Transcript
QMdqTmMGASU • ALVARO'S DISAPPEARANCE! DUE TO HIS STEPFATHER BEING ANNOYED WITH HIS MOTHER
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1605_QMdqTmMGASU.txt
Kind: captions Language: id Dari kesaksian si marbot ini, dia sempat bertanya kepada si terduga pelaku yang dia anggap menculik. Dia bilang gini, "Pak, nyari siapa?" Dan si penculik itu menjawab, "Nyari anak saya." Ditanya lagi nih sama si marbot masjid, "Namanya siapa?" Terus si orang ini jawabnya, "Alfaru." Saya tanya, "Pak, nyari siapa?" "Nyari anak saya namanya siapa?" Alvaro. Sebelum kita mulai pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu. Pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube ataupun membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Tujuan dari pembahasan ini adalah sebuah bentuk informasi dan semoga bisa menjadi edukasi bagi kita semua, terutama untuk para orang tua-orang tua yang masih memiliki anak dan agar lebih berhati-hati lagi dalam menjaga buah hatinya. Oke, jadi geng beberapa minggu lalu kita sempat membahas tentang sebuah kasus hilangnya Bilkis karena diculik. Untungnya Bilkis bernasib baik ya, dia masih bisa diselamatkan oleh kedua orang tuanya. Namun hari ini tiba-tiba ada sebuah pemberitaan yang belakangan lagi ramai banget juga dibicarakan tentang hilangnya Alvaroano, bocah di bawah umur yang tidak diketahui ke mana keberadaannya semacam hilang ditelan bumi. Berbeda dengan kasusnya Bilkis, hilangnya Alfaro ini berakhir dengan sangat menyedihkan dan membuat kita merinding, Geng. ya, yang mana kasusnya dia itu menghilang sejak bulan Maret tahun ini dan pihak keluarga sudah melaporkan hilangnya Alfaro kepada pihak kepolisian dan polisi sudah berupaya keras untuk mencari keberadaan dari Alfaro yang syukur-syukur ya harapannya bisa ditemukan dalam keadaan hidup. Kasusnya sempat ramai, Geng, pada saat itu dan semakin disorot karena keberadaan Alfaro yang masih belum diketahui. [musik] Dan enggak sedikit juga publik yang menanti-nanti perkembangan terbaru dari kasus ini berharap Alfaro ditemukan dalam kondisi masih hidup. seperti Bilkis. Namun sedihnya yang terjadi justru sebaliknya. Kabar Alfaro terakhir adalah dia ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa. Keluarga terutama sang nenek karena merasa sangat terpukul atas fakta yang ada saat ini. Hari ini ditemukannya Alfaro dalam keadaan meninggal dunia. Pupus harapan dari keluarga dan masyarakat yang selama ini menanti-nantikan kabar dari Alfaro yang didoakan semoga bisa kembali ke keluarga dengan keadaan selamat. Yang membuat kasus ini viral banget, Geng, adalah kabar soal siapa pelakunya. Nah, ternyata geng pelaku dari kasus yang bikin merinding ini adalah ayah tiri dari Alvaro sendiri yang kabarnya sih sudah diamankan oleh polisi. Namun ya ada berita terbaru juga kabar terkini dari si pelaku ini. Nanti kita bahas bagaimana kronologi selengkapnya dari kasus ini dan apa yang melatar belakangi si pelaku menghabisi nyawa yang masih di bawah umur kayak gitu. Kita akan bahas secara lengkap dan kalian harus banget mendengarkan cerita ini karena ini bisa menjadi edukasi buat kalian semua. Langsung aja. Halo geng. Welcome back to Kamar Jerry [musik] Genggeng. Kita langsung masuk nih ke dalam kronologi utama hilangnya Alvaro Giano. Sebelum kita masuk ke dalam kronologi lengkap, mungkin kita bahas sedikit ya mengenai sosok bocah yang bernama Alfarukiano ini. Jadi usianya itu masih 6 tahun, Geng. Ibunya bernama Arumi. Nah, namun ibunya ini sudah lama bercerai dengan ayah biologis dari Alfaru. Gua enggak menemukan siapa nama asli dari ayah biologisnya karena memang ee di pemberitaan tuh kayak masih belum di-publish gitu. Namun yang jelas ayahnya di saat ini sedang mendekam di dalam penjara di Lapas Cipinang karena pernah terlibat kasus narkoy ya narkoboy untuk menghidupi keluarga ya Arumi ibunya Alvaro sebagai seorang single mother atau orang tua tunggal dia harus bekerja dan memilih untuk pergi ke luar negeri tepatnya ke Malaysia dan Arumi pun memutuskan untuk membuka lembaran baru dengan menikah lagi [musik] dengan seorang pria bernama Alex Iskandar pada tanggal 23 Desember 2023. Alex ini diketahui bekerja di sebuah perusahaan distribusi atau distributor teh kemasan di wilayah Tangerang, Banten. Nah, jadi bisa dikatakan Alex suami baru dari Arumi. Dia ini menjadi ayah sambung atau ayah tiri dari Alfaro. Dan sejauh ini belum pernah terlihat ada masalah apapun nih antara hubungan Alex dengan Alfaro anak tirinya. Dan Alvaro sendiri ya sebagai seorang anak dia diketahui sangat dekat dengan kakeknya yang bernama Pak Tugimin. Pak Tugimin ini bercerita kalau cucunya itu selalu mau ikut ke manaun Pak Tugimin pergi. Dan kadang kata Pak Tugim Alfaro ini sampai suka, geng ikut kalau Pak Tugimin lagi rapat RT atau acara-acara di kelurahan dan dia juga sering ikut Pak Tugimin menghadiri kondangan-kondangan ya sedekat itu dia dengan kakeknya. Terus, geng, di mata kakeknya, Alvaro ini adalah cucu yang mudah mengenal orang lain atau mudah dekat dengan orang lain. Nah, namun bukan berarti dia cepat terpengaruh dengan ajakan-ajakan orang yang enggak dikenal, tapi kayak apa ya? Ramah aja gitu anaknya. Terus, geng, misalkan ada seseorang yang mengiming-imingi dia dengan uang atau makanan, selagi Alfaro enggak kenal, biasanya dia udah dididik untuk tidak mau menurut atau mengikuti orang tersebut. Nah, jadi intinya dari sini kita bisa melihat kalau Alfaro ini ya sangat disayangi oleh sang kakek dan secara kepribadiannya dia merupakan anak yang cukup waspada dengan orang-orang di sekitar. Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam cerita ketika pertama kali Alfaro menghilang. Nah, jadi semua ini berawal di hari Kamis tanggal 6 Maret 2025 pada siang hari. Pada saat itu Alfaro sempat ikut neneknya yang bernama Sayem ke rumah sakit untuk menjalani kontrol kesehatan. Di sore harinya, Alfaro ini berpamitan untuk menunaikan salat asar di Masjid Almuflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Terus ada informasi lain yang mengatakan kalau Alfaro itu pergi ke masjid di waktu menjelang magrib. Ya, mungkin di saat itu Alfaro ingin salat asar sekalian menunggu magrib di masjid juga gitu ya. Apalagi kan di hari itu masih bulan puasa tuh kejadiannya. Jadi mungkin Alfaro sekalian menunggu buka puasa di masjid juga bersama teman-temannya yang lain. Alfaro ini memang rutin pergi ke masjid, Geng, untuk melaksanakan salat magrib selama bulan puasa secara berjamaah. Dan ketika Alfaro berpamitan ya kepada kakeknya, Pak Tugimin itu sempat ee tertidur di atas sajadah seusai melaksanakan salat. Dan ketika dia bangun, dia baru sadar, "Oh, ternyata cucunya udah berangkat duluan, udah pergi." gitu. Dari cerita neneknya Alfaro yang disampaikan kepada Pak Tugimin, sempat ada temannya Alfaro yang datang ke rumah mereka dan mengajak Alfaro ini untuk main bareng atau mungkin salat bareng lah gitu. Dijemput sama temannya. Nah, tapi neneknya jawab, "Ya, Alfaro enggak main dulu. Alfaro mau tidur katanya gitu." Nah, kurang lebih begitulah, Geng, ya neneknya. Nah, namun di saat yang bersamaan itu kebetulan banget Alfaronya ya memang pengin main sama temannya, pengin salat bareng sama temannya. Terus dia bilang, "E, Nek, aku enggak tidur." Atau, "Emak, aku enggak tidur." Nah, dia manggil neneknya itu, "Emak, Mak, aku enggak tidur. Aku mau main aja sama teman aku." [musik] Nah, akhirnya keluarlah, Geng. Alfaro pada saat itu. Si keluargainya ini ngira itu ya bakal sama seperti hari-hari biasa di mana Alfaro yang pamit keluar rumah dan menjalankan salat magrib di masjid atau sambil main-main sama teman-temannya terus nanti bakal pulang. Nah, tapi sayangnya sejak dia izin pamit kepada kakek dan neneknya, sejak saat itu juga Alfaro tidak pernah kembali lagi. Dia menghilang entah ke mana. Nah, ceritanya di saat Alfaro ini sudah pamit untuk main sekaligus salat bersama temannya tadi, dia itu sampai malam enggak pulang-pulang. Pak Tugimin kakeknya mulai curiga. Dia mulai mencari cucunya ke berbagai tempat. termasuk dengan bertanya kepada teman-temannya, Alfaro yang sering bersama dengan Alfaru. Setiap Alfaru ke masjid ya kan dia pasti sama temannya tuh ditanyain sama Pak Tugim ada lihat cucu saya enggak? Ada lihat Alfaro enggak? Ditanyain tuh satu persatu dan enggak ada satuun ya yang mengetahui keberadaan Alfaro. Jadi usaha dari Pakugimin tidak membuahkan hasil. Teman-temannya ini mengatakan kalau mereka itu gak bareng Alfaro sejak sore. Nah, ini yang agak aneh nih. Kata neneknya sempat ada temannya yang jemput dia atau ngajak dia untuk main dan salat bareng gitu kan. Nah, tapi enggak ada satuun teman-temannya yang mengatakan bermain dengan Alfaro sejak sore. Nah, ini agak aneh. Di sisi lain, ibu dari Alfaro yaitu Arumi saat mengetahui kalau anaknya tidak kunjung pulang hingga larut malam, dia akhirnya ikut mencari keberadaan Alfaro dengan menyisir tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh Alfaro termasuk dengan memeriksa seluruh CCTV yang ada di lingkungan rumah mereka. Nah, di saat itu dikerahkanlah semua usaha oleh mamanya, dicari ee ke mana anaknya ya kan ee dicek satu persatu rumah siapa aja yang ada CCTV-nya. Dan lagi-lagi geng, upaya tersebut ternyata tidak membuahkan hasil karena Alfaro di saat itu tidak kunjung ditemukan dan akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan hilangnya Alfaro kepada pihak kepolisian. Di saat pihak keluarga mau mengurus laporan ya. Nah, ayah Tii Alfaro yang bernama Alex itu sempat mengantarkan Pak Tugimin ke polsek Pesanggrahan. Begitu juga ketika keluarga Alfaro mencari secara mandiri ya mencari sendiri gitu kan. Ada Alex yang juga ikut menemani keluarga. Pada awalnya laporan keluarga sempat ditolak, Geng. Kabarnya nih, ya ditolak oleh polisi karena Alfaro hilangnya belum 1 kali 24 jam. Nah, sehingga sesuai dengan SOP dan peraturan harus menunggu keesokan harinya. Barulah di esok hari Pak Tugimin melaporkan kembali Alfaro yang hilang ke Polsek Pesanggrahan lagi. Dan setelah itu beliau diarahkan ke Polres Jakarta Selatan karena penanganan anak di bawah umur itu berada dalam wewenang Polres. Dan untuk mengurusnya, Pak Tugimin diantar oleh petugas dari Polsek ke Polres Jakarta Selatan. Nah, akhirnya dibuatlah laporan. Meskipun sudah melaporkan kehilangan cucunya, ternyata tidak ada petunjuk yang bisa ditemukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap keberadaan dari Alfaru. Sampai pada akhirnya waktu terus berlalu dan tercatat sudah 8 bulan nih. Enggak kerasa 8 bulan Alfaro sejak itu menghilang. keluarga benar-benar udah kayak aduh udah hampir putus asa. Tapi mereka masih yakin bisa menemukan Alfaro. Apalagi dengan banyaknya pemberitaan kalau di Indonesia lagi marak-maraknya penculikan anak gitu kan. Nah jadinya mereka tuh berharap nasib Alfaro sama seperti anak-anak yang bisa diselamatkan. Enggak pernah ada yang tahu mengapa Alfaro bisa hilang seperti itu dan apakah yang terjadi kepada Alfaro sama persis yang dialami oleh Bilkis atau tidak. Nah, sayangnya nih, Geng. Polisi tidak pernah menemukan keberadaan atau jejak Alfaro di manaun. Selama berbulan-bulan juga, polisi enggak pernah berhenti untuk mengumpulkan informasi sampai pihak Polda pun ikut turun tangan untuk membantu mengusut tuntas kasus yang misterius ini. Berbagai informasi yang masuk dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, sekaligus yang dikirim melalui Instagram dan aduan secara langsung oleh pihak Polsek selalu didalami. Termasuk dengan salah satu kesaksian dari marbot masjid yang kabarnya dia melihat ya ee ada seseorang yang menculik Alfaro katanya. Nah, ini keterangan dari marbot masjid nih. Dari kesaksian si marbot ini, dia sempat bertanya kepada si terduga pelaku yang dia anggap menculik. Dia bilang gini, "Pak, nyari siapa?" Dan si penculik itu menjawab, "Nyari anak saya." Ditanya lagi nih sama si marbon masjid, "Namanya siapa?" Terus si orang ini jawabnya, "Alfaru." Saya tanya, "Pak, nyari siapa?" "Nyari anak saya namanya siapa?" Alfaro. Nah, si Marbot ini enggak tahu itu siapa. Yang jelas itu orang bilang nyari anaknya Alfaru dan dia tidak menyangka ternyata anak yang dicari adalah anak yang hilang di hari itu juga. Nah, ketika si marbot ini mendengar jawaban dari orang yang sedang mencari Alfaro ini, si marbot ini jawab lagi, "Oh, Alfaro lagi di atas lagi main katanya." "Oh, ya udah di atas, no. Lagi pada mainan di atas." Orang itu tegas bilang ingin mencari anak saya Alfaro. Iya, anak saya Alfaro gitu. Nah, setelah itu ya orang tersebut yang mencari Alfaro menghilang begitu saja dan sekaligus Alfaro juga hilang. Dari ingatan si Marbot ini, ciri-ciri terduga pelaku itu mirip seperti ayahnya Alfaro. Entah ayah kandung entah ayah tiri. Yang jelas ayah. Dia bilang kulitnya sawo matang dan tingginya sekitar 160 cm. Yang anehnya adalah kalau memang ini ayah kandungnya gitu ya. Ayah kandungnya kan berada di dalam penjara. Jadi enggak mungkin sosok tersebut adalah ayah kandungnya. Nah, namun karena mirip dengan sosok ayahnya, sang marbot tidak menaruh kecurigaan sama sekali ke orang itu. Nah, layaknya berada di jalan buntu, segala kesaksian dan informasi yang diperoleh oleh pihak kepolisian tidak bisa membawa polisi ke manapun untuk bisa menemukan Alfaro di setiap kesaksian dan petunjuk yang ada. Penyelidikan pun sudah dilakukan hingga ke luar Jakarta, Geng. Termasuk ke Batam dan juga Cilegon. Tidak ada yang berubah, hasilnya tetap nihil. Salah satu kendala utama bagi polisi adalah rekaman CCTV di Masjid Jamik Almuflihun yang sudah terhapus otomatis sebelum laporan dibuat sehingga polisi tidak bisa menemukan visualisasi dari penampilan si pelaku. Karena kan kabarnya ya si marbotnya sempat melihat si pelaku di sana tapi ya itu tadi ee pas dicek gitu ya di CCTV-nya ternyata udah terhapus otomatis ya. Mungkin tuh hardisk CCTV-nya kekecilan kali yang mana mungkin sehari du hari data-data kemarin-kemarin udah kehapus langsung. Polisi juga menyebar poster anak hilang yang beredar di media sosial dengan menyertakan fotonya Alfaro. Di dalam poster tersebut juga tercantum kontak yang bisa dihubungi terkait informasi mengenai Alvaro atas nama Rosbana. Ini adalah pihak dari Resmop di Polda Metro Jaya. Geng, selain melapor ke polisi, ya, keluarga Alfaro itu juga menggunakan alternatif yang lain dalam mencari Alfaru, yaitu dengan mencari bantuan ke paranormal. Ya, biasa ya kalau di negara kita masih ada percaya-percaya kayak gini. Nah, dari pengakuan Patu Gimin, beliau mengaku sudah berkeliling ke berbagai daerah demi mencari paranormal yang bisa membantu menemukan cucunya yang sudah berbulan-bulan hilang. Jadi, keluarga enggak menyerah. Mulai dari Banten, Bandung, Jawa Timur, dan Cilacap. Namun, semua upaya itu masih belum membuahkan hasil. Nah, ini aneh ya. giliran kasus yang beneran ini para dukun-dukun ini enggak benar-benar bisa membantu. Giliran kasus-kasus yang kita entah berantah mereka ngakunya bisa lah. Tapi ujung-ujungnya ya dari sini kita bisa lihat ya kualitas dukun-dukun tersebut. Haduh gua kalau hari gini masih percaya dukun aneh deh sama orang-orang. Gak ada satuun dari paranormal yang didatangi oleh keluarganya ini berhasil menunjukkan keberadaan Alfaru. Ya, hanya saja di saat itu paranormal ini sempat menyebutkan kalau Alfaro masih hidup. Konyol ya udah udah enggak tahu apa-apa salah lagi jawabannya. Nah, setiap paranormal yang didatangi oleh keluarga Alfaro selalu ngomongnya masih hidup kok, tenang aja. Jadi kayak cuma ngenakin doang gitu. Cuma paranormal tersebut ya bilang walaupun Alfaro ini masih ada, tapi Alfaro itu terkurung gak bisa keluar ya kayak ngadi-ngadi aja gitu geng. Mungkin ini maksudnya mengarah ke hal-hal gaib kali ya. Istilahnya kalau ada anak hilang itu dikarenakan sedang diculik oleh makhluk yang tidak kasat mata kayak kalong wewe lah atau apa. Nah, orang-orang kita tuh masih percaya kayak gitu. Dan kabarnya juga geng ya, si Alex ayah tirinya itu juga ikut menemani keluarga saat mendatangi paranormal untuk melacak keberadaan dari Alfaro. Yang jadi pertanyaan gua, Nape jadi hantu disalah-salahin setan disalah-salahin nih Pak Dukun. Padahal pelakunya ada di depan mata kalian. Itu aja kalian gak bisa nebak. Makanya buat luupada yang masih percaya paranormal dukun ini udah ada bukti jelas nih bukti nyata masih mau percaya juga buat apa ya kan ya benar gitu ya kata orang-orang dukun itu kalau enggak Kang kibul ya Kang Cabul gitu kan kayak gini nih. Nah terus geng di tengah-tengah antara harapan dan keputusasaan dari keluarga Alfaro dalam menunggu kabar keberadaannya Alfaro pihak keluarga mengaku sempat didatangi sejumlah orang yang menawarkan bantuan untuk mencari Alfaro. Cuma orang-orang tersebut ya minta imbalan uang. Nah, ini nih ada aja orang yang memanfaatkan kesusahan orang lain untuk mencari keuntungan. Nah, di saat itu Pak Tugimin ya kakeknya Alfaro mengaku salah satu di antara orang-orang yang menawarkan diri ini bahkan meminta uang sebesar Rp50 juta dengan dalih mungkin aja si penculik itu bakal menuntut tebusan. Nah, dari keterangan Pak Tugim orang tersebut tinggal di daerah kebayaran Baru Geng. Dan dia bertanya kepada Pak Tugim, "Nanti kalau penculiknya minta tebusan, Bapak sanggup." Katanya gitu. Jadi mau ditipu-tipu gitu, Geng. Nah, selain itu Pak Tugimin ini juga menyebutkan dia sempat mendapatkan tawaran yang serupa juga dari seseorang yang bernama Jejen yang mengaku melihat Alfaro sempat [musik] terlihat di Bekasi. Nah, Jejen ini memberikan alamat dan menyebutkan kalau Alfaro terakhir berada di sana. Namun setelah dilacak alamat yang diberikan oleh orang yang bernama Jejen ini, ternyata alamat tersebut palsu, Geng. Nah, belakangan juga diketahui kalau sijen ini sebenarnya bukan ada di Bekasi, melainkan setelah dilacak dia itu orang Sidoarjo yang kondisinya memang lagi bu butuh uang untuk orang tuanya yang sakit. Jadi dia coba ngibulin keluarganya Alfaru. Jahat banget ya. Orang lagi susah, orang lagi berduka gitu. Akhirnya nih singkat cerita 8 bulan tanpak kabar atas keberadaan Alfaro dan tidak ada satuun yang mengetahui kondisinya. Akhirnya Pak Tugimin terus memohon-mohon kepada pihak kepolisian dan masyarakat agar cucunya [musik] itu bisa segera ditemukan. Beliau mengadu sampai kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Paul Asep Edi Suheri dan bahkan sampai ke Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo alias Kapolri. Dia berharap ada keajaiban di tengah pencarian yang belum menunjukkan hasil ini dan pihak keluarga sudah berbulan-bulan hidup di dalam ketidakpastian. Nah, oleh karena itu mereka berharap ya Alvaro bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat. Terlebih lagi saat kasus Bilkis mencuat, banyak orang-orang yang kembali menyuarakan agar polisi bisa mengungkap keberadaan dari Alvaro ini. Nah, sayangnya, Geng, yang terjadi tidak demikian. Alvaro pada akhirnya ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Nah, sekarang nih, Geng, kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai penemuan Alfarano dan penangkapan pelaku yang ternyata adalah ayah tirinya alias Alex Iskandar. Meskipun Alfaro sudah ditemukan nih, Geng, ya. Pihak kepolisian belum memberikan detail lengkap di saat itu mengenai kronologi penemuannya. Dari keterangan Kapolres Jakarta Selatan yaitu Kombes Nicholas Ari Lilipali, penyidik menemukan kerangka manusia yang diduga kuat merupakan alfaru. Kerangka tersebut berada di sekitar kawasan Kali Cilalai, Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Nah, meski begitu pihak kepolisian masih bakal melakukan pemeriksaan ilmiah untuk memastikan kecocokan dan membenarkan identitas dari kerangka tersebut. Dan pihak keluarga termasuk ibunya Arumi, ibu dari Alfaro itu bakal menjalani tes DNA dulu pada hari ketika gua syuting video ini nih. Misalkan nanti saat video ini publish dan sudah keluar hasilnya, nah mungkin bisa ditambahkan update-nya di kolom komentar ya, Geng. Nah, Bu Arumi ini yang bekerja di Malaysia itu sudah terbang dari Medan menuju ke Jakarta dan langsung dijemput oleh pihak polisi untuk dibawa ke Rumah Sakit PORI untuk bisa menjalani tes DNA. Dan Pak Ncolas juga bilang penyidik masih bekerja untuk melengkapi seluruh proses identifikasi. Nantinya perkembangan informasi mengenai meninggalnya Alvaro bakal disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada hari Kamis tanggal 27 November 2025. Dan enggak cuma kabar mengenai Alfaro yang ditemukan sudah menjadi kerangka aja. yang mengejutkannya lagi plot twist lainnya adalah pelakunya ternyata Alex Iskandar, ayah Tiri Alfaro yang mana dia ditangkap oleh polisi ya karena sudah ada beberapa bukti yang mengarah kepada dia sebagai pelaku dari aksi penculikan dan menghabisi nyawa Alfaro. Penangkapan tersebut udah dilakukan oleh polisi sebelum menemukan kerangka yang diduga merupakan Alfaru. Mungkin pada saat ditangkap itulah Alex akhirnya memberitahu di mana posisi terakhir dia menguburkan Alfaro. Nah, kagetlah geng, pihak keluarga di saat itu ya yang mungkin netizen yang mengikuti kasus ini dari awal sampai akhir ya karena enggak pernah menduga kalau ternyata orang yang selama ini seolah-olah ikut bersedih mencari Alfaro yaitu si Alex ini ternyata dialah pelakunya dan pihak keluarga sama sekali tidak menyangka kalau Alex adalah orang di balik semuanya. Soalnya menurut cerita dari Pak Tugim kakeknya Alfaro, Alex ini dikenal sebagai pribadi yang baik. Perilaku yang ditunjukkan selama ini pun ya enggak neko-neko gitu. Termasuk kepada Alfaro dan jika Alfaro minta apapun selalu dibelikan oleh si Alex ini sebagai ayah sambungnya. Terus Patu Gimin juga bilang pada saat Alfaro menghilang, geng, Alex itu masih ikut mencari keberadaan Alfaro. Bahkan dia mengantarkan Patu Gimin ke polisi untuk membuat laporan kehilangan sesuai dengan yang gua ceritakan tadi. Dan setelah Alvaro menghilang pun Pak Tugimin mengungkapkan jika Alex masih sering menemui dia, menemui Pak Tugimin hampir seminggu sekali, kadang bahkan 2 minggu sekali dia datang. Di setiap kedatangannya Alex juga disebut masih sering membantu pencarian dan seolah-olah terlihat sedih. Dan Pak Tugimin juga bercerita kalau Alex ini pernah meminta bantuan kepada ayah mertuanya ini di saat dia ya berselisih dengan sang istri ya bertengkar dengan sang istri yaitu Arumi. Alex itu minta kepada Pak Tugimin untuk menyampaikan kepada Arumi agar mengangkat telepon gitu. Dan memang geng kalau dari cerita Pak Tugim Alex ini menelepon tidak cukup sekali. Kadang-kadang selang beberapa menit udah nelepon lagi. Jadi mungkin Arumi istrinya itu merasa kesal karena dia lagi kerja tapi terus diganggu oleh si Alex. Tapi atas dugaan perbuatan Alex ini, Pak Tugimin mengaku kecewa karena di matanya ya Alex adalah sosok yang baik. Tapi ternyata kebaikan yang selama ini dia tunjukkan adalah bagian dari sandiwara untuk menutupi kejahatan yang dia lakukan kepada Alfaru. Dan di kesempatan lain nih, Geng, Busayem ya menyebutkan kalau Alex itu sempat membuat alibi untuk menutupi kejahatannya. Cuma di saat itu Bu Sayam udah curiga nih. Alex cuma membantu di awal pencarian aja ketika Alfaro hilang. Kemudian setelah itu dia ya enggak ada kabar lagi gitu, Geng. Nah, terus Usut punya Usut nih, Geng. Dari kabar terakhir dikatakan ternyata kenapa ayah tirinya ini melakukan hal itu. Itu disebabkan gara-gara ya dia merasa cemburu kabarnya. Merasa cemburu kepada Alfaro. Nah, dia merasa cemburu kepada anak tirinya itu cemburunya kayak apa ya? Jadi kurang lebih kayak gini, Geng. Dari keterangan polisi ini ya, ada indikasi kalau Alex ini melakukan penculikan dan aksi penghilangan nyawa terhadap anak tirinya ini karena dorongan emosional. Dari handphone Alex yang diamankan oleh polisi, Alex secara terang-terangan menuliskan kalimat gimana caranya gue balas dendam. Kalimat ini muncul berulang kali yang mengisyaratkan kalau Alex ini menuliskan hal itu ketika dia sedang diliputi kemarahan serta rasa sakit hati. terlapor secara terang-terangan menuliskan kalimat gimana caranya gue balas dendam. Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan serta rasa sakit hati. Dan polisi mengidentifikasi kalau Alex ini melakukan ee hal itu kepada anak tirinya karena sakit hati dan ingin balas dendam. Ya, mungkin pengin balas dendam kepada istrinya. Nah, hal tersebut sudah diakui memang oleh Alex ya. Dia bilang dia melakukan penculikan ee dari masjid awalnya lalu menghabisi nyawa Alfaro. Dan menurut cerita ketika Alfaro dibawa oleh Alex, dia dalam kondisi menangis terus-menerus. Oleh karena itu, Alex membekap mulut Alfaro agar tidak bersuara. Dan ketika dia terus membekap mulutnya, Alfaro tidak bisa bernafas dan kehilangan nyawanya. Meninggal dunia. Dan lagi-lagi, Geng, ada plot twist lainnya. Jadi setelah ditangkap oleh polisi si Alex ini dan mengakui kejahatannya, Alex malah dikabarkan meninggal dengan cara mengakhiri semuanya di dalam sel penjara. Dia ditemukan sudah tidak bernyawa pada hari Minggu tanggal 23 November 2025 jam 0820 pagi. Diduga dia mengakhiri hidupnya dengan menggunakan celana panjang di kamar tahanan ee yang dia ikat di atas digantung gitu. Dan pihak keluarga Alfaro mendapatkan kabar tersebut langsung dari pihak Kapolres. Dan kabarnya juga, Geng, jenazah dari Alex ini sudah di e pulangkan diambil langsung oleh keluarganya, dipulangkan ke Tangerang dan kemungkinan sudah dimakamkan oleh keluarganya. Nah, Pak Tugimin kakek dari Alfaro dan juga neneknya Sayem itu ditunjukkan foto berisi batu nisan dari Alex. Nah, sang nenek di saat itu mengaku sebenarnya beliau ingin meluapkan amarahnya kepada si Alex ini. Namun, hal itu udah enggak mungkin dilakukan karena ya si Alex-nya juga udah meninggoi. Nah, meskipun Alex diduga sebagai pelaku dari hilangnya nyawa Alfaro juga sudah tidak ada, motif dari mengapa Alex melakukan itu semua sebenarnya masih kurang lengkap. Ada yang mengatakan cemburu, mungkin ibunya Alfaro terlalu perhatian sama Alfaro sehingga si Alex ini cemburu dan juga ada motif dendam tersendiri kepada sang ibu. akhirnya dilampiaskan kepada si anak. Nah, jadi nanti mungkin kita tunggu aja perkembangan selanjutnya dari pihak kepolisian. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai kasus hilangnya Alfaro hingga dia ditemukan sudah dalam kondisi yang menyedihkan sekali dan pelakunya adalah ayah tirinya yang bernama Alex. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.