Transcript
j7ot4t-N2U4 • Webinar 103 Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0137_j7ot4t-N2U4.txt
Kind: captions Language: id geografis dan pelatihan remote sensing alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia pelayanan kami terbuka untuk perusahaan pemerintahan perorangan ataupun pemerhati lingkungan ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang [Musik] berpengalaman memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan eLearning yang dapat diakses di manaun jadi awalnya saya mengikuti pelatihan ekang dari grup-grup di alumni yaakah ikuttihan ini cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya Kara merekaengetahu mereka t merekaetahu meningkatu ya kemud skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e Para konsultan yang memerlukan tenenangka-tenanga sehingga saya memilih ekedu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benaru nah saya lihat Instagram itu ada edu yaarahkan pelatihan nah di situ juga saya baca-baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi dieliatkan olehu nah Menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk pelatihan diu jadi saya sering lihat di Instagram gitu Bagaimana ekidu menyampaikan informasinya ekidu itu bagus karena pelatihan-patinya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mnya itu bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnya [Musik] I yang pertama memang Tentu saja Ini meningkatkan dansimalkan skill-skill yang saya harapkanitu ya dalam penyusankum saya jadi bisa lebih produktif lebih efek juga punya update Gitu ya updateupdate persoalan-persoalanan terini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalaman menurut sayahan yang dis ini sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di eLearning ya itu luar biasa pelajarnya juga mudah sekali untuk dipahami Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak [Musik] banget Eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian dan juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisienarning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya jadi E saya bisa lihat materi itu di u sangat membantu Mbak Jadi saya eh ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari katas padan sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau saya bilang terlalu murah itu se jadi sepadanah jadi menurut sepadan Bu karena memang Han ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan saya sendiri gitu eah Saya kira sepatkan sesuailah dengan apa yang didapatkan [Musik] ekppp efektif tepat dan profesional hemat cermat dan Hebat Keren profesional dan juga kekinian [Musik] baik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang Bapak Ibu dan rekan-rekan sekalian Selamat datang kembali di webinar ekoedu yang ke-103 saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini untuk hari ini webinar ekoedu akan mengangkat tema tangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan pemateri PHD perkenalkan saya Dini akan bertugas sebagai moderator pada acara ini Baik bapak ibu semua sebelum memulai webinar pada siang ini alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing berdoa dipersilakan Berdoa selesai untuk acara selanjutnya Mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama diharapkan kepada bapak dan ibu untuk duduk t [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] acara selanjutnya kita akan mendengarkan sambutan dari penasat ekoedu Indonesia yakni Dr STMT kepada Bapak Asep waktu dan tempat dipersilakan baik gimana ee Mbak Dini bisa didengar suara saya I sudah Pak iya ee terima kasih banyak kepada Pak medril Zam yang sudah berkenan hadir eh juga kepada bapak ibu yang bisa hadir pada hari ini mudah-mudahan apa yang akan kita bahas bisa membuka wawasan kita sekali lagi terima kasih kepada pakilzam sangat apresiasi kami dari ekedu kepada pakil saya kembalikan kepada Mbak Din Baik terima kasih kepada Pak as atas sambutan hangat yang disampaikan dalam webinar ini semoga sambutan tersebut menjadi pembuka yang baik dan memotivasi kami semua untuk mengikuti acara ini dengan anusitukelanjutnya kita AKS masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat Baik perkenankan saya memperkenalkan narasumber kita hari inirilam m PHD beliau merupakan Deputi bidang pembangunan kewilayahan Babas eh Selamat siang kepada bapak medril Selamat siang Mbak Dini Selamat siang Pak Asep dan juga Selamat pagi menjelang siang nih buat teman-teman semua Iya baik Pak Bagaimana Pak kabarnya hari ini Alhamdulillah baik ini sekarang lagi ini nih menjelang-menjelang pelantikan kepalaepala daerah nih Iya betul Pak ya mudah-mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat dan selalu semangat ya pak Insyaallah tetap semangat Iya baik Sebelum kita mulai Izinkan saya menyampaikan beberapa teknis untuk pemaparan dilaksanakan selama 1 Seteng jam kemudian kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi slidu dan dilanjutkan dengan tanya jawab secara langsung untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada bapakil dan kepada Bapak Ibu semuanya Selamat mengikuti acara webinar ini Baik terima kasih mbak Dini Eh kalau boleh saya ee izin share sebentar Yaa sih Oh iya mudah-mudahan sudah terlihat di zoom Ya baik P sudah Pak ini kok enggak mau di ya Sip ya Eh terima kasih eh teman-teman semua ini eh terutama Pak Asep dan rekan-rekan sekalian yang sudah mengundang kami dalam kesempatan ini dan khusus membicarakan topik yang memang sangat-sangat menarik dan EE ini menjadi trend setter ya di berbagai belahan dunia tentang sdgis tentang pembangunan berkelanjutan dan di satu sisi ee sekarang ini sudah berlangsung cukup lumayan lama ya sebenarnya sudah diadopsi sampai sejak 2015 kalau saya enggak salah e sudah hampir 10 tahun dan patutlah kita melihat sebenarnya apa sih ee progresnya sekarang dan kira-kira tantangan dan arah kebijakannya Seperti apa ke depan Nah Ibu dan Bapak sekalian teman-teman semua ee Izinkan saya mungkin kita ngobrol santai aja ya saya mengantarkan saja di sini dan kemudian kita nanti bisa diskusi lebih banyak dan tentunya saya akan coba lebih karena pembangunan berkelanjutan ini topiknya luas dan tentunya eh kita mesti melihat betul aspek-aspek mana saja yang mau kita bahas dan dalam topik kali ini karena ini eh arahnya kepada ekoedu ya teman-teman yang bergerak dalam konteks ilar lingkungan khususnya nanti saya akan coba di akhir di bagian akhir sesi akan coba mulai lebih menukik kepada isu-isu atau tantangan-tantangan yang memang eh mengarah kepada pilar lingkungan dan tapi memang tidak terlepas juga dari pilar-pilar yang lain Nah Ibu dan Bapak sekalian teman-teman semua saat ini kita semua sudah tahu bahwa kita sudah punya yang namanya SD Saya mau angkap dulu dari sdgis karena inilah filosofinya ee mungkin kalau misal kita meruntut lagi lebih jauh ke belakang eh SDIT ini mulai dari sebenarnya dari eh waktu Stockholm conference tahun 3 kalau saya enggak salah jadi tahun 3 kita punya Stockholm conference dan kemudian terus berkembang akhirnya ada brand commission di tahun 0-an kalau saya enggak salah dan akhirnya muncul mulai konsep sustainable development yang digagas sebenarnya setelah tahun 2000-an setelah kita punya Rio convention dari Rio convention itu tahun 1993 kita mendapatkan tiga tiga Konvensi yaitu climate change kemudian biodiversity dan juga desertifikasi unfc uncbd dan juga unccd dari tiga Konvensi itulah akhirnya muncul istilah berkembang istilah yang namanya sustainable development Nah untuk memulai sustainable development itu kita tidak langsung bergerak ke arah sana tapi dimulailah dengan yang namanya MDGS di tahun 2000 milleninium Development Goals 2000 sampai 2015 waktu itu targetnya lebih banyak Eh hanya sekedar Del target dari mulai poverti Kemudian pendidikan gender equality kemudian Child mortality kesehatan ibu dan anak combaatting Aids dan kemudian environment dan juga Partnership eh mdg berkembang walaupun kita tahu ternyata mdg Lumayan baik walaupun tidak semuanya mencapai target dan akhirnya pada tahun 2015 UN UN ini ee akhirnya ee mengumpulkan semua negara dan bersepakat bahwa mdg di exppan menjadi lebih jauh lagi menjadi sdgs nah diharapkan Eh sdgs ini gitu ya sdgis dengan time frame mulai dari 2015 sampai 2030 ini global sustainable Development Goals ada 17 goals diharapkan 17 gos ini lebih komprehensif lagi ya melibatkan lebih banyak negara memperluas sumber pendanaannya gak hanya sekedar dari pemerintah tapi dari swasta sumber lain unsur hamnya juga diangkat inklusif nah ini yang penting inusif no dan juga melibatkan seluruh pemangku keptingan jadi ini k lagakum hanya swaa trofi lsm-nya akademisi dan lain-lain nah ini yang menarik sekarang ini menerapkan Zero goals menargetkan untuk menuntaskan seluruh indikator-indikator dan yang tidak kalah penting sdgs ini juga mengangkat means of implementation-nya biasanya di setiap Konvensi kita punya means of implementation nah harapannya tentunya Eh ini biasanya yang sering kita kenal dengan eh 5p ya people Prosperity peace Partnership and planetah itu biasanya slogannya itu jak lag prosersip and secara lebih detail ini goalssnya dari 1 sampai sangatprens yaulai dariti samp Bim implementation-nya dan unsur people ini betul people planet Prosperity peace and Partnership ini benar-benar menjadi istilahnya Eh yang betul-betul mau dilihat Apanya sih terkait dengan people Oh ini kaitannya dengan kemiskinannya kelaparan kesenjangan kaitannya dengan planet apa Oh mencegah bumi dari degradasi Prosperity menciptakan kesejahteraan dan dan terpenuhnya kebutuhan hidup peace tentunya pasti sudah terkait dengan ked perdamaian dan Partnership kerja sama Nah Ibu dan Bapak sekalian teman-teman semua ini eh sdjs di Global ini tahun 2015 akhirnya kita adopt di Indonesia tahun 2017 pada saat itu Eh Indonesia mengeluarkan eh Peraturan Presiden eh Nomor 59 tahun 2017 tentang pelaksanaan sdgis di Indonesia nah kemudian Perpres 59 2017 ini disempurnakan lagi Tahun 2022 nomor 111 Yang intinya ini dinamis sekali perkembangan sdgis ini sejak 2015 nah eh di Indonesia sendiri implementasi dari sdgis ini sudah benar-benar dilaksanakan dan eh diintegrasikan ke dalam rpjmn kita jadi waktu rpjmn 2020-2024 2025 2029 yang sekarang sudah mulai berjalan berbagai indikator-indikator yang ada di sdgit itu eh direamlinekan dengan indikator yang ada di rpjmn sehingga apa yang dilaksanakan di ditargetkan di dalam sdis ini streamline juga dengan apa yang ditargetkan di dalam perencanaan pembangunan di tingkat nasional dan daerah nah ini semua tentunya kita monitor perkembangannya dan kita secara rutin memasukkan report ke PBB dan Tahun 2022 kita menyampaikan report voluntary National review ke PBB untuk yang ketiga kalinya ini tahun 202 dan di 2024 kita juga sampikan informasi Dan harapannya tahun 2025 kita akan juga melaporkan perkembangan dari pembangunan berkelanjutan ini tujuan pembangunan berkelanjutan ke PBB dan juga kita punya target mau merevisi eh perpresnya ya revisi Perpres dari 111 Tahun 2022 dan juga kita saat ini juga Mulai menyusun Run sdgis-nya dari 2025 sampai 2030 dan kita juga eh setiap tahun ini selalu menyelenggarakan sdg action Award dan sdg annual conference dan yang tidak kalah penting tahun ini kita punya ini tingkatnya global ada Osaka Expo sdgis 2025 jadi eh kami memang sedang mengorganize ini di tingkat internasional dan menyampaikan progres-progres dari sdg yang sedang berlangsung di Indonesia seperti apa Nah Ibu dan Bapak sekalian kesannya sdgis simpel tapi ternyata tidak juga jadi sdg ini lumayan Kompleks ada 17 goals dan kalau kita turunkan lagi itu ada 169 target dan Barusan saya cek di tahun 2024 indikatornya sampai 299 indikator jadi bisa dikatakan ini lumayan ya lumayan seru deh urusan pembangunan berkelanjutan ini Karena memang tadi urusannya 5p dan kalau dilihat dari pilarnya itu ada empat pilar Sebenarnya ada pilar ekonomi pilar sosial pilar lingkungan dan juga pilar tata kelola Nah melihat kompleksitas yang sebesar itu tentunya kami juga istilahnya mesti enggak bisa bekerja sendiri tentunya harus betul-betul berkolaborasi dengan semua stakeholders stakeholdersnya tidak hanya pemerintah tapi juga nonstate actors baik itu swastanya masyarakatnya akademisinya penelitinya dan sebagainya nah Kami menganggap bahwa tpb ini adalah semacam apa ee tools semacam kendaraan atau kalau mau lebih besar lagi seperti semacam gerakan yang memang mengarah kepada pembangunan yang lebih baik lagi ke depan jadi kita semua sudah tahu selama ini pembangunan kita sangat sektoral sangat Brown ya sangat fosil fuel minded seringkiali satu dan lainnya tidak ter apa tidak terkait satu sama lain sangat Silo dan sebagainya nah di dalam sdgis ini kita berharap betul proses yang kita susun baik perencanaannya pelaksanaannya dan pendanaannya juga betul-betul harus istilahnya bareng-bareng prosesnya harus partisipatif tujuan dan indikatornya harus jelas dan terukur dan kemudian tentunya harus akurat ya Dari dari sumber data yang kredibel sumber pendanaannya juga jelas pelaksanaannya siapa juga clear dan bagaimana memonitoring dan memonitor dan mengevaluasinya dan yang tidak kalah penting bagaimana mengkomunikasikannya kepada berbagai pihak jadi eh tiga aspek yang kalau saya lihat menjadi penting sekali di sini political will ini jadi semacam political Jadi kami ingin mendorong pembangunan berkelanjutan ini menjadi sebu tidak hanya dikat nion tapi juga di tingkat daerah kalau sudah punya political will tentunya harus punya good strategy nah good strategy inilah yang sebenarnya dituangkan di dalam rencana aksi dan sebagainya dan tentunya memuat berbagai hal Dan ini semua perlu ada strong legal basis sehingga kalau misalnya memang melakukan aksi dalam pembangunan berkelanjutan ini punya kekuatan hukum yang jelas nah ini semua kita tidak hanya di tingkat nasional tapi juga diharapkan teman-teman daerah juga menyusun yang namanya rad tpb rencana aksi daerah dan ini juga diarus utamakan ke rpjmd-nya di daerah sampai ke prioritas lokasi alokasi dan sebagainya ya jadi eh SD ini Istilahnya tpb ya tujuan pembangunanel ini ya terkesan simpel tapi sebenarnya cukup sangat besar complex kalau istilahnya dan memang harus istilahnya mesti didukung dengan suatu kekuatan politik yang kuat dengan strategi yang baik dengan legal basis Nah Ibu dan Bapak sekalian tentunya tadi Seperti yang saya sampaikan sdg ini seperti menjadi sebuah instrumen ya instrumen atau sebuah gerakan di mana Eh sdg ini bisa mendorong terutama berbagai macam target-target yang sudah dicadangkan di dalam Indonesia emas 2045 walaupun sdgis ini masih sampai 2030 Ya tapi sdgis ini diharapkan bisa menjadi semacam awalan ya semacam pondasi untuk mengejar berbagai target yang memang kita canangkan di 2045 Dan sdgis ini juga yang menjadi kendaraan untuk Bagaimana kita bisa mencapai astaacita yang sudah di eh canangkan oleh bapak presiden kita yang sekarang nanti saya akan lebih detail lagi di sini tapi saya ingin eh masuk sedikit kepada eh pembangunan berkelanjutan di Indonesia ini seperti apa sih sekarang sudahudah 10 tahun ya kalau berdasarkanpresnya setelah 7 tahun deh 8 tahun seperti apa sih ee konstelasinya di Indonesia Nah mungkin kita lihat bareng-bareng nah saya kebetulan eh meminta data ini dari teman-teman sekretariat sdgis di Bapenas jadi laporan untuk tahun ternyata dari 299 indikator yang ada ternyata hanya indikator yang dievaluasi gitu ya Nah ini menarik nih eh karena memang ada sebagian indikator yang tidak dievaluasi tersebut ternyata juga belum ada istilahnya tidak bisa diukur dalam konteks Indonesia atau tidak ada mungkin instansi yang bertanggung jawab dan sebagainya Nah mungkin kita fokus saja dulu ke yang dievaluasi sebesar 33 ini 233 indikator ini ternyata Alhamdulillah 143 indikator katanya tercapai Terus yang warna kuning itu katanya Oh ini kungu ya warna kuning deh dianggap itu akan tercapai membaik dan yang warna warna merah ini bahasa jelasnya Enggak tercapaah ini kan perlu mendapat perhatian khusus nah ini belum tercapai apa ini kalau yang warna merah nah ibu-ibu dan bapak-bapak rekan-rekan sekalian bisa melihat dari 233 ini hanya 61,4% yang tercapai yang sudah dekat-dekat itu sekitar 12% dan yang belum tercapai ini mencapai 26,6%. ya ini PR nah ibu-ibu dan bapak-bapak rekan-rekan sekalian bisa melihat mana-mana saja yang tercapai ini ada pilarnya pilar sosial pilar ekonomi pilar lingkungan pilar hukum dan tata kelola ini datanya ada di sini Alhamdulillah ini Kebetulan kan ini teman-teman bergerak banyak di bidang lingkungan ya sumber daya alam lingkungan kalau ekoedu biasanya stakeholdersnya teman-teman lingkungan ya kalau saya enggak salah ya Bu Din ya Nah ini pilar lingkungan Alhamdulillah sudah mencapai sekitar 71% dari 7 eh dari 66 indikator yang tersedia datanya dari 77 nah ibu-ibu dan bapak-bapak bisa melihat sendiri eh laporan ini Eh ya menggembirakan tapi tetap masih ada PR yang ini menjadi perhatian kita yang perlu kita sikapi bersama bagaimana nanti memperbaikinya dan juga bagaimana kita harus sama-sama juga mendorong ini semua menjadi e hijau semua ekspektasinya Nah kalau melihat Lebih Detail nah ini terkait dengan pilar pembangunan sosial ini saya ambil beberapa aja ya Enggak Enggak semua jadi dari 71 indikator yang dievaluasi pada pilar pembangunan sosial ada 36 indikator tuh yang telah mencapai target 13 SOS gitu ya 22 belum dan satu tidak dapat diberikan notifikasi ini saya ambil contoh saja yang tercapai misalnya tingkat kemiskinan ekstrem turun 2,8 jadi 1,8 kualitas konsumsi pangan skor pola pangan harapan juga Naik eh kepesertaan JKN Alhamdulillah naik tapi masih ada juga yang mendapat perlu mendapat perhatian khusus terutama ya ini urusannya dengan wasting berat badan lebih rendah dibandingkan tinggi badan anak seusianya ini biasanya ini kaitannya nanti dengan makan bergizi gratis nih MG nah ini kelihatan betul perlu mendapat perhatian khusus nih ini kurang gizi intinya banyak anak-anak kita yang kurang gizinya 7,7,5 yang 1000 bukannya Turun malah naik data data 2020 301 data 2022 naik 387 jadi ini perlu mendapat perhatian karena ini menjadi isu global dan Indonesia menjadi salah satu senter di dunia terkait dengan TBC ini center tuh artinya e pusatnya TBC ya Jadi cukup besar sekali Indonesia kasus tbc-nya ada beberapa yang mudah-mudahan dalam waktu dekat membaik Nanti bisa kita bahas Lebih detail lagi nah itu tadi dari sosial ekonomi ini lumayan tpt-nya berkurang ya E dari 2020 ke 2023 dari 7,0 menjadi 5,3 persentase Penduduk miskin di Daerah Tertinggal juga turun 2% dari 26 menjadi 24 nah yang perlu mendapat perhatian khusus nah ini juga terkait dengan teman-teman di lingkungan nih ini bauran energi terbarukan dia masuk di pilar ekonomi ini ya harus perlu kita catat betul ya perkembangannya lambat sekali naik tapi lambat sekali Padahal target kita sudah 17,09 awalnya malah lebih nih tapi sudah diturunkan Eh tapi tetap aja masih di bawah target nasional yang 17, 17,09 di 2023 hanya 13,21 ee di satu sisi juga nah ini yang agak perlu mendapat perhatian cukup besar dari kita semua proporsi tenaga kerja pada sektor industri manufaktur Ini lambat sekali perkembangannya ya kalau mau dibilang ya Enggak enggak bertambah ini 13 koma 13 koma padahal targetnya 5 15 koma padahal yang namanya industri terutama dari sektor dari manufaktur ini kalau dilihat di ee yang tengah ya di kolom Tengah ini laju pertumbuhannya pun juga tidak tidak sesuai target 2,9 di 2020 kemudian di 2023 hanya 4,6 Padahal target kita 7,5 Nah Ibu dan Bapak sekalian ini saya hanya ingin menekankan saja pak presiden kita mendorong betul pertumbuhan ekonomi di 2000 apa di di di 2029 ini mencapai 8% enggak gampang itu dan eh biasanya pertumbuhan ekonomi yang mencapai sebesar itu selalu didominasi oleh pertumbuhan sektor manufaktur yang tinggi nah bilamana pertumbuhan manufaktur kita hanya sebesar 7, per tentunya enggak eh sebesar 4% 45% tentunya enggak cukup pertumbuhan sampai 8% untuk PDB nasional itu biasanya didukung oleh share dari manufaktur sekitar 25 sampai 30% dan biasanya kalau pertumbuhan di manufaktur itu besar biasanya ngangkat untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan nah ini kita masih relatively slow di manufaktur Jadi mau enggak mau kita perlu memberikan perhatian khusus untuk manufaktur ini oleh karena itu Eh pak presiden selalu menekankan tentang hilirisasi Karena bagaimanapun hilirisasi itulah yang ujung akhirnya akan menciptakan valueedit kepada berbagai macam rantai produksi ya sehingga bisa menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar daripada hanya sekedar ekstraksi sumber daya alam kita teman-teman yang bergerak di bidang sumber daya alam dan lingkungan pasti paham betul kalau hanya sekedar menghasilkan produk dari sumber daya alam kita terus kita ekspor tentunya ini sangat-sangat jauh eh hasilnya value edit-nya bila dibandingkan kalau kita melakukan hilirisasi di daerah ya terutama terutama di daerah dan hasilnya kita pergunakan secara internal maupun juga hasil hilirisasi itu bisa kita ekspor keluar Nah itulah sebenar Itulah sebenarnya yang yang kita harapkan menjadi engine of growth dari tingkat nasional kita dan juga di daerah nah all in all untuk pilar ekonomi ini dari 65 indikator yang dievaluasi 40 indikator sudah oke sudah mencapai target ada 9 yang masih terus kita monitor mudah-mudahan tercapai tapi ada 16 indikator yang aduh ini perlu dapat dorongan besar karena ya Kompleks memang persoalannya contohnya tadi misalnya untuk renewable energy padahal pak presiden kita juga sudah kencang nih ngedorong bahwa sumber energi terbesar kita nanti ke depan tentunya adalah renewable energy tapi melihat perkembangannya kelihatannya perlu ada perubahan struktural keksi struktural yang ada dalam sistem energi kita dan ini memang butuh sebuah transisi yang memang harus progresif tapi juga berimbang dan berkeadilan jadi ini prinsip ini juga mesti penting karena bagaimanapun kita eh walaupun sistem energinya ini ada di lokal tapi bagaimanapun ini juga terkait dengan tingkat regional dan juga dengan tingkat Global makanya kita mesti lihat benar bagaimana proses transisi energi ini misalnya betul-betul bisa seimbang dan sejalan dan berkeadilan juga eh dengan proses-proses yang lain yang sedang berjalan Nah itu dari dari ekonomi dari lingkungan nah ini teman-teman lingkungan dari 66 indikator yang dievaluasi ada 47 yang bagus 5 masih menuju 14 ya kalau bisa dibilang Wah ini perlu perlu kencang nih kita ngurusinnya saya jujur aja karena saya juga bidang saya lingkungan sejak awal saya ngurusi ini eh sejak sdj di waktu 2017 sejak 2017 saya kebetulan mengomandoni pilar lingkungan ini banyak kritisi yang memang sudah kita sampaikan ke berbagai Kementerian lembaga eh terkait dengan bagaimana kita ba bisa mencapai pilar lingkungan ini dengan lebih baik lagi ke depan Alhamdulillah sudah ada perbaikan sekarang ini ya contohnya misalnya indeks kualitas udara secara global ya secara Bukan Global secara nasional ini ada perbaikan dari 87 menjadi 88% walaupun nah walaupun masih ada walaupun ya kita masih harus lihat betul secara lebih detail terutama kualitas udara di perkotaan seringki perkotaan di Indonesia terutama Jakarta Bandung Surabaya kota-kota Metro ya kota-kota Metro Ini mendapat julukan kota yang terpolusi di dunia terkait dengan udara bersainglah kita dengan India dengan apa New Delhi dengan Bangladesh dengan Beijing ini ini yang perlu mendapat perhatian kita walaupun di sini sudah tercapai dibilang termasuk timbulan sampah diur ulang ini juga katanya sih tercapai target 2023-nya 1189 sekarang ada di 18,17 Okelah tapi masih ada tapinya sampah masih menjadi persoalan utama di perkotaan tidak ada perubahan mindset Pemda saat ini masih kumpul angkut buang tidak ada tuh pemikiran bahwa samp itu harus dipilah diolah dan dipasarkan tidak ada yang ada hanya kumpul angkut buang walaupun sudah ada sekarang daur ulang ini 18,17% tapi jelas ee harus kita hati-hati betul dalam menyikapi ini karena di daerah ini sering sudah menjadi persoalan sistemik sehingga seringkiali mengganggu ee masyarakat dan tentun nya Kita juga harus menyikapi ini dengan lebih baik lagi ke depan ee potensi penurunan gas rumah kaca juga sudah lumayan bagus masih mengejar target eh NDC kita yang pertama 29% masuk tapi sekarang katanya ada NDC apa second eh NDC direvisi ya indci kita menjadi 32% Ya silakanlah tapi ini eh in in progress poensi penurunan emisi kita dan mudah-mudahan ini terus membaik ke depan Nah Eh sama indeks kualitas air juga sebenarnya angka-angka ini banyak menjadi e pertanyaan orang juga karena kita tahu kualitas air kita kurang baik selama ini di sungai pada tercemar tuh tidak pernah kita bisaemum air pers tanpa dimasak dulu masih banyaklah isunya Saya ingin apa mengaris bawahi ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus terutama hal-hal yang terkait dengan sanitasi tadi Sampah juga sebenarnya terkait dengan sanitasi eh sanitasi kita juga masih jauh dari yang kita targetkan mulai dari ee layanan sanitasi yang bersifat onsite maupun yang bersifat offside gitu ya jadi ee saat ini targetnya target di 2023 itu mencapai 13% kita hanya 10,2% yang terlayani dengan aman yang yang dikelola secara amanlah ya ini PR besar terutama pada saat kita melihat bahwa sanitasi ini hanya sekedar ya program sanitasi semata gu tanpa ada responsibility yang diemban oleh sumber pencemarnya sumber pencemarnya siapa ya kita-kita Ini semua saya yakin kalau misalnya kita diminta untuk bayar misalnya bayar iuran tentang sanitasi pasti marah-marah semua tuh orang-orang bayar retribusi sampah aja marah bayar Sanit bayar misalnya ada apa jaringan perpipaan air limbah masuk ke rumah kita dan kita disuruh bayar Biasanya pada marah-marah tuh orang-orang jadi awareness masyarakat tentang sanitasi tentang sampah jadi tentang sebagai sumber pencemar ini masih rendah sekali awarenessnya jadi prinsip pollu pay principles ini kelihatannya perlu kita dorong betul sehingga kita menyadari bahwa ya untuk mengelola limbah buangan kita itu ada cost-nya enggak enggak gratis semua ada costnya dan itu harus kita cover nah ini yang seringkiali masih belum masuk ke apa ya kepada pemikiran-pemikiran kita dan harus kita rubah mindset dari masyarakat kita selama ini dalam menyikapi urusan-urusan yang terkait dengan sanitasi sampah dan sebagainya termasuk ini juga persentase sisa makanan dari datanya nya teman-teman lhk waktu itu naik dari 2020 menjadi eh dari 2020 Dar 39,75% naik menjadi 41,9% di 2023 Padahal kita menargetkannya turun ke 27% ini tandanya apa masyarakat kita makin mubazir terhadap makanan dan ini tercermin di dalam laporan kami di dalam laporan food los and was memang kecenderungannya Indonesia ini naik food L and wasnya dan ini harus disikapi betul terutama food-nya karena ini nanti akan membebani proses E sistem pengelolaan sampah kita secara keseluruhan dan ini yang membebani TPA membebani tpst dan sebagainya ya ini persoalan-persoalan terkait dengan sanitasi limbah ini kelihatannya kita perlu mendapat sedikit jeweranlah ya kita semua ini gitu sehingga perlu aware bahwa ini harus kita selesaikan dengan baik yang tidak kalah penting degradasi lahan kita juga masih terjadi walaupun secara menyeluruh sudah berkurang Tapi ini masih masih terjadi ya target kita sudah harusnya sudah mengecil di 0,12 tapi ternyata di sini catatannya masih sampai 6,79% so all in all dari 66 indikator ini di pilar lingkungan 47 indikator sudah oke 5 indikator masih masih menuju ya dan 14 indikator yang kita mesti betulbetul perhatikan secara lebih jauh lagi yang terakhir nah ini saya mungkin engak terlalu banyak di sini tapi ini juga cukup penting pilar hukum dan tata kelola tanpa pilar pembangunan hukum dan tata kelola pilar-pilar yang lain pilar sosial ekonomi dan lingkungan tadi tentunya akan untuk berjalan dari 31 indikator 20-nya sudah oke satunya masih soso 10nya ya Ya seperti tadi gitu ya masih mendapat perhatian dari kita semua dari sisi keterwakilan perempuan Wah sekarang ini udah lumayan nih baik di parlemen terutama yang dilihat nih di lembaga eksekutif ya E intinya naik ya litigasinya juga litigasi dan non litigasinya ini juga menunjukkan perkembangan yang bagus dan nah ini yang perlu mendapat perhatian betul saya ingin menggaris bawahi ini fenomena sosial yang sekarang kita hadapi ini ini simpel aja jumlah kasus kejahatan pembunuhan pada 1 tahun terakhir naik Padahal kita targetkan turun ini ada fenomena apa di sini Dar 898 tadinya kita targetkan turun 622 sekarang jadi naik 1129 something wrong nih di sini termasuk persentase anak ini kan contoh-contoh saja ya Saya ingin menyoroti yang bawah nih jumlah penanganan pengaduan pelanggaran HAM naik ini juga cukup aneh nih Ya Sudahlah ini mudah-mudahan Eh ini angka-angka ini semua perlu kita sikapi ya Dan saya berharap angka-angka ini jangan dilihat hanya sebagai sebuah angka dan hanya sebagai angka yang mendasari ee apa menjadi istilahnya background dari sebuah indikator tapi lihatlah angka ini terutama dalam kaitannya dengan berbagai aspek yang lain contohnya tadi misalnya kalau bicara tentang saya kembali sebentar bicara tentang E apa ya Misalnya tentang ini deh sisa makanan ini yang gampang deh persentase sisa makanan ini ya sudah jelas artinya masyarakat kita makin boros kalau sudah begitu artinya apa buangannya sampah organiknya makin besar sampah organik ini bisa masuk ke dalam sistem pengelolaan persampahan tapi bisa juga bocor ke biasanya ke sumber air ke sungai yang ujung-ujungnya ke laut makanya indeks kualitas air kita juga susah nih untuk berkembang untuk naik kalau mau dilihat lagi pesisir kita juga berantakan sekarang karena Banyak sampah plastik macam-macam walaupun di sini diperlihatkan timbulan sampah di daur ulangnya naik tapi kalau kita lihat dari volume timbulan sampah yang ada mungkin kenaikannya tidak signifikan malah buangannya tambah besar pencemarannya ke sumber air makin besar nah hal-hal seperti ini yang mesti kita lihat secara keseluruhan jadi jangan dilihat satu indikator ini hanya sear persentase sistem makanan Oh orangnya boros Ya sudah jangan hanya sebes seperti itu melihat tapi lihatlah Bagaimana eh keborosan ini berdampak kepada hal-hal yang lain tadi seperti kualitas air kepada sistem poan sampah kepada pesisir dan selain-lain jadi saya berharap rekan-rekan Ibu dan Bapak sekalian melihat angka-angka ini jangan sekedar angka tapi juga Bagaimana melihat angka ini dalam keterkaitannya dengan indikator-indikat or yang lain kira-kira itu yang dapat saya sampaikan terkait dengan progres kita selama ini eh setelah kita mulai mengadopsi tentang pembangunan berkelanjutan itu apa sdgis kalau biasa Apa istilah kerennya nah saya ingin membawa sedikit kepada hal yang lebih menukik terutama eh isu yang terkait yang sangat relevan dengan kita eh sdg ini besar pembangunan berkelanjutan ini besar sekali e aspeknya dan saya ingin membawa sedikit ke satu aspek terutama hal yang terkait dengan isu e tantangan sdjs ke depan terutama di isu perubahan iklim nah tapi sebelum itu saya ingin mencoba agar kita semua aware ya bahwa kita sebagai umat manusia sekarang ini sedang menghadapi sebuah fenomena yang besar sekali yang biasanya kita sebut dengan triple planetary Crisis apa sih triple planetary Crisis yang pertama tentang bahwa kita ini menyebabkan polusi dan kerusakan lingkungan yang kedua kita menyebabkan hilangnya keanagan saya sengaj menyebkan kita karenaang ini penyebnya adalah manusia kita semua yang menyebabkan ini polusi dan kerusakan lingkungan hilangnya keaneka ragaman hayati biiversity loss dan juga perubahan iklim ini semua mengakibatkan yang kita bumi yang kita tinggalin ini tidak layak huni ke depan di masa yang akan datang sudah pasti artinya pembangunannya jadi tidak berkelanjutan yang sudah pasti kesejahteraan ya berkurang tambah tambah hancur kita ini ini ee Beberapa fenomena saja yang ee di sebelah kiri saya sampaikan ada sampai 50 sampai 75% populasi global itu berisiko terpapar dari perubahan iklim eh di sini juga ada catatan polusi udara dinobatkan sebagai penyakit penyebab penyakit dan kematian dini terbesar di dunia 4,2 juta kematian kita enggak sadar ini bahwa polusi udara ternyata mengakibatkan itu termasuk sekitar 1 juta spesies tumbuhan dan hewan menghadapi ancaman kepunahan mungkin teman-teman enggak sadar apa sih untungnya keanekaragaman hayati tanpa keaneka ragaman hayati enggak ada makanan di piring kita enggak ada tuh yang namanya apa ee istilahnya eh berbagai macam eh luxurious yang bisa kita miliki ya Mulai dari wisata mulai dari apa E berbagai Biasanya kan kalau wisata itu macam-macam yang kita lihat dampaknya tidak hanya kita melihat pariwisata tapi ekonomi yang dihasilkan besar sekali dari keanekaaragaman hayati ini tidak hanya sekedar wisata genetiknya juga besar sekali pemanfaatannya bisa untuk obat bisa untuk makanan sudah pasti dan macam-macam jadi jangan jangan kita berasumsi bahwa kegarakaban hayatinya hilang cuek aja salah ini sumber ekonomi terbesar di dunia sekarang sekarang dunia sudah mulai mengarah ke bioekonomi Jadi bagaimana kita mulai mendorong produk-produk hayat kita menjadi produk ekonomi sehingga ini bisa menghasilkan jauh lebih besar lagi dan tentunya harus sustainable ke depan tapi Okelah saya enggak mau bicara tentang Kati bisa panjang itu saya bicara sedikit saja tentang iklim dan kita semua sudah tahu iklim kita makin makin ke sini makin enggak keru-keruan secara global suhu permukaan bumi naik terus dan Sebenarnya tahun kemarin kalau saya enggak salah eh target Paris agreement sudah lewat 1,5 derajat sudah lewat padahal 1,eng derajat itu di 21.100 targetnya kenaikannya tapi tahun lalu sudah lewat jadi inilah Makanya sekarang seringkiali kita mengalami fenomena-fenomena ee cuaca ya fenomena cuaca yang seringkali unpredictable di mana Kalau hujan tiba-tiba besar sekali hujannya dengan intensitas yang sangat-sangat tinggi sehingga akhirnya banjir longsor enggak kerukeruanlah ceritanya itu akhirnya atau tiba-tiba kering sekali hampir berbulan-bulan Enggak ada hujan di satu wilayah kalau sudah kering Enggak ada hujan dan sebagainya Apa yang terjadi mulai bakar-bakaran di sana sini bakar-bakaran di sana sini ya sudah pasti merembet ke mana-mana seperti yang pernah terjadi di 2014 di 2019 itu yang terjadi nah fenomena perubahan cuaca oleh karena kimat dan juga berbagai dampak yang lain ya ini tentunya akan mengakibatkan kelangkaan ya kelangka kaan dan juga kompetisi untuk mendapatkan berbagai sumber daya ini contoh misalnya untuk energi untuk air untuk pangan dengan adanya perubahan iklim ini tentunya akan sangat-sangat sulit kita untuk menghasilkannya maupun juga mendapatkannya dan akhirnya ujung-ujungnya harus kompit dengan dengan negara lain dengan masyarakat sendiri atau Antar Provinsi antar Kabupaten antar kota dan sebagainya ini yang perlu kita sikapi perlu kita lihat betul dampak dari perubahan iklim ini nyata sekarang kita hadapi dan kita benar-benar harus bersatu padu untuk Bagaimana ini bisa kita ee Selesaikan secara bersama-sama baik memitigasinya maupun juga meningkatkan resilien-nya Nah Ibu dan Bapak sekalian ini sebagai contoh saja dampak perubahannya Seperti apa ini selama 10 tahun terakhir ini kerugiannya sudah hampir sekitar 0,3% dari PDB per tahun secara global ee ada sken skenario ekstrem ini menghapus hingga 18% PDB dari ekonomi dunia pada tahun 2050 kalau suhunya naik terus sampai 3,2 sekarang sudah naik sekitar 1,5 sekian dan begitu cepat dalam 10 tahun dan eh perekonomian Asia ini Eh bisa susut terutama Asia Tenggara itu hingga sampai 11% pada akhir abad ini bayangin susul 11% di Indonesia Ini catatan dari BNPB 98 sampai 99% kejadian bencana itu bencana hidrometeorologi bayangin bencana yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim kerugiannya Pernah kami hitung kalau memang tidak ada action sama sekali itu bisa mencapai 544 triliun besar dampak Padahal kemarin penghematan cuman 300 triliun padahal ini dampaknya bisa mencapai 544 triliun kalau kita do something kita bisalah gitu ya mengurangi sampai 281 triliun tapi ini Istilahnya ya tidak bisa terhindarkan karena perubahan iklim itu sudah terjadi Mau tidak mau kita harus bisa meningkatkan mitigasinya tapi kalau mitigasi dampaknya Global tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita beradaptasi dan sekaligus meningkatkan resiliensi kita dari dampak perubahan iklim nah tantangan terbesar sebenarnya adalah bagaimana kita melakukan action ya melakukan action secara bersama-sama dan tentunya ini butuh ya kita sudah tahulah Butuh duit nih butuh dana butuh investasi dan lain-lain EE kami mencatat ini mungkin sudah agak lama ee ininya apa assesment-nya dari eh dari CPI tahun 2020 tapi ini mungkin bisa menjadi referensi karena trennya tidak banyak berubah ee di mana pendanaan iklim global ternyata lebih banyak dihasilkan dari Project level market rate Yang intinya ya pinjaman normal pinjaman biasa hampir sekitar 88% dari total Project yang ada di Global ini termasuk Indonesia itu disumbang dari ya pinjaman pinjaman luar negeri sedikit sekali yang sifatnya konsesi atau hibah dan apalagi untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat adaptasi climate resilience jadi ini sebenarnya sudah menjadi sorotan Global kita semua sudah menyadari kita tidak bisa lagi menghindari dampak perubahan e tidak bisa lagi menghindari dampak perubahan iklim kita harus selain memitigasinya tapi kita juga harus bisa beradaptasi dan meningkatkan resiliens kita resiliens sangat-sangat rendah sekarang ini perhatiannya terutama terkait dengan pendanaan karena memang tidak terlalu dari sisi swasta tidak terlalu banyak yang bisa dilakukan berbeda dengan mitigasi mitigasi di sini bisa istilahnya action tapi menghasilkan uang sambil menyelamatkan bumi kita mendapatkan uang untuk adaptasi kelihatannya belum sekreatif itu dan mungkin kita punya Tantangan untuk menciptakan mekanisme-mekanisme adaptasi yang mungkin bisa nanti bisa menghasilkan revenue sehingga tertarik teman-teman swasta untuk bisa masuk membiayai ini ini asesment kami di tingkat domestik Indonesia kalau kita memang ingin betul-betul mewujudkan tadi ya pembangunan berkelanjutan ekonomi hijau dan sebagainya ini ada beberapa assesment investasinya cukup besar hampir 794,6 triliun per tahun ya ini Tentunya enggak mungkin kalau dicover o oleh pemerintah saja eh saat ini diperkirakan gap kebutuhan pendanaannya itu mencapai hampir 450 triliun dan ini tentunya harus bisa istilahnya tidak bukan lagi bersumber dari APBN harus dari berbagai macam innovative financing yang mesti kita e laksanakan nah investasinya sangat besar termas masuk juga sekarang kan isunya sedang didorong apa eh earlier retired early retirement dari PLTU kita tentunya ada ada resiko-resiko stranded aset Siapa yang mau nanggung dan sebagainya dan termasuk yang tidak kalah penting skema-skema dekarbonisasi Green eekonomi investasi hijau dan sebagainya ini memang betul akan menciptakan lapangan kerja baru nanti ke depan tapi yang tidak kalah penting yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana migrasi dari tenaga kerja kita dari yang selama ini dalam tanda kutip ya bekerja di bidang Brown pindah ke yang Green ini yang saya sebut biasanya dengan reskilling atau upskilling ini tidak gampang perlu waktu perlu transisi dan ini MTI kita laksanakan sejak sekarang alhamdulillah sudah ada beberapa inisiasi sudah memulai teman-teman di E Sektor tenaga kerja Sudah memulai ini dan mengantisipasi berbagai macam tren yang ke depan akan berubah Ibu dan Bapak sekalian ee secara singkat saya juga coba akan sampaikan dari berbagai tantangan yang ada tadi itu baru sedikit ya saya masih kalau bisa tantangan pasti akan banyak eh saya akan coba sedikit saja menyampaikan kira-kira dari tadi yang seperti saya sampaikan pembangunan berkelanjutan sudah kita sampai mana tantangannya Seperti apa dan sebagainya Nah kita sebagai pemerintah Ini akhirnya menyikapi divisi Indonesia emas 2045 kita yang sekarang menjadi undang-undang 59 tahun 2024 tentang rpjpn jadi teman-teman semua kalau boleh saya garis bawahi ini undang-undang ya Jadi ini jadi apa istilahnya emas harus jadi referensi utama enggak ada lagi referensi yang lain karena ini target pembangunan kita ya visi Indonesia emas itu eh visinya jelas NKRI bersatu berdaulat maju dan berkelanjutan jadi aspek berkelanjutan sudah masuk di dalam visi Indonesia em selama ini kan kata-kata berkelanjutan ini enggak ada nih dalam diskusi-diskusi Nah sekarang di dalam Indonesia emas undang-undang 59 2024 tentang rpjpn kata-kata berkelanjutan sudah dimasukkan itu divisinya Nah ada sasaran utama visi kita ada lima mulai dari pendapatan perkapita setara negara maju kemiskinan menurun dan ketimpangan berkurang kepimpinan dunia daya saing sumber daya manusia nah dan yang tidak kalah penting kaitannya tadi juga dengan iklim intensitas grk kita menurun menuju net Zero emissions dan menurunnya juga enggak kalah-kalah ambisius ini indikatornya dari 38 6 di 2045 ini mencapai 93,5% artinya apa ini jauh lebih ambisius dari NDC kita Saya himbau di sini nanti untuk teman-teman yang ngurusi NDC tolong dilihat betul angka ini karena ini adalah undang-undang ya ini undang-undang kalau beda aneh namanya kok kalau kita apa men-submit sesuatu nanti ke unf triplec beda dengan undang-undang kita sendiri nah ini nanti aneh jadi tolong betul teman-teman yang bergerak di bidang ini melihat angka-angka ini semua dan kita konsisten sebagai sebuah negara jangan bikin sendiri-sendiri ini sudah undang-undang tolong diikuti Dan tolong betul Kita komit untuk menuju ke arah sana ini angkanya sangat ambisius tentunya perlu effort sama-sama perlu effort tidak hanya pemerintah semuanya harus bergerak ke sana Oleh karena itu di dalam visi Indonesia emas 2045 ini eh sori dalam rpjpn ini Eh ada 17 gol 8 agenda pembangunan ada 45 indikator dan sebenarnya semangatnya adalah semangat transformasi semangat transformasi yang salah satunya adalah transformasi ekonomi yang didasari dengan transformasi ekonomi hijau jadi dasarnya itu adalah transformasi ekonomi hijau sehingga kita bisa mencapai betul-betul pendapatan per kapitasara negara maju tapi dengan kualitas lingkungan yang jauh lebih baik dari yang sekarang jadi itu perlu kita sikapi betul dan itu sekarang sebenarnya sudah tercermin di dalam Asta citanya pak presiden dan kami sudah masukkan itu semua ke dalam rpjmn kita di 2025-2029 Alhamdulillah Minggu lalu sudah ditandatangani Pak Presiden Dan ini semua menjadi acuan Ya baik penyusunan program dan kementerian lembaga termasuk acuan dalam penyusunan rpjmd seluruh daerah ya Nah ini kepala-kepala daerah sedang dilantik dan Ini dokumen ini akan menjadi ya bukan akan lagi harus menjadi Acuan dari teman-teman daerah dalam menyusun rpjmd-nya sederhananya Asta citanya Pak Presiden masuk di situ ada Del prioritas nasional 8 phtc atau quickwiins biasanya dan 83 kegiatan prioritas utama itu ya jadi Dan ini semua spirit dari pembangunan berkelanjutan masuk di sini indikator-indikatornya masuk di sini Jadi kami di benas mencoba betul bagaimana membuat agar sdg tujuan pembangunan berkelanjutan itu tidak hanya sekedar Istilahnya ya SD SD gitu ya enggak kita menstreamlan apa yang ada di SD dengan rpjmn ini masuk semua indikatornya kita monitor S pada saat kita juga mengendalikan ee rpjmn ini dalam konteks pelaksanaannya Nah Ibu dan Bapak sekalian tidak mudah kembali lagi ee kami terutama dalam hal kaitannya dengan iklim investasi dan bagaimana agar Eh teman-teman ini yang terutama di luar non apa di luar pemerintah ya di nonstate actors eh ikut betul-betul terlibat dalam bagaimana kita melaksanakan pembangunan ini terutama pembangunan yang lebih hijau lagi ke depan tentu jelas bahwa kami di pemerintah punya peran untuk mengkatalis partisipasi sektor swasta ini sebagai ambil contoh lagi di dalam perubahan iklim regulasi regulasi-regulasi terkait dengan investasi hijau kemudian skema-skema blended Finance insentif fiskal dan nonfiskal termasuk juga yang tidak kalah penting instrumen-instrumen yang terkait dengan derisking penjaminan bankability dan lain-lain di sini ada beberapa contoh ya tax allowance pembebasan bea masuk tax holid ppnbm 0% untuki Dan lain-lain saya yakin masih banyak ini dan berbagai macam juga inovative financing mechanism sekarang Coba didorong ini masih beberapa yang tertulis di sini mulai dari public private Partnership itu biasa sekarang ada tapetake nih kemudian CSR biasa sdg financing hub climate change trust fund De furniture swap Fa bas fund kalau saya mau nambahin lagi yang terkait dengan Coral trust Bond macam-macam lah banyak sekarang Eh inovative financing yang dibuat itu semua sebenarnya memang dalam kerangka Bagaimana kita bisa mulai mendorong agar yang namanya transformasi ekonomi hijau tadi melalui melalui apa Indonesia Mas 2045 itu bisa kita laksanakan eh last but not least kembali lagi saya ingin menekankan saja pentingnya kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan mulai dari sisi kami sendiri di tingkat perencanaan dengan OJK dengan kementerian keuangan Kementerian sektor masyarakat dunia usaha dan lain-lain dan sebagai penutup ini melangkah menuju target 2030 ya Ee yang saya juga ingin ee apa dorong juga kebetulan karena saya sekarang menjabat Deputi bidang pembangunan kewilayahan selain koordin koordinasi lintas KL saya juga ingin meningkatkan betul Bagaimana Pemda ini aware terhadap berbagai target dari tpb tadi Dan juga bagaimana bisa meningkatkan kapasitas teman-teman semua di daerah dalam mendorong bagaimana aplikasi dari sdgis ini dalam konteks pembangunan baik nasional maupun daerah dan tentunya ini tidak akan lepas dari bagaimana bekerja sama antar pemerintah antar aktor nonpemerintah di tingkat nasional dan di tingkat daerah tentunya ini semua harus istilahnya bersinergi dan EE Bersatu padu untuk menuju sebuah tujuan yang kita sepakati bersama yaitu yang ada di undang-undang rpjpn 2045 Dan mudah-mudahan itu menjadi referensi buat kita semua baik yang ada di nasional maupun yang ada di daerah baik yang di tingkat pemerintah maupun yang ada di masyarakat maupun ada yang juga di dunia usaha dan di tingkat pemerintahan dan juga yang tidaklah penting di parlemen baik yang di nasional maupun di daerah mungkin itu dulu yang dapat saya sampaikan mohon maaf kalau saya suka kepanjangan ceritanya karena saking semangatnya ini Terima kasih Pak Asep Mbak Dini dan rekan-rekan sekalian mungkin itu yang bisa dapat saya sampaikan Kalau boleh kita diskusi biar kita lebih interaktif lagi ke depan saya kembalikan lagi ke Bu Dini Terima kasih ya Baik terima kasih banyak kepada pakril atas pematerian yang sangat menarik ini karena pembangunan berkelanjutan di Indonesia ini masih banyak tantangan yang sangat besar utamanya untuk mencapai sdg ini sangat kompleks dan harus mencapai 17 tujuannya baik kita lanjutkan pada sesi tanya jawab dari slidu terlebih dahulu di sini saya akan Tampilkan untuk pertanyaan yang ada di slidu ee ee sudah tertampilkan di sini sudah sangat cukup banyak Lis pertanyaannya dan kepada Pak medril dapat langsung dijawab saja pertanyaannya secara satu persatu dipersilakan Pak Oke terkait krisis lingkungan seberapa besar kemampuan eh kemauan pemerintah untuk menjalankan tujuan sdjs dalam eh di mana hutan terus-menerus mengalami deforestasi untuk pembukaan lahan perkebunan ya terima kasih ini menarik eh willingness pemerintah jelas ingin mengurangi deforestasi secara menyeluruh walaupun biasanya deforestasi ini biasanya ada yang namanya deforest ada yang unplest untuk yang biasanya kita hindari betul adalah yang nah ini yang perlu kita sikapi betul sekarang ini kalau kita lihat [Musik] trenulfor ini Saya masih ingat betul reformasi bukannya malah membuat semuanya baik tapi malah khususnya di sektor kehutanan waktu itu deforestasinya malah menjadi lebih besar Alhamdulillah sudah ditangani dan akhirnya deforestasinya menurun kembali dan sampai terakhir deforestasi deforestation rate di Indonesia bisa dibil yang terik di duniaingupendahahupunung bisa menghindari yang namanya terjadi deforestasi itu yang perlu kita sikapi betul adalah ee deforestasi yang tiba-tiba EE merubah hutan kawasan hutan menjadi tiba-tiba ada lahan kebun di situ nah ini ini sangat menarik banyak sekali perdebatan di sini Saya masih ingat betul perdebatan-perdebatannya sampai mengatakan Apakah sawit boleh ditanam di hutan Wah sampai ke situ tuh perdebatannya nah ee saya terus terang waktu itu juga pernah ditanya hal seperti ini boleh enggak sawit ditanam di hutan itu pertanyaan Pak Menteri saya ke saya nah saya jawab begini memang mazhabnya ada dua kalau kita mengikuti mazhab Malaysia karena mereka menganggap tanaman kebun seperti sawit itu adalah tanaman hutan boleh kata mereka tapi kalau di Indonesia Nah mazhabnya masih belum Pak saya bilang begitu karena tanaman sawit itu adalah bukan tanaman kebun masih ada pertanyaan lanjutan lah kalau hutannya sudah hancur nah hutannya sudah hancur dirambah orang terbakar sudah ada tambang Bahkan di situ tapi fungsinya masih kaw eh apa statusnya masih kawasan hutan Boleh enggak saya Tanam sawit di situ Wah ini pertanyaan lebih seru lagi orang hutannya sudah hancur tapi masih statusnya hutan daripada enggak dipakai Enggak diapa-apain kan mendingan ditanam masuk akal daripada kebakar enggak diurusin lagi akhirnya saya jawab gini eh pak menteri saya Bil kalau memang mau ditanami sawit di situ Ini pandangan saya ya pribadi kalau memang ditanam sawit tapi dengan menjalankan agroforest fine kalau agroforestri karena Apa fungsi pohonnya masih sebagai fungsi pohon hutan dan kawasannya masih berfungsi sebagai kawasan hutan tapi kalau nanamnya sifatnya monokultur sebaiknya kawasan itu dilepas saja status hutannya kalau monokultur Wah diskusinya jadi berkembang tapi di sini saya lihat betul bahwa ee ada keinginan kita untuk menyelesaikan status kawasan hutan yang sudah rusak itu memanfaatkan kawasan hutan yang sudah rusak itu bagaimana ima caranya sekarang pemerintah ingin nih potensi kita besar hutan yang sudah rusak itu jangan Tidak termanfaatkan bisa kalau bisa kita tetap manfaatkan tapi dengan prinsip sustainability Gimana caranya nah ini yang sekarang terus didiskusikan bahkan Kemarin kan sudah keluar ya ada peraturan presiden yang betul-betul nembak inih dalam tanda kutip ya betul-betul melihat ee perkebunan-perkebunan yang ada di dalam kawasan hutan yang tidak ada izinnya dan sebagainya dan ini yang menyebabkan deforestasi sebenarnya kan dan ini yang perlu yang memang nanti akan di betul-betul ditangani eh secara hukum tapi di sini kelihatan betul kalau saya kembali lagi kepada pertanyaannya k kemauan pemerintah tentunya jelas clear di sini bahwa kita ingin betul-betul menyelesaikan terutama unpl deforestation ini apalagi sifatnya ilegal ini perlu kita selesaikan secara jelas dan tegas Pak Presiden sudah keluarkan ehnya kemar mungkin itu sebagai jawaban yang pertama kemudian Mengapa metadata yang digunakan untuk evaluasi capaian sdis berbeda-beda di klhs rpjpd menggunakan metadata 1ang mengenai metadata tentunya Eh ini perlu kita sikapi betul secara hati-hati karena yang mana tadi ya Ee perlu kita sikapi ya Secara hati-hati karena ini perkembangan dari indikator-indikator ini sangat-sangat dinamis Jadi kami di sekretariat sdj juga memantau ini dan metadata 1 bisa saja nanti berkembang ke metadata 3 t bisa saja ke ini sesuai dengan eh apa eh dinamika yang ada di lapangan tapi tentunyaability nah yang penting adalahil ini bisa kita betul-betul pegang sehingga target-target yang sudah ditetapkan di dalam ee apa di dalam sdgit itu eh benar-benar apa namanya Tetap bisa kita monitor secara lebih eh terstruktur dan betul-betul kelihatan perkembangannya progresnya gu ya Nah sejauh mana intervensi program percepatan sdis menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan daerah seperti rpjpd dan Rp rpjmd mungkin ini ya kalau di rpjmn sudah rpjmd mungkin Oke gini eh secara teori secara teori D sdgis ini apa tpb ya Run yang ada di tingkat nasional diterjemahkan di tingkat daerah rad-nya nih rencana aksi daerah tujuan pembangunan berkelanjutan ya an tpb yang menjadi dasar untuk perencanaan pembangunan di daerah menjadi referensi utama persis seperti yang ada di rpj sdgis nasional menjadi referensi untuk menjadi dalam rpjmn sehingga nyambung satu sama lain antara R aksinya dengan rpjmn-nya tentunya harus tentunya las Dan harapannya kami juga berharap di daerah juga akan seperti itu dalam konteks rpjpd-nya kan sudah jelas ya bahwa rpjpn dengan rpjpd sekarang sudah afirmatif ikut rpjpd harus ikut apa yang sudah diarahkan di nasionalnya pembangunan kita tidak boleh ke sana kemari nih rpjpn sudah membuat koridor yang jelas koridor ya saya tidak ee koridor yang jelas arah pembangunan kita ke mana konvergen ke satu titik di 20045 dan rpjpd-nya juga harus ikut ke sana jangan sampai nanti titiknya berbeda konvergensinya makanya kami dengan Kemendagri sudah menetapkan sudah sudah eh membuat semacam surat edaran bersama kepada seluruh daerah untuk apa membuat afirmatif bahwa rpjpd-nya harus searah selaras dengan rpjmn eh rpjpn jadi rpjpd tetap menjadi acuan nanti setiap provinsi apa gubernur bupati Walikota ini tetap menjadi acuan mereka ya dan sdgis kembali lagi ini karena dia menjadi sebuah gerakan menjadi referensi besar itu yang nanti istilahnya mewarnai dokumen-dokumen perencanaan yang ada di tingkat daerah seperti juga yang kami lakukan di tingkat nasional jadi gitu pertanyaan berikut apa ini ini saya baca satu-satu atau gimana Bu Baik Pak banyak ini mungkin kita lanjut Pertanyaan selanjutnya maka dimen tempat tinggal juga bertambah sedangkan lahan jumlahnya berkurang akan muncul bencana dan sebagainya Jika pembangunan dilakukan di kawasan yang tidak seharusnya Bagaimana dengan tanggapan Bapak ya ini Terima kasih ini pertanyaan yang sangat mendasar eh seringki pembangunan kita tidak pernah eh jarang melihat Saya biasanya mengistilahkan caring capacity jarang sekali melihat itu Dan eh para ekonom biasanya seringkiali hanya terjebak di dalam perhitungan-perhitungan ekonomi dan lupa Padahal mereka biasanya sudahud diajarkan tentangnality tapi seringkialinality ini luput dari eh perhitungan-perhitungan sistem ekonomi nah di rpjp kita jelas itu sudah kita pertimbangkan saya sendiri kebetulan yang menghitung dan akhirnya makanya muncul tadi ada intensitas emisi sebagai sasaran besar dan sebagainya dan kemudian ada transformasi ekonomi hijau dan sebagainya k saya sendiri yang nyusun jadi caring capacity sudah dipertimbangkan nah termasuk sebenarnya aspek caring capacity itu terutama dari pertumbuhan penduduk dibandingkan dengan ketersediaan lahan terutama untuk lahan permukiman lahan pertanian itu ada di dalam model Kami sebenarnya dan memang ee apa pertumbuhan penduduk terutama di perkotaan bilamana kita masih bisnis as usual tentunya akan sangat-sangat sulit untuk kita bisa ee hindari urbanisasi itu sekarang sudah menjadi tren Nah sekarang intinya Terus bagaimana kita menyikapinya Nah ini Ini pertanyaan besar dan harus dijawab dari berbagai Angle sebenarnya ee tapi sederhananya begini dalam konteks kewilayahan ya kar ini kita mesti bicara dari berbagai Angle tapi saya ambil aja sederhana dari Angle kewilayahan Ee kita mau tidak mau harus bisa mengembangkan pertama sektor sektor unggulan yang ada di daerah ya yang ada potensi-potensi yang ada di lokal komoditas-komoditas apa misalnya misalnya apa ya rumput lautlah di NTT kita semua sudah tahu nih lokasi-lokasinya ada di mana Nah lokasi-lokasi itulah yang kita kembangkan dan tentunya kita mesti devel mesti angkan juga hub-hab yang berfungsi sebagai kawasan-kawasan strategis ya ini kalau bicara dari sisi kewilayahan ya kawasan-kawasan strategis yang bersifat sebagai kolektor bersifat sebagai port bersifat juga sebagai kawasan-kawasan yang nanti melakukan hilerisasinya tentunya kalau sudah Ee apa apa ee pengembangan berbagai kawasan tadi diharapkan menahan laju urbanisasi untuk masuk ke terutama ke kota-kota besar ke kota-kota Metro sehingga mereka punya activities ya penduduk itu punya activitties di wilayahnya masing-masing yang terjadian sekarang konsentrasi ekonomi itu ada di wilayah Urban sehingga akhirnya masyarakat di desa pindah ke Urban Nah sekarang kita ingin ciptakan betul pusat-pusat ekonomi itu ada tersebar di berbagai wilayah termasuk tadi misalnya di NTT dengan rumput laut ya kita dekatkan pusat ekonominya ke sana bahkan kalau misalnya ada kawasan-kawasan misalnya apa ya transmigrasi misalnya kita jadikan bahwa kawasan-kawasan transmigrasi tadi sebagai kawasan-kawasan yang bersifat unggulan di sana dan banyak loh yang namanya kawasan transmigrasi itu menjadi motor ekonomi di daerah Jadi sekarang ini poinin yang ingin saya sampaikan untuk mengurangi urbanisasi tadi ciptakanlah pusat-pusat ekonomi di lokal ini kalau saya mau bicara lebih jauh mbg itu program pak presiden sekarang jadikanlah itu kesempatan ekonomi untuk di daerah kena Kakan begitu karena mbg itu mendorong agar terciptanya pangan lokal di daerah ada pangan lokal di daerah Siapa yang memproduksi ya petani-petani di daerah nelayan-nelayan di daerah merekalah yang apa menghasilkan makanan-makanan yang ada di piring anak-anak itu kalau ini sudah terjadi tentunya ekonomi di daerah pasti akan akan bergeli lah ya Belum lagi kita bicara logistiknya kita harus bisa menyampaikan dari produksi tadi kemudian kita olah kemudian kita sampaikan sampai ke dapur-dapurnya itu semuanya ada di daerah ada di lokal kalau itu bisa kita apa bisa kita dorong bareng-bareng tentunya ekonomi lokal akan naik sekali dan mencegah penduduk pindah dari desa ke kota sudah ada bisnis nih sekarang walaupun bisnisnya memang digenerate oleh government spending ya loyat mbg tapi enggak apa-apa itu adalah government push demand sebenarnya jadi ya silakan aja government yang sekarang apa mendorong terciptanya berbagai sumber-sumber ekonomi di daerah untuk menggeliat lagi mbg ini tolong dilihat tidak hanya sekedar memberikan nutrisi kepada anak-anak ibu hamil tapi juga melihat harus dilihat trickling down efeknya nya ke mana ini yang mesti kita ee apa ee apa sikapi betul dan teman-teman di daerah terutama harus bisa merespons ini dengan bijak secara kreatif agar manfaatnya betul-betul dapat nih kepada masyarakat itu ya apagi Mi silakan baik kita lanjutkan Di sini masih tersisa tujuh pertanyaan lagi ee desa adalah pelayan masyarakat tingkat terbawah bagaimana agar Dana Desa bisa menjadi basis pembangunan berbasis lingkungan apalagi dengan isu ketahanan pangan ya Ini ini pertanyaan yang saya langsung bahas waktu itu dengan Prof Dadan kepala bgn eh bgn badan gizi nasional saya bertanya Betul apa kontribusi dari Pemda di sini waktu itu lebih spesifik lagi saya tanyakan kontribusi desa apa sih beliau menjawab Kami dari bgn itu beliau bilang berharap betul teman-teman di tingkat Desa Apalagi boomdes itu yang nanti menjadi motornya di daerah teman-teman mungkin tahu dari dana desa yang R miliar [Musik] itu setidaknya 20% sudah diirmark untuk ketahanan pangan ya dari dana desa yang R miliar 20% minimal itu untuk ketahanan pangan di sini harus kita lihat secara jeli dan di sinilah sebenarnya kesempatan berusaha dari teman-teman boomdes terutama ya terutama teman-teman di desa boomdes untuk bisa menyikapi tadi program mbg yang masuk ke sekolah-sekolah tadi teman-teman semua ibu bapak bisa bayangkan dari R miliar Taruhlah r00 juta deh boomdes kelola sebagai modal untuk men-serve anak-anak sekolah tadi R juta R juta itu bisa mendorong teman-teman petani nelayan dan sebagainya itu untuk berproduksi lebih besar lagi lebih banyak lagi sehingga bisa menghasilkan yang dibutuhkan dari dapur-dapur nanti yang eh akan masuk ke sekolah-sekolah itu Nah di sini kelihatan betul ini dana desa bisa sangat bisa dimanfaatkan saya kebetulan kemarin juga dapat pertanyaan yang sama dari teman-teman di DPD DPR jadi ini saya bilang ini kesempatan emas jadikanlah Dana Desa ini kaitkan dengan ketahanan pangan dan kaitkan juga dengan mbg Dan harapannya tentunya pada saat berproduksi ya aspek-aspek lingkungan dan sebagainya ini teman-teman desa juga mesti lihat jangan sampai nanti sekedar hanya berproduksi tapi tidak sustainable bahaya nanti kalau kayak gitu Nah yang eh apa aspek-aspek Inilah yang saya kira teman-teman apalagi sampai tingkat Desa harus jeli-jeli betul ya dan saya harus saya sadari bahwa kapasitas Desa kita juga beragam ada yang sudah maju ada yang masih sangat Tertinggal apalagi yang ada di Papua sana Eh banyak sekali desa-desa yang masih Tertinggal dan ini perlu pendampingan pendampingan yang yang sangat-sangat eh ketat ya sehingga nanti dana-dana yang sudah tersalurkan sampai ke tingkat Desa itu benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik saat ini banyak sekali dana yang masuk ke Des dan Ini mesti kita sikapi betul secara Arif ya jangan sampai nanti ya apalagi banyak kemarin di Kompas sudah sampai seminggu saya lihat membahas tentang dana desa dan salah satu isunya adalah kapasitas kepala desa yang masih perlu kita upgrade sedemikian rupa sehingga bisa menjalankan Dana Desa ini dengan lebih baik tapi poinnya kita lihat bahwa jelas ini adalah peluang ada peluang besar di sana dan Dana Desa ini bisa bisa kita manfaatkan dengan lebih baik lagi mungkin itu mbak Dini baik kita lanjutkan eh Bagaimana arah kebijakan sdjis setelah tahun 2030 secara global nasional dan daerah Terima kasih ini secara eh setelah 2030 ya memang setelah 2030 kita belum ada istilahnya di Global Belum ada rencana untuk bukan belum ada eh belum ada istilahnya belum dipersiapkan secara lebih komprehensif ya setelah 2030 mau ngapain Belum belum ada yang pasti bagaimana mencapai target 2030 dulu itu dulu Yang sekarang kita fokuskan saya kok yakin setelah 2030 pasti masih ada karena isunya tadi Seperti yang saya sampaikan di bagian akhirasi saya isu perubahan iklim ini makin menjadi-jadi dan ini pasti berdampak kepada pembangunan kita secara keseluruhan jadi eh fokus dulu ke 2030 tapi saya yakin betul setelah 2030 pasti akan ada lagi ee baik di Global Biasanya kalau sudah di Global akan turun ke nasional ke daerah itu sudah pastilah ya dan biasanya tidak akan jauh dari isu yang tadi saya sampaikan kalau kaitannya dengan lingkungan dan sebagainya triple planetary Crisis tadi itu tidak akan selesai dalam waktu sampai 2030 eh sebagai contoh eh kmgbf itu sampai 2050 kmgbf ini apa kunming Montreal globalersity framewor kalau biiversity dia sudah sampai 2050 Karena dia sudah lihat ancaman-ancaman terkait dengan biodiversity loss itu sampai 2050 saya lupa yang desertifikasi tapi kalau yang climate change sudah jelas sudah ada pembicaraan-pembicaraan karena targetnya sudah enggak ada yang tercapai kita-kita ini bandel semua sehingga akibatnya mitigasi eh Apa perubahan iklim makin menjadi-jadi Nah sudah pastilah akan ada nih lanjutannya dan Perkiraannya nah Perkiraannya tahun 2030 ini target-target sdg itu juga tidak akan tercapai semua karena masih banyak sekali pr-pr yang mesti dikerjakan dan sekarang aja kita kita saja sudah dinilai oleh Global Indonesia itu baik sekali implementasinya walaupun kita tahu tadi masih banyak indikator-indikator yang masih belum kita e selesaikan dengan baik tapi kita dinilai baik oleh global Nah makanya saya yakin betul tahun 2030 ini pastilah masih banyak yang belum bisa tercapai dan itu bisa saja nanti menjadi PR untuk e apa rencana Apa selanjutnya setelah 2030 baik kita lanjutkan jika denda pelanggaran kebersihan dan ketertiban lingkungan berlaku secara komprens apakah akan berpengaruhik terhadembangun ya oke denda pelanggaran kebersihan dan ketertiban lingkungan berlaku secara komprehensif oke eh Saya masih ingat lagi waktu kami eh Kebetulan kami yang termasuk yang menyusun PP tentang instrumen ekonomi lingkungan jadi Kami sebenarnya sangat berharap bahwa polp tadi benar-benar berjalan dan EE aspek-aspek yang terkait dengan ee mitigasinya termasuk aspek denda penegakan hukum ya dalam artian salah satunya hukumannya adalah denda tentunya ini menjadi salah satu instrumen ee apa ee pelaksanaan yang sampai di tingkat bawah nah ee memang kalau mesti dilihat yang namanya jadi jangan sampai hanya melihat sekedar denda ya instrumen pembiayaan ini macam-macam mulai dari teksnya mulai dari eh apa namanya E retribusinya mulai dari iurannya iuran dan Retribusi hampir sama eh mulai dari dend lah katakan gitu ya ini harus dilihat secara menyeluruh Jangan dilihat hanya sebagai satu instrumen terus menyelesaikan semua hal tidak jadi harus dilihat secara keseluruhan berbagai instrumen tadi yang EE harus harus betul-betul terintegrasi satu sama lain contoh misalnya ee misalnya di saya ambil simpel aja persampahan deh gitu ya Nah di persampahan itu kita punya mekanisme apa retribusi sampah yang yang sekarang ini enggak enggak dikumpulkan sama Pemda Padahal kita bayar sampah ya saya yakin semuanya pasti bayar sampah di rumah tahu enggak ke mana retribusi sampah itu eh yang kita bayarkan itu berakhir enggak di pemda kan tidak berakhirnya jadi tukang sampah kita di RT tukang sampah kita uangnya ke mana mereka bayar ke si apa sopirbis Eh kok Sir bis Sir apa truk sampah di ee di di tps-tps-nya selesai padahal besar itu retribusi kita padahal retribusi sampah resminya cuma 10.000 perkakak per bulan dan itu pun tidak dikumpulkan sama Pemda akhirnya apa yang terjadi Pemda enggak punya uang mengelola sampahnya ya sampahnya berantakan padahal ah bagus-bagus dibangunkan sama Pu tuh biasanya bangunin infrastruktur ya bagus-bagus Tuh tapi pada saat dikelola sama Pemda hancur karena enggak ada operasional uangnya kecil bleeding terus APBD APBD itu cuma 0,4% lah untuk persampahan kecil sekali Nah itu baru satu sisi kalau misalnya denda misalnya kita buang sampah terus didenda menyelesaikan masalah enggak Kalau hanya itu aja enggak menyelesaikan masalah kalau hanya sekedar denda denda kan hanya sebagai istilahnya hukuman kepada kita seringkiali ya peneggakan hukum ini apalagi di Indonesia kan kita semua sudah tahulah ya seperti apa Jadi ini challenge banget nih makanya kami lebih melihat eh apa isu terkait dengan denda terkait dengan retribusi terkait dengan teks Ini mesti dilihat secara utuh Jangan dilihat hanya sebagai sekedar satu instrumen terus selesai semuanya tidak itu apalagi denda itu hanya sekedar instrumen hukuman ya instrumen hukum instrumen hukuman sebenarnya kepada pelanggar tapi yang lebih baik lagi adalah dilihat secara sistem bahwa ada yang harus kita perbaiki ini bagi teman-teman di daerah ini persoalan besar karena selama ini ee pad daerah kecil sekali sejak reformasi sampai hari ini pad daerah perkembangannya nya sangat-sangat relatively rendah sehingga saya bisa mengatakan ketergantungan daerah terhadap transfer dana transfer ke daerah ya Dari pusat makin lama makin bertambah sebagai kesimpulan mendasar saja ini yang namanya reformasi desentralisasi dan sebagainya menjadi pertanyaan Apakah efektif Jadi pertanyaan ini sekarang itu yang mungkin menjadi PR kita Bagaimana harus kita perbaiki ini Sekarang kepala-kepala daerahnya baru dan mudah-mudahan membawa semangat baru nih untuk membawa berbagai perubahan yang ada itu dulu deh yang saya bisa sampaikan kita lanjutkan eh keberlanjutan program penurunan grk menuju net Zero emission di Indonesia dan dunia dikaitkan dengan kebijakan Amerika yang masih fokus ke energi fosil i terima kasih Eh gini yang namanya Amerika Ya biarin aja Ngapain kita pusing dengan Amerika kita sudah punya tadi undang-undang rpjpn sudah ada targetnya sudah ada di 2045 itu kita harus menurunkan emisi intensitas emisi sampai 93,5% caranya gimana ada semua sebenarnya mapnya ada untuk sektor energi misalnya ada bahwa nanti kita mau mendorong sampai 70% renewable energi di energ mix Nanti lewat Matahari air termasuk juga nuklir nanti termasuk hidrogen dan sebagainya semuanya skenarionya ada dan itu semuanya transisi Makanya tadi saya bilang saya mengatakan bahwa transisi itu harus berkeadilan ini Amerika memang dalam tanda kutip ya ini AG nih tadinya semangat-semangat setiap 5 tahun dia berubah-berubah masuk keluar masuk udah kayak ini aja dia Kayak apa ya kayak setrikaan aja bolakbalik bolakbalik keluar masuk keluar masuk dari Paris e apa Paris agreement Kelihatan banget kebijakannya tidak konsisten antara satu presiden dengan presiden yang lain tapi kita ngapain kita ikut dia gitu kita konsisten aja yang namanya renewable energy itu kalau kita terlambat Waduh Sayang banget kalau kita terlambat karena ya biasanya kalau di pasar Siapa yang masuk duluan itu yang dapat untung besar makanya Cina sekarang betul-betul fokus ke renewable energy termasuk I dan sebagainya karena mereka ingin menjadi pelaku pasar pertama yang pastilah mendapat keuntungan terbesar Amerika ketar-ketir karena mereka lambat sekali perkembangannya menunju R jumulah energi termasuk di sisi EV dan sebagainya makanya ee kalau saya yakin betul kita tetap maju ya Apalagi sudah ada undang-undangnya rpjp-nya bilang begitu rpjmn-nya juga bilang begitu sudah konsisten saja ngapain Kita ngikut yang lain-lain tentunya kita harus timbang-timbang proses transisi ini harus kita lihat keadilannya seperti apa keseimbangannya seperti apa ini memang tidak mudah pasti Kompleks tapi bahwa arahnya ke renew energ harus itu ah keharusan tinggal kita bermain di dalam dinamika tahunannya ini yang mesti kita lihat itu yang harus hati-hati itu kita lanjutkan politik global tentunya akan berpengaruh terhadanyaagaim kita menahan tekanan luar negeri tersebut politik global tentunya politik will nasional pertanyaan Bagaimana menahan tekanan luar negeri tersebut nah saya melihatnya ada dua yang pertama political eh will di tingkat Global tentunya punya dampak positif ada yang berdampak positif kepada nasional ada juga yang berdampak negatif ke ke ee apa ke nasional Jadi mesti dilihat mana yang positif mana yang negatif contoh misalnya ya kita tentunya mendukung yang namanya unfplec UN UN apa uncbd misalnya tadi ya kita ambil contoh aja deh unf triplec tentang climate ya tentunya kita dukung sepanjang itu positif dan kita lihat betul bahwa eh Memberikan manfaat besar kepada nasional harus kita dukung tapi kalau misalnya dalam hal ini memberikan dampak negatif kepada kita ya harus kita lawan Kenapa takut saya masih ingat betul waktu itu terkait dengan apa ya sawit Kebetulan saya sendiri yang beradapan langsung dengan Uni Eropa waktu itu Berantem kita di meja negosiasi dan ee ya mereka selalu mengatakan bahwa sawit menyebabkan deforestasi dan sebagainya dan sebagainya Okelah akhirnya kita berantem tapi di situ saya dan akhirnya kan kita menang di wtu kan kalau misalnya teman-teman mengikuti Bagaimana perdebatannya eh ya kita bertahan tetap kalau kita melihat bahwa itu memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada kita ya harus kita pertahankan tapi tentunya kita mesti melihat juga aspek-aspek yang menjadi kern orang ya global itu kita mesti lihat misalnya tadi yang seperti saya sampaikan sawitnya masuk ke kawasan hutan tiba-tiba apa merubah hutan menjadi kawasan hutan eh menjadi apa menjadi perkebunan sawit oke itu deforestasi jangan lagi terjadi makanya sekarang keluar nih ppres dari Presiden tentara sekarang yang masuk untuk istilahnya istilahnya memperbaiki semulah di lapangan tapi yang namanya deforestas istilahnya apa sawit-sawit yang sekarang kan banyak juga yang berada di luar kawasan hutan itu juga dipermasalahkan sama mereka di situlah kita ribut tentang definisi deforestasi dan sebagainya Udahlah itu teknis teknis tapi saya ingin mengatakan bahwa kalau dapat tekanan bilam tekanan itu benar Ya apa boleh buat harus kita ikut tapi kalau enggak benar Kita Lawan Kenapa takut kita negara berdaulat kok jangan sampai takut kalau dapat tekanan-tekanan kayak gitu sering Memang secara politis kita bahkan tekanan itu sekarang bukan tekanan yang sifatnya langsung ya tekanannya tidak langsung itu sering malah sekarang terjadi dia ngasih hibah dia ngasih ini nanti dia rubah pelan-pelan Nah itu juga kita harus hati-hati kadang-kadang instrumen-instrumen seperti hibah yang mereka kasih itu sebenarnya instrumen yang ingin memberikan semacam perubahan-perubahan yang diinginkan oleh mereka sendiri banyak cara-caranya tapi intinya bilamana tidak sesuai dengan kepentingan nasional Kita Lawan jangan takut itu Mak Baik Pak kita lanjutkan lagi untuk Pertanyaan selanjutnya Bagaimana pengaruh dan antisipasi dari adanya efisiensi pemangkasan anggaran terhadap perkembangan pelaksanaan sdis di Indonesia nah ini seru ini terima kasih Eh ini sesuai semangat ini ya S sesuai semangat efisiensi kan yang katanya kan efisiensi ini kan memang istilahnya menggerus Yang lemak-lemak Kan katanya gitu ya menggerus yang lemak-lemak ya walaupun harus jujur kita katakan ada juga yang kena eh ototnya juga gitu Ada juga yang kena ototnya bahkan ada yang katanya sampai ke tulang dan sebagainya Ya sudah e tapi kan sekarang ini sedang direkonstruksi lagi dan Kemudian dilihat betul e dampaknya Seperti apa terutama tidak boleh mengganggu gaji pegawai dan sebagainya tidak boleh ada PHK dan sebagainya sudahlah itu itu itu e dampaknya yang sedang ditangani sekarang Nah kaitannya dengan sdg bagaimana ya tentunya eh target-target dari sdg ini tetap tetap ada di situ ya cuma sekarang kan kita bertanya apakah target-target tadi secara tahunan nanti akan terpengaruh atau tidak nah itu yang itu yang sebenarnya menarik kalau saya melihatnya ini tergantung nanti dari kreativitas dari pelaksananya bisa enggak para pelaksananya Ini menghasilkan berbagai macam inovasi sehingga walaupun anggarannya dipotong tapi tidak merubah target secara keseluruhan bahkan kalau bisa yang selama ini biasanya dikerjakan sendiri misalnya ya kolaborasi deh dengan yang lain-lain sehingga outputnya tetap ada tetap terjaga jadi memang di sini dituntut sekarang termasuk pada kami juga nihi kan juga korban eisi ya Yaudahlah kita semu efisiensi ini yang di lembaga pemerintah ya sekarang dituntut untuk Bagaimana bisa berkreasi berinovasi dengan anggaran yang ada nah eh di situlah sebenarnya eh cara kerja baru kita ya Ee dengan segala macam keterbatasan yang ada kita harus bisa mewujudkan yang sekarang ini sebenarnya sudah ditargetkan Tentunya saya berharap betul Eh kita akan mereview ini juga secara keseluruhan ya pasti ini kan enggak sekedar hanya efisiensi Enggak gitu juga gitu tapi bagaimanapun target-target pembangunan yang sudah dicanangkan itu tetap ada ya ada di rpjp-nya ada di rpjmnnya sdg ini juga ada dan secara global kan juga tidak terpengaruh oleh karena efisiensi jadi kembali lagi saya melihat betul semangat dari kita untuk bisa berkolaborasi satu sama lain juga sekaligus berkreasi dan berinovasi sehingga bisa menghasilkan output yang betul-betul tadi sudah kita sepakati bers mungkin itu yang saya bisa tanggapi merupak pertanyaan terakhir dari aplikasi dari bapak bagaimana agar implasi pembangunan berkelanjutan dapat ber komitmen tersebut ee berkelanjutan ya gini Ibu dan Bapak sekalian ya terima kasih pertanyaannya bagus ini juga saya tadi nonton di TV eh pertanyaan keberlanjutan tersebut menjadi Eh istilahnya termasuk yang digaris bawahi Apakah ganti pimpinan terus ganti eh apa namanya ganti komitmennya Ya seperti di Amerika lah ya kemarin biden Oke di Paris agreement Trump keluar pokoknya setiap ada Trump dia keluar dari Paris agreement apakah akan begitu Indonesia ini yang menarik jadi eh Kami sebenarnya di dalam menyusun rpjpn undang Indonesia emas 2045 tadi sebenarnya salah satu tujuannya adalah menghindari terjadinya seperti apa pergantian kebijakan antar pimpinan selama 5 tahun jadi rpjpn ini kan sampai 2045 ya kita di 2045 ini kita bikin kita buat koridornya ya saya selalu menyebutkan istilah koridor di sini karena apa koridor ini koridor kan sebuah area ya range ya sebuah area satu area yang akhirnya makin lama makin merucut ke 2045 nah di dalam koridor Itulah sebenarnya ya pimpinan setiap 5 tahun itu bisa bermain tentunya kami tidak mungkin Strik tidak mungkin Secara apa rigid bahwa pimpinan daerah atau pimpinan nasional setiap 5 tahun harus ini ini ini ya Enggak mungkin begitu pastilah yang namanya presiden gubernur bupati Walikota dia punya juga kebijakan-kebijakan yang dia bawa sewaktu janji kampanye tapi kita kasih koridor bahwa kebijakan-kebijakannya ini harus mengarah begini ya bahwa nanti Misalnya tadi tetap isu perubahan iklim menjadi salah satu yang kita utamakan jangan sampai nanti presiden misalnya tiba-tiba Oh kita keluar dari Paris agreement Oh enggak gitu undang-undang kita mengatakan kita komit kepada Paris agreement itu misalnya jadi melalui rpjpn ya yang kemudian diturunkan ke rpjpd di situlah kita menjaga komitmen dari berbagai macam tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan ya yang dijalankan nanti oleh setiap pimpinan baik di tingkat nasional maupun yang ada di tingkat daerah sehingga konsisten walaupun nanti beragam Ya cara-caranya silakan aja yang namanya caranya kan boleh tapi arahnya sama kalau sekarang pak presiden dengan mbg gitu ya boleh-boleh aja tapi kan mbg-nya nanti didorong dia harus tetap menjalankan prinsip-prinsip berkelanjutan di situ mbg kan sebenarnya hanya sebagai tools aja misalnya ya saya masih bisa contoh-contoh yang lain tapi pada prinsipnya m bahwa kita menjaga konsistensi pembangunan itu di dalam undang-undang 59 tahun 2024 rpjpn 2025-245 yang kita turunkan menjadi rpjpd di tiap provinsi yang ada di daerah mungkin itu Ba Mas Iya baik terima kasih kepada Pak medril atas jawaban-jawabannya ee mohon izin juga kepada Pak medril mungkin akan ada penambahan waktu selama 10 menit Boleh silakan ini banyak nih mau nanya saya lihat Iya baik Pak untuk selanjutnya kita langsungkan saja untuk pertanyaan langsung dari peserta dan saya akan batasi untuk dua penanya saja ee dipersilakan kepada Pak auza yang sudah dari tadi Eh Rais hand ya kepada puzan saya persilakan silakan Pak siapa Pak auzan I Pak auzan ehip Min ya mungkin kita skip dulu saja eh kita berpindah kepada Pak masahoro ya yang sudah ada di dalam kamera zoom ya dipersilakan Pak suara Mbak I sudah Pak Ya baik kasih banyak Asalamualaikum wabarakatuh dan selamat siang kami diul profisal sudah sudah jam siang Pak mendekati Oh iyaak saya lambat karena sump saya kuliah kasih kuliah statistik J terlambat setengah jam baru saya ikut bergabung baik ee Jujur saja saya mau menyampaikan bahwa ada beberapa daerah saya salah satu konsultan ee penyusunnya pendampingnya di dalam menyusun rpjpd termasuk sampai pada teknokratik rpjmd-nya Pak tidak usahlah saya sebut kabupaten apa kabupaten apa tapi intinya adalah bahwa kita sangat diwajibkan ketika Kami berbicara di bapinas pada bulan Juli lalu kami kita diwajibkan memang pemerintah pusat bahwa di dalam setiap visi misi terutama visinya setiap kepala daerah harus ada kata-kata berkelanjutan itu wajib sehingga pada ketika itu mendaftar di KPU semuanya di repmen kembali visinya harus ada kata-kata berkelanjutan karena ada semacam penegasan bahwa ketika tidak ada kata berkelanjutan di dalam rpjpd-nya selama 20 tahun ke depan tidak akan didanai oleh pemerintah pusat Nah itu tuh itu yang menyebabkan ini suatu hal yang harus nah terkait dengan pertanyaan tadi bahwa Apakah berkelanjutan itu orangnya bisa berganti tapi namanya berkelanjutan selama 20 tahun siapapun bupatinya Gubernur walikotanya harus taat dan patuh pada ketentuan terbaik yang kedua Eh sedikit masalah Polisi Udara Pak eh bahwa yang selalu menjadi standar ukuran internasional ukuran partiulatenya itu adalah 25 PM 25 dengan 10 sampai sekarang dua kali dua kali webinar saya tanyakan belum ada narasumber yang meyakinkan saya apa yang menjadi Reason utamanya Kenapa 2,5 dengan pm25 dengan pm1 gitu Yang ketiga eh terkait masalah l program rpjmd e ada ketika saya sempat berbicara di salah satu hotel di Makassar pada bulan Juli juga ada yang bertanya ke saya Pak masyahoro kira-kira ini Ini sekedar dok saja Pak RPJM nasional 20 tahun ini apakah betul di 2045 kita menjadi indonesiaas atau Indonesia lemas ini sampai Saya tidak bisa menjawab karena saya ketawa Tu terakhir mungkin pak ee terima kasih banyak pemaparan yang sangat bagus tugas komprehensif dan sebagainya tapi paling tidak bahwa semua negara di 194 negara terdatat secara resmi dari PBB Walaupun ada beberapa negara yang antri sekarang ada l negara lagi yang antri tapi setidaknya bahwa dari 1 tujuan pembangunan ee bersama SDS itu semua negara berkewajiban tetapi yang paling krusial menurut saya adalah aspek lingkungan dan aspek ekonomi ini karena kalau lingkungan buruk pasti ekonomi buruk lingkungan Bagus Pasti ekonomi bagus terima kasih banyak saya kira itu saja Prof asalamaikum Waalaikumsalam Terima kasih Pak maso ini betul ini tadi e mengenai aspek-aspek e visi ya visi misi E apa yang ada di rpjpd memang kita dengan teman-teman kem dagri sudah sepakat bahwa yang namanya visi Sekarang semua harus sama kata-kata berkelanjutan tadi memang di betul jangan sampai nanti apa pergantian pimpinan nanti berubah lagi semuanya gitu tapi berkelanjutan ini juga dalam artian luas gitu bahwa pembangunan yang kita laksanakan adalah memang ya visinya sudah harus berkelanjutan bahwa apa yang sedang kita laksanakan sekarang harus bisa dinikmati juga oleh anak cucu kita di masa yang akan datang Nah eh sepakat sekali nah yang menarik ini tadi pertanyaan Pak eh apa Pak masaro terkait dengan polusi udara partikel eh e PM 2,5 dengan PM 10 sejujurnya tadi yang saya sampaikan di slide Itu adalah catatan dari pm1 Oh ya I ya makanya bagus makanya saya kan tadi kasih catatan kebetulan karena saya orang lingkungan saya tahu banget itu PM 10 tapi kalau kita nanti mencatat itu PM 2,5 lain lagi ceritanya merah jadi cathnya jadi karena yang masuk di metadata itu pm10 jadi apa boleh buat bagus dia karena pm1 sih oke-oke aja pada saat kita bicara PM 2, Wah Salam artinya itu memang di situlah ya ini kan Artinya kita mesti betul-betul melihat ya jangan hanya silap mata dengan indikator tapi kita harus jeli betul Melihat indikator ini sebenarnya mencerminkan apa ya kalau pm1 ya ya besar partikulatnya masih Okelah tapi kalau sudah sampai PM 2, yang masuk sampai ke alveoli ini masalah kita salah kalau PM 2, Jadi tapi memang pengukuran PM 2,5 belum banyak harus kita akui juga mahal memang jadi eh ya ada beberapa riset dan juga sudah banyak sekarang juga yang teman-teman LSM yang melakukan dan PM 2, itu memang tinggi sekali jadi ya sudahlah itu PR memang kalau PM 2, dan itu harus kita selesaikan mengenai Indonesia Mas Indonesia lemas ya ini semua pastilah banyak yang apa eh berpendapat macam-macam tentang itu tapi yang namanya komitmen eh bukan komitmen Apa keinginan ya tentunya harus ke sana oleh karena itu ya jangan sampai kita malah istilahnya saling meniadakan Kalau saya kalau boleh kita saling memperkuat saling memperkuat saling bantu satu sama lain ya agar target-target itu bisa kita dorong jangan sampai nanti malah saling sikutmenyikut itu yang saya kadang-kadang lihat ini untuk mencapai sesuatu malah sikutmenyikutuh jangan deh kita harus sama-sama gimana caranya agar bisa sampai ke sana Ini kan sudah yangah ya mau jadi negara maju emisinya berkurang segala macam dihitung sudah Pak ini ada hitungannya semua dan kalau skenarionya tadi ya Green Transition berjalan Insyaallah tercapai itu Tapi kalau ternyata dalam perjalanannya macam-macam artinya sikut-menyikut itu terjadi ya Bisa enggak tercapai nanti e Indonesia emas itu makanya saya berharap betul kita ini bareng semua bersinergi satu sama lain kita dorong sama-sama berbagai skenario yang sudah di apa ditaruh di dalam rpjp rpj pnd rpj mnd dan sebagainya kita kerjakan bareng-bareng I Prof Prof sedikit aja sedikit aja pengalaman saya pengalaman saya dalam mendampingi penyusunan rpjpd dengan rpjmd teknokratiknya selalu kita kesulitan sebagai ekspert lah gitu ya selalu kesulitan di dalam hal mensinkronkan antara e informasi dari rtrw dengan klhs-nya gitu selalu jadi masalah di situ sehingga untuk menuju Bagaimana betul-betul bahwa pembangunan betul-betul yang berdasarkan e lingkungan yang berkelanjutan itu agak sulit kita karena kadang-kadang hanya hitungan 2 3 bulan sudah berubah lagi apa yang ada di RT apa yang ada di lapangan itu itu Saran saya pertimbangan saya Pak kasihak Prof ya sepakat Prof harus kita akui klhs kita baik yang untuk RT RW maupun yang untuk rpjmd saya sudah kemarin waktu saya direktur LH itu saya bongkar betul karena memang harus kita akui sangat lemah dan sangat sulit untuk dijadikan referensi sebagai e di dalam dokumen perencanaan ini satu hal yang Saya sudah sampaikan ke berbagai pihak termasuk ke teman-teman klhk waktu itu termasuk ke Kemendagri ini sebagai satu contoh a Jangan ini kan yang namanya klhs kan prinsipnya Bagaimana yang namanya caring capacity itu dipertimbangkan ke dalam perencanaan bet yang namanya perencanaan sifatnya dinamis karena dia berbasis waktu seharusnya klhs itu juga bersifat dinamis tidak statis karena perubahan itu terjadi setiap saat dan itu Terata secara teknis teman-teman belum sanggup untuk melakukan itu yang akhirnya ya klhs-nya statis dan sangat-sangat sulit untuk dijadikan referensi oleh teman-teman termasuk apalagi baseline Datanya juga sangat-sangat Betul of date dan analisa dari caring capacity-nya pun juga tidak mencukupi gitu sehingga akhirnya perencanaannya juga susah untuk mempertimbangkan banyak kalau cerita k lhs saya bisa cerita a sampai z ini tapi Pak itu perlu kita perbaiki sepakat kasih banyak Prof yaak Terima kasih banyak ya terima kasih banyak kepada Pako mudah-mudahan jawabannya itu dapat terjawab kita lanjutkan lagi pada pertanyaan terakhir eh saya persilakan kepada Pak Prabu untuk mengajukan pertanyaannya Baik terima kasih eh izin Pak Prof Saya dari Kementerian uppr ee kebenaran saya berdinas di balai permukiman prasarana wilayah eh di NTB eh Saya tertarik dengan tadi pemaparan Prof terkait masalah rpjmn dan Rp jmd karena memang salah satu tusi kami di wilayah sini adalah menyatukan apa yang menjadi koridor pusat dengan koridor daerah dan saya tertarik tadi dari pembahasan Profesor terkait masalah penanganan sampah ini yang terutama memang jadi polemik termasuk air bersihnya karena memang dari air Sisanya adalah sampah dan limbah nah yang perlu saya tanyakan ke Pak Prof ini Apakah sebenarnya rpjmd ini harus berinaksi dulu dengan rpjmn pada saat ee penataan atau mengalokasikan sebuah dana E itu yang pertama Terus yang kedua Apakah berkelanjutan itu bisa di dimaksudkan tidak membangun baru akan tetapi merehap merenovasi atau mereservasi Pak Prof Izin Untuk sementara itu aja Pak Prof terima kasih ya terima kasih Pak Prabu Eh ini yang pertama Tolong saya dikoreksi ya saya memahaminya antara rpjmn rpjmd dan bagaimana ini dikaitkan dengan pendanaan ya Gitu ya Kalau saya enggak salah tangkap Betul Bapak izin oke Ya baik ee pertama gini Ee kita semua sudah tahu ini kita bicara provinsi dulu ya betul provinsi ya kalau rpjmt Kabupaten nanti lain lagi ceritanya soalnya I oke eh rpjmd provinsi memang eh harus sekarang ini prinsipnya sejalan searah dengan yang ada di rpjmn siap jadi eh kita semua sudah baca Ya mungkin teman-teman belum sempat baca kali ya rpjmn yang baru tapi intinya rpjmn yang baru ini kan memuat astaacitanya pak presiden betul dan tentunya kebijakan-kebijakan ini harus diturunkan sampai ke daerah betul daerah dalam menyusun rpjmd-nya tentunya kami nanti juga akan mengawalnya bersama dengan teman-teman Kemendagri sehingga apa-apa yang ada di apa di e target-target yang ada di dalam rpjmn ini didukung juga oleh provinsi ya oleh daerah terutama oleh provinsi nah bagaimana kaitannya dengan pendanaan nah ini yang menarik seringki apa-apa yang sudah dituangkan dalam perencanaan itu tiba-tiba anggarannya enggak ada setuju Kalau istilah teman-teman saya apa yang direncanakan tidak dianggarkan apa yang dianggarkan tidak direncanakan nah itu yang sering terjadi sekarang Pak I sementara visi misi harus sama kan Paki misi Har sama nah memang kami bersama teman-teman keuangan sekarang sedang kan kita semua sudah tahu ya kita punya PP 17 2017 tentang sinkronisasi perencanaan dan penganggaran ya Ya sudah ada pp-nya sebenarnya nih PP loh levelnya tapi itu yang terjadi tadi perencanaan tidak dianggarkan anggaran tidak direncanakan itu yang sering terjadi Nah makanya kami bersama teman-teman keuangan sekarang ini terutama sedang istilahnya melihat betul bagaimana agar kejadian yang tadi itu tidak muncul caranya bagaimana sekarang kan masing-masing Kementerian Lembaga ini berdasarkan rpjmn terus mereka turun ke Renstra kan Git biasanya gitu ya rjmn turun ke Renstra terus turun ke Renja terus turun ke rkakl di daerah begitu juga di sipd kan ada ada tuh turunan-turunannya gitu ya Nah sekarang kami ee sedang menyusun bersama dengan teman-teman keuangan dan teman-teman Kemendagri jadi program-program nanti itu sifatnya berbasis eh bukan sifatnya eh apa mekanismenya berbasis sistem Oh jadi tidak ada lagiahnya ngusul-ngusulin begitu terus tiba-tiba diterima gitu kan padahal enggak ada tuh sebagai prioritas nah enggak sekarang izin Pak izin izin Sebentar pak ee kalau bapak bilang sistem Kalau kami di Kementerian tuh sudah punya sistem yang namanya Sipa Bapak terkait infrastruktur yang akan masuk dan diusulkan cuman yang jadi problem tadi nyambung dari omongan Pak Profesor terkait masalah pendanaan tadi biasanya kan RC dulu nih pak pemenuhan Nah tiba-tiba ada perubahan dari pusat untuk menambahkan RC terkait apalah misalnya nah ini yang kadang-kadang APBD ini tidak bisa mengakomodir gitu loh yang sebenarnya itu sebagai bukan saya bilang itu sebagai fatal Ya tapi kan harusnya kan sedia payung sebelum hujan pak betul Terima kasih Pak jadi gini eh saya sepakat betul memang betul yang di nanti komitmen daerahnya itu ada di arcnya Ar ini buat teman-teman yang apa yang La ini readiness criteria betul di readiness criteria ini memang gini jadi di rpjmn nanti ini saya bocorkan sedikit aja ya sebenarnya nanti akan Dib dalam forum-forum perencanaan nasional dan daerah kita nanti akan fokus ke 83 kegiatan prioritas utama yang ada di pjmn Jadi kalau selama ini kan macam-macam enggak keru-keruan itu di dalam forum-forum sekarang kita fokus membahas 83 kegiatan prioritas utama dari astaacita siap nah 83 itulah yang nanti kita buat di dalam sistem ya Mana yang sudah disiapkan oleh pusat sampai ke tingkat lokasi ya Nah dan kita pertemukan nanti dengan sistem yang ada di sipd ohga daerah Nanti pada saat ketemu antara pusat dan daerah pusat kan sudah menentukan nih Oh saya punya ini ini ini ini sampai ke level ro kan Ya kalau di pusat R sipd juga punya sekarang ini kami sedang menyandingkan antara item-item yang ada di pusat gitu ya di dalam Krishna dengan yang ada di dalam sipd sehingga pada saat ketemu nanti sifatnya CL menu mana yang sudah diit pusat nanti daerah mauak mengover kalau mau mengcover oke apa aja ini saya contoh konkret aja ya Misalnya di dalam kegiatan prioritas utamanya pak presiden itu ada misalnya ada yang namanya R tentang bukan apa kegiatan prioritas utama pangan hewani apa sih pengadaan pangan hewani mis Ki per mau tapi pengadaannya di lokasinya di NTT Kabupaten Belu detail tuh sudah ada nanti teman-teman provinsi NTT tinggal ngeklik komitmen kami apa mau enggak kita dukung itu kalau enggak mau kita dukung Ya udah enggak enggak didukung daerah silakan Oke nanti bisa dirop nih yang bisa pindah nanti Setu atau kalau didukung Ya sudah dukungannya apa Nah itu nanti akan muncul item-item yang ada di sipd sehingga dia nanti bisa pilih oh ini ini ini ini kita dukung dan itu yang nanti akan menjadi masuk ke dalam apbd-nya dia oh iya pak jadi sekarang kita makanya saya katakan ini by system sekarang Sehingga enggak lagilah ada usulan-usulan liar yang tiba-tiba maunya si ini maunya si itu aduh jangan deh sebaiknya agak lebih ter terkendali sehingga transparansinya juga jelas gitu jadi izin Pak Prof ini sebenarnya juga eh saya baru Kalau dibilang baru 7 bulan dari Direktorat sanitasi ditempatkan di sini dan ini kebenaran saya Wilayah kerja saya itu di Sumbawa Bapak nah posisinya dari kalau sudah memang dibuat aplikasi seperti itu artinya tinggal menyinkronisasi antara Kresna dengan yang nanti posisinya yang akan dibuat oleh mungkin Kemendagri nanti tapi untuk sementara ini dari 7 bulan saya tempat di sini saya itu sudah memakai sistem manual sih sebenarnya Pak Jadi kami sistemnya itu dan kebenaran diijabahlah dengan pakalai misal angka 7 miliar total kebutuhan terkait pembangunan infrastruktur 7 miliar ini saya minta 5 miliar itu APBN R miliar itu provinsi miliar itu kabupatenah Itulah yang ya Kalau Mang sudah Diak itu sungguh sangat baik Pak jadi tidak ada lagi yang namanya usulan-usulan liar lah intinya tapi memang untuk diumbawa ini untuk sementara bidang sanitasinya itu untuk persampahan dan bidang air minumnya itu ya terkait tadi Pak yang pertanyaan kedua saya Rehab Reon dan renovasi memang sebagian itu sudah jadi milik Pemda dan sebagian lagi masihik asetnya pupr pada zaman dulu kalau sekarang kan PU Nah itu perlakuannya beda Pak kalau untuk yang Rehab masih aset kami artinya kami hanya survei dan kami yang akan menentukan total biayanya tapi kalau untuk yang sudah diserah terimakan aset nah ini agak ribet nih Karena posisinya mereka harus menyusun kebutuhannya mulai dari a sampai bentuknya yaitu tadi Pak izin hanya itu dulu Pak oke intinya nanti kita akan fokus saja ya Pak Prabu ke yang 83 kegiatan prioritas utama yang lain nanti enggak kita bahas silakan deh kalau yang lain ya mohon maaf itu mungkin belum jadi prioritas yang ada di rpjmn saya lebih setuju itu pak jadi enggak enggak bertele-tele mana-mana nanti ya betul ya ibaratnya Kalau dulu kan kayak model GBHN lah ada jelas gitu 5 tahun ke depan berapa 10 tahun ke depan berapa Oke saya setuju pak itu pakasih Pak Prof Ya baik terima kasih kepada Pak Prabu mudah-mudahan pertanyaannya sudah dapat terjawab dengan baik eh kita cukupkan saja untuk sesi tanya jawab ini Terima kasih juga kepada bapak ibu yang sudah berpartisipasi dan saya ucapkan juga mohon maaf kepada bapak ibu yang belum mendapatkan kesempatan bertanya dikarenakan adanya Keterbatasan waktu untuk menutup acara webinar ini mungkin dari Pak adaatnya Pak Oke terima kasih e mbak Dini rekan-rekan sekalian sebagai closing statement Saya hanya ingin mengajak kita semua kembali lagi untuk berkolaborasi sama-sama untuk mewujudkan apa yang sudah kita cita-citakan ini baik selama 5 tahunan maupun juga sampai nanti Indonesia em 2045 let work togetheraborate ouramb terima kasih terima kasih kepada Pak medril atas kehadirannya eh mungkin dari Pak Asep ada yang ingin kembali disampaikan sebelum acara ini berakhir ya Luar biasa pak medril ini ada 900 tadi ya 992 saya lihat eh peserta di zoom luar biasa sekali lagi terima kasih kepada Pak medril atas ilmu-ilmunya yang luar biasa Terima kasih Pak undangannya ini iya pak sama-sama ya itu barangkali Mbak Dini Ya baik terima kasih kepada Pak Asep eh untuk Sesi selanjutnya kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu kepada bapak dan ibu yang bisa mengaktifkan kameranya ya Dimohon untuk mengaktifkan terlebih dahulu kita akan sesi dokumentasi di sini saya akan melakukan perhitungan mundur dari angkaat t kita mulai 3 21 Ya baik sekali lagi 321 baik kita cukupkan dokumentasinya ee saya ucapkan terima kasih kepada pakril yang sudah eh berkesempatan untuk ke sini eh dan saya juga ucapkan terima kasih juga kepada bapak ibu mudah-mudahan penyampaian materi dari pil bermanfaat untuk kita semuanya kepada Pak medril mudah-mudahan E kita berjumpa lagi dan kita bertemu lagi di lain kesempatan terima kasih ya terima kasih Pak apabila baik ya apabila bapak ingin meninggalkan ruangan Zoom sudahakanak Baik terima kasih rekan-rekan sekalian Pak saya pamit yaetul dipanggilasasihamikum waaikumsalam Waalaikumsalam eh Baik untuk [Musik] selanjutnya kita iya sebelum menutup acara ini Izinkan saya untuk memberikan untuk menyampaikan promosi tiga pelatihan dalam waktu dekat yang akan diselenggarakan oleh kami ee mohon maaf ada dua pelatihan yang akan diselenggarakan oleh kami yang pertama itu adalah pelatihan pemodelan dispersi udara airm kalpav dan high Spit gelombang 17 yang akan dilakukan pada tanggal 24 sampai 28 Februari 2025 lalu kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab operasional pengolahan air limbah atau popa yang akan dilakukan pada tanggal 24 sampai dengan 28 Februari Adapun bapak ibu jika melakukan pembayaran pada Hamin satu pelatihan bapak ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi untuk informasi lebih lanjut bapak ibu dapat menghubungi admin kami yaitu Riris dan Nisa bapak ibu juga dapat mengunjungi sosial media kami yakni ada Instagram youtube channel Facebook dan juga website kami yaitu ed.co.id dan apabila Bapak Ibu tertarik langsung untuk mendaftar silakan diakses melalui [Musik] pendaftaran.ekoedu.co. baik Bapak Ibu semuanya berakhir sudah acara webinar di hari ini bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-ertifikat bapak ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini ketika Bapak Ibu mengisi presensi pastikan nama dan Email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya Baik saya akhiri kegiatan webinar hari ini mohon maaf apabila saya ada salah sikap dan ucap wabillahi taufik wal hiidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya