Resume
zlFD6OLUr3E • Revealed!!! Strategies and Tips for Creating ChatGPT Prompts for Writing SCOPUS-Indexed Journal A...
Updated: 2026-02-12 02:11:17 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur dari transkrip video yang Anda berikan.


Strategi Jitu Prompting ChatGPT untuk Menulis Artikel Jurnal: Dari Kerangka hingga Pendahuluan

Inti Sari

Video ini membahas strategi optimalisasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT atau Large Language Models (LLM) lainnya sebagai asisten penulisan artikel jurnal. Ahmad Fauzi menjelaskan pentingnya teknik prompting yang tepat—khususnya melalui pendekatan bertahap dan pemberian peran (role-playing)—untuk menghasilkan kerangka tulisan yang berkualitas dan sesuai standar akademik internasional.

Poin-Poin Kunci

  • Pentingnya Detail dan Bertahap: Jangan meminta terlalu banyak hal sekaligus kepada AI; gunakan pendekatan bertahap (step-by-step) dan berikan informasi yang spesifik.
  • Formula 5 Komponen: Terdapat rumus khusus untuk prompt pertama agar AI berperan sesuai keinginan, yaitu mencakup Peranan, Kompetensi, Pengalaman, Skenario, dan Instruksi.
  • Fokus pada Kerangka: Langkah awal penulisan harus fokus pada pembuatan kerangka (framework) atau garis besar, bukan langsung membuat paragraf panjang.
  • Komponen Pendahuluan: Kerangka pendahuluan jurnal yang baik harus mencakup konteks global, masalah, solusi, kebaruan/tujuan, dan urgensi penelitian.
  • Batasan Penggunaan AI: AI disarankan hanya untuk membuat kerangka. Untuk pengembangan paragraf dan pencarian referensi, disarankan menggunakan platform lain (seperti yang akan dibahas di video berikutnya).

Rincian Materi

1. Pengantar dan Tips Dasar dalam Prompting

Video dibuka dengan pengantar dari Ahmad Fauzi yang sedang berada di Thailand. Ia menekankan bahwa penggunaan AI (ChatGPT, Gemini, dll.) untuk penulisan jurnal seringkali dibahas dalam bootcamp, namun kunci utamanya terletak pada optimasi prompt (perintah). Beberapa prinsip dasar dalam memberikan prompt antara lain:
* Jelaskan secara detail: Sampaikan apa yang diinginkan, format yang diharapkan, dan kualitas yang ditargetkan.
* Jangan terburu-buru: Jangan meminta hasil akhir yang terlalu panjang sekaligus. Ajak AI untuk berdiskusi secara bertahap (cicil).
* Berikan info spesifik: Jika AI tidak mengetahui data spesifik Anda, berikan informasi tersebut secara eksplisit.
* Tetapkan Peran: Selalu berikan peran (role) di awal percakapan.

2. Formula Prompt Pertama: 5 Komponen Utama

Untuk mendapatkan respons terbaik di awal percakapan, gunakan formula 5 komponen berikut ini:
1. Peranan (Role): Tentukan profesi atau identitas AI, misalnya "Dosen" atau "Peneliti di bidang Pendidikan Sains".
2. Kompetensi: Sebutkan keahlian spesifik, misalnya "Kompeten dalam menulis artikel jurnal berkualitas tinggi bereputasi internasional (Scopus Q1)".
3. Pengalaman: Berikan latar belakang pengalaman untuk mendapatkan sudut pandang yang kaya, misalnya "Berpengalaman sebagai penulis, editor, dan reviewer pada jurnal bereputasi".
4. Skenario: Jelaskan situasi saat ini, misalnya "Saya sedang menulis artikel tentang [Topik] dengan target publikasi Q1". Jelaskan juga jika ada lampiran file yang dianalisis.
5. Instruksi: Berikan perintah awal yang ringan, misalnya "Mohon pelajari gambaran umum penelitian yang saya berikan".

3. Strategi Prompt Kedua: Membuat Kerangka (Framework)

Setelah AI merespons prompt pertama, langkah selanjutnya adalah membuat kerangka tulisan. Membuat kerangka terlebih dahulu adalah kebiasaan penting untuk memastikan urutan dan kelengkapan komponen tulisan.
* Tujuan: Meminta AI untuk menyusun kerangka bagian pendahuluan (introduction) berdasarkan gambaran penelitian yang telah diberikan sebelumnya.
* Definisi Kerangka: Daftar kalimat utama yang nantinya akan dikembangkan menjadi paragraf.

4. Komponen Pendahuluan dan Format Output

Dalam meminta kerangka pendahuluan, pastikan AI memasukkan komponen-komponen esensial berikut secara berurutan:
1. Pengantar dan konteks global.
2. Permasalahan penelitian.
3. Alternatif solusi.
4. Kebaruan (novelty) dan tujuan penelitian.
5. Urgensi penelitian.

Format Prompt yang Disarankan:
Minta AI untuk merespons dengan format:

Point 1.1: [Nama Komponen], [Satu Kalimat Utama].
(Enter)

Contoh:

Point 1.1: Introductory paragraph & global context, [Isi kalimat utamanya].

5. Etika dan Langkah Lanjutan

Setelah kerangka dibuat oleh AI:
* Verifikasi: Penulis harus memeriksa kembali kerangka tersebut untuk memastikan sesuai dengan etika dan pedoman penulisan. Penggunaan AI untuk tahap kerangka masih dapat ditoleransi secara etis.
* Pengembangan: Jangan gunakan ChatGPT untuk mengembangkan kalimat utama menjadi paragraf penuh atau untuk mencari referensi. Gunakan platform lain yang lebih sesuai untuk kebutuhan ilmiah tersebut.
* Logistik Video: Prompt lengkap akan disertakan di kotak deskripsi video. Video berikutnya dijadwalkan tayang pada hari Rabu saat narator kembali ke Indonesia, yang akan membahas penggunaan "Platform EEin" untuk penulisan ilmiah.


Kesimpulan & Pesan Penutup

Memanfaatkan AI sebagai asisten penulisan jurnal sangat efektif asalkan dilakukan dengan strategi prompting yang tepat, dimulai dengan menetapkan peran yang jelas dan fokus pada pembuatan kerangka sebelum menulis konten lengkap. Penonton diundang untuk menyalin prompt yang tersedia di deskripsi dan menantikan video selanjutnya mengenai platform EEin untuk melengkapi proses penulisan ilmiah mereka.

Prev Next