File TXT tidak ditemukan.
Webinar 45 Bencana Akibat Perubahan Iklim - EcoEdu.id
Wjrh8bTfIlg • 2023-10-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id E-KTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, dan hebat, keren, profesional, dan juga kesinian. [Musik] Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Layanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsult hutan yang tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yangarahat latihan. Nah, di sisi juga saya baca baca terlebih dahulu ya terkait informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan di situ. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu di mana menyampaikan informasinya. Ego itu bagus karena itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau yang itu bagus dan terbaiklah di bidangnya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan gitu ya. bertahun dalam penyusunan dokumen ee saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang didapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee hari ini juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan banyak banget. [Musik] Eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya. pertama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu, Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari atas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang didapatkan. [Musik] EKTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional dan juga kezingan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang Bapak Ibu semua di webinar ke-45 yang diselenggarakan oleh Ekoedu Indonesia. sebelumnya. Perkenalkan nama saya Silvi. Saya yang kurang lebih nanti akan menemani Bapak Ibu semua di webinar ee di pagi hari ini sampai dengan jam 12.00 siang nanti. Oke, untuk memulai acara kita ee mari kita buka dengan berdoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Berdoa dimulai. Ya, berdoa dicukupkan. Kita juga akan buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Oke. [Musik] Baik, di sini sudah bergabung sekitar 300 orang. Mungkin boleh Bapak dan Ibu yang sedang yang ee sudah bergabung dinyalakan ee kameranya. Mungkin kita akan berbincang-bincang terlebih dahulu. Saya ingin ee menanyakan kabar Bapak Ibu semua apakah ee kondisinya sehat dan lain sebagainya. Ee mungkin di sini sudah ada ee Pak Bambang, Pak Bambang Darmito. Halo, selamat pagi, Pak. Pagi menjelang siang, ya. Pagi, Mbak. Iya. Bagaimana, Pak? Sehat? Alhamdulillah. Sehat, Pak. Sehat, Pak. Alhamdulillah sehat, ya, Pak. Sehat. Iya. Oke, mungkin boleh, Pak, di ee perkenalkan dari DLH mana? DLH Kabupaten Suhar, Provinsi Jawa Tengah. Oh, di dari Jawa Tengah ya, DLH, Kabupaten Sukarjo. Oke. Baik. Ee kamiuti, Pak. Iya. Oke, mungkin ada teman-teman yang lainnya juga, Pak, dari Jawa Tengah. Gak tahu, Pak. Sayaat barangkali dia diat dari enggak tahu berapa yang ikut, Pak. Iya. Oke. Baik. Ee sebelumnya sudah ikut juga, Pak, webinar dari E. Sudah, Pak. Oh, iya. Kami ikut grup grup WA, Pak. Oh, grup WA provinsi, ya, Pak? Eko Ed. Iya, ya. Eko Edu. Iya. sudah kami ikut, Pak. Di Jawa Tengah sekarang cuacanya sedang bagus, Pak. Alhamdulillah bagus, tapi masih kering, Pak. Iya, betul. Sama, Pakya hujan. Iya, betul. Dib. Makanya ini materi hari ini sangat sekali kita lihat penting sekali, Mbak untuk bisa menjaga lingkungan nanti sesuai dengan materi hari ini. Betul sekali, Pak. Oke, terima kasih Pak. Semoga sehat selalu. Terima kasih sudah menyempatkan untuk hadir ya, Pak. Iya, Mbak. Makasih. Oke, sekarang kita beralih ee di sini ada Ibu Yeni dari DLHP Sumsel. Halo, Ibu. Selamat pagi menjelang siang, Ibu. Selamat pagi. Bagaimana, Bu kabarnya? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah sehat ya, Bu. Ee oke Bu, mungkin ee boleh Bu ee alasannya kenapa ee mau mengikuti webinar ee tentang tema hari ini, Bu? Ee iya kan sekarang kita memang kayaknya ee masih karena kemarau ya kondisi lagi darurat mungkin asap kebakaran ya perubahan iklim ya. Itu sih yang menarik untuk kita bahas ya. Oke. Ee cuaca sekarang Bu di Sumsel bagaimana Bu? Mungkin ee tepatnya di kota apa Bu? Di Palembang kita. Oh di Palembang. Iya. Oke. Kebetulan kemarin ee merata kayaknya ya. Hujan deras kemarin. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Iya. Heeh. Jadi agak turun sih ISPU kita. Oke. Alhamdulillah Bu. Iya. Oke, Ibu ee sebelumnya juga sudah mengikuti webinar atau ini baru pertama kali sudah sering ngikutin? Oh, sudah sering. Iya ikut. Alhamdulillah sih ada dari Ekong Edu. Jadi paling tidak kita sharing berbagi informasi ya untuk update ke depan ya. Oke. Baik, terima kasih Bu. Oke, mungkin satu lagi ya. Ee di sini ada siapa ini? Ada Pak Suroso. Ah, di sini ada. Oh, mungkin kita beralih ke ada Pak E Shihun. Halo, selamat pagi menjelang siang, Pak. Halo, selamat pagi. Iya, bagaimana, Pak kabarnya? Boleh di-unmute dulu, Pak. Oke. Alhamdulillah baik, Mbak. Oke. Alhamdulillah baik ya, Pak. Ee mungkin boleh di ee sebutkan, Pak, dari provinsi dan juga dari kota mana. Halo, Pak. Saya dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mbak. Jadi di berfokus juga dalam ee apa? Riset tentang cuaca dan iklim sih. Oh, oke. Baik. Ee mungkin boleh juga disebutkan kenapa ee mau mengikuti acara di hari ini? ee karena untuk acara hari ini mungkin ee apa berhubungan juga dalam riset project saya juga sih, Mbak. Jadi ee menambah ilmu dan juga ee menambah wawasan baru. Oke. Baik ya. Terima kasih, Pak. Semoga sehat selalu ya. Oke, mungkin ee sebelum kita ke ee melihat pemaparan materi dari pemateri kita ee saya sedikit akan memperkenalkan mungkin barangkali dari Bapak Ibu di sini ada yang baru pertama kali mengenal Eko Edu, baru pertama kali untuk mengikuti acara yang kami selenggarakan. Jadi saya akan memperkenalkan sedikit sebetulnya ee Ekoedu itu lembaga apa. Nah, di sini untuk Ecoedu Indonesia atau PT Eko Indonesia ini merupakan pusat pelatihan yang berfokus pada pelatihan lingkungan hidup. Nah, lalu untuk pelayanan kami juga ini terbuka untuk berbagai pihak yang mulai dari perusahaan, pemerintah, perorangan, dan lain sebagainya yang ingin meningkatkan kompetensinya di bidang lingkungan. Lalu untuk pelatihan kami juga ini diselenggarakan secara offline maupun online. Lalu untuk pelatihan kami ini juga berbasis SPL yang pertama yaitu silabus yang komprehensif di mana kami selalu menyajikan silabus dengan materi yang menyeluruh dan juga ee dengan materi-materi yang terup to date. Lalu kami juga menghadirkan pengajar yang berkualitas dari berbagai instansi dan juga perguruan tinggi terkemuka. Lalu yang terakhir kami mengutamakan latihan praktis dengan dengan ee studi kasus dan juga kami memfasilitasi seluruh ee ee seluruh yang ikut pelatihan di kami itu ee di fasilitasi e-learning yang mana dapat diakses untuk mengulangi materi di manaun Bapak Ibu berada. Nah, di sini ee saya tampilkan beberapa pengajar yang ada di Ekoedu ini yang mayoritas merupakan dosen-dosen dari ITB yang berasal dari berbagai keilmuan. Lalu juga ini ada berbagai pelatihan yang kami selenggarakan saat ini ada penyusunan dokumen baik itu dokumen RPPLH KLHS dan juga ada pelatihan life cycle assesment dasar AMDAL persetujuan teknis ada limbah B3 emisi udara air limbah lalu pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai lalu berbagai pemodelan yang ee dibutuhkan dalam ee dokumen-dokumen lingkungan maupun analisis ee kajian dan lingkungan dan juga ada SIG, SIG dasar, dan SEIG lanjutan. Di sini juga ee saya informasikan untuk pelatihan terdekat yang akan kami selenggarakan di minggu depan ini ada pelatihan penyusunan dokumen kajian lingkungan hidup strategis atau KLHS di tanggal 23 sampai dengan 27 Oktober 2023. Lalu di minggu depannya itu ada pelatihan perhitungan emisi gas rumah kaca di tanggal 30 Oktober sampai dengan 3 November. Nah, ini untuk pelatihan ini masih ada diskon 10%. Jadi, bagi Bapak Ibu semua yang berminat untuk mengikuti pelatihan, silakan untuk segera melakukan pendaftaran di pendaftaran.coedo. Admin jika ingin bertanya-tanya terkait dengan pelatihannya. Lalu di minggu selanjutnya juga ada ee pemodelan eh qualqu di bulan November ee tanggal 13 sampai dengan 21 November itu ada pelatihan dasar AMDAL. Nah, untuk pelatihan dasar AMDAL ini silakan untuk segera menghubungi karena ee jumlah pesertanya ini terbatas. Jadi silakan untuk menghubungi nara hubung kami ada admin RIS dan admin ataupun langsung saja di pendaftaran. widu. Nah, ini dia untuk kontak-kontak kami. Silakan untuk Bapak, Ibu mungkin ada yang ingin mencatat, lalu juga ee mengunjungi sosial media kami ada di Instagram, YouTube, Facebook, Twitter, maupun di website. Nah, bagi Bapak Ibu yang berminat untuk bergabung dengan kami di pelatihan, kami sangat ee menunggu Bapak Ibu semua untuk bergabung. Ee dan kami juga selain melakukan ee pelatihan secara online, pelatihan-pelatihan reguler, kami juga ee bisa memfasilitasi untuk inhouse training di mana untuk materinya itu menyesuaikan dengan kebutuhan dari instansi Bapak dan Ibu semua dan itu bisa diselenggarakan secara offline. Jadi, kami tunggu Bapak Ibu semua di pelatihan. Oke, mungkin kita kembali ke ee topik webinar kita mengenai bencana akibat perubahan iklim. Mungkin ee kita sudah tahu bahwa perubahan iklim ini dapat merubah keseimbangan lingkungan dan mengancam juga ee keberlangsungan sumber daya alam. Tapi ee di sini kita akan membahas mengenai ee dari sisi ee potensi bencana apa saja yang akan timbul akibat dari perubahan iklim ini. Nah, selama kurang lebih mungkin nanti sampai jam 11.30 ya kita akan mendengarkan pemaparan dari pemateri kita. Setelah itu nanti kita akan ee sesi tanya jawab dari 11.30 sampai pukul 12. Nanti bersama dengan Bapak Prof. Ir. Joko Santoso Abisuroso, PhD yang merupakan guru besar SAPK ITB. Mungkin kepada eh Prof. Joko yang sudah berada di tengah-tengah kita. Halo, selamat pagi menjelang siang, Bapak. Halo. Halo. Ya. Halo, Pak. Selamat I Halo. Pagi. Iya, sudah terdengar, Pak. Bagaimana, Pak, kabarnya? Ya, alhamdulillah. Ee Mbak baik-baik. Alhamdulillah baik ya, Pak. Oke, mungkin untuk mempersingkat waktu saya persilakan Pak untuk memulai pemaparannya. Oke, terima kasih. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi. Ee suara saya ini ya ee bisa didengar dengan baik di sana ya. Baik. Ee ya pertama terima kasih atas apa ee kesempatannya, undangannya untuk acara ee pagi ini yang saya sendiri cukup surprise diikuti oleh ee lebih dari 400 ini ya ee ketika saya dihubungi ee ee tadinya berpikir ee apa bukan apa bukan acara online tadinya kan ini sudah sudah mundur ke berapa ya artinya pertama saya diminta mungkin 2 minggu atau 3 minggu yang lalu. Ee ee makanya saya sempat ee bertanya ke panitia, apakah ee mahasiswa saya boleh ikut? Ee tapi kemudian disampaikan adalah webinar. Jadi saya ini apa sebenarnya di depan saya ada sekalian materinya kebetulan ee apa sama ya materi kuliah saya di apa mata kuliah lingkungan sumber daya alam ee prodi ee S2 PWK ITB dan kebetulan ini ee selain kelas reguler tuh ada kelas double degree ya mahasiswanya ada delapan ini ada di depan saya. Jadi saya seat sebenarnya live di ruangan saya ini juga juga ada yang apa yang mendengarkan langsung. Nanti mungkin teman-teman di dalam ruangan ini juga ee pasti ada yang ingin apa ee bertanya, berdiskusi langsung ya selain ee Ibu dan Bapak semua. Jadi ee selamat pagi sekali lagi ee kepada Ibu dan Bapak yang hadir secara online. Ee terima kasih atas ee apa kehadirannya. Kebetulan di antara mahasiswa saya ini juga ada ini ya, ada dari Dinas Lingkungan ya, ada yang dari beberapa ini apa kabupaten. ee nanti selain tadi selain materi yang terkait dengan topik yang diminta, kebetulan minggu lalu saya itu diundang oleh Kementerian ee Pertanian ee apa ada FGD tentang antisipasi dampak elnino terhadap musim tanam. ya. Jadi memang ini tadi beberapa ee peserta Ibu dan Bapak ee menyampaikan kondisi kekinian ini ya ee dampak dari Elnino kita saat ini ya terhadap ee nanti akan saya apa saya akan saya coba ee address khusus itu dan kebetulan ee minggu lalu itu hadir juga dari BMKG ee materinya ee nanti akan saya sampaikan juga ya apa oleh-oleh sebagai tambahanlah. Saya tidak tidak apa menginsert pada powerpoint saya tetapi sengaja tetap file-nya saya pisah. Itu dari BMKG. Memang nanti beberapa poin yang terkait dengan kondisi kekinian ini ee akan apa akan saya ee sampaikan juga. Mungkin itu ee saya mulai ini apa ee apa share screen. Jadi nanti mungkin ee kalau langsarkan ee barangkali pasti akan ini akan jenuh begitu ya. nanti akan saya akan coba berhenti ee apa atau barangkali ibu dan bapak juga ada pertanyaan yang mendesak juga bisa silakan langsung di ini tanyakan ee saya share screen dulu dulu. Oke. Ee slide saya sudah bisa dilihat ya. Oke. Baik. Eh, bentar dulu menutup. Iya. Oke. Baik. Ee sebelum saya mulai, saya ee perkenalkan dulu ee itu pendidikan saya. Ee kemudian saat ini saya ee menjabat sebagai ketua kelompok keahlian perencanaan wilayah dan perdesaan di SABPK ITB, Sekolah Arsitektur Perencana dan Pengembangan Kebijakan sekaligus eh kepala pusat Perubahan Iklim ITB. Eh fokus research saya eh di climate change and disaster aspect planning ya. Kemudian juga ee tadi ada KLHs ya, kemudian ada ee artinya di dalam KLHs itu ada kajian daya dukung juga ya itu juga menjadi apa fokus riset saya juga. Kemudian konsep yang terbaru di dalam ee apa disaster managemen ee maupun ee di dalam development secara umum yaitu konsep resilien ya ee khususnya yang berbasis eh sistem sosial ekologi itu juga menjadi fokus ee research. E ya, saya mulai dulu sebelum masuk kepada ee substansi ee pada ee framework ini ya. Saya mulai dari framework ini untuk ee menghubungkan ee kenapa kita ee perlu ken terhadap ee apa materi yang kita bahas pada pagi ini ya, yang terkait dengan apa ehing impact ya sebenarnya ya. Eh seperti yang juga tadi saya sampaikan ee minggu lalu itu dengan Kementerian Pertanian itu ee apa konsennya adalah bagaimana ee dampak perubahan iklim dan ee variabilitas iklim ini mempengaruhi sektor pertanian ya. Jadi itu ada yang di samping eh kanan ya. Jadi eh clim change impact itu eh ternyata mempengaruhi ee apa pada sektor-sektor pembangunan pada ee ekosistem ya. Kalau pada sektor pembangunan tadi, kalau untuk pertanian ee itu kenaikan temperatur misalnya secara rata-rata itu kan mempengaruhi ee fisiologis tanaman padi ya misalnya dan itu ee menyebabkan ee penurunan ee produksi padi ya. penurunan produksi padi juga perubahan curah hujan tentu saja. Jadi nanti di slide-side selanjutnya saya juga tunjukkan ee hasil-hasil penelitian kami yang terbaru ya. Ini yang tahun lalu ya. ee bagaimana pengaruh perubahan iklim dan variabilitas iklim itu terhadap ee produksi dalam hal ini terjadi penurunan ee pribadi. Jadi eh kalau bicara apa eh climate change dan climate variability saya selalu harus mengatakan climate change and climate variability ya. Karena ee umumnya yang berdampak ke disaster itu adalah eh climate variability, yaitu eh apa? Nilai-nilai ekstrem ya. Misalnya kalau bicara ee curah hujan misalnya secara spasial bisa jadi ee proyeksi ke depan itu ada yang secara rata-rata wilayahnya akan mengalami pengurangan curah hujan. ada yang secara rata-rata naik curah hujannya, tetapi ee apa nilai-nilai ekstrem tinggi dari curahan itu misalnya itu akan ee menjadi ee apa bencana dalam hal ini adalah ee banjir begitu ya misalnya atau yang apa nilai ekstrem rendahnya ya menjadi bencana ee kekeringan begitu ya. Ini apa bunyi tingnya ini agak mengu juga ini. Oh, ini ya masih ada yang join terus ya. Ee mungkin di di host ya, di laptop host itu bisa di ini ya suaranya. Ini bunyi peserta join ini agak ini juga agak agak mengganggi. Oke ee saya lanjutkan dulu ee jadi ee nanti bisa dilihat di sini ya sebenarnya. Nah, ini ya nanti akan saya akan saya jelaskan secara detail bahwa ee pada dasarnya untuk memahami perubahan iklim atau untuk ee apa menilai itu terjadi perubahan iklim atau tidak itu ee kita mengacu pada apa definisi ee iklim dari WMO yang kira-kira adalah satu set data cuaca e 30 tahun ya. Nah, itu kenapa eh apa saya lalu akan mengatakan climate change and and climate var. Jadi selain apa perubahan di rata-rata itu juga terjadi perubahan di standarasi ya. Kalau statistik kan min and nanti saya akan ke sini lagi. Ee jadi itu bahwa dari ee perubahan iklim dan ee variabilitas iklim itu bisa berdampak dengan produksi padi misalnya. Sementara kita ee apa semakin bertambahnya jumlah penduduk sekarang Indonesia sudah 200 juta ya itu ee tentu saja demand semakin apa ee naik dan dulu kita demikian masih mudah mendapatkan pasokan ee impor ya dari negara lain tapi sekarang orang mungkin masing-masing negara juga menghadapi masing-masing negaranya sehingga juga menahan ya. Nah, ini ini ee kalau tidak ke depan ini bisa apa ee ya pangan ini akan sangat tinggi ya harganya. Saat ini aja kan sudah naik ya harga ini ya harga beras ya harga beras sudah naik cukup ee secara historis ini cukup tinggi ya kenaikan ee untuk gambaran juga saat ini ee apa saya juga ee sedang apa sedang ada kajian terkait ee potensi pangan di apa Kalimantan begitu ya. Di mana kan beberapa kali sejak zaman Orde Baru ada namanya eh Mega Rizek ya itu membuka eh pitland untuk memperluas sawah juga di pemerintahan sekarang ya. tapi kelihatannya tidak terlalu berhasil ya. Sehingga ee Kalimantan nanti ee khususnya kalau kalau ada pengembangan IKM itu ee dari sisi lens suitability eh padi, sawah padi itu yang cocok. Artinya berarti harus didatangkan yang ter Sulawesi Selatan dan dari Jawa Timur ya. Jadi hitungan kita ee apa kebutuhan ee pangan tersebut kalau kalau kembang itu ee apa harus tergantung dari dari ee luar IKN ya. Jadi pasti sekarang saja kalau harga beras di Kaltim itu pasti lebih tinggi dari di Jawa. Apalagi nanti ee ketika ee apa di tadi ya banyak ee persoalan. Nah, hari ini fokus ee dampak dari ee yang di kiri itu ee yang di kanan ini adalah dampak kepada sektor. Tadi saya beri contoh ee apa penurunan produksi padi. Bisa juga tadi ada yang dari kesehatan ya, dampak kepada sektor kesehatan terutama beberapa itu di peningkatan ee hiding ya, demam berdarah ya. ee juga sektor air. Nah, sektor air ini apa berkelindan ya sekarang ketika kita mengalami ee elmino ee tinggi ya. Nanti saya saya apa jelaskan juga klasifikasinya BMKG nanti saya tunjukkan ee apa slide-nya dari BMKG. saat ini itu eh terakhir indeks elninonya sudah di 1,6 8 ya ee itu kalau NOA itu sudah menyatakan itu ee tinggi ya elnino tinggi. Jadi apa ee wig ee sedang tinggi sama sangat antara 1,5 sampai 2 itu kalau NOA mengatakan itu sudah indeks tinggi lebih besar dua itu sudah ee sangat tinggi. Tetapi kalau di klasifikasi BBMKQK 1,6 ini dianggap moderate. Eh, dari apa overlay data saya terhadap kejadian tadi juga ada dari Sumsel ya yang mengatakan ee 2015 itu misalnya ee indeks 1,45 itu sudah menebakaran besar ya waktu itu. Nah, ini saat ini sudah 1,6 ee apa memang kalau di berita itu di Kaltim sudah ada 137 hotspot ya. Eh, awal Oktober saya ee apa ke Kalimantan itu sudah sudah banyak sekali pesawat di-cancel ya, di-cancel karena asap ya. Dan ini ee apa ya biasanya ketika kita mengalami ee elnino ee ya elnino tinggi itu ee apa akan m-trigger tadi ya m-trigger eh forest fire land and forest fire tadi ya yang antara lain ee apa ee dampaknya adalah ada asap Sekarang kan juga terjadi dispute dengan Malaysia ya. Malaysia apa? Ee Malaysia merasa kita mengekspor apa? HIS tapi eh katanya kita bilang enggak ya. Saya saya belum belum apa melakukan kajian khusus untuk itu ya. Belum melakukan apa simulasi. Saya enggak enggak apa berani berkomentar. Kemudian ee ya tentu saja itu semua kalau kalau saya ambil contoh pengurangan produksi padi itu pasti akan mempengaruhi ee sangat luas kan di dalam apa eh sustainable development tadi bisa ee terjadi apa ee persoalan sosial bisa juga ee terhadap keseluruhan pertumbuhan ee ya bisa mempengaruhi ya, pertumbuhan ekonomi maksud saya. Nah, yang di sisi kiri itu ee disaster ya, disaster. Jadi ee pada pagi ini saya akan coba cover dua-duanya, tidak hanya disaster, tetapi juga dampak pada sektoral maupun ekosistem. Ekosistem ini eh apa? Research kami ada dua yang di Coral Rift yaitu di Derawan dan juga di Raja Ampat ya. Ee itu ya kira-kira. Jadi dua-duanya akan saya cover ee meskipun topiknya kan bencana ya. Jadi ee tentu saja di Undang-Undang Kebencanaan juga ada definisinya, tetapi ee bencana ini bisa juga kita maknai tadi kan kalau kalau kita kekurangan pangan kan juga jadi bencana, kekurangan air juga jadi bencana ya. ya di ee apa dampak-dampak perubahan iklim maupun ee variabilitas iklim ini terhadap ee sektor. Ee saya lanjutkan. Nah, ini ee apa secara sederhana ee sistematikanya kalau kita apa belajar iklim itu ada dua, atmospheric climate dan ada juga eh ocean climate ya. Nah, di atmosferik itu biasanya kalau dikaitkan dengan ini ya, dikaitkan dengan ee disaster itu tadi sudah saya sampaikan eh banjir ya, plat kemudian drought kemudian landselide. landlide ini sebenarnya eh biasanya di dalam klasifikasi bencana masuk di dalam geological hazard karena ee apa faktor-faktor geologinya ee cukup ee banyak ya yang mempengaruhi misalnya jenis apa jenis batuan ee lereng ya itu kan faktor-faktor geologi itu di dalam ilmu disaster disebut sebagai ee apa faktor susah suseptibilitas. Faktor suseptibilitas. Susceeptibility itu seperti di apa? Kalau kita belajar fisika itu dulu ee apa ee apa kemudahan satu logam tertentu untuk menjadi magnet misalnya kan di di apa digosok dengan magnet susep TBT. Nah, ini sama landlide susep TBT itu eh adalah potensi suatu wilayah terjadi gerakan tanah atau longsor. Nah, faktor-faktornya tadi kenapa ee kalau di dalam klasifikasi eh disaster dimasukkan ke dalam geological hazard land slide ini karena tadi eh apa faktor-faktor susceptibility-nya ya ee jenis patuan slope ya. Tapi ee itu tidak akan menjadi disaster ee kalau tidak ada trigger. Nah, trigger dari land ini adalah curah hujan ekstrem ekstrem rainfall yang yang ditengarai dipengaruhi oleh perubahan iklim kan gitu ya. Jadi ini hubungannya kenapa kemudian ee tanah longsor juga dibahas ya atau gerakan tanah secara apa terminologi akademiknya. Ee trigger lain dari apa? dari ee landlide adalah gempa ya tentu saja ya gempa. Jadi faktor susceptibility ee wilayah-wilayah berpotensi landet itu bisa terjadi bencana kalau kemudian ditrigger oleh eh faktor curah hujan atau eh gempa ya eh earthquake ya. Kemudian di coastal inundation itu eh sori di ocean climate itu ee biasanya kita yang kita perhatikan adalah ee genangan di pesisir atau ee banjir pesisir atau ada juga terminologi rendaman pesisir. cuman rendaman ini ee banyak yang protes kok seperti cucian aja katanya rendaman cucian. Jadi ee tapi terminologi di akademiknya, di literaturnya adalah coastal ination ya. Coastal ination ee ini eh apa berbeda dengan yang banjir dari darat ya sebetulnya. Jadi ini kalau di Semarang ee terminologinya adalah banjir r ya. Banjir r memang kemudian di di apa diambil terminologi ini ke berbagai daerah. Tapi asalnya itu ee dari Semarang ya, banjir Rok itu kenaikan muka laut. Nah, akan menjadi sangat apa? Luar biasa dampaknya kalau bersamaan dengan itu terjadi banjir yang dari sungai kan. Nah, ini yang yang apa beberapa kali terjadi dan menjadi apa persoalan serius itu ee itu. Kemudian kalau yang di apa dari dari ocean climate itu bisa juga diturunkan menjadi ee bahaya keselamatan pelayaran ya. ini khususnya ee kajian kita itu ee menunjukkan kapal-kapal dengan tonase kecil seperti nelayan itu akan sangat terdampak ya, akan sangat terdampak ee ke depan. Jadi eh parameter dari ocean climate yang kita apa kita analisis menjadi ee hazard atau bahaya itu eh biasanya ee kenaikan muka laut tadi kan se leveliz kemudian eh apa eh se surface temperature ya eh suhu permukaan laut kemudian ee ee eh wave tadi ya, wave ya. Nah, WIV ini ee bisa kita analisis, kita keluarkan menjadi ini ya ee bahaya eh terhadap eh marine transportation itu ya, marine transportation ya, khususnya kapal-kapal kecil lah. maksudnya kapal-ketal kecil ini di apa di sektor kelistrikan itu juga cukup berpengaruh ini ee terutama yang misalnya di Jawa patubarannya didatangkan dari misalnya Sumatera atau Kalimantan kemudian diangkut pakai kapal kapalnya terkena gelombang tinggi itu bisa mempengaruhi ee apa ee produksi listrik di PLTU itu misalnya begitu. ee ya ini di apa secara agregat kalau bicara eh climing impact di coastal selain ada se level rise eh itu eh biasanya ada juga eh faktor-faktor ee antropogenik lokal ee misalnya mangroovenya dibabat sehingga terjadi erosi ya. Jadi ee bisa dibayangkan ee kombinasi atau agregat dari lautnya naik kemudian apa ee mangroove-nya dibabat. Apalagi ada salah satu daerah penelitian saya di Pondok Bali Subang itu sungainya dibelokkan ya. Sungainya dibelokkan sehingga yang biasa membawa sedimen ke laut itu ee di pesisirnya mengalami apa? defisit sedimen. Jadi bisa dibayangkan mangroove-nya ee rusak, lautnya naik, ee sedimennya defisit karena sungainya dibelokkan. Jadi, makanya terjadi abrasi sangat sangat parah. Belum lagi ee kalau di apa di konteks urban itu eh adalah lens subsident ya. Lens subsident akibat eh pengambilan air tanah secara berlebihan. Jadi rate rate land subsident di urban ini biasanya jauh-jauh lebih tinggi dari eh global severize. Global severiz itu kisarannya 3 mili sampai 7 mili per tahun ya. Sementara kalau lens subsiden itu bisa sampai 10 centti ya. Jadi bisa kita bandingkan. Jadi Ibu dan Bapak semua ee hasil hasil apa refleksi saya ee melaksanakan ee research ini ya sejak 2008 ya kami di Pusat Perubahan iklim. ee apa yang beberapa contoh yang saya sampaikan ini juga apa akumulasi dari perjalanan kami ya. Ada yang tadi saya sampaikan terbaru misalnya kajian penurunan produksi padi, ada juga yang apa dari kajian-kajian yang di 2013 misalnya seperti itu. Dari apa refleksi saya itu ee memang tidak pernah terjadi single kaos atau penyebab single dari climate change. selalu ada faktor nonlimate-nya dan justru biasanya faktor non climate ini yang yang apa lebih penting gitu, lebih apa lebih berpengaruh ee ambil juga banjir ya. Banjir itu kan ee sudah pasti kakak saya sudah sudah keliling ya melihat hulu sungai-sungai besar ya sungai berantas pengawan Solo semua sayaum saya sampai ke hulunya ya sampai di mata airnya kemudian ketika sempat ada apa eh flash flat di Manado itu saya juga coba lihat di hulunya itu hampir semua sekarang ini hancur semua kan di hulu itu. Jadi ya saya tinggal di Bandung ya ini ee kalau di di Bandung Utara itu sudah ee apa istilahnya ee mungkin nangislah gitu kalau kalau lihat kalau membandingkan 30 tahun lalu misalnya sekarang sudah hancur-hancuran. Jadi artinya apa? Kalau sudah apa kerusakan atau land use conversion di hulu kemudian curah hujannya juga semakin ekstrem ya pasti banjirnya akan jadi ee saya bisa pastikan tidak pernah ada sebab tunggal climate change. Jadi makanya climate change enggak enggak bisa di apa dijadikan kambing putih, kambing hitam. Jadi ee makanya saya dulu ee ketika terjadi perdebatan apa ee reklamasi Jakarta Utara disampaikan pemerintah ee Jakarta akan tenggelam akibat perubahan iklim. Itu saya bantah habis. Ee artinya saya tidak sepakat karena persoalan yang besarnya justru land subsid. dan subsiden kan ya. Apa makanya ee Prof. ee Bambang ya, mantan ketua mantan Menteri Bappenas ketika ada webinar di SAPK ee apa menjustifikasi pemindahan IKN antara lain kan karena lingkungan Jakarta yang sudah sangat ini ya land subsiden dan lain sebagainya. Ee artinya kalau lihat kota besar di dunia kan sebenarnya seperti Tokyo Bangkok juga mengalami land subsiden, tapi bukan ditinggalkan kan tapi ditanggulangi kalau ini ditinggalkan ke sana ya kira-kira itu nanti ee apa silakan kalau ada apa ee diskusi tentang itu. Tapi saya coba masuk ee ee percepat tadi yang sektor air ee sudah ya. Jadi ada ada banjir, ada ee kekeringan, penurunan kedan air, kemudian di pertanian ini penurunan produksi padi ya. ee ini maksudnya bukan hanya padi sebenarnya ya, komunitas lain juga ee terpengaruh ya. cuman ee riset kami yang yang sudah inilah sudah lumayan ini lama dan sudah ada hasil-hasilnya ini. Kami pernah juga mengkaji apa pengaruh pada perkebunan kopi ya di Bandung Selatan itu. Tapi itu apa masih ini ya permodelannya masih harus masih terlalu jauh ya. Tapi kalau yang produksi padi ini yang yang sudah ee kemudian tadi saya sudah menyampaikan untuk ee apa? Tenggu High FAV. Nah, ee awal Oktober kami juga ada pelatihan ee apa membangun ketahanan air ya bintang judul itu dengan USID itu ee ada pertanyaan ee katanya ee Pak kalau naik 1 seteng itu saya pakai payung aja sudah bisa bisa teratasi. Masalahnya 1, setengah itu kan rata-rata ya. Data iklim itu seperti yang di layar itu mengayun ya, mengayun data iklim itu mengayun. Bandung ini bedanya temperatur siang dan malam itu bisa sampai belasan ya kadang-kadang antara temperatur Bandung di malam hari dan di siang hari. Elnino ini pernah sampai bergak salah ya di Bandung ya. sudah kayak di Surabaya, Jakarta aja kalau lagi normal. Panas sekali. Saya pun akhirnya nyerah. Saya apa saya hidup di Bandung Utara ya ketinggiannya 900 m ya. Ee saya bertahan tidak mau pasang AC tapi yang enggak bisa tidur cucu saya. Jadi harus pasang AC. ya sebenarnya ya gitu lucu aja gitu hidup di Bandung ee pasang AC kan dan ya mending kalau elevasi stasiun Bandung itu kan sekitar 700 ya jadi saya di atas lagi ya jadi begitu ya itu untuk menunjukkan bahwa apa ee itu juga ada ada juga yang menyatakan ee di Eropa kan kalau lagi kemarin winter ada ekstrem sangat dingin gitu ya. Enggak percaya apa betul ada global warming kan. Jadi itu kan tren ya. Jadi apa ee data data iklim itu apa mengayun ya mengayun. Jadi trennya ya 1 seteng itu kan tren kan jadi ekstrem tingginya bisa sampai sangat tinggi ya ekstrem rendahnya juga bisa sangat rendah gitu. Tapi ee kalau bicara iklim makanya mean and standard deviation statistik ya. statistik dan apa durasi datanya itu 30 tahun. ee apa rata-ratanya berapa, standar devresinya berapa. Maka kalau untuk menguji terjadi perubahan iklim atau tidak, kita cukup data 30 tahun. yang dari kelas ini cukup enggak data 30 tahun untuk melihat perubahan iklim terjadi atau tidak? Kan baru 32 kali di bawah itu ada dua periode iklim untuk dibandingkan kan. Jadi kalau kita ingin apa menilai oh terjadi perubahan iklim ya setidaknya kita harus punya dua set data historis 30 * 2 ya suatu saat saya menguji mahasiswa ee itu waktu itu topik penelitiannya dampak perubahan iklim di sektor wisata ya di sidang dia bilang, "Pak di wilayah kajian saya terjadi perubahan iklim Pangandaran kalau enggak salah. Mana datamu? Saya bilang ee saya tanya kan ditanya ditunjukkan 10 tahun. Jadi ee harus ditambahkan pada statement dia itu persepsi ya. Jadi rupanya dia nanya persepsi masyarakat, persepsi turis, persepsi. Jadi jadi itu namanya persepsi perubahan iklim kan bukan science base. Kalau kalau berbasis sain ya kita harus punya ini dua set data itu. Nah, perubahan iklim itu ee ee terjadi kalau kita punya dua set tadi apabila min-nya berubah. itu seperti contoh yang paling kiri itu kan ya, paling kiri rata-ratanya berubah. Kalau berubah ee ke kanan itu artinya apa? Kalau itu bicara temperatur secara rata-rata temperaturnya naik kan. Bagaimana dengan ininya ee standar deviasinya ee yang di apa ya? Kalau ini standar depresinya naik, tapi berarti ee ekstrem temperatur tingginya lebih tinggi lagi kan karena bergeser naik kan. Nah, ada ee lagi ee situasi yang tengah ee min-nya tetap standar deviasinya yang berubah ya. Kalau yang kasus satu tadi rata-ratanya tetap standar deviasi eh maaf rata-ratanya berubah standar deviasinya tetap. Kalau yang kasus du rata-ratanya tetap ee standar deviasinya yang berubah. Walaupun walaupun tetap artinya kalau apa 30 tahun misalnya tahun 50 sampai 80 itu rata-ratanya 27 temperaturnya kemudian 80 sampai 2010 juga 27 ya kan tetap tapi kasus du ini standar defisitnya berubah artinya apa nilai-nilai ekstremnya itu juga ee lebih frekuensinya lebih sering kan gitu. Nah, kasus ketiga adalah kalau ee apa rata-rata dan standar defisinya berubah. Nah, ee bisa dibaca di situ. Ee tadi saya katakan ee dampak pada penurunan produksi padi itu biasanya ee apa terjadi temperatur naik sendiri itu sudah mempengaruhi fisiologi tanaman padi untuk turun. Curah hujan juga berpengaruh ya walau tadi kan bisa bertambah bisa berkurang ya kalau kalau jur kalau di di climate change ini makanya apa isunya adalah global warming kan global warming karena apa eh konsentrasi gas rumah kaca kan ya global warming kemudian climate change itu artinya apa artinya kalau temperatur memang eh firm eh apa naik ya historically kan sekarang sudah naik ke apa satu derajat ya sekitar sekitar 1 derajat dibanding pra industri gitu ya saat ini. Cuman proyeksi ke depan kan bisa sampai 4 derajat. Kalau sampai ee upaya apa namanya? Upaya ee mitigasi, upaya menurunkan gas rumah kaca tadi tidak berhasil ya itu bisa ee apa skenari proyeksi terbesarnya bisa sampai ee sampai 4 derajat. Tadi ee contoh kalau ee temperatur itu 2050 sampai 80 itu 27. Kemudian 2008 ee sampai 1980 ya 1980 sampai 2010 itu apa itu tetap 27 artinya temperaturnya ee rata-ratanya tetap kan begitu. Nah, ee kalau di apa? Kalau di kondisi yang satu maupun tiga yang di mana apa bergeser ya, rata-ratanya naik ya. Jadi ee contohnya ke apa produksi padi ya. Kalau produksi padi itu tadi kan saya sampaikan global warming itu naik temperatur kan itu mempengaruhi fisiologi. Kalau curah hujan memang secara spasial bisa ada yang bertambah, ada yang ya ya berubah berkurang kan gitu. Tapi dua-duanya itu ee berpengaruh ya, berpengaruh kepada ee produksi padi. Itu yang direct yang indirect impact-nya adalah ketika apa curah hujan ekstrem tinggi, banjir ee menggenangi tanaman padi ee pus. Nah, itu juga mengurangi ini kan produksi atau yang kekeringan kan kayak sekarang terutama apa wilayah-wilayah enggak ada irigasi ya itu yang terkena paling pertama kan yang ada irigasi saja begitu tidak ada hujan kan juga berpengaruh kan pada apa ee coverage dari airnya. Jadi itu ee yang kalau diperhatikan di sini yang menjadi bencana itu adalah yang ekstremekstrem ini ya ee kita biasanya ee apa punya threshold tertentu ya. tadi sama ke line slide tadi juga kalau kita punya curah hujan harian nilainya ee 50 mm itu ee ee apa di beberapa wilayah kajian kita kita pakai sebagai threshold eh nah ini adalah eh tadi ya eh climate change dan climate variability ini ya kenapa ee mohon kalau sudah ee apa mendapatkan materi saya ini sudah apa namanya sudah bisa lebih paham bahwa faktornya itu tidak sekedar apa climate change tapi adalah eh climate variability dan climate variability inilah yang justru ee apa eh bisa menjadi bencana tadi ya menjadi disaster. itu. Nah, ee ini adalah ee faktor-faktor yang mempengaruhi variabilitas. Jadi, ee secara apa? Secara ee mungkin simplifikasi ya secara simplifikasi ee berdasarkan pola curah hujan Indonesia itu dibagi menjadi wilayah monsunal dan ekuatorial. Jadi kalau yang lahir besar ee di Jawa itu pasti di dalam memorinya akan terbentuk apa? ee curah hujan tinggi itu akan di Desember, Januari, ya, Februari, sementara kering itu Juni, Juli, Agustus ya itu ee tapi yang misalnya lahir di Medan ya, Sumatera. Jadi kalau Sumatera itu penelitian kita kemarin Lampung itu sudah jelas ikut ikut monsunal, ikut kayak Jawa polanya. Kalau e zumsel itu ee peralihan lah di atas zums itu sudah equatorial type. Bedanya adalah kalau moonsun itu ada apa? satu puncak curah hujan ada satu lembah ee paling kering ya. Jadi, jadi tadi makanya kalau di Jawa itu ee apa ada satu puncak curah hujan biasanya ee bergeser-geser ya Desember, Januari, Februari ee apa ee yang kering Juni, Juli, Agustus. Tapi kalau di ekuatorial seperti apa ee tadi saya contohkan ya utaralah Medan gitu. itu ada dua puncak, dua lembah. Makanya sering kejadian ketika di Jawa enggak ada hujan kok di Medan malah banjir kan gitu. Karena memang beda tipe beda tipologi ya. Beda diolog. Jadi secara secara sederhana ada tiga klasifikasi tadi. Monsunel itu misalnya Jawa ee mungkin Kalimantan juga selatan saya itu ee apa Sumatera tadi sudah saya jelaskan eh Monsunel. Kemudian equekuatorial type ada dua ini ya dua apa puncak dan dua lembah. Yang satu local type. Local type ini punya karakteristik ini ya ee spesifik. ee memang sangat lokal ya. Nah, itu kalau kondisi normal. Nah, seperti yang kita alami sekarang ini kita mengalami ee pengaruh dari apa? Enso ya ini ee apa terjadi perubahan apa perbedaan suhu laut dari apa ee koordinat tertentu di Pasifik ee yang disebut sebagai apa? Daerah regen 3.4. Jadi itu selalu ee apa dipakai sebagai acuan ee kalau kita sedang mengalami elninous seperti sekarang artinya ee wompol-nya ada di sana, kolam hangatnya ada di sana sehingga ee apa tekanan udara di sana lebih rendah. Ini ketarik ke sana kan sehingga ee kita jadi ini kan mestinya Oktober ini kalau situasi normal sudah mulai hujan kan. Kalau di monsunel ya, di monsun ya di di Aquater saya enggak begitu hafal apa pola bulan per bulan ya karena apa dari kecil lahir besar di Jawa ya. Mungkin teman-teman yang di lahir lahir di besar Medan mungkin punya memori ee bagaimana itu pola curah hujan dan keringnya gitu ya. Jadi eh kita mengalami jadi Enzo itu ada ada dua kan ada elnino, ada lanina ya. Elnino itu biasanya seperti sekarang membawa kekeringan seperata lan ee membawa ini apa ee hujan ya hujan ya. Eh tahun lalu kita misalnya itu mengalami ee lanina ya sehingga curah hujannya lebih banyak. ee itu kemudian diindekskan. Ee nah nanti yang saya apa saya jelaskan tadi ada indeks saat saat ini kalau dari BMKG itu ee 1,68 ya indeks elninya. Kalau pakai apa? Pakai klasifikasinya NOA 1 seteng ke atas itu sudah masuk tinggi. Jadi elino tinggi. Ee sementara saya saya cek ke data kejadian kebakaran yang 2015 itu indeks Elnus 1,45 itu sudah terjadi kebakaran. Sekarang ee tadi ee apa eh hotspot ya terjadi peningkatan hotspot. Saya ee awal Oktober di Kalimantan itu tadi kan sudah mulai apa ee pesawat jurusan Tanjung Sor misalnya di cancel karena asap gitu sudah sudah mulai alhamdulillah pesawat saya lancar-lancar tapi sudah mulai saya saya karena ini sedang terjadi tren naik nanti saya tunjukkan juga dan akan berpuncak ee Oktober kemudian November, Desember mulai agak turun ya. Ini mungkin mungkin ini akan sedang sedang naik ya. Tapi dari data itu sedang terjadi apa namanya hotspot itu untuk Kaltim ada 137 ya. Kaltim ini ee fenomenal karena ee apa yang di dekat ee IKN itu ada Bukit Soeharto itu ada batu bara yang tersingkap ya. Batu bara tersingkap dan mudah terbakar ya. Jadi ee combustibility indeksnya sangat tinggi. Jadi ee kalau temperatur naik seperti sekarang dia bisnisnya kemudian terbakar dengan sendirinya enggak ada yang bakar. ini ee contoh ee apa situasi normal tapi kemudian menjadi seperti apa ee kebetulan ya kebetulan ee saat ini kita sedang mengalami jadi apa akan kuat di dalam memori kita. Eh kalau saya overlay data-data kebakaran hutan besar dengan indeks Elnino itu memang ee apa 9192 ya itu terjadi ya ee kemudian 97 ee 2007 ya terus 2015 yang pasti masih kuat dalam ingatan kita itu eh major forest fire atau major land fire juga karena juga bisa terjadi di pitland kan di gambut ya ee kebakarannya ini tentu saja gambut yang sudah ee terganggu ya sudah terganggu itu akan apa akan punya sensitivitas terhadap ee elmino. ee saya sedang ee diminta oleh JIK eh membuat eh peta Azat eh Pitland Fire di Kalimantan Tengah saat ini eh baru baru mulai. Ee ini apa normal. Kenapa kemudian menjadi seperti sekarang tadi? Ini faktor perubahan atau perbedaan suhu laut dengan koordinat tertentu di ee Pasifik ya ee apa bisa bisa Elnino, bisa Lanin ee ini saya percepat aja ya ee ini ee data-data global saja ini ya. Jadi ee apa ini sudah saya sampaikan tadi ee dibanding dengan apa ee era praindustri itu ee saat ini kita naik 1 derajat ya, naik 1 derajat. ee ee cuman ee yang ini ya yang perlu diwaspadai ee kalau kita gagal melakukan penurunan konsentrasi ke ee ini ya gas rumah kaca, gagal menurunkan emisi gas rumah kaca eh apa case skenarionya, skenario terburuknya nya itu bisa naik sampai 4 derajat di tahun. Nah, ee lewat perjanjian Paris ee Paris Agreement eh negara-negara penandatangan eh apa Paris Agreement 2015 ya para penandatangan Paris Agreementen itu sepakat untuk menahan ee suhu bumi di apa di 2 derajat ya. Di 2 derajat di 2100. Jadi ee karena apa? ee komponen utama ee apa emisi gas rumah kaca itu saat ini adalah energi. Maka ee letak keberhasilannya tentu saja bagaimana kita beralih dari energi yang sekarang bakar-bakar dan menyebabkan emisi tadi kan batuara minyak ke arah renewable ya kira-kira itu. Jadi eh di Glasgo ya kop 26 ya, KoplasGO International Energy Agency itu merunning apa janji masing-masing negara kan di yang menandatangan Paris Agreement itu kemudian membuat eh janji kan janji menurunkan emisi ya namanya nationally determine contribution ya eh Indonesia juga janji. Nah, itu kalau di running waktu itu Glasgo itu sebelum perang Ukrain Rusia kan ya itu kalau diunning ee bisa sampai ini ya janji-janji tadi disimulasikan itu bisa ditahan 2100 sampai 2 derajat. Waktu itu ee di Glasgow itu sangat apa kencang sekali. misalnya Jerman ini ya face out batu barat segera dan lain sebagainya. Tapi begitu perang ini kan ee kebetulan anak saya lagi sekolah di Jerman itu kemarin ee ya batu bara digunakan lagi kan karena apa tadi ada persoalan energi itu contoh-contoh seperti itu. Nah, saya juga punya research untuk di Indonesia bagaimana prospek ee apa kita bisa beralih ke renewable energy. Itu saya bisa katakan ee ceritanya cerita pesimis gitu ya. Oke. Ee itu ee kira-kira ya. ini ini sekedar untuk apa tadi menggambarkan itu. Kemudian ini kalau di laut tadi saya sudah sampaikan eh apa eh silveriz eh memang eksponensial ya yang tadi saya katakan itu ee 3 sampai eh 7 ya itu range kalau dilihat ini secara apa penggalan waktu itu terjadi kelihatan eksponensial kan itu 1901 1971 itu naik 1,3 3 71,9. Semakin ke sini semakin cepat kenaikannya. Memang kan ee ya ee apa silveriz sendiri adalah karena eh ice melting, pencairan es dan juga karena air laut panas memuai kan itu menambah kenaikan. Jadi, silver ice itu eh disebabkan dua hal eh ice melting dan eh pemuaian ekspansi termal ini disebutnya. Ini makanya Ibu dan Bapak yang ada di apa pesisir ini ee ya ini perlu menjadi apa perhatian ya ke depan ini di ee modeling ininya ya ini dari IP laporan IPC terbaru ya Assessment Report 6 ya 2021 eh ya di situ apa itu future with intensive fossil fuel ya yang garis kuning itu bisa sampai 1 m nanti kenaikan. Makanya ee mungkin teman-teman yang di Riau tahu kalau Singapura itu ee apa bangunan pesisirnya kan mereka sudah harus ditambah 1 m ya. ini dari sini 2014 saya ikut training of trainer di Kementerian Lingkungan Singapura itu ya mereka mengatakan seperti itu. ini ee ini kalau bicara global kemudian ini Indonesia ee Indonesia juga terkonfirmasi apa yang terjadi di global ya ee ini ee apa silveriz tinggi muka laut eh naik eh temperatur naik temperatur permukaan laut ya kemudian ee salinitas ee turun turun ya. Kalau salinitas ini turun global juga ee kita juga ee ya ini ee apa ee kalau diamati lebih detail ini kalau bicara impact kepada ekosistem khususnya coral R itu terlihat eh apa yang ee apa merah-merah itu yang sudah mengalami eh bleaching ya pemutihan ya. Mungkin kalau ke Lombok ke Gili-Gili itu kalau lihat data ini termasuk yang sudah kalau Raja AT riset sekitar tahun 2022 ya tahun lalu itu ee belum terpengaruh coral bleaching kerusakannya masih karena faktorogenik tapi memang kalau lihat proyeksi ancamannya ee itu ee akan terpot potensi ee bisa menyebabkan eh koral bleit memang tergantung dari spesies koralnya juga, tapi ee analisis kita proyeksinya menunjukkan ee ke depan itu ee apa terjadi ee apa ya potensi ee kenaikan suhu laut tadi, suhu permuka laut yang bisa menyebabkan ee koral bleaching. Jadi ee kalau di RIF ini eh bukan apa yang menyebabkan coral bleaching itu bukan ee hanya kenaikannya, tetapi approp change appra change-nya perubahan tiba-tiba misalnya berlangsung secara misalnya ee 10 hari, 20 hari gitu ya. Walaupun terus kemudian turun lagi ya. Ee ke depan kalau yang apa di riset kita di Raja A4 itu akan apa itu disebut sebagai marine heat wave ya. Marine heat wave. Marine heat wave itu tadi apa? Eh suhu naik eh saya lupat resultnya dua apa lebih dari 2 derajat dalam beberapa hari gitu. meskipun misalnya kemudian dia turun lagi ini ee apa juga saya hanya ingin menunjukkan bahwa yang tadi di global ini ee itu juga di Indonesia ee terjadi ya itu tadi kalau saya kan sudah bilang kalau temperatur ini ee apa ee saya ambil dari National Communication ee 2017 ini masih menggunakan karena publish 2017 ini masih menggunakan model proyeksi iklim berdasarkan laporan IPCC eh assessment report 5 ya AR5 ya eh kemudian dengan skenario RCP 8,5. Jadi RCP ini tadi saya katakan salah satu skenario ee biasanya terkait dengan ee seberapa jauh masyarakat global ee berhasil atau tidak menurunkan emisi. tadi kalau skenario terburuk tadi kan saya katakan kalau masyarakat global walaupun sudah ada Paris agreement tapi kita gagal ya menurunkan emisi ee itu itu akan terjadi theus ee jadi eh itu apa model ini ensemble dari 24 model iklim ensemble itu di apa namanya dicampur Jadi ee pengalaman kami beberapa model iklim Indonesia belum punya model iklim proyeksi sendiri. Jadi ee pengalaman kita misalnya modelnya Jepang, modelnya Austral, Amerika ya misalnya taruh ambil contoh Jepang gitu kita terapkan di kita kalau kita apa kita uji dengan data observasi itu misalnya model Jepang itu secara angkanya dekat tapi polanya beda gitu ya. Nanti kita ambil model Australia apa ee proyeksi yang pakai modelnya Australia itu misalnya polanya polanya tepat dengan data historis tetapi angkanya jauh gitu makanya itu diblended diensemble nanti. Jadi ini menggunakan 24 model ee iklim ee hasilnya itu ya ee sampai 2050 naik itu yang warna-warna itu mulai dari orange sampai merah sampai merah tua ya kalau kenaikan temperatur. Kemudian tadi saya sampaikan kalau untuk curah hujan terlihat ada yang naik ada yang turun kan ada yang naik ada yang turun itu itu apa secara spasial ini tentu skala nasional ya. Nah, di skala yang yang lebih lokal ee kami saat ini punya data yang resolusi tinggi, resolusi 5*5 ya. ee kami diberikan data hasil kerja sama BMKG dan JIK itu resolusinya 5 * 5 untuk temperatur ee ee suhu permukaan bumi ya maksudnya dan ee curah hujan itu kita punya lima kali ini apa cukup ini memang apa detail ya saya ee punya kajian dengan EDB ee punya mitra dengan Australia ya untuk mengkaji dampak pada sektor kelistrikan ya PLN ya, bagaimana dampak perubahan iklim terhadap mulai dari pembangkitan ee distribusi ya ee pembangkitan, transmisi, distribusi itu semua terdampak kan itu ee saya tunjukin data 5* 5 dia mitra saya Austral kaget saya aja biasanya pakai 10* 10. Jadi ini ini ya ee kondisi 2017 ini ee apa dilakukan kalau ini oleh ee teman saya dari IPB ya, Dokt Pak Fakih ee skala nasional. Nanti maksud saya gini, yang kuning itu bukan berarti ee oh nanti semua turun gitu ya. Di kalau di skala detail bisa jadi nanti saya tunjukkan Jawa Barat sendiri gimana gitu. ee itu ya. Ee kemudian nah ini untuk Jawa Barat ini hasil tadi pakai data yang detail tadi. Ee ini kami susun ketika kami mendapat apa kerja sama dengan JIK membantu ATR
Resume
Categories