ATR 42-500 PLANE! CHRONOLOGY OF THE ACCIDENT WHICH CRASHED INTO A MOUNTAIN
tNY0eX4BWcM • 2026-01-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Nah, tapi geng ya di dalam proses pendekatan tersebut, pesawat ATR42500 ini malah teridentifikasi tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya. Tuh, bisa-bisanya dia melenceng gitu, Geng. Geng, sesuai dengan permintaan kalian, kita hari ini bakal membahas sebuah fenomena kecelakaan jatuhnya pesawat ATR42500 yang dilaporkan jatuh di wilayah Sulawesi Selatan. Pesawat ATR 42500 milik maskapai Indonesia Air Transport dikabarkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Waros dan Pangkap Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat ATR 42500 yang sempat dikabarkan hilang pada Sabtu, 17 Januari mulai ditemukan Minggu 18 Januari. Berdasarkan informasi di awal yang disampaikan ya, pesawat ini diketahui mengangkut sekitar 10 orang ketika kejadian berlangsung. Nah, di fase awal kejadian kayak gini nih, Geng, ya. Detail kejadiannya kan masih terbatas banget nih. Sebab pihak berwenang masih melakukan pengumpulan data dan verifikasi untuk bisa memastikan apa yang terjadi. Nah, tapi di sini gua disclaimer dulu ke kalian nih kalau informasi yang gua bahas di video ini adalah informasi terbaru per gua syuting kali ini, Geng. Jadi, ibaratnya tuh ya informasi terupdate yang ada sekarang, gitu. Misalkan nanti ternyata ada update yang lebih baru lagi setelah video ini tayang. Kalian boleh kok berdiskusi tambahkan di kolom komentar supaya kita semua tahu info-info terbaru. Jadi geng insiden ini menjadi perhatian publik bukan hanya karena lokasi kejadiannya aja tapi melainkan dikarenakan pesawat ATR 42500 ini ternyata merupakan jenis pesawat yang cukup umum digunakan untuk penerbangan jarak pendek di regional Indonesia. Dan walaupun ini bukan pesawat milik maskapai terkenal dari negara kita ya, misalkan kayak dari Garuda atau Lion Air atau lain sebagainya gitu ya, tapi paling banyak ini pesawat nih. Apalagi di wilayah Indonesia Timur sana kayak misalkan antar e kota di Papua, antar kota di Maluku mungkin gitu ya, itu banyak menggunakan pesawat ini. Nah, kecelakaan pesawat yang menjadi salah satu fenomena yang menjadi sorotan banyak orang karena udah beberapa kali kejadian kecelakaan pesawat yang memakan banyak korban kayak gini. Dan ada di antara kejadian tersebut yang masih menjadi misteri mengapa kecelakaan ini terus berulang. Apalagi nih ya beberapa kejadian kayak gini biasanya ada juga yang menyangkut pembajakan alias adanya kelompok kejahatan terorganisir seperti teroris gitu atau pemberontak gitu yang membajak pesawat. Ini udah sering terjadi di negara kita, Geng. Dan oleh karena itu, setiap ada pemberitaan mengenai kecelakaan pesawat orang-orang tuh jadi penasaran ini penyebabnya kenapa. Sabotase kah? Kecelakaan murnikah atau pesawatnya udah terlalu tua atau mungkin e si pilotnya bermasalah. Ini kita enggak tahu. Biasanya akan menjadi perbincangan hangat dari kalayak ramai. Untuk mengetahui bagaimana insiden kecelakaan pesawat ATR 42500 ini bisa terjadi, kalian harus banget simak video ini sampai selesai, Geng, ya. Kronologinya seperti apa dan gua juga bakal memberitahukan kalian fakta-fakta yang ada tentang maskapainya dan juga pesawatnya. Ya, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Genggeng. Beli iPhone baru yang kapasitasnya paling kecil dan murah enggak masalah. Tinggal tambahin SSD supaya kapasitasnya jadi lebih besar. Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang tadinya cuma 256 gig, sekarang malah jadi 756 gig. Bikin video cinematick ataupun foto, udah enggak khawatir lagi memori bakal penuh. Udah gitu proses pemindahan datanya juga cepat banget. Nih, kita bandingin pemindahan data pakai SSD dengan pemindahan data pakai Airdrop. Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini harganya juga murah banget terjangkau daripada kalian beli iPhone versi terbaru dengan harga yang mahal. Hanya karena perbedaan kapasitas memori yang mendingan beli yang paling murah ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone kalian jadi berkapasitas besar. Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau langsung aja check out linknya udah ada di bawah. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu awal mula atau kronologi dari insiden kecelakaan pesawat ATR42500 ini. Jadi, pesawat ATR 42500 tersebut itu adalah milik Indonesia Air Transport atau IAT yang menjalankan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026. Pesawat ini dibuat pada tahun 2000 bernomor seri 611, Geng. Dan menurut keterangan dari Adi Wibowo selaku direktur utama PT IAT, ada sebanyak 10 orang yang berada di dalam pesawat yang terdiri dari tujuh orang kru dan tiga orang penumpang. Para kru ini namanya itu ada Kapten Andi Dahananto, terus ada Farhan Gunawan, dan ada beberapa orang lagi nih. Kalian bisa baca sendiri ya. Ada Restu Adi, Haryadi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Ester Aprilita. Ada Kapten Andi Dananto, Muhammad Fah Gunawan, eh Bapak Risto Adi, kemudian Bapak Dimono dan Kabin kami ada Florence, Lolita, dan Mbak Ester Aprilia. Sementara nama dari ketiga penumpang ini adalah Feri Irawan, Deden, Muliana, dan Yoga Noval. Nah, diketahui tiga orang penumpang ini merupakan pegawai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP. Dan Feri Irawan merupakan analis kapal pengawas dan Deden adalah pengelola barang milik negara dan Noval sebagai operator foto udara. Mereka bertiga sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara. Wah, kalau kita lihat dari orang-orang yang e menjadi korban kayaknya orang-orang berpengaruh di sebuah lembaga ya, Geng. Nah, biasanya kalau udah kejadian-kejadian kayak gini pasti bakal ada rumor, rumor soal kecurigaan sabotase. Orang-orang yang mengalami kecelakaan secara bersamaan di sebuah kendaraan terbang alias pesawat itu sering sekali dituduhkan sabotase alias ya mereka sengaja dihabisi dengan skenario kecelakaan yang mana mungkin mereka menyimpan sesuatu atau mereka ini adalah saksi kunci atas sebuah kasus. Nah, ini biasa nanti bakal rumornya ke sana nih. Nah, namun sejauh ini rumor tersebut belum muncul sih. Nah, ini gua berbicara atas dasar biasanya kayak gitu gitu, Geng. Tapi nanti kita tunggu aja kebenarannya seperti apa. Oke. Nah, kita lanjut lagi, Geng. Berdasarkan informasi yang diperoleh ya, pada jam 1317 waktu Indonesia bagian tengah, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar, area Terminal Service Center atau MATSC. Mereka diminta untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Geng. Nah, tapi Geng ya di dalam proses pendekatan tersebut, pesawat ATR42500 ini malah teridentifikasi tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya. Tuh, bisa-bisanya dia melenceng gitu, Geng. Dan air traffic control atau ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi sesuai dengan prosedur. Ada upaya juga untuk memberikan beberapa instruksi lanjutan untuk membawa pesawat agar bisa kembali ke jalur pendaratan yang semestinya. Di sinilah nih, Geng, mulai terjadi kejanggalan karena setelah arahan terakhir yang diberikan, komunikasi antara ATC dan pesawat tiba-tiba terputus saat pesawat berada tepat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. ATC itu sempat mencoba untuk menghubungi kembali pesawat untuk bisa memastikan keberadaannya. Hanya saja upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah itu ATC kemudian mendeklarasikan fase darurat yang disebut dengan detresa singkatan dari distress space. Nah, gua jelaskan sedikit soal detressa ini. Jadi, ATC itu ya bakal menerapkan fase tersebut. Kalau ATC ini yakin banget kalau pesawat yang sedang mereka kontrol itu mengalami ancaman yang serius. dan keselamatan penumpang serta awak juga terancam. Detresa ini biasanya ditetapkan kalau terjadi salah satu atau beberapa kondisi seperti pesawat mengirimkan sinyal darurat gitu loh, Geng. Contohnya Mayday mayday. Pernah dengar ya kalau di film-film tuh kalau pesawat mau jatuh mayday mayday. Nah, kayak gitu tuh kurang lebih. Terus yang kedua, komunikasi terputus total. Biasanya itu pasti bakal ditetapkan destresy juga. Terus yang ketiga ya, pesawat menyimpang jauh dari rute tanpa alasan yang jelas yang tiba-tiba mereka kayak nyasar atau justru ya mungkin pilotnya itu mengalami e sesuatu yang enggak diketahui oleh ATC ya. Misalkan ada aja tuh ya pilot yang tiba-tiba ee mau mengakhiri hiduplah ya karena depresi atau mungkin memakai obat-obatan terlarang atau mabuk gitu. Nah, tiba-tiba mereka itu tidak mengikuti jalur yang sudah ditentukan oleh ATC keluar jalur. Nah, deat trresf ini bakal ditetapkan juga. Dan yang keempat nih, pesawat tidak tiba di tujuan atau upaya menghubungi pesawat tersebut gagal. Jadi ee harusnya tiba di jam berapa, tapi mereka enggak ada di sana. Terus coba dihubungi. Loh, kok enggak bisa dihubungi nih? Hilang sinyal, hilang kontak. Nah, D tresva ini juga ditetapkan. Kalau pesawat menunjukkan tanda-tanda tersebut, ATC akan mengeluarkan detresva tadi. Nah, kita lanjut lagi nih. Pasca mengumumkan detresva, AirNAF Indonesia cabang MATSC ya langsung berkoordinasi dengan rescue coordination center atau disingkat dengan RCC. Basarnas Pusat juga dihubungi serta Polres Maros melalui Kapolsek Bandara untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan. Jadi semua itu bekerja sama. Nah, pencarian seketika ditempuh sesaat setelah otoritas memperoleh kabar kalau pesawat ATR 42500 ini hilang kontak entah ke mana. Benar-benar enggak bisa dihubungi lagi. Dan pihak Basarnas Makassar langsung mengirimkan personil untuk melakukan pencarian dan memusatkan fokus pencarian mereka di tiga titik lokasi, yaitu lokasi yang mencakup gunung Bulu Saraung, Bulu Paria, dan Desa Panaikang. dikarenakan lokasi-lokasi itu tadi diduga kuat berkaitan dengan posisi terakhir pesawat dan pencarian dilakukan lewat jalur darat dan udara termasuk dengan menggunakan helikopter untuk menyisir area pegunungan yang sulit dijangkau di jalur darat geng. Penggunaan helikopter ini ya dilakukan juga untuk bisa memetakkan jalur-jalur kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat dari ketinggian. Nah, menurut keterangan dari Andi Sultan, nah dia ini adalah Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar. Menurut dia ya, medan lokasi pencarian pesawat ATR 42500 itu cukup berat banget, Geng. Sebagian wilayahnya itu cuma bisa dijangkau dengan berjalan kaki kalau enggak melalui jalur udara. Dan dia bilang, ada sebanyak 400 personil gabungan dari Basarnas, TNI Polri, pemerintah daerah, dan relawan itu dikerahkan bersama-sama dalam rangka mempercepat proses pencarian. Dan perlahan tapi pasti pencarian dari tim gabungan ini mulai membuahkan hasil. Jadi ceritanya pada hari Minggu pagi tanggal 18 Januari 2026, personel gabungan itu menemukan sejumlah serpihan pesawat, Geng. Temuan pertama itu ya berupa serpihan-serpihan kecil yang diduga merupakan bagian dari jendela pesawat yang dilaporkan ee ditemukan sekitar jam 46 Wita. Terus beberapa menit setelahnya yaitu di jam 079 Wita, tim pencarian itu nemuin lagi badan pesawat ukuran besar gitu, Geng. Nah, selanjutnya di jam 52 Wita. Informasi di lapangan bilang bahwa bagian depan pesawat udah terbuka beserta ditemukan bagian ekor pesawat di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian. Kalian kalau lihat kondisinya, set merinding, Geng. Kayak enggak mungkin banget ada yang selamat. Nah, tim juga menemukan kertas informasi dari pesawat. Dan seiring dengan perkembangan dari temuan tersebut, timsar melakukan penyesuaian pergerakan dan menggeser search and rescue unit atau SRU ke beberapa titik yang dianggap menjadi titik prioritas. Pemantauan udara memanfaatkan helikopter Karakal pada jam 82 Wita ya dan mengidentifikasi serpihan besar di area pencarian tersebut. Tapi kondisi Medan yang terjal banget itu menjadi tantangan utama dalam proses evakuasinya karena emang sulit banget, Geng. Dan di jam 8 lew 11 WITA ya, tim lapangan itu mengajukan kebutuhan tambahan nih berupa perlengkapan mountainering atau ee perlengkapan panjat tebing gitulah supaya bisa menjangkau lokasi-lokasi yang berada di area lereng curam. Nah, di saat itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar yaitu Pak Muhammad Arif Anwar bersama dengan SAR Mission Koordinator atau SMC itu bilang temuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian ketika itu. Dan Timar berfokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian titik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan, Geng. Nah, Pak Arif ini bilang kalau keselamatan personel dari tim SAR tetap menjadi perhatian utama mengingat medan lokasi ini kan cukup ekstrem. Jangan pula nanti pesawatnya sudah ditemukan ya, para jenazah-jenah dari awak kapal atau awak pesawat itu sudah ditemukan, tapi malah bertambah lagi korbannya yaitu dari tim SAR alias dari tim penyelamat ya kan enggak etis juga gitu. Nah, di dalam pelaksanaan di lapangan, SRU bergerak mengikuti pembagian sektor nih. SRU pertama itu melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali. SRU3 masih ada di puncak dan sebagian personil masih menyeberang ke titik dua. Nah, kemudian SRU4 yang sempat berada di sekitar 200 m dari titik misi itu enggak menemukan akses aman untuk bisa mereka lalui di sana. Nah, dan setelah mereka berkoordinasi dengan Posco induk, mereka diarahkan untuk balik aja ke Posco lagi. Dan di dalam pencarian tersebut, akhirnya Timsar berhasil menemukan satu korban yang sudah meninggal dunia. Ya, ditemukannya tergeletak di dekat serpihan pesawat. Dari informasi yang beredar, korban ini ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 m tepat di jam 1420 Wita jam .30 T sorban ini adalah laki-laki ya, tapi belum diketahui identitasnya siapa karena mungkin kondisi dari jenazahnya itu udah sulit buat dikenali, udah hancur gitu. Dan Timar melakukan proses pencarian korban melalui jalur pendakian lagi. Tapi karena masalah medan yang ekstrem tadi ditambah dengan cuaca buruk, itu menjadi tantangan utama bagi tim SAR untuk bisa melakukan operasi penyelamatan. Nah, sejak pagi di hari itu hujan serta kabut tebal menyelimuti area puncak dengan jarak pandang terbatas sekitar 5 meteran. Ya, beberapa saat yang lalu tim kita juga sudah menemukan jenazah dan sekarang jenazah posisinya sudah masuk kantong dan tim sedang keras untuk menaikkan karena posisinya kurang lebih sekitar 200 m di bawah tebing yang sangat curam. Setelah dikabarkan bahwa pesawat ATR ini mengalami kecelakaan serta keluarga dari penumpang pesawat tersebut langsung terbang menuju ke Sulawesi Selatan untuk melakukan tes DNA di posco antortem bidokes Polda Sulawesi Selatan di Makassar. Nah, salah satunya adalah keluarga dari Kapten Andi Dahano. Tujuannya kan agar apa ya bisa mengenali korban yang jasadnya sudah dalam kondisi yang susah dikenali, bisa dikenali identitasnya ya dari DNA keluarga. Nah, di saat itu pihak keluarga berangkat di hari Senin e pagi-pagi tanggal 19 Januari tahun 2026. Cuma geng ya enggak diketahui dengan pasti jam berapa keluarga Kapten Andi itu berangkat ke Makassar. Tapi dari informasi yang didapatkan, Kapten Andi Dahananto ini adalah warga perumahan PWS RT06 RW03 Raksa, Kabupaten Tangerang, Banten yang mana dia sudah tinggal di daerah sana itu sejak tahun 1994. Itu artinya Kapten Andi ini udah tinggal di sana selama 31 tahun, sudah jadi warga sana. Nah, dari keterangan ketua RT setempat yang bernama Fransiskus Nasir, Kapten Andi ini adalah sosok kepala keluarga yang ramah banget dan orangnya itu cukup tegas. Nah, dia itu dikenal oleh masyarakat tuh ringan tanganlah, mudah membantu masyarakat. Ya, misalkan kayak terlibat di dalam ee kegiatan-kegiatan gotong-royong di daerahnya tersebut, terus menjaga keamanan lingkungan perumahan, dia tuh terlibat gitu. Nah, dan si Bapak ini juga bilang Pak Andi ini merupakan lulusan Akademi Penerbangan Juanda dan dia meninggalkan istri dan dua orang anaknya atas kejadian ini. Nah, salah satu anaknya itu sebenarnya juga pilot. Sementara yang satu lagi adalah seorang pengusaha. Nah, kemudian geng ada informasi yang menceritakan komunikasi terakhir dari Esther Aprilita. Ester ini berasal dari Bogor dan berprofesi sebagai pramugari di sana. Di balik tragedi tersebut ada cerita pilu nih dari orang tuanya si Esther ini yang mana dia terus menunggu kabar dari anaknya. Dari cerita ibunya si Esther, anaknya terakhir berkomunikasi dengan dia pada hari Jumat tanggal 16 Januari 2026. Geng, ibunya Esther ini bilang kalau anaknya itu adalah sosok yang sangat terbuka dan selalu memberikan kabar di manaun dia sedang mendarat. Di dalam pesan singkatnya, Esther ini mengabari ibunya kalau dia sedang berada di Yogyakarta untuk menjalankan tugas negara. Di hari itu ya berjalan seperti biasa pada hari Sabtu siang sekitar jam 12.00 siang, ayahnya Eser yang bernama Adi Sianipar sempat mengirimkan chat WhatsApp kepada Esther. Kebetulan di saat itu Adi ini berada di Jakarta dan berniat untuk menjemput Esther di kos supaya mereka bisa pulang bersama ke Bogor. Tapi chatnya tersebut enggak pernah sempat dibaca oleh Eser sebab handphone-nya udah enggak aktif lagi ketika Adi mengirim chat itu. Dan Adi merasa resah ketika itu karena enggak biasanya Eser ini enggak membalas pesan selama itu. Dan orang tua dari Esther ini sempat bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi kepada anaknya sembari dia mendoakan supaya Eser baik-baik aja selama menjalankan tugas. Nah, di dalam keterangan yang lain, Adi ini ngaku kalau Eser ini sempat mengirimkan pesan yang enggak biasa sebelum insiden kecelakaan terjadi. Jadi semacam udah ada tanda-tanda gitu, Geng. Esther ini disebut mengirimkan pesan minta maaf kalau dia ada salah. Wah, ini hal-hal yang apa ya sering terjadi ya di detik-detik seseorang ingin pergi akan meninggal dunia ya semacam tanda-tanda gitu geng. Nah, ini ternyata terjadi juga kepada Esher dan pesan tersebut ya dikirimkan oleh Esther sebelum dia terbang ke Makassar ini. Dan di saat itu Adi bilang hal ini jarang sekali tumen-tumenan Esther melakukan hal itu. Dan selama hampir 7 tahun bekerja sebagai pramugari enggak pernah tuh ada tanda-tanda yang kayak gini. Kemudian pada akhirnya ya barulah muncul kabar pahit di hari Sabtu sore setelah semua pertanda itu muncul. Jadi, PT IAT tiba-tiba menghubungi Adi untuk mengabarkan bahwa pesawat yang ditumpangi oleh Esther hilang kontak di dalam perjalanan menuju Makassar. Nah, Adi yang awalnya mau menjemput anaknya untuk pulang ke rumah saat itu langsung terbang. Tanpa pikir panjang, dia langsung terbang menuju ke Makassar untuk menjalani pengambilan sampel DNA di Rumah Sakit Bayangkara demi proses identifikasi. Syoklah mereka di saat itu. Nah, dikatakan kalau tim SAR itu enggak cuma menemukan serpihan pesawat aja, melainkan juga beberapa barang pribadi dari penumpang pesawat. Meski begitu, keluarga Esther yang ada di Bogor itu tetap berdoa-doa, Geng. Berharap ada mukjizat yang bisa menyelamatkan seluruh penumpang yang sampai hari gue syuting ini ya belum ditemukan seluruhnya. Baru ditemukan beberapa aja. Informasi terbaru per gua syuting ini, Geng, hari Senin tanggal 19 Januari 2026 itu dikatakan udah ada satu korban lagi yang berhasil ditemukan sehingga saat ini udah ada dua orang korban. Nah, penemuan korban kedua itu diperoleh berdasarkan laporan langsung dari tim SAR yang berada di titik lokasi jatuhnya pesawat. Korban kedua yang baru ditemukan ini berada di kedalaman sekitar 500 m. Secara enggak langsung, penemuan korban kedua ini menunjukkan tingkat kesulitan Medan yang semakin berat bagi tim penyelamat. Nah, lokasi penemuannya itu berada di area dengan kondisi medan yang benar-benar ekstrem bahkan beresiko tinggi bagi proses evakuasi. Paketin juga di situ ada tim ada juga masuk juga bisa-bisa nambah korban lagi dari kalangan penyelamat. Nah, meskipun begitu Basarnas itu belum bisa memastikan identitas korban yang sudah ditemukan ini. Berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan ya, korban kedua yang ditemukan ini diduga adalah perempuan. Nah, bisa jadi ini Ester mungkin ya. Tapi ya kita doakan aja lah ya semoga ya cepat ketemu, cepat dipulangkan kepada keluarga dan ya cepat selesai permasalahan ini. Cuma di saat itu geng, kepastian terkait identitas maupun kondisi korban secara menyeluruh tetap menunggu hasil pemeriksaan. dan pernyataan resmi dari tim DVI Polri. Dan saat ini korban sudah berada bersama tim penyelamat di lokasi penemuan. Tapi proses evakuasi masih terkendala oleh faktor cuaca dan tingkat kesulitan medan pegunungan. Nah, pencarian korban lainnya saat ini masih terus dilakukan oleh timsar. Setiap korban yang ditemukan itu akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Makassar untuk dilakukan proses identifikasi lanjutan. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai apa sih, Geng? penyebab jatuhnya pesawat ATR 42500 ini. Nah, ini adalah informasi sementara nih, Geng, ya, dari penyebab jatuhnya pesawat ini. Jadi, ini bukan informasi ee mutlaknya atau informasi finalnya, gitu, ya. Bisa jadi nanti akan berkembang lagi. Nah, jadi gua disclaimer dulu. Ini adalah informasi sementara kita bahas. Sampai gue syuting video ini, penyebab jatuhnya pesawat tersebut sebenarnya masih terus mengalami pengembangan penyelidikan. Nah, jadi belum ada keterangan pasti atau keterangan final ya dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT. Tapi sudah ada beberapa dugaan nih ya atau kronologi sementara dari penyebab jatuhnya pesawat ini. Nah, sempat beredar kalau penyebab jatuhnya pesawat tersebut dikarenakan terjadi kerusakan di bagian emergency locator transmit atau ELT. Nah, ELT ini atau ELT ya itu berfungsi untuk memancarkan sinyal otomatis saat pesawat mengalami kecelakaan, Geng. Dan rusaknya Alt ini bisa menyebabkan pesawat menabrak gunung. dan dugaan sementara itulah yang terjadi kepada pesawat ini atau pesawat ATR 42500 ini. Nah, tapi menurut kepala KNKT yang bernama Pak Suryanto Cahyono ya, ELT ini biasanya rusak dikarenakan menghantam gunung, bukan sebaliknya. Nah, ini gua juga agak gimana gitu ya infonya itu kita enggak jelas ya, karena kita awam juga ya, Geng. Kita enggak tahu soal dunia aviasi ini seperti apa. Ada yang bilang rusaknya IT menyebabkan menabrak gunung atau menghantam gunung. Tapi dari Kepala KNKT yaitu Pak Suryanto Cahyono bilang justru sebaliknya pesawatnya hantam gunung dulu ya baru ILT-nya rusak. Nah, kita enggak tahu yang mana yang benar. Yang jelas keterangannya ya masih seputar ILT ini. Jadi kata Pak Suryanto ini ELT itu bisa rusak dikarenakan menghantam gunung dan pesawatnya menghantam gunung terlebih dahulu barulah di saat itu ELT-nya rusak dan bukan sebaliknya. Nah, nah karena menghantam gunung inilah pesawatnya tidak bisa mengirim sinyal karena IT tadi rusak dan pihak KNKT masih berusaha mengumpulkan informasi untuk bisa mencari tahu penyebab dari kenapa pesawat ini bisa menabrak gunung tadi. Nah, salah satu upaya mereka ya mereka meminta tim Basarnas di lapangan untuk mengambil foto di bagian ekor pesawat. Hal ini dikarenakan black box dari pesawat itu ada di bagian ekornya Geng. Dan pihak KNKT sudah menyampaikan dugaan awal penyebab jatuhnya pesawat ATR 42500 ini, yaitu dikarenakan menabrak gunung tadi sehingga menyebabkan ELT-nya tidak berfungsi. Dan pada saat pesawat mengalami kecelakaan, ELT ini akan mengirim sinyal darurat sehingga timsar bisa cepat menemukan lokasi. Nah, tapi karena udah keburu rusak, makanya lokasinya itu agak meraba-raba mencarinya. Sementara pesawat ATR 42500 IT ini rusak ya, Timsar pada awalnya itu ya memang kesulitan banget untuk bisa mendeteksi lokasi kejadiannya. Dan kondisi seperti ini membuat timar jadinya fokus melakukan pencarian manual terhadap lokasi pesawat yang diduga sudah jatuh di titik yang entah di mana. Nah, tapi untungnya timsar kita berhasil menemukan titiknya. Dan sesaat sebelum benturan terjadi dikatakan pilotnya diduga masih sempat melakukan upaya pengendalian dari pesawat ini kalau dilihat dari kondisi pesawatnya. Nah, cuma, Geng karena kondisi cuaca yang buruk pada saat itu membuat pilot tidak bisa mengendalikan pesawat secara penuh. Jadi masih ada upaya sebenarnya dari pilot ini untuk menyelamatkan diri tapi ya tidak mengubah keadaan. Dan pihak KNKT menyebutkan insiden ini sebagai controlled flight into terrain atau CFIT. Nah, CFIT atau CFIT ini adalah sebuah kondisi di mana pesawat sebenarnya masih dalam kondisi yang bisa dikendalikan dan mesinnya masih berfungsi tapi tanpa disadari ya menabrak permukaan tanah, permukaan bumi karena cuaca atau kabut tadi ya. Eh kejadian ini kita namakan sifir control of light into memang pesawat eh nabrak bukit atau lereng sehingga dan hal ini dikonfirmasi nih oleh seorang saksi mata yang merupakan seorang pendaki gunung. Nah, dia inilah yang mengaku sempat melihat pesawat ATR 42500 ini terbang rendah sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan. Nah, jadi ini sesuai ya dengan apa yang dikatakan oleh pihak KNKT. Terus selanjutnya nih, Geng, ada fakta yang kemudian terungkap dari keterangan Kapten Edwin selaku direktur operasional IAT mengungkap kalau pesawat ATR 42500 ini sempat mengalami masalah di mesin sebelum akhirnya jatuh. Dia bilang masalah mesin pesawat ini terjadi pada hari Jumat tanggal 16 Januari kemarin atau 1 hari sebelum terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026. Berarti sudah rusak duluan kan? Kenapa tetap diizinkan terbang? Ya memang ada ee perabot di engine di hari Kamis tapi kami sudah perbaiki dan kami sudah tes. Terbukti dari Halim sampai Semarang dan Jogja tidak ada masalah. Nah, cuma di saat itu ya Pak Edwin ini bilang bahwa masalah mesin pesawat itu udah diperbaiki. Pihaknya juga melakukan tes penerbangan setelah perbaikan dan hasilnya semua dinyatakan normal. Tapi walaupun begitu, Pak Edwin mengaku belum mengetahui pasti jenis kerusakan pada mesin ATR di tanggal 16 itu. Apa rusaknya? Yang jelas besoknya udah diizinkan terbang aja. Nah, hal inilah yang perlu penjelasan dari pihak teknisi nih. Apakah ini yang menyebabkan ee pesawat ini jatuh atau ada unsur lain? Nah, jadi masih belum diketahui secara pasti karena kesaksian dari teknisi belum didapatkan, Geng. Prosedur yang memang berlaku di bandara. Jadi enggak ada pelanggaran prosedur atau kayak sabotase dan lain-lain gitu, enggak ada semuanya udah sesuai gitu. Pak Wibowo Cahyono Sukadi yaitu general manager Bandara Adi Sucipto itu sudah menjelaskan kalau seluruh tahapan keberangkatan mulai dari pemeriksaan keamanan di security e checkpoint atau SCP sampai dengan proses boarding sudah dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bandara. Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di XR di SPP-nya sudah kita laksukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara. Dan terus pabrik dari pesawat ATR yang ada di Tulus, Prancis juga sampai memberikan keterangan soal insiden jatuhnya pesawat ATR42500 buatan mereka ini. Mereka menyampaikan mereka cukup prihatin ya dengan apa yang terjadi. Nah, pihak pesawat ATR ini atau pembuat pabrik perusahaan dari ATR ini mereka bilang siap bekerja sama dengan pihak yang berwenang di Indonesia untuk mengungkap penyebab dari kecelakaan pesawat buatan mereka ini. Dan ternyata ya sempat ada polemik yang berkaitan dengan jumlah penumpang di pesawat tersebut juga, Geng. Karena sebelumnya ya sempat dikatakan kalau data dalam passenger manifest kru yang bertugas di dalam penerbangan itu jumlahnya 8 orang, bukan 7uh orang. Jadi passenger manifest ini itu daftar resmi seluruh penumpang dan awak ee kapal atau awak pesawat yang berada di dalam sebuah pesawat itu, Geng. Nah, ternyata datanya berbeda dengan kenyataannya. Dari keterangan Tri Adi Wibowo selaku direktur utama PT IAT, nama kru yang bertugas antara lain ada Andi Dahananto, terus ada Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Dan juga ada satu kru lain yang identitasnya tuh enggak diketahui. Verifikasi bahwa kru yang on board ada tujuh. ada Kapten Andi Dananto, Muhammad Fah Gunawan, Bapak Risto Adi, kemudian Bapak Di Murdono dan kabin kami ada Lorena, Lolita dan Mbak Ester Aprilia. Jadi ada bereda ada delapan jadi kami konfir eh revisi eh kami sampaikan hanya tujuh orang saja. Daftar tersebut ternyata enggak sepenuhnya sesuai dengan passenger manifest tadi. Dari nama yang disampaikan oleh Pak Tri hanya ada Andi Dahananto, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita yang tercantum di dalam manifest. Nah, di dalam manifes ini justru ternyata ada nama lain seperti Yuda Mahardika, Sukardi, Haryadi, Frankie D. Tanamal, dan juga Junaidi. Nah, tapi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang bernama Lukman F. Laisa itu bilang bahwa jumlah orang di dalam pesawat ternyata bukan tujuh, bukan delan, tapi 10 orang seperti yang sudah gua jelaskan sebelumnya. Dan Kapten Sukardi dipastikan tidak ikut di dalam penerbangan. Nah, jadi ada manipulasi soal data dari para penumpang ini, Geng. Dan itu adalah beberapa dugaan dari penyebab kecelakaan pesawat ATR 42500 ini serta perbedaan data di passenger manifest tadi. Nah, gimana tuh, Geng? Menurut kalian makin gila ya di negara kita ternyata kecurangan-kecurangan gini nih jadi apa ya? Mendarah daging gitu enggak sih, Geng? Sampai ke berapa orang penumpang yang seharusnya naik pesawat pun dipalsukan kalau memang ini benar gitu ya? Dan ini kan membahayakan keselamatan orang lain. Semuanya bisa ya menanggung akibatnya. Dan ternyata sekarang terjadi gitu kan. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan lain yaitu mengenai beberapa insiden kecelakaan yang pernah dialami oleh pesawat jenis ATR ini geng. Nah, ternyata dua dari insiden tersebut sebelumnya pernah terjadi di Indonesia juga. Jadi pesawat ini itu kayak udah ya beberapa kali jadi langganan kecelakaan, Geng. Dan pesawatnya memang pesawat kecil gitu ya. bukan pesawat besar yang ya kalau kita naik itu mungkin lebih safety aja gitu, turbulence-nya kurang dan lebih stabil. Nah, ini kan pesawat kecil turbulens-nya pasti wah goyangnya luar biasa dan ya kalau terkena angin cuaca yang buruk ya agak kurang stabil mungkin ya. Sekarang kita bahas. Jadi kecelakaan pesawat ATR 42500 ini enggak cuma terjadi sekali doang Geng. Di tahun 2023, tepatnya di hari Senin tanggal 9 September, pesawat jenis ini yaitu pesawat Trigana Air PKYP pernah mengalami kecelakaan di Kamanap Serui Papua. Nah, pesawatnya tergelincir ke arah kiri dengan posisi 1200 m dari landasan pacu yang digunakan untuk lepas landas yaitu runway 28. Nah, kejadiannya itu sekitar jam 35 waktu Indonesia bagian timur. Insiden ini terjadi di saat pesawat ini ingin melakukan perjalanan dari Biak menuju ke Jayapura melalui transit di Serui. Pihak Trigana itu bilang ada 42 penumpang di dalam pesawat itu dan jumlah penumpang itu termasuk dengan seorang bayi yang mana sementara kru pesawatnya berjumlah enam orang yaitu seorang kapten yang bernama Koiron Sarwan dan co-pilot yang bernama Linga Se Burnama dan dua pramugari bernama Nadya Ulfa dan Ledia. Terus ada engineer bernama Sarto dan petugas Flight Operation Officer atau FOO yang bernama Nurahman. Beruntungnya nih, 42 orang penumpang serta en kru pesawat ini selamat di dalam kejadian itu. Nah, karena memang kejadiannya bukan di saat sedang terbang, tapi sedang lepas landas, geng. Pesawat yang mengangkut 42 orang penumpang dan en orang kru tergelincir keluar landasan sejauh 1200 m. Itu satu kejadiannya. Terus ada kejadian lain lagi di tanggal 16 Agustus 2015, insiden kecelakaan pesawat ATR ini terjadi di negara kita. Namun bukan ATR 42500 seperti yang baru aja kejadian. Tapi ini justru versi lainnya, jenis lainnya yaitu 42300. Pesawat ini dioperasikan oleh Trigana Air juga. Pesawat ini jatuh di pegunungan Bintang Papua ketika sedang melayani penerbangan dari rute Jayapura menuju Oksibil. Nah, ini kecelakaannya seram banget. Nah, itu yang terjadi di Indonesia. Di insiden-insiden lain, kecelakaan pesawat ATR ini juga pernah terjadi di luar negeri. Yang pertama itu pesawat ATR 42500 yang terjatuh di Danau Victoria, Tanzania pada tanggal 6 November 2022. Letak jatuhnya pesawat ini berada di dekat bandara Bukoba. Pesawat ini dioperasikan oleh maskapai Precision Air yang membawa 43 orang di dalam pesawat tersebut. Sementara jumlah korban terdiri dari penumpang dan kru yang meninggal dunia sebanyak 19 orang. Nah, dari hasil penyelidikan, pesawat ini terjatuh karena mengalami gagal kontrol di tengah cuaca buruk. Nah, jadi ini salah satu eh kecelakaan ATR yang terburuk juga sampai menewaskan 19 orang. Dan pesawat ini selalu berjibaku dengan cuaca buruk karena kan pesawat kecil gitu ya. Sebuah pesawat yang mengangkut 43 orang mengalami kecelakaan di Danau Victoria Tanzania pada Minggu 6 November. Terus ada insiden selanjutnya yang terjadi di Venezuela. Di Venezuela terjadi dua kali insidennya, Geng. Jadi yang pertama itu di tanggal 21 Februari 2008 yang mana pesawat ATR 42300 jatuh di lereng gunung yang berdekatan dengan daerah Merida e Venezuela. Di saat itu pesawat ATR ini mengalami tabrakan di tengah medan perbukitan. Kejadiannya ya pasca pesawat lepas landas jadi baru ee take off gitu ya. Kejadianlah kecelakaan itu dan seluruh penumpang serta kru sebanyak 46 orang dilaporkan meninggal dunia. Nah, itu insiden yang pertama. Terus insiden yang kedua dialami oleh pesawat ATR 42320 yang dioperasikan oleh maskapai negara yang bernama Konviasa pada tanggal 13 September 2010. Pesawat ini jatuh saat melakukan pendekatan akhir untuk mendarat di bandara Manuel Carlos Plar Guayana di Portu Ordas, Venezuela. Sementara lokasi terjatuhnya pesawat sekitar 11 km dari bandara Siudat Guayana. Nah, akibat insiden ini 17 dari 51 orang di dalam pesawat yang terdiri dari 47 penumpang dan empat awak pesawat lain itu berakhir meninggal dunia. Gila. Nah, jadi di daerah sana sempat terjadi dua kali, Geng. Kecelakaannya bergeser ke negara lain yaitu di Kanada. Kecelakaan pesawat ATR ini pernah terjadi juga tepatnya ya dialami oleh ATR 42320 yang dioperasikan oleh maskapai West Wine Aviation Flight 282 yaitu maskapai yang melayani penerbangan domestik Kanada. Pesawat ini mengalami kecelakaan pada tanggal 13 Desember 2018 setelah lepas landas dari font dulak yang disebabkan oleh akibat adanya kontaminasi es pada bagian sayap. Insiden ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 24 orang mengalami luka yang berat. Nah, lagi-lagi ya karena cuaca gara-gara adanya es di bagian sayapnya. Terus yang terakhir adalah insiden yang dialami oleh ATR72500 milik maskapai penerbangan FPAS di kawasan Finhedo di sekitar Sao Paulo Brazil. Kejadiannya di 9 Agustus 2024. Penyebab kecelakaannya mirip kayak yang terjadi di Kanada tadi, yaitu adanya pembentukan lapisan es di bagian tubuh pesawat. Kalau Kanada tadi kan di sayapnya, kalau ini di badan pesawatnya. Sehingga pesawat mengalami putaran yang enggak terkendali karena beratnya enggak stabil. Dan akhirnya jatuhlah di pemukiman warga. Akibatnya nih ya, enggak cuma awak pesawat aja yang meninggal, penumpang pesawat. Enggak cuma itu, tapi ada warga juga. Jadi ada sebanyak 62 orang yang meninggal dunia di dalam insiden ini. Nah, dari sini kita jadi tahu bahwa pesawat ATR ini sudah sering sekali mengalami kecelakaan yang mana dua di antaranya ya terjadi di negara kita dan rata-rata memang gara-gara ya cuaca buruk. Dan insiden terbarunya ya terjadi kemarin yang akhirnya menambah daftar panjang kecelakaan yang pernah dialami oleh pesawat jenis AT ini. Itu dia ya geng pembahasan kita kali ini mengenai insiden kecelakaan pesawat ATR 42500 ya yang mana baru-baru ini terjadi di negara kita di Sulawesi Selatan dan ternyata banyak kejadian dan trk record pesawat ATR ini sudah panjang banget kalau soal kecelakaan. Nah, pencarian untuk yang baru saja terjadi di negara kita sampai saat ini masih terus dilakukan. Jadi, kita tunggu aja nih, Geng, update selanjutnya terkait penemuan korban dan penyebab pasti dari kecelakaan yang terjadi. Karena keterangan gua tadi kan cuma informasi sementara ya. Nanti selanjutnya kalau memang ada update tentang pembahasan ini ya mungkin kita bisa update kalau kalian mau gua bahas lagi. Coba deh tuliskan komentar kalian.
Resume
Categories