MANOKWARI TAX OFFICIAL'S WIFE ENDS UP IN A SEPTIC TANK
EmaEi5nzrcM • 2025-11-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Nah, di saat itu yang ada di pikiran
Yahya adalah dia ingin mencari target
terhadap orang-orang yang e dirasa
banyak uang. Nah, nanti uangnya bakal
dirampas untuk dia bisa melunasi hutang.
Nah, ditambah lagi dia mengetahui
bagaimana kondisi keseharian dari
targetnya. Nah, itu karena dia pernah
bekerja di rumah si Target. Nah, siapa
lagi kalau bukan Aresti?
Geng, sebelum kita mulai pembahasan ini,
gua mau disclaimer dulu, ya. Pembahasan
ini tidak bermaksud untuk ee melanggar
aturan YouTube ataupun membuat sesuatu
yang dilarang oleh YouTube. Jadi,
pembahasan ini tujuannya adalah sebagai
informasi dan semoga bisa menjadi
edukasi untuk kita semua. Geng, di
Instagram dan juga komen-komen di
YouTube banyak yang minta untuk membahas
kasus ini. Ya, sesuai dengan request
kalian dan sesuai dengan judul dari
video, kita bakal membahas soal aksi
penghilangan nyawa yang terjadi di
Manokwari. Korbannya ini merupakan
seorang istri dari pegawai pajak di
daerah tersebut. Polisi mengungkap motif
p dan istri pegawai pajak pratama
Manokuari Papua Barat yang jatnya
dibuang di septik tank. Pelaku ternyata
kuli bangunan yang pernah bekerja di
rumah korban dan hendak merokok lantaran
terjerat judi online.
Sebagian informasi menyebutkan jika
suaminya adalah seorang pejabat di
kantor pajak. Bagaimana bisa di kota
kecil yang tenang seperti Manokwari,
istri dari seseorang yang memiliki
jabatan penting di sebuah instansi bisa
menghilang tanpa jejak lalu ditemukan
dengan kondisi yang mengerikan. Di kamar
jeri sebenarnya gua udah lama nih enggak
bahas kasus-kasus penghilangan nyawa
kayak gini. Kita lebih sering membahas
kasus-kasus kayak gini di kata pena.
Tapi karena permintaan kalian ya kan,
jadi gua bahas nih siapa nih kira-kira
nih yang berani untuk macam-macam dengan
orang yang memiliki power atau memiliki
jabatan seperti kasus ini ya, istri dari
pejabat pajak. Jika kita melihat
kasus-kasus yang pernah terjadi
sebelumnya di negara kita, di mana
seorang istri menjadi korban dari aksi
penghilangan nyawa, biasanya itu kalau
suaminya berpower, ya pelakunya adalah
suaminya, orang terdekat kalau enggak.
Tapi di kasus Manokwar ini enggak
demikian, Geng. Pelakunya adalah orang
lain, namun bukan orang asing yang
korban tidak kenal sama sekali.
Pelakunya itu melakukan aksinya tanpa
memikirkan konsekuensi yang akan dia
hadapi. Dia hanya mengikuti niat
jahatnya aja dan memilih cara yang kejam
dengan aksi brutalnya tersebut yang dia
lampiaskan ke orang yang ee tidak punya
kesalahan apapun kepada dia sebenarnya.
Masyarakat Manokuari pun kaget ketika
kasus ini mencuat. Dengan cepat kasus
ini menjadi viral diberitakan oleh
media. Sehingga kabar ini bukan hanya
diketahui oleh warga Manokwari aja, tapi
justru menjadi heboh untuk seluruh
masyarakat Indonesia. Apa yang
sebenarnya terjadi? Apa yang melandasi
pelaku melakukan aksi mengerikan ini?
Dan yang enggak kalah penting, siapakah
pelakunya? Apakah dia orang yang
memiliki power besar juga? Makanya dia
berani untuk menghabisi istri dari
seorang pejabat pajak. Nah, untuk
menjawab semua pertanyaan itu kita
langsung aja nih, Geng, masuk ke dalam
pembahasannya. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry.
[musik]
Geng. Oke, sebelum kita bahas ke dalam
kronologi kasusnya, kita bahas dulu
sosok dari korban yang merupakan istri
dari seorang pejabat pajak ini.
Jadi, Geng, sebenarnya enggak banyak
informasi terkait korban ini. Istri dari
seorang pejabat pajak sekaligus korban
dari kasus ini yang bernama Aresti Gunar
Tinarga. Usianya itu 38 tahun. Dia ini
bukanlah warga asli Manokwari, melainkan
dia adalah warga dari Kelurahan Gedok,
Kecamatan Sanawetan, Blitar, Jawa Timur.
Aresti ini sudah menikah dengan seorang
pria yang bernama Amri Hidayat. Mereka
sama-sama lulusan dari SMA Taruna
Nusantara yang berlokasi di Magelang,
Jawa Tengah. Taruna Nusantara atau yang
biasa disingkat dengan Tarnus itu
merupakan ee apa ya? sekolah menengah
atas unggulan di Indonesia yang dikenal
sebagai pencetak calon pemimpin muda
berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
banyak alumni sekolah tersebut yang
menempati posisi strategis di
pemerintahan, di militer, dan sektor
swasta. Di antara alumni-alumni yang
berasal tersebut ya ada nih satu nama
Amri ya kan. Nah, dia bekerja di kantor
pajak dan kabarnya posisinya enggak
main-main. Amri ini memiliki posisi
penting di kantor pelayanan pajak di
Kabupaten Manokwari, Papua Barat yang
menjabat sebagai kepala seksi penjaminan
kualitas data atau kasih PKD di kantor
tersebut. Mereka ini tinggal di sebuah
rumah yang berlokasi di daerah Reremi,
Puncak. Terus apa nih kira-kira
pekerjaan dari Aresti? Nah, di sini gua
tidak banyak menemukan sumber informasi
yang menyebutkan di mana Aresti ini
pernah bekerja. Cuma diketahui ya, Geng,
kalau dia ini sudah tidak bekerja lagi,
lebih tepatnya ya menjadi seorang ibu
rumah tangga. Dia dan Amri belum
memiliki anak. Oleh karena itu, Aristi
memilih untuk keluar dari tempat
kerjanya dengan harapan bisa segera
memiliki momongan. Nah, menjadi ibu
rumah tangga. Dan ternyata, Geng, Aristi
juga belum lama berada di Manokwari. Dia
baru pindah ke sana sekitar 3 bulan
sejak bulan Agustus kemarin karena dia
ikut dengan sang suami yang memang
bertugas di Manokwari. Sebelum tinggal
di Manokwari, Aresti serta Amri itu
tinggal di Jakarta. Selama hidupnya dia
dikenal sebagai sosok yang ramah dan
sering berkomunikasi dengan keluarganya
yang tinggal di Blitar. Nah, tidak ada
firasat apapun yang dirasakan oleh
keluarga Aresti awalnya kalau bakal ada
sesuatu yang menimpa Aresti ini. Karena
merasa kondisi Aresti selama di
perantauan bakal baik-baik aja karena
Amri pasti selalu melindungi Aresti
istrinya. Apalagi mereka berencana untuk
memiliki anak. Nah, keluarganya tidak
pernah menyangka ya kalau kejadian ini
bakal terjadi. Nyawa Aresti justru
berakhir di sana. harus berakhir dengan
cara yang begitu tragis sampai membuat
eh masyarakat Indonesia terkhususnya
masyarakat Manokwari terguncang akan
kabar ini. Nah, kurang lebih demikian
ya, Geng, eh background dari sosok
Aresti dan suami. Nah, memang sedikit
banget informasi yang beredar di
internet. Mungkin kalau ada di antara
kalian yang lebih mengetahui secara
detail bagaimana Aresti korban ketika
masih hidup dan juga sang suami, kalian
boleh tambahkan di kolom komentar. Nah,
sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya mengenai
kronologi aksi penghilangan nyawa Aresti
ini.
Jadi, Geng, seperti yang gua katakan
sebelumnya nih, Geng, ya, di awal, jika
pelaku dari kasus ini bukanlah suaminya
Aresti, melainkan orang lain yang
mengenal Aresti. Siapa dia? Namanya itu
adalah Yahya Himawan, seorang laki-laki
berusia 29 tahun. Kalau kita lihat dari
namanya sih bukan warga asli Papua,
bukan warga asli Manokwari ya. Yahya ini
juga sering dipanggil gembul. Dia
merupakan warga asli Ponorogo, Jawa
Timur, pendatang. Dia merupakan warga
yang satu provinsi dengan asalnya
Aresti. Yahya bukanlah teman dari Aresti
atau Amri, bahkan tidak memiliki ee
relasi dekat dengan mereka. Dia ini
adalah seorang tukang yang mengenal
Aresti karena pernah bekerja di rumah
Aresti beberapa waktu sebelum kejadian.
Nah, jadi tukang perantau di Manokwari
kenal dengan Aresti karena Aresti
mempekerjakan dia. Di informasi yang gua
dapatkan dari salah satu media, memang
sehari-harinya Yahya ini bekerja sebagai
tukang bangunan, Geng. Dan karena
profesinya yang memang sebagai tukang
bangunan, Yahya dipercaya oleh Aresti
serta Amri untuk merenovasi rumah mereka
yang mana tepatnya ya memasang keramik
yang ada di bagian dapur dan proses
pengerjaannya kurang lebih selama
seminggu. Dan pada saat itu, Geng, Yahya
diketahui sedang bekerja di sebuah rumah
yang sedang direnovasi. Jaraknya itu
hanya 300 m dari rumahnya Aresti. Nah,
kebetulan tuh Aresti membutuhkan tukang
ketemu di sana. Dia mintalah si Yahya
ini untuk ya merenovasi keramiknya. Dia
sebagai seorang tukang bangunan yang
hanya bekerja jika ada yang mengorder
atau memerlukan jasanya, seharusnya
Yahya bisa memanfaatkan upah yang sudah
diberikan dengan baik. mungkin hanya
untuk makan sehari-hari misalkan atau ya
mengirim untuk keluarganya di kampung
gitu kan ya apalagi dia di perantauan
udah pasti tinggalnya ngontrak gitu ya.
Uangnya bisa dipakai untuk membayar
kontrakan. Nah, tapi justru yang terjadi
sebaliknya bukannya membatasi
pengeluaran untuk hal-hal yang kurang
penting Yahya malah kecanduan main judul
tuh. Nah, dia menghabiskan seluruh upah
kerjanya sebesar Rp3,3 juta untuk
bermain judul. Gua yakin banget kejadian
seperti ini gak cuma dialami oleh Yahya.
Banyak orang Indonesia yang seperti ini.
Udah tahu hidup lagi susah, kerjaan lagi
ruwet gitu ya. Malah menganggap jika
dengan keberuntungan mereka bisa
mendapatkan uang berkali-kali lipat dari
judul ya itu enggak mungkin. Sehingga
mereka menggantungkan harapan untuk
melipatgandakan uang dari main judul.
Atau ada juga yang sudah lama bermain
judul dan tidak kunjung berhenti karena
sudah kecanduan. Nah, Yahya adalah satu
di antara orang-orang yang sudah
kecanduan ini, Geng. Nah, ketika dia
bermain judul, kesempatan untuk menang
itu kan kecil banget. Nah, cuma karena
udah cenderung ada rasa gregetan,
penasaran karena enggak menang-menang,
jadinya dia terus-menerus mencoba sampai
bisa menang, tapi enggak pernah menang.
Nah, karena itulah karena terus ingin
menang, padahal kecil kemungkinannya ya
dia akan terus mendeposit untuk bisa
bermain judul. Nah, dia tidak memikirkan
jika seharusnya uang yang dia miliki
pada saat itu ya bisa digunakan untuk
hal yang lebih bermanfaat. Yahya sama
sekali tidak bisa mem-manage uang
pendapatan dari ee dia menjadi seorang
tukang dengan baik dan membuat isi
dompetnya semakin lama semakin menipis
dan dia terpaksa mengutang sana sini
untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya
di saat itu. Bahkan sering sekali
orang-orang seperti Yahya ini mengutang
bukan untuk makan tapi justru untuk
dipakai lagi main judul. Nah, dan enggak
terasa hutangnya sudah semakin banyak.
Dan yang membuat Yahya sendiri
sebenarnya merasa ragu apakah dia bisa
melunasi utang-hutangnya tersebut atau
enggak. Dia enggak pernah memikirkan
dengan matang. Ketika dia meminjam uang
atau berhutang kepada orang, nah itu dia
enggak pernah ngebayangin dia bisa
ngelunasin apa enggak. Nah, ditambah
lagi pada akhirnya karena dia tidak
kunjung melunasi hutangnya. Nah, dia
tidak akan pernah mendapatkan
kepercayaan orang-orang lagi ya dan
orang-orang tidak mau meminjamkan uang
kepada dia lagi.
Tersangka gunakan untuk bermain di Los.
dan tersangka
kalah sehingga uang itu habis. Kemudian
tersangka ee pusing karena kalah.
Kemudian berpikir bagaimana caranya
tersangka ini bisa mendapatkan uang
ganti daripada e gaji yang sudah
dibayarkan tersebut.
Yahya pun di saat itu ya perlahan-lahan
tuh mulai merasa kebingungan, Geng. Dari
mana lagi dia bisa mendapatkan uang
untuk bisa melunasi hutang dan bisa
memenuhi kebutuhannya. Lalu terpikirlah
di saat itu dibandingkan dia harus
bekerja dengan upah yang [musik] juga
tidak akan pernah bisa melunasi semua
hutangnya. Nah, bagaimana kalau dia
merampok aja? Kepikiranlah untuk
merampok. Udah tinggal di manokwari, di
tanah perantauan, di tanah orang,
tiba-tiba kepikiran untuk melakukan
tindakan kejahatan. Nah, di saat itu
yang ada di pikiran Yahya adalah dia
ingin mencari target terhadap
orang-orang yang ee dirasa banyak uang.
Nah, nanti uangnya bakal dirampas untuk
dia bisa melunasi hutang. Nah, ditambah
lagi dia mengetahui bagaimana kondisi
keseharian dari targetnya. Nah, itu
karena dia pernah bekerja di rumah si
Target. Nah, siapa lagi kalau bukan
Aresti. Bagi dia selama seminggu bekerja
di rumah Aresti sudah sangat cukup untuk
mengetahui bagaimana kondisi di rumah
tersebut serta lingkungan di sekitarnya.
Dan Yahya pun memantapkan hati ya. Dia
yakin kalau aksinya itu menjadi sebuah
solusi instan untuk menyelesaikan
permasalahannya dari jeratan hutang.
Agar rencananya bisa berjalan mulus. Di
hari Minggu tanggal 9 November 2025,
tepatnya di jam 10.00 pagi waktu
Indonesia bagian timur, dia memutuskan
untuk menyusun rencana dan akan
melakukan tindakan kejinya esok harinya.
Sebab besoknya itu adalah hari Senin di
mana hari kerja. Pastinya Amri suami
dari targetnya, suami dari Aresti sedang
tidak berada di rumah. Nah, di waktu
itulah yang akan dimanfaatkan oleh Yahya
karena Aresti berada sendiri di rumah
tanpa suami dan itu bakal sangat mudah
bagi Yahya untuk melancarkan aksi
tersebut. Singkat cerita, tibalah hari
Senin nih, Geng. Yahya dengan mantap
melangkahkan kaki menuju ke rumah
Aresti. Dia tidak datang dengan tangan
kosong. Dia membawa sajam dan juga
karung sebagai alat yang nanti dia
gunakan untuk merampok rumah Aresti.
Yahya mengetuk pintu rumah. Tidak butuh
waktu lama ya. Di saat itu, Aresti
langsung membukakan pintu. Dan di saat
itu juga, Geng, Yahya menanyakan kepada
Aresti terkait keramik di bagian dapur
rumahnya setelah dia menerima informasi
bahwa keramik tersebut mulai mengalami
kerusakan, katanya. Tentu di saat itu
kan Aresti bingung ya, dia kayaknya
enggak merasa itu keramik rusak, enggak
ada laporan apa-apa. Nah, ini cuma
alasan aja, Geng. Tidak pernah ada yang
menginformasikan kalau keramik rumah
Aresti rusak dan ya memang enggak rusak
juga. Nah, cuma di saat itu karena
mungkin Aresti ini tidak mengetahui
dengan detail mengenai kondisi material
keramik dapurnya, ditambah lagi dia yang
juga sudah mengenal dan percaya kepada
Yahya sebagai tukang di rumah itu,
Aresti sama sekali tidak menyaruh
curiga. Sehingga dia mempersilakan Yahya
untuk masuk ke dalam rumah agar Yahya
melihat sendiri, memeriksa sendiri
secara langsung kondisi keramik di
bagian dapur yang Yahya sendiri yang
mengerjakannya dulu. posisinya. Pada
saat itu Yahya berjalan di belakang
Aresti sehingga apa yang terjadi
selanjutnya tidak pernah disadari oleh
Aresti. Yahya langsung mengeluarkan
pisau yang dia bawa dan dia dengan
instan mengancam Aresti agar memberikan
uang sebesar Rp1 juta kepada dia. Sontak
Aresti di saat itu tidak mau menuruti
perintah Yahya. Dia sempat berbalik
badan ke arah Yahya dan langsung
berteriak minta tolong. Dia berharap ada
tetangga sekitar yang mendengar suara
tersebut agar bisa menghentikan tindakan
Yahya yang mengerikan di saat itu. Nah,
sayangnya geng, upaya tersebut ternyata
tidak membuahkan hasil. Namun, Yahya
yang terlanjur panik karena Aresti
teriak ya kan biasa kan gini nih,
orang-orang yang nyoba-nyoba melakukan
kejahatan, belum berpengalaman, melihat
korbannya berteriak, dia justru panik.
Dia akhirnya tanpa berpikir panjang
mendorong Aresti hingga Aresti terjatuh
ke lantai. Nah, itu adalah gerakan
spontan atau gerakan yang secara
tiba-tiba dia lakukan agar Aresti tidak
berteriak lagi. Ya, mungkin Yahya
mendorongnya cukup keras sehingga
dikabarkan Aresti sempat tidak sadarkan
diri ketika terjatuh. Selama beberapa
detik dia pingsan. Nah, namun dia
pingsan enggak lama. Setelah beberapa
detik tersebut dia tersadar kembali
dengan kepala yang pusing dan Aresti
mencoba untuk melawan. Cuma di saat itu
ya dia enggak mampu melawan kekuatan
seorang pria dewasa. Udah gitu tukang
lagi kan. Seperti yang kita tahu ya
Yahya ini sebagai tukang pasti tenaganya
jauh lebih besar dibandingkan dengan
Aresti. Dan juga di saat itu Yahya sudah
membawa senjata tajam. Nah tentu kita
tahu bagaimana endingnya geng. Ketika
Yahya melihat Aresti yang bangun dari
lantai dan melawan, Yahya memanfaatkan
sajam yang dia bawa untuk melakukan
tindakan yang mengerikan. Langsung
dihujamkan berkali-kali. Ya, gua enggak
bisa nyebutin ya, yang jelas tuh seram
banget. Dan sampai Yahya ini membekap
mulutnya Aresti supaya Aresti tidak bisa
berteriak lagi dan dia melakukan
tindakan mengerikan menggunakan sajam
tadi. Dari informasi lain di media
disebutkan kalau Yahya ini sempat ya
melakukan tindakan terhadap Restti
menggunakan tangan kosong juga. Dia
tidak melepaskan genggamannya dari mulut
Restti sampai akhirnya Aresti ini tidak
bisa bernafas. Seketika di saat itu
akibat perbuatan Yahya, Aresti pun
meninggal dunia. Dan ketika dia melihat
Aresti yang sudah tidak bereaksi lagi
ya, dia mencoba memastikan apakah Aresti
ini hanya pingsan atau sudah meninggal.
Melihat dari dadanya itu sudah tidak ada
[musik] lagi naik turun ya. Dan
tanda-tanda dari seseorang yang masih
bernafas sudah enggak terlihat. Dia
memeriksa nadinya juga udah enggak
berdenyut. Dia yakin kalau Aresti sudah
meninggal dunia. Di saat itulah dia
mulai meredam, tidak panik. Bagi Yaya,
ini adalah waktunya di mana dia bisa
keluar dari masalah hidupnya, dari
hutang yang menggunung dan mungkin bisa
hidup dengan tenang, dengan uang banyak
selama berbulan-bulan atau mungkin
setahun ke depan. Setelah korbannya
tidak bernyawa, dia melihat kesempatan
untuk mengambil semua barang-barang yang
ada di sana, barang-barang yang
berharga. Dan meskipun tidak panik,
Yahya ya harus melancarkan aksi
selanjutnya dengan cepat. Langkah
selanjutnya yang dilakukan adalah
mengambil dan mengemasi barang-barang
berharga di rumah tersebut. Yang diambil
oleh Yahya itu ada handphone, laptop,
kamera mini, jam tangan, tablet, dompet,
dan masih banyak lagi. Enggak lupa juga
dia harus menghilangkan jejak
kejahatannya. Enggak mungkin dia
meninggalkan jasad dari korbannya di
sana. Untuk itu dia mencoba
menghilangkan percikan-percikan cairan
merah yang banyak banget di lantai.
Kemudian jasad aresti lalu dimasukkan ke
dalam boks plastik. Ya, gua gak tahu ini
dia dapat bok plastik itu dari mana.
Apakah memang ada di sana atau justru
dia bawa sendiri. Di dalam upaya dia
membawa jasad Aresti serta barang-barang
yang ada di dalam rumah tersebut, Yahya
menghubungi sebuah mobil pick up
menggunakan handphone milik Aresti
langsung. Dan singkat cerita, mobil pick
up itu pun sampai di rumah Aresti. Dan
tidak terbesit di pikiran pengemudi
mobil pickup bahwa dia dipanggil untuk
membawa jenazah seseorang yang baru saja
dihabisi. Dan barang-barang yang
diangkut adalah barang-barang curian
atau rampokan. Dan muatan tersebut
akhirnya dinaikkan ke mobil pickup dan
dibawa ke sebuah rumah kosong. Rumah
yang sedang direnovasi oleh si Yahya
yang berlokasi tidak jauh dari rumah
Aresti yang terletak tepat di belakang
sebuah tempat karaoke yang bernama
Melodika di kawasan Reremi Puncak. Ini
mungkin teman-teman di Manquari tahu
tempat ini. Meskipun rumah yang sedang
direnovasi tersebut sedang kosong karena
direnovasi gitu kan. Nah, Yahya ini
tidak meninggalkan jasad aresti begitu
aja di sana. Sebab ya kalau membusuk
bakal mudah tercium. Yahya gak mau hal
itu terjadi. Dia gak mau ada yang tahu
jika Aresti sudah dieksekusi. Sebagai
upaya untuk menghilangkan jejak, cara
selanjutnya adalah melenyapkan jasad
Aresti dengan cara memisah-misahkan
jasadnya menjadi tiga bagian dan
potongan-potongan tersebut kemudian
dimasukkan ke dalam septic tank. Nah,
kemudian Yahya mengecor bagian atas dari
septic tank tersebut agar baunya tidak
keluar, tidak membusuk, dan tidak dapat
tercium di kemudian hari. Nah, dia juga
membakar barang bukti berupa sebuah bok
yang dia gunakan untuk mengangkut jasad
Aresti. Yahya pada awalnya itu merasa
tenang setelah melakukan hal tersebut.
Dia berpikir jika aksinya ini sudah
berhasil, tidak akan pernah ada yang
tahu kalau dia sudah melakukan aksi
penghilangan nyawa yang mengerikan
sekaligus aksi perampokan. Nah, namun
geng ya sekitar jam 11.00 waktu
Indonesia bagian timur, suami Aresti di
saat itu mengirim pesan untuk istrinya.
Entah mungkin karena tidak kunjung
dibalas, suaminya yang bernama Amri ini
pun langsung menelepon. Tapi tetap tidak
ada jawaban dari sang istri. Tanpa dia
tahu, Aresti sudah tidak bernyawa dan di
saat itu handphone-nya sudah berada di
tangan Yahya. Tidak lama setelah Amri
menelepon, Yahya berinisiatif untuk
menjawab pesannya agar Amri tidak
curiga. Yahya membalas pesan itu dengan
jawaban saya lagi nyuci. Amri sempat
tenang tapi aneh kan balasannya tuh
kayak kok bahasa istrinya beda gitu.
Nah, tapi dia tetap tenang lah karena
udah ada jawaban dan jawaban itu balasan
dari handphone istrinya. Dan di saat itu
Amri pun langsung pulang ke rumah. Saat
dia tiba di rumah tepat di jam 1530 sore
waktu Indonesia bagian timur ya dia baru
pulang dari kantor tiba-tiba dia melihat
pintu rumahnya terkunci. Amri sempat
memanggil-manggil istrinya Aresti. Namun
enggak ada jawaban dari dalam rumah. Dan
entah bagaimana ceritanya Amri bisa
masuk ke dalam rumah. Entah dia membobol
atau gimana ya kemungkinan juga dia
punya kunci cadangan gitu ya. Yang
jelas, Geng, pada saat Amri masuk ke
dalam rumah, dia melihat masih adanya
jejak cairan merah yang tersisa di
lantai serta dinding yang tidak sempat
di bersihkan oleh Yahya. Nah, di saat
itulah ya Amri ini merinding. Di saat
itu dia udah berpikiran ke mana-mana dan
dia tidak bisa menemukan istrinya di
dalam rumah. Amri juga menyadari jika
ada beberapa barang di rumah tersebut
yang hilang.
Dari informasi lain nih yang ada di
media, kabarnya nih, Geng. Yahya juga
menggunakan akun Instagramnya Resty
bahkan untuk meminta tebusan kepada Amri
sebesar Rp10 juta. Karena di saat itu
kan ya Amri sudah menyadari bahwa
istrinya enggak ada dan seolah-olah ini
ya istrinya itu diculik gitu. Dan entah
bagaimana Yahya ini terbesit di benaknya
karena udah keburu ketahuan si Aresti
ini udah enggak ada di rumah. Dia tuh
menyetting seolah-olah Aresti ini
diculik. Makanya dia meminta tebusan
kepada Amri. Nah, karena itulah Amri
akhirnya langsung melaporkan kejadian
ini ke Polesta Manokwari pada malam
harinya. Namun, ada versi lain yang
menyebutkan kalau Aresti dilaporkan
hilang sejak hari Selasa siang
sebenarnya, Geng. Yang mana itu berarti
sehari setelah insiden tersebut terjadi.
Entah mana yang benar, tapi kalau
misalkan kalian mendapatkan informasi
yang paling valid, boleh tinggalkan
komentar di bawah, Geng. Nah, namun yang
jelas dari laporan tersebutlah polisi
pun akhirnya melakukan penyelidikan
untuk mencari tahu keberadaan dari
Aresti. Nah, sampai pada akhirnya nih
setelah upaya yang cukup panjang barulah
polisi menemukan jasad Aresti.
Nah, gimana penemuannya ya? Apa yang
dilakukan oleh polisi? Nah, sekarang
kita bakal bahas kronologi eh dari
penemuan jasad aresti serta sekaligus
penangkapan dari pelaku yaitu Yahya.
Jadi, Gengs, setelah melaporkan jika
Aresti menghilang entah ke mana, polisi
menangani kasus ini dengan serius dan
langsung menerjunkan sejumlah personil
untuk mencari keberadaan dari Aresti.
Mengetahui jika ada bercakiran merah di
dalam rumah tersebut, polisi tahu kalau
setidaknya kasus ini adalah kasus aksi
penganiayaan alias ada kekerasan yang
terjadi. Nah, namun di saat itu masih
belum pasti apakah cairan merah itu
merupakan milik Aresti yang hilang atau
justru milik pelaku. Dan belum tahu juga
apakah Aresti masih hidup atau tidak.
Untuk memudahkan pencarian, polisi
menggunakan anjing pelacak untuk
menelusuri jejak Aresti. Di saat itu
anjing pelacak ya menghendus keberadaan
Aresti yang biasanya tuh caranya adalah
pakai baju dari korban diciumkan ke
anjing pelacak. Lalu anjing pelacak akan
mengikuti tuh ke mana arah bau tersebut
ada. Begitu tuh cara kerjanya. Nah,
akhirnya anjing pelacak mengendus
keberadaan aroma dari Aresti mengarah ke
sebuah rumah kosong. Yang anehnya anjing
pelacak tersebut justru menuju ke septic
tank rumah tersebut. Jika begitu, maka
kemungkinan besar kalau Aresti yang
hilang yang dicari sudah dalam kondisi
yang tidak bernyawa kalau memang benar
di dalam seteng itu. Nah, akhirnya untuk
membuktikan hal itu dilakukanlah
pembongkaran oleh polisi. Di saat itulah
semua orang syok, kaget, merinding
dengan apa yang mereka lihat. Tubuh
Aresti, wanita yang hilang istri dari
Amri dalam kondisi sudah terpisah-pisah
menjadi tiga bagian. Dan dari penemuan
inilah polisi melakukan pencarian
terhadap siapa pelakunya. Dalam hitungan
jam setelah penemuan, polisi dengan
mudah mengetahui identitas dari pelaku
yang mana adalah orang yang pernah
berhubungan langsung dengan keluarga
Aresti dan Amri, yaitu seorang tukang
yang bernama Yahya yang pernah dimintai
bekerja untuk merenovasi rumah mereka.
Polisi langsung meringkus Yahya ini di
wilayah Ingramui pada hari Selasa
tanggal 11 November 2025 dalam upaya
sedang melarikan diri. Namun, Geng, di
versi lainnya dikatakan jika penemuan
jenazah itu sebenarnya terjadi setelah
Yahya ditangkap. Nah, ini ada dua versi.
Versi pertama jenazahnya ditemukan dulu
oleh anjing pelacak. Versi kedua,
jenazah ditemukan setelah pengakuan dari
pelaku. Tapi gua lebih percaya versi
pertama yang di mana jasad itu diendus
oleh anjing pelacak. Karena agak sedikit
mustahil ya gimana caranya Yahya ini
bisa tertangkap, bisa dicurigai sebagai
pelaku. Sementara tidak ada yang
mengetahui jasad Resti itu berada di
mana, ya kan? Nah, makanya gua lebih
percaya pada kronologi pertama tuh,
Geng. Jadi, jenazah Resti ditemukan dulu
dan kebetulan jenazahnya ditemukan di
sebuah safety tank di mana tempat
tersebut adalah tempat kerjanya Yahya.
Makanya kasus ini mengarah kepada Yahya.
Kalau versi kalian gimana, Geng? Coba
deh, tinggalkan komentar di bawah. Nah,
di saat itu, Geng, ketika polisi
menemukan jenazah Aresti yang sudah ya
terpisah-pisah menjadi tiga bagian,
suaminya Amri sangat terpukul. Dia tidak
bisa menahan tangis. Dia tidak pernah
membayangkan kalau istrinya bakal
berakhir seperti itu. Padahal dia baru
saja mengajak istrinya untuk pindah ke
Manokwari menemani dia itu baru 3 bulan
belakangan. tapi justru harus berakhir
mengerikan seperti ini.
Dari informasi lain juga polisi ternyata
bisa melacak Yahya itu dari handphone
yang dibawa oleh Yahya. Nah, di sinilah
letak kebodohan dari para pelaku nih.
Biasanya mereka habis mengambil gadget,
gadgetnya itu dibawa kadang dalam
kondisi aktif. Itu bisa dilacak
keberadaannya, Gek. Bisa dilacak
posisinya. Nah, Yahya ketika kabur dia
akhirnya diketahui keberadaannya karena
masih membawa handphone milik Aresti.
Terus juga, Geng, ada informasi yang
menyebutkan pada saat Yahya memindahkan
jenazah Aresti serta barang-barang dari
rumah Aresti, ternyata ada sebuah CCTV
yang merekam. Entah itu CCTV dari
tetangga atau dari rumah ee Amri dan
Aresti langsung. Yang jelas itulah
langkah-langkah yang dilakukan oleh
pihak kepolisian untuk mencari bukti
yang mengarah kepada Yahya sebagai
pelaku. Lalu geng meskipun dari cerita
yang sudah gua jelaskan tadi dikatakan
Yahya melakukan aksinya karena memiliki
banyak hutang dan kecanduan judul. Namun
polisi mengatakan masih mendalami motif
yang sebenarnya kenapa Yahya melakukan
aksi tersebut. Berdasarkan hasil
penyelidikan serta barang bukti yang
dikumpulkan yang menguatkan tindakan
Yahya kepada Aresti, apa yang dilakukan
ini memenuhi pasal 340, pasal 338, dan
pasal 365 ayat 3 KUHP, yaitu tentang
penghilangan nyawa berencana serta
perampokan yang menyebabkan seseorang
meninggal dunia. Oleh karena itu, Yahya
dalam kasus ini kemungkinan besar
terancam hukuman penjara seumur hidup
atau justru hukuman mati. Dan saat ini
polisi sedang mendalami kemungkinan
adanya pihak lain yang terlibat di dalam
aksi tersebut. Karena jujur aja ya, Geng
ya, gua agak bingung sih ketika Yahya
naruh Aresti ini di safety tank rumah
yang sedang dibangun. Biasanya kan
tukang enggak bekerja sendiri ya. Ya
kan? Tukang tuh kan kerja ramai-ramai,
ada kelompoknya. Masa iya? Kalau memang
mereka berkelompok, tidak ada satu orang
pun yang tahu ketika Yahya melakukan
tindakan kejinya itu. Nah, makanya
polisi masih mendalami kasus ini.
Kemungkinan besar ada pelaku lainnya.
Nah, sementara itu pemeriksaan terhadap
jenazah Aresti sudah selesai dilakukan
di hari Selasa malam tanggal 11
November. Keesokan harinya, tepat di
hari Rabu sekitar jam subuh, jenazah
Aresti diberangkatkan dari Bandara
Rendani menuju ke Blitar, kampung
halamannya. Ada suami serta keluarganya
yang ikut mengantarkan jenazah Aresti
sampai ke Blitar. Di rumah duka sudah
berdiri sebuah tenda yang dipenuhi oleh
karangan bunga, ucapan berbelah
sungkawa. Jenazah Aresti saat ini sudah
disemayamkan di TPU Gedok, Kota Blitar.
Pihak keluarganya kini berharap keadilan
bisa ditegakkan dan Yahya bisa dihukum
seberat-beratnya. Pihak dari Dirjen
Pajak atau DJP melakukan koordinasi
antar kantor wilayah di Papua Barat,
Maluku, dan Jawa Timur 2 agar proses
pemulangan jenazah korban berjalan
dengan baik. Nah, selain memberikan
bantuan logistik, DJP juga memberikan
dukungan psikologis dan pendampingan
bagi keluarga korban yang bekerja sama
dengan Direktorat Jenderal
Perbendaharaan atau DJP serta Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai.
Itu dia geng kisah dari Aresti, istri
dari seorang pejabat pajak yang bekerja
di Manokwari yang berakhir di dalam
safety tank dengan kondisi tubuh yang
mengerikan. Gimana, Geng? Menurut kalian
apa kira-kira pelajaran yang bisa kita
ambil nih dari kasus ini? Karena ini
waduh sebenarnya banyak ya suami-suami
yang bertugas di luar kota yang pada
akhirnya mengajak istri mereka untuk
ikut menemani mereka ke sana. Gua bisa
berkaca ya kondisi keluarga gua juga.
Orang tua gua bokap gua tuh pernah jadi
kepala sekolah di salah satu daerah di
pegunungan sana. Namanya tuh Siompin.
Siompin itu daerah Aceh sana, Aceh
Singkil sana. Benar-benar di
tengah-tengah perkebunan sawit. Nyokap
gua itu diajak oleh bokap gua untuk
tinggal di sana. Dan gua merasakan
sekali bagaimana ketika bokap gua sedang
bekerja, nyokap gua tinggal sendiri di
rumah. Dan lu bayangkan berada di
tengah-tengah perkebunan sawit yang
orang-orang bekerja di perkebunan itu
tuh seram-seram. Seram-seram banget,
Geng. Kalian boleh cek sendiri deh
kasus-kasus yang berhubungan dengan para
pekerja sawit lah. Begitulah kurang
lebih yang gua rasakan ya. Apa yang
dialami oleh Resti ini ketika dia ikut
dengan suaminya ke kota orang lain, ke
daerah orang lain, ditinggal di rumah
sendirian di saat bekerja, maka nyawanya
sangat-sangatlah terancam. Kapan saja
dia bisa mengalami hal-hal yang
mengerikan dan ternyata benar-benar
terjadi. Gimana, Geng, menurut kalian
tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan
komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:25 UTC
Categories
Manage