SCOPUS AI from Elsevier! Summarizes State-of-the-Art, Finds Research Gaps, and Recommends Research!
NO8wQDShVUs • 2025-07-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Teman-teman dan Bapak Ibu, saya punya
pertanyaan. Apakah ada AI yang bisa
menjawab pertanyaan kita hanya dengan
berdasarkan artikel-artikel di
jurnal-jurnal terindek Scopus? Atau
apakah ada AI yang mampu membuatkan
literatur review yang referensinya pasti
dari jurnal Scopus? Semua jawabannya
ada, yaitu AI dari Scopus itu sendiri.
Ya, seperti yang kita ketahui fitur
terbaru dari Scopus adalah Scopus AI.
Dan di video kali ini, mari kita bahas
bagaimana caranya mengoptimalkan fitur
Scopus AI ini. Tidak hanya untuk
menjawab pertanyaan kita, namun nanti
kita juga akan belajar bagaimana caranya
memanfaatkan fitur Scopus AI untuk
meringkas state of the art yang hanya
mensitasi jurnal-jurnal tridx Scopus.
Selain itu, kita juga akan belajar
bagaimana caranya mengidentifikasi
resarch gap di bidang penelitian kita
berdasarkan publikasi-publikasi yang
sudah masuk ke Scopus ataupun juga
bagaimana caranya kita memanfaatkan
fitur Scopus AI untuk memberikan
rekomendasi penelitian selanjutnya
sehingga menjadi alternatif penelitian
kita ke depan. Bahkan nanti kita juga
akan belajar bagaimana membuat literatur
review yang referensinya semua dari
Scopus dengan menggunakan fitur Scopus E
ini. Selain itu di video kali ini kita
juga akan berdiskusi, bukan diskusi ya,
kita akan mendapatkan informasi
bagaimana caranya mendapatkan fasilitas
Scopus AI selama 1 bulan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Berjumpa
lagi dengan saya di channel YouTube
saya, Ensiklopedia Ahmad Fauzi, channel
yang membahas berbagai AI yang
insyaallah bermanfaat untuk bidang
penelitian, pendidikan, ataupun
bidang-bidang yang lain. Di video kali
ini, seperti yang saya singgung tadi,
kita akan belajar mengoptimalkan Scopus
AI. Ketika kita login menggunakan akun
yang berbayar, maka kita akan
mendapatkan berbagai fitur yang tidak
didapatkan oleh akun-akun yang kampusnya
tidak berlangganan ke Scopus. Salah
satunya yang paling kita ketahui kalau
kita menggunakan akun berbayar itu kita
bisa mencari artikel ini. Kalau yang
tidak berbayar kita hanya bisa mencari
jurnal. Nah, di menu sources ini kita
bisa cari jurnal-jurnal yang terindeks
Scopus tapi tidak bisa mengakses artikel
di dalam jurnal-jurnal tersebut dan
tidak bisa mencari artikel sesuai topik
penelitian kita. Namun kalau
berlangganan, nah kita bisa ini
mendapatkan artikel-artikel sesuai topik
kita, sesuai dengan kata kunci yang
sudah kita masukkan. Bahkan tidak hanya
itu, kita juga bisa download
artikel-artikel ini asalkan artikelnya
sifatnya open access. Nah, selain fitur
ini seperti yang saya katakan tadi,
fitur terbaru dari Scopus adalah Scopus
AI. Wah, ini luar biasa sekali. Sangat
amat bermanfaat dan sangat amat
powerful. Nah, kebetulan kalau di kampus
saya, kampus saya alhamdulillah
berlangganan Scopus dan mulai tahun ini
langganannya meningkat sampai
mendapatkan fitur Scopus AI. Nah, bagi
teman-teman yang kampusnya tidak
berlangganan Scopus ataupun berlangganan
Scopusnya tidak sampai fitur Scopus AI,
nanti di akhir video akan saya sampaikan
bagaimana caranya kita mendapatkan fitur
Scopus C selama 1 bulan. Oke, setelah
kita memiliki akun ini, maka kita bisa
klik ini ya, fitur Scopus AI sehingga
tampilannya seperti ini. Explore topic
and discover relevant references since
203 ya, sejak eh tahun 2003. Nah,
kemudian di sini kita bisa sampaikan
pertanyaan atau topik yang ingin kita
sampaikan. Misalkan the effect
of socialial media on mental health
misalkan. Jadinya kita ingin tahu
berdasarkan jurnal-jurnal ataupun
artikel-artikel yang sudah publish di
jurnal Scopus, apakah media sosial itu
berpengaruh terhadap kesehatan mental?
Nah, setelah kita masukkan topik ataupun
juga boleh dalam bentuk pertanyaan ya.
misalkan apakah ada pengaruh media
sosial terhadap mental health. Nah,
setelah kita masukkan pertanyaan atau
topik tersebut kemudian kita klik tanda
panah di sini. Selain itu, di sini juga
ada contoh-contoh ya, contoh-contoh
topik atau pertanyaan yang juga bisa
kita gunakan. Nah, setelah kita masukkan
ini kemudian kita klik tanda panah ini,
maka nanti si Scopus AI ini akan
memberikan penjelasan atau menjawab
pertanyaan kita berdasarkan
artikel-artikel yang sudah publish di
jurnal-jurnal yang terindeks Scopus.
Karena dia menggunakan database-nya dia
untuk menjawab pertanyaan kita atau
untuk mengembangkan topik yang sudah
kita tulis di sini. Nah, di sini ada
show copyot step. Nah, ini yang dia
lakukan. Creating a plan to answer your
quiry dan sebagainya. Kemudian ini
performing keyword search. Nah, ini ya.
Ini seperti ketika kita nyari artikel
jurnal. Nah, ini hampir serupa ya. Nah,
jadinya dia cari dokumen yang sejalan
dengan topik atau pertanyaan kita.
Kemudian ini generating summary. Nah,
ini jawabannya the effect of social
media on mental health. Ini
penjelasannya negative effect-nya ini.
Lalu ini referensinya ya. Jadinya
menyebabkan stres, kecemasan, dan
depresi. Ini penjelasannya. Ini
referensinya. Kalau kita klik ini, nah
muncul di sini ini artikel di dalam
jurnal yang terindeks Scopus. Kalau kita
klik open dokumen detail, maka kita akan
diarahkan ke halaman yang berisikan
judul, kemudian nama jurnalnya,
authornya, dan sebagainya. Nah, ini
lengkap ini. Bahkan kita nanti bisa
ngelihat full tex-nya di sini. Kemudian
view add publisher, maka kita akan
diarahkan ke doi-nya. Ini mohon maaf
agak error ya.
Saya klik seperti ini. Nah, ini ya. Oh,
social media affecting the mental
health. Sebetulnya kalau lagi lancar ya
bisa langsung nanti kita diarahkan ke
halaman tempat artikel tersebut dimuat.
Oke. Nah, ini sudah ter-download. Nah,
ini artikelnya tadi.
Nah, sehingga nanti enak jadinya ya.
Kita tinggal klik ini ya. Misalkan
referensi ini akan muncul di sini.
Kemudian open dokumen detail, maka kita
ke halaman yang menginformasikan detail
dokumen tersebut dan kita nanti bisa
mengakses publisher yang menampilkan
website di mana artikel tersebut dimuat.
Ah, kemudian ini social comparison and
law self esteem. Nah, ini ya ini
uraiannya dan ini referensinya. Nah,
referensi-referensinya semuanya adalah
referensi dari Scopus karena dia
menggunakan database-nya dia ya.
database-nya dia berisikan berbagai
jurnal yang terindek Scopus yang di
setiap jurnal tersebut ada
artikel-artikel yang bisa menjawab
pertanyaan yang tadi sudah kita
masukkan. Wah, ini bagus ini ya. Nah,
kemudian kita ingin lebih terelaborasi,
kita ingin lebih detail uraiannya, maka
kita bisa klik ini expanded summary
sehingga dia akan buatkan summary yang
lebih panjang yang menguraikan topik
kita atau yang menjawab pertanyaan kita
tadi. Nah, ini sama ya, ada uraiannya,
kemudian di sini ada referensinya.
Kita scroll ke bawah. Nah, kemudian
menariknya di sini ada inside at glance.
Ini ada berbagai fitur yang bisa kita
manfaatkan. Misalkan, oh saya ingin
membuat peta konsep berdasarkan topik
saya tadi. Maka kita klik di sini konsep
map. Maka dia akan buatkan peta konsep
yang luar biasa ini ya. Jadinya social
media and mental health ini bisa
di-breakdown menjadi res, impact on
mental illness, negative effect,
kemudian positive effect. Kemudian dari
setiap poin ini juga akan terbagi lagi
menjadi beberapa poin lagi. Bahkan nanti
ya selain membuat konsep map, kita juga
bisa download konsep map ini dalam
format PNG. Kemudian fitur lainnya juga
sangat menarik. Kita bisa pilih ini
emerging temps eh sori emerging teams
ya. Maka ketika kita klik emerging teams
ini, maka dia akan menganalisis
tema-tema yang sedang naik down atau
sedang muncul berdasarkan topik yang
tadi kita masukkan atau pertanyaan yang
kita tanyakan. Nah, ini kita tunggu
prosesnya. Nah, sekarang ini muncul ya.
Ini konsisten team ya. Jadinya tema yang
konsisten diteliti oleh para peneliti.
Ataupun juga di sini ada rising team
jadinya tema yang lagi naik. Di sini
dikatakan the impact of social media on
ad mental health. Ya, ini gambarannya,
ini referens-nya ya. Berbagi referensi
yang referensi tersebut itu menggunakan
topik ini. Kemudian ini bahkan dia
memberikan potensial hipotesis ya. Ini
ada dua hipotesis yang berpotensi
berkaitan dengan topik tersebut.
Kemudian ini ada raising teams-nya ada
dua social media addiction and
psychological distress. Kemudian di sini
juga ada references-nya. references-nya
ini berupa artikel-artikel yang
menggunakan topik tersebut atau ini juga
ada media representation of mental
health on social media. Ini juga tema
yang lagi naik down, yang lagi muncul
ya. Bahkan ini juga ada ya. Sehingga
dengan menggunakan fitur tersebut kita
bisa mengetahui apa sih tema yang
konsisten yang diterima di Scopus
ataupun apa tema-tema baru yang muncul
dari pertanyaan atau topik atau kalimat
yang kita masukkan tadi ke fitur Scopus
AI. Tidak hanya itu, bahkan kita bisa
mengetahui topik expertnya, ya. Kita
klik topik expertnya, dia akan analisis
dan nanti dia akan memberikan informasi
yang juga sangat berguna untuk kita.
Nah, di sini ya jadinya ini author-autor
yang expert di topik tersebut. Nah, ini
ya. Nah, nanti tinggal kita klik preview
profile. Maka kita akan mendapatkan
informasi seperti ini. Ketika kita klik
view full profile, maka kita akan
diarahkan ke Scopus ID ataupun juga
profil dari author yang bersangkutan.
Nah, kemudian tidak hanya itu juga ya,
kita bisa
memberikan pertanyaan lanjutan di sini
ya. Bahkan di sini juga ya ada go
deeper. Jadinya kita bisa membahas lebih
dalam lagi ya didasarkan pada topik awal
kita. dia kemudian mikir apa sih
pertanyaan lanjutan yang menurut dia
bisa membahas lebih dalam topik tersebut
atau kita bisa membuat
pertanyaan-pertanyaan baru. Misalkan
kita ingin tahu state of the art dari
topik ini, maka kita tinggal tuliskan
saja seperti ini. The state eh sori the
state
of the art
on this theme misalkan, ya. Kemudian
kita klik tanda panah ini ya. Jadinya
kita ingin tahu state of dia dari tema
ini. Ah, dia creating a plan to answer
your query. Sama seperti tadi ya, dia
cari dokumennya kemudian dia buat
jawabannya.
Nah, ini ya source query-nya. Kemudian
ini summary-nya. Ini saya tutup dulu.
Nah, sehingga ini bagaimana perkembangan
penelitian di topik tersebut ya. Nah,
ini ya based on the provided abstract
dan seterusnya di sini key finding-nya.
Nah, ini penelitian-penelitian terdahulu
itu menemukan ini ya negative impact
dari sosial media, positif impact dari
sosial media dan referensi-referensinya.
Kemudian mix and inconclusive
finding-nya. Kemudian ini dari segi
metodenya ya, ini juga
referensi-referensinya. Data collection
and analysis-nya seperti apa, machine
learning model, challenges-nya, kemudian
ini rekomendasinya.
future direction-nya dan seterusnya. Dan
lagi-lagi kita bisa expanded summary
sehingga nanti ini bisa lebih luas lagi
jawabannya. Dan sama seperti biasanya
kita bisa membuat konsep map berdasarkan
pertanyaan tersebut. Misalkan kita ingin
tahu resis gap-nya secara lebih
mendalam, maka kita tinggal tulis saja
resarch gap
on this team misalkan, ya. Kemudian kita
klik tanda panah di sini. maka nanti dia
akan membantu menganalisiskan apa sih
celah penelitian di topik tersebut
sehingga nanti kita bisa menentukan oh
ini loh celah penelitian di topik
tersebut sehingga saya bisa masuk ke
celah tersebut untuk membuat penelitian
terbaru. Ahah ini ya jadinya ini resis
gap-nya yang pertama kontekstual factor
and specific risk factor. Ini
penjelasannya methodological challenges
ya. Jadinya ini tantangan metodologisnya
ini research gap-nya sehingga nanti bisa
kita jadikan dasar untuk penelitian
selanjutnya. Diverse population and
cultural context, spesific demographic
dan lagi-lagi ini ada sitasi-sitasi yang
dari jurnal-jurnal Scopus sehingga dia
buat research cap berdasarkan data dia
yaitu data di dalam database Scopus.
Wah, bahkan dia buatkan ini ya, sumary
tabel-nya, ini tema-temanya, kemudian
ini research gap-nya. Menarik sekali ini
ya. Kemudian misalkan kita ingin juga
research limitation misalkan ya research
limitation
misalkan research limitation of study
misalkan ya of study
that has been misalkan conducted
in this team ya misalkan
jadinya kita ingin tahu apa sih sih
keterbatasan penelitian-penelitian
sebelumnya dari tema ini. Nah, bisa
memperkuat kita nanti untuk merancang
penelitian selanjutnya. Wah, ini sudah
dijawab ya. Jadinya terkait
pengukurannya ini keterbatasannya,
keterbatasan di metodenya, kemudian ini
specific research gap-nya, practical
implication-nya, dan seterusnya. Ini
sudah ada recommendation for future
research. Tapi kita juga bisa nanti ya
menyampaikan atau menanyakan hal
tersebut biar jawabannya lebih dalam.
Lagi-lagi di sini juga ada expanded
summary-nya nanti akan terelaborasi
jawabannya ya. Misalkan future ya future
research
recommendation
on this teams misalkan. Sehingga nanti
kita bisa lebih detail melihat apa sih
rekomendasi-rekomendasi penelitian
selanjutnya
berdasarkan lagi-lagi data dari
artikel-artikel yang sudah masuk di
Scopus. Nah,
ini ya jadinya ini rekomendasi
penelitian-penelitian selanjutnya. Nah,
misalkan ini muncul note based on scopus
references, maka kita bisa ulang ya
karena bisa jadi dia oh ini usernya
pengin hanya dari Scopus atau semuanya.
Karena ini pertanyaan kita kan umum ya,
rekomendasi penelitian selanjutnya.
Mungkin menurut dia untuk penelitian
selanjutnya kita bisa lihat secara umum,
tetapi saya penginnya hanya dari Scopus.
Maka saya ulang di sini. Kemudian
based on scopus references. Ah, maka
nanti dia akan revisi jawabannya hanya
berdasarkan artikel-artikel dari
jurnal-jurnal yang terindeks Scopus.
Nah, ini sudah dia jawab. Nah, ini ya
jadinya social media and mental health,
longitudinal studies dan seterusnya.
Recruitment for mental health research,
social media communities dan seterusnya.
Jadinya banyak hal yang bisa kita
eksplorasi. Ini masih sebagian ya yang
saya tunjukkan. Masih ada banyak hal
yang bisa kita optimalkan. Nah, kemudian
bagaimana caranya kita mendapatkan fitur
Scopus E selama 1 bulan? Nah, ini
kebetulan ya kebetulan saya diundang
tanggal 1 dan 2 September di Surakarta
Bapak Ibu, Senin dan Selasa diundang
menjadi narasumber pelatihan luring
selama 2 hari. yang dua hari tersebut
target kita adalah belajar menulis dua
jenis artikel langsung. Hari pertama
kita belajar dari merancang penelitian
sampai menyiapkan draf artikel
penelitian research atau research
artikel. Jadinya kita membuat artikel
berdasarkan penelitian ya penelitian di
lapangan, di laboratorium atau dan
sebagainya. Di hari keduanya kita
membuat artikel jenis lain yaitu SLR
systematic literature review ya. kita
praktikkan ketujuh tahapan dari
sistematic literatur review sehingga
nanti di dua hari ini kita tidak hanya
belajar satu topik tapi kita belajar
sekaligus mempraktikkan dua paper paper
research sama paper SLR dan fiturnya
salah satunya adalah nanti Bapak Ibu
mendapatkan Scopus Ee selama 1 bulan ya
selain dapat fitur chat GPT dan size
base juga. Oke, ya. Itu sedikit sedikit
informasi saja karena banyak subscriber
saya yang tanya, "Ya, Pak, kapan ee apa
namanya pelatihan luring di kota saya?"
Begitu. Biasanya saya enggak pernah
nge-share ya informasi di
apa di e YouTube ya terkait
pelatihan-pelatihan yang saya isi.
Padahal saya hampir tiap minggu itu
mengisi daring dan hampir tiap bulan itu
ke berbagai kota ya diundang di beberapa
kampus ataupun diundang beberapa
lembaga. Nah, ini mumpung ya kebetulan
saya ke Surakarta. Mungkin kalau ada
yang tertarik silakan nanti bergabung.
Linknya nanti link pendaftarannya akan
saya cantumkan di kolom deskripsi di
bawah video ini. Nanti tinggal diklik
saja di sana lengkap ya dari harga
kemudian fasilitas dan sebagainya. Oke,
terima kasih. Mohon maaf bila ada
kesalahan. Di minggu selanjutnya akan
kita bahas ee-e lain yang luar biasa
juga. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:11:15 UTC
Categories
Manage