Transcript
TGeqI77nPUE • PENIPUAN WO AYU PUSPITA ! TIPU WEDDING TANPA KATERING & RAUP 16 MILYAR
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1620_TGeqI77nPUE.txt
Kind: captions Language: id Nah, akhirnya orang-orang di sana mengeluh dan yang punya acara malu bukan main. Sore, sore sore. Berita hari ini mungkin ee terdengar agak receh gitu ya, tapi sesuai dengan permintaan kalian yang meminta gua untuk membahas soal isu-isu sosial di negara Republik Indonesia ini. Nah, jadi gua sesekali pasti bakal membawakan hal-hal receh kayak gini supaya apa? Supaya kita juga belajar gitu ya. Mungkin ee bukan kita yang mengalami nasib sial seperti ini, tapi setidaknya kita bisa menjadikan ini pelajaran ya kan dari pengalaman orang lain jangan sampai kita yang mengalami [musik] apalagi yang kayak gua yang belum menikah ya kan jangan sampai mengalami hal kayak gini nih. Jadi di dalam pembahasan ini enggak cuma kalian yang belajar, gua juga harus belajar nih. Jadi kita bakal membahas soal penipuan wedding organizer atau WO. Jadi, seperti yang kita ketahui ya, Geng, pernikahan itu menjadi sebuah momen di dalam hidup yang sebagian besar dari kita menganggap hal ini adalah salah satu mimpi yang ingin diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Hidup bersama dengan orang yang kita sayang, ya kan? Terus merencanakan sebuah ee pernikahan, impian, acara yang megah, mewah, berkesan. Ya, udah pastilah menjadi impian semua orang karena harapannya terjadi satu kali seumur hidup. Ya, lain hal. Kalau yang suka kawin cerai-kawin cerai atau menikah berkali-kali itu lain lain hal gitu ya. Kalau kayak gua mah cukup sekali aja gitu kan. Nah, ini aja sekali aja susah banget nih belum dapat-dapat. Hah. Jadi curhat. Jadi geng di dalam merencanakan pernikahan pun membutuhkan proses yang panjang mulai dari urusan administratif sampai dengan pesta pernikahan yang akan diadakan nantinya. Yang tentunya calon pengantin berharap agar hari istimewa mereka itu berjalan dengan lancar. penuh kenangan dan penuh dengan kesan. Sudah jadi rahasia umum ya, menyelenggarakan pesta pernikahan tentu membutuhkan uang yang enggak sedikit. Dan untuk itu si calon pengantin serta keluarganya udah pasti menabung dari jauh-jauh hari. Mereka bekerja keras supaya bisa mewujudkan ee pesta pernikahan yang mereka impi-impikan. Nah, dari sini pada akhirnya timbullah sebuah ladang bisnis baru yang bernama Wedding Organizer atau yang disingkat dengan WO yang sebenarnya ya juga sangat menguntungkan calon pengantin karena beban mereka jadi berkurang karena ya untuk acaranya udah ada yang meng-handle vendor-vendor untuk acara pernikahannya udah ada yang menangani mulai dari catering ya kan rias-rias pengantinnya foto pra dan di hari H wedding-nya udah ada yang menyediakan juga. Nah, asalkan WO-nya jujur dan profesional ya pasti semuanya bakal lancar. Nah, tapi gimana jadinya, Geng, kalau ternyata WO-nya itu enggak amanah dan justru berdampak pada hancurnya bahkan gagalnya acara pernikahan tersebut. Dan di dalam cerita yang bakal gua share ke kalian ini, ini korbannya itu bukan satu dua orang yang mana sudah menyentuh angka 50 korban. Berarti bukan 50 korban sih, kalau kata gua mah udah 100 ya. Karena kan berpasang-pasangan nih ya. 50 korban artinya dalam satu korban itu ada dua orang. Jadi udah 100 orang yang dia bohongi. Bayangin aja seberapa banyak kerugian yang ditimbulkan. Karena pastinya yang namanya acara pernikahan itu enggak murah apalagi pakai W kayak gini. Awalnya nih, Geng, para korban ini mengira ini mungkin miscom aja atau mungkin karena saking banyaknya klien yang di-handle e jadinya agak berantakan gitu. Tapi semakin lama ternyata korban-korban lain juga ikut speak up. Semakin banyak korban yang bermunculan sehingga semakin menguatkan dugaan jika apa yang dilakukan oleh si WW tersebut bukan hanya sebuah apa ya kekhilafan atau kesalahpahaman ini, melainkan sebuah praktik penipuan yang sengaja dia lakukan kepada calon pengantin yang mempercayakan acara mereka kepada WO. Ini perlu kalian ketahui ya, Geng, kasus-kasus penipuan yang melibatkan para penyelenggara acara nih. Enggak cuma acara pernikahan, biasanya acara-acara musik, acara-acara ee apa? urban culture, pameran dan segala macam. Nah, biasanya kalau si panitianya berani menipu kayak gini, itu artinya dia melihat sebuah celah hukum. Kalian harus paham kenapa? Karena di Indonesia itu kasus penipuan, kasus hutang-putang biasanya tidak akan menguntungkan korban. Even si pelakunya ditangkap sekalipun pasang badan, korban tetap akan rugi. Rugi apa? Rugi prosesnya ya kan? Ketika melapor, katakanlah butuh bensin ke kantor polisi, butuh uang beli cilok, ya gitu-gitu deh ya. Terus belum lagi kalau masuk pengadilan, bayar pengacara dan segala macam, udah rugi di situ tuh. mana duitnya hilang tambah lagi proses hukumnya harus bayar membayar. Endingnya apa? Endingnya kalau si pelaku seperti di kasus ini itu pasang badan ya dia bilang, "Saya enggak punya uang, enggak bisa ganti." Dia pasang badan, ya sudah dia masuk penjara. Sekian tahun kemudian dia lolos, dia keluar bebas dengan status sudah menjalankan hukuman. Setelah itu, uang yang tadi dia gunakan dari hasil penipuan dia simpan. keluar dari penjara, dia bisa menikmati uang itu. Nah, itulah celah hukum yang selalu dimanfaatkan oleh para penipu di negara kita. Makanya rentan banget sih di negara kita kasus-kasus kayak gini. Gua sengaja angkat kasus ini ya agar bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua, termasuk buat gua juga. Jadi, W yang terpercaya, profesional sekalipun ya, itu tidak menutup kemungkinan bakal kayak gini juga. Jadi kita sebagai customer harus benar-benar jeli memilih mana yang jujur, mana yang cules. Oke. Nah, bagaimana kisah selengkapnya dari kasus yang satu ini? Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [musik] Ging King. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita berkenalan dulu nih dengan sosok si WO-nya, pemilik WO-nya yang menipu puluhan klien. Dan kalian harus tahu eh total uang yang dia ambil itu sampai heh miliaran. belasan miliaran rupi kita bahas. Kita awali kasus ini dengan menceritakan background dari si pemilik WO-nya. Jadi namanya itu adalah Ayu Puspita Dinanti. Dia ini mengelola bisnis WO yang bernama eh by Ayu Puspita. Usahanya tersebut juga kita bisa lihat di akun Instagram resminya, Geng. Diketahui juga Ayu Puspita ini memiliki perusahaan yaitu PT Ayu Puspita Sejahtera yang punya e vendor-vendor untuk memfasilitasi acara seperti pernikahan ya, venue, dekorasi, catering, terus sampai MUA dan juga attire dan MC. Terus ada foto serta video dokumentasi, entertainment-nya dan sebagai lainnya. Jadi apa ya, one stop service gitulah. Semua orang bisa pakai jasa dia untuk mendapatkan dari A sampai Z. Di Instagram resminya ya kita bisa lihat promo-promo yang dia tawarkan oleh WO Ayu Puspita ini. Contohnya promo untuk 500 pack yang sudah all in dengan venue harganya Rp73 juta. Wow memang terlihat enggak murah tapi untuk benefit yang diberikan ini termasuk cukup terjangkau ya. Menurut gua sih lumayan ya, lumayan murah sih Rp73 juta. Tapi mungkin buat sebagian orang ada yang masih kayak ee apa ya, bisa nge-handle sendiri, mungkin bisa nge-pres di bawah itu. Tapi untuk yang sudah di-handle semua, Rp73 juta termasuk murah. Dan karena itulah banyak calon pengantin yang pada akhirnya tertarik dan memutuskan untuk menggunakan jasa dari si Ayu Pusbita ini untuk meng-ghandle acara pernikahan mereka, hari spesial mereka. Nah, hal ini juga bisa kita lihat dari followers Instagram dari WO-nya ini yang sudah menyentuh angka 27.000. 1300 followers yang mana itu berarti udah tinggi ya untuk sekelas perusahaan jasa itu udah besar ya. Beda hal kalau dia selepgram atau dia seorang content kreator atau artis ya segitu kecil. Tapi untuk perusahaan jasa itu udah gede. Bayangkan aja ada 27.000 followers 10%-nya aja yang order ke dia udah berapa gitu kan. Terus diketahui juga Ayu ini tinggal di wilayah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Di mata para tetangganya, Ayu ini dikenal sebagai sosok yang dermawan yang sering membantu kegiatan warga. Dan meskipun sehari-harinya jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, tapi ya dia cukup dikenal. Dan dari keterangan Azli selaku ketua RT 01 RW05 Kelurahan Ceger, Ayu ini selama ini aktif memberikan bantuan sosial untuk lingkungan. Namun di sisi lain, Azli mengaku Ayu terbilang tertutup dan jarang bergaul dengan warga maupun pengurus RT. Dan Azli ini menambahkan, "Ayu sudah tinggal di sana selama 5 tahun padahal." Tapi anehnya selama itu juga Ayu ini belum pernah menyerahkan salinan KTP kepada pengurus RT padahal sudah diminta berkali-kali agar segera menyerahkan salinan KTP tersebut. Nah, jadi agak apa ya memang ada jiwa-jiwa ninjanya Ayu ini. Tapi kalau kalau dipikir-pikir ketua RJ-nya juga kurang tegas ya. 5 tahun tinggal KTP enggak diberikan terus biasa-biasa aja ya berarti kurang tegas. Tapi di sisi lain, Ayu ini ya punya sikap atau sifat seperti ninja ya kan. Aduh gimana ya gitu. Ibu nanya apa? Anda nak ke TP kakaknya Pak itu saya nak menyimpan dia sudah lama di sini. Nah, terus hal yang sama juga disampaikan oleh warga setempat yang bernama Niman. Dia ini mengenal Ayu sebagai sosok yang suka memberikan bantuan seperti gerobak sampah dan memberikan makanan untuk kegiatan warga. Jadi suka nyumbang sebenarnya. Dikatakan hampir setiap bulan nih, Geng, Ayu ini mengadakan santunan buat anak yatim. Ya, memang kalau kita lihat dari penampilannya sih syari gitu ya, berhijab gitu seperti ibu-ibu pada umumnya. Dan warga sekitar lain ya meskipun tidak mengenal dekat dengan Ayu, namun melihat kalau bisnis WO-nya Ayu ini semakin lama semakin sukses dalam kurun waktu 5 tahun. Dan pada awal berdiri, WO milik Ayu ini cuma menyewa satu rumah yang berlokasi di Jalan Haji Siun 2 sebagai kantor mereka. Namun seiring berjalannya waktu, bertambahnya klien, Ayu ini sampai menyewa tiga rumah lain yang jaraknya gak jauh dari lokasi yang pertama. Dan ketiga rumah tersebut ya juga dijadikan kantor W oleh si Ayu ini. Dan diketahui juga kalau Ayu sudah menikah, Geng. Ud punya suami. Gua mencoba mencari tahu nama dari suaminya, tapi enggak ada informasi sedikit pun ya tentang nama suaminya. Mungkin memang enggak di-publish. Dan untuk kalian yang tahu mungkin ya nama asli dari suaminya siapa boleh tuliskan namanya di kolom komentar. Mungkin ada warga sekitar kali ya yang tetangga dengan Ayu gitu. Jadi kurang lebih seperti itulah background dari Ayu ini ya, sekaligus bisnisnya dia seperti apa. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai awal mula kasus penipuan yang dilakukan oleh Ayu Puspita ini sampai mencuat ke publik dan viral. kita bahas setelah gua mencari di berbagai sumber, mau itu dari media berita maupun postingan yang ada di berbagai platform media sosial, ada beberapa versi dari bagaimana kasus penipuan Ayu Puspita ini bisa mencuat ke publik. Ya, nanti kita bahas deh beberapa versinya. Nah, yang pertama kita bahas dulu. Jadi, ini dari salah satu informasi yang gua dapatkan. Kasus ini berawal dari laporan yang masuk ke Polres eh Metro Jakarta Utara untuk menangani kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh si Ayu ini. Jadi, ada seorang korban yang bernama Samuel yang melaporkan kasus tersebut pada tanggal 6 Desember 2025 kemarin. Terlapor dalam kasus itu adalah si Ayu Pusbita sendiri selaku pemilik dan direktur dari WO serta keempat stafnya yang berinisial HE, BDP, DHP, dan RR. Penipuan tersebut terungkap setelah sebuah resepsi pernikahan yang berlokasi di Pelindo Tower, Koja, Jakarta Utara pada hari Sabtu tanggal 6 Desember itu malah berakhir berantakan. Hal tersebut dikarenakan hidangan yang dijanjikan enggak disediakan oleh vendor. Kebayang ya kita udah misalkan nih ya, gue nikah nih, nih misal nih gue nikah, gue nikah, wis cantik, eh udah cantik, udah ganteng, udah ganteng ee bini calon bini gua udah cantik gitu ya. Kita udah mau bayangin tuh nanti kan ada om-om gua, ada teman-teman gua, ada sahabat-sahabat gua yang perut-perutnya buncit-buncit ya kan sudah berada di kambing guling, sudah berada di lontong sayur dan ayam bakar lain-lain. Tahu-tahu pas mereka datang yang mereka dapatkan adalah perut keroncongan, suara cacing yang menggeliat di dalam perut. Karena apa? Karena kambing guling yang diharapkan dan lontong beserta teman-temannya tidak ada di hidangan semua. Gara-gara siapa? gara-gara si Ayu. Bangkai loh emang Ayu. Jadi, geng ceritanya kayak gitu. Padahal nih ya Samuel ini sudah melunasi biaya sebesar Rp82.740.000 ke rekening si W atas nama Ayu Puspita Dinanti tadi. Nah, akhirnya orang-orang di sana mengeluh dan yang punya acara malu bukan main. Gua malu, gua malu. Sore, sore sore. Dan karena acaranya sudah berantakan, para tamu yang datang mau enggak mau pulang lebih awal daripada lapar. Kan enggak mungkin datang ke nikahan, order Gojek, order nasi padang, makan dinikahan orang kan enggak mungkin. Nah, akhirnya ya si Samuel dan keluarga sangat malu dan dia melaporkan hal ini ke polisi dan dia mengungkapkan kalau dia sudah memesan villa dan tiket pesawat untuk bulan madu atau honeyimon. Tapi karena insiden ini dia cancel semua dan dia harus fokus menangani kasus penipuan ini ke pihak kepolisian. Gimana enggak maluah jadi tiket dia honeymoon batal hangus enggak jadi apa-apa. Dan dari informasi lain yang gua dapatkan ya dijelaskan versi yang berbeda lagi nih geng. Ada lagi versi yang lain. Nah, jadi kalau yang ini semuanya berawal dari video seorang MUA yang ada di TikTok yang mana dia melaporkan pernikahan yang bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara di tanggal yang sama yaitu tanggal 6 Desember. Masalahnya sama, Geng. Makanannya enggak datang, cateringnya enggak ada. Jadi, di venue itu cuma ada dekorasi doang. Mulai dari sinilah akhirnya banyak yang bersuara terkait betapa problematiknya W milik Ayu Puspita ini. Salah satunya adalah video yang datang dari TikTok ini, Geng. Yang mana di sana, ya di dalam video itu ada yang speak up. Ini adalah teman dari pengantin wanitanya yang mana nama pengantin tersebut adalah Disney. Jadi Disney ini bersama suaminya ketika itu menyelenggarakan acara pernikahan di salah satu venue yang ada di Jakarta Barat. Pada saat akad alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Tapi masalahnya justru timbul ketika acara resepsi. Masalahnya adalah makanan yang dijanjikan oleh vendor yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kanjeng Ratu Ayu Puspita sang penipu. Bangk lu Ayu ya. Enggak datang. Enggak datang makanannya. Alasannya pun enggak jelas kenapa. Entah udah ditelan semua sama si Ayu. Kalau kita lihat dari orangnya ya kayaknya cocok tuh telan nasi satu kondangan sama rendang-rendangnya itu ya. Dikatakan juga vendor tersebut malah bertele-tele, vendornya si Ayu dalam menjelaskan alasan kenapa makanannya gak ada. Dan di video tersebut juga terlihat Disney syok, sedih, bingung harus gimana. Begitu juga dengan orang tua dari kedua mempelai yang terlihat sedih, malu karena makanan di acara nikahan anak mereka tidak kunjung datang. Lalu gak cukup sampai di situ. Cerita lain juga datang dari pelaku yang sama tapi korban yang berbeda. Nah, cerita ini gua ambil dari platform media sosial trade salah satunya dari akun Emiliar Juna namanya yang mana dia menceritakan pengalaman temannya yang menggunakan jasa W milik Ayu Puspita ini. Juga dari cerita Emily ya tim W-nya itu hilang kabar dan vendornya banyak yang belum dilunasi oleh si Ayu. Termasuk Venu pun belum dibayar lunas Geng. Kan gila gitu. Ibaratnya gini, memang dia si Ayu ini udah ngelapor ke vendor-vendor punya dia tuh kayak, "Lu datang ya dekor, venyu ini tolong ya tanggal siang kosongin dan bla bla bla bla lainnya lah." Tapi ketika acara pernikahan dilaksanakan, para vendor ini mengeluh kepada yang punya acara. Padahal yang punya acara udah bayar ke si Ayu, tapi Ayunya yang enggak bayar. Nah, akhirnya yang punya acara bingung. Padahal ya menurut si Emily tadi, temannya itu udah membayar lunas dari lama ke si W-nya, tapi ternyata W-nya malah tidak meneruskan pembayaran ke para vendor. Dan di postingan tersebut, Emily juga memberikan screenshot dari komentar korban lain yang ada di Instagram. Ada yang meminta agar Ayu merespon WhatsApp karena besoknya si korban akan menikah. Wah, sedih banget ya. Nah, tapi justru tim dari Ayu Puspita ini hilang tanpa kabar dan Venu tempat di mana acara akan dilangsungkan juga belum dibayar. Nah, korban juga mencoba untuk menghubungi semua timnya Ayu. Tapi tidak ada satuun yang mengangkat telepon dan WhatsApp dan tidak ada yang membalas juga. Dan kemudian akhirnya ada chat dari pihak venue yang menyebutkan jika venya sudah dipesan oleh Ayu Pispita tapi tidak ada makanan yang datang. Ada yang sampai kayak gitu. Nah, oleh karena itu ada beberapa korban yang akhirnya melihat kasus Ayu Pusbita ini udah semakin e carut-marut, udah viral juga. Nah, beberapa korban itu udah ada yang kayak give up gitu, Geng. Ada yang udah nyerah. Aduh nih jaga-jaga aja kalau si Ayu ini kabur lagi. Ya sudahlah kita cari alternatif lain untuk mengantisipasi. Dan mereka memesan makanan dari luar karena Ayu di saat itu tetap tidak memberikan respon dan kejelasan terkait catering di hari H pernikahan. Terus geng masih di dalam unggahannya Emily. Dikatakan juga Ayu sudah dichat melalui WhatsApp maupun DM di Instagram tapi enggak ada respon dan grup yang ada di WhatsApp pun tidak dibaca oleh pihak WO. Kalian bisa ngebayangin enggak, Geng? Kalau kalian ada di posisi itu, apa yang akan kalian lakukan? Kalau gua sih jujur menangis merinding, Geng. Kemudian ada lagi cerita lain dari salah satu korban yang menceritakan pengalamannya melalui trade juga yang akunnya bernama Shasa. Ini kayaknya Sasa kali ya bacanya ya. Agak susah sih. Oke, gaul banget. Kita baca Sasha aja. Nah, jadi Siasa ini adalah salah satu klien dari Ayu di bulan Agustus tahun ini. Awalnya dia mengetahui W milik Ayu dari salah satu wedding expo yang diselenggarakan di Jakarta eh sekitar pertengahan tahun 2024. Kebayang tuh ya W atau wedding organizer penipu bisa masuk ke dalam acara wedding expo. Nah, acara-acara wedding expo ini kayak pameran gitu loh, Geng. Jadi kayak ada satu pameran yang isinya itu adalah jasa-jasa e orang-orang yang menghandle wedding. Bahasa bayinya gitulah bahasa simpelnya. Nah, Ayu ini beli tuh jadi tenan di sana. Jadi ketika dia jadi tenan sana, dia beli tuh satu boot. Nah, dia memamerkan ini loh acara-acara yang sudah pernah kita handle. Sukses, bagus, kawin, beranak orang-orangnya kata Ayu. Ya kan? Jadi orang-orang yang melihat, "Wih, cakep, bagus nih, harganya juga murah." tertarik karena promosinya tadi dan menurut ceritanya dia ya boot dari WO-nya Ayu ini menjadi salah satu yang paling ramai dari sekian banyak WO yang ada di sana. Karena si Sasa ini bilang dia enggak begitu mengetahui info mengenai WO, tapi melihat boot W-nya Ayu yang rame jadilah dia tertarik. Tapi geng, pada saat itu si Sashaya ini dan cowoknya ya yang saat ini sudah menjadi suaminya gitu ya, itu enggak masuk ke bootnya saking padatnya orang-orang yang mengerubungi boot tersebut. Nah, oleh karena itu mereka cuma mengambil brosur yang diberikan dan akhirnya mereka lihat-lihat setelah pulang dari sana. Nah, setelah itu si Sasya ini mulai mencari-cari info terkait WO-nya si Ayu ini karena cukup menarik. Sekilas enggak ada yang aneh dari profile Instagramnya. Di sana cuma terlihat update acara yang mereka handle dan beberapa acara yang udah di-handle, yang udah lewat gitu. Dan dia pun mengakui jika hasil dokumentasi dari WO milik Ayu ini bagus-bagus. Dan Syasha ini mulai cross check lah di platform media sosial lain untuk mencari tahu apakah WO-nya Ayu ini beneran bagus atau eh apa ya atau ada problem gitu. Dan sepencariannya dia belum ada yang mer-review jelek soal W milik Ayu Wini di saat itu. Nah, ini 2024 nih. Dan setelah diskusi dan melihat paket-paket wedding yang ditawarkan oleh WO-nya Ayu, akhirnya dia dan sang suami sepakat untuk mencari tahu lebih lanjut soal wedding package secara langsung di wedding expo selanjutnya. Nah, di saat itu dia enggak menyadari adanya keanehan sama sekali dari WO-nya si Ayu ini. Sesa ini baru nyadar setelah kejadian. Jadi, ada salah satu keanehan dari WO-nya Ayu, yaitu W tersebut tidak pernah mencantumkan nama vendor yang dipakai di setiap acara wedding di Instagram resmi mereka. Maksudnya gini nih, Geng. Kalau kalian enggak paham nih, ya. Jadi, gua W nih, ya. W itu ibaratnya tuh kayak producer gitu, Geng. Gua yang mengepalai sebuah project. Nah, di bawah gue itu kan biasanya ada sutradara, ada kameramen, ada tukang rekam suara. Nah, kalau di Woo juga gitu. Ayu ini tuh jadi produsernya ya. Di bawahnya itu ada tukang catering, ada tukang make up, ada tukang syuting, ada tukang dekor, ada MC dan lain-lain. Nah, tapi ya si vendor-vendor ini mulai dari tukang syuting dokumentasi eh MUA-nya, vendor catering-nya itu enggak pernah dicantumin tuh sama si Ayu ini. Di situ keanehannya ya. Kalau memang dia W besar, kok dia enggak mencantumkan dia bekerja sama dengan vendor mana? Karena sebesar-besarnya sebuah wedding organizer ya, semua kinerjanya akan tergantung pada vendor. Makanya ketika diklik link dari Instagram si vendor ya nanti klien bakal paham, bakal ngerti bahwa oh ternyata Ayu ini memakai vendor yang enggak kaleng-kaleng atau vendor yang memang terbukti bagus. Dari situ penilaiannya, Geng. Nah, namun di saat itu si Sasa ini enggak menyadari hal tersebut. Padahal itu udah jelas-jelas terlihat janggal. Tapi akhirnya namanya juga orang yang mau menikah ya ee berbahagia gitu pengin apa ya pengin segera mewujudkan mimpinya gitu kan. Akhirnya dengan tidak disadari dia melakukan ya DP lah. Akhirnya dia tidak menyadari ada keanehan itu. Dia melakukan DP atau down payment di awal tahun 2025 ketika wedding expo yang dihadiri oleh WO-nya Ayu. Dia juga pernah datang ke salah satu test food W-nya Ayu yang ada di Velvest UI. Nah, di situ dari rasa makanannya si Sasya ini menilai jika rasa makanan dari WO-nya Ayu ini enak dan tidak ada yang bermasalah. Dan dia pun di saat itu ya udah DP sebesar 50% karena mengincar benefit-benefit yang ditawarkan oleh WO tersebut. Termasuk salah satunya adalah free honey moon. Wah, gila banget free honey moon tuh enggak murah loh. Siapa yang enggak tergiur ya kan? Dan Sasa sendiri mengaku nekad memberikan DP sebesar itu. Tapi dari ceritanya ada klien lain yang lebih nekat lagi. Ada yang langsung melunasi pembayaran di hari itu juga ya. Mungkin saking excited-nya gitu kan. Dan lanjut setelah ya DP dibayarkan oleh si Shasha ini, komunikasi klien bukan lagi dengan marketing, namun sudah dengan wedding planner. Nah, makanya si Shasha ini dari sini awal mula merasakan ada kekacauan. Di saat itu kabarnya respon dari wedding plannernya agak lelet. Syasha ini dan cowoknya kerja di beda kota tuh. Dan oleh karena itu mereka memilih all in package dengan harapan ya tinggal terima beres gitu. Tapi harapan tersebut jauh dari ekspektasi mereka. Wedding planner yang bertugas untuk mengatur semua kebutuhan calon pengantin dan seharusnya mereka yang mengingatkan dan meminta update kepada klien. Toh mereka juga sudah bayar ke WO untuk bisa menggunakan jasanya. Tapi yang terjadi justru kebalik. si Sasha dan cowoknya yang selalu mengejar-ngejar wedding planner untuk memberikan kepastian dan wedding plannernya susah banget dihubungi. Sampai pada suatu hari karena sudah tidak sabar lagi, mereka akhirnya nge-chat di grup yang isinya bertiga dengan wedding plannernya. Mereka tanya kapan waktu yang enak buat ngobrolin soal acara mereka. Nah, kemudian Syasha ini menyebutkan kalau pilihan attire-nya itu minim banget. Tapi dia mengaku jika ini juga jadi kesalahannya dia karena Sasha tidak mencari tahu terkait attire yang bakal dipakai oleh klien yang lain. Nah, dia cuma tahu atire-nya itu bagus padahal ternyata-nya itu bukanlah yang disediakan oleh vendor melainkan diambil dari pihak luar. Nah, saking sedikitnya pilihan baju dan antara klien satu dengan klien lainnya jadi pada rebutan. Bahkan ketika mau mencoba pun bisa jadi bajunya udah disimpan untuk acara di hari Minggu. Jadi enggak bisa dites dulu, Geng. Nah, terus, Geng, kejanggalan lain kejadian terjadi ketika pergantian person incharge atau PIC yang mendekati hari H. Nah, ini agak aneh nih. Jadi ceritanya acaranya tinggal 1 minggu. Tiba-tiba PCIC atau wedding planner yang handle acara ini diganti. Padahal dari awal sampai akhir udah dibahas bersama dengan si PCIC tersebut. Nah, ini kan janggal dan pergantian PCIC ini pada akhirnya tidak efisien karena Shasha ini harus menjelaskan lagi dari awal kepada PCIC yang baru. Bahkan kabarnya PCIC baru nanya apa yang sudah dijelaskan dan itu bukan cuma sekali ya jadi kayak bikin pusing gitu. Nah, seharusnya jika ada yang harus diganti ada handover dari pihak vendor sehingga klien enggak perlu menjelaskan lagi gitu kan. Karena udah seharusnya W memiliki catatan ketika berkomunikasi dengan klien. Dan Sasha juga bilang PCIC pertama juga sebenarnya enggak lebih baik karena orangnya pelupa. Dan selanjutnya terkait persiapan honeymoon juga nih. Sekitar sebulan sebelum acara Casaca ini diberitahu oleh temannya terkait free villa dari WO-nya Ayu yang kondisinya enggak layak hi. Wah gila itu vilanya jamuran udah usang. Intinya enggak cocok untuk dihuni apalagi untuk mereka yang mau bermalam untuk honeyimon. Dan Sasya ini mencoba untuk mengkonfirmasi hal tersebut ke CPIC-nya. Dan tiba-tiba jawabannya si PIC-nya bilang kalau mereka udah ggak lagi kerja sama dengan villa yang ada di video itu. Dan 8 hari sebelum pernikahan villa Sasha diganti lagi tanpa alasan yang jelas. Dan kemudian dekorasi yang diberikan oleh Sasha di moodboard yang mereka buat ternyata berbeda jauh dengan dekorasi yang dibuat oleh Wo. Referensi yang diberikan oleh si Sasha ini adalah warna yang dominan eh terraakota, coklat, marun, dan hijau, tapi malah dibuatkan warna yang dominan. Merah putih. Wah, hari kemerdekaan kali ah. Huh. 17 Agustus Sasanya menikah gitu kali ya. Dan yang terakhir, Cesa ini gak diarahkan untuk banyak ambil beauty shot. Beauty shot ini penting, Geng, buat keindahan dari dokumentasi acara. Jadi, foto-foto boy shot itu kayak ngeblur di belakang, close up gitu-gitu loh, Geng. Itu beauty shot tuh, e jadinya apa ya? Fokusnya ke si e pengantinnya gitu. Dan dikatakan hasil dari jepretan atau dokumentasi beauty shot di acaranya Syasha ini dikit banget. Apalagi untuk para teman-temannya atau brightemate-nya itu enggak ada beauty shot-nya sama sekali dan yang ada cuma foto di pelaminan udah kayak acara kawinan di kampung-kampung. Jadi kalian udah bisa bayangkan ya, Geng. Ternyata apa yang ditawarkan di awal ketika dieksekusi semuanya fail, enggak ada yang sama. Jadi memang mereka si wedding-nya Ayu Puspita ini menghabiskan dana untuk promosi doang. Tapi ketika mereka mengeksekusi mereka ya terkesan seperti mengkorupsi uangnya. Nah, gua rasa dari cerita para korban yang sudah gua sampaikan ini sudah cukup untuk menggambarkan seberapa dirugikannya para korban dari penipuan yang dilakukan oleh Ayu dengan WO-nya. Kalau kalian mau baca cerita dari korban lain, kalian bisa cari sendiri, Geng. Ya, banyak ceritanya. Udah spe up semua. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan ketika Ayu Puspita ini ditangkap atau digerebek di rumahnya secara beramai-ramai. Kita bahas. Dikatakan, "Geng, korban dari Ayu yang sudah terkonfirmasi ada sebanyak 87 orang dan mereka sudah melaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara. Namun dugaannya korbannya lebih banyak, Geng." Yaitu dikatakan ada 230 orang sebenarnya. Dan karena sudah begitu banyak korbannya, akhirnya di hari Minggu tanggal 7 Desember, rumahnya Ayu ini digeruduk oleh sekitar 200 orang. Dan situasinya sempat memanas karena ratusan korban datang ke sana. Wah, gila, ratusan korban loh. Mereka semua mendesak agar Ayu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan hal itulah yang menyebabkan pihak kepolisian yaitu dari Polres Metro Jakarta Timur langsung datang ke lokasi untuk melakukan mediasi antara korban dengan si Ayu. Saya ke sini hadir untuk menyelesaikan permasalahan ini. Saya ada pihak K teman-teman semuanya. Nah, ketika dicecar oleh para korban terkait ke manakah uang yang sudah mereka bayarkan kepada Ayu, Ayu sendiri tidak bisa menjawab. Sempat ada isu yang menyebutkan kalau uang dari kliennya itu ternyata dipakai untuk dia dan suaminya jalan-jalan ke Eropa. Tapi Ayu ini bantah dia enggak membenarkan hal tersebut. Katanya itu fitnah. Dan alih-alih meredakan kemarahan publik yang sudah terlanjur emosi, penjelasan dari Ayu justru semakin memperkeruh kasus ini, Geng. Dia menyebutkan kalau kondisi keuangannya di saat itu sedang krisis karena saldo di rekeningnya cuma bersisa Rp463.000. Nah, ini nih tipikal-tipikal penipu, pencuri yang siap pasang badan. Biasanya uangnya tersebut sudah diambil, disimpan, diinvestasikan dalam bentuk emas kah atau apakah. Lalu dia pasang badan. Kalau dia di penjara, ya udah dipenjara. Dan syukur-syukur kalau dia bertemu dengan penegak hukum yang korup misalkan dia bisa bayar penegak hukum, dia bisa bayar hukum, diam-diam dia dilepas dan dia bisa menikmati sisanya. Di saat itu si Ayu ini mengaku kalau dia gak punya tabungan berupa emas atau uang untuk bisa mengembalikan uang dari kliennya. Dan saldo yang ada di rekeningnya tentu tidak akan sebanding dengan kerugian dari para korban. Dan Ayu ini mengaku dia sudah menggunakan uang kliennya untuk membeli rumah KPR katanya. Nah, tapi dia sedang berusaha untuk menjual rumah tersebut yang mana nantinya aset tersebut bisa untuk memenuhi tanggung jawab merefund atau mengembalikan uang para korban. disebut-sebut jika manajemen keuangan WO milik Ayu ini sedang berantakan. Karena sistem dari si Ayu ini dia itu gali lubang tutup lubang. Jadi kayak klien yang baru digunakan untuk menutupi kekurangan dari klien yang lama. Jadi Ayo mengklaim jika masalah catering yang tidak datang itu baru sekali terjadi katanya. Sebelumnya kata dia nih ya setiap WO-nya itu menghandle acara enggak pernah kekurangan makanan bahkan seringnya lebih. Dan Ayu juga ditanyakan nih perihal benarkah dia sanggup menyelenggarakan acara pernikahan bagi calon pengantin yang sudah membayar secara lunas kepada WO miliknya dia tapi Ayu ini bilang dia udah enggak sanggup dan dia bilang dia belum ada gambaran pasti bagaimana ke depannya dia akan bertanggung jawab. Nah, jadi buat yang sudah lunas tapi belum melaksanakan acara pernikahannya, nah terancam gagal dan Ayu tidak bisa mengembalikan uang tersebut. Dan pada saat digerebek itu juga sebenarnya ada suaminya Ayu. Tapi suaminya ini justru cuma duduk santai. Dia enggak mau tanggung jawab dan dia bilang lepas tangan atas kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh istrinya dengan mengaku kalau dia enggak terlibat di dalam bisnis yang dijalankan oleh Ayu. Karena Ayu yang tidak bisa mengembalikan uang dari para korbannya, berarti mediasi gagal. Sehingga Ayu akhirnya dibawa oleh polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ke Polres Metro Jakarta Utara karena laporan terhadap Ayu ini berada di sana. Dan enggak cuma dia, empat karyawannya juga ikut diamankan. Dikatakan juga sempat ada sejumlah korban yang mendatangi Polsek Cipayung untuk melaporkan Ayu ini. Namun karena banyaknya korban itu berasal dari sejumlah daerah. Ada yang dari Cimanggis, Cilengsi, Bogor, dan Bekasi. Akhirnya mereka disarankan untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya karena masalah ini masalah besar. Sempat ada kabar yang menyebutkan kalau Ayu yang sudah diamankan tapi sempat dilepas oleh polisi katanya setelah diperiksa selama 4 jam dan bernegosiasi dengan para korban. Nah, tapi kabar tersebut dibantah oleh pihak Polda Metro Jaya. Sampai saat sekarang ini, Ayu dan empat karyawannya masih di kantor polisi, masih diperiksa secara intensif dan satres Krim Polda Metro Jakarta Utara juga akan segera melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum Ayu dan karyawannya yang lain. Dan dikatakan jika kerugian yang terkonfirmasi sudah mencapai Rp16 miliar. Wah gila 16 miliar yang berhasil dikantongi oleh si Woo ini. Enak banget jadi dia ya. Ya, enggak enak juga sih. Maksudnya kayak udah pasang badan di penjara setelah menjalankan hukuman keluar dari sana punya uang 16 miliar. Dia enggak berkewajiban untuk mengganti uang tersebut. Ya, kita tunggu aja lah, Geng, ya. Bagaimana update selanjutnya dari proses hukum terhadap Ayu ini. Jadi, buat kalian berhati-hati banget jangan sampai ee gara-gara hari bahagia kalian itu excited sampai lupa berhati-hati, sampai lupa teliti di dalam memilih wedding organizer. Akhirnya terjadi kayak gini. Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai kasus dugaan penipuan oleh Ayu Puspita melalui bisnis WO-nya. Nah, salah satu hari yang seharusnya jadi hari bahagia malah berakhir berantakan. Bagaimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.