File TXT tidak ditemukan.
Transcript
fAn-VQgdClA • AMERIKA MULAI SENGGOL RUSIA ! SITA KAPAL TANKER & INGIN CAPLOK GREENLAND !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1644_fAn-VQgdClA.txt
Kind: captions
Language: id
Nah, pihak Pentagon mengeluarkan sebuah
pernyataan yang menyebutkan kalau
operasi ini merupakan bagian dari upaya
Donald Trump untuk menargetkan
kapal-kapal yang mengancam keamanan dan
stabilitas belahan bumi barat. Dalihnya
kayak gitu. Nah, dari informasi yang
diperoleh dari Caroline Levit selaku
sekretaris pers Gedung Putih atau White
House ya, para awak kapalnya itu bakal
dibawa ke Amerika untuk diadili. Wah,
ini makin ngamuk nih Putin, makin ngamuk
nih orang-orang di kapal tersebut malah
ditangkap.
Geng, negeri pamansam Amerika semakin
gila. Semakin wah enggak terkontrol sih
ya kalau kita lihat pergerakan mereka.
Enggak terkontrol dalam artian ya
mengagetkan banyak negara. Karena negara
yang sudah diakui sebagai negara adidaya
ini dianggap semakin serakah. Nah, ini
anggapan banyak negara di muka bumi yang
mana melihat Amerika ingin mengambil
sesuatu yang bukan hak mereka dan
semakin merasa bahwa mereka adalah pihak
yang pantas untuk menguasai dunia. Nah,
itu anggapan dari masyarakat dunia saat
ini. Bukan anggapan gua ya, Geng. Nah,
jadi, Geng. Amerika dianggap enggak puas
dengan menyerang Venezuela, menangkap
Presiden Maduro. Ya, karena sebenarnya
yang ingin mereka kuasai enggak cuma
Venezuela atau wilayah Amerika Latin
aja. Kalau bisa seluruh dunia takluk
kepada mereka, ya mereka akan lakukan
itu. Dan ini semua tidak terlepas dari
kebijakan-kebijakan Presiden Donald
Trump yang setelah dia menjadi presiden
Amerika Serikat untuk kedua kalinya.
Meskipun saat ini dia adalah seorang
politisi, namun background dia ya
sebenarnya adalah pebisnis. Jadi dia
melihat apa yang dia lakukan harusnya
menguntungkan. Jadi jangan heran ya
kenapa ketika seorang pebisnis
berpolitik yang dilihat adalah
keuntungan, bukan soal kemanusiaan lagi.
Nah, dia memandang kebijakannya yang
berlaku di negaranya saat ini merupakan
strategi bisnis yang harus dijalankan
agar bisa mendapatkan keuntungan dari
sana. Nah, tindakan gila yang dia
lakukan baru-baru ini adalah menangkap
Presiden Maduro. Dan gak puas sampai di
situ, tiba-tiba dia mengirimkan pasukan
Amerika untuk menyita kapal tanker milik
Rusia. Ini benar-benar udah enggak masuk
akal lagi, Geng. Biliter Amerika Serikat
menyita kapal tanker minyak berbendera
Rusia di Atlantik Utara pada Rabu 7
Januari. Tindakan tersebut diambil oleh
Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan
Departemen Keamanan Dalam Negeri
berkoordinasi dengan militer. Ya,
seperti yang kita tahu ya, Rusia kalau
udah menghadapi Amerika ini ibaratkan
sumbuh pendek gitu, Geng. Mereka ya anti
banget gitu dengar nama Amerika apalagi
kalau udah mengusik negara mereka. yang
mana apa yang dilakukan oleh Amerika
saat ini atas perintah Donald Trump ini
semacam secara enggak langsung aksi
tersebut menjadikan sebuah isyarat kalau
Amerika akan bertindak lebih jauh lagi
dengan menyerang Rusia sebagai salah
satu musuh terbesar bagi mereka. Bahkan
ya enggak puas dengan sudah mendapatkan
Venezuela, Donald Trump menyebutkan dia
berencana ingin mencaplok Greenland.
Nah, kabar ini itu benar-benar
menggemparkan banyak orang.
Ditambah lagi dengan sebuah keputusan
yang benar-benar kontroversial yang
terjadi, yaitu tiba-tiba Donald Trump
menarik Amerika dari berbagai organisasi
internasional yang mana salah satunya
adalah mereka udah menarik diri dari
PBB. Jadi Amerika bukan lagi anggota PBB
sekarang, Geng. Padahal yang kita tahu
ya, posisi Amerika di PBB sebagai
anggota tetap Dewan keamanan PBB loh,
Geng. Dan semua tindakan ini menunjukkan
di bawah kepemimpinan Trump, Amerika
semakin gila kekuasaan dan mau
menunjukkan dominasinya terhadap negara
lain. Sebenarnya banyak banget nih
perubahan Amerika setelah dipimpin oleh
Trump. Hal-hal yang menurut gua tuh
enggak manusiawi itu banyak banget.
Salah satunya terjadi di internal mereka
sendiri. Kalau kalian tahu ya di Amerika
tuh sekarang orang lagi
ditangkap-tangkepin. Banyak banget
videonya. Bahkan ada yang ditembak.
Mereka yang ditangkap-tangkepin ini
adalah orang-orang yang dianggap imigran
ilegal.
Nama yang sedang disorot banget ya atas
perintah Donald Trump di saat ini adalah
Ice, orang-orang imigrasinya di sana.
Nah, tapi mungkin untuk pembahasan ICE
ini kita akan bahas khusus nanti di
episode selanjutnya. Untuk pembahasannya
kali ini, kita bahas dulu yang menjadi
topik hangat banget, yaitu ketika Donald
Trump memerintahkan untuk menyita kapal
tanker milik Rusia yang mana ini bisa
memancing atau mematik perang dunia
ketiga. Terus ambisi Donald Trump ingin
menguasai Greenland juga. Dan ketika
Donald Trump memilih untuk mengeluarkan
Amerika dari PBB, wah ini benar-benar
merinding nih. Perang dunia udah semakin
di depan mata kayaknya. Di video kali
ini kita bakal membahas itu semua.
Langsung aja. Halo geng. Welcome back to
Kamar Jerry
Genggeng. Sepatu lari kalian berat skip
aja nih. Sepatu enak buat dipakai
namanya Eagle Alpha ST anti Gravffiti.
Langkah lebih enteng, empuk, balik
tenaga, dan stabil. Dipakai lari jauh
aman, lari santai udah pasti nyaman.
Ringan, fit di kaki enggak bikin capek.
Desainnya keren dan harganya masih masuk
akal. Jujur ini bukan gimmik, ini sepatu
lari beneran. Gua enggak mungkin
rekomendasiin kalian sesuatu yang belum
gua coba atau belum gua pakai. Kalian
bisa lihat ya, sepatu ini udah kotor
banget karena setiap hari gua olahraga
pakai sepatu ini. Untuk pembahasan yang
pertama, kita bahas dulu soal ketika
Amerika menyita kapal tanker minyak
milik Rusia.
Nah, setelah menangkap Presiden Maduro,
Amerika melancarkan operasinya untuk
menguasai minyak Venezuela sepenuhnya.
Kali ini Amerika tiba-tiba menangkap
kapal tanker Rusia yang bernama Marinera
di perairan Samudra Atlantik di dekat
Islandia. Tanker tersebut ya mengangkut
minyak dari Venezuela dengan tujuan
Rusia, Geng. Operasi Amerika ini
didukung oleh angkatan udara Inggris
atau RAF dengan salah satu pesawat
mereka. Nah, di dalam waktu 24 jam
sebelum operasi, penerbangan pengawasan
dari negara-negara barat terlihat di
atas kapal tersebut. Termasuk pesawat
dari pangkalan Amerika di Islandia serta
pesawat RAF Rivet Joint dan P8 Poseidon
dari Inggris yang biasanya mendeteksi
kapal selam. Nah, di dalam langkah
mereka tersebut ya Donald Trump berusaha
mempertegas kekuasaannya atas minyak
Venezuela. Jadi dia enggak peduli apapun
yang berasal dari Venezuela mau itu
punya Rusia dia sikat. Dia juga berniat
ingin mengendalikan produksi dan
penjualan minyak Venezuela dan dia mau
memaksa pemerintah Venezuela untuk
bekerja sama dengan Amerika Serikat.
Nah, pada hari Rabu tanggal 7 Januari
kemarin, penjaga pantai Amerika dan
pasukan khusus Amerika dengan dalih
penegakan hukum itu tiba-tiba menangkap
tanker marinera tersebut yang menolak
pemeriksaan Amerika pada bulan lalu.
Nah, di saat ini kapal tanker ini sudah
ditangkap dalam posisi mengibarkan
bendera Rusia. Penyitaan kapal tanker
minyak berbendera Rusia oleh Amerika
Serikat menawai kecapan keras dari
Moscow. Jadi, geng Menteri Pertahanan
Inggris yang bernama John Hely itu
bilang langkah ini sebagai upaya global
untuk menindak pelanggaran sanksi.
Menurut Helyi, penangkapan ini ya
beresiko bakal terjadinya konfrontasi
dengan militer Rusia yang saat ini
sedang berseberangan dengan Barat karena
perang Rusia Ukraina. Nah, Pitt Hicket
selaku Menteri Pertahanan Amerika itu
menegaskan kalau blokade Amerika
terhadap minyak Venezuela berlaku
sepenuhnya, enggak terbatas di manapun.
Jadi, benar-benar sudah dikuasai oleh
mereka. Nah, pihak Pentagon mengeluarkan
sebuah pernyataan yang menyebutkan kalau
operasi ini merupakan bagian dari upaya
Donald Trump untuk menargetkan
kapal-kapal yang mengancam keamanan dan
stabilitas belahan bumi barat. Dalihnya
kayak gitu. Nah, dari informasi yang
diperoleh dari Caroline Levit selaku
sekretaris pers Gedung Putih atau White
House ya, para awak kapalnya itu bakal
dibawa ke Amerika untuk diadili. Wah,
ini makin ngamuk nih Putin, makin ngamuk
nih orang-orang di kapal tersebut malah
ditangkap. Levit ini juga bilang kalau
Amerika menganggap kapal tersebut tidak
memiliki status kewarganegaraan atau
stateless. Padahal jelas-jelas ya ee ada
bendera Rusia ya kan mereka bilang, "Ah,
enggak ada nih, ini palsu." gitu.
Benderanya palsu. Mereka ini tanpa
kewarganegaraan. Terus geng dilanjutkan
lagi kalau kapal yang disita ini adalah
kapal armada bayangan Venezuela,
katanya. Tapi sementara itu kata JD Fans
selaku wakil presiden Amerika, kapal ini
menggunakan identitas palsu sebagai
kapal Rusia. digunakannya identitas
sebagai kapal Rusia supaya bisa
meloloskan diri dari sanksi terhadap
ekspor minyak Venezuela, katanya kayak
gitu. Singkat cerita, setelah mengetahui
kalau ada kapal tanker yang ditahan oleh
Amerika, ya Rusia mengecam keras
tindakan Amerika tersebut. Even Amerika
udah bilang kalau itu cuma bendera
palsu, tapi Rusia angkat bicara. Nah,
gimana bisa dibilang palsu? Rusianya aja
merespon gitu. Rusia melalui Kementerian
Perhubungan mereka mengungkit terkait
peraturan dalam konvensi hukum laut PBB
tahun 1982 di mana dalam peraturan itu
menyatakan kebebasan navigasi
diberlakukan di samudra dan tidak ada
negara yang berhak menggunakan kekerasan
untuk menangkap kapal resmi yang berada
di bawah yurisdiksi sebuah negara.
Kementerian Perhubungan Rusia
menyebutkan kalau komunikasi dengan
Marinera terputus setelah Amerika
menyerbu kapal di perairan
internasional. Jadi benar-benar Rusia
bilang itu kapal mereka komunikasinya
terputus gitu gara-gara Amerika yang
nangkap. Sementara Amerika bilang ya itu
bukan punya Rusia, palsu katanya. Nah,
dari Kementerian Luar Negeri Rusia
bilang kalau mereka itu punya informasi
mengenai warga negara Rusia di antara
awak kapal Marinera. Dalam sebuah
pernyataan yang disiarkan oleh kantor
berita Rusia yaitu Tes dan Ria Novosti,
ya mereka menuntut agar Amerika
memastikan perlakuan yang manusiawi dan
bermartabat terhadap mereka, menghormati
hak dan kepentingan mereka secara ketat,
dan tidak menghalangi kepulangan mereka
dengan cepat ke tanah air mereka, Rusia.
Diingetin tuh sama Rusia. Terus
sebelumnya juga, Geng, di hari yang sama
penjaga pantai Amerika itu mencegat
kapal lainnya, yaitu kapal tanker
berbendera Panama yang mengangkut minyak
Venezuela di timur laut Amerika Latin.
Pejabat Amerika bilang kalau ini adalah
penangkapan keempat dalam beberapa pekan
terakhir. Menurut keterangan dari
perusahaan minyak negara Venezuela yaitu
PDVSA, kapal tanker berbendera Panama
ini bermuatan penuh. Terus bagaimana nih
tanggapan resmi dari pemerintah Rusia?
Sampai gua syuting video ini disebutkan
kalau Rusia belum memberikan tanggapan
yang resmi terkait hal ini dikarenakan
di sana sedang libur panjang dalam
rangka merayakan Natal Ortodoks yang
berlangsung setiap tanggal 7 Januari.
Informasi lain yang gua dapatkan dari
media The Guardian disebutkan kalau
reaksi Rusia terhadap penyataan tersebut
terbilang sangat tenang. Pemerintah
Rusia ya sepertinya melanjutkan upayanya
untuk memperbaiki hubungan dengan
Amerika di bawah pemerintahan Donald
Trump dengan harapan mendapatkan
dukungan di dalam pembicaraan mengenai
Ukraina gitu. Nah, jadi walaupun
sebagian pemerintahnya ada yang mulai
respon dengan sinis soal penangkapan
kapal tanker itu. Nah, tapi sebenarnya
pemerintah Rusia sendiri memang sedang
membangun hubungan baik nih sama
pemerintahan Donald Trump. Tapi operasi
Amerika tersebut kemungkinan bisa saja
memperkeruh keadaan yang sebenarnya
sudah mulai membaik dan akan semakin
memperburuk hubungan Amerika dan Rusia
yang sedang dibangun. Soalnya aksi ini
terjadi di saat yang sensitif yaitu
ketika negosiasi kemungkinan perdamaian
di Ukraina masih berlangsung serta
setelah Amerika menangkap Maduro yang
mana selama ini dikenal sebagai sekutu
lama Rusia. Jadi kan ada dua hal nih
yang Rusia sesalkan gitu ya. Kenapa lu
nyita kapal kita di saat kita lagi
negosiasi damai nih? Kan Ukraina itu
teman lu. Ya udah kita mau negosiasi
damai. Yang kedua teman gua lagi lu
tangkap yaitu Maduro lagi lo acak-acak
negaranya. Tiba-tiba kapal gua lu ambil,
lu tangkap, disenggol-senggol guanya.
Nah, gitulah kurang lebih, Geng. Dari
keterangan yang diperoleh ya, kapal yang
disita oleh Amerika ini merupakan bagian
dari apa yang disebut sebagai armada
bayangan oleh Amerika yang mana mereka
mengangkut minyak untuk Rusia, Iran, dan
Venezuela. Nah, kapal tersebut dikenai
sanksi oleh Amerika pada tahun 2024 atas
tuduhan membawa kargo ilegal untuk
perusahaan milik Hizbullah, katanya.
Laporan awal menunjukkan bahwa kapal
tanker tersebut kosong setelah dalam
perjalanan untuk mengambil minyak
Venezuela sebelum akhirnya mengubah
haluan. Tapi meskipun begitu, Rusia
kayaknya itu udah melakukan upaya yang
cukup besar untuk melindungi kapal itu,
Geng. Tapi tetap aja ya direcokin
Amerika dan berhasil ditahan oleh
Amerika. Nah, sebenarnya, Geng, operasi
untuk menangkap kapal ini enggak cuma
dilakukan kemarin aja, melainkan udah
ada sejak bulan Desember 2025. Cuma
ketika itu awak kapalnya berhasil
memukul mundur upaya penggeledahan oleh
Amerika di dekat perairan Venezuela.
Kapal itu kemudian berganti nama dari
Belawan menjadi Marinera berbendera
Rusia e dilukis di lambung kapal dan
ditambahkan ke daftar registrasi
perkapalan resmi Rusia gitu ceritanya.
Dan kapel tanker tersebut meninggalkan
Teluk Oman pada bulan November melintasi
terusan Suat Gibraltar sebelum
menyeberangi Samudra Atlantik pada awal
Desember. Ketika tekanan Amerika
terhadap Venezuela meningkat yang
berpuncak pada penangkapan Maduro, kapal
tersebut berhenti mendadak di dekat
Karibia pada tanggal 15 Desember dan
berbalik arah kembali menuju Eropa.
Menurut para ahli transportasi laut nih,
Geng. Perjalanan pulang Marinera ini
melintasi Atlantik ya ini sangat aneh.
Bukannya mengambil rute biasa melalui
Selat Inggris, tapi kapal tanker ini
justru berbelok tajam ke utara menuju
bentangan samudra antara Islandia dan
Irlandia. Menurut keterangan dari Mikail
Zvinchak, seorang blogger militer
berpengaruh yang memiliki hubungan dekat
dengan Kementerian Pertahanan Rusia, dia
bilang kalau keputusan untuk mengganti
bendera kapal di bawah yurisdiksi Rusia
sesaat sebelum kapal itu disita, itu
sudah menempatkan Rusia dalam posisi
yang sangat sulit, Geng. Dia bilang
kalau langkah tersebut menjadi contoh
awal untuk operasi lanjutan terhadap apa
yang disebut dengan armada bayangan
Rusia. Jadi bukan cuma di Samudra
Atlantik, tapi juga di wilayah lain di
dunia. Data pendaftaran kapal yang
ditinjau oleh New York Times itu
menunjukkan kalau setidaknya ada tiga
kapal tanker minyak lain yang sebelumnya
beroperasi di perairan Venezuela,
tiba-tiba udah ganti bendera jadi
bendera Rusia dalam beberapa minggu
terakhir. Jadi memang kayak apa ya?
Mereka berlindung di balik nama besar
Rusia supaya mereka aman dari Amerika.
Nah, hal ini menunjukkan adanya tren
yang meningkat di mana Rusia memperluas
pendaftarannya ke kapal-kapal yang
terkena sanksi Amerika. ya, selain
mereka bisa melindungi dan memperlancar
urusan bisnis kapal itu ya karena kita
tahu ya selama ini Amerika juga segen
gitu mau main-main sama Rusia takutnya
malah perang makin besar. Nah, tapi kali
ini Amerika benar-benar udah kelewatan
jadi mereka benar-benar memancing gitu
kan.
Dan seperti yang gua bilang sebelumnya
sampai sejauh ini belum ada respon dari
Rusia. Apakah ingin membalas apa yang
dilakukan oleh Amerika atau ya udah
mereka cuek aja. Dan karena sudah
menyerang Venezuela yang merupakan
sekutu dari Rusia sendiri, sekarang
Amerika malah berani-beraninya menyerang
kapal tanker milik Rusia dan Rusia belum
mengambil tindakan. Nah, apakah nanti
bakal ada potensi perang yang lebih
besar lagi? Ya, kita lihat aja nanti,
Geng. ya karena gak tahu nih kemarin sih
gua sempat ngelihat iring-iringan mobil
atau iring-iringan konvoya Pak Putin di
Moskow itu kayak kencang banget gitu
setelah kejadian penyitaan kapal tanker
ini. Jadi kayaknya memang akan ada
tindakan tapi ya seperti yang kita tahu
ya Rusia biasa bertindak senyap, jarang
bersuara lantang ya seperti Donald
Trump. Kalau Donald Trump kan apapun
yang dia rencanakan biasanya dia bakal
sebutkan sampai jadi viral gitu. pengen
nguasain Cuba lah, pengen nguasain
Meksiko dan lain-lain. Jadi kurang lebih
begitu, Geng. Kita tunggu aja nanti
update-nya seperti apa. Nah, sekarang
kita bakal membahas ya kejadian lain
yang dianggap sebagai keserakahan dari
Donald Trump ketika memimpin Amerika,
yaitu niat mereka ingin mencaplok
Greenland. Wah, ini kacau sih nih.
Kayaknya semua negara aja dicaplok. kita
bahas.
Jadi keesokan harinya setelah Amerika
menyerang Venezuela, Donald Trump
mengatakan kalau Amerika membutuhkan
Greenland dari segi keamanan nasional.
Menurut dia, Greenland sangat strategis
dan saat ini negara tersebut dipenuhi
oleh kapal-kapal Rusia dan Cina yang ada
di mana-mana katanya. Tapi kalian tahu
enggak, Geng, kalau minat Donald Trump
ke Greenland ini enggak muncul baru-baru
ini aja. Kalau kita lihat ke belakang,
Donald Trump itu udah pernah ngomong
soal ini. Pertama kali dia mengusulkan
ingin mencaplok Greenland itu di tahun
2019.
Yang mana kalau ini terjadi maka
Greenland bakal menjadi bagian dari
Amerika seperti Alaska. Ya, ketika itu
dia menawarkan dia ingin membeli
Greenland, tapi diberitahu bahwa pulau
itu tidak dijual untuk negara manapun.
Pada saat itu banyak warga Greenland
yang tidak setuju dan menentang rencana
dari Donald Trump. Dan menanggapi
ancaman dari Donald Trump, ya, James
Frederick Nilsen selaku Perdana Menteri
Greenland itu bilang kalau tidak ada
lagi tekanan, sindiran serta angan-angan
untuk melakukan aneksasi. Greenland
terbuka untuk berdialog. Namun hal
tersebut harus dilakukan melalui cara
yang tepat dan menghormati hukum
internasional. Sementara M. Frederiksen
selaku perdana menteri Denmark itu
bilang Amerika tidak memiliki hak untuk
mencaplok salah satu dari tiga negara di
kerajaan Denmark. Karena itu kan punya
Denmark tuh. Nah, jadi keinginan Donald
Trump itu ya jelas-jelas ditolak secara
mentah-mentah oleh kerajaan Denmark.
Nah, sekarang ya Donald Trump justru
secara terang-terangan kembali
mengungkit lagi ingin memiliki Denmark
dan tidak menyingkirkan kemungkinan
penggunaan kekuatan yang artinya dia
enggak segan-segan akan menyerang
Denmark. Padahal Denmark tuh sekutu
mereka loh, teman loh. Gila ya Donald
Trump ambisinya gila banget. Posisi
Trump tersebut sebenarnya mengejutkan
Denmark, Geng. Sebab negara ini adalah
sekutu NATO dan memiliki hubungan yang
sangat harmonis dengan Amerika
sebenarnya. Tapi yang jadi
pertanyaannya, kenapa sih Donald Trump
pengen banget punya Greenland, nyaplok
Greenland?
Jadi ceritanya ya kita tuh harus lihat
dulu nih, Geng, dari pendapatan negara
tersebut. Dikatakan ekonomi Greenland
itu bergantung pada perikanan dan
menerima subsidi besar dari pemerintah
Denmark. Tapi, Geng, dalam beberapa
tahun terakhir, minat terhadap sumber
daya alam Greenland, termasuk
penambangan mineral tanah jarang,
uranium, dan besi menjadi semakin
meningkat. Sumber daya tersebut jadi
lebih mudah diakses seiring dengan
pemanasan global yang menyebabkan
mencairnya lapisan es raksasa yang
menutupi pulau tersebut. Di sisi lain,
sumber daya mineral memang sudah jadi
fokus utama Donald Trump. Tapi, geng,
untuk konteks Greenland ini, Donald
Trump bilang kalau Amerika itu butuh
negara tersebut untuk keamanan nasional,
bukan untuk mineral. Nah, apa nih yang
dimaksud oleh Donald Trump? Keamanan
seperti apa? Jadi ceritanya nih ya, Cina
dan Rusia itu udah mulai memperkuat
kemampuan militer mereka di Arctik dalam
beberapa tahun terakhir. Informasinya ya
didapat lewat sebuah laporan dari Arctic
Institute. Laporan tersebut menyerukan
supaya Amerika lebih mengembangkan
kehadiran mereka di Arctik untuk
menyaingi pesaingnya yaitu Cina dan
Rusia tadi ya. Jangan sampai kalah di
daerah tersebut. Nah, Amerika udah lama
nih khawatir tentang kemungkinan Arctik
berubah menjadi arena persaingan antara
mereka dengan Rusia. Di bulan Mei tahun
2019, Mike Pompeu selaku menteri luar
negeri pada saat itu mengungkapkan
mereka khawatir bahwa samudra Aktik ini
berubah menjadi laut Cina Selatan yang
baru nantinya yang kental dengan
militerisasi dan klaim teritorial yang
saling bersaing. Rusia posisinya kuat di
Aktik melalui pangkalan militer, armada
laut dan kapal selam mereka serta armada
pemecah es bertenaga nuklir terbesar di
dunia yang memungkinkan operasi
sepanjang tahun. Rusia menjadikan rute
laut sebagai jalur strategis nasional
mereka, Geng. Hal ini disebabkan karena
Rusia menilai aktivitas NATO di kawasan
itu sebagai ancaman sehingga mereka
berkomitmen untuk memperkuat militer
mereka di wilayah tersebut. Sementara
Cina sudah menegaskan ambisinya dengan
menyebut diri sebagai negara yang dekat
dengan Arctik. Nah, sejak tahun 2018,
Cina udah mendorong gagasan membangun
jalan sutra di wilayah kutub yaitu polar
silk root dan juga Ice Silk Root.
Gagasan ini juga merupakan bagian dari
kerangka belt and root initiative atau
disingkat dengan BRI milik negara Cina.
Dokumen kebijakan Cina di Arctik ini
yaitu Chines Artic Policy yang dirilis
pada tahun 2018 yang mana disebutkan
pengembangan rute pelayaran Arctik itu
eh adalah bagian dari strategi mereka.
Pada tanggal 14 Oktober 2025, China
merayakan pelayaran e perdana mereka
atau pelayaran pertama mereka. yang
berhasil menembus jalur pelayaran Aktik
ini. Geng. Kepentingan keamanan Amerika
di Greenland ini sudah ada sejak jauh
sebelum ini. Jadi, ibaratnya nih kalau
kalian lihat ya enggak salah gitu
Amerika pengin banget nyaplok Greenland
karena mereka kan paling anti gitu ya
sama Rusia dan Cina. Ketika ada sesuatu
yang dikuasai oleh Cina dan Rusia ya
udah pasti mereka enggak mau kalah
apalagi Rusia gitu kan. Dulu aja kita
bisa lihat mereka perang dingin sama
Rusia. Perang teknologi agar bisa ke
Antariksa. Nah, ini ada satu daerah
wilayah persahabatan mereka ya, antara
Amerika dan Denmark bernama Greenland,
tapi malah dikuasai oleh Rusia dan Cina.
Ya, Amerika enggak tinggal diam. Jadi
ceritanya dulu saat Nazi Jerman
menduduki daratan Denmark selama perang
dunia kedua, Amerika itu berhasil
menduduki pulau Greenland ini dan
mendirikan pangkalan militer lengkap
dengan stasiun radio di sana. Setelah
perang, pasukan Amerika itu tetap berada
di Greenland, pangkalan luar angkasa
Pitufic ya, yang sebelumnya dikenal
dengan pangkalan udara Tool itu sudah
dioperasikan oleh Amerika sejak saat
itu. Pada tahun 1951, perjanjian
pertahanan dengan Denmark itu memberikan
Amerika peran yang signifikan di dalam
pertahanan wilayah tersebut, termasuk
hak untuk membangun dan memelihara
pangkalan militer. Dan menurut Mark
Jacobson, dosen di Royal Dennis Defense
College, jika Rusia mengirim misil ke
Amerika, rute terpendek untuk senjata
nuklir adalah melalui kutub utara dan
Greenland. Nah, itulah kenapa P2 fix
sangat penting di dalam mempertahankan
Amerika. Upaya Amerika untuk mendapatkan
Greenland juga sudah ada sebelum Donald
Trump menjadi presiden. Amerika sudah
beberapa kali mencoba untuk mengusir
Denmark dari Greenland dan mengambil
ahli wilayah tersebut sebagai bagian
dari Amerika atau setidaknya memiliki
kendali penuh atas Greenland. Di tahun
setelah membeli Alaska dari Rusia,
William H. Seward selaku Menteri Luar
Negeri Amerika memimpin negosiasi untuk
membeli Greenland dari Denmark tapi
gagal mencapai kesepakatan. Dan pada
tahun 1946, Amerika menawarkan untuk
membayar 100 juta dolar Amerika yang
saat ini setara dengan 1,2 miliar dolar
Amerika. Tapi pemerintah Denmark dengan
tegas menolak hal itu. Kurang lebih
begitu, Geng, ya. Kenapa Amerika seperti
sangat berambisi untuk memiliki
Greenland? Kalau dari kalimatnya sih ya,
bukan karena sumber daya, tapi melainkan
karena posisi Greenland yang sangat
menguntungkan bagi Amerika secara
geopolitik. Tapi karena saat ini sudah
ada mineral di Greenland, dipastikan
nantinya Amerika juga bakal memanfaatkan
hal itu dan dikeruk bagi kepentingan
mereka. Itulah yang dituduhkan oleh
dunia internasional saat ini atas
keinginan Amerika mencaplok Greenland.
Jadi bukan semata-mata ingin bersaing
dengan Rusia ataupun China.
Sekarang kita bakal lanjut ke dalam
pembahasan, yaitu sebuah gebrakan Donald
Trump yang lain yang benar-benar
kontroversial soal keputusannya dia
untuk mengeluarkan Amerika dari
organisasi internasional. Apa alasannya?
Kita bahas.
Ini berita yang paling menggemparkan
sih, Geng. Bisa-bisanya nih, Donald
Trump membuat Amerika keluar dari
organisasi internasional dan mencuat
pada hari Rabu malam tanggal 7 Januari
tahun 2025. Dikatakan kalau Donald Trump
resmi menandatangani dekrit yang menarik
diri atas Amerika keluar dari 35
organisasi non PBB dan 31 badan PBB. Ini
benar-benar kayak apa ya? Kayak anak
orang kaya lagi ngambek gitu, Geng. Ah,
gua enggak butuh lu. Gua cabut ah dari
tongkrongan ini. Ah, el gak berpihak ke
gua. Gua cabut ah dari tongkrongan ini.
Gua enggak butuh loh semua. Gua kaya,
gua kuat, gua bisa nangkap Maduro, gua
bisa sitak kapal Rusia. Gitulah kurang
lebih ya. Di saat itu pihak gedung putih
menjelaskan bahwa keputusan ini diambil
karena puluhan lembaga internasional
tersebut ya ibaratnya tuh puluhan dari
badan PBB dan non PBB tadi dinilai udah
enggak sejalan dengan kepentingan
nasional Amerika. Wah, egois banget ya.
Enggak sejalan dengan kepentingan
mereka, mereka cabut. Nah, menurut
Amerika, lembaga-lembaga tersebut
mendorong kebijakan iklim radikal, tata
kelola global, serta agenda ideologis
yang bertentangan dengan kedaulatan dan
kekuatan ekonomi Amerika. Organisasi
tersebut justru boros anggaran, katanya.
Dengan keluarnya Amerika ini, pemerintah
Amerika ingin menghentikan uang pajak
dari warga Amerika untuk lembaga-lembaga
tersebut dan mengalihkan dana itu ke
program lain yang dianggap lebih penting
dan bermanfaat demi kepentingan Amerika
sendiri. Jujur aja agak konyol ya, Geng,
pernyataan ini. Padahal sejauh ini ya
yang paling banyak menghabiskan anggaran
dari pajak warga negara Amerika itu
adalah perang yang diciptakan oleh
pemerintah mereka. Padahal kalau mereka
melaksanakan
ee kegiatan-kegiatan yang positif,
damai, beramal kayaknya gitu ya, atas
dukungan dari lembaga-lembaga tadi ya,
duitnya enggak akan habis sia-sia,
bermanfaat juga ya. Kita bisa lihat
berapa banyak mereka mengirimkan senjata
ke Ukraina, membantu Ukraina dalam
berperang melawan Rusia, ya kan. Nah,
itu aja kan dari hasil uang pajak warga
negara mereka yang dimanfaatkan.
Sementara di dalam negara mereka sendiri
homeless-nya masih banyak. Di Amerika
tuh masih banyak orang gak punya rumah,
Geng. Homeless tuh banyak. Jadi gak
semuanya kayak New York, gak semuanya
terlihat seperti California, Miami,
Florida, atau Las Vegas. Enggak. Kalian
cari aja tuh Philadelphia.
Orang-orangnya atau manusianya udah
kayak zombie semua. Dan di Amerika itu
kasus penembakan,
kasus orang-orang meninggoi karena
ditembak itu banyak banget. Tinggi
banget angkanya. Nah, makanya kalau di
luar mungkin banyak terlihat indah. Ya
memang indah banget sih Amerika tuh
indah gitu, tapi tidak sedikit juga yang
mencekam.
Terus, geng, sebelumnya Donald Trump
juga sudah memangkas sebagian besar
pendanaan sukarela ke mayoritas badan
PBB sebagai langkah kewaspadaan karena
sejumlah lembaga tersebut tidak berpihak
pada kepentingan Amerika. Dan di awal
pelantikannya sebagai Presiden Amerika
ke-47 tahun lalu, Donald Trump memangkas
pendanaan Amerika untuk PBB dan
menghentikan keterlibatan Amerika dengan
Dewan HAM PBB. memperpanjang penghentian
pendanaan untuk badan bantuan Palestina
yaitu UNRWA
dan keluar dari Badan Kebudayaan PBB
yaitu UNESCO dan WHO dan juga e
perjanjian iklim Paris. Donald Trump
sudah berulang kali, Geng,
mempertanyakan efektivitas biaya dan
akuntabilitas dari badan-badan tersebut
dengan alasan badan-badan tersebut
sering gagal melayani kepentingan
Amerika, katanya. Dan keputusan Amerika
Serikat ini dikritik oleh Siemens Steel
selaku kepala bidang iklim PBB. Dia ini
menilai langkah yang diambil oleh Donald
Trump ini adalah kesalahan besar yang
hanya akan merugikan Amerika dari segi
ekonomi. Mau itu soal lapangan kerja
sampai dengan standar hidup. Nah, ini
adalah kesalahan besar yang bakal
membuat Amerika jadi kurang aman dan
kurang sejahtera. Nah, sementara itu,
Antonio Guteres selaku sekretaris
jenderal PBB itu menyesalkan keputusan
Amerika untuk menarik diri dari berbagai
badan internasional tanpa menyebutkan
satu organisasi tertentu, Guteres
kemudian mengingatkan negara-negara
anggota tentang kewajiban hukum mereka
mendanai PBB. Terus ada juga keterangan
dari Peter Leiden selaku Wakil Kepala
Divisi Kebijakan Iklim Internasional
dari LSM Lingkungan Jerman Watch. Dia
menyebutkan langkah tersebut sebagai
kabar buruk baik karena hilangnya
pendanaan yang selama ini diberikan oleh
Amerika maupun karena substansi untuk
menyepakati kerja sama internasional
dalam menghadapi krisis iklim menjadi
jauh lebih sulit ketika negara sebesar
Amerika tidak ikut di dalam perundingan.
Nah, langkah terbaru dari Donald Trump
ini juga menuai kecaman dari para
pemimpin iklim di Amerika. Gina McCarty
ya pernah menjadi penasehat iklim
pertama di Gedung Putih dan saat ini
menjabat sebagai ketua koalisi aksi
iklim Amerika IS all in atau AIAI itu
menyebutkan kalau penarikan diri dari
UNFLC
sebagai keputusan yang picik, memalukan,
dan bodoh katanya. Menurut dia,
keputusan tersebut berarti melepaskan
kemampuan untuk mempengaruhi triliunan
dolar investasi, kebijakan, dan
keputusan yang seharusnya mendorong
perekonomian, serta melindungi rakyat
dari bencana yang terus menghantam
negara tersebut. Namun, McCarty
menegaskan kalau koalisi AiaI itu tetap
berkomitmen bekerja sama di tingkat
internasional untuk mewujudkan target
dari perjanjian Paris. Banyak yang
memandang dari sini Amerika terlihat
seperti enggak mau diatur. dia bahkan
rela keluar dari organisasi tersebut
yang sebenarnya penting bagi
kesejahteraan rakyatnya. Tindakan Donald
Trump seperti menunjukkan bahwa ya
Amerika tidak ingin tunduk dengan apapun
melainkan semuanya yang harus tunduk
adalah semua orang atau semua negara
terhadap Amerika. Nah, semua kearroganan
ini ya semakin terlihat. Apalagi ketika
Donald Trump kembali menjadi presiden.
Seolah-olah Amerika merasa tidak pernah
puas. selalu ingin memiliki hak dari
negara lain. Selalu ingin memiliki atau
menindas negara yang lebih lemah. Enggak
peduli apakah rakyat dari negara lain
menderita. Bahkan pemerintahannya Trump
ini saat ini sudah tidak lagi
mendengarkan warganya ketika menuntut
agar Amerika berhenti mendanai Isriwel.
Karena pajak mereka bukan dipakai untuk
kesejahteraan warganya, melainkan untuk
mendanai perang. Salah satunya perang
Isriwel dan perang Ukraina. Nah, keluhan
dari warga negaranya sendiri aja enggak
mau didengarkan, apalagi warga negara
lain ya. Maka dari itu, saat ini wajah
Amerika itu udah sangat jelek di mata
dunia. Terlepas dari betapa
mendominasinya negara ini. Banyak yang
udah muak dengan ya keputusan-keputusan
yang diambil oleh pemerintah mereka dan
segala arogansi yang mereka lakukan.
Saat ini Rusia, Cina, Korea Utara, dan
negara-negara aliansi lainnya mungkin
sudah sangat geram, namun tidak ingin
konfrontasi lebih lanjut karena tidak
ingin terjadinya perang dunia ketiga.
Tapi kalau mereka sudah muak dan
kesebaran mereka habis, perang dunia
cepat atau lambat ya bakal segera
terjadi ini, Geng. Karena mereka
negara-negara kuat.
Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini
mengenai Amerika yang dianggap terus
berambisi menaklukkan dunia hingga
melakukan berbagai aksi yang benar-benar
menggemparkan. Kira-kira gimana menurut
kalian, Geng, terkait pembahasan ini?
Coba tinggalkan komentar di bawah.