File TXT tidak ditemukan.
Webinar 45 Bencana Akibat Perubahan Iklim - EcoEdu.id
Wjrh8bTfIlg • 2023-10-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
E-KTP
efektif, tepat, dan profesional.
Hemat, dan hebat,
keren, profesional, dan juga kesinian.
[Musik]
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan Indonesia.
Upaya membangun sumber daya manusia yang
berkualitas salah satunya dapat
dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI
limbah, persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3, penyusunan
dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH,
pemodelan kualitas air sungai, pemodelan
dispersi udara, pemodelan air tanah,
life cycle assessment, perhitungan emisi
gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan
sedimentasi sungai, perancangan dan
pemilihan insinerator sampah dan limbah
B3, pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote sensing.
Alumni pelatihan kami sudah lebih dari
2.500 orang yang berasal dari seluruh
Indonesia. Layanan kami terbuka untuk
perusahaan, pemerintahan, perorangan,
ataupun pemerhati lingkungan. Ekoedu
selalu berusaha menyajikan pelatihan
yang berkualitas dengan menghadirkan
pengajar yang berpengalaman.
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum
dan e-learning yang dapat diakses di
manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu terasa gitu manfaatnya di
kami terutama untuk e para konsult hutan
yang tenaga-tenaga ahli
sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat
mengikuti pelatihannya juga dan itu
terbukti benar gitu.
Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya
yangarahat latihan. Nah, di sisi juga
saya baca baca terlebih dahulu ya
terkait informasi yang diselu.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut pelatihan di
situ. Jadi saya sering lihat di
Instagram gitu di mana menyampaikan
informasinya. Ego itu bagus karena
itu selalu tergini terus mengikuti zaman
dan juga pelatihnya atau yang itu bagus
dan terbaiklah di bidangnya.
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan gitu ya.
bertahun dalam penyusunan dokumen ee
saya jadi bisa lebih produktif, lebih
efektif juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
jasan AMDA terkini dari ahlinya langsing
di lapangan begitu yang pengalamannya
tidak diragukan. Menurut saya pelatihan
yang disediakan EID ini sangat
bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang didapat itu di e-learning
ya. Itu luar biasa ee hari ini juga
mudah sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan banyak banget.
[Musik]
Eh e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya. pertama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
itu membantu sekali ketika pada saat
penyampaian materi ada yang ketinggalan
gitu ya. Jadi saya bisa lihat materi itu
di 7
sangat membantu, Mbak. Jadi saya ee
ambil materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari atas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah
sepadan Bu karena memang e pelatihannya
itu pun sangat membantu ya dalam
menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di
e sekitar lingkungan saya sendiri gitu.
E saya kira sepat sesuailah dengan apa
yang didapatkan.
[Musik]
EKTP
efektif, tepat, dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat,
keren, profesional dan juga kezingan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat datang Bapak Ibu
semua di webinar ke-45 yang
diselenggarakan oleh Ekoedu Indonesia.
sebelumnya. Perkenalkan nama saya Silvi.
Saya yang kurang lebih nanti akan
menemani Bapak Ibu semua di webinar ee
di pagi hari ini sampai dengan jam 12.00
siang nanti. Oke, untuk memulai acara
kita ee mari kita buka dengan berdoa
menurut agama dan kepercayaannya
masing-masing. Berdoa dimulai.
Ya, berdoa dicukupkan. Kita juga akan
buka dengan menyanyikan lagu Indonesia
Raya bersama-sama.
Oke.
[Musik]
Baik, di sini sudah bergabung sekitar
300 orang. Mungkin boleh Bapak dan Ibu
yang sedang yang ee sudah bergabung
dinyalakan ee kameranya. Mungkin kita
akan berbincang-bincang terlebih dahulu.
Saya ingin ee menanyakan kabar Bapak Ibu
semua apakah ee kondisinya sehat dan
lain sebagainya. Ee mungkin di sini
sudah ada ee Pak Bambang,
Pak Bambang Darmito. Halo, selamat pagi,
Pak. Pagi menjelang siang, ya.
Pagi, Mbak. Iya.
Bagaimana, Pak? Sehat?
Alhamdulillah. Sehat, Pak. Sehat, Pak.
Alhamdulillah sehat, ya, Pak.
Sehat. Iya.
Oke, mungkin boleh, Pak, di ee
perkenalkan dari DLH mana?
DLH Kabupaten
Suhar,
Provinsi Jawa Tengah.
Oh, di dari Jawa Tengah ya,
DLH, Kabupaten Sukarjo.
Oke. Baik. Ee
kamiuti, Pak. Iya.
Oke, mungkin ada teman-teman yang
lainnya juga, Pak, dari Jawa Tengah.
Gak tahu, Pak. Sayaat
barangkali dia diat dari enggak tahu
berapa yang ikut, Pak. Iya.
Oke. Baik. Ee sebelumnya sudah ikut
juga, Pak, webinar dari E.
Sudah, Pak.
Oh, iya. Kami ikut grup grup WA, Pak.
Oh, grup WA provinsi, ya, Pak? Eko Ed.
Iya, ya. Eko Edu. Iya. sudah kami ikut,
Pak.
Di Jawa Tengah sekarang cuacanya sedang
bagus, Pak.
Alhamdulillah bagus, tapi masih kering,
Pak.
Iya, betul. Sama, Pakya hujan. Iya,
betul. Dib.
Makanya ini materi hari ini sangat
sekali kita lihat penting sekali, Mbak
untuk bisa menjaga lingkungan nanti
sesuai dengan materi hari ini. Betul
sekali, Pak. Oke, terima kasih Pak.
Semoga sehat selalu. Terima kasih sudah
menyempatkan untuk hadir ya, Pak.
Iya, Mbak. Makasih.
Oke, sekarang kita beralih ee di sini
ada
Ibu Yeni
dari DLHP Sumsel.
Halo, Ibu.
Selamat pagi menjelang siang, Ibu.
Selamat pagi.
Bagaimana, Bu kabarnya? Alhamdulillah
sehat.
Alhamdulillah sehat ya, Bu. Ee oke Bu,
mungkin ee boleh Bu ee alasannya kenapa
ee mau mengikuti webinar ee tentang tema
hari ini, Bu?
Ee iya kan sekarang kita memang kayaknya
ee masih karena kemarau ya kondisi lagi
darurat mungkin asap
kebakaran ya perubahan iklim ya. Itu sih
yang menarik untuk kita bahas ya.
Oke. Ee cuaca sekarang Bu di Sumsel
bagaimana Bu? Mungkin ee tepatnya di
kota apa Bu?
Di Palembang kita.
Oh di Palembang.
Iya.
Oke.
Kebetulan kemarin ee merata kayaknya ya.
Hujan deras kemarin. Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Iya. Heeh. Jadi agak turun sih ISPU
kita.
Oke. Alhamdulillah Bu. Iya.
Oke, Ibu ee sebelumnya juga sudah
mengikuti webinar atau ini baru pertama
kali
sudah sering ngikutin?
Oh,
sudah sering.
Iya ikut. Alhamdulillah sih ada dari
Ekong Edu. Jadi paling tidak kita
sharing berbagi informasi ya
untuk update ke depan ya.
Oke. Baik, terima kasih Bu.
Oke, mungkin satu lagi ya. Ee di sini
ada
siapa ini? Ada Pak
Suroso.
Ah, di sini ada. Oh, mungkin kita
beralih ke ada Pak E Shihun.
Halo, selamat pagi menjelang siang, Pak.
Halo, selamat pagi.
Iya, bagaimana, Pak kabarnya?
Boleh di-unmute dulu, Pak.
Oke. Alhamdulillah baik, Mbak.
Oke. Alhamdulillah baik ya, Pak.
Ee mungkin boleh di
ee sebutkan, Pak, dari provinsi dan juga
dari kota mana.
Halo, Pak.
Saya dari Dinas Kesehatan Kota Semarang,
Mbak. Jadi di
berfokus juga dalam ee apa? Riset
tentang cuaca dan iklim sih.
Oh, oke. Baik. Ee mungkin boleh juga
disebutkan kenapa ee mau mengikuti acara
di hari ini?
ee karena untuk acara hari ini mungkin
ee apa berhubungan juga dalam riset
project saya juga sih, Mbak. Jadi ee
menambah ilmu dan juga ee menambah
wawasan baru.
Oke. Baik ya. Terima kasih, Pak. Semoga
sehat selalu ya. Oke, mungkin ee sebelum
kita ke ee melihat pemaparan materi dari
pemateri kita ee saya sedikit akan
memperkenalkan mungkin barangkali dari
Bapak Ibu di sini ada yang baru pertama
kali mengenal Eko Edu, baru pertama kali
untuk mengikuti acara yang kami
selenggarakan. Jadi saya akan
memperkenalkan sedikit sebetulnya ee
Ekoedu itu lembaga apa. Nah, di sini
untuk Ecoedu Indonesia atau PT Eko
Indonesia ini merupakan pusat pelatihan
yang berfokus pada pelatihan lingkungan
hidup. Nah, lalu untuk pelayanan kami
juga ini terbuka untuk berbagai pihak
yang mulai dari perusahaan, pemerintah,
perorangan, dan lain sebagainya yang
ingin meningkatkan kompetensinya di
bidang lingkungan. Lalu untuk pelatihan
kami juga ini diselenggarakan secara
offline maupun online.
Lalu untuk pelatihan kami ini juga
berbasis SPL yang pertama yaitu silabus
yang komprehensif di mana kami selalu
menyajikan silabus dengan materi yang
menyeluruh dan juga ee dengan
materi-materi yang terup to date. Lalu
kami juga menghadirkan pengajar yang
berkualitas dari berbagai instansi dan
juga perguruan tinggi terkemuka. Lalu
yang terakhir kami mengutamakan latihan
praktis dengan dengan ee studi kasus dan
juga kami memfasilitasi seluruh ee
ee seluruh yang ikut pelatihan di kami
itu ee di fasilitasi e-learning yang
mana dapat diakses untuk mengulangi
materi di manaun Bapak Ibu berada.
Nah, di sini ee saya tampilkan beberapa
pengajar yang ada di Ekoedu ini yang
mayoritas merupakan dosen-dosen dari ITB
yang berasal dari berbagai keilmuan.
Lalu juga ini ada berbagai pelatihan
yang kami selenggarakan saat ini ada
penyusunan dokumen baik itu dokumen
RPPLH
KLHS dan juga ada pelatihan life cycle
assesment dasar AMDAL persetujuan teknis
ada limbah B3 emisi udara air limbah
lalu pengelolaan banjir dan sedimentasi
sungai lalu berbagai pemodelan yang ee
dibutuhkan dalam ee dokumen-dokumen
lingkungan maupun analisis ee kajian dan
lingkungan
dan juga ada SIG, SIG dasar, dan SEIG
lanjutan.
Di sini juga ee saya informasikan untuk
pelatihan terdekat yang akan kami
selenggarakan di minggu depan ini ada
pelatihan penyusunan dokumen kajian
lingkungan hidup strategis atau KLHS di
tanggal 23 sampai dengan 27 Oktober
2023. Lalu di minggu depannya itu ada
pelatihan perhitungan emisi gas rumah
kaca di tanggal 30 Oktober sampai dengan
3 November. Nah, ini untuk pelatihan ini
masih ada diskon 10%. Jadi, bagi Bapak
Ibu semua yang berminat untuk mengikuti
pelatihan, silakan untuk segera
melakukan pendaftaran di
pendaftaran.coedo.
Admin jika ingin bertanya-tanya terkait
dengan pelatihannya.
Lalu di minggu selanjutnya juga ada ee
pemodelan eh qualqu di bulan November
ee tanggal 13 sampai dengan 21 November
itu ada pelatihan dasar AMDAL. Nah,
untuk pelatihan dasar AMDAL ini silakan
untuk segera menghubungi karena ee
jumlah pesertanya ini terbatas. Jadi
silakan untuk menghubungi nara hubung
kami ada admin RIS dan admin ataupun
langsung saja di pendaftaran. widu.
Nah, ini dia untuk kontak-kontak kami.
Silakan untuk Bapak, Ibu mungkin ada
yang ingin mencatat, lalu juga ee
mengunjungi sosial media kami ada di
Instagram, YouTube, Facebook, Twitter,
maupun di website.
Nah, bagi Bapak Ibu yang berminat untuk
bergabung dengan kami di pelatihan, kami
sangat ee menunggu Bapak Ibu semua untuk
bergabung. Ee dan kami juga selain
melakukan ee pelatihan secara online,
pelatihan-pelatihan reguler, kami juga
ee bisa memfasilitasi untuk inhouse
training di mana untuk materinya itu
menyesuaikan dengan kebutuhan dari
instansi Bapak dan Ibu semua dan itu
bisa diselenggarakan secara offline.
Jadi, kami tunggu Bapak Ibu semua di
pelatihan.
Oke, mungkin kita kembali ke ee topik
webinar kita mengenai bencana akibat
perubahan iklim. Mungkin ee kita sudah
tahu bahwa perubahan iklim ini dapat
merubah keseimbangan lingkungan dan
mengancam juga ee keberlangsungan sumber
daya alam. Tapi ee di sini kita akan
membahas mengenai ee dari sisi ee
potensi bencana apa saja yang akan
timbul akibat dari perubahan iklim ini.
Nah, selama kurang lebih mungkin nanti
sampai jam 11.30 ya kita akan
mendengarkan pemaparan dari pemateri
kita. Setelah itu nanti kita akan ee
sesi tanya jawab dari 11.30 sampai pukul
12. Nanti bersama dengan Bapak Prof. Ir.
Joko Santoso Abisuroso, PhD yang
merupakan guru besar SAPK ITB. Mungkin
kepada eh Prof. Joko yang sudah berada
di tengah-tengah kita. Halo, selamat
pagi menjelang siang, Bapak.
Halo. Halo. Ya.
Halo, Pak. Selamat
I Halo.
Pagi. Iya, sudah terdengar, Pak.
Bagaimana, Pak, kabarnya?
Ya, alhamdulillah. Ee Mbak baik-baik.
Alhamdulillah baik ya, Pak. Oke, mungkin
untuk mempersingkat waktu saya
persilakan Pak untuk memulai
pemaparannya.
Oke, terima kasih. Ee
bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi. Ee suara saya ini ya ee
bisa didengar dengan baik di sana ya.
Baik.
Ee
ya
pertama terima kasih atas apa ee
kesempatannya, undangannya untuk
acara ee
pagi ini yang saya sendiri cukup
surprise
diikuti oleh ee lebih dari 400 ini ya
ee ketika saya dihubungi ee ee tadinya
berpikir ee apa
bukan apa bukan acara online tadinya kan
ini sudah sudah mundur ke berapa ya
artinya pertama saya diminta mungkin 2
minggu atau 3 minggu yang lalu. Ee
ee makanya saya sempat ee bertanya ke
panitia, apakah ee mahasiswa saya boleh
ikut? Ee tapi kemudian disampaikan
adalah webinar. Jadi saya ini apa
sebenarnya di depan saya ada sekalian
materinya kebetulan ee apa sama ya
materi kuliah saya di
apa mata kuliah lingkungan sumber daya
alam ee
prodi ee S2 PWK ITB dan kebetulan ini ee
selain kelas reguler tuh ada kelas
double degree ya mahasiswanya ada
delapan ini ada di depan saya. Jadi saya
seat sebenarnya live di ruangan saya ini
juga juga ada yang apa yang mendengarkan
langsung. Nanti mungkin teman-teman di
dalam ruangan ini juga ee pasti ada yang
ingin apa ee bertanya, berdiskusi
langsung ya selain ee Ibu dan Bapak
semua. Jadi ee
selamat pagi sekali lagi ee kepada Ibu
dan Bapak yang hadir secara online. Ee
terima kasih atas ee
apa kehadirannya.
Kebetulan di antara mahasiswa saya ini
juga ada ini ya, ada dari Dinas
Lingkungan ya, ada yang
dari beberapa ini apa kabupaten.
ee
nanti selain tadi selain materi yang
terkait dengan topik yang diminta,
kebetulan minggu lalu saya itu diundang
oleh Kementerian ee Pertanian
ee apa ada FGD tentang antisipasi dampak
elnino terhadap musim tanam. ya. Jadi
memang ini tadi beberapa
ee peserta Ibu dan Bapak ee menyampaikan
kondisi kekinian ini ya ee dampak dari
Elnino kita saat ini ya terhadap ee
nanti akan saya apa saya akan saya coba
ee address khusus itu dan kebetulan ee
minggu lalu itu hadir juga dari BMKG ee
materinya ee nanti akan saya sampaikan
juga ya apa oleh-oleh sebagai
tambahanlah. Saya tidak tidak apa
menginsert pada powerpoint saya tetapi
sengaja tetap file-nya saya pisah. Itu
dari BMKG. Memang nanti beberapa poin
yang terkait dengan kondisi kekinian ini
ee akan apa akan saya
ee sampaikan juga.
Mungkin itu ee saya mulai ini apa ee apa
share screen. Jadi nanti mungkin ee
kalau langsarkan
ee barangkali pasti akan ini akan
jenuh begitu ya. nanti akan saya akan
coba berhenti ee apa
atau barangkali ibu dan bapak juga ada
pertanyaan yang mendesak juga bisa
silakan langsung di ini tanyakan
ee
saya share screen dulu dulu.
Oke. Ee slide saya sudah bisa dilihat
ya.
Oke. Baik.
Eh, bentar dulu menutup.
Iya. Oke. Baik. Ee sebelum saya mulai,
saya ee
perkenalkan dulu ee
itu pendidikan saya.
Ee kemudian saat ini saya ee menjabat
sebagai ketua kelompok keahlian
perencanaan wilayah dan perdesaan di
SABPK ITB, Sekolah Arsitektur Perencana
dan Pengembangan Kebijakan
sekaligus eh kepala pusat Perubahan
Iklim ITB.
Eh fokus research saya eh di climate
change and disaster aspect planning ya.
Kemudian juga ee tadi ada KLHs ya,
kemudian ada ee
artinya di dalam KLHs itu ada kajian
daya dukung juga ya itu juga menjadi apa
fokus riset saya juga. Kemudian konsep
yang terbaru di dalam ee apa disaster
managemen
ee maupun
ee di dalam development secara umum
yaitu konsep resilien ya ee khususnya
yang berbasis eh sistem sosial ekologi
itu juga menjadi fokus ee research.
E
ya, saya mulai dulu sebelum masuk kepada
ee substansi
ee pada ee framework ini ya. Saya mulai
dari framework ini untuk ee
menghubungkan
ee kenapa kita ee perlu ken terhadap ee
apa materi yang kita bahas pada pagi ini
ya, yang terkait dengan apa ehing
impact ya sebenarnya ya.
Eh
seperti yang juga tadi saya sampaikan ee
minggu lalu itu dengan Kementerian
Pertanian itu ee apa konsennya adalah
bagaimana
ee dampak perubahan iklim
dan ee variabilitas iklim ini
mempengaruhi sektor pertanian ya. Jadi
itu ada yang di samping eh kanan ya.
Jadi eh clim change impact itu
eh ternyata mempengaruhi
ee apa pada sektor-sektor pembangunan
pada ee ekosistem ya. Kalau pada sektor
pembangunan tadi, kalau untuk pertanian
ee itu
kenaikan temperatur misalnya
secara rata-rata
itu
kan mempengaruhi ee fisiologis tanaman
padi ya misalnya dan itu ee menyebabkan
ee penurunan ee produksi padi ya.
penurunan produksi padi
juga perubahan curah hujan tentu saja.
Jadi nanti di slide-side selanjutnya
saya juga tunjukkan ee hasil-hasil
penelitian kami yang terbaru ya. Ini
yang tahun lalu ya. ee bagaimana
pengaruh perubahan iklim dan
variabilitas iklim itu terhadap ee
produksi dalam hal ini terjadi penurunan
ee pribadi. Jadi eh kalau bicara apa eh
climate change dan climate variability
saya selalu harus mengatakan climate
change and climate variability ya.
Karena ee umumnya yang berdampak ke
disaster itu adalah eh climate
variability, yaitu eh
apa?
Nilai-nilai ekstrem ya. Misalnya kalau
bicara ee curah hujan misalnya
secara spasial bisa jadi ee proyeksi ke
depan itu ada yang
secara rata-rata
wilayahnya akan mengalami pengurangan
curah hujan. ada yang secara rata-rata
naik curah hujannya,
tetapi
ee apa nilai-nilai ekstrem tinggi dari
curahan itu misalnya itu akan ee
menjadi ee apa bencana dalam hal ini
adalah ee banjir begitu ya misalnya atau
yang apa nilai ekstrem rendahnya ya
menjadi bencana ee kekeringan begitu ya.
Ini apa bunyi tingnya ini agak mengu
juga ini.
Oh, ini ya masih ada yang join terus ya.
Ee
mungkin di di host ya, di laptop host
itu bisa di ini ya suaranya.
Ini bunyi
peserta join ini agak ini juga agak
agak mengganggi.
Oke ee
saya lanjutkan dulu ee jadi
ee nanti bisa dilihat di sini ya
sebenarnya. Nah, ini ya nanti akan saya
akan saya jelaskan secara detail bahwa
ee pada dasarnya untuk memahami
perubahan iklim atau untuk ee apa
menilai itu terjadi perubahan iklim atau
tidak itu ee kita mengacu pada apa
definisi
ee iklim dari WMO yang kira-kira adalah
satu set data cuaca e 30 tahun ya. Nah,
itu kenapa eh apa saya lalu akan
mengatakan climate change and and
climate var. Jadi selain apa perubahan
di rata-rata itu juga terjadi perubahan
di standarasi ya. Kalau statistik kan
min and
nanti saya akan ke sini lagi.
Ee jadi itu bahwa dari ee perubahan
iklim
dan ee variabilitas iklim itu bisa
berdampak
dengan produksi padi misalnya. Sementara
kita ee
apa semakin bertambahnya jumlah penduduk
sekarang Indonesia sudah 200
juta ya itu ee tentu saja demand semakin
apa ee naik dan dulu kita demikian masih
mudah mendapatkan pasokan ee impor ya
dari negara lain tapi sekarang orang
mungkin masing-masing negara juga
menghadapi
masing-masing negaranya sehingga juga
menahan ya. Nah, ini ini ee kalau tidak
ke depan ini bisa apa ee ya pangan ini
akan sangat tinggi ya harganya. Saat ini
aja kan sudah naik ya harga ini ya harga
beras ya harga beras sudah naik cukup ee
secara historis ini cukup tinggi ya
kenaikan
ee untuk gambaran juga saat ini ee apa
saya juga ee sedang apa sedang ada
kajian terkait ee potensi pangan di
apa Kalimantan begitu ya. Di mana kan
beberapa kali sejak zaman Orde Baru
ada namanya eh Mega Rizek ya itu membuka
eh pitland untuk memperluas sawah juga
di pemerintahan sekarang ya. tapi
kelihatannya tidak terlalu berhasil ya.
Sehingga ee Kalimantan nanti ee
khususnya kalau kalau
ada pengembangan IKM itu ee dari sisi
lens suitability
eh padi, sawah padi itu
yang cocok. Artinya berarti harus
didatangkan yang ter Sulawesi Selatan
dan dari Jawa Timur ya. Jadi hitungan
kita ee apa kebutuhan
ee pangan tersebut kalau kalau kembang
itu ee apa harus tergantung dari dari ee
luar IKN ya. Jadi
pasti sekarang saja kalau harga beras di
Kaltim itu pasti lebih tinggi dari di
Jawa. Apalagi nanti ee ketika ee apa di
tadi ya banyak ee persoalan. Nah, hari
ini fokus ee dampak dari ee
yang di kiri itu ee yang di kanan ini
adalah dampak kepada sektor. Tadi saya
beri contoh ee apa penurunan produksi
padi. Bisa juga tadi ada yang dari
kesehatan ya,
dampak kepada sektor kesehatan terutama
beberapa
itu di peningkatan ee
hiding ya, demam berdarah ya.
ee juga sektor air. Nah, sektor air ini
apa berkelindan ya sekarang ketika kita
mengalami
ee elmino
ee tinggi ya. Nanti saya saya apa
jelaskan juga klasifikasinya BMKG nanti
saya tunjukkan ee apa slide-nya dari
BMKG. saat ini itu eh terakhir indeks
elninonya sudah di 1,6
8 ya ee itu kalau NOA itu sudah
menyatakan itu ee tinggi ya elnino
tinggi. Jadi apa ee wig
ee sedang tinggi sama sangat
antara 1,5 sampai 2 itu kalau NOA
mengatakan itu sudah indeks tinggi lebih
besar dua itu sudah ee sangat tinggi.
Tetapi kalau di klasifikasi BBMKQK 1,6
ini dianggap moderate.
Eh,
dari apa overlay data saya terhadap
kejadian
tadi juga ada dari Sumsel ya yang
mengatakan
ee 2015 itu misalnya ee indeks 1,45 itu
sudah menebakaran
besar ya waktu itu.
Nah, ini saat ini sudah 1,6 ee apa
memang kalau di berita itu di Kaltim
sudah ada 137 hotspot ya. Eh, awal
Oktober saya ee apa ke Kalimantan itu
sudah sudah banyak sekali pesawat
di-cancel ya, di-cancel karena asap ya.
Dan ini ee apa ya biasanya ketika kita
mengalami
ee elnino
ee
ya elnino tinggi itu ee
apa akan m-trigger tadi ya m-trigger eh
forest fire land and forest fire tadi ya
yang antara lain ee apa ee dampaknya
adalah ada asap
Sekarang kan juga terjadi dispute dengan
Malaysia ya. Malaysia apa? Ee Malaysia
merasa kita mengekspor
apa? HIS tapi eh katanya kita bilang
enggak ya. Saya saya belum belum apa
melakukan kajian khusus untuk itu ya.
Belum melakukan apa simulasi. Saya
enggak enggak apa berani berkomentar.
Kemudian ee
ya tentu saja itu semua kalau kalau saya
ambil contoh pengurangan produksi padi
itu pasti akan mempengaruhi ee sangat
luas kan di dalam apa eh sustainable
development tadi bisa ee terjadi apa ee
persoalan sosial bisa juga ee terhadap
keseluruhan pertumbuhan ee ya bisa
mempengaruhi ya, pertumbuhan ekonomi
maksud saya. Nah, yang di sisi kiri itu
ee disaster ya, disaster. Jadi ee pada
pagi ini saya akan coba cover
dua-duanya, tidak hanya disaster, tetapi
juga dampak pada sektoral maupun
ekosistem.
Ekosistem ini eh apa?
Research kami ada dua yang di Coral Rift
yaitu di Derawan dan juga di Raja Ampat
ya.
Ee itu ya kira-kira. Jadi dua-duanya
akan saya cover ee meskipun topiknya kan
bencana ya. Jadi ee tentu saja di
Undang-Undang Kebencanaan juga ada
definisinya, tetapi ee bencana ini bisa
juga kita maknai tadi kan kalau kalau
kita kekurangan pangan kan juga jadi
bencana, kekurangan air juga jadi
bencana ya. ya di ee apa dampak-dampak
perubahan iklim maupun ee variabilitas
iklim ini terhadap ee sektor.
Ee saya lanjutkan. Nah, ini ee apa
secara sederhana
ee sistematikanya kalau kita apa
belajar iklim itu ada dua, atmospheric
climate dan ada juga eh ocean climate
ya.
Nah, di atmosferik itu biasanya kalau
dikaitkan dengan ini ya, dikaitkan
dengan
ee disaster
itu tadi sudah saya sampaikan eh banjir
ya, plat kemudian drought kemudian
landselide. landlide ini sebenarnya eh
biasanya di dalam klasifikasi bencana
masuk di dalam geological hazard karena
ee apa faktor-faktor geologinya
ee cukup ee banyak ya yang mempengaruhi
misalnya jenis apa jenis batuan ee
lereng ya itu kan faktor-faktor geologi
itu di dalam ilmu disaster disebut
sebagai ee apa faktor susah
suseptibilitas. Faktor suseptibilitas.
Susceeptibility itu seperti di apa?
Kalau kita belajar fisika itu dulu ee
apa ee apa kemudahan satu logam tertentu
untuk menjadi magnet misalnya kan di di
apa digosok dengan magnet susep TBT.
Nah, ini sama landlide susep TBT itu eh
adalah potensi suatu wilayah terjadi
gerakan tanah atau longsor. Nah,
faktor-faktornya tadi kenapa ee kalau di
dalam klasifikasi eh disaster dimasukkan
ke dalam geological hazard land slide
ini karena tadi eh apa faktor-faktor
susceptibility-nya ya ee jenis patuan
slope ya.
Tapi ee itu tidak akan menjadi disaster
ee kalau tidak ada trigger. Nah, trigger
dari land ini adalah curah hujan ekstrem
ekstrem rainfall yang yang ditengarai
dipengaruhi oleh perubahan iklim kan
gitu ya. Jadi ini hubungannya kenapa
kemudian ee tanah longsor juga dibahas
ya atau gerakan tanah secara apa
terminologi akademiknya.
Ee trigger lain dari apa? dari
ee landlide adalah gempa ya tentu saja
ya gempa. Jadi faktor susceptibility
ee wilayah-wilayah berpotensi landet itu
bisa terjadi bencana kalau kemudian
ditrigger oleh eh faktor curah hujan
atau eh gempa ya eh earthquake ya.
Kemudian di coastal inundation itu eh
sori di ocean climate itu ee biasanya
kita yang kita perhatikan adalah ee
genangan di pesisir atau ee banjir
pesisir atau ada juga terminologi
rendaman pesisir. cuman rendaman ini ee
banyak yang protes kok seperti cucian
aja katanya rendaman cucian.
Jadi ee tapi terminologi di akademiknya,
di literaturnya adalah coastal ination
ya. Coastal ination
ee ini eh apa
berbeda dengan yang banjir dari darat ya
sebetulnya. Jadi ini kalau di Semarang
ee terminologinya
adalah banjir r ya. Banjir r memang
kemudian di di apa diambil terminologi
ini ke berbagai daerah. Tapi asalnya itu
ee dari Semarang ya, banjir Rok itu
kenaikan muka laut. Nah, akan menjadi
sangat apa? Luar biasa dampaknya kalau
bersamaan dengan itu terjadi banjir yang
dari sungai kan. Nah, ini yang yang apa
beberapa kali terjadi
dan menjadi apa persoalan serius itu ee
itu. Kemudian kalau yang di
apa dari dari ocean climate itu bisa
juga diturunkan menjadi ee bahaya
keselamatan pelayaran ya. ini khususnya
ee kajian kita itu ee
menunjukkan kapal-kapal dengan tonase
kecil seperti nelayan itu akan sangat
terdampak ya, akan sangat terdampak ee
ke depan. Jadi eh
parameter dari ocean climate yang kita
apa kita analisis menjadi ee hazard atau
bahaya itu eh biasanya ee kenaikan muka
laut tadi kan se leveliz
kemudian eh apa eh se surface
temperature ya eh suhu permukaan laut
kemudian ee
ee eh wave tadi ya, wave ya. Nah, WIV
ini ee
bisa kita analisis, kita keluarkan
menjadi ini ya ee bahaya eh terhadap eh
marine transportation itu ya, marine
transportation ya, khususnya kapal-kapal
kecil lah. maksudnya kapal-ketal kecil
ini di apa di sektor
kelistrikan itu juga cukup berpengaruh
ini ee terutama yang misalnya di Jawa
patubarannya didatangkan dari misalnya
Sumatera atau Kalimantan kemudian
diangkut pakai kapal kapalnya terkena
gelombang tinggi itu bisa mempengaruhi
ee apa ee produksi listrik di PLTU itu
misalnya begitu.
ee ya ini di apa
secara agregat kalau bicara eh
climing impact di coastal selain ada se
level rise eh itu eh biasanya ada juga
eh faktor-faktor ee antropogenik lokal
ee misalnya mangroovenya dibabat
sehingga terjadi erosi ya. Jadi ee bisa
dibayangkan ee kombinasi atau agregat
dari lautnya naik kemudian apa ee
mangroove-nya dibabat. Apalagi ada salah
satu daerah penelitian saya di Pondok
Bali Subang itu sungainya dibelokkan ya.
Sungainya dibelokkan sehingga yang biasa
membawa sedimen ke laut itu ee di
pesisirnya mengalami apa? defisit
sedimen. Jadi bisa dibayangkan
mangroove-nya
ee rusak,
lautnya naik, ee sedimennya defisit
karena sungainya dibelokkan. Jadi,
makanya terjadi abrasi sangat sangat
parah. Belum lagi ee kalau di apa di
konteks urban itu eh adalah lens
subsident ya. Lens subsident akibat eh
pengambilan air tanah secara berlebihan.
Jadi rate rate land subsident di urban
ini biasanya jauh-jauh lebih tinggi dari
eh global severize. Global severiz itu
kisarannya 3 mili sampai 7 mili per
tahun ya. Sementara kalau lens subsiden
itu bisa sampai 10 centti ya. Jadi bisa
kita bandingkan.
Jadi Ibu dan Bapak semua ee hasil hasil
apa refleksi saya ee
melaksanakan
ee research ini ya sejak 2008 ya kami di
Pusat Perubahan iklim.
ee
apa yang beberapa contoh yang saya
sampaikan ini juga apa akumulasi dari
perjalanan kami ya. Ada yang tadi saya
sampaikan terbaru misalnya kajian
penurunan produksi padi, ada juga yang
apa dari kajian-kajian yang di 2013
misalnya seperti itu.
Dari apa refleksi saya itu ee memang
tidak pernah terjadi single kaos atau
penyebab single dari climate change.
selalu ada faktor nonlimate-nya
dan justru biasanya faktor non climate
ini yang yang apa lebih penting gitu,
lebih
apa lebih berpengaruh ee ambil juga
banjir ya. Banjir itu kan ee sudah pasti
kakak saya sudah sudah keliling ya
melihat hulu sungai-sungai besar ya
sungai berantas pengawan Solo semua
sayaum
saya sampai ke hulunya ya sampai di mata
airnya kemudian ketika sempat ada apa eh
flash flat di Manado itu saya juga coba
lihat di hulunya itu hampir semua
sekarang ini hancur semua kan di hulu
itu. Jadi ya saya tinggal di Bandung ya
ini ee kalau di di Bandung Utara itu
sudah ee apa istilahnya
ee mungkin nangislah gitu kalau kalau
lihat kalau membandingkan 30 tahun lalu
misalnya
sekarang sudah hancur-hancuran. Jadi
artinya apa? Kalau sudah apa kerusakan
atau land use conversion di hulu
kemudian curah hujannya juga semakin
ekstrem ya pasti banjirnya akan jadi ee
saya bisa pastikan tidak pernah ada
sebab tunggal climate change. Jadi
makanya climate change enggak enggak
bisa di apa dijadikan
kambing putih, kambing hitam.
Jadi ee makanya saya dulu ee ketika
terjadi perdebatan apa ee reklamasi
Jakarta Utara disampaikan pemerintah ee
Jakarta akan tenggelam akibat perubahan
iklim. Itu saya bantah habis. Ee artinya
saya tidak sepakat karena persoalan yang
besarnya justru land subsid.
dan subsiden kan ya. Apa makanya ee
Prof. ee
Bambang ya, mantan ketua mantan Menteri
Bappenas ketika ada webinar di SAPK
ee
apa menjustifikasi pemindahan IKN antara
lain kan karena lingkungan Jakarta yang
sudah sangat ini ya land subsiden dan
lain sebagainya.
Ee artinya kalau lihat kota besar di
dunia kan sebenarnya seperti Tokyo
Bangkok juga mengalami land subsiden,
tapi bukan ditinggalkan kan tapi
ditanggulangi kalau ini ditinggalkan ke
sana ya
kira-kira itu nanti ee apa silakan kalau
ada apa ee diskusi tentang itu. Tapi
saya coba masuk ee
ee percepat tadi yang sektor air ee
sudah ya. Jadi ada ada banjir, ada
ee
kekeringan, penurunan kedan air,
kemudian di pertanian ini penurunan
produksi
padi ya. ee ini maksudnya bukan hanya
padi sebenarnya ya, komunitas lain juga
ee terpengaruh ya. cuman ee riset kami
yang yang sudah inilah sudah lumayan ini
lama dan sudah ada hasil-hasilnya ini.
Kami pernah juga mengkaji apa pengaruh
pada perkebunan kopi ya di Bandung
Selatan itu. Tapi itu apa masih ini ya
permodelannya masih harus masih terlalu
jauh ya. Tapi kalau yang produksi padi
ini yang yang sudah
ee kemudian tadi saya sudah menyampaikan
untuk ee apa? Tenggu High FAV. Nah, ee
awal Oktober kami juga ada pelatihan ee
apa membangun ketahanan air ya bintang
judul itu dengan USID itu ee ada
pertanyaan
ee katanya ee Pak kalau naik 1 seteng
itu saya pakai payung aja sudah bisa
bisa teratasi.
Masalahnya 1, setengah itu kan rata-rata
ya. Data iklim itu seperti yang di layar
itu mengayun ya, mengayun data iklim itu
mengayun. Bandung ini bedanya temperatur
siang dan malam itu bisa sampai belasan
ya kadang-kadang antara temperatur
Bandung di malam hari dan di siang hari.
Elnino ini pernah sampai bergak salah ya
di Bandung ya.
sudah kayak di Surabaya, Jakarta aja
kalau lagi normal.
Panas sekali.
Saya pun akhirnya nyerah. Saya apa saya
hidup di Bandung Utara ya ketinggiannya
900 m ya. Ee saya bertahan tidak mau
pasang AC tapi
yang enggak bisa tidur cucu saya.
Jadi harus pasang AC.
ya sebenarnya ya gitu lucu aja gitu
hidup di Bandung ee pasang AC kan
dan ya mending kalau elevasi stasiun
Bandung itu kan sekitar 700 ya jadi saya
di atas lagi ya
jadi begitu ya itu untuk menunjukkan
bahwa apa ee itu juga ada ada juga yang
menyatakan ee di Eropa kan kalau lagi
kemarin winter ada ekstrem sangat dingin
gitu ya. Enggak percaya apa betul ada
global warming kan. Jadi itu kan tren
ya. Jadi apa ee data data iklim itu apa
mengayun ya mengayun. Jadi trennya ya 1
seteng itu kan tren kan jadi ekstrem
tingginya bisa sampai sangat tinggi ya
ekstrem rendahnya juga bisa sangat
rendah gitu. Tapi ee kalau bicara iklim
makanya mean and standard deviation
statistik ya. statistik dan apa durasi
datanya itu 30 tahun.
ee apa rata-ratanya berapa, standar
devresinya berapa. Maka kalau untuk
menguji terjadi perubahan iklim atau
tidak,
kita cukup data 30 tahun.
yang dari kelas ini cukup enggak data 30
tahun untuk melihat perubahan iklim
terjadi atau tidak?
Kan baru 32 kali di bawah itu ada dua
periode iklim untuk dibandingkan kan.
Jadi kalau
kita ingin apa menilai oh terjadi
perubahan iklim ya setidaknya kita harus
punya dua set data historis
30 * 2 ya suatu saat saya menguji
mahasiswa
ee itu waktu itu topik penelitiannya
dampak perubahan iklim di sektor wisata
ya di sidang dia bilang, "Pak di wilayah
kajian saya terjadi perubahan iklim
Pangandaran kalau enggak salah.
Mana datamu? Saya bilang ee saya tanya
kan ditanya ditunjukkan 10 tahun.
Jadi ee harus ditambahkan pada statement
dia itu persepsi ya. Jadi rupanya dia
nanya persepsi masyarakat, persepsi
turis, persepsi. Jadi jadi itu namanya
persepsi perubahan iklim kan bukan
science base. Kalau kalau berbasis sain
ya kita harus punya ini dua set data
itu. Nah, perubahan iklim itu ee
ee terjadi kalau kita punya dua set tadi
apabila min-nya berubah. itu seperti
contoh yang paling kiri itu kan ya,
paling kiri rata-ratanya berubah. Kalau
berubah ee ke kanan itu artinya apa?
Kalau itu bicara temperatur secara
rata-rata temperaturnya naik kan.
Bagaimana dengan ininya ee standar
deviasinya
ee yang di apa ya? Kalau ini standar
depresinya naik, tapi berarti ee ekstrem
temperatur tingginya lebih tinggi lagi
kan karena bergeser naik kan.
Nah, ada ee lagi ee situasi yang tengah
ee min-nya tetap
standar deviasinya yang berubah ya.
Kalau yang kasus satu tadi rata-ratanya
tetap
standar deviasi eh maaf rata-ratanya
berubah standar deviasinya tetap. Kalau
yang kasus du rata-ratanya tetap
ee standar deviasinya yang berubah.
Walaupun walaupun tetap artinya kalau
apa 30 tahun misalnya tahun 50 sampai 80
itu rata-ratanya 27 temperaturnya
kemudian 80 sampai 2010 juga 27 ya kan
tetap tapi
kasus du ini standar defisitnya berubah
artinya apa nilai-nilai ekstremnya itu
juga ee lebih frekuensinya lebih sering
kan gitu. Nah, kasus ketiga adalah kalau
ee apa rata-rata dan standar defisinya
berubah.
Nah, ee bisa dibaca di situ. Ee tadi
saya katakan ee dampak pada penurunan
produksi padi itu biasanya ee apa
terjadi
temperatur naik sendiri itu sudah
mempengaruhi fisiologi tanaman padi
untuk turun.
Curah hujan juga berpengaruh ya walau
tadi kan bisa
bertambah bisa berkurang ya kalau kalau
jur kalau di di climate change ini
makanya apa isunya adalah global warming
kan global warming karena apa eh
konsentrasi gas rumah kaca kan ya global
warming kemudian climate change itu
artinya apa artinya kalau temperatur
memang eh firm eh apa naik ya
historically kan sekarang sudah naik ke
apa satu derajat ya sekitar sekitar 1
derajat dibanding pra industri gitu ya
saat ini. Cuman proyeksi ke depan kan
bisa sampai 4 derajat. Kalau sampai ee
upaya apa namanya? Upaya ee mitigasi,
upaya menurunkan gas rumah kaca tadi
tidak berhasil ya itu bisa ee apa
skenari proyeksi terbesarnya bisa sampai
ee sampai 4 derajat. Tadi ee contoh
kalau
ee temperatur itu 2050
sampai 80 itu 27. Kemudian 2008 ee
sampai 1980 ya 1980 sampai 2010
itu apa itu tetap 27 artinya
temperaturnya ee rata-ratanya tetap kan
begitu. Nah, ee
kalau di apa? Kalau di kondisi yang satu
maupun tiga yang di mana apa bergeser
ya, rata-ratanya naik ya. Jadi ee
contohnya ke apa produksi padi ya. Kalau
produksi padi itu tadi kan saya
sampaikan global warming itu naik
temperatur kan itu mempengaruhi
fisiologi. Kalau curah hujan memang
secara spasial bisa ada yang bertambah,
ada yang ya ya berubah berkurang kan
gitu. Tapi dua-duanya itu ee berpengaruh
ya, berpengaruh kepada ee produksi padi.
Itu yang direct yang indirect impact-nya
adalah ketika apa curah hujan ekstrem
tinggi, banjir ee menggenangi tanaman
padi ee pus. Nah, itu juga mengurangi
ini kan produksi atau yang kekeringan
kan kayak sekarang
terutama apa wilayah-wilayah enggak ada
irigasi ya itu yang terkena paling
pertama kan yang ada irigasi saja begitu
tidak ada hujan kan juga berpengaruh kan
pada apa ee coverage dari airnya.
Jadi itu ee yang kalau diperhatikan di
sini yang menjadi bencana itu adalah
yang ekstremekstrem ini ya
ee kita biasanya ee apa punya threshold
tertentu ya. tadi sama ke line slide
tadi juga kalau kita punya curah hujan
harian nilainya ee 50 mm itu ee ee apa
di beberapa wilayah kajian kita kita
pakai sebagai threshold
eh
nah ini adalah eh tadi ya eh climate
change dan climate variability ini ya
kenapa ee
mohon kalau sudah ee apa mendapatkan
materi saya ini sudah apa namanya sudah
bisa lebih paham bahwa faktornya itu
tidak sekedar apa climate change tapi
adalah eh climate variability dan
climate variability inilah yang justru
ee apa eh
bisa menjadi bencana tadi ya menjadi
disaster. itu.
Nah, ee ini adalah ee faktor-faktor yang
mempengaruhi variabilitas. Jadi, ee
secara apa? Secara
ee mungkin simplifikasi ya secara
simplifikasi
ee berdasarkan pola curah hujan
Indonesia itu dibagi menjadi wilayah
monsunal dan ekuatorial. Jadi kalau yang
lahir besar
ee di Jawa itu pasti di dalam memorinya
akan terbentuk apa? ee curah hujan
tinggi itu akan di
Desember, Januari, ya, Februari,
sementara kering itu Juni, Juli, Agustus
ya itu ee tapi yang misalnya lahir di
Medan ya,
Sumatera. Jadi kalau Sumatera itu
penelitian kita kemarin Lampung itu
sudah jelas ikut ikut monsunal, ikut
kayak Jawa polanya. Kalau e zumsel itu
ee peralihan lah di atas zums itu sudah
equatorial type. Bedanya adalah kalau
moonsun itu ada apa? satu puncak curah
hujan ada satu lembah ee paling kering
ya. Jadi, jadi tadi makanya kalau di
Jawa itu ee apa ada satu puncak curah
hujan biasanya ee bergeser-geser ya
Desember, Januari, Februari ee apa ee
yang kering Juni, Juli, Agustus. Tapi
kalau di ekuatorial seperti apa ee tadi
saya contohkan ya utaralah Medan gitu.
itu ada dua puncak, dua lembah. Makanya
sering kejadian ketika di Jawa enggak
ada hujan kok di Medan malah banjir kan
gitu. Karena memang beda tipe beda
tipologi ya. Beda diolog. Jadi secara
secara sederhana ada tiga klasifikasi
tadi. Monsunel itu misalnya Jawa ee
mungkin Kalimantan juga selatan saya itu
ee apa Sumatera tadi sudah saya jelaskan
eh Monsunel. Kemudian equekuatorial type
ada dua ini ya dua apa puncak dan dua
lembah. Yang satu local type. Local type
ini punya karakteristik ini ya ee
spesifik. ee memang sangat lokal ya.
Nah, itu kalau kondisi normal. Nah,
seperti yang kita alami sekarang ini
kita mengalami ee pengaruh dari apa?
Enso ya ini ee apa terjadi perubahan
apa perbedaan suhu laut dari apa ee
koordinat tertentu di Pasifik ee yang
disebut sebagai apa? Daerah regen 3.4.
Jadi itu selalu ee apa dipakai sebagai
acuan ee kalau kita sedang mengalami
elninous seperti sekarang artinya ee
wompol-nya ada di sana, kolam hangatnya
ada di sana sehingga ee apa tekanan
udara di sana lebih rendah. Ini ketarik
ke sana kan sehingga ee kita jadi ini
kan mestinya Oktober ini kalau situasi
normal sudah mulai hujan kan. Kalau di
monsunel ya, di monsun ya
di di Aquater saya enggak begitu hafal
apa pola bulan per bulan ya karena apa
dari kecil lahir besar di Jawa ya.
Mungkin teman-teman yang di lahir lahir
di besar Medan mungkin punya memori ee
bagaimana itu pola curah hujan dan
keringnya gitu ya.
Jadi eh kita mengalami jadi Enzo itu ada
ada dua kan ada elnino, ada lanina ya.
Elnino itu biasanya seperti sekarang
membawa kekeringan seperata lan ee
membawa ini apa ee hujan ya hujan ya. Eh
tahun lalu kita misalnya itu mengalami
ee lanina ya sehingga curah hujannya
lebih banyak.
ee itu kemudian diindekskan. Ee nah
nanti yang saya apa saya jelaskan tadi
ada indeks saat saat ini kalau dari BMKG
itu ee 1,68
ya indeks elninya. Kalau pakai apa?
Pakai klasifikasinya NOA 1 seteng ke
atas itu sudah masuk tinggi. Jadi elino
tinggi. Ee sementara saya saya cek ke
data kejadian kebakaran yang 2015 itu
indeks Elnus 1,45 itu sudah terjadi
kebakaran. Sekarang ee tadi ee apa eh
hotspot ya terjadi peningkatan hotspot.
Saya ee awal Oktober di Kalimantan itu
tadi kan sudah mulai apa ee
pesawat jurusan Tanjung Sor misalnya di
cancel karena asap gitu sudah sudah
mulai
alhamdulillah pesawat saya lancar-lancar
tapi sudah mulai saya saya karena ini
sedang terjadi tren naik nanti saya
tunjukkan juga dan akan berpuncak ee
Oktober kemudian November, Desember
mulai agak turun ya. Ini mungkin mungkin
ini akan sedang sedang naik ya.
Tapi dari data itu sedang terjadi apa
namanya hotspot itu untuk Kaltim ada 137
ya.
Kaltim ini ee fenomenal karena ee apa
yang di dekat ee IKN itu ada Bukit
Soeharto itu ada batu bara yang
tersingkap ya. Batu bara tersingkap dan
mudah terbakar ya. Jadi
ee combustibility indeksnya sangat
tinggi. Jadi ee kalau temperatur naik
seperti sekarang dia bisnisnya kemudian
terbakar dengan sendirinya enggak ada
yang bakar.
ini ee contoh ee apa
situasi normal tapi kemudian menjadi
seperti apa ee kebetulan ya kebetulan ee
saat ini kita sedang mengalami jadi apa
akan kuat di dalam memori kita.
Eh kalau saya overlay data-data
kebakaran hutan besar dengan indeks
Elnino itu memang ee apa 9192 ya itu
terjadi ya ee kemudian 97
ee
2007 ya terus 2015 yang pasti masih kuat
dalam ingatan kita itu eh major
forest fire atau major land fire juga
karena juga bisa terjadi di pitland kan
di gambut ya ee kebakarannya ini
tentu saja gambut yang sudah ee
terganggu ya sudah terganggu itu akan
apa akan punya sensitivitas terhadap ee
elmino. ee saya sedang ee diminta oleh
JIK eh membuat eh peta Azat eh Pitland
Fire di Kalimantan Tengah saat ini eh
baru baru mulai.
Ee
ini apa normal. Kenapa kemudian menjadi
seperti sekarang tadi? Ini faktor
perubahan atau perbedaan suhu laut
dengan koordinat tertentu di ee Pasifik
ya
ee apa bisa bisa Elnino, bisa Lanin
ee ini saya percepat aja ya ee ini ee
data-data global saja ini ya. Jadi ee
apa ini sudah saya sampaikan tadi ee
dibanding dengan apa ee era praindustri
itu ee saat ini kita naik 1 derajat ya,
naik 1 derajat.
ee
ee cuman ee yang
ini ya yang perlu diwaspadai
ee kalau kita gagal melakukan penurunan
konsentrasi ke ee ini ya gas rumah kaca,
gagal menurunkan emisi gas rumah kaca eh
apa case skenarionya, skenario
terburuknya nya itu bisa naik sampai 4
derajat di tahun. Nah, ee lewat
perjanjian Paris ee Paris Agreement eh
negara-negara penandatangan eh apa Paris
Agreement 2015 ya para penandatangan
Paris Agreementen itu sepakat untuk
menahan ee suhu bumi di apa di 2 derajat
ya. Di 2 derajat di 2100. Jadi ee karena
apa? ee komponen utama
ee apa emisi gas rumah kaca itu saat ini
adalah energi. Maka ee
letak keberhasilannya tentu saja
bagaimana kita beralih dari energi yang
sekarang bakar-bakar dan menyebabkan
emisi tadi kan batuara minyak ke arah
renewable ya kira-kira itu. Jadi eh di
Glasgo ya kop
26 ya, KoplasGO
International Energy Agency itu
merunning apa janji masing-masing negara
kan di yang menandatangan Paris
Agreement itu kemudian membuat eh janji
kan janji menurunkan emisi ya namanya
nationally determine contribution ya eh
Indonesia juga janji. Nah, itu kalau di
running waktu itu Glasgo itu sebelum
perang Ukrain Rusia kan ya itu kalau
diunning ee bisa sampai ini ya
janji-janji tadi disimulasikan itu bisa
ditahan 2100 sampai 2 derajat. Waktu itu
ee di Glasgow itu sangat apa kencang
sekali. misalnya Jerman ini ya face out
batu barat segera dan lain sebagainya.
Tapi begitu perang ini kan ee kebetulan
anak saya lagi sekolah di Jerman itu
kemarin ee ya batu bara digunakan lagi
kan karena apa tadi ada persoalan energi
itu contoh-contoh seperti itu. Nah, saya
juga punya research untuk di Indonesia
bagaimana prospek ee apa kita bisa
beralih ke renewable energy. Itu saya
bisa katakan ee ceritanya cerita pesimis
gitu ya.
Oke. Ee itu ee kira-kira ya. ini ini
sekedar untuk apa tadi menggambarkan
itu. Kemudian ini kalau di laut tadi
saya sudah sampaikan
eh apa eh silveriz eh memang
eksponensial ya yang tadi saya katakan
itu ee 3 sampai eh 7 ya itu range kalau
dilihat ini secara apa penggalan waktu
itu terjadi kelihatan eksponensial kan
itu 1901
1971 itu naik 1,3 3 71,9.
Semakin ke sini semakin cepat
kenaikannya. Memang kan
ee
ya
ee apa silveriz sendiri adalah karena eh
ice melting, pencairan es dan juga
karena air laut panas memuai kan itu
menambah kenaikan. Jadi, silver ice itu
eh disebabkan dua hal eh ice melting dan
eh pemuaian ekspansi termal ini
disebutnya.
Ini makanya Ibu dan Bapak yang ada di
apa pesisir ini ee ya ini perlu menjadi
apa perhatian ya ke depan ini di
ee modeling ininya ya ini dari IP
laporan IPC terbaru ya Assessment Report
6 ya 2021 eh
ya di situ apa itu future with intensive
fossil fuel ya yang garis kuning itu
bisa sampai 1 m nanti kenaikan. Makanya
ee mungkin teman-teman yang di Riau tahu
kalau Singapura itu ee apa bangunan
pesisirnya kan mereka sudah harus
ditambah 1 m ya. ini dari sini
2014 saya ikut
training of trainer di Kementerian
Lingkungan Singapura itu ya mereka
mengatakan seperti itu.
ini ee ini kalau bicara global kemudian
ini Indonesia
ee Indonesia juga terkonfirmasi apa yang
terjadi di global ya ee ini ee
apa silveriz
tinggi muka laut eh naik eh
temperatur naik temperatur permukaan
laut ya kemudian ee salinitas ee turun
turun ya. Kalau salinitas ini turun
global juga ee kita juga
ee ya ini ee apa ee kalau diamati lebih
detail ini kalau bicara impact kepada
ekosistem khususnya coral R itu terlihat
eh apa yang
ee apa
merah-merah itu yang sudah mengalami eh
bleaching ya pemutihan ya.
Mungkin kalau ke Lombok ke Gili-Gili itu
kalau lihat data ini termasuk yang sudah
kalau Raja AT riset sekitar tahun
2022 ya tahun lalu itu ee belum
terpengaruh coral bleaching kerusakannya
masih karena faktorogenik
tapi memang kalau lihat proyeksi
ancamannya ee itu ee akan terpot potensi
ee bisa menyebabkan eh koral bleit
memang tergantung dari spesies koralnya
juga, tapi ee analisis kita proyeksinya
menunjukkan ee ke depan itu ee apa
terjadi ee apa ya potensi
ee kenaikan suhu laut tadi, suhu permuka
laut yang bisa menyebabkan ee koral
bleaching. Jadi ee kalau di RIF ini eh
bukan apa yang menyebabkan coral
bleaching itu bukan ee hanya
kenaikannya, tetapi approp change appra
change-nya perubahan tiba-tiba misalnya
berlangsung secara misalnya ee 10 hari,
20 hari gitu ya.
Walaupun terus kemudian turun lagi ya.
Ee ke depan kalau yang apa di riset kita
di Raja A4 itu akan apa itu disebut
sebagai marine heat wave ya. Marine heat
wave. Marine heat wave itu tadi apa? Eh
suhu naik eh
saya lupat resultnya
dua apa lebih dari 2 derajat dalam
beberapa hari gitu.
meskipun misalnya kemudian dia turun
lagi
ini ee apa juga saya hanya ingin
menunjukkan bahwa yang tadi di global
ini ee itu juga di Indonesia ee terjadi
ya itu tadi kalau saya kan sudah bilang
kalau temperatur ini ee apa
ee saya ambil dari National
Communication
ee 2017
ini masih menggunakan karena publish
2017 ini masih menggunakan model
proyeksi iklim berdasarkan laporan IPCC
eh assessment report 5 ya AR5 ya eh
kemudian dengan skenario RCP 8,5. Jadi
RCP ini tadi saya katakan salah satu
skenario ee biasanya terkait dengan ee
seberapa jauh masyarakat global ee
berhasil atau tidak menurunkan emisi.
tadi kalau skenario terburuk tadi kan
saya katakan kalau masyarakat global
walaupun sudah ada Paris agreement tapi
kita gagal ya menurunkan emisi
ee itu itu akan terjadi theus ee jadi eh
itu apa
model ini ensemble dari 24 model iklim
ensemble itu di apa namanya
dicampur
Jadi ee
pengalaman kami beberapa model iklim
Indonesia belum punya model iklim
proyeksi sendiri. Jadi ee pengalaman
kita misalnya modelnya
Jepang, modelnya Austral,
Amerika ya misalnya taruh ambil contoh
Jepang gitu kita terapkan di kita kalau
kita apa kita
uji dengan data observasi itu misalnya
model Jepang itu secara angkanya dekat
tapi polanya beda gitu ya. Nanti kita
ambil model Australia apa ee
proyeksi yang pakai modelnya Australia
itu misalnya polanya polanya tepat
dengan data historis tetapi angkanya
jauh gitu makanya itu diblended
diensemble nanti. Jadi ini menggunakan
24 model ee iklim
ee hasilnya itu ya ee sampai 2050
naik itu yang warna-warna itu mulai dari
orange sampai merah sampai merah tua ya
kalau kenaikan temperatur. Kemudian tadi
saya sampaikan kalau untuk curah hujan
terlihat ada yang naik ada yang turun
kan
ada yang naik ada yang turun itu itu apa
secara spasial ini tentu skala nasional
ya. Nah, di skala yang yang lebih lokal
ee kami saat ini punya data yang
resolusi tinggi, resolusi 5*5 ya. ee
kami diberikan data hasil kerja sama
BMKG dan JIK itu resolusinya 5 * 5 untuk
temperatur
ee ee suhu permukaan bumi ya maksudnya
dan ee curah hujan
itu kita punya lima kali ini apa cukup
ini memang apa detail ya saya ee punya
kajian
dengan EDB ee punya mitra dengan
Australia ya untuk mengkaji dampak pada
sektor kelistrikan ya PLN ya, bagaimana
dampak perubahan iklim terhadap mulai
dari pembangkitan ee distribusi ya ee
pembangkitan, transmisi, distribusi itu
semua terdampak kan itu ee saya tunjukin
data 5* 5 dia mitra saya Austral kaget
saya aja biasanya pakai 10* 10. Jadi ini
ini ya ee kondisi 2017 ini ee apa
dilakukan kalau ini oleh ee teman saya
dari IPB ya, Dokt Pak Fakih
ee skala nasional. Nanti maksud saya
gini, yang kuning itu bukan berarti ee
oh nanti semua turun gitu ya. Di kalau
di skala detail bisa jadi nanti saya
tunjukkan Jawa Barat sendiri gimana
gitu.
ee itu ya. Ee kemudian nah ini untuk
Jawa Barat ini hasil tadi pakai data
yang detail tadi. Ee ini kami susun
ketika kami mendapat apa kerja sama
dengan JIK membantu ATR
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:10 UTC
Categories
Manage