File TXT tidak ditemukan.
Webinar 80 Pengelolaan Lingkungan Berbasiskan Sistem
6wmaIDSO2Lc • 2024-08-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] sehingga saya memilih ekedu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar nah saya lihat Instagram itu ada patihan di situ juga saya baca dahulu ya terkait Ti yang O nah Menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik UNT pelatihan gitu Jadi saya sering lihat di Instagram gitu Bagaimana ekidu menyampaikan informasinya ekoidu itu bagus karena ktianptinya selalu terginiing terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mentornya itu bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnya Iya eh yang pertama memang Tentu saja Ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya dalam tertemun dalam penyimpinan dokumen amal e kinerja saya jadi bisa lebih produktif lebih efektif juga Eh punya update Gitu ya update-update toalan-persoalan dalam penyususan terkini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalamannya tidak dirhagukan menurut saya pelatihan yang disediakan edu ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat ituu di e-learning ya itu luar biasa pelajaran ini juga mudah sekali untuk dipahami Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak [Musik] banget e eLearning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin eh itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisienarning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya jadi saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak Jadi saya e ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di manana aja [Musik] 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari katas padan sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau saya bilang terlalu murah itu Jadi sepadadan Bu karena memang pelatihannya ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan saya sendiriitu Saya kira sepat sesuaah akan didapatkan [Musik] ektp efektif tepat dan profesional hemat cermat dan Hebat Keren profesional dan juga ke sini [Musik] pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan indonesia upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya [Musik] manusia saat ini kami memiki paket latihan yaitu persetujuan teknis air limbah persetujuan teknis emisi udara persetujuan teknis limbah B3 penyusunan dokumen klhs penyusunan dokumen rpph pemodelan kualitas air sungai pemodelan dispersi udara pemodelan air tanah life cycle assessment perhitungan emisi gas rumah kaca pengelolaan banjir dan sedimentasi Sungai perancangan dan pemilihan insenerator sampah dan limbah B3 pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor pelatihan sistem informasi geografis dan pelatihan remote sensing alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia pelayanan kami terbuka untuk perusahaan pemerintahan perorangan ataupun pemerhati lingkungan ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman [Musik] langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun jadi awalnya saya mengikuti pelatihan eked ini memang dari grup-grup di alumni ya mbak ya pernah ikut pelatihan ini cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya terasa manfaatnya di kami terutama untuk Para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga sehingga saya memilih edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar n saya lihat Instagram itu ada yaaran pelatihan diu juga saya baca-baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diediakan oleh bu Nah Menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untukuk pelatihan gitu Jadi saya sering lihat di Instagram gitu Bagaimana idu menyampaikan informasinya ekedu itu bagus karena pelatihan-pelatian itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mentornya itu bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnya [Musik] Iya eh yang pertama memang Tentu saja Ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya tertamau dalam penimpinan Pan AMDAL saya jadi bisa lebih produktif lebih efektif juga Eh punya update Gitu ya update-update persoalan-persoalan dalam pisan da terkini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalamannya Tidak diragukan menurut saya patihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu luar biasaajar juga mudah sekali untuk dipahami Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak [Musik] banget iniangang diuk ama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien earning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya jadi saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak Jadi saya e ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan gimana [Musik] aja 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari katas padan sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi seadanah ini menurutnya sepadan Bu karena memang pelatihannya ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan saya sendiri gitu n Saya kira sepatkan sesuailah dengan apa yang didapatkan [Musik] ekpp efektif tepat dan profesionalat cermat dan hebat profesional dan juga [Musik] kini baik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang Bapak Ibu semua selamat datang di webinar ke yang disengan perkenalkan saya Mamad agungus sebagai moderator bapak ibu semua hingga siang hari nanti sebelum kita memulai kegiatan marilah kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing untuk kelancaran acara berdoa dimulai bapak ibu semua kerusakan lingkungan yang kian marak terjadi memberikan dampak jangka panjang yang merugikan dan semak suit dikelola seog pengelol lingkungan Dakan pertimbangan yang kompleks untuk mewadahi berbagai variabel yang saling terkait dan mempengaruhi sistem pengelolaan lingkungan sistem manajemen lingkungan iso 14001 merupakan nomklatur yang menjabarkan ser kan proses praktik yang dapat dilakukan untuk dampak lingkungan dan lebih krusial lagi adalah dapat meningkatkan kinerja lingkungan pada webinar kali ini ekoedu menghadirkan topik pengolaan lingkungan berbasiskan sistem yang akan disampaikan oleh drep STMT yang di mana beliau merupakan dosen fakultas teknis Sipil dan Lingkungan pada di Institut Teknologi Bandung yang Alhamdulillah sudah membersamai kita di ruangan Zoom kali ini Selamat siang Pak Asep Selamat siang e apa kabar Pak Semoga sehat selalu alhamdulillah kabar baik apakah sudah siap untuk langsung memapar memaparkan Pak karena mungkin peserta sudah banyak yang menunggu Iya jikalau begitu saya serahkan ruangan Zoom kepada Pak Asep Sofyan dan kepada bapak ibu semua Selamat mengikuti webinar baik Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bapak Ibu yang saya hormati Alhamdulillah kita bisa ketemu lagi untuk sama-sama belajar tentang pengelolaan lingkungan berbasiskan sistem mohon izin saya untuk share screen Eh bagaimana Mas Agung sudah terlihat full screen sudah jelas Pak dan suaranya Terdengar sangat jelas juga baik kita akan mulai dengan isi paparan ya kita akan bahas tentang pengertian sistem kemudian juga pengertian pengelolaan lingkungan berbasiskan sistem kita akan bahas sebuah studi kasus dan juga kesimpulan dan rekomendasi kita akan mulai dengan pengertian sistem jadi sistem adalah kumpulan elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama contoh di gambar ini ada gambar sepeda sepeda bisa kita sebut sistem karena kalau kita urai ada gambarnya di bawahnya ya sepeda ini ternyata terdiri dari ratusan komponen kita sebut elemen sistem nah setiap elemen ini berperan dan berfungsi secara spesifik memastikan aliran informasi energi atau materi yang diperlukan untuk keberlanjutan dan efisiensi keseluruhan ini berjalan secara baik jadi Apun bisa kita lihat sebagai sistem Jika ada elemennya yang saling berinteraksi nah kemudian kita eh akan membahas tentang berpikir sistem atau syistem thinking berpikir sistem atau sistem thinking adalah pendekatan untuk memahami dan menganalisis kompleksitas dengan melihat Keseluruhan sistem dan interaksi antar bagiannya daripada fokus pada komponen individual jadi kalau kita lihat ini ya kita ingin menyelesaikan masalah sepeda daripada kita lihat komponen per komponen kita akan melihat sepeda ini sebagai sebuah sistem yang utuh ya kita sebut sebagai pendekatan holistik nah pendekatan holistik itu dikenal dengan berpikir sistem jadi ketika kita berpikir sistem tentunya kita tidak hanya berpikir holistik kita juga melihat interaksi antar elemen jadi merupakan satu kesatuan antara memikirkan holistik memikirkan interaksi antar elemen Nah dari uraian tadi kita bisa membuat ya ciri-ciri berpikir sistem pertama adalah holistik dan interkoneksi melihat sistem sebagai keseluruhan dengan fokus pada Bagaimana elemen-elemen saling berinteraksi dan mempengaruhi Kemudian yang kedua umpan balik dan dinamika waktu memahami Loop umpan balik dan bagaimana sistem berkembang serta berubah seiring waktu misalnya nya kita lihat sistem sepeda tadi ya tentu sistem sepeda tadi dia tidak akan berhenti di sebuah waktu dari tahun ke tahun ditemukan inovasi baru sepeda yang lebih ringan yang lebih cepat yang lebih nyaman dikendarai Nah semuanya itu memerlukan umpan balik ya dari waktu ke waktu kita akan selalu bertanya kepada sistem itu apa kekurangan sistem ini apakah sepeda ini cukup nyaman Apakah sepeda ini cukup ringan nah pertanyaan itu kita sebut sebagai umpan balik bagaimana kita selalu bertanya kepada sistem dan selalu mengevaluasi sistem nah di dalam sistem ada pola dan keterhubungan jadi kalau kita lihat gambar tadi ya Ini pasti ini ada sebuah pola dan keterhubungan setiap komponen yang sekian banyak ini saling terhubung membentuk sebuah pola misalnya pola roda pola rem ya Nah tentu satu pola ini memiliki fungsi sendiri-sendiri kemudian saling terhubung tentu antara rem dengan roda itu harus terhubung ya kalau tidak terhubung sistem tidak berjalan nah jadi kita bisa melihat pola dan keterhubungan ya dari sebuah sistem dan juga pemikiran jangka panjang dan multiperspektif tentu ketika kita memikirkan sistem sepeda kalau kita perusahaan sepeda pasti kita akan memikirkan bagaimana sepeda 20 tahun yang akan datang sepeda 30 tahun yang akan datang saat ini banyak ditemukan inovasi baru misalnya sepeda lipat sepeda listrik ya itu tentu hasil dari pemikiran jangka panjang dan ke depannya terus dikembangkan ya tidak berhenti sampai saat ini nah jadi ketika kita melihat sesuatu sebagai sebuah sistem maka sistem itu ada bagian yang keseluruhan atau holistik ada bagian yang interkoneksi antar bagian ada umpan balik ya Untuk penyempurnaan ada pola dan ada keterhubungan dari tiap bagian atau elemen dan juga ada rencana jangka panjang itu kira-kira ciri berpikir sistem di dalam berpikir sistem juga dikenal teori gunung es jadi teori gunung es ini lawan dari berpikir sistem adalah berpikir seadanya jadi ketika kita melihat sebuah fenomena yang kita lihat adalah kejadian atau EV Nah kita tahu di dalam berpikir sistem kita tidak boleh melihat hanya bagian saja kita harus melihat secara keseluruhan nah itu yang disebut dengan berpikir sistem jadi kalau kita lihat sebuah kejadian di permukaan misalnya ada sebuah rumah terbakar kalau kita lihat sebagai event atau kejadian maka pemikiran kita cukup ada rumah terbakar selesai nah tapi kalau misalnya kita mengembangkan kejadian rumah terbakar itu menjadi salah satu bagian dari sistem maka kita akan bertanya lebih lanjut lebih dalam Apakah kebakaran menjadi lebih sering sekarang di mana saja terjadi kebakaran apakah karena musim kemarau atau karena instalasi listrik Nah kita melihat pola kemudian struktur sebetulnya Siapa yang bertanggung jawab melihat tata kelola rumah dalam instalasi listrik instalasi gas pengamanan terhadap kebakaran Nah kita mulai melihat struktur dan juga ada yang disebut dengan mental model mental model ini adalah berpikir sistem secara berkelanjutan nanti kita akan bahas di dalam pemikiran dinamika sistem Nah mungkin kita baru sampai sini ya belum sampai mendalam tapi kira-kira Ketika kita melihat kejadian kita tidak berhenti di situ tidak berhenti di event atau kejadian kita juga mulai melihat pola dan kecenderungan nanti lebih jauh lagi kita lihat struktur dan juga mental modelnya mungkin untuk sekarang kita lihat dua dulu bahwa ketika kita berpikir sistem kita tidak berhenti di kejadian kita lihat pola kecenderungan struktur dan juga mental model atau model mental Nah dari penjelasan tadi kita sudah bisa melihat definisi dari pengelolaan lingkungan berbasiskan sistem pengelolaan lingkungan berbasiskan sistem tidak hanya melihat kejadian tapi kita melihat apa yang ada di bawah gunung S kita melihatnya secara holistik ya kita melihatnya secara holistik ketika ada kejadian Ada apa di balik itu kita lihat secara holistik ya kemudian ada interaksi antar elemen dan ada umpam balik nah di dalam gunung es kita lihat juga kita harus lihat pola dan kecenderungan ya kemudian juga nanti ada struktur ya jadi partisipasi multi stakeholder Apakah itu pemerintah swasta masyarakat itu sebagai sebuah struktur dan juga ada model mental Nah kita sudah mendefinisikan pengelolan lingkungan berbasiskan sistem yaitu holistik interaksi antar elemen ada umpan baliik ada pola ada proyeksi ada partisipasi multi stakeholder Coba kita lihat sebuah contoh kasus ada sebuah sungai yang penuh dengan sampah logika kita mengatakan bahwa sungai ini bukan tempat sampah sungai ini Seharusnya bersih dari sampah sungai ini Seharusnya berisi air yang jernih sampah seharusnya tidak masuk ke sungai Nah kita sudah tahu sesuatu yang baik itu seperti apa tapi kemudian kita melihat ada kejadian seperti ini Ada sampah di sungai kemudian kita akan coba menyelesaikan masalah ini secara berbasiskan sistem tadi kita sudah pelajari ya di sebelumnya bahwa Apa itu pengelolaan lingkungan berbasiskan sistem pertama adalah holistik kita melihat permasalahan ini tidak hanya lihat dari kejadiannya kita lihat secara keseluruhan Ada apa di baliknya ada interaksi apa ada umpan balik apa kemudian Bagaimana pola dan proyeksi sampai ini terjadi dan kira-kira pemangku kepentingan apa yang seharusnya terli nah ketika kita sudah bertanya seperti ini berarti kita sudah mencoba untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan berbasiskan sistem Jadi kalau ditanya apa itu pengelolaan lingkungan berbasiskan sistem yaitu ketika kita melihat sebuah permasalahan lingkungan tidak berhenti hanya di kejadian tapi kita coba menggali lebih kita lihat secara holistik secara elemen dan interaksinya pola proyeksi dan struktur yaitu partisipasi pemangku kepentingan Nah kita akan lanjutkan pertanyaan yang tadi sudah kita dengan mengumpulkan data Bagaimana dengan di negara lain contohnya ya kita menggunakan metode perbandingan kita lihat tahun5 ketika Jepang kalah perang rakyat Jepang sangat menderita tentunya ekonomi juga sangat sulit banyak pengangguran banyak apalagi lingkungan ya artinya pada tahun 45 negara Jepang sangat kacau dan berantakan tapi coba kita lihat saat ini kalau kita lihat sungai-sungai di Jepang itu sangat sang jernih kanan kirinya penuh dengan pohon sakura yang indah jadi tempat wisata artinya di sini Jepang yang kita Yakin ya Nah Walaupun saya tidak berhasil menemukan gambarnya ya tapi kita yakin bahwa lingkungan Jepang pada tahun5 itu mirip dengan kita ya jadi Ada sampah di mana-mana begitu nah saya pernah dapat presentasi dari seorang Profesor Jepang ya tentang potret Jepang tahun5 tahun itu memang sangat berantakan ya tapi saya cari di internet tidak ada foto-foto itu saya hanya dapat foto ini sebagai gambaran ya bahwa memang pada tahun 45 kita Yakin lingkungan buruk ya pada saat itu Tapi saat ini sudah berubah menjadi sungai yang jernih dan indah Bagaimana dengan negara lain kita lihat Korea Selatan Korea Selatan pada tahun 0 juga mengalami kemiskinan keterbatasan Pengangguran karena baru selesai perang ya tahun 1950 1953 terjadi perang korea yang menghancurkan seluruh infrastruktur di Korea tentu saja menyisakan kemiskinan kelaparan dan juga kerusakan lingkungan tapi kalau kita lihat saat ini sungai-sungai di Korea sudah berubah ya menjadi sungai yang bersih dan indah kemudian Bagaimana dengan Singapura Singapura juga sama pada tahun 0 Singapura adalah negara yang miskin pengangguran tinggi infrastrukturnya juga tidak ada ya Nah dan sekarang Singapura sudah berubah menjadi negara yang paling efisien dalam penggunaan energi ya juga termasuk dalam sirkular ekonomi menjadi rujukan semua negara untuk datang ke Singapura untuk belajar Nah kita bertanya ya mengapa Jepang Korea Selatan dan Singapura bisa tetapi kita belum bisa padahal pada tahun 0-an kondisinya sama dengan kita ya ketika kita baru merdeka bahkan Korea Selatan itu tahun 0 habis perang ya jadi kondisinya kira-kira sama ya dan sebetulnya kita mengalami nilai tambah dibandingkan mereka karena Jepang Korea Selatan dan Singapura tidak memiliki sumber daya alam mereka harus impor ya Jepang harus impor minyak bumi gas batu bara semua kebutuhannya impor karena mereka tidak memiliki sumber daya alam demikian juga Korea Selatan dan Singapura ya artinya dari sisi perbandingan pada tahun 1960 kondisi kita jauh lebih baik pada saat itu karena kita memiliki sumber daya alam ya sedangkan mereka tidak sedangkan kondisi ekonomi kira-kira mirip Nah sekarang kita coba bertanya lebih jauh nah di dalam berpikir sistem Bertanya merupakan instrumen paling penting karena tanpa bertanya kita tidak akan bisa berkembang tidak akan bisa mengembangkan penelitian jadi bertanya ini menjadi satu hal yang harus kita latih apa itu pertanyaan penelitian ya banyak metode yang sudah dikembangkan oleh para ahli untuk membantu kita mengembangkan penelitian misalnya yang paling sederhana 5W plus H What Why Who Where When How jadi ketika kita melihat tadi ada sungai yang penuh sampah Sungai mana ya kan Why mengapa Ada sampah di sana h siapa yang buang sampah where di mana kejadiannya when Kapan kejadiannya Oh bagaimana itu bisa terjadi itu rch question atau pertanyaan penelitian yang paling basic paling dasar kemudian kita bisa kembangkan juga dengan eh picode Framework finer criteria Smart criteria conep mapping kita akan bahas satu-satu 5W + H ini wajib kita ketahui ya what Why Who Where When dan How Kemudian yang kedua picot Framework pot Framework ini terdiri dari PI cot ya population intervention comprarision outcome dan time Jadi siapa yang menjadi subjek penelitian Nah jadi kalau kita tadi lihat ada sungai sungai yang penuh dengan sampah subjek penelitian kita tentu ya penduduk yang ada di sekitar sungai tersebut ya karena kita bicara negara ya berarti penduduk Indonesia sebagai subjek penelitian kemudian apa intervensi variabel utama yang ingin diteliti kelompok pembanding ya tadi kita bandingkan dengan Oke intervensi atau variabel utama yang diteliti adalah rasa ingin tahu kita mengapa negara lain bisa kita [Musik] belum comparison perbandingan Apakah ada pembanding ternyata ada kita bandingkan tiga negara tadi ya Jepang Korea Selatan dengan Singapura yang kondisinya pada tahun 60-an itu hampir sama dengan kita jadi startnya sama mungkin kalau Amerika tidak kompatibel karena Amerika dari tahun 1800 sudah maju ya Eh kira-kira Jepang Korea Selatan dengan kita itu comparable bisa dibandingkan ya tingkat ekonominya pada tahun 1960 kemudian outcome Apa yang diharapkan Ya tentu kita jadi tahu pola pola dan proyeksinya seperti apa berapa lama penelitian ya saya kebetulan sedang banyak tugas saya mulai meneliti topik ini tadi malam ya jadi eh PowerPoint ini saya siapkan dalam waktu 1 malam mungkin Bapak Ibu Butuh waktu yang lebih serius ya silakan kemudian ee ada finer kriteria Nah mungkin saya tidak akan masuk ke Teori ini lebih dalam nanti Bapak Ibu bisa kembangkan sendiri ya saya akan langsung ke bagaimana kita menerapkan pengelolan lingkungan berbasiskan sistem tadi kita sudah definisikan bahwa untuk bisa menerapkan berbasiskan sistem dengan teori gunung S Tadi kita harus melihatnya secara holistik interaksi umpan balik pola proyeksi dan partisipasi multistakeholder Oke kita akan lihat secara holistik secara holistik sebetulnya pengelolan lingkungan itu apa sih kemudian kita browsing-browsing kita cari-cari Oh oke kita menemukan ada empat kata kunci yang mewakili pengelolaan lingkungan yang pertama adalah kebijakan kedua adalah edukasi ketiga pengelolaan keempat teknologi Oke kita akan pakai empat elemen karena kita lihat secara holistik secara sistem sistem pengelolaan lingkungan terbagi menjadi empat Bagaimana kalau bapak ibu ingin membaginya menjadi lima silakan ingin membaginya menjadi enam silakan juga jadi Tiap orang boleh bebas untuk menentukan elemen nah Kebetulan saya menentukannya empat ya kebijakan edukasi pengelolaan teknologi Apa itu kebijakan dan regulasi tentu kita harus memiliki definisi yang jelas ya kebijakan tentu strategi kita menyelesaikan sebuah masalah edukasi kesadaran publik lebih kepada Bagaimana masyarakat bisa mendukung program-program itu kemudian pengelolaan ya tentunya bagaimana pemerintah mengelola masyarakat mengelola dan teknologi ya Alat apa yang digunakan kita sudah jelas kemudian kita bahas satu-satu ya oke karena kita ingin melihat polanya maka selain holistik kita juga lihat interaksi ya tadi sudah kita bahas teorinya kita mulai lihat yang pertama di sini kebijakan Oke kita akan lihat kebijakan nah di dalam kerangka berpikir sistem setelah kita dapat holistik ya maka kita masuk ke tiap elemen kita akan melihat pola tadi pertanyaan besarnya adalah bagaimana Jepang Korea Selatan dan Singapura startnya sama dengan kita tapi mereka lari lebih cepat meninggalkan kita mengapa itu terjadi Nah kita ingin melihat pola pola pengembangan dari sebuah negara Nah untuk membuat pola itu tentu kita harus membuat kategori klasifikasi interpretasi dan juga pemahaman singkat cerita ini adalah hasil riset Saya tadi malam ya saya membuat pola polanya ada empat ya jadi ini kan pendapat pribadi bapak ibu kalau berbeda silakan ya Saya hanya ingin menunjukkan bagaimana kita menganalisis suatu masalah dengan pendekatan sistem pertama tadi kita buat dulu holistiknya ya oke Ada empat terus kita masuk satu-satu untuk melihat pola nah hasil penelitian saya mengatakan bahwa pola negara-negara ini dalam hal kebijakan bisa kita bagi menjadi empat model yang pertama model a kita sebut saja model a regulasi dan penegakan hukum yang kuat contohnya negara Jerman Jepang Korea Selatan Singapura ini kondisi saat ini ya bukan kondisi tahun 0-an jadi pada saat ini ada negara menggunakan model kebijakan regulasi dan penegakan hukum yang kuat contohnya negara Jerman Jepang Korea Selatan Singapura dengan karakteristik regulasi ketat dan standar tinggi melibatkan berbagai pemangku kepentingan penegakan hukum konsisten dan adil evaluasi berkala dan penyesuaian kebijakan oke itu satu model satu pola pola yang kedua insentif ekonomi dan pajak lingkungan contohnya Denmark dan Norwegia jadi Denmark dan Norwegia memiliki pola yang berbeda dengan pola regulasi yang kuat pajak lingkungan dan insentif ekonomi kebijakan fiskal menginternalisasi biaya lingkungan insentif teknologi hijau dan prakk berkelanjutan dampak ekonomi dan lingkungan di Oke kita sudah menemukan dua pola satu pola regulasi yang atau hukum yang ketat kedua instrumen ekonomi nah bagaimana yang ketiga yang ketiga ini kebijakan lingkungan yang inklusif jadi melakukan pendekatan holistik terhadap keberlanjutan perencanaan partisipatif melibatkan masyarakat program nasional dan lokal indikator keberlanjutan dan umpan balik jadi pola yang ketiga ini tidak melakukan hukum yang e ketat juga tidak tidak terlalu ya walaupun ini mix mereka ini mix tapi kita lihat karena kita ingin melihat polanya maka kita coba buat pola artinya yang dominan walaupun eh Finlandia melakukan ekonomi lingkungan juga pajak lingkung juga ya Swedia juga demikian tapi di sini ada satu karakteristik yang khusus ya Nah dari Swedia dan Finlandia yang kita sebut saja sebagai kebijakan lingkungan yang inklusif jadi kebijakan lingkungan ini menjadi sangat prioritas di negara tersebut dan perencanaan partisipatif melibatkan masyarakat jadi masyarakat betul-betul dilibatkan di dalam perencanaan pengelolan lingkungan mulai dari penyusunan peraturan ya jadi penyusunan peraturannya melibatkan masyarakat secara penuh ya Dan mereka juga memiliki perwakilan-perwakilan masyarakat yang sangat kompeten kemudian ada juga model D yaitu regulasi adaptif dan fleksibel nah ini saya buat satu kategori khusus untuk Gambarkan Indonesia yang pertama regulasi disesuaikan dengan teknologi ya Jadi kalau saya lihat Indonesia ini selalu beradaptasi dengan teknologi membuat peraturan-peraturan berdasarkan perkembangan teknologi misalnya ketika ada ee mobil listrik maka kita membuat aturan tentang mobil listrik jadi kita menyesuaikan dengan perkembangan teknologi kemudian juga responsif terhadap perubahan Global ya begitu seluruh dunia membicarakan sdg kita ikut membicarakan perubahan iklim kita ikut fleksibilitas mendukung Inovasi dan juga peninjauan regulasi secara teratur jadi saya istilahkan regulasi adaptif dan fleksibel ya Nah apakah pengelompokan ini benar atau tidak boleh di ya Ini namanya juga ee riset ya Ee saya lebih ingin menyampaikan tata cara ya tata cara berpikir sistem untuk menganalisis sesuatu ee dengan contoh yang saya sampaikan kalaupun Bapak Ibu Wah saya beda pendapat silakan ya nah jadi Ee kita bebas untuk ee berdiskusi nanti tapi kira-kira sampai sini mudah-mudahan Bapak Ibu sudah memahami yang pertama tadi kita lihat dulu holistik ya mungkin saya ulang sedikit nah ini kita lihat dulu holistiknya pola umpan balik Nah kalau kita lihat di sini kan ada ada panah ya Nah ini ada panah Jadi eh umpan baliknya Ini dari kebijakan ke edukasi edukasi ke pengelolaan pengelolaan ke teknologi teknologi ke kebijakan nanti kebijakan balik lagi ke edukasi jadi ada umpan balik yang melingkar terus ya berkelanjutan jadi kita sudah coba buat holistiknya umpan baliknya sudah kemudian polanya ya Nah polanya kita coba buat untuk satu ya jadi kebijakan tadi kebijakan kita coba buat empat empat pola nah kemudian Bagaimana dengan proyeksi ya Nah setelah kita buat empat pola ini kira-kira hubungan antar pola itu apa Nah kemudian saya coba buat bahwa ini menurut pendapat saya ya bahwa regulasi yang terbaik ini adalah yang a regulasi dan penegakan hukum yang kuat ini saya anggap sebagai model yang paling bagus ya jadi regulasi dan penegakan hukum yang kuat Nah kita ada di sini regulasi adaptif dan fleksibel Nah sekarang Mengapa tidak kita sebut model kita ini menjadi model yang terbaik karena keika suatu negara sudah menetapkan regulasi dan penegakan hukum lingkungan yang kuat seperti Jerman dan Jepang mereka ini akan stabil jadi kalau kita lihat perkembangan Jepang dan Jerman itu stabil ya tidak ada tiba-tiba lingkungannya menjadi turun ya kita lihat mereka stabil dan juga efektif ya Nah berarti di sini ada tujuan antara kemudian saya mengusulkan ada model c karena di sini ada inklusif ya jadi peningkatan dari adaptasi lokal dan responsif nah responsif itu kan artinya ada perkembangan kita merespon ya Ada isu mobil listrik kita buat peraturan mobil listrik ada isu perubahan iklim kita ikut perubahan iklim Nah itu kita sebut sebagai responsif nah tapi kalau kita lihat perjalanan ee negara Swedia Finlandia ya dari sejarahnya Swedia ini sudah menetapkan kebijakan lingkungan yang inklusif itu dari tahun 1940 ya kalau kita lihat dokumen-dokumennya kemudian berkembang terus isu itu jadi sangat demokratis ya E beda dengan di kita yang ada pemerintah ada masyarakat mereka itu memang masyarakatnya sangat inklusif jadi sangat terlibat di dalam pengambilan-pengambilan keputusan Perdana Menteri Swedia kita kenal namanya brunl ya dia mengusulkan Konvensi bumi Rio De geneiro walaupun tempatnya tidak di Swedia tapi di Brazil ya di Rio De geniro tapi itu merupakan tonggak kepedulian dunia terhadap lingkungan dan itu digagas oleh Swedia jadi Swedia ini sudah beralih dari responsif menjadi partisipasi publik artinya di sini ada sebuah evolusi dari hanya sekedar responsif responsif itu ada kejadian kita respon ada kejadian kita respon itu responsif menjadi sebuah partisipasi publik dan mereka juga pada perkembangannya mengembangkan insentif ekonomi dan pajak lingkungan jadi insentif dan pajak lingkungan itu sudah diterapkan di Finlandia itu dari tahun 1960 ya kalau kita lihat sejarahnya Nah kita sendiri baru mengadopsi sekitar Tahun 2022 ya 2 tahun yang lalu itu pun masih wacana belum belum diterapkan baru uji coba di beberapa ee lembaga ya Nah sedangkan mereka dari tahun itu sudah menerapkan pajak lingkungan jadi kita lihat Bagaimana perjalanan ee negara-negara di Skandinavia ini sudah demikian awal ya mereka merumuskan tentang pembangunan berkelanjutan kemudian pembangunan rendah karbon pembangunan ee seimbang termasuk sdgis ya sdgis tujuan Pak pembangunan berkelanjutan juga ini diusulkan oleh negara Swedia Finlandia Norwegia Jadi grup itu ya grup itu yang mengusulkan sdgs yang kemudian diangkat menjadi eh peraturan dunia Nah jadi kalau kita lihat kalau kita lihat polanya ya dari Indonesia yang menggunakan partisipasi masyarakat adaptasi dan responsif ini lebih cocok masuk ke sini partisipasi publik yang lebih luas sehingga sumber daya alam efisien dan juga bisa mendorong ke insentif ekonomi dan pajak lingkungan sampai akhirnya mencapai regulasi dan penegakan hukum yang kuat Kenapa tidak langsung ya karena di sini syarat dari reguli dan penegakan hukum yang kuat adalah pembiayaan jadi biayanya besar sekali ya untuk ee bisa menjaga agar peraturan itu bisa ditegakkan ada sanksi dan seterusnya mungkin pendekatan ke kebijakan lingkungan yang inklusif lanjut ke insentif ekonomi ini lebih gradual ya lebih gradual lebih perlahan-lahan nah ee Bagaimana kita bisa sampai menarik kesimpulan itu karena kita tadi mencoba menguraikan menjadi elemen dan melihat pola jadi kira-kira ini contoh ya ini bisa diterapkan untuk kasus-kasus yang lain nah Apa hasilnya dari setiap model tadi kita sudah lihat ee polanya nya ya polanya adalah dari D kemudian ini menurut kita ya Ee yang cocok untuk Indonesia dari C ke b baru dari B ke a Nah jadi ketika model dari kita dulu kita mulai dari kita dulu ya ini pendapat saya pribadi ya bahwa Indonesia saat ini kita ada di model D kita menerapkan regulasi adaptif dan fleksibel adaptasi lokal relevan dan efektif dalam kondisi lokal responsif respon cepat terhadap masalah yang mendesak nah adaptasi lokal kalau kita lihat ee Kebetulan saya tim teknik di proklim Ya di klhk itu saya lihat perkembangan proklim dari tahun 2009 ketika kami mulai merumuskan proklim program komunitas untuk iklim atau program Kampung iklim di tahun 2009 itu mengalami perkembangan yang pesat sampai di tahun 2024 ini eh ditargetkan 20.000 lokasi iklim nah tidak jadi pertentangan yang begitu besar ya karena memang cocok dengan karakter Indonesia bahwa kita respon terhadap isu-isu perubahan iklim di tingkat tapak dan juga kita melakukan adaptasi lokal Nah tinggal kita bagaimana ini menjadi inklusif menjadi partisipasi publik secara luas untuk meningkatkan legitimasi dan kepatuhan Jadi bukan sekedar program tapi berubah menjadi legitimasi dan kepatuhan sehingga nanti akan mengoptimalkan efektivitas lokal kira-kira kita jadi Ide ini kan munculnya belakangan ya yang saya Sebutkan barusan tapi diawali dari tadi holistik dulu kita pecah menjadi elemen setiap elemen kita lihat pola kita bagi menjadi berapa model ya berapa kategori berapa klasifikasi Nah dari sana kita menemukan solusi jadi solusi ini tidak muncul tiba-tiba ini merupakan satu proses berpikir sistem Apakah benar atau tidak Itu nomor dua ya tapi setidaknya kita sudah mencoba untuk menggagas sebuah ide bahwa kalau Indonesia cocoknya ini beralih dulu ke memperluas partisipasi publik nanti ada insentif ekonomi Nah karena menurut pengalaman saya di tim teknis proklim dengan klhk masyarakat itu lebih antusias kalau ada manfaat ekonomi ya di tingkat apa nah bagaimana untuk tingkat negara tentu ini terlalu rumit ya kalau kita bahas di sini mungkin kita lihat di level masyarakat saja bahwa ketika mulai dengan insentif ekonomi orang mulai banyak menanam pohon di sekitar rumahnya kemudian nanti di level berikutnya ada peraturan dari pemerintah kalau ada rumah yang tidak menanam pohon di halamannya akan kena denda nah memang itu sangat efektif ya berdampak langsung signifikan pada pengurangan polusi Kerangka kerja stabil untuk perencanaan jangka panjang nah kadang-kadang kita di Indonesia sudah menerapkan model a ini kalau kita lihat peraturannya Ya bagi Bapak Ibu yang bergerak di bidang lingkungan undang-undang 32 2009 yang kemudian direvisi dengan undang-undang Cipta kerja itu di belakangnya sekarang sudah dihapus ya Ee pasal-pasal hukuman itu sudah dihapus tapi bagi Bapak Ibu penggiat lingkungan pasti pernah membaca undang-undang 32 2009 di belakangnya itu denda denda R miliar 2 miliar kurungan penjara dan seterusnya dan sudah banyak yang dipenjara gara-gara undang-undang itu tapi apakah lingkungan Indonesia berubah Nah itu kan pertanyaannya Artinya kita sudah masuk ke level sini nih tapi pertanyaannya Bagaimana dengan hasil dari pendekatan itu ya mungkin ada perubahan Tapi kita masih melihat juga ada ketidak konsistenan berbeda dengan misalnya di Jepang atau di Jerman yang ketika Aturan itu ditegakkan ya seluruh negara menjalankan Nah berarti kan kita perlu mengembangkan satu pendekatan yang berbeda mungkin harus ada gradual ya mulai dari model D pindah ke c pindah ke b pindah ke A itu kan suatu teori ya dari kita yang dari mana ada dapatnya dari tadi holistik kita lihat elemennya kita lihat polanya Nah jadi pendekatan sistem itu seperti itu ya Ee aplikasinya tentu bisa diterapkan untuk semua masalah nah terus kita harus buat tahapan karena ini kan nantinya jadi rencana kerja kita harus mengurutkan dan ee ya ini pendapat saya juga ya bahwa dari model D naik ke model C terus ke model b ke model A ya itu hipotesis kita ya pendapat kita dari hasil tadi berpikir sistem Ya tentu kita harus membuat kesimpulan dari yang tadi bahwa kita harus membuat rangkumannya faktor kuncinya formulasinya Apakah ide itu benar atau tidak Nanti ada tahap validasi model ya di bagian akhir nah waktunya Tidak terasa hanya menjelaskan dasar teori sudah 1 jam kita lebih cepat ya Bapak Ibu Ee kita bahas aspek kedua aspek edukasi dengan cara yang sama edukasi kita bagi empat lagi nah ini namanya juga pendapat ya boleh beda saya mengatakan Indonesia masih ada di model D pendidikan berbasis komunitas kemudian di model C Amerika Serikat Korea Selatan pendidikan dan teknologi ya kemudian di B ee Jepang dan Singapura kampanye kesadaran publik yang intensif Nah mungkin kita bertanya kita juga sering melakukan kampanye tapi kita lihat dulu Bagaimana Jepang melakukan kampanye jadi saya pernah eh berdiskusi dengan pemda di Jepang ya Dan mereka mengatakan bahwa kampanye mereka itu dilakukan di ini satu kota saja ya di ratusan titik mulai dari sekolah mereka datang ke sekolah kemudian mereka datang ke stasiun mereka datong ke mana-mana ratusan titik dan dalam sat minggu bisa dua kali atau tiga kali jadi kalau di total ratusan titik seminggu bisa dua kali itu mereka melakukan kampanye hampir ribuan ribuan evenent ribuan kejadian nah bandingkan dengan kita kita melakukan kampanye tapi kampanyenya juga lewat webinar kampanyenya lewat seminar di Hotel melalui bintech ya bimbingan teknis kampanyenya tidak seperti mereka Mereka melakukan kampanyenya kuantitasnya banyak kualitasnya juga bagus karena masuk sampai ke ranah eh masyarakat saya melihat sendiri bagaimana mereka datang ke sekolah-sekolah mereka menyapa para pengunjung stasiun kereta api kemudian mereka berdiskusi di sana Siapa yang melakukan volunte masyarakat sendiri yang dilatih tidak mungkin kalau Pemda ya orangnya tidak cukup jadi volunte-volunteir itu betul-betul dan ya betul-betul digalang dan sudah membuat membentuk sebuah sistem demikian juga di Singapura Nah jadi kita memang sudah melakukan model b kita juga sudah melakukan model C kita juga sudah melakukan model a ya tapi mana yang dominan nah ini kita lihat mana yang dominan kemudian dengan cara yang sama kita lihat perjalanannya dari mana ke mana Oh dari D komunitas ke teknologi kemudian ke kampanye akhirnya terintegrasi ya mungkin pertanyaannya Mengapa dari komunitas tidak ke kampanye dulu karena kampanye ini harus didukung oleh teknologi ya saat ini untuk saat ini jadi untuk saat ini kampanye kita harus menggunakan sosmed Nah kalau kita lihat ada memang ya kampanye lingkungan di sosm tapi kalah dengan kampanye lainnya Nah jadi artinya kalau ya Ini namanya juga ide Ya ide dari saya Bahwa untuk Indonesia kita harus dari D ke c dulu teknologi kampanye baru nanti kampanye baru nanti integrasi nah kemudian Ya tentu dengan kampanye ini jangkauan luas pengaruh cepat ya tapi nanti ketika sudah terintegrasi ini akan ada komprehensif Memberikan pengetahuan menyeluruh sejak dini dan kesinambungan pengetahuan dan kesadaran berkembang seiring kemajuan akademik Nah jadi kalau sudah sampai sini ini sudah stabil ya kemudian urutannya juga Sama ya Dari D ke c ke b ke a ini memang sengaja saya buat begitu ya agar mudah untuk diikuti Bagaimana dengan pengelolaan sama saya bagi empat model mulai dari komunitas kemudian berkelanjutan manajemen limbah dan juga konservasi terpadu Jadi kalau komunitas itu ya di kita sudah bisa lihat ya bagaimana pengelolaan sampah dikelola di komunitas masyarakat begitu mau ya begitu mudah untuk kumpul-kumpul Ayo kita ngelola sampah bersama itu mudah Artinya kita sudah masuk di level ini ya nah bagaimana untuk model C di sini ada eh pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan kata kunci dari at sumber daya alam berkelanjutan adalah ya berkelanjutan tidak melebihi daya dukung daya tampung nah ini masih teori ya di kita jadi baru ada di peraturan baru ada di seminar-seminar begitu tapi praktiknya banyak yang dilanggar jadi kita belum bergerak nih dari model D ke c Bagaimana dengan b manajemen limbah yang efektif manajemen limbahnya sudah efektif sampah tadi tidak akan ada di sungai kita tidak akan menemukan Ada sampah di sungai itu sudah pasti karena manajemen limbahnya sudah berjalan baik sungai-sungai juga tidak akan kotor dan tercemar nah artinya untuk model b ini kita belum sampai ya kita lihat saja buktinya di lapangan Bagaimana kondisi sungai kita apalagi kalau konservasi terpadu ya ini mungkin masih belum kebayang ya oleh kita bagaimana ee konservasi terpadu dan ini sudah dilakukan di Finlandia dan Norwegia ya Mungkin kejauhan ya untuk model a ya kita mulai dari yang D ke c aja dulu daya dukung daya tampung kita taati ya kemudian lambat laun teknologi juga kita kembangkan ditaati baru nanti kita coba lihat yang terpadu nah ternyata dengan kita buat pola-pola seperti ini kita jadi lebih tahu bagaimana cara kita melangkah step by step dari kondisi kita sekarang ke kondisi yang akan datang Jadi yang terdekat dari model D ke model C di sini ada kata-kata bertanggung jawab seimbang ekonomi dan ekologi nah ini menjadi pembahasan di rpjpn rpjmn nah Artinya kita sudah mengarah ke sana ke model C tapi masalahnya Apakah itu hanya ada di dokumen atau sudah dilaksanakan nah ini pertanyaannya kita juga sudah banyak membahas tentang manajemen limbah yang efektif tapi dari coverage ya berapa persen ee kota yang sudah memiliki pengolahan limbah komunal komunal itu satu kota diolah untuk menjamin bahwa tidak ada pencemaran ke lingkungan nah persentasenya berapa Nah itu masih sangat kecil apalagi nanti kalau kita sudah bicara yang model a ya mungkin kita pikirkan yang model C aja satu langkah aja dulu begitu ya nah ini ternyata juga tidak mudah tentu ada hasil ya Nah ini nanti slide-nya akan dibagikan Bapak Ibu bisa lihat boleh setuju boleh tidak ya tapi saya tidak akan terlalu detail di sini karena ini ceritanya masih panjang dari sini kita dapat tahapan dari model D kita akan bergerak ke model C lalu lanjut ke model b dan model a apakah dari D boleh langsung ke b boleh karena tergantung kepada kondisinya mau ke model a langsung boleh bahkan harus untuk daerah-daerah yang masih kosong misalnya di Papua ya jangan ke sini dulu harus langsung ke konservasi terpadu tentu Lihat lokasi ya jadi tidak harus urutan D ke c c ke b Enggak Yang jelas arahnya dia dari bawah ke atas ya tentu lihat kondisinya ketika dia memang kondisinya sangat Asri sangat hutannya masih bagus dan seterusnya kita langsung menggunakan model a ya kemudian kita bahas aspek teknologi nah teknologi ini saya ya boleh disebut mengarang silakan ya karena ini memang saya buat ee sesuai dengan pemikiran saya gitu teknologi tepat guna ini lebih cocok untuk kita kalau kita lihat media ditemukan pengolah sampah dari plastik jadi bensin misalnya itu banyak banyak artinya itu sudah representasi Indonesia ya yaitu teknologi tepat guna kemudian nanti beralih ke yang c smart city nah smart city ini kalau kita lihat 5 tahun terakhir ramai sekali iot tapi apakah semua kota sudah smart city seperti di Singapura misalnya mungkin kita Katakan belum ya Nah kemudian teknologi ramah lingkungan teknologi hijau Wah kita katakan kita sudah masuk ke mobil listrik tapi pertanyaannya itu teknologi siapa Apakah itu teknologi Indonesia Ya mungkin kita suatu saat punya teknologi mobil listrik teknologi solar Cel dan seterusnya tapi kan saat ini belum ya kita masih mengimpor teknologi ya kalau teknologi itu kita impor berarti kan nilai tambah untuk kitanya tidak akan optimal kemudian apalagi kalau masuk ke energi terbarukan dan infrastruktur hijau ya jadi di sini kita lihat Bagaimana level-level teknologi dan kita sedang menuju ke sana ya Ee dari model D ke c ke b ke a kemudian juga apa ciri-ciri dari tiap model dan urutannya juga sama dari D ke c ke b ke a kita ada di mana ya kita lanjutkan nanti dengan riset lainnya ya mungkin Bapak Ibu ada yang tertarik untuk melanjutkan riset ini kalau saya sebetulnya ini contoh saja untuk menyampaikan kerangka berpikir sistem Nah kita sudah buat pola-pola itu kita harus membuat pembuktian model pembuktian model tentu kalau riset yang betul ya itu pembuktiannya harus komprehensif ini karena saya mendadak ya tadi malam buat Okelah saya menemukan satu instrumen environmental performance index atau api yang dikembangkan oleh yel University dan Columbia University dia mengor ya melakukan scoring untuk seluruh negara di dunia untuk variabel kualitas udara vitalitas ekosistem biodiversitas pengelolaan hutan gas rumah kaca dan dia membuat ranking Nah jadi ranking nya seperti ini kita akan lihat lebih detail ya Nah tadi kita membuat sebuah teori bahwa [Musik] Ee Kita harus melangkah dari model D menuju C menuju B menurut E menuju a dengan negara-negara yang sudah kita identifikasi ee cocok ya dengan tiap model nah eh kita lihat misalnya untuk model a di sana ada Finlandia Norwegia ya Model B ada Jerman Jepang Korea Selatan model C ada Brazil Cina DD ada kita Thailand ya nah ini kalau salah wajar ya Ini namanya juga contohitu bukan risetulan Ya tapi ini saya usahakan Kati lah begitu nah menurut api ternyata negara-negara Finlandia Jerman ada di sini ya Nah iya termasuk Inggris Swedia Norwegia Austria ini ranking-ranking tertinggi nah ini agak mendekati ya dengan yang kita kemudian juga di sini ada Jepang ya Nah Jepang di sini di ranking kemudian ada ee Singapura ya di ranking 44 nah kemudian di sini ada Brazil tadi kita ee katakan Brazil di sini menengah ya eeah kemudian kita lihat di sini ada Cina ya Nah Cina 154 di mana Indonesia Indonesia ranking 162 ya dari 170 negara jadi ini Indonesia masuk 10 besar 10 besar dari bawah ya menurut api Nah memang setelah saya ngobrol dengan beberapa pejabat Indonesia tentang api mereka tidak terima Indonesia dikasih ranking rendah ya eh Indonesia seharusnya bagus begitu kan ya harusnya kita buat ranking sendiri begitu Ya nah tapi karena ini untuk latihan ya untuk latihan kita memvalidasi ya tentu riset ini sudah divalidasi oleh banyak orang ya kalau kita mau protes boleh saja kita protes ke y University colbia University Tapi sementara ini kita terima dulu deh gitu ya karena Ee tidak ada referensi Lain selain ini saya menemukan hanya satu ya api saja yang merranking kinerja lingkungan di seluruh dunia Nah kalau kita lihat di sini Indonesia termasuk yang dinilai buruk ya Ee ya Misalnya di sini kita bandingkan Indonesia 33 8 ya Brazil 51,2 Denmark tadi di kelompok yang top 10 82,5 kemudian eh Indonesia ini ya kabar yang kurang mengenakkan ya kalau kita terima Fi ini sebagai metodologi yang baik di sini kita lihat asarnya skornya 37 jadi 33 nah Berarti dari 2022 ke 2024 bukannya membaik nih skornya kita malah turun Waduh gimana Padahal kita ingin memperbaiki sungai yang bebas sampah tadi ya harusnya kan naik Tuh tapi Menurut data dari pihak lain ya pihak luar kita dinilai turun skornya turun ya nah jadi ini adalah sebuah contoh ee e bagaimana ada sebuah sungai penuh sampah kemudian kita menggunakan metode perbandingan tadi ya ada berbagai metode kita salah satu menggunakan perbandingan karena tahun itu kira-kira kondisinya sama ya Ee terutama dengan Singapura dan Korea kita itu Mirip dari sisi ekonomi mungkin mereka lebih hancur ya eh karena Singapura baru merdeka dari Inggris Korea baru selesai perang korea yang itu memakan hampir 3 juta jiwa ya Ee korbannya itu jadi itu perang yang sangat besar perang Korea itu yang sangat menyengsarakan eh seluruh Korea Selatan maupun Korea Utara bukan perang kecil itu perang yang sangat besar Nah jadi kita bisa mengasumsikan ini namanya juga riset hanya untuk contoh ya Eh riset hanya untuk contoh bukan riset saya yang lain kalau riset saya yang lain mungkin terlalu sulit untuk saya ceritakan ya karena terkait dengan atmosfer dan seterusnya jadi saya membuat contoh sendiri mendadak gitu ya Nah ee tapi dari sini Bapak Ibu yang paling penting yang bisa ditangkap adalah metodologinya bagaimana ada sebuah masalah sungai penuh sampah itu jangan kita lihat evenentnya saja bukan hanya sungai penuh sampah bersihkan nah ternyata menurut berpikir sistem tidak seperti itu kita harus lihat Oke sungai penuh sampah ini pasti ada sistem besar di baliknya setelah kita lihat ada empat variabel ada kebijakan ada edukasi ada pengelolaan ada teknologi dan kalau kita lihat dari pengalaman negara-negara itu mereka mengalami evolusi dari tahun Anggaplah semua startnya sama dari tahun 60-an dari tahun 0-an sampai sekarang tiga negara yang kita jadikan contoh itu mereka berevolusi Nah jadi kita bisa melihat pola dan proyeksi ya atau kecenderungan tren dari tahun 0 sampai sekarang Nah sekarang posisi kita di mana sampai sini kita menyimpulkan bahwa kita sudah melihat pola dan kecenderungannya nah sekarang ini kesimpulan metodologi ya Oke ini kita sudah dapat sebuah metodologi ee Ini ringkasan dari yang sebelum-sebelumnya jadi mungkin Bapak Ibu bisa lihat lagi nah kita tentu ada pertanyaan lanjutan mengapa Jepang Korea Selatan dan Singapura dapat meraih keberhasilan dalam waktu singkat apa yang terjadi begitu ya Nah apa modal fundamental Jepang Korea Selatan dan Singapura karena pada tahun 0-an mereka memiliki tingkat ekonomi yang relatif sama dengan Indonesia ya Jepang juga kalah perang pada saat itu dan hancur ya negaranya nah artinya kalau dari sisi keuangan sama bahkan kita bisa sebut lebih unggul karena kita punya sumber daya alam mereka tidak atau kita punya teori lain apakah karena pendidikan Ya namanya juga berpikir sistem Kita harus mencari ya mencari alternatif kemudian kita cari-cari literatur Oh ternyata berpikir sistem ini bisa membantu Jepang Korea Selatan dan Singapura dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif inovatif dan kolaboratif secara umum negara maju Mulai mengajarkan berpikir sistem sejak pendidikan dasar bahkan prasekolah untuk membangun pondasi pemikiran kritis kolaboratif dan holistik yang berkelanjutan hingga pendidikan lanjutan jadi sejak tahun 0-an itu ee mereka sudah mulai menerapkan pendidikan berpikir sistem contoh di Jepang ini hasil saya browsing ya Nah di Jepang mereka sudah mengajarkan berpikir sistem sejak usia dini prasekolah dan SD dan juga metode pembelajaran yang aktif anak-anak diajarkan untuk berkolaborasi dan memecahkan masalah bersama melalui kegiatan bermain dan proyek kelompok mereka juga menerapkan pendidikan holistik penekanan pada pembelajaran yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu dan kehidupan sehari-hari jadi prinsip-prinsip berpikir sistem tadi kita sudah tahu ya Ada holistik ada elemen ada keterkaitan ada pola ada proyeksi nah ternyata itu dipakai di Jepang di Jepang mereka memberikan pendidikan holistik penekanan pada pembelajaran yang menghubungkan kata kuncinya menghubungkan menghubungkan berbagai disiplin ilmu dan kehidupan sehari-hari nah ini contohnya ya jadi setelah browing-browing Oh ternyata ya kebetulan Saya cukup lama juga di Jepang jadi saya juga amati dulu waktu saya di Jepang ternyata mereka memang seperti ini dan ini
Resume
Categories