Cambodia's Scam King Arrested by China After Being Targeted by America and Britain! Chen Zi
wHQfXYMD2pU • 2026-01-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Dari dua lokasi tersebut ya digunakan untuk membuat apa yang disebut sebagai peternakan handphone. Ah, kebayang ya kalian ya peternakan handphone di mana mereka menimbun ada 1250 handphone dan mengendalikan lebih dari 76.000 akun media sosial yang palsu sebagai jalan mereka untuk melancarkan aksi penipuan online. A back to the lab. Hari ini kita bakal bahas lagi tentang perkembangan dunia. Waduh, kemarin kita udah bahas tentang Kak Aureli ya, tentang e bukunya dia Broken String yang menurut gua benar-benar huh bikin dada sesek. Sebenarnya banyak yang enggak gua ceritakan di situ karena ya keterbatasan channel gua untuk bisa membahas hal-hal yang eksplicit ya. Ketimbang nanti e setelah kita bahas malah di-take down sama YouTube ya. Better kita bahas yang aman-aman aja. Nah, tujuan gua membahas itu adalah sebagai trigger untuk kalian semua. Kalau kalian masih penasaran dengan ceritanya Broken String Aureli Moremans tersebut, kalian bisa search lah di Google dan ini sama sekali enggak di-endorse. Gua enggak di-support apapun oleh Aureli. Ini semua murni gua lakukan ya karena memang bersimpati aja sama kisahnya. Menurut gua sedih bangetlah apa yang dia alami gitu ya. Jangan sampai anggota keluarga kita atau kita sendiri mengalami hal yang sama gitu. Jadi, geng, hari ini kita bakal membahas sebuah topik yang lagi ramai banget dibicarakan di dunia internasional, terutama oleh orang-orang yang senang mengikuti perkembangan dunia scammer [musik] alias pekerjaan-pekerjaan di Kamboja, Myanmar ya, Thailand ya gitu-gitulah. Jadi ya kita bakal bahas tentang seseorang yang diduga menjadi triliuner. Ingat ya, triliuner konglomerat orang terkaya di muka bumi ini. Tapi kekayaannya justru berasal dari tindak kejahatan yang sudah dia lakukan selama bertahun-tahun. Dan kalau selama ini kita selalu membahas di Indonesia banyak yang menjadi korban dari scammer. Baik itu pekerjanya yang dijebak atau justru korbannya yang dijebak oleh para pekerja mereka. Nah, ternyata ini dia nih the final boss-nya namanya Chenzi. Dia mungkin terdengar asing buat kita ya. Cuma bagi negara-negara besar seperti Amerika ya, Chenzi ini menjadi target yang mana mereka berharap bisa ditangkap terlebih dahulu. Jadi ibaratnya nih ya, banyak negara-negara besar yang rebutan pengen nangkap si Chenzi ini. Alasannya gak simpel. Bukan cuma karena dia adalah kepala geng atau bos dari scammer itu doang. Tetapi di balik itu semua ada yang lebih krusial yaitu database yang dia punya. Karena logiknya gini, Geng. Dia kan ngelakuin aksi penipuan atau scam. Yang dia incer adalah orang-orang kaya yang biasanya itu boomers-boomers lah, ya. Orang-orang yang udah kolot karena udah tua tapi tajir, punya perusahaan, punya PT ya kan. Mereka biasanya gampang banget digoda dengan cewek-cewek. Nah, biasanya ini mereka bakal jadi korban love scammer, love scamming. Dan biasanya ya perusahaan scammer ini yang dipimpin oleh Chenzi bakal mendapatkan database dari perusahaan-perusahaan tersebut. Yang mana perusahaan-perusahaan ini berasal dari banyak negara. Ada yang dari Indonesia, ada yang dari Cina, ada yang dari Asia Tenggara lain, bahkan sampai Rusia juga ada. Dan itulah yang menjadi salah satu incaran dari Amerika yang mana mereka ingin menangkap Chenzi ini agar bisa diadili di Amerika dengan alasan dia adalah seorang scammer besar. Tapi padahal sambil menyela minum air, Amerika juga bisa mendapatkan banyak informasi dari si Chenzi ini. Nah, si Chenzi ini dikenal sebagai sosok yang berada di balik jaringan penipuan cyber lintas negara. operasinya berbasis di Kamboja dan operasi tersebut ya enggak berjalan dalam skala kecil tapi besar banget. Dan yang mengerikannya adalah pekerjaannya dia ini menipu dari segala sisi. Targetnya juga ditipu. Para pekerjanya ini adalah para korban yang dia culik. Sebagian besar adalah korban TPPO dipaksa untuk bekerja kepada dia dan kalau tidak memenuhi target orang-orang ini bakal disiksa. bahkan kalau meninggal ya bagian tubuhnya bakal dijual atau dia dijual lagi ke perusahaan lain. Nah, target dari bisnis mereka ini adalah orang-orang dari negara lain seperti yang gua katakan tadi. Dan gilanya ya, mereka ini mengkonversi kekayaan mereka bukan ke dalam bentuk uang kertas, tapi justru disimpan ke dalam aset kripto yang jumlahnya gede banget dan nilai Bitcoin yang terhubung dengan operasi mereka ini diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah dan menjadikan si Chenzi dan kelompoknya ini sebagai salah satu pelaku kasus kejahatan cyber dengan nilai ekonomi terbesar di muka bumi ini. Nah, dia diburu atas dugaan perannya tersebut dan ancaman hukuman yang menanti dia bukan hitungan bulan, tapi udah puluhan tahun. Dan bisa dikatakan ya dia ini ee seumur hidup lah bakal diikat. Tapi mungkin kepintarannya dia bakal dipakai tuh sama negara yang menangkap. Nah, kebetulan yang menangkap dia adalah Cina. Jadi pihak dari Tiongkok yang berhasil menangkap dia dikarenakan Cina tidak mau dia ditangkap lebih dulu oleh Amerika. Kalau dia ditangkap oleh Amerika, maka banyak rahasia-rahasia perusahaan besar Cina yang bakal terungkap. Ya, seperti yang gua katakan sebelumnya, Chenzi ini adalah orang yang memiliki database lengkap dari para korban-korbannya yang berasal dari Asia Tenggara. Nah, gimana bisa nih ya dia ini tertangkap? Dan apa saja keuntungan dari tertangkapnya Chenzy bagi Cina dan bagaimana geramnya Amerika ketika Cina berhasil menangkap Chenzi duluan? Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [musik] Genggeng. Gua mau ngenalin kalian salah satu alat yang gua punya dan sangat fungsional. Ini namanya Wian WSX80 Selfie Screen. Ini adalah layar eksternal untuk kalian yang mau jadi content creator agar lebih mudah menggunakan kamera belakang. Dengan WA ini memungkinkan kalian untuk bisa tek selfie menggunakan kamera terbaik di handphone kalian. Ukurannya pocket banget, portable, bisa dibawa ke mana-mana. Udah gitu bisa nempel di belakang handphone kalian. Kualitas produknya juga enggak main-main. Bodinya kuat banget dan anti lecet. Konect ke handphone-nya juga gampang banget. Kalian tinggal nyalain layar eksternal ini, lalu cek screen mirroring di handphone kalian dan langsung keekin aja. Layar ini udah real time. Apa yang terjadi di layar handphone kalian? Begitu juga yang terjadi di layar Wean WS X80 secara langsung tanpa delay sama sekali. Buat kalian yang mau beli alat ini, kalian langsung aja cek link yang ada di bawah atau kalau kalian nonton pakai TV, udah ada barcode-nya nih di samping. Sebelum kita bahas kasus tertangkapnya Chenzy, kita bahas dulu background-nya dia. Dia ini siapa sih, Geng? Nah, jadi, Geng Chenzi ini ya bukan bos judi sabung ayam kayak di kampung kalian. Enggak, beda dia. Enggak ada dia tuh adu-adu ayam. Dia mainnya tuh adu manusia ya kan. Jadi manusia yang disabung sama dia. Karyawan dia yang hasil dari TPPO disabung dengan para pemilik-pemilik aset besar di muka bumi ini. Ditipu lewat birahi. Jadi geng dia ini lahir pada tanggal 16 Desember tahun 1987 di kota Xiao Ao. Aduh susah banget ya namanya ya. Pokoknya tulisannya Xiao Ao gitu ya. Kabupaten Lianjiang kota Fuzuo, Provinsi Fujian, China. Chenzi berasal dari keluarga yang biasa-biasa. Ya, ini udah kayak film drama cin ya, drama cina ya kan yang biasanya e dari tukang sapu jadi CEO gitu ya. Nah, dia berasal dari keluarga biasa sederhana dengan kondisi ekonomi yang tergolong menengah di wilayah Lian Jiang. Diketahui kalau Chenzi ini memiliki seorang kakak laki-laki. Dari keterangan teman-teman sekelasnya semasa SMP, Chenzi ini saat SMP itu berhenti sekolah setelah dia lulus di kelas 2. Sebelum akhirnya dia menghilang dari radar dan enggak pernah terlihat lagi. Dan tiba-tiba muncul namanya setelah berpuluh tahun dia dikenal sebagai dalang besar di balik bisnis penipuan Kamboja. Sebelumnya Chenzi ini sempat bekerja geng di Cina dengan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan internet. Cuma detail terkait pekerjaan dia itu belum diketahui karena beda-beda menurut sumber berita. Salah satu media yaitu Cambodia Daily itu bilang kalau Chenzi pernah mengelola sebuah warnet kecil di wilayah Fuzuo. Sementara itu, kesaksian dari orang-orang sekampung e dia gitu ya, ada yang bilang kalau Chenzi pernah bekerja sebagai administrator jaringan di beberapa warnet yang ada di Guangdong dan Jiangsu selama 2 sampai 3 tahun lamanya. Dan setelah itu dia juga terlibat di dalam bisnis jual beli dan transmisi data dan sempat juga membuka situs dating apps dan juga situs komunitas game. Nah, jadi benar-benar dari bawah nih orang. Ibaratnya nih ya, kalau di negara kita nih kayak abang-abang yang suka masang jaringan e internet yang manjat-manjat tiang. Tiba-tiba tuh naik kelas jadi penyedia game, penyedia situs dating apps dia bikin gitu karena dia bisa coding. Nah, lama-lama naik naik naik naik dan membesar berhasil gitu. Di saat game online Legend of Mir itu mulai nge-hype ya di China, Chenzi ini di saat itu membentuk sebuah tim untuk membangun server game pribadi atau server bajakan. Dan dari sinilah dia berhasil mengumpulkan uang dengan modal yang sangat besar. Jadi ngebajak game di saat itu. Secara enggak langsung dia ini memang orang jenius, orang pintar melihat peluang. Tapi memang sudah rada-rada e licik gitu ya. dari awal kepintarannya aja udah dia pakai untuk ngebajak game. Jadi otak kriminalnya udah dari lama. Singkat cerita, dia pindahlah ke Kamboja, Geng, di akhir tahun 2010. Tapi ada yang bilang dia pindah itu tahun 2011 nih. Enggak tahu nih yang mana yang benar. Yang jelas di antara tahun itu. Dan dia ke Kamboja itu enggak sendiri apa ya migrasi orang Cina ke Kamboja itu kayak udah biasa sebenarnya. Banyak banget orang Cina di Kamboja dan rata-rata ya bisnis yang jahat-jahat itu didalangi oleh orang-orang Cina. Tapi enggak sedikit juga orang Cina yang ke sana itu bisnisnya benar. Tapi yang buruk-buruk rata-rata bosnya orang Cina ini. Dia di saat itu pindah ke Kamboja dengan kakak laki-lakinya dia. Dan Chenzi ini enggak langsung bekerja di industri scam atau jadi penipu di saat itu. Dia terlebih dahulu bekerja di sektor real estate yang di saat itu sedang booming di Kamboja. Jadi dia tuh kayak developer rumah gitu loh, Geng. Jual-jual properti. Dan kedatangan dia ke Kamboja itu bertepatan dengan dimulainya ledakan properti di negara tersebut yang disebabkan karena tersedianya lahan-lahan yang luas yang diambil oleh tokoh-tokoh berpengaruh dan memiliki koneksi politik serta disebabkan oleh adanya investasi dari Cina yang begitu masif ke Kamboja. Nah, sebagian besar investasi itu menjadi bagian dari belt and root inisiatif atau BRI yang direncanakan oleh si Jinping untuk mengekspor proyek infrastruktur buatan Cina ke Kamboja. negara yang ikut ke dalam proyek ini sekitar 60 hingga 155 negara dan juga 29 organisasi internasional termasuk International Monetary Funds atau IMF. Sebagian lagi berasal dari investor perorangan Cina yang mencari alternatif lebih terjangkau untuk pasar properti Cina yang pada saat itu sedang terpuruk. Jadi mereka ini mencari peluang di Kamboja gitu. Sementara di negaranya sendiri tuh kayak waduh udah kurang laku nih ya kan? Ya udah kita jual ke Kamboja. Nah, dampaknya nih ya jumlah orang Cina yang datang ke Kamboja itu meningkat pesat. Kondisi ibu kota Kamboja penompen itu berubah drastis. Penampakan kota yang dulunya dipenuhi oleh rumah-rumah kolonial Prancis yang sejauh mata memandang tuh kayak bangunan jadul gitu ya. Kamboja tuh dulu tertinggal banget walaupun mereka sebelahan sama Thailand kayak tertinggal banget dibanding Thailand. Tapi semenjak Cina masuk, berubahlah semua menjadi gedung-gedung tinggi yang memiliki arsitektur khas Asia yang terbuat dari kaca dan baja. Udah kayak ibu kota Jakarta kan. Sempat kita lihat ya, ada video yang memperlihatkan Kamboja mulai mewah semenjak ee bisnis judul katanya. Ya sebenarnya enggak sepenuhnya benar ya. Ada sih ya bisnis judul yang mengalir ke negara mereka. Tapi yang paling benar adalah ketika mereka menjalin kerja sama dengan investor-investor Cina. Begitulah akhirnya jadi maju negara mereka. Hal yang sama juga terjadi di Shokokville, lokasi yang saat ini menjadi pusat dari industri scam yang terbesar di Kamboja. Yang mana bukan cuma turis dan investor properti asal Cina aja yang datang ke sana, tapi penjudi ilegal asal Cina juga masuk ke sana. Jadi ibaratnya nih orang-orang yang berbisnis positif dari Cina masuk ke Kamboja ya, masuk ke daerah si Hannockfield tadi. Nah, yang berbisnis hitam yang gelap mafianya juga masuk ke sana. yang akhirnya membuat Kamboja terbangunlah kasino-kasino baru bermunculan di mana-mana, menjamur di mana-mana. Chy cerita berlanjut lagi nih, Geng. Di tahun 2014, Chenzi ini akhirnya mendapatkan kewarganegaraan Kamboja melalui jalur investasi imigrasi. dia memilih untuk melepaskan kewarganegaraan Cinanya. Hal ini memungkinkan dia bisa membeli tanah di Kamboja atas namanya sendiri dan cuma ya dia membutuhkan investasi minimum atau sumbangan kepada pemerintah Kamboja sebesar 250.000 Amerika atau setara 4 miliar. Wis hitung-hitung kalau dihitung-hitung gampang juga ya. Hmm 4 miliar doang maksudnya bukan gua ngeremehin 4 miliar. Maksud gua kayak lu tinggal di Jakarta R miliar tuh ya harga rumah sekarang di Jakarta tuh segitu-segitu, Geng. Nah, ini di Kamboja lu cukup ngeluarin 4 miliar kayak beli rumah, kayak beli properti gitu ya, lu udah bisa ngurus kewarganegaraan. Mantap banget deh. Ini kayak kayak apa ya? Kemarin gua ke Malaysia juga gini sih, Geng. Gua sempat ya ini sedikit informasi mungkin ya. Gua sempat ke Malaysia tuh ada namanya program itu My Second Home, tapi enggak dapat kewarganegaraan sih. Lu kayak beli rumah properti sekitar 2 miliar, lu semacam dapat akses spesial lah untuk tinggal di Malaysia gitu. Tapi enggak jadi warga negara. Setahu gua sih gitu, tapi di Kamboja gila banget ya. 4 miliar lu udah bisa jadi warga negara. Gokil. Oke, kita lanjut lagi. Nah, sebenarnya dari sini ya udah mulai agak mencurigakan karena enggak pernah ada yang tahu dari mana uang yang didapatkan oleh Chenzi saat dia memilih untuk berinvestasi sebesar Rp4 miliar di Kamboja. Kecurigaan tersebut semakin menguat ketika pada tahun 2019 Chenzi ini mengajukan rekening bank The Isle of Man ya tulisannya tuh ISL. Ah, saat itu dia mencantumkan seorang paman yang tidak disebutkan namanya yang katanya udah memberikan 2 juta dolar Amerika kepada dia untuk memulai perusahaan properti pertamanya dia di tahun 2011. Jadi dia kayak apa ya nyebut nama ee fiktif gitu entah siapa yang dia anggap orang itulah yang memberikan warisan lah ke dia. Dia sebutnya tuh paman. Jadi dari situlah uangnya dia. Tapi geng, enggak pernah ada bukti yang pernah diberikan oleh Chen untuk mendukung klaimnya dia itu. Jadi siapa paman itu enggak pernah ada datanya seperti misalkan cek pemberian uang ke dia, identitas pamannya itu dan lain sebagainya tuh enggak ada. Nah, sementara ketika ada uang sebesar itu di tangan dia yang akan dia investasikan, aliran dananya harus dicek. Nah, tapi entah bagaimana bisa dia meloloskan itu semua. Nah, kita mundur lagi nih, Geng, ke tahun 2015. Pada tahun tersebut, si Chenzi ini mendirikan sebuah perusahaan yang namanya Prince Group yang awalnya cuma berfokus pada pengembangan properti. Nah, usianya pada saat itu baru 27 tahun, Geng. Dan seiring berjalannya waktu, perusahaannya dia tersebut berkembang ke bidang lain seperti perbankan, keuangan, pariwisata sampai menjadi salah satu kelompok usaha terbesar di Kamboja. Dikatakan kalau Chengzi ini aktif terlibat di dalam kegiatan sosial dan amal yang tujuannya untuk membantu pengembangan komunitas lokal di Kamboja. Dan dia juga mendirikan Prince Foundation dengan total donasi yang sudah lebih dari 16 juta dolar Amerika yang artinya ini udah gede banget perusahaannya, udah ada foundation-nya, udah ada yayasannya. yang mana seperti yang kita tahu ya, ketika orang sudah sangat kaya, ketika perusahaan sudah sangat luar biasa e omsetnya, biasanya mereka akan membuat yayasan. Gunanya apa? Yaitu menghindari pajak. Nah, ini berarti dia udah gede banget. Dan sejak tahun 2017, Chenzi ini menjabat sebagai penasehat Kementerian Dalam Negeri Kamboja. Jadi, udah mulai bergabung ke pejabat dia masuk ke dalam pemerintahan. Dia di saat itu mendapatkan lisensi perbankan komersial di tahun 2018 untuk mendirikan Prince Bank. Dan di tahun yang sama, Chenzi juga mendapatkan paspor Ciprus dengan imbalan investasi minimum di sana sebesar 2,5 juta Do Amerika yang memberikan dia keuntungan yaitu bisa dengan mudah pergi ke Uni Eropa. Chenzi kemudian mendapatkan kewarganegaraan Vanuatu, Geng. Kalau kalian enggak tahu Vanuatu ya, Vanuatu itu rasnya masih sama dengan orang-orang Papua. Vanuatu itu kayak apa ya? Negara kepulauan gitulah. Kalian bisa cek sendiri, negaranya indah banget dan Chenzi bisa dapat kewarganegaraan di sana. Berarti saking banyaknya duitnya dia. Dan dia enggak main-main, Geng. Saking kayanya dia bisa mendirikan maskapai penerbangan ke Kamboja. Dan pada tahun 2020 dia mendapatkan sertifikat untuk mengoperasikan maskapai penerbangan keempat. Di Penompen terdapat mall-mall mewah yang dibangun oleh e divisi properti Prince Group punyanya si Chenzi ini. Dan termasuk hotel-hotel bintang lima di daerah Sianokville dan proyek ambisius untuk membangun kota ramah lingkungan senilai 16 miliar dolar atau setara dengan 265,7 triliun, Geng. Gila. Yang mana proyek itu disebut dengan Bay of Light atau bahasa Indonesianya Teluk Cahaya. Kebayang tuh seberapa banyak duitnya dia. Dan pada tahun yang sama ketika dia mendapatkan sertifikat pengoperasian maskapai itu ya, jadi dia udah bikin maskapai empat lah gitu. Jadi gua ibaratkan kalau di Indonesia nih ya Batic Air punya dia ya, terus Air Asia punya dia. Nah, terus apalagi eh City Link punya dia, banyak yang lain-lain lagi. Pokoknya tuh sampai empat maskapai itu punya dia, Geng. Di Kamboja. Dan Chenzi ini dianugerahi gelar tertinggi yang diberikan oleh raja Kamboja yaitu Nick Okna yang mengharuskan dia memberikan sumbangan setidaknya 500.000 Amerika atau setara Rp8 miliar. Gua enggak tahu ini setiap tahunnya apa setiap bulannya. Yang jelas 8 miliar itu harus dia sumbangkan ke kerajaan Kamboja. Kesuksesan dia di Kamboja itu enggak berhenti sampai di situ, Geng. Dia menjadi mitra bisnis dari seseorang yang bernama Soka. Nah, terus geng Chenzi ini juga dipercaya menjadi penasehat resmi bagi tokoh paling berkuasa di Kamboja yaitu Hunsen. Dan setelah jabatan Hunsen diganti oleh anaknya yang bernama Hunmanet, nah ini masih Chenzi juga yang dipakai untuk penasehat resminya di tahun 2023. Dan di Kamboja, Chenzi ini dikenal sebagai seorang filantropis yang sudah mendanai beasiswa bagi pelajar berpenghasilan rendah. dan dia juga menyumbang untuk membantu Kamboja mengatasi pandemi Covid-19. Jadi seberpengaruh itu nama Chenzi di Kamboja. Tapi meskipun namanya enggak asing di Kamboja karena dinilai dia banyak membantu, tapi Chenzi tetap menjadi sosok yang misterius. Dia jauh dari sorotan dan jarang sekali terlihat di publik. Tuh, kira-kira kalau di Indonesia tuh kayak siapa, Geng? Hah? orang kaya super kaya punya segalanya tapi jarang banget tuh masuk media sosial, masuk berita, masuk eh apa ya kayak ya flexing atau apa enggak ada tuh. Nah Chenzi itu cocosoknya kayak gitu. Bisa dikatakan tuh dia semacam oligarkinya Kamboja tapi uang yang dia dapatkan dari hasil scam alias menipu. Kebayang enggak kalian? Dari sini kita udah bisa lihat bagaimana awal mula kehidupan Chenzy sampai dia bisa membangun bisnis di Kamboja yang awalnya dia cuma tukang pasang pasang kabel internet terus dia ngebajak game pindah ke Kamboja dapat warga negara sekarang dia menjadi salah satu oligarki di Kamboja ya walaupun entah bagaimana dia bisa mendapatkan uang begitu banyak itu ya sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai jejak kejahatan yang dilakukan oleh Chenzi melalui bisnis-bisnisnya dia. kita bahas. Jadi meskipun Chenzi ini sudah membangun kerajaan bisnis di Kamboja, nama dia itu enggak lepas dari target penyelidikan bagi otoritas negara lain yang mencurigai aktivitas bisnisnya dia yang enggak lazim. Ya, mungkin bagi pemerintah Kamboja, dia ini adalah sumber uang ATM, orang yang bijaksana, dermawan gitu ya. Tapi bagi orang dari negara lain yang mana negara-negaranya menjadi korban dari si Chenzy ya enggak terima. Mereka tuh nyari tahu Chenzy ini siapa. Kerjaan lu ngapain? Kok banyak banget korban yang mengaku ditipu korban scam dari negara gue? Tapi di saat yang bersamaan lu yang sedang menetap di Kamboja, negara scammer itu sendiri makin kaya raya. Nah, diracking lah tuh. Pada tahun 2019 pasar properti di Si Hanokville itu mengalami kejatuhan besar. Ibaratnya tuh ya bisnis yang tadinya digeluti oleh si Chenzi ini lagi ambruk. Tapi Chenzy-nya gak ambruk, makin kaya. Yang mana di saat itu harga tanah dan bangunan yang sebelumnya melonjak tajam di Kamboja tiba-tiba tuh turun drastis. Banyak proyek properti di sana berhenti. Bangunan-bangunan jadi kosong. Investor mulai menarik diri dari Kamboja. Yang mana kondisi ini membuat kota tersebut berubah dari yang tadinya ya. Kawasan investasi ramai sekarang malah jadi wilayah dengan kota hantu alias banyak properti yang mangkrat, gedung-gedung yang kosong yang setengah jadi. Kalian bisa lihat dari video-video ini bagaimana kondisi Kamboja yang banyak sekali gedung-gedung mangkak. Nih gua tampilin. Misfortune [musik] struck has been hit hard by the COVID-19 pandemic. Several companies have closed and buildings have been seized by drug trafficking gangs turning the city into a hub for cyber crime. One belt one road prince real estate group. Di saat yang sama, geng, bisnis perjudian online sedang berkembang pesat dan menarik perhatian kelompok asal Cina. Kelompok-kelompok ini itu enggak kerja sama, melainkan mereka saling bersaing untuk menguasai wilayah dan jaringan perjudian masing-masing. Mereka di Cina tuh melihat, "Wah, ada lahan kosong nih di daerah Kamboja sana. Kita harus masuk ke sana untuk berbisnis hitam gitulah. Dan persaingan itu kemudian berubah menjadi konflik terbuka antar sindikat dengan perebutan lokasi, perebutan korban, dan perebutan sumber keuntungan sehingga memicu ketegangan dan kekerasan di daerah Sihanockfield. Hal inilah yang membuat para turis yang sudah ada di si Hannockville maupun yang bakal pergi ke sana jadi ketakutan dengan situasi yang mencekam di sana. Ya, gimana enggak takut datang ke sana ngelihat para mafia-mafia scammer dari Cina ini lagi bertikai dan mereka itu ya enggak segan-segan menjebak para turis untuk ditangkap dan ditahan disuruh jadi scammer. Makanya banyak banget yang diculik ya kan. Dan di saat itu di bawah tekanan Cina, Hunen selaku Perdana Menteri Kamboja mulai melarang perjudian online pada bulan Agustus 2019. Ya, awalnya mereka menikmati hasilnya tapi lama-lama ditekan oleh Cina, mereka tuh mulai tuh kayak ketar-ketir. Nah, akibatnya ada sekitar 450.000 warga Cina yang akhirnya kehilangan pekerjaan sebagai admin judul. Mereka memilih untuk meninggalkan Shanockfield karena bisnis mereka mulai dilarang, mulai bangkrut. Nah, banyak blok milik Prince Group yang dibiarkan kosong. Nah, blok yang dimaksud milik Prince Group ini adalah bangunan-bangunan eh punya si Chenzi tadi yang tadinya disewakan kepada para pengusaha-pengusaha judul. Nah, akhirnya kosong tuh. Nah, di saat semua gedung-gedungnya ini kosong, sudah mulai ditinggalkan oleh para pelaku judul, anehnya Chenzi ini kok masih kaya-kaya aja dan bahkan dia makin memperluas bisnisnya dan bahkan dia berbelanja dengan bebas meskipun sudah ada penindakan dari Kamboja karena mendapatkan tekanan dari Cina. Dan menurut laporan dari otoritas Inggris di tahun yang sama yaitu tahun 2019, Chen sempat membeli sebuah rumah mewah senilai 12 juta poon sterling atau setara dengan Rp266 miliar di London Utara. Serta sebuah blok perkotaan senilai Rp95 juta pon sterling atau setara dengan 2,1 triliun di sebuah distrik keuangan di kota tersebut. Kebayang enggak tuh yang dia beli itu blok perkantoran. Jadi, udah bukan lagi beli properti kecil-kecil dia. Dan otoritas Amerika juga mengungkap fakta yang kurang lebih sama. Dikatakan kalau Chenzi ini serta rekan-rekannya itu membeli properti di New York Jet Pribadi, Supah, serta sebuah lukisan Pablo Picasso. Saking udah kayaknya tuh. Dan Inggris serta Amerika pasti jadi curiga. Ini siapa nih orang Cina ini? Gimana bisa si Chenzi ini membeli properti tersebut? Sementara keuangan dia dan perusahaannya yang tidak pernah jelas apalagi setelah adanya penindakan dari Kambojaanya sendiri tapi dia kok makin kaya? Kenapa dia bisa beli itu semua? Nah, karena itulah Inggris dan Amerika menuduh kekayaan Chenzy bisa jadi berasal dari bisnis haram yang lain. Bukan hanya dari menyewakan gedung-gedung kepada para pelaku judul doang. Nah, di sisi lain ya ya bisnis haramnya dia ini memang menguntungkan untuk negara di wilayah Asia yaitu Kamboja. Nah, di saat itu mulailah dicurigai. Apa jangan-jangan dia ini adalah seorang pelaku money laundri atau pencucian uang? Apa mungkin dia adalah seseorang yang menjalankan aksi penipuan online beserta dengan perdagangan manusia? Nah, dimulailah dicek di saat itu. Dibongkarlah siapa si Chenzi ini. Singkat cerita ya, dalam upaya untuk menghentikan akses uang haram yang masuk ke kantongnya Chenzy, Departemen Keuangan Amerika menyita Bitcoin senilai 14 miliar dolar Amerika atau setara dengan 232 triliun yang terkait dengan Chenzy. Nah, ini siapa nih yang suka ngomong kalau kekayaan lu disimpan di Bitcoin bakal aman-aman aja? Ini ada buktinya nih. Seorang Chenzi nyimpan Bitcoin dengan tujuan supaya kekayaannya aman. Ya, ternyata Amerika bisa nyita loh. Berarti kan bisa diakses, ya dong. Jadi geng lembaga tersebut ya menyebutkan penyitaan mata uang kripto terbesar milik Chenzy ini adalah penyitaan terbesar yang pernah ada di muka bumi. Inggris dan Amerika juga sudah menjatuhkan sanksi kepada 128 perusahaan yang terkait dengan Chenzy dan juga Prince Group serta eh 17 orang dari tujuh negara berbeda dituduh e sebagai kakitangannya Chenzy dalam menjalankan bisnis haramnya itu juga ditangkap. Aset-asetnya Chenzi yang berada di Amerika dan Inggris juga udah dibekukan. Dan ternyata, Geng, enggak cuma Inggris dan Amerika aja yang sudah menyelidiki Chenzi. Diam-diam Cina juga sudah menyelidiki Chenzi dan juga perusahaannya dia yang mana setidaknya dari tahun 2020 udah diintip sama Cina. Tapi Inggris sama Amerika enggak pernah tahu kalau Cina udah ngintip. Padahal secara logikanya ya jelaslah Cina bakal ngintip. Cina bukan negara kecil, Cina negara besar. Udah gitu Chenzinnya orang Cina ya kan. Dia berangkat dari Cina ke Kamboja dan kebanyakan pekerja Chenzi orang Cina dan korban Chenzi juga banyak orang Cina. Ya jelas Cina diam-diam mengintip Chenzi cuman enggak heboh aja kayak Amerika dan Inggris. Ada sejumlah kasus pengadilan yang menuduh perusahaan tersebut ya perusahaannya Chenzi ini menjalankan skema penipuan online. Biro keamanan publik Kota Beijing sampai membentuk satuan tugas untuk menyelidiki si prince group punya Chenzi ini. Kalau Amerika dan Inggris masih menduga-duga, Cina udah tahu dalamnya. Udah dari lama mereka tahu, "Oh, Prince Group sukses banget nih perusahaan sampai ngebantu pemerintah Kamboja membangun Kamboja. Tapi aslinya di dalamnya adalah penipuan. Semuanya adalah scam. Menipu negara [musik] lain untuk memperkaya perusahaan mereka. Lalu dibagikan kepada negara tempat di mana perusahaan mereka berdiri. Cina udah dari lama tahu tapi senyap. Gila ya Cina ya. Dugaan Amerika dan Inggris ya. Pusat kerajaan bisnis Chenzi ini melalui Prince Group itu ada di Golden Fortune Science and Technology Park. Sebuah kompleks yang dibangun oleh Prince Group di daerah Creytom dekat perbatasan Vietnam. Walaupun sebelumnya Prince Group ini sendiri sudah membantah terlibat di dalam aksi penipuan online dengan menyebutkan tuduhan tersebut bertujuan untuk merebut e aset mereka yang jumlahnya miliaran dolar secara ilegal dan mengatakan tidak lagi memiliki hubungan bisnis dengan Golden Fortune. Tapi investigasi Amerika dan Inggris mereka yakin sekali hasilnya adalah ada hubungan bisnis yang jelas antara Prince Group dengan Golden Fortune ini. Mereka menemukan itu. Dan seorang jurnalis yang bernama Ad Movic Davis itu pernah tuh wawancara e dengan sejumlah orang yang tinggal dan bekerja di dekat Golden Fortune. Mereka cerita tuh ya adanya aksi pemukulan brutal kepada orang-orang yang sebagian besar berasal dari keturunan Cina, Vietnam, dan Malaysia bahkan yang mencoba kabur dari kompleks itu, tempat di mana mereka dipaksa untuk melakukan penipuan online. Nah, jadi ketahuan tuh dari orang-orang bawahnya. Dan di dalam investigasi itu ya si jurnalis tadi yang bernama Davis itu kaget karena Prince Group ini ternyata bisa membangun jejak global tanpa menimbulkan kekhawatiran mengingat tuntutan pidana serius yang saat ini harus mereka hadapi. Jadi mereka ibaratnya tuh pintar banget nyembunyiin ke dognya, Geng. Dan disebut-sebut kalau Prince Group ini mengendalikan lebih dari 10 lokasi penahanan ilegal di Kamboja. Jadi orang-orang yang mereka jebak ditahan ya dibikin satu kerangkeng, satu penjara ditahan di sana. Itu kan ilegal, tapi mereka bisa menjalankan itu, Geng. Ya, lagi-lagi kenapa? Karena mereka oligarkinya. Mereka yang berkuasa di atas pemerintah Kamboja. Mereka yang ngasih duit pemerintah Kamboja. Jadi, suka-suka mereka. Dari dua lokasi tersebut ya digunakan untuk membuat apa yang disebut sebagai peternakan handphone. Ah, kebayang ya kalian ya, peternakan handphone di mana mereka menimbun ada 12.250 handphone dan mengendalikan lebih dari 76.000 rib akun media sosial yang palsu sebagai jalan mereka untuk melancarkan aksi penipuan online dengan jumlah uang yang terlibat mencapai puluhan miliar dolar Amerika. Dan selain itu, Chen ya juga menggunakan pengaruhnya dia di Kamboja untuk memasang lowongan pekerjaan palsu yang berhasil menarik perhatian sejumlah besar anak-anak muda yang berasal dari Cina untuk mau bekerja ke kawasan industri Prince Group tadi. Karena mereka percaya atas tawaran atau klaim kerja sama yang diiklankan oleh perusahaannya Chenzy. Dan ternyata ketika mereka sampai di kawasan industri Prince Group, ya kita tahu apa yang terjadi ya? Kebebasan mereka dibatasi. Mereka dipenjara, dipaksa untuk bekerja dengan jam kerja yang tidak manusiawi melakukan penipuan online. Gokil enggak tuh, Geng? Modus kejahatan dari Chenzi ini disebut dengan istilah penyembelihan babi atau yang lebih dikenal dengan peck bachoring scam. Nah, istilah ini berasal dari bahasa Mandarin ya yang dianslate ke bahasa Inggris. Jadi modus ini mengibaratkan korban-korbannya itu adalah babi yang dipelihara terlebih dahulu. Udah gendut, sudah gemuk, sudah sehat, baru disembelih. Di dalam konteks kejahatan yang dilakukan oleh Chenzi melalui prince grup-nya ini, dia bakal melakukan penipuan investasi palsu yang menyebak para korbannya lewat media sosial dan aplikasi chat. Nah, korbannya ini ya bakal diyakinkan untuk berinvestasi. Tapi sebenarnya dana korban ini justru dicuri, ya, dicuci uang-uang tersebut melalui Prince Group untuk membiayai gaya hidup mewahnya Chenzi dan rekan-rekannya. Kenapa Chenzi ini di saat itu belum bisa tertangkap ketika mereka lagi gila-gilanya menipu banyak orang? Ya, kabarnya karena mereka ya menyuap para pejabat publik serta memanfaatkan pengaruh politiknya Chenzy selama berbisnis di Kamboja. Nah, jadi enggak ada yang berani nyentuh dia. Ya, dia yang ngasih makan ke si pemerintah sana. Gimana mau disentuh? Tapi setelah Amerika dan Inggris datang terjun langsung memberikan sanksi dengan membekukan asetnya Chenzy, para pelaku bisnis berbondong-bondong memisahkan diri dari Prince Group. Mereka takut mereka kena cipratannya juga. Dan di saat itu ya, Geng, Bank Sentral Kamboja bahkan terpaksa mengeluarkan pernyataan karena banyak nasabah yang merasa cemas dan khawatir uang mereka enggak aman. Di dalam pernyataannya, Bank Sentral Kamboja menegaskan bahwa mereka akan menarik atau mengamankan dana milik bank sentral yang sebelumnya ditempatkan di Prince Bank. Prince Bank ini kan punya Chenzi juga. Sementara itu, pemerintah Korea Selatan sampai ambil tindakan juga ambil tindakan hukum dengan membekukan sekitar 64 juta Do Amerika Serikat yang mana ini adalah milik Prince Group. Karena kan mereka saking sudah banyak duitnya tuh mereka beli properti di mana-mana tuh. Amerika, Inggris, Korea Selatan, bahkan di Indonesia juga ada gua rasa. Nah, tapi di negara-negara yang melek dan berani mengambil tindakan, semua aset milik Prince Group disikat, dibekukan, diambil oleh negara. Pemerintah Singapura dan Thailand menjanjikan investasi terhadap anak perusahaan Prince Group di saat itu. Dari 18 orang yang menjadi target Amerika dan Inggris, tiga di antaranya adalah warga negara Singapura dan Singapura hampir aja terlibat. Nah, pada waktu itu pemerintah Kamboja seperti kelihatan defensif. karena mereka mendesak e otoritas Amerika dan Inggris untuk memastikan mereka punya bukti yang cukup atas tuduhan terhadap Chenzi dan Prince Group. Jadi ibaratnya nih ya pemerintah e Kamboja tuh bilang kayak lu mau nangkap Chenzi boleh-boleh aja tapi lu punya bukti enggak gitu. Nanti jangan asal-asal tangkap gitulah kurang lebih. Mereka melakukan defensif atau mode bertahan diri tapi tetap dengan cara kayak gua enggak terlibat kok. Paham enggak sih maksud gua? Kayak gua enggak terlibat kok. Tapi kalau lu mau nangkap Chenzi, lu harus ada bukti yang kuat loh. Gitulah kurang lebih. Nah, karena mereka itu tahu mereka juga kalau diusut akar-akarnya, pemerintah Kamboja juga terlibat dan enggak pernah ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kamboja untuk menindak Prince Group dengan alasan perusahaan tersebut sudah memenuhi semua persyaratan hukum untuk beroperasi di negara mereka. Padahal mah alasannya lebih dari itu ya kan. Alasannya adalah Prince Group ya di bawah Chenzy sudah menyuap pemerintah Kamboja. Nah, pemerintah Kamboja juga memperlakukan perusahaan Chenzi ini layaknya perusahaan besar lain yang berinvestasi di sana. Seolah-olah tuh wis ini perusahaan ee apa yang bergerak di bidang yang positif. Hasilnya besar bisa bekerja sama dengan negara. Padahal ya mereka memberikan ruang kepada Prince Group ini untuk memperbudak manusia-manusia melakukan penipuan terhadap manusia lain di negara lain. Gila ya. Jadi jangan heran kenapa Kamboja menjadi sarangnya penipu dan judul. Nah, tapi saat ini perjalanan gilanya Chenzy sudah berakhir karena saat ini dia sudah ditangkap. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan bagaimana penangkapan Chenzi bisa terjadi. Kita bahas. Sebelum Chenzi ini bisa ditangkap, kerajaan Kamboja mengeluarkan sebuah dekrit di akhir tahun 2025 yang mana dekret tersebut menjadi pencabutan kewarganegaraan Kamboja punya Chenzi. Tuh tiba-tiba ya di saat udah tertekan Chenzyinnya dicampakkan ya kan Chenzyinnya langsung dicabut kewarganegaraannya. yang gua rasa di sini kayak pemerintah Kamboja tuh enggak mau ee diikut sertakan lah di dalam kejadian ini yang artinya mungkin pemerintah Kamboja mau cuci tangan gitu. Keputusan yang dilakukan oleh pemerintah Kamboja secara hukum membuka jalan bagi pemerintah Kamboja untuk mengekstradisi dia ke Cina. Jadi kalau memang dia ditangkap ya silakan diekstradisi aja jangan dihakimi di negara kami gitu. Nah, akhirnya pada tanggal 6 Januari kemarin Chenzi bersama dengan dua warga negara Cina lain yang bernama Suji Liang dan Sahho Jihui diekstradisi setelah ditangkap. Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyebutkan penangkapan dan deportasi tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah Cina. Penindakan hukum Cina dan Kamboja pada Chenzi disebut sebagai pencapaian kerja sama dua negara dalam memberantas jaringan penipuan online di sana. Kementerian Keamanan Publik Cina itu bilang ekstradisi Chenzi sebagai pencapaian besar dalam kerja sama penegakan hukum antara Cina dan Kamboja. Cina menyatakan bakal memperluas pengejaran terhadap anggota kunci dari jaringan Chenzi ini. Mereka juga menjanjikan akan menindak sektor keuangan yang terkait dengan bisnis Chenzy di Kamboja. Ya, gimana enggak ketar-ketir tuh? Ya kan pemerintah Kamboja. Dan pada hari Kamis tanggal 8 Januari 2026, Kementerian Keamanan Publik Cina merilis video yang memperlihatkan Chenzi dalam kondisi tangannya diborgol. Penutup kepala hitam dilepas sehingga wajahnya bisa ditampilkan ke orang-orang. Selama ini orang-orang tuh jarang ngelihat wajah Chenzy ini. Dan di saat itu dia dikawal turun dari pesawat di sebuah landasan pesawat yang tidak disebutkan lokasinya. Rahasia private. Nah, Chenzi dikelilingi oleh aparat bersenjata. Pesawat Cina Southern dengan kawalan petugas bersenjata dan berpakaian hitam yang menunggu di landasan Pacu. Taipan muda yang pernah dielu-elukan sebagai simbol kebangkitan ekonomi Kamboja itu dianggap jadi salah satu sosok paling dicari di Asia. Pada hari yang sama, Bank Nasional Kamboja mengumumkan kalau Prince Bank milik prince groupnya Chenzi ditempatkan dalam status likuidasi sehingga dilarang untuk melakukan aktivitas perbankan. Duitnya disita semua. Dan pihak berwenang Kamboja itu enggak memberikan alasan atas likuidasi tersebut. Dan belum jelas apakah mereka bakal menargetkan entitas perusahaan milik Prince Grup lain. Apa cuma banknya Prince Group ini aja atau ada perusahaan-perusahaan lain anak-anak perusahaannya yang terkait itu juga bakal ditindak. Belum ada tuh pernyataannya. Dan setelah penangkapan Chenzy, aparat Kamboja itu langsung membersihkan jaringan penipuan online termasuk dengan jaringan yang terkait dengan Chenzi ini. Ya, gimana enggak Cina bos udah turun tangan mau apa Kemboja? Ya kan kalau terhadap Thailand mungkin mereka masih bisa songgong-songongan. Kalau sama Cina sekali boom kayaknya hancur tuh negara. Dan langkah ini ya mempertegas koordinasi lintas negara di Asia dalam memberantas kejahatan teknologi dan keuangan transnasional khususnya ya perihal penipuan online, judul dan pencucian uang. [musik] Dan atas kejahatan online yang dilakukan oleh Chenzi lewat perusahaannya itu disebut-sebut kerugian korban yang sudah ditipu dari seluruh dunia mencapai 1,1 kuadralun. Sebanyak apa tuh duit? 1000 triliun, Geng. Sampai sesak napas gua. Ya Allah. Meskipun kayak gitu ya, sampai gua syuting video ini belum jelas nih dakwaan apa yang bakal diberikan kepada Chenzi. Tapi banyak yang menduga kalau Chenzi bakal mendapatkan hukuman paling singkat ya 40 tahun kayaknya. Tapi ada juga yang berpikir lebih jauh mengingat pemerintah Cina selalu menindak dengan tegas para kriminal di Cina. Bahkan ada yang dikenai hukuman metong. Maka memungkinkan kalau Chenzi ini bakal dihukum metong. Tapi ada juga yang berpendapat berbeda, Geng, yang menyebutkan kalau Cina ya sangat ingin cepat-cepat menangkap Chenzi. Kenapa nih? Kok buru-buru banget ya? Dikarenakan mereka tidak ingin jika keduluan oleh Amerika yang sama-sama sedang mengincar Chenzi. Kenapa demikian? Ya karena Cina tidak mau kalau warga negara mereka meskipun orang yang melakukan kesalahan atau melakukan kejahatan diadili oleh Amerika. Itu yang pertama. Yang mana bisa-bisa ini justru bakal membuat Amerika menang dari Cina. Nah, dan bisa jadi banyak sekali hal-hal yang disimpan oleh Chenzi ini, database yang disimpan oleh Chenzi dan Cina bisa saja menggunakan Chenzi untuk operasi mereka. Apalagi Chenzi ini memiliki koneksi yang luas dan lihai dalam berbisnis sekalipun bisnisnya adalah bisnis hitam. Ya, kita enggak tahu nih langkah Cina selanjutnya apa. Apakah Chenzi dihukum atau justru dimanfaatkan oleh mereka karena kan termasuk orang jenius. Ya, kita tunggu aja nantinya bagaimana nasib Chenzi ini setelah diamankan oleh otoritas Cina. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai penangkapan Chenzi, seorang raja bisnis yang melakukan bisnis penipuan dan perdagangan orang dan menjadi salah satu bisnis kriminal paling besar di Kamboja. Gimana menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories