Webinar 103 Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
j7ot4t-N2U4 • 2025-02-20
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
geografis dan pelatihan remote
sensing alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2.500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia pelayanan kami terbuka
untuk perusahaan pemerintahan perorangan
ataupun pemerhati lingkungan ekoedu
selalu berusaha menyajikan pelatihan
yang berkualitas dengan menghadirkan
pengajar yang
[Musik]
berpengalaman memberikan pengalaman
langsung dengan praktikum
dan eLearning yang dapat diakses di
manaun jadi awalnya saya mengikuti
pelatihan ekang dari grup-grup di alumni
yaakah ikuttihan ini cerita mereka itu
sungguh bisa dianggap menarik ya Kara
merekaengetahu mereka t merekaetahu
meningkatu ya kemud skill yang
dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga
cukup bisa dilihat begitu ya terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e Para
konsultan yang memerlukan
tenenangka-tenanga sehingga saya memilih
ekedu dan sempat mengikuti pelatihannya
juga dan itu terbukti benaru nah saya
lihat Instagram itu ada edu yaarahkan
pelatihan nah di situ juga saya
baca-baca terlebih dahulu ya terkait
tentang informasi dieliatkan olehu nah
Menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk pelatihan diu
jadi saya sering lihat di Instagram gitu
Bagaimana ekidu menyampaikan
informasinya
ekidu itu bagus karena pelatihan-patinya
itu selalu tergini terus mengikuti zaman
dan juga pelatihnya atau mnya itu
bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnya
[Musik]
I yang pertama memang Tentu saja Ini
meningkatkan dansimalkan skill-skill
yang saya harapkanitu ya dalam
penyusankum saya jadi bisa lebih
produktif lebih efek juga punya update
Gitu ya updateupdate
persoalan-persoalanan terini dari
ahlinya langsung di lapangan begitu yang
pengalaman menurut sayahan yang dis ini
sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada
teknologi terbaru yang saya dapat itu di
eLearning ya itu luar biasa pelajarnya
juga mudah sekali untuk dipahami
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
[Musik]
banget Eh e-learning ini memang di
memang sangat diperlukan sekali ya
terutama untuk kita yang dengan
keterbatasan pengetahuan kemudian dan
juga waktu mungkin ee itu memberikan
kita kesempatan untuk kembali mengingat
kembali mendengarkan paparan-paparan
yang mungkin kurang jelas kemudian juga
kita bisa mengulang sesering mungkin
yang kita inginkan kita juga bisa review
kembali sehingga belajar kita bisa lebih
efektif dan efisienarning itu membantu
sekali ketika pada saat penyampaian
materi ada yang ketinggalan gitu ya jadi
E saya bisa lihat materi itu di
u sangat membantu Mbak Jadi saya eh
ambil materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana
[Musik]
aja 4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari katas padan
sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau
saya bilang terlalu murah itu se jadi
sepadanah jadi menurut sepadan Bu karena
memang Han ini pun sangat membantu ya
dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang
ada di sekitar lingkungan saya sendiri
gitu eah Saya kira sepatkan sesuailah
dengan apa yang didapatkan
[Musik]
ekppp efektif tepat dan profesional
hemat cermat dan Hebat Keren profesional
dan juga kekinian
[Musik]
baik asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat siang Bapak Ibu dan
rekan-rekan sekalian Selamat datang
kembali di webinar ekoedu yang
ke-103 saya ucapkan terima kasih kepada
bapak ibu semua yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini untuk
hari ini webinar ekoedu akan mengangkat
tema tangan pembangunan berkelanjutan di
Indonesia dengan
pemateri PHD perkenalkan saya Dini akan
bertugas sebagai moderator pada acara
ini Baik bapak ibu semua sebelum memulai
webinar pada siang ini alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing
berdoa dipersilakan
Berdoa selesai untuk acara selanjutnya
Mari kita menyanyikan lagu Indonesia
Raya secara bersama-sama diharapkan
kepada bapak dan ibu untuk duduk t
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
acara selanjutnya kita akan mendengarkan
sambutan dari penasat ekoedu Indonesia
yakni Dr
STMT kepada Bapak Asep waktu dan tempat
dipersilakan baik gimana ee Mbak Dini
bisa didengar suara saya I sudah Pak iya
ee terima kasih banyak kepada Pak medril
Zam yang sudah berkenan hadir eh juga
kepada bapak ibu yang bisa hadir pada
hari ini mudah-mudahan apa yang akan
kita bahas bisa membuka wawasan kita
sekali lagi terima kasih kepada
pakilzam sangat apresiasi kami dari
ekedu kepada
pakil saya kembalikan kepada Mbak
Din Baik terima kasih kepada Pak as atas
sambutan hangat yang disampaikan dalam
webinar ini semoga sambutan tersebut
menjadi pembuka yang baik dan memotivasi
kami semua untuk mengikuti acara ini
dengan
anusitukelanjutnya kita AKS masuk pada
kegiatan utama kita di mana webinar kali
ini kita akan berdiskusi mengenai
tantangan pembangunan berkelanjutan di
Indonesia kami telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat Baik perkenankan
saya memperkenalkan narasumber kita hari
inirilam m PHD beliau merupakan Deputi
bidang pembangunan kewilayahan Babas eh
Selamat siang kepada bapak
medril Selamat siang Mbak Dini Selamat
siang Pak Asep dan juga Selamat pagi
menjelang siang nih buat teman-teman
semua Iya baik Pak Bagaimana Pak
kabarnya hari ini Alhamdulillah baik ini
sekarang lagi ini nih
menjelang-menjelang pelantikan
kepalaepala daerah nih Iya betul Pak ya
mudah-mudahan kita semua selalu dalam
keadaan sehat dan selalu semangat ya pak
Insyaallah tetap semangat Iya baik
Sebelum kita mulai Izinkan saya
menyampaikan beberapa teknis untuk
pemaparan dilaksanakan selama 1 Seteng
jam kemudian kita lanjutkan dengan sesi
tanya jawab dengan menggunakan aplikasi
slidu dan dilanjutkan dengan tanya jawab
secara langsung untuk mengefektifkan
waktu saya serahkan ruangan Zoom ini
kepada
bapakil dan kepada Bapak Ibu semuanya
Selamat mengikuti acara webinar ini
Baik terima kasih mbak Dini Eh kalau
boleh saya ee izin share sebentar Yaa
sih
Oh
iya mudah-mudahan sudah terlihat di
zoom Ya baik P sudah
Pak ini kok enggak mau di ya
Sip ya Eh terima kasih eh teman-teman
semua ini eh terutama Pak Asep dan
rekan-rekan sekalian yang sudah
mengundang kami dalam kesempatan ini dan
khusus membicarakan topik yang memang
sangat-sangat menarik dan EE ini menjadi
trend setter ya di berbagai belahan
dunia tentang sdgis tentang pembangunan
berkelanjutan dan di satu sisi
ee sekarang ini sudah berlangsung cukup
lumayan lama ya sebenarnya sudah
diadopsi sampai sejak 2015 kalau saya
enggak salah e sudah hampir 10 tahun dan
patutlah kita melihat sebenarnya apa sih
ee progresnya sekarang dan kira-kira
tantangan dan arah kebijakannya Seperti
apa ke depan Nah Ibu dan Bapak sekalian
teman-teman semua ee Izinkan saya
mungkin kita ngobrol santai aja ya saya
mengantarkan saja di sini dan kemudian
kita nanti bisa diskusi lebih banyak dan
tentunya saya akan coba lebih karena
pembangunan berkelanjutan ini topiknya
luas dan tentunya eh kita mesti melihat
betul aspek-aspek mana saja yang mau
kita
bahas dan dalam topik kali ini karena
ini eh arahnya kepada ekoedu ya
teman-teman yang bergerak dalam konteks
ilar lingkungan khususnya nanti saya
akan coba di akhir di bagian akhir sesi
akan coba mulai lebih menukik kepada
isu-isu atau tantangan-tantangan yang
memang
eh mengarah kepada pilar lingkungan dan
tapi memang tidak terlepas juga dari
pilar-pilar yang lain Nah Ibu dan Bapak
sekalian teman-teman semua saat ini kita
semua sudah tahu bahwa kita sudah punya
yang namanya
SD Saya mau angkap dulu dari sdgis
karena inilah filosofinya
ee mungkin kalau misal kita meruntut
lagi lebih jauh ke belakang
eh SDIT ini mulai dari sebenarnya dari
eh waktu Stockholm conference tahun 3
kalau saya enggak salah jadi tahun
3 kita punya Stockholm conference dan
kemudian terus berkembang akhirnya ada
brand commission di tahun
0-an kalau saya enggak salah dan
akhirnya muncul mulai konsep sustainable
development yang digagas sebenarnya
setelah tahun 2000-an setelah kita punya
Rio
convention dari Rio convention itu tahun
1993 kita mendapatkan tiga tiga Konvensi
yaitu climate change kemudian
biodiversity dan juga desertifikasi unfc
uncbd dan juga unccd
dari tiga Konvensi itulah akhirnya
muncul
istilah berkembang istilah yang namanya
sustainable development Nah untuk
memulai sustainable development itu kita
tidak langsung bergerak ke arah sana
tapi dimulailah dengan yang namanya
MDGS di tahun 2000 milleninium
Development Goals 2000 sampai 2015 waktu
itu targetnya lebih banyak Eh hanya
sekedar Del target dari mulai poverti
Kemudian pendidikan gender equality
kemudian Child mortality kesehatan ibu
dan anak combaatting Aids dan kemudian
environment dan juga Partnership eh mdg
berkembang walaupun kita tahu ternyata
mdg Lumayan baik walaupun tidak semuanya
mencapai target dan akhirnya pada tahun
2015 UN UN ini ee akhirnya ee
mengumpulkan semua negara dan
bersepakat bahwa mdg di exppan menjadi
lebih jauh lagi menjadi
sdgs nah diharapkan Eh sdgs ini gitu ya
sdgis dengan time frame mulai dari 2015
sampai
2030 ini
global sustainable Development Goals ada
17 goals
diharapkan 17 gos ini lebih komprehensif
lagi ya melibatkan lebih banyak
negara memperluas sumber pendanaannya
gak hanya sekedar dari pemerintah tapi
dari swasta sumber
lain unsur hamnya juga
diangkat inklusif nah ini yang penting
inusif
no dan juga melibatkan seluruh pemangku
keptingan jadi ini k lagakum hanya swaa
trofi lsm-nya akademisi dan lain-lain
nah ini yang menarik sekarang ini
menerapkan Zero goals menargetkan untuk
menuntaskan seluruh
indikator-indikator dan yang tidak kalah
penting sdgs ini juga mengangkat means
of
implementation-nya biasanya di setiap
Konvensi kita punya means of
implementation nah harapannya tentunya
Eh ini biasanya yang sering kita kenal
dengan
eh 5p ya
people Prosperity peace Partnership and
planetah itu biasanya slogannya
itu jak
lag
prosersip
and secara lebih detail ini
goalssnya dari 1 sampai
sangatprens
yaulai dariti samp Bim
implementation-nya dan unsur people ini
betul people planet Prosperity peace and
Partnership ini benar-benar menjadi
istilahnya Eh yang betul-betul mau
dilihat Apanya sih terkait dengan people
Oh ini kaitannya dengan kemiskinannya
kelaparan
kesenjangan kaitannya dengan planet apa
Oh mencegah bumi dari degradasi
Prosperity menciptakan kesejahteraan dan
dan terpenuhnya kebutuhan hidup peace
tentunya pasti sudah terkait dengan ked
perdamaian dan Partnership kerja sama
Nah Ibu dan Bapak
sekalian teman-teman semua ini
eh sdjs di Global ini tahun 2015
akhirnya kita adopt di Indonesia tahun
2017 pada saat itu Eh Indonesia
mengeluarkan eh Peraturan Presiden eh
Nomor 59 tahun 2017
tentang pelaksanaan sdgis di
Indonesia nah kemudian Perpres 59 2017
ini disempurnakan lagi Tahun 2022 nomor
111 Yang intinya ini dinamis sekali
perkembangan sdgis ini sejak 2015 nah eh
di Indonesia sendiri implementasi dari
sdgis ini sudah benar-benar
dilaksanakan dan eh diintegrasikan
ke dalam rpjmn kita jadi waktu rpjmn
2020-2024 2025 2029 yang sekarang sudah
mulai
berjalan berbagai indikator-indikator
yang ada di sdgit itu
eh direamlinekan dengan indikator yang
ada di
rpjmn sehingga apa yang dilaksanakan di
ditargetkan di dalam sdis ini streamline
juga dengan apa yang ditargetkan di
dalam perencanaan pembangunan di tingkat
nasional dan daerah nah ini semua
tentunya kita monitor
perkembangannya dan kita secara rutin
memasukkan report ke PBB dan Tahun
2022 kita menyampaikan report voluntary
National review ke PBB untuk yang ketiga
kalinya ini tahun
202 dan di
2024 kita juga sampikan informasi Dan
harapannya tahun
2025 kita akan juga melaporkan
perkembangan dari pembangunan
berkelanjutan ini tujuan pembangunan
berkelanjutan ke PBB dan juga kita punya
target mau merevisi eh
perpresnya ya revisi Perpres dari 111
Tahun 2022 dan juga kita saat ini juga
Mulai menyusun Run sdgis-nya dari 2025
sampai
2030 dan kita juga
eh setiap tahun ini selalu
menyelenggarakan sdg action Award dan
sdg annual conference dan yang tidak
kalah penting tahun ini kita punya ini
tingkatnya global ada Osaka Expo sdgis
2025 jadi eh kami memang sedang
mengorganize ini di tingkat
internasional dan menyampaikan
progres-progres dari sdg yang sedang
berlangsung di Indonesia seperti apa Nah
Ibu dan Bapak
sekalian kesannya sdgis simpel tapi
ternyata tidak juga jadi sdg ini lumayan
Kompleks ada 17 goals dan kalau kita
turunkan lagi itu ada
169 target dan Barusan saya cek di tahun
2024 indikatornya sampai 299
indikator jadi bisa dikatakan ini
lumayan ya lumayan seru deh urusan
pembangunan berkelanjutan ini Karena
memang tadi urusannya
5p dan kalau dilihat dari pilarnya itu
ada empat pilar Sebenarnya ada pilar
ekonomi pilar sosial pilar lingkungan
dan juga pilar tata kelola Nah melihat
kompleksitas yang sebesar itu tentunya
kami juga istilahnya mesti enggak bisa
bekerja sendiri tentunya harus
betul-betul berkolaborasi dengan semua
stakeholders stakeholdersnya tidak hanya
pemerintah tapi juga nonstate actors
baik itu swastanya masyarakatnya
akademisinya penelitinya dan sebagainya
nah Kami menganggap bahwa tpb ini adalah
semacam apa ee
tools
semacam
kendaraan atau kalau mau lebih besar
lagi seperti semacam
gerakan yang memang mengarah kepada
pembangunan yang lebih baik lagi ke
depan jadi kita semua sudah tahu selama
ini pembangunan kita sangat sektoral
sangat Brown ya sangat fosil fuel
minded seringkiali satu dan lainnya
tidak ter apa tidak terkait satu sama
lain sangat Silo dan sebagainya nah di
dalam sdgis ini kita berharap betul
proses yang kita susun baik
perencanaannya pelaksanaannya dan
pendanaannya juga betul-betul harus
istilahnya bareng-bareng prosesnya harus
partisipatif tujuan dan indikatornya
harus jelas dan terukur dan kemudian
tentunya harus akurat ya Dari dari
sumber data yang kredibel sumber
pendanaannya juga jelas pelaksanaannya
siapa juga clear dan bagaimana
memonitoring dan memonitor dan
mengevaluasinya dan yang tidak kalah
penting bagaimana mengkomunikasikannya
kepada berbagai pihak jadi
eh tiga aspek yang kalau saya lihat
menjadi penting sekali di
sini political will ini jadi semacam
political Jadi kami ingin mendorong
pembangunan berkelanjutan ini menjadi
sebu tidak hanya dikat nion tapi juga di
tingkat
daerah kalau sudah punya political will
tentunya harus punya good
strategy nah good strategy inilah yang
sebenarnya dituangkan di dalam rencana
aksi dan sebagainya dan tentunya memuat
berbagai hal Dan ini semua perlu ada
strong legal basis sehingga kalau
misalnya memang melakukan aksi dalam
pembangunan berkelanjutan ini punya
kekuatan hukum yang
jelas nah ini semua kita tidak hanya di
tingkat nasional tapi juga diharapkan
teman-teman daerah juga menyusun yang
namanya rad tpb rencana aksi daerah dan
ini juga diarus utamakan ke rpjmd-nya di
daerah sampai ke prioritas lokasi
alokasi dan sebagainya ya jadi
eh SD ini Istilahnya tpb ya tujuan
pembangunanel ini ya terkesan simpel
tapi sebenarnya cukup sangat
besar complex kalau istilahnya dan
memang harus istilahnya mesti didukung
dengan suatu kekuatan politik yang kuat
dengan strategi yang baik dengan legal
basis Nah Ibu dan Bapak sekalian
tentunya tadi Seperti yang saya
sampaikan sdg ini seperti menjadi sebuah
instrumen ya instrumen atau sebuah
gerakan di mana
Eh sdg ini bisa mendorong terutama
berbagai macam target-target yang sudah
dicadangkan di dalam Indonesia emas
2045 walaupun sdgis ini masih sampai
2030 Ya tapi sdgis ini diharapkan bisa
menjadi semacam awalan ya semacam
pondasi untuk mengejar berbagai target
yang memang kita canangkan di 2045
Dan sdgis ini juga yang menjadi
kendaraan untuk Bagaimana kita bisa
mencapai astaacita yang sudah di eh
canangkan oleh bapak presiden kita yang
sekarang nanti saya akan lebih detail
lagi di sini tapi saya ingin eh masuk
sedikit kepada eh pembangunan
berkelanjutan di Indonesia ini seperti
apa sih sekarang sudahudah 10 tahun ya
kalau berdasarkanpresnya setelah 7 tahun
deh 8 tahun seperti apa sih ee
konstelasinya di Indonesia Nah mungkin
kita lihat bareng-bareng
nah saya kebetulan
eh meminta data ini dari teman-teman
sekretariat sdgis di Bapenas jadi
laporan untuk tahun
ternyata dari
299 indikator yang ada ternyata hanya
indikator yang
dievaluasi gitu ya Nah ini menarik nih
eh karena memang ada sebagian indikator
yang tidak dievaluasi tersebut ternyata
juga belum ada istilahnya tidak bisa
diukur dalam konteks
Indonesia atau tidak ada mungkin
instansi yang bertanggung jawab dan
sebagainya Nah mungkin kita fokus saja
dulu ke yang dievaluasi sebesar 33 ini
233 indikator ini
ternyata Alhamdulillah 143 indikator
katanya
tercapai Terus yang warna kuning itu
katanya Oh ini kungu ya warna kuning deh
dianggap itu akan tercapai
membaik dan yang warna warna merah ini
bahasa jelasnya Enggak tercapaah ini kan
perlu mendapat perhatian khusus nah ini
belum tercapai apa ini kalau yang warna
merah nah ibu-ibu dan bapak-bapak
rekan-rekan sekalian bisa melihat dari
233 ini hanya
61,4% yang
tercapai yang sudah dekat-dekat itu
sekitar 12% dan yang belum tercapai ini
mencapai
26,6%. ya ini PR nah ibu-ibu dan
bapak-bapak rekan-rekan sekalian bisa
melihat mana-mana saja yang tercapai ini
ada pilarnya pilar sosial pilar ekonomi
pilar lingkungan pilar hukum dan tata
kelola ini datanya ada di
sini Alhamdulillah ini Kebetulan kan ini
teman-teman bergerak banyak di bidang
lingkungan ya sumber daya alam
lingkungan kalau ekoedu biasanya
stakeholdersnya teman-teman lingkungan
ya kalau saya enggak salah ya Bu Din
ya Nah ini pilar lingkungan
Alhamdulillah sudah mencapai sekitar
71% dari 7
eh dari 66 indikator yang tersedia
datanya dari
77 nah ibu-ibu dan bapak-bapak bisa
melihat sendiri eh laporan ini
Eh ya menggembirakan tapi
tetap masih ada PR yang ini menjadi
perhatian kita yang perlu kita sikapi
bersama bagaimana nanti memperbaikinya
dan juga bagaimana kita harus sama-sama
juga mendorong ini semua menjadi e hijau
semua
ekspektasinya Nah kalau melihat Lebih
Detail
nah ini terkait dengan pilar pembangunan
sosial ini saya ambil beberapa aja ya
Enggak Enggak semua jadi dari 71
indikator yang dievaluasi pada pilar
pembangunan sosial ada 36 indikator tuh
yang telah mencapai target 13 SOS gitu
ya 22 belum dan satu tidak dapat
diberikan notifikasi ini saya ambil
contoh saja yang tercapai misalnya
tingkat kemiskinan ekstrem turun 2,8
jadi
1,8 kualitas konsumsi pangan skor pola
pangan harapan juga Naik
eh kepesertaan JKN Alhamdulillah naik
tapi masih ada juga yang mendapat perlu
mendapat perhatian khusus terutama ya
ini urusannya dengan wasting berat badan
lebih rendah dibandingkan tinggi badan
anak seusianya ini biasanya ini
kaitannya nanti dengan makan bergizi
gratis nih MG nah ini kelihatan
betul perlu mendapat perhatian khusus
nih ini kurang gizi intinya banyak
anak-anak kita yang kurang
gizinya
7,7,5
yang 1000 bukannya Turun malah
naik data data 2020 301 data 2022 naik
387 jadi ini perlu mendapat perhatian
karena ini menjadi isu global dan
Indonesia menjadi salah satu senter di
dunia terkait dengan TBC ini center tuh
artinya e pusatnya TBC ya Jadi cukup
besar sekali Indonesia kasus tbc-nya ada
beberapa yang mudah-mudahan dalam waktu
dekat membaik Nanti bisa kita bahas
Lebih detail lagi nah itu tadi dari
sosial ekonomi ini lumayan tpt-nya
berkurang ya E dari 2020 ke
2023 dari 7,0 menjadi 5,3 persentase
Penduduk miskin di Daerah Tertinggal
juga turun 2% dari 26 menjadi 24
nah yang perlu mendapat perhatian khusus
nah ini juga terkait dengan teman-teman
di lingkungan nih ini bauran energi
terbarukan dia masuk di pilar ekonomi
ini ya harus perlu kita catat betul ya
perkembangannya lambat sekali naik tapi
lambat sekali Padahal target kita sudah
17,09 awalnya malah lebih nih tapi sudah
diturunkan Eh tapi tetap aja masih di
bawah target nasional yang 17, 17,09 di
2023 hanya
13,21
ee di satu sisi
juga nah ini yang
agak perlu mendapat perhatian cukup
besar dari kita semua proporsi tenaga
kerja pada sektor industri
manufaktur Ini lambat sekali
perkembangannya ya kalau mau dibilang ya
Enggak enggak bertambah ini 13 koma 13
koma padahal targetnya 5 15 koma padahal
yang namanya industri terutama dari
sektor dari manufaktur ini kalau dilihat
di ee yang tengah ya di kolom Tengah ini
laju pertumbuhannya pun juga tidak tidak
sesuai
target 2,9 di
2020 kemudian di 2023 hanya 4,6 Padahal
target kita 7,5 Nah Ibu dan Bapak
sekalian ini saya hanya ingin menekankan
saja pak presiden kita mendorong betul
pertumbuhan ekonomi di 2000 apa di di di
2029 ini mencapai
8% enggak gampang itu dan
eh biasanya pertumbuhan ekonomi yang
mencapai sebesar itu selalu didominasi
oleh pertumbuhan sektor manufaktur yang
tinggi nah bilamana pertumbuhan
manufaktur kita hanya sebesar 7, per
tentunya enggak eh sebesar 4% 45%
tentunya enggak cukup pertumbuhan sampai
8% untuk PDB nasional itu biasanya
didukung oleh share dari manufaktur
sekitar 25 sampai
30% dan biasanya kalau pertumbuhan di
manufaktur itu besar biasanya ngangkat
untuk pertumbuhan ekonomi secara
keseluruhan nah ini kita masih
relatively slow di manufaktur
Jadi mau enggak mau kita perlu
memberikan perhatian khusus untuk
manufaktur ini oleh karena itu Eh pak
presiden selalu menekankan tentang
hilirisasi Karena bagaimanapun
hilirisasi itulah yang ujung akhirnya
akan menciptakan valueedit kepada
berbagai macam rantai produksi ya
sehingga bisa menghasilkan nilai tambah
yang jauh lebih besar daripada hanya
sekedar ekstraksi sumber daya alam kita
teman-teman yang bergerak di bidang
sumber daya alam dan lingkungan pasti
paham betul kalau hanya sekedar
menghasilkan produk dari sumber daya
alam kita terus kita ekspor tentunya ini
sangat-sangat jauh eh hasilnya value
edit-nya bila dibandingkan kalau kita
melakukan
hilirisasi di daerah ya terutama
terutama di daerah dan hasilnya kita
pergunakan secara internal maupun juga
hasil hilirisasi itu bisa kita ekspor
keluar Nah itulah sebenar Itulah
sebenarnya yang yang kita harapkan
menjadi engine of growth dari tingkat
nasional kita dan juga di daerah nah all
in all untuk pilar ekonomi ini dari 65
indikator yang dievaluasi 40 indikator
sudah oke sudah mencapai
target ada 9 yang masih terus kita
monitor mudah-mudahan tercapai tapi ada
16 indikator yang aduh ini perlu dapat
dorongan besar karena ya Kompleks memang
persoalannya contohnya tadi misalnya
untuk renewable energy padahal pak
presiden kita juga sudah kencang nih
ngedorong bahwa sumber energi terbesar
kita nanti ke depan tentunya adalah
renewable energy tapi melihat
perkembangannya kelihatannya perlu ada
perubahan struktural keksi struktural
yang ada dalam sistem energi kita dan
ini memang butuh sebuah transisi yang
memang harus progresif tapi juga
berimbang dan
berkeadilan jadi ini prinsip ini juga
mesti penting karena bagaimanapun kita
eh walaupun sistem energinya ini ada di
lokal tapi bagaimanapun ini juga terkait
dengan tingkat regional dan juga dengan
tingkat Global makanya kita mesti lihat
benar bagaimana proses transisi energi
ini misalnya betul-betul bisa seimbang
dan sejalan dan berkeadilan juga eh
dengan proses-proses yang lain yang
sedang
berjalan Nah itu dari dari ekonomi dari
lingkungan nah ini teman-teman
lingkungan dari 66 indikator yang
dievaluasi ada 47 yang bagus 5 masih
menuju 14 ya kalau bisa dibilang Wah ini
perlu perlu kencang nih kita
ngurusinnya saya jujur aja karena saya
juga bidang saya lingkungan sejak awal
saya ngurusi ini eh sejak sdj di waktu
2017 sejak 2017 saya kebetulan
mengomandoni pilar lingkungan
ini banyak kritisi yang memang sudah
kita sampaikan ke berbagai Kementerian
lembaga eh terkait dengan bagaimana kita
ba bisa mencapai pilar lingkungan ini
dengan lebih baik lagi ke depan
Alhamdulillah sudah ada perbaikan
sekarang ini ya contohnya misalnya
indeks kualitas
udara secara global ya secara Bukan
Global secara nasional ini ada
perbaikan dari 87 menjadi
88% walaupun nah walaupun masih ada
walaupun ya kita masih harus lihat betul
secara lebih detail terutama kualitas
udara di
perkotaan
seringki perkotaan di Indonesia terutama
Jakarta Bandung Surabaya kota-kota Metro
ya kota-kota Metro Ini mendapat julukan
kota yang terpolusi di dunia terkait
dengan udara bersainglah kita dengan
India dengan apa New Delhi dengan
Bangladesh dengan
Beijing ini ini yang perlu mendapat
perhatian kita walaupun di sini sudah
tercapai dibilang
termasuk timbulan sampah diur ulang ini
juga katanya sih tercapai target
2023-nya
1189 sekarang ada di 18,17 Okelah tapi
masih ada tapinya sampah masih menjadi
persoalan utama di
perkotaan tidak ada perubahan
mindset Pemda saat ini masih kumpul
angkut
buang tidak ada tuh pemikiran bahwa samp
itu harus
dipilah diolah dan dipasarkan tidak ada
yang ada hanya kumpul angkut
buang walaupun sudah ada sekarang daur
ulang ini
18,17% tapi jelas ee harus kita
hati-hati betul dalam menyikapi ini
karena di daerah ini sering sudah
menjadi
persoalan
sistemik sehingga seringkiali mengganggu
ee masyarakat dan tentun nya Kita juga
harus menyikapi ini dengan lebih baik
lagi ke depan
ee potensi penurunan gas rumah kaca juga
sudah lumayan bagus masih mengejar
target eh NDC kita yang pertama 29%
masuk tapi sekarang katanya ada
NDC apa second eh NDC direvisi ya indci
kita menjadi 32% Ya silakanlah tapi ini
eh in in progress poensi penurunan emisi
kita dan mudah-mudahan ini terus membaik
ke depan Nah Eh sama indeks kualitas air
juga sebenarnya angka-angka ini banyak
menjadi e pertanyaan orang juga karena
kita tahu kualitas air kita kurang baik
selama ini di sungai pada tercemar
tuh tidak pernah kita bisaemum air pers
tanpa dimasak dulu masih banyaklah
isunya Saya ingin apa mengaris bawahi
ada beberapa hal yang perlu mendapat
perhatian khusus terutama hal-hal yang
terkait dengan sanitasi tadi Sampah juga
sebenarnya terkait dengan sanitasi
eh sanitasi kita juga masih jauh dari
yang kita
targetkan mulai dari
ee layanan sanitasi yang bersifat onsite
maupun yang bersifat offside gitu ya
jadi
ee saat ini targetnya target di 2023 itu
mencapai 13% kita hanya
10,2% yang terlayani dengan aman yang
yang dikelola secara amanlah ya ini PR
besar
terutama pada saat kita melihat bahwa
sanitasi ini hanya sekedar ya program
sanitasi semata gu tanpa ada
responsibility
yang diemban oleh sumber pencemarnya
sumber pencemarnya siapa ya kita-kita
Ini
semua saya yakin kalau misalnya kita
diminta untuk
bayar misalnya bayar iuran tentang
sanitasi pasti marah-marah semua tuh
orang-orang bayar retribusi sampah aja
marah bayar Sanit bayar misalnya ada apa
jaringan perpipaan air limbah masuk ke
rumah kita dan kita disuruh bayar
Biasanya pada marah-marah tuh
orang-orang jadi awareness masyarakat
tentang sanitasi tentang sampah jadi
tentang sebagai sumber pencemar ini
masih rendah sekali awarenessnya jadi
prinsip pollu pay principles ini
kelihatannya perlu kita dorong betul
sehingga kita menyadari bahwa ya untuk
mengelola limbah buangan kita itu ada
cost-nya enggak enggak gratis semua ada
costnya dan itu harus kita cover nah ini
yang seringkiali masih belum masuk ke
apa ya kepada pemikiran-pemikiran kita
dan harus kita rubah mindset dari
masyarakat kita selama ini dalam
menyikapi urusan-urusan yang terkait
dengan sanitasi sampah dan sebagainya
termasuk ini juga persentase sisa
makanan dari datanya nya teman-teman lhk
waktu itu naik dari 2020 menjadi eh dari
2020 Dar
39,75% naik menjadi
41,9% di 2023 Padahal kita
menargetkannya turun ke
27% ini tandanya apa masyarakat kita
makin mubazir terhadap
makanan dan ini tercermin di dalam
laporan kami di dalam laporan food los
and was memang kecenderungannya
Indonesia ini naik food L and
wasnya dan ini harus disikapi betul
terutama food-nya karena ini nanti akan
membebani proses E sistem pengelolaan
sampah kita secara
keseluruhan dan ini yang membebani TPA
membebani tpst dan
sebagainya ya ini persoalan-persoalan
terkait dengan sanitasi limbah
ini kelihatannya kita perlu mendapat
sedikit jeweranlah ya kita semua ini
gitu sehingga perlu aware bahwa ini
harus kita selesaikan dengan baik yang
tidak kalah penting degradasi lahan kita
juga masih terjadi walaupun secara
menyeluruh sudah berkurang Tapi ini
masih masih
terjadi ya target kita sudah harusnya
sudah mengecil di 0,12 tapi ternyata di
sini catatannya masih sampai 6,79%
so all in all dari 66 indikator ini di
pilar lingkungan 47 indikator sudah oke
5 indikator masih masih menuju ya dan 14
indikator yang kita mesti betulbetul
perhatikan secara lebih jauh lagi yang
terakhir nah ini saya mungkin engak
terlalu banyak di sini tapi ini juga
cukup penting pilar hukum dan tata
kelola tanpa pilar pembangunan hukum dan
tata kelola pilar-pilar yang lain pilar
sosial ekonomi dan lingkungan tadi
tentunya akan untuk berjalan dari 31
indikator 20-nya sudah oke satunya masih
soso
10nya ya Ya seperti tadi gitu ya masih
mendapat perhatian dari kita
semua dari sisi keterwakilan perempuan
Wah sekarang ini udah lumayan nih baik
di parlemen terutama yang dilihat nih di
lembaga eksekutif ya E intinya naik ya
litigasinya juga
litigasi dan non litigasinya ini juga
menunjukkan perkembangan yang bagus dan
nah ini yang perlu mendapat perhatian
betul saya ingin menggaris bawahi ini
fenomena sosial yang sekarang kita
hadapi ini ini simpel aja jumlah kasus
kejahatan pembunuhan pada 1 tahun
terakhir
naik Padahal kita targetkan turun ini
ada fenomena apa di
sini Dar 898 tadinya kita targetkan
turun 622 sekarang jadi naik
1129 something wrong nih di
sini termasuk persentase anak ini kan
contoh-contoh saja ya Saya ingin
menyoroti yang bawah nih jumlah
penanganan pengaduan pelanggaran HAM
naik ini juga cukup aneh
nih Ya Sudahlah ini mudah-mudahan
Eh ini angka-angka ini semua perlu kita
sikapi ya Dan saya berharap angka-angka
ini jangan dilihat hanya sebagai sebuah
angka dan hanya sebagai angka yang
mendasari
ee apa menjadi istilahnya background
dari sebuah
indikator tapi lihatlah angka ini
terutama dalam kaitannya dengan berbagai
aspek yang lain
contohnya tadi misalnya kalau bicara
tentang saya kembali sebentar bicara
tentang E apa ya Misalnya tentang ini
deh sisa makanan ini yang gampang
deh persentase sisa makanan ini ya sudah
jelas artinya masyarakat kita makin
boros kalau sudah begitu artinya apa
buangannya sampah organiknya makin
besar sampah organik
ini
bisa masuk ke dalam sistem pengelolaan
persampahan tapi bisa juga bocor
ke biasanya ke sumber air ke sungai yang
ujung-ujungnya ke laut makanya indeks
kualitas air kita juga susah nih untuk
berkembang untuk naik kalau mau dilihat
lagi pesisir kita juga berantakan
sekarang karena Banyak sampah plastik
macam-macam walaupun di sini
diperlihatkan timbulan sampah di daur
ulangnya naik tapi kalau kita lihat dari
volume timbulan sampah yang
ada mungkin kenaikannya tidak
signifikan malah buangannya tambah besar
pencemarannya ke sumber air makin besar
nah hal-hal seperti ini yang mesti kita
lihat secara keseluruhan jadi jangan
dilihat satu indikator ini hanya sear
persentase sistem makanan Oh orangnya
boros Ya sudah jangan hanya sebes
seperti itu melihat tapi lihatlah
Bagaimana eh keborosan ini berdampak
kepada hal-hal yang lain tadi seperti
kualitas air kepada sistem poan sampah
kepada pesisir dan selain-lain jadi saya
berharap rekan-rekan Ibu dan Bapak
sekalian melihat angka-angka ini jangan
sekedar angka tapi juga Bagaimana
melihat angka ini dalam keterkaitannya
dengan indikator-indikat or yang
lain kira-kira itu yang dapat saya
sampaikan terkait dengan progres kita
selama ini eh setelah kita mulai
mengadopsi
tentang pembangunan berkelanjutan itu
apa sdgis kalau biasa Apa istilah
kerennya nah saya ingin membawa sedikit
kepada hal yang lebih menukik terutama
eh isu yang terkait yang sangat relevan
dengan kita eh sdg ini besar pembangunan
berkelanjutan ini besar sekali e
aspeknya dan saya ingin membawa sedikit
ke satu aspek
terutama hal yang terkait dengan isu e
tantangan sdjs ke depan terutama di isu
perubahan iklim nah tapi sebelum
itu saya ingin mencoba agar kita semua
aware ya
bahwa
kita sebagai umat manusia sekarang
ini sedang menghadapi
sebuah fenomena yang besar sekali yang
biasanya kita sebut dengan triple
planetary
Crisis apa sih triple planetary Crisis
yang pertama tentang bahwa kita ini
menyebabkan polusi dan kerusakan
lingkungan yang kedua kita menyebabkan
hilangnya
keanagan saya sengaj menyebkan kita
karenaang ini penyebnya adalah manusia
kita semua yang menyebabkan
ini polusi dan kerusakan lingkungan
hilangnya keaneka ragaman hayati
biiversity loss dan juga perubahan iklim
ini semua
mengakibatkan yang kita bumi yang kita
tinggalin ini tidak layak huni ke depan
di masa yang akan datang sudah pasti
artinya pembangunannya jadi tidak
berkelanjutan yang sudah pasti
kesejahteraan ya berkurang tambah tambah
hancur kita ini ini ee Beberapa fenomena
saja yang ee di sebelah kiri saya
sampaikan ada sampai 50 sampai 75%
populasi global itu berisiko terpapar
dari perubahan iklim
eh di sini juga ada catatan polusi udara
dinobatkan sebagai penyakit penyebab
penyakit dan kematian dini terbesar di
dunia 4,2 juta kematian kita enggak
sadar ini bahwa polusi udara ternyata
mengakibatkan
itu
termasuk sekitar 1 juta spesies tumbuhan
dan hewan menghadapi ancaman kepunahan
mungkin teman-teman enggak sadar apa sih
untungnya keanekaragaman
hayati tanpa keaneka ragaman hayati
enggak ada makanan di piring
kita enggak ada tuh yang namanya apa
ee
istilahnya eh berbagai macam
eh luxurious yang bisa kita miliki ya
Mulai dari
wisata mulai dari apa
E
berbagai Biasanya kan kalau wisata itu
macam-macam yang kita
lihat dampaknya tidak hanya kita melihat
pariwisata tapi ekonomi yang dihasilkan
besar sekali dari keanekaaragaman hayati
ini tidak hanya sekedar wisata
genetiknya juga besar sekali
pemanfaatannya bisa untuk obat bisa
untuk makanan sudah pasti dan
macam-macam jadi jangan jangan kita
berasumsi bahwa kegarakaban hayatinya
hilang cuek aja salah ini sumber ekonomi
terbesar di dunia sekarang sekarang
dunia sudah mulai mengarah ke
bioekonomi Jadi bagaimana kita mulai
mendorong produk-produk hayat kita
menjadi produk ekonomi sehingga ini bisa
menghasilkan jauh lebih besar lagi dan
tentunya harus sustainable ke depan tapi
Okelah saya enggak mau bicara tentang
Kati bisa panjang itu saya bicara
sedikit saja tentang iklim dan kita
semua sudah tahu iklim
kita makin makin ke sini makin enggak
keru-keruan secara global suhu permukaan
bumi naik terus dan Sebenarnya tahun
kemarin kalau saya enggak salah
eh target Paris agreement sudah lewat
1,5 derajat sudah lewat padahal 1,eng
derajat itu di 21.100 targetnya
kenaikannya tapi tahun lalu sudah
lewat jadi inilah
Makanya sekarang seringkiali kita
mengalami
fenomena-fenomena ee cuaca ya fenomena
cuaca yang seringkali
unpredictable di mana Kalau hujan
tiba-tiba besar sekali hujannya dengan
intensitas yang sangat-sangat tinggi
sehingga akhirnya banjir longsor enggak
kerukeruanlah ceritanya itu
akhirnya atau tiba-tiba kering
sekali hampir berbulan-bulan Enggak ada
hujan di satu wilayah kalau sudah kering
Enggak ada hujan dan sebagainya Apa yang
terjadi
mulai bakar-bakaran di sana
sini bakar-bakaran di sana sini ya sudah
pasti merembet ke mana-mana seperti yang
pernah terjadi di 2014 di
2019 itu yang terjadi nah fenomena
perubahan
cuaca oleh karena kimat dan juga
berbagai dampak yang lain ya ini
tentunya akan mengakibatkan
kelangkaan ya kelangka kaan dan juga
kompetisi untuk mendapatkan berbagai
sumber daya
ini contoh misalnya untuk energi untuk
air untuk
pangan dengan adanya perubahan iklim ini
tentunya akan
sangat-sangat sulit kita untuk
menghasilkannya maupun juga
mendapatkannya dan akhirnya
ujung-ujungnya harus
kompit dengan dengan negara lain dengan
masyarakat sendiri atau Antar Provinsi
antar Kabupaten antar kota dan
sebagainya ini yang perlu kita sikapi
perlu kita lihat betul dampak dari
perubahan iklim ini nyata sekarang kita
hadapi dan kita benar-benar harus
bersatu padu untuk Bagaimana ini bisa
kita ee Selesaikan secara bersama-sama
baik memitigasinya maupun juga
meningkatkan
resilien-nya Nah Ibu dan Bapak sekalian
ini sebagai contoh saja dampak
perubahannya Seperti apa ini selama 10
tahun terakhir ini kerugiannya sudah
hampir sekitar 0,3% dari PDB per tahun
secara global
ee ada sken skenario ekstrem ini
menghapus hingga 18% PDB dari ekonomi
dunia pada tahun 2050 kalau suhunya naik
terus sampai
3,2 sekarang sudah naik sekitar 1,5
sekian
dan begitu cepat dalam 10 tahun dan eh
perekonomian Asia ini Eh bisa susut
terutama Asia Tenggara itu hingga sampai
11% pada akhir abad ini bayangin susul
11% di
Indonesia Ini catatan dari BNPB
98 sampai
99% kejadian bencana itu bencana
hidrometeorologi bayangin bencana yang
diakibatkan oleh dampak perubahan
iklim kerugiannya Pernah kami hitung
kalau memang tidak ada action sama
sekali itu bisa mencapai 544
triliun besar dampak Padahal kemarin
penghematan cuman 300 triliun padahal
ini dampaknya bisa mencapai 544
triliun kalau kita do something kita
bisalah gitu ya mengurangi sampai 281
triliun tapi ini Istilahnya ya tidak
bisa terhindarkan karena perubahan iklim
itu sudah terjadi Mau tidak mau kita
harus bisa meningkatkan mitigasinya tapi
kalau mitigasi dampaknya Global tapi
yang tidak kalah penting adalah
bagaimana kita beradaptasi dan sekaligus
meningkatkan resiliensi kita dari dampak
perubahan
iklim
nah tantangan terbesar sebenarnya adalah
bagaimana kita melakukan action ya
melakukan action secara bersama-sama
dan tentunya ini butuh ya kita sudah
tahulah Butuh duit nih butuh dana butuh
investasi dan lain-lain
EE kami mencatat ini mungkin sudah agak
lama ee ininya apa assesment-nya dari eh
dari CPI tahun 2020 tapi ini mungkin
bisa menjadi referensi karena trennya
tidak banyak berubah
ee di mana pendanaan iklim global
ternyata lebih banyak dihasilkan
dari Project level market rate Yang
intinya ya pinjaman normal pinjaman
biasa hampir sekitar 88% dari total
Project yang ada di Global ini termasuk
Indonesia itu disumbang dari ya
pinjaman pinjaman luar
negeri sedikit sekali yang sifatnya
konsesi atau
hibah dan apalagi untuk
kegiatan-kegiatan yang bersifat
adaptasi climate resilience jadi ini
sebenarnya sudah menjadi sorotan Global
kita semua sudah menyadari kita tidak
bisa lagi menghindari dampak perubahan e
tidak bisa lagi menghindari dampak
perubahan iklim kita harus selain
memitigasinya tapi kita juga harus bisa
beradaptasi dan meningkatkan resiliens
kita resiliens
sangat-sangat rendah sekarang ini
perhatiannya terutama terkait dengan
pendanaan karena memang tidak terlalu
dari sisi swasta tidak terlalu banyak
yang bisa dilakukan berbeda dengan
mitigasi mitigasi di sini bisa
istilahnya action tapi menghasilkan uang
sambil menyelamatkan bumi kita
mendapatkan uang untuk adaptasi
kelihatannya belum sekreatif itu dan
mungkin kita punya Tantangan untuk
menciptakan mekanisme-mekanisme adaptasi
yang mungkin
bisa nanti bisa menghasilkan revenue
sehingga tertarik teman-teman swasta
untuk bisa masuk membiayai
ini ini asesment kami di tingkat
domestik Indonesia kalau kita memang
ingin betul-betul mewujudkan tadi ya
pembangunan berkelanjutan ekonomi hijau
dan sebagainya ini ada beberapa
assesment investasinya cukup besar
hampir
794,6 triliun per tahun
ya ini Tentunya enggak mungkin kalau
dicover o oleh pemerintah saja
eh saat ini diperkirakan gap kebutuhan
pendanaannya itu mencapai hampir 450
triliun dan ini tentunya harus bisa
istilahnya tidak bukan lagi bersumber
dari APBN harus dari berbagai macam
innovative financing yang mesti kita e
laksanakan
nah investasinya sangat besar termas
masuk juga sekarang kan isunya sedang
didorong apa
eh earlier retired early retirement dari
PLTU kita tentunya ada ada resiko-resiko
stranded aset Siapa yang mau nanggung
dan sebagainya dan termasuk yang tidak
kalah penting skema-skema
dekarbonisasi Green eekonomi investasi
hijau dan sebagainya ini memang betul
akan menciptakan lapangan kerja baru
nanti ke depan tapi yang tidak kalah
penting yang perlu kita perhatikan
adalah
bagaimana migrasi dari tenaga kerja kita
dari yang selama
ini dalam tanda kutip ya bekerja di
bidang Brown pindah ke yang Green ini
yang saya sebut biasanya dengan
reskilling atau
upskilling ini tidak gampang perlu waktu
perlu transisi dan ini MTI kita
laksanakan sejak sekarang alhamdulillah
sudah ada beberapa inisiasi sudah
memulai teman-teman di E Sektor tenaga
kerja Sudah memulai ini dan
mengantisipasi berbagai macam tren yang
ke depan akan
berubah Ibu dan Bapak sekalian ee secara
singkat saya juga coba akan sampaikan
dari berbagai tantangan yang ada tadi
itu baru sedikit ya saya masih kalau
bisa tantangan pasti akan banyak
eh saya akan coba sedikit saja
menyampaikan
kira-kira dari tadi yang seperti saya
sampaikan pembangunan berkelanjutan
sudah kita sampai mana tantangannya
Seperti apa dan sebagainya Nah kita
sebagai pemerintah Ini akhirnya
menyikapi divisi Indonesia emas 2045
kita yang sekarang menjadi undang-undang
59 tahun
2024 tentang rpjpn jadi teman-teman
semua kalau boleh saya garis bawahi ini
undang-undang ya Jadi ini jadi apa
istilahnya emas harus jadi referensi
utama enggak ada lagi referensi yang
lain karena ini target pembangunan kita
ya visi Indonesia emas itu
eh visinya jelas NKRI bersatu berdaulat
maju dan
berkelanjutan jadi aspek berkelanjutan
sudah masuk di dalam visi Indonesia
em selama ini kan kata-kata
berkelanjutan ini enggak ada nih dalam
diskusi-diskusi Nah sekarang di dalam
Indonesia emas undang-undang 59 2024
tentang rpjpn kata-kata berkelanjutan
sudah
dimasukkan itu
divisinya
Nah ada sasaran utama visi kita
ada lima mulai dari pendapatan perkapita
setara negara maju kemiskinan menurun
dan ketimpangan berkurang kepimpinan
dunia daya saing sumber daya manusia nah
dan yang tidak kalah penting kaitannya
tadi juga dengan iklim intensitas grk
kita menurun menuju net Zero emissions
dan menurunnya juga enggak
kalah-kalah ambisius ini indikatornya
dari 38 6 di 2045 ini mencapai
93,5% artinya apa ini jauh lebih
ambisius dari NDC
kita Saya himbau di sini nanti untuk
teman-teman yang ngurusi NDC tolong
dilihat betul angka ini karena ini
adalah
undang-undang ya ini undang-undang kalau
beda aneh namanya kok kalau kita apa
men-submit sesuatu nanti ke unf
triplec beda dengan undang-undang kita
sendiri nah ini nanti aneh jadi tolong
betul teman-teman yang bergerak di
bidang ini melihat angka-angka ini semua
dan kita konsisten sebagai sebuah negara
jangan bikin sendiri-sendiri ini sudah
undang-undang tolong diikuti Dan tolong
betul Kita komit untuk menuju ke arah
sana ini angkanya sangat ambisius
tentunya perlu effort sama-sama perlu
effort tidak hanya pemerintah semuanya
harus bergerak ke sana Oleh karena itu
di dalam visi Indonesia emas 2045 ini eh
sori dalam rpjpn ini Eh ada 17 gol 8
agenda pembangunan ada 45
indikator dan sebenarnya semangatnya
adalah semangat
transformasi semangat transformasi yang
salah satunya adalah transformasi
ekonomi yang didasari dengan
transformasi ekonomi
hijau jadi dasarnya itu adalah
transformasi ekonomi hijau sehingga kita
bisa mencapai betul-betul pendapatan per
kapitasara negara maju tapi dengan
kualitas lingkungan yang jauh lebih baik
dari yang sekarang jadi itu perlu kita
sikapi betul dan itu sekarang sebenarnya
sudah tercermin di dalam Asta citanya
pak presiden dan kami sudah masukkan itu
semua ke dalam rpjmn kita di
2025-2029 Alhamdulillah Minggu lalu
sudah ditandatangani Pak Presiden Dan
ini semua menjadi acuan
Ya baik penyusunan program dan
kementerian
lembaga termasuk acuan dalam penyusunan
rpjmd seluruh daerah ya Nah ini
kepala-kepala daerah sedang dilantik dan
Ini dokumen ini
akan menjadi ya bukan akan lagi harus
menjadi Acuan dari teman-teman daerah
dalam menyusun
rpjmd-nya sederhananya Asta citanya Pak
Presiden masuk di situ ada Del prioritas
nasional 8 phtc atau quickwiins biasanya
dan 83 kegiatan prioritas utama itu ya
jadi Dan ini semua spirit dari
pembangunan berkelanjutan masuk di sini
indikator-indikatornya masuk di sini
Jadi kami di benas mencoba betul
bagaimana membuat
agar sdg tujuan pembangunan
berkelanjutan itu tidak hanya sekedar
Istilahnya ya SD SD gitu ya enggak kita
menstreamlan apa yang ada di SD dengan
rpjmn
ini masuk semua indikatornya kita
monitor S pada saat kita juga
mengendalikan ee rpjmn ini dalam konteks
pelaksanaannya Nah Ibu dan Bapak
sekalian tidak mudah kembali lagi ee
kami terutama dalam hal kaitannya dengan
iklim investasi dan bagaimana agar
Eh teman-teman ini yang terutama di luar
non apa di luar pemerintah ya di
nonstate actors eh ikut betul-betul
terlibat dalam bagaimana
kita melaksanakan pembangunan ini
terutama pembangunan yang lebih hijau
lagi ke
depan tentu jelas bahwa kami di
pemerintah punya peran untuk mengkatalis
partisipasi sektor swasta ini sebagai
ambil contoh lagi di dalam perubahan
iklim regulasi regulasi-regulasi terkait
dengan investasi hijau kemudian
skema-skema blended Finance insentif
fiskal dan nonfiskal
termasuk juga yang tidak kalah penting
instrumen-instrumen yang terkait dengan
derisking penjaminan
bankability dan lain-lain di sini ada
beberapa contoh ya tax allowance
pembebasan bea masuk tax
holid ppnbm 0% untuki Dan lain-lain saya
yakin masih banyak ini dan berbagai
macam juga inovative financing mechanism
sekarang Coba
didorong ini masih beberapa yang
tertulis di sini mulai dari public
private Partnership itu biasa sekarang
ada tapetake nih kemudian CSR biasa sdg
financing hub climate change trust fund
De furniture swap Fa bas fund kalau saya
mau nambahin lagi yang terkait dengan
Coral trust Bond macam-macam lah banyak
sekarang Eh inovative financing yang
dibuat itu semua sebenarnya memang dalam
kerangka Bagaimana kita bisa mulai
mendorong agar yang namanya
transformasi ekonomi hijau tadi
melalui melalui apa Indonesia Mas 2045
itu bisa kita laksanakan
eh last but not least kembali lagi saya
ingin menekankan saja pentingnya
kolaborasi untuk pembangunan
berkelanjutan mulai dari sisi kami
sendiri di tingkat perencanaan dengan
OJK dengan kementerian keuangan
Kementerian sektor masyarakat dunia
usaha dan
lain-lain dan
sebagai penutup ini melangkah menuju
target 2030 ya Ee yang saya juga ingin
ee apa dorong juga kebetulan karena saya
sekarang menjabat Deputi bidang
pembangunan kewilayahan selain koordin
koordinasi lintas KL saya juga ingin
meningkatkan betul Bagaimana Pemda ini
aware terhadap berbagai target dari tpb
tadi Dan juga bagaimana bisa
meningkatkan kapasitas teman-teman semua
di
daerah dalam mendorong bagaimana
aplikasi dari sdgis ini dalam konteks
pembangunan baik nasional maupun daerah
dan tentunya ini tidak akan lepas dari
bagaimana bekerja sama antar pemerintah
antar aktor nonpemerintah di tingkat
nasional dan di tingkat daerah tentunya
ini semua harus istilahnya bersinergi
dan
EE Bersatu padu untuk menuju sebuah
tujuan yang kita sepakati bersama yaitu
yang ada di undang-undang
rpjpn
2045 Dan mudah-mudahan itu menjadi
referensi buat kita semua baik yang ada
di nasional maupun yang ada di daerah
baik yang di tingkat pemerintah maupun
yang ada di masyarakat maupun ada yang
juga di dunia usaha dan di tingkat
pemerintahan dan juga yang tidaklah
penting di parlemen baik yang di
nasional maupun di daerah mungkin itu
dulu yang dapat saya sampaikan mohon
maaf kalau saya suka kepanjangan
ceritanya karena saking semangatnya ini
Terima kasih Pak Asep Mbak Dini dan
rekan-rekan sekalian mungkin itu yang
bisa dapat saya sampaikan Kalau boleh
kita diskusi biar kita lebih interaktif
lagi ke depan saya kembalikan lagi ke Bu
Dini Terima kasih ya Baik terima kasih
banyak kepada pakril atas pematerian
yang sangat menarik ini karena
pembangunan berkelanjutan di Indonesia
ini masih banyak tantangan yang sangat
besar utamanya untuk mencapai sdg ini
sangat kompleks dan harus mencapai 17
tujuannya baik kita lanjutkan pada sesi
tanya jawab dari slidu terlebih
dahulu di sini saya akan
Tampilkan untuk pertanyaan yang ada di
slidu
ee ee sudah tertampilkan di sini sudah
sangat cukup banyak Lis pertanyaannya
dan kepada Pak medril dapat langsung
dijawab saja pertanyaannya secara satu
persatu dipersilakan Pak
Oke terkait krisis lingkungan seberapa
besar kemampuan eh kemauan pemerintah
untuk menjalankan tujuan
sdjs dalam
eh di mana hutan terus-menerus mengalami
deforestasi untuk pembukaan lahan
perkebunan ya terima kasih ini menarik
eh willingness pemerintah jelas
ingin mengurangi deforestasi secara
menyeluruh walaupun biasanya deforestasi
ini biasanya ada yang namanya deforest
ada yang
unplest untuk yang biasanya kita hindari
betul adalah
yang nah ini yang perlu kita sikapi
betul sekarang ini kalau kita lihat
[Musik]
trenulfor ini
Saya masih ingat betul reformasi
bukannya malah membuat semuanya baik
tapi malah khususnya di sektor kehutanan
waktu itu deforestasinya malah menjadi
lebih
besar Alhamdulillah sudah ditangani dan
akhirnya deforestasinya menurun kembali
dan sampai terakhir deforestasi
deforestation rate di Indonesia bisa
dibil yang terik di
duniaingupendahahupunung bisa
menghindari yang namanya terjadi
deforestasi itu yang perlu kita sikapi
betul adalah ee deforestasi yang
tiba-tiba
EE merubah hutan kawasan hutan menjadi
tiba-tiba ada lahan kebun di situ nah
ini ini sangat menarik banyak sekali
perdebatan di sini Saya masih ingat
betul
perdebatan-perdebatannya sampai
mengatakan Apakah sawit boleh ditanam di
hutan Wah sampai ke situ tuh
perdebatannya nah
ee saya terus terang waktu itu juga
pernah ditanya hal seperti ini boleh
enggak sawit ditanam di hutan itu
pertanyaan Pak Menteri saya ke saya nah
saya jawab begini memang mazhabnya ada
dua kalau kita mengikuti mazhab
Malaysia karena mereka menganggap
tanaman kebun seperti sawit itu adalah
tanaman hutan boleh kata
mereka tapi kalau di Indonesia Nah
mazhabnya masih belum Pak saya bilang
begitu karena tanaman sawit itu adalah
bukan tanaman kebun masih ada pertanyaan
lanjutan lah kalau hutannya sudah hancur
nah hutannya sudah hancur dirambah orang
terbakar sudah ada tambang Bahkan di
situ tapi fungsinya masih kaw eh apa
statusnya masih kawasan hutan Boleh
enggak saya Tanam sawit di situ Wah ini
pertanyaan lebih seru lagi orang
hutannya sudah hancur tapi masih
statusnya hutan daripada enggak dipakai
Enggak diapa-apain kan mendingan
ditanam masuk
akal daripada kebakar enggak diurusin
lagi akhirnya saya jawab gini
eh pak menteri saya Bil
kalau memang mau ditanami sawit di situ
Ini pandangan saya ya pri
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:14 UTC
Categories
Manage