IS NORTH JAKARTA STARTING TO SINK? SEA BARRIER BREAKS! SEA LEVEL HIGHER THAN LAND
yCxXa7FHk5s • 2025-12-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau udah dua jalur jalan yang kena air
banjir R ini menurut Faris itu sudah
termasuk sangat tinggi. Dan karena tidak
bisa melayani kendaraan darat seperti
motor dan mobil, SPBU-nya cuma bisa
mengisi BBM kapal doang. Bahkan ee bukan
cuma menyulitkan para pengemudi yang mau
mengisi BBM mereka.
Geng, beberapa waktu lalu kita udah
sempat membahas soal ancaman kalau saja
Jakarta bisa tenggelam. Nih videonya
Kamis 04 Desember 2025
pada ketinggian 0904 izin melaporkan
komandan dari area jalur Marina.
Mungkin banyak yang masih skeptis akan
hal tersebut atau mungkin banyak yang
mengira hal kayak gini nih ya bakal
terjadi berpuluh-pulat
dari negara ini. Otomatis apapun yang
terjadi pada pusat yang membuat ee
pemerintah akan bergerak cepat gitu kan.
Tapi kalian tahu enggak sih, Geng ya
kalau ancamannya ternyata sekarang sudah
mulai terjadi, sudah mulai terlihat.
Memang setiap tahunnya Jakarta itu
menghadapi ancaman yang datang
perlahan-lahan, tapi membawa dampak
besar bagi orang-orang yang tinggal di
pesisirnya. Air laut yang terus naik,
angin yang mendorong gelombang ke
daratan, dan tekanan yang semakin kuat
terhadap garis pantai yang membuat
banjir r. Ya, banjir rop namanya ROB.
Bukan lagi hanya peristiwa sesaat atau
bagian dari bencana alam, melainkan ini
adalah ancaman yang semakin jelas
terlihat di depan mata dan semakin
sering terjadi. Jangan sampai ada banjir
lagi yang terjadi di wilayah lain.
Karena sampai saat ini ya penanganan
banjir di Sumatera aja tuh belum
sepenuhnya selesai. Dan buat kalian yang
belum tahu, banjir R ini adalah banjir
yang disebabkan karena meluapnya air
laut ke daratan, Geng. Jadi berbeda
dengan banjir yang terjadi di Sumatera.
Nah, kali ini sorotan justru tertuju
pada Ancol. Karena di sana sedang
mengalami banjir rop. Banji rop yang
menerjang Ancol membuat permukaan air
mencapai titik yang tidak biasa. Jalanan
yang biasanya ramai tiba-tiba berubah
menjadi genangan. Dan di tengah banji
rop tersebut perhatian juga mengarah ke
Tanggul Mutiara. Salah satu struktur
pertahanan laut yang selama ini menjadi
benteng bagi warga pesisir. Kalian lihat
nih bentengnya seperti apa.
Air laut sama jalan
udah tinggi air laut.
[musik]
Lebih tinggi air laut daripada
daratannya. Dan kekhawatiran mulai
muncul ketika air tiba-tiba mulai
merembes melalui beberapa bagian
tanggul. Dan fenomena tersebut membuat
orang-orang jadi memiliki asumsi sendiri
apakah mungkin Jakarta bakal tenggelam
sebentar lagi? Di video kali ini kita
bakal membahas semuanya, Geng. Mulai
dari pembahasan tentang Ancol yang sudah
mulai banjir rop dan penyebab dari
merembesnya air di tanggul mutiara.
Bagaimana penanganan dari pemerintah
Jakarta terkait ini? Apakah akan
selamban penanganan di Sumatera atau
justru bakal lebih cepat penanganannya?
Kita bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
Geng. Geng, untuk pembahasan pertama
kita bahas dulu terjadinya banjir R di
Ancol. Dan ini adalah sebuah fenomena
yang sangat mengejutkan. bagi kita warga
Indonesia terkhususnya tinggal di
Jakarta.
Jadi, geng, kawasan pesisir Jakarta
Utara kembali diterpa banjir rop di awal
bulan ini. Salah satu lokasi yang
terdampak adalah kawasan wisata Taman
Impian Jaya Ancol, terkhususnya di
sepanjang Dermaga Marina Pademangan,
Jakarta Utara. Jadi, di hari Jumat
tanggal 5 Desember 2025, air laut itu
sudah meluap sekitar jam .30
pagi. Kondisi tersebut menyebabkan
jalanan di sekitar dermaga Marina itu
tergenang setinggi lebih dari 30 cm
sehingga aktivitas kendaraan yang
melalui jalan tersebut menjadi
terganggu, Geng. Enggak cuma jalanannya
aja, Geng. SPBU dermaga Marina Ancol
juga ikut terkena dampaknya dan pihak
SPBU terpaksa menghentikan sementara
layanan pengisian BBM bagi motor dan
mobil atau kendaraan besar seperti truk
dan yang lain-lain. Karena area tersebut
tidak bisa dilalui ketika Banjir Rop ini
mencapai puncaknya. Nah, humas taman
Impian Jaya Ancol yaitu Daniel Windriad
Moko itu menjelaskan kalau gelombang R
yang terjadi sejak awal bulan ini
mencapai titik tertinggi pada hari Kamis
tanggal 4 Desember dan paling berdampak
di kawasan Marina. Di Jumat pagi, Geng,
situasi sempat aman sampai jam .00 pagi,
tapi akhirnya balik naik lagi mulai di
jam 0.30. Dan untuk menjaga keamanan
serta kenyamanan pengunjung, manajemen
Ancol melakukan rekayasa lalu lintas
dengan menjadikan jalur samping Hotel
Discovery sebagai akses alternatif.
Pada pagi hari tadi, kurang lebih
sekitar pukul. Kondisi cukup ee kondusif
dan cukup aman untuk ee para pengunjung
atau masyarakat yang menggunakan akses.
Dan begitu pukul 0.30 ini sudah mulai
naik kembali.
Selain rekayasa lalu lintas, tim
operasional Ancol juga memasang tanggul
sementara berupa susunan karung pasir di
beberapa titik yang menjadi jalur
masuknya air pasang. Dan langkah ini
sengaja dilakukan untuk memperlambat
jalur air laut dan mencegah agar
genangan tidak meluas. Ketinggian air
yang tercatat itu mencapai sekitar 30
sampai 40 cm dan personil sudah e
ditempatkan di beberapa titik untuk
mengarahkan pengunjung yang ada di
kawasan Ancol. Menurut Daniil, akses
keluar masuk Ancol dari gerbang Marina
juga dinonaktifkan sementara untuk
mencegah antrean dan memastikan
keselamatan pengunjung. Meskipun ada air
laut yang menggenangi kawasan tersebut,
tapi pihak Ancol memastikan kawasan
rekreasi seperti dunia fantasi atau
dufan dan seluruh wahana yang berada di
dalamnya itu enggak terdampak banjir R.
Nah, tim teknis sudah bersiaga sejak
awal untuk [musik] memastikan wahana
beroperasi dengan aman, Geng. Sementara
itu, Geng, petugas SPBU dermaga Marina
yang bernama Alfarisi atau yang akrab
disebut Faris itu menyebutkan kalau
banjir radi hampir seminggu terakhir,
Geng. Tapi pemberitaannya [musik] tuh
belum seheboh sekarang. Terus menurut
dia air laut yang mengarah ke daratan
memang udah terjadi setiap akhir tahun,
tapi yang kali ini tuh udah terjadi
selama seminggu. Kalau udah dua jalur
jalan yang kena air banjir R ini menurut
Faris itu sudah termasuk sangat tinggi.
Dan karena tidak bisa melayani kendaraan
darat seperti motor dan mobil, SPBU-nya
cuma bisa mengisi BBM kapal doang.
Bahkan ee bukan cuma menyulitkan para
pengemudi yang mau mengisi BBM mereka,
orang-orang yang biasanya beraktivitas
dengan berlalu-lalang di depan SPBU
dermaga Marina tersebut juga terhambat
mobilitasnya karena banjir rop tersebut.
Dan banyak yang takut juga. Takutnya
nanti malah ya kelelep sama air laut
yang udah semakin tinggi. Takutnya kan
kayak tsunami gitu loh, Geng. Layanannya
baru dibuka kembali pada saat air mulai
surut di siang hari sekitar jam 11
sampai 11.30 siang. Dan enggak cuma
melanda di dalam kawasan wisata Ancol
doang, Badan Penanggulangan Bencana
Daerah atau BPBD Jakarta itu mencatat
sedikitnya ada 6 RT dan satu ruas jalan
yang tergenang hingga jam 11.00 siang.
Di saat itu Muhammad Yohan selaku Kepala
Pusat Data dan Informasi BPBD Jakarta
itu bilang genangan air ini dipicu oleh
kombinasi fenomena alam yang terjadi
bersamaan. Jadi bisa dikatakan ada dua
hal yang bersamaan terjadi sehingga
bersatu dan menjadi bencana gitu, Geng.
Menurut dia, Banjirop ini dipengaruhi
oleh pasang maksimum air laut yang
bertepatan dengan fase bulan purnama dan
juga Super Moon. Nah, fenomena inilah
yang menyebabkan permukaan air laut di
Pesisir Jakarta Utara meningkat secara
signifikan dan genangan terjadi di dua
wilayah Kepulauan Seribu dan beberapa
titik di Jakarta Utara. Di Kepulauan
Ser000, air masuk kedua RT di Kelurahan
Pulau Panggang dengan ketinggian antara
10 sampai 15 cm. Sementara di Jakarta
Utara 1 RT di Kelurahan Marunda dan 3 RT
di Kelurahan Peluid terdampak genangan
dengan ketinggian mencapai 30 cm, Geng.
Dan selain itu satu ruas jalan yaitu
jalan RE Martadinata di depan Jakarta
International Stadium atau JIS terus ada
Papango dan Tanjung Priuk itu juga ikut
terendam dengan ketinggian sampai 40 cm,
Geng.
Untuk itu, pihak BPBD itu sudah
mengerahkan personel ke lapangan untuk
memantau perkembangan genangan dan
melakukan ee penanganan awal dan mereka
melakukan koordinasi dengan pihak Dinas
Sumber Daya Air, Dinas Binamarga sampai
dengan Dinas Gulkarat untuk memastikan
proses penyodotan berlangsung dan jalur
air berfungsi dengan normal. Dan enggak
cuma itu, ada aparat kelurahan juga dan
kecamatan yang ikut terlibat di dalam
proses tersebut. Nah, pihak BPBD juga
sudah menyiapkan kebutuhan dasar bagi
warga yang terdampak jika diperlukan
serta meminta kepada masyarakat agar
tetap waspada karena potensi banjir Rop
ini diperkirakan masih berlangsung
sampai dengan 10 Desember 2025. Nah,
memang Geng sebelum Banjir Rob melanda,
BPBD ini udah memperkirakan kalau
Banjirop bakal melanda wilayah pesisir
Jakarta mulai dari tanggal 1 sampai
tanggal 10 Desember. Karena itu, PEMPR
Jakarta sudah bersiaga menyiapkan pompa
stasioner, meninjau ulang jalur
evakuasi, dan meminta petugas lapangan
bersiap penuh melakukan pemantauan
rutin. Dari informasi tersebut, warga
Jakarta sudah diperingatkan dari
jauh-jauh hari untuk meningkatkan
kesiapsiagaan karena pasang tinggi bisa
berlangsung selama beberapa hari secara
berturut-turut dan mungkin dengan
mengurangi aktivitas di wilayah pesisir
di saat jam pasang, memindahkan barang
penting ke tempat yang lebih tinggi,
serta memastikan saluran air di sekitar
rumah. tidak tersumbat. Dan peringatan
tersebut dikeluarkan setelah stasiun
meteorologi kelas 1 Maritim Tanjung
Periuk mengidentifikasi adanya pasang
maksimum air laut yang bertepatan dengan
dua fenomena astronomi, yaitu fase bulan
purnama dan Super Moon yang sebelumnya
gua sempat sebutkan. Dan kawasan yang
masuk zona waspada R itu meliputi Kamal
Muara, Kapuk Muara, Penjaringan Peluit,
Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing,
Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Periuk
sampai ke Kepulauan Seribu, Geng. Dan
seluruh wilayah tersebut, Geng. ya e
selama ini memiliki kerentanan yang
tinggi terhadap pasang air laut,
terutama saat curah hujan meningkat atau
angin laut bertiup lebih kencang. Dan
PEMPR Jakarta juga menyiapkan berbagai
kanal informasi resmi seperti e
peringatan dini gelombang pasang,
aplikasi Zaki untuk pelaporan genangan,
serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id
untuk memantau kondisi secara realtime
dan serta layanan darurat 112 pun
disiagakan untuk merespon situasi
kritis. Nah, untuk mengantisipasi dampak
yang lebih luas, BPBD Jakarta sudah
memperkuat koordinasi selama beberapa
hari dengan sejumlah pihak. Mereka juga
sudah meninjau ulang jalur evakuasi
tersebut, Geng. Nah, dari informasi
terkait bakal adanya banjir R waktu itu,
Dinas Sumber Daya Air atau SDA Jakarta
itu sudah menyiagakan 3.908 personel
pasukan biru dan dikerahkan untuk
berjaga di titik-titik rawan, melakukan
pemantauan rutin, serta memastikan
kondisi lapangan tetap terkendali. Dan
pasukan biru ini berperan penting dalam
mitigasi banjir, termasuk R yang dipicu
oleh pasang laut dan cuaca ekstrem. Nah,
selain pihak personel, suku dinas SDA
Jakarta Utara juga udah nyiapin berbagai
fasilitas pengendalian banjir mulai dari
pompa stasioner, pompa mobile sampai
dengan pintu air. Nah, pompa mobil ini
disediakan ee untuk menjangkau lokasi
genangan yang enggak bisa ditangani oleh
pompa stasioner, Geng. Lalu, rumah pompa
dan pintu air yang disiagakan untuk
mengantisipasi banjir r itu meliputi
pintu air marina, pompa atau folder kali
asin, pompa Ancol, pompa junction pick,
terus ada pompa muara angke, pompa pasar
ikan, pompa tanjungan, pompa rumah waduk
fluit, serta e rumah pompa folder Kamal.
Ada salah satu warga Jakarta Utara yang
namanya Rahma. Dia bilang kalau dia itu
udah enggak terkejut lagi, ya. udah
enggak kaget dengan peringatan potensi R
yang terjadi di bulan ini. Menurut dia,
tanda-tanda pasang tinggi itu udah mulai
kerasa sejak beberapa minggu yang
[musik] sebelum-sebelumnya. Terutama
pasi-pagi demi mencegah kedatangan Rob.
Bahkan dia udah ninggalin beberapa
bagian rumahnya termasuk dengan menaruh
perabotan dan barang-barang penting di
rak yang lebih tinggi. Dan langkah
tersebut dia lakukan karena pengalaman e
Banjirop sebelumnya yang membuat banyak
warga mengalami kerugian akibat
barang-barang yang rusak terendam air.
Nah, selain menata ulang rumahnya ya, si
Rahma ini juga memantau informasi cuaca
dari aplikasi Zaki maupun dari situs
pantau banjir milik Pempr Jakarta. Dan
meskipun begitu, Rahma berharap
pemerintah ya bisa terus memperkuat
perlindungan kawasan pesisir seperti
memastikan pompa tetap berfungsi
optimal, Geng. Nah, karena Ancol dan
beberapa wilayah lain yang dilanda
banjir rop udah mulai terendam nih,
perhatian juga tertuju ke Pantai Mutiara
nih, Geng. Yang mana di sana ada sebuah
tanggul yang sudah mulai rembes karena
air lautnya sudah melebihi daratan.
Pernah enggak kalian lihat, geng, laut
lebih tinggi dari daratan? Biasanya gua
melihat yang kayak gini tuh di kolam
renang biasanya. Tapi ini laut, Geng.
Dan ini menjadi tanda dari Jakarta yang
bakal tenggelam. Sekarang kita bakal
bahas nih, Geng, mengenai kondisi di
Pantai Mutiara ini akan jadi seperti
apa.
Jadi, Geng, pada waktu itu ada fenomena
yang sempat menghebohkan e dari Jakarta
Utara, ya, dikarenakan air laut yang
merembes lewat tanggul di Pantai Mutiara
Pulwid. Rembesan air laut ini membuat
warga setempat merasa cemas. Rembesan
tersebut enggak cuma terjadi baru-baru
ini, karena warga di Kelurahan Peluit
udah merasakan sejak tahun 2020. Bahkan
seorang pengurus RW 16 Kelurahan Pluit
bernama Teddy itu bilang kalau tanggul
di bagian timur itu pernah jebol di
tahun tersebut. Perumahan terendam air
sampai setinggi 1,5 sampai 2 m selama
seminggu tuh 2 m kerendam selama
seminggu. Namun kalau kita mundur ke
belakang lagi, Gengs, ya. Di tahun 2016,
tanggul di Pantai Mutiara itu juga
pernah jebol. yang mana menurut BNPB
pada saat itu tanggul yang jebol itu
disebabkan karena adanya erosi pada
dasar tanggul dan karena erosi itu pada
saat R terjadi air laut menjebol
tanggulnya tapi geng penyebabnya bukan
hanya itu aja tapi dikarenakan hujan
yang deras yang juga berkontribusi
menyebabkan banjir di kawasan fluid.
Nah, ketinggian banjirnya ketika itu
sekitar 30 sampai 100 cm sehingga
memblokade bagian jalan yang ada di
Pantai Mutiara. Sehari setelahnya airnya
perlahan mulai surut bersamaan dengan
tanggul darurat di bangunan. Tanggul
darurat tersebut berupa tanah yang
dibungkus dengan terpal dan kain fiber.
Dan sebelum tahun 2016 ya, tanggul di
Pantai Mutiara ini juga udah pernah
jebol. Hal itu diketahui dari pengakuan
ee salah satu warga yang tinggal di sana
sejak tahun 2000. Banjir rop ini di
tahun 2016 kemungkinan merupakan
kejadian ke-10 bahkan. Dan dulu banji
ropnya itu terjadi karena kondisi
tanggul yang masih sederhana. Belum
kayak sekarang lah. Ah, itu dulu masih
memakai tanah dan batu ya. Nah, sekarang
udah semen lah. Nah, namun setelah
tanggul dibuat permanen nyatanya banjir
masih aja terjadi. Dan banjir R di tahun
2016 ya berlalu tanpa adanya korban
jiwa. Tapi banyak barang-barang berharga
milik warga hanyut terbawa air dan
rusak. Warga yang dievakuasi bukan hanya
penghuni rumah yang tampak di pinggir
tanggul aja, melainkan sampai ke
penghuni apartemen di dekat sana. Karena
saat itu sempat terjadi pemadaman
listrik yang disebabkan karena instalasi
listrik yang rusak. Wilayah Kelurahan
Peluid hanyalah salah satu dari ratusan
titik di Jakarta yang mengalami
penurunan muka tanah. Laporan dari Dinas
SDA Jakarta itu menyebutkan ada ratusan
titik yang mengalami penurunan muka
tanah yang bervariasi sampai dengan 10
cm dengan ee rata-rata penurunan
mencapai 3,9 cm sepanjang tahun. Dan hal
ini diketahui setelah Dinas SDA Jakarta
mengamati 255 titik sepanjang tahun
2023. Geng. Oke. Soal penurunan muka
tanah, warga tuh berharap supaya bisa
segera ditangani. Sebab jebolnya tanggul
itu enggak cuma berdampak pada perumahan
warga, Geng. Aktivitas lain di kawasan
itu sampai terganggu. Oleh karena itu,
warga meminta pengerjaan pembangunan
tanggul pengamanan pantai seperti pada
proyek National Capital Integrate
Coastal Development atau NCICD
yang ada di Muara Angke serta Muara Baru
agar dikebut segera. Warga di sana tuh
enggak mau tinggal di area yang rawan
banjir, tapi di sisi lain pindah rumah
juga enggak semudah itu. Apalagi di
Jakarta udah krisis lahan dan harga
lahannya mahal. NCICD disebut juga
dengan tanggul laut raksasa atau Giant
Seawall. Proyek tersebut dikerjakan oleh
Pemprov Jakarta dan pemerintah pusat
untuk menghadapi laju penurunan muka
tanah dan kenaikan permukaan air laut
yang bermuara pada banjir R di pesisir
Jakarta. Gila ya. Jadi nanti bakal ada
apa? Pagar gini. Ini kita hidup di sini.
Ini laut nih ya. Berarti kita sama
ikan-ikan udah sejajar tuh. Wah gila
geng. Gila. Dan banjir rutin melanda
kawasan pantai utara Jakarta dengan
tinggi antara 5 sampai 200 cm. Tidak
hanya itu, kualitas hidup orang-orang
yang tinggal di pesisir juga buruk
banget karena minimnya akses sanitasi
dan pengelolaan air limbah yang layak.
Secara keseluruhan, NCICD yang
dikerjakan eh memiliki total panjang
trase kritis atau bagian dari tanggul
yang dianggap paling rentan atau paling
beresiko mengalami kerusakan sepanjang
39 km. Gila, nanti kita hidup kayak di
balik tembok Yajut Majut gitu ya. Tinggi
banget sepanjang 39 km. Nah, pemerintah
Jakarta bertanggung jawab atas
pembangunan tanggul fase A di area
pantai dan muara sungai di sepanjang 21
km di Kamal Muara, Muara Angke, Muara
Baru, Pantai Muara, Sunda Kelapa, Ancol
Barat, dan Kali Blelencong. Pembangunan
tanggul pantai dan muara sungai sudah
mencapai 8,2 km sampai tahun 2023. Dan
selanjutnya pada 2024 pembangunan
kembali berlanjut dengan tiga paket
pekerjaan sepanjang 4,8 km. Jadi, masih
panjang banget, Geng. Eh, PR-nya masih
berapa tuh ya? 4,8
+ 8,2 aja. Itu masih sekitar 13 km lah
kurang lebih ya. Sementara yang
dibutuhkan itu 39 km, Geng. Kondisi
tanggul di Pantai Mutiara saat ini sudah
sangat mengkhawatirkan. Kalian bisa
lihatlah dari video-videonya. Terdapat
sejumlah rembesan air laut di sejumlah
titik ee sepanjang tanggul tersebut.
Sejumlah rembesan terlihat di bagian
bawah tanggul dengan garis bekas warna
kuning kehijauan di celah-celah beton.
Seperti menandakan kalau air sudah
rembes dalam waktu yang cukup lama. Dan
di salah satu titik air mengalir di
dasar beton ee ke balik tanggul lalu
masuk ke gorong-gorong di ujung lahan
dekat jalan yang dilalui oleh warga. Dan
tanggul di titik ini padahal sudah
ditinggikan hingga 2 m. Di lokasi lain,
rembesan memang tidak begitu terlihat.
Tapi, Geng, kalau garis bekas rembesan
berwarna kuning kehijauan disentuh, maka
kalian bisa merasakan adanya aliran air.
Lahan tanah e pemisah antara tanggul dan
jalan juga dalam kondisi becek. Bahkan
ada satu titik yang tergenang air.
Berdasarkan pengakuan warga di sana,
titik rembesan ditanggul yang memiliki
panjang sekitar 1 km tersebut sudah ada
sejak lama. Dan hal ini menimbulkan
kecemasan bagi warga. Mereka khawatir
rembesan menjadi pertanda struktur
tanggul sudah melemah. Kecemasan itu
dialami bukan hanya oleh penghuni di
Pantai Mutiara, tapi juga para warga di
sekitar Pluit dan Muara Karang. Selain
itu, warga juga menyoroti kondisi tanah
di kawasan pesisir yang terus mengalami
penurunan.
Warga sekitar juga sering menambal
rembesan di tanggul secara mandiri dan
berupaya melakukan koordinasi dengan
pihak Pempr Jakarta mengenai kondisi
dari tanggul tersebut, Geng. Dan
sebenarnya nih Geng ya, di wilayah
tersebut udah ada rencana untuk
membangun NCICD dan sudah dilakukan
sejak tahun 2020. Di dalam pembangunan
fase A yang mana baru dikerjakan sekitar
11,4 km dari total 28 km. NCICD sendiri
merupakan bagian dari proyek strategis
nasional atau PSN. Tapi sayangnya ya
pengerjaannya terus molor. Di kompleks
Pantai Mutiara total tanggul yang akan
dibangun tuh ya sekitar 1,5 km. Tapi
baru sebagiannya aja yang dibangun. Dan
eh proyek pembangunan NCICD ini
disebabkan oleh peristiwa banjir besar
di pesisir Jakarta dari tahun 2007
padahal. Dan dari hasil riset yang
dilakukan oleh para peneliti disebutkan
kalau permukaan muka tanah di Jakarta
itu turun sampai dengan 7,5 cm per
tahun. Jadi setahun tuh 7,5 cm turun
turun. Penyebabnya apa? Penyebabnya
penggunaan air tanah biasanya. Dan
kenapa air laut makin naik? ya, karena
ada reklamasi. Reklamasi yang mana? Ya,
contohnya salah satunya PIK 2, pembuatan
Pulau Baru. Jadi airnya bergeser ke
tempat lain. Sementara di pik duanya
sendiri udah ada persiapan untuk
penanggulangan banjir. Kalau kalian ke
sana, kalian akan banyak melihat kayak
danau-danau gitu. Sebutannya Setu. Nah,
itu untuk menanggulangi banjir tuh untuk
menyerap air hujan. Jadi, piknya jadi
aman sementara wilayah pesisir Jakarta
Utara jadi semakin berbahaya. Hal ini
sesuai dengan apa yang tertulis di dalam
dokumen kajian yang dirilis oleh Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional atau
BAPENAS. Dalam dokumen tersebut, konsep
NCICD lahir pada tahun 2014 berupa
pembangunan tanggul di sepanjang area
pantai serta tanggul lepas pantai di
wilayah timur dan barat. Konsep ini juga
mencakup pembangunan 17 pulau reklamasi
di utara Jakarta sebagai bagian dari
pulau Great Garuda. Nah, tapi geng
master plan NCICD diperbaharui oleh
Bapenas sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan perencanaan terbaru Master
Plan Integrate Flood Safety Plan atau
IFSP ya pada tahun 2019 dan setahun
kemudian Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat bersama Pemprov Jakarta
meneken nota kesepahaman sinergi
pelaksanaan tanggul NCIC di fase A.
Dengan begitu, selain Pemerintah
Provinsi Jakarta, proyek tanggul NCIC di
fase A juga bakal dibangun oleh
pemerintah pusat dan badan usaha milik
negara dengan total pengerjaan sepanjang
18 km. Tapi masalahnya proyek
pembangunan tanggul NCICD ini molor dari
target sebelumnya yang terencanakan
selesai pada tahun 2028, tapi justru
mundur 2 tahun yaitu 2030 nanti baru
selesai. Di sisi lain dari keterangan
Gubernur Jakarta yaitu Pak Pramono Anu,
beliau menjelaskan tanggul tersebut
merupakan tanggung jawab dari Pelindo.
Namun beliau memastikan jajaran suku
dinas SDA Jakarta Utara bakal tetap
membantu menangani tanggul tersebut.
Nah, saat ini geng dikatakan sudah ada
rencana dari pemerintah untuk membangun
NCICD dan dilanjutkan di tahun ini.
Proyek tersebut menggunakan skema multi
ya, yaitu proyek yang pendanaan dan
pelaksanaannya dilakukan selama lebih
dari 1 tahun anggaran. Skemanya bakal
berjalan mulai dari tahun ini sampai
2027. NCICD di Pantai Mutiara bakal
dibangun sepanjang 530 m. Titik
sepanjang 430 m terletak di sisi timur
kawasan dan 100 m sisanya di sisi barat.
Pekerjaannya diharapkan bisa terealisasi
sesuai dengan target yang ditetapkan
yaitu tahun 2027. Gila ya, kita itu
dijajah sama Belanda loh, Geng. Kalau
kalian tahu di Belanda itu ya mengalami
nasib kayak gini udah dari
berpuluh-puluh tahun silam dan bahkan
sejak mereka menjajah kita, mereka itu
sudah tinggal di daratan yang lebih
tinggi lautnya daripada daratannya.
Percaya enggak? Makanya mereka itu
disebut dengan masyarakat Dutch. Sebutan
julukan Dutch untuk orang Belanda itu
bukan tanpa sebab. Arti dari Dutch itu
adalah masyarakat tanah rendah. Dutch
itu sebutan untuk masyarakat yang berada
di tanah rendah yang tinggalnya di
daratan yang lebih rendah daripada air
laut. Nah, tapi kenapa mereka sampai
sekarang enggak tenggelam-tenggelam? Ya,
kalian lihat sendiri teknologi canggih
yang dimiliki oleh Belanda. Nih, gua
kasih lihat videonya.
Kenapa negara kita yang dijajah oleh
Belanda sampai detik ini belum bisa
menyamai mereka? Belum bisa ya eh
membuat sesuatu yang
seberkualitas Belanda. Untuk membuat
giant wall biasa aja pakai semen biasa
berdiri kayak gitu ya. Padahal kalau
Belanda tuh pakai apa ya? Pakai sistem
yang canggih gitu. Ketika airnya surut,
pagarnya masuk ke dalam tanah, masuk ke
dalam sarangnya gitu. Air naik naik
lagi. Nah, kalau kita gak udah berdiri
gitu aja kayak pagar biasa, kayak pagar,
pagar apa ya? Pagar kebon gitulah tapi
gede gitu. Itu aja repot banget bikinnya
bertahun-tahun enggak kelar-kelar.
Keburu tenggelam. Katanya sih kalau
misalkan sampai airnya jebol itu ya
jebol itu laut katanya sih sampai Monas
bakal tenggelam. Tapi geng, kalian
kepikiran enggak, Geng? Ya, kenapa kok
Jakarta Utara sering dilanda banjir rop
tapi kawasan PIK 2? Enggak. Padahal
sama-sama terletak di daerah pesisir.
Nah, buat kalian tadi gua udah sempat
singgung gitu ya, kalian udah pernah
kepik dua, kalian pasti pernah lihat ada
beberapa danau kan atau kolam yang ada
di sana. Nah, apakah itu dibuat
semata-mata supaya ee pemandangan aja
ya? Ternyata enggak. [musik] Itu adalah
fungsi yang sangat-sangat penting untuk
menanggulangi genangan air. Keberadaan
danau itu untuk menampung air hujan.
Jadi ketika hujan terjadi, airnya enggak
ke mana-mana, tidak menjadi banjir bagi
warga dan tertampung di danau tersebut.
Baru setelah itu airnya bakal dialirkan
ke laut melalui pipa-pipa atau drainase
yang mereka punya. Danau tersebut
dilengkapi dengan pintu air dan
fungsinya sama dengan pintu-pintu air
yang ada di sungai yang mengalir di
Jakarta. Adanya danau tersebut di PIK 2
bisa dianggap sebagai sebuah game
changer bagi PIK 2 agar dengan
keberadaan danau tersebut PIK 2 bisa
aman dari banjir. Nah, karena wilayah
tersebut memang jadi salah satu target
dari investasi properti mahal sehingga
pengelolaan PIK 2 tuh harus memastikan
kalau area ini benar-benar safety aman
dan terbukti dengan dibuatkannya danau
tersebut 2 aman dari banjir dari air
hujan maupun banjir rock. Nah, namun
apakah tanggul bisa menjadi solusi dari
ancaman nyata warga Jakarta yang sudah
diprediksi jika ibu kota Indonesia ini
bakal tenggelam di masa depan?
Jawabannya ya tentu enggak, Geng. Jika
di Jakarta masih terjadi penyerapan air
tanah secara besar-besaran dari
masyarakatnya, pembangunan gedung
bertingkat, serta kantor yang lebih
besar lagi, yaitu pemanasan global yang
terus terjadi, bisa dipastikan kalau
Jakarta bakal tenggelam seiring
berjalannya waktu. Dan membangun tanggul
bukan hanya satu-satunya solusi yang
harus dilakukan. Masalah tersebut bukan
lagi sekedar prediksi, namun sudah jadi
kenyataan sekarang yang semakin dekat
kalau kita melihat fenomena dataran
Jakarta yang sudah lebih rendah dari air
laut. Termasuk dengan peristiwa banjir
rop yang belakangan ini masih terjadi di
wilayah utara Jakarta dengan kondisinya
yang memprihatinkan.
Dan berbagai studi serta data terbaru
juga menunjukkan bahwa sebagian besar
wilayah Jakarta terutama di bagian utara
itu sudah beresiko terendam air dalam
beberapa dekade mendatang, Geng. Menurut
data World Economic Forum atau WF tahun
eh 2024, permukaan tanah di Jakarta itu
turun rata-rata 17 cm/ tahun. Nah, kalau
tadi data dari pemerintah kita malah
7,5. Nah, ini 17 cent loh katanya. Hal
ini menjadikan Jakarta sebagai salah
satu kota terbesar di dunia yang paling
rentan tenggelam. Dan untuk itu
membangun tanggul atau tembok laut itu
enggak cukup. Harus dilakukan
peningkatan sistem drainase serta
pengurangan penggunaan air tanah.
Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan,
tantangan untuk menyelamatkan Jakarta
dari ancaman tenggelam masih sangat
besar. sehingga dibutuhkan komitmen yang
kuat dari semua pihak, baik dari
pemerintah, swasta, maupun masyarakat
untuk mengatasi masalah ini. Ancaman
tenggelamnya Jakarta adalah masalah
serius yang memerlukan perhatian segera.
Jika tidak segera ditangani, ya tentu
dampaknya bakal sangat luas. [musik]
Tidak hanya bagi warga Jakarta, tapi
juga bagi Indonesia secara keseluruhan,
Geng. Nah, itu dia, Geng. Pembahasan
kita kali ini tentang fenomena banjir
rop di Ancol serta rembesnya air laut di
tanggul pantai Mutiara. Gimana menurut
kalian, Geng? Terutama buat kalian yang
warga Jakarta, apakah kalian menanggapi
hal ini dengan serius, deg-degan, atau
justru kalian biasa aja? Coba tinggalkan
komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:09 UTC
Categories
Manage