Transcript
j7ot4t-N2U4 • Webinar 103 Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0137_j7ot4t-N2U4.txt
Kind: captions
Language: id
geografis dan pelatihan remote
sensing alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2.500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia pelayanan kami terbuka
untuk perusahaan pemerintahan perorangan
ataupun pemerhati lingkungan ekoedu
selalu berusaha menyajikan pelatihan
yang berkualitas dengan menghadirkan
pengajar yang
[Musik]
berpengalaman memberikan pengalaman
langsung dengan praktikum
dan eLearning yang dapat diakses di
manaun jadi awalnya saya mengikuti
pelatihan ekang dari grup-grup di alumni
yaakah ikuttihan ini cerita mereka itu
sungguh bisa dianggap menarik ya Kara
merekaengetahu mereka t merekaetahu
meningkatu ya kemud skill yang
dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga
cukup bisa dilihat begitu ya terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e Para
konsultan yang memerlukan
tenenangka-tenanga sehingga saya memilih
ekedu dan sempat mengikuti pelatihannya
juga dan itu terbukti benaru nah saya
lihat Instagram itu ada edu yaarahkan
pelatihan nah di situ juga saya
baca-baca terlebih dahulu ya terkait
tentang informasi dieliatkan olehu nah
Menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk pelatihan diu
jadi saya sering lihat di Instagram gitu
Bagaimana ekidu menyampaikan
informasinya
ekidu itu bagus karena pelatihan-patinya
itu selalu tergini terus mengikuti zaman
dan juga pelatihnya atau mnya itu
bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnya
[Musik]
I yang pertama memang Tentu saja Ini
meningkatkan dansimalkan skill-skill
yang saya harapkanitu ya dalam
penyusankum saya jadi bisa lebih
produktif lebih efek juga punya update
Gitu ya updateupdate
persoalan-persoalanan terini dari
ahlinya langsung di lapangan begitu yang
pengalaman menurut sayahan yang dis ini
sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada
teknologi terbaru yang saya dapat itu di
eLearning ya itu luar biasa pelajarnya
juga mudah sekali untuk dipahami
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
[Musik]
banget Eh e-learning ini memang di
memang sangat diperlukan sekali ya
terutama untuk kita yang dengan
keterbatasan pengetahuan kemudian dan
juga waktu mungkin ee itu memberikan
kita kesempatan untuk kembali mengingat
kembali mendengarkan paparan-paparan
yang mungkin kurang jelas kemudian juga
kita bisa mengulang sesering mungkin
yang kita inginkan kita juga bisa review
kembali sehingga belajar kita bisa lebih
efektif dan efisienarning itu membantu
sekali ketika pada saat penyampaian
materi ada yang ketinggalan gitu ya jadi
E saya bisa lihat materi itu di
u sangat membantu Mbak Jadi saya eh
ambil materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana
[Musik]
aja 4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari katas padan
sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau
saya bilang terlalu murah itu se jadi
sepadanah jadi menurut sepadan Bu karena
memang Han ini pun sangat membantu ya
dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang
ada di sekitar lingkungan saya sendiri
gitu eah Saya kira sepatkan sesuailah
dengan apa yang didapatkan
[Musik]
ekppp efektif tepat dan profesional
hemat cermat dan Hebat Keren profesional
dan juga kekinian
[Musik]
baik asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat siang Bapak Ibu dan
rekan-rekan sekalian Selamat datang
kembali di webinar ekoedu yang
ke-103 saya ucapkan terima kasih kepada
bapak ibu semua yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini untuk
hari ini webinar ekoedu akan mengangkat
tema tangan pembangunan berkelanjutan di
Indonesia dengan
pemateri PHD perkenalkan saya Dini akan
bertugas sebagai moderator pada acara
ini Baik bapak ibu semua sebelum memulai
webinar pada siang ini alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing
berdoa dipersilakan
Berdoa selesai untuk acara selanjutnya
Mari kita menyanyikan lagu Indonesia
Raya secara bersama-sama diharapkan
kepada bapak dan ibu untuk duduk t
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
acara selanjutnya kita akan mendengarkan
sambutan dari penasat ekoedu Indonesia
yakni Dr
STMT kepada Bapak Asep waktu dan tempat
dipersilakan baik gimana ee Mbak Dini
bisa didengar suara saya I sudah Pak iya
ee terima kasih banyak kepada Pak medril
Zam yang sudah berkenan hadir eh juga
kepada bapak ibu yang bisa hadir pada
hari ini mudah-mudahan apa yang akan
kita bahas bisa membuka wawasan kita
sekali lagi terima kasih kepada
pakilzam sangat apresiasi kami dari
ekedu kepada
pakil saya kembalikan kepada Mbak
Din Baik terima kasih kepada Pak as atas
sambutan hangat yang disampaikan dalam
webinar ini semoga sambutan tersebut
menjadi pembuka yang baik dan memotivasi
kami semua untuk mengikuti acara ini
dengan
anusitukelanjutnya kita AKS masuk pada
kegiatan utama kita di mana webinar kali
ini kita akan berdiskusi mengenai
tantangan pembangunan berkelanjutan di
Indonesia kami telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat Baik perkenankan
saya memperkenalkan narasumber kita hari
inirilam m PHD beliau merupakan Deputi
bidang pembangunan kewilayahan Babas eh
Selamat siang kepada bapak
medril Selamat siang Mbak Dini Selamat
siang Pak Asep dan juga Selamat pagi
menjelang siang nih buat teman-teman
semua Iya baik Pak Bagaimana Pak
kabarnya hari ini Alhamdulillah baik ini
sekarang lagi ini nih
menjelang-menjelang pelantikan
kepalaepala daerah nih Iya betul Pak ya
mudah-mudahan kita semua selalu dalam
keadaan sehat dan selalu semangat ya pak
Insyaallah tetap semangat Iya baik
Sebelum kita mulai Izinkan saya
menyampaikan beberapa teknis untuk
pemaparan dilaksanakan selama 1 Seteng
jam kemudian kita lanjutkan dengan sesi
tanya jawab dengan menggunakan aplikasi
slidu dan dilanjutkan dengan tanya jawab
secara langsung untuk mengefektifkan
waktu saya serahkan ruangan Zoom ini
kepada
bapakil dan kepada Bapak Ibu semuanya
Selamat mengikuti acara webinar ini
Baik terima kasih mbak Dini Eh kalau
boleh saya ee izin share sebentar Yaa
sih
Oh
iya mudah-mudahan sudah terlihat di
zoom Ya baik P sudah
Pak ini kok enggak mau di ya
Sip ya Eh terima kasih eh teman-teman
semua ini eh terutama Pak Asep dan
rekan-rekan sekalian yang sudah
mengundang kami dalam kesempatan ini dan
khusus membicarakan topik yang memang
sangat-sangat menarik dan EE ini menjadi
trend setter ya di berbagai belahan
dunia tentang sdgis tentang pembangunan
berkelanjutan dan di satu sisi
ee sekarang ini sudah berlangsung cukup
lumayan lama ya sebenarnya sudah
diadopsi sampai sejak 2015 kalau saya
enggak salah e sudah hampir 10 tahun dan
patutlah kita melihat sebenarnya apa sih
ee progresnya sekarang dan kira-kira
tantangan dan arah kebijakannya Seperti
apa ke depan Nah Ibu dan Bapak sekalian
teman-teman semua ee Izinkan saya
mungkin kita ngobrol santai aja ya saya
mengantarkan saja di sini dan kemudian
kita nanti bisa diskusi lebih banyak dan
tentunya saya akan coba lebih karena
pembangunan berkelanjutan ini topiknya
luas dan tentunya eh kita mesti melihat
betul aspek-aspek mana saja yang mau
kita
bahas dan dalam topik kali ini karena
ini eh arahnya kepada ekoedu ya
teman-teman yang bergerak dalam konteks
ilar lingkungan khususnya nanti saya
akan coba di akhir di bagian akhir sesi
akan coba mulai lebih menukik kepada
isu-isu atau tantangan-tantangan yang
memang
eh mengarah kepada pilar lingkungan dan
tapi memang tidak terlepas juga dari
pilar-pilar yang lain Nah Ibu dan Bapak
sekalian teman-teman semua saat ini kita
semua sudah tahu bahwa kita sudah punya
yang namanya
SD Saya mau angkap dulu dari sdgis
karena inilah filosofinya
ee mungkin kalau misal kita meruntut
lagi lebih jauh ke belakang
eh SDIT ini mulai dari sebenarnya dari
eh waktu Stockholm conference tahun 3
kalau saya enggak salah jadi tahun
3 kita punya Stockholm conference dan
kemudian terus berkembang akhirnya ada
brand commission di tahun
0-an kalau saya enggak salah dan
akhirnya muncul mulai konsep sustainable
development yang digagas sebenarnya
setelah tahun 2000-an setelah kita punya
Rio
convention dari Rio convention itu tahun
1993 kita mendapatkan tiga tiga Konvensi
yaitu climate change kemudian
biodiversity dan juga desertifikasi unfc
uncbd dan juga unccd
dari tiga Konvensi itulah akhirnya
muncul
istilah berkembang istilah yang namanya
sustainable development Nah untuk
memulai sustainable development itu kita
tidak langsung bergerak ke arah sana
tapi dimulailah dengan yang namanya
MDGS di tahun 2000 milleninium
Development Goals 2000 sampai 2015 waktu
itu targetnya lebih banyak Eh hanya
sekedar Del target dari mulai poverti
Kemudian pendidikan gender equality
kemudian Child mortality kesehatan ibu
dan anak combaatting Aids dan kemudian
environment dan juga Partnership eh mdg
berkembang walaupun kita tahu ternyata
mdg Lumayan baik walaupun tidak semuanya
mencapai target dan akhirnya pada tahun
2015 UN UN ini ee akhirnya ee
mengumpulkan semua negara dan
bersepakat bahwa mdg di exppan menjadi
lebih jauh lagi menjadi
sdgs nah diharapkan Eh sdgs ini gitu ya
sdgis dengan time frame mulai dari 2015
sampai
2030 ini
global sustainable Development Goals ada
17 goals
diharapkan 17 gos ini lebih komprehensif
lagi ya melibatkan lebih banyak
negara memperluas sumber pendanaannya
gak hanya sekedar dari pemerintah tapi
dari swasta sumber
lain unsur hamnya juga
diangkat inklusif nah ini yang penting
inusif
no dan juga melibatkan seluruh pemangku
keptingan jadi ini k lagakum hanya swaa
trofi lsm-nya akademisi dan lain-lain
nah ini yang menarik sekarang ini
menerapkan Zero goals menargetkan untuk
menuntaskan seluruh
indikator-indikator dan yang tidak kalah
penting sdgs ini juga mengangkat means
of
implementation-nya biasanya di setiap
Konvensi kita punya means of
implementation nah harapannya tentunya
Eh ini biasanya yang sering kita kenal
dengan
eh 5p ya
people Prosperity peace Partnership and
planetah itu biasanya slogannya
itu jak
lag
prosersip
and secara lebih detail ini
goalssnya dari 1 sampai
sangatprens
yaulai dariti samp Bim
implementation-nya dan unsur people ini
betul people planet Prosperity peace and
Partnership ini benar-benar menjadi
istilahnya Eh yang betul-betul mau
dilihat Apanya sih terkait dengan people
Oh ini kaitannya dengan kemiskinannya
kelaparan
kesenjangan kaitannya dengan planet apa
Oh mencegah bumi dari degradasi
Prosperity menciptakan kesejahteraan dan
dan terpenuhnya kebutuhan hidup peace
tentunya pasti sudah terkait dengan ked
perdamaian dan Partnership kerja sama
Nah Ibu dan Bapak
sekalian teman-teman semua ini
eh sdjs di Global ini tahun 2015
akhirnya kita adopt di Indonesia tahun
2017 pada saat itu Eh Indonesia
mengeluarkan eh Peraturan Presiden eh
Nomor 59 tahun 2017
tentang pelaksanaan sdgis di
Indonesia nah kemudian Perpres 59 2017
ini disempurnakan lagi Tahun 2022 nomor
111 Yang intinya ini dinamis sekali
perkembangan sdgis ini sejak 2015 nah eh
di Indonesia sendiri implementasi dari
sdgis ini sudah benar-benar
dilaksanakan dan eh diintegrasikan
ke dalam rpjmn kita jadi waktu rpjmn
2020-2024 2025 2029 yang sekarang sudah
mulai
berjalan berbagai indikator-indikator
yang ada di sdgit itu
eh direamlinekan dengan indikator yang
ada di
rpjmn sehingga apa yang dilaksanakan di
ditargetkan di dalam sdis ini streamline
juga dengan apa yang ditargetkan di
dalam perencanaan pembangunan di tingkat
nasional dan daerah nah ini semua
tentunya kita monitor
perkembangannya dan kita secara rutin
memasukkan report ke PBB dan Tahun
2022 kita menyampaikan report voluntary
National review ke PBB untuk yang ketiga
kalinya ini tahun
202 dan di
2024 kita juga sampikan informasi Dan
harapannya tahun
2025 kita akan juga melaporkan
perkembangan dari pembangunan
berkelanjutan ini tujuan pembangunan
berkelanjutan ke PBB dan juga kita punya
target mau merevisi eh
perpresnya ya revisi Perpres dari 111
Tahun 2022 dan juga kita saat ini juga
Mulai menyusun Run sdgis-nya dari 2025
sampai
2030 dan kita juga
eh setiap tahun ini selalu
menyelenggarakan sdg action Award dan
sdg annual conference dan yang tidak
kalah penting tahun ini kita punya ini
tingkatnya global ada Osaka Expo sdgis
2025 jadi eh kami memang sedang
mengorganize ini di tingkat
internasional dan menyampaikan
progres-progres dari sdg yang sedang
berlangsung di Indonesia seperti apa Nah
Ibu dan Bapak
sekalian kesannya sdgis simpel tapi
ternyata tidak juga jadi sdg ini lumayan
Kompleks ada 17 goals dan kalau kita
turunkan lagi itu ada
169 target dan Barusan saya cek di tahun
2024 indikatornya sampai 299
indikator jadi bisa dikatakan ini
lumayan ya lumayan seru deh urusan
pembangunan berkelanjutan ini Karena
memang tadi urusannya
5p dan kalau dilihat dari pilarnya itu
ada empat pilar Sebenarnya ada pilar
ekonomi pilar sosial pilar lingkungan
dan juga pilar tata kelola Nah melihat
kompleksitas yang sebesar itu tentunya
kami juga istilahnya mesti enggak bisa
bekerja sendiri tentunya harus
betul-betul berkolaborasi dengan semua
stakeholders stakeholdersnya tidak hanya
pemerintah tapi juga nonstate actors
baik itu swastanya masyarakatnya
akademisinya penelitinya dan sebagainya
nah Kami menganggap bahwa tpb ini adalah
semacam apa ee
tools
semacam
kendaraan atau kalau mau lebih besar
lagi seperti semacam
gerakan yang memang mengarah kepada
pembangunan yang lebih baik lagi ke
depan jadi kita semua sudah tahu selama
ini pembangunan kita sangat sektoral
sangat Brown ya sangat fosil fuel
minded seringkiali satu dan lainnya
tidak ter apa tidak terkait satu sama
lain sangat Silo dan sebagainya nah di
dalam sdgis ini kita berharap betul
proses yang kita susun baik
perencanaannya pelaksanaannya dan
pendanaannya juga betul-betul harus
istilahnya bareng-bareng prosesnya harus
partisipatif tujuan dan indikatornya
harus jelas dan terukur dan kemudian
tentunya harus akurat ya Dari dari
sumber data yang kredibel sumber
pendanaannya juga jelas pelaksanaannya
siapa juga clear dan bagaimana
memonitoring dan memonitor dan
mengevaluasinya dan yang tidak kalah
penting bagaimana mengkomunikasikannya
kepada berbagai pihak jadi
eh tiga aspek yang kalau saya lihat
menjadi penting sekali di
sini political will ini jadi semacam
political Jadi kami ingin mendorong
pembangunan berkelanjutan ini menjadi
sebu tidak hanya dikat nion tapi juga di
tingkat
daerah kalau sudah punya political will
tentunya harus punya good
strategy nah good strategy inilah yang
sebenarnya dituangkan di dalam rencana
aksi dan sebagainya dan tentunya memuat
berbagai hal Dan ini semua perlu ada
strong legal basis sehingga kalau
misalnya memang melakukan aksi dalam
pembangunan berkelanjutan ini punya
kekuatan hukum yang
jelas nah ini semua kita tidak hanya di
tingkat nasional tapi juga diharapkan
teman-teman daerah juga menyusun yang
namanya rad tpb rencana aksi daerah dan
ini juga diarus utamakan ke rpjmd-nya di
daerah sampai ke prioritas lokasi
alokasi dan sebagainya ya jadi
eh SD ini Istilahnya tpb ya tujuan
pembangunanel ini ya terkesan simpel
tapi sebenarnya cukup sangat
besar complex kalau istilahnya dan
memang harus istilahnya mesti didukung
dengan suatu kekuatan politik yang kuat
dengan strategi yang baik dengan legal
basis Nah Ibu dan Bapak sekalian
tentunya tadi Seperti yang saya
sampaikan sdg ini seperti menjadi sebuah
instrumen ya instrumen atau sebuah
gerakan di mana
Eh sdg ini bisa mendorong terutama
berbagai macam target-target yang sudah
dicadangkan di dalam Indonesia emas
2045 walaupun sdgis ini masih sampai
2030 Ya tapi sdgis ini diharapkan bisa
menjadi semacam awalan ya semacam
pondasi untuk mengejar berbagai target
yang memang kita canangkan di 2045
Dan sdgis ini juga yang menjadi
kendaraan untuk Bagaimana kita bisa
mencapai astaacita yang sudah di eh
canangkan oleh bapak presiden kita yang
sekarang nanti saya akan lebih detail
lagi di sini tapi saya ingin eh masuk
sedikit kepada eh pembangunan
berkelanjutan di Indonesia ini seperti
apa sih sekarang sudahudah 10 tahun ya
kalau berdasarkanpresnya setelah 7 tahun
deh 8 tahun seperti apa sih ee
konstelasinya di Indonesia Nah mungkin
kita lihat bareng-bareng
nah saya kebetulan
eh meminta data ini dari teman-teman
sekretariat sdgis di Bapenas jadi
laporan untuk tahun
ternyata dari
299 indikator yang ada ternyata hanya
indikator yang
dievaluasi gitu ya Nah ini menarik nih
eh karena memang ada sebagian indikator
yang tidak dievaluasi tersebut ternyata
juga belum ada istilahnya tidak bisa
diukur dalam konteks
Indonesia atau tidak ada mungkin
instansi yang bertanggung jawab dan
sebagainya Nah mungkin kita fokus saja
dulu ke yang dievaluasi sebesar 33 ini
233 indikator ini
ternyata Alhamdulillah 143 indikator
katanya
tercapai Terus yang warna kuning itu
katanya Oh ini kungu ya warna kuning deh
dianggap itu akan tercapai
membaik dan yang warna warna merah ini
bahasa jelasnya Enggak tercapaah ini kan
perlu mendapat perhatian khusus nah ini
belum tercapai apa ini kalau yang warna
merah nah ibu-ibu dan bapak-bapak
rekan-rekan sekalian bisa melihat dari
233 ini hanya
61,4% yang
tercapai yang sudah dekat-dekat itu
sekitar 12% dan yang belum tercapai ini
mencapai
26,6%. ya ini PR nah ibu-ibu dan
bapak-bapak rekan-rekan sekalian bisa
melihat mana-mana saja yang tercapai ini
ada pilarnya pilar sosial pilar ekonomi
pilar lingkungan pilar hukum dan tata
kelola ini datanya ada di
sini Alhamdulillah ini Kebetulan kan ini
teman-teman bergerak banyak di bidang
lingkungan ya sumber daya alam
lingkungan kalau ekoedu biasanya
stakeholdersnya teman-teman lingkungan
ya kalau saya enggak salah ya Bu Din
ya Nah ini pilar lingkungan
Alhamdulillah sudah mencapai sekitar
71% dari 7
eh dari 66 indikator yang tersedia
datanya dari
77 nah ibu-ibu dan bapak-bapak bisa
melihat sendiri eh laporan ini
Eh ya menggembirakan tapi
tetap masih ada PR yang ini menjadi
perhatian kita yang perlu kita sikapi
bersama bagaimana nanti memperbaikinya
dan juga bagaimana kita harus sama-sama
juga mendorong ini semua menjadi e hijau
semua
ekspektasinya Nah kalau melihat Lebih
Detail
nah ini terkait dengan pilar pembangunan
sosial ini saya ambil beberapa aja ya
Enggak Enggak semua jadi dari 71
indikator yang dievaluasi pada pilar
pembangunan sosial ada 36 indikator tuh
yang telah mencapai target 13 SOS gitu
ya 22 belum dan satu tidak dapat
diberikan notifikasi ini saya ambil
contoh saja yang tercapai misalnya
tingkat kemiskinan ekstrem turun 2,8
jadi
1,8 kualitas konsumsi pangan skor pola
pangan harapan juga Naik
eh kepesertaan JKN Alhamdulillah naik
tapi masih ada juga yang mendapat perlu
mendapat perhatian khusus terutama ya
ini urusannya dengan wasting berat badan
lebih rendah dibandingkan tinggi badan
anak seusianya ini biasanya ini
kaitannya nanti dengan makan bergizi
gratis nih MG nah ini kelihatan
betul perlu mendapat perhatian khusus
nih ini kurang gizi intinya banyak
anak-anak kita yang kurang
gizinya
7,7,5
yang 1000 bukannya Turun malah
naik data data 2020 301 data 2022 naik
387 jadi ini perlu mendapat perhatian
karena ini menjadi isu global dan
Indonesia menjadi salah satu senter di
dunia terkait dengan TBC ini center tuh
artinya e pusatnya TBC ya Jadi cukup
besar sekali Indonesia kasus tbc-nya ada
beberapa yang mudah-mudahan dalam waktu
dekat membaik Nanti bisa kita bahas
Lebih detail lagi nah itu tadi dari
sosial ekonomi ini lumayan tpt-nya
berkurang ya E dari 2020 ke
2023 dari 7,0 menjadi 5,3 persentase
Penduduk miskin di Daerah Tertinggal
juga turun 2% dari 26 menjadi 24
nah yang perlu mendapat perhatian khusus
nah ini juga terkait dengan teman-teman
di lingkungan nih ini bauran energi
terbarukan dia masuk di pilar ekonomi
ini ya harus perlu kita catat betul ya
perkembangannya lambat sekali naik tapi
lambat sekali Padahal target kita sudah
17,09 awalnya malah lebih nih tapi sudah
diturunkan Eh tapi tetap aja masih di
bawah target nasional yang 17, 17,09 di
2023 hanya
13,21
ee di satu sisi
juga nah ini yang
agak perlu mendapat perhatian cukup
besar dari kita semua proporsi tenaga
kerja pada sektor industri
manufaktur Ini lambat sekali
perkembangannya ya kalau mau dibilang ya
Enggak enggak bertambah ini 13 koma 13
koma padahal targetnya 5 15 koma padahal
yang namanya industri terutama dari
sektor dari manufaktur ini kalau dilihat
di ee yang tengah ya di kolom Tengah ini
laju pertumbuhannya pun juga tidak tidak
sesuai
target 2,9 di
2020 kemudian di 2023 hanya 4,6 Padahal
target kita 7,5 Nah Ibu dan Bapak
sekalian ini saya hanya ingin menekankan
saja pak presiden kita mendorong betul
pertumbuhan ekonomi di 2000 apa di di di
2029 ini mencapai
8% enggak gampang itu dan
eh biasanya pertumbuhan ekonomi yang
mencapai sebesar itu selalu didominasi
oleh pertumbuhan sektor manufaktur yang
tinggi nah bilamana pertumbuhan
manufaktur kita hanya sebesar 7, per
tentunya enggak eh sebesar 4% 45%
tentunya enggak cukup pertumbuhan sampai
8% untuk PDB nasional itu biasanya
didukung oleh share dari manufaktur
sekitar 25 sampai
30% dan biasanya kalau pertumbuhan di
manufaktur itu besar biasanya ngangkat
untuk pertumbuhan ekonomi secara
keseluruhan nah ini kita masih
relatively slow di manufaktur
Jadi mau enggak mau kita perlu
memberikan perhatian khusus untuk
manufaktur ini oleh karena itu Eh pak
presiden selalu menekankan tentang
hilirisasi Karena bagaimanapun
hilirisasi itulah yang ujung akhirnya
akan menciptakan valueedit kepada
berbagai macam rantai produksi ya
sehingga bisa menghasilkan nilai tambah
yang jauh lebih besar daripada hanya
sekedar ekstraksi sumber daya alam kita
teman-teman yang bergerak di bidang
sumber daya alam dan lingkungan pasti
paham betul kalau hanya sekedar
menghasilkan produk dari sumber daya
alam kita terus kita ekspor tentunya ini
sangat-sangat jauh eh hasilnya value
edit-nya bila dibandingkan kalau kita
melakukan
hilirisasi di daerah ya terutama
terutama di daerah dan hasilnya kita
pergunakan secara internal maupun juga
hasil hilirisasi itu bisa kita ekspor
keluar Nah itulah sebenar Itulah
sebenarnya yang yang kita harapkan
menjadi engine of growth dari tingkat
nasional kita dan juga di daerah nah all
in all untuk pilar ekonomi ini dari 65
indikator yang dievaluasi 40 indikator
sudah oke sudah mencapai
target ada 9 yang masih terus kita
monitor mudah-mudahan tercapai tapi ada
16 indikator yang aduh ini perlu dapat
dorongan besar karena ya Kompleks memang
persoalannya contohnya tadi misalnya
untuk renewable energy padahal pak
presiden kita juga sudah kencang nih
ngedorong bahwa sumber energi terbesar
kita nanti ke depan tentunya adalah
renewable energy tapi melihat
perkembangannya kelihatannya perlu ada
perubahan struktural keksi struktural
yang ada dalam sistem energi kita dan
ini memang butuh sebuah transisi yang
memang harus progresif tapi juga
berimbang dan
berkeadilan jadi ini prinsip ini juga
mesti penting karena bagaimanapun kita
eh walaupun sistem energinya ini ada di
lokal tapi bagaimanapun ini juga terkait
dengan tingkat regional dan juga dengan
tingkat Global makanya kita mesti lihat
benar bagaimana proses transisi energi
ini misalnya betul-betul bisa seimbang
dan sejalan dan berkeadilan juga eh
dengan proses-proses yang lain yang
sedang
berjalan Nah itu dari dari ekonomi dari
lingkungan nah ini teman-teman
lingkungan dari 66 indikator yang
dievaluasi ada 47 yang bagus 5 masih
menuju 14 ya kalau bisa dibilang Wah ini
perlu perlu kencang nih kita
ngurusinnya saya jujur aja karena saya
juga bidang saya lingkungan sejak awal
saya ngurusi ini eh sejak sdj di waktu
2017 sejak 2017 saya kebetulan
mengomandoni pilar lingkungan
ini banyak kritisi yang memang sudah
kita sampaikan ke berbagai Kementerian
lembaga eh terkait dengan bagaimana kita
ba bisa mencapai pilar lingkungan ini
dengan lebih baik lagi ke depan
Alhamdulillah sudah ada perbaikan
sekarang ini ya contohnya misalnya
indeks kualitas
udara secara global ya secara Bukan
Global secara nasional ini ada
perbaikan dari 87 menjadi
88% walaupun nah walaupun masih ada
walaupun ya kita masih harus lihat betul
secara lebih detail terutama kualitas
udara di
perkotaan
seringki perkotaan di Indonesia terutama
Jakarta Bandung Surabaya kota-kota Metro
ya kota-kota Metro Ini mendapat julukan
kota yang terpolusi di dunia terkait
dengan udara bersainglah kita dengan
India dengan apa New Delhi dengan
Bangladesh dengan
Beijing ini ini yang perlu mendapat
perhatian kita walaupun di sini sudah
tercapai dibilang
termasuk timbulan sampah diur ulang ini
juga katanya sih tercapai target
2023-nya
1189 sekarang ada di 18,17 Okelah tapi
masih ada tapinya sampah masih menjadi
persoalan utama di
perkotaan tidak ada perubahan
mindset Pemda saat ini masih kumpul
angkut
buang tidak ada tuh pemikiran bahwa samp
itu harus
dipilah diolah dan dipasarkan tidak ada
yang ada hanya kumpul angkut
buang walaupun sudah ada sekarang daur
ulang ini
18,17% tapi jelas ee harus kita
hati-hati betul dalam menyikapi ini
karena di daerah ini sering sudah
menjadi
persoalan
sistemik sehingga seringkiali mengganggu
ee masyarakat dan tentun nya Kita juga
harus menyikapi ini dengan lebih baik
lagi ke depan
ee potensi penurunan gas rumah kaca juga
sudah lumayan bagus masih mengejar
target eh NDC kita yang pertama 29%
masuk tapi sekarang katanya ada
NDC apa second eh NDC direvisi ya indci
kita menjadi 32% Ya silakanlah tapi ini
eh in in progress poensi penurunan emisi
kita dan mudah-mudahan ini terus membaik
ke depan Nah Eh sama indeks kualitas air
juga sebenarnya angka-angka ini banyak
menjadi e pertanyaan orang juga karena
kita tahu kualitas air kita kurang baik
selama ini di sungai pada tercemar
tuh tidak pernah kita bisaemum air pers
tanpa dimasak dulu masih banyaklah
isunya Saya ingin apa mengaris bawahi
ada beberapa hal yang perlu mendapat
perhatian khusus terutama hal-hal yang
terkait dengan sanitasi tadi Sampah juga
sebenarnya terkait dengan sanitasi
eh sanitasi kita juga masih jauh dari
yang kita
targetkan mulai dari
ee layanan sanitasi yang bersifat onsite
maupun yang bersifat offside gitu ya
jadi
ee saat ini targetnya target di 2023 itu
mencapai 13% kita hanya
10,2% yang terlayani dengan aman yang
yang dikelola secara amanlah ya ini PR
besar
terutama pada saat kita melihat bahwa
sanitasi ini hanya sekedar ya program
sanitasi semata gu tanpa ada
responsibility
yang diemban oleh sumber pencemarnya
sumber pencemarnya siapa ya kita-kita
Ini
semua saya yakin kalau misalnya kita
diminta untuk
bayar misalnya bayar iuran tentang
sanitasi pasti marah-marah semua tuh
orang-orang bayar retribusi sampah aja
marah bayar Sanit bayar misalnya ada apa
jaringan perpipaan air limbah masuk ke
rumah kita dan kita disuruh bayar
Biasanya pada marah-marah tuh
orang-orang jadi awareness masyarakat
tentang sanitasi tentang sampah jadi
tentang sebagai sumber pencemar ini
masih rendah sekali awarenessnya jadi
prinsip pollu pay principles ini
kelihatannya perlu kita dorong betul
sehingga kita menyadari bahwa ya untuk
mengelola limbah buangan kita itu ada
cost-nya enggak enggak gratis semua ada
costnya dan itu harus kita cover nah ini
yang seringkiali masih belum masuk ke
apa ya kepada pemikiran-pemikiran kita
dan harus kita rubah mindset dari
masyarakat kita selama ini dalam
menyikapi urusan-urusan yang terkait
dengan sanitasi sampah dan sebagainya
termasuk ini juga persentase sisa
makanan dari datanya nya teman-teman lhk
waktu itu naik dari 2020 menjadi eh dari
2020 Dar
39,75% naik menjadi
41,9% di 2023 Padahal kita
menargetkannya turun ke
27% ini tandanya apa masyarakat kita
makin mubazir terhadap
makanan dan ini tercermin di dalam
laporan kami di dalam laporan food los
and was memang kecenderungannya
Indonesia ini naik food L and
wasnya dan ini harus disikapi betul
terutama food-nya karena ini nanti akan
membebani proses E sistem pengelolaan
sampah kita secara
keseluruhan dan ini yang membebani TPA
membebani tpst dan
sebagainya ya ini persoalan-persoalan
terkait dengan sanitasi limbah
ini kelihatannya kita perlu mendapat
sedikit jeweranlah ya kita semua ini
gitu sehingga perlu aware bahwa ini
harus kita selesaikan dengan baik yang
tidak kalah penting degradasi lahan kita
juga masih terjadi walaupun secara
menyeluruh sudah berkurang Tapi ini
masih masih
terjadi ya target kita sudah harusnya
sudah mengecil di 0,12 tapi ternyata di
sini catatannya masih sampai 6,79%
so all in all dari 66 indikator ini di
pilar lingkungan 47 indikator sudah oke
5 indikator masih masih menuju ya dan 14
indikator yang kita mesti betulbetul
perhatikan secara lebih jauh lagi yang
terakhir nah ini saya mungkin engak
terlalu banyak di sini tapi ini juga
cukup penting pilar hukum dan tata
kelola tanpa pilar pembangunan hukum dan
tata kelola pilar-pilar yang lain pilar
sosial ekonomi dan lingkungan tadi
tentunya akan untuk berjalan dari 31
indikator 20-nya sudah oke satunya masih
soso
10nya ya Ya seperti tadi gitu ya masih
mendapat perhatian dari kita
semua dari sisi keterwakilan perempuan
Wah sekarang ini udah lumayan nih baik
di parlemen terutama yang dilihat nih di
lembaga eksekutif ya E intinya naik ya
litigasinya juga
litigasi dan non litigasinya ini juga
menunjukkan perkembangan yang bagus dan
nah ini yang perlu mendapat perhatian
betul saya ingin menggaris bawahi ini
fenomena sosial yang sekarang kita
hadapi ini ini simpel aja jumlah kasus
kejahatan pembunuhan pada 1 tahun
terakhir
naik Padahal kita targetkan turun ini
ada fenomena apa di
sini Dar 898 tadinya kita targetkan
turun 622 sekarang jadi naik
1129 something wrong nih di
sini termasuk persentase anak ini kan
contoh-contoh saja ya Saya ingin
menyoroti yang bawah nih jumlah
penanganan pengaduan pelanggaran HAM
naik ini juga cukup aneh
nih Ya Sudahlah ini mudah-mudahan
Eh ini angka-angka ini semua perlu kita
sikapi ya Dan saya berharap angka-angka
ini jangan dilihat hanya sebagai sebuah
angka dan hanya sebagai angka yang
mendasari
ee apa menjadi istilahnya background
dari sebuah
indikator tapi lihatlah angka ini
terutama dalam kaitannya dengan berbagai
aspek yang lain
contohnya tadi misalnya kalau bicara
tentang saya kembali sebentar bicara
tentang E apa ya Misalnya tentang ini
deh sisa makanan ini yang gampang
deh persentase sisa makanan ini ya sudah
jelas artinya masyarakat kita makin
boros kalau sudah begitu artinya apa
buangannya sampah organiknya makin
besar sampah organik
ini
bisa masuk ke dalam sistem pengelolaan
persampahan tapi bisa juga bocor
ke biasanya ke sumber air ke sungai yang
ujung-ujungnya ke laut makanya indeks
kualitas air kita juga susah nih untuk
berkembang untuk naik kalau mau dilihat
lagi pesisir kita juga berantakan
sekarang karena Banyak sampah plastik
macam-macam walaupun di sini
diperlihatkan timbulan sampah di daur
ulangnya naik tapi kalau kita lihat dari
volume timbulan sampah yang
ada mungkin kenaikannya tidak
signifikan malah buangannya tambah besar
pencemarannya ke sumber air makin besar
nah hal-hal seperti ini yang mesti kita
lihat secara keseluruhan jadi jangan
dilihat satu indikator ini hanya sear
persentase sistem makanan Oh orangnya
boros Ya sudah jangan hanya sebes
seperti itu melihat tapi lihatlah
Bagaimana eh keborosan ini berdampak
kepada hal-hal yang lain tadi seperti
kualitas air kepada sistem poan sampah
kepada pesisir dan selain-lain jadi saya
berharap rekan-rekan Ibu dan Bapak
sekalian melihat angka-angka ini jangan
sekedar angka tapi juga Bagaimana
melihat angka ini dalam keterkaitannya
dengan indikator-indikat or yang
lain kira-kira itu yang dapat saya
sampaikan terkait dengan progres kita
selama ini eh setelah kita mulai
mengadopsi
tentang pembangunan berkelanjutan itu
apa sdgis kalau biasa Apa istilah
kerennya nah saya ingin membawa sedikit
kepada hal yang lebih menukik terutama
eh isu yang terkait yang sangat relevan
dengan kita eh sdg ini besar pembangunan
berkelanjutan ini besar sekali e
aspeknya dan saya ingin membawa sedikit
ke satu aspek
terutama hal yang terkait dengan isu e
tantangan sdjs ke depan terutama di isu
perubahan iklim nah tapi sebelum
itu saya ingin mencoba agar kita semua
aware ya
bahwa
kita sebagai umat manusia sekarang
ini sedang menghadapi
sebuah fenomena yang besar sekali yang
biasanya kita sebut dengan triple
planetary
Crisis apa sih triple planetary Crisis
yang pertama tentang bahwa kita ini
menyebabkan polusi dan kerusakan
lingkungan yang kedua kita menyebabkan
hilangnya
keanagan saya sengaj menyebkan kita
karenaang ini penyebnya adalah manusia
kita semua yang menyebabkan
ini polusi dan kerusakan lingkungan
hilangnya keaneka ragaman hayati
biiversity loss dan juga perubahan iklim
ini semua
mengakibatkan yang kita bumi yang kita
tinggalin ini tidak layak huni ke depan
di masa yang akan datang sudah pasti
artinya pembangunannya jadi tidak
berkelanjutan yang sudah pasti
kesejahteraan ya berkurang tambah tambah
hancur kita ini ini ee Beberapa fenomena
saja yang ee di sebelah kiri saya
sampaikan ada sampai 50 sampai 75%
populasi global itu berisiko terpapar
dari perubahan iklim
eh di sini juga ada catatan polusi udara
dinobatkan sebagai penyakit penyebab
penyakit dan kematian dini terbesar di
dunia 4,2 juta kematian kita enggak
sadar ini bahwa polusi udara ternyata
mengakibatkan
itu
termasuk sekitar 1 juta spesies tumbuhan
dan hewan menghadapi ancaman kepunahan
mungkin teman-teman enggak sadar apa sih
untungnya keanekaragaman
hayati tanpa keaneka ragaman hayati
enggak ada makanan di piring
kita enggak ada tuh yang namanya apa
ee
istilahnya eh berbagai macam
eh luxurious yang bisa kita miliki ya
Mulai dari
wisata mulai dari apa
E
berbagai Biasanya kan kalau wisata itu
macam-macam yang kita
lihat dampaknya tidak hanya kita melihat
pariwisata tapi ekonomi yang dihasilkan
besar sekali dari keanekaaragaman hayati
ini tidak hanya sekedar wisata
genetiknya juga besar sekali
pemanfaatannya bisa untuk obat bisa
untuk makanan sudah pasti dan
macam-macam jadi jangan jangan kita
berasumsi bahwa kegarakaban hayatinya
hilang cuek aja salah ini sumber ekonomi
terbesar di dunia sekarang sekarang
dunia sudah mulai mengarah ke
bioekonomi Jadi bagaimana kita mulai
mendorong produk-produk hayat kita
menjadi produk ekonomi sehingga ini bisa
menghasilkan jauh lebih besar lagi dan
tentunya harus sustainable ke depan tapi
Okelah saya enggak mau bicara tentang
Kati bisa panjang itu saya bicara
sedikit saja tentang iklim dan kita
semua sudah tahu iklim
kita makin makin ke sini makin enggak
keru-keruan secara global suhu permukaan
bumi naik terus dan Sebenarnya tahun
kemarin kalau saya enggak salah
eh target Paris agreement sudah lewat
1,5 derajat sudah lewat padahal 1,eng
derajat itu di 21.100 targetnya
kenaikannya tapi tahun lalu sudah
lewat jadi inilah
Makanya sekarang seringkiali kita
mengalami
fenomena-fenomena ee cuaca ya fenomena
cuaca yang seringkali
unpredictable di mana Kalau hujan
tiba-tiba besar sekali hujannya dengan
intensitas yang sangat-sangat tinggi
sehingga akhirnya banjir longsor enggak
kerukeruanlah ceritanya itu
akhirnya atau tiba-tiba kering
sekali hampir berbulan-bulan Enggak ada
hujan di satu wilayah kalau sudah kering
Enggak ada hujan dan sebagainya Apa yang
terjadi
mulai bakar-bakaran di sana
sini bakar-bakaran di sana sini ya sudah
pasti merembet ke mana-mana seperti yang
pernah terjadi di 2014 di
2019 itu yang terjadi nah fenomena
perubahan
cuaca oleh karena kimat dan juga
berbagai dampak yang lain ya ini
tentunya akan mengakibatkan
kelangkaan ya kelangka kaan dan juga
kompetisi untuk mendapatkan berbagai
sumber daya
ini contoh misalnya untuk energi untuk
air untuk
pangan dengan adanya perubahan iklim ini
tentunya akan
sangat-sangat sulit kita untuk
menghasilkannya maupun juga
mendapatkannya dan akhirnya
ujung-ujungnya harus
kompit dengan dengan negara lain dengan
masyarakat sendiri atau Antar Provinsi
antar Kabupaten antar kota dan
sebagainya ini yang perlu kita sikapi
perlu kita lihat betul dampak dari
perubahan iklim ini nyata sekarang kita
hadapi dan kita benar-benar harus
bersatu padu untuk Bagaimana ini bisa
kita ee Selesaikan secara bersama-sama
baik memitigasinya maupun juga
meningkatkan
resilien-nya Nah Ibu dan Bapak sekalian
ini sebagai contoh saja dampak
perubahannya Seperti apa ini selama 10
tahun terakhir ini kerugiannya sudah
hampir sekitar 0,3% dari PDB per tahun
secara global
ee ada sken skenario ekstrem ini
menghapus hingga 18% PDB dari ekonomi
dunia pada tahun 2050 kalau suhunya naik
terus sampai
3,2 sekarang sudah naik sekitar 1,5
sekian
dan begitu cepat dalam 10 tahun dan eh
perekonomian Asia ini Eh bisa susut
terutama Asia Tenggara itu hingga sampai
11% pada akhir abad ini bayangin susul
11% di
Indonesia Ini catatan dari BNPB
98 sampai
99% kejadian bencana itu bencana
hidrometeorologi bayangin bencana yang
diakibatkan oleh dampak perubahan
iklim kerugiannya Pernah kami hitung
kalau memang tidak ada action sama
sekali itu bisa mencapai 544
triliun besar dampak Padahal kemarin
penghematan cuman 300 triliun padahal
ini dampaknya bisa mencapai 544
triliun kalau kita do something kita
bisalah gitu ya mengurangi sampai 281
triliun tapi ini Istilahnya ya tidak
bisa terhindarkan karena perubahan iklim
itu sudah terjadi Mau tidak mau kita
harus bisa meningkatkan mitigasinya tapi
kalau mitigasi dampaknya Global tapi
yang tidak kalah penting adalah
bagaimana kita beradaptasi dan sekaligus
meningkatkan resiliensi kita dari dampak
perubahan
iklim
nah tantangan terbesar sebenarnya adalah
bagaimana kita melakukan action ya
melakukan action secara bersama-sama
dan tentunya ini butuh ya kita sudah
tahulah Butuh duit nih butuh dana butuh
investasi dan lain-lain
EE kami mencatat ini mungkin sudah agak
lama ee ininya apa assesment-nya dari eh
dari CPI tahun 2020 tapi ini mungkin
bisa menjadi referensi karena trennya
tidak banyak berubah
ee di mana pendanaan iklim global
ternyata lebih banyak dihasilkan
dari Project level market rate Yang
intinya ya pinjaman normal pinjaman
biasa hampir sekitar 88% dari total
Project yang ada di Global ini termasuk
Indonesia itu disumbang dari ya
pinjaman pinjaman luar
negeri sedikit sekali yang sifatnya
konsesi atau
hibah dan apalagi untuk
kegiatan-kegiatan yang bersifat
adaptasi climate resilience jadi ini
sebenarnya sudah menjadi sorotan Global
kita semua sudah menyadari kita tidak
bisa lagi menghindari dampak perubahan e
tidak bisa lagi menghindari dampak
perubahan iklim kita harus selain
memitigasinya tapi kita juga harus bisa
beradaptasi dan meningkatkan resiliens
kita resiliens
sangat-sangat rendah sekarang ini
perhatiannya terutama terkait dengan
pendanaan karena memang tidak terlalu
dari sisi swasta tidak terlalu banyak
yang bisa dilakukan berbeda dengan
mitigasi mitigasi di sini bisa
istilahnya action tapi menghasilkan uang
sambil menyelamatkan bumi kita
mendapatkan uang untuk adaptasi
kelihatannya belum sekreatif itu dan
mungkin kita punya Tantangan untuk
menciptakan mekanisme-mekanisme adaptasi
yang mungkin
bisa nanti bisa menghasilkan revenue
sehingga tertarik teman-teman swasta
untuk bisa masuk membiayai
ini ini asesment kami di tingkat
domestik Indonesia kalau kita memang
ingin betul-betul mewujudkan tadi ya
pembangunan berkelanjutan ekonomi hijau
dan sebagainya ini ada beberapa
assesment investasinya cukup besar
hampir
794,6 triliun per tahun
ya ini Tentunya enggak mungkin kalau
dicover o oleh pemerintah saja
eh saat ini diperkirakan gap kebutuhan
pendanaannya itu mencapai hampir 450
triliun dan ini tentunya harus bisa
istilahnya tidak bukan lagi bersumber
dari APBN harus dari berbagai macam
innovative financing yang mesti kita e
laksanakan
nah investasinya sangat besar termas
masuk juga sekarang kan isunya sedang
didorong apa
eh earlier retired early retirement dari
PLTU kita tentunya ada ada resiko-resiko
stranded aset Siapa yang mau nanggung
dan sebagainya dan termasuk yang tidak
kalah penting skema-skema
dekarbonisasi Green eekonomi investasi
hijau dan sebagainya ini memang betul
akan menciptakan lapangan kerja baru
nanti ke depan tapi yang tidak kalah
penting yang perlu kita perhatikan
adalah
bagaimana migrasi dari tenaga kerja kita
dari yang selama
ini dalam tanda kutip ya bekerja di
bidang Brown pindah ke yang Green ini
yang saya sebut biasanya dengan
reskilling atau
upskilling ini tidak gampang perlu waktu
perlu transisi dan ini MTI kita
laksanakan sejak sekarang alhamdulillah
sudah ada beberapa inisiasi sudah
memulai teman-teman di E Sektor tenaga
kerja Sudah memulai ini dan
mengantisipasi berbagai macam tren yang
ke depan akan
berubah Ibu dan Bapak sekalian ee secara
singkat saya juga coba akan sampaikan
dari berbagai tantangan yang ada tadi
itu baru sedikit ya saya masih kalau
bisa tantangan pasti akan banyak
eh saya akan coba sedikit saja
menyampaikan
kira-kira dari tadi yang seperti saya
sampaikan pembangunan berkelanjutan
sudah kita sampai mana tantangannya
Seperti apa dan sebagainya Nah kita
sebagai pemerintah Ini akhirnya
menyikapi divisi Indonesia emas 2045
kita yang sekarang menjadi undang-undang
59 tahun
2024 tentang rpjpn jadi teman-teman
semua kalau boleh saya garis bawahi ini
undang-undang ya Jadi ini jadi apa
istilahnya emas harus jadi referensi
utama enggak ada lagi referensi yang
lain karena ini target pembangunan kita
ya visi Indonesia emas itu
eh visinya jelas NKRI bersatu berdaulat
maju dan
berkelanjutan jadi aspek berkelanjutan
sudah masuk di dalam visi Indonesia
em selama ini kan kata-kata
berkelanjutan ini enggak ada nih dalam
diskusi-diskusi Nah sekarang di dalam
Indonesia emas undang-undang 59 2024
tentang rpjpn kata-kata berkelanjutan
sudah
dimasukkan itu
divisinya
Nah ada sasaran utama visi kita
ada lima mulai dari pendapatan perkapita
setara negara maju kemiskinan menurun
dan ketimpangan berkurang kepimpinan
dunia daya saing sumber daya manusia nah
dan yang tidak kalah penting kaitannya
tadi juga dengan iklim intensitas grk
kita menurun menuju net Zero emissions
dan menurunnya juga enggak
kalah-kalah ambisius ini indikatornya
dari 38 6 di 2045 ini mencapai
93,5% artinya apa ini jauh lebih
ambisius dari NDC
kita Saya himbau di sini nanti untuk
teman-teman yang ngurusi NDC tolong
dilihat betul angka ini karena ini
adalah
undang-undang ya ini undang-undang kalau
beda aneh namanya kok kalau kita apa
men-submit sesuatu nanti ke unf
triplec beda dengan undang-undang kita
sendiri nah ini nanti aneh jadi tolong
betul teman-teman yang bergerak di
bidang ini melihat angka-angka ini semua
dan kita konsisten sebagai sebuah negara
jangan bikin sendiri-sendiri ini sudah
undang-undang tolong diikuti Dan tolong
betul Kita komit untuk menuju ke arah
sana ini angkanya sangat ambisius
tentunya perlu effort sama-sama perlu
effort tidak hanya pemerintah semuanya
harus bergerak ke sana Oleh karena itu
di dalam visi Indonesia emas 2045 ini eh
sori dalam rpjpn ini Eh ada 17 gol 8
agenda pembangunan ada 45
indikator dan sebenarnya semangatnya
adalah semangat
transformasi semangat transformasi yang
salah satunya adalah transformasi
ekonomi yang didasari dengan
transformasi ekonomi
hijau jadi dasarnya itu adalah
transformasi ekonomi hijau sehingga kita
bisa mencapai betul-betul pendapatan per
kapitasara negara maju tapi dengan
kualitas lingkungan yang jauh lebih baik
dari yang sekarang jadi itu perlu kita
sikapi betul dan itu sekarang sebenarnya
sudah tercermin di dalam Asta citanya
pak presiden dan kami sudah masukkan itu
semua ke dalam rpjmn kita di
2025-2029 Alhamdulillah Minggu lalu
sudah ditandatangani Pak Presiden Dan
ini semua menjadi acuan
Ya baik penyusunan program dan
kementerian
lembaga termasuk acuan dalam penyusunan
rpjmd seluruh daerah ya Nah ini
kepala-kepala daerah sedang dilantik dan
Ini dokumen ini
akan menjadi ya bukan akan lagi harus
menjadi Acuan dari teman-teman daerah
dalam menyusun
rpjmd-nya sederhananya Asta citanya Pak
Presiden masuk di situ ada Del prioritas
nasional 8 phtc atau quickwiins biasanya
dan 83 kegiatan prioritas utama itu ya
jadi Dan ini semua spirit dari
pembangunan berkelanjutan masuk di sini
indikator-indikatornya masuk di sini
Jadi kami di benas mencoba betul
bagaimana membuat
agar sdg tujuan pembangunan
berkelanjutan itu tidak hanya sekedar
Istilahnya ya SD SD gitu ya enggak kita
menstreamlan apa yang ada di SD dengan
rpjmn
ini masuk semua indikatornya kita
monitor S pada saat kita juga
mengendalikan ee rpjmn ini dalam konteks
pelaksanaannya Nah Ibu dan Bapak
sekalian tidak mudah kembali lagi ee
kami terutama dalam hal kaitannya dengan
iklim investasi dan bagaimana agar
Eh teman-teman ini yang terutama di luar
non apa di luar pemerintah ya di
nonstate actors eh ikut betul-betul
terlibat dalam bagaimana
kita melaksanakan pembangunan ini
terutama pembangunan yang lebih hijau
lagi ke
depan tentu jelas bahwa kami di
pemerintah punya peran untuk mengkatalis
partisipasi sektor swasta ini sebagai
ambil contoh lagi di dalam perubahan
iklim regulasi regulasi-regulasi terkait
dengan investasi hijau kemudian
skema-skema blended Finance insentif
fiskal dan nonfiskal
termasuk juga yang tidak kalah penting
instrumen-instrumen yang terkait dengan
derisking penjaminan
bankability dan lain-lain di sini ada
beberapa contoh ya tax allowance
pembebasan bea masuk tax
holid ppnbm 0% untuki Dan lain-lain saya
yakin masih banyak ini dan berbagai
macam juga inovative financing mechanism
sekarang Coba
didorong ini masih beberapa yang
tertulis di sini mulai dari public
private Partnership itu biasa sekarang
ada tapetake nih kemudian CSR biasa sdg
financing hub climate change trust fund
De furniture swap Fa bas fund kalau saya
mau nambahin lagi yang terkait dengan
Coral trust Bond macam-macam lah banyak
sekarang Eh inovative financing yang
dibuat itu semua sebenarnya memang dalam
kerangka Bagaimana kita bisa mulai
mendorong agar yang namanya
transformasi ekonomi hijau tadi
melalui melalui apa Indonesia Mas 2045
itu bisa kita laksanakan
eh last but not least kembali lagi saya
ingin menekankan saja pentingnya
kolaborasi untuk pembangunan
berkelanjutan mulai dari sisi kami
sendiri di tingkat perencanaan dengan
OJK dengan kementerian keuangan
Kementerian sektor masyarakat dunia
usaha dan
lain-lain dan
sebagai penutup ini melangkah menuju
target 2030 ya Ee yang saya juga ingin
ee apa dorong juga kebetulan karena saya
sekarang menjabat Deputi bidang
pembangunan kewilayahan selain koordin
koordinasi lintas KL saya juga ingin
meningkatkan betul Bagaimana Pemda ini
aware terhadap berbagai target dari tpb
tadi Dan juga bagaimana bisa
meningkatkan kapasitas teman-teman semua
di
daerah dalam mendorong bagaimana
aplikasi dari sdgis ini dalam konteks
pembangunan baik nasional maupun daerah
dan tentunya ini tidak akan lepas dari
bagaimana bekerja sama antar pemerintah
antar aktor nonpemerintah di tingkat
nasional dan di tingkat daerah tentunya
ini semua harus istilahnya bersinergi
dan
EE Bersatu padu untuk menuju sebuah
tujuan yang kita sepakati bersama yaitu
yang ada di undang-undang
rpjpn
2045 Dan mudah-mudahan itu menjadi
referensi buat kita semua baik yang ada
di nasional maupun yang ada di daerah
baik yang di tingkat pemerintah maupun
yang ada di masyarakat maupun ada yang
juga di dunia usaha dan di tingkat
pemerintahan dan juga yang tidaklah
penting di parlemen baik yang di
nasional maupun di daerah mungkin itu
dulu yang dapat saya sampaikan mohon
maaf kalau saya suka kepanjangan
ceritanya karena saking semangatnya ini
Terima kasih Pak Asep Mbak Dini dan
rekan-rekan sekalian mungkin itu yang
bisa dapat saya sampaikan Kalau boleh
kita diskusi biar kita lebih interaktif
lagi ke depan saya kembalikan lagi ke Bu
Dini Terima kasih ya Baik terima kasih
banyak kepada pakril atas pematerian
yang sangat menarik ini karena
pembangunan berkelanjutan di Indonesia
ini masih banyak tantangan yang sangat
besar utamanya untuk mencapai sdg ini
sangat kompleks dan harus mencapai 17
tujuannya baik kita lanjutkan pada sesi
tanya jawab dari slidu terlebih
dahulu di sini saya akan
Tampilkan untuk pertanyaan yang ada di
slidu
ee ee sudah tertampilkan di sini sudah
sangat cukup banyak Lis pertanyaannya
dan kepada Pak medril dapat langsung
dijawab saja pertanyaannya secara satu
persatu dipersilakan Pak
Oke terkait krisis lingkungan seberapa
besar kemampuan eh kemauan pemerintah
untuk menjalankan tujuan
sdjs dalam
eh di mana hutan terus-menerus mengalami
deforestasi untuk pembukaan lahan
perkebunan ya terima kasih ini menarik
eh willingness pemerintah jelas
ingin mengurangi deforestasi secara
menyeluruh walaupun biasanya deforestasi
ini biasanya ada yang namanya deforest
ada yang
unplest untuk yang biasanya kita hindari
betul adalah
yang nah ini yang perlu kita sikapi
betul sekarang ini kalau kita lihat
[Musik]
trenulfor ini
Saya masih ingat betul reformasi
bukannya malah membuat semuanya baik
tapi malah khususnya di sektor kehutanan
waktu itu deforestasinya malah menjadi
lebih
besar Alhamdulillah sudah ditangani dan
akhirnya deforestasinya menurun kembali
dan sampai terakhir deforestasi
deforestation rate di Indonesia bisa
dibil yang terik di
duniaingupendahahupunung bisa
menghindari yang namanya terjadi
deforestasi itu yang perlu kita sikapi
betul adalah ee deforestasi yang
tiba-tiba
EE merubah hutan kawasan hutan menjadi
tiba-tiba ada lahan kebun di situ nah
ini ini sangat menarik banyak sekali
perdebatan di sini Saya masih ingat
betul
perdebatan-perdebatannya sampai
mengatakan Apakah sawit boleh ditanam di
hutan Wah sampai ke situ tuh
perdebatannya nah
ee saya terus terang waktu itu juga
pernah ditanya hal seperti ini boleh
enggak sawit ditanam di hutan itu
pertanyaan Pak Menteri saya ke saya nah
saya jawab begini memang mazhabnya ada
dua kalau kita mengikuti mazhab
Malaysia karena mereka menganggap
tanaman kebun seperti sawit itu adalah
tanaman hutan boleh kata
mereka tapi kalau di Indonesia Nah
mazhabnya masih belum Pak saya bilang
begitu karena tanaman sawit itu adalah
bukan tanaman kebun masih ada pertanyaan
lanjutan lah kalau hutannya sudah hancur
nah hutannya sudah hancur dirambah orang
terbakar sudah ada tambang Bahkan di
situ tapi fungsinya masih kaw eh apa
statusnya masih kawasan hutan Boleh
enggak saya Tanam sawit di situ Wah ini
pertanyaan lebih seru lagi orang
hutannya sudah hancur tapi masih
statusnya hutan daripada enggak dipakai
Enggak diapa-apain kan mendingan
ditanam masuk
akal daripada kebakar enggak diurusin
lagi akhirnya saya jawab gini
eh pak menteri saya Bil
kalau memang mau ditanami sawit di situ
Ini pandangan saya ya pribadi kalau
memang ditanam
sawit tapi dengan menjalankan
agroforest fine kalau
agroforestri karena Apa
fungsi pohonnya masih sebagai fungsi
pohon hutan dan kawasannya masih
berfungsi sebagai kawasan
hutan tapi kalau nanamnya sifatnya
monokultur
sebaiknya kawasan itu dilepas saja
status hutannya kalau
monokultur Wah diskusinya jadi
berkembang tapi di sini saya lihat betul
bahwa ee ada keinginan kita untuk
menyelesaikan
status kawasan hutan yang sudah rusak
itu
memanfaatkan kawasan hutan yang sudah
rusak itu bagaimana ima caranya sekarang
pemerintah ingin nih potensi kita besar
hutan yang sudah rusak itu jangan Tidak
termanfaatkan bisa kalau bisa kita tetap
manfaatkan tapi dengan prinsip
sustainability Gimana
caranya nah ini yang sekarang terus
didiskusikan bahkan Kemarin kan sudah
keluar ya ada peraturan presiden yang
betul-betul nembak inih dalam tanda
kutip ya betul-betul melihat
ee perkebunan-perkebunan yang ada di
dalam kawasan hutan yang tidak ada
izinnya dan sebagainya dan ini yang
menyebabkan deforestasi sebenarnya kan
dan ini yang perlu yang memang nanti
akan di betul-betul ditangani eh secara
hukum tapi di sini kelihatan betul kalau
saya kembali lagi kepada
pertanyaannya k kemauan pemerintah
tentunya jelas clear di
sini bahwa kita ingin betul-betul
menyelesaikan terutama unpl
deforestation ini apalagi sifatnya
ilegal
ini perlu kita selesaikan secara jelas
dan
tegas Pak Presiden sudah keluarkan
ehnya kemar mungkin itu sebagai jawaban
yang pertama kemudian Mengapa metadata
yang digunakan untuk evaluasi capaian
sdis berbeda-beda di klhs rpjpd
menggunakan metadata
1ang mengenai metadata tentunya Eh ini
perlu kita sikapi betul secara hati-hati
karena yang mana tadi ya Ee perlu kita
sikapi ya Secara hati-hati karena ini
perkembangan dari indikator-indikator
ini sangat-sangat
dinamis Jadi kami di sekretariat sdj
juga memantau ini dan metadata 1 bisa
saja nanti berkembang ke metadata 3 t
bisa saja ke ini sesuai dengan eh apa eh
dinamika yang ada di lapangan tapi
tentunyaability nah yang penting
adalahil
ini bisa kita betul-betul pegang
sehingga target-target yang sudah
ditetapkan di dalam ee apa di dalam
sdgit itu eh benar-benar apa namanya
Tetap bisa kita monitor secara lebih eh
terstruktur dan betul-betul kelihatan
perkembangannya progresnya gu ya Nah
sejauh mana intervensi program
percepatan sdis menjadi dasar dalam
perencanaan pembangunan daerah seperti
rpjpd dan
Rp rpjmd mungkin ini ya kalau di rpjmn
sudah rpjmd mungkin
Oke gini
eh secara teori secara teori D sdgis
ini apa tpb ya Run yang ada di tingkat
nasional diterjemahkan di tingkat daerah
rad-nya nih rencana aksi daerah tujuan
pembangunan berkelanjutan ya an tpb
yang menjadi dasar untuk perencanaan
pembangunan di
daerah menjadi referensi utama persis
seperti yang ada di rpj sdgis nasional
menjadi referensi untuk menjadi dalam
rpjmn sehingga nyambung satu sama lain
antara R aksinya dengan
rpjmn-nya tentunya harus tentunya las
Dan harapannya kami juga berharap di
daerah juga akan seperti
itu dalam konteks
rpjpd-nya kan sudah jelas ya bahwa rpjpn
dengan rpjpd sekarang sudah afirmatif
ikut rpjpd harus ikut apa yang sudah
diarahkan di nasionalnya pembangunan
kita tidak boleh ke sana kemari nih
rpjpn sudah membuat koridor yang
jelas koridor ya saya tidak ee koridor
yang jelas arah pembangunan kita ke mana
konvergen ke satu titik di
20045 dan
rpjpd-nya juga harus ikut ke sana jangan
sampai nanti titiknya berbeda
konvergensinya makanya kami dengan
Kemendagri sudah menetapkan sudah sudah
eh membuat semacam surat edaran bersama
kepada seluruh daerah
untuk apa membuat afirmatif bahwa
rpjpd-nya harus searah selaras dengan
rpjmn eh
rpjpn jadi
rpjpd tetap menjadi acuan nanti setiap
provinsi apa gubernur bupati Walikota
ini tetap menjadi acuan mereka ya dan
sdgis kembali lagi ini karena dia
menjadi sebuah gerakan menjadi referensi
besar itu yang nanti istilahnya mewarnai
dokumen-dokumen perencanaan yang ada di
tingkat daerah seperti juga yang kami
lakukan di tingkat nasional jadi
gitu pertanyaan berikut apa
ini ini saya baca satu-satu atau gimana
Bu Baik Pak banyak
ini mungkin kita lanjut Pertanyaan
selanjutnya
maka dimen tempat tinggal juga bertambah
sedangkan lahan jumlahnya berkurang akan
muncul bencana dan sebagainya Jika
pembangunan dilakukan di kawasan yang
tidak seharusnya Bagaimana dengan
tanggapan Bapak ya ini Terima kasih ini
pertanyaan yang sangat mendasar
eh
seringki pembangunan kita tidak pernah
eh jarang
melihat Saya biasanya mengistilahkan
caring capacity
jarang sekali melihat itu Dan eh para
ekonom biasanya seringkiali hanya
terjebak di dalam
perhitungan-perhitungan ekonomi dan
lupa Padahal mereka biasanya sudahud
diajarkan
tentangnality tapi
seringkialinality ini luput dari eh
perhitungan-perhitungan sistem ekonomi
nah di rpjp kita jelas itu sudah kita
pertimbangkan saya sendiri kebetulan
yang menghitung dan akhirnya makanya
muncul tadi ada intensitas emisi sebagai
sasaran besar dan sebagainya dan
kemudian ada transformasi ekonomi hijau
dan sebagainya k saya sendiri yang
nyusun jadi caring capacity sudah
dipertimbangkan nah termasuk sebenarnya
aspek caring capacity
itu terutama dari pertumbuhan penduduk
dibandingkan dengan ketersediaan lahan
terutama untuk lahan permukiman lahan
pertanian
itu ada di dalam model Kami sebenarnya
dan memang
ee
apa pertumbuhan penduduk terutama di
perkotaan bilamana kita masih bisnis as
usual tentunya akan sangat-sangat sulit
untuk kita bisa
ee hindari urbanisasi itu sekarang sudah
menjadi tren
Nah sekarang intinya Terus bagaimana
kita menyikapinya
Nah ini Ini pertanyaan besar dan harus
dijawab dari berbagai Angle sebenarnya
ee tapi sederhananya begini dalam
konteks kewilayahan ya kar ini kita
mesti bicara dari berbagai Angle tapi
saya ambil aja sederhana dari Angle
kewilayahan
Ee kita mau tidak mau harus
bisa
mengembangkan pertama sektor sektor
unggulan yang ada di daerah ya yang ada
potensi-potensi yang ada di lokal
komoditas-komoditas apa misalnya
misalnya apa ya rumput lautlah di
NTT kita semua sudah tahu nih
lokasi-lokasinya ada di mana
Nah lokasi-lokasi itulah yang kita
kembangkan dan
tentunya kita mesti
devel mesti angkan juga
hub-hab yang berfungsi sebagai
kawasan-kawasan strategis ya ini kalau
bicara dari sisi kewilayahan ya
kawasan-kawasan strategis yang bersifat
sebagai
kolektor bersifat
sebagai port bersifat juga sebagai
kawasan-kawasan yang nanti melakukan
hilerisasinya tentunya kalau sudah
Ee apa apa ee pengembangan berbagai
kawasan tadi
diharapkan menahan laju urbanisasi untuk
masuk ke terutama ke kota-kota besar ke
kota-kota
Metro sehingga mereka punya activities
ya penduduk itu punya activitties di
wilayahnya
masing-masing yang terjadian sekarang
konsentrasi ekonomi itu ada di wilayah
Urban sehingga akhirnya masyarakat di
desa pindah ke
Urban Nah sekarang kita ingin ciptakan
betul pusat-pusat ekonomi itu ada
tersebar di berbagai
wilayah termasuk tadi misalnya di NTT
dengan rumput laut ya kita dekatkan
pusat ekonominya ke
sana bahkan kalau misalnya ada
kawasan-kawasan misalnya apa ya
transmigrasi misalnya kita jadikan bahwa
kawasan-kawasan transmigrasi tadi
sebagai kawasan-kawasan yang
bersifat unggulan di sana
dan banyak loh yang namanya kawasan
transmigrasi itu menjadi motor ekonomi
di
daerah Jadi sekarang ini poinin yang
ingin saya sampaikan untuk mengurangi
urbanisasi tadi ciptakanlah pusat-pusat
ekonomi di
lokal ini kalau saya mau bicara lebih
jauh mbg itu program pak presiden
sekarang jadikanlah itu kesempatan
ekonomi untuk di
daerah kena Kakan begitu karena mbg itu
mendorong agar
terciptanya pangan lokal di
daerah ada pangan lokal di daerah Siapa
yang memproduksi ya petani-petani di
daerah nelayan-nelayan di
daerah merekalah yang apa menghasilkan
makanan-makanan yang ada di piring
anak-anak
itu kalau ini sudah terjadi tentunya
ekonomi di daerah pasti akan akan
bergeli lah ya Belum lagi kita bicara
logistiknya kita harus bisa menyampaikan
dari produksi tadi kemudian kita olah
kemudian kita sampaikan sampai ke
dapur-dapurnya itu semuanya ada di
daerah ada di lokal kalau itu bisa kita
apa bisa kita dorong bareng-bareng
tentunya ekonomi lokal akan naik sekali
dan mencegah penduduk pindah dari desa
ke kota sudah ada bisnis nih sekarang
walaupun bisnisnya memang digenerate
oleh government spending ya loyat mbg
tapi enggak apa-apa itu adalah
government push demand
sebenarnya jadi ya silakan aja
government yang sekarang apa mendorong
terciptanya berbagai sumber-sumber
ekonomi di daerah untuk menggeliat lagi
mbg ini tolong dilihat tidak hanya
sekedar memberikan nutrisi kepada
anak-anak ibu hamil tapi juga melihat
harus dilihat trickling down efeknya nya
ke mana ini yang mesti kita ee apa ee
apa sikapi betul dan teman-teman di
daerah terutama harus bisa merespons ini
dengan bijak secara kreatif agar
manfaatnya betul-betul dapat nih kepada
masyarakat itu
ya apagi Mi silakan baik kita lanjutkan
Di sini masih tersisa tujuh pertanyaan
lagi
ee desa adalah pelayan masyarakat
tingkat terbawah bagaimana agar Dana
Desa bisa menjadi basis pembangunan
berbasis lingkungan apalagi dengan isu
ketahanan pangan ya Ini ini pertanyaan
yang saya langsung bahas waktu itu
dengan Prof Dadan kepala bgn eh bgn
badan gizi nasional saya bertanya Betul
apa kontribusi
dari Pemda di sini waktu itu lebih
spesifik lagi saya tanyakan kontribusi
desa apa sih
beliau
menjawab Kami dari bgn itu beliau bilang
berharap betul teman-teman di tingkat
Desa Apalagi boomdes itu yang nanti
menjadi motornya di
daerah teman-teman mungkin tahu dari
dana desa yang R miliar
[Musik]
itu setidaknya 20% sudah diirmark untuk
ketahanan
pangan ya dari dana desa yang R miliar
20% minimal itu untuk ketahanan
pangan di sini harus kita lihat
secara jeli dan di sinilah sebenarnya
kesempatan berusaha dari teman-teman
boomdes terutama ya terutama teman-teman
di desa
boomdes untuk bisa menyikapi tadi
program mbg yang masuk ke
sekolah-sekolah tadi
teman-teman semua ibu bapak bisa
bayangkan dari R miliar Taruhlah r00
juta deh boomdes kelola sebagai modal
untuk men-serve anak-anak sekolah tadi R
juta R juta itu bisa mendorong
teman-teman petani nelayan dan
sebagainya itu untuk
berproduksi lebih besar
lagi lebih banyak lagi sehingga bisa
menghasilkan yang dibutuhkan dari
dapur-dapur nanti yang eh akan masuk ke
sekolah-sekolah
itu Nah di sini kelihatan betul ini dana
desa bisa sangat bisa dimanfaatkan saya
kebetulan kemarin juga dapat pertanyaan
yang sama dari teman-teman di DPD
DPR jadi ini saya bilang ini kesempatan
emas jadikanlah Dana Desa ini kaitkan
dengan ketahanan pangan dan kaitkan juga
dengan
mbg Dan harapannya
tentunya pada saat berproduksi ya
aspek-aspek lingkungan dan sebagainya
ini teman-teman desa juga mesti lihat
jangan sampai nanti sekedar hanya
berproduksi tapi tidak
sustainable bahaya nanti kalau kayak
gitu Nah yang
eh apa aspek-aspek Inilah yang saya kira
teman-teman apalagi sampai tingkat Desa
harus jeli-jeli betul ya dan saya harus
saya sadari bahwa kapasitas Desa kita
juga beragam ada yang sudah maju ada
yang masih sangat Tertinggal apalagi
yang ada di Papua sana
Eh banyak sekali desa-desa yang masih
Tertinggal dan ini perlu pendampingan
pendampingan yang yang sangat-sangat eh
ketat ya sehingga nanti dana-dana yang
sudah tersalurkan sampai ke tingkat Desa
itu benar-benar bisa dimanfaatkan dengan
baik saat ini banyak sekali dana yang
masuk ke Des dan Ini mesti kita sikapi
betul secara Arif ya jangan sampai nanti
ya apalagi banyak kemarin di Kompas
sudah sampai seminggu saya lihat
membahas tentang dana desa dan salah
satu isunya adalah kapasitas kepala desa
yang masih perlu kita upgrade sedemikian
rupa sehingga bisa menjalankan Dana Desa
ini dengan lebih baik tapi poinnya kita
lihat bahwa jelas ini adalah peluang ada
peluang besar di sana dan Dana Desa ini
bisa bisa kita manfaatkan dengan lebih
baik
lagi mungkin itu mbak Dini baik kita
lanjutkan eh Bagaimana arah kebijakan
sdjis setelah tahun 2030 secara global
nasional dan
daerah Terima kasih ini secara eh
setelah 2030 ya memang setelah
2030 kita belum ada istilahnya di Global
Belum ada rencana untuk
bukan belum ada
eh belum ada istilahnya belum
dipersiapkan secara lebih komprehensif
ya setelah 2030 mau ngapain Belum belum
ada yang pasti bagaimana mencapai target
2030 dulu itu dulu Yang sekarang kita
fokuskan saya kok yakin setelah 2030
pasti masih ada karena
isunya tadi Seperti yang saya sampaikan
di bagian akhirasi saya isu perubahan
iklim ini makin menjadi-jadi dan ini
pasti berdampak
kepada pembangunan kita secara
keseluruhan jadi
eh fokus dulu ke 2030 tapi saya yakin
betul setelah 2030 pasti akan ada lagi
ee baik di Global Biasanya kalau sudah
di Global akan turun ke nasional ke
daerah itu sudah pastilah ya dan
biasanya tidak akan jauh dari isu yang
tadi saya sampaikan
kalau kaitannya dengan lingkungan dan
sebagainya triple planetary Crisis tadi
itu tidak akan selesai dalam waktu
sampai 2030
eh sebagai contoh
eh kmgbf itu sampai 2050 kmgbf ini apa
kunming Montreal
globalersity framewor kalau biiversity
dia sudah sampai 2050
Karena dia sudah lihat ancaman-ancaman
terkait dengan biodiversity loss itu
sampai
2050 saya lupa yang desertifikasi tapi
kalau yang climate change sudah jelas
sudah ada pembicaraan-pembicaraan karena
targetnya sudah enggak ada yang
tercapai kita-kita ini bandel semua
sehingga akibatnya mitigasi eh Apa
perubahan iklim makin
menjadi-jadi Nah sudah pastilah akan ada
nih lanjutannya dan Perkiraannya nah
Perkiraannya tahun 2030 ini
target-target sdg itu juga tidak akan
tercapai semua karena masih banyak
sekali pr-pr yang mesti dikerjakan dan
sekarang
aja kita kita saja sudah dinilai oleh
Global Indonesia itu baik sekali
implementasinya walaupun kita tahu tadi
masih banyak indikator-indikator yang
masih belum kita e selesaikan dengan
baik tapi kita dinilai baik oleh global
Nah makanya saya yakin betul tahun 2030
ini pastilah masih banyak yang belum
bisa tercapai dan itu bisa saja nanti
menjadi PR untuk e apa rencana Apa
selanjutnya setelah
2030 baik kita
lanjutkan jika denda pelanggaran
kebersihan dan ketertiban lingkungan
berlaku secara komprens apakah akan
berpengaruhik terhadembangun
ya
oke denda pelanggaran kebersihan dan
ketertiban lingkungan berlaku secara
komprehensif
oke
eh Saya masih ingat lagi waktu kami eh
Kebetulan kami yang termasuk yang
menyusun PP tentang instrumen ekonomi
lingkungan jadi Kami sebenarnya sangat
berharap bahwa polp tadi benar-benar
berjalan dan
EE aspek-aspek yang terkait dengan ee
mitigasinya termasuk aspek denda
penegakan hukum ya dalam artian salah
satunya hukumannya adalah denda tentunya
ini menjadi salah satu instrumen ee apa
ee pelaksanaan yang sampai di tingkat
bawah nah ee memang kalau mesti dilihat
yang
namanya jadi jangan sampai hanya melihat
sekedar denda ya instrumen pembiayaan
ini
macam-macam mulai dari teksnya mulai
dari eh apa namanya E
retribusinya mulai dari
iurannya iuran dan Retribusi hampir sama
eh mulai dari dend lah katakan gitu ya
ini harus dilihat secara menyeluruh
Jangan dilihat hanya sebagai satu
instrumen terus menyelesaikan semua hal
tidak jadi harus dilihat secara
keseluruhan berbagai instrumen tadi yang
EE harus harus betul-betul terintegrasi
satu sama lain contoh misalnya
ee misalnya di saya ambil simpel aja
persampahan deh gitu ya Nah di
persampahan itu kita punya mekanisme apa
retribusi sampah yang yang sekarang ini
enggak enggak dikumpulkan sama
Pemda Padahal kita bayar sampah ya saya
yakin semuanya pasti bayar sampah di
rumah tahu enggak ke mana retribusi
sampah itu eh yang kita bayarkan
itu berakhir enggak di pemda kan tidak
berakhirnya jadi tukang sampah kita di
RT tukang sampah kita uangnya ke mana
mereka bayar ke si apa sopirbis Eh kok
Sir bis Sir apa truk sampah di ee di di
tps-tps-nya selesai padahal besar itu
retribusi kita padahal retribusi sampah
resminya cuma 10.000 perkakak per
bulan dan itu pun tidak dikumpulkan sama
Pemda akhirnya apa yang terjadi Pemda
enggak punya uang mengelola sampahnya ya
sampahnya berantakan padahal ah
bagus-bagus dibangunkan sama Pu tuh
biasanya bangunin infrastruktur ya
bagus-bagus Tuh tapi pada saat dikelola
sama Pemda
hancur karena enggak ada operasional
uangnya kecil bleeding terus APBD APBD
itu cuma 0,4% lah untuk persampahan
kecil sekali Nah itu baru satu
sisi kalau misalnya denda misalnya kita
buang sampah terus didenda menyelesaikan
masalah enggak Kalau hanya itu aja
enggak menyelesaikan
masalah kalau hanya sekedar denda denda
kan hanya sebagai istilahnya hukuman
kepada kita
seringkiali ya peneggakan hukum ini
apalagi di Indonesia kan kita semua
sudah tahulah ya seperti apa Jadi ini
challenge banget nih makanya kami lebih
melihat eh
apa isu terkait dengan denda terkait
dengan retribusi terkait dengan teks Ini
mesti dilihat secara utuh Jangan dilihat
hanya sebagai sekedar satu instrumen
terus selesai semuanya tidak itu apalagi
denda itu hanya sekedar instrumen
hukuman ya instrumen hukum instrumen
hukuman sebenarnya kepada pelanggar tapi
yang lebih baik lagi adalah dilihat
secara sistem bahwa ada yang harus kita
perbaiki ini bagi teman-teman di daerah
ini persoalan besar karena selama ini ee
pad daerah kecil
sekali sejak reformasi sampai hari ini
pad daerah perkembangannya nya
sangat-sangat relatively rendah sehingga
saya bisa
mengatakan ketergantungan daerah
terhadap transfer dana transfer ke
daerah ya Dari pusat makin lama makin
bertambah sebagai kesimpulan mendasar
saja ini yang namanya reformasi
desentralisasi dan sebagainya menjadi
pertanyaan Apakah
efektif Jadi pertanyaan ini sekarang itu
yang mungkin menjadi PR kita Bagaimana
harus kita perbaiki ini Sekarang
kepala-kepala daerahnya baru dan
mudah-mudahan membawa semangat baru nih
untuk membawa berbagai perubahan yang
ada itu dulu deh yang saya bisa
sampaikan kita
lanjutkan eh keberlanjutan program
penurunan grk menuju net Zero emission
di Indonesia dan dunia dikaitkan dengan
kebijakan Amerika yang masih fokus ke
energi
fosil i terima kasih Eh
gini yang namanya Amerika Ya biarin aja
Ngapain kita pusing dengan Amerika kita
sudah punya tadi undang-undang
rpjpn sudah ada
targetnya sudah ada di 2045 itu kita
harus menurunkan emisi intensitas emisi
sampai
93,5% caranya gimana ada semua
sebenarnya mapnya ada untuk sektor
energi misalnya ada bahwa nanti kita mau
mendorong sampai 70% renewable energi di
energ
mix Nanti lewat Matahari air termasuk
juga nuklir nanti termasuk hidrogen dan
sebagainya semuanya skenarionya ada dan
itu semuanya transisi Makanya tadi saya
bilang saya mengatakan bahwa transisi
itu harus berkeadilan ini Amerika memang
dalam tanda kutip ya ini AG
nih tadinya semangat-semangat setiap 5
tahun dia berubah-berubah masuk keluar
masuk udah kayak ini aja dia Kayak apa
ya kayak setrikaan aja bolakbalik
bolakbalik keluar masuk keluar masuk
dari Paris e apa Paris
agreement Kelihatan banget kebijakannya
tidak konsisten antara satu presiden
dengan presiden yang lain tapi kita
ngapain kita ikut dia gitu kita
konsisten aja yang namanya renewable
energy itu kalau kita terlambat
Waduh Sayang banget kalau kita terlambat
karena ya biasanya kalau di pasar Siapa
yang masuk duluan itu yang dapat untung
besar makanya Cina sekarang betul-betul
fokus ke renewable energy termasuk I dan
sebagainya karena mereka ingin menjadi
pelaku pasar pertama yang pastilah
mendapat keuntungan
terbesar Amerika ketar-ketir karena
mereka lambat sekali perkembangannya
menunju R jumulah energi termasuk di
sisi EV dan sebagainya makanya
ee kalau saya yakin betul kita tetap
maju ya Apalagi sudah ada
undang-undangnya rpjp-nya bilang begitu
rpjmn-nya juga bilang begitu
sudah konsisten saja ngapain Kita ngikut
yang lain-lain tentunya kita harus
timbang-timbang proses transisi ini
harus kita
lihat keadilannya seperti apa
keseimbangannya seperti apa ini memang
tidak mudah pasti Kompleks tapi bahwa
arahnya ke renew energ harus itu ah
keharusan tinggal kita bermain di dalam
dinamika tahunannya ini yang mesti kita
lihat itu yang harus
hati-hati
itu kita lanjutkan politik global
tentunya akan berpengaruh
terhadanyaagaim kita menahan tekanan
luar negeri
tersebut politik global tentunya politik
will nasional pertanyaan Bagaimana
menahan tekanan luar negeri tersebut nah
saya melihatnya ada
dua yang
pertama political eh will di tingkat
Global tentunya punya dampak positif ada
yang berdampak positif kepada nasional
ada juga yang berdampak negatif ke ke ee
apa ke nasional Jadi mesti dilihat mana
yang positif mana yang negatif contoh
misalnya ya kita tentunya mendukung yang
namanya unfplec UN UN apa uncbd misalnya
tadi ya kita ambil contoh aja deh unf
triplec tentang climate ya tentunya kita
dukung sepanjang itu positif dan kita
lihat betul bahwa eh Memberikan manfaat
besar kepada nasional harus kita dukung
tapi kalau misalnya dalam hal ini
memberikan dampak negatif kepada kita ya
harus kita
lawan Kenapa
takut saya masih ingat betul waktu itu
terkait dengan apa ya
sawit Kebetulan saya sendiri yang
beradapan langsung dengan Uni Eropa
waktu itu Berantem kita di meja
negosiasi dan
ee ya mereka
selalu mengatakan bahwa sawit
menyebabkan deforestasi dan sebagainya
dan sebagainya Okelah akhirnya kita
berantem tapi di situ saya dan akhirnya
kan kita menang di
wtu kan kalau misalnya teman-teman
mengikuti Bagaimana perdebatannya eh ya
kita bertahan tetap kalau kita melihat
bahwa itu memberikan manfaat
sebesar-besarnya kepada kita ya harus
kita pertahankan tapi tentunya kita
mesti melihat juga aspek-aspek yang
menjadi kern orang ya global itu kita
mesti lihat misalnya tadi yang seperti
saya sampaikan sawitnya masuk ke kawasan
hutan tiba-tiba apa merubah hutan
menjadi kawasan hutan eh menjadi apa
menjadi perkebunan sawit oke itu
deforestasi jangan lagi terjadi makanya
sekarang keluar nih ppres dari Presiden
tentara sekarang yang masuk untuk
istilahnya istilahnya memperbaiki
semulah di
lapangan tapi yang namanya deforestas
istilahnya apa sawit-sawit yang sekarang
kan banyak juga yang berada di luar
kawasan hutan itu juga dipermasalahkan
sama mereka di situlah kita
ribut tentang definisi deforestasi dan
sebagainya Udahlah itu teknis teknis
tapi saya ingin mengatakan bahwa kalau
dapat
tekanan bilam tekanan itu benar Ya apa
boleh buat harus kita ikut tapi kalau
enggak benar Kita Lawan Kenapa takut
kita negara berdaulat kok jangan sampai
takut kalau dapat tekanan-tekanan kayak
gitu sering Memang secara politis
kita bahkan tekanan itu sekarang bukan
tekanan yang sifatnya langsung ya
tekanannya tidak langsung itu sering
malah sekarang
terjadi dia ngasih hibah dia ngasih ini
nanti dia rubah pelan-pelan Nah itu juga
kita harus hati-hati kadang-kadang
instrumen-instrumen seperti hibah yang
mereka kasih itu sebenarnya instrumen
yang ingin memberikan semacam
perubahan-perubahan yang diinginkan oleh
mereka sendiri banyak cara-caranya tapi
intinya bilamana tidak sesuai dengan
kepentingan nasional Kita Lawan jangan
takut itu
Mak Baik Pak kita lanjutkan lagi untuk
Pertanyaan selanjutnya Bagaimana
pengaruh dan antisipasi dari adanya
efisiensi pemangkasan anggaran terhadap
perkembangan pelaksanaan sdis di
Indonesia nah ini seru ini terima kasih
Eh ini sesuai semangat ini ya S sesuai
semangat efisiensi kan yang katanya kan
efisiensi ini kan memang
istilahnya menggerus Yang lemak-lemak
Kan katanya gitu ya menggerus yang
lemak-lemak ya walaupun harus jujur kita
katakan ada juga yang kena eh ototnya
juga gitu Ada juga yang kena ototnya
bahkan ada yang katanya sampai ke tulang
dan sebagainya Ya sudah e tapi kan
sekarang ini sedang direkonstruksi lagi
dan Kemudian dilihat betul e dampaknya
Seperti apa terutama tidak boleh
mengganggu gaji pegawai dan sebagainya
tidak boleh ada PHK dan sebagainya
sudahlah itu itu itu e dampaknya yang
sedang ditangani sekarang Nah kaitannya
dengan sdg bagaimana ya tentunya
eh target-target dari sdg ini tetap
tetap ada di situ ya cuma sekarang kan
kita bertanya
apakah target-target tadi secara tahunan
nanti akan terpengaruh atau tidak nah
itu yang itu yang sebenarnya
menarik kalau saya melihatnya ini
tergantung nanti dari kreativitas dari
pelaksananya bisa enggak para
pelaksananya
Ini menghasilkan berbagai macam
inovasi
sehingga walaupun anggarannya dipotong
tapi tidak merubah target secara
keseluruhan bahkan kalau bisa yang
selama ini biasanya dikerjakan sendiri
misalnya ya kolaborasi deh dengan yang
lain-lain sehingga outputnya tetap ada
tetap
terjaga jadi memang di sini dituntut
sekarang termasuk pada kami juga nihi
kan juga korban eisi ya Yaudahlah kita
semu efisiensi ini yang di lembaga
pemerintah ya sekarang dituntut untuk
Bagaimana bisa
berkreasi berinovasi dengan anggaran
yang ada nah eh di situlah sebenarnya eh
cara kerja baru kita ya
Ee dengan segala macam keterbatasan yang
ada kita harus bisa mewujudkan yang
sekarang ini sebenarnya sudah
ditargetkan Tentunya saya berharap betul
Eh kita akan mereview ini juga secara
keseluruhan ya pasti ini kan enggak
sekedar hanya efisiensi Enggak gitu juga
gitu tapi bagaimanapun target-target
pembangunan yang sudah dicanangkan itu
tetap ada ya ada di rpjp-nya ada di
rpjmnnya sdg ini juga ada dan secara
global kan juga tidak terpengaruh oleh
karena efisiensi jadi kembali lagi saya
melihat betul semangat dari kita untuk
bisa berkolaborasi satu sama lain juga
sekaligus berkreasi dan berinovasi
sehingga bisa menghasilkan output yang
betul-betul tadi sudah kita sepakati
bers mungkin itu yang saya bisa
tanggapi merupak pertanyaan terakhir
dari
aplikasi dari
bapak bagaimana agar implasi pembangunan
berkelanjutan dapat ber
komitmen tersebut ee
berkelanjutan
ya gini Ibu dan Bapak sekalian ya terima
kasih pertanyaannya bagus ini juga saya
tadi nonton di TV
eh pertanyaan keberlanjutan tersebut
menjadi Eh
istilahnya termasuk yang digaris bawahi
Apakah ganti pimpinan terus ganti eh apa
namanya ganti
komitmennya Ya seperti di Amerika lah ya
kemarin
biden Oke di Paris agreement Trump
keluar pokoknya setiap ada Trump dia
keluar dari Paris agreement apakah akan
begitu Indonesia ini yang menarik jadi
eh Kami sebenarnya di dalam menyusun
rpjpn undang Indonesia emas 2045 tadi
sebenarnya salah satu tujuannya adalah
menghindari terjadinya seperti apa
pergantian kebijakan antar pimpinan
selama 5 tahun jadi rpjpn ini kan sampai
2045 ya kita di 2045 ini kita bikin kita
buat koridornya ya saya selalu
menyebutkan istilah koridor di sini
karena apa koridor ini koridor kan
sebuah area ya range ya sebuah area satu
area yang akhirnya makin lama makin
merucut ke
2045 nah di dalam koridor Itulah
sebenarnya
ya pimpinan setiap 5 tahun itu bisa
bermain tentunya kami tidak mungkin
Strik tidak mungkin Secara apa
rigid bahwa pimpinan daerah atau
pimpinan nasional setiap 5 tahun harus
ini ini ini ya Enggak mungkin begitu
pastilah yang namanya presiden gubernur
bupati Walikota dia punya juga
kebijakan-kebijakan yang dia bawa
sewaktu janji
kampanye tapi kita kasih koridor bahwa
kebijakan-kebijakannya ini harus
mengarah begini
ya bahwa nanti Misalnya tadi tetap isu
perubahan iklim menjadi salah satu yang
kita utamakan jangan sampai nanti
presiden misalnya tiba-tiba Oh kita
keluar dari Paris agreement Oh enggak
gitu undang-undang kita mengatakan kita
komit kepada Paris agreement itu
misalnya jadi melalui
rpjpn ya yang kemudian diturunkan ke
rpjpd di situlah kita menjaga komitmen
dari berbagai macam tujuan-tujuan
pembangunan berkelanjutan ya yang
dijalankan nanti oleh setiap pimpinan
baik di tingkat nasional maupun yang ada
di tingkat daerah sehingga konsisten
walaupun nanti beragam Ya cara-caranya
silakan aja yang namanya caranya kan
boleh tapi arahnya
sama kalau sekarang pak presiden dengan
mbg gitu ya boleh-boleh aja tapi kan
mbg-nya nanti didorong dia harus tetap
menjalankan prinsip-prinsip
berkelanjutan di situ mbg kan sebenarnya
hanya sebagai tools
aja misalnya ya saya masih bisa
contoh-contoh yang lain tapi pada
prinsipnya m bahwa kita menjaga
konsistensi pembangunan itu di dalam
undang-undang 59 tahun 2024 rpjpn
2025-245 yang kita turunkan menjadi
rpjpd di tiap provinsi yang ada di
daerah mungkin itu
Ba Mas Iya baik terima kasih kepada Pak
medril atas jawaban-jawabannya ee mohon
izin juga kepada Pak medril mungkin akan
ada penambahan waktu selama 10 menit
Boleh silakan ini banyak nih mau nanya
saya lihat Iya baik Pak untuk
selanjutnya kita langsungkan saja untuk
pertanyaan langsung dari
peserta dan saya akan batasi untuk dua
penanya saja
ee dipersilakan kepada Pak auza yang
sudah dari tadi Eh Rais
hand ya kepada puzan saya persilakan
silakan Pak siapa Pak auzan I Pak
auzan ehip Min ya mungkin kita skip dulu
saja
eh kita berpindah kepada Pak
masahoro ya yang sudah ada di dalam
kamera zoom ya dipersilakan
Pak suara Mbak I sudah Pak Ya baik kasih
banyak Asalamualaikum wabarakatuh dan
selamat siang kami diul profisal sudah
sudah jam siang Pak mendekati Oh iyaak
saya lambat karena sump saya kuliah
kasih kuliah statistik J terlambat
setengah jam baru saya ikut bergabung
baik
ee Jujur saja saya mau menyampaikan
bahwa ada beberapa daerah saya salah
satu konsultan ee penyusunnya
pendampingnya di dalam menyusun rpjpd
termasuk sampai pada teknokratik
rpjmd-nya Pak tidak usahlah saya sebut
kabupaten apa kabupaten apa tapi intinya
adalah bahwa kita sangat diwajibkan
ketika Kami berbicara di bapinas pada
bulan Juli lalu kami kita diwajibkan
memang pemerintah pusat bahwa di dalam
setiap visi misi terutama visinya setiap
kepala daerah harus ada kata-kata
berkelanjutan itu wajib sehingga pada
ketika itu mendaftar di KPU semuanya di
repmen kembali visinya harus ada
kata-kata berkelanjutan karena ada
semacam penegasan bahwa ketika tidak ada
kata berkelanjutan di dalam rpjpd-nya
selama 20 tahun ke depan tidak akan
didanai oleh pemerintah pusat Nah itu
tuh itu yang menyebabkan ini suatu hal
yang harus nah terkait dengan pertanyaan
tadi bahwa Apakah berkelanjutan itu
orangnya bisa berganti tapi namanya
berkelanjutan selama 20 tahun siapapun
bupatinya Gubernur walikotanya harus
taat dan patuh pada ketentuan terbaik
yang kedua Eh sedikit masalah Polisi
Udara
Pak eh bahwa yang selalu menjadi standar
ukuran internasional ukuran
partiulatenya itu adalah 25 PM 25 dengan
10 sampai sekarang dua kali dua kali
webinar saya tanyakan belum ada
narasumber yang meyakinkan saya apa yang
menjadi Reason utamanya Kenapa 2,5
dengan pm25 dengan pm1 gitu Yang ketiga
eh terkait masalah l program rpjmd e ada
ketika saya sempat berbicara di salah
satu hotel di Makassar pada bulan Juli
juga ada yang bertanya ke saya Pak
masyahoro kira-kira ini Ini sekedar dok
saja Pak
RPJM nasional 20 tahun ini apakah betul
di 2045 kita menjadi indonesiaas atau
Indonesia lemas
ini sampai Saya tidak bisa menjawab
karena saya ketawa Tu terakhir mungkin
pak ee terima kasih banyak pemaparan
yang sangat bagus tugas komprehensif dan
sebagainya tapi paling tidak bahwa semua
negara di 194 negara terdatat secara
resmi dari PBB Walaupun ada beberapa
negara yang antri sekarang ada l negara
lagi yang antri tapi setidaknya bahwa
dari 1 tujuan pembangunan ee bersama SDS
itu semua negara berkewajiban tetapi
yang paling krusial menurut saya adalah
aspek lingkungan dan aspek ekonomi ini
karena kalau lingkungan buruk pasti
ekonomi buruk lingkungan Bagus Pasti
ekonomi bagus terima kasih banyak saya
kira itu saja Prof
asalamaikum Waalaikumsalam Terima kasih
Pak maso ini betul ini tadi e mengenai
aspek-aspek e visi ya visi misi E apa
yang ada di
rpjpd memang kita dengan teman-teman kem
dagri sudah sepakat bahwa yang namanya
visi Sekarang semua harus sama kata-kata
berkelanjutan tadi memang di betul
jangan sampai nanti apa pergantian
pimpinan nanti berubah lagi semuanya
gitu tapi berkelanjutan ini juga dalam
artian luas gitu bahwa pembangunan yang
kita laksanakan adalah memang ya visinya
sudah harus
berkelanjutan bahwa apa yang sedang kita
laksanakan sekarang harus bisa dinikmati
juga oleh anak cucu kita di masa yang
akan datang Nah eh sepakat sekali nah
yang menarik ini tadi pertanyaan Pak eh
apa Pak masaro terkait dengan polusi
udara partikel eh e PM 2,5 dengan PM
10 sejujurnya tadi yang saya sampaikan
di slide Itu adalah catatan dari pm1 Oh
ya I ya makanya bagus makanya saya kan
tadi kasih catatan kebetulan karena saya
orang lingkungan saya tahu banget itu PM
10 tapi kalau kita nanti mencatat itu PM
2,5
lain lagi
ceritanya merah jadi
cathnya jadi karena yang masuk di
metadata itu pm10 jadi apa boleh buat
bagus dia karena pm1 sih oke-oke aja
pada saat kita bicara PM 2, Wah Salam
artinya
itu memang di situlah ya ini kan Artinya
kita mesti betul-betul melihat ya jangan
hanya silap mata dengan
indikator tapi kita harus jeli betul
Melihat indikator ini sebenarnya
mencerminkan
apa ya kalau pm1 ya ya besar
partikulatnya masih Okelah tapi kalau
sudah sampai PM 2, yang masuk sampai ke
alveoli ini masalah
kita salah kalau PM 2, Jadi tapi memang
pengukuran PM 2,5 belum banyak harus
kita akui juga mahal memang jadi eh ya
ada beberapa riset dan juga sudah banyak
sekarang juga yang teman-teman LSM yang
melakukan dan PM 2, itu memang tinggi
sekali jadi ya sudahlah itu PR memang
kalau PM 2, dan itu harus kita
selesaikan mengenai Indonesia Mas
Indonesia lemas ya ini semua pastilah
banyak yang apa eh berpendapat
macam-macam tentang itu tapi yang
namanya komitmen eh bukan komitmen Apa
keinginan ya tentunya harus ke sana oleh
karena itu ya jangan sampai kita malah
istilahnya saling meniadakan Kalau saya
kalau boleh kita saling
memperkuat saling memperkuat saling
bantu satu sama lain ya agar
target-target itu bisa kita dorong
jangan sampai nanti malah saling
sikutmenyikut itu yang saya
kadang-kadang lihat ini untuk mencapai
sesuatu malah sikutmenyikutuh jangan deh
kita harus sama-sama gimana caranya agar
bisa sampai ke sana Ini kan sudah yangah
ya mau jadi negara maju emisinya
berkurang segala macam dihitung sudah
Pak ini ada hitungannya semua dan kalau
skenarionya tadi ya Green Transition
berjalan Insyaallah tercapai itu Tapi
kalau ternyata dalam perjalanannya
macam-macam artinya sikut-menyikut itu
terjadi ya Bisa enggak tercapai nanti e
Indonesia emas itu makanya saya berharap
betul kita ini bareng semua bersinergi
satu sama lain kita dorong sama-sama
berbagai skenario yang sudah di apa
ditaruh di dalam rpjp rpj
pnd rpj mnd dan sebagainya kita kerjakan
bareng-bareng I Prof Prof sedikit aja
sedikit aja pengalaman saya pengalaman
saya dalam mendampingi penyusunan rpjpd
dengan rpjmd
teknokratiknya selalu kita kesulitan
sebagai ekspert lah gitu ya selalu
kesulitan di dalam hal mensinkronkan
antara e informasi dari rtrw dengan
klhs-nya gitu selalu jadi masalah di
situ sehingga untuk menuju Bagaimana
betul-betul bahwa pembangunan
betul-betul yang berdasarkan e
lingkungan yang berkelanjutan itu agak
sulit kita karena kadang-kadang hanya
hitungan 2 3 bulan sudah berubah lagi
apa yang ada di RT apa yang ada di
lapangan itu itu Saran saya pertimbangan
saya Pak kasihak Prof ya sepakat Prof
harus kita akui klhs kita baik yang
untuk RT RW maupun yang untuk
rpjmd saya sudah kemarin waktu saya
direktur LH itu saya bongkar
betul karena memang harus kita akui
sangat lemah dan sangat sulit untuk
dijadikan referensi sebagai e di dalam
dokumen perencanaan ini satu hal yang
Saya sudah sampaikan ke berbagai pihak
termasuk ke teman-teman klhk waktu itu
termasuk ke
Kemendagri ini sebagai satu contoh a
Jangan ini kan yang namanya klhs kan
prinsipnya Bagaimana yang namanya caring
capacity itu dipertimbangkan ke dalam
perencanaan bet yang namanya perencanaan
sifatnya dinamis karena dia berbasis
waktu seharusnya klhs itu juga bersifat
dinamis tidak statis karena perubahan
itu terjadi setiap
saat dan itu Terata secara teknis
teman-teman belum sanggup untuk
melakukan itu yang akhirnya ya klhs-nya
statis dan sangat-sangat sulit untuk
dijadikan referensi oleh teman-teman
termasuk apalagi baseline Datanya juga
sangat-sangat Betul of
date dan analisa dari caring
capacity-nya pun juga tidak mencukupi
gitu sehingga akhirnya perencanaannya
juga susah untuk
mempertimbangkan banyak kalau cerita k
lhs saya bisa cerita a sampai z ini tapi
Pak itu perlu kita perbaiki sepakat
kasih banyak Prof
yaak Terima kasih banyak ya terima kasih
banyak kepada Pako mudah-mudahan
jawabannya itu dapat terjawab kita
lanjutkan lagi pada pertanyaan terakhir
eh saya persilakan kepada Pak
Prabu untuk mengajukan
pertanyaannya Baik terima kasih eh izin
Pak
Prof Saya dari Kementerian uppr
ee kebenaran saya berdinas di balai
permukiman prasarana wilayah eh di NTB
eh Saya tertarik dengan tadi pemaparan
Prof terkait masalah rpjmn dan Rp jmd
karena memang salah satu tusi kami di
wilayah sini adalah menyatukan apa yang
menjadi koridor pusat dengan koridor
daerah
dan saya tertarik tadi dari pembahasan
Profesor terkait masalah penanganan
sampah ini yang terutama memang jadi
polemik termasuk air bersihnya karena
memang dari air Sisanya adalah sampah
dan limbah nah yang perlu saya tanyakan
ke Pak Prof ini Apakah
sebenarnya
rpjmd
ini harus berinaksi dulu dengan
rpjmn pada saat
ee penataan atau mengalokasikan sebuah
dana
E itu yang pertama Terus yang
kedua Apakah berkelanjutan itu bisa di
dimaksudkan tidak membangun baru akan
tetapi
merehap merenovasi atau mereservasi Pak
Prof Izin Untuk sementara itu aja Pak
Prof terima kasih
ya terima kasih Pak Prabu Eh ini yang
pertama Tolong saya dikoreksi ya saya
memahaminya antara
rpjmn
rpjmd dan bagaimana ini dikaitkan dengan
pendanaan ya Gitu ya Kalau saya enggak
salah
tangkap Betul Bapak izin oke Ya baik
ee pertama gini
Ee kita semua sudah tahu ini kita bicara
provinsi dulu ya betul provinsi ya kalau
rpjmt Kabupaten nanti lain lagi
ceritanya soalnya I oke eh rpjmd
provinsi memang
eh harus sekarang ini prinsipnya sejalan
searah dengan yang ada di
rpjmn siap jadi eh kita semua sudah baca
Ya mungkin teman-teman belum sempat baca
kali ya rpjmn yang baru tapi intinya
rpjmn yang baru ini kan memuat
astaacitanya pak presiden
betul dan tentunya kebijakan-kebijakan
ini harus diturunkan sampai ke daerah
betul daerah dalam menyusun
rpjmd-nya tentunya kami nanti juga akan
mengawalnya bersama dengan teman-teman
Kemendagri sehingga apa-apa yang ada di
apa di e target-target yang ada di dalam
rpjmn ini didukung juga oleh provinsi ya
oleh daerah terutama oleh provinsi nah
bagaimana kaitannya dengan pendanaan nah
ini yang menarik seringki apa-apa yang
sudah dituangkan dalam
perencanaan itu tiba-tiba anggarannya
enggak ada setuju Kalau istilah
teman-teman saya apa yang
direncanakan tidak dianggarkan apa yang
dianggarkan tidak direncanakan nah itu
yang sering terjadi sekarang Pak I
sementara visi misi harus sama kan Paki
misi Har sama nah memang kami bersama
teman-teman keuangan
sekarang sedang kan kita semua sudah
tahu ya kita punya PP 17 2017 tentang
sinkronisasi perencanaan dan
penganggaran ya Ya sudah ada pp-nya
sebenarnya nih PP loh levelnya tapi itu
yang terjadi tadi perencanaan tidak
dianggarkan anggaran tidak direncanakan
itu yang sering terjadi Nah makanya kami
bersama teman-teman keuangan sekarang
ini terutama
sedang istilahnya melihat betul
bagaimana agar kejadian yang tadi itu
tidak muncul caranya bagaimana sekarang
kan masing-masing Kementerian Lembaga
ini
berdasarkan rpjmn terus mereka turun ke
Renstra kan Git biasanya gitu ya rjmn
turun ke Renstra terus turun ke Renja
terus turun ke
rkakl di daerah begitu juga di sipd kan
ada ada tuh turunan-turunannya gitu ya
Nah sekarang kami ee sedang menyusun
bersama dengan teman-teman keuangan dan
teman-teman
Kemendagri jadi program-program nanti
itu sifatnya berbasis eh bukan sifatnya
eh apa
mekanismenya berbasis sistem
Oh jadi tidak ada lagiahnya
ngusul-ngusulin begitu terus tiba-tiba
diterima gitu kan padahal enggak ada tuh
sebagai prioritas nah enggak sekarang
izin Pak izin izin Sebentar pak ee kalau
bapak bilang sistem Kalau kami di
Kementerian tuh sudah punya sistem yang
namanya Sipa Bapak terkait infrastruktur
yang akan masuk dan diusulkan cuman yang
jadi problem tadi nyambung dari omongan
Pak Profesor terkait masalah pendanaan
tadi biasanya kan RC dulu nih pak
pemenuhan Nah tiba-tiba ada perubahan
dari pusat untuk menambahkan RC terkait
apalah misalnya nah ini yang
kadang-kadang APBD ini tidak bisa
mengakomodir gitu loh yang sebenarnya
itu sebagai bukan saya bilang itu
sebagai fatal Ya tapi kan harusnya kan
sedia payung sebelum hujan pak betul
Terima kasih Pak jadi gini eh saya
sepakat betul memang betul yang di nanti
komitmen daerahnya itu ada di arcnya Ar
ini buat teman-teman yang apa yang La
ini readiness criteria betul di
readiness criteria ini memang gini jadi
di rpjmn nanti ini saya bocorkan sedikit
aja ya sebenarnya nanti akan Dib dalam
forum-forum perencanaan nasional dan
daerah kita nanti akan fokus ke 83
kegiatan prioritas utama yang ada di
pjmn Jadi kalau selama ini kan
macam-macam enggak keru-keruan itu di
dalam
forum-forum sekarang kita fokus membahas
83 kegiatan prioritas utama dari
astaacita siap nah 83 itulah yang nanti
kita buat di dalam sistem ya Mana yang
sudah disiapkan oleh
pusat sampai ke tingkat
lokasi ya Nah dan kita pertemukan nanti
dengan sistem yang ada di
sipd ohga daerah Nanti pada saat ketemu
antara pusat dan daerah
pusat kan sudah menentukan nih Oh saya
punya ini ini ini ini sampai ke level ro
kan Ya kalau di pusat
R sipd juga punya sekarang ini kami
sedang menyandingkan antara item-item
yang ada di pusat gitu ya di dalam
Krishna dengan yang ada di dalam sipd
sehingga pada saat ketemu nanti sifatnya
CL
menu mana yang sudah diit pusat nanti
daerah mauak mengover
kalau mau mengcover oke apa aja ini saya
contoh konkret aja ya
Misalnya di dalam kegiatan prioritas
utamanya pak presiden itu ada misalnya
ada yang namanya R tentang bukan apa
kegiatan prioritas
utama pangan hewani apa sih pengadaan
pangan hewani
mis Ki per
mau tapi pengadaannya di lokasinya di
NTT Kabupaten
Belu detail tuh sudah ada nanti
teman-teman provinsi NTT tinggal
ngeklik komitmen kami apa mau enggak
kita dukung itu kalau enggak mau kita
dukung Ya udah enggak enggak didukung
daerah silakan Oke nanti bisa dirop nih
yang bisa pindah nanti Setu atau kalau
didukung Ya sudah dukungannya apa Nah
itu nanti akan muncul item-item yang ada
di sipd sehingga dia nanti bisa pilih oh
ini ini ini ini kita dukung dan itu yang
nanti akan menjadi masuk ke dalam
apbd-nya dia
oh iya pak jadi sekarang kita makanya
saya katakan ini by system sekarang
Sehingga enggak lagilah ada
usulan-usulan liar yang tiba-tiba maunya
si ini maunya si itu aduh jangan deh
sebaiknya agak lebih ter terkendali
sehingga transparansinya juga jelas gitu
jadi izin Pak Prof ini sebenarnya juga
eh saya baru Kalau dibilang baru 7 bulan
dari Direktorat sanitasi ditempatkan di
sini dan ini kebenaran saya Wilayah
kerja saya itu di Sumbawa Bapak nah
posisinya dari kalau sudah memang dibuat
aplikasi seperti itu artinya tinggal
menyinkronisasi antara Kresna dengan
yang nanti posisinya yang akan dibuat
oleh mungkin Kemendagri nanti tapi untuk
sementara ini dari 7 bulan saya tempat
di sini saya itu sudah memakai sistem
manual sih sebenarnya Pak Jadi kami
sistemnya itu dan
kebenaran diijabahlah dengan
pakalai misal angka 7 miliar total
kebutuhan terkait pembangunan
infrastruktur 7 miliar ini saya minta 5
miliar itu APBN R miliar itu provinsi
miliar itu kabupatenah Itulah yang ya
Kalau Mang sudah Diak
itu sungguh sangat baik Pak jadi tidak
ada lagi yang namanya usulan-usulan liar
lah intinya tapi memang untuk diumbawa
ini untuk sementara bidang sanitasinya
itu untuk persampahan dan bidang air
minumnya itu ya terkait tadi Pak yang
pertanyaan kedua saya Rehab Reon dan
renovasi memang sebagian itu sudah jadi
milik Pemda dan sebagian lagi masihik
asetnya pupr pada zaman dulu kalau
sekarang kan PU Nah itu perlakuannya
beda Pak kalau untuk yang Rehab masih
aset kami artinya kami hanya survei dan
kami yang akan menentukan total biayanya
tapi kalau untuk yang sudah diserah
terimakan aset nah ini agak ribet nih
Karena posisinya mereka harus menyusun
kebutuhannya mulai dari a sampai
bentuknya yaitu tadi Pak izin hanya itu
dulu Pak oke intinya nanti kita akan
fokus saja ya Pak Prabu ke yang 83
kegiatan prioritas utama yang lain nanti
enggak kita bahas silakan deh kalau yang
lain ya mohon maaf itu mungkin belum
jadi prioritas yang ada di rpjmn saya
lebih setuju itu pak jadi enggak enggak
bertele-tele mana-mana nanti ya
betul ya ibaratnya Kalau dulu kan kayak
model GBHN lah ada jelas gitu 5 tahun ke
depan berapa 10 tahun ke depan berapa
Oke saya setuju pak itu pakasih Pak Prof
Ya baik terima kasih kepada Pak Prabu
mudah-mudahan pertanyaannya sudah dapat
terjawab dengan baik eh kita cukupkan
saja untuk sesi tanya jawab ini Terima
kasih juga kepada bapak ibu yang sudah
berpartisipasi dan saya ucapkan juga
mohon maaf kepada bapak ibu yang belum
mendapatkan kesempatan bertanya
dikarenakan adanya Keterbatasan waktu
untuk menutup acara webinar ini mungkin
dari Pak adaatnya Pak
Oke terima kasih e mbak Dini rekan-rekan
sekalian sebagai closing statement Saya
hanya ingin mengajak kita semua kembali
lagi untuk berkolaborasi
sama-sama
untuk mewujudkan apa yang sudah kita
cita-citakan ini baik selama 5 tahunan
maupun juga sampai nanti Indonesia em
2045 let work
togetheraborate
ouramb terima kasih
terima kasih kepada Pak medril atas
kehadirannya eh mungkin dari Pak Asep
ada yang ingin kembali disampaikan
sebelum acara ini berakhir ya Luar biasa
pak medril ini ada
900 tadi ya
992 saya lihat eh peserta di zoom luar
biasa sekali lagi terima kasih kepada
Pak medril atas ilmu-ilmunya yang luar
biasa Terima kasih Pak undangannya ini
iya pak
sama-sama ya itu barangkali Mbak Dini Ya
baik terima kasih kepada Pak Asep eh
untuk Sesi selanjutnya kita akan
melakukan dokumentasi terlebih dahulu
kepada bapak dan ibu yang bisa
mengaktifkan
kameranya ya Dimohon untuk mengaktifkan
terlebih dahulu kita akan sesi
dokumentasi di sini saya akan melakukan
perhitungan mundur dari angkaat t kita
mulai 3
21 Ya baik sekali lagi
321 baik kita cukupkan dokumentasinya ee
saya ucapkan terima kasih kepada pakril
yang sudah eh berkesempatan untuk ke
sini eh dan saya juga ucapkan terima
kasih juga kepada bapak ibu
mudah-mudahan penyampaian materi dari
pil bermanfaat untuk kita semuanya
kepada Pak medril mudah-mudahan E kita
berjumpa lagi dan kita bertemu lagi di
lain
kesempatan terima kasih ya terima kasih
Pak
apabila baik ya apabila bapak ingin
meninggalkan ruangan Zoom
sudahakanak Baik terima kasih
rekan-rekan sekalian Pak saya pamit
yaetul dipanggilasasihamikum
waaikumsalam
Waalaikumsalam
eh Baik untuk
[Musik]
selanjutnya
kita iya sebelum menutup acara ini
Izinkan saya untuk
memberikan untuk menyampaikan promosi
tiga pelatihan dalam waktu dekat yang
akan diselenggarakan oleh
kami
ee mohon maaf ada dua pelatihan yang
akan diselenggarakan oleh kami yang
pertama itu adalah pelatihan pemodelan
dispersi udara airm kalpav dan high Spit
gelombang 17 yang akan dilakukan pada
tanggal 24 sampai 28 Februari 2025 lalu
kemudian dilanjutkan dengan pelatihan
dan sertifikasi penanggung jawab
operasional pengolahan air limbah atau
popa yang akan dilakukan pada tanggal 24
sampai dengan 28
Februari Adapun bapak ibu jika melakukan
pembayaran pada Hamin satu pelatihan
bapak ibu akan mendapatkan diskon 10%
dari biaya
investasi untuk informasi lebih lanjut
bapak ibu dapat menghubungi admin kami
yaitu Riris dan Nisa bapak ibu juga
dapat mengunjungi sosial media kami
yakni ada Instagram youtube channel
Facebook dan juga website kami yaitu
ed.co.id dan apabila Bapak Ibu tertarik
langsung untuk mendaftar silakan diakses
melalui
[Musik]
pendaftaran.ekoedu.co. baik Bapak Ibu
semuanya berakhir sudah acara webinar di
hari ini bagi Bapak Ibu yang ingin
mendapatkan
e-ertifikat bapak ibu dapat mengisi link
presensi kehadiran yang tertera di layar
ini ketika Bapak Ibu mengisi presensi
pastikan nama dan Email sudah diketik
dengan benar karena hal ini akan
mempengaruhi pengiriman
e-sertifikatnya Baik saya akhiri
kegiatan webinar hari ini mohon maaf
apabila saya ada salah sikap dan ucap
wabillahi taufik wal hiidayah
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat siang dan selamat
melanjutkan aktivitas lainnya