Jangan Remehkan Hal Ini Jika Ingin Bisnismu Lebih Besar!
e1WBAJhxovw • 2026-01-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Biasanya para pengusaha itu membuat usahanya apakah PT, apakah PT Perangan, atau CV itu sesuai strateginya gitu, Pak Agung. Walaupun punya perizinan lengkap tetap kekhawatiran itu ada karena ee informasi yang kita dapatkan kan kalau berurusan dengan polisi akan A, B, C, D macam-macam gitu kan. Akhirnya kan itu memunculkan ketakutan-ketakutan. Jangan-jangan nanti begini yang kita tahu selama ini adalah ee polisi itu tuh mencari-cari kesalahan. Kalau kamu mau perang di pengadilan, napasmu seberapa panjang? Ya, berdasarkan pengalaman itu kurang lebih 5 miliar. Hei, kamu, saya tunggu di akhirat. Saya pakai sidangnya Allah langsung. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang teman-teman saya, pengusaha hebat. Masyaallah. Amin. Amin. Amin. Oke. Ee Mas, jadi sengaja ee kita mau mengundang teman-teman mau membahas legalitas. Jadi yang di mana sebenarnya isu tentang legalitas ini menjadi isu yang perdebatan. Jadi haruskah seorang pengusaha itu harus memiliki legalitas ataukah nanti dulu atau bahkan menghindari begitu. Jadi saya kita ingin membahas tentang itu plus minusnya begitu. biar teman-teman kita ee penonton pecah telur itu teredukasi tentang legalitas begitu. Oke, dari Mas Anang dulu silakan perkenalan duluah Mas Anang. Mas Anang siapa? Perkenalkan nama saya Muhammad Anang Arif. Kita ee dari pecah legal ya. Dari pecah legal salah satu divisi bisnis gitu ya, cabang ee dari pecah telur juga. Jadi kita ada di bawah naungan pecah telur. Salah satu anak perusahaan pecah telur seperti itu. Kalau yang sebelah sini saya kira sudah banyak kenal ya. Mungkin malah sudah bosan berkali-kali muncul. Siapa tahu pecah telur ada penonton baru. Eah. Jadi saya Hendra Dinata gitu. Sampai saat ini videonya Mas Ind ini masih yang tertinggi di pecah. Masyaallah. Keren, keren, keren. Jadi teman-teman ya klik channel pecah telur, lihat video, klik teratas. Jadi masih videonya Mas Indra. Alhamdulillah dikasih keberkahan. Oke, Mas. Jadi menurut sudut pandang Mas Anang gitu ya, ee penting enggak sih pengusaha memiliki legalitas? Baik. Ee saya pakai paradigma berpikir gini ya. Jadi kalau ngebahas tentang legalitas itu penting enggak sih gitu ya? Itu tergantung dari visi dari pengusaha itu menurut saya. Kalau visinya cuma pedagang kaki lima gitu misalkan ya. He. Ya enggak penting-penting amat gitu loh kalau ngurus legalitas, ngurus pajak. Tapi kalau visinya besar, pengin go nasional, go internasional, apalagi terus pengin scale up gitu ya, mengalihkan penghasilannya dari bisnis itu. Pengin kebermanfaatan dari bisnis itu lebih luas lagi. Tentu ya harus melek segera melek legalitas dan pajak begitu. Karena sangat impossibel untuk bisa naik level. Pasti ada kesandung-sandung gitu, kesandung peraturan. A tersandung peraturan B tersandung izin A tersandung izin B seperti itu, Pak Agung. Itu iya dan apa memberikan ee pendapat yang berbeda. Jadi ketika waktu itu katakanlah ya ini I dari pecah telur dulu ini casnya pecah telur yang dulu awalnya youtuber kampung kemudian mulai dapat projek-projek dari katakanlah pemerintahan, kementerian dan sebagainya itu memang harus punya legalitas. Nah, gitu. Jadi dan kita mulai mengurus. Nah, itu jadi memang ya betul ya tergantung inginnya skala apa. Kalau skala kampung aja ya enggak perlu se ngurus-ngurus gitu. Betul. Nah, gitu. Berarti artinya berarti kalau enggak punya legalitas kalau dan visinya gede itu bisa kehilangan potensi untuk membesar begitu ya. Ya tentu tentu. Pertama kehilangan potensi terus kedua ya siapa sih yang mau kucing-kucingan gitu ya? Heeh. Scale up sih bisa, tapi kalau istilah kami dulu itu kayak Naruto ya, kayak shobi gitu loh. Sembunyi terus gitu. Sampai kapan ee kuat atau sampai kapan sembunyi terus gitu. Padahal ya kalau menurut keyakinan saya itu seharusnya sesuatu yang baik itu kan terbuka gitu ya. go public open gitu loh. Nah, bagaimana kita bisa open kalau gak legal kan begitu gitu Pakung. Oke. Berarti ini senada juga dengan data di BPS Mas bahwasanya menyebutkan 7 sampai 10% UMKM itu yang mendapatkan peluang secara apa ya ibaratnya itu yang hanya mendapatkan peluang untuk mendapatkan peluang di program-program pemerintahan atau menjadi ee sub apa? supplier supplier di beberapa Heeh market minimarket atau supermarket yang prospek begitu ya karena mereka memiliki legal itu hanya 7 sampai 10% berarti 90% yang lainnya tertutup akses itu tertutup bagi mereka. Heeh. Nah ini saya mau ke Mas Hendra nih. Jadi Mas Hendra ini kan selama aku mengenal di Masindra H itu termasuk ee pengusaha yang sangat apa-apa itu izinnya dulu. Bahkan waktu itu pernah kita mau bikin usaha bareng, Mas. Ini diurus dulu ini haginya, kemudian legalitasnya. Itu perspektifmu yo apa, Mas? Ee ya sebenarnya kalau dari awal ya, kalau dari awal ya mungkin sama seperti pengusaha lainnya ya, pengusaha kampung lainnya. Ee buat apa ngurus izin, repot dan segala macam. Nah, cuman kan sekarang itu ee tingkat persaingannya semakin tinggi gitu. Otomatis ee kompetitor yang memantau kita bukan cuman pemerintahan tapi kompetitor. Iya. He he. Betul. Betul. Akhirnya kompetitornya kan mencari kelemahan kita melihat kita punya kelemahan di mana. Heeh. Nah, kalau dia kita punya kelemahan di bidang legal, nah itu cukup fatal ya. Nah, itu terjadi sama ee usaha saya di tahun 2017 kalau gak salah. He. Nah, waktu itu kita penjualannya sudah mulai bagus. Nah, kebetulan itu ada teman yang kerja sama pintar jualan online yang dari tadinya cuman berapa ratus botol per bulan sampai berapa ribu botol per bulan. Nah, karena sudah mulai ribuan kan otomatis di online itu sudah mulai ee beriak lah istilahnya. Heeh. Heeh. Ramai begitu ya. Ramai dibicarakan. Ramai dibicarakan. Nah, kemudian ada brand lokal yang ternyata merasa kita mengambil pelanggannya, pangsa pasarnya. Pangsa pasarnya mulai terganggu ini dia. Iya, terganggu. Nah, dia ngecek kita enggak ada izin BPOM. Nah, produk kita, akun-akun kita difoto, diapture, dikirim ke BPOM. Nah, terus BPOM langsung menindaklanjuti kan kita digerebeklah bahasa istilah kerennya gitu. Didatangin, diperiksa, dicek dan gak ada izin ya akhirnya dipaksa tutup. Kalau Nah, cuman kita waktu itu beruntung ya. Beruntungnya itu yang datang hanya orang BPOM. H. He. Jadi orang BPOM itu tidak langsung masuk kepada ee proses hukum. Dia ee mencoba ee apa objektif lah. Objektif diperiksa dan dia pengin memastikan bahwa ee produk ini aman, tidak ada bahan-bahan berbahaya dan lain sebagainya. Ee baru dia menentukan tindakannya mau apa. H gitu. Nah, kalau ada bahan berbahaya atau apa mungkin dia akan apa menggunakan jalur hukum. Cuman waktu itu karena dia kecek kita adalah memang produk lokal murni dan kita mengangkat tentang budaya bangsa dan itu juga menjadi sebuah program pemerintah yang pengin mengangkat UKM dan budaya bangsa itu untuk maju. Nah, karena sejalan. Nah, cuman kelemahan kita enggak ada izin. Nah, akhirnya kita disupport dijadikan UMKM binaan sama BPOM. Oh, malah gitu ya. Iya. Heeh. Nah, yang apesnya itu kalau datangnya bersama polisi atau kompetitor kita ngelapornya ke polisi. Nah, kalau polisi yang datang mereka ya kalau sekarang saya kurang tahu ya. Cuman mungkin di waktu-waktu itu kalau namanya polisi berarti tindak lanjutnya kan ke proses hukum. Betul. He. Nah, kalau bidang kosmetik proses hukumnya itu jika enggak punya izin edar itu masuk pidana. Wah, lumayan berat berarti. Terhitung pidana. He. Karena membahayakan ya. Iya. Mungkin termasuk yang membahayakan gitu. Nah, jadi ya alhamdulillah saya termasuk yang beruntung hanya yang datang hanya BPOM dan setelah proses ee pemeriksaan itu kita dianggap UKM yang ee perlu diangkat. Nah, akhirnya kita dijadikan binaan dan di-support proses perizinannya untuk BPOM itu. Untuk BPOM itu. Berarti ee BPOM itu juga punya kuasa untuk ngecek langsung ke lapangan ya, Mas? Iya, ngecek langsung. Dan kalau sekarang tuh setelah saya jadi binaan kan banyak mengikuti kegiatan BPOM, sering diundang-undang untuk ikut-ikut pelatihan, ikut ee pameran dan lain-lain gitu dari BPOM. Nah, itu ya dapat-dapat cerita bahwa BPOM itu juga sebenarnya melakukan ini ya apa namanya ee sidak tidak langsung mungkin gitu ya namanya. Jadi mereka membeli produk-produk ya makanan, minuman, kosmetik apapun produk-produk itu yang proses perizinan melalui BPOM itu mereka sampling beli. Hm. Jadi mereka bukan ngambil karena mungkin menjaga netralitas ya. Jadi mereka sampling, beli dan kemudian ternyata produk-produk ini tidak sesuai perizinan atau he ee perizinannya sudah sesuai tapi ternyata ee proses pembuatannya menggunakan bahan yang tidak sesuai misalnya seperti itu. Nah, nanti mereka akan ada proses proses tindak lanjut. Jadi seperti itu. Jadi BPOM itu ee rutin ya melakukan pemeriksaan gitu. Siap. ini menurut saya menarik sekali ee Pak Agung ya. Jadi kalau melihat urgensinya legalitas atau ee legalitas dan pajak tentunya ya itu tidak hanya dari sudut pandang regulasi pemerintah. Ternyata kalau dulu mungkin regulasi pemerintah ya Mas Hendra ya. Sekarang karena pemain semakin banyak ini kompetitor juga ngincer gitu loh. Dia juga nyari data kita kepo ngelihat gimana sepak terjang si pengusaha itu gitu kan. Dan ini benar dipecah legal kita pernah ada klien seperti itu, Mas Cendra juga ya dari ya satu kota di Jogja ya satu apa namanya satu brand di Jogja itu juga sama dia gimana tuh gimana Pak Mas gimana problemnya seperti apa problemnya tahu-tahu juga didatangi gitu didatangi petugas ya BPOM juga ada ada BPOM ada dari Dinas Ketenagakerjaan itu kalau tidak salah lah gitu ya. Itu sama jadi laporan dari brand sebelah gitu. Jadi tidak hanya dari sudut pandang oh ini pemerintah ingin merapikan pengusaha di lapangan tapi ternyata kalau dari sudut pandang bisnisnya ini juga persaingan begitu ya. Heeh. Itu urgensinya. Jadi saat ini sudah sampai seperti itu. Oke, lanjut ke Pak Anang. dari segi apa namanya ee legalitas kan pengusaha ini kan juga macam-macam ya Mas ya. Ada UMKM, ada mungkin yang sudah agak mulai gede atau bahkan yang sudah gede. Nah, ini legalitasnya apa aja sih yang perlu dipersiapkan dari pengusaha itu Mas? Bisa dirinci itu apa, untuk apa begitu? Yang pertama yang perlu sekali itu saat ini ada NIB tentu ya. He. Jadi nomor induk berusaha. He. Terus kemudian juga ee kalau ee hemat saya sejak bulan Oktober 2025 kemarin itu banyak sekali regulasi yang berubah. Bahkan kalau bikin NIB dulu itu kan sederhana prosesnya cepat gitu cuma daftar ee terus hanya dalam hitungan jam itu keluar. Kalau sekarang dicek macam-macam lokasinya juga sudah mulai dicek gitu ya. ini area industri atau enggak, berapa luasnya seperti itu. Karena mungkin ee pemerintah melihatnya ya wallahuam ya kita ya kita husnudan aja mungkin memang pengin semakin banyaknya apa usaha mikro yang di pasar ini menggeliat akhirnya ini penginnya dirapikan gitu. Jadi pertama tentunya NIB terus kedua ada lagi yang izin mendirikan bangunan itu. Heeh. yang ada sekarang PT Perorangan, PT Perseroan Terbatas itu sama CV itu yang lain mungkin firma atau yang lain itu kan bentuknya badan hukum yang untuk kebutuhan yang lain ya. Kalau usaha itu ya ada PT perorangan, perseroan terbatas yang PT biasa itu sama CV. Heeh. Heeh. Nah, ee yang kalau mau ngebahas detail tentang ini tentu nanti kita bawa pakarnya ya yang ee ada di ranah kenotarisan sama ee mungkin seorang lawyer nanti kita ajak untuk ngobrol kan. Tapi menurut hemat kami nanti ini bisa bertahap gitu ya. Ya tentu sesuai visinya tadi. Kalau visinya memang sangat besar sekali dan action apa bisnis plan-nya itu juga bisa dikatakan liar gitu ya. Dia menggeliatnya liar sekali bisa langsung PT tidak apa-apa gitu. Tapi kalau masih pengin coba-coba ini jalan enggak ya mungkin masuk ke CV atau PT perorangan dulu begitu. Karena kalau belum siap pengusaha itu untuk jadi PT ya jangan karena regulasinya cenderung ya dari satu sisi ada yang bilang menguntungkan tapi ada point of view lain yang bilang ini kurang menguntungkan gitu. Jadi tergantung apa niat niat bisnisnya itu loh sebesar apa. Kalau katakanlah saya seorang awam gitu Mas. Saya seorang awam terus kemudian tanya sakjane PT itu buat apa ya? Fungsinya apa sih buat kita gitu. CV itu fungsinya apa buat kita gitu. Nah, apa gitu, Mas? Jadi sebenarnya gini, kalau PT perorangan gitu ya kan ada PT perorangan, ada PT, ada CV. Nah, masing-masing ini dianggap badan hukum begitu. Nah, apakah perorangan seperti kita ini misalkan ee bikin usaha terus kita di tidak dianggap subjek hukum? Tetap tetap dianggap subjek hukum kita. Hanya saja ee biasanya para pengusaha itu membuat usahanya PT apakah PT, apakah PT Perangan, atau CV itu sesuai strateginya gitu, Pak Agung. He. Jadi kalau pengin misalkan strateginya untuk menggait pangsa pasar lebih besar, investor, go public IPO itu biasanya langsung ke PT dia. He. Tapi kalau masih skala kecil kan nanti di apa kenotarisan itu kan ada kalau skala bisnisnya sekian lebih baik jadi ini. Kalau skala bisnisnya sekian lebih baik jadi ini. Karena ada juga yang tahu-tahu dia bikin PT ya langsung bikin PT. ternyata pajaknya bagi dia keberatan gitu ya. Terus regulasi-regulasinya bagi dia masih memberatkan karena ya kapasitas usahanya belum gede gitu. Jadi yang saran saya untuk pengusaha ya itu mulai belajar kan sekarang juga informasi mudah diakses ya. He ya, ada AI gitu ya, ada Chat GPT, ada Gemini dan lain-lain itu bisa belajar gitu ya, belajar ee yang basic-basic gitu. Kalau mau detail-detail dan yang sifatnya birokratif tentu kita butuh konsultan pasti gitu. Enggak enggak cukup dengan AI gitu. Itu jadi sarannya begitu. Berarti kayak ibaratnya itu ee sebuah badan ya. Jadi kalau apa ya kalau kita ini kan badan orang nih ya. I kita juga hukum dan kita bisa memiliki banyak badan-badan yang kemudian kita naungi entah itu PT entah itu CV ataupun perorangan. Cuma minimnya kalau perorangan itu kan hanya satu ya satu itu kan satu orang satu PT perorangan memang sebaiknya benar-benar menyesuaikan dengan visinya gitu yang tadi ya. Iya. Jadi visinya terus strateginya dari ee 0 sampai sekian ratus juta misalkan ini mau berbentuk apa dan artinya di setiap tangga level itu kan ada regulasi yang akan ee apa dikaitkan dengan bentuk badan hukum tersebut gitu. He. Nah, kalau yang paling terkenal atau paling umum diketahui banyak pengusaha itu biasanya kalau PT itu kalau kena kasus itu ya PT-nya karena dianggap independen. Iya. Jadi ownernya atau pemegang sahamnya tidak istilahnya itu kayak gak katot diobok-obok gitu ya sama ee pengadilan. Jadi kalau CV itu ya kalau ada sengketa atau ada harta yang disengketakan itu ya dikejar sampai ke anaknya, ke istrinya kalau pengusahanya sudah misalkan sudah naudubillah sudah meninggal gitu. He he. Sama perorangan pun juga mirip dengan CV. Cuman memang satu orang ya. Kalau CV kan bisa beberapa orang itu. Iya. Iya. Iya. Jadi jadi harus ee disesuaikan dengan strategi bisnisnya gitu aja. Strategi itu apa juga ada kaitannya sama strategi perpajakan juga, Mas? Tentu. Iya. Hm. Strategi pangsa pasar mau kayak apa, skalanya mau kayak apa. Nah, tentu ini tadi PT perorangan, PT sama CV ini ada regulasinya sendiri-sendiri dia. Kalau PT itu sekian persen, kalau PT perorangan sekian persen dan seterusnya. Begitu. Iya. Jadi kalau setelah waktu apa sebelum ketemu dengan Mas Anang dan juga beberapa tim di bawahnya Mas Anang kita kan agak sedikit was-was ya Mas ya karena sudah mulai kena surat cinta dari sebenarnya sama-sama belajar Mas sama-sama belajar gitu dan kemudian hadirlah pecah legal yang projek pertamanya yang dipecah legal adalah kita sendiri kita sendiri ya jadi merapikan perpajakannya pecah telur dan alhamdulillah sekarang lebih mendamaikan lah ya jadi kita ee bisa bertumbuh tanpa worry. Yes. Kayak ibaratnya kita kayak sudah bayar itu kayak udah plong gitu loh. Heeh. Wah, alhamdulillah aman gitu. Sudah plong. Jadi walaupun ternyata ada beberapa ya beberapa pasal-pasal yang ternyata itu meringankan dan kita enggak tahu, Mas. Kalau kita seorang awam iya betul. Kita mungkin kan ee langsung datang ke kantor pajak itu kan banyak betul ya bayar yang maksimal gitu loh. Ternyata ada banyak pasal-pasal yang meringankan. He. Contoh ketika dia memiliki anak, betul, dia memiliki itu sudah berbeda, oh pakai ini aja, pakai ini aja. Dan saya oh gitu ya, gitu setelah diskusi dengan lawyer di bawah naungan yang pecah legal itu. Jadi alhamdulillah dan kita sekarang juga mulai rajin, Mas. Jadi bayarnya sudah bulanan. Heh. Biar bulanan. Terus kemudian nanti ee kalau strategi yang kita terapkan kalau ada salah satu usaha di bawah naungan pecah telur grup yang kemudian menonjol akan kita buatkan PT sendiri, Mas. Jadi biar tidak kecampur dengan yang lain. Jadi itu juga strategi kita dalam dan itu ternyata sah sahja boleh menurut kenotarisan boleh. Perpajakan juga enggak apa-apa. Nah, itu nanti untuk usaha yang baru ini nanti tinggal disesuaikan seperti apa ee plannya seperti apa nanti kita sesuaikan. Bahkan sampai ada kemudian nanti ee yang akan bersifatnya itu yasan untuk yang apa ee kayak foundation gitu ya, foundation dan sebagainya gitu. Jadi semacam itulah. He. Nah, begitu. Itu setelah banyak berdiskusi dengan timnya Masang. Nah, gitu. Alhamdulillah gitu. Nah, ee Mas Jendra. Heeh. Ee berarti kasusnya yang jenengan tadi akhirnya beres tuh punya BPOM dan sekarang lebih enak gitu ya. Iya ya. Secara ee hati itu lebih enak ya cuman namanya kita hidup di dalam rimba persaingan atau rimba perang. Pokoknya ngomong karo Mas Hendra ini dunianya penuh strategi untuk Iya. Heeh. Ya, sebenarnya sebenarnya sih kita enggak gitu-gitu juga ya. Tapi yang di sekeliling kita memperlakukan begitu kepada kita sehingga kita ikut-ikut bukan ikut-ikut kita defense. I dunia persilatan ini. Jadi setelah itu punya Heeh. Ya memang waktu dulu ya waktu dulu sudah merasa oh ini sudah aman sudah enggak akan mungkin ada apa-apa gitu. Tapi ya ternyata setelah sekian tahun berjalan ee namanya dunia persaingan itu nak selesai gitu. Jadi tetap aja ada yang coba-coba. Jadi setelah itu tahun 2017 belum lama ini kemarin berarti ya baru 2025 itu saya 6 bulan berturut-turut setiap bulan digerebek polisi. Masyaallah. dari Polda Polda sekali ya. Polda sebenarnya dua kali cuman waktu pertama datang tidak ketemu siapa-siapa terus waktu datang kedua baru ketemu terus akhirnya kita diasih surat untuk BAP ke Polda. Wah. Terus yang kedua dari Polres itu dua kali. Terus ada yang ngaku dari resm Polri. Waduh. Itu terus ada dari Polsek gitu. Terus ada dari apa nih yang polisi di kelurahan itu apa kecamatan yang keliling-keliling pakai motor itu loh Babin. Babin itu juga ada yang datang. Iya iya iya. Ada juga influencer dari Jawa Tengah Pak Babin. Bukan itu ya. Bukan itu. Sesuai Babin beneran sesuai wilayahnya. Nah itu jedanya per bulan datang. Nah tapi setiap kali kita tanya ee kenapa kita didatangin? jawabnya karena ada yang melaporkan. H gitu. Nah, cuman kalau kita tanya siapa yang melaporkan mereka mohon maaf tidak bisa menginformasikan. Betul gitu. Nah, ya alhamdulillah ya karena kita perizinan lengkap gitu ya. Walaupun gini ya betul ee walaupun punya perizinan lengkap tetap kekhawatiran itu ada gitu ya. Karena ee informasi yang kita dapatkan kan kalau berurusan dengan polisi akan A, B, C, D macam-macam gitu kan. Akhirnya kan itu memunculkan ketakutan-ketakutan. Jangan-jangan nanti begini an-tah begini gitu. Ee mereka yang kita tahu selama ini adalah ee polisi itu tuh mencari-cari kesalahan. Ibarat kita ee naik motor di jalan sudah pakai apa sudah punya SIM, sudah pakai helm, motornya lengkap, enggak ada apa. Tapi bisa aja kita tetap kena tilang karena misalnya oh ternyata bautnya longgar, Mas. Gitu kan kita gak tahu loh. Nah, baut longgar kena pasal apa gitu kan. Iya, ada pasal yang al baut harus kencang biar tidak jadi safety enggak jadi bahaya gitu. atau kaca spion miring ya kan kita gak tahu toh enggak sengaja se kanan belok kiri gitu. Nah misalnya kayak gitu jadi ada kekhawatiran itu saya waktu itu apalagi tiap bulan seperti itu. Nah waktu Polda datang ya kita menjelaskan ya BAP dari pagi sampai ee sekitar jam 09.00 sampai jam 10.00 dulu lah. He he. Itu kurang lebih itu sampai sore itu sekitar jam . lah mungkin jam . siang kali ya. Sear jam 2 itu di WAP ditanya jadi wah waktu berangkat ke sana udah yang dibayangan itu wah akan digebukin. Iya iya iya untuk ee kita apa ya? Tapi ternyata sih gak ya. Ee alhamdulillah ya polisi yang menangani saya itu ee bukan oknum ya. Kebetulan bukan oknum. Alhamdulillah saya dari semua itu gak ketemu okno alhamdulillah dan juga ya itu ada kekhawatir wah ini akan keluar uang gitu karena dapat cerita di mana-mana mereka k keluar sekian puluh juta, sekian ratus jutaul padahal ada yang izinnya lengkap dan lain sebagainya dan saya juga lengkap. Nah cuman memang waktu dapat digerebek itu kan saya masuk dalam grup UMKM kosmetik Jawa Tengah. He. Heeh. Itu yang ada itu. Terus ada grup UMKM kosmetik binaan ee Kementerian Perindustrian dan Perdagangan itu. Terus ada ee grup ee apa namanya? UKM binaan BUMN. Nah, di grup itu saya menceritakan memberitahu bahwa saya dibut barusan dikunjungi dari polisi ee terus ini sudah ini ada mau pemeriksaan itu sebaiknya saya apa yang harus saya lakukan gitu. Nah, semuanya itu teman-teman di dalam itu ee menyampaikan Mas kalau memang izinnya lengkap kamu berusaha untuk tidak keluar uang. H katanya gitu. Karena kalau sampai keluar uang maka akan di istilah jawanya itu dijagani. Hm. Jadi harus rutin setoran. Iya. Harus rutin ini gitu ya. Iya. Bahasa jawanya ditargeting ya. Heeh. Tapi kalau sampean berhasil untuk tidak ngasih insyaallah ee akan aman. Gak perlu seperti itu. Nah, cuman sekali lagi kondisi di sana ee kita gak tahu yang datang itu oknum atau bukan. Nah, kalau dia oknum, nah itu yang repot kata mereka, gitu. Jadi, ya akhirnya saya berdoa, "Ya Allah, semoga yang datang ini bukan oknum, gitu." Nah, akhirnya ya Allah memberi pertolongan. Akhirnya yang datang itu bukan oknum. Jadi ee pemeriksaannya benar-benar ee profesional ya. He. Jadi proses ee validasi perizinan legal-legalnya itu asli atau tidak. Terus ee ee pertama ada enggak perizinannya? Terus perizinannya lengkap enggak? Mulai dari NIB sampai izin edar itu diperiksa semua. He. Setelah itu diperiksa. Nah, izin-izin ee asli atau gak, legal atau gak, ee valid atau gak. Nah, itu diperiksa semua. Terus habis itu ee mereka minta semua produk kita tuh diminta sama mereka. Ee sampel masing-masing satu ee katanya untuk diperiksa lab sih gitu. Ya udah kita bawa semua kasih terus pemeriksaan dari pagi sampai sore itu ya. Alhamdulillah setelah selesai pemeriksaan terus kita ditinggal mungkin mereka diskusi ya di ruang kanitnya. Heeh. Gak lama kemudian ee tadinya ee Kanitnya yang mau menemui cuman terus waktu itu masih ada tamu. Akhirnya wakilnya mungkin ya wakil dari Kanit itu menemui kita bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kesalahan. Jadi ee kita legal semua aman. Jadi ee bisa pulang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Heeh. Dan mereka memberikan apa namanya ya? Ee ya kayak applause ya gitu ya atau apa ya? Masyaallah. Selamat apresiasi sudah menjadi UMKM yang baik, taat hukum. UMKM taat hukum. Nah, dan waktu itu alhamdulillah sudah lega. Kirain sudah gak ada apa-apa. Ternyata 1 bulan datang lagi lagi tapi sudah bukan Polda Fores. Hm. gitu lebih artinya kan lebih bawahnya Polda kan agak lebih tingkat provinsi Polres kan tingkat kabupaten betul itu sama datang katanya saya kita tanya ada laporan warga oh ada laporan lag nah laporan kalau ada laporan orang nah akhirnya terus diperiksa semua berkas ee pabrik kita di dicekin satu-satu ya dan alhamdulillah ya legal semuah pokoknya kita bisa membuktikan bahwa kita ee usaha yang taat hukum, akhirnya mereka pulang gitu. Nah, berapa waktu kemudian ee sebulan kemudian ee Polsek kok lebih jadi ini dari turun dari kecamatan dari tinggi habis itu ke bawah-bawah gitu ya. Heeh. Polsek. Nah, habis polsek ee kalau polsek itu cuman datang ngobrol di ruang tamu, enggak sempat periksa di dalam. Oke. Terus mereka ngundang ke Babin tadi ke Polsek. Ke polsek. Jadi kita datang ke kantor camatnya yang disuruh ke datang ke kantor mereka. Iya. Nah, terus di sana memberikan penjelasan segala macam, ditanya-tanya segala macam ya. Ingrasi gitulah. Interogasi. Iya. I itu. Nah, alhamdulillah ya legal semua. Terus dipersilakan pulang. He. Nah, sebulan kemudian datang lagi yang Babin itu. Tapi kalau Babin itu cuman ngobrol di kantor. Heeh. Nah, terus ya cuman sebentar habis itu dia pulang ya sama menyatakan bahwa ada yang melaporkan. He he he. Nah, terus sebulan kemudian ada yang datang mengaku dari mabes polri. Naik lagi nih paling lebih naik daripada Polda ini. Oke. Oke. Ini berapa bulan sudah, Mas? Ini tadi pokoknya kalau diurut setiap bulan berarti mulai dari Juli mungkin ya, Juli, Agustus, September, Oktober, November. Allah atau pokoknya terakhir itu Oktober. Terakhir Oktober itu kita yang mabes itu berarti yang terakhir belum kan masih ada pores lagi sekarang beda unit tapi jadi sama-sama pores tapi beda unit lages duluah diceritakan nah Mabes itu ya sama ngaku dari Mabes cuman ya saya heran kayaknya ini oknum sih sebenarnya oh yang dari Mabes itu oknum soalnya enggak mungkinlah kalau kita PT besar kayak karyawannya 10.000 R orang ya toh kelasnya kita kayak e perusahaan multinasional. Oke. Wajarlah Mers Polri turun lah. Iki perusahaan seupil gitu loh. Karyawan cuman berapa orang kok mabes pori turun. Nah, cuman dilala pas dia datang itu ya saya pas lagi luar kota terus yang di sana di Lala orangnya itu ya bisa memberikan penjelasan lah yang apa terus akhirnya dia pulang gitu. Nah, terus ya saya berdoa kuat ya Allah karena ini kelihatannya tanda-tandanya oknum. He. Jadi mohon ini di lindungi dari ini gitu. Nah, alhamdulillah habis itu ya gak ada kabar tapi gak tahu ya kalau setelah nonton ini orangnya nongol ini itu terus datang ya enggak tahu kayaknya nanti komen deh Mas tunggu kamu toong tolong ya komen ya yang tulis di kolom komentar yang mabes yang oknum mabes tadi komen ya tolong ya nah terus sebulan setelah itu datang dari pores lagi tapi unit bed nah itu penggerbak pemeriksaan jauh lebih lebih ketat lebih ketat lebih teliti sampai lebih detail semua di bukan cuman data tapi ruang apa semua diperiksa ya alhamdulillah kembali legal apa semua cuman memang waktu itu di pabrik kita kan gak ada papa nama karena ya merasa kan kita pabrik kecil pabrik ecek-ecek lah gitu loh ee jadi kita gak sampai kepikiran pakai pa nama itu yang pertama terus yang kedua ee perizinan kita awal itu perseorangan Oke. Perseorangan belum badan hukum. Jadi kalau mau ditulis di luar itu kan seharusnya perusahaan nama saya gitu opo gitu kan. Terus masa nama saya ditempel di luar kan ya wagu gitu. Jadi enggak enggak ditempel-tempel dan kita ee karena pengin berkembang ya pengin berkembang. Nah perizinan kita kan sementara ini di BPOM itu golongan B. Heeh. Nah, golongan B itu ee ada keterbatasan dalam perizinan. Jadi, kita tidak bisa semua jenis kosmetik kita produksi. Misalnya kosmetik untuk digunakan oleh ee balita itu kita gak boleh. Terus kosmetik yang digunakan untuk ee misalnya sunscreen kita gak boleh. Makanya ee kita punya sunscreen tapi kita maklon di pabrik lain gitu. Jadi saking taat hukumnya, Heeh. Heeh. Kita enggak ee curi-curi kesempatan gitu loh. Gitu. Kalau dibilang gak boleh, ya kita gak boleh. Jadi terpaksa kita karena pengin punya produknya walaupun tidak boleh kita maklon di tempat lain. Heeh. Nah, cuman berdasarkan hitungan kita, kita kan pabrik juga jadi tahu hitungannya. He. Seharusnya ini separuh harga gitu loh, harga HPP-nya. Tapi karena maklon di sana, sana ambil untung ya jadi dua kali lipat kan gitu. Enggak apa-apa gitu. Iya. Terus kita melihat penjualan ini sudah mulai bagus. Nah, jadi kita pengin ya bikin sendiri biar harga HPP-nya turun bisa ditekan. Jadi kita sekarang proses ee mengurus izin ke golongan A. Oke, gitu. Nah, karena golongan A itu harus badan hukum. Pertama harus badan CV atau PT gitu. E CV atau PT. He. Terus ee penanggung jawabnya harus sudah apoteker. Kalau di kalau golongan B penanggung jawabnya itu D3 farmasi gitu. Nah, kalau golongan A ee sarjana S1 farmasi apoteker gitu. Nah, alhamdulillah. Kenapa dulu cuman bisa B? Ya, karena teman-teman sudah tahu cerita di video yang dulu kan bahwa Fit Skin ini dibangun dengan modal doa dan air mata. Masuk masuk. Jadi bukan dari modal uang, doa dan air mata. Doa dan air mata karena gak punya uang kok jadi enggak sanggup bayar apoteker. Nah, bahkan penanggung jawab kita yang pertama yang D3 Farmasi ini 1 tahun pertama enggak digaji loh. He. Karena pakai doa Allah menggerakkan hatinya. Dia mau jadi karnya e Salina Herbal. Terus dan dia pakai air dibayar pakai air mata. Dan dia dia menangis maksudnya. Iya betul. Dan dia bersedia tanpa digaji setahun. Dia tiap nang isternya enggak digaji sebenarnya waktu ngobrol itu bukan setahun sih, Mbak. Ee nanti setelah tanda tangan kontrak gajiannya dimulai kalau sudah ada penjualan. Nah, penjualannya kapan belum tahu. Jadi, jnya enggak jelas kapan mau mulai gajian. Alhamdulillah dia mau gitu. Jadi kalau kita tapi-tapi yo enggak gerak. Iya. Jadi yang doa itu Mas Hendra, yang air mata dia. Iya, gitu. Alhamdulill. Tapi ini menarik sekali ini anu Pak Agung ya, Mas Hendra ini ee dengan skala bisnis beliau itu kuat gitu loh meng-ghandle tiap bulan didatangi itu. Kalau kita mungkin sudah punya tim legal sendiri itu. Nah, ya saya kuat karena sebenarnya juga punya tim gitu. Saya anggota tim sebenarnya saya punya ketua tim itu Allah. Masyaallah. Saya pakai doa. Jadi kalau doa tadi, Mas. Jadi kalau ada datang ya saya berdoa kenceng. Ya Allah jagalah jagalah jagalah hati gitu ya. Hatinya dia maksudnya. Jadi alhamdulillah bisa selesailah itu persanto. Nah cuman memang di 2022 Pak ya 23 ya kita punya kasus hukum juga. He gitu loh. Jadi merek kita itu ada yang niru. Oke. Oke. Sebelum masuk ke situ, Mas. Aku mau ada cerita nih. Jadi Heeh. Ada cerita tentang seperti gasnya Mas Hendra yang sering didatangi entah dia adalah polisi beneran entah itu Polres atau Polda atau oknum. Nah, ini memang ada beberapa case. Jadi kan saya mulai membaur dengan pengusaha-pengusaha dulu kan saya sibuk syuting Mas ceritanya sibuk keliling Mas Arang keliling itu bikin video dokumental. Alhamdulillah sudah ada tim maka saya sering di rumah. Heeh. Sering di rumah. Saya membaur lagi dengan komunitas. Heeh. Yang paling aktif di sini itu komunitas TDA, tangan di atas. Heeh. Heeh. Kemudian waktu Ramadan tahun lalu Idul Fitri itu kita sering sharing-sharing begitu. Nah, itu banyak cerita, "Mas, Mas, pengusaha ini barusan kena Heeh. sekian rupiah. Yang ini lolos, yang ini kena gitu." Wah, saya jadi kayak wah gitu ya, gitu. Nah, memang kadang-kadang pengusaha itu kan Heeh. opportunity apa diambil gitu loh, Mas. Iya, opportunis gitu ya. Oportunis begitu ya. Wah, ini harusnya ee gula rafinasi ini oke izin edarnya sampai wilayah ini. Tapi dia wah sedikit kok di luar area kita ada yang minta. Heeh. Mau nambah sitik, mau nambah sitik. Wah, itu jadi kemudian kena kena pasal pengedaran. Heeh. Ee di luar areanya. Oh, ada juga yang kayak macam-macam. Ada juga yang paling baru ini, Mas. Yang paling baru ini 2 bulan terakhir ada seorang pengusaha lokal di sini di Tulungagung. Dia mulai naik tuh secara naik daun lah. Naik daun. Heeh. Tiba-tiba kena dia. Entah dia dapat laporan gak tahu siapa yang laporin apakah kompetitor ataukah mungkin mulai tercium oleh pemerintahan. Heeh. Heeh. Nah, itu juga mulai akhirnya ada yang datang Mas. Ada yang datang kemudian dia lihat-lihat wah ini enggak ada izinnya kurang lengkap. Nah, akhirnya ya jalan pintas. H. Nah, akhirnya bayar gitu kena sekian gitu. Itu memang sebuah di di kita, Mas. Di pengusaha-pengusaha itu saya enggak tahu ini apakah cas-nya ini relate di Jakarta, di kota-kota besar begitu. Tapi ini di kampung itu di kota-kota kecil gitu sangat masif gitu loh. Sangat apa ya? Jadi teman-teman sekarang itu mulai aware di lingkungan saya itu yang mulai agak gede-gede itu atau yang tiba-tiba enggak sengaja gede. Ada loh pengusaha memang awalnya itu kecil dia itu enggak meniatkan gede tapi qadarullah sama Allah dikasih gede. Nah dia akhirnya juga untuk ngurus ee legalitas dan sebagainya gitu. Iya. Nah jadi ya ya harus minimal pengetahuan lah ya Mas Anang ya. Minimal belajar nanti saat waktu yang tepat ya kita harus mulai mengurus karena memang memang enggak murah. Heeh. He. Ada biaya yang harus dikeluarkan dan kalau sudah mengerus Heeh. Ada yang harus laporan tiap tahun yang namanya perpajakan itu dan harus laporan. Iya. Memang ini Pak Agung sebaiknya itu namanya pengusaha kan harus punya ee perencanaan gitu ya, termasuk merencanakan resiko gitu loh. Jadi kalau dia ada sesuatu itu ya enggak terlalu syok gitu loh. He. Ee biasanya kan ee ibaratnya apa ya? mencegah lebih baik daripada mengobati. Itu kan kita sudah umum tahu sedia payung sebelum hujan kan gitu ya. Tentu kalau menangani efeknya itu ya kayak pengusaha jadi pemadam kebakaran gitu loh. Tapi kan kalau saran saya pengusaha ya bagaimanapun juga jangan membiarkan api ini timbul gitu supaya tenang gitu jalannya terencana terplanning gitu. Itu kalau ee menurut saya seperti itu gitu. Siap. Siap. Jadi enggak enggak apa ya istilahnya reaktif gitu, tapi melakukan langkah-langkah antisipatif gitu, Mas Hendra. Kalau tahu-tahu didatangi itu kan cenderung kita ee takut terus reaktif, syok gitu kan, panik apalagi latah gitu kan, akhirnya enggak bisa berpikir jernih. Jadi sebaiknya memang ya mulai nguliklah, mulai nyari informasi, mulai belajar karena video-video tentang perpajakan juga banyak gitu seperti itu. Oke, kita mulai masuk ke haki ini kita hak intelektual properti hak kekayaan intelektual. Hak intelektual. Jadi itu juga penting, Mas. Jadi memang juga ini kalau tentang izin itu sangat penting dan bisa sangat ee apa menjadi sebuah senjata bagi kompetitor. He. Hak ini jauh lebih penting. Karena kalau kita sudah terkenal nama kita dicek belum dihakiin. Nama kita dihakiin orang. Nah, gitu kan. Nah, ini hak ini juga malah harus menurut saya kalau saya sendiri ya strategi saya kalau bikin usaha saya bikin haki dulu. Haki dulu. Heeh. Haki dulu. Kalau toh kalau belum ada badannya, belum ada CV atau PT-nya, atas nama pribadi dulu. Nah, nanti kalau sudah ada PT-nya kita badanin, kita migrasilah ya. Begitu ya, Mas Indra ya. He, kurang lebih begitu. Lanjut, Mas. Kayaknya tadi mau cerita tentang haki tadi. Nah, ini tahun 2023 ada kejadian haki ya. Heeh. Tahu-tahu lagi browsing-browsing internet lah gitu ya. terus ketemu loh memang ee jadi produknya tuh mirip ya. Jadi misalnya merek saya ee aku kamu gitu dia bikin aku dan kamu. Oh ada selisih dannya di situ. Iya ada kata dan di situ. Nah aku konsultasi ya mencari informasi terus di Oh itu di somasi. H betul. He. Nah, terus kita mencoba somasi ee terus ee setelah somasi kita melakukan banding ke Menkumham. Heeh. Heeh. Gitu. Kita mengirim surat banding ke Menkumham dan dari berbagai macam proses itu di awal ee kita menang di Menkumham. H. He. Jadi ee alhamdulillah merek dia ditolak statusnya gitu loh. Nah, cuman ya mungkin kalau kali ini aku agak apes ini agak apes dan mungkin ketemu oknum ya. Nah, ketemu oknum di oknum di Menkumham dan seperti apa dan aku juga sebenarnya sudah mencari pasal-pasal tentang haki ini. Bagaimana sih tingkat perlindungannya tuh seperti apa gitu. Dan berdasarkan pasal yang saya ketemukan itu gak boleh gitu loh. Bunyi yang sama walaupun tulis hurufnya beda tapi bunyinya sama pun gak boleh gitu. Apalagi ini yang dua kata pokoknya sama. Heeh. Cuma selisih dan aja. Cuman selisih dan dan itu kan hanya kata bantu. Heeh. Heeh. Kata sambung gitu ya. Iya. Kata sambung yang seharusnya berdasarkan pasal-pasal yang berlaku tuh sudah gak boleh. Tapi karena di sana ada oknum dan musuh saya ini mungkin uangnya banyak lebih gede uangnya. Uangnya banyak akhirnya atau dia punya pengaruh jadi antara dua itu atau dua-duanya. He. Uangnya banyak punya pengaruh atau uangnya banyak mencari orang yang berpengaruh kan gitu. Atau dia berpengaruh yang bisa mempengaruhi yang lain. Akhirnya tahu-tahu berapa bulan kemudian statusnya berubah terdaftar. Oh, awalnya tertolak. Tertolak gituah. Terus saya konsultasi ternyata dibilang memang boleh di saat secara aturan hukum tuh itu memungkinkan karena dia masih punya ee hak banding. Di saat tertolak itu dia punya hak banding. Nah, waktu dia banding tapi kan seharusnya orang bagian pemeriksa itu sudah jelas tahu bahwa menurut pasal ini sudah gak bisa. Jadi harusnya tetap ditolak tapi kok bisa jadi diterima gitu. Nah, jadi saya mencurigai ada oknum, ada oknum. Terus waktu proses di sana, habis itu di Menkonham bilang, "Sekarang sudah tidak bisa ee kita mau banding lagi." Oh, enggak bisa, Mas. Jadi proses di Menkumham sudah selesai. Kalau masih enggak terima ke pengadilan. H h gitu. Ke pengadilan niaga, ya. Betul. Iya, pengadilan Niaga. Heeh. Nah, terus wah aku gak pernah berusahan dengan pengadilan ya. Jadi enggak mudeng. akhirnya mencari bantuan tim lah, lawyer, lawyer begitu berkonsultasi dengan lawyer. Terus akhirnya dengan pengalaman mereka dicarilah ee jadi menurut lawyer itu kita menyerang berbagai macam sisi gitu sarannya mereka gitu. Jadi kita cari lagi hal-hal lain dia lemahnya apa dan ternyata dia enggak punya izin edar. Hm. Gitu. Akhirnya kita laporkanlah ke pores Jakarta sanalah gitu ya. Kita laporan ke Pores Jakarta. Kayaknya ini balas dedam. Tadi yang dilaporin sekarang kita melaporkan. Iya lah. Bisa jadi dia yang ngelaporin aku di 202 nanti tulis di kolom komentar ya. 2023 kita laporin dia diperiksa tapi sayangnya dia rumah dan tempat usahanya tuh sepertinya berbeda. Nah, yang didatangin itu rumahnya karena yang aku punya rumah alamat rumahnya. He gitu. ee melihat dari alamat yang tercantum di periziran haki kan gitu. Nah, di sana gak ditemukan bukti. Terus habis itu ya kelanjutannya sudah gak tahu. Terus jadi habisnya ya sudah lumayan banyak ya. ya, transparatsi bira-biri ee apa namanya membayar lawyer ya lumayan banyaklah untuk ukur-ukuran UKM usaha kecil-kecilan gini itu sudah sangat istilahnya udah ee modal besar itu gitu. He heeh. Nah, terus di situ gak ada kejelasan. Terus akhirnya ee udahlah kita serang di pengadilan gitu. Terus ke pengadilan. di pengadilan bilang gini, "Mas, kalau kamu mau perang di pengadilan, napasmu seberapa panjang gitu?" "Wah, seberapa panjang ini gimana maksudnya?" Heeh. Heeh. Yo, tenaga, waktu, pikiran, dan uang. Betul gitu. Kalau tenaga, waktu, wah ini ketnya enggak memungkinkan. Kalau aku sibuk ngurus ini, usahaku enggak keurus lah. UKM kan itu masih eh CEO ya, Safe everything officer. Safe everything officer. Everything officer gitu toh. Jadi pendelegasian belum penuh. Jadi kalau ditinggal ngurus ini ya usahanya malah bangkrut gitu. Iya. Ya Allah. Nah, jadi malah ini tetap maju tapi usaha bisa ada kemungkinan tutup karena enggak keur. Heeh. Terus e itu tenaga dan waktu. Terus uang tanya untuk sampai rampung keputusan yang sudah tidak bisa diganggu gulat itu istilahnya berkekuatan tetap itu butuh uang berapa? Ya berdasarkan pengalaman itu kurang lebih 5 miliar. Uh. Hm. Oke. Terus waktunya berapa lama? Ya bisa antara satu sampai tidak terhingga. Oh, karena itu nanti dari pengadilan tingkat pertama terus nanti kalau kini menang sana gak terima banding terus atau sebaliknya sana menang sini gak terima banding lagi banding lagi banding lagi sampai nanti terakhir di Mahkamah Agung gitu. Nah jadi biaya 5 miliar itu ya saya gak tahu ya itu apakah untuk biaya ke oknum heeh biar kita jadi menang atau biaya operasional sampai menang. H gitu. Jadi biaya untuk bayar pengacara dan operasional aku wira-wiri Jakarta Semarang. Terus saya dalam hati, Nek, saya punya 5 miliar, lebih baik saya biarin merek ini. Saya bikin merek baru lah. 5 miliar saya pakai buat bayar endorse 5 miliar itu misalnya endorse yang nilainya R juta satu orang sudah berapa ratus orang ni mereknya sudah bisa lebih terkenal dari yang di diculik ini yang diseketakan ini. Jadi menurut saya enggak masuk di akal ini diperjuangkan. Heeh. Heeh. Heeh. saya untuk diperjuangkan gitu. Itu jadi nah itu pun gini, saya bisa begitu ee karena punya pengalaman sebelumnya. Kalau misalnya saya tidak punya pengalaman sebelumnya, yang main itu ego, emosi, pasti akan kejar, gak urusan ini, pokoknya saya harus menang. Tapi karena saya punya pengalaman sebelumnya yang bikin saya bangkrut gitu, jadi saya bangkrut itu karena ego yang main. Karena berdasarkan hitungan sebenarnya ee penipuan ini gak usah dikejar, biarin aja. Saya seharusnya balik ngurusi usaha yang ada yang jalan. Heeh. He gitu. Nah, karena ego yo enggak mau tahu ini pokoknya uangnya harus balik. Jadi wira-wiri ngurus segala macam. Akhirnya usaha yang jalan ini enggak keur. Nah, karena enggak keur H akhirnya lama-lama dipermainkan karyawan, akhirnya amburadul terus sampai akhirnya pendapatannya menurun dan enggak mampu memperpanjang kontrak, meremajakan mesin dan lain-lain. Akhirnya tutup. Heeh. He. Karena uangnya sudah habis buat ngejar-ngejar. I toh. Nah, saya juga berpikir ini saya ngejar-ngejar 5 miliar nanti baliknya belum tentu 5 miliar. Betul. Heeh. Heeh. Itu jadi saya pikir, "Ah, sudahlah urusan ini serahkan sama Allah." Betul gitu. Jadi tidak semua ee persoalan itu harus kita paksa selesai di dunia. Waduh. Waduh, ini kuat kayak, "Hei kamu, saya tunggu di akhirat. Saya pakai sidangnya Allah langsung." Allahu Akbar. Ingat tenan. Iya. Iya, betul. Jadi berat ya. Semua pahalamu akan aku minta, semua dosaku akan aku kasih ke kamu untuk mengganti kerugianku. Kamu mengambil merekku. Itu wis tak titen ini. Iya iya iya. Aku akan fight di akhirat tapi di dunia biarin nikmati monggo silakan nikmati gitu. Masyaallah. Iya. Jadi kalau urusan sama legalitas memang ada kan sangat quote dari Prof Mfood yang sangat terkenal ya. He. Kalau kita kehilangan sapi satu, Heeh. Kemudian kita memperjuangkan kita lapor di pengadilan katakanlah atau dilapor di polisi kemudian masuk bisa sekadang bisa kehilangan lima sapi untuk worus itu gitu loh. Jadi memang ya ada kalanya ada kalanya ketika kita ada problem Heeh. hukum ya kita memang harus legowo. Kalau kita enggak legowo kita bisa kehilangan lebih banyak. H. Nah itu tapi yang minimal kan kita jangan yang kena hukum gitu. Iya betul. Kita enggak kena hukum. itu kita ee dengan perkuat dengan legalitas tadi. Iya. Nah, makanya ee kita sebagai UMKM yang akan bertumbuh memang legalitas itu sangat penting. Yang sudah punya legalitas aja dikerjain apalagi enggak punya legalitas. Betul. Sasaran empuk bagi siapapun. I sansak itu istilahnya enggak bisa ngelawan kan. Iya. Mau gimana itu sansak semuanya gitu. Kemarin ada juga ini kasus terakhir bukan kasus ya ee ada seorang influencer lokal sekelas Tulungagung. Dia telepon saya WA, "Mas, pecah telur ada izin enggak?" "Ah, Mas. Memang kita dari awal kita kita daftarin izinnya." Heeh. Saya saya ee harus ngurus izin enggak, Mas? Dia influencer lokal kayak katakanlah ada kan di kota apa katakanlah kuliner apa nama itu atau ee FYP kota tersebut kan gitu kan. Oh, oke eng. Kalau sampean mau apa ya mau enggak ribet ya enggak usah enggak usah ngurus kan enggak ribet itu pun juga kecil kan ee hanya lokalan kota gitu lokalan kabupaten. He ya enak enggak usah ngurus perpajakan enggak enggak ngurus lapor pajak tiap tahun enggak usah bikin pendaftaran izin. Tapi kalau mau aman Heeh. harus pakai izin, Mas. Karena apa? Karena kadang-kadang postingan kita itu ada yang menyinggung siapa gitu loh. He. Walaupun kita merasa tidak menyinggung atau tidak berniat. Enggak berniat menjing tapi ternyata itu kadang-kadang juga bikin ulah. Dan kadang-kadang yang tersinggung itu punya saudara Heeh. di TNI misalnya atau di intinya birokrasi begitu loh. Wah itu kalau kita enggak punya izin masalah. Iya. Nah, kita pokoknya kena samsak itu tadi. Iya. Terus juga masalah gini, kalau kita enggak punya perizinan, jadi sebenarnya kita sudah menutup pintu keberuntungan. Ah, gimana? Menutup peluang. Menutup peluang. Heeh. Heeh. Heeh. Kalau kita tiba-tiba ya walaupun mungkin influencer tingkat desa, tapi kan media sosial itu kita gak tahu algoritmanya. Suatu saat keberuntungan bisa FYP. Dengan FYP terus akhirnya kita dapat peluang tawaran apa, tapi enggak ada perizinan enggak bisa lanjut. Iya, betul. Iya toh gak jadi enggak jadi dapat proyeknya gitu. Nah tapi kalau kita siap tahu-tahu itu datang ya berarti perusa usaha yang tadinya tingkat ya jangankan tingkat tingkat RT itu tahu-tahu bisa nasional gituah seperti Mas Agung dulu bikin pecah telur kan Heeh. nyangka enggak bisa segini gitu loh. Paling kan dulu yang penting ada yang nonton syukur gitu ya. Kalau dulu kan ibarat kita ada yang nonton, kita dapat pendapatan dari YouTube Adsen itu senang ternyata peluangnya lebih gede. Tadi kata Mas benar. Jadi ee kita enggak bisa membatasi algoritma juga ternyata tersebar luas dan kita dapat mulai dapat ee klien yang besar ada ya. Nah, ternyata gini, Mas. Kalau kita enggak ngurus ee enggak ngurus badan entah itu PT atau CV, He. Pajak yang ke kita subjeknya lebih besar daripada PT atau CV. Nah, gitu. Dulu kita katakanlah aman-aman aja nih. Kita awal-awal dapat dari PT, Mas. Dari PT Gede gitu katakanlah endor begitu ya. Dia bayar ke kita. Dia kan lapor pajak, Mas. Heeh. Heeh. Kita enggak lapor pajak. Akhirnya kita tercatat tuh satu poin. He. Ada di nama kita di perpajakan sini Tulungagung muncul sekali tidak bayar pajak. Itu ternyata dibiarin sama petugas pajak. Jadi kayak di HP itu muncul notif. Oh centing. Iya. Oh ini Ono satu. Oh biarin dulu. sekali ter kan kita enggak tahu ya munculnya diam. Heeh. Setelah 3 tahun Mas yang centing-centing itu sudah 100 kali itu banyak. Nah ini wis wayahe wayahe. Wah itu surat cinta kita gitu loh. Dan ternyata ketika kita seorang personal tidak badan ternyata lebih besar. Nah sejak itulah kita mulai sadar dan bertaubat muncullah pecah legal. Begitulah cerita kita hari ini. Kurang lebih ya. Begitu ya. Saya sepakat tadi menutup pintu apa, Mas tadi? Keberuntungan. Apa? Keberuntungan ya? Karena keberuntungan kan datang kepada yang siap kan. Iya kan? Kalau enggak legal berarti kan enggak siap kan tadi ee apa influencer lokal ternyata viral sampai nasional dan internasional tapi enggak punya kesiapan ya enggak jadi kan gitu ya maksudnya. Tapi kacaunya lagi gini ya Allah Engkau tidak hadir. Aku sudah berdoa enggak enggak kau kabulkan. Misalnya Allah bisa muncul, dia bilang, "Eh, sudah tak kabulkan." Tapi kamu enggak bisa nerima ini. Kapasitasmuak enggak persiapan kan bisa gitu toh maksudnya dianalogikan ke omongan manusia lah gitu. Betul betul gitu. Jadi kan kalau kata orang, kata orang itu kan momentum itu adalah ketemunya persiapan sama peluang. I. Nah, kalau ada peluang datang tadi kata Mas Indra kita menutup pintu keberuntungan itu bahasa yang anak-anak ng sekarang momentum momentum kita kehilangan momentum atau katakanlah sudut pandangnya agak religi rezeki itu adalah peluang sama persiapan juga ya kita dapat peluang ternyata kita enggak dapat tuh heeh enggak akhirnya kita enggak enggak ada persiapan akhirnya rezekinya terlewat. Nah, gitu jadi ya kita harus persiapan. Heeh. Betul. Mas Anang. Nah, ini siap. Ee terakhir, pertanyaan terakhir ini. Oke. Ee dipecah legal bisa ngelayanin apa aja? Nah, ee dipecah legal insyaallah bisa melayani hampir semua persoalan ini ya hukum ya. tentu ya perpajakan, pendampingan pajak, legalitas ya, PT CV, PT perorangan, Irma, yayasan juga bisa juga advokasi hukum untuk UMKM. Jadi ada kita ada advokat, ada lawyer yang bisa ee membantu gitu ya. Jika ada case-kase tertentu UMKM ingin ee dientaskan gitu. Itu kurang lebih seperti itu untuk pecah legal. Mantap. He. Kalau yang anu Mas yang best seller Mas, di pecah legal apa? yang bestseller hari ini pendampingan pajak sih. Alhamdulillah di pendampingan pajak. Terus yang kedua itu CV. Pembuatan CV. Iya. Heeh. Pembuatan CV dua item itu ya. Pendampingan pajak sama pembuat ee pembuatan CV. Pembuatan CV dan CV kita bisa melayani seluruh Indonesia. Iya, bisa melayani seluruh Indonesia. Nanti ada tim kita, tim legal kita yang siap meng-ghandle itu semuanya gitu. Jadi, pajak itu kan sekarang harus ee apa bulanan. Ada juga yang tahunan Mas ya. Jadi itu kayak dibantuin untuk mengisi begitu ya atau seperti apa membantu administrasinya begitu ya. Jadi kan banyak UMKM yang kalau bahasa saya itu tim konsultan kita tuh kayak penerjemah gitu loh. Jadi Kakan ada orang datang ke kantor pajak itu kayak datang ke negara asing gitu Mas Hendra di sana bahasanya enggak ngerti. Iya, bahasanya kita belum pernah kenal sebelumnya, istilah-istilahnya asing gitu. Nah, adanya konsultan itu membantu menterjemahkan oh ini maksudnya apa sih gitu ya. Oh, pasal yang ini nanti bisa meringankan atau memberatkan seperti itu. Nanti dibantu oleh ee tim konsultannya gitu. Mantap. Begitu. Jadi slogan waktu itu ee slogannya Mas Ana yang kemudian saya approve adalah kita ingin membuat pengusaha itu menjadi lebih tenang. Nah, gitu. Jadi biar mereka fokus omset, fokus inovasi, urusan gitu-gitu serahkan ke ahlinya. Ke ahlinya. Insyaallah kita bantuin sampai tuntas, sampai tenang. Jadi mereka enggak usah worry, no worry atau worry free. Terima kasih teman-teman saya yang jauh-jauh datang dari Semarang dan juga Masyaallah makasih. Paling jauh juga dari Sama-sama. Terima kasih Tulungagung. Tulungagung. Ini tetangga saya ini benar-benar tetangga. Tetangga desa. Masyaallah. Terima kasih, Teman-teman. Kita juga tetangga, tetangga provinsi. Iya. Sudah mampir dipecah telur, Teman-teman. Ee kalau yang memiliki permasalahan tentang legal, pajak nanti jangan worry untuk Heeh. ee langsung kontak pecah legal. Insyaallah iya ingin membantu teman-teman semua menjadi lebih tenanglah hidupnya gitu. Heeh. Thank you teman-teman. See you teman-teman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories