Identifying Various Research Gaps Worthy of Scopus Publication with AI: AnswerThis AI
G3C6osvXvO8 • 2025-10-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ketika kita ingin mencari ide penelitian yang berpotensi diterima di jurnal terindex Scopus, salah satu kuncinya adalah ide penelitian tersebut mengandung novelty dan harus berlandaskan pada resis gap. Namun seperti yang kita ketahui, mengidentifikasi res gap atau celah penelitian di topik penelitian kita merupakan aktivitas yang sulit dan melelahkan. Oleh karena itu, di video kali ini mari kita bahas beberapa alternatif pengidentifikasian resis gap dengan bantuan AI. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Berjumpa lagi dengan saya di channel YouTube saya, Ensiklopedia Ahmad Fauzi, channel yang membahas berbagai platform AI yang bermanfaat untuk bidang penelitian, pendidikan, ataupun bidang-bidang yang lain. Di video kali ini, mari kita bahas bagaimana caranya kita memanfaatkan answer this disk untuk mengidentifikasi research gap di area penelitian kita sehingga kita dapat memperoleh ide penelitian yang lebih berkualitas. Tidak hanya satu, di video kali ini mari kita bahas tiga alternatif untuk mendapatkan beragam resap tersebut. Untuk memulainya kita harus mengakses uns answer unsur disk terlebih dahulu. kita dapat mengakses answer disk menggunakan link berikut yang link ini juga sudah telah saya cantumkan di kolom deskripsi di bawah video ini. Setelah kita mengakses link berikut, maka tampilan website-nya akan seperti ini. Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan, kita harus buat akun terlebih dahulu. Untuk buat akun, kita bisa klik tombol start for free yang ada di sisi tengah ini ataupun yang ada di pojok kanan atas ini. Setelah kita klik tombol tersebut, maka kita diarahkan ke halaman yang berisikan formulir seperti ini. Kita dapat langsung memilih akun Google atau akun email kita dengan mengklik tombol yang ada di atas ini. Lalu tinggal kita pilih alamat email yang ingin kita daftarkan. Dan setelah itu kita akan mendapatkan akun answer this menggunakan alamat email atau akun Google tersebut. Tadi saya katakan kita akan membahas tiga alternatif. Sekarang kita coba alternatif pertama terlebih dahulu. Alternatif pertama kita bisa memanfaatkan fitur library di sini. Ketika kita klik library, kita bisa membuat folder-folder sesuai dengan keinginan kita. Dan di dalam folder tersebut berisikan berbagai paper yang telah kita miliki. Sedangkan untuk alternatif kedua dan alternatif ketiga, kita tidak butuh mencari paper terlebih dahulu. Yang alternatif pertama ini konteksnya kita sudah punya paper, kita sudah kumpulkan paper di topik kita, lalu kita ingin identifikasi paper-paper tersebut. Sedangkan untuk alternatif kedua dan ketiga konteksnya adalah kita tidak punya paper sama sekali, tapi kita ingin mengidentifikasi gap dengan bantuan AI. Oke, untuk alternatif pertama ini setelah kita akses library, kita perlu buat folder dengan mengklik tanda plus yang ada di sini. Kemudian tinggal kita isi saja topik dari penelitian kita. Misalkan problem based learning on critical thinking skill. Nah, misalkan seperti ini ya. Kemudian select domain. Kita bisa pilih sesuai dengan domain yang menurut kita paling sesuai. Kalau tidak ada yang sesuai kita bisa klik. Kemudian bisa kita tulis sendiri domainnya. Bisa dalam bahasa Indonesia, bisa juga dalam bahasa Inggris. Kemudian kita klik tombol create. Setelah kita klik tombol create, kita akan mendapatkan folder baru yang masih kosong. Di sini kita bisa import PDF atau paper dari Zotero ataupun Mendele ataupun juga bisa kita upload dari komputer kita. Sekarang anggap saja saya belum punya paper sama sekali, maka saya buka Scopus terlebih dahulu. Saya ingin download berbagai paper di topik tersebut sehingga nanti kita bisa identifikasi mana gap yang bisa dimunculkan dari paper-paper yang telah publish di Scopus. kita bisa tulis seperti ini. Problem based learning and critical thinking skills. Kemudian kita enter saja. Kemudian saya hanya ingin artikel reset, maka saya buang yang review. Lalu saya hanya ingin paper-paper yang gratis maka saya pilih yang all open access. Sekali lagi bagi teman-teman yang tidak bisa mencari paper seperti ini, tenang di alternatif kedua dan ketiga kita tidak perlu melakukan langkah pencarian paper ini. Kemudian ini perlu kita download terlebih dahulu ya. Ini ada 200 lebih, anggap aja kita download semua. Namun untuk video ini saya download beberapa saja ya, 4050 saja agar lebih cepat nanti waktu pendownload-annya. Setelah saya klik download, mari kita tunggu terlebih dahulu persentase penyelesaian download dokumen-dokumen yang sudah saya pilih tadi. Setelah kita tunggu beberapa saat, sudah ada beberapa paper yang ter-download. Bisa kita cek di folder download. Ternyata ada 27. Oke, tidak masalah ya. Anggap aja semua sudah ter-download. Nah, 27 paper ini bisa kita upload ke folder yang sudah kita siapkan di unsur tadi. Caranya tinggal kita klik drag and drop PDF files here. Kemudian kita cari folder tempat kita men-download paper-paper tadi. Kita pilih semuanya. Kemudian kita klik open. Lalu kita tunggu beberapa detik agar paper-paper tersebut terupload semua di folder yang sudah kita siapkan di answer disk kita masing-masing. Setelah kita tunggu beberapa saat, paper-paper tersebut sudah terupload di folder kita. Kemudian paper-paper ini bisa kita ekstrak komponen-komponen pentingnya. Caranya bagaimana? kita tinggal klik tabel view yang ada di sisi kiri atas ini sehingga akan terbentuk tabel seperti ini. Setelah itu akan kita ekstrak berbagai komponen dari setiap paper ini. Caranya kita bisa klik create a column di sini dan kita masukkan kolom-kolom yang kita inginkan. Secara default di sini sudah ada beberapa pilihan kolom yang bisa kita pakai, tetapi kita juga bisa buat kolom-kolom baru. Sekarang saya ingin buat kolom-kolom baru dengan menggunakan ini. Ya, di sini sudah saya siapkan beberapa dan ini nanti juga akan saya copy ya di kolom deskripsi di bawah video ini. Author and year kemudian add. Kemudian kita buat juga country atau context. kita masukkan di sini lagi kemudian add lagi sehingga nanti akan muncul berbagai kolom yang sangat bermanfaat ini yang kemudian bisa menjadi dasar kita mencari gap atau mengidentifikasi gap ya. Kita masukkan satu persatu seperti ini. Setting or population dimasukkan juga. Kemudian kita masukkan sini, klik add lagi. Kemudian ada design and method, kita masukkan dengan cara yang serupa dan seterusnya. Setelah kita masukkan satu persatu komponen ke dalam tabel ini secara cepat, answer this mengekstraksi berbagai informasi tersebut dari setiap paper yang ada. Nah, di sini bisa kita lihat ya, ada yang masih proses, ada yang sudah terestrak seperti ini. Luar biasa sekali. Hanya beberapa detik kita mendapatkan informasi-informasi penting seperti ini. Seperti yang saya munculkan di awal video tadi ya, kita bisa memunculkan resis gap sebelum kita memunculkan novelty. Namun res gap tidak bisa muncul ketika kita belum melakukan literatur review untuk mendapatkan state of the ad di topik kita. Nah, namanya saja literatur review, kita perlu mengkaji berbagai literatur publikasi terdahulu. Dan di dalam literatur review tersebut, kita berusaha melihat gambaran penelitian-penelitian sebelumnya. Nah, ketika kita berusaha melihat gambaran penelitian sebelumnya, kita perlu melihat apa keterbatasan penelitian sebelumnya, apa ragam metode penelitian sebelumnya, apa ragam populasi penelitian sebelumnya, hasil-hasil penelitian sebelumnya dan sebagainya. Kalau kita baca satu persatu paper mungkin itu sangat lama. Nah, di sini kita bisa memanfaatkan AI untuk mempercepat hal tersebut. Dan dengan menggunakan tabel ini, kita dapat dengan cepat melihat keragaman penelitian-penelitian sebelumnya serta keterbatasannya sehingga kita juga bisa melihat potensi gap yang muncul. Dan berdasarkan gap tersebut, kita bisa mencari ide penelitian terbaru untuk menyempurnakan atau mengisi celah yang terbentuk dari topik atau area penelitian ini berdasarkan paper-paper yang sudah kita upload di folder answer disk yang luar biasa ini. Ini alternatif pertama kita buat tabel literatur review kemudian nanti kita identifikasi keragaman dan celahnya. Sekarang kita menggunakan alternatif kedua. Alternatif kedua, kita menggunakan menu lain. Di sini ada tools. Di tools ini ada berbagai tool yang bisa kita pakai. Yang ingin saya pakai adalah resour gap finder. Nah, di sini ya kalau kita tidak menemukan, kita bisa klik di sini research and analysis. Nah, kemudian di sini ada research gap finder. Kita klik saja di sini. Kemudian kita bisa masukkan prom-nya di sini. sudah saya siapkan contoh prom-nya dan nanti ini juga akan saya copy di kolom deskripsi di bawah video ini. Ini ya, run research gap finder on subtem. Nah, ini kita nanti tulis tema penelitian yang kita inginkan. Kemudian kita minta dia mengklasifikasi gap berdasarkan gap konseptual, metodological, empirical, population, context ataupun juga contradiction base. Kemudian kita minta responsi answer this dalam bentuk tabel yang terdiri dari komponen gap, type, rasional, kemudian tricky sources, dan visibility nodes. Ini tinggal kita copy saja kemudian kita masukkan di sini. Kemudian subtem-nya bisa kita tulis ya. Misalkan di effect of sociali media on mental health. Nah, misalkan seperti ini. Kemudian kita klik tanda ini saja. Setelah itu kita tinggal tunggu prosesnya. Pak, saya ingin dalam bahasa Indonesia tadi kok bahasa Inggris semua. Tenang saja kita bisa kembali lagi ya tadi ke hasil library-nya. Nanti silakan dipraktikkan ya. Tadi kan masih bahasa Inggris, kita klik titik tiga di sini. Kemudian nanti tinggal kita klik ini aja translate ya. Kemudian kita pilih Indonesia. Nanti silakan dipraktikkan sendiri nanti akan berubah isi tabelnya menjadi bahasa Indonesia semua. Begitu juga output untuk alternatif kedua ini. Output untuk alternatif kedua ini juga bisa kita ubah dalam bahasa Indonesia dengan sekejap menggunakan menu translate ini. Nah, setelah kita tunggu beberapa detik, research gap finder dari answer this telah membuatkan tabel seperti ini. Kita bisa perbesar menggunakan tombol ini sehingga di sini bisa kita baca lebih nyaman tabel-tabel yang telah dia buat. Nah, di sini ada berbagai gap ya dan tipe gap-nya. Yang pertama nih, insufficient understanding of dan seterusnya. Ini tipe gap-nya konseptual, ini rasionalnya, ini sumber-sumber utamanya ya. Kemudian ini visibility notes-nya ya. Jadinya ini betapa berharganya gap ini untuk dilanjutkan untuk penelitian selanjutnya. Oh, ini high ya kanjanya tinggi. Kemudian ini gap yang kedua methodological ya, underuse of advance methodologies methodologies like neuroimaging dan sebagainya. Ini penjelasannya, ini referensi-referensi utamanya. Kemudian ini peluangnya untuk dijadikan penelitian selanjutnya dan seterusnya. Wah, ada berbagai gap di sini ya. Dan sitasi-sitasi ini juga bisa kita klik ya. kita bisa kembali mengecilkan layar ini. Kemudian tinggal kita klik ini saja sret. Nah, sehingga muncul sitasinya di sebelah kanan kita pilih yang empat ini sret. Nah, sehingga nanti muncul juga dan seterusnya sehingga referensi-referensi ini bisa terlacak di sisi kanan dan di sisi kanan ini bisa kita klik doi-nya. Setelah kita klik DOE-nya langsung nanti akan diarahkan ke website tempat artikel tersebut dimuat. Misalkan ini juga ya di sini ada DO-nya. Tinggal kita klik saja sehingga kita akan diarahkan ke halaman berisikan artikel yang dikutip oleh answer disk tersebut. Ini alternatif kedua. Sekarang alternatif ketiga. Alternatif ketiga kita bisa menggunakan menu yang lain ya. Kita kembali ke sini kemudian kita pilih yang ini, new query. Kemudian di new query ini kita bisa masukkan prom seperti ini ya. Nanti lagi-lagi prom ini juga akan saya masukkan di kolom deskripsi di bawah video ini. Kita ingin melihat ya penelitian-penelitian yang telah dilakukan di global itu seperti apa dan apa gap yang bisa diangkat untuk dilakukan atau diteliti di Indonesia atau di Asia Tenggara ya. Sehingga di sini saya minta ya lihat secara global kemudian kita nanti identifikasi transferability gaps and purpose context specific research question ya. Kemudian topiknya nanti bisa diisi bebas misalkan di sini saya pilih green economy. Bapak Ibu atau teman-teman bisa mengubah sesuai dengan topik yang Bapak Ibu inginkan. Kemudian di sini sources-nya ya bisa dipilih macam-macam ya. Kita bisa klik juga di sini more filter. Lagi-lagi kita bisa menggunakan library yang sudah kita buat berdasarkan paper-paper kita. Tetapi kalau kita belum punya paper-paper atau library tersebut, nah di sini kita bisa pilih choose databasis. Misalkan ini kita centang semua ya. Nah, kemudian website-nya juga bisa kita on-kan misalkan all websites ya. Kemudian kita tutup ini ya. Lalu type-nya kita pilih yang full review. Modenya kita klik yang pro. Kemudian kita klik tanda loop ini dan kita tunggu prosesnya. Setelah kita tunggu beberapa saat, answer this setelah membuatkan dokumen literatur review seperti ini. Kita bisa klik juga tombol ini untuk memperbesar tampilannya. Di sini bisa kita lihat ya, answer this. Telah meringkas global evidence terkait topik yang sudah kita masukkan tadi. Ini ada intronya, kemudian ragam global evidence-nya. Kemudian kalau kita scroll lagi ke bawah, di sini juga ada transferability gaps yang mana gap ini bisa kita jadikan dasar untuk penelitian di wilayah Asia Tenggara atau Indonesia. Wah, ini ada beragam ya di sini nanti bisa kita tidak lanjuti nih di proposal kita atau di penelitian kita. Misalkan kita ingin ringkas lagi literatur review ini menjadi tabel, kita bisa lanjutkan prom-nya karena di sisi bawah sini ada askup question dan tidak harus bahasa Inggris ya. Ini saya praktikkan menggunakan prom bahasa Indonesia. Buat tabel yang meringkas apa saja gap yang teridentifikasi. Kita masukkan di sini. Kemudian kita klik lagi tanda loop tersebut. Setelah kita tunggu beberapa saat, answer this setelah memberikan respon lagi, tinggal kita scroll saja ke bawah untuk mendapatkan tabel tersebut. Nah, ini tabelnya ya. Gap category, kemudian description, kemudian regional examples, kemudian res need, sama visibility atau visible data sources. Kita klik saja tanda ini untuk memperbesar tampilannya biar kita lebih bebas membacanya. Oke, kita scroll. Nah, ini ya gap kategori dan sebagainya tadi. Wah, ini enak ini. Tinggal kita identifikasi saja gap mana yang ingin kita tindaklanjuti dan ini referensi-referensinya. Oke, demikian ya cara kita memanfaatkan answer disk untuk mencari atau mengidentifikasi gap. Sekali lagi, posisikan AI hanya pemberi saran, hanya asisten. Jangan kemudian kita memasrahkan 100% segalanya ke AI. Terima kasih, mohon maaf bila ada kesalahan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Resume
Categories