Revealed!!! Strategies and Tips for Creating ChatGPT Prompts for Writing SCOPUS-Indexed Journal A...
zlFD6OLUr3E • 2025-08-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya, Ensiklopedia Ahmad Fauzi, channel yang membahas berbagai AI yang bermanfaat untuk bidang penelitian, pendidikan, ataupun bidang-bidang yang lain. Seperti biasanya kalau saya di luar negeri, saya tidak membawa laptop ya. Sehingga seperti Desember lalu ketika saya ke Turki, hari ini saya terpaksa membuat konten tanpa menggunakan laptop. Namun karena hampir setiap Sabtu saya usahakan untuk berbagi ilmu melalui kanal YouTube saya. Maka hari ini mohon maaf Bapak, Ibu, dan teman-teman saya berbagi ilmunya melalui layar HP ini. Semoga tetap optimal dan tetap mampu memberikan ilmu ataupun pengalaman yang bermanfaat bagi Bapak Ibu. Oke, hari ini saya di Thailand, Bapak Ibu. Dan di Thailand ini sekarang hampir jam .00 ya, di luar masih gelap. Dan di hari ini juga saya ingin berbagi pengalaman, pengetahuan dan perspektif saya ketika saya menggunakan CGBT ataupun LLM lain misalkan dipsik Jemini untuk menjadi asisten penulisan artikel jurnal kita. Ini sebetulnya materi yang biasanya saya sampaikan ketika saya mengisi bootcamp, webinar, kuliah luring ataupun juga pertemuan-pertemuan luring luring di berbagai kampus. Tetapi untuk video kali ini saya sedikit berikan bocoran ya, bagaimana saya memanfaatkan EE tersebut untuk mengoptimalkan penulisan artikel kita. Oke, misalkan kita menggunakan chat GPT ya, instruksi yang kita masukkan, pertanyaan yang kita masukkan ataupun chat yang kita masukkan ke dalam chat GPT itu kita kenal sebagai prom. Ketika kita mengoptimalkan prom, maka respon yang kita dapatkan akan semakin maksimal. Sehingga Bapak Ibu ketika kita menggunakan chat GPT itu ada triknya dan triknya itu adalah di prom yang kita tulis. Di sini akan saya bagikan beberapa trik dan tips dalam membuat prom. Yang pertama adalah ketika kita membuat prom, tuliskan secara detail apa yang kita inginkan, format yang ingin kita dapatkan, respon yang kualitasnya seperti apa, itu kita ceritakan semua. Nanti insyaallah saya praktikkan atau saya contohkan prom yang bagus itu seperti apa ketika kita memanfaatkan chat GPT sebagai asisten penulisan kita. Itu trik yang pertama ya. Detailkan apa yang kita inginkan dari berbagai perspektif, dari berbagai aspek. Kemudian yang kedua, ketika kita memberikan satu prom atau satu chat jangan minta terlalu banyak. Minta satu persatu saja dicicil. Posisikan AI sebagai teman diskusi kita. Jadinya semacam kita ngobrol dengan teman kita, kita enggak langsung meminta dia buatkan artikel dari judul sampai kesimpulan, buatkan artikel dari pendahuluan sampai pembahasan. Wah, nanti dia bingung. Selain tidak detail sekali perintah, perintahnya banyak. Maka posisikan CGBT, Gemini, Dipsik atau Grock sebagai teman diskusi kita. Awalnya mungkin kita meminta dia menjadi seperti siapa. Kemudian yang kedua kita beri dia perintah sesuatu dia kerjakan. Kemudian kita cek setelah itu kita beri instruksi selanjutnya. Nah, itu tips kedua. Kemudian tips ketiga, bila ada informasi-informasi yang menurut kita Chat GPT tidak paham, maka sampaikan di dalam prom tersebut. Kenapa? Karena jangan sampai merasa atau berpikiran CJPT itu tahu apa saja, tahu segala informasi di dunia ini. Bisa jadi ada beberapa informasi yang dia itu gak paham. Sehingga ketika kita instruksikan sesuatu berkaitan dengan informasi tersebut, respon yang dia hasilkan tidak optimal. Misalkan ketika kita nulis pendahuluan, kita paham ada komponen-komponen wajib yang harus dimunculkan atau dimuat di dalam pendahuluan pendahuluan artikel jurnal. Nah, chat GPT itu gak paham pendahuluan yang berkualitas itu harus mengandung apa saja. Maka sampaikan di dalam prom nanti akan kita praktikkan atau saya contohkan promnya. Itu tips yang selanjutnya. Kemudian tips yang selanjutnya adalah di awal ketika kita memulai diskusi dengan dia, kita sampaikan dia harus berperan sebagai siapa, memiliki kompetensi seperti apa, memiliki pengalaman seperti apa. Baru kita ceritakan apa yang sedang kita alami atau apa yang sedang kita butuhkan. Sehingga ketika saya sering melatih berbagai kegiatan luring ataupun daring, di sana para peserta saya ajarkan salah satu format atau formula ngeprom yang paling sering saya gunakan. Ada lima komponen sehingga ketika kita buka chat GPT atau Gemine atau yang lain di chat pertama kita buat prom yang terdiri dari lima komponen. Yang pertama adalah peranan. Misalkan ketika kita ingin nulis artikel jurnal berstandar jurnal bereputasi terindeks Scopus Q1. Siapa yang biasanya nulis seperti itu? Yang biasanya nulis kan kalau gak dosen ya akademisi ya peneliti. Maka di situ kita sampaikan pada chat GPT dia harus berperan seperti layaknya tiga orang ini. Misalkan Anda adalah dosen, peneliti sekaligus akademisi di bidang titik titik titik. Nah, di bidang titik-titik ini kita sesuaikan bidang apa? Misalkan bidang pendidikan sains. Itu kalimat pertama kita berikan dia peranan. Kemudian setelah kita berikan peranan, kita sampaikan kompetensi yang harus dia miliki. Tadi kita ingin nulis artikel, maka chat GPT kita berikan kompetensi dia harus menguasai hal terkait penulisan artikel. Maka di kalimat kedua bisa kita tuliskan, Anda berkompeten dalam menulis artikel jurnal. penelitian berkualitas berstandar Scopus Q1. Itu komponen kedua dalam prom kita. Ini masih prom pertama ya. Nah, kemudian kita masuk ke komponen ketiga di dalam prom pertama tersebut. Komponen ketiga adalah pengalaman. kita sampaikan pengalaman apa yang harus dia miliki. Misalkan selain berpengalaman sebagai penulis artikel, Anda juga berpengalaman sebagai pengelola jurnal dan reviewer jurnal-jurnal terindek Scopus. Di sini tujuannya adalah ketika dia memberikan respon atau menjawab pertanyaan kita, dia tidak hanya memiliki satu perspektif, tetapi tiga perspektif, yaitu sebagai author, editor, dan reviewer. Kemudian setelah kita sampaikan pengalaman dia, baru kita masuk ke komponen keempat yaitu skenario. Nah, di skenario ini kita ceritakan apa yang kita hadapi atau apa yang sedang kita lakukan. Misalkan kali ini saya ingin menulis artikel jurnal tentang titik-titik titik dan saya menginginkan artikel tersebut dapat terpublikasikan di jurnal internasional bereputasi Q1. Nah, itu kita sampaikan kalau kita punya gambaran penelitian dalam bentuk file itu bisa kita upload sehingga kita sampaikan di prom 1 gambaran umum penelitian yang telah saya lakukan saya lampirkan melalui chat ini. Itu komponen keempat. Komponen kelima yaitu instruksi. Nah, ketika kita berdiskusi dengan chatpt atau LM yang lain di prom pertama jangan langsung memberikan instruksi yang berat. Misalkan di prom tadi, maka di kalimat terakhir di instruksi kita, kita cukup menyampaikan seperti ini. Cermati atau pahami gambaran penelitian saya tersebut. Selesai. Ya, jadinya peranannya sebagai dosen, peneliti, ataupun akademisi, kemudian kompetensinya mampu merancang atau menulis artikel jurnal bereputasi. Kemudian pengalamannya sebagai author, editor, dan reviewer jurnal bereputasi. skenarionya kita ceritakan kita ingin atau sedang atau telah melakukan penelitian terkait hal tertentu. Lalu instruksinya cukup cermati gambaran penelitian tersebut. Maka nanti CJBT memberikan respon, kita tunggu responnya, kita tidak harus membaca responnya. Lalu kita lanjut ke prom yang kedua. Nah, di prom yang kedua ini kita mulai memberikan instruksi yang lebih detail. Misalkan di prom kedua kita ingin masuk ke bagian pendahuluan dan seperti biasanya ya sebelum zamannya AI ketika sebelum zamannya AI ketika saya menjadi narasumber atau workshop di berbagai sori narasumber ataupun pemateri ya di berbagai workshop atau bootcamp ataupun yang lain sebelum zamannya E dulu saya selalu melatih para peserta sebelum membuat pendahuluan ataupun pembahasan kita perlu membuat kerangka terlebih dahulu. Kerangka adalah list kalimat utama yang nantinya akan berkembang menjadi paragraf. Dengan membuat kerangka atau outline seperti ini, maka kualitas pendahuluan atau pembahasan kita menjadi lebih berkualitas karena lebih urut dan semua komponen yang wajib dimunculkan tidak terlupakan. Nah, chat GPT kita posisikan sebagai orang yang ingin nulis artikel tapi buat kerangka dulu. Maka di prom kedua kita minta dia buat kerangka. Tetapi lagi-lagi bisa jadi dia enggak paham kerangka itu apa, dia juga kurang paham komponen pendahuluan yang harus dimunculkan di artikel berkualitas itu apa. Nah, maka kita buat promnya seperti ini. Didasarkan pada hasil pencermatan Anda terkait gambaran penelitian yang telah saya sampaikan di chat sebelumnya. Sekarang buatkan kerangka pendahuluan untuk artikel tersebut. Lalu kita sampaikan artinya kerangka pendahuluan adalah list kalimat utama yang nantinya akan berkembang menjadi paragraf utuh. Lalu kita sampaikan komponen-komponennya. Pendahuluan yang bagus harus terdiri dari beberapa komponen berikut. Pertama, paragraf pengantar dan konteks global. Yang kedua, konsep dasar atau teori yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Yang ketiga, permasalahan penelitian. Keempat alternatif solusi. Kelima, kebaruan hingga tujuan penelitian. Keenam urgensi penelitian. Itu kita tuliskan ya. Jadinya komponen pendahuluan harus terdiri dari beberapa komponen berikut. Satu, pengantar dan konteks global hingga tadi nomor 6, urgensi penelitian. Lalu kita minta dia merespon dalam format tertentu. Format titik du satu komponen cukup satu kalimat utama. Enter. Maka nanti dia akan buatkan kerangka pendahuluan berdasarkan komponen-komponen yang sudah kita sampaikan tadi. Kemudian nanti kita cermati ya. Sesuai etika, sesuai dengan panduan internasional terkait penggunaan AI. kita tidak masalah meminta AI membantu membuatkan kita kerangka pendahuluan. Tetapi ada catatannya setelah dia buatkan kerangka perlu kita cermati, perlu kita lihat sesuai atau tidak, bagus atau tidak. Nah, setelah kita merasa sesuai kerangka tersebut nanti kita kembangkan kita kembangkan kalimat-kalimat utama tersebut menjadi paragraf utuh. Kalau sesuai pengalaman saya, sebaiknya kita jangan mengembangkan ataupun mencari referensi melalui chat GPT. Jangan mengembangkan kalimat ini menjadi paragraf melalui chat GPT. Kita gunakan platform yang lain. Nah, platform yang lain sebetulnya sudah beberapa kali saya bahas di channel YouTube saya ini. Namun insyaallah nanti akan saya bahas lebih lanjut ya setelah membuat kerangka apa selanjutnya yang perlu kita lakukan. Demikian ya apa yang dapat saya bagikan di hari ini dari Thailand. Semoga apa yang saya sampaikan tadi bermanfaat bagi Bapak, Ibu, dan teman-teman. Prom yang tadi sudah saya sampaikan akan saya cantumkan di kolom deskripsi di bawah video ini. Bagi teman-teman silakan nanti dicopy atau dimodifikasi atau dikembangkan. Itu hanyalah strategi prom yang biasanya saya gunakan dan saya rasa hasilnya optimal. Bagi teman-teman yang punya strategi yang lain juga silakan. Insyaallah hari Rabu akan saya bagi lagi materi lain. Insyaallah Rabu saya sudah kembali ke Indonesia. Saya akan buat video lagi melalui layar laptop dan akan saya bahas platform EEin bagaimana cara memanfaatkannya dan mengoptimalkannya untuk kepentingan penulisan dan penelitian ilmiah kita. Terima kasih, mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories