PENIPUAN WO AYU PUSPITA ! TIPU WEDDING TANPA KATERING & RAUP 16 MILYAR
TGeqI77nPUE • 2025-12-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Nah, akhirnya orang-orang di sana
mengeluh dan yang punya acara malu bukan
main.
Sore, sore sore.
Berita hari ini mungkin ee terdengar
agak receh gitu ya, tapi sesuai dengan
permintaan kalian yang meminta gua untuk
membahas soal isu-isu sosial di negara
Republik Indonesia ini. Nah, jadi gua
sesekali pasti bakal membawakan hal-hal
receh kayak gini supaya apa? Supaya kita
juga belajar gitu ya. Mungkin ee bukan
kita yang mengalami nasib sial seperti
ini, tapi setidaknya kita bisa
menjadikan ini pelajaran ya kan dari
pengalaman orang lain jangan sampai kita
yang mengalami [musik]
apalagi yang kayak gua yang belum
menikah ya kan jangan sampai mengalami
hal kayak gini nih.
Jadi di dalam pembahasan ini enggak cuma
kalian yang belajar, gua juga harus
belajar nih. Jadi kita bakal membahas
soal penipuan wedding organizer atau WO.
Jadi, seperti yang kita ketahui ya,
Geng, pernikahan itu menjadi sebuah
momen di dalam hidup yang sebagian besar
dari kita menganggap hal ini adalah
salah satu mimpi yang ingin diwujudkan
dengan sebaik-baiknya. Hidup bersama
dengan orang yang kita sayang, ya kan?
Terus merencanakan sebuah ee pernikahan,
impian, acara yang megah, mewah,
berkesan. Ya, udah pastilah menjadi
impian semua orang karena harapannya
terjadi satu kali seumur hidup. Ya, lain
hal. Kalau yang suka kawin cerai-kawin
cerai atau menikah berkali-kali itu lain
lain hal gitu ya. Kalau kayak gua mah
cukup sekali aja gitu kan. Nah, ini aja
sekali aja susah banget nih belum
dapat-dapat. Hah. Jadi curhat. Jadi geng
di dalam merencanakan pernikahan pun
membutuhkan proses yang panjang mulai
dari urusan administratif sampai dengan
pesta pernikahan yang akan diadakan
nantinya. Yang tentunya calon pengantin
berharap agar hari istimewa mereka itu
berjalan dengan lancar. penuh kenangan
dan penuh dengan kesan. Sudah jadi
rahasia umum ya, menyelenggarakan pesta
pernikahan tentu membutuhkan uang yang
enggak sedikit. Dan untuk itu si calon
pengantin serta keluarganya udah pasti
menabung dari jauh-jauh hari. Mereka
bekerja keras supaya bisa mewujudkan ee
pesta pernikahan yang mereka
impi-impikan. Nah, dari sini pada
akhirnya timbullah sebuah ladang bisnis
baru yang bernama Wedding Organizer atau
yang disingkat dengan WO yang sebenarnya
ya juga sangat menguntungkan calon
pengantin karena beban mereka jadi
berkurang karena ya untuk acaranya udah
ada yang meng-handle vendor-vendor untuk
acara pernikahannya udah ada yang
menangani mulai dari catering ya kan
rias-rias pengantinnya foto pra dan di
hari H wedding-nya udah ada yang
menyediakan juga. Nah, asalkan WO-nya
jujur dan profesional ya pasti semuanya
bakal lancar. Nah, tapi gimana jadinya,
Geng, kalau ternyata WO-nya itu enggak
amanah dan justru berdampak pada
hancurnya bahkan gagalnya acara
pernikahan tersebut. Dan di dalam cerita
yang bakal gua share ke kalian ini, ini
korbannya itu bukan satu dua orang yang
mana sudah menyentuh angka 50 korban.
Berarti bukan 50 korban sih, kalau kata
gua mah udah 100 ya. Karena kan
berpasang-pasangan nih ya. 50 korban
artinya dalam satu korban itu ada dua
orang. Jadi udah 100 orang yang dia
bohongi. Bayangin aja seberapa banyak
kerugian yang ditimbulkan. Karena
pastinya yang namanya acara pernikahan
itu enggak murah apalagi pakai W kayak
gini. Awalnya nih, Geng, para korban ini
mengira ini mungkin miscom aja atau
mungkin karena saking banyaknya klien
yang di-handle e jadinya agak berantakan
gitu. Tapi semakin lama ternyata
korban-korban lain juga ikut speak up.
Semakin banyak korban yang bermunculan
sehingga semakin menguatkan dugaan jika
apa yang dilakukan oleh si WW tersebut
bukan hanya sebuah apa ya kekhilafan
atau kesalahpahaman ini, melainkan
sebuah praktik penipuan yang sengaja dia
lakukan kepada calon pengantin yang
mempercayakan acara mereka kepada WO.
Ini perlu kalian ketahui ya, Geng,
kasus-kasus penipuan yang melibatkan
para penyelenggara acara nih. Enggak
cuma acara pernikahan, biasanya
acara-acara musik, acara-acara ee apa?
urban culture, pameran dan segala macam.
Nah, biasanya kalau si panitianya berani
menipu kayak gini, itu artinya dia
melihat sebuah celah hukum. Kalian harus
paham kenapa? Karena di Indonesia itu
kasus penipuan, kasus hutang-putang
biasanya tidak akan menguntungkan
korban. Even si pelakunya ditangkap
sekalipun pasang badan, korban tetap
akan rugi. Rugi apa? Rugi prosesnya ya
kan? Ketika melapor, katakanlah butuh
bensin ke kantor polisi, butuh uang beli
cilok, ya gitu-gitu deh ya. Terus belum
lagi kalau masuk pengadilan, bayar
pengacara dan segala macam, udah rugi di
situ tuh. mana duitnya hilang tambah
lagi proses hukumnya harus bayar
membayar. Endingnya apa? Endingnya kalau
si pelaku seperti di kasus ini itu
pasang badan ya dia bilang, "Saya enggak
punya uang, enggak bisa ganti." Dia
pasang badan, ya sudah dia masuk
penjara. Sekian tahun kemudian dia
lolos, dia keluar bebas dengan status
sudah menjalankan hukuman. Setelah itu,
uang yang tadi dia gunakan dari hasil
penipuan dia simpan. keluar dari
penjara, dia bisa menikmati uang itu.
Nah, itulah celah hukum yang selalu
dimanfaatkan oleh para penipu di negara
kita. Makanya rentan banget sih di
negara kita kasus-kasus kayak gini. Gua
sengaja angkat kasus ini ya agar bisa
menjadi pembelajaran untuk kita semua,
termasuk buat gua juga. Jadi, W yang
terpercaya, profesional sekalipun ya,
itu tidak menutup kemungkinan bakal
kayak gini juga. Jadi kita sebagai
customer harus benar-benar jeli memilih
mana yang jujur, mana yang cules. Oke.
Nah, bagaimana kisah selengkapnya dari
kasus yang satu ini? Langsung aja kita
bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
[musik]
Ging King. Oke, untuk pembahasan yang
pertama kita berkenalan dulu nih dengan
sosok si WO-nya, pemilik WO-nya yang
menipu puluhan klien. Dan kalian harus
tahu eh total uang yang dia ambil itu
sampai heh miliaran. belasan miliaran
rupi kita bahas.
Kita awali kasus ini dengan menceritakan
background dari si pemilik WO-nya. Jadi
namanya itu adalah Ayu Puspita Dinanti.
Dia ini mengelola bisnis WO yang bernama
eh by Ayu Puspita. Usahanya tersebut
juga kita bisa lihat di akun Instagram
resminya, Geng. Diketahui juga Ayu
Puspita ini memiliki perusahaan yaitu PT
Ayu Puspita Sejahtera yang punya e
vendor-vendor untuk memfasilitasi acara
seperti pernikahan ya, venue, dekorasi,
catering, terus sampai MUA dan juga
attire dan MC. Terus ada foto serta
video dokumentasi, entertainment-nya dan
sebagai lainnya. Jadi apa ya, one stop
service gitulah. Semua orang bisa pakai
jasa dia untuk mendapatkan dari A sampai
Z. Di Instagram resminya ya kita bisa
lihat promo-promo yang dia tawarkan oleh
WO Ayu Puspita ini. Contohnya promo
untuk 500 pack yang sudah all in dengan
venue harganya Rp73 juta.
Wow memang terlihat enggak murah tapi
untuk benefit yang diberikan ini
termasuk cukup terjangkau ya. Menurut
gua sih lumayan ya, lumayan murah sih
Rp73 juta. Tapi mungkin buat sebagian
orang ada yang masih kayak ee apa ya,
bisa nge-handle sendiri, mungkin bisa
nge-pres di bawah itu. Tapi untuk yang
sudah di-handle semua, Rp73 juta
termasuk murah. Dan karena itulah banyak
calon pengantin yang pada akhirnya
tertarik dan memutuskan untuk
menggunakan jasa dari si Ayu Pusbita ini
untuk meng-ghandle acara pernikahan
mereka, hari spesial mereka. Nah, hal
ini juga bisa kita lihat dari followers
Instagram dari WO-nya ini yang sudah
menyentuh angka 27.000. 1300 followers
yang mana itu berarti udah tinggi ya
untuk sekelas perusahaan jasa itu udah
besar ya. Beda hal kalau dia selepgram
atau dia seorang content kreator atau
artis ya segitu kecil. Tapi untuk
perusahaan jasa itu udah gede. Bayangkan
aja ada 27.000 followers 10%-nya aja
yang order ke dia udah berapa gitu kan.
Terus diketahui juga Ayu ini tinggal di
wilayah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.
Di mata para tetangganya, Ayu ini
dikenal sebagai sosok yang dermawan yang
sering membantu kegiatan warga. Dan
meskipun sehari-harinya jarang
berinteraksi dengan lingkungan sekitar,
tapi ya dia cukup dikenal. Dan dari
keterangan Azli selaku ketua RT 01 RW05
Kelurahan Ceger, Ayu ini selama ini
aktif memberikan bantuan sosial untuk
lingkungan. Namun di sisi lain, Azli
mengaku Ayu terbilang tertutup dan
jarang bergaul dengan warga maupun
pengurus RT. Dan Azli ini menambahkan,
"Ayu sudah tinggal di sana selama 5
tahun padahal." Tapi anehnya selama itu
juga Ayu ini belum pernah menyerahkan
salinan KTP kepada pengurus RT padahal
sudah diminta berkali-kali agar segera
menyerahkan salinan KTP tersebut. Nah,
jadi agak apa ya memang ada jiwa-jiwa
ninjanya Ayu ini. Tapi kalau kalau
dipikir-pikir ketua RJ-nya juga kurang
tegas ya. 5 tahun tinggal KTP enggak
diberikan terus biasa-biasa aja ya
berarti kurang tegas. Tapi di sisi lain,
Ayu ini ya punya sikap atau sifat
seperti ninja ya kan.
Aduh gimana ya gitu. Ibu nanya apa? Anda
nak ke TP kakaknya Pak itu saya nak
menyimpan dia sudah lama di sini.
Nah, terus hal yang sama juga
disampaikan oleh warga setempat yang
bernama Niman. Dia ini mengenal Ayu
sebagai sosok yang suka memberikan
bantuan seperti gerobak sampah dan
memberikan makanan untuk kegiatan warga.
Jadi suka nyumbang sebenarnya. Dikatakan
hampir setiap bulan nih, Geng, Ayu ini
mengadakan santunan buat anak yatim. Ya,
memang kalau kita lihat dari
penampilannya sih syari gitu ya,
berhijab gitu seperti ibu-ibu pada
umumnya. Dan warga sekitar lain ya
meskipun tidak mengenal dekat dengan
Ayu, namun melihat kalau bisnis WO-nya
Ayu ini semakin lama semakin sukses
dalam kurun waktu 5 tahun. Dan pada awal
berdiri, WO milik Ayu ini cuma menyewa
satu rumah yang berlokasi di Jalan Haji
Siun 2 sebagai kantor mereka. Namun
seiring berjalannya waktu, bertambahnya
klien, Ayu ini sampai menyewa tiga rumah
lain yang jaraknya gak jauh dari lokasi
yang pertama. Dan ketiga rumah tersebut
ya juga dijadikan kantor W oleh si Ayu
ini. Dan diketahui juga kalau Ayu sudah
menikah, Geng. Ud punya suami. Gua
mencoba mencari tahu nama dari suaminya,
tapi enggak ada informasi sedikit pun ya
tentang nama suaminya. Mungkin memang
enggak di-publish. Dan untuk kalian yang
tahu mungkin ya nama asli dari suaminya
siapa boleh tuliskan namanya di kolom
komentar. Mungkin ada warga sekitar kali
ya yang tetangga dengan Ayu gitu. Jadi
kurang lebih seperti itulah background
dari Ayu ini ya, sekaligus bisnisnya dia
seperti apa. Nah, sekarang kita bakal
masuk ke dalam pembahasan mengenai awal
mula kasus penipuan yang dilakukan oleh
Ayu Puspita ini sampai mencuat ke publik
dan viral. kita bahas
setelah gua mencari di berbagai sumber,
mau itu dari media berita maupun
postingan yang ada di berbagai platform
media sosial, ada beberapa versi dari
bagaimana kasus penipuan Ayu Puspita ini
bisa mencuat ke publik. Ya, nanti kita
bahas deh beberapa versinya. Nah, yang
pertama kita bahas dulu. Jadi, ini dari
salah satu informasi yang gua dapatkan.
Kasus ini berawal dari laporan yang
masuk ke Polres eh Metro Jakarta Utara
untuk menangani kasus dugaan penipuan
yang dilakukan oleh si Ayu ini. Jadi,
ada seorang korban yang bernama Samuel
yang melaporkan kasus tersebut pada
tanggal 6 Desember 2025 kemarin.
Terlapor dalam kasus itu adalah si Ayu
Pusbita sendiri selaku pemilik dan
direktur dari WO serta keempat stafnya
yang berinisial HE, BDP, DHP, dan RR.
Penipuan tersebut terungkap setelah
sebuah resepsi pernikahan yang berlokasi
di Pelindo Tower, Koja, Jakarta Utara
pada hari Sabtu tanggal 6 Desember itu
malah berakhir berantakan. Hal tersebut
dikarenakan hidangan yang dijanjikan
enggak disediakan oleh vendor. Kebayang
ya kita udah misalkan nih ya, gue nikah
nih, nih misal nih gue nikah, gue nikah,
wis cantik, eh udah cantik, udah
ganteng, udah ganteng ee bini calon bini
gua udah cantik gitu ya. Kita udah mau
bayangin tuh nanti kan ada om-om gua,
ada teman-teman gua, ada sahabat-sahabat
gua yang perut-perutnya buncit-buncit ya
kan sudah berada di kambing guling,
sudah berada di lontong sayur dan ayam
bakar lain-lain. Tahu-tahu pas mereka
datang yang mereka dapatkan adalah perut
keroncongan,
suara cacing yang menggeliat di dalam
perut. Karena apa? Karena kambing guling
yang diharapkan dan lontong beserta
teman-temannya tidak ada di hidangan
semua. Gara-gara siapa? gara-gara si
Ayu. Bangkai loh emang Ayu.
Jadi, geng ceritanya kayak gitu. Padahal
nih ya Samuel ini sudah melunasi biaya
sebesar Rp82.740.000
ke rekening si W atas nama Ayu Puspita
Dinanti tadi. Nah, akhirnya orang-orang
di sana mengeluh dan yang punya acara
malu bukan main.
Gua malu, gua malu.
Sore, sore sore.
Dan karena acaranya sudah berantakan,
para tamu yang datang mau enggak mau
pulang lebih awal daripada lapar. Kan
enggak mungkin datang ke nikahan, order
Gojek, order nasi padang, makan
dinikahan orang kan enggak mungkin. Nah,
akhirnya ya si Samuel dan keluarga
sangat malu dan dia melaporkan hal ini
ke polisi dan dia mengungkapkan kalau
dia sudah memesan villa dan tiket
pesawat untuk bulan madu atau honeyimon.
Tapi karena insiden ini dia cancel semua
dan dia harus fokus menangani kasus
penipuan ini ke pihak kepolisian. Gimana
enggak maluah jadi tiket dia honeymoon
batal hangus enggak jadi apa-apa. Dan
dari informasi lain yang gua dapatkan ya
dijelaskan versi yang berbeda lagi nih
geng. Ada lagi versi yang lain. Nah,
jadi kalau yang ini semuanya berawal
dari video seorang MUA yang ada di
TikTok yang mana dia melaporkan
pernikahan yang bermasalah di Jakarta
Barat dan Jakarta Utara di tanggal yang
sama yaitu tanggal 6 Desember.
Masalahnya sama, Geng. Makanannya enggak
datang, cateringnya enggak ada. Jadi, di
venue itu cuma ada dekorasi doang. Mulai
dari sinilah akhirnya banyak yang
bersuara terkait betapa problematiknya W
milik Ayu Puspita ini. Salah satunya
adalah video yang datang dari TikTok
ini, Geng. Yang mana di sana, ya di
dalam video itu ada yang speak up. Ini
adalah teman dari pengantin wanitanya
yang mana nama pengantin tersebut adalah
Disney. Jadi Disney ini bersama suaminya
ketika itu menyelenggarakan acara
pernikahan di salah satu venue yang ada
di Jakarta Barat. Pada saat akad
alhamdulillah semuanya berjalan lancar.
Tapi masalahnya justru timbul ketika
acara resepsi. Masalahnya adalah makanan
yang dijanjikan oleh vendor yang tidak
lain dan tidak bukan adalah Kanjeng Ratu
Ayu Puspita sang penipu. Bangk lu Ayu
ya. Enggak datang. Enggak datang
makanannya. Alasannya pun enggak jelas
kenapa. Entah udah ditelan semua sama si
Ayu. Kalau kita lihat dari orangnya ya
kayaknya cocok tuh telan nasi satu
kondangan sama rendang-rendangnya itu
ya. Dikatakan juga vendor tersebut malah
bertele-tele, vendornya si Ayu dalam
menjelaskan alasan kenapa makanannya gak
ada. Dan di video tersebut juga terlihat
Disney syok, sedih, bingung harus
gimana. Begitu juga dengan orang tua
dari kedua mempelai yang terlihat sedih,
malu karena makanan di acara nikahan
anak mereka tidak kunjung datang. Lalu
gak cukup sampai di situ. Cerita lain
juga datang dari pelaku yang sama tapi
korban yang berbeda. Nah, cerita ini gua
ambil dari platform media sosial trade
salah satunya dari akun Emiliar Juna
namanya yang mana dia menceritakan
pengalaman temannya yang menggunakan
jasa W milik Ayu Puspita ini. Juga dari
cerita Emily ya tim W-nya itu hilang
kabar dan vendornya banyak yang belum
dilunasi oleh si Ayu. Termasuk Venu pun
belum dibayar lunas Geng.
Kan gila gitu. Ibaratnya gini, memang
dia si Ayu ini udah ngelapor ke
vendor-vendor punya dia tuh kayak, "Lu
datang ya dekor, venyu ini tolong ya
tanggal siang kosongin dan bla bla bla
bla lainnya lah." Tapi ketika acara
pernikahan dilaksanakan, para vendor ini
mengeluh kepada yang punya acara.
Padahal yang punya acara udah bayar ke
si Ayu, tapi Ayunya yang enggak bayar.
Nah, akhirnya yang punya acara bingung.
Padahal ya menurut si Emily tadi,
temannya itu udah membayar lunas dari
lama ke si W-nya, tapi ternyata W-nya
malah tidak meneruskan pembayaran ke
para vendor. Dan di postingan tersebut,
Emily juga memberikan screenshot dari
komentar korban lain yang ada di
Instagram. Ada yang meminta agar Ayu
merespon WhatsApp karena besoknya si
korban akan menikah. Wah, sedih banget
ya. Nah, tapi justru tim dari Ayu
Puspita ini hilang tanpa kabar dan Venu
tempat di mana acara akan dilangsungkan
juga belum dibayar. Nah, korban juga
mencoba untuk menghubungi semua timnya
Ayu. Tapi tidak ada satuun yang
mengangkat telepon dan WhatsApp dan
tidak ada yang membalas juga. Dan
kemudian akhirnya ada chat dari pihak
venue yang menyebutkan jika venya sudah
dipesan oleh Ayu Pispita tapi tidak ada
makanan yang datang. Ada yang sampai
kayak gitu. Nah, oleh karena itu ada
beberapa korban yang akhirnya melihat
kasus Ayu Pusbita ini udah semakin e
carut-marut, udah viral juga. Nah,
beberapa korban itu udah ada yang kayak
give up gitu, Geng. Ada yang udah
nyerah. Aduh nih jaga-jaga aja kalau si
Ayu ini kabur lagi. Ya sudahlah kita
cari alternatif lain untuk
mengantisipasi. Dan mereka memesan
makanan dari luar karena Ayu di saat itu
tetap tidak memberikan respon dan
kejelasan terkait catering di hari H
pernikahan. Terus geng masih di dalam
unggahannya Emily. Dikatakan juga Ayu
sudah dichat melalui WhatsApp maupun DM
di Instagram tapi enggak ada respon dan
grup yang ada di WhatsApp pun tidak
dibaca oleh pihak WO. Kalian bisa
ngebayangin enggak, Geng? Kalau kalian
ada di posisi itu, apa yang akan kalian
lakukan? Kalau gua sih jujur menangis
merinding, Geng.
Kemudian ada lagi cerita lain dari salah
satu korban yang menceritakan
pengalamannya melalui trade juga yang
akunnya bernama Shasa. Ini kayaknya Sasa
kali ya bacanya ya. Agak susah sih. Oke,
gaul banget. Kita baca Sasha aja. Nah,
jadi Siasa ini adalah salah satu klien
dari Ayu di bulan Agustus tahun ini.
Awalnya dia mengetahui W milik Ayu dari
salah satu wedding expo yang
diselenggarakan di Jakarta eh sekitar
pertengahan tahun 2024. Kebayang tuh ya
W atau wedding organizer penipu bisa
masuk ke dalam acara wedding expo. Nah,
acara-acara wedding expo ini kayak
pameran gitu loh, Geng. Jadi kayak ada
satu pameran yang isinya itu adalah
jasa-jasa e orang-orang yang menghandle
wedding. Bahasa bayinya gitulah bahasa
simpelnya. Nah, Ayu ini beli tuh jadi
tenan di sana. Jadi ketika dia jadi
tenan sana, dia beli tuh satu boot. Nah,
dia memamerkan ini loh acara-acara yang
sudah pernah kita handle. Sukses, bagus,
kawin, beranak orang-orangnya kata Ayu.
Ya kan? Jadi orang-orang yang melihat,
"Wih, cakep, bagus nih, harganya juga
murah." tertarik karena promosinya tadi
dan menurut ceritanya dia ya boot dari
WO-nya Ayu ini menjadi salah satu yang
paling ramai dari sekian banyak WO yang
ada di sana. Karena si Sasa ini bilang
dia enggak begitu mengetahui info
mengenai WO, tapi melihat boot W-nya Ayu
yang rame jadilah dia tertarik. Tapi
geng, pada saat itu si Sashaya ini dan
cowoknya ya yang saat ini sudah menjadi
suaminya gitu ya, itu enggak masuk ke
bootnya saking padatnya orang-orang yang
mengerubungi boot tersebut. Nah, oleh
karena itu mereka cuma mengambil brosur
yang diberikan dan akhirnya mereka
lihat-lihat setelah pulang dari sana.
Nah, setelah itu si Sasya ini mulai
mencari-cari info terkait WO-nya si Ayu
ini karena cukup menarik. Sekilas enggak
ada yang aneh dari profile Instagramnya.
Di sana cuma terlihat update acara yang
mereka handle dan beberapa acara yang
udah di-handle, yang udah lewat gitu.
Dan dia pun mengakui jika hasil
dokumentasi dari WO milik Ayu ini
bagus-bagus. Dan Syasha ini mulai cross
check lah di platform media sosial lain
untuk mencari tahu apakah WO-nya Ayu ini
beneran bagus atau eh apa ya atau ada
problem gitu. Dan sepencariannya dia
belum ada yang mer-review jelek soal W
milik Ayu Wini di saat itu. Nah, ini
2024 nih. Dan setelah diskusi dan
melihat paket-paket wedding yang
ditawarkan oleh WO-nya Ayu, akhirnya dia
dan sang suami sepakat untuk mencari
tahu lebih lanjut soal wedding package
secara langsung di wedding expo
selanjutnya. Nah, di saat itu dia enggak
menyadari adanya keanehan sama sekali
dari WO-nya si Ayu ini. Sesa ini baru
nyadar setelah kejadian. Jadi, ada salah
satu keanehan dari WO-nya Ayu, yaitu W
tersebut tidak pernah mencantumkan nama
vendor yang dipakai di setiap acara
wedding di Instagram resmi mereka.
Maksudnya gini nih, Geng. Kalau kalian
enggak paham nih, ya. Jadi, gua W nih,
ya. W itu ibaratnya tuh kayak producer
gitu, Geng. Gua yang mengepalai sebuah
project. Nah, di bawah gue itu kan
biasanya ada sutradara, ada kameramen,
ada tukang rekam suara. Nah, kalau di
Woo juga gitu. Ayu ini tuh jadi
produsernya ya. Di bawahnya itu ada
tukang catering, ada tukang make up, ada
tukang syuting, ada tukang dekor, ada MC
dan lain-lain. Nah, tapi ya si
vendor-vendor ini mulai dari tukang
syuting dokumentasi eh MUA-nya, vendor
catering-nya itu enggak pernah
dicantumin tuh sama si Ayu ini. Di situ
keanehannya ya. Kalau memang dia W
besar, kok dia enggak mencantumkan dia
bekerja sama dengan vendor mana? Karena
sebesar-besarnya sebuah wedding
organizer ya, semua kinerjanya akan
tergantung pada vendor. Makanya ketika
diklik link dari Instagram si vendor ya
nanti klien bakal paham, bakal ngerti
bahwa oh ternyata Ayu ini memakai vendor
yang enggak kaleng-kaleng atau vendor
yang memang terbukti bagus. Dari situ
penilaiannya, Geng. Nah, namun di saat
itu si Sasa ini enggak menyadari hal
tersebut. Padahal itu udah jelas-jelas
terlihat janggal. Tapi akhirnya namanya
juga orang yang mau menikah ya ee
berbahagia gitu pengin apa ya pengin
segera mewujudkan mimpinya gitu kan.
Akhirnya dengan tidak disadari dia
melakukan ya DP lah. Akhirnya dia tidak
menyadari ada keanehan itu. Dia
melakukan DP atau down payment di awal
tahun 2025 ketika wedding expo yang
dihadiri oleh WO-nya Ayu. Dia juga
pernah datang ke salah satu test food
W-nya Ayu yang ada di Velvest UI. Nah,
di situ dari rasa makanannya si Sasya
ini menilai jika rasa makanan dari
WO-nya Ayu ini enak dan tidak ada yang
bermasalah. Dan dia pun di saat itu ya
udah DP sebesar 50% karena mengincar
benefit-benefit yang ditawarkan oleh WO
tersebut. Termasuk salah satunya adalah
free honey moon. Wah, gila banget free
honey moon tuh enggak murah loh.
Siapa yang enggak tergiur ya kan? Dan
Sasa sendiri mengaku nekad memberikan DP
sebesar itu. Tapi dari ceritanya ada
klien lain yang lebih nekat lagi. Ada
yang langsung melunasi pembayaran di
hari itu juga ya. Mungkin saking
excited-nya gitu kan. Dan lanjut setelah
ya DP dibayarkan oleh si Shasha ini,
komunikasi klien bukan lagi dengan
marketing, namun sudah dengan wedding
planner. Nah, makanya si Shasha ini dari
sini awal mula merasakan ada kekacauan.
Di saat itu kabarnya respon dari wedding
plannernya agak lelet. Syasha ini dan
cowoknya kerja di beda kota tuh. Dan
oleh karena itu mereka memilih all in
package dengan harapan ya tinggal terima
beres gitu. Tapi harapan tersebut jauh
dari ekspektasi mereka. Wedding planner
yang bertugas untuk mengatur semua
kebutuhan calon pengantin dan seharusnya
mereka yang mengingatkan dan meminta
update kepada klien. Toh mereka juga
sudah bayar ke WO untuk bisa menggunakan
jasanya. Tapi yang terjadi justru
kebalik. si Sasha dan cowoknya yang
selalu mengejar-ngejar wedding planner
untuk memberikan kepastian dan wedding
plannernya susah banget dihubungi.
Sampai pada suatu hari karena sudah
tidak sabar lagi, mereka akhirnya
nge-chat di grup yang isinya bertiga
dengan wedding plannernya. Mereka tanya
kapan waktu yang enak buat ngobrolin
soal acara mereka. Nah, kemudian Syasha
ini menyebutkan kalau pilihan attire-nya
itu minim banget. Tapi dia mengaku jika
ini juga jadi kesalahannya dia karena
Sasha tidak mencari tahu terkait attire
yang bakal dipakai oleh klien yang lain.
Nah, dia cuma tahu atire-nya itu bagus
padahal ternyata-nya itu bukanlah yang
disediakan oleh vendor melainkan diambil
dari pihak luar. Nah, saking sedikitnya
pilihan baju dan antara klien satu
dengan klien lainnya jadi pada rebutan.
Bahkan ketika mau mencoba pun bisa jadi
bajunya udah disimpan untuk acara di
hari Minggu. Jadi enggak bisa dites
dulu, Geng.
Nah, terus, Geng, kejanggalan lain
kejadian terjadi ketika pergantian
person incharge atau PIC yang mendekati
hari H. Nah, ini agak aneh nih. Jadi
ceritanya acaranya tinggal 1 minggu.
Tiba-tiba PCIC atau wedding planner yang
handle acara ini diganti. Padahal dari
awal sampai akhir udah dibahas bersama
dengan si PCIC tersebut. Nah, ini kan
janggal dan pergantian PCIC ini pada
akhirnya tidak efisien karena Shasha ini
harus menjelaskan lagi dari awal kepada
PCIC yang baru. Bahkan kabarnya PCIC
baru nanya apa yang sudah dijelaskan dan
itu bukan cuma sekali ya jadi kayak
bikin pusing gitu. Nah, seharusnya jika
ada yang harus diganti ada handover dari
pihak vendor sehingga klien enggak perlu
menjelaskan lagi gitu kan. Karena udah
seharusnya W memiliki catatan ketika
berkomunikasi dengan klien. Dan Sasha
juga bilang PCIC pertama juga sebenarnya
enggak lebih baik karena orangnya
pelupa. Dan selanjutnya terkait
persiapan honeymoon juga nih. Sekitar
sebulan sebelum acara Casaca ini
diberitahu oleh temannya terkait free
villa dari WO-nya Ayu yang kondisinya
enggak layak hi. Wah gila itu vilanya
jamuran udah usang. Intinya enggak cocok
untuk dihuni apalagi untuk mereka yang
mau bermalam untuk honeyimon.
Dan Sasya ini mencoba untuk
mengkonfirmasi hal tersebut ke CPIC-nya.
Dan tiba-tiba jawabannya si PIC-nya
bilang kalau mereka udah ggak lagi kerja
sama dengan villa yang ada di video itu.
Dan 8 hari sebelum pernikahan villa
Sasha diganti lagi tanpa alasan yang
jelas. Dan kemudian dekorasi yang
diberikan oleh Sasha di moodboard yang
mereka buat ternyata berbeda jauh dengan
dekorasi yang dibuat oleh Wo. Referensi
yang diberikan oleh si Sasha ini adalah
warna yang dominan eh terraakota,
coklat, marun, dan hijau, tapi malah
dibuatkan warna yang dominan. Merah
putih. Wah, hari kemerdekaan kali ah.
Huh. 17 Agustus Sasanya menikah
gitu kali ya.
Dan yang terakhir, Cesa ini gak
diarahkan untuk banyak ambil beauty
shot. Beauty shot ini penting, Geng,
buat keindahan dari dokumentasi acara.
Jadi, foto-foto boy shot itu kayak
ngeblur di belakang, close up gitu-gitu
loh, Geng. Itu beauty shot tuh, e
jadinya apa ya? Fokusnya ke si e
pengantinnya gitu. Dan dikatakan hasil
dari jepretan atau dokumentasi beauty
shot di acaranya Syasha ini dikit
banget. Apalagi untuk para
teman-temannya atau brightemate-nya itu
enggak ada beauty shot-nya sama sekali
dan yang ada cuma foto di pelaminan udah
kayak acara kawinan di kampung-kampung.
Jadi kalian udah bisa bayangkan ya,
Geng. Ternyata apa yang ditawarkan di
awal ketika dieksekusi semuanya fail,
enggak ada yang sama. Jadi memang mereka
si wedding-nya Ayu Puspita ini
menghabiskan dana untuk promosi doang.
Tapi ketika mereka mengeksekusi mereka
ya terkesan seperti mengkorupsi uangnya.
Nah, gua rasa dari cerita para korban
yang sudah gua sampaikan ini sudah cukup
untuk menggambarkan seberapa
dirugikannya para korban dari penipuan
yang dilakukan oleh Ayu dengan WO-nya.
Kalau kalian mau baca cerita dari korban
lain, kalian bisa cari sendiri, Geng.
Ya, banyak ceritanya. Udah spe up semua.
Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan ketika Ayu Puspita ini
ditangkap atau digerebek di rumahnya
secara beramai-ramai. Kita bahas.
Dikatakan, "Geng, korban dari Ayu yang
sudah terkonfirmasi ada sebanyak 87
orang dan mereka sudah melaporkan ke
Polres Metro Jakarta Utara. Namun
dugaannya korbannya lebih banyak, Geng."
Yaitu dikatakan ada 230 orang
sebenarnya. Dan karena sudah begitu
banyak korbannya, akhirnya di hari
Minggu tanggal 7 Desember, rumahnya Ayu
ini digeruduk oleh sekitar 200 orang.
Dan situasinya sempat memanas karena
ratusan korban datang ke sana. Wah,
gila, ratusan korban loh. Mereka semua
mendesak agar Ayu mempertanggungjawabkan
perbuatannya. Dan hal itulah yang
menyebabkan pihak kepolisian yaitu dari
Polres Metro Jakarta Timur langsung
datang ke lokasi untuk melakukan mediasi
antara korban dengan si Ayu.
Saya ke sini hadir untuk menyelesaikan
permasalahan ini. Saya ada pihak K
teman-teman semuanya.
Nah, ketika dicecar oleh para korban
terkait ke manakah uang yang sudah
mereka bayarkan kepada Ayu, Ayu sendiri
tidak bisa menjawab. Sempat ada isu yang
menyebutkan kalau uang dari kliennya itu
ternyata dipakai untuk dia dan suaminya
jalan-jalan ke Eropa. Tapi Ayu ini
bantah dia enggak membenarkan hal
tersebut. Katanya itu fitnah. Dan
alih-alih meredakan kemarahan publik
yang sudah terlanjur emosi, penjelasan
dari Ayu justru semakin memperkeruh
kasus ini, Geng. Dia menyebutkan kalau
kondisi keuangannya di saat itu sedang
krisis karena saldo di rekeningnya cuma
bersisa Rp463.000.
Nah, ini nih tipikal-tipikal penipu,
pencuri yang siap pasang badan. Biasanya
uangnya tersebut sudah diambil,
disimpan, diinvestasikan dalam bentuk
emas kah atau apakah. Lalu dia pasang
badan. Kalau dia di penjara, ya udah
dipenjara. Dan syukur-syukur kalau dia
bertemu dengan penegak hukum yang korup
misalkan dia bisa bayar penegak hukum,
dia bisa bayar hukum, diam-diam dia
dilepas dan dia bisa menikmati sisanya.
Di saat itu si Ayu ini mengaku kalau dia
gak punya tabungan berupa emas atau uang
untuk bisa mengembalikan uang dari
kliennya. Dan saldo yang ada di
rekeningnya tentu tidak akan sebanding
dengan kerugian dari para korban. Dan
Ayu ini mengaku dia sudah menggunakan
uang kliennya untuk membeli rumah KPR
katanya. Nah, tapi dia sedang berusaha
untuk menjual rumah tersebut yang mana
nantinya aset tersebut bisa untuk
memenuhi tanggung jawab merefund atau
mengembalikan uang para korban.
disebut-sebut jika manajemen keuangan WO
milik Ayu ini sedang berantakan. Karena
sistem dari si Ayu ini dia itu gali
lubang tutup lubang. Jadi kayak klien
yang baru digunakan untuk menutupi
kekurangan dari klien yang lama. Jadi
Ayo mengklaim jika masalah catering yang
tidak datang itu baru sekali terjadi
katanya. Sebelumnya kata dia nih ya
setiap WO-nya itu menghandle acara
enggak pernah kekurangan makanan bahkan
seringnya lebih. Dan Ayu juga ditanyakan
nih perihal benarkah dia sanggup
menyelenggarakan acara pernikahan bagi
calon pengantin yang sudah membayar
secara lunas kepada WO miliknya dia tapi
Ayu ini bilang dia udah enggak sanggup
dan dia bilang dia belum ada gambaran
pasti bagaimana ke depannya dia akan
bertanggung jawab. Nah, jadi buat yang
sudah lunas tapi belum melaksanakan
acara pernikahannya, nah terancam gagal
dan Ayu tidak bisa mengembalikan uang
tersebut. Dan pada saat digerebek itu
juga sebenarnya ada suaminya Ayu. Tapi
suaminya ini justru cuma duduk santai.
Dia enggak mau tanggung jawab dan dia
bilang lepas tangan atas kasus dugaan
penipuan yang dilakukan oleh istrinya
dengan mengaku kalau dia enggak terlibat
di dalam bisnis yang dijalankan oleh
Ayu. Karena Ayu yang tidak bisa
mengembalikan uang dari para korbannya,
berarti mediasi gagal. Sehingga Ayu
akhirnya dibawa oleh polisi untuk
mempertanggungjawabkan perbuatannya ke
Polres Metro Jakarta Utara karena
laporan terhadap Ayu ini berada di sana.
Dan enggak cuma dia, empat karyawannya
juga ikut diamankan. Dikatakan juga
sempat ada sejumlah korban yang
mendatangi Polsek Cipayung untuk
melaporkan Ayu ini. Namun karena
banyaknya korban itu berasal dari
sejumlah daerah. Ada yang dari
Cimanggis, Cilengsi, Bogor, dan Bekasi.
Akhirnya mereka disarankan untuk membuat
laporan ke Polda Metro Jaya karena
masalah ini masalah besar. Sempat ada
kabar yang menyebutkan kalau Ayu yang
sudah diamankan tapi sempat dilepas oleh
polisi katanya setelah diperiksa selama
4 jam dan bernegosiasi dengan para
korban. Nah, tapi kabar tersebut
dibantah oleh pihak Polda Metro Jaya.
Sampai saat sekarang ini, Ayu dan empat
karyawannya masih di kantor polisi,
masih diperiksa secara intensif dan
satres Krim Polda Metro Jakarta Utara
juga akan segera melakukan gelar perkara
untuk menentukan status hukum Ayu dan
karyawannya yang lain. Dan dikatakan
jika kerugian yang terkonfirmasi sudah
mencapai Rp16 miliar.
Wah gila 16 miliar yang berhasil
dikantongi oleh si Woo ini. Enak banget
jadi dia ya. Ya, enggak enak juga sih.
Maksudnya kayak udah pasang badan di
penjara
setelah menjalankan hukuman keluar dari
sana punya uang 16 miliar. Dia enggak
berkewajiban untuk mengganti uang
tersebut. Ya, kita tunggu aja lah, Geng,
ya. Bagaimana update selanjutnya dari
proses hukum terhadap Ayu ini. Jadi,
buat kalian berhati-hati banget jangan
sampai ee gara-gara hari bahagia kalian
itu excited sampai lupa berhati-hati,
sampai lupa teliti di dalam memilih
wedding organizer. Akhirnya terjadi
kayak gini.
Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini
mengenai kasus dugaan penipuan oleh Ayu
Puspita melalui bisnis WO-nya. Nah,
salah satu hari yang seharusnya jadi
hari bahagia malah berakhir berantakan.
Bagaimana, Geng, menurut kalian tentang
pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar
di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:00 UTC
Categories
Manage