Transcript
NO8wQDShVUs • SCOPUS AI from Elsevier! Summarizes State-of-the-Art, Finds Research Gaps, and Recommends Research!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0373_NO8wQDShVUs.txt
Kind: captions Language: id Teman-teman dan Bapak Ibu, saya punya pertanyaan. Apakah ada AI yang bisa menjawab pertanyaan kita hanya dengan berdasarkan artikel-artikel di jurnal-jurnal terindek Scopus? Atau apakah ada AI yang mampu membuatkan literatur review yang referensinya pasti dari jurnal Scopus? Semua jawabannya ada, yaitu AI dari Scopus itu sendiri. Ya, seperti yang kita ketahui fitur terbaru dari Scopus adalah Scopus AI. Dan di video kali ini, mari kita bahas bagaimana caranya mengoptimalkan fitur Scopus AI ini. Tidak hanya untuk menjawab pertanyaan kita, namun nanti kita juga akan belajar bagaimana caranya memanfaatkan fitur Scopus AI untuk meringkas state of the art yang hanya mensitasi jurnal-jurnal tridx Scopus. Selain itu, kita juga akan belajar bagaimana caranya mengidentifikasi resarch gap di bidang penelitian kita berdasarkan publikasi-publikasi yang sudah masuk ke Scopus ataupun juga bagaimana caranya kita memanfaatkan fitur Scopus AI untuk memberikan rekomendasi penelitian selanjutnya sehingga menjadi alternatif penelitian kita ke depan. Bahkan nanti kita juga akan belajar bagaimana membuat literatur review yang referensinya semua dari Scopus dengan menggunakan fitur Scopus E ini. Selain itu di video kali ini kita juga akan berdiskusi, bukan diskusi ya, kita akan mendapatkan informasi bagaimana caranya mendapatkan fasilitas Scopus AI selama 1 bulan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya, Ensiklopedia Ahmad Fauzi, channel yang membahas berbagai AI yang insyaallah bermanfaat untuk bidang penelitian, pendidikan, ataupun bidang-bidang yang lain. Di video kali ini, seperti yang saya singgung tadi, kita akan belajar mengoptimalkan Scopus AI. Ketika kita login menggunakan akun yang berbayar, maka kita akan mendapatkan berbagai fitur yang tidak didapatkan oleh akun-akun yang kampusnya tidak berlangganan ke Scopus. Salah satunya yang paling kita ketahui kalau kita menggunakan akun berbayar itu kita bisa mencari artikel ini. Kalau yang tidak berbayar kita hanya bisa mencari jurnal. Nah, di menu sources ini kita bisa cari jurnal-jurnal yang terindeks Scopus tapi tidak bisa mengakses artikel di dalam jurnal-jurnal tersebut dan tidak bisa mencari artikel sesuai topik penelitian kita. Namun kalau berlangganan, nah kita bisa ini mendapatkan artikel-artikel sesuai topik kita, sesuai dengan kata kunci yang sudah kita masukkan. Bahkan tidak hanya itu, kita juga bisa download artikel-artikel ini asalkan artikelnya sifatnya open access. Nah, selain fitur ini seperti yang saya katakan tadi, fitur terbaru dari Scopus adalah Scopus AI. Wah, ini luar biasa sekali. Sangat amat bermanfaat dan sangat amat powerful. Nah, kebetulan kalau di kampus saya, kampus saya alhamdulillah berlangganan Scopus dan mulai tahun ini langganannya meningkat sampai mendapatkan fitur Scopus AI. Nah, bagi teman-teman yang kampusnya tidak berlangganan Scopus ataupun berlangganan Scopusnya tidak sampai fitur Scopus AI, nanti di akhir video akan saya sampaikan bagaimana caranya kita mendapatkan fitur Scopus C selama 1 bulan. Oke, setelah kita memiliki akun ini, maka kita bisa klik ini ya, fitur Scopus AI sehingga tampilannya seperti ini. Explore topic and discover relevant references since 203 ya, sejak eh tahun 2003. Nah, kemudian di sini kita bisa sampaikan pertanyaan atau topik yang ingin kita sampaikan. Misalkan the effect of socialial media on mental health misalkan. Jadinya kita ingin tahu berdasarkan jurnal-jurnal ataupun artikel-artikel yang sudah publish di jurnal Scopus, apakah media sosial itu berpengaruh terhadap kesehatan mental? Nah, setelah kita masukkan topik ataupun juga boleh dalam bentuk pertanyaan ya. misalkan apakah ada pengaruh media sosial terhadap mental health. Nah, setelah kita masukkan pertanyaan atau topik tersebut kemudian kita klik tanda panah di sini. Selain itu, di sini juga ada contoh-contoh ya, contoh-contoh topik atau pertanyaan yang juga bisa kita gunakan. Nah, setelah kita masukkan ini kemudian kita klik tanda panah ini, maka nanti si Scopus AI ini akan memberikan penjelasan atau menjawab pertanyaan kita berdasarkan artikel-artikel yang sudah publish di jurnal-jurnal yang terindeks Scopus. Karena dia menggunakan database-nya dia untuk menjawab pertanyaan kita atau untuk mengembangkan topik yang sudah kita tulis di sini. Nah, di sini ada show copyot step. Nah, ini yang dia lakukan. Creating a plan to answer your quiry dan sebagainya. Kemudian ini performing keyword search. Nah, ini ya. Ini seperti ketika kita nyari artikel jurnal. Nah, ini hampir serupa ya. Nah, jadinya dia cari dokumen yang sejalan dengan topik atau pertanyaan kita. Kemudian ini generating summary. Nah, ini jawabannya the effect of social media on mental health. Ini penjelasannya negative effect-nya ini. Lalu ini referensinya ya. Jadinya menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Ini penjelasannya. Ini referensinya. Kalau kita klik ini, nah muncul di sini ini artikel di dalam jurnal yang terindeks Scopus. Kalau kita klik open dokumen detail, maka kita akan diarahkan ke halaman yang berisikan judul, kemudian nama jurnalnya, authornya, dan sebagainya. Nah, ini lengkap ini. Bahkan kita nanti bisa ngelihat full tex-nya di sini. Kemudian view add publisher, maka kita akan diarahkan ke doi-nya. Ini mohon maaf agak error ya. Saya klik seperti ini. Nah, ini ya. Oh, social media affecting the mental health. Sebetulnya kalau lagi lancar ya bisa langsung nanti kita diarahkan ke halaman tempat artikel tersebut dimuat. Oke. Nah, ini sudah ter-download. Nah, ini artikelnya tadi. Nah, sehingga nanti enak jadinya ya. Kita tinggal klik ini ya. Misalkan referensi ini akan muncul di sini. Kemudian open dokumen detail, maka kita ke halaman yang menginformasikan detail dokumen tersebut dan kita nanti bisa mengakses publisher yang menampilkan website di mana artikel tersebut dimuat. Ah, kemudian ini social comparison and law self esteem. Nah, ini ya ini uraiannya dan ini referensinya. Nah, referensi-referensinya semuanya adalah referensi dari Scopus karena dia menggunakan database-nya dia ya. database-nya dia berisikan berbagai jurnal yang terindek Scopus yang di setiap jurnal tersebut ada artikel-artikel yang bisa menjawab pertanyaan yang tadi sudah kita masukkan. Wah, ini bagus ini ya. Nah, kemudian kita ingin lebih terelaborasi, kita ingin lebih detail uraiannya, maka kita bisa klik ini expanded summary sehingga dia akan buatkan summary yang lebih panjang yang menguraikan topik kita atau yang menjawab pertanyaan kita tadi. Nah, ini sama ya, ada uraiannya, kemudian di sini ada referensinya. Kita scroll ke bawah. Nah, kemudian menariknya di sini ada inside at glance. Ini ada berbagai fitur yang bisa kita manfaatkan. Misalkan, oh saya ingin membuat peta konsep berdasarkan topik saya tadi. Maka kita klik di sini konsep map. Maka dia akan buatkan peta konsep yang luar biasa ini ya. Jadinya social media and mental health ini bisa di-breakdown menjadi res, impact on mental illness, negative effect, kemudian positive effect. Kemudian dari setiap poin ini juga akan terbagi lagi menjadi beberapa poin lagi. Bahkan nanti ya selain membuat konsep map, kita juga bisa download konsep map ini dalam format PNG. Kemudian fitur lainnya juga sangat menarik. Kita bisa pilih ini emerging temps eh sori emerging teams ya. Maka ketika kita klik emerging teams ini, maka dia akan menganalisis tema-tema yang sedang naik down atau sedang muncul berdasarkan topik yang tadi kita masukkan atau pertanyaan yang kita tanyakan. Nah, ini kita tunggu prosesnya. Nah, sekarang ini muncul ya. Ini konsisten team ya. Jadinya tema yang konsisten diteliti oleh para peneliti. Ataupun juga di sini ada rising team jadinya tema yang lagi naik. Di sini dikatakan the impact of social media on ad mental health. Ya, ini gambarannya, ini referens-nya ya. Berbagi referensi yang referensi tersebut itu menggunakan topik ini. Kemudian ini bahkan dia memberikan potensial hipotesis ya. Ini ada dua hipotesis yang berpotensi berkaitan dengan topik tersebut. Kemudian ini ada raising teams-nya ada dua social media addiction and psychological distress. Kemudian di sini juga ada references-nya. references-nya ini berupa artikel-artikel yang menggunakan topik tersebut atau ini juga ada media representation of mental health on social media. Ini juga tema yang lagi naik down, yang lagi muncul ya. Bahkan ini juga ada ya. Sehingga dengan menggunakan fitur tersebut kita bisa mengetahui apa sih tema yang konsisten yang diterima di Scopus ataupun apa tema-tema baru yang muncul dari pertanyaan atau topik atau kalimat yang kita masukkan tadi ke fitur Scopus AI. Tidak hanya itu, bahkan kita bisa mengetahui topik expertnya, ya. Kita klik topik expertnya, dia akan analisis dan nanti dia akan memberikan informasi yang juga sangat berguna untuk kita. Nah, di sini ya jadinya ini author-autor yang expert di topik tersebut. Nah, ini ya. Nah, nanti tinggal kita klik preview profile. Maka kita akan mendapatkan informasi seperti ini. Ketika kita klik view full profile, maka kita akan diarahkan ke Scopus ID ataupun juga profil dari author yang bersangkutan. Nah, kemudian tidak hanya itu juga ya, kita bisa memberikan pertanyaan lanjutan di sini ya. Bahkan di sini juga ya ada go deeper. Jadinya kita bisa membahas lebih dalam lagi ya didasarkan pada topik awal kita. dia kemudian mikir apa sih pertanyaan lanjutan yang menurut dia bisa membahas lebih dalam topik tersebut atau kita bisa membuat pertanyaan-pertanyaan baru. Misalkan kita ingin tahu state of the art dari topik ini, maka kita tinggal tuliskan saja seperti ini. The state eh sori the state of the art on this theme misalkan, ya. Kemudian kita klik tanda panah ini ya. Jadinya kita ingin tahu state of dia dari tema ini. Ah, dia creating a plan to answer your query. Sama seperti tadi ya, dia cari dokumennya kemudian dia buat jawabannya. Nah, ini ya source query-nya. Kemudian ini summary-nya. Ini saya tutup dulu. Nah, sehingga ini bagaimana perkembangan penelitian di topik tersebut ya. Nah, ini ya based on the provided abstract dan seterusnya di sini key finding-nya. Nah, ini penelitian-penelitian terdahulu itu menemukan ini ya negative impact dari sosial media, positif impact dari sosial media dan referensi-referensinya. Kemudian mix and inconclusive finding-nya. Kemudian ini dari segi metodenya ya, ini juga referensi-referensinya. Data collection and analysis-nya seperti apa, machine learning model, challenges-nya, kemudian ini rekomendasinya. future direction-nya dan seterusnya. Dan lagi-lagi kita bisa expanded summary sehingga nanti ini bisa lebih luas lagi jawabannya. Dan sama seperti biasanya kita bisa membuat konsep map berdasarkan pertanyaan tersebut. Misalkan kita ingin tahu resis gap-nya secara lebih mendalam, maka kita tinggal tulis saja resarch gap on this team misalkan, ya. Kemudian kita klik tanda panah di sini. maka nanti dia akan membantu menganalisiskan apa sih celah penelitian di topik tersebut sehingga nanti kita bisa menentukan oh ini loh celah penelitian di topik tersebut sehingga saya bisa masuk ke celah tersebut untuk membuat penelitian terbaru. Ahah ini ya jadinya ini resis gap-nya yang pertama kontekstual factor and specific risk factor. Ini penjelasannya methodological challenges ya. Jadinya ini tantangan metodologisnya ini research gap-nya sehingga nanti bisa kita jadikan dasar untuk penelitian selanjutnya. Diverse population and cultural context, spesific demographic dan lagi-lagi ini ada sitasi-sitasi yang dari jurnal-jurnal Scopus sehingga dia buat research cap berdasarkan data dia yaitu data di dalam database Scopus. Wah, bahkan dia buatkan ini ya, sumary tabel-nya, ini tema-temanya, kemudian ini research gap-nya. Menarik sekali ini ya. Kemudian misalkan kita ingin juga research limitation misalkan ya research limitation misalkan research limitation of study misalkan ya of study that has been misalkan conducted in this team ya misalkan jadinya kita ingin tahu apa sih sih keterbatasan penelitian-penelitian sebelumnya dari tema ini. Nah, bisa memperkuat kita nanti untuk merancang penelitian selanjutnya. Wah, ini sudah dijawab ya. Jadinya terkait pengukurannya ini keterbatasannya, keterbatasan di metodenya, kemudian ini specific research gap-nya, practical implication-nya, dan seterusnya. Ini sudah ada recommendation for future research. Tapi kita juga bisa nanti ya menyampaikan atau menanyakan hal tersebut biar jawabannya lebih dalam. Lagi-lagi di sini juga ada expanded summary-nya nanti akan terelaborasi jawabannya ya. Misalkan future ya future research recommendation on this teams misalkan. Sehingga nanti kita bisa lebih detail melihat apa sih rekomendasi-rekomendasi penelitian selanjutnya berdasarkan lagi-lagi data dari artikel-artikel yang sudah masuk di Scopus. Nah, ini ya jadinya ini rekomendasi penelitian-penelitian selanjutnya. Nah, misalkan ini muncul note based on scopus references, maka kita bisa ulang ya karena bisa jadi dia oh ini usernya pengin hanya dari Scopus atau semuanya. Karena ini pertanyaan kita kan umum ya, rekomendasi penelitian selanjutnya. Mungkin menurut dia untuk penelitian selanjutnya kita bisa lihat secara umum, tetapi saya penginnya hanya dari Scopus. Maka saya ulang di sini. Kemudian based on scopus references. Ah, maka nanti dia akan revisi jawabannya hanya berdasarkan artikel-artikel dari jurnal-jurnal yang terindeks Scopus. Nah, ini sudah dia jawab. Nah, ini ya jadinya social media and mental health, longitudinal studies dan seterusnya. Recruitment for mental health research, social media communities dan seterusnya. Jadinya banyak hal yang bisa kita eksplorasi. Ini masih sebagian ya yang saya tunjukkan. Masih ada banyak hal yang bisa kita optimalkan. Nah, kemudian bagaimana caranya kita mendapatkan fitur Scopus E selama 1 bulan? Nah, ini kebetulan ya kebetulan saya diundang tanggal 1 dan 2 September di Surakarta Bapak Ibu, Senin dan Selasa diundang menjadi narasumber pelatihan luring selama 2 hari. yang dua hari tersebut target kita adalah belajar menulis dua jenis artikel langsung. Hari pertama kita belajar dari merancang penelitian sampai menyiapkan draf artikel penelitian research atau research artikel. Jadinya kita membuat artikel berdasarkan penelitian ya penelitian di lapangan, di laboratorium atau dan sebagainya. Di hari keduanya kita membuat artikel jenis lain yaitu SLR systematic literature review ya. kita praktikkan ketujuh tahapan dari sistematic literatur review sehingga nanti di dua hari ini kita tidak hanya belajar satu topik tapi kita belajar sekaligus mempraktikkan dua paper paper research sama paper SLR dan fiturnya salah satunya adalah nanti Bapak Ibu mendapatkan Scopus Ee selama 1 bulan ya selain dapat fitur chat GPT dan size base juga. Oke, ya. Itu sedikit sedikit informasi saja karena banyak subscriber saya yang tanya, "Ya, Pak, kapan ee apa namanya pelatihan luring di kota saya?" Begitu. Biasanya saya enggak pernah nge-share ya informasi di apa di e YouTube ya terkait pelatihan-pelatihan yang saya isi. Padahal saya hampir tiap minggu itu mengisi daring dan hampir tiap bulan itu ke berbagai kota ya diundang di beberapa kampus ataupun diundang beberapa lembaga. Nah, ini mumpung ya kebetulan saya ke Surakarta. Mungkin kalau ada yang tertarik silakan nanti bergabung. Linknya nanti link pendaftarannya akan saya cantumkan di kolom deskripsi di bawah video ini. Nanti tinggal diklik saja di sana lengkap ya dari harga kemudian fasilitas dan sebagainya. Oke, terima kasih. Mohon maaf bila ada kesalahan. Di minggu selanjutnya akan kita bahas ee-e lain yang luar biasa juga. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.