Transcript
e1WBAJhxovw • Jangan Remehkan Hal Ini Jika Ingin Bisnismu Lebih Besar!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0684_e1WBAJhxovw.txt
Kind: captions
Language: id
Biasanya para pengusaha itu membuat
usahanya apakah PT, apakah PT Perangan,
atau CV itu sesuai strateginya gitu, Pak
Agung.
Walaupun punya perizinan lengkap tetap
kekhawatiran itu ada karena ee informasi
yang kita dapatkan kan kalau berurusan
dengan polisi akan A, B, C, D
macam-macam gitu kan. Akhirnya kan itu
memunculkan ketakutan-ketakutan.
Jangan-jangan nanti begini yang kita
tahu selama ini adalah ee polisi itu tuh
mencari-cari kesalahan. Kalau kamu mau
perang di pengadilan, napasmu seberapa
panjang? Ya, berdasarkan pengalaman itu
kurang lebih 5 miliar. Hei, kamu, saya
tunggu di akhirat.
Saya pakai sidangnya Allah langsung.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat datang teman-teman saya,
pengusaha hebat.
Masyaallah. Amin. Amin. Amin.
Oke. Ee Mas, jadi sengaja ee kita mau
mengundang teman-teman mau membahas
legalitas. Jadi yang di mana sebenarnya
isu tentang legalitas ini menjadi isu
yang perdebatan. Jadi haruskah seorang
pengusaha itu harus memiliki legalitas
ataukah nanti dulu atau bahkan
menghindari begitu. Jadi saya kita ingin
membahas tentang itu plus minusnya
begitu. biar teman-teman kita ee
penonton pecah telur itu teredukasi
tentang legalitas begitu. Oke, dari Mas
Anang dulu silakan perkenalan duluah Mas
Anang. Mas Anang siapa?
Perkenalkan nama saya Muhammad Anang
Arif. Kita ee dari pecah legal ya. Dari
pecah legal salah satu divisi bisnis
gitu ya, cabang ee dari pecah telur
juga. Jadi kita ada di bawah naungan
pecah telur. Salah satu anak perusahaan
pecah telur seperti itu.
Kalau yang sebelah sini saya kira sudah
banyak kenal ya.
Mungkin malah sudah bosan
berkali-kali muncul. Siapa tahu pecah
telur ada penonton baru. Eah. Jadi saya
Hendra Dinata gitu.
Sampai saat ini videonya Mas Ind ini
masih yang tertinggi di pecah.
Masyaallah.
Keren, keren, keren.
Jadi teman-teman ya klik channel pecah
telur, lihat video, klik teratas. Jadi
masih videonya Mas Indra.
Alhamdulillah dikasih keberkahan.
Oke, Mas. Jadi menurut sudut pandang Mas
Anang gitu ya,
ee penting enggak sih
pengusaha
memiliki legalitas?
Baik. Ee saya pakai paradigma berpikir
gini ya. Jadi kalau ngebahas tentang
legalitas itu penting enggak sih gitu
ya?
Itu tergantung dari visi dari pengusaha
itu menurut saya. Kalau visinya cuma
pedagang kaki lima gitu misalkan ya. He.
Ya enggak penting-penting amat gitu loh
kalau ngurus legalitas, ngurus
pajak. Tapi kalau visinya besar, pengin
go nasional, go internasional, apalagi
terus pengin scale up gitu ya,
mengalihkan penghasilannya dari bisnis
itu. Pengin kebermanfaatan dari bisnis
itu lebih luas lagi. Tentu ya harus
melek segera melek legalitas dan pajak
begitu.
Karena
sangat impossibel untuk bisa naik level.
Pasti ada kesandung-sandung gitu,
kesandung peraturan. A tersandung
peraturan B tersandung izin A tersandung
izin B seperti itu, Pak Agung.
Itu
iya dan apa memberikan ee pendapat yang
berbeda. Jadi ketika waktu itu
katakanlah ya ini
I
dari pecah telur dulu ini casnya pecah
telur yang dulu awalnya youtuber kampung
kemudian mulai dapat projek-projek dari
katakanlah pemerintahan, kementerian dan
sebagainya itu memang harus punya
legalitas.
Nah, gitu. Jadi dan kita mulai mengurus.
Nah, itu jadi memang ya betul ya
tergantung inginnya skala apa.
Kalau skala kampung aja ya enggak perlu
se ngurus-ngurus gitu.
Betul.
Nah, gitu. Berarti artinya
berarti kalau enggak punya legalitas
kalau dan visinya gede itu bisa
kehilangan potensi untuk membesar begitu
ya.
Ya tentu tentu. Pertama kehilangan
potensi terus kedua ya siapa sih yang
mau kucing-kucingan gitu ya?
Heeh. Scale up sih bisa, tapi kalau
istilah kami dulu itu kayak Naruto ya,
kayak shobi gitu loh.
Sembunyi terus gitu.
Sampai kapan ee kuat atau sampai kapan
sembunyi terus gitu. Padahal ya kalau
menurut keyakinan saya itu seharusnya
sesuatu yang baik itu kan terbuka gitu
ya. go public open gitu loh. Nah,
bagaimana kita bisa open kalau gak legal
kan begitu gitu Pakung.
Oke. Berarti ini senada juga dengan data
di BPS Mas bahwasanya menyebutkan 7
sampai 10% UMKM
itu yang mendapatkan peluang secara
apa ya ibaratnya itu yang hanya
mendapatkan peluang untuk mendapatkan
peluang di program-program pemerintahan
atau menjadi ee sub apa? supplier
supplier di beberapa
Heeh
market minimarket atau supermarket yang
prospek begitu ya karena mereka memiliki
legal itu hanya 7 sampai 10% berarti 90%
yang lainnya tertutup
akses itu tertutup bagi mereka. Heeh.
Nah ini saya mau ke Mas Hendra nih. Jadi
Mas Hendra ini kan
selama aku mengenal di Masindra H
itu termasuk ee pengusaha yang sangat
apa-apa itu izinnya dulu. Bahkan waktu
itu pernah kita mau bikin usaha bareng,
Mas. Ini diurus dulu ini
haginya, kemudian
legalitasnya. Itu perspektifmu yo apa,
Mas?
Ee ya sebenarnya kalau dari
awal ya, kalau dari awal ya mungkin sama
seperti pengusaha lainnya ya, pengusaha
kampung lainnya.
Ee buat apa ngurus izin, repot dan
segala macam. Nah, cuman kan sekarang
itu ee tingkat persaingannya semakin
tinggi
gitu. Otomatis ee kompetitor
yang memantau kita bukan cuman
pemerintahan tapi kompetitor. Iya. He
he. Betul. Betul.
Akhirnya kompetitornya kan mencari
kelemahan kita melihat kita punya
kelemahan di mana.
Heeh. Nah, kalau dia kita punya
kelemahan di bidang legal, nah itu cukup
fatal ya. Nah, itu terjadi sama ee usaha
saya di tahun
2017 kalau gak salah.
He.
Nah, waktu itu kita penjualannya sudah
mulai bagus. Nah, kebetulan itu ada
teman yang kerja sama pintar jualan
online yang dari tadinya cuman berapa
ratus botol per bulan sampai berapa ribu
botol per bulan. Nah, karena sudah mulai
ribuan kan otomatis di online itu sudah
mulai
ee beriak lah istilahnya. Heeh. Heeh.
Ramai begitu ya. Ramai dibicarakan.
Ramai dibicarakan.
Nah, kemudian ada brand lokal
yang ternyata merasa kita mengambil
pelanggannya,
pangsa pasarnya.
Pangsa pasarnya mulai terganggu ini dia.
Iya, terganggu. Nah, dia ngecek kita
enggak ada izin BPOM.
Nah, produk kita, akun-akun kita difoto,
diapture, dikirim ke BPOM. Nah, terus
BPOM langsung menindaklanjuti kan
kita digerebeklah bahasa
istilah kerennya gitu. Didatangin,
diperiksa, dicek dan gak ada izin
ya akhirnya dipaksa tutup. Kalau Nah,
cuman kita waktu itu beruntung ya.
Beruntungnya itu
yang datang hanya orang BPOM.
H. He.
Jadi
orang BPOM itu tidak langsung masuk
kepada ee proses hukum. Dia ee mencoba
ee apa objektif lah. Objektif diperiksa
dan dia pengin memastikan bahwa ee
produk ini aman, tidak ada bahan-bahan
berbahaya dan lain sebagainya.
Ee baru dia menentukan tindakannya mau
apa.
H
gitu. Nah, kalau ada bahan berbahaya
atau apa mungkin dia akan apa
menggunakan jalur hukum.
Cuman waktu itu karena dia kecek kita
adalah memang produk lokal murni dan
kita mengangkat tentang budaya bangsa
dan itu juga menjadi sebuah program
pemerintah yang pengin mengangkat UKM
dan budaya bangsa itu untuk maju. Nah,
karena sejalan. Nah, cuman kelemahan
kita enggak ada izin. Nah, akhirnya kita
disupport dijadikan UMKM binaan sama
BPOM.
Oh, malah gitu ya.
Iya. Heeh. Nah, yang apesnya itu kalau
datangnya bersama polisi atau kompetitor
kita ngelapornya ke polisi.
Nah, kalau polisi yang datang mereka
ya kalau sekarang saya kurang tahu ya.
Cuman mungkin di waktu-waktu itu
kalau namanya polisi berarti tindak
lanjutnya kan ke proses hukum.
Betul. He.
Nah, kalau bidang kosmetik proses
hukumnya itu jika enggak punya izin edar
itu masuk pidana.
Wah, lumayan berat berarti. Terhitung
pidana. He.
Karena membahayakan ya.
Iya. Mungkin termasuk yang membahayakan
gitu. Nah, jadi ya alhamdulillah saya
termasuk yang beruntung
hanya yang datang hanya BPOM dan setelah
proses ee pemeriksaan itu kita dianggap
UKM yang
ee perlu diangkat. Nah, akhirnya kita
dijadikan binaan dan di-support proses
perizinannya
untuk BPOM itu.
Untuk BPOM itu.
Berarti ee BPOM itu juga punya kuasa
untuk ngecek langsung ke lapangan ya,
Mas?
Iya, ngecek langsung. Dan kalau sekarang
tuh setelah saya jadi binaan kan banyak
mengikuti kegiatan BPOM, sering
diundang-undang untuk ikut-ikut
pelatihan,
ikut ee pameran dan lain-lain gitu dari
BPOM. Nah, itu ya dapat-dapat cerita
bahwa BPOM itu juga sebenarnya melakukan
ini ya apa namanya ee sidak tidak
langsung mungkin gitu ya namanya. Jadi
mereka membeli produk-produk ya makanan,
minuman, kosmetik apapun produk-produk
itu yang proses perizinan melalui BPOM
itu mereka sampling beli.
Hm.
Jadi mereka bukan ngambil karena mungkin
menjaga netralitas ya. Jadi mereka
sampling, beli dan kemudian ternyata
produk-produk ini tidak sesuai perizinan
atau
he
ee perizinannya sudah sesuai tapi
ternyata ee proses pembuatannya
menggunakan bahan yang tidak sesuai
misalnya seperti itu. Nah, nanti mereka
akan ada proses proses tindak lanjut.
Jadi seperti itu.
Jadi BPOM itu
ee rutin ya melakukan pemeriksaan gitu.
Siap. ini menurut saya menarik sekali ee
Pak Agung ya.
Jadi kalau melihat urgensinya legalitas
atau ee legalitas dan pajak tentunya ya
itu tidak hanya dari sudut pandang
regulasi pemerintah. Ternyata
kalau dulu mungkin regulasi pemerintah
ya Mas Hendra ya. Sekarang karena pemain
semakin banyak ini kompetitor juga
ngincer gitu loh. Dia juga nyari data
kita
kepo ngelihat gimana sepak terjang si
pengusaha itu gitu kan. Dan ini benar
dipecah legal kita pernah ada klien
seperti itu, Mas Cendra juga
ya dari ya satu kota di Jogja ya satu
apa namanya satu brand di Jogja itu juga
sama dia
gimana tuh
gimana Pak
Mas gimana problemnya seperti apa
problemnya tahu-tahu juga didatangi gitu
didatangi
petugas ya
BPOM juga
ada ada BPOM ada dari Dinas
Ketenagakerjaan itu kalau tidak salah
lah gitu ya. Itu sama jadi laporan dari
brand sebelah gitu.
Jadi tidak hanya dari sudut pandang oh
ini pemerintah ingin merapikan
pengusaha di lapangan tapi ternyata
kalau dari sudut pandang bisnisnya ini
juga persaingan begitu ya. Heeh.
Itu urgensinya. Jadi saat ini sudah
sampai seperti itu.
Oke, lanjut ke Pak Anang. dari segi apa
namanya
ee legalitas
kan pengusaha ini kan juga macam-macam
ya Mas ya. Ada UMKM, ada mungkin yang
sudah agak mulai gede atau bahkan yang
sudah gede.
Nah, ini legalitasnya apa aja sih yang
perlu dipersiapkan dari
pengusaha itu Mas?
Bisa dirinci itu apa, untuk apa begitu?
Yang pertama yang perlu sekali itu saat
ini ada NIB tentu ya. He.
Jadi nomor induk berusaha. He.
Terus kemudian juga ee kalau ee hemat
saya sejak bulan Oktober 2025 kemarin
itu banyak sekali regulasi yang berubah.
Bahkan kalau bikin NIB dulu itu kan
sederhana prosesnya cepat gitu
cuma daftar ee terus hanya dalam
hitungan jam itu keluar. Kalau sekarang
dicek macam-macam lokasinya juga sudah
mulai dicek gitu ya. ini area industri
atau enggak, berapa luasnya seperti itu.
Karena mungkin
ee pemerintah melihatnya ya wallahuam ya
kita
ya kita husnudan aja mungkin memang
pengin semakin banyaknya apa usaha mikro
yang di pasar ini menggeliat akhirnya
ini penginnya dirapikan gitu. Jadi
pertama tentunya NIB
terus kedua ada lagi yang izin
mendirikan bangunan itu.
Heeh. yang ada sekarang PT Perorangan,
PT Perseroan Terbatas itu sama CV itu
yang lain mungkin firma atau yang lain
itu kan bentuknya badan hukum yang untuk
kebutuhan yang lain ya. Kalau usaha itu
ya ada PT perorangan, perseroan terbatas
yang PT biasa itu sama CV.
Heeh. Heeh. Nah, ee yang kalau mau
ngebahas detail tentang ini tentu nanti
kita bawa pakarnya ya yang ee ada di
ranah kenotarisan sama ee mungkin
seorang lawyer nanti kita ajak untuk
ngobrol kan. Tapi menurut hemat kami
nanti ini bisa bertahap gitu ya. Ya
tentu sesuai visinya tadi. Kalau visinya
memang
sangat besar sekali dan action apa
bisnis plan-nya itu juga bisa dikatakan
liar gitu ya. Dia menggeliatnya liar
sekali bisa langsung PT tidak apa-apa
gitu. Tapi kalau masih pengin coba-coba
ini jalan enggak ya mungkin masuk ke CV
atau PT perorangan dulu begitu. Karena
kalau belum siap pengusaha itu untuk
jadi PT ya jangan karena regulasinya
cenderung ya dari satu sisi ada yang
bilang menguntungkan tapi ada point of
view lain yang bilang ini kurang
menguntungkan gitu. Jadi tergantung apa
niat niat bisnisnya itu loh sebesar apa.
Kalau katakanlah saya seorang awam gitu
Mas. Saya seorang awam terus kemudian
tanya sakjane PT itu buat apa ya?
Fungsinya apa sih buat kita gitu. CV itu
fungsinya apa buat kita gitu.
Nah, apa gitu, Mas?
Jadi sebenarnya gini, kalau PT
perorangan gitu ya kan ada PT
perorangan, ada PT, ada CV. Nah,
masing-masing ini dianggap badan hukum
begitu.
Nah, apakah perorangan seperti kita ini
misalkan ee bikin usaha terus kita di
tidak dianggap subjek hukum? Tetap tetap
dianggap subjek hukum kita. Hanya saja
ee biasanya para pengusaha itu membuat
usahanya PT apakah PT, apakah PT
Perangan, atau CV itu sesuai strateginya
gitu, Pak Agung. He.
Jadi kalau pengin misalkan strateginya
untuk menggait pangsa pasar lebih besar,
investor, go public IPO itu biasanya
langsung ke PT dia. He.
Tapi kalau masih skala kecil kan nanti
di apa kenotarisan itu kan ada kalau
skala bisnisnya sekian lebih baik jadi
ini. Kalau skala bisnisnya sekian lebih
baik jadi ini. Karena ada juga yang
tahu-tahu dia bikin PT ya langsung bikin
PT. ternyata pajaknya bagi dia keberatan
gitu ya. Terus regulasi-regulasinya bagi
dia masih memberatkan karena
ya kapasitas usahanya belum gede gitu.
Jadi yang saran saya untuk pengusaha ya
itu mulai belajar kan sekarang juga
informasi mudah diakses ya. He
ya, ada AI gitu ya, ada Chat GPT, ada
Gemini dan lain-lain itu bisa
belajar gitu ya, belajar ee yang
basic-basic gitu. Kalau mau
detail-detail dan yang sifatnya
birokratif tentu kita butuh konsultan
pasti gitu. Enggak enggak cukup dengan
AI gitu.
Itu jadi sarannya begitu.
Berarti kayak ibaratnya itu ee sebuah
badan ya. Jadi kalau apa ya kalau kita
ini kan
badan orang nih ya. I kita juga hukum
dan kita bisa memiliki banyak
badan-badan yang kemudian kita naungi
entah itu PT entah itu CV
ataupun perorangan. Cuma minimnya kalau
perorangan itu kan hanya satu ya satu
itu kan
satu orang satu PT perorangan
memang sebaiknya benar-benar
menyesuaikan dengan visinya gitu
yang tadi ya.
Iya. Jadi visinya terus strateginya dari
ee
0 sampai sekian ratus juta misalkan ini
mau berbentuk apa dan artinya di setiap
tangga level itu kan ada regulasi yang
akan
ee apa dikaitkan dengan bentuk badan
hukum tersebut gitu. He.
Nah, kalau yang paling terkenal atau
paling umum diketahui banyak pengusaha
itu biasanya kalau PT itu kalau kena
kasus itu ya PT-nya karena dianggap
independen.
Iya. Jadi ownernya atau pemegang
sahamnya tidak istilahnya itu kayak gak
katot diobok-obok gitu ya sama
ee pengadilan. Jadi kalau CV itu ya
kalau ada sengketa atau ada harta yang
disengketakan itu ya dikejar sampai ke
anaknya, ke istrinya kalau pengusahanya
sudah misalkan sudah naudubillah sudah
meninggal gitu. He he.
Sama perorangan pun juga mirip dengan
CV. Cuman memang satu orang ya. Kalau CV
kan bisa beberapa orang itu.
Iya. Iya. Iya.
Jadi jadi harus ee disesuaikan dengan
strategi bisnisnya gitu aja. Strategi
itu apa juga ada kaitannya sama strategi
perpajakan juga, Mas?
Tentu. Iya.
Hm.
Strategi pangsa pasar mau kayak apa,
skalanya mau kayak apa. Nah, tentu ini
tadi PT perorangan, PT sama CV ini ada
regulasinya sendiri-sendiri dia.
Kalau PT itu sekian persen, kalau PT
perorangan sekian persen dan seterusnya.
Begitu.
Iya. Jadi kalau setelah waktu apa
sebelum ketemu dengan Mas Anang dan juga
beberapa tim di bawahnya Mas Anang
kita kan agak sedikit was-was ya Mas ya
karena sudah mulai kena
surat cinta dari
sebenarnya sama-sama belajar Mas
sama-sama belajar gitu
dan kemudian hadirlah pecah legal yang
projek pertamanya yang dipecah legal
adalah kita sendiri
kita sendiri
ya jadi merapikan perpajakannya pecah
telur
dan alhamdulillah sekarang lebih
mendamaikan lah ya
jadi kita ee bisa bertumbuh tanpa worry.
Yes.
Kayak ibaratnya kita kayak sudah bayar
itu kayak udah plong gitu loh.
Heeh.
Wah, alhamdulillah aman gitu.
Sudah plong.
Jadi walaupun ternyata ada beberapa
ya beberapa pasal-pasal yang ternyata
itu meringankan dan kita enggak tahu,
Mas. Kalau kita seorang awam
iya betul.
Kita mungkin kan ee langsung datang ke
kantor pajak
itu kan banyak betul
ya bayar yang maksimal gitu loh.
Ternyata ada banyak pasal-pasal yang
meringankan. He.
Contoh ketika dia memiliki anak,
betul,
dia memiliki itu sudah berbeda, oh pakai
ini aja, pakai ini aja. Dan saya oh gitu
ya, gitu setelah diskusi dengan lawyer
di bawah naungan yang pecah legal itu.
Jadi alhamdulillah
dan kita sekarang juga mulai rajin, Mas.
Jadi bayarnya sudah bulanan.
Heh.
Biar bulanan. Terus kemudian nanti ee
kalau strategi yang kita terapkan kalau
ada salah satu usaha di bawah naungan
pecah telur grup yang kemudian menonjol
akan kita buatkan PT sendiri, Mas.
Jadi biar tidak kecampur dengan yang
lain. Jadi
itu juga strategi kita dalam dan itu
ternyata sah sahja boleh
menurut kenotarisan boleh. Perpajakan
juga enggak apa-apa.
Nah, itu nanti untuk usaha yang baru ini
nanti tinggal disesuaikan seperti apa ee
plannya seperti apa nanti kita
sesuaikan. Bahkan sampai ada kemudian
nanti ee yang akan bersifatnya itu yasan
untuk yang apa ee
kayak foundation gitu ya,
foundation dan sebagainya gitu. Jadi
semacam itulah. He.
Nah, begitu. Itu setelah banyak
berdiskusi dengan timnya Masang. Nah,
gitu.
Alhamdulillah gitu.
Nah, ee Mas Jendra.
Heeh. Ee berarti kasusnya yang jenengan
tadi akhirnya beres tuh punya BPOM dan
sekarang lebih enak gitu ya.
Iya ya. Secara
ee hati itu lebih enak ya cuman namanya
kita hidup di dalam rimba persaingan
atau rimba perang.
Pokoknya ngomong karo Mas Hendra ini
dunianya penuh strategi untuk
Iya. Heeh. Ya, sebenarnya sebenarnya sih
kita enggak gitu-gitu juga ya. Tapi yang
di sekeliling kita memperlakukan begitu
kepada kita sehingga kita ikut-ikut
bukan ikut-ikut kita defense. I
dunia persilatan ini. Jadi
setelah itu punya
Heeh.
Ya memang waktu dulu ya waktu dulu sudah
merasa oh ini sudah aman sudah enggak
akan mungkin ada apa-apa gitu. Tapi ya
ternyata setelah sekian tahun berjalan
ee
namanya dunia persaingan itu nak selesai
gitu. Jadi tetap aja ada yang coba-coba.
Jadi setelah itu tahun 2017
belum lama ini
kemarin berarti ya baru 2025 itu saya 6
bulan berturut-turut setiap bulan
digerebek polisi.
Masyaallah. dari Polda
Polda sekali ya. Polda sebenarnya dua
kali cuman waktu pertama datang tidak
ketemu siapa-siapa terus waktu datang
kedua baru ketemu terus akhirnya kita
diasih surat untuk BAP ke Polda.
Wah.
Terus yang kedua dari Polres itu dua
kali. Terus ada yang ngaku dari resm
Polri.
Waduh.
Itu terus ada dari Polsek gitu. Terus
ada dari apa nih yang polisi di
kelurahan itu apa kecamatan yang
keliling-keliling pakai motor itu loh
Babin.
Babin
itu juga ada yang datang.
Iya iya iya. Ada juga influencer dari
Jawa Tengah Pak Babin. Bukan itu ya.
Bukan itu.
Sesuai Babin beneran sesuai wilayahnya.
Nah itu
jedanya per bulan datang. Nah tapi
setiap kali kita tanya ee kenapa kita
didatangin? jawabnya karena ada yang
melaporkan. H
gitu. Nah, cuman kalau kita tanya siapa
yang melaporkan mereka mohon maaf tidak
bisa menginformasikan.
Betul
gitu. Nah,
ya alhamdulillah ya karena kita
perizinan lengkap gitu ya. Walaupun gini
ya
betul
ee
walaupun punya perizinan lengkap tetap
kekhawatiran itu ada
gitu ya. Karena
ee informasi yang kita dapatkan kan
kalau berurusan dengan polisi akan A, B,
C, D macam-macam gitu kan. Akhirnya kan
itu memunculkan ketakutan-ketakutan.
Jangan-jangan nanti begini an-tah begini
gitu.
Ee mereka
yang kita tahu selama ini adalah ee
polisi itu tuh mencari-cari kesalahan.
Ibarat kita
ee naik motor di jalan sudah pakai apa
sudah punya SIM, sudah pakai helm,
motornya lengkap, enggak ada apa.
Tapi bisa aja kita tetap kena tilang
karena
misalnya oh ternyata bautnya longgar,
Mas.
Gitu kan kita gak tahu loh. Nah,
baut longgar kena pasal apa gitu kan.
Iya, ada pasal yang al
baut harus kencang biar tidak jadi
safety enggak jadi bahaya gitu. atau
kaca spion miring ya kan kita gak tahu
toh
enggak sengaja se kanan belok kiri gitu.
Nah misalnya kayak gitu jadi ada
kekhawatiran itu saya waktu itu apalagi
tiap bulan seperti itu. Nah waktu
Polda datang ya kita menjelaskan ya BAP
dari pagi
sampai ee sekitar jam 09.00 sampai jam
10.00 dulu lah. He he.
Itu kurang lebih itu sampai sore itu
sekitar jam . lah mungkin jam . siang
kali ya.
Sear jam 2 itu di WAP ditanya jadi wah
waktu berangkat ke sana udah
yang dibayangan itu wah akan digebukin.
Iya iya iya
untuk ee kita apa ya? Tapi ternyata sih
gak ya. Ee alhamdulillah ya polisi yang
menangani saya itu ee
bukan oknum ya. Kebetulan
bukan oknum. Alhamdulillah saya dari
semua itu gak ketemu okno
alhamdulillah
dan juga ya itu ada kekhawatir wah ini
akan keluar uang
gitu karena dapat cerita di mana-mana
mereka k keluar sekian puluh juta,
sekian ratus jutaul
padahal ada yang izinnya lengkap dan
lain sebagainya dan saya juga lengkap.
Nah cuman memang waktu dapat digerebek
itu kan saya masuk dalam grup UMKM
kosmetik Jawa Tengah. He. Heeh.
Itu yang ada itu. Terus ada grup UMKM
kosmetik binaan ee Kementerian
Perindustrian dan Perdagangan itu.
Terus ada ee grup ee
apa namanya? UKM binaan BUMN. Nah, di
grup itu saya menceritakan
memberitahu bahwa saya dibut
barusan dikunjungi dari polisi
ee terus ini sudah ini ada mau
pemeriksaan
itu sebaiknya saya apa yang harus saya
lakukan
gitu. Nah, semuanya itu teman-teman di
dalam itu ee menyampaikan Mas kalau
memang izinnya lengkap kamu berusaha
untuk tidak keluar uang.
H
katanya gitu. Karena kalau sampai keluar
uang maka akan di istilah jawanya itu
dijagani.
Hm.
Jadi harus rutin setoran.
Iya. Harus rutin ini gitu ya.
Iya. Bahasa jawanya ditargeting
ya.
Heeh. Tapi kalau
sampean berhasil untuk tidak ngasih
insyaallah ee akan aman. Gak perlu
seperti itu. Nah, cuman sekali lagi
kondisi di sana ee kita gak tahu yang
datang itu oknum atau bukan.
Nah, kalau dia oknum, nah itu yang repot
kata mereka, gitu. Jadi, ya akhirnya
saya berdoa, "Ya Allah, semoga yang
datang ini bukan oknum,
gitu." Nah, akhirnya ya Allah memberi
pertolongan. Akhirnya yang datang itu
bukan oknum. Jadi
ee pemeriksaannya benar-benar ee
profesional ya. He.
Jadi proses ee validasi perizinan
legal-legalnya itu
asli atau tidak. Terus
ee
ee pertama ada enggak perizinannya?
Terus perizinannya lengkap enggak? Mulai
dari NIB sampai izin edar
itu diperiksa semua. He.
Setelah itu diperiksa. Nah, izin-izin ee
asli atau gak, legal atau gak, ee valid
atau gak. Nah, itu diperiksa semua.
Terus habis itu ee mereka minta semua
produk kita tuh diminta sama mereka. Ee
sampel masing-masing satu ee katanya
untuk diperiksa lab sih gitu. Ya udah
kita
bawa semua kasih terus pemeriksaan dari
pagi sampai sore itu ya. Alhamdulillah
setelah selesai pemeriksaan terus kita
ditinggal mungkin mereka diskusi ya di
ruang kanitnya.
Heeh. Gak lama kemudian ee tadinya ee
Kanitnya yang mau menemui cuman terus
waktu itu masih ada tamu. Akhirnya
wakilnya mungkin ya wakil dari Kanit itu
menemui kita bahwa dari hasil
pemeriksaan tidak ditemukan kesalahan.
Jadi
ee kita legal semua aman. Jadi
ee bisa pulang dan melanjutkan aktivitas
seperti biasa. Heeh.
Dan mereka memberikan apa namanya ya? Ee
ya kayak applause ya gitu ya atau apa
ya? Masyaallah. Selamat apresiasi
sudah menjadi UMKM yang baik, taat
hukum.
UMKM taat hukum.
Nah, dan waktu itu alhamdulillah sudah
lega.
Kirain sudah gak ada apa-apa. Ternyata 1
bulan datang
lagi
lagi tapi sudah bukan Polda
Fores. Hm. gitu
lebih artinya kan lebih bawahnya Polda
kan agak lebih tingkat provinsi Polres
kan tingkat kabupaten betul itu sama
datang katanya saya kita tanya ada
laporan warga
oh ada laporan lag
nah laporan kalau ada laporan orang nah
akhirnya terus diperiksa semua berkas ee
pabrik kita di dicekin satu-satu
ya dan alhamdulillah ya legal semuah
pokoknya
kita bisa membuktikan bahwa kita ee
usaha yang taat hukum, akhirnya mereka
pulang
gitu.
Nah, berapa waktu kemudian ee sebulan
kemudian
ee Polsek
kok lebih jadi ini dari turun dari
kecamatan dari tinggi habis itu ke
bawah-bawah gitu ya.
Heeh. Polsek. Nah, habis polsek
ee kalau polsek itu cuman datang ngobrol
di ruang tamu, enggak sempat periksa di
dalam. Oke.
Terus mereka ngundang ke
Babin tadi
ke Polsek. Ke polsek. Jadi kita datang
ke kantor
camatnya yang disuruh ke datang ke
kantor mereka.
Iya. Nah, terus di sana memberikan
penjelasan segala macam, ditanya-tanya
segala macam ya. Ingrasi gitulah.
Interogasi.
Iya. I
itu. Nah, alhamdulillah ya legal semua.
Terus dipersilakan pulang.
He.
Nah,
sebulan kemudian datang lagi yang Babin
itu.
Tapi kalau Babin itu cuman ngobrol di
kantor.
Heeh. Nah, terus ya cuman sebentar habis
itu dia pulang ya sama menyatakan bahwa
ada yang melaporkan.
He he he.
Nah, terus sebulan kemudian ada yang
datang mengaku dari mabes polri.
Naik lagi nih paling lebih naik daripada
Polda ini. Oke. Oke.
Ini berapa bulan sudah, Mas? Ini tadi
pokoknya kalau diurut setiap bulan
berarti mulai dari Juli mungkin ya,
Juli, Agustus, September, Oktober,
November. Allah atau pokoknya terakhir
itu Oktober. Terakhir Oktober itu
kita
yang mabes itu berarti yang terakhir
belum kan masih ada pores lagi sekarang
beda unit tapi jadi sama-sama pores tapi
beda unit
lages duluah diceritakan
nah Mabes itu ya sama ngaku dari Mabes
cuman ya saya heran kayaknya ini oknum
sih sebenarnya
oh yang dari Mabes itu oknum
soalnya enggak mungkinlah kalau kita PT
besar kayak karyawannya 10.000 R orang
ya toh kelasnya kita kayak e perusahaan
multinasional.
Oke.
Wajarlah Mers Polri turun
lah. Iki perusahaan seupil gitu loh.
Karyawan cuman berapa orang kok mabes
pori turun. Nah, cuman dilala pas dia
datang itu ya saya pas lagi luar kota
terus yang
di sana di Lala orangnya itu ya
bisa memberikan penjelasan lah yang apa
terus akhirnya dia pulang gitu. Nah,
terus ya saya berdoa kuat ya Allah
karena ini kelihatannya tanda-tandanya
oknum. He.
Jadi mohon ini di lindungi dari ini
gitu. Nah, alhamdulillah habis itu ya
gak ada kabar tapi gak tahu ya kalau
setelah nonton ini
orangnya nongol ini
itu terus datang ya enggak tahu
kayaknya nanti komen deh
Mas tunggu kamu
toong tolong ya komen ya yang
tulis di kolom komentar
yang mabes yang oknum mabes tadi komen
ya tolong ya
nah terus sebulan setelah itu datang
dari pores lagi tapi unit bed nah itu
penggerbak pemeriksaan jauh lebih
lebih ketat
lebih ketat lebih teliti sampai lebih
detail semua di bukan cuman data tapi
ruang apa semua diperiksa
ya alhamdulillah kembali legal apa semua
cuman memang waktu itu di pabrik kita
kan gak ada papa nama
karena ya merasa kan kita pabrik kecil
pabrik ecek-ecek lah gitu loh
ee jadi kita gak sampai kepikiran pakai
pa nama itu yang pertama terus yang
kedua ee perizinan kita awal itu
perseorangan
Oke.
Perseorangan belum badan hukum.
Jadi kalau mau ditulis di luar itu kan
seharusnya perusahaan nama saya gitu opo
gitu kan. Terus masa nama saya ditempel
di luar kan ya wagu gitu.
Jadi enggak enggak ditempel-tempel dan
kita ee karena pengin berkembang ya
pengin berkembang. Nah perizinan kita
kan sementara ini di BPOM itu golongan
B.
Heeh. Nah, golongan B itu ee ada
keterbatasan dalam perizinan. Jadi, kita
tidak bisa semua jenis kosmetik kita
produksi. Misalnya
kosmetik untuk digunakan oleh ee balita
itu kita gak boleh. Terus kosmetik yang
digunakan untuk ee misalnya sunscreen
kita gak boleh. Makanya ee kita punya
sunscreen tapi kita maklon di pabrik
lain
gitu. Jadi saking taat hukumnya, Heeh.
Heeh.
Kita enggak ee curi-curi kesempatan gitu
loh.
Gitu. Kalau dibilang gak boleh, ya kita
gak boleh. Jadi
terpaksa kita karena pengin punya
produknya walaupun tidak boleh kita
maklon di tempat lain.
Heeh.
Nah, cuman berdasarkan hitungan kita,
kita kan pabrik juga jadi tahu
hitungannya.
He.
Seharusnya ini separuh harga
gitu loh, harga HPP-nya. Tapi karena
maklon di sana, sana ambil untung ya
jadi dua kali lipat kan gitu. Enggak
apa-apa gitu.
Iya. Terus kita melihat penjualan ini
sudah mulai bagus. Nah, jadi kita pengin
ya bikin sendiri biar harga HPP-nya
turun bisa ditekan. Jadi kita
sekarang proses ee mengurus izin ke
golongan A.
Oke,
gitu. Nah, karena golongan A itu harus
badan hukum.
Pertama harus badan
CV atau PT gitu.
E CV atau PT. He.
Terus ee penanggung jawabnya harus sudah
apoteker. Kalau di kalau golongan B
penanggung jawabnya itu D3 farmasi
gitu. Nah, kalau
golongan A ee sarjana S1 farmasi
apoteker gitu. Nah, alhamdulillah.
Kenapa dulu cuman bisa B? Ya, karena
teman-teman sudah tahu cerita di video
yang dulu kan bahwa Fit Skin ini
dibangun dengan modal doa dan air mata.
Masuk masuk.
Jadi bukan dari modal uang,
doa dan air mata.
Doa dan air mata karena gak punya uang
kok jadi enggak sanggup bayar apoteker.
Nah, bahkan penanggung jawab kita yang
pertama yang D3 Farmasi ini 1 tahun
pertama enggak digaji loh.
He.
Karena pakai doa Allah menggerakkan
hatinya. Dia mau jadi karnya
e
Salina Herbal. Terus
dan dia pakai air dibayar pakai air
mata.
Dan dia
dia menangis maksudnya.
Iya betul. Dan dia bersedia tanpa digaji
setahun.
Dia tiap nang isternya enggak digaji
sebenarnya waktu ngobrol itu bukan
setahun sih, Mbak. Ee nanti setelah
tanda tangan kontrak gajiannya dimulai
kalau sudah ada penjualan. Nah,
penjualannya kapan belum tahu. Jadi,
jnya enggak jelas kapan mau mulai
gajian.
Alhamdulillah dia mau
gitu. Jadi kalau kita tapi-tapi yo
enggak gerak.
Iya. Jadi yang doa itu Mas Hendra, yang
air mata dia.
Iya, gitu. Alhamdulill.
Tapi ini menarik sekali ini anu Pak
Agung ya,
Mas Hendra ini
ee dengan skala bisnis beliau itu kuat
gitu loh meng-ghandle
tiap bulan didatangi itu.
Kalau kita mungkin sudah punya tim legal
sendiri itu. Nah,
ya saya kuat karena sebenarnya juga
punya tim gitu.
Saya anggota tim sebenarnya saya punya
ketua tim
itu Allah.
Masyaallah. Saya pakai doa. Jadi kalau
doa tadi, Mas.
Jadi kalau ada datang ya saya berdoa
kenceng. Ya Allah jagalah jagalah
jagalah hati gitu ya. Hatinya dia
maksudnya.
Jadi alhamdulillah bisa selesailah itu
persanto. Nah cuman memang
di
2022 Pak ya 23 ya kita punya kasus hukum
juga.
He
gitu loh. Jadi merek kita itu ada yang
niru.
Oke. Oke.
Sebelum masuk ke situ, Mas. Aku mau ada
cerita nih. Jadi
Heeh.
Ada cerita tentang seperti gasnya Mas
Hendra yang sering didatangi entah dia
adalah polisi beneran entah itu Polres
atau Polda atau
oknum.
Nah, ini memang ada beberapa case. Jadi
kan saya mulai membaur dengan
pengusaha-pengusaha dulu kan saya sibuk
syuting Mas ceritanya sibuk keliling Mas
Arang
keliling itu bikin video dokumental.
Alhamdulillah sudah ada tim maka saya
sering di rumah.
Heeh.
Sering di rumah. Saya membaur lagi
dengan komunitas. Heeh.
Yang paling aktif di sini itu komunitas
TDA, tangan di atas.
Heeh. Heeh.
Kemudian waktu Ramadan tahun lalu Idul
Fitri itu kita sering sharing-sharing
begitu. Nah, itu banyak cerita, "Mas,
Mas, pengusaha ini barusan kena
Heeh.
sekian rupiah. Yang ini lolos,
yang ini kena gitu." Wah, saya jadi
kayak
wah gitu ya, gitu. Nah, memang
kadang-kadang pengusaha itu kan
Heeh. opportunity apa diambil gitu loh,
Mas.
Iya, opportunis gitu ya.
Oportunis begitu ya.
Wah, ini harusnya ee gula rafinasi ini
oke
izin edarnya sampai wilayah ini. Tapi
dia wah sedikit kok di luar area kita
ada yang minta.
Heeh. Mau nambah sitik,
mau nambah sitik. Wah, itu jadi kemudian
kena
kena pasal pengedaran.
Heeh.
Ee di luar areanya.
Oh,
ada juga yang kayak macam-macam. Ada
juga yang paling baru ini, Mas. Yang
paling baru ini 2 bulan terakhir
ada seorang pengusaha lokal di sini di
Tulungagung. Dia mulai naik tuh
secara
naik daun lah.
Naik daun. Heeh.
Tiba-tiba kena dia. Entah dia dapat
laporan gak tahu siapa yang laporin
apakah kompetitor ataukah mungkin mulai
tercium oleh
pemerintahan.
Heeh. Heeh.
Nah, itu juga mulai akhirnya ada yang
datang Mas.
Ada yang datang kemudian dia lihat-lihat
wah ini enggak ada izinnya kurang
lengkap. Nah, akhirnya ya
jalan pintas. H.
Nah, akhirnya bayar gitu kena sekian
gitu.
Itu memang sebuah di di kita, Mas. Di
pengusaha-pengusaha itu saya enggak tahu
ini apakah cas-nya ini relate di
Jakarta, di kota-kota besar begitu.
Tapi ini di kampung itu di kota-kota
kecil gitu sangat
masif gitu loh. Sangat apa ya? Jadi
teman-teman sekarang itu mulai aware di
lingkungan saya itu yang mulai agak
gede-gede itu atau yang tiba-tiba enggak
sengaja gede. Ada loh
pengusaha memang awalnya itu kecil
dia itu enggak meniatkan gede tapi
qadarullah sama Allah dikasih gede. Nah
dia akhirnya juga untuk ngurus ee
legalitas dan sebagainya gitu.
Iya.
Nah jadi ya ya harus minimal pengetahuan
lah ya Mas Anang ya. Minimal belajar
nanti saat waktu yang tepat ya kita
harus mulai mengurus
karena memang memang enggak murah.
Heeh. He.
Ada biaya yang harus dikeluarkan dan
kalau sudah mengerus
Heeh.
Ada yang harus laporan tiap tahun yang
namanya perpajakan itu dan harus
laporan.
Iya.
Memang ini Pak Agung sebaiknya itu
namanya pengusaha kan harus punya ee
perencanaan gitu ya,
termasuk merencanakan resiko gitu loh.
Jadi kalau dia ada sesuatu itu ya enggak
terlalu syok gitu loh.
He.
Ee biasanya kan ee ibaratnya apa ya?
mencegah lebih baik daripada mengobati.
Itu kan kita sudah umum tahu sedia
payung sebelum hujan kan gitu ya.
Tentu kalau menangani efeknya itu ya
kayak pengusaha jadi pemadam kebakaran
gitu loh.
Tapi kan kalau saran saya pengusaha ya
bagaimanapun juga jangan membiarkan api
ini timbul gitu supaya tenang gitu
jalannya terencana terplanning gitu. Itu
kalau ee menurut saya seperti itu gitu.
Siap. Siap. Jadi enggak enggak apa ya
istilahnya reaktif gitu, tapi melakukan
langkah-langkah antisipatif gitu, Mas
Hendra.
Kalau tahu-tahu didatangi itu kan
cenderung kita ee takut terus reaktif,
syok gitu kan, panik apalagi latah gitu
kan, akhirnya enggak bisa berpikir
jernih. Jadi sebaiknya memang ya mulai
nguliklah, mulai nyari informasi, mulai
belajar karena video-video tentang
perpajakan juga banyak gitu seperti itu.
Oke, kita mulai masuk ke haki ini kita
hak intelektual
properti
hak kekayaan intelektual.
Hak intelektual. Jadi itu juga penting,
Mas. Jadi memang juga ini kalau tentang
izin itu sangat penting dan bisa sangat
ee apa menjadi sebuah senjata bagi
kompetitor.
He.
Hak ini jauh lebih penting.
Karena kalau kita
sudah terkenal nama kita dicek belum
dihakiin. Nama kita dihakiin orang.
Nah, gitu kan. Nah, ini hak ini juga
malah harus menurut saya kalau saya
sendiri ya strategi saya
kalau bikin usaha
saya bikin haki dulu.
Haki dulu. Heeh.
Haki dulu. Kalau toh kalau belum ada
badannya, belum ada CV atau PT-nya, atas
nama pribadi dulu.
Nah, nanti kalau sudah ada PT-nya kita
badanin, kita migrasilah ya. Begitu ya,
Mas Indra ya. He, kurang lebih begitu.
Lanjut, Mas. Kayaknya tadi mau cerita
tentang haki tadi.
Nah, ini tahun 2023 ada kejadian haki
ya.
Heeh.
Tahu-tahu lagi browsing-browsing
internet lah gitu ya. terus ketemu loh
memang ee jadi produknya tuh
mirip ya. Jadi misalnya merek saya
ee aku kamu
gitu dia bikin aku dan kamu.
Oh ada selisih dannya di situ.
Iya ada kata dan di situ.
Nah aku
konsultasi ya mencari informasi terus di
Oh itu di somasi.
H
betul. He.
Nah, terus kita mencoba somasi
ee terus ee setelah somasi kita
melakukan banding ke Menkumham.
Heeh. Heeh.
Gitu. Kita mengirim surat banding ke
Menkumham
dan dari berbagai macam proses itu di
awal ee kita menang di Menkumham.
H. He.
Jadi ee alhamdulillah merek dia ditolak
statusnya gitu loh. Nah, cuman ya
mungkin kalau kali ini aku agak apes ini
agak apes dan mungkin ketemu oknum ya.
Nah, ketemu oknum di oknum di Menkumham
dan seperti apa dan aku juga sebenarnya
sudah mencari pasal-pasal tentang haki
ini. Bagaimana sih tingkat
perlindungannya tuh seperti apa gitu.
Dan berdasarkan pasal yang saya
ketemukan itu gak boleh gitu loh. Bunyi
yang sama walaupun
tulis hurufnya beda tapi bunyinya sama
pun gak boleh
gitu. Apalagi ini yang dua kata pokoknya
sama.
Heeh. Cuma selisih dan aja.
Cuman selisih dan dan itu kan hanya kata
bantu. Heeh.
Heeh. Kata sambung gitu ya.
Iya. Kata sambung yang seharusnya
berdasarkan pasal-pasal yang berlaku tuh
sudah gak boleh. Tapi karena di sana ada
oknum dan musuh saya ini mungkin uangnya
banyak
lebih gede uangnya.
Uangnya banyak akhirnya atau dia punya
pengaruh
jadi antara dua itu atau dua-duanya. He.
Uangnya banyak punya pengaruh atau
uangnya banyak mencari orang yang
berpengaruh kan gitu.
Atau dia berpengaruh
yang bisa mempengaruhi yang lain.
Akhirnya tahu-tahu berapa bulan kemudian
statusnya berubah terdaftar.
Oh, awalnya tertolak.
Tertolak
gituah. Terus saya konsultasi ternyata
dibilang memang boleh di saat secara
aturan hukum tuh itu memungkinkan karena
dia masih punya ee hak banding. Di saat
tertolak itu dia punya hak banding. Nah,
waktu dia banding tapi kan seharusnya
orang bagian pemeriksa itu sudah jelas
tahu bahwa menurut pasal ini sudah gak
bisa. Jadi harusnya tetap ditolak
tapi kok bisa jadi diterima gitu. Nah,
jadi saya mencurigai
ada oknum,
ada oknum. Terus waktu proses di sana,
habis itu di Menkonham bilang, "Sekarang
sudah tidak bisa ee kita mau banding
lagi." Oh, enggak bisa, Mas.
Jadi proses di Menkumham sudah selesai.
Kalau masih enggak terima ke pengadilan.
H
h
gitu.
Ke pengadilan niaga, ya. Betul.
Iya, pengadilan Niaga.
Heeh.
Nah, terus wah aku gak pernah berusahan
dengan pengadilan ya. Jadi enggak
mudeng. akhirnya mencari bantuan tim
lah, lawyer, lawyer begitu berkonsultasi
dengan lawyer.
Terus akhirnya dengan pengalaman mereka
dicarilah ee jadi menurut lawyer itu
kita menyerang berbagai macam sisi gitu
sarannya mereka gitu. Jadi kita cari
lagi hal-hal lain dia lemahnya apa dan
ternyata dia enggak punya izin edar.
Hm.
Gitu. Akhirnya kita laporkanlah ke pores
Jakarta sanalah gitu ya. Kita laporan ke
Pores Jakarta.
Kayaknya ini balas dedam. Tadi yang
dilaporin sekarang kita melaporkan.
Iya lah. Bisa jadi dia yang ngelaporin
aku di 202
nanti tulis di kolom komentar ya.
2023 kita laporin dia diperiksa tapi
sayangnya dia rumah dan tempat usahanya
tuh sepertinya berbeda. Nah, yang
didatangin itu rumahnya karena yang aku
punya rumah alamat rumahnya.
He
gitu. ee melihat dari alamat yang
tercantum di periziran haki kan gitu.
Nah, di sana gak ditemukan bukti. Terus
habis itu ya kelanjutannya sudah gak
tahu. Terus
jadi habisnya ya sudah lumayan banyak
ya. ya, transparatsi bira-biri ee apa
namanya membayar lawyer ya
lumayan banyaklah untuk ukur-ukuran
UKM usaha kecil-kecilan gini itu sudah
sangat istilahnya udah
ee modal besar itu gitu.
He heeh.
Nah, terus di situ gak ada kejelasan.
Terus akhirnya ee udahlah kita serang di
pengadilan
gitu. Terus ke pengadilan. di pengadilan
bilang gini, "Mas, kalau kamu mau perang
di pengadilan, napasmu seberapa panjang
gitu?"
"Wah, seberapa panjang ini gimana
maksudnya?"
Heeh. Heeh.
Yo,
tenaga, waktu, pikiran, dan uang.
Betul
gitu. Kalau tenaga, waktu,
wah ini ketnya enggak memungkinkan.
Kalau aku sibuk ngurus ini, usahaku
enggak keurus lah. UKM kan itu masih
eh CEO ya,
Safe everything officer.
Safe everything officer. Everything
officer gitu toh.
Jadi pendelegasian belum penuh. Jadi
kalau ditinggal ngurus ini ya usahanya
malah bangkrut gitu.
Iya. Ya Allah.
Nah, jadi malah ini tetap maju tapi
usaha bisa ada kemungkinan tutup karena
enggak keur.
Heeh.
Terus
e itu tenaga dan waktu. Terus uang tanya
untuk sampai rampung keputusan
yang sudah tidak bisa diganggu gulat itu
istilahnya berkekuatan tetap itu butuh
uang berapa? Ya berdasarkan pengalaman
itu kurang lebih 5 miliar.
Uh.
Hm.
Oke. Terus waktunya berapa lama? Ya bisa
antara satu sampai tidak terhingga. Oh,
karena itu nanti dari pengadilan tingkat
pertama terus nanti kalau kini menang
sana gak terima banding
terus atau sebaliknya sana menang sini
gak terima banding lagi banding lagi
banding lagi sampai nanti terakhir di
Mahkamah Agung
gitu. Nah jadi biaya 5 miliar itu ya
saya gak tahu ya itu apakah untuk biaya
ke oknum
heeh
biar kita jadi menang atau biaya
operasional sampai menang.
H
gitu. Jadi biaya untuk bayar pengacara
dan operasional aku wira-wiri Jakarta
Semarang. Terus saya dalam hati, Nek,
saya punya 5 miliar, lebih baik saya
biarin merek ini. Saya bikin merek baru
lah. 5 miliar saya pakai buat bayar
endorse
5 miliar itu misalnya endorse yang
nilainya R juta satu orang sudah berapa
ratus orang ni mereknya sudah bisa lebih
terkenal dari yang di
diculik ini yang diseketakan ini.
Jadi menurut saya enggak masuk di akal
ini diperjuangkan.
Heeh. Heeh. Heeh. saya untuk
diperjuangkan gitu. Itu jadi nah itu pun
gini, saya bisa begitu ee karena punya
pengalaman sebelumnya. Kalau misalnya
saya tidak punya pengalaman sebelumnya,
yang main itu ego,
emosi, pasti akan kejar,
gak urusan ini, pokoknya saya harus
menang. Tapi karena saya punya
pengalaman sebelumnya yang bikin saya
bangkrut gitu, jadi saya bangkrut itu
karena ego yang main. Karena berdasarkan
hitungan sebenarnya
ee penipuan ini gak usah dikejar, biarin
aja. Saya seharusnya balik ngurusi usaha
yang ada yang jalan. Heeh. He
gitu. Nah, karena ego yo enggak mau tahu
ini pokoknya uangnya harus balik. Jadi
wira-wiri ngurus segala macam. Akhirnya
usaha yang jalan ini enggak keur. Nah,
karena enggak keur
H
akhirnya lama-lama dipermainkan
karyawan, akhirnya amburadul terus
sampai akhirnya pendapatannya menurun
dan enggak mampu memperpanjang kontrak,
meremajakan mesin dan lain-lain.
Akhirnya tutup. Heeh. He.
Karena uangnya sudah habis buat
ngejar-ngejar.
I toh. Nah, saya juga berpikir ini saya
ngejar-ngejar 5 miliar
nanti baliknya belum tentu 5 miliar.
Betul. Heeh. Heeh.
Itu jadi saya pikir, "Ah, sudahlah
urusan ini serahkan sama Allah."
Betul
gitu. Jadi tidak semua ee persoalan itu
harus kita paksa selesai di dunia.
Waduh.
Waduh,
ini kuat kayak, "Hei kamu, saya tunggu
di akhirat.
Saya pakai sidangnya Allah langsung."
Allahu Akbar.
Ingat tenan.
Iya. Iya, betul. Jadi
berat ya. Semua pahalamu akan aku minta,
semua dosaku akan aku kasih ke kamu
untuk mengganti kerugianku. Kamu
mengambil merekku.
Itu wis tak titen ini.
Iya iya iya.
Aku akan fight di akhirat tapi di dunia
biarin nikmati monggo silakan nikmati
gitu.
Masyaallah.
Iya. Jadi kalau urusan sama legalitas
memang ada kan sangat quote dari Prof
Mfood yang sangat terkenal ya. He.
Kalau kita kehilangan sapi satu,
Heeh.
Kemudian kita memperjuangkan kita lapor
di pengadilan katakanlah atau dilapor di
polisi kemudian masuk
bisa sekadang
bisa kehilangan lima sapi untuk worus
itu gitu loh. Jadi memang ya ada kalanya
ada kalanya ketika kita ada problem
Heeh.
hukum ya kita memang harus legowo. Kalau
kita enggak legowo kita bisa kehilangan
lebih banyak. H.
Nah itu tapi yang minimal kan kita
jangan yang
kena hukum gitu. Iya betul. Kita enggak
kena hukum. itu kita ee dengan perkuat
dengan legalitas tadi.
Iya. Nah, makanya ee kita sebagai UMKM
yang akan bertumbuh memang legalitas itu
sangat penting.
Yang sudah punya legalitas aja dikerjain
apalagi enggak punya legalitas.
Betul. Sasaran empuk
bagi siapapun. I
sansak itu istilahnya
enggak bisa ngelawan kan.
Iya. Mau gimana itu
sansak semuanya gitu.
Kemarin ada juga ini kasus terakhir
bukan kasus ya ee ada seorang influencer
lokal sekelas Tulungagung.
Dia telepon saya WA, "Mas, pecah telur
ada izin enggak?" "Ah, Mas. Memang kita
dari awal kita kita daftarin izinnya."
Heeh.
Saya saya ee harus ngurus izin enggak,
Mas? Dia influencer lokal kayak
katakanlah ada kan di kota apa
katakanlah kuliner apa nama itu atau
ee FYP kota tersebut kan gitu kan.
Oh, oke eng. Kalau sampean mau apa ya
mau enggak ribet ya enggak usah enggak
usah ngurus kan enggak ribet itu pun
juga kecil kan
ee hanya lokalan
kota gitu lokalan kabupaten.
He
ya enak enggak usah ngurus perpajakan
enggak enggak ngurus lapor pajak tiap
tahun enggak usah bikin pendaftaran
izin. Tapi kalau mau aman
Heeh.
harus pakai izin, Mas. Karena apa?
Karena kadang-kadang postingan kita itu
ada yang menyinggung siapa gitu loh.
He.
Walaupun kita merasa tidak menyinggung
atau tidak berniat.
Enggak berniat menjing tapi ternyata itu
kadang-kadang juga bikin ulah.
Dan kadang-kadang yang tersinggung itu
punya saudara
Heeh.
di TNI misalnya atau di intinya
birokrasi begitu loh. Wah itu kalau kita
enggak punya izin masalah.
Iya.
Nah, kita pokoknya kena samsak itu tadi.
Iya. Terus juga masalah gini, kalau kita
enggak punya perizinan, jadi sebenarnya
kita sudah menutup pintu keberuntungan.
Ah, gimana?
Menutup peluang.
Menutup peluang. Heeh. Heeh. Heeh.
Kalau kita tiba-tiba ya walaupun mungkin
influencer tingkat desa, tapi kan
media sosial itu kita gak tahu
algoritmanya. Suatu saat keberuntungan
bisa FYP.
Dengan FYP terus akhirnya kita dapat
peluang tawaran apa, tapi enggak ada
perizinan enggak bisa lanjut.
Iya, betul. Iya toh gak jadi enggak jadi
dapat proyeknya
gitu. Nah tapi kalau kita siap tahu-tahu
itu datang
ya berarti perusa usaha yang tadinya
tingkat ya jangankan tingkat tingkat RT
itu tahu-tahu bisa nasional gituah
seperti Mas Agung
dulu bikin pecah telur kan
Heeh.
nyangka enggak bisa segini gitu loh.
Paling kan dulu yang penting ada yang
nonton syukur gitu ya. Kalau dulu kan
ibarat kita ada yang nonton, kita dapat
pendapatan dari YouTube Adsen itu senang
ternyata peluangnya lebih gede. Tadi
kata Mas benar. Jadi ee kita enggak bisa
membatasi algoritma juga ternyata
tersebar luas
dan kita dapat mulai dapat ee klien yang
besar ada ya. Nah, ternyata gini, Mas.
Kalau kita enggak ngurus ee enggak
ngurus badan entah itu PT atau CV,
He.
Pajak yang ke kita subjeknya lebih besar
daripada
PT atau CV.
Nah, gitu. Dulu kita katakanlah
aman-aman aja nih. Kita awal-awal dapat
dari PT, Mas. Dari PT Gede gitu
katakanlah endor begitu ya. Dia bayar ke
kita. Dia kan lapor pajak, Mas.
Heeh. Heeh.
Kita enggak lapor pajak. Akhirnya kita
tercatat tuh satu poin. He.
Ada di nama kita di perpajakan sini
Tulungagung
muncul sekali tidak bayar pajak. Itu
ternyata dibiarin sama petugas pajak.
Jadi kayak di HP itu muncul notif. Oh
centing.
Iya.
Oh ini Ono satu. Oh biarin dulu. sekali
ter kan kita enggak tahu ya munculnya
diam.
Heeh.
Setelah 3 tahun Mas
yang centing-centing itu sudah 100 kali
itu banyak.
Nah ini wis wayahe wayahe.
Wah itu surat cinta kita gitu loh. Dan
ternyata ketika kita seorang personal
tidak badan ternyata lebih besar. Nah
sejak itulah kita mulai sadar dan
bertaubat
muncullah pecah legal.
Begitulah cerita kita hari ini.
Kurang lebih ya. Begitu ya. Saya sepakat
tadi menutup pintu apa, Mas tadi?
Keberuntungan. Apa? Keberuntungan ya?
Karena keberuntungan kan
datang kepada yang siap kan. Iya kan?
Kalau enggak legal berarti kan enggak
siap kan tadi
ee apa influencer lokal ternyata viral
sampai nasional dan internasional tapi
enggak punya kesiapan ya enggak jadi kan
gitu ya maksudnya.
Tapi kacaunya lagi gini
ya Allah Engkau tidak hadir. Aku sudah
berdoa enggak enggak kau kabulkan.
Misalnya Allah bisa muncul, dia bilang,
"Eh, sudah tak kabulkan." Tapi kamu
enggak bisa nerima ini.
Kapasitasmuak
enggak persiapan
kan bisa gitu toh maksudnya dianalogikan
ke omongan manusia lah gitu. Betul betul
gitu.
Jadi kan kalau kata orang, kata orang
itu kan momentum itu
adalah ketemunya
persiapan sama peluang. I.
Nah, kalau ada peluang datang tadi kata
Mas Indra kita menutup pintu
keberuntungan itu bahasa yang anak-anak
ng sekarang momentum
momentum
kita kehilangan momentum atau katakanlah
sudut pandangnya agak religi rezeki itu
adalah
peluang sama persiapan juga
ya kita dapat peluang
ternyata kita enggak
dapat tuh heeh
enggak akhirnya kita enggak enggak ada
persiapan akhirnya rezekinya terlewat.
Nah, gitu
jadi ya kita harus persiapan.
Heeh.
Betul. Mas Anang. Nah, ini siap.
Ee terakhir, pertanyaan terakhir ini.
Oke.
Ee dipecah legal bisa ngelayanin apa
aja? Nah,
ee dipecah legal insyaallah bisa
melayani hampir semua persoalan ini ya
hukum ya. tentu ya perpajakan,
pendampingan pajak, legalitas ya, PT CV,
PT perorangan,
Irma, yayasan juga bisa juga advokasi
hukum untuk UMKM. Jadi ada kita ada
advokat, ada lawyer yang bisa
ee membantu gitu ya. Jika ada case-kase
tertentu UMKM ingin ee dientaskan gitu.
Itu kurang lebih seperti itu untuk pecah
legal.
Mantap.
He.
Kalau yang anu Mas yang best seller Mas,
di pecah legal apa? yang bestseller hari
ini pendampingan pajak sih.
Alhamdulillah di pendampingan pajak.
Terus yang kedua itu CV.
Pembuatan CV.
Iya. Heeh. Pembuatan CV
dua item itu ya.
Pendampingan pajak sama pembuat ee
pembuatan CV.
Pembuatan CV
dan CV kita bisa melayani seluruh
Indonesia.
Iya, bisa melayani seluruh Indonesia.
Nanti ada tim kita, tim legal kita yang
siap meng-ghandle itu semuanya gitu.
Jadi, pajak itu kan sekarang harus ee
apa bulanan. Ada juga yang tahunan Mas
ya. Jadi itu kayak dibantuin untuk
mengisi begitu ya
atau seperti apa
membantu
administrasinya begitu ya.
Jadi kan banyak UMKM yang kalau bahasa
saya itu
tim konsultan kita tuh kayak penerjemah
gitu loh. Jadi
Kakan ada orang datang ke kantor pajak
itu
kayak datang ke negara asing gitu Mas
Hendra di sana
bahasanya enggak ngerti. Iya, bahasanya
kita belum pernah kenal sebelumnya,
istilah-istilahnya asing gitu. Nah,
adanya konsultan itu membantu
menterjemahkan oh ini maksudnya apa sih
gitu ya. Oh, pasal yang ini nanti bisa
meringankan atau memberatkan seperti
itu. Nanti dibantu oleh ee tim
konsultannya gitu.
Mantap.
Begitu.
Jadi slogan waktu itu ee slogannya Mas
Ana yang kemudian saya approve adalah
kita ingin membuat pengusaha itu menjadi
lebih tenang.
Nah, gitu. Jadi biar mereka fokus omset,
fokus inovasi, urusan gitu-gitu serahkan
ke ahlinya.
Ke ahlinya. Insyaallah kita bantuin
sampai tuntas, sampai tenang. Jadi
mereka enggak usah worry,
no worry atau worry free.
Terima kasih teman-teman saya yang
jauh-jauh datang dari Semarang dan juga
Masyaallah makasih.
Paling jauh juga dari
Sama-sama. Terima kasih Tulungagung.
Tulungagung.
Ini tetangga saya ini benar-benar
tetangga.
Tetangga desa.
Masyaallah. Terima kasih, Teman-teman.
Kita juga tetangga, tetangga provinsi.
Iya.
Sudah mampir dipecah telur, Teman-teman.
Ee kalau yang memiliki permasalahan
tentang legal, pajak nanti jangan worry
untuk
Heeh.
ee langsung kontak pecah legal.
Insyaallah
iya
ingin membantu teman-teman semua
menjadi lebih
tenanglah hidupnya gitu.
Heeh.
Thank you teman-teman. See you
teman-teman. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.