Resume
j76j2b0JLUM • Compiling a Reference List for SCOPUS or SINTA Journal Articles
Updated: 2026-02-12 02:11:11 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur berdasarkan transkrip video yang Anda berikan:


Panduan Lengkap Menyusun Daftar Pustaka Berkualitas untuk Artikel Ilmiah

Inti Sari (Executive Summary)

Video ini merupakan bagian penutup dari seri penulisan manuskrip ilmiah yang disampaikan oleh Ahmad Fauzi, berfokus pada teknik penyusunan daftar referensi yang benar dan berkualitas. Pembahasan menekankan pentingnya konsistensi sitasi, pemanfaatan reference manager seperti Mendeley untuk menghindari kesalahan manual, serta penyesuaian gaya penulisan dengan standar jurnal tujuan. Video ini juga menguraikan kriteria kualitas referensi yang wajib dipenuhi agar artikel dapat diterima di jurnal bereputasi, seperti Sinta atau Scopus.

Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Konsistensi Mutlak: Setiap sumber yang disitasi dalam teks harus muncul di daftar pustaka, dan sebaliknya, tidak boleh ada referensi yang terdaftar tapi tidak disitasi dalam teks.
  • Wajib Reference Manager: Penggunaan aplikasi pengelola referensi (seperti Mendeley) adalah kewajiban modern untuk meminimalisir kesalahan teknis dan memudahkan pengaturan gaya sitasi.
  • Kepatuhan Gaya Jurnal: Format referensi harus disesuaikan sepenuhnya dengan pedoman penulisan jurnal target (misalnya: APA, IEEE, atau gaya khusus jurnal seperti JPBI).
  • Kualitas Bukan Kuantitas: Komposisi referensi menentukan kualitas artikel; untuk jurnal Scopus, minimal 80% referensi harus berasal dari jurnal terindeks Scopus.
  • Kelengkapan Data: Pastikan metadata (nama penulis, tahun, judul, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI) lengkap dan akurat.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Konsistensi Sitasi dan Daftar Pustaka

Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat aturan dasar yang tidak boleh dilanggar mengenai hubungan antara sitasi dalam teks (in-text citation) dan daftar pustaka (bibliography).
* Aturan Timbal Balik: Sumber yang disebutkan di dalam naskah harus terdaftar di bagian akhir, dan sebaliknya, sumber yang terdaftar harus benar-benar disitasi dalam pembahasan.
* Menghindari Kesalahan Manual: Melakukan pengecekan dan pengetikan manual sangat berisiko menyebabkan ketidakkonsistenan, seperti sumber yang tertinggal atau justru ada sumber "hantu" yang tidak dibahas dalam teks.

2. Optimasi Penggunaan Reference Manager (Mendeley)

Di era digital, penggunaan reference manager bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi penulis ilmiah.
* Fungsi Utama: Alat ini memastikan bahwa semua karya yang disitasi muncul otomatis di daftar pustaka tanpa ada yang tertinggal.
* Mendeley: Salah satu alat yang paling umum dan mudah digunakan. Pembicara menyarankan penonton untuk melihat tutorial terpisah mengenai instalasi, pendaftaran, dan penggunaan Mendeley jika belum menguasainya.
* Fleksibilitas Gaya: Keunggulan utama menggunakan software ini adalah kemampuan untuk mengubah gaya sitasi secara instan. Misalnya, mengubah format dari APA ke IEEE hanya butuh beberapa langkah (klik), dibandingkan mengedit manual satu per satu yang memakan waktu berjam-jam.

3. Penyesuaian dengan Gaya Jurnal Target

Setiap jurnal memiliki standar penulisan referensi yang berbeda-beda, dan penulis harus tunduk pada aturan tersebut.
* Gaya APA (American Psychological Association): Menggunakan format nama penulis dan tahun (contoh: Budi, 2020). Contoh penerapannya adalah pada Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia (JPBI).
* Gaya IEEE: Menggunakan format angka dalam kurung siku (contoh: [1], [2]).
* Komponen Penulisan: Referensi yang baik harus mencantumkan detail secara lengkap, meliputi nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor (issue), halaman, dan tautan DOI.

4. Kualitas dan Komposisi Referensi

Kualitas sebuah artikel ilmiah dinilai dari rujukan yang digunakan. Analogi yang digunakan adalah "adonan kue"; jika adonannya (referensi) buruk, maka kuenya (artikel) juga akan buruk.
* Target Jurnal Scopus: Jika Anda mengirimkan artikel ke jurnal terindeks Scopus, maka minimal 80% referensi yang Anda gunakan harus berasal dari jurnal yang juga terindeks Scopus.
* Target Jurnal Sinta 2: Demikian pula, untuk jurnal Sinta 2, sebanyak 80% referensi harus diambil dari jurnal Sinta 2.
* Kebaruan (Recency): Beberapa jurnal menerapkan syarat ketat mengenai tahun terbit referensi, misalnya wajib berasal dari 5 atau 10 tahun terakhir. Pembicara memiliki tutorial terpisah mengenai cara memfilter referensi berdasarkan tahun menggunakan Google Scholar.

5. Akurasi Metadata

Kesalahan kecil dalam metadata dapat mengurangi kredibilitas penulisan.
* Pengecekan Data: Pastikan nama penulis tidak salah ketik, tahun sesuai, dan judul artikel akurat.
* Referensi Baik vs Buruk: Perbedaan utama seringkali terletak pada kelengkapan data. Referensi yang baik memiliki data yang lengkap dan terstruktur rapi, sedangkan referensi yang buruk seringkali kekurangan informasi penting seperti DOI atau nomor halaman.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Menyusun daftar pustaka adalah langkah krusial yang menentukan kredibilitas dan peluang diterimanya sebuah artikel ilmiah di jurnal terakreditasi. Dengan memanfaatkan teknologi seperti reference manager (Mendeley) dan memperhatikan kualitas serta kebaruan sumber rujukan, penulis dapat memastikan naskah mereka memenuhi standar publikasi internasional maupun nasional. Untuk memperdalam kemampuan teknis dalam pengelolaan referensi, penonton sangat disarankan untuk mempelajari tutorial-tutorial terkait Mendeley yang telah disediakan oleh pemilik kanal.

Prev Next