AMERIKA MULAI SENGGOL RUSIA ! SITA KAPAL TANKER & INGIN CAPLOK GREENLAND !
fAn-VQgdClA • 2026-01-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Nah, pihak Pentagon mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebutkan kalau operasi ini merupakan bagian dari upaya Donald Trump untuk menargetkan kapal-kapal yang mengancam keamanan dan stabilitas belahan bumi barat. Dalihnya kayak gitu. Nah, dari informasi yang diperoleh dari Caroline Levit selaku sekretaris pers Gedung Putih atau White House ya, para awak kapalnya itu bakal dibawa ke Amerika untuk diadili. Wah, ini makin ngamuk nih Putin, makin ngamuk nih orang-orang di kapal tersebut malah ditangkap. Geng, negeri pamansam Amerika semakin gila. Semakin wah enggak terkontrol sih ya kalau kita lihat pergerakan mereka. Enggak terkontrol dalam artian ya mengagetkan banyak negara. Karena negara yang sudah diakui sebagai negara adidaya ini dianggap semakin serakah. Nah, ini anggapan banyak negara di muka bumi yang mana melihat Amerika ingin mengambil sesuatu yang bukan hak mereka dan semakin merasa bahwa mereka adalah pihak yang pantas untuk menguasai dunia. Nah, itu anggapan dari masyarakat dunia saat ini. Bukan anggapan gua ya, Geng. Nah, jadi, Geng. Amerika dianggap enggak puas dengan menyerang Venezuela, menangkap Presiden Maduro. Ya, karena sebenarnya yang ingin mereka kuasai enggak cuma Venezuela atau wilayah Amerika Latin aja. Kalau bisa seluruh dunia takluk kepada mereka, ya mereka akan lakukan itu. Dan ini semua tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan Presiden Donald Trump yang setelah dia menjadi presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya. Meskipun saat ini dia adalah seorang politisi, namun background dia ya sebenarnya adalah pebisnis. Jadi dia melihat apa yang dia lakukan harusnya menguntungkan. Jadi jangan heran ya kenapa ketika seorang pebisnis berpolitik yang dilihat adalah keuntungan, bukan soal kemanusiaan lagi. Nah, dia memandang kebijakannya yang berlaku di negaranya saat ini merupakan strategi bisnis yang harus dijalankan agar bisa mendapatkan keuntungan dari sana. Nah, tindakan gila yang dia lakukan baru-baru ini adalah menangkap Presiden Maduro. Dan gak puas sampai di situ, tiba-tiba dia mengirimkan pasukan Amerika untuk menyita kapal tanker milik Rusia. Ini benar-benar udah enggak masuk akal lagi, Geng. Biliter Amerika Serikat menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia di Atlantik Utara pada Rabu 7 Januari. Tindakan tersebut diambil oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan Departemen Keamanan Dalam Negeri berkoordinasi dengan militer. Ya, seperti yang kita tahu ya, Rusia kalau udah menghadapi Amerika ini ibaratkan sumbuh pendek gitu, Geng. Mereka ya anti banget gitu dengar nama Amerika apalagi kalau udah mengusik negara mereka. yang mana apa yang dilakukan oleh Amerika saat ini atas perintah Donald Trump ini semacam secara enggak langsung aksi tersebut menjadikan sebuah isyarat kalau Amerika akan bertindak lebih jauh lagi dengan menyerang Rusia sebagai salah satu musuh terbesar bagi mereka. Bahkan ya enggak puas dengan sudah mendapatkan Venezuela, Donald Trump menyebutkan dia berencana ingin mencaplok Greenland. Nah, kabar ini itu benar-benar menggemparkan banyak orang. Ditambah lagi dengan sebuah keputusan yang benar-benar kontroversial yang terjadi, yaitu tiba-tiba Donald Trump menarik Amerika dari berbagai organisasi internasional yang mana salah satunya adalah mereka udah menarik diri dari PBB. Jadi Amerika bukan lagi anggota PBB sekarang, Geng. Padahal yang kita tahu ya, posisi Amerika di PBB sebagai anggota tetap Dewan keamanan PBB loh, Geng. Dan semua tindakan ini menunjukkan di bawah kepemimpinan Trump, Amerika semakin gila kekuasaan dan mau menunjukkan dominasinya terhadap negara lain. Sebenarnya banyak banget nih perubahan Amerika setelah dipimpin oleh Trump. Hal-hal yang menurut gua tuh enggak manusiawi itu banyak banget. Salah satunya terjadi di internal mereka sendiri. Kalau kalian tahu ya di Amerika tuh sekarang orang lagi ditangkap-tangkepin. Banyak banget videonya. Bahkan ada yang ditembak. Mereka yang ditangkap-tangkepin ini adalah orang-orang yang dianggap imigran ilegal. Nama yang sedang disorot banget ya atas perintah Donald Trump di saat ini adalah Ice, orang-orang imigrasinya di sana. Nah, tapi mungkin untuk pembahasan ICE ini kita akan bahas khusus nanti di episode selanjutnya. Untuk pembahasannya kali ini, kita bahas dulu yang menjadi topik hangat banget, yaitu ketika Donald Trump memerintahkan untuk menyita kapal tanker milik Rusia yang mana ini bisa memancing atau mematik perang dunia ketiga. Terus ambisi Donald Trump ingin menguasai Greenland juga. Dan ketika Donald Trump memilih untuk mengeluarkan Amerika dari PBB, wah ini benar-benar merinding nih. Perang dunia udah semakin di depan mata kayaknya. Di video kali ini kita bakal membahas itu semua. Langsung aja. Halo geng. Welcome back to Kamar Jerry Genggeng. Sepatu lari kalian berat skip aja nih. Sepatu enak buat dipakai namanya Eagle Alpha ST anti Gravffiti. Langkah lebih enteng, empuk, balik tenaga, dan stabil. Dipakai lari jauh aman, lari santai udah pasti nyaman. Ringan, fit di kaki enggak bikin capek. Desainnya keren dan harganya masih masuk akal. Jujur ini bukan gimmik, ini sepatu lari beneran. Gua enggak mungkin rekomendasiin kalian sesuatu yang belum gua coba atau belum gua pakai. Kalian bisa lihat ya, sepatu ini udah kotor banget karena setiap hari gua olahraga pakai sepatu ini. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu soal ketika Amerika menyita kapal tanker minyak milik Rusia. Nah, setelah menangkap Presiden Maduro, Amerika melancarkan operasinya untuk menguasai minyak Venezuela sepenuhnya. Kali ini Amerika tiba-tiba menangkap kapal tanker Rusia yang bernama Marinera di perairan Samudra Atlantik di dekat Islandia. Tanker tersebut ya mengangkut minyak dari Venezuela dengan tujuan Rusia, Geng. Operasi Amerika ini didukung oleh angkatan udara Inggris atau RAF dengan salah satu pesawat mereka. Nah, di dalam waktu 24 jam sebelum operasi, penerbangan pengawasan dari negara-negara barat terlihat di atas kapal tersebut. Termasuk pesawat dari pangkalan Amerika di Islandia serta pesawat RAF Rivet Joint dan P8 Poseidon dari Inggris yang biasanya mendeteksi kapal selam. Nah, di dalam langkah mereka tersebut ya Donald Trump berusaha mempertegas kekuasaannya atas minyak Venezuela. Jadi dia enggak peduli apapun yang berasal dari Venezuela mau itu punya Rusia dia sikat. Dia juga berniat ingin mengendalikan produksi dan penjualan minyak Venezuela dan dia mau memaksa pemerintah Venezuela untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat. Nah, pada hari Rabu tanggal 7 Januari kemarin, penjaga pantai Amerika dan pasukan khusus Amerika dengan dalih penegakan hukum itu tiba-tiba menangkap tanker marinera tersebut yang menolak pemeriksaan Amerika pada bulan lalu. Nah, di saat ini kapal tanker ini sudah ditangkap dalam posisi mengibarkan bendera Rusia. Penyitaan kapal tanker minyak berbendera Rusia oleh Amerika Serikat menawai kecapan keras dari Moscow. Jadi, geng Menteri Pertahanan Inggris yang bernama John Hely itu bilang langkah ini sebagai upaya global untuk menindak pelanggaran sanksi. Menurut Helyi, penangkapan ini ya beresiko bakal terjadinya konfrontasi dengan militer Rusia yang saat ini sedang berseberangan dengan Barat karena perang Rusia Ukraina. Nah, Pitt Hicket selaku Menteri Pertahanan Amerika itu menegaskan kalau blokade Amerika terhadap minyak Venezuela berlaku sepenuhnya, enggak terbatas di manapun. Jadi, benar-benar sudah dikuasai oleh mereka. Nah, pihak Pentagon mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebutkan kalau operasi ini merupakan bagian dari upaya Donald Trump untuk menargetkan kapal-kapal yang mengancam keamanan dan stabilitas belahan bumi barat. Dalihnya kayak gitu. Nah, dari informasi yang diperoleh dari Caroline Levit selaku sekretaris pers Gedung Putih atau White House ya, para awak kapalnya itu bakal dibawa ke Amerika untuk diadili. Wah, ini makin ngamuk nih Putin, makin ngamuk nih orang-orang di kapal tersebut malah ditangkap. Levit ini juga bilang kalau Amerika menganggap kapal tersebut tidak memiliki status kewarganegaraan atau stateless. Padahal jelas-jelas ya ee ada bendera Rusia ya kan mereka bilang, "Ah, enggak ada nih, ini palsu." gitu. Benderanya palsu. Mereka ini tanpa kewarganegaraan. Terus geng dilanjutkan lagi kalau kapal yang disita ini adalah kapal armada bayangan Venezuela, katanya. Tapi sementara itu kata JD Fans selaku wakil presiden Amerika, kapal ini menggunakan identitas palsu sebagai kapal Rusia. digunakannya identitas sebagai kapal Rusia supaya bisa meloloskan diri dari sanksi terhadap ekspor minyak Venezuela, katanya kayak gitu. Singkat cerita, setelah mengetahui kalau ada kapal tanker yang ditahan oleh Amerika, ya Rusia mengecam keras tindakan Amerika tersebut. Even Amerika udah bilang kalau itu cuma bendera palsu, tapi Rusia angkat bicara. Nah, gimana bisa dibilang palsu? Rusianya aja merespon gitu. Rusia melalui Kementerian Perhubungan mereka mengungkit terkait peraturan dalam konvensi hukum laut PBB tahun 1982 di mana dalam peraturan itu menyatakan kebebasan navigasi diberlakukan di samudra dan tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan untuk menangkap kapal resmi yang berada di bawah yurisdiksi sebuah negara. Kementerian Perhubungan Rusia menyebutkan kalau komunikasi dengan Marinera terputus setelah Amerika menyerbu kapal di perairan internasional. Jadi benar-benar Rusia bilang itu kapal mereka komunikasinya terputus gitu gara-gara Amerika yang nangkap. Sementara Amerika bilang ya itu bukan punya Rusia, palsu katanya. Nah, dari Kementerian Luar Negeri Rusia bilang kalau mereka itu punya informasi mengenai warga negara Rusia di antara awak kapal Marinera. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia yaitu Tes dan Ria Novosti, ya mereka menuntut agar Amerika memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap mereka, menghormati hak dan kepentingan mereka secara ketat, dan tidak menghalangi kepulangan mereka dengan cepat ke tanah air mereka, Rusia. Diingetin tuh sama Rusia. Terus sebelumnya juga, Geng, di hari yang sama penjaga pantai Amerika itu mencegat kapal lainnya, yaitu kapal tanker berbendera Panama yang mengangkut minyak Venezuela di timur laut Amerika Latin. Pejabat Amerika bilang kalau ini adalah penangkapan keempat dalam beberapa pekan terakhir. Menurut keterangan dari perusahaan minyak negara Venezuela yaitu PDVSA, kapal tanker berbendera Panama ini bermuatan penuh. Terus bagaimana nih tanggapan resmi dari pemerintah Rusia? Sampai gua syuting video ini disebutkan kalau Rusia belum memberikan tanggapan yang resmi terkait hal ini dikarenakan di sana sedang libur panjang dalam rangka merayakan Natal Ortodoks yang berlangsung setiap tanggal 7 Januari. Informasi lain yang gua dapatkan dari media The Guardian disebutkan kalau reaksi Rusia terhadap penyataan tersebut terbilang sangat tenang. Pemerintah Rusia ya sepertinya melanjutkan upayanya untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika di bawah pemerintahan Donald Trump dengan harapan mendapatkan dukungan di dalam pembicaraan mengenai Ukraina gitu. Nah, jadi walaupun sebagian pemerintahnya ada yang mulai respon dengan sinis soal penangkapan kapal tanker itu. Nah, tapi sebenarnya pemerintah Rusia sendiri memang sedang membangun hubungan baik nih sama pemerintahan Donald Trump. Tapi operasi Amerika tersebut kemungkinan bisa saja memperkeruh keadaan yang sebenarnya sudah mulai membaik dan akan semakin memperburuk hubungan Amerika dan Rusia yang sedang dibangun. Soalnya aksi ini terjadi di saat yang sensitif yaitu ketika negosiasi kemungkinan perdamaian di Ukraina masih berlangsung serta setelah Amerika menangkap Maduro yang mana selama ini dikenal sebagai sekutu lama Rusia. Jadi kan ada dua hal nih yang Rusia sesalkan gitu ya. Kenapa lu nyita kapal kita di saat kita lagi negosiasi damai nih? Kan Ukraina itu teman lu. Ya udah kita mau negosiasi damai. Yang kedua teman gua lagi lu tangkap yaitu Maduro lagi lo acak-acak negaranya. Tiba-tiba kapal gua lu ambil, lu tangkap, disenggol-senggol guanya. Nah, gitulah kurang lebih, Geng. Dari keterangan yang diperoleh ya, kapal yang disita oleh Amerika ini merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai armada bayangan oleh Amerika yang mana mereka mengangkut minyak untuk Rusia, Iran, dan Venezuela. Nah, kapal tersebut dikenai sanksi oleh Amerika pada tahun 2024 atas tuduhan membawa kargo ilegal untuk perusahaan milik Hizbullah, katanya. Laporan awal menunjukkan bahwa kapal tanker tersebut kosong setelah dalam perjalanan untuk mengambil minyak Venezuela sebelum akhirnya mengubah haluan. Tapi meskipun begitu, Rusia kayaknya itu udah melakukan upaya yang cukup besar untuk melindungi kapal itu, Geng. Tapi tetap aja ya direcokin Amerika dan berhasil ditahan oleh Amerika. Nah, sebenarnya, Geng, operasi untuk menangkap kapal ini enggak cuma dilakukan kemarin aja, melainkan udah ada sejak bulan Desember 2025. Cuma ketika itu awak kapalnya berhasil memukul mundur upaya penggeledahan oleh Amerika di dekat perairan Venezuela. Kapal itu kemudian berganti nama dari Belawan menjadi Marinera berbendera Rusia e dilukis di lambung kapal dan ditambahkan ke daftar registrasi perkapalan resmi Rusia gitu ceritanya. Dan kapel tanker tersebut meninggalkan Teluk Oman pada bulan November melintasi terusan Suat Gibraltar sebelum menyeberangi Samudra Atlantik pada awal Desember. Ketika tekanan Amerika terhadap Venezuela meningkat yang berpuncak pada penangkapan Maduro, kapal tersebut berhenti mendadak di dekat Karibia pada tanggal 15 Desember dan berbalik arah kembali menuju Eropa. Menurut para ahli transportasi laut nih, Geng. Perjalanan pulang Marinera ini melintasi Atlantik ya ini sangat aneh. Bukannya mengambil rute biasa melalui Selat Inggris, tapi kapal tanker ini justru berbelok tajam ke utara menuju bentangan samudra antara Islandia dan Irlandia. Menurut keterangan dari Mikail Zvinchak, seorang blogger militer berpengaruh yang memiliki hubungan dekat dengan Kementerian Pertahanan Rusia, dia bilang kalau keputusan untuk mengganti bendera kapal di bawah yurisdiksi Rusia sesaat sebelum kapal itu disita, itu sudah menempatkan Rusia dalam posisi yang sangat sulit, Geng. Dia bilang kalau langkah tersebut menjadi contoh awal untuk operasi lanjutan terhadap apa yang disebut dengan armada bayangan Rusia. Jadi bukan cuma di Samudra Atlantik, tapi juga di wilayah lain di dunia. Data pendaftaran kapal yang ditinjau oleh New York Times itu menunjukkan kalau setidaknya ada tiga kapal tanker minyak lain yang sebelumnya beroperasi di perairan Venezuela, tiba-tiba udah ganti bendera jadi bendera Rusia dalam beberapa minggu terakhir. Jadi memang kayak apa ya? Mereka berlindung di balik nama besar Rusia supaya mereka aman dari Amerika. Nah, hal ini menunjukkan adanya tren yang meningkat di mana Rusia memperluas pendaftarannya ke kapal-kapal yang terkena sanksi Amerika. ya, selain mereka bisa melindungi dan memperlancar urusan bisnis kapal itu ya karena kita tahu ya selama ini Amerika juga segen gitu mau main-main sama Rusia takutnya malah perang makin besar. Nah, tapi kali ini Amerika benar-benar udah kelewatan jadi mereka benar-benar memancing gitu kan. Dan seperti yang gua bilang sebelumnya sampai sejauh ini belum ada respon dari Rusia. Apakah ingin membalas apa yang dilakukan oleh Amerika atau ya udah mereka cuek aja. Dan karena sudah menyerang Venezuela yang merupakan sekutu dari Rusia sendiri, sekarang Amerika malah berani-beraninya menyerang kapal tanker milik Rusia dan Rusia belum mengambil tindakan. Nah, apakah nanti bakal ada potensi perang yang lebih besar lagi? Ya, kita lihat aja nanti, Geng. ya karena gak tahu nih kemarin sih gua sempat ngelihat iring-iringan mobil atau iring-iringan konvoya Pak Putin di Moskow itu kayak kencang banget gitu setelah kejadian penyitaan kapal tanker ini. Jadi kayaknya memang akan ada tindakan tapi ya seperti yang kita tahu ya Rusia biasa bertindak senyap, jarang bersuara lantang ya seperti Donald Trump. Kalau Donald Trump kan apapun yang dia rencanakan biasanya dia bakal sebutkan sampai jadi viral gitu. pengen nguasain Cuba lah, pengen nguasain Meksiko dan lain-lain. Jadi kurang lebih begitu, Geng. Kita tunggu aja nanti update-nya seperti apa. Nah, sekarang kita bakal membahas ya kejadian lain yang dianggap sebagai keserakahan dari Donald Trump ketika memimpin Amerika, yaitu niat mereka ingin mencaplok Greenland. Wah, ini kacau sih nih. Kayaknya semua negara aja dicaplok. kita bahas. Jadi keesokan harinya setelah Amerika menyerang Venezuela, Donald Trump mengatakan kalau Amerika membutuhkan Greenland dari segi keamanan nasional. Menurut dia, Greenland sangat strategis dan saat ini negara tersebut dipenuhi oleh kapal-kapal Rusia dan Cina yang ada di mana-mana katanya. Tapi kalian tahu enggak, Geng, kalau minat Donald Trump ke Greenland ini enggak muncul baru-baru ini aja. Kalau kita lihat ke belakang, Donald Trump itu udah pernah ngomong soal ini. Pertama kali dia mengusulkan ingin mencaplok Greenland itu di tahun 2019. Yang mana kalau ini terjadi maka Greenland bakal menjadi bagian dari Amerika seperti Alaska. Ya, ketika itu dia menawarkan dia ingin membeli Greenland, tapi diberitahu bahwa pulau itu tidak dijual untuk negara manapun. Pada saat itu banyak warga Greenland yang tidak setuju dan menentang rencana dari Donald Trump. Dan menanggapi ancaman dari Donald Trump, ya, James Frederick Nilsen selaku Perdana Menteri Greenland itu bilang kalau tidak ada lagi tekanan, sindiran serta angan-angan untuk melakukan aneksasi. Greenland terbuka untuk berdialog. Namun hal tersebut harus dilakukan melalui cara yang tepat dan menghormati hukum internasional. Sementara M. Frederiksen selaku perdana menteri Denmark itu bilang Amerika tidak memiliki hak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark. Karena itu kan punya Denmark tuh. Nah, jadi keinginan Donald Trump itu ya jelas-jelas ditolak secara mentah-mentah oleh kerajaan Denmark. Nah, sekarang ya Donald Trump justru secara terang-terangan kembali mengungkit lagi ingin memiliki Denmark dan tidak menyingkirkan kemungkinan penggunaan kekuatan yang artinya dia enggak segan-segan akan menyerang Denmark. Padahal Denmark tuh sekutu mereka loh, teman loh. Gila ya Donald Trump ambisinya gila banget. Posisi Trump tersebut sebenarnya mengejutkan Denmark, Geng. Sebab negara ini adalah sekutu NATO dan memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan Amerika sebenarnya. Tapi yang jadi pertanyaannya, kenapa sih Donald Trump pengen banget punya Greenland, nyaplok Greenland? Jadi ceritanya ya kita tuh harus lihat dulu nih, Geng, dari pendapatan negara tersebut. Dikatakan ekonomi Greenland itu bergantung pada perikanan dan menerima subsidi besar dari pemerintah Denmark. Tapi, Geng, dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap sumber daya alam Greenland, termasuk penambangan mineral tanah jarang, uranium, dan besi menjadi semakin meningkat. Sumber daya tersebut jadi lebih mudah diakses seiring dengan pemanasan global yang menyebabkan mencairnya lapisan es raksasa yang menutupi pulau tersebut. Di sisi lain, sumber daya mineral memang sudah jadi fokus utama Donald Trump. Tapi, geng, untuk konteks Greenland ini, Donald Trump bilang kalau Amerika itu butuh negara tersebut untuk keamanan nasional, bukan untuk mineral. Nah, apa nih yang dimaksud oleh Donald Trump? Keamanan seperti apa? Jadi ceritanya nih ya, Cina dan Rusia itu udah mulai memperkuat kemampuan militer mereka di Arctik dalam beberapa tahun terakhir. Informasinya ya didapat lewat sebuah laporan dari Arctic Institute. Laporan tersebut menyerukan supaya Amerika lebih mengembangkan kehadiran mereka di Arctik untuk menyaingi pesaingnya yaitu Cina dan Rusia tadi ya. Jangan sampai kalah di daerah tersebut. Nah, Amerika udah lama nih khawatir tentang kemungkinan Arctik berubah menjadi arena persaingan antara mereka dengan Rusia. Di bulan Mei tahun 2019, Mike Pompeu selaku menteri luar negeri pada saat itu mengungkapkan mereka khawatir bahwa samudra Aktik ini berubah menjadi laut Cina Selatan yang baru nantinya yang kental dengan militerisasi dan klaim teritorial yang saling bersaing. Rusia posisinya kuat di Aktik melalui pangkalan militer, armada laut dan kapal selam mereka serta armada pemecah es bertenaga nuklir terbesar di dunia yang memungkinkan operasi sepanjang tahun. Rusia menjadikan rute laut sebagai jalur strategis nasional mereka, Geng. Hal ini disebabkan karena Rusia menilai aktivitas NATO di kawasan itu sebagai ancaman sehingga mereka berkomitmen untuk memperkuat militer mereka di wilayah tersebut. Sementara Cina sudah menegaskan ambisinya dengan menyebut diri sebagai negara yang dekat dengan Arctik. Nah, sejak tahun 2018, Cina udah mendorong gagasan membangun jalan sutra di wilayah kutub yaitu polar silk root dan juga Ice Silk Root. Gagasan ini juga merupakan bagian dari kerangka belt and root initiative atau disingkat dengan BRI milik negara Cina. Dokumen kebijakan Cina di Arctik ini yaitu Chines Artic Policy yang dirilis pada tahun 2018 yang mana disebutkan pengembangan rute pelayaran Arctik itu eh adalah bagian dari strategi mereka. Pada tanggal 14 Oktober 2025, China merayakan pelayaran e perdana mereka atau pelayaran pertama mereka. yang berhasil menembus jalur pelayaran Aktik ini. Geng. Kepentingan keamanan Amerika di Greenland ini sudah ada sejak jauh sebelum ini. Jadi, ibaratnya nih kalau kalian lihat ya enggak salah gitu Amerika pengin banget nyaplok Greenland karena mereka kan paling anti gitu ya sama Rusia dan Cina. Ketika ada sesuatu yang dikuasai oleh Cina dan Rusia ya udah pasti mereka enggak mau kalah apalagi Rusia gitu kan. Dulu aja kita bisa lihat mereka perang dingin sama Rusia. Perang teknologi agar bisa ke Antariksa. Nah, ini ada satu daerah wilayah persahabatan mereka ya, antara Amerika dan Denmark bernama Greenland, tapi malah dikuasai oleh Rusia dan Cina. Ya, Amerika enggak tinggal diam. Jadi ceritanya dulu saat Nazi Jerman menduduki daratan Denmark selama perang dunia kedua, Amerika itu berhasil menduduki pulau Greenland ini dan mendirikan pangkalan militer lengkap dengan stasiun radio di sana. Setelah perang, pasukan Amerika itu tetap berada di Greenland, pangkalan luar angkasa Pitufic ya, yang sebelumnya dikenal dengan pangkalan udara Tool itu sudah dioperasikan oleh Amerika sejak saat itu. Pada tahun 1951, perjanjian pertahanan dengan Denmark itu memberikan Amerika peran yang signifikan di dalam pertahanan wilayah tersebut, termasuk hak untuk membangun dan memelihara pangkalan militer. Dan menurut Mark Jacobson, dosen di Royal Dennis Defense College, jika Rusia mengirim misil ke Amerika, rute terpendek untuk senjata nuklir adalah melalui kutub utara dan Greenland. Nah, itulah kenapa P2 fix sangat penting di dalam mempertahankan Amerika. Upaya Amerika untuk mendapatkan Greenland juga sudah ada sebelum Donald Trump menjadi presiden. Amerika sudah beberapa kali mencoba untuk mengusir Denmark dari Greenland dan mengambil ahli wilayah tersebut sebagai bagian dari Amerika atau setidaknya memiliki kendali penuh atas Greenland. Di tahun setelah membeli Alaska dari Rusia, William H. Seward selaku Menteri Luar Negeri Amerika memimpin negosiasi untuk membeli Greenland dari Denmark tapi gagal mencapai kesepakatan. Dan pada tahun 1946, Amerika menawarkan untuk membayar 100 juta dolar Amerika yang saat ini setara dengan 1,2 miliar dolar Amerika. Tapi pemerintah Denmark dengan tegas menolak hal itu. Kurang lebih begitu, Geng, ya. Kenapa Amerika seperti sangat berambisi untuk memiliki Greenland? Kalau dari kalimatnya sih ya, bukan karena sumber daya, tapi melainkan karena posisi Greenland yang sangat menguntungkan bagi Amerika secara geopolitik. Tapi karena saat ini sudah ada mineral di Greenland, dipastikan nantinya Amerika juga bakal memanfaatkan hal itu dan dikeruk bagi kepentingan mereka. Itulah yang dituduhkan oleh dunia internasional saat ini atas keinginan Amerika mencaplok Greenland. Jadi bukan semata-mata ingin bersaing dengan Rusia ataupun China. Sekarang kita bakal lanjut ke dalam pembahasan, yaitu sebuah gebrakan Donald Trump yang lain yang benar-benar kontroversial soal keputusannya dia untuk mengeluarkan Amerika dari organisasi internasional. Apa alasannya? Kita bahas. Ini berita yang paling menggemparkan sih, Geng. Bisa-bisanya nih, Donald Trump membuat Amerika keluar dari organisasi internasional dan mencuat pada hari Rabu malam tanggal 7 Januari tahun 2025. Dikatakan kalau Donald Trump resmi menandatangani dekrit yang menarik diri atas Amerika keluar dari 35 organisasi non PBB dan 31 badan PBB. Ini benar-benar kayak apa ya? Kayak anak orang kaya lagi ngambek gitu, Geng. Ah, gua enggak butuh lu. Gua cabut ah dari tongkrongan ini. Ah, el gak berpihak ke gua. Gua cabut ah dari tongkrongan ini. Gua enggak butuh loh semua. Gua kaya, gua kuat, gua bisa nangkap Maduro, gua bisa sitak kapal Rusia. Gitulah kurang lebih ya. Di saat itu pihak gedung putih menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena puluhan lembaga internasional tersebut ya ibaratnya tuh puluhan dari badan PBB dan non PBB tadi dinilai udah enggak sejalan dengan kepentingan nasional Amerika. Wah, egois banget ya. Enggak sejalan dengan kepentingan mereka, mereka cabut. Nah, menurut Amerika, lembaga-lembaga tersebut mendorong kebijakan iklim radikal, tata kelola global, serta agenda ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi Amerika. Organisasi tersebut justru boros anggaran, katanya. Dengan keluarnya Amerika ini, pemerintah Amerika ingin menghentikan uang pajak dari warga Amerika untuk lembaga-lembaga tersebut dan mengalihkan dana itu ke program lain yang dianggap lebih penting dan bermanfaat demi kepentingan Amerika sendiri. Jujur aja agak konyol ya, Geng, pernyataan ini. Padahal sejauh ini ya yang paling banyak menghabiskan anggaran dari pajak warga negara Amerika itu adalah perang yang diciptakan oleh pemerintah mereka. Padahal kalau mereka melaksanakan ee kegiatan-kegiatan yang positif, damai, beramal kayaknya gitu ya, atas dukungan dari lembaga-lembaga tadi ya, duitnya enggak akan habis sia-sia, bermanfaat juga ya. Kita bisa lihat berapa banyak mereka mengirimkan senjata ke Ukraina, membantu Ukraina dalam berperang melawan Rusia, ya kan. Nah, itu aja kan dari hasil uang pajak warga negara mereka yang dimanfaatkan. Sementara di dalam negara mereka sendiri homeless-nya masih banyak. Di Amerika tuh masih banyak orang gak punya rumah, Geng. Homeless tuh banyak. Jadi gak semuanya kayak New York, gak semuanya terlihat seperti California, Miami, Florida, atau Las Vegas. Enggak. Kalian cari aja tuh Philadelphia. Orang-orangnya atau manusianya udah kayak zombie semua. Dan di Amerika itu kasus penembakan, kasus orang-orang meninggoi karena ditembak itu banyak banget. Tinggi banget angkanya. Nah, makanya kalau di luar mungkin banyak terlihat indah. Ya memang indah banget sih Amerika tuh indah gitu, tapi tidak sedikit juga yang mencekam. Terus, geng, sebelumnya Donald Trump juga sudah memangkas sebagian besar pendanaan sukarela ke mayoritas badan PBB sebagai langkah kewaspadaan karena sejumlah lembaga tersebut tidak berpihak pada kepentingan Amerika. Dan di awal pelantikannya sebagai Presiden Amerika ke-47 tahun lalu, Donald Trump memangkas pendanaan Amerika untuk PBB dan menghentikan keterlibatan Amerika dengan Dewan HAM PBB. memperpanjang penghentian pendanaan untuk badan bantuan Palestina yaitu UNRWA dan keluar dari Badan Kebudayaan PBB yaitu UNESCO dan WHO dan juga e perjanjian iklim Paris. Donald Trump sudah berulang kali, Geng, mempertanyakan efektivitas biaya dan akuntabilitas dari badan-badan tersebut dengan alasan badan-badan tersebut sering gagal melayani kepentingan Amerika, katanya. Dan keputusan Amerika Serikat ini dikritik oleh Siemens Steel selaku kepala bidang iklim PBB. Dia ini menilai langkah yang diambil oleh Donald Trump ini adalah kesalahan besar yang hanya akan merugikan Amerika dari segi ekonomi. Mau itu soal lapangan kerja sampai dengan standar hidup. Nah, ini adalah kesalahan besar yang bakal membuat Amerika jadi kurang aman dan kurang sejahtera. Nah, sementara itu, Antonio Guteres selaku sekretaris jenderal PBB itu menyesalkan keputusan Amerika untuk menarik diri dari berbagai badan internasional tanpa menyebutkan satu organisasi tertentu, Guteres kemudian mengingatkan negara-negara anggota tentang kewajiban hukum mereka mendanai PBB. Terus ada juga keterangan dari Peter Leiden selaku Wakil Kepala Divisi Kebijakan Iklim Internasional dari LSM Lingkungan Jerman Watch. Dia menyebutkan langkah tersebut sebagai kabar buruk baik karena hilangnya pendanaan yang selama ini diberikan oleh Amerika maupun karena substansi untuk menyepakati kerja sama internasional dalam menghadapi krisis iklim menjadi jauh lebih sulit ketika negara sebesar Amerika tidak ikut di dalam perundingan. Nah, langkah terbaru dari Donald Trump ini juga menuai kecaman dari para pemimpin iklim di Amerika. Gina McCarty ya pernah menjadi penasehat iklim pertama di Gedung Putih dan saat ini menjabat sebagai ketua koalisi aksi iklim Amerika IS all in atau AIAI itu menyebutkan kalau penarikan diri dari UNFLC sebagai keputusan yang picik, memalukan, dan bodoh katanya. Menurut dia, keputusan tersebut berarti melepaskan kemampuan untuk mempengaruhi triliunan dolar investasi, kebijakan, dan keputusan yang seharusnya mendorong perekonomian, serta melindungi rakyat dari bencana yang terus menghantam negara tersebut. Namun, McCarty menegaskan kalau koalisi AiaI itu tetap berkomitmen bekerja sama di tingkat internasional untuk mewujudkan target dari perjanjian Paris. Banyak yang memandang dari sini Amerika terlihat seperti enggak mau diatur. dia bahkan rela keluar dari organisasi tersebut yang sebenarnya penting bagi kesejahteraan rakyatnya. Tindakan Donald Trump seperti menunjukkan bahwa ya Amerika tidak ingin tunduk dengan apapun melainkan semuanya yang harus tunduk adalah semua orang atau semua negara terhadap Amerika. Nah, semua kearroganan ini ya semakin terlihat. Apalagi ketika Donald Trump kembali menjadi presiden. Seolah-olah Amerika merasa tidak pernah puas. selalu ingin memiliki hak dari negara lain. Selalu ingin memiliki atau menindas negara yang lebih lemah. Enggak peduli apakah rakyat dari negara lain menderita. Bahkan pemerintahannya Trump ini saat ini sudah tidak lagi mendengarkan warganya ketika menuntut agar Amerika berhenti mendanai Isriwel. Karena pajak mereka bukan dipakai untuk kesejahteraan warganya, melainkan untuk mendanai perang. Salah satunya perang Isriwel dan perang Ukraina. Nah, keluhan dari warga negaranya sendiri aja enggak mau didengarkan, apalagi warga negara lain ya. Maka dari itu, saat ini wajah Amerika itu udah sangat jelek di mata dunia. Terlepas dari betapa mendominasinya negara ini. Banyak yang udah muak dengan ya keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah mereka dan segala arogansi yang mereka lakukan. Saat ini Rusia, Cina, Korea Utara, dan negara-negara aliansi lainnya mungkin sudah sangat geram, namun tidak ingin konfrontasi lebih lanjut karena tidak ingin terjadinya perang dunia ketiga. Tapi kalau mereka sudah muak dan kesebaran mereka habis, perang dunia cepat atau lambat ya bakal segera terjadi ini, Geng. Karena mereka negara-negara kuat. Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai Amerika yang dianggap terus berambisi menaklukkan dunia hingga melakukan berbagai aksi yang benar-benar menggemparkan. Kira-kira gimana menurut kalian, Geng, terkait pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories