Transcript
yCxXa7FHk5s • IS NORTH JAKARTA STARTING TO SINK? SEA BARRIER BREAKS! SEA LEVEL HIGHER THAN LAND
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1617_yCxXa7FHk5s.txt
Kind: captions Language: id Kalau udah dua jalur jalan yang kena air banjir R ini menurut Faris itu sudah termasuk sangat tinggi. Dan karena tidak bisa melayani kendaraan darat seperti motor dan mobil, SPBU-nya cuma bisa mengisi BBM kapal doang. Bahkan ee bukan cuma menyulitkan para pengemudi yang mau mengisi BBM mereka. Geng, beberapa waktu lalu kita udah sempat membahas soal ancaman kalau saja Jakarta bisa tenggelam. Nih videonya Kamis 04 Desember 2025 pada ketinggian 0904 izin melaporkan komandan dari area jalur Marina. Mungkin banyak yang masih skeptis akan hal tersebut atau mungkin banyak yang mengira hal kayak gini nih ya bakal terjadi berpuluh-pulat dari negara ini. Otomatis apapun yang terjadi pada pusat yang membuat ee pemerintah akan bergerak cepat gitu kan. Tapi kalian tahu enggak sih, Geng ya kalau ancamannya ternyata sekarang sudah mulai terjadi, sudah mulai terlihat. Memang setiap tahunnya Jakarta itu menghadapi ancaman yang datang perlahan-lahan, tapi membawa dampak besar bagi orang-orang yang tinggal di pesisirnya. Air laut yang terus naik, angin yang mendorong gelombang ke daratan, dan tekanan yang semakin kuat terhadap garis pantai yang membuat banjir r. Ya, banjir rop namanya ROB. Bukan lagi hanya peristiwa sesaat atau bagian dari bencana alam, melainkan ini adalah ancaman yang semakin jelas terlihat di depan mata dan semakin sering terjadi. Jangan sampai ada banjir lagi yang terjadi di wilayah lain. Karena sampai saat ini ya penanganan banjir di Sumatera aja tuh belum sepenuhnya selesai. Dan buat kalian yang belum tahu, banjir R ini adalah banjir yang disebabkan karena meluapnya air laut ke daratan, Geng. Jadi berbeda dengan banjir yang terjadi di Sumatera. Nah, kali ini sorotan justru tertuju pada Ancol. Karena di sana sedang mengalami banjir rop. Banji rop yang menerjang Ancol membuat permukaan air mencapai titik yang tidak biasa. Jalanan yang biasanya ramai tiba-tiba berubah menjadi genangan. Dan di tengah banji rop tersebut perhatian juga mengarah ke Tanggul Mutiara. Salah satu struktur pertahanan laut yang selama ini menjadi benteng bagi warga pesisir. Kalian lihat nih bentengnya seperti apa. Air laut sama jalan udah tinggi air laut. [musik] Lebih tinggi air laut daripada daratannya. Dan kekhawatiran mulai muncul ketika air tiba-tiba mulai merembes melalui beberapa bagian tanggul. Dan fenomena tersebut membuat orang-orang jadi memiliki asumsi sendiri apakah mungkin Jakarta bakal tenggelam sebentar lagi? Di video kali ini kita bakal membahas semuanya, Geng. Mulai dari pembahasan tentang Ancol yang sudah mulai banjir rop dan penyebab dari merembesnya air di tanggul mutiara. Bagaimana penanganan dari pemerintah Jakarta terkait ini? Apakah akan selamban penanganan di Sumatera atau justru bakal lebih cepat penanganannya? Kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Geng. Geng, untuk pembahasan pertama kita bahas dulu terjadinya banjir R di Ancol. Dan ini adalah sebuah fenomena yang sangat mengejutkan. bagi kita warga Indonesia terkhususnya tinggal di Jakarta. Jadi, geng, kawasan pesisir Jakarta Utara kembali diterpa banjir rop di awal bulan ini. Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, terkhususnya di sepanjang Dermaga Marina Pademangan, Jakarta Utara. Jadi, di hari Jumat tanggal 5 Desember 2025, air laut itu sudah meluap sekitar jam .30 pagi. Kondisi tersebut menyebabkan jalanan di sekitar dermaga Marina itu tergenang setinggi lebih dari 30 cm sehingga aktivitas kendaraan yang melalui jalan tersebut menjadi terganggu, Geng. Enggak cuma jalanannya aja, Geng. SPBU dermaga Marina Ancol juga ikut terkena dampaknya dan pihak SPBU terpaksa menghentikan sementara layanan pengisian BBM bagi motor dan mobil atau kendaraan besar seperti truk dan yang lain-lain. Karena area tersebut tidak bisa dilalui ketika Banjir Rop ini mencapai puncaknya. Nah, humas taman Impian Jaya Ancol yaitu Daniel Windriad Moko itu menjelaskan kalau gelombang R yang terjadi sejak awal bulan ini mencapai titik tertinggi pada hari Kamis tanggal 4 Desember dan paling berdampak di kawasan Marina. Di Jumat pagi, Geng, situasi sempat aman sampai jam .00 pagi, tapi akhirnya balik naik lagi mulai di jam 0.30. Dan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan pengunjung, manajemen Ancol melakukan rekayasa lalu lintas dengan menjadikan jalur samping Hotel Discovery sebagai akses alternatif. Pada pagi hari tadi, kurang lebih sekitar pukul. Kondisi cukup ee kondusif dan cukup aman untuk ee para pengunjung atau masyarakat yang menggunakan akses. Dan begitu pukul 0.30 ini sudah mulai naik kembali. Selain rekayasa lalu lintas, tim operasional Ancol juga memasang tanggul sementara berupa susunan karung pasir di beberapa titik yang menjadi jalur masuknya air pasang. Dan langkah ini sengaja dilakukan untuk memperlambat jalur air laut dan mencegah agar genangan tidak meluas. Ketinggian air yang tercatat itu mencapai sekitar 30 sampai 40 cm dan personil sudah e ditempatkan di beberapa titik untuk mengarahkan pengunjung yang ada di kawasan Ancol. Menurut Daniil, akses keluar masuk Ancol dari gerbang Marina juga dinonaktifkan sementara untuk mencegah antrean dan memastikan keselamatan pengunjung. Meskipun ada air laut yang menggenangi kawasan tersebut, tapi pihak Ancol memastikan kawasan rekreasi seperti dunia fantasi atau dufan dan seluruh wahana yang berada di dalamnya itu enggak terdampak banjir R. Nah, tim teknis sudah bersiaga sejak awal untuk [musik] memastikan wahana beroperasi dengan aman, Geng. Sementara itu, Geng, petugas SPBU dermaga Marina yang bernama Alfarisi atau yang akrab disebut Faris itu menyebutkan kalau banjir radi hampir seminggu terakhir, Geng. Tapi pemberitaannya [musik] tuh belum seheboh sekarang. Terus menurut dia air laut yang mengarah ke daratan memang udah terjadi setiap akhir tahun, tapi yang kali ini tuh udah terjadi selama seminggu. Kalau udah dua jalur jalan yang kena air banjir R ini menurut Faris itu sudah termasuk sangat tinggi. Dan karena tidak bisa melayani kendaraan darat seperti motor dan mobil, SPBU-nya cuma bisa mengisi BBM kapal doang. Bahkan ee bukan cuma menyulitkan para pengemudi yang mau mengisi BBM mereka, orang-orang yang biasanya beraktivitas dengan berlalu-lalang di depan SPBU dermaga Marina tersebut juga terhambat mobilitasnya karena banjir rop tersebut. Dan banyak yang takut juga. Takutnya nanti malah ya kelelep sama air laut yang udah semakin tinggi. Takutnya kan kayak tsunami gitu loh, Geng. Layanannya baru dibuka kembali pada saat air mulai surut di siang hari sekitar jam 11 sampai 11.30 siang. Dan enggak cuma melanda di dalam kawasan wisata Ancol doang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jakarta itu mencatat sedikitnya ada 6 RT dan satu ruas jalan yang tergenang hingga jam 11.00 siang. Di saat itu Muhammad Yohan selaku Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Jakarta itu bilang genangan air ini dipicu oleh kombinasi fenomena alam yang terjadi bersamaan. Jadi bisa dikatakan ada dua hal yang bersamaan terjadi sehingga bersatu dan menjadi bencana gitu, Geng. Menurut dia, Banjirop ini dipengaruhi oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan juga Super Moon. Nah, fenomena inilah yang menyebabkan permukaan air laut di Pesisir Jakarta Utara meningkat secara signifikan dan genangan terjadi di dua wilayah Kepulauan Seribu dan beberapa titik di Jakarta Utara. Di Kepulauan Ser000, air masuk kedua RT di Kelurahan Pulau Panggang dengan ketinggian antara 10 sampai 15 cm. Sementara di Jakarta Utara 1 RT di Kelurahan Marunda dan 3 RT di Kelurahan Peluid terdampak genangan dengan ketinggian mencapai 30 cm, Geng. Dan selain itu satu ruas jalan yaitu jalan RE Martadinata di depan Jakarta International Stadium atau JIS terus ada Papango dan Tanjung Priuk itu juga ikut terendam dengan ketinggian sampai 40 cm, Geng. Untuk itu, pihak BPBD itu sudah mengerahkan personel ke lapangan untuk memantau perkembangan genangan dan melakukan ee penanganan awal dan mereka melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sumber Daya Air, Dinas Binamarga sampai dengan Dinas Gulkarat untuk memastikan proses penyodotan berlangsung dan jalur air berfungsi dengan normal. Dan enggak cuma itu, ada aparat kelurahan juga dan kecamatan yang ikut terlibat di dalam proses tersebut. Nah, pihak BPBD juga sudah menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak jika diperlukan serta meminta kepada masyarakat agar tetap waspada karena potensi banjir Rop ini diperkirakan masih berlangsung sampai dengan 10 Desember 2025. Nah, memang Geng sebelum Banjir Rob melanda, BPBD ini udah memperkirakan kalau Banjirop bakal melanda wilayah pesisir Jakarta mulai dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Desember. Karena itu, PEMPR Jakarta sudah bersiaga menyiapkan pompa stasioner, meninjau ulang jalur evakuasi, dan meminta petugas lapangan bersiap penuh melakukan pemantauan rutin. Dari informasi tersebut, warga Jakarta sudah diperingatkan dari jauh-jauh hari untuk meningkatkan kesiapsiagaan karena pasang tinggi bisa berlangsung selama beberapa hari secara berturut-turut dan mungkin dengan mengurangi aktivitas di wilayah pesisir di saat jam pasang, memindahkan barang penting ke tempat yang lebih tinggi, serta memastikan saluran air di sekitar rumah. tidak tersumbat. Dan peringatan tersebut dikeluarkan setelah stasiun meteorologi kelas 1 Maritim Tanjung Periuk mengidentifikasi adanya pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan dua fenomena astronomi, yaitu fase bulan purnama dan Super Moon yang sebelumnya gua sempat sebutkan. Dan kawasan yang masuk zona waspada R itu meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan Peluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Periuk sampai ke Kepulauan Seribu, Geng. Dan seluruh wilayah tersebut, Geng. ya e selama ini memiliki kerentanan yang tinggi terhadap pasang air laut, terutama saat curah hujan meningkat atau angin laut bertiup lebih kencang. Dan PEMPR Jakarta juga menyiapkan berbagai kanal informasi resmi seperti e peringatan dini gelombang pasang, aplikasi Zaki untuk pelaporan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id untuk memantau kondisi secara realtime dan serta layanan darurat 112 pun disiagakan untuk merespon situasi kritis. Nah, untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Jakarta sudah memperkuat koordinasi selama beberapa hari dengan sejumlah pihak. Mereka juga sudah meninjau ulang jalur evakuasi tersebut, Geng. Nah, dari informasi terkait bakal adanya banjir R waktu itu, Dinas Sumber Daya Air atau SDA Jakarta itu sudah menyiagakan 3.908 personel pasukan biru dan dikerahkan untuk berjaga di titik-titik rawan, melakukan pemantauan rutin, serta memastikan kondisi lapangan tetap terkendali. Dan pasukan biru ini berperan penting dalam mitigasi banjir, termasuk R yang dipicu oleh pasang laut dan cuaca ekstrem. Nah, selain pihak personel, suku dinas SDA Jakarta Utara juga udah nyiapin berbagai fasilitas pengendalian banjir mulai dari pompa stasioner, pompa mobile sampai dengan pintu air. Nah, pompa mobil ini disediakan ee untuk menjangkau lokasi genangan yang enggak bisa ditangani oleh pompa stasioner, Geng. Lalu, rumah pompa dan pintu air yang disiagakan untuk mengantisipasi banjir r itu meliputi pintu air marina, pompa atau folder kali asin, pompa Ancol, pompa junction pick, terus ada pompa muara angke, pompa pasar ikan, pompa tanjungan, pompa rumah waduk fluit, serta e rumah pompa folder Kamal. Ada salah satu warga Jakarta Utara yang namanya Rahma. Dia bilang kalau dia itu udah enggak terkejut lagi, ya. udah enggak kaget dengan peringatan potensi R yang terjadi di bulan ini. Menurut dia, tanda-tanda pasang tinggi itu udah mulai kerasa sejak beberapa minggu yang [musik] sebelum-sebelumnya. Terutama pasi-pagi demi mencegah kedatangan Rob. Bahkan dia udah ninggalin beberapa bagian rumahnya termasuk dengan menaruh perabotan dan barang-barang penting di rak yang lebih tinggi. Dan langkah tersebut dia lakukan karena pengalaman e Banjirop sebelumnya yang membuat banyak warga mengalami kerugian akibat barang-barang yang rusak terendam air. Nah, selain menata ulang rumahnya ya, si Rahma ini juga memantau informasi cuaca dari aplikasi Zaki maupun dari situs pantau banjir milik Pempr Jakarta. Dan meskipun begitu, Rahma berharap pemerintah ya bisa terus memperkuat perlindungan kawasan pesisir seperti memastikan pompa tetap berfungsi optimal, Geng. Nah, karena Ancol dan beberapa wilayah lain yang dilanda banjir rop udah mulai terendam nih, perhatian juga tertuju ke Pantai Mutiara nih, Geng. Yang mana di sana ada sebuah tanggul yang sudah mulai rembes karena air lautnya sudah melebihi daratan. Pernah enggak kalian lihat, geng, laut lebih tinggi dari daratan? Biasanya gua melihat yang kayak gini tuh di kolam renang biasanya. Tapi ini laut, Geng. Dan ini menjadi tanda dari Jakarta yang bakal tenggelam. Sekarang kita bakal bahas nih, Geng, mengenai kondisi di Pantai Mutiara ini akan jadi seperti apa. Jadi, Geng, pada waktu itu ada fenomena yang sempat menghebohkan e dari Jakarta Utara, ya, dikarenakan air laut yang merembes lewat tanggul di Pantai Mutiara Pulwid. Rembesan air laut ini membuat warga setempat merasa cemas. Rembesan tersebut enggak cuma terjadi baru-baru ini, karena warga di Kelurahan Peluit udah merasakan sejak tahun 2020. Bahkan seorang pengurus RW 16 Kelurahan Pluit bernama Teddy itu bilang kalau tanggul di bagian timur itu pernah jebol di tahun tersebut. Perumahan terendam air sampai setinggi 1,5 sampai 2 m selama seminggu tuh 2 m kerendam selama seminggu. Namun kalau kita mundur ke belakang lagi, Gengs, ya. Di tahun 2016, tanggul di Pantai Mutiara itu juga pernah jebol. yang mana menurut BNPB pada saat itu tanggul yang jebol itu disebabkan karena adanya erosi pada dasar tanggul dan karena erosi itu pada saat R terjadi air laut menjebol tanggulnya tapi geng penyebabnya bukan hanya itu aja tapi dikarenakan hujan yang deras yang juga berkontribusi menyebabkan banjir di kawasan fluid. Nah, ketinggian banjirnya ketika itu sekitar 30 sampai 100 cm sehingga memblokade bagian jalan yang ada di Pantai Mutiara. Sehari setelahnya airnya perlahan mulai surut bersamaan dengan tanggul darurat di bangunan. Tanggul darurat tersebut berupa tanah yang dibungkus dengan terpal dan kain fiber. Dan sebelum tahun 2016 ya, tanggul di Pantai Mutiara ini juga udah pernah jebol. Hal itu diketahui dari pengakuan ee salah satu warga yang tinggal di sana sejak tahun 2000. Banjir rop ini di tahun 2016 kemungkinan merupakan kejadian ke-10 bahkan. Dan dulu banji ropnya itu terjadi karena kondisi tanggul yang masih sederhana. Belum kayak sekarang lah. Ah, itu dulu masih memakai tanah dan batu ya. Nah, sekarang udah semen lah. Nah, namun setelah tanggul dibuat permanen nyatanya banjir masih aja terjadi. Dan banjir R di tahun 2016 ya berlalu tanpa adanya korban jiwa. Tapi banyak barang-barang berharga milik warga hanyut terbawa air dan rusak. Warga yang dievakuasi bukan hanya penghuni rumah yang tampak di pinggir tanggul aja, melainkan sampai ke penghuni apartemen di dekat sana. Karena saat itu sempat terjadi pemadaman listrik yang disebabkan karena instalasi listrik yang rusak. Wilayah Kelurahan Peluid hanyalah salah satu dari ratusan titik di Jakarta yang mengalami penurunan muka tanah. Laporan dari Dinas SDA Jakarta itu menyebutkan ada ratusan titik yang mengalami penurunan muka tanah yang bervariasi sampai dengan 10 cm dengan ee rata-rata penurunan mencapai 3,9 cm sepanjang tahun. Dan hal ini diketahui setelah Dinas SDA Jakarta mengamati 255 titik sepanjang tahun 2023. Geng. Oke. Soal penurunan muka tanah, warga tuh berharap supaya bisa segera ditangani. Sebab jebolnya tanggul itu enggak cuma berdampak pada perumahan warga, Geng. Aktivitas lain di kawasan itu sampai terganggu. Oleh karena itu, warga meminta pengerjaan pembangunan tanggul pengamanan pantai seperti pada proyek National Capital Integrate Coastal Development atau NCICD yang ada di Muara Angke serta Muara Baru agar dikebut segera. Warga di sana tuh enggak mau tinggal di area yang rawan banjir, tapi di sisi lain pindah rumah juga enggak semudah itu. Apalagi di Jakarta udah krisis lahan dan harga lahannya mahal. NCICD disebut juga dengan tanggul laut raksasa atau Giant Seawall. Proyek tersebut dikerjakan oleh Pemprov Jakarta dan pemerintah pusat untuk menghadapi laju penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut yang bermuara pada banjir R di pesisir Jakarta. Gila ya. Jadi nanti bakal ada apa? Pagar gini. Ini kita hidup di sini. Ini laut nih ya. Berarti kita sama ikan-ikan udah sejajar tuh. Wah gila geng. Gila. Dan banjir rutin melanda kawasan pantai utara Jakarta dengan tinggi antara 5 sampai 200 cm. Tidak hanya itu, kualitas hidup orang-orang yang tinggal di pesisir juga buruk banget karena minimnya akses sanitasi dan pengelolaan air limbah yang layak. Secara keseluruhan, NCICD yang dikerjakan eh memiliki total panjang trase kritis atau bagian dari tanggul yang dianggap paling rentan atau paling beresiko mengalami kerusakan sepanjang 39 km. Gila, nanti kita hidup kayak di balik tembok Yajut Majut gitu ya. Tinggi banget sepanjang 39 km. Nah, pemerintah Jakarta bertanggung jawab atas pembangunan tanggul fase A di area pantai dan muara sungai di sepanjang 21 km di Kamal Muara, Muara Angke, Muara Baru, Pantai Muara, Sunda Kelapa, Ancol Barat, dan Kali Blelencong. Pembangunan tanggul pantai dan muara sungai sudah mencapai 8,2 km sampai tahun 2023. Dan selanjutnya pada 2024 pembangunan kembali berlanjut dengan tiga paket pekerjaan sepanjang 4,8 km. Jadi, masih panjang banget, Geng. Eh, PR-nya masih berapa tuh ya? 4,8 + 8,2 aja. Itu masih sekitar 13 km lah kurang lebih ya. Sementara yang dibutuhkan itu 39 km, Geng. Kondisi tanggul di Pantai Mutiara saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kalian bisa lihatlah dari video-videonya. Terdapat sejumlah rembesan air laut di sejumlah titik ee sepanjang tanggul tersebut. Sejumlah rembesan terlihat di bagian bawah tanggul dengan garis bekas warna kuning kehijauan di celah-celah beton. Seperti menandakan kalau air sudah rembes dalam waktu yang cukup lama. Dan di salah satu titik air mengalir di dasar beton ee ke balik tanggul lalu masuk ke gorong-gorong di ujung lahan dekat jalan yang dilalui oleh warga. Dan tanggul di titik ini padahal sudah ditinggikan hingga 2 m. Di lokasi lain, rembesan memang tidak begitu terlihat. Tapi, Geng, kalau garis bekas rembesan berwarna kuning kehijauan disentuh, maka kalian bisa merasakan adanya aliran air. Lahan tanah e pemisah antara tanggul dan jalan juga dalam kondisi becek. Bahkan ada satu titik yang tergenang air. Berdasarkan pengakuan warga di sana, titik rembesan ditanggul yang memiliki panjang sekitar 1 km tersebut sudah ada sejak lama. Dan hal ini menimbulkan kecemasan bagi warga. Mereka khawatir rembesan menjadi pertanda struktur tanggul sudah melemah. Kecemasan itu dialami bukan hanya oleh penghuni di Pantai Mutiara, tapi juga para warga di sekitar Pluit dan Muara Karang. Selain itu, warga juga menyoroti kondisi tanah di kawasan pesisir yang terus mengalami penurunan. Warga sekitar juga sering menambal rembesan di tanggul secara mandiri dan berupaya melakukan koordinasi dengan pihak Pempr Jakarta mengenai kondisi dari tanggul tersebut, Geng. Dan sebenarnya nih Geng ya, di wilayah tersebut udah ada rencana untuk membangun NCICD dan sudah dilakukan sejak tahun 2020. Di dalam pembangunan fase A yang mana baru dikerjakan sekitar 11,4 km dari total 28 km. NCICD sendiri merupakan bagian dari proyek strategis nasional atau PSN. Tapi sayangnya ya pengerjaannya terus molor. Di kompleks Pantai Mutiara total tanggul yang akan dibangun tuh ya sekitar 1,5 km. Tapi baru sebagiannya aja yang dibangun. Dan eh proyek pembangunan NCICD ini disebabkan oleh peristiwa banjir besar di pesisir Jakarta dari tahun 2007 padahal. Dan dari hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti disebutkan kalau permukaan muka tanah di Jakarta itu turun sampai dengan 7,5 cm per tahun. Jadi setahun tuh 7,5 cm turun turun. Penyebabnya apa? Penyebabnya penggunaan air tanah biasanya. Dan kenapa air laut makin naik? ya, karena ada reklamasi. Reklamasi yang mana? Ya, contohnya salah satunya PIK 2, pembuatan Pulau Baru. Jadi airnya bergeser ke tempat lain. Sementara di pik duanya sendiri udah ada persiapan untuk penanggulangan banjir. Kalau kalian ke sana, kalian akan banyak melihat kayak danau-danau gitu. Sebutannya Setu. Nah, itu untuk menanggulangi banjir tuh untuk menyerap air hujan. Jadi, piknya jadi aman sementara wilayah pesisir Jakarta Utara jadi semakin berbahaya. Hal ini sesuai dengan apa yang tertulis di dalam dokumen kajian yang dirilis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau BAPENAS. Dalam dokumen tersebut, konsep NCICD lahir pada tahun 2014 berupa pembangunan tanggul di sepanjang area pantai serta tanggul lepas pantai di wilayah timur dan barat. Konsep ini juga mencakup pembangunan 17 pulau reklamasi di utara Jakarta sebagai bagian dari pulau Great Garuda. Nah, tapi geng master plan NCICD diperbaharui oleh Bapenas sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perencanaan terbaru Master Plan Integrate Flood Safety Plan atau IFSP ya pada tahun 2019 dan setahun kemudian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Pemprov Jakarta meneken nota kesepahaman sinergi pelaksanaan tanggul NCIC di fase A. Dengan begitu, selain Pemerintah Provinsi Jakarta, proyek tanggul NCIC di fase A juga bakal dibangun oleh pemerintah pusat dan badan usaha milik negara dengan total pengerjaan sepanjang 18 km. Tapi masalahnya proyek pembangunan tanggul NCICD ini molor dari target sebelumnya yang terencanakan selesai pada tahun 2028, tapi justru mundur 2 tahun yaitu 2030 nanti baru selesai. Di sisi lain dari keterangan Gubernur Jakarta yaitu Pak Pramono Anu, beliau menjelaskan tanggul tersebut merupakan tanggung jawab dari Pelindo. Namun beliau memastikan jajaran suku dinas SDA Jakarta Utara bakal tetap membantu menangani tanggul tersebut. Nah, saat ini geng dikatakan sudah ada rencana dari pemerintah untuk membangun NCICD dan dilanjutkan di tahun ini. Proyek tersebut menggunakan skema multi ya, yaitu proyek yang pendanaan dan pelaksanaannya dilakukan selama lebih dari 1 tahun anggaran. Skemanya bakal berjalan mulai dari tahun ini sampai 2027. NCICD di Pantai Mutiara bakal dibangun sepanjang 530 m. Titik sepanjang 430 m terletak di sisi timur kawasan dan 100 m sisanya di sisi barat. Pekerjaannya diharapkan bisa terealisasi sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu tahun 2027. Gila ya, kita itu dijajah sama Belanda loh, Geng. Kalau kalian tahu di Belanda itu ya mengalami nasib kayak gini udah dari berpuluh-puluh tahun silam dan bahkan sejak mereka menjajah kita, mereka itu sudah tinggal di daratan yang lebih tinggi lautnya daripada daratannya. Percaya enggak? Makanya mereka itu disebut dengan masyarakat Dutch. Sebutan julukan Dutch untuk orang Belanda itu bukan tanpa sebab. Arti dari Dutch itu adalah masyarakat tanah rendah. Dutch itu sebutan untuk masyarakat yang berada di tanah rendah yang tinggalnya di daratan yang lebih rendah daripada air laut. Nah, tapi kenapa mereka sampai sekarang enggak tenggelam-tenggelam? Ya, kalian lihat sendiri teknologi canggih yang dimiliki oleh Belanda. Nih, gua kasih lihat videonya. Kenapa negara kita yang dijajah oleh Belanda sampai detik ini belum bisa menyamai mereka? Belum bisa ya eh membuat sesuatu yang seberkualitas Belanda. Untuk membuat giant wall biasa aja pakai semen biasa berdiri kayak gitu ya. Padahal kalau Belanda tuh pakai apa ya? Pakai sistem yang canggih gitu. Ketika airnya surut, pagarnya masuk ke dalam tanah, masuk ke dalam sarangnya gitu. Air naik naik lagi. Nah, kalau kita gak udah berdiri gitu aja kayak pagar biasa, kayak pagar, pagar apa ya? Pagar kebon gitulah tapi gede gitu. Itu aja repot banget bikinnya bertahun-tahun enggak kelar-kelar. Keburu tenggelam. Katanya sih kalau misalkan sampai airnya jebol itu ya jebol itu laut katanya sih sampai Monas bakal tenggelam. Tapi geng, kalian kepikiran enggak, Geng? Ya, kenapa kok Jakarta Utara sering dilanda banjir rop tapi kawasan PIK 2? Enggak. Padahal sama-sama terletak di daerah pesisir. Nah, buat kalian tadi gua udah sempat singgung gitu ya, kalian udah pernah kepik dua, kalian pasti pernah lihat ada beberapa danau kan atau kolam yang ada di sana. Nah, apakah itu dibuat semata-mata supaya ee pemandangan aja ya? Ternyata enggak. [musik] Itu adalah fungsi yang sangat-sangat penting untuk menanggulangi genangan air. Keberadaan danau itu untuk menampung air hujan. Jadi ketika hujan terjadi, airnya enggak ke mana-mana, tidak menjadi banjir bagi warga dan tertampung di danau tersebut. Baru setelah itu airnya bakal dialirkan ke laut melalui pipa-pipa atau drainase yang mereka punya. Danau tersebut dilengkapi dengan pintu air dan fungsinya sama dengan pintu-pintu air yang ada di sungai yang mengalir di Jakarta. Adanya danau tersebut di PIK 2 bisa dianggap sebagai sebuah game changer bagi PIK 2 agar dengan keberadaan danau tersebut PIK 2 bisa aman dari banjir. Nah, karena wilayah tersebut memang jadi salah satu target dari investasi properti mahal sehingga pengelolaan PIK 2 tuh harus memastikan kalau area ini benar-benar safety aman dan terbukti dengan dibuatkannya danau tersebut 2 aman dari banjir dari air hujan maupun banjir rock. Nah, namun apakah tanggul bisa menjadi solusi dari ancaman nyata warga Jakarta yang sudah diprediksi jika ibu kota Indonesia ini bakal tenggelam di masa depan? Jawabannya ya tentu enggak, Geng. Jika di Jakarta masih terjadi penyerapan air tanah secara besar-besaran dari masyarakatnya, pembangunan gedung bertingkat, serta kantor yang lebih besar lagi, yaitu pemanasan global yang terus terjadi, bisa dipastikan kalau Jakarta bakal tenggelam seiring berjalannya waktu. Dan membangun tanggul bukan hanya satu-satunya solusi yang harus dilakukan. Masalah tersebut bukan lagi sekedar prediksi, namun sudah jadi kenyataan sekarang yang semakin dekat kalau kita melihat fenomena dataran Jakarta yang sudah lebih rendah dari air laut. Termasuk dengan peristiwa banjir rop yang belakangan ini masih terjadi di wilayah utara Jakarta dengan kondisinya yang memprihatinkan. Dan berbagai studi serta data terbaru juga menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu sudah beresiko terendam air dalam beberapa dekade mendatang, Geng. Menurut data World Economic Forum atau WF tahun eh 2024, permukaan tanah di Jakarta itu turun rata-rata 17 cm/ tahun. Nah, kalau tadi data dari pemerintah kita malah 7,5. Nah, ini 17 cent loh katanya. Hal ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota terbesar di dunia yang paling rentan tenggelam. Dan untuk itu membangun tanggul atau tembok laut itu enggak cukup. Harus dilakukan peningkatan sistem drainase serta pengurangan penggunaan air tanah. Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan, tantangan untuk menyelamatkan Jakarta dari ancaman tenggelam masih sangat besar. sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat dari semua pihak, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk mengatasi masalah ini. Ancaman tenggelamnya Jakarta adalah masalah serius yang memerlukan perhatian segera. Jika tidak segera ditangani, ya tentu dampaknya bakal sangat luas. [musik] Tidak hanya bagi warga Jakarta, tapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan, Geng. Nah, itu dia, Geng. Pembahasan kita kali ini tentang fenomena banjir rop di Ancol serta rembesnya air laut di tanggul pantai Mutiara. Gimana menurut kalian, Geng? Terutama buat kalian yang warga Jakarta, apakah kalian menanggapi hal ini dengan serius, deg-degan, atau justru kalian biasa aja? Coba tinggalkan komentar di bawah.