THE PRESSURE BEHIND HOLLYWOOD LIFE! ARIANA GRANDE IS SLIM!
ykuDtsDgFaI • 2026-01-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
dari foto di karpet merah serta
wawancara dari para pemain wikend ini.
Hampir semua pembahasannya enggak
jauh-jauh dari satu hal, yaitu tubuh
para pemain yang kelihatan semakin kurus
dan dugaan gangguan makan sampai teori
konspirasi soal apa yang sebenarnya
terjadi di balik layar.
Geng, hari ini gua mau bahas sebuah
topik yang lagi ramai sekaligus juga
untuk mengobati rasa rindu kalian
terhadap konten-konten konspirasi di
kamar Jerry. Oke, ya, kita udah lama
banget enggak ngebahas tentang
konspirasi dan kali ini kita bakal
membahas tentang bagaimana industri
hiburan memperlakukan manusia di
dalamnya. Nah, topik ini bukan sekedar
gosip tentang selebritas, tapi ini soal
bagaimana tubuh seseorang bisa jadi
bahan konsumsi publik, bagaimana tekanan
industri bisa mempengaruhi kesehatan
mental dan fisik, dan bagaimana
pengalaman masa lalu seorang artis di
dunia kerja yang keras bisa nempel
sampai bertahun-tahun kemudian. Karena
nih, Geng, ya, di balik ee berkilaunya
cahaya panggung gitu, popularitas dan
sorotan kamera, ada proses panjang yang
kadang bisa dikatakan gelap dan penuh
tekanan. Banyak artis yang dari kecil
udah masuk industri hiburan. Termasuk
seperti sosok yang bakal kita bahas ini
yaitu [musik] Ariana Grande yang mana
kita semua tahu bagaimana dia ini
terkenalnya besarnya nama dia di
industri hiburan. Dan kalian harus lihat
bagaimana perubahan yang benar-benar
drastis dari fisiknya Ariana akhir-akhir
ini. Yang mana ini menjadi bahan obrolan
dan spekulasi liar di mana-mana. dari
mulai media, komentar publik, sampai
teori konspirasi yang menyebar di
komunitas online. Kalian lihat dulu
[musik] deh perbedaan look-nya atau
tubuhnya dia saat ini nih.
Nah, ada yang mengatakan kalau ini
disebabkan adanya tekanan di dalam
industri tersebut atau ada juga yang
menuduh kalau dia memakai obat-obatan
terlarang. Ada juga yang mengaitkan
dengan pengalaman masa kecilnya dia di
Niklodeon. Dan yang membuat hal ini
semakin viral gara-gara banyaknya narasi
yang dilebarkan tanpa kita cek konteks
aslinya terlebih dahulu. Nah, di video
kali ini gua bakal ngajak kalian untuk
membahas hal ini. Bukan untuk bergosip
atau memperkuat rumor-rumor yang ada,
apalagi mendukung teori-teori liar yang
enggak punya bukti. Tapi justru
sebaliknya, kita bakal membahas dan
melihat fenomena ini secara kritis.
Bagaimana publik bereaksi terhadap tubuh
seorang perempuan yang mana dia
merupakan public figure serta bagaimana
industri hiburan membentuk standar
kecantikan yang enggak manusiawi dan
apakah pengalaman masa kecil di tempat
kerja yang toxic bisa berdampak sampai
sekarang. Nah, langsung aja kita masuk
ke dalam pembahasannya. Kita bakal kupas
pelan-pelan apa yang sebenarnya terjadi
kepada Ariana Grande ini. Apakah ini
semua cuma asumsi publik atau justru
memang dia ini terjebak di dalam hal
yang mengerikan? kita bahas. Halo geng,
welcome back to Kamar Jiri [musik]
[musik]
Geng. Geng. Jadi geng sebelum kita masuk
lebih jauh ke pembahasan soal perubahan
Ariana Grande yang lagi ramai banget
diperbincangkan, gua ajak dulu kalian
untuk melihat siapa sebenarnya sosok di
balik nama besar itu.
Jadi Ariana Grande ini lahir di Florida
dari keluarga pekerja kreatif yang
tumbuh di dunia seni dan dikenal di
panggung sejak kecil. Dia ini punya nama
lengkap Ariana Grande Butera. Dia lahir
pada 26 Juni tahun 1993. Karirnya
meledak setelah main sebagai Cat
Valentine di Victorious dan juga Sam and
Cat yang membuat eh dia menjadi salah
satu ikon Nickelodeon yang paling
terkenal.
My nameat.
Nothing I love cats.
Me too.
Nah, di sana Ariana itu gak cuma
berhenti di dunia acting aja. Karir
musiknya itu naik dengan cepat banget.
Debut albumnya juga langsung menjadi
nomor satu di billboard dan suara
melengkingnya sering dibanding-bandingin
sama Maria Carie dan berbagai lagunya
dia sampai berkali-kali masuk top chart
dunia. Tur internasionalnya juga
penghargaan rekor streaming miliaran
kali semuanya dia lewati sebelum usia
menyentuh 25 tahun. Jadi ketika
kalian-kalian semua di umur 20 sampai 24
tahun masih nangis-nangis minta belah
bubu, dia udah sukses dengan karirnya,
Teman-teman.
Kesuksesannya dia ini enggak cuma itu.
Albumnya yang berjudul Sweetener itu
juga memenangkan Grammy Award
Sweetener Ariana Grande.
Dan albumnya yang berjudul Thank you
Next juga mendominasi pada saat itu dan
album position yang semakin memperkuat
dominasinya di industri musik. Dan
selain musik, Ariana juga aktif di dunia
film. Dia sempat tampil berakting di
film Up dan membintangi film musical
Wicked sebagai Glinda. Dan dengan vokal
yang luar biasa dan kesuksesan besarnya
dia, Ariana Grande ini terus menjadi
icon pop modern. Jadi kita bisa
mengatakan kita itu sedang membicarakan
sosok yang dari kecil hidupnya memang
udah menjadi sorotan kamera besar di
industri yang keras dan menjadi simbol
pop global. Dengan latar belakang
seberat itu wajar kalau perubahan
sekecil apapun di tubuhnya dia atau
hidupnya itu yang berbeda gitu ya,
langsung menjadi bahan omongan, bahan
spekulasi di mana-mana. Dan di sinilah
cerita soal Ariana Grande ini ya bermula
tubuhnya dan bayang-bayang Nikelodion
itu mulai ramai diperbincangkan yang
menarik perhatian publik. Nah, secara
mendadak nih ya di layar kaca Ariana ini
tampil dengan tampilan yang benarbenar
kurus kering. Kalian mau lihat nih?
Lihat.
Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke
dalam konspirasi yang terjadi terhadap
Ariana Grande. Kita bahas.
Jadi, Geng, belakangan ini timeline pada
ramai banget gara-gara satu hal, yaitu
tour promosi film Wicked for Good, ya.
Yang mana biasanya orang itu masih agak
nahan diri kalau ngomongin tubuh
selebriti ya kan. Tapi entah kenapa
untuk kasus yang satu ini media sosial
kayak ee membuat pengecualian tersendiri
gitu. Jadi banyak banget video dan
komentar yang muncul sebagai respon dari
foto di karpet merah serta wawancara
dari para pemain wiekend ini. Hampir
semua pembahasannya gak jauh-jauh dari
satu hal, yaitu tubuh para pemain yang
kelihatan semakin kurus dan dugaan
gangguan makan sampai teori konspirasi
soal apa yang sebenarnya terjadi di
balik layar. Dan yang membuat teori efek
wicket ini semakin viral itu adalah
orang-orang yang memberitahu
bukti-buktinya. Jadi mereka membuat
video-video dan foto-foto perbandingan
didampingin gitu loh bersebelahan. Di
satu sisi ada Ariana Grande, Cynthia
Erivo, terus ada Michel Y versi 2010-an
yang wajahnya itu eh apa ya? sehat,
senyum lebar, terus berisi. Terus di
sisi lain ada foto terbaru dari tour
Weekend for Good ini yang mana mereka
semua terlihat jauh lebih kurus, lebih
kering dan kontras inilah yang menjadi
bahan bakar spekulasi netizen untuk
menarik kesimpulan sendiri soal kondisi
kesehatan para pemain ini. Sekitar 2
tahun yang lalu, Ariana Grande itu
pernah membuat sebuah video ee secara
langsung untuk memberi peringatan ke
publik lewat TikTok. Dia berbicara
dengan nada tegas yang meminta
orang-orang untuk berhenti ngebahas soal
tubuhnya dia. Kondisi yang kurus kering
itu. Soalnya waktu itu dia foto promosi
R Beauty. Bacanya gimana tuh? Rim
Beauty. Ya, ini maaf banget kalau gua
salah dalam pengucapan. Boleh dikoreksi
di kolom komentar. Jadi di sini gua baca
Rim Beauty aja gitu ya. Nah, dikatakan
di situ dia malah jadi bahan spekulasi
liar tentang seberapa banyak berat
badannya turun sejak tahun 2020. Nah,
komentar itu membludak, Geng. dan
sebagian besar pada sotoi soal kondisi
fisiknya. Jadi pada nebak-nebak gitu
yang membuat Ariana ini jadi enggak
nyaman gitu. Lewat video itu, Ariana
Grande buka fakta yang sebenarnya jauh
dari dugaan netizen. Dia bilang, "Kita
harus lebih lembut dan gak terlalu
nyaman untuk mengomentari tubuh orang
lain. Apapun keadaannya, ya pokoknya
harus hati-hati menurut dia." Nah, terus
dia juga ngomong sesuatu yang bikin
banyak orang kejedot dengan kenyataan.
yang mana penampilan dia yang dulu
dianggap paling sehat oleh publik, tapi
justru dia mengatakan itu adalah masa
paling gelap di dalam hidupnya dia. Dia
bilang dia sedang banyak minum
antidepresan di saat itu. Makanya
tubuhnya berisi dan bahkan dia
mencampurnya dengan alkohol, makanannya
yang berantakan, dan kondisi mentalnya
yang di titik rendah. Kata dia, "There
are
some".
Nah, itu di saat dulu. Jadi, dengan kata
lain, Ariana Grande ini menyebutkan
kalau sekarang kondisinya dia yang kurus
ini malah jauh lebih sehat dari dulu.
Gimana tuh? Kalian setuju enggak dengan
apa yang dia akui ini? Terus, Geng, ada
sebuah konspirasi yang muncul saat
Ariana Grande ini ya, maupun pemain film
wicket yang lainnya tiba-tiba menjadi
sangat kurus yaitu sebuah fenomena yang
orang-orang sebut sebagai wicked effect.
yang mana ini udah berubah menjadi
semacam mitos modern di mana fokus
publik bukan lagi soal kesehatan Ariana
Grande atau para pemain wicket yang
lain, tetapi lebih mirip sebagai apa ya
kayak tuduhan yang sangat gila yang
mungkin biar bisa ikutan masuk ke arus
pembicaraan gitu. Jadi dikait-kaitkan,
dicocok-cocok logikan. Banyak banget
video dan gambar perbandingan yang lama
versus yang terbaru. Terus langsung
ditempelin teori-teori sembarangan. Ada
yang bilang ya kalau para aktor itu
saling tukar ozempik deset dan malahan
ada yang ngarang seolah-olah mereka itu
lomba gangguan makan ini. Jadi gue ee
jelaskan sedikit istilah tukar ozempik
ini merujuk pada dugaan kalau perubahan
tubuhnya itu terjadi karena penggunaan
obat penurun berat badan yang bernama
Ozempik. Jadi bukan semata-mata
perubahan gaya hidup, diet, atau kondisi
kesehatan yang normal. Jadi mereka itu
mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya dan
mereka itu saling tukar gitu. Saling
sharing. Dan ada lagi sebuah teori yang
menjelaskan kalau mereka ini meniru
metode penurunan berat badan ekstrem ala
Judy Garland di The Wizard of O atau
Ozy. Tapi semua itu ternyata tanpa bukti
ya, cuma tuduhan-tuduhan eh asumsi liar
atau rumor-rumor yang dibungkus oleh
netizen seolah-olah itu menjadi fakta.
Dengan kata lain, jadi banyak penggemar
yang menjadikan isu sensitif seperti itu
ya, seperti gangguan makan atau
pengonsumsian obat-obatan ee penurun
berat badan itu malah menjadi
gosip-gosip liar di antara mereka. Nah,
selain itu orang-orang juga menambahkan
bahwa ada isu skandal perselingkuhan
atau drama hubungan antar pemain. Nah,
yang mana ada seorang ahli gangguan
makan asal Amerika yang bernama Kelsey
Leimer. Dia ini mengomentari sebelum
ikut menyebarkan gosip soal tubuh
selebritas atau tubuh para selebriti
ini. Dia bilang, "Kita harus memastikan
bahwa apa yang sebenarnya mau disebarin
alias apa yang sebenarnya mau
dibicarakan." Jadi jangan asal nuduh
mereka ini seolah-olah tidak bahagia,
mengalami tekanan, mengonsumsi
obat-obatan yang berbahaya atau justru
diet yang berbahaya. Dia justru punya
sudut pandang lain. Dia bilang kalau
tujuannya mau mengkritik budaya yang
mendorong konsep kurus itu ideal, ada
cara lain yang jauh lebih tepat dan
lebih berdampak ketimbang mengulik tubuh
artis satu persatu. Fokusnya harus ke
masalah budayanya, bukan ke tubuh
orangnya. Letim hari ini juga ngingetin
wajar banget kalau orang khawatir sama
dampak para selebriti yang mereka dukung
ini e apa ya jadi kurus kayak gitu. Nah,
tapi cara ngebahasnya itu menentukan
apakah mereka benar-benar peduli sama si
selebrity-nya atau cuma ikut ngerusak
suasana dan mental si selebrit-nya aja.
Dan poin ini yang penting, Geng.
Penyakit atau struggle fisik itu
bukanlah kegagalan moral. Ketika wicket
effect dijadikan sebagai bahan hiburan
itu sama aja kayak menyeret jutaan orang
yang pernah mengalami hal serupa ke
dalam stigma yang menyiksa yang untung
cuma satu matric engagement dan drama
dunia maya. Jadi, Geng budaya kurus sama
dengan ideal alias orang-orang
menganggap kalau kurus itu adalah e tren
gitu ya. Nah, saat ini terjadi di
internet dan enggak cuma menargetkan
selebriti aja, tapi semua wanita-wanita
muda di era di mana media sosial makin
ngaur, makin gila mengatur cara orang
menilai tubuh mereka sendiri. Nah, jadi
intinya kalau zaman dulu kan kalau di
Hollywood itu kayak cewek-cewek yang
badannya udah kayak biola, udah wis
olahraganya mantap gitu, itu yang
cantik. Nah, tapi sekarang tren ini
malah berubah. Justru yang dianggap
cantik itu cewek-cewek yang kurus
banget. Dan maaf nih sebutan kasarnya
tuh kayak tepos-tepos. Nah, itu menjadi
tren sekarang khususnya di wilayah
Hollywood. Dan untuk wanita-wanita muda
di sana mental mereka udah cukup rapuh
lah. Tapi sekarang mereka juga harus
berhadapan dengan tren bahwa kurus itu
keren. Dan ini semua bisa kalian lihat
dari Ariana Grande. Tren Y2K ini balik
lagi. Dan sialnya standar kecantingan
lama yang enggak sehat ini ikut-ikut ke
bawah. Kenapa gua bilang enggak sehat?
Karena kurusnya itu kurus banget. Bahkan
lembaga periklanan di Inggris sampai
ngeblok iklan brand-brand besar yang
modelnya terlalu kurus karena takut
diikuti oleh masyarakat. Dan di
mana-mana selebriti seperti Kelly
Osborne sampai dengan Megan Trainer
muncul dengan tubuh yang semakin
ramping. Kalian tahu Megan Trainer
enggak? Yang lagunya B the Best. B the
best No. N.
Di video dia itu dia menunjukkan
bagaimana dia bangga dia PD dengan
tubuhnya dia yang enggak harus kurus.
Nah, tapi sekarang dia udah ramping dan
ini entah karena obat penurun berat
badan atau justru dia hidup sehat, diet
gitu, entah gimana. Dan era mencintai
tubuh apa adanya sepertinya mulai pudar
nih. Para remaja wanita sekarang,
terutama di luar negeri sana mulai
merasakan tekanan itu di TikTok ya.
Konten skinny talk tersebar luas udah
kayak wabah. Remaja-remaja saling
ngajarin cara nurunin berat badan cepat.
Bahkan sengaja melewati makan mereka
alias udah mulai enggak sehat tatanan
hidupnya. Tagarnya juga udah dilarang
ya, tapi kontennya tetap hidup lewat
trik algoritma kayak skinny Talk ini.
Jadi tagarnya itu atau hashag skinnyk
itu udah enggak boleh. Tapi
konten-kontennya masih banyak. Cuma
nyari kata kurus aja kalian udah bisa
melihat konten-konten berbahaya soal
bagaimana menurunkan berat badan. Jadi
enggak heran, Geng. Angka rawat inap
akibat gangguan makan di kalangan remaja
ini akhirnya naik gara-gara mereka tuh
over banget e ngurusin badan dan mereka
tumbuh di dunia digital melewati masa
pandemi yang berat dan sekarang dihajar
oleh standar kecantikan yang mustahil
buat ditiru dan semua itu karena melihat
selebriti ya seperti Ariana Grande dan
penyebaran gangguan makan ini sudah
kayak virus sosial cuma bedanya sekarang
ya penyebarannya di digital dan massal
terus geng dalam satu sesi wawancara
Ariana Grande dengan Cynthia Erivo,
kreator Prancis Cheese Crazy Sally itu
nanya soal tekanan yang dialami oleh
perempuan untuk selalu tampil sempurna.
Pertanyaan itu langsung bikin Ariana
Grande emosi. Nah, setelahnya dia cerita
panjang lebar soal tubuh besar di bawah
sorotan publik di umur 1617 tahun. Dan
gimana rasanya menjadi objek eksperimen
yang terus dinilai wajah dan tubuhnya.
Dan gimana rasanya menjadi objek
eksperimen yang wajah dan tubuhnya terus
dinilai gitu. Kayak enggak boleh jelek,
enggak boleh terlalu gimana-gimana. Nah,
dia bilang dia udah dengar semua kritik
yang disampaikan oleh orang-orang kepada
dia. Dan ironisnya begitu dia
memperbaiki satu hal, selalu ada alasan
baru untuk ngejek dia lagi. Jadi, dengan
kata lain tuh, dulu gua gemuk, badan gua
agak gendut dikatain gendut, sekarang
gua kurus dikatain kurus banget. Ini
maunya kayak gimana? Nah, skala
tekanannya memang beda, tapi Ariana
Grande itu menekankan kalau siapapun
bisa ngerasain sulitnya melindungi diri
dari omongan orang. Jadi dia kayak udah
capek gitu mendengar komentar-komentar
tersebut. Nah, terus geng Ariana Grande
juga menyinggung soal komentar toxic
yang muncul di internet belakangan ini.
Teori konspirasi yang bilang kalau dia
terlalu kurus dan enggak sehat. Menurut
dia, sekarang orang-orang merasa terlalu
nyaman mengomentari tubuh, wajah sampai
berspekulasi absurd soal apa yang
terjadi di balik layar. Perbuatan itu
menurut Ariana Grande itu berbahaya
untuk semua pihak. Jadi, sikap
mengomentari tubuh orang itu berbahaya
untuk semua pihak, katanya. Dan Ariana
Grande sampai menutup jawabannya dengan
pesan yang tegas, yaitu jaga diri kalian
dari komentar yang enggak pantas karena
enggak ada siapapun yang berhak ngomong
seenaknya soal tubuh atau penampilan
kalian. Nah, terus dia narik nafas,
senyum, dan bilang, "Jujur ya, kayaknya
e aku sendiri butuh mengingatkan diriku
soal hal itu hari ini." Jadi, kayak dia
sendiri sadar harusnya dia juga tidak
boleh mengomentari tubuh orang lain,
wajah orang lain. Karena dia sendiri
sekarang sedang merasakan dikomentari.
Nah, terus geng belakangan ini juga
muncul kabar dari orang dekat Ariana
Grande sendiri yang bilang kalau dia
memang lagi berjuang dengan kondisi
tubuh dan kesehatan mentalnya. Jadi,
tekanan publik itu makin parah. Setiap
kali Arana Grande ini muncul di Tour
pers Weekend-nya atau e Wicked for Good
dibahas bukan lagi film tapi justru
tubuhnya Ariana Grande yang udah kayak
kerangka dan banyak yang langsung ngecap
dia enggak sehat. Bahkan ada yang
membandingkan dia dengan e Karen
Carpenter ya, sosok yang meninggal dunia
karena komplikasi gangguan makan. Ya
ampun. Nah, keluarganya bilang kalau
Ariana tahu kondisinya yang lagi enggak
baik-baik aja. Kecemasannya dia tinggi,
jadwalnya padat, dan dia sepertinya
terlalu memaksakan diri. Dan untungnya
masih banyak yang ngedukung dia.
Orang-orang yang ngedukung dia ini
selalu memberikan hal-hal yang baik yang
perlu Ariana dengar. Dan bahkan di Turk
pers-nya ya, Cynthia Erivo disebut-sebut
menjadi orang yang selalu ngecek Ariana
Grande beberapa kali sehari. Semacam
menjadi tempat sandaran ketika tekanan
publik semakin berat untuk dia. Nah,
jadi timbullah pertanyaan, apakah yang
terjadi terhadap Ariana Grande ini
menurut kalian memang eh apa ya? hanya
kebutuhan syuting film atau justru dia
sekarang sedang mengalami gangguan
sesuatu. Coba deh menurut kalian kenapa?
Tinggalkan komentar di bawah.
Nah, sekarang karena apa yang dialami
oleh Ariana Grande ini
dihubung-hubungkan dengan masa lalunya
dia, sekarang coba kita bahas nih, Geng.
Masa lalu Ariana Grande dan Nikelodon
bagaimana sih? kita bahas.
Jadi, Geng, ada sebuah konflik yang
muncul di dalam dunia hiburan khususnya
untuk anak-anak yang melibatkan sebuah
studio yang sangat besar, yaitu
Nikelodon. Nah, jadi ada sebuah
dokumenter yang berjudul Quiet Onet, The
Dark Side of Kids TV. Jadi, serial empat
bagian ini ya membongkar sisi gelap
Nikelodeon yang selama ini enggak pernah
kebayang. Terutama soal pengalaman para
aktor muda di balik layarnya. Dokumenter
ini pertama kali jadi sorotan karena
Drake Bell yang dulunya merupakan
bintang dari serial Victorius itu
akhirnya buka suara soal pelecehan yang
sempat dia alami hampir selama 20 tahun
lalu dari Brian Pack seorang pelatih
dialog yang kerja untuk Nickelodeon.
Nah, Pek ini dulu dihukum 16 bulan
penjara, Geng. gara-gara kasus itu. Tapi
identitas korbannya enggak pernah
disebut sampai Drake sendiri akhirnya
bersuara di dokumenter ini kalau
korbannya itu adalah dia dan beberapa
yang lain. Terus enggak cuma itu,
dokumenter ini juga banyak ngulik soal
Dan Sneider, orang yang membangun banyak
acara besar Nickelodeon seperti All
Dead, Kinan and Kale, terus ada The
Amanda Show, terus ada I Cerly sampai
dengan Victorius. Nah, di era 90-an
sampai 2000-an dia ibarat Raja TV
anak-anak. Tapi di balik itu, banyak
mantan staf dan pemain yang bilang
Sneider ini ya menciptakan lingkungan
kerja yang toxic dari lelucon yang
merendahkan, minta dipijit oleh staff,
favoritisme ke pemain tertentu alias
pilih-pilih kasih gitu ya sampai ledakan
emosi diet jadi suka marah-marah. Nah,
Sneider ini juga sempat bikin video
klarifikasi bareng dengan Bugie, pemeran
dari Tibo di serial Iker Curly. Nah, dia
minta maaf untuk hal-hal seperti pernah
minta pijit atau kadang bersikap kasar
ya, tapi dia bantah nih tuduhan-tuduhan
lain yang muncul di dokumenter itu. Dan
yang paling bikin ngeri adalah ada
potongan-potongan adegan dari acara
Nikelodeon yang awalnya terlihat konyol
tapi kalau diperhatikan ulang ternyata
punya unsur seksual yang nyeleneh
padahal itu acara untuk anak-anak. Nah,
dokumenter ini juga menjelaskan kalau
beberapa orang yang kerja di Nikelodon
itu ternyata kemudian terbukti melakukan
pelecehan. dan termasuk staff yang
sering berinteraksi langsung dengan
aktor-aktor kecil, aktor-aktor cilik.
Jadi intinya Quiet Onset ini ngebongkar
dunia yang selama ini terlihat fun,
penuh warna, tapi ternyata punya banyak
cerita gelap yang sekarang baru mulai
muncul ke permukaan. Jadi ya ternyata
salah satu korbannya di dalam kegelapan
itu ada Ariana Grande yang pada awalnya
juga debut di salah satu serial film
buatan nikelode ini yang bernama
Victorious dan berperan sebagai Cat
Valentine. Nah, jadi gini geng. Ariana
Grande itu pernah membintangi dua serial
yaitu Victorious e dan juga Sam and Cat.
Dua series besar Niklodeon ini yang
dipimpin oleh Dan Sneider. Dan setelah
dokumenter Quiet onset ini ngebongkar
perilakunya Sneider yang katanya toxic
dan gak pantas, Ariana bilang hubungan
dia dengan masa-masa Niklodion itu
sekarang lagi berubah. Dia baru mulai
memproses ulang semuanya. Paham enggak?
Maksudnya kayak gini. Dulu dia enggak
sadar apa yang dia alami. Dia tuh hanya
tenggelam di dalam ya pekerjaan itu.
Tapi sekarang semenjak adanya quiet
onset ini, dia jadi paham. Oh, ternyata
apa yang dia alami dulu itu adalah
sebuah kekerasan yang berdampak pada
mentalnya dia. Dan sekarang dia sedang
merubah, mulai memproses ulang semuanya.
Setelah dokumentarnya rilis, banyak klip
Ariana Grande sewaktu dia menjadi cat
yang tiba-tiba viral lagi. Dan jujur,
banyak yang membuat orang-orang
merinding karena nuansanya aneh dan
terlalu ee apa ya? enggak senonoh untuk
anak di bawah umur. Dan salah satu
contohnya adalah adegan ketika dia
menuangkan jus dari kentang sambil
mengeluarkan suara aneh atau adegan yang
dia masukin jempol kakinya sendiri ke
mulut. Nah, itu kan eh gatal. Aduh, gitu
deh. Dulu Ariana Grande ngerasa itu cuma
sindiran lucu dan dia pikir ya
keren-keren aja. Tapi sekarang ketika
dia lihat ulang, dia nonton ulang, dia
kaget dan dia bilang, "Gua dulu
ngelakuin itu ya." Kok bisa, kok mau?
Dan bahkan dia kaget kenapa para staf di
sana bisa setuju dengan adegan-adegan
yang enggak senonoh kayak gitu. Terus
Ariana juga bilang di podcast eh podt
crush ya. Kalau dunia kerja anak di
industri TV harusnya lebih aman.
Harusnya ada terapis di lokasi syuting.
Orang tua harus bebas dan ada di mana
aja selama syuting. Dan anak-anak yang
masuk industri sebesar itu wajib punya
pendamping profesional yang membantu
mereka ngerti dampak psikologis dari
sorotan publik yang berat sejak usia
muda. Jadi intinya Ariana Grande ini
menjelaskan soal betapa enggak sehatnya
lingkungan kerja yang dulu dia anggap
biasa aja dan sekarang dia sadar kalau
anak-anak seharusnya enggak perlu
mengalami exposure seberat itu tanpa
perlindungan yang jelas. Jadi itu salah
satu konspirasinya.
Nah, terus ada juga konspirasi yang
menyebutkan kalau Ariana Grande ini
dijadikan sebagai eksperimen tidak
manusiawi dari salah satu klinik
katanya. Ini gimana ceritanya? Sekarang
kita bahas.
Isu ini muncul ketika Oscar 2025 ya,
yang mana pada saat itu Ariana Grande
ini ditanya mengenai perilisan album
terbarunya dia yang berjudul Eternal
Sunshine. Dalam wawancara tersebut dia
mengatakan yang dalam bahasa Indonesia
ya artinya kamu tahu mereka menggunakan
Brighter Days Memory Erasure Treatment
kepada tubuh saya. Jadi saya kesulitan
mengingat detailnya.
[musik]
Nah, mungkin kalau kita artikan ya
enggak ada sesuatu yang terdengar aneh.
Tapi kalau kita pahami maksud dari apa
yang dikatakan Ariana Grande ini, dia
itu memang kelihatan bingung ketika dia
diwawancarai dan menyebutkan kalau
ingatannya memang seolah-olah itu kayak
dihapus oleh pihak Brighter Days. Dan
disebut-sebut kalau Brighter Days ini
adalah sebuah klinik untuk orang-orang
yang mengalami gangguan mental. Nah,
kita juga bisa mengakses klinik tersebut
lewat web online, Geng. Diduga nih ya,
Ariana menjalani perawatan di klinik
tersebut, namun memori otaknya terhapus
sehingga dia bahkan gak bisa mengingat
detail ketika album terbarunya. Eh, dan
apa yang terjadi pada dia itu dijadikan
sebagai referensi untuk albumnya yaitu
Eternal Sunshine. Meskipun begitu,
awalnya banyak yang percaya kalau eh
referensi untuk albumnya itu diambil
dari sebuah film yang berjudul Eternal
Shan of the Spotless Mind yang sama-sama
menceritakan tentang sepasang mantan
kekasih yang saling menghapus ingatan
untuk menghilangkan trauma masa lalu
mereka karena hubungan mereka yang
berakhir. Tapi tetap aja ini
menceritakan tentang memori otak yang
terhapus karena eksperimen. Di sisi
lain, ada yang membantah teori
konspirasi ini dengan menyebutkan kalau
Brighter Days adalah judul deluxe untuk
album Eternal Sunshine. Dan dalam
universe album terbaru Ariana itu ada
sebuah klinik penghapusan ingatan yang
bernama Brighter Days Ink. Jadi Brighter
Days ini memang ada, tapi di konsep
album milik Ariana, bukan di dunia
nyata. Jadi cuma apa ya nama buatan
fiktif gitu. Nah, terus timbul
pertanyaan, kalian percaya enggak dengan
teori tersebut kalau Ariana Grande
adalah korban dari eksperimen sebuah
klinik untuk penghapusan ingatan atau ya
benar tadi katanya ini cuma sekedar
teori konspirasi tanpa dasar. Coba deh
kalian tinggalkan komentar di bawah
sesuai dengan apa yang kalian pikirkan
dan ketika kalian melihat Ariana Grande,
menurut kalian perubahannya dia ini
mengerikan atau enggak?
Itu dia geng pembahasan kita kali ini
mengenai teori konspirasi tentang Ariana
Grande mulai dari perubahan bentuk
tubuhnya yang kurus yang diduga karena
adanya ritual di dalam film Wicked dan
skandal dari Nikelodeon sampai dia yang
dikatakan menjadi korban dari eksperimen
yang tidak manusiawi dari sebuah klinik.
Coba deh menurut kalian mana yang kalian
lebih percaya? Tinggalkan komentar di
bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:32 UTC
Categories
Manage