DOES THE MAJORITY OF RELIGION LIKE TO MAKE TROUBLE? TURNS OUT THIS IS THE CAUSE
1rnIXi9l--A • 2026-01-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Nah, tapi anehnya setelah 4 hari dia ada di sana dan dia ikut festival dengan mengenakan pakaian khas India, dia malah didatangi oleh beberapa orang lokal yang minta diberkati oleh Jack. Udah jadi nabi nih Jack. Gua lihat-lihat ya. Alasannya ya karena Jack ini memiliki tato dewa Siwa di lengan kirinya. Cuma gara-gara itu, Geng. Kembali lagi kita bakal membahas tentang isu-isu yang ada di muka bumi ini. Yah, ini seru nih. Gua yakin banget kalian udah baca dari judul dan thumbnail-nya. Mungkin eh ketika kalian baca judul dan thumbnail-nya, kalian e terprovokasi untuk marah-marah. Ada ya, ada yang kayak gitu ya. atau kalian ketrigger ingin mengeluarkan komentar-komentar yang pedas-pedas gitu. Nah, tahan dulu nih, tahan dulu. Oke. Pembahasan kita ini bukan untuk menebar kebencian. Pembahasan kita ini murni sebagai edukasi supaya kita bisa lebih membuka mata lagi tentang fenomena yang ada di muka bumi ini. Dan kita semua bisa melihat secara luas, lebih besar lagi berpikirnya dan paham ya soal penalaran sebuah kejadian atau fenomena. Terutama untuk kita orang Indonesia dan juga orang Malaysia dan juga orang Brunei dan sekitarnya ya. yang mana kita bisa lihat di negara kita dan negara tetangga kita pasti banyak kelakuan-kelakuan aneh dari warganya. Padahal ya secara background orang-orang ini atau masyarakat ini adalah orang beragama dan kebanyakan orang-orang yang melakukan hal-hal aneh ini adalah dari orang-orang yang beragama mayoritas di negara tersebut. Nah, kok bisa yang terspotlight, yang terlihat seolah-olah agama paling religius, agama paling besar di negara itu, tapi orang-orangnya justru yang paling bermasalah? Ya, kita contohkan aja ada tokoh agama yang diperlakukan kelewat spesial sampai kakinya diciumlah, sampai air kobokan tangannya diminumlah atau sebagainya ya kan? Masih banyak nih kelakuan-kelakuan di luar nalar dari seseorang yang berasal dari agama mayoritas di sebuah negara. Tapi sayangnya nih, Geng ya. Banyak sekali orang yang berpikir ketika dia melihat seseorang itu berbuat salah yang akan dicari terlebih dahulu agamanya apa. Padahal kan kalau secara logikanya itu enggak ada hubungannya. Setiap manusia itu punya sifat yang berbeda-beda. Tergantung dari background-nya dia tinggal di mana ya, lingkungannya seperti apa, pendidikannya seperti apa, ajaran di dalam keluarganya seperti apa. Nah, sementara untuk agama sebenarnya tidak melulu menentukan sifat seorang manusia. Karena kalau di dalam agama, agama mana pun nih ya, mau itu Yahudi, mau itu Kristen, Islam, Hindu, Buddha, semuanya mengajarkan kebaikan. Nah, tapi ketika seseorang berbuat salah itu artinya tanggung jawab dia sendiri. Ada yang setuju enggak? Setuju enggak? Setuju enggak? Kalau setuju coba deh tinggalkan komentar di bawah. Nah, tapi kenapa ketika ada seseorang yang berbuat salah yang dilihat itu adalah agamanya dan di saat itu juga orang-orang akan menyamaarakan bahwa semua orang dari agama yang sama adalah orang yang salah seperti orang yang berbuat masalah tersebut. Nah, ini kan sebuah stigma atau stereotype yang sebenarnya tidak boleh kita pelihara di dalam kehidupan. Di video kali ini gua pengin ngajak kalian untuk memahami ya kenapa agama mayoritas di sebuah negara pasti akan terlihat lebih apa ya, kayak lebih terspotlight. Yang jahatnya banyak kelihatan, yang baiknya juga ada. Tapi kebanyakan yang dibicarakan adalah yang jahatnya atau yang negatifnya. Kalau udah ada berita negatif, oh, ini pasti nih dari agama ini nih. Nah, giliran yang baik-baiknya enggak pernah dibahas. Nah, kenapa demikian? Ya, karena manusia memang lebih cenderung mengingat, melihat, atau membahas, bercerita sesuatu yang kontroversi, negatif, yang mana itu ya bisa menjadi sebuah bahan yang membuat dopaminnya meledak gitu, Geng. Ya kan? Nah, jadi orang-orang tuh suka bergosip tuh karena itu tuh karena kayak ketika dia bergosip tuh rasanya eh gitu ya kan enak banget gitu, meledak. gitu dopaminnya langsung klimak di kepalanya. Nah, hari ini pembahasan gua benar-benar pengen ngajak kalian untuk lebih objektif melihat sebuah kejadian karena akan sangat mudah mendapatkan atau menemukan si baik dan si jahat dari agama mayoritas di dalam sebuah negara karena jumlahnya banyak, Geng. Nah, sekarang gua pengen ngasih kalian contoh-contoh kejadian kekonyolan-kekonyolan di muka bumi ini yang disebabkan oleh orang-orang yang berasal dari agama mayoritas. Nah, kita enggak cuma akan melihat di negara kita. Kita akan berkeliling dunia. Kita coba lihat di masing-masing negara dengan masing-masing agama mayoritasnya. Benar enggak ya pelaku-pelaku kejahatan atau pelaku-pelaku hal konyol anehnya di sana atau hal-hal negatif di sana adalah si agama mayoritas tersebut? Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasannya. Langsung aja kita bahas nih, Geng. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jiri, [musik] Genggeng. Sepatu lari kalian berat. Skip aja nih sepatu enak buat dipakai. Namanya Eagle Alpha Estti Gravffiti. Langkah lebih enteng, empuk, balik tenaga, dan stabil. Dipakai lari jauh aman, [musik] lari santai udah pasti nyaman, ringan, fit di kaki enggak bikin capek. Desainnya keren dan harganya masih masuk akal. Jujur ini bukan gimmik, ini sepatu lari beneran. Gua gak mungkin rekomendasiin kalian sesuatu yang belum gua coba atau belum gua pakai. Kalian bisa lihat ya, sepatu ini udah kotor banget karena setiap hari gua olahraga pakai sepatu ini. Oke, mungkin ya kalian akan marah-marah dulu nih ke gua di kolom komentar. Tapi enggak apa-apa karena tujuan gua di sini adalah untuk sama-sama belajar. Gua biarkanlah kalian marah-marah. Tapi kalau misalkan kalian objektif orangnya, kalian akan mendengar dengan seksama sampai terakhir ya. Nah, untuk pembahasan pertama mungkin kita enggak bahas dulu tentang negara kita, kita bahas dulu negara orang. Kita awali dulu dengan negara India. Apa nih agama mayoritas di India? Kalian sudah tahu ya, agamanya adalah agama Hindu. Bagaimana kelakuan-kelakuan unik orang-orang agama mayoritas di India? kita bahas. Nah, sebenarnya nih, Geng ya, tanpa perlu dijelaskan panjang lebar ya, beberapa dari kalian yang mungkin aktif di sosial media sudah tahu beberapa kelakuan-kelakuan konyol dari orang-orang agama mayoritas di India. Kita awali dengan sungai Gangga. Nah, sungai yang dianggap suci di India. Tapi ya banyak orang yang mempertanyakan eh kenapa tempat suci seperti Sungai Gangga malah masuk ke dalam kategori sungai terkotor di dunia? Ini benar-benar kontradiktif, Geng. Bagaimana bisa sungai yang dianggap suci tapi di sisi lain menjadi sungai terkotor? Gimana enggak kotor? Karena ternyata ya orang-orang di sana yang background-nya beragama Hindu menganggap Sungai Gangga suci sehingga mereka sangat bergantung terhadap sungai Gangga itu. Semua hal dilakukan di sana. mencuci baju, mandi, eek pipis, sampai buang abu hasil dari pembakaran jenazah pun di sana. Jadi saking dianggap sucinya, mereka udah enggak mikir lagi itu bersih atau enggak. Jadi semuanya dilakukan di sana. Dan kebayang enggak tuh, Geng, ada yang mandi, [musik] tapi ada juga yang buang eek di sana sampai buang abu jenazah di sana. Ya, bukannya bersih tubuh kalian ya. Kalau mungkin menurut kepercayaan mereka secara spiritual itu bersih, ya. secara batin mereka bersih setelah mandi air itu. Tapi, tapi ini ya, tapi secara medis itu benar-benar kotor ya kan. Nah, tapi apa boleh buat, Geng? Tidak ada yang bisa menganggap kalau itu salah karena itu adalah bagian dari mensucikan diri yang dipercaya oleh agama mayoritas di sana. Jadi, kalau orang di luar negara menganggap itu jorok, itu negatif, itu apa, enggak bisa. Karena kenapa? Itulah tadi mayoritas orang di sana, mayoritas pemeluk agama di sana menganggap itu bersih. Nah, oke. Nah, mungkin dari sini kita bisa agak apa ya mencerna ini dengan membandingkan apa yang ada di negara kita. Nah, kenapa kalian suka protes nih ya? Woi, ngapain percaya sama si Ano sama si Inu atau ngapain lu masih ikut pengajian ini, pengajian itu? Ya kan? Ini kita berbicara mayoritas Islam nih. Nah, mau bagaimanapun, Geng, ya, pada akhirnya kita bisa melihat pemeluk agama mayoritas akan mempunyai jalan mereka sendiri untuk percaya dengan apa yang mereka imani. Nah, jadi ketika kalian menyalahkan, "Wah, agama ini kan memang seperti ini." Itu artinya kalian sedang menyamaaratakan atau menstigmakan, menstereotypkan sebuah agama berdasarkan kelakuan manusianya. Padahal belum tentu semua pemeluk agama itu berkelakuan sama dengan orang yang kalian lihat. Nah, kita contohkan aja apa yang dilakukan oleh umat Hindu India. Apakah sama dengan yang dilakukan oleh umat Hindu di negara lain? Gua enggak perlu sebutin dari negara mana, tapi kalian bisa cek sendiri apakah sama. Ya, belum tentu. Nah, oke. Enggak cuma itu nih, Geng, ya. Ada lagi nih kelakuan orang-orang dengan agama mayoritas di India yang juga membuat orang luar enggak habis pikir. Ada jemaah di sebuah kuil yang ada di daerah [musik] Frindavan. Nah, Frindavan ini bukan cuma julukan memes untuk India, tapi memang ada nama daerahnya. Di saat itu mereka rela mengantri demi bisa meminum air yang menetes dari patung gajah yang dianggap suci. Videonya ada. Air tersebut mereka yakini sebagai caran amrit atau air suci dari kaki Dewa Krishna. Padahal nyatanya air itu ya adalah tetesan air yang berasal dari AC bocor. Dan saking banyaknya orang-orang yang rela mengantri berdesak-desakan untuk bisa minum air tersebut, pihak berwenang kuil mengeluarkan klarifikasi dan berkali-kali memberitahu kepada para jemaah mereka kalau air tersebut cuma air AC yang bocor. Nah, gimana tuh, Geng, menurut kalian? Orang yang berasal dari agama mayoritas di sebuah negara, kalian bisa lihat yang anehnya ada, tapi yang baiknya juga banyak. Ya, kita bisa melihat orang-orang pintar dari India banyak banget artis-artis Bollywood yang cantik-cantik yang modern memeluk agama yang sama dengan orang-orang yang ngambil air ASI tadi juga banyak banget. Nah, tapi kenapa banyak orang yang melihat bahwa perilaku orang-orang dari agama mayoritas di India seolah-olah bodoh banget, negatif banget. Ya itu tadi sangat gampang untuk menemukan si baik dan si jahat yang berasal dari agama mayoritas di sebuah negara. Tuh, geng jawabannya. Nah, jadi kalau lu ke India lu tahu ya konyolnya dari agama apa. Nah, kalau lu ke Indonesia lu tahu juga konyolnya dari agama apa. Terus kalau lu ke daerah Amerika Latin, Venezuela, Brazil, lu masih tahu yang konyol dari agama apa? Nanti kita bakal bahas deh. Nah, sekarang kita lanjut lagi nih, Geng. Terus, Geng, ada juga nih, Geng, orang dari agama mayoritas India yang berbondong-bondong datang ke sebuah lokasi di mana ada air yang keluar dari dalam tanah. Mereka menganggap suci air itu padahal itu adalah air yang bocor dari pipa. Nah, ini kejadiannya sama kayak air AC tadi. Enggak berhenti sampai di situ, ada lagi kuil motor namanya. Orang-orang di sana malah nyembah motor, Geng. Kuil tersebut diberi nama Balet Babas Temple. Awal mulanya ya, kuil ini bisa muncul karena ada sebuah cerita kecelakaan motor yang sangat mengerikan dan misterius yang terjadi pada bulan Desember 1991 di Rajastan, India. Om Bana nama si pengendara yang tewas karena kehilangan kendali enggak lama setelah dia menabrak sebuah pohon dengan menggunakan motor e Royal Enfield Ballet 300 ya. Nah, setelah kejadian itu, polisi langsung membawa motor tersebut sebagai barang bukti atas kejadian mengerikan itu. Tapi anehnya di pagi hari setelah kejadian entah gimana bisa ya motor tersebut tiba-tiba [musik] balik lagi secara misterius ke tempat kejadian. Ya, kalau di Indonesia kejadiannya mungkin akan dianggap itu kayak gaib lah, ada hantu dan kejadiannya kayak gitu, Geng. Bahkan setelah polisi sudah menggembok itu motor dan mengeluarkan seluruh bahan bakarnya udah diperas gitu e bensinnya, tapi motor itu tiba-tiba secara misterius, secara gaib bisa balik lagi ke tempat kejadian. Nah, ini enggak tahu apakah ini cerita asli atau memang ada orang yang mencoba untuk mengarang-ngarang cerita atau men-setting itu semua. Tapi tiba-tiba banyak yang percaya kalau arwah dari Om Bana masih berada di motor tersebut. Dan atas dasar inilah perbedaannya ya ketika orang-orang dari agama mayoritas di India mengetahui adanya arwah yang masih bergentayangan. Ya kalau di Indonesia udah pasti kan orang-orang bakal masuk channel RJL5 atau channel-channel horor gitu ya untuk menceritakan kejadian itu karena itu kejadian ee gaib hantu gitu kan. Nah, tapi di sana warga setempat justru malah datang ke lokasi tersebut disembah geng. lokasi kecelakaan ya itu ramai dengan orang-orang yang berdoa untuk keselamatan mereka, minta jimat dan lain-lain. Dan selain itu, Balet Babas Temple ini dibangun akhirnya agar setiap tahunnya pengunjung datang ke sana untuk memberikan penghormatan kepada sepeda motor dan pengendaranya yang sudah meninggoi. Polisi kemudian merantai motor tersebut, mengempiskan [musik] bannya hingga mengosongkan tangki bensinnya. Namun lagi-lagi motor tersebut kembali hilang dan ditemukan di lokasi kecelakaan. Dan di antara mereka banyak yang membawa berbagai macam benda sebagai tanda penghormatan seperti bunga, ada yang uang, ada yang sumbangan untuk menghadang bala selama perjalanan mereka. Nah, jadi dengan kata lain mereka meminta pertolongan agar diberikan keselamatan ya kepada sepeda motor bekas kecelakaan [musik] itu. Unik kan? Unik makanya. Nah, terus enggak berhenti sampai di situ? Bahkan ya menurut gua ini paling aneh sih. Kita tahu ya kalau di negara kita Indonesia ada beberapa tempat yang kalau kedatangan bule itu bakal minta foto karena merasa kayak wah beda banget gitu wajahnya cakep misalkan gitu kan. Karena kan kita ini bekas jajahan Belanda ya. Kalau ngelihat bule itu kayak ya seolah-olah kastanya lebih tinggi dari kita pribumi. Padahal kan enggak begitu. Nah di India ya juga sama. Ternyata orang-orang dari agama mayoritas di India malah ada yang nyembah bule. Bukan ngajak foto atau nge-fans doang, tapi nyembah bule. Nama buleenya itu adalah Jack. Dia ini adalah seorang turis asal Birmingham, Inggris. Dia liburan ke India karena dia kagum dengan budaya. Sekaligus ee dia mau ikut festival tahunan di India. Nah, tapi anehnya setelah 4 hari dia ada di sana dan dia ikut festival dengan mengenakan pakaian khas India, dia malah didatangi oleh beberapa orang lokal yang minta diberkati oleh Jack. Udah jadi nabi nih, Jack. Gua lihat-lihat ya. Alasannya ya karena Jack ini memiliki tato dewa Siwa di lengan kirinya. Cuma gara-gara itu. Nah, jadi dari sini kita bisa paham bahwa apapun bisa disembah di sana. Terus, Geng, ada lagi nih, Geng. yaitu sebuah sekte yang mana sekte di India ini dianggap sesat ya, yaitu sekte Hindu Agori karena mereka melakukan makan kotoran sendiri dan melakukan hubungan tidak senonoh di depan umum. Nah, ini udah pernah gua bahas nih, Geng, ya. Buat kalian yang penasaran bisa nonton video gue yang ini. Nah, ternyata ya kesesatan ekstremisme enggak cuma berasal dari satu agama yang kalian tahu doang ya. Sering kan tuh orang-orang nuduh tuh, "Wih, agama sesat nih ya. Wih, agama ekstrem nih." Nah, ternyata di Hindu juga ada, Geng. Ternyata, ya. Nah, terus, Geng, bukan cuma itu, orang-orang Hindu India juga melakukan diskriminasi terhadap agama lain. Salah satu diskriminasi yang dilakukan adalah terhadap Islam. Nah, pada tahun 2023, pemukiman muslim di distrik Nuh, negara bagian Haryana di India Utara itu dihancurkan menggunakan bulldozer. Nah, insiden tersebut terjadi setelah kejadian kekerasan pecah di distrik Nuh antara kaum Hindu dan Muslim yang dimulai setelah Pawa yang dipimpin oleh organisasi Hindu garis keras yang mengaku dilempari batu ketika melewati distrik Nuh tersebut. Nah, ini enggak tahu nih tuduhannya benar atau enggak dilempari batu atau cuma provokasi. Dan setelah berita ini tersebar, kekerasan juga akhirnya pecah di daerah Guru Gram, tepatnya di luar kota Delhi. Ada sebanyak enam orang yang meninggal dunia di Nuh dan guru Gram setelah perusuh membakar sejumlah toko dan kendaraan serta ada satu masjid. Beberapa hari kemudian, bulldoernya didatangkan ke kawasan pemukiman penduduk Nuh untuk merobohkan ratusan bangunan dengan alasan bangunan tersebut dibangun secara ilegal. Nah, tindakan ini baru berhenti setelah 4 hari pada tanggal 7 Agustus 2023 setelah Pengadilan Tinggi Negara bagian mengeluarkan pemberitahuan kepada pemerintah terkait pembongkaran itu karena dilakukan tanpa adanya perintah dan pemberitahuan. sebelumnya. Sehingga masalah hukum dan ketertiban digunakan sebagai dalih untuk merobohkan bangunan tanpa mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh hukum. Pengadilan juga bertanya apakah negara bagian sedang melakukan latihan pembersihan etnis dengan menargetkan bangunan yang sebagian besar dimiliki oleh orang-orang Islam. Dari sini kita bisa lihat ya, beda negara beda diskriminasi. Di India mayoritasnya orang Hindu yang mendiskriminasi agama lain. Ya, kalau kalian lihat di negara kita, kalian bingung kayak kenapa sih orang agama ini, orang agama itu mendiskriminasi agama minoritas? Nah, ternyata hal ini template, Geng. Di negara lain juga sama ternyata. Bahkan di India, diskriminasi ini enggak cuma dialami oleh orang Islam dari orang Hindu, tapi juga orang-orang Kristen yang ada di India juga mengalami diskriminasi oleh orang-orang Hindu India. Kita lihat contohnya pada bulan Desember kemarin 2025 ada momen yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Kristen ya karena mereka merayakan Natal dan biasanya menjalang Natal sudah ada yang mulai memasang atau memakai atribut Natal seperti pohon Natal dan memakai topi Santa Claus. Tapi geng, pada tanggal 22 Desember kemarin di kawasan Lachpat Nagar Delhi saat itu ada sejumlah anggota Bajrangd namanya. Mereka mengancam perempuan dan anak-anak yang mengenakan topi santa. Mereka menuduh adanya upaya permurtadan agama. Nah, ini permurtadan ini alias apa ya? kayak ee mencoba untuk membuat orang-orang keluar dari agama mayoritas di sana, yaitu agama Hindu. Jadi mereka menuduh ya ada aksi kristenisasi. Jadi ada aksi ee semacam misionaris yang ingin membuat orang-orang agama Hindu pindah ke agama Kristen itu tuduhannya. Mereka menuduh ya para perempuan dan anak-anak tadi dipaksa meninggalkan agama Hindu dan di saat itu mereka mengusir perempuan dan anak-anak tersebut dari area pasar tempat di mana sedang ya dipasang atribut-atribut Natal tadi. Dan insiden ini mencerminkan tren yang semakin meningkat di India. Tren yang dimaksud ini adalah tren di mana kelompok sayap kanan India yaitu Hindu nasionalis yang menargetkan perayaan Natal di ruang publik India. Jadi semuanya diserang dan sampai saat ini enggak ada laporan resmi yang diajukan terkait kejadian ini, Geng. sudah jauh. Nah, itu adalah salah satu contoh kasus pertama tentang sebuah agama mayoritas yang melakukan hal-hal aneh, unik, dan diskriminasi terhadap minoritas di negara mereka tersebut. Oke, sekarang gimana nih, Geng? Udah mulai kebuka belum pemikiran kalian tentang bagaimana si baik dan si jahat di sebuah negara sangat mudah kita temukan di dalam kelompok mayoritas agama tertentu? Hm, gimana tuh? Ah, sekarang kita bakal masuk dan beralih ke contoh yang lain. Nah, kali ini kita pindah negara mungkin ya. Pindah negara sekaligus pindah agama. Kalau tadi kita membahas India dengan mayoritas Hindunya, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan negara-negara dengan mayoritas agama Nasrani, agama Kristen, Katolik dan sebagainya. Apakah ketika mereka menjadi mayoritas di sebuah negara juga diereotypan dengan hal-hal negatif, dengan hal-hal yang enggak baik? kita coba bahas. Oke. Jadi kita tahu ya, Geng, kalau kelompok lagi bet itu tidak dibenarkan di dalam semua agama, termasuk agama Kristen, agama Nasrani sendiri. Tapi saat ini mulai ada orang-orang lagi betah agama, Geng. Bahkan ada yang secara terang-terangan menyebut diri mereka sebagai pendeta loh, Geng. Ya, enggak cuma pendeta sih, kemarin juga ada kita sempat bahas ee pemuka agama Islam atau ustaz yang mengaku dia adalah ustaz lagi bet nih kalau kalian mau lihat nih pembahasannya. Nah, tapi karena ini kita bahas Nasrani, kita bahas yang Nasraninya aja. Jadi, geng si pendeta lagi BT ini ya namanya itu adalah Russian Kimble. Di dalam artikel lain dia disebutkan sebagai Rushing Kimble. Ini ada dua nama lah. Dia diketahui merupakan pendeta dari gereja Broadway United Methodis di Orlando, Florida. Di dalam salah satu ibadahnya, dia membuka kesempatan kepada jemaahnya untuk memberikan usulan nama Drag, yaitu sebuah praktik yang dikenal di dalam dunia lagi bet di mana seseorang kebanyakan adalah pria itu harus berdandan dengan cara feminim dan memilih nama panggung sebagai drag queen. Wah anjir. Dia ini mengenakan jubah dengan motif pelangi, geng, dan salib yang juga dihiasi ee warna pelangi yang mana pelanginya itu adalah simbol yang lekat dengan komunitas lagi bet. Dan dalam kesempatan itu si Kimbel ini ya ee dia menegaskan bahwa dia bangga dengan identitas sebagai lagi bett sebagai penyuka sesama dan bahkan dalam salah satu momen khotbahnya dia sebagai pendeta, Kimbel ini mengungkapkan rasa terima kasih dia kepada penata rias yang merias wajahnya dia dalam kesempatan tersebut. Cucok. [tertawa] Nah, itu baru satu tuh kelakuan nyeleneh dari seseorang yang berasal dari agama mayoritas di sebuah negara. Jadi, saking mayoritasnya dia di sana ya, kelakuan nyeleneh tersebut seolah-olah terlihat ya yang salah adalah agamanya ya kan. Padahal mah itu kan pribadinya dia. Terus ini ada salah satu contoh lagi nih, Geng. Nah, ini mungkin agak melekat dengan kita ya. agak dekat dengan kita sebagai orang Indonesia ketika melihat sifat atau kelakuan aneh pemuka agama Nasrani yang satu ini. Kenapa ya gua eh reminder sedikit ke kalian kalian tahu kan di Indonesia itu ada pemuka agama mayoritas ya ee karena agama mayoritas kita di Indonesia adalah Islam. Nah, kalian pernah lihat enggak ada beberapa oknum pemuka agama Islam di Indonesia yang suka nyiprat-nyipratin air ke jemaahnya terus dia menganggap itu adalah doa ibadah. Ya, dan pernah kejadian juga ada yang pengobatan nih ya. Gua enggak tahu itu dia apa ya. Pokoknya tampilannya tuh ya muslim banget gitu. Tapi pengobatannya tuh pakai senjata mainan yang mungkin bisa ditampilin nih sama editor gua videonya. Setelah selesai dibacakan lantunan ayat, wanita tersebut pun tampak berteriak dan histeris di depan Ustaz Raffi. Ternyata hal ini ya kekonyolan ini kalau di negara kita lagi-lagi yang menjadi komentar netizen yang disalahin itu adalah agama Islam. Nah, bagaimana dengan kejadian yang satu ini nih, Geng? Ini kejadiannya di luar negeri. Kalian coba lihat. Nah, di situ kalian bisa lihat ya, ada seorang pendeta yang nyipratin air ke para jemaahnya menggunakan senjata mainan. Nah, jadi itu bukan sebuah lelucon. Itu dianggap sebuah part dari ibadahnya. Nah, dari sini kan kita bisa lihat yang salah bukan agamanya, tapi si oknum pendeta tersebut. Aneh kan apa yang dia lakukan? Nah, terus ada lagi nih, Geng. Seorang pendeta lain. Nah, ini kayaknya di wilayah Afrika ya. Si pendeta ini kayak pakai jurus gitu, Geng. Dan salah satu jemaahnya sampai tersungkur-sungkur ke lantai. Terus ada lagi di mana di dalam sebuah praktik ibadah, pendetanya itu seperti menonjok ke arah ee jemaahnya. Tapi enggak nonjok beneran kayak nonjok angin, kayak ada ilmu tenaga dalam dan jemaahnya pada jatuh kayak de jafu ya. Kayak pernah kejadian di negara mana gitu ya. Terus ada lagi sebuah rangkaian peribadatan di mana para jemaahnya diminta untuk mencium telapak kaki dari patung bayi. Dan yang terakhir nih, ada video dari jemaah yang sedang mengantri ingin dicipratkan air suci dari si pemuka agamanya, dari pendetanya yang biasanya airnya itu cuma sedikit aja yang dicipratkan ke wajah mereka. Nah, tapi kali ini airnya justru banyak banget sampai diguyur. Nah, malah jadi kayak cuci muka. Nah, itu adalah salah satu contoh, Geng, keanehan dan keunikan dari para pemeluk agama ya di negara masing-masing yang mana agama itu menjadi agama mayoritas di sana. Nah, jadinya mereka sangat terspotlight, sangat terlihat keanehan tersebut. Nah, terus seperti sebelumnya kita sudah bahas di agama Hindu. Ternyata ketika agama Hindu menjadi agama mayoritas di India, nah ada diskriminasi yang dilakukan oleh umat Hindu terhadap agama lain. Dan tidak terkecuali nih, Geng. Agama Nasrani pun ketika para umatnya menjadi mayoritas di sebuah negara ya juga melakukan diskriminasi terhadap penganut agama lain. Nah, ini terjadi di tanggal 27 Juni 2023. Ketika itu ada seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun bernama Nahel yang meninggal dunia di daerah Nenter. Tulisannya itu Nantere. Ini koreksi gua kalau salah dalam mengucapkan ya. Lokasinya ini adalah di pinggiran Paris. Kejadiannya itu dia dioor oleh polisi. Menurut laporan dari media lokal, Nahel ini di saat itu sedang mengendarai sebuah mobil sewaan dan melanggar beberapa peraturan lalu lintas. Bukannya diberhentikan dan dikenakan sanksi, malah di saat itu polisi langsung mendor sampai tewas. Nah, karena kejadian inilah memicu demonstrasi massal di seluruh Prancis yang mana ternyata isu ini berkenaan dengan agama dari si korban yaitu dia berasal dari kelompok agama minoritas. Ketika dia berbuat kesalahan ya seolah-olah tidak ada ampun atau seolah-olah tidak ada toleransi langsung didoor oleh petugas yang berasal dari agama mayoritas. Nah, anggapan orang-orang di saat itu ya ini adalah isu SARA karena dia dari agama minoritas makanya dia diperlakukan seperti itu. Nah, itu adalah salah satu bentuk contoh diskriminasinya, Geng. Nah, terus, Geng, ada lagi kejadian lain. Ini terjadi di Jerman, ya, belum lama ini. Ketika itu ada aksi solidaritas pro terhadap Palestina di negara tersebut. Yang menarik perhatian dari kejadian ini, tiba-tiba ada seorang polisi Jerman ya yang mendekati seorang perempuan muslim dan dia langsung menarik jilbabnya dari belakang. Ni kalian lihat videonya ada salutnya nih, Geng. Perempuan tersebut dengan tegas menolak perlakuan tersebut. Dia berulang kali meminta agar dia tidak disentuh dan jilbabnya tidak ditarik. Nah, dia mengecam tindakan polisi tersebut sebagai bentuk pelecehan dan tidak menghormati dia sekaligus menuntut aparat merasa malu atas sikap mereka. Aksi polisi ini terekam di dalam video yang tadi ya. Enggak lama dari itu mulai banyak yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh polisi Jerman tersebut sangat memalukan dan enggak pantas menyentuh-nyentuh perempuan muslim dengan cara yang enggak beretika seperti itu. Nah, di sini kalian bisa lihat ya, Geng, ketika sebuah agama menjadi minoritas di negara tertentu, ya perlakuan dari orang agama mayoritasnya sama aja. Jadi jangan heran kalau misalkan kalian bilang, "Wei, kenapa di Indonesia orang-orang ini melarang kami bangun rumah ibadah?" Gini gini gini. yaitu tadi ketika jumlah umatnya sangat banyak, maka si baik dan si buruknya udah pasti banyak berasal dari agama tersebut. Yang mana pada akhirnya si buruknya ini merasa superior karena dia merasa ya gua mayoritas di sini anggota gua banyak. Padahal tidak semua anggota yang dia anggap atau umat yang dia anggap sama seperti dia, beragama seperti dia, punya pemikiran yang buruk seperti dia juga gitu, Geng. Oke, itu kita sudah memberikan contoh dari agama Nasrani. Ketika agama Nasrani menjadi mayoritas di sebuah negara, ternyata banyak juga umatnya yang melakukan semena-mena terhadap umat agama minoritas. Nah, sekarang baru nih kita masuk ke dalam pembahasan negara kita. Mungkin ini agak seru buat kalian ya ketika kalian melihat contoh-contoh yang relate dan dekat dengan ee kehidupan kalian. Nah, sekarang kita masuk ke dalam kelakuan oknom-oknum dari agama mayoritas di Indonesia, yaitu agama Islam. Oke, sebelumnya semoga enggak ada yang tersinggung ya dengan pembahasan ini. Karena yang gua bahas ini adalah berdasarkan apa yang gua lihat di media dan gua bisa menunjukkan ke kalian video-videonya. Nah, jadi kita akan membahas negara kita Indonesia. Karena kita orang Indonesia pasti kita semua sudah tahu bagaimana kelakuan orang-orang di negara kita yang kebanyakan terindikasi beragama Islam ya kan alias umat muslim. Nah, tapi perlu diketahui umat Islam sendiri itu juga terbagi ke banyak organisasi. Ada yang Muhammadiyah, ada NU, ada Perti. Ya, di kampung gua tuh ada Perti namanya. Terus ada lagi, ada lagi banyak beberapa. Nah, masing-masing organisasi ini punya pemahaman masing-masing. Meskipun mazhabnya masih sama. Di negara kita, seperti yang kita tahu, netizen senang banget tuh mancing-mancing provokasi, baik itu di TikTok, YouTube, atau Instagram dengan kalimat tebak agama. Wah, itu paling sering tuh kan kata-kata itu muncul di sebuah postingan yang berhubungan dengan kasus-kasus tertentu. Entah kenapa banyak netizen-netizen yang iseng mengaitkan kejadian-kejadian negatif dengan agama si pelaku. Tebak agama dari agama mana atau wah dasar mayoritas suka menindas minoritas dan lain-lain. Nah, di dalam hal ini kita kembali lagi dengan kalimat gue yang sebelumnya. Ketika sebuah agama menjadi mayoritas di suatu negara, maka akan sangat mudah mendapatkan si baik dan si buruk di dalam agama tersebut karena jumlahnya yang dominan. Nah, di Indonesia sendiri karena mayoritasnya muslim, mayoritasnya Islam, banyak kejadian-kejadian atau fenomena-fenomena yang sebenarnya agak menyimpang dari ajaran agama dan juga pendidikan-pendidikan dasar yang dianggap kayak ini enggak sesuai dengan adabnya gitu. kita contohkan salah satunya adalah banyak sekali ya kejadian-kejadian di mana sebuah organisasi atau sebuah kelompok yang memperlakukan pemuka agama udah layaknya eh maaf ya ada yang bilang udah kayak Tuhan, ada yang bilang udah kayak Nabi dan segala macamlah. Bahkan rasa hormat kepada pemuka agama itu lebih daripada rasa hormat kepada orang tua kandung. Misalkan kayak mencium kaki pemuka agama, yang lebih gila meminum air bekas kobokan dari pemuka agama itu. Ada juga mencium tempat duduk bekas duduknya pemuka agama. Bahkan ada yang lebih gila. Nah, aroma bekas kotoran dari pemuka agama tersebut juga dihirup. Itu ada. Cium. Cium. Jangan pakai dididikin. Cium. Ini cium. Mahal khwahnya beliau. Ini mahal khwahnya ibadahnya beliau. Semua ini rela dilakukan oleh mereka. Katanya segala sesuatu yang pernah melekat diri pemuka agama tersebut bisa membawa berkah. Katanya agar mendapatkan berkahnya maka ya para pengikutnya ini harus menghirupnya, menciumnya. Dan bahkan yang lebih gila tahu kan yang di sana yang mama Gufron sampai mencium umatnya terus diludahin ke mulutnya. Nih ada adegan nih. Apakah itu tidak aneh? Aneh kan? Nah, pada akhirnya yang disalahkan siapa? Apakah individunya? Enggak. Yang disalahkan adalah agamanya. Karena konteksnya di situ orang ini sedang mensyiarkan agama yang disalahkan ya agama yang dia syiarkan yaitu Islam. Dan terus ya pernah juga waktu itu sempat ramai ada ee heboh-hebohnya helai rambut yang diklaim milik Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sampai-sampai banyak orang ingin memegang rambut itu bahkan sampai nangis-nangis meskipun enggak tahu apakah itu beneran rambut Rasulullah atau bukan. Ya, masalahnya di Arab sendiri gak ada yang kayak kayak gini. Ini kenapa di Indonesia ada rambut Rasul bisa sampai ke Indonesia? Itu gimana caranya? Enggak cuma rambut, ada juga video yang memperlihatkan jemaah ya yang mencium sendal dan juga sorban yang diklaim milik Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini dari mana juga nih asalnya? Ini koreksi gua ya, Geng. Kalau misalkan gua salah, kita sebagai umat Islam tentu harus mencintai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan juga mengimani setiap perintahnya di dalam Islam. ya kan sebagai salah satu nabiullah apalagi Rasulullah ini yang mengajarkan atau memperkenalkan Islam ke umat manusia gitu ya. Nah, tapi ya jangan sampai terlalu berlebihan apalagi mencium benda-benda yang belum tentu benar-benar milik beliau. Bahkan beliau sendiri ya mengatakan apapun yang berhubungan dengan beliau itu harus disederhanakan. Bahkan kuburannya saja sebenarnya beliau itu minta untuk tidak dibesar-besarkan, tidak pakai nisan yang mewah-mewah. Enggak. Karena beliau maunya yang sederhana. Nah, sekalipun itu adalah Rasulullah ya jangan sampai ada yang menyembah. Sebab Rasulullah tetap utusan Allah, bukan Allah itu sendiri atau bukan Tuhan gitu. Kalau kita ke makam Rasulullah, kita tidak diperbolehkan untuk berdoa menghadap ke makamnya. Dan tidak boleh juga berdoa kepada Rasulullah. Tapi berdoa untuk Rasulullah boleh, selawat gitu tuh boleh. Nah, di sana diwajibkan atau diharuskan berdoa hanya kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah, jika ada yang melakukan pelanggaran berdoa ke makam Rasulullah atau berdoa meminta kepada Rasulullah, nah itu kan udah salah tuh. Nah, ini bisa dianggap sebagai syirik. Bahkan di sana, Geng, ya. Enggak boleh ada yang menundukkan badan seperti kayak menghormati makam gitu. Itu enggak boleh ada. Kalau di Indonesia kan ada tuh ya, makam keramat harus dihormati, harus sambil nunduk. Nah, di makam Rasulullah aja tidak diperbolehkan seperti itu. Dan tidak boleh ada yang meminta berkah di makam Rasulullah. Nah, di sana itu makam ya makam dibersihkan ya dibersihkan, disucikan ya disucikan tempatnya. Tapi tidak boleh diperlakukan selayaknya ya sesuatu yang benar-benar sakral banget harus disembah. Enggak ada. Sementara berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di negara kita Indonesia yang mana di sini mayoritasnya memang umat Islam. Di Indonesia kita sering menjumpai beberapa aliran yang dianggap ya aneh, menyimpang, tapi membawa nama agama Islam. Nah, contohnya aja ada yang sangat terkenal sempat kita bahas juga dulu inisialnya aliran sesat az ya gua enggak bisa nyebutin secara jelas. Nah, di mana aliran ini salah satu ajarannya adalah memperbolehkan jemaah perempuan berada di syaf terdepan di belakang imam pada saat salat Idul Fitri. Nah, ini aneh banget. Dan pada saat itu pemimpin pondok pesantrennya ya yang berinisial PG mengatakan bahwa praktik tersebut merupakan mazhab Soekarno. Si ada tuh mazhab Soekarno. Semenjak kapan Presiden Soekarno mengeluarkan mazhab kayak gitu, tuh aneh banget. Dan di sana juga azan yang dikumandangkan oleh pengikut dari pesantren itu juga berbeda dengan azan yang selama ini kita dengar pada umumnya. Sampai ada salam Yahudinya juga. Di dalam ajaran di Pondok Pesantren AZ ini salat juga tidak wajib dikarenakan Indonesia masih dianggap jahiliah katanya. Kesesatan ini berasal dari mana ya? Berasal dari mayoritas. Terus geng ada lagi ya ini yang paling menyimpang banget sih ya yang gua sebutkan sebelumnya Mama Gufron ya yang menyebutkan kalau dia bisa bahasa semut, video call dengan malaikat, bisa bahasa Suryani, dan pernah dipanggil oleh 44 bidadari. kacau ada aja. Dan masih banyak lagi barisan-barisan pemuka-pemuka agama lain yang benar-benar menyimpang. Ada yang bertitel Gus ya kan yang mencium-cium bocil-bocil. Ada yang Gus di atas mimbar sambil ya selawat atau pengajian ramai-ramai gitu menghina tukang este berbicara hal-hal yang seksualitas. Nah, dari sini kita sudah bisa lihat ya, Geng, kemiripannya ya. Apa yang terjadi di Indonesia dengan agama mayoritas Islam dan yang terjadi di India dengan agama mayoritas Hindu dan juga Eropa serta sampai Afrika dengan mayoritas agama Kristen atau umat Nasraninya. ketika orang-orang yang berasal dari agama mayoritas ini ya melakukan hal-hal yang diskriminatif ya hal-hal yang ee agak tidak sesuai dengan norma manusia pada umumnya ya akhirnya yang disalahkan adalah agama itu. Nah, di Indonesia sendiri salah satu hal yang paling diskriminatif yang sering sekali terjadi adalah ketika umat Islam di sebuah daerah tidak mengizinkan umat Kristen atau umat agama lain membangun rumah ibadah. Dan itu adalah rahasia umum. Banyak sekali kita menemukan itu. Nah, akhirnya yang disalahkan apa? Agamanya. Padahal belum tentu ya penganut agama Islam atau umat muslim di satu wilayah itu ya sama sifatnya dengan umat muslim di wilayah lain. Dan akhirnya muncul sebuah kalimat kayak gini, "Ya, enggak semua muslim kayak gitu, tapi semua yang kayak gitu adalah muslim." Benar enggak? Benar. Kenapa? Ya, karena di Indonesia mayoritasnya muslim. Kalau kalian ke India, kalimat itu juga berlaku. Enggak semua umat Hindu seperti itu. Tapi yang seperti itu umat Hindu, ya. Kalau kalian di India, nah kalau kalian ke Brazil, Meksico, Venezuela, ya kan atau negara-negara yang mayoritasnya umat Kristen, umat Katolik, ya kalimat itu juga berlaku. Enggak semua orang Kristen atau orang Katolik begitu, tapi semua yang begitu umat Kristen dan Katolik. Ya mau gimana, mayoritas di negara tersebut isinya adalah orang dari agama tersebut, Geng. Dan itulah yang terjadi. Oke, sekarang kita akan ke agama selanjutnya, ya. Hal-hal negatif yang dilakukan oleh oknum-oknum agama Buddha ketika mereka menjadi mayoritas di sebuah negara. Kalau India menjadi negara mayoritas Hindu terbesar, maka kalau kita berbicara tentang Buddha berarti kita harus ke Thailand, ya kan? di mana bisa dikatakan mereka menjadi salah satu negara dengan mayoritas pengikut agama Buddha terbesar di muka bumi ini. Dan untuk menjadi seorang pemuka agama Buddha, entah itu menjadi seorang biksu atau bhikhu sebutannya ya, yang mereka harus melepaskan segala hal duniawi yang sebelumnya melekat kepada diri mereka termasuk nafsu terhadap lawan jenis. Nah, tapi kalian tahu enggak, Geng, kalau ada oknum-oknum biksu nakal yang masih ingin merasakan sensasi berhubungan dengan perempuan, padahal itu dilarang. Kalian ingat enggak dengan kasusnya Wilawan Msawat alias Miss Golf? ya. Dia adalah seorang perempuan yang memanipulasi sejumlah biksu untuk melakukan hubungan gitu-gituan dengan [musik] dia dan merekamnya diam-diam hubungan tersebut untuk memeras si para biksu-biksu ini. Ya, nih gua udah pernah bahas ini. Kalian bisa lihat sendiri kasus Miss Golf ini. Tapi di sini gua bakal bercerita lagi. Walaupun di kasus tersebut Miss Golf lah yang salah, tapi dari kasus ini kita jadi tahu kalau ada oknum biksu yang ternyata masih tergoda oleh nafsu. Makanya mereka tidak bisa menolak godaan dari Miss Golf ini. Lalu waktu itu sempat viral juga video dari e yang namanya Dal Lama, pemimpin Buddha di Tibet yang mengkis bibir seorang bocil laki-laki. Di dalam video yang beredar, Day Lama ini terlihat menjulurkan lidahnya dan terdengar meminta anak itu untuk menghisapnya. Video ini viral di media sosial dan mendapatkan kecaman. Setelah itu dia pun mengeluarkan pernyataan dengan meminta maaf. Nah, itu adalah salah satu penyimpangan tuh penyimpangan dari seorang pemuka agama Buddha ya di wilayah yang mayoritasnya umat Buddha. Terus selain itu, Geng, ada juga oknum yang melakukan korupsi. Salah satunya dilakukan oleh seorang biksu senior di Thailand yang menjabat sebagai kepala wihara Wat Ring. Biksu tersebut bernama Pratama Ciranuat. diduga dia ini mentransfer dana sumbangan dari umat ke rekening pribadinya dia. Jadi pemuka agama pun korupsi di sana ketika memimpin di negara mayoritas agama yang dia pimpin. Nah, ada juga lagi biksu yang tersandung kasus narkoboy, kasus penghilangan nyawa dan lain-lain. Nah, biksu seharusnya juga tidak diperbolehkan memiliki harta yang melimpah. Tapi sudah jadi rahasia umum kalau beberapa petinggi bihara di kota besar di Thailand memiliki aset serta ya barang-barang mewah dengan dalih untuk sekedar fasilitas dari umat. Ya ibarat itu fasilitas yang diberikan disumbangkan oleh umat untuk memudahkan proses dakwahnya dia. Nah, karena mereka yang sesama biksu masih banyak yang saling melindungi rekan-rekan mereka satu sama lain padahal mereka adalah pelakunya. sehingga tidak ada yang dipecat di saat itu. Bahkan nih, Geng, sekalipun sudah dihukum, ada yang tidak otomatis tercabut statusnya sebagai biksu. Dikarenakan sebagai agama mayoritas di sana, pemerintah Thailandnya sendiri selama ini enggak berani mengintervensi cara kerja organisasi Buddha. Dan semua otoritas pengaturan biksu ada pada sebuah lembaga yang bernama Sangha. Nah, tapi ya malah di saat ini dituding kalau lembaga itu justru melindungi biksu-biksu yang melanggar aturan dan bukan menindaknya. Nah, jadi ada semacam imunitas di Thailand terkait biksu-biksu yang melanggar ini, Geng. Jadi, ee bahkan mereka itu tidak tersentuh hukum gitu. Maka dari itu, Geng, mereka yang masih dengan santainya melakukan kejahatan, padahal itu sudah melanggar hukum negara. Selain itu, banyak juga di Thailand kita bisa lihat ya, segala penyimpangan-penyimpangan di Thailand itu angka lagi BT-nya juga tinggi banget di muka bumi ini ya. Apakah di dalam agama Buddha diajarkan untuk menyimpang dari gender? Ya enggak juga ya kan? Enggak ada tuh di dalam agama Buddha diajarkan hal seperti itu. Nah, tapi kenapa di sana tetap ada? Yaitu tadi kalian pasti akan menemukan para lagi bett-lagi bett ini berasal dari agama Buddha karena memang di sana adalah mayoritasnya. Nah, dari sini kalian sudah paham ya, Geng, polanya bahwa apa yang selama ini kita lihat salah bukan dikarenakan agamanya, melainkan karena orangnya. Dan ketika orang-orang di negara tersebut ya mayoritasnya pemeluk satu agama. Misalkan di Indonesia agamanya Islam, di Thailand agamanya Buddha, di India agamanya Hindu, dan di Eropa, Amerika, dan negara-negara Latin sampai Afrika mayoritas agamanya Kristen, ya. Kalian akan banyak menemukan si penjahat dan si baiknya dari agama-agama mayoritas tersebut. Dan pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah ya jangan nge-judge agamanya tapi lihat dari orang-orangnya. Kira-kira di negara tersebut banyaknya itu orang yang memeluk agama apa dan jadi jangan heran kalau banyak orang-orang yang memeluk agama sejenis yang berbuat kesalahan. Oke. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai kelakuan oknum-oknum dari agama mayoritas di sebuah negara. Semoga apa yang gua jelaskan ini bisa merubah pemikiran kalian untuk tidak menyamaaratakan semua orang hanya karena agama yang dia peluk. Kalian ketika menjadi orang Indonesia melihat umat Islam seolah-olah banyak banget negatifnya, yaitu bukan salah Islamnya. Itu yang salahnya ya. Karena kalian lahirnya di Indonesia. Coba kalau kalian lahir di Brazil, kalian akan menemukan para penjahat-penjahatnya, para kartel-kartelnya, gangster-gengster yang menyikat orang atau yang nghabisin nyawa orang itu ya dari agama Kristen. Kenapa? Karena di Brazil mayoritas Kristen. Dan kalau kalian terlahir di India, orang-orang yang melakukan diskriminasi terhadap agama lainnya orang Hindu. Dan kalau kalian terlahir di Thailand, yang melakukan diskriminasi terhadap agama lainnya orang Buddha. Jadi mulai sekarang semoga kita saling menghargai dan ya kurang-kurangilah nyalahin agama, salahin aja orangnya ya kan? Kelakuan buruk itu berasal dari diri masing-masing, berasal dari hati masing-masing. Kitab suci manaun kalian buka tidak ada yang namanya mengajarkan kejahatan. Oke. Nah, silakan tinggalkan komentar kalian di bawah dan semoga kita bisa berkomentar dengan positif dan damai.
Resume
Categories