Webinar 103 Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
j7ot4t-N2U4 • 2025-02-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id geografis dan pelatihan remote sensing alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia pelayanan kami terbuka untuk perusahaan pemerintahan perorangan ataupun pemerhati lingkungan ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang [Musik] berpengalaman memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan eLearning yang dapat diakses di manaun jadi awalnya saya mengikuti pelatihan ekang dari grup-grup di alumni yaakah ikuttihan ini cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya Kara merekaengetahu mereka t merekaetahu meningkatu ya kemud skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e Para konsultan yang memerlukan tenenangka-tenanga sehingga saya memilih ekedu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benaru nah saya lihat Instagram itu ada edu yaarahkan pelatihan nah di situ juga saya baca-baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi dieliatkan olehu nah Menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk pelatihan diu jadi saya sering lihat di Instagram gitu Bagaimana ekidu menyampaikan informasinya ekidu itu bagus karena pelatihan-patinya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mnya itu bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnya [Musik] I yang pertama memang Tentu saja Ini meningkatkan dansimalkan skill-skill yang saya harapkanitu ya dalam penyusankum saya jadi bisa lebih produktif lebih efek juga punya update Gitu ya updateupdate persoalan-persoalanan terini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalaman menurut sayahan yang dis ini sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di eLearning ya itu luar biasa pelajarnya juga mudah sekali untuk dipahami Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak [Musik] banget Eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian dan juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisienarning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya jadi E saya bisa lihat materi itu di u sangat membantu Mbak Jadi saya eh ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari katas padan sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau saya bilang terlalu murah itu se jadi sepadanah jadi menurut sepadan Bu karena memang Han ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan saya sendiri gitu eah Saya kira sepatkan sesuailah dengan apa yang didapatkan [Musik] ekppp efektif tepat dan profesional hemat cermat dan Hebat Keren profesional dan juga kekinian [Musik] baik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang Bapak Ibu dan rekan-rekan sekalian Selamat datang kembali di webinar ekoedu yang ke-103 saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini untuk hari ini webinar ekoedu akan mengangkat tema tangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan pemateri PHD perkenalkan saya Dini akan bertugas sebagai moderator pada acara ini Baik bapak ibu semua sebelum memulai webinar pada siang ini alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing berdoa dipersilakan Berdoa selesai untuk acara selanjutnya Mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama diharapkan kepada bapak dan ibu untuk duduk t [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] acara selanjutnya kita akan mendengarkan sambutan dari penasat ekoedu Indonesia yakni Dr STMT kepada Bapak Asep waktu dan tempat dipersilakan baik gimana ee Mbak Dini bisa didengar suara saya I sudah Pak iya ee terima kasih banyak kepada Pak medril Zam yang sudah berkenan hadir eh juga kepada bapak ibu yang bisa hadir pada hari ini mudah-mudahan apa yang akan kita bahas bisa membuka wawasan kita sekali lagi terima kasih kepada pakilzam sangat apresiasi kami dari ekedu kepada pakil saya kembalikan kepada Mbak Din Baik terima kasih kepada Pak as atas sambutan hangat yang disampaikan dalam webinar ini semoga sambutan tersebut menjadi pembuka yang baik dan memotivasi kami semua untuk mengikuti acara ini dengan anusitukelanjutnya kita AKS masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat Baik perkenankan saya memperkenalkan narasumber kita hari inirilam m PHD beliau merupakan Deputi bidang pembangunan kewilayahan Babas eh Selamat siang kepada bapak medril Selamat siang Mbak Dini Selamat siang Pak Asep dan juga Selamat pagi menjelang siang nih buat teman-teman semua Iya baik Pak Bagaimana Pak kabarnya hari ini Alhamdulillah baik ini sekarang lagi ini nih menjelang-menjelang pelantikan kepalaepala daerah nih Iya betul Pak ya mudah-mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat dan selalu semangat ya pak Insyaallah tetap semangat Iya baik Sebelum kita mulai Izinkan saya menyampaikan beberapa teknis untuk pemaparan dilaksanakan selama 1 Seteng jam kemudian kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi slidu dan dilanjutkan dengan tanya jawab secara langsung untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada bapakil dan kepada Bapak Ibu semuanya Selamat mengikuti acara webinar ini Baik terima kasih mbak Dini Eh kalau boleh saya ee izin share sebentar Yaa sih Oh iya mudah-mudahan sudah terlihat di zoom Ya baik P sudah Pak ini kok enggak mau di ya Sip ya Eh terima kasih eh teman-teman semua ini eh terutama Pak Asep dan rekan-rekan sekalian yang sudah mengundang kami dalam kesempatan ini dan khusus membicarakan topik yang memang sangat-sangat menarik dan EE ini menjadi trend setter ya di berbagai belahan dunia tentang sdgis tentang pembangunan berkelanjutan dan di satu sisi ee sekarang ini sudah berlangsung cukup lumayan lama ya sebenarnya sudah diadopsi sampai sejak 2015 kalau saya enggak salah e sudah hampir 10 tahun dan patutlah kita melihat sebenarnya apa sih ee progresnya sekarang dan kira-kira tantangan dan arah kebijakannya Seperti apa ke depan Nah Ibu dan Bapak sekalian teman-teman semua ee Izinkan saya mungkin kita ngobrol santai aja ya saya mengantarkan saja di sini dan kemudian kita nanti bisa diskusi lebih banyak dan tentunya saya akan coba lebih karena pembangunan berkelanjutan ini topiknya luas dan tentunya eh kita mesti melihat betul aspek-aspek mana saja yang mau kita bahas dan dalam topik kali ini karena ini eh arahnya kepada ekoedu ya teman-teman yang bergerak dalam konteks ilar lingkungan khususnya nanti saya akan coba di akhir di bagian akhir sesi akan coba mulai lebih menukik kepada isu-isu atau tantangan-tantangan yang memang eh mengarah kepada pilar lingkungan dan tapi memang tidak terlepas juga dari pilar-pilar yang lain Nah Ibu dan Bapak sekalian teman-teman semua saat ini kita semua sudah tahu bahwa kita sudah punya yang namanya SD Saya mau angkap dulu dari sdgis karena inilah filosofinya ee mungkin kalau misal kita meruntut lagi lebih jauh ke belakang eh SDIT ini mulai dari sebenarnya dari eh waktu Stockholm conference tahun 3 kalau saya enggak salah jadi tahun 3 kita punya Stockholm conference dan kemudian terus berkembang akhirnya ada brand commission di tahun 0-an kalau saya enggak salah dan akhirnya muncul mulai konsep sustainable development yang digagas sebenarnya setelah tahun 2000-an setelah kita punya Rio convention dari Rio convention itu tahun 1993 kita mendapatkan tiga tiga Konvensi yaitu climate change kemudian biodiversity dan juga desertifikasi unfc uncbd dan juga unccd dari tiga Konvensi itulah akhirnya muncul istilah berkembang istilah yang namanya sustainable development Nah untuk memulai sustainable development itu kita tidak langsung bergerak ke arah sana tapi dimulailah dengan yang namanya MDGS di tahun 2000 milleninium Development Goals 2000 sampai 2015 waktu itu targetnya lebih banyak Eh hanya sekedar Del target dari mulai poverti Kemudian pendidikan gender equality kemudian Child mortality kesehatan ibu dan anak combaatting Aids dan kemudian environment dan juga Partnership eh mdg berkembang walaupun kita tahu ternyata mdg Lumayan baik walaupun tidak semuanya mencapai target dan akhirnya pada tahun 2015 UN UN ini ee akhirnya ee mengumpulkan semua negara dan bersepakat bahwa mdg di exppan menjadi lebih jauh lagi menjadi sdgs nah diharapkan Eh sdgs ini gitu ya sdgis dengan time frame mulai dari 2015 sampai 2030 ini global sustainable Development Goals ada 17 goals diharapkan 17 gos ini lebih komprehensif lagi ya melibatkan lebih banyak negara memperluas sumber pendanaannya gak hanya sekedar dari pemerintah tapi dari swasta sumber lain unsur hamnya juga diangkat inklusif nah ini yang penting inusif no dan juga melibatkan seluruh pemangku keptingan jadi ini k lagakum hanya swaa trofi lsm-nya akademisi dan lain-lain nah ini yang menarik sekarang ini menerapkan Zero goals menargetkan untuk menuntaskan seluruh indikator-indikator dan yang tidak kalah penting sdgs ini juga mengangkat means of implementation-nya biasanya di setiap Konvensi kita punya means of implementation nah harapannya tentunya Eh ini biasanya yang sering kita kenal dengan eh 5p ya people Prosperity peace Partnership and planetah itu biasanya slogannya itu jak lag prosersip and secara lebih detail ini goalssnya dari 1 sampai sangatprens yaulai dariti samp Bim implementation-nya dan unsur people ini betul people planet Prosperity peace and Partnership ini benar-benar menjadi istilahnya Eh yang betul-betul mau dilihat Apanya sih terkait dengan people Oh ini kaitannya dengan kemiskinannya kelaparan kesenjangan kaitannya dengan planet apa Oh mencegah bumi dari degradasi Prosperity menciptakan kesejahteraan dan dan terpenuhnya kebutuhan hidup peace tentunya pasti sudah terkait dengan ked perdamaian dan Partnership kerja sama Nah Ibu dan Bapak sekalian teman-teman semua ini eh sdjs di Global ini tahun 2015 akhirnya kita adopt di Indonesia tahun 2017 pada saat itu Eh Indonesia mengeluarkan eh Peraturan Presiden eh Nomor 59 tahun 2017 tentang pelaksanaan sdgis di Indonesia nah kemudian Perpres 59 2017 ini disempurnakan lagi Tahun 2022 nomor 111 Yang intinya ini dinamis sekali perkembangan sdgis ini sejak 2015 nah eh di Indonesia sendiri implementasi dari sdgis ini sudah benar-benar dilaksanakan dan eh diintegrasikan ke dalam rpjmn kita jadi waktu rpjmn 2020-2024 2025 2029 yang sekarang sudah mulai berjalan berbagai indikator-indikator yang ada di sdgit itu eh direamlinekan dengan indikator yang ada di rpjmn sehingga apa yang dilaksanakan di ditargetkan di dalam sdis ini streamline juga dengan apa yang ditargetkan di dalam perencanaan pembangunan di tingkat nasional dan daerah nah ini semua tentunya kita monitor perkembangannya dan kita secara rutin memasukkan report ke PBB dan Tahun 2022 kita menyampaikan report voluntary National review ke PBB untuk yang ketiga kalinya ini tahun 202 dan di 2024 kita juga sampikan informasi Dan harapannya tahun 2025 kita akan juga melaporkan perkembangan dari pembangunan berkelanjutan ini tujuan pembangunan berkelanjutan ke PBB dan juga kita punya target mau merevisi eh perpresnya ya revisi Perpres dari 111 Tahun 2022 dan juga kita saat ini juga Mulai menyusun Run sdgis-nya dari 2025 sampai 2030 dan kita juga eh setiap tahun ini selalu menyelenggarakan sdg action Award dan sdg annual conference dan yang tidak kalah penting tahun ini kita punya ini tingkatnya global ada Osaka Expo sdgis 2025 jadi eh kami memang sedang mengorganize ini di tingkat internasional dan menyampaikan progres-progres dari sdg yang sedang berlangsung di Indonesia seperti apa Nah Ibu dan Bapak sekalian kesannya sdgis simpel tapi ternyata tidak juga jadi sdg ini lumayan Kompleks ada 17 goals dan kalau kita turunkan lagi itu ada 169 target dan Barusan saya cek di tahun 2024 indikatornya sampai 299 indikator jadi bisa dikatakan ini lumayan ya lumayan seru deh urusan pembangunan berkelanjutan ini Karena memang tadi urusannya 5p dan kalau dilihat dari pilarnya itu ada empat pilar Sebenarnya ada pilar ekonomi pilar sosial pilar lingkungan dan juga pilar tata kelola Nah melihat kompleksitas yang sebesar itu tentunya kami juga istilahnya mesti enggak bisa bekerja sendiri tentunya harus betul-betul berkolaborasi dengan semua stakeholders stakeholdersnya tidak hanya pemerintah tapi juga nonstate actors baik itu swastanya masyarakatnya akademisinya penelitinya dan sebagainya nah Kami menganggap bahwa tpb ini adalah semacam apa ee tools semacam kendaraan atau kalau mau lebih besar lagi seperti semacam gerakan yang memang mengarah kepada pembangunan yang lebih baik lagi ke depan jadi kita semua sudah tahu selama ini pembangunan kita sangat sektoral sangat Brown ya sangat fosil fuel minded seringkiali satu dan lainnya tidak ter apa tidak terkait satu sama lain sangat Silo dan sebagainya nah di dalam sdgis ini kita berharap betul proses yang kita susun baik perencanaannya pelaksanaannya dan pendanaannya juga betul-betul harus istilahnya bareng-bareng prosesnya harus partisipatif tujuan dan indikatornya harus jelas dan terukur dan kemudian tentunya harus akurat ya Dari dari sumber data yang kredibel sumber pendanaannya juga jelas pelaksanaannya siapa juga clear dan bagaimana memonitoring dan memonitor dan mengevaluasinya dan yang tidak kalah penting bagaimana mengkomunikasikannya kepada berbagai pihak jadi eh tiga aspek yang kalau saya lihat menjadi penting sekali di sini political will ini jadi semacam political Jadi kami ingin mendorong pembangunan berkelanjutan ini menjadi sebu tidak hanya dikat nion tapi juga di tingkat daerah kalau sudah punya political will tentunya harus punya good strategy nah good strategy inilah yang sebenarnya dituangkan di dalam rencana aksi dan sebagainya dan tentunya memuat berbagai hal Dan ini semua perlu ada strong legal basis sehingga kalau misalnya memang melakukan aksi dalam pembangunan berkelanjutan ini punya kekuatan hukum yang jelas nah ini semua kita tidak hanya di tingkat nasional tapi juga diharapkan teman-teman daerah juga menyusun yang namanya rad tpb rencana aksi daerah dan ini juga diarus utamakan ke rpjmd-nya di daerah sampai ke prioritas lokasi alokasi dan sebagainya ya jadi eh SD ini Istilahnya tpb ya tujuan pembangunanel ini ya terkesan simpel tapi sebenarnya cukup sangat besar complex kalau istilahnya dan memang harus istilahnya mesti didukung dengan suatu kekuatan politik yang kuat dengan strategi yang baik dengan legal basis Nah Ibu dan Bapak sekalian tentunya tadi Seperti yang saya sampaikan sdg ini seperti menjadi sebuah instrumen ya instrumen atau sebuah gerakan di mana Eh sdg ini bisa mendorong terutama berbagai macam target-target yang sudah dicadangkan di dalam Indonesia emas 2045 walaupun sdgis ini masih sampai 2030 Ya tapi sdgis ini diharapkan bisa menjadi semacam awalan ya semacam pondasi untuk mengejar berbagai target yang memang kita canangkan di 2045 Dan sdgis ini juga yang menjadi kendaraan untuk Bagaimana kita bisa mencapai astaacita yang sudah di eh canangkan oleh bapak presiden kita yang sekarang nanti saya akan lebih detail lagi di sini tapi saya ingin eh masuk sedikit kepada eh pembangunan berkelanjutan di Indonesia ini seperti apa sih sekarang sudahudah 10 tahun ya kalau berdasarkanpresnya setelah 7 tahun deh 8 tahun seperti apa sih ee konstelasinya di Indonesia Nah mungkin kita lihat bareng-bareng nah saya kebetulan eh meminta data ini dari teman-teman sekretariat sdgis di Bapenas jadi laporan untuk tahun ternyata dari 299 indikator yang ada ternyata hanya indikator yang dievaluasi gitu ya Nah ini menarik nih eh karena memang ada sebagian indikator yang tidak dievaluasi tersebut ternyata juga belum ada istilahnya tidak bisa diukur dalam konteks Indonesia atau tidak ada mungkin instansi yang bertanggung jawab dan sebagainya Nah mungkin kita fokus saja dulu ke yang dievaluasi sebesar 33 ini 233 indikator ini ternyata Alhamdulillah 143 indikator katanya tercapai Terus yang warna kuning itu katanya Oh ini kungu ya warna kuning deh dianggap itu akan tercapai membaik dan yang warna warna merah ini bahasa jelasnya Enggak tercapaah ini kan perlu mendapat perhatian khusus nah ini belum tercapai apa ini kalau yang warna merah nah ibu-ibu dan bapak-bapak rekan-rekan sekalian bisa melihat dari 233 ini hanya 61,4% yang tercapai yang sudah dekat-dekat itu sekitar 12% dan yang belum tercapai ini mencapai 26,6%. ya ini PR nah ibu-ibu dan bapak-bapak rekan-rekan sekalian bisa melihat mana-mana saja yang tercapai ini ada pilarnya pilar sosial pilar ekonomi pilar lingkungan pilar hukum dan tata kelola ini datanya ada di sini Alhamdulillah ini Kebetulan kan ini teman-teman bergerak banyak di bidang lingkungan ya sumber daya alam lingkungan kalau ekoedu biasanya stakeholdersnya teman-teman lingkungan ya kalau saya enggak salah ya Bu Din ya Nah ini pilar lingkungan Alhamdulillah sudah mencapai sekitar 71% dari 7 eh dari 66 indikator yang tersedia datanya dari 77 nah ibu-ibu dan bapak-bapak bisa melihat sendiri eh laporan ini Eh ya menggembirakan tapi tetap masih ada PR yang ini menjadi perhatian kita yang perlu kita sikapi bersama bagaimana nanti memperbaikinya dan juga bagaimana kita harus sama-sama juga mendorong ini semua menjadi e hijau semua ekspektasinya Nah kalau melihat Lebih Detail nah ini terkait dengan pilar pembangunan sosial ini saya ambil beberapa aja ya Enggak Enggak semua jadi dari 71 indikator yang dievaluasi pada pilar pembangunan sosial ada 36 indikator tuh yang telah mencapai target 13 SOS gitu ya 22 belum dan satu tidak dapat diberikan notifikasi ini saya ambil contoh saja yang tercapai misalnya tingkat kemiskinan ekstrem turun 2,8 jadi 1,8 kualitas konsumsi pangan skor pola pangan harapan juga Naik eh kepesertaan JKN Alhamdulillah naik tapi masih ada juga yang mendapat perlu mendapat perhatian khusus terutama ya ini urusannya dengan wasting berat badan lebih rendah dibandingkan tinggi badan anak seusianya ini biasanya ini kaitannya nanti dengan makan bergizi gratis nih MG nah ini kelihatan betul perlu mendapat perhatian khusus nih ini kurang gizi intinya banyak anak-anak kita yang kurang gizinya 7,7,5 yang 1000 bukannya Turun malah naik data data 2020 301 data 2022 naik 387 jadi ini perlu mendapat perhatian karena ini menjadi isu global dan Indonesia menjadi salah satu senter di dunia terkait dengan TBC ini center tuh artinya e pusatnya TBC ya Jadi cukup besar sekali Indonesia kasus tbc-nya ada beberapa yang mudah-mudahan dalam waktu dekat membaik Nanti bisa kita bahas Lebih detail lagi nah itu tadi dari sosial ekonomi ini lumayan tpt-nya berkurang ya E dari 2020 ke 2023 dari 7,0 menjadi 5,3 persentase Penduduk miskin di Daerah Tertinggal juga turun 2% dari 26 menjadi 24 nah yang perlu mendapat perhatian khusus nah ini juga terkait dengan teman-teman di lingkungan nih ini bauran energi terbarukan dia masuk di pilar ekonomi ini ya harus perlu kita catat betul ya perkembangannya lambat sekali naik tapi lambat sekali Padahal target kita sudah 17,09 awalnya malah lebih nih tapi sudah diturunkan Eh tapi tetap aja masih di bawah target nasional yang 17, 17,09 di 2023 hanya 13,21 ee di satu sisi juga nah ini yang agak perlu mendapat perhatian cukup besar dari kita semua proporsi tenaga kerja pada sektor industri manufaktur Ini lambat sekali perkembangannya ya kalau mau dibilang ya Enggak enggak bertambah ini 13 koma 13 koma padahal targetnya 5 15 koma padahal yang namanya industri terutama dari sektor dari manufaktur ini kalau dilihat di ee yang tengah ya di kolom Tengah ini laju pertumbuhannya pun juga tidak tidak sesuai target 2,9 di 2020 kemudian di 2023 hanya 4,6 Padahal target kita 7,5 Nah Ibu dan Bapak sekalian ini saya hanya ingin menekankan saja pak presiden kita mendorong betul pertumbuhan ekonomi di 2000 apa di di di 2029 ini mencapai 8% enggak gampang itu dan eh biasanya pertumbuhan ekonomi yang mencapai sebesar itu selalu didominasi oleh pertumbuhan sektor manufaktur yang tinggi nah bilamana pertumbuhan manufaktur kita hanya sebesar 7, per tentunya enggak eh sebesar 4% 45% tentunya enggak cukup pertumbuhan sampai 8% untuk PDB nasional itu biasanya didukung oleh share dari manufaktur sekitar 25 sampai 30% dan biasanya kalau pertumbuhan di manufaktur itu besar biasanya ngangkat untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan nah ini kita masih relatively slow di manufaktur Jadi mau enggak mau kita perlu memberikan perhatian khusus untuk manufaktur ini oleh karena itu Eh pak presiden selalu menekankan tentang hilirisasi Karena bagaimanapun hilirisasi itulah yang ujung akhirnya akan menciptakan valueedit kepada berbagai macam rantai produksi ya sehingga bisa menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar daripada hanya sekedar ekstraksi sumber daya alam kita teman-teman yang bergerak di bidang sumber daya alam dan lingkungan pasti paham betul kalau hanya sekedar menghasilkan produk dari sumber daya alam kita terus kita ekspor tentunya ini sangat-sangat jauh eh hasilnya value edit-nya bila dibandingkan kalau kita melakukan hilirisasi di daerah ya terutama terutama di daerah dan hasilnya kita pergunakan secara internal maupun juga hasil hilirisasi itu bisa kita ekspor keluar Nah itulah sebenar Itulah sebenarnya yang yang kita harapkan menjadi engine of growth dari tingkat nasional kita dan juga di daerah nah all in all untuk pilar ekonomi ini dari 65 indikator yang dievaluasi 40 indikator sudah oke sudah mencapai target ada 9 yang masih terus kita monitor mudah-mudahan tercapai tapi ada 16 indikator yang aduh ini perlu dapat dorongan besar karena ya Kompleks memang persoalannya contohnya tadi misalnya untuk renewable energy padahal pak presiden kita juga sudah kencang nih ngedorong bahwa sumber energi terbesar kita nanti ke depan tentunya adalah renewable energy tapi melihat perkembangannya kelihatannya perlu ada perubahan struktural keksi struktural yang ada dalam sistem energi kita dan ini memang butuh sebuah transisi yang memang harus progresif tapi juga berimbang dan berkeadilan jadi ini prinsip ini juga mesti penting karena bagaimanapun kita eh walaupun sistem energinya ini ada di lokal tapi bagaimanapun ini juga terkait dengan tingkat regional dan juga dengan tingkat Global makanya kita mesti lihat benar bagaimana proses transisi energi ini misalnya betul-betul bisa seimbang dan sejalan dan berkeadilan juga eh dengan proses-proses yang lain yang sedang berjalan Nah itu dari dari ekonomi dari lingkungan nah ini teman-teman lingkungan dari 66 indikator yang dievaluasi ada 47 yang bagus 5 masih menuju 14 ya kalau bisa dibilang Wah ini perlu perlu kencang nih kita ngurusinnya saya jujur aja karena saya juga bidang saya lingkungan sejak awal saya ngurusi ini eh sejak sdj di waktu 2017 sejak 2017 saya kebetulan mengomandoni pilar lingkungan ini banyak kritisi yang memang sudah kita sampaikan ke berbagai Kementerian lembaga eh terkait dengan bagaimana kita ba bisa mencapai pilar lingkungan ini dengan lebih baik lagi ke depan Alhamdulillah sudah ada perbaikan sekarang ini ya contohnya misalnya indeks kualitas udara secara global ya secara Bukan Global secara nasional ini ada perbaikan dari 87 menjadi 88% walaupun nah walaupun masih ada walaupun ya kita masih harus lihat betul secara lebih detail terutama kualitas udara di perkotaan seringki perkotaan di Indonesia terutama Jakarta Bandung Surabaya kota-kota Metro ya kota-kota Metro Ini mendapat julukan kota yang terpolusi di dunia terkait dengan udara bersainglah kita dengan India dengan apa New Delhi dengan Bangladesh dengan Beijing ini ini yang perlu mendapat perhatian kita walaupun di sini sudah tercapai dibilang termasuk timbulan sampah diur ulang ini juga katanya sih tercapai target 2023-nya 1189 sekarang ada di 18,17 Okelah tapi masih ada tapinya sampah masih menjadi persoalan utama di perkotaan tidak ada perubahan mindset Pemda saat ini masih kumpul angkut buang tidak ada tuh pemikiran bahwa samp itu harus dipilah diolah dan dipasarkan tidak ada yang ada hanya kumpul angkut buang walaupun sudah ada sekarang daur ulang ini 18,17% tapi jelas ee harus kita hati-hati betul dalam menyikapi ini karena di daerah ini sering sudah menjadi persoalan sistemik sehingga seringkiali mengganggu ee masyarakat dan tentun nya Kita juga harus menyikapi ini dengan lebih baik lagi ke depan ee potensi penurunan gas rumah kaca juga sudah lumayan bagus masih mengejar target eh NDC kita yang pertama 29% masuk tapi sekarang katanya ada NDC apa second eh NDC direvisi ya indci kita menjadi 32% Ya silakanlah tapi ini eh in in progress poensi penurunan emisi kita dan mudah-mudahan ini terus membaik ke depan Nah Eh sama indeks kualitas air juga sebenarnya angka-angka ini banyak menjadi e pertanyaan orang juga karena kita tahu kualitas air kita kurang baik selama ini di sungai pada tercemar tuh tidak pernah kita bisaemum air pers tanpa dimasak dulu masih banyaklah isunya Saya ingin apa mengaris bawahi ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus terutama hal-hal yang terkait dengan sanitasi tadi Sampah juga sebenarnya terkait dengan sanitasi eh sanitasi kita juga masih jauh dari yang kita targetkan mulai dari ee layanan sanitasi yang bersifat onsite maupun yang bersifat offside gitu ya jadi ee saat ini targetnya target di 2023 itu mencapai 13% kita hanya 10,2% yang terlayani dengan aman yang yang dikelola secara amanlah ya ini PR besar terutama pada saat kita melihat bahwa sanitasi ini hanya sekedar ya program sanitasi semata gu tanpa ada responsibility yang diemban oleh sumber pencemarnya sumber pencemarnya siapa ya kita-kita Ini semua saya yakin kalau misalnya kita diminta untuk bayar misalnya bayar iuran tentang sanitasi pasti marah-marah semua tuh orang-orang bayar retribusi sampah aja marah bayar Sanit bayar misalnya ada apa jaringan perpipaan air limbah masuk ke rumah kita dan kita disuruh bayar Biasanya pada marah-marah tuh orang-orang jadi awareness masyarakat tentang sanitasi tentang sampah jadi tentang sebagai sumber pencemar ini masih rendah sekali awarenessnya jadi prinsip pollu pay principles ini kelihatannya perlu kita dorong betul sehingga kita menyadari bahwa ya untuk mengelola limbah buangan kita itu ada cost-nya enggak enggak gratis semua ada costnya dan itu harus kita cover nah ini yang seringkiali masih belum masuk ke apa ya kepada pemikiran-pemikiran kita dan harus kita rubah mindset dari masyarakat kita selama ini dalam menyikapi urusan-urusan yang terkait dengan sanitasi sampah dan sebagainya termasuk ini juga persentase sisa makanan dari datanya nya teman-teman lhk waktu itu naik dari 2020 menjadi eh dari 2020 Dar 39,75% naik menjadi 41,9% di 2023 Padahal kita menargetkannya turun ke 27% ini tandanya apa masyarakat kita makin mubazir terhadap makanan dan ini tercermin di dalam laporan kami di dalam laporan food los and was memang kecenderungannya Indonesia ini naik food L and wasnya dan ini harus disikapi betul terutama food-nya karena ini nanti akan membebani proses E sistem pengelolaan sampah kita secara keseluruhan dan ini yang membebani TPA membebani tpst dan sebagainya ya ini persoalan-persoalan terkait dengan sanitasi limbah ini kelihatannya kita perlu mendapat sedikit jeweranlah ya kita semua ini gitu sehingga perlu aware bahwa ini harus kita selesaikan dengan baik yang tidak kalah penting degradasi lahan kita juga masih terjadi walaupun secara menyeluruh sudah berkurang Tapi ini masih masih terjadi ya target kita sudah harusnya sudah mengecil di 0,12 tapi ternyata di sini catatannya masih sampai 6,79% so all in all dari 66 indikator ini di pilar lingkungan 47 indikator sudah oke 5 indikator masih masih menuju ya dan 14 indikator yang kita mesti betulbetul perhatikan secara lebih jauh lagi yang terakhir nah ini saya mungkin engak terlalu banyak di sini tapi ini juga cukup penting pilar hukum dan tata kelola tanpa pilar pembangunan hukum dan tata kelola pilar-pilar yang lain pilar sosial ekonomi dan lingkungan tadi tentunya akan untuk berjalan dari 31 indikator 20-nya sudah oke satunya masih soso 10nya ya Ya seperti tadi gitu ya masih mendapat perhatian dari kita semua dari sisi keterwakilan perempuan Wah sekarang ini udah lumayan nih baik di parlemen terutama yang dilihat nih di lembaga eksekutif ya E intinya naik ya litigasinya juga litigasi dan non litigasinya ini juga menunjukkan perkembangan yang bagus dan nah ini yang perlu mendapat perhatian betul saya ingin menggaris bawahi ini fenomena sosial yang sekarang kita hadapi ini ini simpel aja jumlah kasus kejahatan pembunuhan pada 1 tahun terakhir naik Padahal kita targetkan turun ini ada fenomena apa di sini Dar 898 tadinya kita targetkan turun 622 sekarang jadi naik 1129 something wrong nih di sini termasuk persentase anak ini kan contoh-contoh saja ya Saya ingin menyoroti yang bawah nih jumlah penanganan pengaduan pelanggaran HAM naik ini juga cukup aneh nih Ya Sudahlah ini mudah-mudahan Eh ini angka-angka ini semua perlu kita sikapi ya Dan saya berharap angka-angka ini jangan dilihat hanya sebagai sebuah angka dan hanya sebagai angka yang mendasari ee apa menjadi istilahnya background dari sebuah indikator tapi lihatlah angka ini terutama dalam kaitannya dengan berbagai aspek yang lain contohnya tadi misalnya kalau bicara tentang saya kembali sebentar bicara tentang E apa ya Misalnya tentang ini deh sisa makanan ini yang gampang deh persentase sisa makanan ini ya sudah jelas artinya masyarakat kita makin boros kalau sudah begitu artinya apa buangannya sampah organiknya makin besar sampah organik ini bisa masuk ke dalam sistem pengelolaan persampahan tapi bisa juga bocor ke biasanya ke sumber air ke sungai yang ujung-ujungnya ke laut makanya indeks kualitas air kita juga susah nih untuk berkembang untuk naik kalau mau dilihat lagi pesisir kita juga berantakan sekarang karena Banyak sampah plastik macam-macam walaupun di sini diperlihatkan timbulan sampah di daur ulangnya naik tapi kalau kita lihat dari volume timbulan sampah yang ada mungkin kenaikannya tidak signifikan malah buangannya tambah besar pencemarannya ke sumber air makin besar nah hal-hal seperti ini yang mesti kita lihat secara keseluruhan jadi jangan dilihat satu indikator ini hanya sear persentase sistem makanan Oh orangnya boros Ya sudah jangan hanya sebes seperti itu melihat tapi lihatlah Bagaimana eh keborosan ini berdampak kepada hal-hal yang lain tadi seperti kualitas air kepada sistem poan sampah kepada pesisir dan selain-lain jadi saya berharap rekan-rekan Ibu dan Bapak sekalian melihat angka-angka ini jangan sekedar angka tapi juga Bagaimana melihat angka ini dalam keterkaitannya dengan indikator-indikat or yang lain kira-kira itu yang dapat saya sampaikan terkait dengan progres kita selama ini eh setelah kita mulai mengadopsi tentang pembangunan berkelanjutan itu apa sdgis kalau biasa Apa istilah kerennya nah saya ingin membawa sedikit kepada hal yang lebih menukik terutama eh isu yang terkait yang sangat relevan dengan kita eh sdg ini besar pembangunan berkelanjutan ini besar sekali e aspeknya dan saya ingin membawa sedikit ke satu aspek terutama hal yang terkait dengan isu e tantangan sdjs ke depan terutama di isu perubahan iklim nah tapi sebelum itu saya ingin mencoba agar kita semua aware ya bahwa kita sebagai umat manusia sekarang ini sedang menghadapi sebuah fenomena yang besar sekali yang biasanya kita sebut dengan triple planetary Crisis apa sih triple planetary Crisis yang pertama tentang bahwa kita ini menyebabkan polusi dan kerusakan lingkungan yang kedua kita menyebabkan hilangnya keanagan saya sengaj menyebkan kita karenaang ini penyebnya adalah manusia kita semua yang menyebabkan ini polusi dan kerusakan lingkungan hilangnya keaneka ragaman hayati biiversity loss dan juga perubahan iklim ini semua mengakibatkan yang kita bumi yang kita tinggalin ini tidak layak huni ke depan di masa yang akan datang sudah pasti artinya pembangunannya jadi tidak berkelanjutan yang sudah pasti kesejahteraan ya berkurang tambah tambah hancur kita ini ini ee Beberapa fenomena saja yang ee di sebelah kiri saya sampaikan ada sampai 50 sampai 75% populasi global itu berisiko terpapar dari perubahan iklim eh di sini juga ada catatan polusi udara dinobatkan sebagai penyakit penyebab penyakit dan kematian dini terbesar di dunia 4,2 juta kematian kita enggak sadar ini bahwa polusi udara ternyata mengakibatkan itu termasuk sekitar 1 juta spesies tumbuhan dan hewan menghadapi ancaman kepunahan mungkin teman-teman enggak sadar apa sih untungnya keanekaragaman hayati tanpa keaneka ragaman hayati enggak ada makanan di piring kita enggak ada tuh yang namanya apa ee istilahnya eh berbagai macam eh luxurious yang bisa kita miliki ya Mulai dari wisata mulai dari apa E berbagai Biasanya kan kalau wisata itu macam-macam yang kita lihat dampaknya tidak hanya kita melihat pariwisata tapi ekonomi yang dihasilkan besar sekali dari keanekaaragaman hayati ini tidak hanya sekedar wisata genetiknya juga besar sekali pemanfaatannya bisa untuk obat bisa untuk makanan sudah pasti dan macam-macam jadi jangan jangan kita berasumsi bahwa kegarakaban hayatinya hilang cuek aja salah ini sumber ekonomi terbesar di dunia sekarang sekarang dunia sudah mulai mengarah ke bioekonomi Jadi bagaimana kita mulai mendorong produk-produk hayat kita menjadi produk ekonomi sehingga ini bisa menghasilkan jauh lebih besar lagi dan tentunya harus sustainable ke depan tapi Okelah saya enggak mau bicara tentang Kati bisa panjang itu saya bicara sedikit saja tentang iklim dan kita semua sudah tahu iklim kita makin makin ke sini makin enggak keru-keruan secara global suhu permukaan bumi naik terus dan Sebenarnya tahun kemarin kalau saya enggak salah eh target Paris agreement sudah lewat 1,5 derajat sudah lewat padahal 1,eng derajat itu di 21.100 targetnya kenaikannya tapi tahun lalu sudah lewat jadi inilah Makanya sekarang seringkiali kita mengalami fenomena-fenomena ee cuaca ya fenomena cuaca yang seringkali unpredictable di mana Kalau hujan tiba-tiba besar sekali hujannya dengan intensitas yang sangat-sangat tinggi sehingga akhirnya banjir longsor enggak kerukeruanlah ceritanya itu akhirnya atau tiba-tiba kering sekali hampir berbulan-bulan Enggak ada hujan di satu wilayah kalau sudah kering Enggak ada hujan dan sebagainya Apa yang terjadi mulai bakar-bakaran di sana sini bakar-bakaran di sana sini ya sudah pasti merembet ke mana-mana seperti yang pernah terjadi di 2014 di 2019 itu yang terjadi nah fenomena perubahan cuaca oleh karena kimat dan juga berbagai dampak yang lain ya ini tentunya akan mengakibatkan kelangkaan ya kelangka kaan dan juga kompetisi untuk mendapatkan berbagai sumber daya ini contoh misalnya untuk energi untuk air untuk pangan dengan adanya perubahan iklim ini tentunya akan sangat-sangat sulit kita untuk menghasilkannya maupun juga mendapatkannya dan akhirnya ujung-ujungnya harus kompit dengan dengan negara lain dengan masyarakat sendiri atau Antar Provinsi antar Kabupaten antar kota dan sebagainya ini yang perlu kita sikapi perlu kita lihat betul dampak dari perubahan iklim ini nyata sekarang kita hadapi dan kita benar-benar harus bersatu padu untuk Bagaimana ini bisa kita ee Selesaikan secara bersama-sama baik memitigasinya maupun juga meningkatkan resilien-nya Nah Ibu dan Bapak sekalian ini sebagai contoh saja dampak perubahannya Seperti apa ini selama 10 tahun terakhir ini kerugiannya sudah hampir sekitar 0,3% dari PDB per tahun secara global ee ada sken skenario ekstrem ini menghapus hingga 18% PDB dari ekonomi dunia pada tahun 2050 kalau suhunya naik terus sampai 3,2 sekarang sudah naik sekitar 1,5 sekian dan begitu cepat dalam 10 tahun dan eh perekonomian Asia ini Eh bisa susut terutama Asia Tenggara itu hingga sampai 11% pada akhir abad ini bayangin susul 11% di Indonesia Ini catatan dari BNPB 98 sampai 99% kejadian bencana itu bencana hidrometeorologi bayangin bencana yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim kerugiannya Pernah kami hitung kalau memang tidak ada action sama sekali itu bisa mencapai 544 triliun besar dampak Padahal kemarin penghematan cuman 300 triliun padahal ini dampaknya bisa mencapai 544 triliun kalau kita do something kita bisalah gitu ya mengurangi sampai 281 triliun tapi ini Istilahnya ya tidak bisa terhindarkan karena perubahan iklim itu sudah terjadi Mau tidak mau kita harus bisa meningkatkan mitigasinya tapi kalau mitigasi dampaknya Global tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita beradaptasi dan sekaligus meningkatkan resiliensi kita dari dampak perubahan iklim nah tantangan terbesar sebenarnya adalah bagaimana kita melakukan action ya melakukan action secara bersama-sama dan tentunya ini butuh ya kita sudah tahulah Butuh duit nih butuh dana butuh investasi dan lain-lain EE kami mencatat ini mungkin sudah agak lama ee ininya apa assesment-nya dari eh dari CPI tahun 2020 tapi ini mungkin bisa menjadi referensi karena trennya tidak banyak berubah ee di mana pendanaan iklim global ternyata lebih banyak dihasilkan dari Project level market rate Yang intinya ya pinjaman normal pinjaman biasa hampir sekitar 88% dari total Project yang ada di Global ini termasuk Indonesia itu disumbang dari ya pinjaman pinjaman luar negeri sedikit sekali yang sifatnya konsesi atau hibah dan apalagi untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat adaptasi climate resilience jadi ini sebenarnya sudah menjadi sorotan Global kita semua sudah menyadari kita tidak bisa lagi menghindari dampak perubahan e tidak bisa lagi menghindari dampak perubahan iklim kita harus selain memitigasinya tapi kita juga harus bisa beradaptasi dan meningkatkan resiliens kita resiliens sangat-sangat rendah sekarang ini perhatiannya terutama terkait dengan pendanaan karena memang tidak terlalu dari sisi swasta tidak terlalu banyak yang bisa dilakukan berbeda dengan mitigasi mitigasi di sini bisa istilahnya action tapi menghasilkan uang sambil menyelamatkan bumi kita mendapatkan uang untuk adaptasi kelihatannya belum sekreatif itu dan mungkin kita punya Tantangan untuk menciptakan mekanisme-mekanisme adaptasi yang mungkin bisa nanti bisa menghasilkan revenue sehingga tertarik teman-teman swasta untuk bisa masuk membiayai ini ini asesment kami di tingkat domestik Indonesia kalau kita memang ingin betul-betul mewujudkan tadi ya pembangunan berkelanjutan ekonomi hijau dan sebagainya ini ada beberapa assesment investasinya cukup besar hampir 794,6 triliun per tahun ya ini Tentunya enggak mungkin kalau dicover o oleh pemerintah saja eh saat ini diperkirakan gap kebutuhan pendanaannya itu mencapai hampir 450 triliun dan ini tentunya harus bisa istilahnya tidak bukan lagi bersumber dari APBN harus dari berbagai macam innovative financing yang mesti kita e laksanakan nah investasinya sangat besar termas masuk juga sekarang kan isunya sedang didorong apa eh earlier retired early retirement dari PLTU kita tentunya ada ada resiko-resiko stranded aset Siapa yang mau nanggung dan sebagainya dan termasuk yang tidak kalah penting skema-skema dekarbonisasi Green eekonomi investasi hijau dan sebagainya ini memang betul akan menciptakan lapangan kerja baru nanti ke depan tapi yang tidak kalah penting yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana migrasi dari tenaga kerja kita dari yang selama ini dalam tanda kutip ya bekerja di bidang Brown pindah ke yang Green ini yang saya sebut biasanya dengan reskilling atau upskilling ini tidak gampang perlu waktu perlu transisi dan ini MTI kita laksanakan sejak sekarang alhamdulillah sudah ada beberapa inisiasi sudah memulai teman-teman di E Sektor tenaga kerja Sudah memulai ini dan mengantisipasi berbagai macam tren yang ke depan akan berubah Ibu dan Bapak sekalian ee secara singkat saya juga coba akan sampaikan dari berbagai tantangan yang ada tadi itu baru sedikit ya saya masih kalau bisa tantangan pasti akan banyak eh saya akan coba sedikit saja menyampaikan kira-kira dari tadi yang seperti saya sampaikan pembangunan berkelanjutan sudah kita sampai mana tantangannya Seperti apa dan sebagainya Nah kita sebagai pemerintah Ini akhirnya menyikapi divisi Indonesia emas 2045 kita yang sekarang menjadi undang-undang 59 tahun 2024 tentang rpjpn jadi teman-teman semua kalau boleh saya garis bawahi ini undang-undang ya Jadi ini jadi apa istilahnya emas harus jadi referensi utama enggak ada lagi referensi yang lain karena ini target pembangunan kita ya visi Indonesia emas itu eh visinya jelas NKRI bersatu berdaulat maju dan berkelanjutan jadi aspek berkelanjutan sudah masuk di dalam visi Indonesia em selama ini kan kata-kata berkelanjutan ini enggak ada nih dalam diskusi-diskusi Nah sekarang di dalam Indonesia emas undang-undang 59 2024 tentang rpjpn kata-kata berkelanjutan sudah dimasukkan itu divisinya Nah ada sasaran utama visi kita ada lima mulai dari pendapatan perkapita setara negara maju kemiskinan menurun dan ketimpangan berkurang kepimpinan dunia daya saing sumber daya manusia nah dan yang tidak kalah penting kaitannya tadi juga dengan iklim intensitas grk kita menurun menuju net Zero emissions dan menurunnya juga enggak kalah-kalah ambisius ini indikatornya dari 38 6 di 2045 ini mencapai 93,5% artinya apa ini jauh lebih ambisius dari NDC kita Saya himbau di sini nanti untuk teman-teman yang ngurusi NDC tolong dilihat betul angka ini karena ini adalah undang-undang ya ini undang-undang kalau beda aneh namanya kok kalau kita apa men-submit sesuatu nanti ke unf triplec beda dengan undang-undang kita sendiri nah ini nanti aneh jadi tolong betul teman-teman yang bergerak di bidang ini melihat angka-angka ini semua dan kita konsisten sebagai sebuah negara jangan bikin sendiri-sendiri ini sudah undang-undang tolong diikuti Dan tolong betul Kita komit untuk menuju ke arah sana ini angkanya sangat ambisius tentunya perlu effort sama-sama perlu effort tidak hanya pemerintah semuanya harus bergerak ke sana Oleh karena itu di dalam visi Indonesia emas 2045 ini eh sori dalam rpjpn ini Eh ada 17 gol 8 agenda pembangunan ada 45 indikator dan sebenarnya semangatnya adalah semangat transformasi semangat transformasi yang salah satunya adalah transformasi ekonomi yang didasari dengan transformasi ekonomi hijau jadi dasarnya itu adalah transformasi ekonomi hijau sehingga kita bisa mencapai betul-betul pendapatan per kapitasara negara maju tapi dengan kualitas lingkungan yang jauh lebih baik dari yang sekarang jadi itu perlu kita sikapi betul dan itu sekarang sebenarnya sudah tercermin di dalam Asta citanya pak presiden dan kami sudah masukkan itu semua ke dalam rpjmn kita di 2025-2029 Alhamdulillah Minggu lalu sudah ditandatangani Pak Presiden Dan ini semua menjadi acuan Ya baik penyusunan program dan kementerian lembaga termasuk acuan dalam penyusunan rpjmd seluruh daerah ya Nah ini kepala-kepala daerah sedang dilantik dan Ini dokumen ini akan menjadi ya bukan akan lagi harus menjadi Acuan dari teman-teman daerah dalam menyusun rpjmd-nya sederhananya Asta citanya Pak Presiden masuk di situ ada Del prioritas nasional 8 phtc atau quickwiins biasanya dan 83 kegiatan prioritas utama itu ya jadi Dan ini semua spirit dari pembangunan berkelanjutan masuk di sini indikator-indikatornya masuk di sini Jadi kami di benas mencoba betul bagaimana membuat agar sdg tujuan pembangunan berkelanjutan itu tidak hanya sekedar Istilahnya ya SD SD gitu ya enggak kita menstreamlan apa yang ada di SD dengan rpjmn ini masuk semua indikatornya kita monitor S pada saat kita juga mengendalikan ee rpjmn ini dalam konteks pelaksanaannya Nah Ibu dan Bapak sekalian tidak mudah kembali lagi ee kami terutama dalam hal kaitannya dengan iklim investasi dan bagaimana agar Eh teman-teman ini yang terutama di luar non apa di luar pemerintah ya di nonstate actors eh ikut betul-betul terlibat dalam bagaimana kita melaksanakan pembangunan ini terutama pembangunan yang lebih hijau lagi ke depan tentu jelas bahwa kami di pemerintah punya peran untuk mengkatalis partisipasi sektor swasta ini sebagai ambil contoh lagi di dalam perubahan iklim regulasi regulasi-regulasi terkait dengan investasi hijau kemudian skema-skema blended Finance insentif fiskal dan nonfiskal termasuk juga yang tidak kalah penting instrumen-instrumen yang terkait dengan derisking penjaminan bankability dan lain-lain di sini ada beberapa contoh ya tax allowance pembebasan bea masuk tax holid ppnbm 0% untuki Dan lain-lain saya yakin masih banyak ini dan berbagai macam juga inovative financing mechanism sekarang Coba didorong ini masih beberapa yang tertulis di sini mulai dari public private Partnership itu biasa sekarang ada tapetake nih kemudian CSR biasa sdg financing hub climate change trust fund De furniture swap Fa bas fund kalau saya mau nambahin lagi yang terkait dengan Coral trust Bond macam-macam lah banyak sekarang Eh inovative financing yang dibuat itu semua sebenarnya memang dalam kerangka Bagaimana kita bisa mulai mendorong agar yang namanya transformasi ekonomi hijau tadi melalui melalui apa Indonesia Mas 2045 itu bisa kita laksanakan eh last but not least kembali lagi saya ingin menekankan saja pentingnya kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan mulai dari sisi kami sendiri di tingkat perencanaan dengan OJK dengan kementerian keuangan Kementerian sektor masyarakat dunia usaha dan lain-lain dan sebagai penutup ini melangkah menuju target 2030 ya Ee yang saya juga ingin ee apa dorong juga kebetulan karena saya sekarang menjabat Deputi bidang pembangunan kewilayahan selain koordin koordinasi lintas KL saya juga ingin meningkatkan betul Bagaimana Pemda ini aware terhadap berbagai target dari tpb tadi Dan juga bagaimana bisa meningkatkan kapasitas teman-teman semua di daerah dalam mendorong bagaimana aplikasi dari sdgis ini dalam konteks pembangunan baik nasional maupun daerah dan tentunya ini tidak akan lepas dari bagaimana bekerja sama antar pemerintah antar aktor nonpemerintah di tingkat nasional dan di tingkat daerah tentunya ini semua harus istilahnya bersinergi dan EE Bersatu padu untuk menuju sebuah tujuan yang kita sepakati bersama yaitu yang ada di undang-undang rpjpn 2045 Dan mudah-mudahan itu menjadi referensi buat kita semua baik yang ada di nasional maupun yang ada di daerah baik yang di tingkat pemerintah maupun yang ada di masyarakat maupun ada yang juga di dunia usaha dan di tingkat pemerintahan dan juga yang tidaklah penting di parlemen baik yang di nasional maupun di daerah mungkin itu dulu yang dapat saya sampaikan mohon maaf kalau saya suka kepanjangan ceritanya karena saking semangatnya ini Terima kasih Pak Asep Mbak Dini dan rekan-rekan sekalian mungkin itu yang bisa dapat saya sampaikan Kalau boleh kita diskusi biar kita lebih interaktif lagi ke depan saya kembalikan lagi ke Bu Dini Terima kasih ya Baik terima kasih banyak kepada pakril atas pematerian yang sangat menarik ini karena pembangunan berkelanjutan di Indonesia ini masih banyak tantangan yang sangat besar utamanya untuk mencapai sdg ini sangat kompleks dan harus mencapai 17 tujuannya baik kita lanjutkan pada sesi tanya jawab dari slidu terlebih dahulu di sini saya akan Tampilkan untuk pertanyaan yang ada di slidu ee ee sudah tertampilkan di sini sudah sangat cukup banyak Lis pertanyaannya dan kepada Pak medril dapat langsung dijawab saja pertanyaannya secara satu persatu dipersilakan Pak Oke terkait krisis lingkungan seberapa besar kemampuan eh kemauan pemerintah untuk menjalankan tujuan sdjs dalam eh di mana hutan terus-menerus mengalami deforestasi untuk pembukaan lahan perkebunan ya terima kasih ini menarik eh willingness pemerintah jelas ingin mengurangi deforestasi secara menyeluruh walaupun biasanya deforestasi ini biasanya ada yang namanya deforest ada yang unplest untuk yang biasanya kita hindari betul adalah yang nah ini yang perlu kita sikapi betul sekarang ini kalau kita lihat [Musik] trenulfor ini Saya masih ingat betul reformasi bukannya malah membuat semuanya baik tapi malah khususnya di sektor kehutanan waktu itu deforestasinya malah menjadi lebih besar Alhamdulillah sudah ditangani dan akhirnya deforestasinya menurun kembali dan sampai terakhir deforestasi deforestation rate di Indonesia bisa dibil yang terik di duniaingupendahahupunung bisa menghindari yang namanya terjadi deforestasi itu yang perlu kita sikapi betul adalah ee deforestasi yang tiba-tiba EE merubah hutan kawasan hutan menjadi tiba-tiba ada lahan kebun di situ nah ini ini sangat menarik banyak sekali perdebatan di sini Saya masih ingat betul perdebatan-perdebatannya sampai mengatakan Apakah sawit boleh ditanam di hutan Wah sampai ke situ tuh perdebatannya nah ee saya terus terang waktu itu juga pernah ditanya hal seperti ini boleh enggak sawit ditanam di hutan itu pertanyaan Pak Menteri saya ke saya nah saya jawab begini memang mazhabnya ada dua kalau kita mengikuti mazhab Malaysia karena mereka menganggap tanaman kebun seperti sawit itu adalah tanaman hutan boleh kata mereka tapi kalau di Indonesia Nah mazhabnya masih belum Pak saya bilang begitu karena tanaman sawit itu adalah bukan tanaman kebun masih ada pertanyaan lanjutan lah kalau hutannya sudah hancur nah hutannya sudah hancur dirambah orang terbakar sudah ada tambang Bahkan di situ tapi fungsinya masih kaw eh apa statusnya masih kawasan hutan Boleh enggak saya Tanam sawit di situ Wah ini pertanyaan lebih seru lagi orang hutannya sudah hancur tapi masih statusnya hutan daripada enggak dipakai Enggak diapa-apain kan mendingan ditanam masuk akal daripada kebakar enggak diurusin lagi akhirnya saya jawab gini eh pak menteri saya Bil kalau memang mau ditanami sawit di situ Ini pandangan saya ya pri
Resume
Categories