Transcript
ykuDtsDgFaI • THE PRESSURE BEHIND HOLLYWOOD LIFE! ARIANA GRANDE IS SLIM!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1651_ykuDtsDgFaI.txt
Kind: captions Language: id dari foto di karpet merah serta wawancara dari para pemain wikend ini. Hampir semua pembahasannya enggak jauh-jauh dari satu hal, yaitu tubuh para pemain yang kelihatan semakin kurus dan dugaan gangguan makan sampai teori konspirasi soal apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Geng, hari ini gua mau bahas sebuah topik yang lagi ramai sekaligus juga untuk mengobati rasa rindu kalian terhadap konten-konten konspirasi di kamar Jerry. Oke, ya, kita udah lama banget enggak ngebahas tentang konspirasi dan kali ini kita bakal membahas tentang bagaimana industri hiburan memperlakukan manusia di dalamnya. Nah, topik ini bukan sekedar gosip tentang selebritas, tapi ini soal bagaimana tubuh seseorang bisa jadi bahan konsumsi publik, bagaimana tekanan industri bisa mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, dan bagaimana pengalaman masa lalu seorang artis di dunia kerja yang keras bisa nempel sampai bertahun-tahun kemudian. Karena nih, Geng, ya, di balik ee berkilaunya cahaya panggung gitu, popularitas dan sorotan kamera, ada proses panjang yang kadang bisa dikatakan gelap dan penuh tekanan. Banyak artis yang dari kecil udah masuk industri hiburan. Termasuk seperti sosok yang bakal kita bahas ini yaitu [musik] Ariana Grande yang mana kita semua tahu bagaimana dia ini terkenalnya besarnya nama dia di industri hiburan. Dan kalian harus lihat bagaimana perubahan yang benar-benar drastis dari fisiknya Ariana akhir-akhir ini. Yang mana ini menjadi bahan obrolan dan spekulasi liar di mana-mana. dari mulai media, komentar publik, sampai teori konspirasi yang menyebar di komunitas online. Kalian lihat dulu [musik] deh perbedaan look-nya atau tubuhnya dia saat ini nih. Nah, ada yang mengatakan kalau ini disebabkan adanya tekanan di dalam industri tersebut atau ada juga yang menuduh kalau dia memakai obat-obatan terlarang. Ada juga yang mengaitkan dengan pengalaman masa kecilnya dia di Niklodeon. Dan yang membuat hal ini semakin viral gara-gara banyaknya narasi yang dilebarkan tanpa kita cek konteks aslinya terlebih dahulu. Nah, di video kali ini gua bakal ngajak kalian untuk membahas hal ini. Bukan untuk bergosip atau memperkuat rumor-rumor yang ada, apalagi mendukung teori-teori liar yang enggak punya bukti. Tapi justru sebaliknya, kita bakal membahas dan melihat fenomena ini secara kritis. Bagaimana publik bereaksi terhadap tubuh seorang perempuan yang mana dia merupakan public figure serta bagaimana industri hiburan membentuk standar kecantikan yang enggak manusiawi dan apakah pengalaman masa kecil di tempat kerja yang toxic bisa berdampak sampai sekarang. Nah, langsung aja kita masuk ke dalam pembahasannya. Kita bakal kupas pelan-pelan apa yang sebenarnya terjadi kepada Ariana Grande ini. Apakah ini semua cuma asumsi publik atau justru memang dia ini terjebak di dalam hal yang mengerikan? kita bahas. Halo geng, welcome back to Kamar Jiri [musik] [musik] Geng. Geng. Jadi geng sebelum kita masuk lebih jauh ke pembahasan soal perubahan Ariana Grande yang lagi ramai banget diperbincangkan, gua ajak dulu kalian untuk melihat siapa sebenarnya sosok di balik nama besar itu. Jadi Ariana Grande ini lahir di Florida dari keluarga pekerja kreatif yang tumbuh di dunia seni dan dikenal di panggung sejak kecil. Dia ini punya nama lengkap Ariana Grande Butera. Dia lahir pada 26 Juni tahun 1993. Karirnya meledak setelah main sebagai Cat Valentine di Victorious dan juga Sam and Cat yang membuat eh dia menjadi salah satu ikon Nickelodeon yang paling terkenal. My nameat. Nothing I love cats. Me too. Nah, di sana Ariana itu gak cuma berhenti di dunia acting aja. Karir musiknya itu naik dengan cepat banget. Debut albumnya juga langsung menjadi nomor satu di billboard dan suara melengkingnya sering dibanding-bandingin sama Maria Carie dan berbagai lagunya dia sampai berkali-kali masuk top chart dunia. Tur internasionalnya juga penghargaan rekor streaming miliaran kali semuanya dia lewati sebelum usia menyentuh 25 tahun. Jadi ketika kalian-kalian semua di umur 20 sampai 24 tahun masih nangis-nangis minta belah bubu, dia udah sukses dengan karirnya, Teman-teman. Kesuksesannya dia ini enggak cuma itu. Albumnya yang berjudul Sweetener itu juga memenangkan Grammy Award Sweetener Ariana Grande. Dan albumnya yang berjudul Thank you Next juga mendominasi pada saat itu dan album position yang semakin memperkuat dominasinya di industri musik. Dan selain musik, Ariana juga aktif di dunia film. Dia sempat tampil berakting di film Up dan membintangi film musical Wicked sebagai Glinda. Dan dengan vokal yang luar biasa dan kesuksesan besarnya dia, Ariana Grande ini terus menjadi icon pop modern. Jadi kita bisa mengatakan kita itu sedang membicarakan sosok yang dari kecil hidupnya memang udah menjadi sorotan kamera besar di industri yang keras dan menjadi simbol pop global. Dengan latar belakang seberat itu wajar kalau perubahan sekecil apapun di tubuhnya dia atau hidupnya itu yang berbeda gitu ya, langsung menjadi bahan omongan, bahan spekulasi di mana-mana. Dan di sinilah cerita soal Ariana Grande ini ya bermula tubuhnya dan bayang-bayang Nikelodion itu mulai ramai diperbincangkan yang menarik perhatian publik. Nah, secara mendadak nih ya di layar kaca Ariana ini tampil dengan tampilan yang benarbenar kurus kering. Kalian mau lihat nih? Lihat. Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam konspirasi yang terjadi terhadap Ariana Grande. Kita bahas. Jadi, Geng, belakangan ini timeline pada ramai banget gara-gara satu hal, yaitu tour promosi film Wicked for Good, ya. Yang mana biasanya orang itu masih agak nahan diri kalau ngomongin tubuh selebriti ya kan. Tapi entah kenapa untuk kasus yang satu ini media sosial kayak ee membuat pengecualian tersendiri gitu. Jadi banyak banget video dan komentar yang muncul sebagai respon dari foto di karpet merah serta wawancara dari para pemain wiekend ini. Hampir semua pembahasannya gak jauh-jauh dari satu hal, yaitu tubuh para pemain yang kelihatan semakin kurus dan dugaan gangguan makan sampai teori konspirasi soal apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Dan yang membuat teori efek wicket ini semakin viral itu adalah orang-orang yang memberitahu bukti-buktinya. Jadi mereka membuat video-video dan foto-foto perbandingan didampingin gitu loh bersebelahan. Di satu sisi ada Ariana Grande, Cynthia Erivo, terus ada Michel Y versi 2010-an yang wajahnya itu eh apa ya? sehat, senyum lebar, terus berisi. Terus di sisi lain ada foto terbaru dari tour Weekend for Good ini yang mana mereka semua terlihat jauh lebih kurus, lebih kering dan kontras inilah yang menjadi bahan bakar spekulasi netizen untuk menarik kesimpulan sendiri soal kondisi kesehatan para pemain ini. Sekitar 2 tahun yang lalu, Ariana Grande itu pernah membuat sebuah video ee secara langsung untuk memberi peringatan ke publik lewat TikTok. Dia berbicara dengan nada tegas yang meminta orang-orang untuk berhenti ngebahas soal tubuhnya dia. Kondisi yang kurus kering itu. Soalnya waktu itu dia foto promosi R Beauty. Bacanya gimana tuh? Rim Beauty. Ya, ini maaf banget kalau gua salah dalam pengucapan. Boleh dikoreksi di kolom komentar. Jadi di sini gua baca Rim Beauty aja gitu ya. Nah, dikatakan di situ dia malah jadi bahan spekulasi liar tentang seberapa banyak berat badannya turun sejak tahun 2020. Nah, komentar itu membludak, Geng. dan sebagian besar pada sotoi soal kondisi fisiknya. Jadi pada nebak-nebak gitu yang membuat Ariana ini jadi enggak nyaman gitu. Lewat video itu, Ariana Grande buka fakta yang sebenarnya jauh dari dugaan netizen. Dia bilang, "Kita harus lebih lembut dan gak terlalu nyaman untuk mengomentari tubuh orang lain. Apapun keadaannya, ya pokoknya harus hati-hati menurut dia." Nah, terus dia juga ngomong sesuatu yang bikin banyak orang kejedot dengan kenyataan. yang mana penampilan dia yang dulu dianggap paling sehat oleh publik, tapi justru dia mengatakan itu adalah masa paling gelap di dalam hidupnya dia. Dia bilang dia sedang banyak minum antidepresan di saat itu. Makanya tubuhnya berisi dan bahkan dia mencampurnya dengan alkohol, makanannya yang berantakan, dan kondisi mentalnya yang di titik rendah. Kata dia, "There are some". Nah, itu di saat dulu. Jadi, dengan kata lain, Ariana Grande ini menyebutkan kalau sekarang kondisinya dia yang kurus ini malah jauh lebih sehat dari dulu. Gimana tuh? Kalian setuju enggak dengan apa yang dia akui ini? Terus, Geng, ada sebuah konspirasi yang muncul saat Ariana Grande ini ya, maupun pemain film wicket yang lainnya tiba-tiba menjadi sangat kurus yaitu sebuah fenomena yang orang-orang sebut sebagai wicked effect. yang mana ini udah berubah menjadi semacam mitos modern di mana fokus publik bukan lagi soal kesehatan Ariana Grande atau para pemain wicket yang lain, tetapi lebih mirip sebagai apa ya kayak tuduhan yang sangat gila yang mungkin biar bisa ikutan masuk ke arus pembicaraan gitu. Jadi dikait-kaitkan, dicocok-cocok logikan. Banyak banget video dan gambar perbandingan yang lama versus yang terbaru. Terus langsung ditempelin teori-teori sembarangan. Ada yang bilang ya kalau para aktor itu saling tukar ozempik deset dan malahan ada yang ngarang seolah-olah mereka itu lomba gangguan makan ini. Jadi gue ee jelaskan sedikit istilah tukar ozempik ini merujuk pada dugaan kalau perubahan tubuhnya itu terjadi karena penggunaan obat penurun berat badan yang bernama Ozempik. Jadi bukan semata-mata perubahan gaya hidup, diet, atau kondisi kesehatan yang normal. Jadi mereka itu mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya dan mereka itu saling tukar gitu. Saling sharing. Dan ada lagi sebuah teori yang menjelaskan kalau mereka ini meniru metode penurunan berat badan ekstrem ala Judy Garland di The Wizard of O atau Ozy. Tapi semua itu ternyata tanpa bukti ya, cuma tuduhan-tuduhan eh asumsi liar atau rumor-rumor yang dibungkus oleh netizen seolah-olah itu menjadi fakta. Dengan kata lain, jadi banyak penggemar yang menjadikan isu sensitif seperti itu ya, seperti gangguan makan atau pengonsumsian obat-obatan ee penurun berat badan itu malah menjadi gosip-gosip liar di antara mereka. Nah, selain itu orang-orang juga menambahkan bahwa ada isu skandal perselingkuhan atau drama hubungan antar pemain. Nah, yang mana ada seorang ahli gangguan makan asal Amerika yang bernama Kelsey Leimer. Dia ini mengomentari sebelum ikut menyebarkan gosip soal tubuh selebritas atau tubuh para selebriti ini. Dia bilang, "Kita harus memastikan bahwa apa yang sebenarnya mau disebarin alias apa yang sebenarnya mau dibicarakan." Jadi jangan asal nuduh mereka ini seolah-olah tidak bahagia, mengalami tekanan, mengonsumsi obat-obatan yang berbahaya atau justru diet yang berbahaya. Dia justru punya sudut pandang lain. Dia bilang kalau tujuannya mau mengkritik budaya yang mendorong konsep kurus itu ideal, ada cara lain yang jauh lebih tepat dan lebih berdampak ketimbang mengulik tubuh artis satu persatu. Fokusnya harus ke masalah budayanya, bukan ke tubuh orangnya. Letim hari ini juga ngingetin wajar banget kalau orang khawatir sama dampak para selebriti yang mereka dukung ini e apa ya jadi kurus kayak gitu. Nah, tapi cara ngebahasnya itu menentukan apakah mereka benar-benar peduli sama si selebrity-nya atau cuma ikut ngerusak suasana dan mental si selebrit-nya aja. Dan poin ini yang penting, Geng. Penyakit atau struggle fisik itu bukanlah kegagalan moral. Ketika wicket effect dijadikan sebagai bahan hiburan itu sama aja kayak menyeret jutaan orang yang pernah mengalami hal serupa ke dalam stigma yang menyiksa yang untung cuma satu matric engagement dan drama dunia maya. Jadi, Geng budaya kurus sama dengan ideal alias orang-orang menganggap kalau kurus itu adalah e tren gitu ya. Nah, saat ini terjadi di internet dan enggak cuma menargetkan selebriti aja, tapi semua wanita-wanita muda di era di mana media sosial makin ngaur, makin gila mengatur cara orang menilai tubuh mereka sendiri. Nah, jadi intinya kalau zaman dulu kan kalau di Hollywood itu kayak cewek-cewek yang badannya udah kayak biola, udah wis olahraganya mantap gitu, itu yang cantik. Nah, tapi sekarang tren ini malah berubah. Justru yang dianggap cantik itu cewek-cewek yang kurus banget. Dan maaf nih sebutan kasarnya tuh kayak tepos-tepos. Nah, itu menjadi tren sekarang khususnya di wilayah Hollywood. Dan untuk wanita-wanita muda di sana mental mereka udah cukup rapuh lah. Tapi sekarang mereka juga harus berhadapan dengan tren bahwa kurus itu keren. Dan ini semua bisa kalian lihat dari Ariana Grande. Tren Y2K ini balik lagi. Dan sialnya standar kecantingan lama yang enggak sehat ini ikut-ikut ke bawah. Kenapa gua bilang enggak sehat? Karena kurusnya itu kurus banget. Bahkan lembaga periklanan di Inggris sampai ngeblok iklan brand-brand besar yang modelnya terlalu kurus karena takut diikuti oleh masyarakat. Dan di mana-mana selebriti seperti Kelly Osborne sampai dengan Megan Trainer muncul dengan tubuh yang semakin ramping. Kalian tahu Megan Trainer enggak? Yang lagunya B the Best. B the best No. N. Di video dia itu dia menunjukkan bagaimana dia bangga dia PD dengan tubuhnya dia yang enggak harus kurus. Nah, tapi sekarang dia udah ramping dan ini entah karena obat penurun berat badan atau justru dia hidup sehat, diet gitu, entah gimana. Dan era mencintai tubuh apa adanya sepertinya mulai pudar nih. Para remaja wanita sekarang, terutama di luar negeri sana mulai merasakan tekanan itu di TikTok ya. Konten skinny talk tersebar luas udah kayak wabah. Remaja-remaja saling ngajarin cara nurunin berat badan cepat. Bahkan sengaja melewati makan mereka alias udah mulai enggak sehat tatanan hidupnya. Tagarnya juga udah dilarang ya, tapi kontennya tetap hidup lewat trik algoritma kayak skinny Talk ini. Jadi tagarnya itu atau hashag skinnyk itu udah enggak boleh. Tapi konten-kontennya masih banyak. Cuma nyari kata kurus aja kalian udah bisa melihat konten-konten berbahaya soal bagaimana menurunkan berat badan. Jadi enggak heran, Geng. Angka rawat inap akibat gangguan makan di kalangan remaja ini akhirnya naik gara-gara mereka tuh over banget e ngurusin badan dan mereka tumbuh di dunia digital melewati masa pandemi yang berat dan sekarang dihajar oleh standar kecantikan yang mustahil buat ditiru dan semua itu karena melihat selebriti ya seperti Ariana Grande dan penyebaran gangguan makan ini sudah kayak virus sosial cuma bedanya sekarang ya penyebarannya di digital dan massal terus geng dalam satu sesi wawancara Ariana Grande dengan Cynthia Erivo, kreator Prancis Cheese Crazy Sally itu nanya soal tekanan yang dialami oleh perempuan untuk selalu tampil sempurna. Pertanyaan itu langsung bikin Ariana Grande emosi. Nah, setelahnya dia cerita panjang lebar soal tubuh besar di bawah sorotan publik di umur 1617 tahun. Dan gimana rasanya menjadi objek eksperimen yang terus dinilai wajah dan tubuhnya. Dan gimana rasanya menjadi objek eksperimen yang wajah dan tubuhnya terus dinilai gitu. Kayak enggak boleh jelek, enggak boleh terlalu gimana-gimana. Nah, dia bilang dia udah dengar semua kritik yang disampaikan oleh orang-orang kepada dia. Dan ironisnya begitu dia memperbaiki satu hal, selalu ada alasan baru untuk ngejek dia lagi. Jadi, dengan kata lain tuh, dulu gua gemuk, badan gua agak gendut dikatain gendut, sekarang gua kurus dikatain kurus banget. Ini maunya kayak gimana? Nah, skala tekanannya memang beda, tapi Ariana Grande itu menekankan kalau siapapun bisa ngerasain sulitnya melindungi diri dari omongan orang. Jadi dia kayak udah capek gitu mendengar komentar-komentar tersebut. Nah, terus geng Ariana Grande juga menyinggung soal komentar toxic yang muncul di internet belakangan ini. Teori konspirasi yang bilang kalau dia terlalu kurus dan enggak sehat. Menurut dia, sekarang orang-orang merasa terlalu nyaman mengomentari tubuh, wajah sampai berspekulasi absurd soal apa yang terjadi di balik layar. Perbuatan itu menurut Ariana Grande itu berbahaya untuk semua pihak. Jadi, sikap mengomentari tubuh orang itu berbahaya untuk semua pihak, katanya. Dan Ariana Grande sampai menutup jawabannya dengan pesan yang tegas, yaitu jaga diri kalian dari komentar yang enggak pantas karena enggak ada siapapun yang berhak ngomong seenaknya soal tubuh atau penampilan kalian. Nah, terus dia narik nafas, senyum, dan bilang, "Jujur ya, kayaknya e aku sendiri butuh mengingatkan diriku soal hal itu hari ini." Jadi, kayak dia sendiri sadar harusnya dia juga tidak boleh mengomentari tubuh orang lain, wajah orang lain. Karena dia sendiri sekarang sedang merasakan dikomentari. Nah, terus geng belakangan ini juga muncul kabar dari orang dekat Ariana Grande sendiri yang bilang kalau dia memang lagi berjuang dengan kondisi tubuh dan kesehatan mentalnya. Jadi, tekanan publik itu makin parah. Setiap kali Arana Grande ini muncul di Tour pers Weekend-nya atau e Wicked for Good dibahas bukan lagi film tapi justru tubuhnya Ariana Grande yang udah kayak kerangka dan banyak yang langsung ngecap dia enggak sehat. Bahkan ada yang membandingkan dia dengan e Karen Carpenter ya, sosok yang meninggal dunia karena komplikasi gangguan makan. Ya ampun. Nah, keluarganya bilang kalau Ariana tahu kondisinya yang lagi enggak baik-baik aja. Kecemasannya dia tinggi, jadwalnya padat, dan dia sepertinya terlalu memaksakan diri. Dan untungnya masih banyak yang ngedukung dia. Orang-orang yang ngedukung dia ini selalu memberikan hal-hal yang baik yang perlu Ariana dengar. Dan bahkan di Turk pers-nya ya, Cynthia Erivo disebut-sebut menjadi orang yang selalu ngecek Ariana Grande beberapa kali sehari. Semacam menjadi tempat sandaran ketika tekanan publik semakin berat untuk dia. Nah, jadi timbullah pertanyaan, apakah yang terjadi terhadap Ariana Grande ini menurut kalian memang eh apa ya? hanya kebutuhan syuting film atau justru dia sekarang sedang mengalami gangguan sesuatu. Coba deh menurut kalian kenapa? Tinggalkan komentar di bawah. Nah, sekarang karena apa yang dialami oleh Ariana Grande ini dihubung-hubungkan dengan masa lalunya dia, sekarang coba kita bahas nih, Geng. Masa lalu Ariana Grande dan Nikelodon bagaimana sih? kita bahas. Jadi, Geng, ada sebuah konflik yang muncul di dalam dunia hiburan khususnya untuk anak-anak yang melibatkan sebuah studio yang sangat besar, yaitu Nikelodon. Nah, jadi ada sebuah dokumenter yang berjudul Quiet Onet, The Dark Side of Kids TV. Jadi, serial empat bagian ini ya membongkar sisi gelap Nikelodeon yang selama ini enggak pernah kebayang. Terutama soal pengalaman para aktor muda di balik layarnya. Dokumenter ini pertama kali jadi sorotan karena Drake Bell yang dulunya merupakan bintang dari serial Victorius itu akhirnya buka suara soal pelecehan yang sempat dia alami hampir selama 20 tahun lalu dari Brian Pack seorang pelatih dialog yang kerja untuk Nickelodeon. Nah, Pek ini dulu dihukum 16 bulan penjara, Geng. gara-gara kasus itu. Tapi identitas korbannya enggak pernah disebut sampai Drake sendiri akhirnya bersuara di dokumenter ini kalau korbannya itu adalah dia dan beberapa yang lain. Terus enggak cuma itu, dokumenter ini juga banyak ngulik soal Dan Sneider, orang yang membangun banyak acara besar Nickelodeon seperti All Dead, Kinan and Kale, terus ada The Amanda Show, terus ada I Cerly sampai dengan Victorius. Nah, di era 90-an sampai 2000-an dia ibarat Raja TV anak-anak. Tapi di balik itu, banyak mantan staf dan pemain yang bilang Sneider ini ya menciptakan lingkungan kerja yang toxic dari lelucon yang merendahkan, minta dipijit oleh staff, favoritisme ke pemain tertentu alias pilih-pilih kasih gitu ya sampai ledakan emosi diet jadi suka marah-marah. Nah, Sneider ini juga sempat bikin video klarifikasi bareng dengan Bugie, pemeran dari Tibo di serial Iker Curly. Nah, dia minta maaf untuk hal-hal seperti pernah minta pijit atau kadang bersikap kasar ya, tapi dia bantah nih tuduhan-tuduhan lain yang muncul di dokumenter itu. Dan yang paling bikin ngeri adalah ada potongan-potongan adegan dari acara Nikelodeon yang awalnya terlihat konyol tapi kalau diperhatikan ulang ternyata punya unsur seksual yang nyeleneh padahal itu acara untuk anak-anak. Nah, dokumenter ini juga menjelaskan kalau beberapa orang yang kerja di Nikelodon itu ternyata kemudian terbukti melakukan pelecehan. dan termasuk staff yang sering berinteraksi langsung dengan aktor-aktor kecil, aktor-aktor cilik. Jadi intinya Quiet Onset ini ngebongkar dunia yang selama ini terlihat fun, penuh warna, tapi ternyata punya banyak cerita gelap yang sekarang baru mulai muncul ke permukaan. Jadi ya ternyata salah satu korbannya di dalam kegelapan itu ada Ariana Grande yang pada awalnya juga debut di salah satu serial film buatan nikelode ini yang bernama Victorious dan berperan sebagai Cat Valentine. Nah, jadi gini geng. Ariana Grande itu pernah membintangi dua serial yaitu Victorious e dan juga Sam and Cat. Dua series besar Niklodeon ini yang dipimpin oleh Dan Sneider. Dan setelah dokumenter Quiet onset ini ngebongkar perilakunya Sneider yang katanya toxic dan gak pantas, Ariana bilang hubungan dia dengan masa-masa Niklodion itu sekarang lagi berubah. Dia baru mulai memproses ulang semuanya. Paham enggak? Maksudnya kayak gini. Dulu dia enggak sadar apa yang dia alami. Dia tuh hanya tenggelam di dalam ya pekerjaan itu. Tapi sekarang semenjak adanya quiet onset ini, dia jadi paham. Oh, ternyata apa yang dia alami dulu itu adalah sebuah kekerasan yang berdampak pada mentalnya dia. Dan sekarang dia sedang merubah, mulai memproses ulang semuanya. Setelah dokumentarnya rilis, banyak klip Ariana Grande sewaktu dia menjadi cat yang tiba-tiba viral lagi. Dan jujur, banyak yang membuat orang-orang merinding karena nuansanya aneh dan terlalu ee apa ya? enggak senonoh untuk anak di bawah umur. Dan salah satu contohnya adalah adegan ketika dia menuangkan jus dari kentang sambil mengeluarkan suara aneh atau adegan yang dia masukin jempol kakinya sendiri ke mulut. Nah, itu kan eh gatal. Aduh, gitu deh. Dulu Ariana Grande ngerasa itu cuma sindiran lucu dan dia pikir ya keren-keren aja. Tapi sekarang ketika dia lihat ulang, dia nonton ulang, dia kaget dan dia bilang, "Gua dulu ngelakuin itu ya." Kok bisa, kok mau? Dan bahkan dia kaget kenapa para staf di sana bisa setuju dengan adegan-adegan yang enggak senonoh kayak gitu. Terus Ariana juga bilang di podcast eh podt crush ya. Kalau dunia kerja anak di industri TV harusnya lebih aman. Harusnya ada terapis di lokasi syuting. Orang tua harus bebas dan ada di mana aja selama syuting. Dan anak-anak yang masuk industri sebesar itu wajib punya pendamping profesional yang membantu mereka ngerti dampak psikologis dari sorotan publik yang berat sejak usia muda. Jadi intinya Ariana Grande ini menjelaskan soal betapa enggak sehatnya lingkungan kerja yang dulu dia anggap biasa aja dan sekarang dia sadar kalau anak-anak seharusnya enggak perlu mengalami exposure seberat itu tanpa perlindungan yang jelas. Jadi itu salah satu konspirasinya. Nah, terus ada juga konspirasi yang menyebutkan kalau Ariana Grande ini dijadikan sebagai eksperimen tidak manusiawi dari salah satu klinik katanya. Ini gimana ceritanya? Sekarang kita bahas. Isu ini muncul ketika Oscar 2025 ya, yang mana pada saat itu Ariana Grande ini ditanya mengenai perilisan album terbarunya dia yang berjudul Eternal Sunshine. Dalam wawancara tersebut dia mengatakan yang dalam bahasa Indonesia ya artinya kamu tahu mereka menggunakan Brighter Days Memory Erasure Treatment kepada tubuh saya. Jadi saya kesulitan mengingat detailnya. [musik] Nah, mungkin kalau kita artikan ya enggak ada sesuatu yang terdengar aneh. Tapi kalau kita pahami maksud dari apa yang dikatakan Ariana Grande ini, dia itu memang kelihatan bingung ketika dia diwawancarai dan menyebutkan kalau ingatannya memang seolah-olah itu kayak dihapus oleh pihak Brighter Days. Dan disebut-sebut kalau Brighter Days ini adalah sebuah klinik untuk orang-orang yang mengalami gangguan mental. Nah, kita juga bisa mengakses klinik tersebut lewat web online, Geng. Diduga nih ya, Ariana menjalani perawatan di klinik tersebut, namun memori otaknya terhapus sehingga dia bahkan gak bisa mengingat detail ketika album terbarunya. Eh, dan apa yang terjadi pada dia itu dijadikan sebagai referensi untuk albumnya yaitu Eternal Sunshine. Meskipun begitu, awalnya banyak yang percaya kalau eh referensi untuk albumnya itu diambil dari sebuah film yang berjudul Eternal Shan of the Spotless Mind yang sama-sama menceritakan tentang sepasang mantan kekasih yang saling menghapus ingatan untuk menghilangkan trauma masa lalu mereka karena hubungan mereka yang berakhir. Tapi tetap aja ini menceritakan tentang memori otak yang terhapus karena eksperimen. Di sisi lain, ada yang membantah teori konspirasi ini dengan menyebutkan kalau Brighter Days adalah judul deluxe untuk album Eternal Sunshine. Dan dalam universe album terbaru Ariana itu ada sebuah klinik penghapusan ingatan yang bernama Brighter Days Ink. Jadi Brighter Days ini memang ada, tapi di konsep album milik Ariana, bukan di dunia nyata. Jadi cuma apa ya nama buatan fiktif gitu. Nah, terus timbul pertanyaan, kalian percaya enggak dengan teori tersebut kalau Ariana Grande adalah korban dari eksperimen sebuah klinik untuk penghapusan ingatan atau ya benar tadi katanya ini cuma sekedar teori konspirasi tanpa dasar. Coba deh kalian tinggalkan komentar di bawah sesuai dengan apa yang kalian pikirkan dan ketika kalian melihat Ariana Grande, menurut kalian perubahannya dia ini mengerikan atau enggak? Itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai teori konspirasi tentang Ariana Grande mulai dari perubahan bentuk tubuhnya yang kurus yang diduga karena adanya ritual di dalam film Wicked dan skandal dari Nikelodeon sampai dia yang dikatakan menjadi korban dari eksperimen yang tidak manusiawi dari sebuah klinik. Coba deh menurut kalian mana yang kalian lebih percaya? Tinggalkan komentar di bawah.