Transcript
1rnIXi9l--A • DOES THE MAJORITY OF RELIGION LIKE TO MAKE TROUBLE? TURNS OUT THIS IS THE CAUSE
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1647_1rnIXi9l--A.txt
Kind: captions
Language: id
Nah, tapi anehnya setelah 4 hari dia ada
di sana dan dia ikut festival dengan
mengenakan pakaian khas India, dia malah
didatangi oleh beberapa orang lokal yang
minta diberkati oleh Jack. Udah jadi
nabi nih Jack. Gua lihat-lihat ya.
Alasannya ya karena Jack ini memiliki
tato dewa Siwa di lengan kirinya. Cuma
gara-gara itu,
Geng. Kembali lagi kita bakal membahas
tentang isu-isu yang ada di muka bumi
ini. Yah, ini seru nih. Gua yakin banget
kalian udah baca dari judul dan
thumbnail-nya. Mungkin eh ketika kalian
baca judul dan thumbnail-nya, kalian e
terprovokasi untuk marah-marah. Ada ya,
ada yang kayak gitu ya. atau kalian
ketrigger ingin mengeluarkan
komentar-komentar yang pedas-pedas gitu.
Nah, tahan dulu nih, tahan dulu. Oke.
Pembahasan kita ini bukan untuk menebar
kebencian. Pembahasan kita ini murni
sebagai edukasi supaya kita bisa lebih
membuka mata lagi tentang fenomena yang
ada di muka bumi ini. Dan kita semua
bisa melihat secara luas, lebih besar
lagi berpikirnya dan paham ya soal
penalaran sebuah kejadian atau fenomena.
Terutama untuk kita orang Indonesia dan
juga orang Malaysia dan juga orang
Brunei dan sekitarnya ya. yang mana kita
bisa lihat di negara kita dan negara
tetangga kita pasti banyak
kelakuan-kelakuan aneh dari warganya.
Padahal ya secara background orang-orang
ini atau masyarakat ini adalah orang
beragama dan kebanyakan orang-orang yang
melakukan hal-hal aneh ini adalah dari
orang-orang yang beragama mayoritas di
negara tersebut. Nah, kok bisa yang
terspotlight, yang terlihat seolah-olah
agama paling religius, agama paling
besar di negara itu, tapi orang-orangnya
justru yang paling bermasalah? Ya, kita
contohkan aja ada tokoh agama yang
diperlakukan kelewat spesial sampai
kakinya diciumlah, sampai air kobokan
tangannya diminumlah atau sebagainya ya
kan? Masih banyak nih kelakuan-kelakuan
di luar nalar dari seseorang yang
berasal dari agama mayoritas di sebuah
negara. Tapi sayangnya nih, Geng ya.
Banyak sekali orang yang berpikir ketika
dia melihat seseorang itu berbuat salah
yang akan dicari terlebih dahulu
agamanya apa. Padahal kan kalau secara
logikanya itu enggak ada hubungannya.
Setiap manusia itu punya sifat yang
berbeda-beda. Tergantung dari
background-nya dia tinggal di mana ya,
lingkungannya seperti apa, pendidikannya
seperti apa, ajaran di dalam keluarganya
seperti apa. Nah, sementara untuk agama
sebenarnya tidak melulu menentukan sifat
seorang manusia. Karena kalau di dalam
agama, agama mana pun nih ya, mau itu
Yahudi, mau itu Kristen, Islam, Hindu,
Buddha, semuanya mengajarkan kebaikan.
Nah, tapi ketika seseorang berbuat salah
itu artinya tanggung jawab dia sendiri.
Ada yang setuju enggak? Setuju enggak?
Setuju enggak? Kalau setuju coba deh
tinggalkan komentar di bawah. Nah, tapi
kenapa ketika ada seseorang yang berbuat
salah yang dilihat itu adalah agamanya
dan di saat itu juga orang-orang akan
menyamaarakan
bahwa semua orang dari agama yang sama
adalah orang yang salah seperti orang
yang berbuat masalah tersebut. Nah, ini
kan sebuah stigma atau stereotype yang
sebenarnya tidak boleh kita pelihara di
dalam kehidupan. Di video kali ini gua
pengin ngajak kalian untuk memahami ya
kenapa agama mayoritas di sebuah negara
pasti akan terlihat lebih apa ya, kayak
lebih terspotlight. Yang jahatnya banyak
kelihatan, yang baiknya juga ada. Tapi
kebanyakan yang dibicarakan adalah yang
jahatnya atau yang negatifnya. Kalau
udah ada berita negatif, oh, ini pasti
nih dari agama ini nih. Nah, giliran
yang baik-baiknya enggak pernah dibahas.
Nah, kenapa demikian? Ya, karena manusia
memang lebih cenderung mengingat,
melihat, atau membahas, bercerita
sesuatu yang kontroversi, negatif, yang
mana itu ya bisa menjadi sebuah bahan
yang membuat dopaminnya meledak gitu,
Geng. Ya kan? Nah, jadi orang-orang tuh
suka bergosip tuh karena itu tuh karena
kayak ketika dia bergosip tuh rasanya eh
gitu ya kan enak banget gitu, meledak.
gitu dopaminnya langsung klimak di
kepalanya. Nah, hari ini pembahasan gua
benar-benar pengen ngajak kalian untuk
lebih objektif melihat sebuah kejadian
karena akan sangat mudah mendapatkan
atau menemukan si baik dan si jahat dari
agama mayoritas di dalam sebuah negara
karena jumlahnya banyak, Geng. Nah,
sekarang gua pengen ngasih kalian
contoh-contoh kejadian
kekonyolan-kekonyolan di muka bumi ini
yang disebabkan oleh orang-orang yang
berasal dari agama mayoritas. Nah, kita
enggak cuma akan melihat di negara kita.
Kita akan berkeliling dunia. Kita coba
lihat di masing-masing negara dengan
masing-masing agama mayoritasnya. Benar
enggak ya pelaku-pelaku kejahatan atau
pelaku-pelaku hal konyol anehnya di sana
atau hal-hal negatif di sana adalah si
agama mayoritas tersebut? Nah, sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasannya.
Langsung aja kita bahas nih, Geng. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar Jiri,
[musik]
Genggeng. Sepatu lari kalian berat. Skip
aja nih sepatu enak buat dipakai.
Namanya Eagle Alpha Estti Gravffiti.
Langkah lebih enteng, empuk, balik
tenaga, dan stabil. Dipakai lari jauh
aman, [musik] lari santai udah pasti
nyaman, ringan, fit di kaki enggak bikin
capek. Desainnya keren dan harganya
masih masuk akal. Jujur ini bukan
gimmik, ini sepatu lari beneran. Gua gak
mungkin rekomendasiin kalian sesuatu
yang belum gua coba atau belum gua
pakai.
Kalian bisa lihat ya, sepatu ini udah
kotor banget karena setiap hari gua
olahraga pakai sepatu ini. Oke, mungkin
ya kalian akan marah-marah dulu nih ke
gua di kolom komentar. Tapi enggak
apa-apa karena tujuan gua di sini adalah
untuk sama-sama belajar. Gua biarkanlah
kalian marah-marah. Tapi kalau misalkan
kalian objektif orangnya, kalian akan
mendengar dengan seksama sampai terakhir
ya. Nah, untuk pembahasan pertama
mungkin kita enggak bahas dulu tentang
negara kita, kita bahas dulu negara
orang. Kita awali dulu dengan negara
India. Apa nih agama mayoritas di India?
Kalian sudah tahu ya, agamanya adalah
agama Hindu. Bagaimana kelakuan-kelakuan
unik orang-orang agama mayoritas di
India? kita bahas.
Nah, sebenarnya nih, Geng ya, tanpa
perlu dijelaskan panjang lebar ya,
beberapa dari kalian yang mungkin aktif
di sosial media sudah tahu beberapa
kelakuan-kelakuan konyol dari
orang-orang agama mayoritas di India.
Kita awali dengan sungai Gangga. Nah,
sungai yang dianggap suci di India. Tapi
ya banyak orang yang mempertanyakan eh
kenapa tempat suci seperti Sungai Gangga
malah masuk ke dalam kategori sungai
terkotor di dunia? Ini benar-benar
kontradiktif, Geng. Bagaimana bisa
sungai yang dianggap suci tapi di sisi
lain menjadi sungai terkotor? Gimana
enggak kotor? Karena ternyata ya
orang-orang di sana yang background-nya
beragama Hindu menganggap Sungai Gangga
suci sehingga mereka sangat bergantung
terhadap sungai Gangga itu. Semua hal
dilakukan di sana. mencuci baju, mandi,
eek pipis, sampai buang abu hasil dari
pembakaran jenazah pun di sana. Jadi
saking dianggap sucinya, mereka udah
enggak mikir lagi itu bersih atau
enggak. Jadi semuanya dilakukan di sana.
Dan kebayang enggak tuh, Geng, ada yang
mandi, [musik] tapi ada juga yang buang
eek di sana sampai buang abu jenazah di
sana. Ya, bukannya bersih tubuh kalian
ya. Kalau mungkin menurut kepercayaan
mereka secara spiritual itu bersih, ya.
secara batin mereka bersih setelah mandi
air itu. Tapi, tapi ini ya, tapi secara
medis itu benar-benar kotor ya kan. Nah,
tapi apa boleh buat, Geng? Tidak ada
yang bisa menganggap kalau itu salah
karena itu adalah bagian dari mensucikan
diri yang dipercaya oleh agama mayoritas
di sana. Jadi, kalau orang di luar
negara menganggap itu jorok, itu
negatif, itu apa, enggak bisa. Karena
kenapa? Itulah tadi mayoritas orang di
sana, mayoritas pemeluk agama di sana
menganggap itu bersih.
Nah, oke. Nah, mungkin dari sini kita
bisa agak apa ya mencerna ini dengan
membandingkan apa yang ada di negara
kita. Nah, kenapa kalian suka protes nih
ya? Woi, ngapain percaya sama si Ano
sama si Inu atau ngapain lu masih ikut
pengajian ini, pengajian itu? Ya kan?
Ini kita berbicara mayoritas Islam nih.
Nah, mau bagaimanapun, Geng, ya, pada
akhirnya kita bisa melihat pemeluk agama
mayoritas akan mempunyai jalan mereka
sendiri untuk percaya dengan apa yang
mereka imani. Nah, jadi ketika kalian
menyalahkan, "Wah, agama ini kan memang
seperti ini." Itu artinya kalian sedang
menyamaaratakan atau menstigmakan,
menstereotypkan sebuah agama berdasarkan
kelakuan manusianya. Padahal belum tentu
semua pemeluk agama itu berkelakuan sama
dengan orang yang kalian lihat. Nah,
kita contohkan aja apa yang dilakukan
oleh umat Hindu India. Apakah sama
dengan yang dilakukan oleh umat Hindu di
negara lain? Gua enggak perlu sebutin
dari negara mana, tapi kalian bisa cek
sendiri apakah sama. Ya, belum tentu.
Nah, oke. Enggak cuma itu nih, Geng, ya.
Ada lagi nih kelakuan orang-orang dengan
agama mayoritas di India yang juga
membuat orang luar enggak habis pikir.
Ada jemaah di sebuah kuil yang ada di
daerah [musik] Frindavan. Nah, Frindavan
ini bukan cuma julukan memes untuk
India, tapi memang ada nama daerahnya.
Di saat itu mereka rela mengantri demi
bisa meminum air yang menetes dari
patung gajah yang dianggap suci.
Videonya ada. Air tersebut mereka yakini
sebagai caran amrit atau air suci dari
kaki Dewa Krishna. Padahal nyatanya air
itu ya adalah tetesan air yang berasal
dari AC bocor. Dan saking banyaknya
orang-orang yang rela mengantri
berdesak-desakan untuk bisa minum air
tersebut, pihak berwenang kuil
mengeluarkan klarifikasi dan
berkali-kali memberitahu kepada para
jemaah mereka kalau air tersebut cuma
air AC yang bocor. Nah, gimana tuh,
Geng, menurut kalian? Orang yang berasal
dari agama mayoritas di sebuah negara,
kalian bisa lihat yang anehnya ada, tapi
yang baiknya juga banyak. Ya, kita bisa
melihat orang-orang pintar dari India
banyak banget artis-artis Bollywood yang
cantik-cantik yang modern memeluk agama
yang sama dengan orang-orang yang
ngambil air ASI tadi juga banyak banget.
Nah, tapi kenapa banyak orang yang
melihat bahwa perilaku orang-orang dari
agama mayoritas di India seolah-olah
bodoh banget, negatif banget. Ya itu
tadi sangat gampang untuk menemukan si
baik dan si jahat yang berasal dari
agama mayoritas di sebuah negara. Tuh,
geng jawabannya.
Nah, jadi kalau lu ke India lu tahu ya
konyolnya dari agama apa. Nah, kalau lu
ke Indonesia lu tahu juga konyolnya dari
agama apa. Terus kalau lu ke daerah
Amerika Latin, Venezuela, Brazil, lu
masih tahu yang konyol dari agama apa?
Nanti kita bakal bahas deh. Nah,
sekarang kita lanjut lagi nih, Geng.
Terus, Geng, ada juga nih, Geng, orang
dari agama mayoritas India yang
berbondong-bondong datang ke sebuah
lokasi di mana ada air yang keluar dari
dalam tanah. Mereka menganggap suci air
itu padahal itu adalah air yang bocor
dari pipa. Nah, ini kejadiannya sama
kayak air AC tadi. Enggak berhenti
sampai di situ, ada lagi kuil motor
namanya. Orang-orang di sana malah
nyembah motor, Geng. Kuil tersebut
diberi nama Balet Babas Temple. Awal
mulanya ya, kuil ini bisa muncul karena
ada sebuah cerita kecelakaan motor yang
sangat mengerikan dan misterius yang
terjadi pada bulan Desember 1991 di
Rajastan, India. Om Bana nama si
pengendara yang tewas karena kehilangan
kendali enggak lama setelah dia menabrak
sebuah pohon dengan menggunakan motor e
Royal Enfield Ballet 300 ya. Nah,
setelah kejadian itu, polisi langsung
membawa motor tersebut sebagai barang
bukti atas kejadian mengerikan itu. Tapi
anehnya di pagi hari setelah kejadian
entah gimana bisa ya motor tersebut
tiba-tiba [musik] balik lagi secara
misterius ke tempat kejadian.
Ya, kalau di Indonesia kejadiannya
mungkin akan dianggap itu kayak gaib
lah, ada hantu dan kejadiannya kayak
gitu, Geng. Bahkan setelah polisi sudah
menggembok itu motor dan mengeluarkan
seluruh bahan bakarnya udah diperas gitu
e bensinnya, tapi motor itu tiba-tiba
secara misterius, secara gaib bisa balik
lagi ke tempat kejadian. Nah, ini enggak
tahu apakah ini cerita asli atau memang
ada orang yang mencoba untuk
mengarang-ngarang cerita atau
men-setting itu semua. Tapi tiba-tiba
banyak yang percaya kalau arwah dari Om
Bana masih berada di motor tersebut. Dan
atas dasar inilah perbedaannya ya ketika
orang-orang dari agama mayoritas di
India mengetahui adanya arwah yang masih
bergentayangan. Ya kalau di Indonesia
udah pasti kan orang-orang bakal masuk
channel RJL5 atau channel-channel horor
gitu ya untuk menceritakan kejadian itu
karena itu kejadian ee gaib hantu gitu
kan. Nah, tapi di sana warga setempat
justru malah datang ke lokasi tersebut
disembah geng. lokasi kecelakaan ya itu
ramai dengan orang-orang yang berdoa
untuk keselamatan mereka, minta jimat
dan lain-lain. Dan selain itu, Balet
Babas Temple ini dibangun akhirnya agar
setiap tahunnya pengunjung datang ke
sana untuk memberikan penghormatan
kepada sepeda motor dan pengendaranya
yang sudah meninggoi.
Polisi kemudian merantai motor tersebut,
mengempiskan [musik] bannya hingga
mengosongkan tangki bensinnya. Namun
lagi-lagi motor tersebut kembali hilang
dan ditemukan di lokasi kecelakaan.
Dan di antara mereka banyak yang membawa
berbagai macam benda sebagai tanda
penghormatan seperti bunga, ada yang
uang, ada yang sumbangan untuk
menghadang bala selama perjalanan
mereka. Nah, jadi dengan kata lain
mereka meminta pertolongan agar
diberikan keselamatan ya kepada sepeda
motor bekas kecelakaan [musik] itu. Unik
kan? Unik makanya. Nah, terus enggak
berhenti sampai di situ? Bahkan ya
menurut gua ini paling aneh sih. Kita
tahu ya kalau di negara kita Indonesia
ada beberapa tempat yang kalau
kedatangan bule itu bakal minta foto
karena merasa kayak wah beda banget gitu
wajahnya cakep misalkan gitu kan. Karena
kan kita ini bekas jajahan Belanda ya.
Kalau ngelihat bule itu kayak ya
seolah-olah kastanya lebih tinggi dari
kita pribumi. Padahal kan enggak begitu.
Nah di India ya juga sama. Ternyata
orang-orang dari agama mayoritas di
India malah ada yang nyembah bule. Bukan
ngajak foto atau nge-fans doang, tapi
nyembah bule. Nama buleenya itu adalah
Jack. Dia ini adalah seorang turis asal
Birmingham, Inggris. Dia liburan ke
India karena dia kagum dengan budaya.
Sekaligus ee dia mau ikut festival
tahunan di India. Nah, tapi anehnya
setelah 4 hari dia ada di sana dan dia
ikut festival dengan mengenakan pakaian
khas India, dia malah didatangi oleh
beberapa orang lokal yang minta
diberkati oleh Jack. Udah jadi nabi nih,
Jack. Gua lihat-lihat ya. Alasannya ya
karena Jack ini memiliki tato dewa Siwa
di lengan kirinya. Cuma gara-gara itu.
Nah, jadi dari sini kita bisa paham
bahwa apapun bisa disembah di sana.
Terus, Geng, ada lagi nih, Geng. yaitu
sebuah sekte yang mana sekte di India
ini dianggap sesat ya, yaitu sekte Hindu
Agori karena mereka melakukan
makan kotoran sendiri dan melakukan
hubungan tidak senonoh di depan umum.
Nah, ini udah pernah gua bahas nih,
Geng, ya. Buat kalian yang penasaran
bisa nonton video gue yang ini.
Nah, ternyata ya kesesatan ekstremisme
enggak cuma berasal dari satu agama yang
kalian tahu doang ya. Sering kan tuh
orang-orang nuduh tuh, "Wih, agama sesat
nih ya. Wih, agama ekstrem nih." Nah,
ternyata di Hindu juga ada, Geng.
Ternyata, ya. Nah, terus, Geng, bukan
cuma itu, orang-orang Hindu India juga
melakukan diskriminasi terhadap agama
lain. Salah satu diskriminasi yang
dilakukan adalah terhadap Islam. Nah,
pada tahun 2023, pemukiman muslim di
distrik Nuh, negara bagian Haryana di
India Utara itu dihancurkan menggunakan
bulldozer. Nah, insiden tersebut terjadi
setelah kejadian kekerasan pecah di
distrik Nuh antara kaum Hindu dan Muslim
yang dimulai setelah Pawa yang dipimpin
oleh organisasi Hindu garis keras yang
mengaku dilempari batu ketika melewati
distrik Nuh tersebut. Nah, ini enggak
tahu nih tuduhannya benar atau enggak
dilempari batu atau cuma provokasi. Dan
setelah berita ini tersebar, kekerasan
juga akhirnya pecah di daerah Guru Gram,
tepatnya di luar kota Delhi. Ada
sebanyak enam orang yang meninggal dunia
di Nuh dan guru Gram setelah perusuh
membakar sejumlah toko dan kendaraan
serta ada satu masjid. Beberapa hari
kemudian, bulldoernya didatangkan ke
kawasan pemukiman penduduk Nuh untuk
merobohkan ratusan bangunan dengan
alasan bangunan tersebut dibangun secara
ilegal. Nah, tindakan ini baru berhenti
setelah 4 hari pada tanggal 7 Agustus
2023 setelah Pengadilan Tinggi Negara
bagian mengeluarkan pemberitahuan kepada
pemerintah terkait pembongkaran itu
karena dilakukan tanpa adanya perintah
dan pemberitahuan. sebelumnya. Sehingga
masalah hukum dan ketertiban digunakan
sebagai dalih untuk merobohkan bangunan
tanpa mengikuti prosedur yang sudah
ditetapkan oleh hukum. Pengadilan juga
bertanya apakah negara bagian sedang
melakukan latihan pembersihan etnis
dengan menargetkan bangunan yang
sebagian besar dimiliki oleh orang-orang
Islam. Dari sini kita bisa lihat ya,
beda negara beda diskriminasi. Di India
mayoritasnya orang Hindu yang
mendiskriminasi agama lain. Ya, kalau
kalian lihat di negara kita, kalian
bingung kayak kenapa sih orang agama
ini, orang agama itu mendiskriminasi
agama minoritas? Nah, ternyata hal ini
template, Geng. Di negara lain juga sama
ternyata. Bahkan di India, diskriminasi
ini enggak cuma dialami oleh orang Islam
dari orang Hindu, tapi juga orang-orang
Kristen yang ada di India juga mengalami
diskriminasi oleh orang-orang Hindu
India. Kita lihat contohnya pada bulan
Desember kemarin 2025 ada momen yang
sangat dinanti-nantikan oleh umat
Kristen ya karena mereka merayakan Natal
dan biasanya menjalang Natal sudah ada
yang mulai memasang atau memakai atribut
Natal seperti pohon Natal dan memakai
topi Santa Claus. Tapi geng, pada
tanggal 22 Desember kemarin di kawasan
Lachpat Nagar Delhi saat itu ada
sejumlah anggota Bajrangd namanya.
Mereka mengancam perempuan dan anak-anak
yang mengenakan topi santa. Mereka
menuduh adanya upaya permurtadan agama.
Nah, ini permurtadan ini alias apa ya?
kayak ee mencoba untuk membuat
orang-orang keluar dari agama mayoritas
di sana, yaitu agama Hindu. Jadi mereka
menuduh ya ada aksi kristenisasi. Jadi
ada aksi ee semacam misionaris yang
ingin membuat orang-orang agama Hindu
pindah ke agama Kristen itu tuduhannya.
Mereka menuduh ya para perempuan dan
anak-anak tadi dipaksa meninggalkan
agama Hindu dan di saat itu mereka
mengusir perempuan dan anak-anak
tersebut dari area pasar tempat di mana
sedang ya dipasang atribut-atribut Natal
tadi. Dan insiden ini mencerminkan tren
yang semakin meningkat di India. Tren
yang dimaksud ini adalah tren di mana
kelompok sayap kanan India yaitu Hindu
nasionalis yang menargetkan perayaan
Natal di ruang publik India. Jadi
semuanya diserang dan sampai saat ini
enggak ada laporan resmi yang diajukan
terkait kejadian ini, Geng.
sudah jauh.
Nah, itu adalah salah satu contoh kasus
pertama tentang sebuah agama mayoritas
yang melakukan hal-hal aneh, unik, dan
diskriminasi terhadap minoritas di
negara mereka tersebut. Oke, sekarang
gimana nih, Geng? Udah mulai kebuka
belum pemikiran kalian tentang bagaimana
si baik dan si jahat di sebuah negara
sangat mudah kita temukan di dalam
kelompok mayoritas agama tertentu?
Hm, gimana tuh? Ah, sekarang kita bakal
masuk dan beralih ke contoh yang lain.
Nah, kali ini kita pindah negara mungkin
ya. Pindah negara sekaligus pindah
agama. Kalau tadi kita membahas India
dengan mayoritas Hindunya, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan
negara-negara dengan mayoritas agama
Nasrani, agama Kristen, Katolik dan
sebagainya. Apakah ketika mereka menjadi
mayoritas di sebuah negara juga
diereotypan dengan hal-hal negatif,
dengan hal-hal yang enggak baik? kita
coba bahas.
Oke. Jadi kita tahu ya, Geng, kalau
kelompok lagi bet itu tidak dibenarkan
di dalam semua agama, termasuk agama
Kristen, agama Nasrani sendiri. Tapi
saat ini mulai ada orang-orang lagi
betah
agama, Geng. Bahkan ada yang secara
terang-terangan menyebut diri mereka
sebagai pendeta loh, Geng. Ya, enggak
cuma pendeta sih, kemarin juga ada kita
sempat bahas ee pemuka agama Islam atau
ustaz yang mengaku dia adalah ustaz lagi
bet nih kalau kalian mau lihat nih
pembahasannya. Nah, tapi karena ini kita
bahas Nasrani, kita bahas yang
Nasraninya aja. Jadi, geng si pendeta
lagi BT ini ya namanya itu adalah
Russian Kimble. Di dalam artikel lain
dia disebutkan sebagai Rushing Kimble.
Ini ada dua nama lah. Dia diketahui
merupakan pendeta dari gereja Broadway
United Methodis di Orlando, Florida. Di
dalam salah satu ibadahnya, dia membuka
kesempatan kepada jemaahnya untuk
memberikan usulan nama Drag, yaitu
sebuah praktik yang dikenal di dalam
dunia lagi bet di mana seseorang
kebanyakan adalah pria itu harus
berdandan dengan cara feminim dan
memilih nama panggung sebagai drag
queen. Wah anjir. Dia ini mengenakan
jubah dengan motif pelangi, geng, dan
salib yang juga dihiasi ee warna pelangi
yang mana pelanginya itu adalah simbol
yang lekat dengan komunitas lagi bet.
Dan dalam kesempatan itu si Kimbel ini
ya ee dia menegaskan bahwa dia bangga
dengan identitas sebagai lagi bett
sebagai penyuka sesama dan bahkan dalam
salah satu momen khotbahnya dia sebagai
pendeta, Kimbel ini mengungkapkan rasa
terima kasih dia kepada penata rias yang
merias wajahnya dia dalam kesempatan
tersebut.
Cucok. [tertawa]
Nah, itu baru satu tuh kelakuan nyeleneh
dari seseorang yang berasal dari agama
mayoritas di sebuah negara. Jadi, saking
mayoritasnya dia di sana ya, kelakuan
nyeleneh tersebut seolah-olah terlihat
ya yang salah adalah agamanya ya kan.
Padahal mah itu kan pribadinya dia.
Terus ini ada salah satu contoh lagi
nih, Geng. Nah, ini mungkin agak melekat
dengan kita ya. agak dekat dengan kita
sebagai orang Indonesia ketika melihat
sifat atau kelakuan aneh pemuka agama
Nasrani yang satu ini. Kenapa ya gua eh
reminder sedikit ke kalian kalian tahu
kan di Indonesia itu ada pemuka agama
mayoritas ya ee karena agama mayoritas
kita di Indonesia adalah Islam. Nah,
kalian pernah lihat enggak ada beberapa
oknum pemuka agama Islam di Indonesia
yang suka nyiprat-nyipratin air ke
jemaahnya terus dia menganggap itu
adalah doa ibadah.
Ya, dan pernah kejadian juga ada yang
pengobatan nih ya. Gua enggak tahu itu
dia apa ya. Pokoknya tampilannya tuh ya
muslim banget gitu. Tapi pengobatannya
tuh pakai senjata mainan yang mungkin
bisa ditampilin nih sama editor gua
videonya.
Setelah selesai dibacakan lantunan ayat,
wanita tersebut pun tampak berteriak dan
histeris di depan Ustaz Raffi.
Ternyata hal ini ya kekonyolan ini kalau
di negara kita lagi-lagi yang menjadi
komentar netizen yang disalahin itu
adalah agama Islam. Nah, bagaimana
dengan kejadian yang satu ini nih, Geng?
Ini kejadiannya di luar negeri. Kalian
coba lihat.
Nah, di situ kalian bisa lihat ya, ada
seorang pendeta yang nyipratin air ke
para jemaahnya menggunakan senjata
mainan. Nah, jadi itu bukan sebuah
lelucon. Itu dianggap sebuah part dari
ibadahnya. Nah, dari sini kan kita bisa
lihat yang salah bukan agamanya, tapi si
oknum pendeta tersebut. Aneh kan apa
yang dia lakukan? Nah, terus ada lagi
nih, Geng. Seorang pendeta lain. Nah,
ini kayaknya di wilayah Afrika ya. Si
pendeta ini kayak pakai jurus gitu,
Geng. Dan salah satu jemaahnya sampai
tersungkur-sungkur ke lantai. Terus ada
lagi di mana di dalam sebuah praktik
ibadah, pendetanya itu seperti menonjok
ke arah ee jemaahnya. Tapi enggak nonjok
beneran kayak nonjok angin, kayak ada
ilmu tenaga dalam dan jemaahnya pada
jatuh kayak de jafu ya. Kayak pernah
kejadian di negara mana gitu ya. Terus
ada lagi sebuah rangkaian peribadatan di
mana para jemaahnya diminta untuk
mencium telapak kaki dari patung bayi.
Dan yang terakhir nih, ada video dari
jemaah yang sedang mengantri ingin
dicipratkan air suci dari si pemuka
agamanya, dari pendetanya yang biasanya
airnya itu cuma sedikit aja yang
dicipratkan ke wajah mereka. Nah, tapi
kali ini airnya justru banyak banget
sampai diguyur. Nah, malah jadi kayak
cuci muka. Nah, itu adalah salah satu
contoh, Geng, keanehan dan keunikan dari
para pemeluk agama ya di negara
masing-masing yang mana agama itu
menjadi agama mayoritas di sana. Nah,
jadinya mereka sangat terspotlight,
sangat terlihat keanehan tersebut. Nah,
terus seperti sebelumnya kita sudah
bahas di agama Hindu. Ternyata ketika
agama Hindu menjadi agama mayoritas di
India, nah ada diskriminasi yang
dilakukan oleh umat Hindu terhadap agama
lain. Dan tidak terkecuali nih, Geng.
Agama Nasrani pun ketika para umatnya
menjadi mayoritas di sebuah negara ya
juga melakukan diskriminasi terhadap
penganut agama lain. Nah, ini terjadi di
tanggal 27 Juni 2023. Ketika itu ada
seorang remaja laki-laki berusia 17
tahun bernama Nahel yang meninggal dunia
di daerah Nenter. Tulisannya itu
Nantere. Ini koreksi gua kalau salah
dalam mengucapkan ya. Lokasinya ini
adalah di pinggiran Paris. Kejadiannya
itu dia dioor oleh polisi. Menurut
laporan dari media lokal, Nahel ini di
saat itu sedang mengendarai sebuah mobil
sewaan dan melanggar beberapa peraturan
lalu lintas. Bukannya diberhentikan dan
dikenakan sanksi, malah di saat itu
polisi langsung mendor sampai tewas.
Nah, karena kejadian inilah memicu
demonstrasi massal di seluruh Prancis
yang mana ternyata isu ini berkenaan
dengan agama dari si korban yaitu dia
berasal dari kelompok agama minoritas.
Ketika dia berbuat kesalahan ya
seolah-olah tidak ada ampun atau
seolah-olah tidak ada toleransi langsung
didoor oleh petugas yang berasal dari
agama mayoritas. Nah, anggapan
orang-orang di saat itu ya ini adalah
isu SARA karena dia dari agama minoritas
makanya dia diperlakukan seperti itu.
Nah, itu adalah salah satu bentuk contoh
diskriminasinya, Geng. Nah, terus, Geng,
ada lagi kejadian lain. Ini terjadi di
Jerman, ya, belum lama ini. Ketika itu
ada aksi solidaritas pro terhadap
Palestina di negara tersebut. Yang
menarik perhatian dari kejadian ini,
tiba-tiba ada seorang polisi Jerman ya
yang mendekati seorang perempuan muslim
dan dia langsung menarik jilbabnya dari
belakang. Ni kalian lihat videonya ada
salutnya nih, Geng. Perempuan tersebut
dengan tegas menolak perlakuan tersebut.
Dia berulang kali meminta agar dia tidak
disentuh dan jilbabnya tidak ditarik.
Nah, dia mengecam tindakan polisi
tersebut sebagai bentuk pelecehan dan
tidak menghormati dia sekaligus menuntut
aparat merasa malu atas sikap mereka.
Aksi polisi ini terekam di dalam video
yang tadi ya. Enggak lama dari itu mulai
banyak yang menyatakan bahwa apa yang
dilakukan oleh polisi Jerman tersebut
sangat memalukan dan enggak pantas
menyentuh-nyentuh perempuan muslim
dengan cara yang enggak beretika seperti
itu. Nah, di sini kalian bisa lihat ya,
Geng, ketika sebuah agama menjadi
minoritas di negara tertentu, ya
perlakuan dari orang agama mayoritasnya
sama aja. Jadi jangan heran kalau
misalkan kalian bilang, "Wei, kenapa di
Indonesia orang-orang ini melarang kami
bangun rumah ibadah?" Gini gini gini.
yaitu tadi ketika jumlah umatnya sangat
banyak, maka si baik dan si buruknya
udah pasti banyak berasal dari agama
tersebut. Yang mana pada akhirnya si
buruknya ini merasa superior karena dia
merasa ya gua mayoritas di sini anggota
gua banyak. Padahal tidak semua anggota
yang dia anggap atau umat yang dia
anggap sama seperti dia, beragama
seperti dia, punya pemikiran yang buruk
seperti dia juga gitu, Geng. Oke, itu
kita sudah memberikan contoh dari agama
Nasrani. Ketika agama Nasrani menjadi
mayoritas di sebuah negara, ternyata
banyak juga umatnya yang melakukan
semena-mena terhadap umat agama
minoritas. Nah, sekarang baru nih kita
masuk ke dalam pembahasan negara kita.
Mungkin ini agak seru buat kalian ya
ketika kalian melihat contoh-contoh yang
relate dan dekat dengan ee kehidupan
kalian. Nah, sekarang kita masuk ke
dalam kelakuan oknom-oknum dari agama
mayoritas di Indonesia, yaitu agama
Islam.
Oke, sebelumnya semoga enggak ada yang
tersinggung ya dengan pembahasan ini.
Karena yang gua bahas ini adalah
berdasarkan apa yang gua lihat di media
dan gua bisa menunjukkan ke kalian
video-videonya. Nah, jadi kita akan
membahas negara kita Indonesia. Karena
kita orang Indonesia pasti kita semua
sudah tahu bagaimana kelakuan
orang-orang di negara kita yang
kebanyakan terindikasi beragama Islam ya
kan alias umat muslim. Nah, tapi perlu
diketahui umat Islam sendiri itu juga
terbagi ke banyak organisasi. Ada yang
Muhammadiyah, ada NU, ada Perti. Ya, di
kampung gua tuh ada Perti namanya. Terus
ada lagi, ada lagi banyak beberapa. Nah,
masing-masing organisasi ini punya
pemahaman masing-masing. Meskipun
mazhabnya masih sama. Di negara kita,
seperti yang kita tahu, netizen senang
banget tuh mancing-mancing provokasi,
baik itu di TikTok, YouTube, atau
Instagram dengan kalimat tebak agama.
Wah, itu paling sering tuh kan kata-kata
itu muncul di sebuah postingan yang
berhubungan dengan kasus-kasus tertentu.
Entah kenapa banyak netizen-netizen yang
iseng mengaitkan kejadian-kejadian
negatif dengan agama si pelaku. Tebak
agama dari agama mana atau wah dasar
mayoritas suka menindas minoritas dan
lain-lain. Nah, di dalam hal ini kita
kembali lagi dengan kalimat gue yang
sebelumnya. Ketika sebuah agama menjadi
mayoritas di suatu negara, maka akan
sangat mudah mendapatkan si baik dan si
buruk di dalam agama tersebut karena
jumlahnya yang dominan. Nah, di
Indonesia sendiri karena mayoritasnya
muslim, mayoritasnya Islam, banyak
kejadian-kejadian atau fenomena-fenomena
yang sebenarnya agak menyimpang dari
ajaran agama dan juga
pendidikan-pendidikan dasar yang
dianggap kayak ini enggak sesuai dengan
adabnya gitu. kita contohkan salah
satunya adalah banyak sekali ya
kejadian-kejadian di mana sebuah
organisasi atau sebuah kelompok yang
memperlakukan pemuka agama udah layaknya
eh maaf ya ada yang bilang udah kayak
Tuhan, ada yang bilang udah kayak Nabi
dan segala macamlah. Bahkan rasa hormat
kepada pemuka agama itu lebih daripada
rasa hormat kepada orang tua kandung.
Misalkan kayak mencium kaki pemuka
agama, yang lebih gila meminum air bekas
kobokan dari pemuka agama itu. Ada juga
mencium tempat duduk bekas duduknya
pemuka agama. Bahkan ada yang lebih
gila. Nah,
aroma bekas kotoran dari pemuka agama
tersebut juga dihirup. Itu ada.
Cium. Cium. Jangan pakai dididikin.
Cium.
Ini cium. Mahal khwahnya beliau.
Ini mahal khwahnya ibadahnya beliau.
Semua ini rela dilakukan oleh mereka.
Katanya segala sesuatu yang pernah
melekat diri pemuka agama tersebut bisa
membawa berkah. Katanya agar mendapatkan
berkahnya maka ya para pengikutnya ini
harus menghirupnya, menciumnya. Dan
bahkan yang lebih gila tahu kan yang di
sana yang mama Gufron sampai mencium
umatnya terus diludahin ke mulutnya. Nih
ada adegan nih.
Apakah itu tidak aneh? Aneh kan? Nah,
pada akhirnya yang disalahkan siapa?
Apakah individunya? Enggak. Yang
disalahkan adalah agamanya. Karena
konteksnya di situ orang ini sedang
mensyiarkan agama yang disalahkan ya
agama yang dia syiarkan yaitu Islam. Dan
terus ya pernah juga waktu itu sempat
ramai ada ee heboh-hebohnya helai rambut
yang diklaim milik Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Sampai-sampai banyak
orang ingin memegang rambut itu bahkan
sampai nangis-nangis meskipun enggak
tahu apakah itu beneran rambut
Rasulullah atau bukan. Ya, masalahnya di
Arab sendiri gak ada yang kayak kayak
gini. Ini kenapa di Indonesia ada rambut
Rasul bisa sampai ke Indonesia? Itu
gimana caranya? Enggak cuma rambut, ada
juga video yang memperlihatkan jemaah ya
yang mencium sendal dan juga sorban yang
diklaim milik Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Ini dari mana juga nih
asalnya? Ini koreksi gua ya, Geng. Kalau
misalkan gua salah, kita sebagai umat
Islam tentu harus mencintai Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam dan juga
mengimani setiap perintahnya di dalam
Islam. ya kan sebagai salah satu
nabiullah apalagi Rasulullah ini yang
mengajarkan atau memperkenalkan Islam ke
umat manusia gitu ya. Nah, tapi ya
jangan sampai terlalu berlebihan apalagi
mencium benda-benda yang belum tentu
benar-benar milik beliau. Bahkan beliau
sendiri ya mengatakan apapun yang
berhubungan dengan beliau itu harus
disederhanakan. Bahkan kuburannya saja
sebenarnya beliau itu minta untuk tidak
dibesar-besarkan, tidak pakai nisan yang
mewah-mewah. Enggak. Karena beliau
maunya yang sederhana. Nah, sekalipun
itu adalah Rasulullah ya jangan sampai
ada yang menyembah. Sebab Rasulullah
tetap utusan Allah, bukan Allah itu
sendiri atau bukan Tuhan gitu. Kalau
kita ke makam Rasulullah, kita tidak
diperbolehkan untuk berdoa menghadap ke
makamnya. Dan tidak boleh juga berdoa
kepada Rasulullah. Tapi berdoa untuk
Rasulullah boleh, selawat gitu tuh
boleh. Nah, di sana diwajibkan atau
diharuskan berdoa hanya kepada Allah
Subhanahu wa taala. Nah, jika ada yang
melakukan pelanggaran berdoa ke makam
Rasulullah atau berdoa meminta kepada
Rasulullah, nah itu kan udah salah tuh.
Nah, ini bisa dianggap sebagai syirik.
Bahkan di sana, Geng, ya. Enggak boleh
ada yang menundukkan badan seperti kayak
menghormati makam gitu. Itu enggak boleh
ada. Kalau di Indonesia kan ada tuh ya,
makam keramat harus dihormati, harus
sambil nunduk. Nah, di makam Rasulullah
aja tidak diperbolehkan seperti itu. Dan
tidak boleh ada yang meminta berkah di
makam Rasulullah. Nah, di sana itu makam
ya makam dibersihkan ya dibersihkan,
disucikan ya disucikan tempatnya. Tapi
tidak boleh diperlakukan selayaknya ya
sesuatu yang benar-benar sakral banget
harus disembah. Enggak ada. Sementara
berbanding terbalik dengan apa yang
terjadi di negara kita Indonesia yang
mana di sini mayoritasnya memang umat
Islam. Di Indonesia kita sering
menjumpai beberapa aliran yang dianggap
ya aneh, menyimpang, tapi membawa nama
agama Islam. Nah, contohnya aja ada yang
sangat terkenal sempat kita bahas juga
dulu inisialnya aliran sesat az ya gua
enggak bisa nyebutin secara jelas. Nah,
di mana aliran ini salah satu ajarannya
adalah memperbolehkan jemaah perempuan
berada di syaf terdepan di belakang imam
pada saat salat Idul Fitri. Nah, ini
aneh banget. Dan pada saat itu pemimpin
pondok pesantrennya ya yang berinisial
PG mengatakan bahwa praktik tersebut
merupakan mazhab Soekarno. Si ada tuh
mazhab Soekarno. Semenjak kapan Presiden
Soekarno mengeluarkan mazhab kayak gitu,
tuh aneh banget. Dan di sana juga azan
yang dikumandangkan oleh pengikut dari
pesantren itu juga berbeda dengan azan
yang selama ini kita dengar pada
umumnya. Sampai ada salam Yahudinya
juga. Di dalam ajaran di Pondok
Pesantren AZ ini salat juga tidak wajib
dikarenakan Indonesia masih dianggap
jahiliah katanya. Kesesatan ini berasal
dari mana ya? Berasal dari mayoritas.
Terus geng ada lagi ya ini yang paling
menyimpang banget sih ya yang gua
sebutkan sebelumnya Mama Gufron ya yang
menyebutkan kalau dia bisa bahasa semut,
video call dengan malaikat, bisa bahasa
Suryani, dan pernah dipanggil oleh 44
bidadari.
kacau ada aja. Dan masih banyak lagi
barisan-barisan pemuka-pemuka agama lain
yang benar-benar menyimpang. Ada yang
bertitel Gus ya kan yang mencium-cium
bocil-bocil. Ada yang Gus di atas mimbar
sambil ya selawat atau pengajian
ramai-ramai gitu menghina tukang este
berbicara hal-hal yang seksualitas. Nah,
dari sini kita sudah bisa lihat ya,
Geng, kemiripannya ya. Apa yang terjadi
di Indonesia dengan agama mayoritas
Islam dan yang terjadi di India dengan
agama mayoritas Hindu dan juga Eropa
serta sampai Afrika dengan mayoritas
agama Kristen atau umat Nasraninya.
ketika orang-orang yang berasal dari
agama mayoritas ini ya melakukan hal-hal
yang diskriminatif ya hal-hal yang ee
agak tidak sesuai dengan norma manusia
pada umumnya ya akhirnya yang disalahkan
adalah agama itu. Nah, di Indonesia
sendiri salah satu hal yang paling
diskriminatif yang sering sekali terjadi
adalah ketika umat Islam di sebuah
daerah tidak mengizinkan umat Kristen
atau umat agama lain membangun rumah
ibadah. Dan itu adalah rahasia umum.
Banyak sekali kita menemukan itu. Nah,
akhirnya yang disalahkan apa? Agamanya.
Padahal belum tentu ya penganut agama
Islam atau umat muslim di satu wilayah
itu ya sama sifatnya dengan umat muslim
di wilayah lain. Dan akhirnya muncul
sebuah kalimat kayak gini, "Ya, enggak
semua muslim kayak gitu, tapi semua yang
kayak gitu adalah muslim." Benar enggak?
Benar. Kenapa? Ya, karena di Indonesia
mayoritasnya muslim. Kalau kalian ke
India, kalimat itu juga berlaku. Enggak
semua umat Hindu seperti itu. Tapi yang
seperti itu umat Hindu, ya. Kalau kalian
di India, nah kalau kalian ke Brazil,
Meksico, Venezuela, ya kan atau
negara-negara yang mayoritasnya umat
Kristen, umat Katolik, ya kalimat itu
juga berlaku. Enggak semua orang Kristen
atau orang Katolik begitu, tapi semua
yang begitu umat Kristen dan Katolik. Ya
mau gimana, mayoritas di negara tersebut
isinya adalah orang dari agama tersebut,
Geng. Dan itulah yang terjadi. Oke,
sekarang kita akan ke agama selanjutnya,
ya. Hal-hal negatif yang dilakukan oleh
oknum-oknum agama Buddha ketika mereka
menjadi mayoritas di sebuah negara.
Kalau India menjadi negara mayoritas
Hindu terbesar, maka kalau kita
berbicara tentang Buddha berarti kita
harus ke Thailand, ya kan? di mana bisa
dikatakan mereka menjadi salah satu
negara dengan mayoritas pengikut agama
Buddha terbesar di muka bumi ini. Dan
untuk menjadi seorang pemuka agama
Buddha, entah itu menjadi seorang biksu
atau bhikhu sebutannya ya, yang mereka
harus melepaskan segala hal duniawi yang
sebelumnya melekat kepada diri mereka
termasuk nafsu terhadap lawan jenis.
Nah, tapi kalian tahu enggak, Geng,
kalau ada oknum-oknum biksu nakal yang
masih ingin merasakan sensasi
berhubungan dengan perempuan, padahal
itu dilarang. Kalian ingat enggak dengan
kasusnya Wilawan Msawat alias Miss Golf?
ya. Dia adalah seorang perempuan yang
memanipulasi sejumlah biksu untuk
melakukan hubungan gitu-gituan dengan
[musik] dia dan merekamnya diam-diam
hubungan tersebut untuk memeras si para
biksu-biksu ini. Ya, nih gua udah pernah
bahas ini. Kalian bisa lihat sendiri
kasus Miss Golf ini. Tapi di sini gua
bakal bercerita lagi. Walaupun di kasus
tersebut Miss Golf lah yang salah, tapi
dari kasus ini kita jadi tahu kalau ada
oknum biksu yang ternyata masih tergoda
oleh nafsu. Makanya mereka tidak bisa
menolak godaan dari Miss Golf ini. Lalu
waktu itu sempat viral juga video dari e
yang namanya Dal Lama, pemimpin Buddha
di Tibet yang mengkis bibir seorang
bocil laki-laki. Di dalam video yang
beredar, Day Lama ini terlihat
menjulurkan lidahnya dan terdengar
meminta anak itu untuk menghisapnya.
Video ini viral di media sosial dan
mendapatkan kecaman. Setelah itu dia pun
mengeluarkan pernyataan dengan meminta
maaf. Nah, itu adalah salah satu
penyimpangan tuh penyimpangan dari
seorang pemuka agama Buddha ya di
wilayah yang mayoritasnya umat Buddha.
Terus selain itu, Geng, ada juga oknum
yang melakukan korupsi. Salah satunya
dilakukan oleh seorang biksu senior di
Thailand yang menjabat sebagai kepala
wihara Wat Ring. Biksu tersebut bernama
Pratama Ciranuat. diduga dia ini
mentransfer dana sumbangan dari umat ke
rekening pribadinya dia. Jadi pemuka
agama pun korupsi di sana ketika
memimpin di negara mayoritas agama yang
dia pimpin. Nah, ada juga lagi biksu
yang tersandung kasus narkoboy, kasus
penghilangan nyawa dan lain-lain. Nah,
biksu seharusnya juga tidak
diperbolehkan memiliki harta yang
melimpah. Tapi sudah jadi rahasia umum
kalau beberapa petinggi bihara di kota
besar di Thailand memiliki aset serta ya
barang-barang mewah dengan dalih untuk
sekedar fasilitas dari umat. Ya ibarat
itu fasilitas yang diberikan
disumbangkan oleh umat untuk memudahkan
proses dakwahnya dia. Nah, karena mereka
yang sesama biksu masih banyak yang
saling melindungi rekan-rekan mereka
satu sama lain padahal mereka adalah
pelakunya. sehingga tidak ada yang
dipecat di saat itu. Bahkan nih, Geng,
sekalipun sudah dihukum, ada yang tidak
otomatis tercabut statusnya sebagai
biksu. Dikarenakan sebagai agama
mayoritas di sana, pemerintah
Thailandnya sendiri selama ini enggak
berani mengintervensi cara kerja
organisasi Buddha. Dan semua otoritas
pengaturan biksu ada pada sebuah lembaga
yang bernama Sangha. Nah, tapi ya malah
di saat ini dituding kalau lembaga itu
justru melindungi biksu-biksu yang
melanggar aturan dan bukan menindaknya.
Nah, jadi ada semacam imunitas di
Thailand terkait biksu-biksu yang
melanggar ini, Geng. Jadi, ee bahkan
mereka itu tidak tersentuh hukum gitu.
Maka dari itu, Geng, mereka yang masih
dengan santainya melakukan kejahatan,
padahal itu sudah melanggar hukum
negara. Selain itu, banyak juga di
Thailand kita bisa lihat ya, segala
penyimpangan-penyimpangan di Thailand
itu angka lagi BT-nya juga tinggi banget
di muka bumi ini ya. Apakah di dalam
agama Buddha diajarkan untuk menyimpang
dari gender? Ya enggak juga ya kan?
Enggak ada tuh di dalam agama Buddha
diajarkan hal seperti itu. Nah, tapi
kenapa di sana tetap ada? Yaitu tadi
kalian pasti akan menemukan para lagi
bett-lagi bett ini berasal dari agama
Buddha karena memang di sana adalah
mayoritasnya. Nah, dari sini kalian
sudah paham ya, Geng, polanya bahwa apa
yang selama ini kita lihat salah bukan
dikarenakan agamanya, melainkan karena
orangnya. Dan ketika orang-orang di
negara tersebut ya mayoritasnya pemeluk
satu agama. Misalkan di Indonesia
agamanya Islam, di Thailand agamanya
Buddha, di India agamanya Hindu, dan di
Eropa, Amerika, dan negara-negara Latin
sampai Afrika mayoritas agamanya
Kristen, ya. Kalian akan banyak
menemukan si penjahat dan si baiknya
dari agama-agama mayoritas tersebut. Dan
pelajaran yang bisa kita ambil dari
pembahasan ini adalah ya jangan
nge-judge agamanya tapi lihat dari
orang-orangnya. Kira-kira di negara
tersebut banyaknya itu orang yang
memeluk agama apa dan jadi jangan heran
kalau banyak orang-orang yang memeluk
agama sejenis yang berbuat kesalahan.
Oke. Nah, itu dia geng pembahasan kita
kali ini mengenai kelakuan oknum-oknum
dari agama mayoritas di sebuah negara.
Semoga apa yang gua jelaskan ini bisa
merubah pemikiran kalian untuk tidak
menyamaaratakan semua orang hanya karena
agama yang dia peluk. Kalian ketika
menjadi orang Indonesia melihat umat
Islam seolah-olah banyak banget
negatifnya, yaitu bukan salah Islamnya.
Itu yang salahnya ya. Karena kalian
lahirnya di Indonesia. Coba kalau kalian
lahir di Brazil, kalian akan menemukan
para penjahat-penjahatnya, para
kartel-kartelnya, gangster-gengster yang
menyikat orang atau yang nghabisin nyawa
orang itu ya dari agama Kristen. Kenapa?
Karena di Brazil mayoritas Kristen. Dan
kalau kalian terlahir di India,
orang-orang yang melakukan diskriminasi
terhadap agama lainnya orang Hindu. Dan
kalau kalian terlahir di Thailand, yang
melakukan diskriminasi terhadap agama
lainnya orang Buddha. Jadi mulai
sekarang semoga kita saling menghargai
dan ya kurang-kurangilah nyalahin agama,
salahin aja orangnya ya kan? Kelakuan
buruk itu berasal dari diri
masing-masing, berasal dari hati
masing-masing. Kitab suci manaun kalian
buka tidak ada yang namanya mengajarkan
kejahatan. Oke. Nah, silakan tinggalkan
komentar kalian di bawah dan semoga kita
bisa berkomentar dengan positif dan
damai.