Transcript
tNY0eX4BWcM • ATR 42-500 PLANE! CHRONOLOGY OF THE ACCIDENT WHICH CRASHED INTO A MOUNTAIN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1653_tNY0eX4BWcM.txt
Kind: captions
Language: id
Nah, tapi geng ya di dalam proses
pendekatan tersebut, pesawat ATR42500
ini malah teridentifikasi tidak berada
di jalur pendekatan yang seharusnya.
Tuh, bisa-bisanya dia melenceng gitu,
Geng.
Geng, sesuai dengan permintaan kalian,
kita hari ini bakal membahas sebuah
fenomena kecelakaan jatuhnya pesawat
ATR42500
yang dilaporkan jatuh di wilayah
Sulawesi Selatan.
Pesawat ATR 42500 milik maskapai
Indonesia Air Transport dikabarkan
hilang kontak di sekitar wilayah
Kabupaten Waros dan Pangkap Sulawesi
Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pesawat ATR 42500 yang sempat dikabarkan
hilang pada Sabtu, 17 Januari mulai
ditemukan Minggu 18 Januari.
Berdasarkan informasi di awal yang
disampaikan ya, pesawat ini diketahui
mengangkut sekitar 10 orang ketika
kejadian berlangsung. Nah, di fase awal
kejadian kayak gini nih, Geng, ya.
Detail kejadiannya kan masih terbatas
banget nih. Sebab pihak berwenang masih
melakukan pengumpulan data dan
verifikasi untuk bisa memastikan apa
yang terjadi. Nah, tapi di sini gua
disclaimer dulu ke kalian nih kalau
informasi yang gua bahas di video ini
adalah informasi terbaru per gua syuting
kali ini, Geng. Jadi, ibaratnya tuh ya
informasi terupdate yang ada sekarang,
gitu. Misalkan nanti ternyata ada update
yang lebih baru lagi setelah video ini
tayang. Kalian boleh kok berdiskusi
tambahkan di kolom komentar supaya kita
semua tahu info-info terbaru. Jadi geng
insiden ini menjadi perhatian publik
bukan hanya karena lokasi kejadiannya
aja tapi melainkan dikarenakan pesawat
ATR 42500 ini ternyata merupakan jenis
pesawat yang cukup umum digunakan untuk
penerbangan jarak pendek di regional
Indonesia. Dan walaupun ini bukan
pesawat milik maskapai terkenal dari
negara kita ya, misalkan kayak dari
Garuda atau Lion Air atau lain
sebagainya gitu ya, tapi paling banyak
ini pesawat nih. Apalagi di wilayah
Indonesia Timur sana kayak misalkan
antar e kota di Papua, antar kota di
Maluku mungkin gitu ya, itu banyak
menggunakan pesawat ini. Nah, kecelakaan
pesawat yang menjadi salah satu fenomena
yang menjadi sorotan banyak orang karena
udah beberapa kali kejadian kecelakaan
pesawat yang memakan banyak korban kayak
gini. Dan ada di antara kejadian
tersebut yang masih menjadi misteri
mengapa kecelakaan ini terus berulang.
Apalagi nih ya beberapa kejadian kayak
gini biasanya ada juga yang menyangkut
pembajakan alias adanya kelompok
kejahatan terorganisir seperti teroris
gitu atau pemberontak gitu yang membajak
pesawat. Ini udah sering terjadi di
negara kita, Geng. Dan oleh karena itu,
setiap ada pemberitaan mengenai
kecelakaan pesawat orang-orang tuh jadi
penasaran ini penyebabnya kenapa.
Sabotase kah? Kecelakaan murnikah atau
pesawatnya udah terlalu tua atau mungkin
e si pilotnya bermasalah. Ini kita
enggak tahu. Biasanya akan menjadi
perbincangan hangat dari kalayak ramai.
Untuk mengetahui bagaimana insiden
kecelakaan pesawat ATR 42500 ini bisa
terjadi, kalian harus banget simak video
ini sampai selesai, Geng, ya.
Kronologinya seperti apa dan gua juga
bakal memberitahukan kalian fakta-fakta
yang ada tentang maskapainya dan juga
pesawatnya. Ya, langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry
Genggeng. Beli iPhone baru yang
kapasitasnya paling kecil dan murah
enggak masalah. Tinggal tambahin SSD
supaya kapasitasnya jadi lebih besar.
Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang
tadinya cuma 256 gig, sekarang malah
jadi 756
gig. Bikin video cinematick ataupun
foto, udah enggak khawatir lagi memori
bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan
datanya juga cepat banget. Nih, kita
bandingin pemindahan data pakai SSD
dengan pemindahan data pakai Airdrop.
Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini
harganya juga murah banget terjangkau
daripada kalian beli iPhone versi
terbaru dengan harga yang mahal. Hanya
karena perbedaan kapasitas memori yang
mendingan beli yang paling murah
ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone
kalian jadi berkapasitas besar. Udah
gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke
mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau
langsung aja check out linknya udah ada
di bawah. Untuk pembahasan yang pertama,
kita bahas dulu awal mula atau kronologi
dari insiden kecelakaan pesawat ATR42500
ini.
Jadi, pesawat ATR 42500 tersebut itu
adalah milik Indonesia Air Transport
atau IAT yang menjalankan penerbangan
dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta
menuju Bandara Internasional Sultan
Hasanuddin Makassar, tepatnya pada hari
Sabtu tanggal 17 Januari 2026. Pesawat
ini dibuat pada tahun 2000 bernomor seri
611, Geng. Dan menurut keterangan dari
Adi Wibowo selaku direktur utama PT IAT,
ada sebanyak 10 orang yang berada di
dalam pesawat yang terdiri dari tujuh
orang kru dan tiga orang penumpang. Para
kru ini namanya itu ada Kapten Andi
Dahananto, terus ada Farhan Gunawan, dan
ada beberapa orang lagi nih. Kalian bisa
baca sendiri ya. Ada Restu Adi, Haryadi,
Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan
Ester Aprilita.
Ada Kapten Andi Dananto, Muhammad Fah
Gunawan, eh Bapak Risto Adi, kemudian
Bapak Dimono dan Kabin kami ada
Florence, Lolita, dan Mbak Ester
Aprilia.
Sementara nama dari ketiga penumpang ini
adalah Feri Irawan, Deden, Muliana, dan
Yoga Noval. Nah, diketahui tiga orang
penumpang ini merupakan pegawai dari
Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber
Daya Kelautan dan Perikanan dari
Kementerian Kelautan dan Perikanan atau
KKP. Dan Feri Irawan merupakan analis
kapal pengawas dan Deden adalah
pengelola barang milik negara dan Noval
sebagai operator foto udara. Mereka
bertiga sedang menjalankan misi
pengawasan sumber daya kelautan dan
perikanan melalui udara. Wah, kalau kita
lihat dari orang-orang yang e menjadi
korban kayaknya orang-orang berpengaruh
di sebuah lembaga ya, Geng. Nah,
biasanya kalau udah kejadian-kejadian
kayak gini pasti bakal ada rumor, rumor
soal kecurigaan sabotase. Orang-orang
yang mengalami kecelakaan secara
bersamaan di sebuah kendaraan terbang
alias pesawat itu sering sekali
dituduhkan sabotase alias ya mereka
sengaja dihabisi dengan skenario
kecelakaan yang mana mungkin mereka
menyimpan sesuatu atau mereka ini adalah
saksi kunci atas sebuah kasus. Nah, ini
biasa nanti bakal rumornya ke sana nih.
Nah, namun sejauh ini rumor tersebut
belum muncul sih. Nah, ini gua berbicara
atas dasar biasanya kayak gitu gitu,
Geng. Tapi nanti kita tunggu aja
kebenarannya seperti apa. Oke. Nah, kita
lanjut lagi, Geng. Berdasarkan informasi
yang diperoleh ya, pada jam 1317
waktu Indonesia bagian tengah, pesawat
diarahkan oleh Air Traffic Control
Makassar, area Terminal Service Center
atau MATSC. Mereka diminta untuk
melakukan pendekatan ke landasan pacu
RWY21
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar,
Geng. Nah, tapi Geng ya di dalam proses
pendekatan tersebut, pesawat ATR42500
ini malah teridentifikasi tidak berada
di jalur pendekatan yang seharusnya.
Tuh, bisa-bisanya dia melenceng gitu,
Geng. Dan air traffic control atau ATC
memberikan arahan ulang kepada awak
pesawat untuk melakukan koreksi posisi
sesuai dengan prosedur. Ada upaya juga
untuk memberikan beberapa instruksi
lanjutan untuk membawa pesawat agar bisa
kembali ke jalur pendaratan yang
semestinya. Di sinilah nih, Geng, mulai
terjadi kejanggalan karena setelah
arahan terakhir yang diberikan,
komunikasi antara ATC dan pesawat
tiba-tiba terputus saat pesawat berada
tepat di Kabupaten Maros, Sulawesi
Selatan. ATC itu sempat mencoba untuk
menghubungi kembali pesawat untuk bisa
memastikan keberadaannya. Hanya saja
upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Setelah itu ATC kemudian mendeklarasikan
fase darurat yang disebut dengan detresa
singkatan dari distress space. Nah, gua
jelaskan sedikit soal detressa ini.
Jadi, ATC itu ya bakal menerapkan fase
tersebut. Kalau ATC ini yakin banget
kalau pesawat yang sedang mereka kontrol
itu mengalami ancaman yang serius. dan
keselamatan penumpang serta awak juga
terancam. Detresa ini biasanya
ditetapkan kalau terjadi salah satu atau
beberapa kondisi seperti pesawat
mengirimkan sinyal darurat gitu loh,
Geng. Contohnya Mayday mayday. Pernah
dengar ya kalau di film-film tuh kalau
pesawat mau jatuh mayday mayday. Nah,
kayak gitu tuh kurang lebih.
Terus yang kedua, komunikasi terputus
total. Biasanya itu pasti bakal
ditetapkan destresy juga. Terus yang
ketiga ya, pesawat menyimpang jauh dari
rute tanpa alasan yang jelas yang
tiba-tiba mereka kayak nyasar atau
justru ya mungkin pilotnya itu mengalami
e sesuatu yang enggak diketahui oleh ATC
ya. Misalkan ada aja tuh ya pilot yang
tiba-tiba ee mau mengakhiri hiduplah ya
karena depresi atau mungkin memakai
obat-obatan terlarang atau mabuk gitu.
Nah, tiba-tiba mereka itu tidak
mengikuti jalur yang sudah ditentukan
oleh ATC keluar jalur. Nah, deat trresf
ini bakal ditetapkan juga. Dan yang
keempat nih, pesawat tidak tiba di
tujuan atau upaya menghubungi pesawat
tersebut gagal. Jadi ee harusnya tiba di
jam berapa, tapi mereka enggak ada di
sana. Terus coba dihubungi. Loh, kok
enggak bisa dihubungi nih? Hilang
sinyal, hilang kontak. Nah, D tresva ini
juga ditetapkan. Kalau pesawat
menunjukkan tanda-tanda tersebut, ATC
akan mengeluarkan detresva tadi. Nah,
kita lanjut lagi nih. Pasca mengumumkan
detresva, AirNAF Indonesia cabang MATSC
ya langsung berkoordinasi dengan rescue
coordination center atau disingkat
dengan RCC. Basarnas Pusat juga
dihubungi serta Polres Maros melalui
Kapolsek Bandara untuk mendukung upaya
pencarian dan pertolongan. Jadi semua
itu bekerja sama. Nah, pencarian
seketika ditempuh sesaat setelah
otoritas memperoleh kabar kalau pesawat
ATR 42500 ini hilang kontak entah ke
mana. Benar-benar enggak bisa dihubungi
lagi. Dan pihak Basarnas Makassar
langsung mengirimkan personil untuk
melakukan pencarian dan memusatkan fokus
pencarian mereka di tiga titik lokasi,
yaitu lokasi yang mencakup gunung Bulu
Saraung, Bulu Paria, dan Desa Panaikang.
dikarenakan lokasi-lokasi itu tadi
diduga kuat berkaitan dengan posisi
terakhir pesawat dan pencarian dilakukan
lewat jalur darat dan udara termasuk
dengan menggunakan helikopter untuk
menyisir area pegunungan yang sulit
dijangkau di jalur darat geng.
Penggunaan helikopter ini ya dilakukan
juga untuk bisa memetakkan jalur-jalur
kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat dari
ketinggian. Nah, menurut keterangan dari
Andi Sultan, nah dia ini adalah Kepala
Seksi Operasi Basarnas Makassar. Menurut
dia ya, medan lokasi pencarian pesawat
ATR 42500 itu cukup berat banget, Geng.
Sebagian wilayahnya itu cuma bisa
dijangkau dengan berjalan kaki kalau
enggak melalui jalur udara. Dan dia
bilang, ada sebanyak 400 personil
gabungan dari Basarnas, TNI Polri,
pemerintah daerah, dan relawan itu
dikerahkan bersama-sama dalam rangka
mempercepat proses pencarian. Dan
perlahan tapi pasti pencarian dari tim
gabungan ini mulai membuahkan hasil.
Jadi ceritanya pada hari Minggu pagi
tanggal 18 Januari 2026, personel
gabungan itu menemukan sejumlah serpihan
pesawat, Geng. Temuan pertama itu ya
berupa serpihan-serpihan kecil yang
diduga merupakan bagian dari jendela
pesawat yang dilaporkan ee ditemukan
sekitar jam 46 Wita. Terus beberapa
menit setelahnya yaitu di jam 079 Wita,
tim pencarian itu nemuin lagi badan
pesawat ukuran besar gitu, Geng. Nah,
selanjutnya di jam 52 Wita. Informasi di
lapangan bilang bahwa bagian depan
pesawat udah terbuka beserta ditemukan
bagian ekor pesawat di sisi selatan
lereng bawah lokasi kejadian. Kalian
kalau lihat kondisinya, set merinding,
Geng. Kayak enggak mungkin banget ada
yang selamat. Nah, tim juga menemukan
kertas informasi dari pesawat. Dan
seiring dengan perkembangan dari temuan
tersebut, timsar melakukan penyesuaian
pergerakan dan menggeser
search and rescue unit atau SRU ke
beberapa titik yang dianggap menjadi
titik prioritas. Pemantauan udara
memanfaatkan helikopter Karakal pada jam
82 Wita ya dan mengidentifikasi serpihan
besar di area pencarian tersebut. Tapi
kondisi Medan yang terjal banget itu
menjadi tantangan utama dalam proses
evakuasinya karena emang sulit banget,
Geng. Dan di jam 8 lew 11 WITA ya, tim
lapangan itu mengajukan kebutuhan
tambahan nih berupa perlengkapan
mountainering atau ee perlengkapan
panjat tebing gitulah supaya bisa
menjangkau lokasi-lokasi yang berada di
area lereng curam. Nah, di saat itu
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan
Kelas A Makassar yaitu Pak Muhammad Arif
Anwar bersama dengan SAR Mission
Koordinator atau SMC itu bilang temuan
serpihan pesawat ini menjadi petunjuk
penting dalam mempersempit area
pencarian ketika itu. Dan Timar berfokus
pada pengamanan lokasi, pendataan
temuan, serta penyesuaian titik operasi
sesuai dengan kondisi medan di lapangan,
Geng. Nah, Pak Arif ini bilang kalau
keselamatan personel dari tim SAR tetap
menjadi perhatian utama mengingat medan
lokasi ini kan cukup ekstrem. Jangan
pula nanti pesawatnya sudah ditemukan
ya, para jenazah-jenah dari awak kapal
atau awak pesawat itu sudah ditemukan,
tapi malah bertambah lagi korbannya
yaitu dari tim SAR alias dari tim
penyelamat ya kan enggak etis juga gitu.
Nah, di dalam pelaksanaan di lapangan,
SRU bergerak mengikuti pembagian sektor
nih. SRU pertama itu melakukan penurunan
ke arah barat menggunakan tali. SRU3
masih ada di puncak dan sebagian
personil masih menyeberang ke titik dua.
Nah, kemudian SRU4 yang sempat berada di
sekitar 200 m dari titik misi itu enggak
menemukan akses aman untuk bisa mereka
lalui di sana. Nah, dan setelah mereka
berkoordinasi dengan Posco induk, mereka
diarahkan untuk balik aja ke Posco lagi.
Dan di dalam pencarian tersebut,
akhirnya Timsar berhasil menemukan satu
korban yang sudah meninggal dunia. Ya,
ditemukannya tergeletak di dekat
serpihan pesawat. Dari informasi yang
beredar, korban ini ditemukan di jurang
dengan kedalaman sekitar 200 m tepat di
jam 1420 Wita jam .30
T sorban ini adalah laki-laki ya, tapi
belum diketahui identitasnya siapa
karena mungkin kondisi dari jenazahnya
itu udah sulit buat dikenali, udah
hancur gitu. Dan Timar melakukan proses
pencarian korban melalui jalur pendakian
lagi. Tapi karena masalah medan yang
ekstrem tadi ditambah dengan cuaca
buruk, itu menjadi tantangan utama bagi
tim SAR untuk bisa melakukan operasi
penyelamatan. Nah, sejak pagi di hari
itu hujan serta kabut tebal menyelimuti
area puncak dengan jarak pandang
terbatas sekitar 5 meteran. Ya,
beberapa saat yang lalu tim kita juga
sudah menemukan jenazah dan sekarang
jenazah posisinya sudah masuk kantong
dan tim sedang keras untuk menaikkan
karena posisinya kurang lebih sekitar
200 m di bawah tebing yang sangat curam.
Setelah dikabarkan bahwa pesawat ATR ini
mengalami kecelakaan serta keluarga dari
penumpang pesawat tersebut langsung
terbang menuju ke Sulawesi Selatan untuk
melakukan tes DNA di posco antortem
bidokes Polda Sulawesi Selatan di
Makassar. Nah, salah satunya adalah
keluarga dari Kapten Andi Dahano.
Tujuannya kan agar apa ya bisa mengenali
korban yang jasadnya sudah dalam kondisi
yang susah dikenali, bisa dikenali
identitasnya ya dari DNA keluarga. Nah,
di saat itu pihak keluarga berangkat di
hari Senin e pagi-pagi tanggal 19
Januari tahun 2026. Cuma geng ya enggak
diketahui dengan pasti jam berapa
keluarga Kapten Andi itu berangkat ke
Makassar. Tapi dari informasi yang
didapatkan, Kapten Andi Dahananto ini
adalah warga perumahan PWS RT06 RW03
Raksa, Kabupaten Tangerang, Banten yang
mana dia sudah tinggal di daerah sana
itu sejak tahun 1994. Itu artinya Kapten
Andi ini udah tinggal di sana selama 31
tahun, sudah jadi warga sana. Nah, dari
keterangan ketua RT setempat yang
bernama Fransiskus Nasir, Kapten Andi
ini adalah sosok kepala keluarga yang
ramah banget dan orangnya itu cukup
tegas. Nah, dia itu dikenal oleh
masyarakat tuh ringan tanganlah, mudah
membantu masyarakat. Ya, misalkan kayak
terlibat di dalam ee kegiatan-kegiatan
gotong-royong di daerahnya tersebut,
terus menjaga keamanan lingkungan
perumahan, dia tuh terlibat gitu. Nah,
dan si Bapak ini juga bilang Pak Andi
ini merupakan lulusan Akademi
Penerbangan Juanda dan dia meninggalkan
istri dan dua orang anaknya atas
kejadian ini. Nah, salah satu anaknya
itu sebenarnya juga pilot. Sementara
yang satu lagi adalah seorang pengusaha.
Nah, kemudian geng ada informasi yang
menceritakan komunikasi terakhir dari
Esther Aprilita. Ester ini berasal dari
Bogor dan berprofesi sebagai pramugari
di sana. Di balik tragedi tersebut ada
cerita pilu nih dari orang tuanya si
Esther ini yang mana dia terus menunggu
kabar dari anaknya. Dari cerita ibunya
si Esther, anaknya terakhir
berkomunikasi dengan dia pada hari Jumat
tanggal 16 Januari 2026. Geng, ibunya
Esther ini bilang kalau anaknya itu
adalah sosok yang sangat terbuka dan
selalu memberikan kabar di manaun dia
sedang mendarat. Di dalam pesan
singkatnya, Esther ini mengabari ibunya
kalau dia sedang berada di Yogyakarta
untuk menjalankan tugas negara. Di hari
itu ya berjalan seperti biasa pada hari
Sabtu siang sekitar jam 12.00 siang,
ayahnya Eser yang bernama Adi Sianipar
sempat mengirimkan chat WhatsApp kepada
Esther. Kebetulan di saat itu Adi ini
berada di Jakarta dan berniat untuk
menjemput Esther di kos supaya mereka
bisa pulang bersama ke Bogor. Tapi
chatnya tersebut enggak pernah sempat
dibaca oleh Eser sebab handphone-nya
udah enggak aktif lagi ketika Adi
mengirim chat itu. Dan Adi merasa resah
ketika itu karena enggak biasanya Eser
ini enggak membalas pesan selama itu.
Dan orang tua dari Esther ini sempat
bertanya-tanya apa yang sebenarnya
terjadi kepada anaknya sembari dia
mendoakan supaya Eser baik-baik aja
selama menjalankan tugas. Nah, di dalam
keterangan yang lain, Adi ini ngaku
kalau Eser ini sempat mengirimkan pesan
yang enggak biasa sebelum insiden
kecelakaan terjadi. Jadi semacam udah
ada tanda-tanda gitu, Geng. Esther ini
disebut mengirimkan pesan minta maaf
kalau dia ada salah. Wah, ini hal-hal
yang apa ya
sering terjadi ya di detik-detik
seseorang ingin pergi akan meninggal
dunia ya semacam tanda-tanda gitu geng.
Nah, ini ternyata terjadi juga kepada
Esher dan pesan tersebut ya dikirimkan
oleh Esther sebelum dia terbang ke
Makassar ini. Dan di saat itu Adi bilang
hal ini jarang sekali tumen-tumenan
Esther melakukan hal itu. Dan selama
hampir 7 tahun bekerja sebagai pramugari
enggak pernah tuh ada tanda-tanda yang
kayak gini. Kemudian pada akhirnya ya
barulah muncul kabar pahit di hari Sabtu
sore setelah semua pertanda itu muncul.
Jadi, PT IAT tiba-tiba menghubungi Adi
untuk mengabarkan bahwa pesawat yang
ditumpangi oleh Esther hilang kontak di
dalam perjalanan menuju Makassar. Nah,
Adi yang awalnya mau menjemput anaknya
untuk pulang ke rumah saat itu langsung
terbang. Tanpa pikir panjang, dia
langsung terbang menuju ke Makassar
untuk menjalani pengambilan sampel DNA
di Rumah Sakit Bayangkara demi proses
identifikasi. Syoklah mereka di saat
itu. Nah, dikatakan kalau tim SAR itu
enggak cuma menemukan serpihan pesawat
aja, melainkan juga beberapa barang
pribadi dari penumpang pesawat. Meski
begitu, keluarga Esther yang ada di
Bogor itu tetap berdoa-doa, Geng.
Berharap ada mukjizat yang bisa
menyelamatkan seluruh penumpang yang
sampai hari gue syuting ini ya belum
ditemukan seluruhnya. Baru ditemukan
beberapa aja. Informasi terbaru per gua
syuting ini, Geng, hari Senin tanggal 19
Januari 2026 itu dikatakan udah ada satu
korban lagi yang berhasil ditemukan
sehingga saat ini udah ada dua orang
korban. Nah, penemuan korban kedua itu
diperoleh berdasarkan laporan langsung
dari tim SAR yang berada di titik lokasi
jatuhnya pesawat. Korban kedua yang baru
ditemukan ini berada di kedalaman
sekitar 500 m. Secara enggak langsung,
penemuan korban kedua ini menunjukkan
tingkat kesulitan Medan yang semakin
berat bagi tim penyelamat. Nah, lokasi
penemuannya itu berada di area dengan
kondisi medan yang benar-benar ekstrem
bahkan beresiko tinggi bagi proses
evakuasi.
Paketin
juga di situ
ada tim ada juga masuk juga
bisa-bisa nambah korban lagi dari
kalangan penyelamat. Nah, meskipun
begitu Basarnas itu belum bisa
memastikan identitas korban yang sudah
ditemukan ini. Berdasarkan informasi
awal yang diterima di lapangan ya,
korban kedua yang ditemukan ini diduga
adalah perempuan. Nah, bisa jadi ini
Ester mungkin ya. Tapi ya kita doakan
aja lah ya semoga ya cepat ketemu, cepat
dipulangkan kepada keluarga dan ya cepat
selesai permasalahan ini. Cuma di saat
itu geng, kepastian terkait identitas
maupun kondisi korban secara menyeluruh
tetap menunggu hasil pemeriksaan. dan
pernyataan resmi dari tim DVI Polri. Dan
saat ini korban sudah berada bersama tim
penyelamat di lokasi penemuan. Tapi
proses evakuasi masih terkendala oleh
faktor cuaca dan tingkat kesulitan medan
pegunungan. Nah, pencarian korban
lainnya saat ini masih terus dilakukan
oleh timsar. Setiap korban yang
ditemukan itu akan langsung dibawa ke
Rumah Sakit Bayangkara Makassar untuk
dilakukan proses identifikasi lanjutan.
Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai apa sih, Geng?
penyebab jatuhnya pesawat ATR 42500 ini.
Nah, ini adalah informasi sementara nih,
Geng, ya, dari penyebab jatuhnya pesawat
ini. Jadi, ini bukan informasi ee
mutlaknya atau informasi finalnya, gitu,
ya. Bisa jadi nanti akan berkembang
lagi. Nah, jadi gua disclaimer dulu. Ini
adalah informasi sementara kita bahas.
Sampai gue syuting video ini, penyebab
jatuhnya pesawat tersebut sebenarnya
masih terus mengalami pengembangan
penyelidikan. Nah, jadi belum ada
keterangan pasti atau keterangan final
ya dari Komite Nasional Keselamatan
Transportasi atau KNKT. Tapi sudah ada
beberapa dugaan nih ya atau kronologi
sementara dari penyebab jatuhnya pesawat
ini. Nah, sempat beredar kalau penyebab
jatuhnya pesawat tersebut dikarenakan
terjadi kerusakan di bagian emergency
locator transmit atau ELT. Nah, ELT ini
atau ELT ya itu berfungsi untuk
memancarkan sinyal otomatis saat pesawat
mengalami kecelakaan, Geng. Dan rusaknya
Alt ini bisa menyebabkan pesawat
menabrak gunung. dan dugaan sementara
itulah yang terjadi kepada pesawat ini
atau pesawat ATR 42500 ini. Nah, tapi
menurut kepala KNKT yang bernama Pak
Suryanto Cahyono ya, ELT ini biasanya
rusak dikarenakan menghantam gunung,
bukan sebaliknya. Nah, ini gua juga agak
gimana gitu ya infonya itu kita enggak
jelas ya, karena kita awam juga ya,
Geng. Kita enggak tahu soal dunia aviasi
ini seperti apa. Ada yang bilang
rusaknya IT menyebabkan menabrak gunung
atau menghantam gunung. Tapi dari Kepala
KNKT yaitu Pak Suryanto Cahyono bilang
justru sebaliknya pesawatnya hantam
gunung dulu ya baru ILT-nya rusak. Nah,
kita enggak tahu yang mana yang benar.
Yang jelas keterangannya ya masih
seputar ILT ini. Jadi kata Pak Suryanto
ini ELT itu bisa rusak dikarenakan
menghantam gunung dan pesawatnya
menghantam gunung terlebih dahulu
barulah di saat itu ELT-nya rusak dan
bukan sebaliknya. Nah, nah karena
menghantam gunung inilah pesawatnya
tidak bisa mengirim sinyal karena IT
tadi rusak dan pihak KNKT masih berusaha
mengumpulkan informasi untuk bisa
mencari tahu penyebab dari kenapa
pesawat ini bisa menabrak gunung tadi.
Nah, salah satu upaya mereka ya mereka
meminta tim Basarnas di lapangan untuk
mengambil foto di bagian ekor pesawat.
Hal ini dikarenakan black box dari
pesawat itu ada di bagian ekornya Geng.
Dan pihak KNKT sudah menyampaikan dugaan
awal penyebab jatuhnya pesawat ATR 42500
ini, yaitu dikarenakan menabrak gunung
tadi sehingga menyebabkan ELT-nya tidak
berfungsi. Dan pada saat pesawat
mengalami kecelakaan, ELT ini akan
mengirim sinyal darurat sehingga timsar
bisa cepat menemukan lokasi. Nah, tapi
karena udah keburu rusak, makanya
lokasinya itu agak meraba-raba
mencarinya. Sementara pesawat ATR 42500
IT ini rusak ya, Timsar pada awalnya itu
ya memang kesulitan banget untuk bisa
mendeteksi lokasi kejadiannya. Dan
kondisi seperti ini membuat timar
jadinya fokus melakukan pencarian manual
terhadap lokasi pesawat yang diduga
sudah jatuh di titik yang entah di mana.
Nah, tapi untungnya timsar kita berhasil
menemukan titiknya. Dan sesaat sebelum
benturan terjadi dikatakan pilotnya
diduga masih sempat melakukan upaya
pengendalian dari pesawat ini kalau
dilihat dari kondisi pesawatnya. Nah,
cuma, Geng karena kondisi cuaca yang
buruk pada saat itu membuat pilot tidak
bisa mengendalikan pesawat secara penuh.
Jadi masih ada upaya sebenarnya dari
pilot ini untuk menyelamatkan diri tapi
ya tidak mengubah keadaan. Dan pihak
KNKT menyebutkan insiden ini sebagai
controlled flight into terrain atau
CFIT. Nah, CFIT atau CFIT ini adalah
sebuah kondisi di mana pesawat
sebenarnya masih dalam kondisi yang bisa
dikendalikan dan mesinnya masih
berfungsi tapi tanpa disadari ya
menabrak permukaan tanah, permukaan bumi
karena cuaca atau kabut tadi
ya. Eh kejadian ini kita namakan sifir
control of light into memang pesawat eh
nabrak
bukit atau lereng sehingga
dan hal ini dikonfirmasi nih oleh
seorang saksi mata yang merupakan
seorang pendaki gunung. Nah, dia inilah
yang mengaku sempat melihat pesawat ATR
42500 ini terbang rendah sebelum
akhirnya menghantam lereng gunung dan
mengalami ledakan. Nah, jadi ini sesuai
ya dengan apa yang dikatakan oleh pihak
KNKT. Terus selanjutnya nih, Geng, ada
fakta yang kemudian terungkap dari
keterangan Kapten Edwin selaku direktur
operasional IAT mengungkap kalau pesawat
ATR 42500 ini sempat mengalami masalah
di mesin sebelum akhirnya jatuh. Dia
bilang masalah mesin pesawat ini terjadi
pada hari Jumat tanggal 16 Januari
kemarin atau 1 hari sebelum terbang dari
Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju
bandara internasional Sultan Hasanuddin
Makassar pada hari Sabtu tanggal 17
Januari 2026. Berarti sudah rusak duluan
kan? Kenapa tetap diizinkan terbang? Ya
memang ada ee perabot di engine di hari
Kamis tapi kami sudah perbaiki dan kami
sudah tes. Terbukti dari Halim sampai
Semarang dan Jogja tidak ada masalah.
Nah, cuma di saat itu ya Pak Edwin ini
bilang bahwa masalah mesin pesawat itu
udah diperbaiki. Pihaknya juga melakukan
tes penerbangan setelah perbaikan dan
hasilnya semua dinyatakan normal. Tapi
walaupun begitu, Pak Edwin mengaku belum
mengetahui pasti jenis kerusakan pada
mesin ATR di tanggal 16 itu. Apa
rusaknya? Yang jelas besoknya udah
diizinkan terbang aja. Nah, hal inilah
yang perlu penjelasan dari pihak teknisi
nih. Apakah ini yang menyebabkan ee
pesawat ini jatuh atau ada unsur lain?
Nah, jadi masih belum diketahui secara
pasti karena kesaksian dari teknisi
belum didapatkan, Geng.
Prosedur yang memang berlaku di bandara.
Jadi enggak ada pelanggaran prosedur
atau kayak sabotase dan lain-lain gitu,
enggak ada semuanya udah sesuai gitu.
Pak Wibowo Cahyono Sukadi yaitu general
manager Bandara Adi Sucipto itu sudah
menjelaskan kalau seluruh tahapan
keberangkatan mulai dari pemeriksaan
keamanan di security e checkpoint atau
SCP sampai dengan proses boarding sudah
dijalankan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku di bandara. Semua prosedur dari
keberangkatan sampai pemeriksaan di XR
di SPP-nya sudah kita laksukan sesuai
dengan prosedur yang berlaku di bandara.
Dan terus pabrik dari pesawat ATR yang
ada di Tulus, Prancis juga sampai
memberikan keterangan soal insiden
jatuhnya pesawat ATR42500 buatan mereka
ini. Mereka menyampaikan mereka cukup
prihatin ya dengan apa yang terjadi.
Nah, pihak pesawat ATR ini atau pembuat
pabrik perusahaan dari ATR ini mereka
bilang siap bekerja sama dengan pihak
yang berwenang di Indonesia untuk
mengungkap penyebab dari kecelakaan
pesawat buatan mereka ini. Dan ternyata
ya sempat ada polemik yang berkaitan
dengan jumlah penumpang di pesawat
tersebut juga, Geng. Karena sebelumnya
ya sempat dikatakan kalau data dalam
passenger manifest kru yang bertugas di
dalam penerbangan itu jumlahnya 8 orang,
bukan 7uh orang. Jadi passenger manifest
ini itu daftar resmi seluruh penumpang
dan awak ee kapal atau awak pesawat yang
berada di dalam sebuah pesawat itu,
Geng. Nah, ternyata datanya berbeda
dengan kenyataannya. Dari keterangan Tri
Adi Wibowo selaku direktur utama PT IAT,
nama kru yang bertugas antara lain ada
Andi Dahananto, terus ada Muhammad
Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono,
Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.
Dan juga ada satu kru lain yang
identitasnya tuh enggak diketahui.
Verifikasi bahwa kru yang on board ada
tujuh. ada Kapten Andi Dananto, Muhammad
Fah Gunawan, Bapak Risto Adi, kemudian
Bapak Di Murdono dan kabin kami ada
Lorena, Lolita dan Mbak Ester Aprilia.
Jadi ada bereda ada delapan jadi kami
konfir eh revisi eh kami sampaikan hanya
tujuh orang saja.
Daftar tersebut ternyata enggak
sepenuhnya sesuai dengan passenger
manifest tadi. Dari nama yang
disampaikan oleh Pak Tri hanya ada Andi
Dahananto, Florencia Lolita, dan Esther
Aprilita yang tercantum di dalam
manifest. Nah, di dalam manifes ini
justru ternyata ada nama lain seperti
Yuda Mahardika, Sukardi, Haryadi,
Frankie D. Tanamal, dan juga Junaidi.
Nah, tapi Direktur Jenderal Perhubungan
Udara Kementerian Perhubungan yang
bernama Lukman F. Laisa itu bilang bahwa
jumlah orang di dalam pesawat ternyata
bukan tujuh, bukan delan, tapi 10 orang
seperti yang sudah gua jelaskan
sebelumnya. Dan Kapten Sukardi
dipastikan tidak ikut di dalam
penerbangan. Nah, jadi ada manipulasi
soal data dari para penumpang ini, Geng.
Dan itu adalah beberapa dugaan dari
penyebab kecelakaan pesawat ATR 42500
ini serta perbedaan data di passenger
manifest tadi.
Nah, gimana tuh, Geng? Menurut kalian
makin gila ya di negara kita ternyata
kecurangan-kecurangan gini nih jadi apa
ya? Mendarah daging gitu enggak sih,
Geng? Sampai ke berapa orang penumpang
yang seharusnya naik pesawat pun
dipalsukan kalau memang ini benar gitu
ya? Dan ini kan membahayakan keselamatan
orang lain. Semuanya bisa ya menanggung
akibatnya. Dan ternyata sekarang terjadi
gitu kan. Sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan lain yaitu mengenai
beberapa insiden kecelakaan yang pernah
dialami oleh pesawat jenis ATR ini geng.
Nah, ternyata dua dari insiden tersebut
sebelumnya pernah terjadi di Indonesia
juga. Jadi pesawat ini itu kayak udah ya
beberapa kali jadi langganan kecelakaan,
Geng. Dan pesawatnya memang pesawat
kecil gitu ya. bukan pesawat besar yang
ya kalau kita naik itu mungkin lebih
safety aja gitu, turbulence-nya kurang
dan lebih stabil. Nah, ini kan pesawat
kecil turbulens-nya pasti wah goyangnya
luar biasa dan ya kalau terkena angin
cuaca yang buruk ya agak kurang stabil
mungkin ya. Sekarang kita bahas.
Jadi kecelakaan pesawat ATR 42500 ini
enggak cuma terjadi sekali doang Geng.
Di tahun 2023, tepatnya di hari Senin
tanggal 9 September, pesawat jenis ini
yaitu pesawat Trigana Air PKYP pernah
mengalami kecelakaan di Kamanap Serui
Papua. Nah, pesawatnya tergelincir ke
arah kiri dengan posisi 1200 m dari
landasan pacu yang digunakan untuk lepas
landas yaitu runway 28. Nah, kejadiannya
itu sekitar jam 35 waktu Indonesia
bagian timur. Insiden ini terjadi di
saat pesawat ini ingin melakukan
perjalanan dari Biak menuju ke Jayapura
melalui transit di Serui. Pihak Trigana
itu bilang ada 42 penumpang di dalam
pesawat itu dan jumlah penumpang itu
termasuk dengan seorang bayi yang mana
sementara kru pesawatnya berjumlah enam
orang yaitu seorang kapten yang bernama
Koiron Sarwan dan co-pilot yang bernama
Linga Se Burnama dan dua pramugari
bernama Nadya Ulfa dan Ledia. Terus ada
engineer bernama Sarto dan petugas
Flight Operation Officer atau FOO yang
bernama Nurahman. Beruntungnya nih, 42
orang penumpang serta en kru pesawat ini
selamat di dalam kejadian itu. Nah,
karena memang kejadiannya bukan di saat
sedang terbang, tapi sedang lepas
landas, geng.
Pesawat yang mengangkut 42 orang
penumpang dan en orang kru tergelincir
keluar landasan sejauh 1200 m.
Itu satu kejadiannya. Terus ada kejadian
lain lagi di tanggal 16 Agustus 2015,
insiden kecelakaan pesawat ATR ini
terjadi di negara kita. Namun bukan ATR
42500 seperti yang baru aja kejadian.
Tapi ini justru versi lainnya, jenis
lainnya yaitu 42300. Pesawat ini
dioperasikan oleh Trigana Air juga.
Pesawat ini jatuh di pegunungan Bintang
Papua ketika sedang melayani penerbangan
dari rute Jayapura menuju Oksibil. Nah,
ini kecelakaannya seram banget. Nah, itu
yang terjadi di Indonesia. Di
insiden-insiden lain, kecelakaan pesawat
ATR ini juga pernah terjadi di luar
negeri. Yang pertama itu pesawat ATR
42500 yang terjatuh di Danau Victoria,
Tanzania pada tanggal 6 November 2022.
Letak jatuhnya pesawat ini berada di
dekat bandara Bukoba. Pesawat ini
dioperasikan oleh maskapai Precision Air
yang membawa 43 orang di dalam pesawat
tersebut. Sementara jumlah korban
terdiri dari penumpang dan kru yang
meninggal dunia sebanyak 19 orang. Nah,
dari hasil penyelidikan, pesawat ini
terjatuh karena mengalami gagal kontrol
di tengah cuaca buruk. Nah, jadi ini
salah satu eh kecelakaan ATR yang
terburuk juga sampai menewaskan 19
orang. Dan pesawat ini selalu berjibaku
dengan cuaca buruk karena kan pesawat
kecil gitu ya.
Sebuah pesawat yang mengangkut 43 orang
mengalami kecelakaan di Danau Victoria
Tanzania pada Minggu 6 November.
Terus ada insiden selanjutnya yang
terjadi di Venezuela. Di Venezuela
terjadi dua kali insidennya, Geng. Jadi
yang pertama itu di tanggal 21 Februari
2008 yang mana pesawat ATR 42300 jatuh
di lereng gunung yang berdekatan dengan
daerah Merida e Venezuela. Di saat itu
pesawat ATR ini mengalami tabrakan di
tengah medan perbukitan. Kejadiannya ya
pasca pesawat lepas landas jadi baru ee
take off gitu ya. Kejadianlah kecelakaan
itu dan seluruh penumpang serta kru
sebanyak 46 orang dilaporkan meninggal
dunia. Nah, itu insiden yang pertama.
Terus insiden yang kedua dialami oleh
pesawat ATR 42320 yang dioperasikan oleh
maskapai negara yang bernama Konviasa
pada tanggal 13 September 2010. Pesawat
ini jatuh saat melakukan pendekatan
akhir untuk mendarat di bandara Manuel
Carlos Plar Guayana di Portu Ordas,
Venezuela. Sementara lokasi terjatuhnya
pesawat sekitar 11 km dari bandara
Siudat Guayana. Nah, akibat insiden ini
17 dari 51 orang di dalam pesawat yang
terdiri dari 47 penumpang dan empat awak
pesawat lain itu berakhir meninggal
dunia.
Gila. Nah, jadi di daerah sana sempat
terjadi dua kali, Geng. Kecelakaannya
bergeser ke negara lain yaitu di Kanada.
Kecelakaan pesawat ATR ini pernah
terjadi juga tepatnya ya dialami oleh
ATR 42320 yang dioperasikan oleh
maskapai West Wine Aviation Flight 282
yaitu maskapai yang melayani penerbangan
domestik Kanada. Pesawat ini mengalami
kecelakaan pada tanggal 13 Desember 2018
setelah lepas landas dari font dulak
yang disebabkan oleh akibat adanya
kontaminasi es pada bagian sayap.
Insiden ini menyebabkan satu orang
meninggal dunia dan 24 orang mengalami
luka yang berat. Nah, lagi-lagi ya
karena cuaca gara-gara adanya es di
bagian sayapnya. Terus yang terakhir
adalah insiden yang dialami oleh
ATR72500
milik maskapai penerbangan FPAS di
kawasan Finhedo di sekitar Sao Paulo
Brazil. Kejadiannya di 9 Agustus 2024.
Penyebab kecelakaannya mirip kayak yang
terjadi di Kanada tadi, yaitu adanya
pembentukan lapisan es di bagian tubuh
pesawat. Kalau Kanada tadi kan di
sayapnya, kalau ini di badan pesawatnya.
Sehingga pesawat mengalami putaran yang
enggak terkendali karena beratnya enggak
stabil. Dan akhirnya jatuhlah di
pemukiman warga. Akibatnya nih ya,
enggak cuma awak pesawat aja yang
meninggal, penumpang pesawat. Enggak
cuma itu, tapi ada warga juga. Jadi ada
sebanyak 62 orang yang meninggal dunia
di dalam insiden ini. Nah, dari sini
kita jadi tahu bahwa pesawat ATR ini
sudah sering sekali mengalami kecelakaan
yang mana dua di antaranya ya terjadi di
negara kita dan rata-rata memang
gara-gara ya cuaca buruk. Dan insiden
terbarunya ya terjadi kemarin yang
akhirnya menambah daftar panjang
kecelakaan yang pernah dialami oleh
pesawat jenis AT ini.
Itu dia ya geng pembahasan kita kali ini
mengenai insiden kecelakaan pesawat ATR
42500 ya yang mana baru-baru ini terjadi
di negara kita di Sulawesi Selatan dan
ternyata banyak kejadian dan trk record
pesawat ATR ini sudah panjang banget
kalau soal kecelakaan. Nah, pencarian
untuk yang baru saja terjadi di negara
kita sampai saat ini masih terus
dilakukan. Jadi, kita tunggu aja nih,
Geng, update selanjutnya terkait
penemuan korban dan penyebab pasti dari
kecelakaan yang terjadi. Karena
keterangan gua tadi kan cuma informasi
sementara ya. Nanti selanjutnya kalau
memang ada update tentang pembahasan ini
ya mungkin kita bisa update kalau kalian
mau gua bahas lagi. Coba deh tuliskan
komentar kalian.