hal itu dilakukanlah pembongkaran oleh polisi. Di saat itulah semua orang syok, kaget, merinding dengan apa yang mereka lihat. Tubuh Aresti, wanita yang hilang istri dari Amri dalam kondisi sudah terpisah-pisah menjadi tiga bagian. Dan dari penemuan inilah polisi melakukan pencarian terhadap siapa pelakunya. Dalam hitungan jam setelah penemuan, polisi dengan mudah mengetahui identitas dari pelaku yang mana adalah orang yang pernah berhubungan langsung dengan keluarga Aresti dan Amri, yaitu seorang tukang yang bernama Yahya yang pernah dimintai bekerja untuk merenovasi rumah mereka. Polisi langsung meringkus Yahya ini di wilayah Ingramui pada hari Selasa tanggal 11 November 2025 dalam upaya sedang melarikan diri. Namun, Geng, di versi lainnya dikatakan jika penemuan jenazah itu sebenarnya terjadi setelah Yahya ditangkap. Nah, ini ada dua versi. Versi pertama jenazahnya ditemukan dulu oleh anjing pelacak. Versi kedua, jenazah ditemukan setelah pengakuan dari pelaku. Tapi gua lebih percaya versi pertama yang di mana jasad itu diendus oleh anjing pelacak. Karena agak sedikit mustahil ya gimana caranya Yahya ini bisa tertangkap, bisa dicurigai sebagai pelaku. Sementara tidak ada yang mengetahui jasad Resti itu berada di mana, ya kan? Nah, makanya gua lebih percaya pada kronologi pertama tuh, Geng. Jadi, jenazah Resti ditemukan dulu dan kebetulan jenazahnya ditemukan di sebuah safety tank di mana tempat tersebut adalah tempat kerjanya Yahya. Makanya kasus ini mengarah kepada Yahya. Kalau versi kalian gimana, Geng? Coba deh, tinggalkan komentar di bawah. Nah, di saat itu, Geng, ketika polisi menemukan jenazah Aresti yang sudah ya terpisah-pisah menjadi tiga bagian, suaminya Amri sangat terpukul. Dia tidak bisa menahan tangis. Dia tidak pernah membayangkan kalau istrinya bakal berakhir seperti itu. Padahal dia baru saja mengajak istrinya untuk pindah ke Manokwari menemani dia itu baru 3 bulan belakangan. tapi justru harus berakhir mengerikan seperti ini. Dari informasi lain juga polisi ternyata bisa melacak Yahya itu dari handphone yang dibawa oleh Yahya. Nah, di sinilah letak kebodohan dari para pelaku nih. Biasanya mereka habis mengambil gadget, gadgetnya itu dibawa kadang dalam kondisi aktif. Itu bisa dilacak keberadaannya, Gek. Bisa dilacak posisinya. Nah, Yahya ketika kabur dia akhirnya diketahui keberadaannya karena masih membawa handphone milik Aresti. Terus juga, Geng, ada informasi yang menyebutkan pada saat Yahya memindahkan jenazah Aresti serta barang-barang dari rumah Aresti, ternyata ada sebuah CCTV yang merekam. Entah itu CCTV dari tetangga atau dari rumah ee Amri dan Aresti langsung. Yang jelas itulah langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mencari bukti yang mengarah kepada Yahya sebagai pelaku. Lalu geng meskipun dari cerita yang sudah gua jelaskan tadi dikatakan Yahya melakukan aksinya karena memiliki banyak hutang dan kecanduan judul. Namun polisi mengatakan masih mendalami motif yang sebenarnya kenapa Yahya melakukan aksi tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan serta barang bukti yang dikumpulkan yang menguatkan tindakan Yahya kepada Aresti, apa yang dilakukan ini memenuhi pasal 340, pasal 338, dan pasal 365 ayat 3 KUHP, yaitu tentang penghilangan nyawa berencana serta perampokan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia. Oleh karena itu, Yahya dalam kasus ini kemungkinan besar terancam hukuman penjara seumur hidup atau justru hukuman mati. Dan saat ini polisi sedang mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat di dalam aksi tersebut. Karena jujur aja ya, Geng ya, gua agak bingung sih ketika Yahya naruh Aresti ini di safety tank rumah yang sedang dibangun. Biasanya kan tukang enggak bekerja sendiri ya. Ya kan? Tukang tuh kan kerja ramai-ramai, ada kelompoknya. Masa iya? Kalau memang mereka berkelompok, tidak ada satu orang pun yang tahu ketika Yahya melakukan tindakan kejinya itu. Nah, makanya polisi masih mendalami kasus ini. Kemungkinan besar ada pelaku lainnya. Nah, sementara itu pemeriksaan terhadap jenazah Aresti sudah selesai dilakukan di hari Selasa malam tanggal 11 November. Keesokan harinya, tepat di hari Rabu sekitar jam subuh, jenazah Aresti diberangkatkan dari Bandara Rendani menuju ke Blitar, kampung halamannya. Ada suami serta keluarganya yang ikut mengantarkan jenazah Aresti sampai ke Blitar. Di rumah duka sudah berdiri sebuah tenda yang dipenuhi oleh karangan bunga, ucapan berbelah sungkawa. Jenazah Aresti saat ini sudah disemayamkan di TPU Gedok, Kota Blitar. Pihak keluarganya kini berharap keadilan bisa ditegakkan dan Yahya bisa dihukum seberat-beratnya. Pihak dari Dirjen Pajak atau DJP melakukan koordinasi antar kantor wilayah di Papua Barat, Maluku, dan Jawa Timur 2 agar proses pemulangan jenazah korban berjalan dengan baik. Nah, selain memberikan bantuan logistik, DJP juga memberikan dukungan psikologis dan pendampingan bagi keluarga korban yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJP serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Itu dia geng kisah dari Aresti, istri dari seorang pejabat pajak yang bekerja di Manokwari yang berakhir di dalam safety tank dengan kondisi tubuh yang mengerikan. Gimana, Geng? Menurut kalian apa kira-kira pelajaran yang bisa kita ambil nih dari kasus ini? Karena ini waduh sebenarnya banyak ya suami-suami yang bertugas di luar kota yang pada akhirnya mengajak istri mereka untuk ikut menemani mereka ke sana. Gua bisa berkaca ya kondisi keluarga gua juga. Orang tua gua bokap gua tuh pernah jadi kepala sekolah di salah satu daerah di pegunungan sana. Namanya tuh Siompin. Siompin itu daerah Aceh sana, Aceh Singkil sana. Benar-benar di tengah-tengah perkebunan sawit. Nyokap gua itu diajak oleh bokap gua untuk tinggal di sana. Dan gua merasakan sekali bagaimana ketika bokap gua sedang bekerja, nyokap gua tinggal sendiri di rumah. Dan lu bayangkan berada di tengah-tengah perkebunan sawit yang orang-orang bekerja di perkebunan itu tuh seram-seram. Seram-seram banget, Geng. Kalian boleh cek sendiri deh kasus-kasus yang berhubungan dengan para pekerja sawit lah. Begitulah kurang lebih yang gua rasakan ya. Apa yang dialami oleh Resti ini ketika dia ikut dengan suaminya ke kota orang lain, ke daerah orang lain, ditinggal di rumah sendirian di saat bekerja, maka nyawanya sangat-sangatlah terancam. Kapan saja dia bisa mengalami hal-hal yang mengerikan dan ternyata benar-benar terjadi. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.