Transcript
wHQfXYMD2pU • Cambodia's Scam King Arrested by China After Being Targeted by America and Britain! Chen Zi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1648_wHQfXYMD2pU.txt
Kind: captions
Language: id
Dari dua lokasi tersebut ya digunakan
untuk membuat apa yang disebut sebagai
peternakan handphone. Ah, kebayang ya
kalian ya peternakan handphone di mana
mereka menimbun ada 1250 handphone dan
mengendalikan lebih dari 76.000 akun
media sosial yang palsu sebagai jalan
mereka untuk melancarkan aksi penipuan
online.
A back to the lab. Hari ini kita bakal
bahas lagi tentang perkembangan dunia.
Waduh, kemarin kita udah bahas tentang
Kak Aureli ya, tentang e bukunya dia
Broken String yang menurut gua
benar-benar huh bikin dada sesek.
Sebenarnya banyak yang enggak gua
ceritakan di situ karena ya keterbatasan
channel gua untuk bisa membahas hal-hal
yang eksplicit ya. Ketimbang nanti e
setelah kita bahas malah di-take down
sama YouTube ya. Better kita bahas yang
aman-aman aja. Nah, tujuan gua membahas
itu adalah sebagai trigger untuk kalian
semua. Kalau kalian masih penasaran
dengan ceritanya Broken String Aureli
Moremans tersebut, kalian bisa search
lah di Google dan ini sama sekali enggak
di-endorse. Gua enggak di-support apapun
oleh Aureli. Ini semua murni gua lakukan
ya karena memang bersimpati aja sama
kisahnya. Menurut gua sedih bangetlah
apa yang dia alami gitu ya. Jangan
sampai anggota keluarga kita atau kita
sendiri mengalami hal yang sama gitu.
Jadi, geng, hari ini kita bakal membahas
sebuah topik yang lagi ramai banget
dibicarakan di dunia internasional,
terutama oleh orang-orang yang senang
mengikuti perkembangan dunia scammer
[musik] alias pekerjaan-pekerjaan di
Kamboja, Myanmar ya, Thailand ya
gitu-gitulah. Jadi ya kita bakal bahas
tentang seseorang yang diduga menjadi
triliuner. Ingat ya, triliuner
konglomerat orang terkaya di muka bumi
ini. Tapi kekayaannya justru berasal
dari tindak kejahatan yang sudah dia
lakukan selama bertahun-tahun. Dan kalau
selama ini kita selalu membahas di
Indonesia banyak yang menjadi korban
dari scammer. Baik itu pekerjanya yang
dijebak atau justru korbannya yang
dijebak oleh para pekerja mereka. Nah,
ternyata ini dia nih the final boss-nya
namanya Chenzi.
Dia mungkin terdengar asing buat kita
ya. Cuma bagi negara-negara besar
seperti Amerika ya, Chenzi ini menjadi
target yang mana mereka berharap bisa
ditangkap terlebih dahulu. Jadi
ibaratnya nih ya, banyak negara-negara
besar yang rebutan pengen nangkap si
Chenzi ini. Alasannya gak simpel. Bukan
cuma karena dia adalah kepala geng atau
bos dari scammer itu doang. Tetapi di
balik itu semua ada yang lebih krusial
yaitu database yang dia punya. Karena
logiknya gini, Geng. Dia kan ngelakuin
aksi penipuan atau scam. Yang dia incer
adalah orang-orang kaya yang biasanya
itu boomers-boomers lah, ya. Orang-orang
yang udah kolot karena udah tua tapi
tajir, punya perusahaan, punya PT ya
kan. Mereka biasanya gampang banget
digoda dengan cewek-cewek. Nah, biasanya
ini mereka bakal jadi korban love
scammer, love scamming. Dan biasanya ya
perusahaan scammer ini yang dipimpin
oleh Chenzi bakal mendapatkan database
dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Yang mana perusahaan-perusahaan ini
berasal dari banyak negara. Ada yang
dari Indonesia, ada yang dari Cina, ada
yang dari Asia Tenggara lain, bahkan
sampai Rusia juga ada. Dan itulah yang
menjadi salah satu incaran dari Amerika
yang mana mereka ingin menangkap Chenzi
ini agar bisa diadili di Amerika dengan
alasan dia adalah seorang scammer besar.
Tapi padahal sambil menyela minum air,
Amerika juga bisa mendapatkan banyak
informasi dari si Chenzi ini. Nah, si
Chenzi ini dikenal sebagai sosok yang
berada di balik jaringan penipuan cyber
lintas negara. operasinya berbasis di
Kamboja dan operasi tersebut ya enggak
berjalan dalam skala kecil tapi besar
banget. Dan yang mengerikannya adalah
pekerjaannya dia ini menipu dari segala
sisi. Targetnya juga ditipu. Para
pekerjanya ini adalah para korban yang
dia culik. Sebagian besar adalah korban
TPPO dipaksa untuk bekerja kepada dia
dan kalau tidak memenuhi target
orang-orang ini bakal disiksa. bahkan
kalau meninggal ya bagian tubuhnya bakal
dijual atau dia dijual lagi ke
perusahaan lain. Nah, target dari bisnis
mereka ini adalah orang-orang dari
negara lain seperti yang gua katakan
tadi. Dan gilanya ya, mereka ini
mengkonversi kekayaan mereka bukan ke
dalam bentuk uang kertas, tapi justru
disimpan ke dalam aset kripto yang
jumlahnya gede banget dan nilai Bitcoin
yang terhubung dengan operasi mereka ini
diperkirakan mencapai ratusan triliun
rupiah dan menjadikan si Chenzi dan
kelompoknya ini sebagai salah satu
pelaku kasus kejahatan cyber dengan
nilai ekonomi terbesar di muka bumi ini.
Nah, dia diburu atas dugaan perannya
tersebut dan ancaman hukuman yang
menanti dia bukan hitungan bulan, tapi
udah puluhan tahun. Dan bisa dikatakan
ya dia ini ee seumur hidup lah bakal
diikat. Tapi mungkin kepintarannya dia
bakal dipakai tuh sama negara yang
menangkap. Nah, kebetulan yang menangkap
dia adalah Cina. Jadi pihak dari
Tiongkok yang berhasil menangkap dia
dikarenakan Cina tidak mau dia ditangkap
lebih dulu oleh Amerika. Kalau dia
ditangkap oleh Amerika, maka banyak
rahasia-rahasia perusahaan besar Cina
yang bakal terungkap. Ya, seperti yang
gua katakan sebelumnya, Chenzi ini
adalah orang yang memiliki database
lengkap dari para korban-korbannya yang
berasal dari Asia Tenggara.
Nah, gimana bisa nih ya dia ini
tertangkap? Dan apa saja keuntungan dari
tertangkapnya Chenzy bagi Cina dan
bagaimana geramnya Amerika ketika Cina
berhasil menangkap Chenzi duluan?
Langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry
[musik]
Genggeng. Gua mau ngenalin kalian salah
satu alat yang gua punya dan sangat
fungsional. Ini namanya Wian WSX80
Selfie Screen. Ini adalah layar
eksternal untuk kalian yang mau jadi
content creator agar lebih mudah
menggunakan kamera belakang. Dengan WA
ini memungkinkan kalian untuk bisa tek
selfie menggunakan kamera terbaik di
handphone kalian. Ukurannya pocket
banget, portable, bisa dibawa ke
mana-mana. Udah gitu bisa nempel di
belakang handphone kalian. Kualitas
produknya juga enggak main-main. Bodinya
kuat banget dan anti lecet. Konect ke
handphone-nya juga gampang banget.
Kalian tinggal nyalain layar eksternal
ini, lalu cek screen mirroring di
handphone kalian dan langsung keekin
aja. Layar ini udah real time. Apa yang
terjadi di layar handphone kalian?
Begitu juga yang terjadi di layar Wean
WS X80 secara langsung tanpa delay sama
sekali. Buat kalian yang mau beli alat
ini, kalian langsung aja cek link yang
ada di bawah atau kalau kalian nonton
pakai TV, udah ada barcode-nya nih di
samping. Sebelum kita bahas kasus
tertangkapnya Chenzy, kita bahas dulu
background-nya dia. Dia ini siapa sih,
Geng?
Nah, jadi, Geng Chenzi ini ya bukan bos
judi sabung ayam kayak di kampung
kalian. Enggak, beda dia. Enggak ada dia
tuh adu-adu ayam. Dia mainnya tuh adu
manusia ya kan. Jadi manusia yang
disabung sama dia. Karyawan dia yang
hasil dari TPPO disabung dengan para
pemilik-pemilik aset besar di muka bumi
ini. Ditipu lewat birahi. Jadi geng dia
ini lahir pada tanggal 16 Desember tahun
1987 di kota Xiao Ao. Aduh susah banget
ya namanya ya. Pokoknya tulisannya Xiao
Ao gitu ya. Kabupaten Lianjiang kota
Fuzuo, Provinsi Fujian, China. Chenzi
berasal dari keluarga yang biasa-biasa.
Ya, ini udah kayak film drama cin ya,
drama cina ya kan yang biasanya e dari
tukang sapu jadi CEO gitu ya. Nah, dia
berasal dari keluarga biasa sederhana
dengan kondisi ekonomi yang tergolong
menengah di wilayah Lian Jiang.
Diketahui kalau Chenzi ini memiliki
seorang kakak laki-laki. Dari keterangan
teman-teman sekelasnya semasa SMP,
Chenzi ini saat SMP itu berhenti sekolah
setelah dia lulus di kelas 2. Sebelum
akhirnya dia menghilang dari radar dan
enggak pernah terlihat lagi. Dan
tiba-tiba muncul namanya setelah
berpuluh tahun dia dikenal sebagai
dalang besar di balik bisnis penipuan
Kamboja.
Sebelumnya Chenzi ini sempat bekerja
geng di Cina dengan berbagai pekerjaan
yang berkaitan dengan internet. Cuma
detail terkait pekerjaan dia itu belum
diketahui karena beda-beda menurut
sumber berita. Salah satu media yaitu
Cambodia Daily itu bilang kalau Chenzi
pernah mengelola sebuah warnet kecil di
wilayah Fuzuo. Sementara itu, kesaksian
dari orang-orang sekampung e dia gitu
ya, ada yang bilang kalau Chenzi pernah
bekerja sebagai administrator jaringan
di beberapa warnet yang ada di Guangdong
dan Jiangsu selama 2 sampai 3 tahun
lamanya. Dan setelah itu dia juga
terlibat di dalam bisnis jual beli dan
transmisi data dan sempat juga membuka
situs dating apps dan juga situs
komunitas game. Nah, jadi benar-benar
dari bawah nih orang. Ibaratnya nih ya,
kalau di negara kita nih kayak
abang-abang yang suka masang jaringan e
internet yang manjat-manjat tiang.
Tiba-tiba tuh naik kelas jadi penyedia
game, penyedia situs dating apps dia
bikin gitu karena dia bisa coding. Nah,
lama-lama naik naik naik naik dan
membesar berhasil gitu. Di saat game
online Legend of Mir itu mulai nge-hype
ya di China, Chenzi ini di saat itu
membentuk sebuah tim untuk membangun
server game pribadi atau server bajakan.
Dan dari sinilah dia berhasil
mengumpulkan uang dengan modal yang
sangat besar. Jadi ngebajak game di saat
itu. Secara enggak langsung dia ini
memang orang jenius, orang pintar
melihat peluang. Tapi memang sudah
rada-rada e licik gitu ya. dari awal
kepintarannya aja udah dia pakai untuk
ngebajak game. Jadi otak kriminalnya
udah dari lama. Singkat cerita, dia
pindahlah ke Kamboja, Geng, di akhir
tahun 2010. Tapi ada yang bilang dia
pindah itu tahun 2011 nih. Enggak tahu
nih yang mana yang benar. Yang jelas di
antara tahun itu. Dan dia ke Kamboja itu
enggak sendiri apa ya migrasi orang Cina
ke Kamboja itu kayak udah biasa
sebenarnya. Banyak banget orang Cina di
Kamboja dan rata-rata ya bisnis yang
jahat-jahat itu didalangi oleh
orang-orang Cina. Tapi enggak sedikit
juga orang Cina yang ke sana itu
bisnisnya benar. Tapi yang buruk-buruk
rata-rata bosnya orang Cina ini. Dia di
saat itu pindah ke Kamboja dengan kakak
laki-lakinya dia. Dan Chenzi ini enggak
langsung bekerja di industri scam atau
jadi penipu di saat itu. Dia terlebih
dahulu bekerja di sektor real estate
yang di saat itu sedang booming di
Kamboja. Jadi dia tuh kayak developer
rumah gitu loh, Geng. Jual-jual
properti. Dan kedatangan dia ke Kamboja
itu bertepatan dengan dimulainya ledakan
properti di negara tersebut yang
disebabkan karena tersedianya
lahan-lahan yang luas yang diambil oleh
tokoh-tokoh berpengaruh dan memiliki
koneksi politik serta disebabkan oleh
adanya investasi dari Cina yang begitu
masif ke Kamboja. Nah, sebagian besar
investasi itu menjadi bagian dari belt
and root inisiatif atau BRI yang
direncanakan oleh si Jinping untuk
mengekspor proyek infrastruktur buatan
Cina ke Kamboja. negara yang ikut ke
dalam proyek ini sekitar 60 hingga 155
negara dan juga 29 organisasi
internasional termasuk International
Monetary Funds atau IMF.
Sebagian lagi berasal dari investor
perorangan Cina yang mencari alternatif
lebih terjangkau untuk pasar properti
Cina yang pada saat itu sedang terpuruk.
Jadi mereka ini mencari peluang di
Kamboja gitu. Sementara di negaranya
sendiri tuh kayak waduh udah kurang laku
nih ya kan? Ya udah kita jual ke
Kamboja. Nah, dampaknya nih ya jumlah
orang Cina yang datang ke Kamboja itu
meningkat pesat. Kondisi ibu kota
Kamboja penompen itu berubah drastis.
Penampakan kota yang dulunya dipenuhi
oleh rumah-rumah kolonial Prancis yang
sejauh mata memandang tuh kayak bangunan
jadul gitu ya. Kamboja tuh dulu
tertinggal banget walaupun mereka
sebelahan sama Thailand kayak tertinggal
banget dibanding Thailand. Tapi semenjak
Cina masuk, berubahlah semua menjadi
gedung-gedung tinggi yang memiliki
arsitektur khas Asia yang terbuat dari
kaca dan baja. Udah kayak ibu kota
Jakarta kan. Sempat kita lihat ya, ada
video yang memperlihatkan Kamboja mulai
mewah semenjak ee bisnis judul katanya.
Ya sebenarnya enggak sepenuhnya benar
ya. Ada sih ya bisnis judul yang
mengalir ke negara mereka. Tapi yang
paling benar adalah ketika mereka
menjalin kerja sama dengan
investor-investor Cina. Begitulah
akhirnya jadi maju negara mereka. Hal
yang sama juga terjadi di Shokokville,
lokasi yang saat ini menjadi pusat dari
industri scam yang terbesar di Kamboja.
Yang mana bukan cuma turis dan investor
properti asal Cina aja yang datang ke
sana, tapi penjudi ilegal asal Cina juga
masuk ke sana. Jadi ibaratnya nih
orang-orang yang berbisnis positif dari
Cina masuk ke Kamboja ya, masuk ke
daerah si Hannockfield tadi. Nah, yang
berbisnis hitam yang gelap mafianya juga
masuk ke sana. yang akhirnya membuat
Kamboja terbangunlah kasino-kasino baru
bermunculan di mana-mana, menjamur di
mana-mana.
Chy
cerita berlanjut lagi nih, Geng. Di
tahun 2014, Chenzi ini akhirnya
mendapatkan kewarganegaraan Kamboja
melalui jalur investasi imigrasi. dia
memilih untuk melepaskan kewarganegaraan
Cinanya. Hal ini memungkinkan dia bisa
membeli tanah di Kamboja atas namanya
sendiri dan cuma ya dia membutuhkan
investasi minimum atau sumbangan kepada
pemerintah Kamboja sebesar 250.000
Amerika atau setara 4 miliar.
Wis hitung-hitung kalau dihitung-hitung
gampang juga ya. Hmm 4 miliar doang
maksudnya bukan gua ngeremehin 4 miliar.
Maksud gua kayak lu tinggal di Jakarta R
miliar tuh ya harga rumah sekarang di
Jakarta tuh segitu-segitu, Geng. Nah,
ini di Kamboja lu cukup ngeluarin 4
miliar kayak beli rumah, kayak beli
properti gitu ya, lu udah bisa ngurus
kewarganegaraan. Mantap banget deh. Ini
kayak kayak apa ya? Kemarin gua ke
Malaysia juga gini sih, Geng. Gua sempat
ya ini sedikit informasi mungkin ya. Gua
sempat ke Malaysia tuh ada namanya
program itu My Second Home, tapi enggak
dapat kewarganegaraan sih. Lu kayak beli
rumah properti sekitar 2 miliar, lu
semacam dapat akses spesial lah untuk
tinggal di Malaysia gitu. Tapi enggak
jadi warga negara. Setahu gua sih gitu,
tapi di Kamboja gila banget ya. 4 miliar
lu udah bisa jadi warga negara. Gokil.
Oke, kita lanjut lagi. Nah, sebenarnya
dari sini ya udah mulai agak
mencurigakan karena enggak pernah ada
yang tahu dari mana uang yang didapatkan
oleh Chenzi saat dia memilih untuk
berinvestasi sebesar Rp4 miliar di
Kamboja. Kecurigaan tersebut semakin
menguat ketika pada tahun 2019 Chenzi
ini mengajukan rekening bank The Isle of
Man ya tulisannya tuh ISL. Ah, saat itu
dia mencantumkan seorang paman yang
tidak disebutkan namanya yang katanya
udah memberikan 2 juta dolar Amerika
kepada dia untuk memulai perusahaan
properti pertamanya dia di tahun 2011.
Jadi dia kayak apa ya nyebut nama ee
fiktif gitu entah siapa yang dia anggap
orang itulah yang memberikan warisan lah
ke dia. Dia sebutnya tuh paman. Jadi
dari situlah uangnya dia. Tapi geng,
enggak pernah ada bukti yang pernah
diberikan oleh Chen untuk mendukung
klaimnya dia itu. Jadi siapa paman itu
enggak pernah ada datanya seperti
misalkan cek pemberian uang ke dia,
identitas pamannya itu dan lain
sebagainya tuh enggak ada. Nah,
sementara ketika ada uang sebesar itu di
tangan dia yang akan dia investasikan,
aliran dananya harus dicek. Nah, tapi
entah bagaimana bisa dia meloloskan itu
semua. Nah, kita mundur lagi nih, Geng,
ke tahun 2015. Pada tahun tersebut, si
Chenzi ini mendirikan sebuah perusahaan
yang namanya Prince Group yang awalnya
cuma berfokus pada pengembangan
properti. Nah, usianya pada saat itu
baru 27 tahun, Geng. Dan seiring
berjalannya waktu, perusahaannya dia
tersebut berkembang ke bidang lain
seperti perbankan, keuangan, pariwisata
sampai menjadi salah satu kelompok usaha
terbesar di Kamboja. Dikatakan kalau
Chengzi ini aktif terlibat di dalam
kegiatan sosial dan amal yang tujuannya
untuk membantu pengembangan komunitas
lokal di Kamboja. Dan dia juga
mendirikan Prince Foundation dengan
total donasi yang sudah lebih dari 16
juta dolar Amerika yang artinya ini udah
gede banget perusahaannya, udah ada
foundation-nya, udah ada yayasannya.
yang mana seperti yang kita tahu ya,
ketika orang sudah sangat kaya, ketika
perusahaan sudah sangat luar biasa e
omsetnya, biasanya mereka akan membuat
yayasan. Gunanya apa? Yaitu menghindari
pajak.
Nah, ini berarti dia udah gede banget.
Dan sejak tahun 2017, Chenzi ini
menjabat sebagai penasehat Kementerian
Dalam Negeri Kamboja. Jadi, udah mulai
bergabung ke pejabat dia masuk ke dalam
pemerintahan. Dia di saat itu
mendapatkan lisensi perbankan komersial
di tahun 2018 untuk mendirikan Prince
Bank. Dan di tahun yang sama, Chenzi
juga mendapatkan paspor Ciprus dengan
imbalan investasi minimum di sana
sebesar 2,5 juta Do Amerika yang
memberikan dia keuntungan yaitu bisa
dengan mudah pergi ke Uni Eropa. Chenzi
kemudian mendapatkan kewarganegaraan
Vanuatu, Geng. Kalau kalian enggak tahu
Vanuatu ya, Vanuatu itu rasnya masih
sama dengan orang-orang Papua. Vanuatu
itu kayak apa ya? Negara kepulauan
gitulah. Kalian bisa cek sendiri,
negaranya indah banget dan Chenzi bisa
dapat kewarganegaraan di sana. Berarti
saking banyaknya duitnya dia. Dan dia
enggak main-main, Geng. Saking kayanya
dia bisa mendirikan maskapai penerbangan
ke Kamboja. Dan pada tahun 2020 dia
mendapatkan sertifikat untuk
mengoperasikan maskapai penerbangan
keempat. Di Penompen terdapat mall-mall
mewah yang dibangun oleh e divisi
properti Prince Group punyanya si Chenzi
ini. Dan termasuk hotel-hotel bintang
lima di daerah Sianokville dan proyek
ambisius untuk membangun kota ramah
lingkungan senilai 16 miliar dolar atau
setara dengan 265,7
triliun, Geng. Gila. Yang mana proyek
itu disebut dengan Bay of Light atau
bahasa Indonesianya Teluk Cahaya.
Kebayang tuh seberapa banyak duitnya
dia.
Dan pada tahun yang sama ketika dia
mendapatkan sertifikat pengoperasian
maskapai itu ya, jadi dia udah bikin
maskapai empat lah gitu. Jadi gua
ibaratkan kalau di Indonesia nih ya
Batic Air punya dia ya, terus Air Asia
punya dia. Nah, terus apalagi eh City
Link punya dia, banyak yang lain-lain
lagi. Pokoknya tuh sampai empat maskapai
itu punya dia, Geng. Di Kamboja. Dan
Chenzi ini dianugerahi gelar tertinggi
yang diberikan oleh raja Kamboja yaitu
Nick Okna yang mengharuskan dia
memberikan sumbangan setidaknya 500.000
Amerika atau setara Rp8 miliar. Gua
enggak tahu ini setiap tahunnya apa
setiap bulannya. Yang jelas 8 miliar itu
harus dia sumbangkan ke kerajaan
Kamboja. Kesuksesan dia di Kamboja itu
enggak berhenti sampai di situ, Geng.
Dia menjadi mitra bisnis dari seseorang
yang bernama Soka. Nah, terus geng
Chenzi ini juga dipercaya menjadi
penasehat resmi bagi tokoh paling
berkuasa di Kamboja yaitu Hunsen. Dan
setelah jabatan Hunsen diganti oleh
anaknya yang bernama Hunmanet, nah ini
masih Chenzi juga yang dipakai untuk
penasehat resminya di tahun 2023. Dan di
Kamboja, Chenzi ini dikenal sebagai
seorang filantropis yang sudah mendanai
beasiswa bagi pelajar berpenghasilan
rendah. dan dia juga menyumbang untuk
membantu Kamboja mengatasi pandemi
Covid-19. Jadi seberpengaruh itu nama
Chenzi di Kamboja. Tapi meskipun namanya
enggak asing di Kamboja karena dinilai
dia banyak membantu, tapi Chenzi tetap
menjadi sosok yang misterius. Dia jauh
dari sorotan dan jarang sekali terlihat
di publik.
Tuh, kira-kira kalau di Indonesia tuh
kayak siapa, Geng? Hah? orang kaya super
kaya punya segalanya tapi jarang banget
tuh masuk media sosial, masuk berita,
masuk eh apa ya kayak ya flexing atau
apa enggak ada tuh. Nah Chenzi itu
cocosoknya kayak gitu. Bisa dikatakan
tuh dia semacam oligarkinya Kamboja tapi
uang yang dia dapatkan dari hasil scam
alias menipu. Kebayang enggak kalian?
Dari sini kita udah bisa lihat bagaimana
awal mula kehidupan Chenzy sampai dia
bisa membangun bisnis di Kamboja yang
awalnya dia cuma tukang pasang pasang
kabel internet terus dia ngebajak game
pindah ke Kamboja dapat warga negara
sekarang dia menjadi salah satu oligarki
di Kamboja ya walaupun entah bagaimana
dia bisa mendapatkan uang begitu banyak
itu ya sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan mengenai jejak
kejahatan yang dilakukan oleh Chenzi
melalui bisnis-bisnisnya dia. kita
bahas.
Jadi meskipun Chenzi ini sudah membangun
kerajaan bisnis di Kamboja, nama dia itu
enggak lepas dari target penyelidikan
bagi otoritas negara lain yang
mencurigai aktivitas bisnisnya dia yang
enggak lazim. Ya, mungkin bagi
pemerintah Kamboja, dia ini adalah
sumber uang ATM, orang yang bijaksana,
dermawan gitu ya. Tapi bagi orang dari
negara lain yang mana negara-negaranya
menjadi korban dari si Chenzy ya enggak
terima. Mereka tuh nyari tahu Chenzy ini
siapa. Kerjaan lu ngapain? Kok banyak
banget korban yang mengaku ditipu korban
scam dari negara gue? Tapi di saat yang
bersamaan lu yang sedang menetap di
Kamboja, negara scammer itu sendiri
makin kaya raya. Nah, diracking lah tuh.
Pada tahun 2019 pasar properti di Si
Hanokville itu mengalami kejatuhan
besar. Ibaratnya tuh ya bisnis yang
tadinya digeluti oleh si Chenzi ini lagi
ambruk. Tapi Chenzy-nya gak ambruk,
makin kaya. Yang mana di saat itu harga
tanah dan bangunan yang sebelumnya
melonjak tajam di Kamboja tiba-tiba tuh
turun drastis. Banyak proyek properti di
sana berhenti. Bangunan-bangunan jadi
kosong. Investor mulai menarik diri dari
Kamboja. Yang mana kondisi ini membuat
kota tersebut berubah dari yang tadinya
ya. Kawasan investasi ramai sekarang
malah jadi wilayah dengan kota hantu
alias banyak properti yang mangkrat,
gedung-gedung yang kosong yang setengah
jadi. Kalian bisa lihat dari video-video
ini bagaimana kondisi Kamboja yang
banyak sekali gedung-gedung mangkak. Nih
gua tampilin.
Misfortune [musik] struck
has been hit hard by the COVID-19
pandemic.
Several companies have closed and
buildings have been seized by drug
trafficking gangs turning the city into
a hub for cyber crime.
One belt one road
prince real estate group.
Di saat yang sama, geng, bisnis
perjudian online sedang berkembang pesat
dan menarik perhatian kelompok asal
Cina. Kelompok-kelompok ini itu enggak
kerja sama, melainkan mereka saling
bersaing untuk menguasai wilayah dan
jaringan perjudian masing-masing. Mereka
di Cina tuh melihat, "Wah, ada lahan
kosong nih di daerah Kamboja sana. Kita
harus masuk ke sana untuk berbisnis
hitam gitulah. Dan persaingan itu
kemudian berubah menjadi konflik terbuka
antar sindikat dengan perebutan lokasi,
perebutan korban, dan perebutan sumber
keuntungan sehingga memicu ketegangan
dan kekerasan di daerah Sihanockfield.
Hal inilah yang membuat para turis yang
sudah ada di si Hannockville maupun yang
bakal pergi ke sana jadi ketakutan
dengan situasi yang mencekam di sana.
Ya, gimana enggak takut datang ke sana
ngelihat para mafia-mafia scammer dari
Cina ini lagi bertikai dan mereka itu ya
enggak segan-segan menjebak para turis
untuk ditangkap dan ditahan disuruh jadi
scammer. Makanya banyak banget yang
diculik ya kan. Dan di saat itu di bawah
tekanan Cina, Hunen selaku Perdana
Menteri Kamboja mulai melarang perjudian
online pada bulan Agustus 2019. Ya,
awalnya mereka menikmati hasilnya tapi
lama-lama ditekan oleh Cina, mereka tuh
mulai tuh kayak ketar-ketir. Nah,
akibatnya ada sekitar 450.000 warga Cina
yang akhirnya kehilangan pekerjaan
sebagai admin judul. Mereka memilih
untuk meninggalkan Shanockfield karena
bisnis mereka mulai dilarang, mulai
bangkrut. Nah, banyak blok milik Prince
Group yang dibiarkan kosong. Nah, blok
yang dimaksud milik Prince Group ini
adalah bangunan-bangunan eh punya si
Chenzi tadi yang tadinya disewakan
kepada para pengusaha-pengusaha judul.
Nah, akhirnya kosong tuh. Nah, di saat
semua gedung-gedungnya ini kosong, sudah
mulai ditinggalkan oleh para pelaku
judul, anehnya Chenzi ini kok masih
kaya-kaya aja dan bahkan dia makin
memperluas bisnisnya dan bahkan dia
berbelanja dengan bebas meskipun sudah
ada penindakan dari Kamboja karena
mendapatkan tekanan dari Cina. Dan
menurut laporan dari otoritas Inggris di
tahun yang sama yaitu tahun 2019, Chen
sempat membeli sebuah rumah mewah
senilai 12 juta poon sterling atau
setara dengan Rp266 miliar di London
Utara. Serta sebuah blok perkotaan
senilai Rp95 juta pon sterling atau
setara dengan 2,1 triliun di sebuah
distrik keuangan di kota tersebut.
Kebayang enggak tuh yang dia beli itu
blok perkantoran. Jadi, udah bukan lagi
beli properti kecil-kecil dia. Dan
otoritas Amerika juga mengungkap fakta
yang kurang lebih sama. Dikatakan kalau
Chenzi ini serta rekan-rekannya itu
membeli properti di New York Jet
Pribadi, Supah, serta sebuah lukisan
Pablo Picasso.
Saking udah kayaknya tuh. Dan Inggris
serta Amerika pasti jadi curiga. Ini
siapa nih orang Cina ini? Gimana bisa si
Chenzi ini membeli properti tersebut?
Sementara keuangan dia dan perusahaannya
yang tidak pernah jelas apalagi setelah
adanya penindakan dari Kambojaanya
sendiri tapi dia kok makin kaya? Kenapa
dia bisa beli itu semua? Nah, karena
itulah Inggris dan Amerika menuduh
kekayaan Chenzy bisa jadi berasal dari
bisnis haram yang lain. Bukan hanya dari
menyewakan gedung-gedung kepada para
pelaku judul doang. Nah, di sisi lain ya
ya bisnis haramnya dia ini memang
menguntungkan untuk negara di wilayah
Asia yaitu Kamboja. Nah, di saat itu
mulailah dicurigai. Apa jangan-jangan
dia ini adalah seorang pelaku money
laundri atau pencucian uang? Apa mungkin
dia adalah seseorang yang menjalankan
aksi penipuan online beserta dengan
perdagangan manusia? Nah, dimulailah
dicek di saat itu. Dibongkarlah siapa si
Chenzi ini. Singkat cerita ya, dalam
upaya untuk menghentikan akses uang
haram yang masuk ke kantongnya Chenzy,
Departemen Keuangan Amerika menyita
Bitcoin senilai 14 miliar dolar Amerika
atau setara dengan 232 triliun yang
terkait dengan Chenzy. Nah, ini siapa
nih yang suka ngomong kalau kekayaan lu
disimpan di Bitcoin bakal aman-aman aja?
Ini ada buktinya nih. Seorang Chenzi
nyimpan Bitcoin dengan tujuan supaya
kekayaannya aman. Ya, ternyata Amerika
bisa nyita loh. Berarti kan bisa
diakses, ya dong. Jadi geng lembaga
tersebut ya menyebutkan penyitaan mata
uang kripto terbesar milik Chenzy ini
adalah penyitaan terbesar yang pernah
ada di muka bumi. Inggris dan Amerika
juga sudah menjatuhkan sanksi kepada 128
perusahaan yang terkait dengan Chenzy
dan juga Prince Group serta eh 17 orang
dari tujuh negara berbeda dituduh e
sebagai kakitangannya Chenzy dalam
menjalankan bisnis haramnya itu juga
ditangkap. Aset-asetnya Chenzi yang
berada di Amerika dan Inggris juga udah
dibekukan. Dan ternyata, Geng, enggak
cuma Inggris dan Amerika aja yang sudah
menyelidiki Chenzi. Diam-diam Cina juga
sudah menyelidiki Chenzi dan juga
perusahaannya dia yang mana setidaknya
dari tahun 2020 udah diintip sama Cina.
Tapi Inggris sama Amerika enggak pernah
tahu kalau Cina udah ngintip. Padahal
secara logikanya ya jelaslah Cina bakal
ngintip. Cina bukan negara kecil, Cina
negara besar. Udah gitu Chenzinnya orang
Cina ya kan. Dia berangkat dari Cina ke
Kamboja dan kebanyakan pekerja Chenzi
orang Cina dan korban Chenzi juga banyak
orang Cina. Ya jelas Cina diam-diam
mengintip Chenzi cuman enggak heboh aja
kayak Amerika dan Inggris.
Ada sejumlah kasus pengadilan yang
menuduh perusahaan tersebut ya
perusahaannya Chenzi ini menjalankan
skema penipuan online. Biro keamanan
publik Kota Beijing sampai membentuk
satuan tugas untuk menyelidiki si prince
group punya Chenzi ini. Kalau Amerika
dan Inggris masih menduga-duga, Cina
udah tahu dalamnya. Udah dari lama
mereka tahu, "Oh, Prince Group sukses
banget nih perusahaan sampai ngebantu
pemerintah Kamboja membangun Kamboja.
Tapi aslinya di dalamnya adalah
penipuan. Semuanya adalah scam. Menipu
negara [musik] lain untuk memperkaya
perusahaan mereka. Lalu dibagikan kepada
negara tempat di mana perusahaan mereka
berdiri. Cina udah dari lama tahu tapi
senyap. Gila ya Cina ya. Dugaan Amerika
dan Inggris ya. Pusat kerajaan bisnis
Chenzi ini melalui Prince Group itu ada
di Golden Fortune Science and Technology
Park. Sebuah kompleks yang dibangun oleh
Prince Group di daerah Creytom dekat
perbatasan Vietnam. Walaupun sebelumnya
Prince Group ini sendiri sudah membantah
terlibat di dalam aksi penipuan online
dengan menyebutkan tuduhan tersebut
bertujuan untuk merebut e aset mereka
yang jumlahnya miliaran dolar secara
ilegal dan mengatakan tidak lagi
memiliki hubungan bisnis dengan Golden
Fortune. Tapi investigasi Amerika dan
Inggris mereka yakin sekali hasilnya
adalah ada hubungan bisnis yang jelas
antara Prince Group dengan Golden
Fortune ini. Mereka menemukan itu. Dan
seorang jurnalis yang bernama Ad Movic
Davis itu pernah tuh wawancara e dengan
sejumlah orang yang tinggal dan bekerja
di dekat Golden Fortune. Mereka cerita
tuh ya adanya aksi pemukulan brutal
kepada orang-orang yang sebagian besar
berasal dari keturunan Cina, Vietnam,
dan Malaysia bahkan yang mencoba kabur
dari kompleks itu, tempat di mana mereka
dipaksa untuk melakukan penipuan online.
Nah, jadi ketahuan tuh dari orang-orang
bawahnya. Dan di dalam investigasi itu
ya si jurnalis tadi yang bernama Davis
itu kaget karena Prince Group ini
ternyata bisa membangun jejak global
tanpa menimbulkan kekhawatiran mengingat
tuntutan pidana serius yang saat ini
harus mereka hadapi. Jadi mereka
ibaratnya tuh pintar banget nyembunyiin
ke dognya, Geng. Dan disebut-sebut kalau
Prince Group ini mengendalikan lebih
dari 10 lokasi penahanan ilegal di
Kamboja. Jadi orang-orang yang mereka
jebak ditahan ya dibikin satu
kerangkeng, satu penjara ditahan di
sana. Itu kan ilegal, tapi mereka bisa
menjalankan itu, Geng. Ya, lagi-lagi
kenapa? Karena mereka oligarkinya.
Mereka yang berkuasa di atas pemerintah
Kamboja. Mereka yang ngasih duit
pemerintah Kamboja. Jadi, suka-suka
mereka. Dari dua lokasi tersebut ya
digunakan untuk membuat apa yang disebut
sebagai peternakan handphone.
Ah, kebayang ya kalian ya, peternakan
handphone di mana mereka menimbun ada
12.250 handphone dan mengendalikan lebih
dari 76.000 rib akun media sosial yang
palsu sebagai jalan mereka untuk
melancarkan aksi penipuan online dengan
jumlah uang yang terlibat mencapai
puluhan miliar dolar Amerika. Dan selain
itu, Chen ya juga menggunakan
pengaruhnya dia di Kamboja untuk
memasang lowongan pekerjaan palsu yang
berhasil menarik perhatian sejumlah
besar anak-anak muda yang berasal dari
Cina untuk mau bekerja ke kawasan
industri Prince Group tadi. Karena
mereka percaya atas tawaran atau klaim
kerja sama yang diiklankan oleh
perusahaannya Chenzy. Dan ternyata
ketika mereka sampai di kawasan industri
Prince Group, ya kita tahu apa yang
terjadi ya? Kebebasan mereka dibatasi.
Mereka dipenjara, dipaksa untuk bekerja
dengan jam kerja yang tidak manusiawi
melakukan penipuan online.
Gokil enggak tuh, Geng?
Modus kejahatan dari Chenzi ini disebut
dengan istilah penyembelihan babi atau
yang lebih dikenal dengan peck bachoring
scam. Nah, istilah ini berasal dari
bahasa Mandarin ya yang dianslate ke
bahasa Inggris. Jadi modus ini
mengibaratkan korban-korbannya itu
adalah babi yang dipelihara terlebih
dahulu. Udah gendut, sudah gemuk, sudah
sehat, baru disembelih. Di dalam konteks
kejahatan yang dilakukan oleh Chenzi
melalui prince grup-nya ini, dia bakal
melakukan penipuan investasi palsu yang
menyebak para korbannya lewat media
sosial dan aplikasi chat. Nah, korbannya
ini ya bakal diyakinkan untuk
berinvestasi. Tapi sebenarnya dana
korban ini justru dicuri, ya, dicuci
uang-uang tersebut melalui Prince Group
untuk membiayai gaya hidup mewahnya
Chenzi dan rekan-rekannya. Kenapa Chenzi
ini di saat itu belum bisa tertangkap
ketika mereka lagi gila-gilanya menipu
banyak orang? Ya, kabarnya karena mereka
ya menyuap para pejabat publik serta
memanfaatkan pengaruh politiknya Chenzy
selama berbisnis di Kamboja. Nah, jadi
enggak ada yang berani nyentuh dia. Ya,
dia yang ngasih makan ke si pemerintah
sana. Gimana mau disentuh? Tapi setelah
Amerika dan Inggris datang terjun
langsung memberikan sanksi dengan
membekukan asetnya Chenzy, para pelaku
bisnis berbondong-bondong memisahkan
diri dari Prince Group. Mereka takut
mereka kena cipratannya juga. Dan di
saat itu ya, Geng, Bank Sentral Kamboja
bahkan terpaksa mengeluarkan pernyataan
karena banyak nasabah yang merasa cemas
dan khawatir uang mereka enggak aman. Di
dalam pernyataannya, Bank Sentral
Kamboja menegaskan bahwa mereka akan
menarik atau mengamankan dana milik bank
sentral yang sebelumnya ditempatkan di
Prince Bank. Prince Bank ini kan punya
Chenzi juga. Sementara itu, pemerintah
Korea Selatan sampai ambil tindakan juga
ambil tindakan hukum dengan membekukan
sekitar 64 juta Do Amerika Serikat yang
mana ini adalah milik Prince Group.
Karena kan mereka saking sudah banyak
duitnya tuh mereka beli properti di
mana-mana tuh. Amerika, Inggris, Korea
Selatan, bahkan di Indonesia juga ada
gua rasa. Nah, tapi di negara-negara
yang melek dan berani mengambil
tindakan, semua aset milik Prince Group
disikat, dibekukan, diambil oleh negara.
Pemerintah Singapura dan Thailand
menjanjikan investasi terhadap anak
perusahaan Prince Group di saat itu.
Dari 18 orang yang menjadi target
Amerika dan Inggris, tiga di antaranya
adalah warga negara Singapura dan
Singapura hampir aja terlibat. Nah, pada
waktu itu pemerintah Kamboja seperti
kelihatan defensif. karena mereka
mendesak e otoritas Amerika dan Inggris
untuk memastikan mereka punya bukti yang
cukup atas tuduhan terhadap Chenzi dan
Prince Group. Jadi ibaratnya nih ya
pemerintah e Kamboja tuh bilang kayak lu
mau nangkap Chenzi boleh-boleh aja tapi
lu punya bukti enggak gitu. Nanti jangan
asal-asal tangkap gitulah kurang lebih.
Mereka melakukan defensif atau mode
bertahan diri tapi tetap dengan cara
kayak gua enggak terlibat kok. Paham
enggak sih maksud gua? Kayak gua enggak
terlibat kok. Tapi kalau lu mau nangkap
Chenzi, lu harus ada bukti yang kuat
loh. Gitulah kurang lebih. Nah, karena
mereka itu tahu mereka juga kalau diusut
akar-akarnya, pemerintah Kamboja juga
terlibat dan enggak pernah ada upaya
yang dilakukan oleh pemerintah Kamboja
untuk menindak Prince Group dengan
alasan perusahaan tersebut sudah
memenuhi semua persyaratan hukum untuk
beroperasi di negara mereka. Padahal mah
alasannya lebih dari itu ya kan.
Alasannya adalah Prince Group ya di
bawah Chenzy sudah menyuap pemerintah
Kamboja. Nah, pemerintah Kamboja juga
memperlakukan perusahaan Chenzi ini
layaknya perusahaan besar lain yang
berinvestasi di sana. Seolah-olah tuh
wis ini perusahaan ee apa yang bergerak
di bidang yang positif. Hasilnya besar
bisa bekerja sama dengan negara. Padahal
ya mereka memberikan ruang kepada Prince
Group ini untuk memperbudak
manusia-manusia melakukan penipuan
terhadap manusia lain di negara lain.
Gila ya. Jadi jangan heran kenapa
Kamboja menjadi sarangnya
penipu dan judul. Nah, tapi saat ini
perjalanan gilanya Chenzy sudah berakhir
karena saat ini dia sudah ditangkap.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan bagaimana penangkapan Chenzi
bisa terjadi. Kita bahas.
Sebelum Chenzi ini bisa ditangkap,
kerajaan Kamboja mengeluarkan sebuah
dekrit di akhir tahun 2025 yang mana
dekret tersebut menjadi pencabutan
kewarganegaraan Kamboja punya Chenzi.
Tuh tiba-tiba ya di saat udah tertekan
Chenzyinnya dicampakkan ya kan
Chenzyinnya langsung dicabut
kewarganegaraannya. yang gua rasa di
sini kayak pemerintah Kamboja tuh enggak
mau ee diikut sertakan lah di dalam
kejadian ini yang artinya mungkin
pemerintah Kamboja mau cuci tangan gitu.
Keputusan yang dilakukan oleh pemerintah
Kamboja secara hukum membuka jalan bagi
pemerintah Kamboja untuk mengekstradisi
dia ke Cina. Jadi kalau memang dia
ditangkap ya silakan diekstradisi aja
jangan dihakimi di negara kami gitu.
Nah, akhirnya pada tanggal 6 Januari
kemarin Chenzi bersama dengan dua warga
negara Cina lain yang bernama Suji Liang
dan Sahho Jihui diekstradisi setelah
ditangkap. Kementerian Dalam Negeri
Kamboja menyebutkan penangkapan dan
deportasi tersebut dilakukan atas
permintaan pemerintah Cina. Penindakan
hukum Cina dan Kamboja pada Chenzi
disebut sebagai pencapaian kerja sama
dua negara dalam memberantas jaringan
penipuan online di sana. Kementerian
Keamanan Publik Cina itu bilang
ekstradisi Chenzi sebagai pencapaian
besar dalam kerja sama penegakan hukum
antara Cina dan Kamboja. Cina menyatakan
bakal memperluas pengejaran terhadap
anggota kunci dari jaringan Chenzi ini.
Mereka juga menjanjikan akan menindak
sektor keuangan yang terkait dengan
bisnis Chenzy di Kamboja. Ya, gimana
enggak ketar-ketir tuh? Ya kan
pemerintah Kamboja. Dan pada hari Kamis
tanggal 8 Januari 2026, Kementerian
Keamanan Publik Cina merilis video yang
memperlihatkan Chenzi dalam kondisi
tangannya diborgol. Penutup kepala hitam
dilepas sehingga wajahnya bisa
ditampilkan ke orang-orang. Selama ini
orang-orang tuh jarang ngelihat wajah
Chenzy ini. Dan di saat itu dia dikawal
turun dari pesawat di sebuah landasan
pesawat yang tidak disebutkan lokasinya.
Rahasia private. Nah, Chenzi dikelilingi
oleh aparat bersenjata. Pesawat Cina
Southern dengan kawalan petugas
bersenjata dan berpakaian hitam yang
menunggu di landasan Pacu. Taipan muda
yang pernah dielu-elukan sebagai simbol
kebangkitan ekonomi Kamboja itu dianggap
jadi salah satu sosok paling dicari di
Asia.
Pada hari yang sama, Bank Nasional
Kamboja mengumumkan kalau Prince Bank
milik prince groupnya Chenzi ditempatkan
dalam status likuidasi sehingga dilarang
untuk melakukan aktivitas perbankan.
Duitnya disita semua. Dan pihak
berwenang Kamboja itu enggak memberikan
alasan atas likuidasi tersebut. Dan
belum jelas apakah mereka bakal
menargetkan entitas perusahaan milik
Prince Grup lain. Apa cuma banknya
Prince Group ini aja atau ada
perusahaan-perusahaan lain anak-anak
perusahaannya yang terkait itu juga
bakal ditindak. Belum ada tuh
pernyataannya. Dan setelah penangkapan
Chenzy, aparat Kamboja itu langsung
membersihkan jaringan penipuan online
termasuk dengan jaringan yang terkait
dengan Chenzi ini. Ya, gimana enggak
Cina bos udah turun tangan mau apa
Kemboja? Ya kan kalau terhadap Thailand
mungkin mereka masih bisa
songgong-songongan. Kalau sama Cina
sekali boom kayaknya hancur tuh negara.
Dan langkah ini ya mempertegas
koordinasi lintas negara di Asia dalam
memberantas kejahatan teknologi dan
keuangan transnasional khususnya ya
perihal penipuan online, judul dan
pencucian uang. [musik] Dan atas
kejahatan online yang dilakukan oleh
Chenzi lewat perusahaannya itu
disebut-sebut kerugian korban yang sudah
ditipu dari seluruh dunia mencapai 1,1
kuadralun.
Sebanyak apa tuh duit? 1000 triliun,
Geng. Sampai sesak napas gua. Ya Allah.
Meskipun kayak gitu ya, sampai gua
syuting video ini belum jelas nih
dakwaan apa yang bakal diberikan kepada
Chenzi. Tapi banyak yang menduga kalau
Chenzi bakal mendapatkan hukuman paling
singkat ya 40 tahun kayaknya. Tapi ada
juga yang berpikir lebih jauh mengingat
pemerintah Cina selalu menindak dengan
tegas para kriminal di Cina. Bahkan ada
yang dikenai hukuman metong. Maka
memungkinkan kalau Chenzi ini bakal
dihukum metong. Tapi ada juga yang
berpendapat berbeda, Geng, yang
menyebutkan kalau Cina ya sangat ingin
cepat-cepat menangkap Chenzi. Kenapa
nih? Kok buru-buru banget ya?
Dikarenakan mereka tidak ingin jika
keduluan oleh Amerika yang sama-sama
sedang mengincar Chenzi. Kenapa
demikian? Ya karena Cina tidak mau kalau
warga negara mereka meskipun orang yang
melakukan kesalahan atau melakukan
kejahatan diadili oleh Amerika. Itu yang
pertama. Yang mana bisa-bisa ini justru
bakal membuat Amerika menang dari Cina.
Nah, dan bisa jadi banyak sekali hal-hal
yang disimpan oleh Chenzi ini, database
yang disimpan oleh Chenzi dan Cina bisa
saja menggunakan Chenzi untuk operasi
mereka. Apalagi Chenzi ini memiliki
koneksi yang luas dan lihai dalam
berbisnis sekalipun bisnisnya adalah
bisnis hitam. Ya, kita enggak tahu nih
langkah Cina selanjutnya apa. Apakah
Chenzi dihukum atau justru dimanfaatkan
oleh mereka karena kan termasuk orang
jenius. Ya, kita tunggu aja nantinya
bagaimana nasib Chenzi ini setelah
diamankan oleh otoritas Cina.
Nah, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai penangkapan Chenzi, seorang
raja bisnis yang melakukan bisnis
penipuan dan perdagangan orang dan
menjadi salah satu bisnis kriminal
paling besar di Kamboja. Gimana menurut
kalian tentang pembahasan ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.