File TXT tidak ditemukan.
Webinar 80 Pengelolaan Lingkungan Berbasiskan Sistem
6wmaIDSO2Lc • 2024-08-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
sehingga saya memilih
ekedu dan sempat mengikuti pelatihannya
juga dan itu terbukti benar nah saya
lihat Instagram itu
ada patihan di situ juga saya baca
dahulu ya terkait Ti yang O nah Menurut
saya itu menjadi hal yang membuat
tertarik UNT pelatihan gitu Jadi saya
sering lihat di Instagram gitu Bagaimana
ekidu menyampaikan informasinya
ekoidu itu bagus karena
ktianptinya selalu terginiing terus
mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau
mentornya itu bagus-bagus dan terbaiklah
di
bidangnya Iya eh yang pertama memang
Tentu saja Ini meningkatkan dan
maksimalkan skill-skill yang saya
harapkan begitu ya dalam tertemun dalam
penyimpinan dokumen amal e kinerja saya
jadi bisa lebih produktif lebih efektif
juga Eh punya update Gitu ya
update-update toalan-persoalan dalam
penyususan terkini dari ahlinya langsung
di lapangan begitu yang pengalamannya
tidak dirhagukan menurut saya pelatihan
yang disediakan edu ini sangat
bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya jadi ada teknologi terbaru yang
saya dapat ituu di e-learning ya itu
luar biasa pelajaran ini juga mudah
sekali untuk dipahami Alhamdulillah bisa
mengikuti dan juga menambah ilmu
pengetahuan yang banyak
[Musik]
banget e eLearning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
eh itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas kemudian juga kita bisa
mengulang sesering mungkin yang kita
inginkan kita juga bisa review kembali
sehingga belajar kita bisa lebih efektif
dan efisienarning itu membantu sekali
ketika pada saat penyampaian materi ada
yang ketinggalan gitu ya jadi saya bisa
lihat materi itu
di sangat membantu Mbak Jadi saya e
ambil materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di manana aja
[Musik]
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari katas padan
sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau
saya bilang terlalu murah itu Jadi
sepadadan Bu karena memang pelatihannya
ini pun sangat membantu ya dalam
menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di
sekitar lingkungan saya sendiriitu Saya
kira sepat
sesuaah akan didapatkan
[Musik]
ektp efektif tepat dan profesional hemat
cermat dan Hebat Keren profesional dan
juga ke sini
[Musik]
pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan
indonesia upaya membangun sumber daya
manusia yang berkualitas salah satunya
dapat dilakukan melalui pelatihan
ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya
[Musik]
manusia saat ini kami memiki paket
latihan yaitu persetujuan teknis air
limbah persetujuan teknis emisi udara
persetujuan teknis limbah
B3 penyusunan dokumen klhs penyusunan
dokumen rpph pemodelan kualitas air
sungai pemodelan dispersi udara
pemodelan air tanah life cycle
assessment perhitungan emisi gas rumah
kaca pengelolaan banjir dan sedimentasi
Sungai perancangan dan pemilihan
insenerator sampah dan limbah B3
pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor pelatihan sistem
informasi geografis dan pelatihan remote
sensing alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia pelayanan kami terbuka
untuk perusahaan pemerintahan perorangan
ataupun pemerhati lingkungan ekoedu
selalu berusaha menyajikan pelatihan
yang berkualitas dengan menghadirkan
pengajar yang berpengalaman
[Musik]
langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di
manapun jadi awalnya saya mengikuti
pelatihan eked ini memang dari grup-grup
di alumni ya mbak ya pernah ikut
pelatihan ini cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya
kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya terasa manfaatnya di
kami terutama untuk Para konsultan yang
memerlukan
tenaga-tenaga sehingga saya memilih
edu dan sempat mengikuti pelatihannya
juga dan itu terbukti benar n saya lihat
Instagram itu ada yaaran pelatihan diu
juga saya baca-baca terlebih dahulu ya
terkait tentang informasi yang diediakan
oleh bu Nah Menurut saya itu menjadi hal
yang membuat tertarik untukuk pelatihan
gitu Jadi saya sering lihat di Instagram
gitu Bagaimana
idu menyampaikan informasinya ekedu itu
bagus karena pelatihan-pelatian itu
selalu tergini terus mengikuti zaman dan
juga pelatihnya atau mentornya itu
bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnya
[Musik]
Iya eh yang pertama memang Tentu saja
Ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu ya
tertamau dalam penimpinan Pan AMDAL saya
jadi bisa lebih produktif lebih efektif
juga Eh punya update Gitu ya
update-update persoalan-persoalan dalam
pisan da terkini dari ahlinya langsung
di lapangan begitu yang pengalamannya
Tidak diragukan menurut saya patihan
yang disediakan ini sangat bermanfaat
sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada
teknologi terbaru yang saya
dapat itu luar
biasaajar juga mudah sekali untuk
dipahami Alhamdulillah bisa
mengikuti dan juga menambah ilmu
pengetahuan yang banyak
[Musik]
banget
iniangang diuk ama untuk kita yang
dengan keterbatasan pengetahuan kemudian
juga waktu mungkin ee itu memberikan
kita kesempatan untuk kembali mengingat
kembali mendengarkan paparan-paparan
yang mungkin kurang jelas kemudian juga
kita bisa mengulang sesering mungkin
yang kita inginkan kita juga bisa review
kembali sehingga belajar kita bisa lebih
efektif dan efisien earning itu membantu
sekali ketika pada saat penyampaian
materi ada yang ketinggalan gitu ya jadi
saya bisa lihat materi itu
di sangat membantu Mbak Jadi saya e
ambil materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan gimana
[Musik]
aja 4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari katas padan
sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
seadanah
ini menurutnya sepadan Bu karena memang
pelatihannya ini pun sangat membantu ya
dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang
ada di sekitar lingkungan saya sendiri
gitu n Saya kira
sepatkan sesuailah dengan apa yang
didapatkan
[Musik]
ekpp efektif tepat dan
profesionalat cermat dan hebat
profesional dan juga
[Musik]
kini baik asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat siang Bapak Ibu
semua selamat datang di webinar ke yang
disengan perkenalkan saya Mamad agungus
sebagai moderator bapak ibu semua hingga
siang hari nanti sebelum kita memulai
kegiatan marilah kita berdoa menurut
kepercayaan masing-masing untuk
kelancaran acara berdoa
dimulai bapak ibu semua kerusakan
lingkungan yang kian marak terjadi
memberikan dampak jangka panjang yang
merugikan dan semak suit dikelola seog
pengelol lingkungan Dakan pertimbangan
yang kompleks untuk mewadahi berbagai
variabel yang saling terkait dan
mempengaruhi sistem pengelolaan
lingkungan sistem manajemen lingkungan
iso 14001 merupakan nomklatur yang
menjabarkan ser kan proses praktik yang
dapat dilakukan
untuk dampak lingkungan dan lebih
krusial lagi adalah dapat meningkatkan
kinerja lingkungan pada webinar kali ini
ekoedu menghadirkan topik pengolaan
lingkungan berbasiskan sistem yang akan
disampaikan oleh drep STMT yang di mana
beliau merupakan dosen fakultas teknis
Sipil dan Lingkungan pada di Institut
Teknologi Bandung yang Alhamdulillah
sudah membersamai kita di ruangan Zoom
kali ini Selamat siang Pak Asep Selamat
siang e apa kabar Pak Semoga sehat
selalu alhamdulillah kabar baik apakah
sudah siap untuk langsung memapar
memaparkan Pak karena mungkin peserta
sudah banyak yang menunggu Iya jikalau
begitu saya serahkan ruangan Zoom kepada
Pak Asep Sofyan dan kepada bapak ibu
semua Selamat mengikuti webinar
baik Bismillahirrahmanirrahim
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Bapak Ibu yang saya hormati
Alhamdulillah kita bisa ketemu lagi
untuk sama-sama belajar tentang
pengelolaan lingkungan berbasiskan
sistem mohon izin saya untuk share
screen
Eh bagaimana Mas Agung sudah terlihat
full screen sudah jelas Pak dan suaranya
Terdengar sangat jelas juga baik kita
akan mulai dengan isi paparan ya kita
akan bahas tentang pengertian sistem
kemudian juga pengertian pengelolaan
lingkungan berbasiskan sistem kita akan
bahas sebuah studi kasus dan juga
kesimpulan dan
rekomendasi kita akan mulai dengan
pengertian
sistem jadi sistem adalah kumpulan
elemen yang saling berinteraksi untuk
mencapai tujuan bersama contoh di gambar
ini ada gambar
sepeda sepeda bisa kita sebut sistem
karena kalau kita urai ada gambarnya di
bawahnya ya sepeda ini ternyata terdiri
dari ratusan
komponen kita sebut elemen sistem nah
setiap elemen ini berperan dan berfungsi
secara spesifik memastikan aliran
informasi energi atau materi yang
diperlukan untuk keberlanjutan dan
efisiensi keseluruhan ini berjalan
secara baik
jadi Apun bisa kita lihat sebagai sistem
Jika ada elemennya yang saling
berinteraksi nah kemudian kita
eh akan membahas tentang berpikir sistem
atau syistem thinking berpikir sistem
atau sistem thinking adalah pendekatan
untuk memahami dan menganalisis
kompleksitas dengan melihat Keseluruhan
sistem dan interaksi antar bagiannya
daripada fokus pada komponen
individual jadi kalau kita lihat ini ya
kita ingin menyelesaikan masalah
sepeda daripada kita lihat komponen per
komponen kita akan melihat sepeda ini
sebagai
sebuah sistem yang utuh ya kita sebut
sebagai pendekatan holistik
nah
pendekatan holistik itu dikenal dengan
berpikir
sistem jadi ketika kita berpikir sistem
tentunya kita tidak hanya berpikir
holistik kita juga melihat interaksi
antar
elemen jadi merupakan satu
kesatuan antara memikirkan holistik
memikirkan interaksi antar
elemen Nah dari uraian tadi kita bisa
membuat ya ciri-ciri berpikir
sistem pertama adalah holistik dan
interkoneksi melihat sistem sebagai
keseluruhan dengan fokus pada Bagaimana
elemen-elemen saling berinteraksi dan
mempengaruhi Kemudian yang kedua umpan
balik dan dinamika waktu memahami Loop
umpan balik dan bagaimana sistem
berkembang serta berubah seiring
waktu misalnya nya kita lihat sistem
sepeda tadi ya
tentu sistem sepeda tadi dia tidak akan
berhenti di sebuah waktu dari tahun ke
tahun ditemukan inovasi
baru sepeda yang lebih ringan yang lebih
cepat yang lebih nyaman dikendarai Nah
semuanya itu memerlukan umpan balik
ya dari waktu ke waktu kita akan selalu
bertanya kepada sistem itu apa
kekurangan sistem
ini apakah sepeda ini cukup
nyaman Apakah sepeda ini cukup ringan
nah pertanyaan itu kita sebut sebagai
umpan
balik bagaimana kita selalu bertanya
kepada sistem dan selalu mengevaluasi
sistem nah di dalam sistem ada pola dan
keterhubungan jadi kalau kita lihat
gambar tadi ya
Ini pasti ini ada sebuah pola dan
keterhubungan setiap komponen yang
sekian banyak ini saling terhubung
membentuk sebuah pola misalnya pola roda
pola rem ya Nah tentu satu pola ini
memiliki fungsi
sendiri-sendiri kemudian saling
terhubung tentu antara rem
dengan roda itu harus terhubung ya kalau
tidak terhubung sistem tidak berjalan
nah jadi kita bisa melihat pola dan
keterhubungan ya dari sebuah sistem dan
juga pemikiran jangka panjang dan
multiperspektif tentu ketika kita
memikirkan sistem sepeda kalau kita
perusahaan sepeda pasti kita akan
memikirkan bagaimana
sepeda 20 tahun yang akan datang sepeda
30 tahun yang akan
datang saat ini banyak ditemukan inovasi
baru misalnya sepeda lipat sepeda
listrik ya itu tentu hasil dari
pemikiran jangka panjang dan ke depannya
terus dikembangkan ya tidak berhenti
sampai saat ini nah jadi ketika kita
melihat sesuatu sebagai sebuah sistem
maka sistem itu ada bagian yang
keseluruhan atau holistik ada bagian
yang interkoneksi antar bagian ada umpan
balik ya Untuk
penyempurnaan ada pola dan ada
keterhubungan dari tiap bagian atau
elemen dan juga ada rencana jangka
panjang itu kira-kira ciri berpikir
sistem di dalam berpikir sistem juga
dikenal teori gunung
es jadi teori gunung es ini lawan dari
berpikir sistem adalah berpikir
seadanya jadi ketika kita melihat sebuah
fenomena yang kita lihat adalah
kejadian atau
EV Nah kita tahu di dalam berpikir
sistem kita tidak boleh melihat hanya
bagian saja kita harus melihat secara
keseluruhan
nah itu yang disebut dengan berpikir
sistem jadi kalau kita lihat sebuah
kejadian di permukaan
misalnya ada sebuah rumah
terbakar kalau kita lihat sebagai event
atau
kejadian maka pemikiran kita cukup ada
rumah
terbakar selesai
nah tapi kalau misalnya kita
mengembangkan kejadian rumah terbakar
itu menjadi salah satu bagian dari
sistem maka kita akan bertanya lebih
lanjut lebih
dalam Apakah kebakaran menjadi lebih
sering sekarang di mana saja terjadi
kebakaran apakah karena musim
kemarau atau
karena instalasi listrik Nah kita
melihat pola
kemudian
struktur sebetulnya Siapa yang
bertanggung
jawab
melihat tata kelola rumah dalam
instalasi listrik instalasi
gas pengamanan terhadap kebakaran Nah
kita mulai melihat
struktur dan juga ada yang disebut
dengan mental model mental model ini
adalah berpikir sistem
secara berkelanjutan nanti kita akan
bahas di dalam pemikiran dinamika
sistem
Nah mungkin kita baru sampai sini
ya belum sampai mendalam tapi
kira-kira Ketika kita melihat kejadian
kita tidak berhenti di situ tidak
berhenti di event atau kejadian kita
juga mulai melihat pola dan
kecenderungan nanti lebih jauh lagi kita
lihat struktur dan juga mental
modelnya mungkin untuk sekarang
kita lihat dua dulu bahwa ketika kita
berpikir
sistem kita tidak berhenti di kejadian
kita lihat pola
kecenderungan struktur dan juga mental
model atau model mental
Nah dari penjelasan tadi kita sudah
bisa melihat definisi dari pengelolaan
lingkungan berbasiskan
sistem pengelolaan lingkungan
berbasiskan sistem tidak hanya melihat
kejadian tapi kita
melihat apa yang ada di bawah gunung
S kita melihatnya secara
holistik ya kita melihatnya secara
holistik ketika ada kejadian Ada
apa di balik
itu kita lihat secara
holistik ya kemudian ada interaksi antar
elemen dan ada umpam balik nah di dalam
gunung es kita lihat juga kita harus
lihat pola dan
kecenderungan ya
kemudian juga nanti
ada
struktur ya jadi partisipasi multi
stakeholder Apakah itu
pemerintah swasta masyarakat itu sebagai
sebuah struktur dan juga ada model
mental
Nah kita sudah mendefinisikan pengelolan
lingkungan berbasiskan sistem yaitu
holistik interaksi antar elemen ada
umpan baliik ada pola ada proyeksi ada
partisipasi multi
stakeholder Coba kita lihat sebuah
contoh
kasus ada sebuah sungai yang penuh
dengan
sampah logika kita mengatakan
bahwa sungai ini bukan tempat
sampah sungai ini Seharusnya bersih dari
sampah sungai ini Seharusnya berisi air
yang jernih
sampah seharusnya tidak masuk ke sungai
Nah kita sudah tahu sesuatu yang baik
itu seperti apa tapi kemudian kita
melihat ada kejadian seperti ini Ada
sampah di
sungai kemudian kita akan coba
menyelesaikan masalah ini secara
berbasiskan sistem tadi kita sudah
pelajari ya di sebelumnya bahwa
Apa itu pengelolaan lingkungan
berbasiskan sistem pertama adalah
holistik kita melihat permasalahan ini
tidak hanya lihat dari
kejadiannya kita lihat secara
keseluruhan Ada apa di baliknya ada
interaksi apa ada umpan balik apa
kemudian Bagaimana pola dan proyeksi
sampai ini terjadi dan kira-kira
pemangku kepentingan apa yang seharusnya
terli
nah ketika kita sudah bertanya seperti
ini berarti kita sudah mencoba untuk
menyelesaikan permasalahan lingkungan
berbasiskan sistem Jadi kalau ditanya
apa itu pengelolaan lingkungan
berbasiskan
sistem yaitu ketika kita melihat sebuah
permasalahan lingkungan tidak berhenti
hanya di
kejadian tapi kita coba menggali lebih
kita lihat secara holistik secara elemen
dan
interaksinya pola proyeksi dan struktur
yaitu
partisipasi pemangku
kepentingan Nah kita akan lanjutkan
pertanyaan yang tadi sudah kita dengan
mengumpulkan
data Bagaimana dengan di negara lain
contohnya ya kita menggunakan metode
perbandingan
kita lihat tahun5 ketika Jepang kalah
perang rakyat Jepang sangat menderita
tentunya ekonomi juga sangat sulit
banyak
pengangguran banyak apalagi lingkungan
ya artinya pada tahun
45 negara Jepang sangat kacau dan
berantakan tapi coba kita lihat saat ini
kalau kita lihat sungai-sungai di Jepang
itu sangat sang jernih kanan kirinya
penuh dengan pohon sakura yang indah
jadi tempat
wisata artinya di sini Jepang yang kita
Yakin ya Nah Walaupun saya tidak
berhasil menemukan gambarnya ya tapi
kita yakin bahwa
lingkungan Jepang pada tahun5 itu mirip
dengan kita ya jadi Ada sampah di
mana-mana begitu nah saya pernah dapat
presentasi dari seorang Profesor Jepang
ya tentang potret Jepang tahun5 tahun
itu memang sangat berantakan ya tapi
saya cari di internet tidak ada
foto-foto itu saya hanya dapat foto ini
sebagai gambaran ya
bahwa memang pada tahun 45 kita Yakin
lingkungan buruk ya pada saat itu Tapi
saat ini sudah berubah menjadi sungai
yang jernih dan indah Bagaimana dengan
negara lain kita lihat Korea
Selatan Korea Selatan pada tahun 0 juga
mengalami
kemiskinan
keterbatasan
Pengangguran karena baru selesai perang
ya tahun 1950
1953 terjadi perang korea yang
menghancurkan seluruh infrastruktur di
Korea tentu saja menyisakan
kemiskinan kelaparan dan juga kerusakan
lingkungan tapi kalau kita lihat saat
ini sungai-sungai di Korea sudah berubah
ya menjadi sungai yang bersih dan
indah kemudian Bagaimana dengan
Singapura Singapura juga sama pada tahun
0 Singapura adalah negara yang miskin
pengangguran tinggi infrastrukturnya
juga tidak ada ya
Nah dan sekarang Singapura sudah berubah
menjadi negara yang paling efisien dalam
penggunaan energi ya juga
termasuk dalam sirkular ekonomi menjadi
rujukan semua negara untuk datang ke
Singapura untuk belajar Nah kita
bertanya ya mengapa Jepang Korea Selatan
dan Singapura bisa tetapi kita belum
bisa padahal pada tahun 0-an kondisinya
sama dengan kita ya ketika kita baru
merdeka bahkan Korea Selatan itu tahun 0
habis perang ya
jadi kondisinya kira-kira sama ya dan
sebetulnya kita mengalami
nilai tambah dibandingkan mereka karena
Jepang Korea Selatan dan Singapura tidak
memiliki sumber daya alam mereka harus
impor
ya Jepang harus impor minyak bumi gas
batu bara semua kebutuhannya impor
karena mereka tidak memiliki sumber daya
alam demikian juga Korea Selatan dan
Singapura ya artinya dari sisi
perbandingan pada tahun
1960 kondisi kita jauh lebih baik pada
saat itu karena kita memiliki sumber
daya alam ya sedangkan mereka tidak
sedangkan kondisi ekonomi kira-kira
mirip Nah sekarang kita coba bertanya
lebih jauh
nah di dalam berpikir
sistem Bertanya merupakan instrumen
paling penting karena tanpa bertanya
kita tidak akan bisa
berkembang tidak akan bisa mengembangkan
penelitian jadi bertanya ini menjadi
satu hal yang harus kita latih apa itu
pertanyaan
penelitian ya banyak metode yang sudah
dikembangkan oleh para ahli untuk
membantu kita mengembangkan
penelitian misalnya yang paling
sederhana 5W plus H What Why Who Where
When How jadi ketika kita melihat tadi
ada sungai yang penuh
sampah Sungai mana ya kan Why mengapa
Ada sampah di sana h siapa yang buang
sampah
where di mana kejadiannya when Kapan
kejadiannya Oh bagaimana itu bisa
terjadi
itu rch question atau pertanyaan
penelitian yang paling basic paling
dasar kemudian kita bisa kembangkan juga
dengan eh picode Framework finer
criteria Smart criteria conep mapping
kita akan bahas
satu-satu 5W + H ini wajib kita ketahui
ya what Why Who Where When dan How
Kemudian yang kedua picot Framework pot
Framework ini terdiri dari PI cot ya
population intervention comprarision
outcome dan time Jadi siapa yang menjadi
subjek penelitian Nah jadi kalau kita
tadi lihat ada
sungai sungai yang penuh dengan sampah
subjek penelitian kita tentu ya penduduk
yang ada di sekitar sungai tersebut ya
karena kita bicara negara ya berarti
penduduk Indonesia
sebagai subjek
penelitian kemudian apa intervensi
variabel utama yang ingin
diteliti kelompok pembanding ya tadi
kita bandingkan dengan Oke intervensi
atau variabel utama yang diteliti adalah
rasa ingin tahu
kita mengapa negara lain bisa kita
[Musik]
belum comparison perbandingan Apakah ada
pembanding ternyata ada kita bandingkan
tiga negara tadi ya Jepang Korea Selatan
dengan Singapura yang kondisinya pada
tahun 60-an itu hampir sama dengan kita
jadi startnya sama mungkin kalau Amerika
tidak kompatibel karena Amerika dari
tahun 1800 sudah maju ya
Eh kira-kira Jepang Korea Selatan dengan
kita itu comparable bisa dibandingkan ya
tingkat ekonominya pada tahun 1960
kemudian outcome Apa yang diharapkan Ya
tentu kita jadi tahu pola pola dan
proyeksinya seperti apa berapa lama
penelitian
ya saya kebetulan sedang banyak tugas
saya mulai meneliti topik ini tadi malam
ya jadi
eh PowerPoint ini saya siapkan dalam
waktu 1 malam mungkin Bapak Ibu Butuh
waktu yang lebih serius ya silakan
kemudian
ee ada finer kriteria Nah mungkin saya
tidak akan masuk ke Teori ini lebih
dalam nanti Bapak Ibu bisa kembangkan
sendiri
ya saya akan langsung
ke bagaimana kita menerapkan pengelolan
lingkungan berbasiskan sistem tadi kita
sudah definisikan
bahwa untuk bisa menerapkan berbasiskan
sistem dengan teori gunung S Tadi kita
harus melihatnya secara holistik
interaksi umpan balik pola proyeksi dan
partisipasi multistakeholder
Oke kita akan lihat secara holistik
secara holistik sebetulnya pengelolan
lingkungan itu apa
sih kemudian kita browsing-browsing kita
cari-cari Oh oke kita menemukan ada
empat kata kunci yang mewakili
pengelolaan lingkungan yang pertama
adalah kebijakan kedua adalah edukasi
ketiga pengelolaan keempat teknologi Oke
kita akan pakai empat elemen karena kita
lihat secara holistik secara sistem
sistem pengelolaan lingkungan terbagi
menjadi
empat Bagaimana kalau bapak ibu ingin
membaginya menjadi lima silakan
ingin membaginya menjadi enam silakan
juga jadi Tiap orang boleh bebas untuk
menentukan elemen nah Kebetulan saya
menentukannya empat ya kebijakan edukasi
pengelolaan
teknologi Apa itu kebijakan dan regulasi
tentu kita harus memiliki definisi yang
jelas ya kebijakan tentu strategi kita
menyelesaikan sebuah masalah edukasi
kesadaran publik lebih kepada Bagaimana
masyarakat bisa mendukung
program-program itu kemudian pengelolaan
ya tentunya bagaimana pemerintah
mengelola masyarakat mengelola dan
teknologi ya Alat apa yang
digunakan kita sudah
jelas kemudian kita bahas satu-satu ya
oke karena kita ingin melihat polanya
maka selain holistik kita juga lihat
interaksi ya tadi sudah kita bahas
teorinya kita mulai lihat yang pertama
di sini kebijakan
Oke kita akan lihat kebijakan
nah di dalam kerangka berpikir sistem
setelah kita dapat holistik ya maka kita
masuk ke tiap elemen
kita akan melihat
pola tadi pertanyaan besarnya adalah
bagaimana Jepang Korea Selatan
dan
Singapura startnya sama dengan kita tapi
mereka lari lebih cepat meninggalkan
kita mengapa itu terjadi Nah kita ingin
melihat
pola pola pengembangan dari
sebuah
negara Nah untuk membuat pola itu tentu
kita harus membuat
kategori klasifikasi interpretasi dan
juga
pemahaman singkat cerita ini adalah
hasil riset Saya tadi malam
ya saya membuat
pola polanya ada
empat ya
jadi ini kan pendapat pribadi bapak ibu
kalau berbeda silakan ya Saya hanya
ingin menunjukkan bagaimana kita
menganalisis suatu masalah dengan
pendekatan
sistem pertama tadi kita buat dulu
holistiknya ya oke Ada empat terus kita
masuk satu-satu untuk melihat
pola
nah hasil penelitian saya mengatakan
bahwa
pola negara-negara ini dalam hal
kebijakan bisa kita bagi menjadi empat
model yang pertama model a kita sebut
saja model a regulasi dan penegakan
hukum yang
kuat contohnya negara Jerman Jepang
Korea Selatan Singapura ini kondisi saat
ini ya bukan kondisi tahun 0-an jadi
pada saat
ini ada negara menggunakan model
kebijakan regulasi dan penegakan hukum
yang kuat contohnya negara Jerman Jepang
Korea Selatan
Singapura dengan karakteristik regulasi
ketat dan standar tinggi melibatkan
berbagai pemangku
kepentingan penegakan hukum konsisten
dan adil evaluasi berkala dan
penyesuaian kebijakan oke itu satu model
satu pola pola yang kedua
insentif ekonomi dan pajak lingkungan
contohnya Denmark dan
Norwegia jadi Denmark dan Norwegia
memiliki pola yang berbeda dengan pola
regulasi yang
kuat pajak lingkungan dan insentif
ekonomi kebijakan fiskal
menginternalisasi biaya lingkungan
insentif teknologi hijau dan prakk
berkelanjutan dampak ekonomi dan
lingkungan di
Oke kita sudah menemukan dua pola satu
pola regulasi yang atau hukum yang ketat
kedua instrumen ekonomi nah bagaimana
yang
ketiga yang ketiga ini kebijakan
lingkungan yang
inklusif jadi melakukan pendekatan
holistik terhadap
keberlanjutan perencanaan
partisipatif melibatkan masyarakat
program nasional dan lokal
indikator keberlanjutan dan umpan balik
jadi pola yang ketiga ini tidak
melakukan hukum yang e ketat juga tidak
tidak terlalu ya walaupun ini mix mereka
ini mix tapi kita lihat karena kita
ingin melihat
polanya maka kita coba buat pola artinya
yang
dominan walaupun eh Finlandia melakukan
ekonomi lingkungan juga pajak lingkung
juga ya Swedia juga demikian tapi di
sini ada satu karakteristik yang khusus
ya Nah dari Swedia dan Finlandia
yang kita sebut saja sebagai kebijakan
lingkungan yang
inklusif jadi kebijakan lingkungan ini
menjadi sangat prioritas di negara
tersebut
dan perencanaan partisipatif melibatkan
masyarakat jadi masyarakat betul-betul
dilibatkan di dalam
perencanaan pengelolan lingkungan mulai
dari penyusunan peraturan ya jadi
penyusunan peraturannya melibatkan
masyarakat secara penuh ya Dan mereka
juga memiliki perwakilan-perwakilan
masyarakat yang sangat
kompeten kemudian ada juga model D yaitu
regulasi adaptif dan fleksibel nah ini
saya buat satu kategori khusus untuk
Gambarkan
Indonesia yang pertama regulasi
disesuaikan dengan teknologi ya Jadi
kalau saya lihat Indonesia ini selalu
beradaptasi dengan teknologi membuat
peraturan-peraturan berdasarkan
perkembangan teknologi misalnya ketika
ada
ee mobil listrik maka kita membuat
aturan tentang mobil listrik jadi kita
menyesuaikan dengan perkembangan
teknologi
kemudian juga responsif terhadap
perubahan Global ya begitu seluruh dunia
membicarakan sdg kita ikut membicarakan
perubahan iklim kita
ikut fleksibilitas mendukung Inovasi dan
juga peninjauan regulasi secara teratur
jadi saya istilahkan regulasi adaptif
dan fleksibel ya Nah apakah
pengelompokan ini benar atau tidak boleh
di ya Ini namanya juga ee riset ya
Ee saya lebih ingin
menyampaikan tata cara ya tata cara
berpikir sistem untuk menganalisis
sesuatu
ee dengan
contoh yang saya sampaikan kalaupun
Bapak Ibu Wah saya beda pendapat silakan
ya nah jadi
Ee kita bebas untuk ee berdiskusi nanti
tapi kira-kira sampai sini mudah-mudahan
Bapak Ibu sudah memahami yang pertama
tadi kita lihat dulu holistik ya mungkin
saya ulang sedikit nah ini kita lihat
dulu holistiknya pola umpan balik Nah
kalau kita lihat di sini kan ada ada
panah ya Nah ini ada panah Jadi
eh umpan baliknya Ini dari kebijakan ke
edukasi edukasi ke pengelolaan
pengelolaan ke teknologi teknologi ke
kebijakan nanti kebijakan balik lagi ke
edukasi jadi ada umpan balik yang
melingkar terus ya
berkelanjutan jadi kita sudah coba buat
holistiknya umpan baliknya sudah
kemudian polanya ya Nah polanya kita
coba buat untuk satu ya jadi kebijakan
tadi kebijakan kita coba buat empat
empat pola nah
kemudian Bagaimana dengan proyeksi ya
Nah setelah kita buat empat pola ini
kira-kira hubungan antar pola itu apa
Nah kemudian saya coba buat bahwa ini
menurut pendapat saya ya
bahwa regulasi yang terbaik ini adalah
yang a
regulasi dan penegakan hukum yang kuat
ini saya anggap
sebagai model yang paling bagus ya jadi
regulasi dan penegakan hukum yang kuat
Nah kita ada di
sini regulasi adaptif dan
fleksibel Nah sekarang Mengapa tidak
kita sebut model kita ini menjadi model
yang
terbaik karena keika suatu negara sudah
menetapkan regulasi dan penegakan hukum
lingkungan yang kuat seperti Jerman dan
Jepang mereka ini akan
stabil jadi kalau kita lihat
perkembangan Jepang dan Jerman itu
stabil
ya tidak ada tiba-tiba lingkungannya
menjadi turun ya kita lihat mereka
stabil dan juga efektif ya
Nah berarti di sini ada tujuan
antara kemudian saya mengusulkan ada
model c karena di sini ada inklusif ya
jadi peningkatan
dari adaptasi lokal dan responsif nah
responsif itu kan artinya ada
perkembangan kita merespon ya Ada isu
mobil listrik kita buat peraturan mobil
listrik ada isu perubahan iklim kita
ikut perubahan iklim Nah itu kita sebut
sebagai responsif
nah tapi kalau kita lihat perjalanan ee
negara Swedia Finlandia ya dari
sejarahnya Swedia ini sudah menetapkan
kebijakan lingkungan yang inklusif itu
dari tahun
1940 ya kalau kita lihat
dokumen-dokumennya kemudian berkembang
terus isu itu jadi sangat demokratis ya
E beda dengan di kita yang ada
pemerintah ada masyarakat mereka itu
memang masyarakatnya sangat
inklusif jadi sangat terlibat di dalam
pengambilan-pengambilan
keputusan Perdana Menteri
Swedia kita kenal namanya brunl ya dia
mengusulkan Konvensi bumi Rio De geneiro
walaupun tempatnya tidak di Swedia tapi
di Brazil ya di Rio De geniro tapi itu
merupakan
tonggak kepedulian dunia terhadap
lingkungan dan itu digagas oleh
Swedia jadi Swedia ini sudah beralih
dari
responsif menjadi partisipasi
publik artinya di sini ada sebuah
evolusi dari
hanya sekedar responsif responsif itu
ada kejadian kita respon ada kejadian
kita respon itu
responsif menjadi sebuah partisipasi
publik
dan mereka juga pada
perkembangannya mengembangkan insentif
ekonomi dan pajak lingkungan jadi
insentif dan pajak lingkungan itu sudah
diterapkan di
Finlandia itu dari tahun 1960 ya kalau
kita lihat
sejarahnya
Nah kita
sendiri baru mengadopsi sekitar Tahun
2022 ya 2 tahun yang lalu itu pun masih
wacana belum belum diterapkan baru uji
coba di beberapa
ee lembaga ya Nah sedangkan mereka dari
tahun
itu sudah menerapkan pajak lingkungan
jadi kita lihat Bagaimana perjalanan
ee
negara-negara di Skandinavia ini sudah
demikian awal ya mereka merumuskan
tentang pembangunan
berkelanjutan kemudian
pembangunan rendah karbon pembangunan
ee seimbang termasuk sdgis ya sdgis
tujuan Pak pembangunan berkelanjutan
juga ini diusulkan oleh negara Swedia
Finlandia
Norwegia Jadi grup itu ya grup itu yang
mengusulkan sdgs yang kemudian diangkat
menjadi
eh peraturan dunia Nah jadi kalau kita
lihat kalau kita lihat polanya ya dari
Indonesia yang menggunakan partisipasi
masyarakat adaptasi dan responsif ini
lebih cocok masuk ke
sini partisipasi publik yang lebih luas
sehingga sumber daya alam efisien dan
juga bisa mendorong ke insentif ekonomi
dan pajak lingkungan sampai akhirnya
mencapai regulasi dan penegakan hukum
yang kuat Kenapa tidak langsung ya
karena di
sini syarat dari reguli dan penegakan
hukum yang
kuat adalah pembiayaan jadi biayanya
besar sekali ya untuk ee bisa menjaga
agar peraturan itu bisa
ditegakkan ada sanksi dan seterusnya
mungkin
pendekatan
ke kebijakan lingkungan yang inklusif
lanjut ke insentif ekonomi ini lebih
gradual ya lebih gradual lebih
perlahan-lahan nah
ee Bagaimana kita bisa sampai menarik
kesimpulan itu karena kita tadi
mencoba menguraikan menjadi elemen dan
melihat pola jadi kira-kira ini contoh
ya ini bisa diterapkan untuk kasus-kasus
yang
lain nah Apa hasilnya dari setiap model
tadi kita sudah lihat
ee polanya nya ya
polanya adalah dari
D kemudian ini menurut kita ya
Ee yang cocok untuk
Indonesia dari C ke b baru dari B ke
a
Nah jadi ketika model dari kita dulu
kita mulai dari kita dulu ya
ini pendapat saya pribadi ya bahwa
Indonesia saat ini kita ada di model D
kita menerapkan regulasi adaptif dan
fleksibel adaptasi lokal relevan dan
efektif dalam kondisi lokal responsif
respon cepat terhadap masalah yang
mendesak nah adaptasi
lokal kalau kita lihat
ee Kebetulan saya tim teknik di proklim
Ya di klhk itu saya lihat perkembangan
proklim dari tahun
2009 ketika kami mulai merumuskan
proklim program komunitas untuk iklim
atau program Kampung iklim di tahun 2009
itu mengalami perkembangan yang
pesat sampai di tahun 2024 ini eh
ditargetkan 20.000 lokasi iklim nah
tidak
jadi pertentangan
yang begitu besar
ya karena memang cocok dengan karakter
Indonesia bahwa kita respon terhadap
isu-isu perubahan iklim di tingkat tapak
dan juga kita melakukan adaptasi lokal
Nah
tinggal kita
bagaimana ini menjadi
inklusif menjadi partisipasi publik
secara
luas untuk meningkatkan
legitimasi dan kepatuhan Jadi bukan
sekedar
program tapi berubah menjadi legitimasi
dan
kepatuhan
sehingga nanti akan mengoptimalkan
efektivitas lokal kira-kira kita jadi
Ide ini kan munculnya belakangan ya yang
saya Sebutkan
barusan tapi diawali dari tadi holistik
dulu kita pecah menjadi elemen setiap
elemen kita lihat pola kita bagi menjadi
berapa model ya berapa kategori berapa
klasifikasi Nah dari sana kita menemukan
solusi jadi solusi ini tidak muncul
tiba-tiba ini merupakan satu proses
berpikir
sistem Apakah benar atau tidak Itu nomor
dua ya tapi setidaknya kita sudah
mencoba untuk menggagas sebuah ide
bahwa kalau Indonesia
cocoknya ini beralih dulu
ke memperluas partisipasi
publik nanti ada insentif ekonomi Nah
karena menurut pengalaman saya di tim
teknis proklim dengan
klhk masyarakat itu lebih antusias kalau
ada manfaat
ekonomi ya di tingkat apa nah bagaimana
untuk tingkat
negara tentu
ini terlalu rumit ya kalau kita bahas di
sini mungkin kita lihat di level
masyarakat saja bahwa ketika mulai
dengan insentif ekonomi orang mulai
banyak menanam pohon di sekitar
rumahnya kemudian nanti di level
berikutnya ada peraturan dari
pemerintah kalau ada rumah yang tidak
menanam pohon di halamannya akan kena
denda nah memang itu sangat efektif ya
berdampak langsung signifikan pada
pengurangan
polusi Kerangka kerja stabil untuk
perencanaan jangka panjang
nah kadang-kadang kita di Indonesia
sudah menerapkan model a
ini kalau kita lihat peraturannya Ya
bagi Bapak Ibu yang bergerak di bidang
lingkungan undang-undang 32 2009 yang
kemudian
direvisi dengan undang-undang Cipta
kerja itu di belakangnya sekarang sudah
dihapus ya Ee pasal-pasal hukuman itu
sudah dihapus tapi bagi Bapak Ibu
penggiat lingkungan pasti pernah membaca
undang-undang 32 2009 di belakangnya itu
denda denda R miliar 2 miliar kurungan
penjara dan seterusnya
dan sudah banyak yang dipenjara
gara-gara undang-undang itu tapi
apakah lingkungan Indonesia berubah Nah
itu kan pertanyaannya Artinya kita sudah
masuk ke level sini nih tapi
pertanyaannya Bagaimana dengan hasil
dari pendekatan
itu ya mungkin ada perubahan Tapi kita
masih melihat juga ada ketidak
konsistenan berbeda dengan misalnya di
Jepang atau di Jerman yang ketika Aturan
itu ditegakkan ya seluruh negara
menjalankan Nah berarti kan kita perlu
mengembangkan
satu pendekatan yang berbeda mungkin
harus ada gradual ya mulai dari model D
pindah ke c pindah ke b pindah ke A itu
kan
suatu teori ya dari kita yang dari mana
ada dapatnya dari tadi holistik kita
lihat elemennya kita lihat polanya Nah
jadi pendekatan sistem itu seperti itu
ya
Ee
aplikasinya tentu bisa diterapkan untuk
semua
masalah
nah terus kita harus buat tahapan karena
ini kan nantinya jadi rencana kerja kita
harus mengurutkan dan
ee ya ini pendapat saya juga ya bahwa
dari model D naik ke model
C terus ke model b ke model A
ya itu hipotesis kita ya pendapat kita
dari hasil tadi berpikir
sistem Ya tentu kita harus membuat
kesimpulan dari yang tadi
bahwa kita harus membuat rangkumannya
faktor kuncinya
formulasinya Apakah ide itu benar atau
tidak Nanti ada tahap validasi model ya
di bagian akhir nah waktunya Tidak
terasa hanya menjelaskan dasar teori
sudah 1 jam kita lebih cepat ya Bapak
Ibu
Ee kita bahas aspek kedua aspek edukasi
dengan cara yang sama
edukasi kita bagi empat lagi
nah ini namanya juga pendapat ya boleh
beda saya mengatakan Indonesia masih ada
di model D pendidikan berbasis
komunitas kemudian di model C Amerika
Serikat Korea Selatan pendidikan dan
teknologi ya kemudian di B
ee Jepang dan
Singapura kampanye kesadaran publik yang
intensif
Nah mungkin kita bertanya kita juga
sering melakukan kampanye tapi kita
lihat
dulu Bagaimana Jepang melakukan
kampanye jadi saya pernah eh berdiskusi
dengan pemda di Jepang
ya Dan mereka mengatakan bahwa kampanye
mereka
itu
dilakukan di ini satu kota saja ya di
ratusan
titik mulai dari sekolah mereka datang
ke
sekolah kemudian mereka datang ke
stasiun mereka datong ke mana-mana
ratusan titik dan dalam sat minggu bisa
dua kali atau tiga kali jadi kalau di
total ratusan titik seminggu bisa dua
kali itu mereka melakukan kampanye
hampir
ribuan ribuan evenent ribuan
kejadian nah bandingkan dengan kita
kita melakukan kampanye tapi kampanyenya
juga lewat
webinar kampanyenya lewat seminar di
Hotel melalui bintech ya bimbingan
teknis kampanyenya tidak seperti mereka
Mereka melakukan kampanyenya
kuantitasnya banyak kualitasnya juga
bagus karena masuk sampai ke ranah eh
masyarakat saya melihat sendiri
bagaimana mereka datang ke
sekolah-sekolah mereka
menyapa para pengunjung stasiun kereta
api kemudian mereka berdiskusi di sana
Siapa yang melakukan volunte masyarakat
sendiri yang dilatih tidak mungkin kalau
Pemda ya orangnya tidak cukup jadi
volunte-volunteir itu betul-betul dan ya
betul-betul digalang dan sudah membuat
membentuk sebuah
sistem demikian juga di Singapura Nah
jadi kita memang sudah melakukan model b
kita juga sudah melakukan model C kita
juga sudah melakukan model a
ya tapi mana yang dominan nah ini kita
lihat mana yang
dominan kemudian dengan cara yang sama
kita lihat perjalanannya dari mana ke
mana Oh dari D komunitas ke
teknologi kemudian ke kampanye akhirnya
terintegrasi ya mungkin pertanyaannya
Mengapa dari komunitas tidak ke kampanye
dulu karena kampanye ini harus didukung
oleh
teknologi ya saat ini untuk saat ini
jadi untuk saat ini kampanye kita harus
menggunakan sosmed Nah kalau kita lihat
ada memang ya kampanye lingkungan di
sosm tapi kalah dengan
kampanye lainnya Nah jadi artinya kalau
ya Ini namanya juga ide Ya ide dari saya
Bahwa untuk Indonesia kita harus dari D
ke c dulu teknologi kampanye baru nanti
kampanye baru nanti
integrasi nah
kemudian Ya tentu dengan kampanye ini
jangkauan luas pengaruh cepat ya tapi
nanti ketika sudah terintegrasi ini akan
ada
komprehensif Memberikan pengetahuan
menyeluruh sejak
dini dan
kesinambungan pengetahuan dan kesadaran
berkembang seiring kemajuan akademik Nah
jadi kalau sudah sampai sini ini sudah
stabil
ya kemudian
urutannya juga Sama ya Dari D ke c ke b
ke a ini memang sengaja saya buat begitu
ya agar mudah untuk
diikuti Bagaimana dengan pengelolaan
sama saya bagi empat
model mulai dari
komunitas kemudian
berkelanjutan manajemen limbah dan juga
konservasi
terpadu Jadi kalau komunitas itu ya di
kita sudah bisa lihat ya bagaimana
pengelolaan sampah dikelola di komunitas
masyarakat begitu mau ya begitu mudah
untuk kumpul-kumpul Ayo kita ngelola
sampah bersama itu mudah Artinya kita
sudah masuk di level ini ya nah
bagaimana untuk model C di sini ada eh
pemanfaatan sumber daya alam
berkelanjutan kata kunci dari at sumber
daya alam berkelanjutan
adalah ya
berkelanjutan tidak melebihi daya dukung
daya tampung nah ini masih teori ya di
kita
jadi baru ada di peraturan baru ada di
seminar-seminar begitu tapi praktiknya
banyak yang dilanggar jadi kita belum
bergerak nih dari model D ke c Bagaimana
dengan b manajemen limbah yang
efektif manajemen limbahnya sudah
efektif sampah tadi tidak akan ada di
sungai kita tidak akan menemukan Ada
sampah di sungai itu sudah pasti karena
manajemen limbahnya sudah berjalan
baik sungai-sungai juga tidak akan kotor
dan tercemar nah artinya untuk model b
ini kita belum
sampai ya kita lihat saja buktinya di
lapangan Bagaimana kondisi sungai kita
apalagi kalau konservasi
terpadu ya ini mungkin masih belum
kebayang ya oleh kita bagaimana ee
konservasi terpadu dan ini sudah
dilakukan di Finlandia dan Norwegia ya
Mungkin kejauhan ya untuk model
a ya kita mulai dari yang D ke c aja
dulu daya dukung daya tampung kita taati
ya
kemudian lambat laun teknologi juga kita
kembangkan
ditaati baru nanti kita coba lihat yang
terpadu nah ternyata dengan kita buat
pola-pola seperti ini kita jadi lebih
tahu bagaimana cara kita melangkah step
by step dari kondisi kita sekarang ke
kondisi yang akan datang Jadi yang
terdekat dari model D ke model C di sini
ada kata-kata bertanggung jawab seimbang
ekonomi dan ekologi nah ini menjadi
pembahasan di rpjpn rpjmn nah Artinya
kita sudah mengarah ke sana ke model C
tapi
masalahnya Apakah itu hanya ada di
dokumen atau sudah dilaksanakan nah ini
pertanyaannya kita juga sudah banyak
membahas tentang manajemen limbah yang
efektif tapi dari coverage ya berapa
persen
ee kota yang sudah memiliki pengolahan
limbah komunal komunal itu satu kota
diolah untuk menjamin bahwa tidak ada
pencemaran ke lingkungan nah
persentasenya berapa Nah itu masih
sangat kecil apalagi nanti kalau kita
sudah bicara yang model a ya mungkin
kita pikirkan yang model C aja satu
langkah aja dulu begitu ya nah ini
ternyata juga tidak
mudah tentu ada hasil ya Nah ini nanti
slide-nya akan dibagikan Bapak Ibu bisa
lihat boleh setuju boleh tidak ya tapi
saya tidak akan terlalu detail di sini
karena
ini ceritanya masih
panjang dari sini kita dapat
tahapan dari model D kita akan bergerak
ke model C lalu lanjut ke model b dan
model a apakah dari D boleh langsung ke
b boleh karena tergantung kepada
kondisinya mau ke model a langsung boleh
bahkan harus untuk daerah-daerah yang
masih kosong misalnya di Papua ya jangan
ke sini dulu harus langsung ke
konservasi
terpadu tentu Lihat lokasi
ya jadi tidak harus urutan D ke c c ke b
Enggak Yang jelas arahnya
dia dari bawah ke atas ya tentu lihat
kondisinya ketika dia memang kondisinya
sangat Asri sangat hutannya masih bagus
dan seterusnya kita langsung menggunakan
model a
ya
kemudian kita bahas aspek teknologi nah
teknologi ini saya ya boleh disebut
mengarang silakan ya karena ini memang
saya buat
ee sesuai dengan pemikiran saya gitu
teknologi tepat guna ini lebih cocok
untuk kita kalau kita lihat media
ditemukan pengolah sampah dari plastik
jadi bensin misalnya itu
banyak banyak artinya itu sudah
representasi Indonesia ya yaitu
teknologi tepat guna
kemudian nanti beralih ke yang c smart
city nah smart city ini kalau kita lihat
5 tahun terakhir ramai sekali
iot tapi apakah semua kota sudah smart
city seperti di Singapura
misalnya mungkin kita Katakan belum ya
Nah kemudian teknologi ramah lingkungan
teknologi hijau Wah kita katakan kita
sudah masuk ke mobil listrik tapi
pertanyaannya itu teknologi siapa Apakah
itu teknologi
Indonesia
Ya mungkin kita suatu saat punya
teknologi mobil listrik teknologi solar
Cel dan
seterusnya tapi kan saat ini belum ya
kita masih mengimpor
teknologi ya kalau teknologi itu kita
impor berarti kan nilai tambah untuk
kitanya tidak akan
optimal kemudian apalagi kalau masuk ke
energi terbarukan dan infrastruktur
hijau
ya jadi di sini kita lihat Bagaimana
level-level
teknologi dan kita sedang menuju ke sana
ya
Ee dari model D ke c ke b ke a
kemudian juga apa ciri-ciri dari tiap
model dan urutannya juga sama dari D ke
c ke b ke a kita ada di mana ya kita
lanjutkan nanti dengan riset lainnya ya
mungkin Bapak Ibu ada yang tertarik
untuk melanjutkan riset ini kalau saya
sebetulnya ini contoh saja untuk
menyampaikan kerangka berpikir sistem
Nah kita sudah buat pola-pola
itu kita harus membuat pembuktian
model pembuktian model tentu kalau riset
yang betul ya itu pembuktiannya harus
komprehensif ini karena saya mendadak ya
tadi malam buat
Okelah saya menemukan satu instrumen
environmental performance index atau api
yang dikembangkan oleh yel University
dan Columbia
University dia mengor ya melakukan
scoring untuk seluruh negara di
dunia untuk variabel kualitas udara
vitalitas ekosistem biodiversitas
pengelolaan hutan gas rumah kaca dan dia
membuat
ranking
Nah jadi ranking nya seperti ini kita
akan lihat lebih detail ya Nah tadi kita
membuat sebuah teori bahwa
[Musik]
Ee Kita harus melangkah dari model D
menuju C menuju B menurut E menuju
a dengan negara-negara yang sudah kita
identifikasi
ee cocok ya dengan tiap
model
nah
eh kita lihat misalnya untuk model a di
sana ada Finlandia Norwegia ya Model B
ada Jerman Jepang Korea Selatan model C
ada Brazil Cina DD ada kita Thailand ya
nah
ini kalau salah wajar ya Ini namanya
juga contohitu bukan risetulan Ya tapi
ini saya usahakan Kati lah begitu
nah menurut api ternyata negara-negara
Finlandia Jerman ada di sini ya Nah iya
termasuk Inggris Swedia Norwegia Austria
ini ranking-ranking tertinggi
nah ini agak mendekati ya dengan yang
kita kemudian juga di sini
ada Jepang ya Nah Jepang di sini di
ranking
kemudian
ada
ee Singapura ya di ranking 44 nah
kemudian di sini ada Brazil tadi kita
ee katakan
Brazil di sini menengah ya eeah kemudian
kita lihat di sini ada Cina ya Nah Cina
154 di mana Indonesia Indonesia ranking
162 ya dari 170 negara jadi ini
Indonesia masuk 10 besar 10 besar dari
bawah ya menurut api Nah memang setelah
saya ngobrol dengan
beberapa pejabat Indonesia tentang
api mereka tidak terima Indonesia
dikasih ranking rendah
ya
eh Indonesia seharusnya bagus begitu
kan ya harusnya kita buat ranking
sendiri begitu Ya nah tapi karena ini
untuk latihan ya untuk latihan kita
memvalidasi ya tentu riset ini sudah
divalidasi oleh banyak orang ya kalau
kita mau protes boleh saja kita protes
ke y University colbia University Tapi
sementara ini kita terima dulu deh gitu
ya karena
Ee tidak ada referensi Lain selain ini
saya menemukan hanya satu ya api saja
yang
merranking kinerja lingkungan di seluruh
dunia Nah kalau kita lihat di sini
Indonesia termasuk yang dinilai buruk ya
Ee ya Misalnya di sini kita bandingkan
Indonesia 33 8 ya Brazil 51,2 Denmark
tadi di kelompok yang top 10
82,5 kemudian
eh
Indonesia ini ya kabar yang kurang
mengenakkan ya kalau kita terima Fi ini
sebagai metodologi yang baik di sini
kita lihat asarnya skornya 37 jadi 33
nah Berarti dari 2022 ke 2024 bukannya
membaik nih skornya kita malah turun
Waduh gimana Padahal kita ingin
memperbaiki sungai
yang bebas sampah tadi ya harusnya kan
naik Tuh tapi Menurut data dari pihak
lain ya pihak luar kita dinilai
turun skornya turun ya nah jadi ini
adalah sebuah contoh ee e bagaimana ada
sebuah
sungai penuh
sampah kemudian kita menggunakan metode
perbandingan tadi ya ada berbagai metode
kita salah satu menggunakan perbandingan
karena tahun
itu kira-kira kondisinya sama ya
Ee terutama dengan Singapura dan Korea
kita itu Mirip dari sisi ekonomi mungkin
mereka lebih hancur ya eh
karena Singapura baru merdeka dari
Inggris Korea baru selesai perang korea
yang itu memakan hampir 3 juta jiwa ya
Ee korbannya itu jadi itu perang yang
sangat besar perang Korea itu yang
sangat menyengsarakan eh seluruh Korea
Selatan maupun Korea Utara bukan perang
kecil itu perang yang sangat besar Nah
jadi
kita bisa mengasumsikan ini namanya juga
riset hanya untuk contoh ya Eh riset
hanya untuk contoh bukan riset saya yang
lain kalau riset saya yang lain mungkin
terlalu sulit untuk saya ceritakan ya
karena terkait dengan atmosfer dan
seterusnya jadi saya membuat contoh
sendiri mendadak gitu ya Nah
ee tapi dari
sini Bapak Ibu yang paling penting yang
bisa ditangkap adalah
metodologinya bagaimana ada sebuah
masalah
sungai penuh sampah itu jangan kita
lihat evenentnya
saja bukan hanya sungai penuh sampah
bersihkan nah ternyata menurut berpikir
sistem tidak seperti itu kita harus
lihat Oke sungai penuh sampah ini pasti
ada sistem besar di
baliknya setelah kita lihat ada empat
variabel ada kebijakan ada edukasi ada
pengelolaan ada
teknologi dan kalau kita lihat dari
pengalaman negara-negara itu mereka
mengalami evolusi dari tahun Anggaplah
semua startnya sama dari tahun 60-an
dari tahun 0-an sampai sekarang tiga
negara yang kita jadikan contoh itu
mereka berevolusi
Nah jadi kita bisa melihat pola dan
proyeksi ya atau kecenderungan
tren dari tahun 0 sampai
sekarang Nah sekarang posisi kita di
mana sampai sini kita menyimpulkan bahwa
kita sudah melihat pola dan
kecenderungannya
nah sekarang ini kesimpulan metodologi
ya Oke ini kita sudah dapat sebuah
metodologi
ee
Ini ringkasan dari yang
sebelum-sebelumnya jadi mungkin Bapak
Ibu bisa lihat lagi
nah kita tentu ada pertanyaan
lanjutan mengapa Jepang Korea Selatan
dan Singapura dapat meraih keberhasilan
dalam waktu singkat
apa yang terjadi begitu ya
Nah apa modal fundamental Jepang Korea
Selatan dan Singapura karena pada tahun
0-an mereka memiliki tingkat ekonomi
yang relatif sama dengan
Indonesia ya Jepang juga kalah perang
pada saat itu dan hancur ya negaranya
nah artinya kalau dari sisi keuangan
sama bahkan kita bisa sebut lebih unggul
karena kita punya sumber daya alam
mereka
tidak atau kita punya teori lain apakah
karena
pendidikan Ya namanya juga berpikir
sistem Kita harus mencari ya mencari
alternatif kemudian kita cari-cari
literatur Oh ternyata berpikir sistem
ini bisa membantu Jepang Korea Selatan
dan Singapura dalam menciptakan
lingkungan belajar yang adaptif inovatif
dan
kolaboratif secara umum negara maju
Mulai mengajarkan berpikir sistem sejak
pendidikan dasar bahkan prasekolah untuk
membangun pondasi pemikiran kritis
kolaboratif dan
holistik yang berkelanjutan hingga
pendidikan lanjutan jadi sejak tahun
0-an itu
ee mereka sudah mulai menerapkan
pendidikan berpikir
sistem contoh di Jepang ini hasil saya
browsing ya Nah di Jepang mereka sudah
mengajarkan berpikir sistem sejak usia
dini prasekolah dan SD dan juga metode
pembelajaran yang aktif anak-anak
diajarkan untuk berkolaborasi dan
memecahkan masalah bersama melalui
kegiatan bermain dan proyek
kelompok mereka juga menerapkan
pendidikan holistik penekanan pada
pembelajaran yang menghubungkan berbagai
disiplin ilmu dan kehidupan sehari-hari
jadi prinsip-prinsip berpikir sistem
tadi kita sudah tahu ya Ada holistik ada
elemen ada keterkaitan ada pola ada
proyeksi nah ternyata itu dipakai di
Jepang di Jepang mereka memberikan
pendidikan holistik penekanan pada
pembelajaran yang menghubungkan kata
kuncinya menghubungkan menghubungkan
berbagai disiplin ilmu dan kehidupan
sehari-hari nah ini contohnya ya jadi
setelah browing-browing Oh ternyata ya
kebetulan Saya cukup lama juga di Jepang
jadi saya juga amati dulu waktu saya di
Jepang ternyata mereka memang seperti
ini dan ini 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:02 UTC
Categories
Manage